Tag Archives: nabi muhammad saw

10 Doa Rasulullah Paling Dahsyat

  1. Doa Mohon Curahan Rahmat Dan Ampunan. Allahumma innizhalamtu nafsi zhulman katsiran wala yaghfirudz-dzunuba ilia anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafiirur rahim. “Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash dari Abu Bakar Shiddiq diterangkan, bahwa pada suatu ketika Abu Bakar minta kepada Rasulullah agar berkenan mengajarkan sebuah doa. Maka Rasu­lullah kemudian mengajarkan doa di atas, dan oleh Abu Bakar doa tersebut dibaca terus menerus setiap kali selesai melakukan shalat. Imam An-Nawawi Al-Baghdadi memberikan keterangan, bahwa doa di atas sangat baik dibaca sesudah melakukan ibadah shalat, bahkan dalam setiap kesempatan ketika merasa dirinya banyak melakukan perbuatan dosa kepada Allah subhanahu watalla.
  2. Doa Mohon Ampunan Dosa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah biasa membaca doa-doa di bawah ini, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap waktu dan kesempatan, agar bisa selamat dari perbuatan dosa. Doa Mohon Ampunan Dosa: Allahummagh firli khathi-ati wa jahli wa israfi fi amri kullih, wama anta a ‘lamu bihi minni.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku”Allahummagh firli khathayaya wa ‘amdi wa jahli wa hazli wa kullu dzalika ‘indi. wa hazli wa kullu dzalika ‘indi.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.”Allahummagh firli ma qaddamtu wama akhkhartu wama asrartu wama a’lantu, antal muqaddimu, wa antal mnakhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai-in qadir. “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Maha Terakhir, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
  3. Doa Mohon Petunjuk Allah. Allahumma inni as-aluka rahmatan min ‘indika tuhadi biha qalbi,,wa tajma’u biha syamli, wa tarudda bihal fitana ‘anni, wa tushlihu biha dini Wa tahfazhu biha ghaibi, wa tarfa ‘u biha syahidi wa tuzakki biha ‘amali, wa tubayyidhu biha waj-hi, wa tulhimuni biha rusydi, wa ta ‘shimuni tiha min kulli su-in. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang tcrpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petun­juk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.” Allahumma inni as-alukal fauza ‘indal qadha-i, wa manazilasy syuhada-i, wa ‘aisyas su ada-i, wan nashra alal a’da-i, wa murafaqatal an-biya-i. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemenangan pada hari persidangan di Mahsyar, bersama-sama para syuhada’ dan beroleh kehidupan sebagaimana orang-orang yang beroleh kebahagia­an, serta beroleh pertolongan mengalahkan musuh dan berteman dengan para nabi.” Allahumma ma qashura ‘anhu ra ‘yi, wa dha ‘ufa ‘anhu ‘amali, walam tablugh-hu niyyati wa umniyati min khairin wa’adtahu ahadan min ‘ibadika au khairin anta mu ‘thihi ahadan min khalqika fa-inni arghabu ilaika fihi wa as-aluka iyyahuya rabbal ‘alamin “Ya Allah, sungguh pendapatku sangat sempit dan amalku sangat sedikit sehingga tidak tercapai niat dan cita-citaku terhadap kebajikan yang telah Engkau janjikan kepada salah seorang hamba-Mu, atau kebajikan yang Engkau berikan kepada salah seorang makhluk-Mu, maka aku sangat mendambakan semua itu atas janji-janji mulia-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar semua itu berada dan menjadi kenyataan pada diriku, wahai Tuhan seru sekalian alam.” Allahummaj’alna hadina muhtadina ghaira dhallina wala mudhillin. Allahummaj’alna harban ‘ala a ‘daika, wa sullaman li auliyaika, nuhibbu bihubbika man atha-aka min khalqika, wa nu’adi bi ‘adawatika man khalafaka min khalqika. “Ya Allah, jadikanlah diri kami orang yang mendapat petunjuk dan bisa memberikan petunjuk, tidak tersesat dan tidak pula menyesatkan, memerangi musuh dan selamat beserta kekasih-Mu, mencintai orang-orang yang taat dan membenci orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Mu.” Allahumma hadzaddu ‘a-u wa ‘alaikal ijabah, wa hadzal jahdu wa ‘ailaikat tuklanu, wa inna lillahi wa inna ilaihi raji ‘un, wa la haula wala quwwata ilia billahil ‘aliyyil ‘azhim.  ” Ya Allah, ini adalah doa yang aku panjatkan, dan hanya Engkau yang mengabulkannya. Dan inilah kemampuan maksimal usahaku, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Kami milik Allah, dan hanya kepada-Nya kami akan kembali. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” Dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa suatu ketika Ibnu Abbas diutus ayahnya agar menemui Rasulullah, yang ketika itu sedang berada di rumah Maimunah. Beliau tengah melakukan shalat sunat Fajar dua rekaat sebelum melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat, beliau membaca sederetan doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri membaca doa-doa di atas setiap pagi, lebih-lebih menjelang shalat Shubuh sesudah shalat sunat Fajar. Tentu petunjuk Allah serta kebahagiaan hidup akan senantiasa menyertai dirinya.
  4. Doa Mohon Kebahagiaan Yang Sempurna. Allahumma inni as-aluka minal khairi kullihi ‘ajilihi wa ajilihi ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam. Wa a’udzu bika minasy syarri kullih ‘ajilihi wa ajilihi ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam, wa as-alukal jannata wama qarraba ilaiha min qaulin au ‘amalin, wa a’udzu bika minan nari wama qarraba ilaiha min qaulin au ‘amalin, wa as-aluka khaira ma sa-alaka bihi ‘abduka wa rasuluka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa a’udzu bika min syarri masta’adzaka minhu ‘abduka wa rasuluka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wama qadhaita li amran faj’al ‘aqibatahu rasyadan birahmatika ya arhamar rahimin. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan secara spontan maupun ditangguhkan, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan secara spontan maupun ditangguhkan, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku memohon sorga kepada-Mu beserta sarana yang mendekatkannya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka beserta sarana yang mendekatkannya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepada-Mu kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh hamba dan utusan-Mu Muhamad, dan aku berlindung ke­pada-Mu dari segala perkara yang hamba dan Utusan-Mu Muhamad berlindung. Aku memohon kepada-Mu agar segala yang Engkau anugerahkan kepadaku membawa dampak yang positip atas berkat rahmat-Mu, wahai Dzat Yang sangat Maha Pengasih di antara yang maha kasih.”  Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Aisyah diterangkan, bahwa Rasulullah telah memerintahkan kepada Aisyah agar membiasakan diri membaca doa di atas, agar memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan yang sempurna lagi abadi. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim mengkontinukan bacaan doa di atas, agar dapat meraih kehidupan yang baik lagi sempurna.
  5. Doa Terpelihara Dari Cela. Allahummastur ‘aurati, wa amin rau’ati, wa aqilla ‘atsarati wahfazhni min baini yadayya wa min khalfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa a ‘udzu bika an ughtala min tahti.  “Ya Allah, tutuplah cacat-celaku, hilangkanlah kekhawatiranku, dan kurangilah kesalahan-kesalahanku. Peliharalah diriku dari segala kejelekan, baik dari arah muka maupun belakang, dari arah kanan maupun kiri, dari arah atas maupun bawah yang datang secara tiba-tiba.” Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Hakim dari Ibnu Umar diterangkan, bahwa Rasulullah setiap pagi dan sore sama sekali tidak pernah meninggalkan bacaan doa di atas. Bahkan setiap waktu dan kesempatan beliau selalu membacanya, hingga kemudian menjadi insan yang paling sempurna. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, agar cacat dan celanya senantiasa ditutap oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  6. Doa Mohon Rizki Yang Halal Allahumma ikfini bi halalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka.  ” Ya Allah, cukupilah kehidupanku dengan rizki-Mu yang halal, dan jauhkanlah diriku dari sesuatu yang telah Engkau haramkan. Dan dengan curahan anugerah-Mu, jauhkanlah diriku dari meminta sesuatu kepada selain Engkau.” Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib diterangkan, bahwa ada seorang hamba mukatab (yang sedang menebus dirinya untuk merdeka) datang menghadap kepada Ali, seraya berkata: “Ya Ali, saya tidak sanggup lagi mencicil bayaran untuk memerdekakan diriku. Maka tolonglah aku.” Jawab Ali: “Saudara, adakah engkau rela sekiranya aku mengajarkan sebuah doa yang telah diajarkan Rasulullah kepadaku, yang apabila engkau baca akan mengentaskan dirimu dari kekurangan?” Jawab hamba mukatab: “Ya, aku senang sekali menerimanya.” Lalu Ali berkata: “Seandainya engkau mempunyai hutang emas sebesar gunung, kemudian eng­kau membiasakan diri membaca doa: Allahumma ikfini bi halalika ‘an haramika, tentu Allah akan memberimu kemudahan rizki untuk melunasinya.” Jadi, bagi seorang muslim yang membiasakan diri membaca doa di atas akan diberi kelapangan rizki yang halal oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan kalau ia banyak hutang, akan diberi kemudahan untuk mengembalikan hutangnya. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, baik setiap pagi, sore maupun dalam kesempatan kapan saja dan dimana saja
  7. Doa Mohon Kelanggengan Nikmat. Allahumma innni a’udzu bika min zawali ni’-matika wa tahawwuli ‘afiyatika wa fuja-ati niq-matika wa jami ‘i sakhatika.  “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan dan lunturnya keselamatan yang telah Eng­kau berikan kepadaku. Dan aku berlindung ke­pada-Mu dari datangnya musibah dan segala murka-Mu yang datang dengan tiba-tiba.” Dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Abi Dawud. dari Abdillah bin Umar diterangkan, bahwa Rasulullah membiasakan diri membaca doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas, agar terhindar dari segala musibah dan mendapatkan curahan nikmat serta kesela­matan yang terus menerus lagi abadi.
  8. Doa Selamat Dari Fitnah. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa a’udzu bika min ‘adzabil qabri, wa a ‘udzu bika min fitnati masihid dajjali, wa a ‘udzu bika min fitnatil mahya wal mamati, wa a ‘udzu bika minal ma ‘tsami wal maghrami, wa a ‘udzu bika min syarri fitnatil ghina wa min syarri fitnatil faqri, wa a ‘udzu bika min syarri sam ‘i, wa min syarri bashari, wa min syarri lisani, wa min syarri qalbi wa a ‘udzu bika min an uradda ila ardzalil ‘umuri, wa a ‘udzu bika min an amuta fi sabilika mudbiran. ” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal yang pembohong. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya dosa dan hutang. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan fitnah kaya dari kejelekan fitnah fakir. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan dan hatiku. Aku ber­lindung kepada-Mu dari di kembalikan kepada umur yang terlalu tua. Dan aku berlindung ke­pada-Mu dari mati dalam keadaan ingkar kepada agama-Mu.” Dalam hadis riwayat Imam Ashhabus-Sunan dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas. Beliau mengharapkan agar bisa selamat dari segala bentuk fitnah dan musibah, baik ketika masih hidup maupun sesudah mati. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim, lebih-lebih yang hidup di zaman kini yang banyak terjadi fitnah, bila membiasakan diri membaca doa di atas, agar memperoleh keselamatan dari segala bentuk fitnah.
  9. Doa Berlindung Dari Kejelekan. Allahumma inna nas-aluka min kulli khairin ma sa-alaka minhu nabiyyuka muhdmmad, wa na’udzu bika min kulli syarrin masta’adzaka minhu nabiyyuka muhammad, wa antal musta ‘anu wa ‘alaikal balaghu wa la haula wa la quwwata illa billah. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh nabi-Mu Muhamad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan sebagaimana yang nabi-Mu Muhamad mohon perlindungan. Engkaulah Yang Maha Pemberi Pertolongan, dan kepada-Mulah puncak segala pengharapan. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah.”  Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Umamah diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa berdoa dengan doa-doa yang belum banyak dihafal oleh para sahabat. Lalu Umamah berkata: “Ya Rasulallah, engkau banyak memanjatkan doa dengan doa-doa yang kami belum menghafalnya.” Jawab Rasulullah: “Ya Umamah, maukah sekiranya aku menunjukkan kepadamu sebuah doa yang sudah mencakup dari keseluruhan doa itu?” Jawab Umamah: “Ya, aku senang sekali.” Lalu Rasulullah bersabda: “Bacalah doa: Alla­humma inna nas-aluka min kulli khairin,” sebagaimana doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri membaca doa tersebut, agar mendapatkan kesempurnaan dalam mengarungi hidup dan kehidupan
  10. Doa Mengalahkan Lawan. Allahumma taqabbal taubati waghsil haubati wa ajib da ‘wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wahdi qalbi waslul sakhimata shadri. Allahumma taqabbal taubati waghsil haubati wa ajib da ‘wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wahdi qalbi waslul sakhimata shadri. “Ya Allah, terimalah taubatku, hilangkanlah kekhawatiranku, kabulkanlah doaku, tegarkanlah argumentasiku, pertajamlah pembicaraanku, tunjukkanlah hatiku, dan hilangkanlah perasaan dengki yang menyelimuti dadaku.” Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas.   Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, agar dapat mengalahkan lawan dalam beradu argumentasi di tengah pengembangan dakwah. Dengan membaca doa di atas, lawan akan jatuh mental, hingga dapat menerima setiap yang disampaikan.

  • Doa Keselamatan Lahir Batin. Allahumma ‘afinifi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, allahumma inni a ‘udzu bika minal kufri walfaqri, allahumma inni a ‘udzu bika min ‘adzabil qabri, la ilaha illa anta. “Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, benlah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali engkau. Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Abdurrahman bin Abi Bakrah diterangkan, bahwa suatu ketika Abdurrahman pernah bertanya kepada ayahnya: “Ayahku, aku mendengar setiap pagi dan sore engkau selalu membaca doa Allahumma ‘afini (di atas) tiga kali. Mengapa itu ayah lakukan?” Jawab ayahnya: “Aku mendengar Rasulullah senantiasa membaca doa itu. Karenanya, aku ingin sekali mengikuti sunah beliau.” Jadi, sudah selayaknya bila setiap muslim mengikuti sunah Rasul dengan membiasakan diri membaca doa di atas setiap pagi dan sore tiga kali. Apabila itu dilakukan, tentu Allah akan menganugerahkan kepadanya keselamatan lahir batin. Sehat jasmani dan sehat rohani sehingga menjadi hamba Allah yang sempurna.

Teladan dan Tuntunan Rasulullah Saat Hari Jumat dan Shalat Jumat

Hadits Muslim Kitab Salat Jumat

1. Kewajiban mandi Jumat atas setiap lelaki dewasa dan keterangan tentang beberapa hal yang dianjurkan

  • Hadis riwayat Abdullah bin Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan salat Jumat, maka hendaknya ia mandi. (Shahih Muslim No.1393)
  • Hadis riwayat Umar bin Khathab: ia berkata: Bahwa Rasulullah memerintahkan mandi (Jumat). (Shahih Muslim No.1395)
  • Hadis riwayat Umar bin Khathab, ia berkata: Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan salat Jumat, maka hendaklah ia mandi. (Shahih Muslim No.1396)
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:  Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang balig. (Shahih Muslim No.1397)
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Biasanya kaum muslimin berangkat untuk melaksanakan salat Jumat dari rumah-rumah mereka dari desa-desa sekitar Madinah dengan memakai abaya (sejenis jubah). Debu-debu mengenai mereka, sehingga mengeluarkan bau tubuh. Lalu seseorang di antara mereka mendatangi Rasulullah saw. yang berada di dekatku. Rasulullah saw. bersabda: Sepatutnya kalian mandi untuk menyambut hari ini. (Shahih Muslim No.1398)

2. Memakai wangi-wangian dan bersiwak pada hari Jumat

  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:  Bahwa ia pernah menyebutkan sabda Nabi saw. tentang mandi pada hari Jumat. (Shahih Muslim No.1401)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:  Dari Nabi saw., beliau bersabda: Hak Allah atas setiap muslim adalah mandi setiap tujuh hari, membasuh kepala dan tubuhnya. (Shahih Muslim No.1402)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:  Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang pada hari Jumat mandi seperti mandi jinabat, kemudian berangkat awal (ke mesjid), maka seakan-akan ia bersedekah seekor unta gemuk. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, maka ia seakan-akan ia bersedekah seekor sapi. Barang siapa berangkat pada waktu ketiga, maka seakan-akan ia bersedekah seekor kambing bertanduk. Barang siapa yang berangkat pada waktu keempat, maka seakan-akan ia bersedekah seekor ayam. Dan barang siapa berangkat pada waktu kelima, maka seakan-akan ia bersedekah sebutir telur. Dan bila imam telah naik mimbar (untuk berkhutbah), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan zikir. (Maksudnya mereka tidak lagi mencatat orang yang datang ke mesjid setelah khutbah dimulai). (Shahih Muslim No.1403)

3. Tenang ketika mendengarkan khutbah Jumat

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Bila engkau berkata kepada temanmu: “Diam!” pada hari Jumat, saat imam berkhutbah, maka engkau benar-benar berbicara sia-sia. (Shahih Muslim No.1404)

4. Tentang waktu mustajab pada hari Jumat

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:  Bahwa Rasulullah saw. menyebut hari Jumat, beliau bersabda: Di hari itu ada saat-saat, di mana bila seorang muslim salat dan meminta sesuatu tepat pada saat itu, pasti Allah memberinya. (Shahih Muslim No.1406)

5. Petunjuk umat ini pada hari Jumat

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:  Rasulullah saw. bersabda: Kita adalah umat terakhir, tetapi kita umat yang lebih dahulu pada hari kiamat nanti. Karena setiap umat diberi kitab sebelum kita, sedangkan kita diberi kitab sesudah mereka. Kemudian hari ini (hari Jumat), hari yang telah ditentukan Allah untuk kita, Allah telah memberi petunjuk kepada kita pada hari tersebut, maka umat lain mengikuti kita, besok (hari Sabtu) umat Yahudi dan lusa (hari Ahad) umat Kristen. (Shahih Muslim No.1412)

6. Waktu salat Jumat adalah ketika matahari tergelincir

  • Hadis riwayat Sahal ra., ia berkata: Kami tidak tidur siang dan makan siang, kecuali setelah melaksanakan salat Jumat. (Shahih Muslim No.1422)
  • Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra. ia berkata: Kami dahulu melakukan salat Jumat bersama Rasulullah saw. pada saat matahari telah tergelincir (condong ke barat) kemudian pulang, berjalan sambil meniti tempat teduh. (Shahih Muslim No.1423)

7. Menjelaskan dua khutbah sebelum salat dan duduk antara dua khutbah

  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. selalu menyampaikan khutbah Jumat sambil berdiri kemudian duduk dan berdiri lagi. Ia berkata: Seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin saat ini. (Shahih Muslim No.1425)

8. Tentang firman Allah: Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah)

  • Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.: Bahwa Pada hari Jumat, ketika Nabi saw. sedang berdiri menyampaikan khutbah, tiba-tiba datang kafilah dari Syam. Kaum muslimin yang saat itu sedang mendengarkan khutbah Nabi berhambur keluar menuju kafilah tersebut, sehingga hanya dua belas orang yang tetap (berada dalam mesjid). Lalu turunlah ayat yang terdapat dalam surat Al-Jumu`ah ini: Bila mereka melihat perdagangan “bisnis” atau permainan, mereka bubar demi hal tersebut, meninggalkanmu yang sedang berdiri “berkhutbah”. (Shahih Muslim No.1428)

9. Sunat memendekkan salat dan khutbah Jumat

  • Hadis riwayat Ya`la bin Umayah ra.:  Dari Shafwan bin Ya`la dari ayahnya bahwa ia mendengar Nabi saw. membaca ayat Alquran di atas mimbar Dan mereka menyeru: Wahai Malik. (Shahih Muslim No.1439)

10. Salat sunat tahiyat mesjid ketika imam sedang berkhutbah

  • Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:  Ketika Nabi saw. sedang berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba datang seseorang (untuk melaksanakan salat Jumat). Rasulullah saw. bertanya kepada orang itu: Hai fulan, apakah engkau sudah melakukan salat (tahiyat mesjid)? Orang itu menjawab: Belum. Lalu sabda Rasul: Bangun dan salatlah. (Shahih Muslim No.1444)

11. Surat yang dibaca pada hari Jumat

  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:  Dari Nabi saw. bahwa: Dalam salat Subuh, di hari Jumat Nabi saw. membaca surat As-Sajadah dan Al-Insan. (Shahih Muslim No.1455)

12. Salat sunat sesudah salat Jumat

  • Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.: Bahwa setelah mengerjakan salat Jumat, ia pulang dan mengerjakan salat sunat dua rakaat di rumah. Kemudian ia berkata: Dulu Rasulullah saw. berbuat demikian. (Shahih Muslim No.1460)




      Tuntunan Lengkap Shalat Nabi Muhammad SAW

      Bacaan iftitah

      • إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن . إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن
      • “Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laa syariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”
      • Artinya : “Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah dan aku ini adalah golongan orang Islam.”

      Bacaan ruku

      • سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
      • “Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wabihamdih”Artinya : “Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.”

      Bacaan i’tidal.

      • سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
      • “Sami’allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu.”
      • Artinya : ” Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.”

      Bacaan sujud

      • سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
      • “Subhaana rabbiyal a’laa wabihamdih”
      • Artinya : “Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji”

      Bacaan duduk antara 2 sujud

      • رَبِ ّاِغْفِرْلِيِ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
      • “Rabbighfirlii warhamnii warfa’nii wajburnii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii”
      • Artinya : ” Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.”


        Bacaan Tasyahud Awal

        • التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد
        • “Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma sholli ‘alaa Muhammad.”
        • Artinya : ” Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Ya Allah aku bersumpah dan berjanji bahwa tiada ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau ya Allah, dan aku bersumpah dan berjanji sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan-Mu Ya Allah. Ya Allah, limpahkan shalawat-Mu kepada Nabi Muhammad.

        Bacaan tasyahud akhir dan doa

        • التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وعلى آلِ مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.
        • “Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.”
        • Artinya : ” Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.”

        Bacaan salam

        • اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله
        • “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah.”
        • Artinya : “Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian.”

          100 PERTANYAAN RAMADHAN: Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan

          100 PERTANYAAN RAMADHAN: Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan

          Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

          • Apakah budaya ziarah kubur sebelum bulan puasa dicontohkan Rasulullah ?

          Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh

          Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

          • Ternyata sejauh ini tidak ditemukan dalil yang menganjurkan waktu yang paling baik untuk berziarah kubur. Apalagi jika dikaitkan dengan kedatangan bulan Ramadhan. Yang ada hanyalah anjuran untuk berziarah kubur, karena mengingatkan kita kepada kematian. Tapi waktunya tidak pernah ditentukan. Jadi boleh kapan saja, tidak harus menjelang masuknya bulan Ramadhan.
          • Adapun kebiasaan yang sering kita saksikan di tengah masyarakat untuk berziarah kubur menjelang datangnya Ramadhan, dilakukan tanpa punya dalil yang eksplisit dari nabi SAW. Dalil yang mereka gunakan hanyalah dalil umum tentang anjuran berziarah kubur. Sedangkan dalil yang mengkhususkan ziarah kubur menjelang Ramadhan, paling tinggi hanya sekedar ijtihad. Itu pun masih sangat mungkin disanggah.
          • Beliau SAW tidak pernah menganjurkan secara tegas bahwa bila Ramadhan menjelang, silahkan kalian berziarah ke kuburan-kuburan. Atau kalau ke kuburan jangan lupa pakai pakaian hitam-hitam, dan juga jangan lupa bawa kembang buat ditaburkan. Sama sekali tidak ada nashnya, baik di Al-Quran maupun di Sunnah nabi-Nya.
          • Dan memang semua fenomena itu terjadi begitu saja, tanpa ada ulama yang memberian arahan dan penjelasan. Padahal masyarakat kita ini terkenal sangat agamis dan punya semangat besar untuk menjalankan agama. Sayangnya, mereka tidak punya akses untuk bertanya kepada para ulama syariah yang ahli di bidangnya.
          • Ini perlu dipikirkan agar jangan sampai kejahilan di tengah umat ini terus-menerus terjadi, bahkan menjadi tradisi. Sudah waktunya bila umat ini punya akses kuat kepada para ulama ahli syariat, untuk meluruskan kembali kehidupan mereka sesuai dengan syariat Islam yang lurus. Jauh dari pola ikut-ikutan tanpa manhaj yang benar.
          • Namun sekedar mencaci dan mengumpat atau menuduh bahwa mereka itu ahli bid”ah, atau jahiliyah, atau tidak sejalan dengan manhaj ahli sunnah, tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan dalam banyak kasus, malah akan menimbulkan masalah.
          • Kita berharap proses pencerahan umat untuk mengenal syariah ini tidak terkotori dengan adab yang buruk, atau dengan sikap arogan, yang hanya akan membuat objek dakwah kita semakin menjauh. Yang dibutuhkan adalah pemberian pemahaman secara simpatik, cerdas, dan tetap menghargai serta tidak mempermalukan.

          Wassalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh

          Silsilah Lengkap Keluarga Besar Nabi Muhammad SAW

          Nabi Muhammad Saw lahir di Mekah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Dengan demikian, jarak kelahiran antara Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Isa as adalah 571 tahun. Sedangkan jarak kelahiran Nabi Isa as dengan Nabi Musa as sekitar 1716 atau 1900 tahun. Jarak kelahiran antara Nabi Musa as dengan Nabi Ibrahim as adalah 545 tahun. Jarak kelahiran antara Nabi Ibrahim as dengan Thufan sekitar 1080 tahun. Kemudian jarak kelahiran antara Thufan dan Nabi Adam as sekitar 2242 tahun.Dengan demikian, jarak kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan Nabi Adam as menurut pendapat yang akurat dan terkenal di kalangan para sejarawan adalah sekitar 6155 tahun.

          Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalibpamannya) disebut sebagai tahun kesedihan. Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakimmenyarankan kepadanya untuk menikahi Saudah binti Zam’ah (seorang janda) atauAisyah (putri Abu Bakar). Atas perintah Allah, Muhammad menikahi keduanya. Kemudian Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad. 

          Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).

          Silsilah Lengkap Keluarga Besar Nabi Muhammad SAW

          1. Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ayah. Nabi Muhammad putra Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoyyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nazhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan.
          2. Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ibu. Nabi Muhammad putra Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Inilah silsilah Nabi Muhammad Saw yang wajib diketahui oleh setiap orang mukallaf, yaitu sampai ke Adnan.
          3. Ibu Susuan Nabi Muhammad Saw. Sudah menjadi tradisi bangsa Arab perkotaan untuk menyusukan anaknya di daerah gunung dan pedalaman dengan maksud untuk meneguhkan pendiriannya, menguatkan fisiknya dan kefasihan bahasanya. Atas dasar inilah, Abdul Muthallib mengirimkan cucunya yang bernama Muhammad, kepada seorang perempuan Bani Saad, yaitu Halimah putri Dhuaib As-Sa’diyah untuk disusuinya. Halimah Sa’diyah merupakan salah satu wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad Saw. Selain Halimah, wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad ialah Aminah, ibu kandungnya sendiri, kemudian Tsuwaibah Al Aslamiyyah, bekas budaknya Abu Lahab yang dimerdekakan ketika Nabi Muhammad lahir. Halimah Sa’diyah ketika menyusui dan merawat Nabi Muhammad sering merasakan dan menyaksikan beberapa keistimewaan dan keanehan pada diri Nabi Muhammad Saw, yang belum pernah terjadi pada anak-anak lain yang pernah dia susui. Peristiwa pengoperasian Nabi Muhammad oleh dua malaikat membuat Halimah takut dan khawatir atas keselamatan Muhammad. Apalagi dia pernah didatangi oleh orang-orang kristen Ethiopia yang meminta agar Muhammad diserahkan kepada mereka. Atas kejadian-kejadian ini, kemudian Halimah memutuskan untuk menyerahkan kembali Nabi Muhammad kepada keluarganya.
          4. Nama Anak Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw memiliki 7 anak, 3 diantaranya laki-laki dan 4 perempuan. Adapun urutan putra-putri Nabi Muhammad Saw adalah sebagai berikut : Al Qasim, Zainab, Ruqaiyah, Fatimah Az Zahra, Ummu Kultsum, Abdullah dan Ibrahim dari istrinya yang bernama Mariyah Al Qibtiyah. Al Qasim, wafat di Mekkah dalam usia 2 tahun.Zainab, menikah dengan  Abu Al ‘Ash bin Ar Robi’, anak bibinya sendiri yang bernama Halah binti Khuwailid. Dia mempunyai anak bernama Ali dan Umamah. Zainab wafat pada tahun 8 Hijriyah.Ruqaiyah, menikah dengan Utsman bin Affan. Ruqaiyah wafat pada waktu sedang terjadi Perang Badar, yaitu bulan Ramadhan tahun 2 Hijriyah.Fatimah Az Zahra, menikah dengan Ali bin Abi Thalib ketika masih berusia 15 tahun, sedangkan Ali berusia 21 tahun 5 bulan. Mereka dikaruniai enam anak. Tiga anak laki-laki, yaitu : Al hasan, Al Husain, Al Muhassin dan tiga anak perempuan, yaitu : Zainab, Ummu Kultsum dan Ruqaiyah. Fatimah wafat 6 bulan setelah Nabi Muhammad wafat, tepatnya pada tanggal 3 Ramadhan tahun 11 Hijriyah.Ummu Kultsum, menikah dengan Utsman bin Affan setelah ditinggalkan oleh Ruqaiyah. Ummu Kultsum wafat pada tahun 7 Hijriyah.Abdullah, yang memiliki gelar Thayib dan Thahir. Dia wafat di Mekkah ketika masih kecil.Ibrahim, lahir pada bulan Dzulhijah tahun ke 8 Hijriyah. Ibu Ibrahim adalah Mariyah Al Qibthiyah (bangsa Mesir). Ibrahim wafat pada tahun ke 10 Hijriyah dalam usia satu tahun empat bulan. Ada juga yang mengatakan satu tahun delapan bulan.
          5. Nama Istri-Istri Nabi Muhammad Saw. Istri Nabi Muhammad Saw total semuanya ada sebelas. Ketika beliau wafat, meninggalkan sembilan istri. Sedangkan yang dua sudah wafat sebelum Nabi Muhammad wafat. Dua istri Nabi yang wafat sebelum beliau yaitu : Siti Khadijah, merupakan istri Rasulullah Saw yang pertama. Nabi Muhammad menikahi Khadijah di Mekkah sebelum beliau diutus menjadi Rasul. Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad, Khadijah sudah pernah menikah dengan Abu Halah dan mempunyai anak bernama Zainab dan Hindun. Sebelum menikah dengan Abu Halah, Khadijah sudah pernah menikah dengan  ‘Atiq Al Mahzumi dan mempunyai anak bernama Abdullah dan Jariyah.Rasulullah Saw membina rumah tangga dengan Siti Khadijah hingga Khadijah wafat, dan selama itu tidak kawin dengan wanita lain, kecuali setelah Khadijah meninggal dunia.Zainab binti Khuzaimah, terkenal dengan panggilan Ummu Masakin atau ibunya orang-orang miskin. Hal ini disebabkan karena beliau sangat cinta dan penuh kasih sayang kepada orang-orang miskin. Zainab mendampingi Nabi Muhammad sebagai istri hanya sekitar dua atau tiga bulan, lalu meninggal dunia. Adapun istri Nabi Muhammad Saw yang masih hidup ketika beliau wafat itu ada sembilan. Mereka itu ialah : Aisyah, merupakan putri dari Abu Bakar Ash Shiddiq. Aisyah menikah dengan Rasulullah Saw di Mekkah pada bulan Syawal dalam usia 7 tahun. Dua tahun kemudian, yaitu ketika Aisyah berusia 9 tahun, Aisyah diajak ke Madinah, tepatnya bulan Syawal, delapan bulan setelah Hijrah.Aisyah adalah satu-satunya wanita yang ketika dikawin oleh Nabi Saw masih dalam keadaan gadis. Aisyah adalah istri yang paling dicintai Nabi Saw. Aisyah wafat dalam usia 67 tahun, pada bulan Ramadhan tahun 58 Hijriyah.Hafshah, putri dari Umar bin Khathab. Hafshah menikah dengan Rasulullah Saw setelah suaminya yang bernama Khunais As Sahimi meninggal dunia dan gugur sebagai syahid dalam Perang Badar. Hafshah menikah dengan Rasulullah Saw pada usia 20 tahun dan wafat dalam usia 60 tahun pada tahun 48 Hijriyah.Saudah, putri dari Zam’ah. Saudah adalah janda dari suami yang bernama As Sakron bin Amr, salah seorang anggota rombongan yang hijrah ke Habasyah, lalu kembali ke Mekkah dan meninggal dunia. Saudah yang janda itu dinikahi oleh Rasulullah Saw pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yakni setelah Khadijah wafat. Saudah wafat pada akhir pemerintahan Umar bin Khathab.Shofiyah, putri dari Huyai bin Akhthob seorang tokoh Bani Nadhir. Sebelum menikah dengan Rasulullah Saw, Shofiyah sudah pernah menikah dengan Sallam bin Masykam, seorang Yahudi, lalu menikah dengan Kinanah. Masykam dan Kinanah adalah penyair yang terkenal.Kinanah meninggal ketika terjadi Perang Khaibar, dan Shofiyah, istrinya jatuh ke tangan kaum muslimin sebagai tawanan. Karena Shofiyah tokoh Bani Quraidhah, maka persoalannya diserahkan kepada Rasulullah Saw. Oleh Rasulullah Saw diberi dua tawaran, yaitu :Merdeka dan menikah dengan Rasulullah Saw,Dibebaskan begitu saja dan bisa kembali kepada keluarganya. Shofiyah memilih merdeka dan menjadi istri Rasulullah Saw. Ketika itu Shofiyah baru berusia 17 tahun. Setelah menikah dengan Rasulullah, banyak dari kaumnya yang kemudian masuk islam. Shofiyah wafat pada bulan Ramadhan tahun 50 Hijriyah. Maimunah, seorang putri dari Harits Hilaliyah. Maimunah menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-7 Hijriyah, dalam perjalanan Umrah Qadha. Maimunah meninggal pada tahun 51 Hijriyah dalam usia 80 tahun. Maimunah merupak wanita yang paling akhir yang dikawin Rasulullah Saw.Ummu Habibah, nama aslinya adalah Romlah putri Abu Sufyan. Dia adalah janda dari Ubaidillah bin Jahesy yang meninggal di Ethiopia. Ummu Habibah menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-7 Hijriyah dengan maskawin pemberian Raja Najasyi sebanyak 4000 dirhamUmmu Salamah, nama aslinya adalah Hindun putri dari Abu Umaiyah bin Mughirah Al Mahzumi. Dia janda dari Abu Salamah, anak bibi Rasulullah Saw yang bernama Barroh, dengan empat anak. Ummu Salamah menikah dengan Rasulullah Saw pada bulan Syawal tahun ke-4 Hijriyah, ketika itu dia berusia 30 tahun. Ummu Salamah wafat dalam usia 84 tahun pada tahun 60 Hijriyah.Zainab putri Jahesy, putri dari bibi Rasulullah Saw yang bernama Umaimah. Zainab menikah dengan Rasulullah Saw pada tahun ke-5 Hijriyah. Sebelum dikawin Rasulullah, Zainab adalah istri dari Zaid bin Haritsah. Pernikahan Rasulullah Saw dengan Zainab merupakan pernikahan yang dilandasi firman Allah : “Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya), maka Kami kawinkan kamu dengan dia.”Oleh karena itu, Zainab sering merasa bangga dengan dirinya sebagai istri Rasulullah Saw, yang dikawinkan langsung oleh Allah dengan turunnya ayat tersebut.Juwairiyah, putri dari Al Harits seorang tokoh Bani Musththoliq. Juwairiyah adalah janda Musafi’ bin Shofwan, orang yang paling semangat memusuhi islam dan paling menentang Dakwah Nabi Muhammad Saw. Musafi’, suami Juwairiyah terbunuh dalam perang Al Muraisisi dan Juwairiyah menjadi tawanan kaum muslimin, bersama beberapa kabilah dan keluarganya.Juwairiyah ingin dirinya bebas dari tawanan dengan cara menebus dirinya, lalu dia menghadap kepada Rasulullah Saw hendak meminta bantuan uang untuk menebus dirinya. Rasulullah Saw memberikan apa yang diinginkannya dan beliau menawarkan hendak mengawininya.Juwairiyah menerima tawaran dari Rasulullah Saw, lalu menikahlah keduanya. Orang-orang islam pada waktu itu banyak yang memegang tawanan Bani Mushtholiq. Sehingga ketika mereka mengetahui bahwa Juwairiyah, janda tokoh bani Mushtholiq telah dikawin oleh Rasulullah Saw, maka kaum muslimin merasa tidak pantas menawan Bani Mushtholiq. Lalu mereka  ramai-ramai membebaskan dengan cara memerdekakan mereka. Ketika Bani Mushtholiq mengetahui yang demikian itu, maka mereka berbondong-bondong masuk Islam. Pernikahan Rasulullah Saw dengan lebih dari empat itu boleh dan itu hanya khusus untuk Nabi. Sedangkan untuk umatnya, hanya boleh menikah dengan empat istri saja.
          6. Nama Paman-Paman Nabi Muhammad Saw Paman Nabi Muhammad Saw jumlahnya ada 12 orang, mereka itu ialah : Hamzah, dia adalah singa Allah. Hamzah ikut berjuang membela Islam dan mengikuti Perang Badar dan Uhud. Hamzah gugur syahid dalam Perang Uhud ketika dibunuh oleh Wahsyi.Abbas, dia adalah paman Nabi Muhammad Saw yang paling muda. Abbas ikut Perang Badar bersama orang-orang musyrik. Tetapi dia berhasil ditawan oleh kaum muslimin dan akhirnya menebus dirinya, kemudian masuk islam seketika itu pula.Abbas disuruh oleh Rasulullah Saw untuk menyembunyikan keislamannya dan disuruh untuk tetap tinggal di Mekkah untuk memantau segala kegiatan orang-orang musyrik. Abbas tetap menyembunyikan keislamannya hingga hari pembebasan kota Mekah. Abbas wafat pada tahun 32 Hijriyah dalam usia 88 tahun.Abu Thalib, pelindung Nabi Muhammad Saw sedari beliau berusia 8 tahun hingga besar. Abu Thalib senantiasa melindungi Nabi Muhammad Saw dari tekanan orang kafir Quraisy.Abu Lahab, nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza. Abu Lahab sangat gigih dalam menentang dakwah Rasulullah Saw. Abu Lahab meninggal dunia akibat serangan penyakit sejenis cacar yang terkenal ganas dan menular.Ketika meninggal dunia, tidak ada seorangpun yang berani mendekatinya. Anak-anaknya pun menjauhinya. Kemudian anak-anaknya dengan terpaksa membuat galian, karena takut dimaki oleh orang banyak.Lalu mereka mendorong mayat Abu Lahab dengan alat yang panjang hingga masuk pada galian. Setelah itu mereka melemparinya dengan batu-batu hingga galian itu penuh batu dan menutupi mayat Abu Lahab.Al Harts, putra Abdul Muthalib yang paling tua. Al Harts meninggal sebelum agama islam datang atau sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.Az Zubair, sudah meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.Jahl, nama aslinya adalah Al Maghirah.Abdul Ka’bah, sudah meninggal sebelum Nabi Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt.Qutsam, meninggal dunia di waktu kecil.Dhiror, meninggal dunia pada hari turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi belum sempat masuk Islam.Al Ghoidaq, nama aslinya adalah Mushab.Al Muqowwin
          7. Nama Bibi Nabi Muhammad Saw Adapun bibi Nabi Muhammad Saw itu ada 6 orang, mereka itu ialah, Shofiyah, saudara kandung dari Hamzah. Shofiyah wafat pada tahun 20 Hijriyah, yaitu pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khathab dalam usia 73 tahun dan dimakamkan di Baqi.Arwa‘AtikahUmmu HakimBarrohUmaimah Paman Nabi Muhammad Saw yang satu ayah dan ibu dengan Abdullah, ayah Nabi ada tiga, yaitu : Abu Thalib, Az Zubair dan Abdul Ka’bah. Sedangkan bibi Nabi Muhammad yang satu ayah dan ibu dengan ayah Nabi yaitu : Arwa, ‘Atikah, Ummu Hakim, Barroh dan Umaimah. Nabi Muhammad Saw wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 8 Juni 633 Masehi. Nabi Muhammad Saw wafat dalam usia 63 tahun lebih 3 hari menurut kalender Qomariyah. Sedangkan menurut kalender Syamsiyah, usia beliau 61 tahun lebih 84 hari.

          Astronom dan Astrofisikawan Dari Cendikiawan Islam

          wp-1453684632186.jpg

          Astronom dan Astrofisikawan Dari Cendikiawan Islam

          • Ibrahim al-Fazari
          • Muhammad al-Fazari
          • Al-Khwarizmi
          • Ja’far bin Muhammad Abu Ma’shar al-Balkhi
          • Al-Farghani
          • Banū Mūsā (Ben Mousa)
          • Ja’far Muhammad bin Musa bin Syakir
          • Ahmad bin Mūsā bin Syakir
          • Al-Hasan bin Mūsā bin Syakir
          • Al-Majriti
          • Muhammad bin Jabir al-Harrani al-Battani
          • Al-Farabi (Abunaser)
          • Abd Al-Rahman Al Sufi
          • Abu Sa’id Gorgani
          • Kushyar bin Labban
          • Abū Ja’far al-Khāzin
          • Al-Mahani
          • Al-Marwazi
          • Al-Nayrizi
          • Al-Saghani
          • Al-Farghani
          • Abu Nasr Mansur
          • Abū Sahl al-Qūhī (Kuhi)
          • Abu-Mahmud al-Khujandi
          • Abū al-Wafā’ al-Būzjānī
          • Ibnu Yunus
          • Ibnu al-Haitsam (Alhacen)
          • Abū Rayhān al-Bīrūnī
          • Ibnu Sina
          • Abū Ishāq Ibrāhīm al-Zarqālī (Arzachel)
          • Omar Khayyám
          • Al-Khazini
          • Ibnu Bajjah (Avempace)
          • Ibnu Tufail (Abubacer)
          • Nur Ed-Din Al Betrugi (Alpetragius)
          • Ibnu Rusyd
          • Al-Jazari
          • Syarafuddin ath-Thusi
          • Anvari
          • Mo’ayyeduddin Urdi
          • Nashiruddin ath-Thusi
          • Quthbuddin asy-Syirazi
          • Ibnu asy-Syatir
          • Syamsuddin al-Samarqandi
          • Jamshīd al-Kāshī
          • Ulugh Beg
          • Taqiyuddin Muhammad bin Ma’ruf
          • Ahmad Nahavandi
          • Haly Abenragel
          • Abu al-Fadhl Harawi

          Referensi

          • John Warren (2005). “War and the Cultural Heritage of Iraq: a sadly mismanaged affair”,Third World Quarterly, Volume 26, Issue 4 & 5, p. 815-830.
          • Dr. A. Zahoor (1997). JABIR IBN HAIYAN (Geber). University of Indonesia
          • Paul Vallely. How Islamic inventors changed the world, The Independent
          • All Nobel Laureates in Chemistry, Nobel Prize
          • Franz Rosenthal (1950). “Al-Asturlabi and as-Samaw’al on Scientific Progress”, Osiris 9, p. 555-564 [559].
          • Akbar S. Ahmed (1984). “Al-Beruni: The First Anthropologist”, RAIN 60, p. 9-10.
          • Zafarul-Islam Khan, At The Threshold Of A New Millennium – II, The Milli Gazette.
          • Akbar Ahmed (2002). “Ibn Khaldun’s Understanding of Civilizations and the Dilemmas of Islam and the West Today”,Middle East Journal 56 (1), p. 25.
          • H. Mowlana (2001). “Information in the Arab World”, Cooperation South Journal 1.
          •  Mohamad Abdalla (Summer 2007). “Ibn Khaldun on the Fate of Islamic Science after the 11th Century”, Islam & Science 5 (1), p. 61-70Salahuddin Ahmed (1999). A Dictionary of Muslim Names. C. Hurst & Co. Publishers.ISBN 1-85065-356-9.
          • Dr. S. W. Akhtar (1997). “The Islamic Concept of Knowledge”, Al-Tawhid: A Quarterly Journal of Islamic Thought & Culture 12 (3).
          • M. Oweiss (1988), “Ibn Khaldun, the Father of Economics”, Arab Civilization: Challenges and Responses, New York University Press, ISBN 0-88706-698-4.
          •  Jean David C. Boulakia (1971), “Ibn Khaldun: A Fourteenth-Century Economist”,The Journal of Political Economy 79 (5): 1105-1118.
          • Mahbub ul Haq (1995), Reflections on Human Development, Oxford University Press,ISBN 0-19-510193-6.
          • Amartya Sen (2000), “A Decade of Human Development”, Journal of Human Development 1 (1): 17-23.

           

          Inspirasi Terhebat Nabi Muhammad SAW tentang Salat dan Doa

          1. Amal yang pertama kali akan dihisab  untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain (Thabrani) 

          2. Pekerjaan yang sangat disuka Allah, ialah mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Sesudah itu berbakti kepada ibu-bapak. Sesudah itu berjihad menegakkan agama Allah (Bukhori dan Muslim)

          3. Anas r.a.: Nabi SAW selalu memotivasi umatnya untuk sholat berjamaah dan melarang mereka pergi keluar sebelum imam mereka pergi (Muslim)

          4.  Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian, pahalanya berlipat ganda sampai duapuluh tujuh derajat (dibandingkan dengan shalat sendirian) (Bukhori dan Muslim) 

          5. Rasul Bersabda: Takutlah kamu bila angkat kepalamu dari sujud mendahului imam, karena Allah akan ubah kepalamu jadi kepala keledai (Bukhori dan Muslim)

          6. Ummu Salamah r.a.: Bila selesai salam pada saat sholat di masjid, Rasul berhenti sejenak agar wanita pulang lebih dahulu sebelum pria (Bukhori)

          7. ;Sesungguhnya Allah menerima pertobatan hambaNya selama nyawa belum sampai ketenggorokan.(HR.Ahmad)
          8. Paling dekat seorang hamba kepada Rabbnyaialah ketika ia bersujud.(HR.Muslim)
          9. Apabila Rasulullah SAW menemui suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan sholat.(HR.Abu Dawud)
          10. Dari Ummu Farah ra, ia berkata  Rasulullah SAW ditanya,”amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab,”Shalat pada awal waktunya”(HR.Abu Dawud)
          11. Rasulullah SAW bersabda,” jika kamu melihat seseorang terbiasa pergi kemesjid, maka saksikanlah bahwa dia beriman.”(HR.Ahmad dan At-Tirmidzi)
          12. Pahala manusia paling besar dalam hal sholat adalah manusia yang tempat tinggalnya jauh dari masjid, namun tetap mendatanginya.(HR.Muslim)
          13. Dari Umar Bin Khatab ra,” Aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda” Sesungguhnya Allah sangat kagum terhadap shalat berjamaah.”(HR.Akhmad)
          14. Barang siapa yang meningglkan shalat jumat  tanpa satu alasan, maka Allah akan mengunci hatinya.(HR.Bukhari)
          15. Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih dilautan.(HR.Tirmidzi)
          16. Laksanakanlah kewajibanmu dan mohonlah kepada Allah yang menjadi hakmu. .(HR.Muslim)
          17. Berdoalah kamu sekalian kepada Allah dengan perasaan yakin akan dikabulkannya doamu (HR.Tirmidzi)
          18. Sesungguhnya dikalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka Allah akan menerimanya.(HR.Bukhari-Muslim)
          19. Akan dikabulkan doa diantara kamu, selama ia tidak terburu-buru berkata,” aku sudah berdoa, tetapi doaku belum dikabulkan.”(HR.Musliim)
          20. Ambillah kesempatan berdoa ketika hatimu dalam keadaan lemah lembut, karena itu adalah rahmat.(HR.AlDailami)
          21. Doa yang tidak akan ditolak adalah doa pada saat adzan dan iqomah.(HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)
          22. Doa adalah senjata kaum muslimin,tiang/pilar agama dan cahaya langit dan bumi(H.Abu Ya’la)
          23. Barang siapa yang mendoakan kebaikan kepada orang yang telah mendzoliminya maka dia telah memperoleh kemenangan.(HR.Tirmidzi dan Asy-syihab)
          24. Barang siapa yang doanya ingin terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya, hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.(HR.Ahmad)
          25. Takutlah kepada doa-doa orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab diantaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).(Shahih Muslim
          26. Rasulullah bersabda:”Seorang pemurah hati dekat kepada Allah, dekat kepada Manusia, dekat kepada Surga.”(Shahih Muslim)
          27. Kunci surga adalah shalat, sedangkan kunci shalat adalah bersuci.(HR.Ahmad)
          28. Berpuasa dan membaca alqur’an akan memberikan syafaat/pertolongan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak.(HR.Ahmad)
          29. Apabila seseorang ingin berdialog dengan Rabbnya, maka hendaklah ia membaca Alqur’an.(HR.Ad-dailami dan Al- Baihaqi)
          30. Barang siapa membaca Alqur’an 1 huruf, maka baginya 1 pahala. Dan 1 pahala sama dengan 10 kali lipat.(HR.Tirmidzi)
          31. Ummatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan dan kakinya berkilauan dari bekas wudhu.(HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
          32. Tidak ada yang bertambah bagi seorang hamba kecuali ketinggian/ derajad. Karena itu tawadhulah, niscaya Allah akan meninggikan derajadmu.(Al-Hadist)
          33. Ya…Allah bantulah aku untuk mengingat Engkau dan banyak bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik.(HR.Annasa’i)
          34. Sepagi sepetang dijalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.(HR.Bukhari-Muslim)
          35. Barang siapa yang beribadah kepadaKu, dengan sepenuh hati, aku perintahkan dunia untuk melayaninya.(Hadist Kudsi)
          36. Barang siapa yang menegakkan sunnahku dizaman rusaknya ummatku baginya pahala 100 orang mati syahid.”Al-Hadist)
          37. Nabi SAW, perna bersabda,”Iman meliputi lebih dari 60 cabang atau bagian. Dan Al haya'(rasa malu) adalah 1 cabang dari iman.” (HR.Bukhari)
          38. Sesungguhnya pengobatan dengan mantera-mantera, kalung, gelang penangkal sihir, dan guna-guna adalah syirik.(HR. Ibnu Majah)

          Inspirasi Terhebat dari Nabi Muhammad SAW Tentang Waktu

          Satu hari bagi orang berilmu lebih baik daripada setahun bagi orang dungu.(Al-Hadist)
          Hai…Anak Adam luangkanlah waktu untuk beribadah kepadaKu, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan.(HR.Tirmidzi)

          Apabila engkau berada pada sore hari, janganlah menunggu waktu pagi. Apabila engkau berada diwaktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Ambillah masa sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum datang kematianmu.(HR.Bukhari)

          Ambillah 5 perkara sebelum 5 perkara :

          1. Waktu mudamu sebelum waktu tuamu
          2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu
          3. Masa kayamu sebelum datang msa kefakiranmu
          4. Masa luangmu sebelum masa sibukmu
          5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.(HR.Al-Hakim)

            Yahudi, Islam dan Nabi Muhammad

            image

            Yahudi, Islam dan Nabi Muhammad

            Di masa Nabi ada seorang pendeta Yahudi bernama Hushain bin Salam bin Harits. Ia percaya bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi di akhir zaman sebagimana diterangkan dalam riwayat Taurat dan Injil. Setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW ke Madinah iapun masuk Islam. Setelah memeluk Islam mengubah namanya menjadi Abdullah bin Salam.  Untuk membuktikan bahwa kaum Yahudi itu pendusta dan pengkhianat terhadap kebenaran, maka pada suatu hari Abdullah bin Salam diam-diam datang ke rumah Nabi Muhammad SAW. Ia minta kepada Nabi jika kaum Yahudi datang agar Nabi shollallahu ’alaih wa sallammenanyakan pendapat mereka tentang dirinya (Abdullah bin Salam). Ia juga minta izin kepada Nabi Muhammad SAW agar dirinya boleh bersembunyi di suatu bilik saat kaum Yahudi bertemu Nabi.

            Setelah kaum Yahudi berhadapan muka dengan Nabi, beliau bertanya: ”Bagaimana keadaan seorang lelaki yang bernama Hushain bin Salam?” Mereka berkata: ”Ia ada dalam kebaikan.”
            Nabi Muhammad SAW bertanya pula: ”Bagaimana pendapat kamu tentang dirinya?”. Mereka menjawab: ”Menurut kami, ia adalah tuan kami dan anak lelaki tuan kami. Ia adalah sebaik-baik orang kami dan sebaik-baik anak lelaki orang kami. Ia adalah semulia-mulia orang kami dan anak lelaki dari seorang yang paling alim dalam golongan kami, karena dewasa ini di kota Madinah tidak ada seorangpun yang melebihi kealimannya tentang kitab Allah (Taurat).”

            Mereka terus memuji-muji Abdullah bin Salam. Setelah itu Nabi bersabda: ”Jadi, Hushain bin Salam itu adalah seorang dari golongan kalian yang paling terpandang segala-galanya menurut pendapat kalian?” Mereka menjawab: ”Benar, Muhammad.”

            Kemudian Nabi Muhammad berseru: ”Hai Hushain bin Salam keluarlah!” Keluarlah Abdullah bin Salam lalu mendekat ke Muhammad dan berseru kepada kaumnya: ”Hai golongan orang-orang Yahudi, hendaklah kalian semua takut kepada Allah! Terimalah dengan baik segala apa yang telah datang kepada kamu!  Demi Allah, sesungguhnya kalian telah tahu bahwa beliau ini adalah pesuruh Allah yang kalian telah temukan dan kenali sifat-sifatnya di dalam kitab agama yang ada di sisi kalian. Sesungguhnya saya telah menyaksikan bahwa beliau ini adalah nabi dan pesuruh Allah sebab memang sebelumnya saya telah mengenal sifat-sifat beliau seperti tersebut dalam kitab Taurat. Maka kini saya telah percaya kepadanya, membenarkan segala yang dibawanya dan mengikuti semua seruannya.”

            Mendengar ucapan Abdullah bin Salam, mereka dengan sangat menyesal menjawab: ”Oh tuan berdusta! Mengapa tuan berani berkata begitu?” Abdullah menjawab: ”Celakalah kalian semua! Takutlah kalian kepada Allah! Apakah kamu semua tidak mengenal sifat-sifat beliau ini dalam kitab Tauratmu?”

            Mereka berkata: ”Tidak! Tuanlah yang berdusta! Tuan adalah sejelek-jelek orang dari golongan kita! Sebab Tuan sekarang sudah beragama lain!” Kemudian mereka pergi. Lalu Abdullah berkata kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: ”Inilah yang saya khawatirkan, ya Rasulullah. Bukankah saya telah menuturkan sebelumnya kepada Tuan bahwa kaum Yahudi adalah pendusta, pembohong, pengkhianat dan pendurhaka?”

            Maka pada saat itu juga Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ayat berikut:

            قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَكَفَرْتُمْ بِهِ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ بَنِي

             إِسْرَائِيلَ عَلَى مِثْلِهِ فَآَمَنَ وَاسْتَكْبَرْتُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

            ”Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.(QS Al-Ahqaf ayat 10)

            Setelah kabar keislaman Abdullah bin Salam tersiar di kalangan kaum Yahudi, maka mereka dengan congkak dan sombong mengata-mengatai, mencaci-maki, menghina, menjelek-jelekkan dan memusuhinya dengan sekeras-kerasnya. Pada suatu hari di antara pendeta-pendeta Yahudi ada yang berkata kepada yang lainnya dan perkataan itu sengaja ditujukan kepada Abdullah bin Salam, di antaranya: ”Tidak akan seseorang yang percaya kepada Muhammad dan seruannya melainkan orang yang seburuk-buruknya dan serendah-rendahnya. Orang yang paling baik dan paling mulia dari golongan kita tidak akan berani meninggalkan agama pusaka nenek moyangnya dan mengikuti agama lain, dari golongan lain dan bangsa lain. Jadi, barangsiapa dari golongan kita sampai mengikuti agama Muhammad teranglah bahwa ia seorang yang sejahat-jahatnya di kalangan kita.”

            Abdullah bin Salam tidak menghiraukan segala ucapan dan hinaan mereka itu. Lalu sehubungan dengan peristiwa ini  Allah wahyukan kepada Nabishollallahu ’alaih wa sallam ayat-ayat berikut:

            لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آَيَاتِ اللَّهِ آَنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ  يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ وَمَا يَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ يُكْفَرُوهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

            ”Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala) nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 113-115)

            Saudaraku, demikianlah sikap kaum Yahudi pada umumnya bilamana diajak kepada agama Allah. Mereka tidak memiliki obyektifitas sedikitpun bila diajak untuk menerima hidayah dan kebenaran. Mereka sangat keras kepala dan membabi buta mempertahankan ideologi rasialisme dan fanatisme kelompok. Sehingga orang yang semula mereka katakan baik dan mulia serta-merta mereka hina dan caci bilamana orang tersebut menerima kebenaran agama Islam yang berarti harus meninggalkan agama asalnya, yaitu Yahudi. 

            Sikap ekstrim kaum Yahudi bukan hanya terjadi di masa lalu di masa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Namun hingga hari ini sikap serupa menjadi kekhasan kaum Yahudi sebagaimana dilukiskan oleh Joseph Cohen seorang mantan Yahudi Ortodoks kelahiran AS yang menemukan Islam justru setelah ia hijrah ke Israel. Setelah masuk Islam, Cohen mengganti namanya dengan nama Islam Yousef al-Khattab. Menurut dia, berdakwah tentang Islam di kalangan orang-orang Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Bahkan ketika ditanya tentang kelompok-kelompok Yahudi yang anti Zionis, ia berkata “Dari sejarahnya saja, mereka adalah orang-orang yang selalu melanggar kesepakatan. Mereka membunuh para nabi, oleh sebab itu saya tidak pernah percaya pada mereka, meski Islam selalu menunjukkan sikap yang baik pada mereka”.

            Yahudi

            Yahudi adalah istilah yang merujuk kepada sebuah agama, etnisitas, atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi.

            Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepada suku bangsa yang berasal dari keturunan Eber (Kejadian 10:21) (yang disebut “Ibrani”) atau Yakub (yang juga bernama “Israel”) anak Ishak anak Abraham (Ibrahim) dan Sara, atau keturunan Suku Yehuda, yang berasal dari Yehuda anak Yakub. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.

            Agama Yahudi

            Yahudiah (Yudaisme) adalah kepercayaan yang unik untuk orang/bangsa Yahudi (penduduk negara
            Israel maupun orang Yahudi yang bermukim di luar negeri). Inti kepercayaan penganut agama Yahudi adalah wujudnya Tuhan yang Maha Esa, pencipta dunia yang menyelamatkan
            bangsa Israel dari penindasan di Mesir, menurunkan undang-undang Tuhan
            (Torah) kepada mereka, dan memilih mereka sebagai cahaya kepada manusia sedunia.

            Kitab agama Yahudi menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan
            Abraham bahwa dia, dan cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Perjanjian ini kemudian diulangi oleh Ishakdan Yakub. Dan karena Ishak, dan Yakub menurunkan bangsa Yahudi, maka mereka meyakini bahwa merekalah bangsa yang terpilih. Penganut Yahudi dipilih untuk melaksanakan tugas-tugas, dan tanggung jawab khusus, seperti mewujudkan masyarakat yang adil, dan makmur, dan beriman kepada Tuhan. Sebagai balasannya, mereka akan menerima cinta serta perlindungan Tuhan. Tuhan kemudian menganugerahkan mereka Sepuluh Perintah Allah melalui pemimpin mereka, Musa.

            Sinagoga merupakan pusat masyarakat serta keagamaan yang utama dalam agama Yahudi, dan Rabi adalah sebutan bagi mereka yang pakar dalam hal-hal keagamaan.

            Agama Yahudi adalah kombinasi antara agama dan suku bangsa. Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Di samping itu, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain.

            Kata “Yahudi” diambil menurut salah satu marga dari dua belas leluhur Suku Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda.Yehuda ini adalah salah satu dari 12 puteraYakub, seseorang yang hidup sekitar abad 18 SM dan bergelar Israel. Seluruh turunan dari 12 putera Yakub (Israel) itu dikenal dengan sebutan Bangsa Israel (keturunan langsung Israel) yang kemudian berkembang menjadi besar dinamakan menjadi Suku Israel.

            Setelah berabad-abad turunan Yahudi berkembang menjadi bagian yang dominan dan mayoritas dari Bangsa Israel, sehingga sebutan Yahudi tidak hanya mengacu kepada orang-orang dari turunan Yahuda, tapi mengacu kepada segenap turunan dari Israel(Yakub).

            Pada awalnya bangsa Yahudi hanya terdiri dari satu kelompok keluarga di antara banyak kelompok keluarga yang hidup di tanah Kan’an pada abad 18 SM. Ketika terjadi bencana kelaparan di Kan’an, mereka pergi mencari makan ke Mesir, yang memiliki persediaan makanan yang cukup berkat peran serta Yusuf. Karena kedudukan Yusuf yang tinggi di Dinasti Hyksos, Mesir, seluruh anggota keluarga Yakub diterima dengan baik di Mesir dan bahkan diberi lahan pertanian di bagian timur laut Mesir.

            Pada akhirnya keseluruh bangsa Israel, tanpa memandang warga negara atau tanah airnya, disebut juga sebagai orang-orang Yahudi dan begitu pula semua pemeluk agamanya disebut dengan nama yang sama pula. Meskipun sering mengklaim diri sebagai pewaris keluarga Yakub (orang Israel), hal ini sering dipertanyakan dan oleh berbagai pakar sejarawan. oleh karena sulit untuk membuktikan secara biologis bahwa darah “orang Yahudi” secara langsung memiliki garis keturunan sebagai orang Israel. Sebagaimana orang Israel Samaria (Kesepuluh Suku Israel) yang mengalami pengusiran oleh pasukan Assyiria dan keturunan mereka tidak kembali semuanya ke tanah air melainkan berbaur di antara penduduk bangsa-bangsa lain. Sementara orang Israel Judea, yang beberapa kali mendapat pengusiran di zaman
            Babilonia dan Romawi, telah berpencar ke berbagai bangsa dengan mengggabungkan diri kepada bangsa-bangsa asing sehingga kehilangan identitas sebagai orang Israel asli walaupun mereka pernah tinggal di tanah air mereka sejak zaman
            Ezra hingga zaman kaisar Romawi Titus. Banyak pakar sejarawan yang meragukan keaslian ras Yahudi sebagai keturunan orang Israel dan lebih sepakat dengan sebutan bangsa Zionis, sebab pada dasarnya siapapun orang dari berbagai etnis dan latar belakang dapat menjadi orang Yahudi baru (proselit).

            Siapakah orang yang berhak disebut Yahudi?

            Halakha, atau hukum-hukum agama Yahudi, memberikan definisi Yahudi kepada seorang yang:

            Suku Bangsa Yahudi, suku bangsa ini terbagi lagi menjadi dua:[16]Seorang anak yang terlahir dari ayah dan ibu Yahudi disebut Yahudi asli,Seorang anak yang terlahir dari ayah Yahudi dan ibu dari bangsa lain, Yahudi campuran ini termasuk kategori Yahudi Kelas Dua,Seorang yang memeluk agama Yahudi menurut hukum-hukum Yahudi.

            Definisi ini diwajibkan oleh Talmud, sumber Hukum-Hukum Tak-tertulis yang menerangkan Taurat, kitab suci asal hukum-hukum Yahudi (lima kitab pertama kitabTanakh/Perjanjian Lama). Menurut Talmud, definisi ini dipegang semenjak pemberianSepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai kira-kira 3.500 tahun dahulu kepada nabi Musa. Sejarawan Yahudi non-Ortodoks berkeyakinan bahwa definisi ini tidak diikuti sehingga tidak lama berlaku, tetapi ia mengaku bahwa definisi ini digunakan sekurang-kurangnya 2.000 tahun sampai saat ini.

            Pada akhir abad ke-20, dua kumpulan Yahudi (terutama di Amerika Serikat) yang liberal dari segi teologi, Yahudi Reformasi dan Yahudi Rekonstruksi telah membenarkan orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut untuk menyebut diri mereka sebagai Yahudi. Mereka tidak lagi mewajibkan orang memeluk agama tersebut demi memenuhi adat istiadat pemelukan tradisional, dan mereka menganggap seseorang sebagai Yahudi jika ibu mereka bukan Yahudi, asalkan berayah Yahudi. Yahudi adalah agama tertutup.

            Kelompok Yahudi

            Dewasa ini ada sejumlah kelompok Yahudi utama: Kaum Ashkenazim, Kaum Sefardim dan Kaum Mizrahim atau “Orang dari Timur”

            Anti-semitisme

            Selama berabad-abad orang Yahudi banyak mengalami Diskriminasi dari kaum Kristen di Eropa. Diskriminasi terhadap orang Yahudi ini secara khusus disebut antisemitisme. Puncak diskriminasi ini terjadi pada Perang Dunia II, yakni ketika Yahudi dibantai di Eropa oleh kaum Nazi Jerman karena dituduh mengambil kekayaan secara paksa.

            Kisah Teladan Nabi: Pemuda Miskin, Anggur dan Nabi Muhammad

            wp-1462892775166.jpg

            Kisah Teladan Nabi: Pemuda Miskin, Anggur dan Nabi Muhammad
            Pada suatu hari, ada seorang miskin telah memberikan hadiah kepada Rasulullah S.A.W. iaitu sebungkus anggur. Maka Rasulullah pun memakannya dan makan yang satu lagi.

            Perlahan-lahan Anggur itu pun habis. Pemuda miskin itu pun merasakan seperti dikasihi dan berlalu pulang. Semua sahabat-sahabat Rasul di sekeliling Rasulullah S.A.W. berasa hairan, kebiasaannya Rasulullah S.A.W. akan berkongsi kepada semua yang hadir akan tetapi kali ini tidak.

            Slah seorang sahabat pun bertanya:”Ya Rasulullah, mengapakah engkau tidak memberi kami makan dan makan bersama?” Rasulullah menjawab:”Sesungguhnya aku menghabiskan semua buah ini adalah kerana rasanya pahit. Sekiranya aku memberimu makan maka kamu akan membuat wajah yang buruk, itu akan menyakitkan hati pemuda tadi itu. Jadi lebih baik aku makan kesemuanya.”

            Kisah Teladan dan Hadits Nabi Lengkap Tentang Puasa Ramadhan

             

            image

            اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.
            Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan (HR. Bukhari dan Muslim).

            مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

            Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).

            ثَلاَثَةٌ لاَتُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اَلصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَاْلإمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُوْمُ.

            Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan donya orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

            ثَلاَثَةٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ يَسْتَكْمِلُ اِيْمَانَهُ: رَجُلٌ لاَيَخَافُ فِىاللهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ وَلاَيُرَائِى بِشَيْءٍ مِنْ عَمَلِهِ وَاِذَا عُرِضَ عَلَيْهِ اَمْرَانِ اَحَدُهُمَا لِلدُّنْيَا وَالآخَرُ لِلاَخِرَةِ اِخْتَارَ اَمْرَاْلاَخِرَةِ عَلَى الدُّنْيَا.

            Tiga perkara, barangsiapa hal itu ada pada dirinya, berarti ia menyempurnakan imannya: (1) seseorang yang tidak pernah takut demi agama Allah pada kecaman si pengecam (2) tidak riya dengan sesuatu dari amalnya, (3) apabila dua perkara dihadapkan kepadanya, salah satu untuk dunia dan yang lain untuk akhirat, maka ia memilih urusan akhirat daripada urusan dunia (HR. Ibnu Asakir dari Abu Hurairah ra).

            اِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا: اَنْ تَعْبُدُوْهُ وَلاَتُشْرِكُوْابِهِ شَيْئًا وَاَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًاوَلاَ تَفَرَّقُوْا وَاَنْ تَنَاصَحُوْا مَنْ وَلاَّهُ اللهُ اَمْرَكُمْ.

            Sesungguhnya Allah ridha untuk kamu tiga perkara: (1) kamu beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya. (2) kamu berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai berai (3) kamu menasihati dengan tulus terhadap orang yang diangkat oleh Allah menguasai urusanmu (HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah).

            “Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” [Bukhari-Muslim]

            “Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim]

            Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

            Wajib berpuasa Ramadan jika melihat hilal awal Ramadan dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal. Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari. (Hadis riwayat Ibnu Umar ra)

            Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadhan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari) – (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1795)

            Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan, kecuali bagi seorang yang biasa berpuasa, maka baginya silakan berpuasa. (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1812)

            “Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Tidak boleh berpuasa pada dua hari tertentu, iaitu Hari Raya Korban (Aidiladha) dan hari berbuka dari bulan Ramadan (Aidilfitri)” [Bukhari-Muslim]

            “Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena dalam bersahur itu ada keberkatannya” [Bukhari-Muslim]

            “Diriwayatkan daripada Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila datang malam, berlalulah siang dan tenggelamlah matahari. Orang yang berpuasa pun bolehlah berbuka” [Bukhari-Muslim]

            “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” [Bukhari-Muslim]

            “Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum” [Bukhari]

            “Diriwayatkan daripada Aisyah dan Ummu Salamah r.a, kedua-duanya berkata:: Nabi s.a.w bangkit dari tidur dalam keadaan berjunub bukan dari mimpi kemudian meneruskan puasa” [Bukhari-Muslim]

            ” Barang siapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah niscaya Allah akan manjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

            ” Di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan; pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorang pun selain mereka memasukinya…..” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

            “Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (Hadist riwayat Imam Ahmad)

            ” Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan kepadanya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku’.” (Hadist riwayat Muslim)

            “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah s.a.w lalu berkata: Celakalah aku wahai Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bertanya: Apakah yang telah membuatmu celaka? Lelaki itu menjawab: Aku telah bersetubuh dengan isteriku pada siang hari di bulan Ramadan.Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu memerdekakan seorang hamba? Lelaki itu menjawab: Tidak.

            Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab: Tidak.

            Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Mampukah kamu memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin? Lelaki itu menjawab: Tidak. Kemudian duduk.

            Rasulullah SAW kemudian memberikan kepadanya suatu bekas yang berisi kurma lalu bersabda: Sedekahkanlah ini.

            Lelaki tadi berkata: Tentunya kepada orang yang paling miskin di antara kami. Tiada lagi di kalangan kami di Madinah ini yang lebih memerlukan dari keluarga kami.

            Mendengar ucapan lelaki itu Rasulullah s.a.w tersenyum sehingga kelihatan sebahagian giginya. Kemudian baginda bersabda: Pulanglah dan berilah kepada keluargamu sendiri” [Bukhari-Muslim]

            %d blogger menyukai ini: