Tag Archives: quran

Materi Penilaian dalam MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) 

Materi Penilaian dalam MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) 

  1. Materi penilaian bidang tajwid, terdiri dari : Makharijul huruf, Shifatul huruf, Ahkamul huruf dan Ahkamul mad wal qoshr
  2. Materi penilaian bidang fashohah dan adab, terdiri dari : Al Waqf wal ibtida, Muroatul kalimat wal harokat,  Muroatul kalimat wal ayat dan Adzabut tilawah 
  3. Materi penilaian bidang irama dan suara, terdiri dari : Suara, Irama dan variasi, Keutuhan dan tempo lagu dan Pengaturan nafas

Kesalahan dalam bidang suara dan irama

  1. Kesalahan dalam suara terdiri dari : Suara kasar, Suara pecah, Suara parau dan Suara lemah
  2. Kesalahan dalam irama terdiri dari : Lagu yang tidak utuh,  Tempo lagu yang terlalu cepat atau terlalu lambat, Irama dan variasi yang tidak indah dan Pengaturan nafas yang tidak terkendali

Ilmu Kedokteran Perkembangan Embrio Janin Diungkap Jelas Dalam Quran

Ilmu Kedokteran Perkembangan Embrio Jani Diungkap Jelas Dalam Quran

Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto terkagum-kagum dengan Alquran. Betapa tidak. Kitab suci umat Islam itu mampu menjelaskan proses penciptaan manusia secara detail, belasan abad sebelum teknologi kedokteran mampu mempelajarinya. “Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Alquran dan sunah,” papar Moore yang terkagum-kagum dengan kandungan Alquran yang secara akurat menjelaskan perkembangan embrio manusia.

Alquran secara jelas telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Alquran telah berbicara tentang pertumbuhan janin di dalam perut ibu fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan duga dan kira. “Saya sungguh sangat membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Alquran tentang perkembangan manusia. Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan,” papar Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi.

Proses penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan dalam Alquran surat al-Mu’minun ayat 12-14.  ”Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ….”

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan adanya enam fase terbentuknya janin dalam rahim.  

  1. Tahap pertama penciptaan janin  disebut Sulalah dimulai dari  saripati mani. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud dengan “ Sulalah”. Menurut riset yang telah diteliti oleh para ahli sekarang, bahwa manusia itu tercipta dari satu sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila dibanding dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang mencapai jutaan sperma.  Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin ini, karena satu dari jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk membuahi ovum dari wanita.
  2. Tahap kedua disebut  Alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).”  ‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa – rawa (yaitu sebangsa lintah ). Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.
  3. Tahap ketiga, Mudghah (Segumpal Daging). Dalam kelanjutan surat al-Mukminun dijelaskan ”Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.” 
  4. Tahap keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.”. Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat – alat fotografi.
  5. Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dagin…”  Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.
  6. Tahap keenam  adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..”  
  7. Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter”. Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap. 
  8. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.

Hadits

  • Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).

Fakta Yang Belum Anda Ketahui Tentang Al Quran

  • Bahwa ayat terpanjang dalam Alquran adalah ayat 281 dalam surah Al-Baqarah yang menceritakan tentang hutang?
  • Bahwa surah An-Naml memiliki dua buah basmalah?
  • Bahwa surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah?
  • Bahwa Nabi Muhammad hanya disebutkan namanya empat kali dalam Alquran?
  • Bahwa terdapat beberapa ayat dalam Alquran yang tidak diketahui artinya?
  • bahwa walaupun surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah, Al-Qur’an tetap terdiri dari 114 basmalah?

wp-1493632112766.

  • bahwa Al-Qur’an meluruskan penyimpangan yang terdapat pada Injil?
  • bahwa Surah At-Taubah adalah satu-satunya surah dalam Al Qur’an yang tidak diawali dengan basmalah?
  • bahwa Muhammad yang diberi Al-Qur’an hanya disebutkan lima kali dalam Al-Qur’an yang lima kali lebih sedikit dari Isa yang disebutkan 25 kali?
  • bahwa Teori Bigbang sudah muncul dalam Alquran sejak 1400 tahun sebelum ditemukannya teleskop raksasa? Seperti yang disebutkan Alquran dalam surah Ar-Rahman ayat 37, Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
  • bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya buku/kitab yang dapat dihafal oleh banyak muslim (hafiz) di seluruh dunia selama lebih dari 14 abad?
  • bahwa Al Qur’an dipercayai oleh orang-orang Muslim dan cendekiawan-cendekiawan Islam tidak pernah berubah isinya sejak pertama diwahyukan?

18 Nama Lain Dari Quran 

Nama-nama lain dar Al Quran

Menurut sebagian ahli tafsir, terdapat banyak istilah dalam berbagai ayat Al-Qur’an yang dianggap merujuk sebagai nama lain Al-Qur’an.[28][29] Berikut merupakan nama-nama tersebut serta ayat yang mencantumkannya:

  1. Al-Kitab (Buku)
  2. Al-Furqan (Pembeda benar salah)
  3. Adz-Dzikr (Pemberi peringatan)
  4. Al-Mau’idhah (Pelajaran/nasihat)
  5. Al-Hukm (Peraturan/hukum)
  6. Al-Hikmah (Kebijaksanaan)
  7. Asy-Syifa (Obat/penyembuh)
  8. Al-Huda (Petunjuk)
  9. At-Tanzil (Yang diturunkan)
  10. Ar-Rahmat (Karunia)
  11. Ar-Ruh (Ruh)
  12. Al-Bayan (Penerang)
  13. Al-Kalam (Ucapan/firman)
  14. Al-Busyra (Kabar gembira)
  15. An-Nur (Cahaya)
  16. Al-Basha’ir (Pedoman)
  17. Al-Balagh (Penyampaian/kabar)
  18. Al-Qaul (Perkataan/ucapan)

Hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab lain

Hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab lain

Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad yakni Shuhuf Ibrahim, Kitab Taurat, Zabur, maupun Injil, Di antara kitab-kitab suci tersebut, Allah secara khusus menyebut kedudukan “Al-Kitab yang diberikan kepada Musa” memiliki kaitan paling erat dengan Al-Qur’an. Terdapat berbagai ayat di Al-Qur’an tentang penegasan kedudukan terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah beberapa pernyataan Al-Qur’an, mengenai hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab tersebut:

  • Al-Qur’an menuntut kepercayaan umat Islam terhadap kebenaran kitab-kitab tersebut.
  • Al-Qur’an diposisikan sebagai penggenapan dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya.
  • Al-Qur’an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara umat-umat rasul yang berbeda.
  • Al-Qur’an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat riwayat-riwayat mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut serta meluruskan beberapa aspek penting pada teks-teks lain di kalangan Bani Israil, Ahli Kitab, Yahudi dan Kristen.
  • Taurat, Injil beserta Al-Qur’an merupakan kesatuan utuh yang saling berkaitan dalam keimanan terhadap Kitab-Kitab Allah.

    Dalil dalil Memilih Pemimpin Dalam Al Quran

    image

    Al-Qur’an melarang menjadikan orang non muslim sebagai Pemimpin

    QS. 3. Aali ‘Imraan : 28.

    Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).”

     QS. 4. An-Nisaa’ : 144.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?”

     QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”

    Al-Qur’an melarang menjadikan orang non muslim sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :

    QS. 9. At-Taubah : 23.

    “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.

    “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

    3. Al-Qur’an melarang menjadikan orang non muslim sebagai teman setia

    QS. 3. Aali ‘Imraan : 118.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

    QS. 9. At-Taubah : 16.

    “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

    4. Al-Qur’an melarang saling tolong dengan non muslim yang akan merugikan umat Islam

    QS. 28. Al-Qashash : 86.

    “Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir.”

    QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”

    5. Al-Qur’an melarang mentaati orang non muslim untuk menguasai muslim

    QS. 3. Aali ‘Imraan : 149-150.

    “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.”

    6. Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang non muslim sehingga menguasai muslim

    QS. 4. An-Nisaa’ : 141.

    “…… dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.”

    7. Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan nob muslim sebagai pemimpin

    QS. 4. An-Nisaa’ : 138-139.

    “Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.”

    8. Al-Qur’an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan non muslim sebagai pemimpin

    QS. 5. Al-Maa-idah : 51.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM.”

    9. Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan non muslim sebagai pemimpin

    QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.

    “Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang non muslim (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ.”

    10. Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan non muslim sebagai pemimpin

    QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus.”

    11. Al-Qur’an mengancam azab bagi yang jadikan non muslim sbg Pemimpin / Teman Setia

     QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.

    “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.”

    12. Al-Qur’an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang non muslim

     QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

    “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    Recent Entries »