Tag Archives: doa

Doa Rasulullah Setelah Shalat Fardlu, Inilah Tuntunannya

  1. doa setelah selesai Sholat fardhu yang shohih sesuai sunnah ini diringkas agar gampang hafal
    Membaca:
    Astaghfirullah, (3x).
    أستغفر الله
    Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom
    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
    ( Muslim No 591.)

  2. Membaca :
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.
    (HR Bukhari No 844. )

  3. Membaca
    :لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
    ( Muslim No 594. )

  1. Membaca:

Subhanallah (33 x), Alhamdulillah, (33 x) Allahu akbar, (33 x).
Digenapkan menjadi 100 dengan membaca
Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir(.1kali)
( Muslim No 597.)

  1. Membaca surat Al Ikhlas kulhu, Al Falaq dan An Naas( dhuhur, ashar, isya masing masing dibaca 1kali)
    (subuh dan mahrib dibaca 3kali)
    ( Abu Daud No 1523).

  2. Membaca Ayat Kursi
    Allaahu laa ilaaha illaa huu, al hayyul qoyyum, la ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man djalladjii yasyfa’u ’indahuu illa bi idjnih. Ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syay-im min ’ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiiyyuhussamaawaati wal ardh. Walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal’aliiyul ’azhiim.
    ( 1kali )
    Mana Dalilnya? Dalilnya Hadits Shahih Riwayat Ibnus Sunni No 124.

  3. Bacaan khusus sholat Subuh dan Maghrib :

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
(Dibaca 10 x)
(HR Tirmidzi No 3474.)

  1. Bacaan khusus sholat Subuh :

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala.
(HR Ibnu Majah No 92)

Bacaan khusus setelah selesai Sholat subuh
Allahumma a-’inniy ’ala dzikrika wa syukrika wa husni ’ibaadatika.(1kali)
HR. Abu Dawud no.1522,)

Tatacara dan Doa Lengkap Shalat Jenazah

Tatacara dan Doa Lengkap Shalat Jenazah

Rukun Shalat jenazah

  1. Niat. Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5). Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Muttafaq Alaihi).
  2. Berdiri Bila Mampu. Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.
  3. Takbir 4 kali. Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah. Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355) Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
  4. Membaca Surat Al-Fatihah
  5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
  6. Doa Untuk Jenazah Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : “Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya.” (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947). Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain : “Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi.”
  7. Doa Setelah Takbir Keempat Misalnya doa yang berbunyi : “Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu..”
  8. Salam

Tata Cara Shalat Jenazah :

  1. Lafazh Niat Shalat Jenazah : “Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa..”. Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa..”
  2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat “Al Fatihah.”
  3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : “Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?”
  4. Setelah Takbir ketiga membaca: للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارkkkk خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” atau bisa secara ringkas : “Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu..” Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia”
  5. Setelah takbir keempat membaca: “Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu..” Artinya: “Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya”
  6. “Salam” kekanan dan kekiri.
  • Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.

Doa Pilihan Quran: Doa Mohon Amal Diterima Qs.Al-Baqarah: 127

Doa Mohon Amal Diterima

Qs.Al-Baqarah: 127
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim.

Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.,,

Doa Pilihan Dalam Quran: Doa Terdahsyaat Para Nabi

Doa Mohon Ampun Nuh a.s.
Qs.Nuh: 28

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Rabbighfirlii waliwaalidayya waliman dakhala baitiya mu’minaw walilmu’miniina walmu’minaat.
Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan

Doa Mohon Ampun Ibrahim a.s.
Qs.Ibrahim: 41

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbanaghfirlii waliwaalidayya walilmu’miniina yauma yaquumul hisaab.
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab.

Doa Mohon Ampun dan Rahmat Musa a.s.
Qs.Al-A’raaf: 151

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِين

Rabbighfirlii wa liakhii wa adkhilnaa fii rahmatik; wa anta arhamur raahimiin.
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau; dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang

Doa Adam a.s. Mengakui Kesalahannya
Qs.Al-A’raaf: 23

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Doa Mohon Ampun dan Rahmat Musa a.s. II
Qs.Al-A’raaf: 155

أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

Anta waliyyunaa faghfirlanaa warhamnaa; wa anta khairul ghaafiriin.
Engkaulah wali kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya

Doa Ibrahim dan Ismail Agar Dijadikan Muslim/Taat
Qs.Al-Baqarah: 128

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Rabbanaa waj ‘alnaa muslimaini laka wa min dzurriyatinaa ummatam muslimatallaka wa arinaa manaa sikanaa watub ‘alainaa innaka antat tawwaabur rahiim.
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh (Muslim) kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang

Doa Tetap Mendirikan Shalat
Qs.Ibrahim: 40

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Rabbij’alnii muqiimas shalaati wa min dzurriyyatii; rabbanaa wataqabbal du’aa’.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.,

Doa Pilihan Dari Al Quran : Agar Tetap Istiqamah Di Jalan Allah

Doa Tetap Mendirikan Shalat
Qs.Ibrahim: 40

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Rabbij’alnii muqiimas shalaati wa min dzurriyyatii; rabbanaa wataqabbal du’aa’.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Doa Terhindar dari Kesesatan
Qs.Ali ‘Imran: 8

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa wahablanaa milladunka rahmah; innaka antal wahhaab.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)

Doa Mohon Ampun dan Tetap Pendirian
Qs.Ali ‘Imran: 147

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa wa israafanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.,

Doa Petunjuk ke Jalan yang Lurus
Qs.Al-Fatihah: 6-7

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim walad dhaaalliin
Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Doa Petunjuk ke Jalan yang Lurus
Qs.Al-Fatihah: 6-7

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraatal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim walad dhaaalliin
Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Doa Mohon Ampun, Surga, dan Dipelihara dari Kejahatan
Qs. Ghafir: 7-9

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ * رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ * وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ ۚ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Rabbanaa wasi’ta kulla syai’ir rahmataw wa ‘ilman faghfir lilladziina taabuu wattaba’uu sabiilaka waqihim ‘adzaabal jahiim. Rabbanaa wa adkhilhum jannaati adnillatii wa ‘attahum wa man shalaha min aabaaihim wa azwaajihim wa dzurriyyaatihim; innaka antal ‘aziizul hakiim. Wa qihimussayyi’aat; wa man taqissayyi’aati yaumaidzin faqad rahimtah; wadzaalika huwal fauzul ‘azhiim.
Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.

Doa Mohon Kebaikan Dunia Akhirat
Qs.Al-Baqarah: 201

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.,,

Doa Berlindung dari Salah Berdoa
Qs.Hud: 47

رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbi innii a’uudzubika an as alaka maa laisa lii bihi ilm; wa illaa tagfirlii watarhamnii akum minal khaasiriin.
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.

<

p style=”color:rgb(51,51,51);font-family:Helvetica, Arial, sans-serif;font-size:medium;font-style:normal;font-variant-ligatures:normal;font-variant-caps:normal;font-weight:400;letter-spacing:normal;orphans:2text-indent:0px;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;background-color:rgb(255,255,255);text-decoration-style:initial;text-decoration-color:initial;text-align:left;”>Doa Ashabul Kahfi

Qs.Al-Kahfi: 10

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Rabbanaa aatinaa milladunka rahmah wa hayyi’lanaa min amrinaa rasyadaa.
Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.,,

Doa Penutup
Qs.As-Shaffaat: 180-182

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ * وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ * وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wa salaamun ‘alal mursaliin. Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Lempar Jumrah Saat Haji: Tatacara dan Doanya

Lempar jumrah atau lontar jumrah adalah sebuah kegiatan yang merupakan bagian dari ibadah haji tahunan ke kota suci Mekkah, Arab Saudi. Para jemaah haji melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang (jumrah; bahasa Arab: jamarah, jamak: jamaraat) yang berada dalam satu tempat bernama kompleks Jembatan

Jumrah, di kota Mina yang terletak dekat Mekkah.
Para jemaah mengumpulkan batu-batuan tersebut dari tanah di hamparan Muzdalifah dan meleparkannya. Kegiatan ini adalah kegiatan kesembilan dalam rangkaian kegiatan-kegiatan ritual yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah haji, dan umumnya menarik jumlah peserta yang sangat besar (mencapai lebih dari sejuta jemaah).

Melempar jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah di lakukan di kompleks jembatan Jumrah di kota Mina. Melempar jumrah dilakukan dengan batu-batu kecil yang dikumpulkan di hamparan Muzdalifah.
Ketiga jumrah tersebut ada nilai sejarahnya pada masa Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, ketika diperintahkan oleh Allah Swt untuk berqurban, yaitu dengan menyembelih Nabi Ismail yang nantinya oleh Allah digantikan menjadi kambing, selalu dihalang-halangi oleh setan. Ketiga jumrah itulah sebagai tugu peringatan Nabi Ibrahim dan anaknya melempari setan dengan batu, mulai dari Jumratul Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.

Imam Ghazali dalam Ihya mengatakan, saat melempar jumrah dianjurkan membaca doa berikut ini

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Kasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.

Doa ini dibaca setiap melempar jumrah, baik jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.

Setelah melempar serangkaian jumrah, (Jumratul Ula, Wustha dan Aqabah), Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, dianjurkan bagi orang tersebut untuk memanjatkan doa berikut ini

الْحَمْدُ لَِّلهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَفَضْتَ وَمِنْ عَذَابِكَ أَشْفَقْتُ َوإِلَيْكَ رَغِبْتُ وَمِنْكَ رَهِبْتَ فَاقْبِلْ نُسُكِي وَأَعْظِمْ أَجْرِي وَارْحِمْ تَضَرُّعِي وَاقْبَلْ تَوْبَتِي وَأَِقلَّ عَثَرَتِي وَاسْتَجِبْ تَوْبَتِي وَأَعْطِنِي سُؤْلِى. اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Alhamdu lillaahi hamdan kastiiran thayyiban mubaarakan fiih. Allahumma laa uhshii tsanaa’an ‘alaika arta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika. Allahumma ilaika afadhtu wa min ‘adzaabika asyfaqtu wa aqilla ‘atsaratii wastajib da’watii wa a’thinii su’lii. Allahummaj’alhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran

<

p dir=”undefined” lang=”undefined” style=”box-sizing:border-box;font-family:lato;font-size:15px;line-height:26px;margin-top:0;margin-bottom:26px;overflow-wrap:break-word;color:rgb(34,34,34);font-style:normal;font-variant-ligatures:normal;font-variant-caps:normal;font-weight:400;letter-spacing:normal;orphans:2text-indent:0px;text-transform:none;white-space:normal;widows:2;word-spacing:0;background-color:rgb(255,255,255);text-decoration-style:initial;text-decoration-color:initial;text-align:left;”>Artinya; Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak lagi baik dan membawa berkah di dalamnya. Ya Allah, sekali-kali kami tidak mampu mencakup segala macam pujian untuk-Mu, sesuai pujian-Mu atas diri-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah, dari siksa-Mu aku memohon belas kasihan, dan kepada-Mu aku berharap dan aku takut, terimalah ibadahku, perbesarlah pahalaku, kasihanilah kerendahan hatiku, terimalah taubatku, perkecillah kekeliruanku, perkenankanlah permohonanku dan berikanlah permintaanku. Ya Allah, kabulkanlah, terimalah persembahan kami ini dan janganlah kami dijadikan orang-orang yang berdosa, tetapi masukkanlah kami dalam hamba-Mu yang saleh. wahai Tuhan Yang Paling Pengasih. Ya Allah, Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sa’iku ini sebagai sa’i yang diterima.

Tatacara Melempar Jumrah

  • Adapun cara melontar adalah sebanyak tujuh batu pada hari Id, yaitu Jumrah Aqabah saja.
  • Sedangkan pada hari-hari tasyriq maka sebanyak 21 batu setiap hari, masing-masing tujuh lontaran untuk Jumrah Ula, tujuh lontaran untuk Jumrah Wustha, dan tujuh lontaran untuk Jumrah ‘Aqabah.Bagi para jamaah yang ingin melontar jumrah diperbolehkan pula mengambil jumlah batu yang terdapat di sekitaran tempat melontar jumrah.

Bagi para jamaah yang ingin melontar jumrah diperbolehkan pula mengambil jumlah batu yang terdapat di sekitaran tempat melontar jumrah.

  • Adapun batu-batu yang terdapat dalam bak tempat melontar, tidak boleh digunakan untuk melontar.Selanjutnya adalah waktu, cara, dan jumlah lontaran yang harus diketahui.
  • Bagi para jamaah yang ingin melontar jumrah diperbolehkan pula mengambil jumlah batu yang terdapat di sekitaran tempat melontar jumrah.
  • Adapun batu-batu yang terdapat dalam bak tempat melontar, tidak boleh digunakan untuk melontar

Waktu, cara, dan jumlah lontaran yang harus diketahui.

  • Melontar pertama kali adalah lontar Jumrah ‘Aqabah pada hari Ied.
  • Tetapi jika seseorang melakukannya pada tengah malam bagian kedua dari malam Ied, maka demikian itu cukup baginya.
  • Sedangkan yang utama adalah melontar Jumrah ‘Aqabah antara waktu dhuha sampai terbenam matahari pada hari Ied.

  • Tapi jika terlewatkan dari waktu itu, maka dapat melontar setelah terbenamnya matahari pada hari Ied.
  • Caranya adalah dengan tujuh kali melontar dengan membaca takbir setiap kali melontar
  • Melontar pada hari-hari tasyriq adalah dilakukan setelah matahari condong ke barat (setelah dzuhur). Yaitu memulai dengan melontar Jumrah Ula yang dekat dengan masjid Al-Khaif sebanyak tujuh kali lontaran disertai takbir setiap melontar.
  • Lalu Jumrah Wustha dengan tujuh kali melontar disertai takbir setiap kali melontar.
  • Kemudian melontar di Jumrah ‘Aqabah sebanyak tujuh kali lontaran disertai takbir setiap kali melontar.
  • Dan demikian itu dilakukan pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah bagi orang yang tidak mempercepat pulang dari Mina.
  • Tapi bagi orang yang ingin mempercepat pulang dari Mina, maka hanya sampai tanggal 12 Dzulhijjah.
  • Dan disunnahkan setelah melontar Jumrah Ula dan Jumrah Wustha berhenti di samping tempat melontar.
  • Tapi jika terlewatkan dari waktu itu, maka dapat melontar setelah terbenamnya matahari pada hari Ied.
  • Caranya adalah dengan tujuh kali melontar dengan membaca takbir setiap kali melontar
  • Melontar pada hari-hari tasyriq adalah dilakukan setelah matahari condong ke barat (setelah dzuhur).
  • Yaitu memulai dengan melontar Jumrah Ula yang dekat dengan masjid Al-Khaif sebanyak tujuh kali lontaran disertai takbir setiap melontar.

  • Lalu Jumrah Wustha dengan tujuh kali melontar disertai takbir setiap kali melontar.

  • Kemudian melontar di Jumrah ‘Aqabah sebanyak tujuh kali lontaran disertai takbir setiap kali melontar.

  • Dan demikian itu dilakukan pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah bagi orang yang tidak mempercepat pulang dari Mina.

  • Tapi bagi orang yang ingin mempercepat pulang dari Mina, maka hanya sampai tanggal 12 Dzulhijjah.

  • Dan disunnahkan setelah melontar Jumrah Ula dan Jumrah Wustha berhenti di samping tempat melontar.

  • Di mana setelah melontar Jumrah Ula disunahkan berdiri di arah kanan tempat melontar dengan menghadap kiblat seraya berdo’a panjang kepada Allah.

  • Sedang sehabis melontar Jumrah Wustha disunnahkan berdiri disamping kiri tempat melontar dengan menghadap kiblat seraya berdo’a panjang kepada Allah.

  • Tapi sehabis melontar Jumrah ‘Aqabah tidak disunnahkan berdiri di sampingnya karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah melontar Jumrah Aqabah tidak berdiri disampingnya.

Doa orang yang ditinggalkan pada orang yang hendak pergi haji

https://youtu.be/g_x0ts6mxKU

Doa orang yang ditinggalkan pada orang yang hendak pergi haji

  • أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

  • “Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik”

  • (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah).

Dalilnya adalah:

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا ادْنُ مِنِّى أُوَدِّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوَدِّعُنَا.فَيَقُولُ « أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ »

<

p style=”margin:0;color:rgb(50,50,51);padding:15px!important;”>Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.(HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Do’a pada orang yang pergi berhaji:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta”

(Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada).

Dalilnya adalah:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِى. قَالَ « زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « وَغَفَرَ ذَنْبَكَ ». قَالَ زِدْنِى بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى. قَالَ « وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ »

Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan).” “Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu).” “Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).” (HR. Tirmidzi no. 3444. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Tatacara, Doa dan Tuntunan Mencukur Rambut Bayi

DOA MENCUKUR RAMBUT BAYI DAN HADISTNYA

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين اللهم نور السموات ونور الشمس والقمر ، اللهم سر الله نور النبوة رسول الله صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين

bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahirobbil ‘alamin allohumma nurus samawati wa nurus syamsi wal qomari allohumma sirrulloh nurun nubuwwati rosulullohi shollallohu alaihi wasallama walhamdulillahi robbil ‘alamin

Doa meniup ubun2 setelah dicukur:
اللهم انى أعيذها وذرياتها من الشيطان الرجيم
“Allohumma innii u’idzuha bika wa duriyyatiha minasyaithonirrojim…

Dasar Hukum:
hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi Hasan dengan kambing, dan beliau menyuruh Fatimah,

عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الحسن بشاة، وقال: يا فاطمة احلقي رأسه وتصدقي بزنة شعره فضة

‘Cukur rambutnya, dan bersedekahlah dengan perak seberat rambut itu.’

Fatimah pun menimbang rambut itu, dan ternyata beratnya sekitar satu dirham atau kurang dari satu dirham. (HR. Turmudzi 1519, Ibnu Abi Syaibah dalam
Mushanaf

24234, dishahihkan al-Hakim dalam
Mustadrak

7589 dan didiamkan azd-Dzahabi).

Catatan: satu dirham = 2,975 gr perak

Kemudian, dalam karyanya Tuhfatul Maudud, Ibnul Qoyim menyebutkan beberapa riwayat dan keterangan ulama yang menganjurkan bersedekah dengan perak seberat rambut bayi.

Pertama, Imam Ahmad mengatakan

إن فاطمة رضي الله عنها حلقت رأس الحسن والحسين وتصدقت بوزن شعرهما ورقا

“Sesungguhnya Fatimah
radhiyallahu ‘anha

mencukur rambut Hasan dan Husain, dan bersedekah dengan wariq (perak) seberat rambutnya.

Kedua, Imam Malik meriwayatkan dalam al-Muwatha’, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, beliau mengatakan,

وزنت فاطمة شعر حسن وحسين وزينب وأم كلثوم فتصدقت بزنة ذلك فضة

Fatimah menimbang rambut Hasan, Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum, dan beliau bersedekah dengan perak seberat rambut itu.

Ketiga, Imam Malik juga menyebutkan dalam al-Muwatha’ dari Muhammad bin Ali bin Husain, bahwa beliau mengatakan,

وزنت فاطمة بنت رسول الله شعر حسن وحسين فتصدقت بزنته فضة

Fatimah bintu Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam

menimbang rambut Hasan dan Husain, kemudian beliau bersedekah dengan perak seberat rambut itu.

10 Doa Pilihan dalam 10 Hari Pertama Ramadhan

Doa Hari Ke 1 Ramadhan


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبَّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ .

Yaa Allah…. Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosa-dosaku…Wahai Tuhan sekalian alam..Ampunilah aku….Wahai Pengampun para pembuat dosa.

Doa Hari Ke 2 Ramadhan


اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَائَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridhoan-Mu dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta alasan-Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat-Mu dengan Rahmat-Mu. Wahai Yang Maha Pengasih dari semua Pengasih.

Doa Hari Ke 3 Ramadhan


اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ.

Yaa Allah! Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan.

Doa Hari Ke 4 Ramadhan


اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لِأَدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ.

Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-Mu, dan berikanlah aku manisnya berdzikir mengingat-Mu, Berilah aku kekuatan untuk menunaikan bersyukur kepada-Mu, dengan kemuliaan-Mu, dan jagalah aku dengan penjagaan-Mu dan Perlindungan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Melihat.

Doa Hari Ke 5 Ramadhan


اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya’-Mu yang dekat disisi-Mu, dengan kelembutan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Doa Hari Ke 6 Ramadhan


اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ.

Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-Mu, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-Mu. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-Mu, dengan anugrah dan bantuan-Mu. Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan.

Doa Hari Ke 7 Ramadhan


اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ.

Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berilah aku dzikir berupa dzikir mengingat-Mu secara terus-menerus. dengan taufiq-Mu. Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat.

Doa Hari Ke 8 Ramadhan


اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ.

Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan orang-orang yang mulia, dengan kemuliaan-Mu, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.

Doa Hari Ke 9 Ramadhan


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ.

Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dari ramat-Mu yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu, Wahai harapan orang-orang yang rindu.

Doa Hari Ke 10 Ramadhan


اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ.

Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang menang disisi-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-Mu dengan ihsan-Mu, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon.

Doa Afdol : Tatacara Berdoa, Waktu dan Tempat Terbaik Berdoa

Tata Cara Berdoa

1. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dari Jabir RA, bahwa Nabi SAW ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim)

Dari Salman RA, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (H.r. Abu Daud & Turmudzi dan beliau hasankan)

Cara mengangkat tangan dalam berdoa:

Ibn Abbas RA mengatakan, bahwa Nabi SAW ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. Thabrani)

2. Didahului hamdalah atau pujian, Istighfar dan Shalawat

Dari Fadhalah bin ‘Ubaid RA berkata : “Tatkala Nabi SAW duduk di masjid, tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu shalat, setelah selesai ia membaca doa : “Allaahummaghfirlii warhamnii”. Maka Rasulullah saw pun berkata : “Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah karena Dia yang memilikinya, lalu kau baca shalawat kepadaku dan lalu berdoa. Berkata pula Fadhalah : “Kemudian datang pula seorang lain, setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi saw dan setelah itu Nabi bersabda : “Berdoalah, akan dipenuhi !”.(HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’I dan Tirmidzi)

3. Dengan suara lembut dan rasa takut

Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. : “Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” “(QS. Al-A’raaf, 7:55-56)

4. Yakin akan dipenuhi

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Aku akan mengikuti persangkaan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu”.(HR. Bukhari dan Muslim)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Aku mengikuti sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepadaKu.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan jika kamu memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla, wahai manusia, mohonlah langsung ke hadhiratNya dengan keyakinan yang penuh bahwa doamu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan doa hambaNya yang keluar dari hati yang lalai.”(HR. Ahmad)

5. Tidak Berlebih-lebihan

Baik dalam ucapan, maupun sikap ataupun isi permintaan. Sabda Rasulullah saw :Akan datang suatu kaum yang keterlaluan dalam berdoa. (h.r. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Malik)

6. Banyak bertaubat dan Istighfar

Allah SWT berfirman,

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Ketika menjelaskan surat Nuh di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannyaharta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 388)

7. Jangan mendoakan keburukan

Dari Jabir RA, Nabi SAW bersabda,

“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (H.r. Abu Daud)

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (H.R. Muslim dan Abu Daud)

Waktu yang paling baik untuk berdo’a

1. Antara azan dan Iqamat.
2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.
4. Sepanjang hari jum’at
5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
6. Ketika Khatam membaca Al-Qur’an
7. Ketika Turun hujan.
8. Ketika melakukan Tawaf.
9. Ketika menghadapi musuh dimedan perang.
10. Dalam berdo’a sebaiknya di ulang 3 (tiga) kali.
11. Ketika berpuasa hingga berbuka
12. Di bulan Ramadhan

Tempat-tempat yang baik untuk berdo’a

1. Didepan dan didalam Kabah.
2. Dimasjid Rasulullah saw.
3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
4. Diatas bukit Safa dan Marwah.
5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

Tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan

Ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan. Raihlah keutamaan tersebut dengan terus memperbanyak doa.
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).
Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya do’a. Namun do’a itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.
Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya do’a itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).
Perihal Ramadhan adalah bulan do’a dikuatkan lagi dengan hadits dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224)

Ada tiga waktu utama terkabulnya do’a di bulan Ramadhan:

1- Waktu sahur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

2- Saat berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

3- Ketika berbuka puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Sumber

Doa Setelah Shalat Tarawih (Doa Kamilin)

Doa Setelah Shalat Tarawih (Doa Kamilin)

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Artinya :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam


Tata Cara, Tempat dan Waktu  Terbaik Untuk Berdoa Sesuai Tuntunan Rasulullah

Tata Cara, Tempat dan Waktu Terbaik Untuk Berdoa Sesuai Tuntunan Rasulullah

  1. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan. Dari Jabir RA, bahwa Nabi SAW ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim). Dari Salman RA, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (H.r. Abu Daud & Turmudzi dan beliau hasankan)
  2. Cara mengangkat tangan dalam berdoa: Ibn Abbas RA mengatakan, bahwa Nabi SAW ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. Thabrani)
  3. Didahului hamdalah atau pujian, Istighfar dan Shalawat. Dari Fadhalah bin ‘Ubaid RA berkata : “Tatkala Nabi SAW duduk di masjid, tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu shalat, setelah selesai ia membaca doa : “Allaahummaghfirlii warhamnii”. Maka Rasulullah saw pun berkata : “Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika kau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah karena Dia yang memilikinya, lalu kau baca shalawat kepadaku dan lalu berdoa. Berkata pula Fadhalah : “Kemudian datang pula seorang lain, setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi saw dan setelah itu Nabi bersabda : “Berdoalah, akan dipenuhi !”.(HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’I dan Tirmidzi)
  4. Dengan suara lembut dan rasa takut. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. : “Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah engkau berbuat kerusakan dibumi sesudah (Allah SWT ) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” “(QS. Al-A’raaf, 7:55-56)
  5. Yakin akan dipenuhi. Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Aku akan mengikuti persangkaan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepadaKu”.(HR. Bukhari dan Muslim) Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Aku mengikuti sangkaan hambaKu kepadaKu. Dan Aku selalu menyertainya sepanjang ia ingat kepadaKu.”(HR. Bukhari dan Muslim) Dan jika kamu memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla, wahai manusia, mohonlah langsung ke hadhiratNya dengan keyakinan yang penuh bahwa doamu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan mengabulkan doa hambaNya yang keluar dari hati yang lalai.”(HR. Ahmad)
  6. Tidak Berlebih-lebihan. Baik dalam ucapan, maupun sikap ataupun isi permintaan. Sabda Rasulullah saw :Akan datang suatu kaum yang keterlaluan dalam berdoa. (h.r. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Malik)
  7. Banyak bertaubat dan Istighfar. Allah SWT berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12) Ketika menjelaskan surat Nuh di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannyaharta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 388)
  8. Jangan mendoakan keburukan. Dari Jabir RA, Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, jangan mendoakan keburukan untuk anak kalian, jangan mendoakan keburukan untuk pembantu kalian, jangan mendoakan keburukan untuk harta kalian. Bisa jadi ketika seorang hamba berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu mustajab, pasti Allah kabulkan.” (H.r. Abu Daud). Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa para hamba akan senantiasa dikabulkan, selama tidak berdoa yang isinya dosa atau memutus silaturrahim.” (H.R. Muslim dan Abu Daud)

Waktu yang paling baik untuk berdo’a
1. Antara azan dan Iqamat.
2. Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
3. Waktu sepertiga malam yang terakhir.
4. Sepanjang hari jum’at
5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
6. Ketika Khatam membaca Al-Qur’an
7. Ketika Turun hujan.
8. Ketika melakukan Tawaf.
9. Ketika menghadapi musuh dimedan perang.
10. Dalam berdo’a sebaiknya di ulang 3 (tiga) kali.
11. Ketika berpuasa hingga berbuka
12. Di bulan Ramadhan

Tempat-tempat yang baik untuk berdo’a
1. Didepan dan didalam Kabah.
2. Dimasjid Rasulullah saw.
3. Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
4. Diatas bukit Safa dan Marwah.
5. Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
6. Di tempat-tempat yang mulia lainnya seperti Masjid atau Mushalla.

Doa Pilihan: DZIKIR SELESAI SHALAT

Doa Pilihan: DZIKIR SELESAI SHALAT
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (ثَلاَثاً) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَـا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Aku minta ampun kepada Allah “(dibaca tiga kali), “ Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia “.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، لاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya Kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah. Nasib baik seseorang tiada berguna untuk menyelamatkan ancaman dari-Mu“

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujaan yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir membencinya “.

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ (ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ) لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْـدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar“ (di-baca 33 kali), “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu“.

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢) لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ (٣) وَلَمۡ يَكُن لَّهُ ۥ ڪُفُوًا أَحَدٌ (٤)

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلۡعُقَدِ (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (١) مَلِكِ النَّاسِ (٢) إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ (٣) مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ (٤) ٱلَّذِى يُوَسۡوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (٦)

Dibaca setiap selesai shalat fardhu’.

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ‌ۚ لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ لَّهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشۡفَعُ عِندَهُ ۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ‌ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىۡءٍ۬ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَآءَ‌ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ‌ۖ وَلَا يَـُٔودُهُ ۥ حِفۡظُهُمَا‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ (٢٥٥)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia yang hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ (عَشْرَ مَرَّاتٍ بَعْدَ صَلَاةِ اْلمَغْرِبِ وَالصُّبْحِ)

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya pujian, Dia Menghidupkan dan Mematikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”, Dibaca sepuluh kali setelah shalat Maghrib dan Subuh.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً( بَعْد السَّلاَمِ مِنْ صَلاَةِ الفَجْر)

“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezki yang baik dan amal yang diterima“. (Diucapkan setelah salam khusus shalat Subuh)

Referensi

  • Muslim: 1/414.
  • Bukhari: 1/225, Muslim: 1/414.
  • Muslim: 1/415.
  • Muslim: 1/418, “Siapa yang mengucapkannya selesai shalat, Aku (Allah) ampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan”.
  • Abu Daud: 2/68, lihat Shahih Tirmidzi: 2/8, ketiga surat tersebut disebut juga “Al Mu’awwizaat”, lihat Fathul baari: 9/62.
  • “Siapa yang membacanya sehabis shalat tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian”, Nasa’i dalam Amalul Yaumi Walailah, no: 100, Ibnu Sunny, no. 121, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Jami’: 5/339, dan Silsilah Hadits Shahih: 2/697, no. 972.
  • HR. Tirmidzi: 5/515, Ahmad: 4/227, lihat takhrijnya dalam Zadul Ma’aad: 1/300.
  • Ibnu Majah dan lainnya. Lihat Shahih Ibnu Majah: 1/152 dan Majmauzzawa’id: 10/111.

DOA PILIHAN Ketika Bangun Tidur

DOA PILIHAN Ketika Bangun Tidur
1.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْـدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah Yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan”. [11]

2.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَـرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ رَبِّ اغْفِرْ ليِ

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah dosaku”. [12]

3.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِيْ وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah Yang telah memberikan kesehatan kepada-ku, mengembalikan ruh dan merestuiku untuk berdzikir kepada-Nya”. [13]

4.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١) رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ (١٩٢) رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ (١٩٣) رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ (١٩٤) فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ ۖ بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ ۖ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ثَوَابًا مِّنْ عِندِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ (١٩٥) لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ (١٩٦) مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (١٩٧) لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِّنْ عِندِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ لِّلْأَبْرَارِ (١٩٨) وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَن يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (١٩٩) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٢٠٠)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan dia dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah bagi kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Aku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah Jahannam, dan Jahannam itu adalah tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negrimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. [14]

11. HR. Bukhari dalam Fathul Bari: 11/113 dan Muslim: 4/2083.
12. Siapa yang membacanya akan diampuni, jika dia berdo’a akan dikabulkan, dan jika dia bangun untuk berwudhu’ lalu shalat, maka shalatnya diterima, Imam Bukhari dalam Fathul Bari: 3/39 dan lainnya. Lafadz diatas dari Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah: 2/335.
13. H.R: Tirmidzi: 5/473, lihat Shahih Tirmidzi: 3/144.
14. Ayat dari surah Ali Imran: 190-200, shahih Bukhari dalam Fathul Bari 8/237, Muslim 1/530.

Doa Pilihan : Doa Pergi, Masuk dan Keluar MASJID

Doa Pilihan : Doa Pergi, Masuk dan Keluar MASJID

DO’A PERGI KE MASJID
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا، وَعَنْ شِمَالِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ نَفْسِيْ نُوْرًا، وَأَعْظِمْ لِيْ نُوْرًا، وَعَظِّمْ لِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ عَصَبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لَحْمِيْ نُوْرًا، وَفِيْ دَمِيْ نُوْرًا، وَفِيْ شَعْرِيْ نُوْرًا، وَفِيْ بَشَرِيْ نُوْرًا. (اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ نُوْرًا فِيْ قَبْرِيْ … ونُوْرًا فِيْ عِظَامِيْ ) (وَزِدْنِيْ نُوْرًا، وَزِدْنِيْ نُوْرًا، وَزِدْنِيْ نُوْرًا) (وَهَبْ لِيْ نُوْرًا عَلَى نُوْرٍ)

“Ya Allah ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatan-ku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untuk-ku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku” [29][Ya Allah, ciptakan-lah cahaya untukku dalam kuburku … dan cahaya dalam tulangku”] [30] , [“Tambahkanlah cahaya untukku, tambahkanlah cahaya untukku, tambahkanlah cahaya untukku”] [31] , [“dan karuniakanlah bagiku cahaya di atas cahaya”] [32]

DO’A MASUK MASJID

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، (بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ) (وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ) اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk. [33] Dengan nama Allah dan semoga shalawat [34] dan salam tercurahkan kepada Rasulullah [35] Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” [36]

DO’A KELUAR DARI MASJID

بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”. [37]


29. Hal ini semuanya disebutkan dalam Bukhari: 11/116 no.6316, dan Muslim: 1/526, 529, 530, no. 763.
30. HR. At-Tirmidzi no.3419, 5/483.
31. HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 695, hal.258. Al-Albani menyatakan isnadnya shahih, dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad, no. 536.
32. Disebutkan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, dengan menisbatkannya kepada Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab Ad-Du’a. Lihat Fathul Bari: 11/118. Katanya: “Dari berbagai macam riwayat, maka terkumpullah sebanyak dua puluh lima pekerti”.

33. HR. Abu Dawud, lihat Shahih Al-Jami’ no.4591
34. HR. Ibnu As-Sunni no.88, dinyatakan Al-Albani “hasan”.
35. HR. Abu Dawud, lihat Shahih Al-Jami’ 1/528.
36. HR. Muslim: 1/494. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari hadits Fathimah “Allahummagh fir li dzunubi waftahli abwaba rahmatik”, Al-Albani menshahihkannya karena beberapa syahid. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/128-129.

37. Tambahan: Allaahumma’shimni minasy syai-thaanir rajim, adalah riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah: 129.

Bacaan DOA Tahlil

Bacaan DOA Tahlil

Tahlil atau tahlilan sudah menjadi tradisi kaum muslimin di Indonesia, utamanya warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penganut paham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) sebagai upaya bertawashul kepada Allah SWT untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia atau ahli kubur pada umumnya,

Tahlil secara lughat berarti bacaan

لاإله إلاالله
(Lailaha illallah)

seperti halnya Tasbih berarti bacaan

سبحان الله

(Subhanallah)

Tahmid bacaan

الحمد لله
(Alhamdulillah) dan lain sebagainya.

Bahasa Arab kebanyakan selain mempunyai arti secara lughowi (bahasa) juga mempunyai arti secara istilahi atau urfi. Tasbih misalnya
pengertian secara urfi ialah mengagumi dan mensucikan Allah sang Maha pencipta dari segala kekurangan dan kelemahan, yang direfleksikan dengan bersyukur, rasa takjub dan lain sebagainya yang diiringi dengan mengucapkan Subhanallah.

Demikian pula Tahlil dalam pengertiannya secara urfi atau islitahi ialah mengesakan Allah dan tidak ada pengabdian yang tulus kecuali hanya
kepada Allah, tidak hanya mengkui Allah sebagai Tuhan tetapi juga untuk mengabdi, sebagimana dalam pentafsiran kalimah thayyibah

لاإله إلاالله أي لامعبود بحق إلاالله

Artinya: Tiada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, atau tidak ada pengabdian yang tulus kecuali kepada Allah

Kemudian di dalam melaksanakan bentuk pengabdian manusia sebagai hamba kepada Allah SWT, sudah barang tentu tidak cukup hanya dengan menyebut-nyebut asma Allah akan tetapi harus disertai prilaku-prilaku seorang hamba yang mentaati perintah perintah Allah serta menjauhi larangan larangan-Nya, dan perilaku tersebut digambarkan dalam rangkaian
bacaan-bacaan pada tahlilan.

Jadi Tahlil dengan serangkaian bacaannya yang lebih akrab disebut dengan tahlilan tidak hanya berfungsi hanya untuk mendoakan sanak kerabat yang telah meninggal, akan tetapi lebih dari pada itu Tahlil dengan serentetan bacaannya mulai dari surat Al-ikhlas, Shalawat, Istighfar,
kalimat thayyibah dan seterusnya memiliki makna dan filosofi kehidupan manusia baik yang bertalian dengan i’tiqad Ahlus Sunnah wal jamaah, maupun gambaran prilaku manusia jika ingin memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di Dunia dan di akhirat kelak.

Tahlilan dari susunan bacaannya terdiri dari dua unsur yang disebut dengan syarat dan rukun, yang dimaksud dengan syarat ialah bacaan :
1. Surat al-Ikhlas
2. Surat al-Falaq
3. Surat an-Nas
4. Surat al-Baqarah ayat 1 sampai ayat 5

الم ذلك الكتاب …….

5. Surat al-Baqarah ayat 163

والهكم إله واحد ……..

6. Surat al-Baqarah ayat 255

الله لاإله إلا هو الحي القيوم ……..

7. Surat al-Baqarah ayat dari ayat 284 samai ayat 286

لله مافي السموات……

8. Surat al-Ahzab ayat 33

إنما يريد الله ……..

9. Surat al-Ahzab ayat 56

إن الله وملائكته يصلون على النبي ……..

10. Dan sela-sela bacaan antara Shalawat, Istighfar, Tahlil dan Tasbih.

Adapun bacaan yang dimaksud dengan rukun tahlil ialah bacaan :
1. Surat al-Baqarah ayat 286 pada bacaan :

واعف عنا واغفر لنا وارحمنا

2. Surat al-Hud ayat 73:

ارحمنا ياأرحم الراحمين

3. Shalawat Nabi
4. Istighfar
5. Kalimat Thayyibah لاإله إلاالله
6. Tasbih.

Doa Tahlil Arwah Dan Ziarah Kubur Singkat Lengkap Bahasa Arab Dan
Terjemahannya

Berdoa termasuk salah satu sarana yang baik bagi seorang muslim yang
mesti di lakukan sebelum atau sesudah melakukan berbagai aktivitas,
Karena hal tersebut menunjukan bahwa sekecil apapun yang kita kerjakan
semuanya di serahkan kepada alloh swt sang maha kuasa.

Namun alangkah lebih baiknya jika aktivitas berdoa ini selalu di lakukan
sebelum atau sesudah melaksanakan peribadahan, baik itu peribadahan yang
telah di wajibkan hingga yang memiliki hukum sunat, sebagai contoh
setelah selesai mengerjakan sholat jenazah atau
peribadah lainnya.

Lalu kapan doa tahlil ini di bacakan?. Doa tahlil bisa di bacakan
setelah sholat atau ketika berziarah kubur atau setelah membaca surat
yasin. Seperti yang kita tahu doa ini selalu di baca di akhir acara
tahlilan yang mana dalam acara tersebut sebelum membaca surat yasin atau
bacaan-bacaan lainnya.

Untuk bacaannya sendiri akan kita bahas di bawah ini, namun di sini kami
akan menyajikan bacaan doa tahlil singkat, meski sebenarnya ada lagi
bacaan yang lebih panjang dari ini, sebagai permulaan sebaiknya kita
pelajari dulu kalimat doa ini.

Doa Tahlil Arwah Dan Ziarah Kubur Singkat Lengkap Bahasa Arab Dan Terjemahannya

 

Doa Tahlil Arwah Dan Ziarah Kubur Singkat Lengkap Bahasa Arab Dan
Terjemahannya

Bacaan Doa Tahlil Arwah Dan Ziarah Kubur Atau Setelah Baca Yasin

اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَه وَيُكَافِئُ
مَزِيْدَه، يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا
وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً
نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ
وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ
الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ
خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ

ثُمَّ اِلى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ
مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَآءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا
وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاههُنَا بِسَبَبِه وَلِاَجْلِه

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُم

اَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لَآاِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ
رَسُوْلُ اللهِ

اَللهُمَّ اَرِنَاالْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ وَاَرِنَاالْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَااجْتِنَابَهُ

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

اَلْفَاتِحَةْ

A’UUDZU BILLAHI MINASY YAITHOONIR ROJIIM. BISMILLAAHIR ROHMAANIRROHIIM.

ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN. HAMDASY SYAAKIRIIN, HANDAN NAA’IMIIN,
HAMDAY YUWAAFII NI’AMAHUU WA YUKAAFI’U MAZZIDAH, YAA ROBBANAA LAKALHAMDU
KAMAA YAN BAGHII LIJALAALI WAJ-HIKA WA ‘AZHIIMI SULTHOONIK. ALLOOHUMMA
SHALLI WA SHALLIM ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD, WA’ALAA AALI SAYIIDINAA
MUHAMMAD.

ALLAAHUMMA TAQOBBAL WA AUSHIL TSAWABA MAA QORO’NAAHU MINAL QUR’AANIL
‘AZHIIMI WAMAA HALLALNAA WA MAA SABBAHNAA WA MASTAGHFARNAA WA MAA
SHOLLAINAA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAMA
HADIYYATAN WAASHILATAN WA ROHMATAN NAAZILATAN WA BAROKATAN SYAAMILATAN
ILAA HADHROTIN HABIIBINAA WA SYAFII’INAA WA QURROTI A’YUNINAA SAYYIDINAA
WA MAULAANAA MUHAMMADIN SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, WA ILAA JAMII’I
IKHWAANIHII MINAL ANBIYAA’I WALMURSALIINA WAL AULIYAA’I WASY-SYUHADAA’I
WASH-SHOOLIHIINA WASH SHOHAABATI WATTAABI’IINA WAL ‘ULAMAA’IL ‘AAMILIINA
WAL MUSHONNIFIINAL MUKHLISHIINA WA JAMII’IL MUJAAHIDIINA FII
SABIILILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN, WA MALAA’IKATIL MUQORROBIIN, KHUSHUUSHON
ILAA SAYYIDINASY SYAIKH ‘ABDIL QOODIR ALJAILAANI,

TSHUMMA ILAA JAMII’I AHLIL QUBUURI MINAL MUSLIMIINA WALMUSLIMAATI
WALMU’MINIINA WALMU’MINAATI MIM MASYAARIQIL ARDHI ILAA MAGHOORIBIHAA
BARRIHAA WABAHRIHAA KHUSHUSHON ILAA AABAAINAA WA-UMMAHAATINAA
WA-AJDAADINAA WAJADDAATINAA WANAKHUSH-SHU KHUSHUUSON MANIJTAMA’NAA
HAAHUNAA BISABABIHII WALI-AJLIHII

ALLAAHUMMAGHFIR LAHUM WARHAMHUM WA ‘AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM

ALLAAHUMMA ANZILIR ROHMATA WALMAGHFIROTA ‘ALAA AHLILQUBUURI MIN AHLI LAA
ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH

ALLAAHUMMA ARINAL HAQQO HQAAON WARZUQNAT TIBAA’AHU, WA ARINAL BAATHILA
BAATHILAN WARZUQNAJ TINAABAHU

ROBBANAA AATINAA FIDDUNYAA HASANAH, WAFIL AAKHIROTI HASANAH WAQINAA
‘ADZAABAN NAAR.

SUBHAANA ROBBIKA ROBBIL ‘IZZATI ‘AMMAA YASHIFUUN, WASALAAMUN ‘ALAL
MURSALIINA WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN. AL-FAATIHAH :

AL FATIHAH

Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang
yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan
memuji-Nya. dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan
pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana
yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah,
limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad
junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca,
tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang
turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong
kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad
SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan
Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para
tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas
dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta
para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh
Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang islam
laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari
belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama keapda
bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi
kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, berilah mereka
kesejahteraan dan maafkanlah mereka

Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang selalu
mengucapkan “Laailaaha illallaah muhammadur rasuulullaah” (Tidak ada
Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah)

Ya Allah, tunjukanlah kepada kami kebenaran adalah suatu kebenaran dan
anugerahilah kami untuk mengikkutinya dan tunjukkanlah kepada kami
kebatilan adalah suatu kebatilan dan anugerahilah kami untuk menjauhinya.

Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan didunia dan kebaikan di
akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka

Masa suci Tuhanmu, Tuham pemilik kemuliaan, dari sifat-sifat yang mereka
(musuh-musuhNya) berikan. Keselamatan selalu tertuju kepada Rasul, dan
segala puji bagi Allah penguasa alam semesta

9XPQ7-T7TGY-TKPD

10 Doa Rasulullah Paling Dahsyat

  1. Doa Mohon Curahan Rahmat Dan Ampunan. Allahumma innizhalamtu nafsi zhulman katsiran wala yaghfirudz-dzunuba ilia anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafiirur rahim. “Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash dari Abu Bakar Shiddiq diterangkan, bahwa pada suatu ketika Abu Bakar minta kepada Rasulullah agar berkenan mengajarkan sebuah doa. Maka Rasu­lullah kemudian mengajarkan doa di atas, dan oleh Abu Bakar doa tersebut dibaca terus menerus setiap kali selesai melakukan shalat. Imam An-Nawawi Al-Baghdadi memberikan keterangan, bahwa doa di atas sangat baik dibaca sesudah melakukan ibadah shalat, bahkan dalam setiap kesempatan ketika merasa dirinya banyak melakukan perbuatan dosa kepada Allah subhanahu watalla.
  2. Doa Mohon Ampunan Dosa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah biasa membaca doa-doa di bawah ini, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap waktu dan kesempatan, agar bisa selamat dari perbuatan dosa. Doa Mohon Ampunan Dosa: Allahummagh firli khathi-ati wa jahli wa israfi fi amri kullih, wama anta a ‘lamu bihi minni.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku”Allahummagh firli khathayaya wa ‘amdi wa jahli wa hazli wa kullu dzalika ‘indi. wa hazli wa kullu dzalika ‘indi.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.”Allahummagh firli ma qaddamtu wama akhkhartu wama asrartu wama a’lantu, antal muqaddimu, wa antal mnakhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai-in qadir. “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Maha Terakhir, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
  3. Doa Mohon Petunjuk Allah. Allahumma inni as-aluka rahmatan min ‘indika tuhadi biha qalbi,,wa tajma’u biha syamli, wa tarudda bihal fitana ‘anni, wa tushlihu biha dini Wa tahfazhu biha ghaibi, wa tarfa ‘u biha syahidi wa tuzakki biha ‘amali, wa tubayyidhu biha waj-hi, wa tulhimuni biha rusydi, wa ta ‘shimuni tiha min kulli su-in. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang tcrpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petun­juk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.” Allahumma inni as-alukal fauza ‘indal qadha-i, wa manazilasy syuhada-i, wa ‘aisyas su ada-i, wan nashra alal a’da-i, wa murafaqatal an-biya-i. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemenangan pada hari persidangan di Mahsyar, bersama-sama para syuhada’ dan beroleh kehidupan sebagaimana orang-orang yang beroleh kebahagia­an, serta beroleh pertolongan mengalahkan musuh dan berteman dengan para nabi.” Allahumma ma qashura ‘anhu ra ‘yi, wa dha ‘ufa ‘anhu ‘amali, walam tablugh-hu niyyati wa umniyati min khairin wa’adtahu ahadan min ‘ibadika au khairin anta mu ‘thihi ahadan min khalqika fa-inni arghabu ilaika fihi wa as-aluka iyyahuya rabbal ‘alamin “Ya Allah, sungguh pendapatku sangat sempit dan amalku sangat sedikit sehingga tidak tercapai niat dan cita-citaku terhadap kebajikan yang telah Engkau janjikan kepada salah seorang hamba-Mu, atau kebajikan yang Engkau berikan kepada salah seorang makhluk-Mu, maka aku sangat mendambakan semua itu atas janji-janji mulia-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar semua itu berada dan menjadi kenyataan pada diriku, wahai Tuhan seru sekalian alam.” Allahummaj’alna hadina muhtadina ghaira dhallina wala mudhillin. Allahummaj’alna harban ‘ala a ‘daika, wa sullaman li auliyaika, nuhibbu bihubbika man atha-aka min khalqika, wa nu’adi bi ‘adawatika man khalafaka min khalqika. “Ya Allah, jadikanlah diri kami orang yang mendapat petunjuk dan bisa memberikan petunjuk, tidak tersesat dan tidak pula menyesatkan, memerangi musuh dan selamat beserta kekasih-Mu, mencintai orang-orang yang taat dan membenci orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Mu.” Allahumma hadzaddu ‘a-u wa ‘alaikal ijabah, wa hadzal jahdu wa ‘ailaikat tuklanu, wa inna lillahi wa inna ilaihi raji ‘un, wa la haula wala quwwata ilia billahil ‘aliyyil ‘azhim.  ” Ya Allah, ini adalah doa yang aku panjatkan, dan hanya Engkau yang mengabulkannya. Dan inilah kemampuan maksimal usahaku, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Kami milik Allah, dan hanya kepada-Nya kami akan kembali. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” Dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa suatu ketika Ibnu Abbas diutus ayahnya agar menemui Rasulullah, yang ketika itu sedang berada di rumah Maimunah. Beliau tengah melakukan shalat sunat Fajar dua rekaat sebelum melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat, beliau membaca sederetan doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri membaca doa-doa di atas setiap pagi, lebih-lebih menjelang shalat Shubuh sesudah shalat sunat Fajar. Tentu petunjuk Allah serta kebahagiaan hidup akan senantiasa menyertai dirinya.
  4. Doa Mohon Kebahagiaan Yang Sempurna. Allahumma inni as-aluka minal khairi kullihi ‘ajilihi wa ajilihi ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam. Wa a’udzu bika minasy syarri kullih ‘ajilihi wa ajilihi ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam, wa as-alukal jannata wama qarraba ilaiha min qaulin au ‘amalin, wa a’udzu bika minan nari wama qarraba ilaiha min qaulin au ‘amalin, wa as-aluka khaira ma sa-alaka bihi ‘abduka wa rasuluka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa a’udzu bika min syarri masta’adzaka minhu ‘abduka wa rasuluka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wama qadhaita li amran faj’al ‘aqibatahu rasyadan birahmatika ya arhamar rahimin. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan secara spontan maupun ditangguhkan, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan secara spontan maupun ditangguhkan, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku memohon sorga kepada-Mu beserta sarana yang mendekatkannya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka beserta sarana yang mendekatkannya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepada-Mu kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh hamba dan utusan-Mu Muhamad, dan aku berlindung ke­pada-Mu dari segala perkara yang hamba dan Utusan-Mu Muhamad berlindung. Aku memohon kepada-Mu agar segala yang Engkau anugerahkan kepadaku membawa dampak yang positip atas berkat rahmat-Mu, wahai Dzat Yang sangat Maha Pengasih di antara yang maha kasih.”  Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Aisyah diterangkan, bahwa Rasulullah telah memerintahkan kepada Aisyah agar membiasakan diri membaca doa di atas, agar memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan yang sempurna lagi abadi. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim mengkontinukan bacaan doa di atas, agar dapat meraih kehidupan yang baik lagi sempurna.
  5. Doa Terpelihara Dari Cela. Allahummastur ‘aurati, wa amin rau’ati, wa aqilla ‘atsarati wahfazhni min baini yadayya wa min khalfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa a ‘udzu bika an ughtala min tahti.  “Ya Allah, tutuplah cacat-celaku, hilangkanlah kekhawatiranku, dan kurangilah kesalahan-kesalahanku. Peliharalah diriku dari segala kejelekan, baik dari arah muka maupun belakang, dari arah kanan maupun kiri, dari arah atas maupun bawah yang datang secara tiba-tiba.” Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Hakim dari Ibnu Umar diterangkan, bahwa Rasulullah setiap pagi dan sore sama sekali tidak pernah meninggalkan bacaan doa di atas. Bahkan setiap waktu dan kesempatan beliau selalu membacanya, hingga kemudian menjadi insan yang paling sempurna. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, agar cacat dan celanya senantiasa ditutap oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  6. Doa Mohon Rizki Yang Halal Allahumma ikfini bi halalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka.  ” Ya Allah, cukupilah kehidupanku dengan rizki-Mu yang halal, dan jauhkanlah diriku dari sesuatu yang telah Engkau haramkan. Dan dengan curahan anugerah-Mu, jauhkanlah diriku dari meminta sesuatu kepada selain Engkau.” Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib diterangkan, bahwa ada seorang hamba mukatab (yang sedang menebus dirinya untuk merdeka) datang menghadap kepada Ali, seraya berkata: “Ya Ali, saya tidak sanggup lagi mencicil bayaran untuk memerdekakan diriku. Maka tolonglah aku.” Jawab Ali: “Saudara, adakah engkau rela sekiranya aku mengajarkan sebuah doa yang telah diajarkan Rasulullah kepadaku, yang apabila engkau baca akan mengentaskan dirimu dari kekurangan?” Jawab hamba mukatab: “Ya, aku senang sekali menerimanya.” Lalu Ali berkata: “Seandainya engkau mempunyai hutang emas sebesar gunung, kemudian eng­kau membiasakan diri membaca doa: Allahumma ikfini bi halalika ‘an haramika, tentu Allah akan memberimu kemudahan rizki untuk melunasinya.” Jadi, bagi seorang muslim yang membiasakan diri membaca doa di atas akan diberi kelapangan rizki yang halal oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan kalau ia banyak hutang, akan diberi kemudahan untuk mengembalikan hutangnya. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, baik setiap pagi, sore maupun dalam kesempatan kapan saja dan dimana saja
  7. Doa Mohon Kelanggengan Nikmat. Allahumma innni a’udzu bika min zawali ni’-matika wa tahawwuli ‘afiyatika wa fuja-ati niq-matika wa jami ‘i sakhatika.  “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan dan lunturnya keselamatan yang telah Eng­kau berikan kepadaku. Dan aku berlindung ke­pada-Mu dari datangnya musibah dan segala murka-Mu yang datang dengan tiba-tiba.” Dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Abi Dawud. dari Abdillah bin Umar diterangkan, bahwa Rasulullah membiasakan diri membaca doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas, agar terhindar dari segala musibah dan mendapatkan curahan nikmat serta kesela­matan yang terus menerus lagi abadi.
  8. Doa Selamat Dari Fitnah. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa a’udzu bika min ‘adzabil qabri, wa a ‘udzu bika min fitnati masihid dajjali, wa a ‘udzu bika min fitnatil mahya wal mamati, wa a ‘udzu bika minal ma ‘tsami wal maghrami, wa a ‘udzu bika min syarri fitnatil ghina wa min syarri fitnatil faqri, wa a ‘udzu bika min syarri sam ‘i, wa min syarri bashari, wa min syarri lisani, wa min syarri qalbi wa a ‘udzu bika min an uradda ila ardzalil ‘umuri, wa a ‘udzu bika min an amuta fi sabilika mudbiran. ” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal yang pembohong. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya dosa dan hutang. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan fitnah kaya dari kejelekan fitnah fakir. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan dan hatiku. Aku ber­lindung kepada-Mu dari di kembalikan kepada umur yang terlalu tua. Dan aku berlindung ke­pada-Mu dari mati dalam keadaan ingkar kepada agama-Mu.” Dalam hadis riwayat Imam Ashhabus-Sunan dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas. Beliau mengharapkan agar bisa selamat dari segala bentuk fitnah dan musibah, baik ketika masih hidup maupun sesudah mati. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim, lebih-lebih yang hidup di zaman kini yang banyak terjadi fitnah, bila membiasakan diri membaca doa di atas, agar memperoleh keselamatan dari segala bentuk fitnah.
  9. Doa Berlindung Dari Kejelekan. Allahumma inna nas-aluka min kulli khairin ma sa-alaka minhu nabiyyuka muhdmmad, wa na’udzu bika min kulli syarrin masta’adzaka minhu nabiyyuka muhammad, wa antal musta ‘anu wa ‘alaikal balaghu wa la haula wa la quwwata illa billah. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh nabi-Mu Muhamad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan sebagaimana yang nabi-Mu Muhamad mohon perlindungan. Engkaulah Yang Maha Pemberi Pertolongan, dan kepada-Mulah puncak segala pengharapan. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah.”  Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Umamah diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa berdoa dengan doa-doa yang belum banyak dihafal oleh para sahabat. Lalu Umamah berkata: “Ya Rasulallah, engkau banyak memanjatkan doa dengan doa-doa yang kami belum menghafalnya.” Jawab Rasulullah: “Ya Umamah, maukah sekiranya aku menunjukkan kepadamu sebuah doa yang sudah mencakup dari keseluruhan doa itu?” Jawab Umamah: “Ya, aku senang sekali.” Lalu Rasulullah bersabda: “Bacalah doa: Alla­humma inna nas-aluka min kulli khairin,” sebagaimana doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri membaca doa tersebut, agar mendapatkan kesempurnaan dalam mengarungi hidup dan kehidupan
  10. Doa Mengalahkan Lawan. Allahumma taqabbal taubati waghsil haubati wa ajib da ‘wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wahdi qalbi waslul sakhimata shadri. Allahumma taqabbal taubati waghsil haubati wa ajib da ‘wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wahdi qalbi waslul sakhimata shadri. “Ya Allah, terimalah taubatku, hilangkanlah kekhawatiranku, kabulkanlah doaku, tegarkanlah argumentasiku, pertajamlah pembicaraanku, tunjukkanlah hatiku, dan hilangkanlah perasaan dengki yang menyelimuti dadaku.” Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas.   Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, agar dapat mengalahkan lawan dalam beradu argumentasi di tengah pengembangan dakwah. Dengan membaca doa di atas, lawan akan jatuh mental, hingga dapat menerima setiap yang disampaikan.

  • Doa Keselamatan Lahir Batin. Allahumma ‘afinifi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, allahumma inni a ‘udzu bika minal kufri walfaqri, allahumma inni a ‘udzu bika min ‘adzabil qabri, la ilaha illa anta. “Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, benlah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali engkau. Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Abdurrahman bin Abi Bakrah diterangkan, bahwa suatu ketika Abdurrahman pernah bertanya kepada ayahnya: “Ayahku, aku mendengar setiap pagi dan sore engkau selalu membaca doa Allahumma ‘afini (di atas) tiga kali. Mengapa itu ayah lakukan?” Jawab ayahnya: “Aku mendengar Rasulullah senantiasa membaca doa itu. Karenanya, aku ingin sekali mengikuti sunah beliau.” Jadi, sudah selayaknya bila setiap muslim mengikuti sunah Rasul dengan membiasakan diri membaca doa di atas setiap pagi dan sore tiga kali. Apabila itu dilakukan, tentu Allah akan menganugerahkan kepadanya keselamatan lahir batin. Sehat jasmani dan sehat rohani sehingga menjadi hamba Allah yang sempurna.

Doa Terlindungi dari SANTET dan SIHIR

Doa agar kita terlindungi dari santet dan sihir ini bisa dibaca dan diamalkan.

Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta perlindungan untuk Hasan dan Husain, yaitu:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ “‘Audzu bi kalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin (aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk).” (HR. Bukhari, no. 3371).

Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, dulu bapak kalian yaitu Nabi Isma’il dan Ishaq meminta perlindungan pada Allah dengan do’a tersebut.
Yang dimaksud dengan berlindung dengan kalimat Allah adalah Al-Qur’an, ada pula yang menyatakan nama dan sifat Allah. Kalimat Allah sendiri disifatkan dengan sempurna karena tak mungkin dalam nama Allah terdapat sifat kekurangan dan aib seperti pada kalam manusia. Juga ada ulama yang mengatakan bahwa maksud sempurna adalah bermanfaat, terjaga dari kekurangan dan sudah mencukupi.

Sedangkan hammah yang dimaksud dalam doa tersebut adalah kita berlindung dari segala sesuatu yang beracun yang bisa mematikan.

Adapun yang terakhir adalah meminta perlindungan dari ‘ain yang buruk, maksudnya ‘ain yang apabila mengenai seseorang bisa berdampaik buruk. (Lihat Tuhfah Al-Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At-Tirmidzi, 6: 212)

Dahsyatnya Doa Diantara Dua Sujud, Sering Dibaca Sering Diremehkan

wp-1465702969857.jpg
Dahsyatnya Doa Diantara Dua Sujud, Sering Dibaca Sering Diremehkan

“Do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim?”. Mungkin banyak yang menjawabnya dengan salah. Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a. Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari.

  • * RABIGHFIRLI
  • * WARHAMNI
  • * WAJBURNI
  • * WARFA’NI
  • * WARZUQNI
  • * WAHDINI
  • * WA’AAFINI
  • * WA’FUANNI

Do’a itu adalah DO’A DIANTARA DUA SUJUD marilah kita renungi maknanya :

RABIGHFIRLI. Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho اللّهُ Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

WARHAMNI. Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Allah hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih Sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih Sayang Allah nafsu kita akan terbimbing utk selalu di jalan yg benar.

WAJBURNI. Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang bersyukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki اللّهُ , maka kita akan menjadi manusia yg sejati.

WARFA’NI. Tinggikanlah derajatku. 

Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

WARZUQNI. Berikanlah aku rizki. Sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Hanya Allahnyang mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan (wayarzuqhu limay yasyak u bighairi hisab).

WAHDINI. Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan akhirat, tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah utk kebahagiaan di dunia.

WA’AAFINI. Berikanlah aku kesehatan. Kesehatan adalah kebutuhananusia yang utama dan mahal harganya. Dengan kesehatan manysia bisa berkarya, mencari rizku dan mendapatkan kebaikan dan manfa’at serta tidak menjadi beban orang lain

WA’FUANNI. Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. 

Dari do’a tsb diawali do’a dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan ampunan utk menghapus dosa. Sehingga kita berharap benar-benar bersih dari dosa.

ALLAH SWT memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah SAW mencontohkan kepada kita.

TERKADANG YG JADI PERSOALAN DI MANA HATI DAN  PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO’A ITU

Padahal begitu dahsyatnya makna  do’a tsb, tapi masih banyak orang sering tergesa-gesa membacanya. Seharusnya  thuma’nina dengan meresapi dan benar2 meminta kepada ALLAH SWT.