Tag Archives: haji umroh

Ibadah Haji  & Umroh: Doa Setelah Minum Air Zam Zam

Doa Haji dan Umrah

Selanjutnya

Doa Waktu Minum Air Zamzam

Doa yang diajarkan Nabi sebagai berikut:

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْئَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ

Latin:

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an warizqan waasi’an
wasyifaa-an min kulli daa-in wasaqamin birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya:

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas
dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan rahmat-Mu
ya Allah Tuhan Yang maha pengasih dari segenap yang pengasih.”

Ibadah Haji & Umroh: Doa TAWAF Putaran Pertama

Doa Haji dan Umrah

Selanjutnya

Doa putaran 1

1. Putaran pertama, dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani.

سُبْحاَنَ اللهِ وَالحَمْدُ ِللهِ وَلاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . أَللَّـهُمَّ إِيْماَناً بِكَ وَتَصْدِيْقاً بِكِتاَبِكَ وَوَفاَءً بِعَهْدِكَ وَاتِّباَعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . أَللَّـهُمَّ إِنَّى أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعاَفِيَةَ وَالمُعاَفَاةَ الدَّائِمَةَ فىِ الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ وَالفَوْزَ باِلجَنَّةِ وَالنَّجاَةَ مِنَ النَّارِ .

Latin:

Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru
walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi 
wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallama. 
Allaahumma iimaanan bika watashdiiqan bikitaabika wawafaa-an bi’ahdika wattibaa’an
lisunnati nabiyyika Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama. 
Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal-‘aafiyata wal-mu’aafaatud daa-imata 
fid-diini wad-dunyaa wal-aakhirata wal-fauza bil-jannati wan-najaata minan naar.

Artinya:

“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. 
Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) 
kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. 
Shalawat dan salam bagi Rasulullah SAW. Ya Allah, aku thawaf ini karena beriman kepada-Mu, 
membenarkan kitab-Mu dan memenuhi janji-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW. 
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan, kesehatan dan perlindungan yang kekal
dalam menjalankan agama, di dunia dan di akhirat dan beruntung memperoleh surga 
dan terhindar dari siksa neraka.”

Pada setiap kali sampai di rukun Yamani mengusap atau bila tidak mungkin mengangkat tangan tanpa dikecup sambil mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ اَللهُ أَكْبَرُ

Bismillaahi allaahu akbar.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”

Diantara Rukun Yamai dan Hajar Aswad membaca:

رَبَّنَا اتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wafil-aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”
Dapat ditambah:

وَأَدْخِلْناَ الجَنَّةَ مَعَ الأَبْراَرِ , ياَعَزِيْزُ ياَغَفَّارُ ياَرَبَّ العاَلَمِيْنَ

Wa adkhilnal jannata ma’al abraari. Yaa ‘aziizu yaa ghaffaru yaa rabbal ‘aalamiina.

Artinya: “Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, 
wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.”

Tawaf, Cara, Keutamaan dan Doanya

DEFINISI TAWAf

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah tujuh kali dengan arah ke kiri atau berlawanan dengan jarum putaran jam. Tawaf dilakukan di Ka’bah yang dimulai di Hajar Aswad atau garis yang sejajar dengan Hajar Aswad.

DASAR HUKUM TAWAF

Artinya : “Dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah tua itu (Baitullah)”. (QS. Al Hajj : 29)

Tawaf dilaksanakan di Ka’bah (Masjidil Haram) yang memiliki banyak keistimewaan seperti yang difirmankan oleh Allah :

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia, ialah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. (QS. Ali Imran: 96).

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika kami menjadikan Baitullah tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan dijadikan sebagian maqom Ibrahim tempat sholat. Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yng tawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS.2:125).

Maqom Ibrahim

Baitullah (Ka’bah = Masjidil Haram) adalah tempat kiblat umat Islam se dunia hal ini merupakan ketentuan dari Allah agar kemanapun kita pergi selalu memalingkan wajah kita ke Masjidil Haram (QS. 2: 194 dan QS. 22: 30).

Firman Allah :
“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya”. (QS. Al-Baqarah: 144).

Di dalamnya terdapat maqom Ibrahim yaitu tempat berdirinya Nabi Ibrahim sewaktu merehabilitasi Ka’bah. Barangsiapa memasuki Baitullah, maka amanlah dia.(QS. 3:97), sesuai dengan do’a nabi Ibrahim Ya Allah jadikanlah Mekkah ini negeri yang aman (QS. 14: 35). Sehingga Mekkah dijadikan oleh Allah tempat yang aman, meskipun manusia disekitarnya saling rampok merampok (QS. 29: 67).

Artinya : “Apakah mereka tidak memperhatikan kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia di sekitarnya rampok merampok. Maka (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah”. (QS. Al-Ankabut: 67).

Ka’bah merupakan rumah suci sebagai pusat peribadatan dan urusan dunia bagi umat manusia (QS. 5: 97). Orang yang berhak menguasai Masjidil Haram hanyalah orang yang bertaqwa (QS. 8: 34). Orang yang memberi minuman bagi orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjdil Haram tidak lebih utama dari orang yang berjihad di jalan Allah (QS. 9: 19). Bagi mereka yang shalat di Masjidil Haram dengan siulan dan tepuk tangan akan dimurkai oleh Allah (QS. 8: 35), sehingga sejak tahun 9 Hijriah, orang musyrik yang mempersekutukan Allah dilarang mendekati Masjidil Haram (QS. 9: 28).

Macam-macam tawaf:

  1. Tawaf qudum yaitu tawaf sunah yang dilakukan pertama kali ketika memasuki Mekkah, disebut juga tawaf selamat datang.
  2. Tawaf ifadah yaitu tawaf wajib dan merupakan rukun haji.
  3. Tawaf wada’ yaitu tawaf yang dilakukan ketika hendak meninggalkan kota Mekah (tawaf selamat tinggal). Tawaf ini merupakan salah satu wajib haji.
  4. Tawaf umrah yitu tawaf yang dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan ibadah umrah.
  5. Tawaf sunah yaitu tawaf yang dilakukan kapan saja.

KEUTAMAAN TAWAF

  1. Dalam Ka’bah ada 120 rohmat terdiri dari 60 rohmat untuk yang melakukan tawaf, 40 rohmat untuk yang melakukan sholat dan 20 rohmat untuk yang melihat Ka’bah.
  2. Dapat merasakan suasana di Baitullah seperti di Arsy, maka kita bersenang-senang sebagai tamu Allah.
  3. Sholat 2 rokaat di akhir tawaf pahalanya sama dengan memerdekakan budak dari Bani Ismail.
  4. Tawaf wada’ akan membuat kita diampuni dosa-dosa kita yang telah lewat dan pahalanya sama dengan memerdekakan budak.
  5. Pada saat kita melaksanakan tawaf dan berbicara akan dinilai sebuah kebaikan dan Malaikat akan berdo’a sama dengan do’a tawaf sehingga kita akan diangkat 10 tingkat kebaikan.
  6. Pada saat berhadapan dengan Hajar Aswad sama dengan berhadapan dengan Allah.
  7. Bila kita dapat melaksanakan tawaf sunah 50 kali maka diampuni semua dosa kita seperti bayi yang baru lahir.

TATACARA PELAKSANAAN TAWAF

Urutan-urutan pelaksanaan tawaf sbb:

  1. Setelah memasuki Masjidil Haram, kita berwudlu terlebih dahulu dan menuju ke sudut hajar Aswad.
  2. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dengan mencium atau mengusapnya, namun jika tidak mampu cukup memberi isyarat dengan tangan, lalu berjalan Mengelilingi ka’bah tujuh kali. Putaran ke 1, 2 dan 3 berjalan cepat, dan putaran ke 4, 5, 6 dan ke 7 berjalan biasa.
  3. Setelah sampai di rukun Yamani, maka memberi isyarat dengan tangan dan bila mampu mengusapnya.
  4. Setelah selesai 7 putaran, maka dikahiri dengan sholat sunah 2 rokaat di belakang maqam Ibrahim.

Pada saat akan memasuki Masjidil Harom, kaki kanan didahulukan sambil berdo’a:

Artinya : “Dengan nama Allah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada rosulullah saw. Ya Allah berilah ampunan bagi kami serta bukakanlah bagi kami pintu rahmat-Mu”.(HR. Tirmidzi).

Setelah memasuki Masjidil Haram, sewaktu melihat Ka’bah kita berdo’a:

Artinya : “Ya Allah tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pada orang-orang yang memuliakannya dan mengagungkannya dari orang-orang yang berhaji dan umroh kemuliaan, kebesaran, kehormatan dan kebaikan.”.(HR. Thabrani).

Setelah selesai mendengar suara adzan kita berdo’a:

Artinya : “Ya Allah, Tuhannya seruan adzan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan ini, berilah wasilah dan fadilah kepada Nabi Muhammad, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji sebagaimana yang telah engkau janjikan”. (HR. Nasai). 

HAKEKAT TAWAF DALAM KEHIDUPAN KONTEKSTUAL 
Ka’bah dalam kehidupan kaum muslimin dalam sholatnya adalah pusat eksistensi, keyakinan, cinta dan kehidupannya, ke arah Ka’bah inilah kaum muslimin yang sedang menemui ajal dihadapkan dan kaum muslimin yang meninggal dikuburkan. Namun Ka’bah sebuah bangunan persegi dan kosong. Tak ada apa-apa. itulah pusat agama, shalat, cinta, kehidupan kematian kita ?. Kekosongan ini sebagai petunjuk arah Ka’bah adalah rumah Allah dan rumah seluruh umat manusia yang telah dapat melepaskan diri dari belenggu dirinya sendiri menghadap kepada Allah. Sebagai sebuah kubus, Ka’bah memiliki 4 sisi yang menghadap segala arah, sedangkan keseluruhan sisinya melambangkan ketiadaan arah, sesuai dengan firman-Nya:Artinya : “Timur dan barat adalah kepunyaan Allah kemanapun engkau menghadap engkau menghadap Allah”.(QS. 2: 115). Pada saat tawaf, Ka’bah dikelilingi lautan manusia dalam keadaan penuh haru. Ia bagai matahari yang merupakan pusat tata surya. Lautan manusia Mengelilingi ka’bah dalam gerakan sirkuler. Ka’bah melambangkan konsistensi dan keabadian Allah, sedangkan manusia yang berbondong-bondong bergerak mengelilinginya melambangkan aktivitas dan transisi makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang terjadi secara terus menerus. 
Selama tawaf kita terus bergerak seolah dilakukan oleh satu unit manusia, karena di dalamnya tidak ada identifikasi individual, kita tidak dapat membedakan lelaki dan perempuan serta kulit hitam dan kulit putih. Inilah transformasi seorang manusia menjadi totalitas umat manusia. Semua “aku” bersatu menjadi “kita”, yang merupakan “ummah” yang bertujuan menghampiri Allah. Ketika melakukan tawaf, kita harus mencebur dan hilang ditengah orang ramai, terbenam dan hanyut dalam gelora manusia yang gegap gempita bergerak mengelilingi Ka’bah. Semua mengenakan pakaian dengan pola dan warna yang sama (serba putih, tidak ada perbedaan dan kelebihan pribadi, yang terlihat hanyalah totalitas dan universal umat manusia.
Gerakan tawaf yang abadi ini diatur oleh sebuah disiplin yang sangat akurat dan gerakan ini mencerminkan keteraturan alam semesta. 
Tawaf dimulai dari Hajar Aswad (batu hitam), yang melambangkan tangan kanan Allah. Di batu hitam ini kita memilih jalan, tujuan dan masa depan dengan menjabat tangan Allah sesuai dengan firman-Nya.
Artinya : “Tangan Allah berada di atas tangan mereka”.(QS.10:48).Kemudian memasuki orbit bersama orang banyak bergerak dan tidak berhenti, ketika berada ditengah desakan orang banyak menghimpit tubuh kita, seolah kita memperoleh kehidupan yang baru dan kini kita menjadi bagian dari orang ramai tersebut. Tujuan kita menemui Allah, namun kenyataannya kita sibuk berdesak-desakan dengan orang banyak, Allah memerintahkan kita bergabung dengan orang ramai melakukan tawaf sambil berdesak-desakan dengan orang banyak dan Ka’bah sebagai titik pusat orbit kita.
Ini semua melambangkan Allah dan posisi kita adalah berserah diri seperti yang dicontohkan oleh Hajar dengan kepasrahannya yang mutlak kepada Allah karena cintanya kepada Allah, ia hidup di sebuah lembah, tanpa air, tanpa tempat berteduh, tanpa teman, namun ternyata cintanya dapat menggantikan semua kebutuhan itu.
Setelah tujuh kali mengelilingi Ka’bah yang mengambarkan lapisan tujuh langit, maka kita akan melakukan shalat 2 rakaat di maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah sebuah batu dimana terdapat jejak kakinya saat spiritualutas tertinggi yaitu berada di sisi Allah, di dalam rumah-Nya, dai atas jalan-Nya da menjadi anggotan keluarga-Nya. Kita telah meninggalkan eksistensi fana yang berpusar pada diri kita sendiri untuk menjalankan eksistensi abadi umat manusia pada orbit Allah. Kini kita adalah seorang Ibrahim. Ibrahim yang menghindari godaan syetan yang berbisik-bisik memberi saran buruk di hati manusia, sesuai dengan firmppan-Nya.
0
Artinya : “Yang berbisik-bisik ke dalam hati manusia”. (QS. Annas:5). 
Di maqam Ibrahim, kita berada di rumah Allah dan kota yang aman sejahtera, maka kita berkewajiban untuk membuat negeri kita aman seperti Tanah Haram, hidup kita seperti dalam keadaan ihram terus menerus, memuat dunia sebagai masjid yang aman kerena dunia ini adalah Masjid Allah. 

F. BACAAN DO’A TAWAF 

Do’a dari Hajar Aswad sampai Rukun Yaman, 

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji hanyalah bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan Allah”. (HR. Ibnu Majah). Setiap kali sampai atau lurus dengan Hajar aswad disunatkan mencium, kalau tidak bisa (karena banyaknya orang) cukup isyarat dengan tangan sambil mengucap “Allahu Akbar”.

Do’a dari rukun Yaman sampai Hajar Aswad.

Artinya: “Ya Allah kami memohon kepada-Mu pengampunan dan kesehatan di dunia dan di akherat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan diakherat serta selamatkanlah kami dari azab neraka”. (HR. Ibnu Majah).

Kemudian menuju ke belakang maqam Ibrahim sambil membaca.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang diranjam, dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan jadikanlah Maqom Ibrahim sebagai tempat sholat”. (HR. Ibnu Majah).
.
Tawaf diakhiri dengan shalat sunah 2 rakaat dibelakang maqom Ibrahim. Shalat disunahkan untuk rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun dan rakaat ke dua Al-fatihah dan Al-Ikhlas. Setelah salam membaca do’a:

Artinya : “Ya Allah ini (Mekah) negeri- Mu dan Masjid Haram, rumah- Mu yang mulia dan aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki dan anak hamba-Mu yang perempuan, aku datang kepada-Mu dengan (membawa) dosa-dosa yang banyak dan kesalahan-kesalahan yang banyak dan amalan-amalan yang jelek dan ini adalah tempat berdirinya orang yang berlindung kepada-Mu dari neraka. Maka ampunilah dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, ya Allah sesungguhnya Engkau memanggil hamba-hamba-Mu ke Baitul Harom dan sesungguhnya aku telah datang mencari rahmat-Mu dan mencari ridlo-Mu dan Engkau mengkaruniai kepadaku dengan itu maka ampunilah aku dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu”.(HR. Al-Dailamy).

Selesai melaksanakan tawaf disunahkan minum air zam-zam. Dengan berdo’a:

Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, ilmu yang bermanfaat, rejeki yang luas dan kesembuhan dari tiap penyakit dengan rahmat-Mu. Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. (HR. Hakam) .

Apabila ibadah kita di Masjidil Haram sudah selesai, maka pada saat keluar dari Masjidil Haram disunahkan untuk membaca do’a:

Artinya : “Dengan nama Allah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada Rasulullah saw. Ya Allah berilah ampunan bagi kami serta bukakanlah bagi kami pintu keutamaan-Mu”. (HR. Tirmidzi).

Berikut ini adalah beberapa gambar dari kegiatan tawaf :

Tanda start/finish Tawaf di lantai 1 (ditandai dengan neon warna hijau)

Sunnah ketika akan tawaf, masuk masjidil haram melalui pintu Assalam (Babussalam)

Untuk menandai kapan dimulainya tawaf dan berakhir 1 putaran tawaf, disana ada tanda menggunakan lampu yang bertuliskan “Beginning and completion of Tawaf” yang menandakan Strat dan Finish tawaf.

Tanda mulai dan akhir putaran tawaf di lantai atas

Amalan Yang Harus Dikerjakan Saat Haji dan Umroh

Beberapa amalan yang harus dikerjakan pada saat haji dan umrah terdiri rukun haji dan wajib haji, sedangkan amalan-amalan yang harus dikerjakan pada saat umrah disebut rukun umrah. 

Rukun haji terdiri dari atas:

  1. Ihram (Niat Haji).
  2. Wukuf.
  3. Tawaf Haji.
  4. Tahallul artinya melepaskan diri dari larangan ihram. Caranya dengan menggunting minimal 3 helai atau memotong rambut setelah selesai tawaf dan sa’i.
  5. Tertib. Seluruh prosesi 1 sampai 4 harus urut.

Wajib haji terdiri dari atas:

  1. Ihram dari miqat.
  2. Meninggalkan larangan ihram.
  3. Bermalam di mudzalifah.
  4. Melempar jumrah Aqobah.
  5. Bermalam di Mina.
  6. Melempar ketiga jumrah (Ula, Wustha dan Aqabah)

Sunah haji terdiri dari:

  1. Membaca talbiyah.
  2. Mandi junub ketika hendak ihram.
  3. Melakukan haji Ifrad, yakni mendahulukan haji kemudian baru umrah.
  4. Membaca dzikir ketika melakukan tawaf.
  5. Masuk ke Baitullah.
  6. Sholat 2 rokaat sesudah tawaf

Rukun umrah terdiri dari:

  1. Ihram.
  2. Tawaf umrah.
  3. Sai.
  4. Tahalul.



Dasar Hukum Islam Haji dan Umroh


Hukum haji adalah wajib sekali seumur hidup bagi setiap muslim (fardhu ‘ain) yang mampu melaksanakannya secara finansial dan fisikal. 

Dalil dasar Quran dan hadits terkait ibadah haji: kewajiban haji, macam-macam haji, syarat rukun haji.

– QS Ali Imron 3:97
Artinya : “Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengerjakannya”.

– Hadits sahih riwayat Bukhori dan Muslim (muttafaq alaih) Artinya: Islam dibangun atas lima hal: Dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, haji ke Baitullah bagi yang mampu.

Firman Allah :
Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. (QS. 2:196).

Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyeru ibadah haji tersebut ke seluruh penjuru dunia, sehinga berdatanganlah orang-orang dari seluruh penjuru dunia yang jauh dengan berjalan kaki atau berkendaraan, sesuai dengan firman Allah:

Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS. 22: 27).

Kewajiban haji hanya sekali seumur hidup, sedangkan haji berikutnya hukumnya sunah. Sabda Rasulullah saw.

Artinya :“Haji itu wajibnya hanya satu kali, dan selebihnya adalah sunnah”.(HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah).

Apabila sudah memiliki bekal yang cukup untuk berangkat haji, segera berangkat menunaikannya karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Sabda nabi.

Artinya : “Bersegeralah kamu menunaikan ibadah haji, yakni menunaikan kewajiban, maka sesungguhnya kamu tidak mengetahui sesuatu yang akan datang (yang akan terjadi)”.(HR. Ahmad).

Lebih dari itu, bagi orang yang sudah mampu tapi enggan berangkat menunaikan ibadah haji, maka baginya mati Yahudi atau Nasrani, sabda nabi. 

Artinya : “Barang siapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan (sudah mampu), dan ia belum haji ke Baitullah maka tidak ada yang menghalangi baginya mati Yahudi atau Nasrani”. (HR. Tirmidzi).

%d blogger menyukai ini: