Category Archives: Tokoh Islam

Kisah Para Khalifah : Abu Bakar Ash Shiddiq

Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu

“Tidak seorang pun yang mempunyai jasa baik kepada kami melainkan kami telah membalasnya kecuali Abu Bakar, sesungguhnya dia mempunyai jasa mulia, Allah yang akan membalasnnya di hari Kiamat. Aku tidak mengambil manfaat dari harta seseorang seperti aku mengambil manfaat dari harta Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khalil niscaya aku menjadikan Abu Bakar sebagai khalil.” [Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam]

Dia seorang laki-laki berkedudukan agung, berderajat tinggi, beribadah kepada Allah dengan meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berjihad di jalan Allah, dan memberikan seluruh hartanya di jalan Allah.

Dia menolong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat orang-oorang mengabaikan beliau, beriman kepada beliau pada saat orang-orang ingkar kepada beliau, dan membenarkan pada saat orang-orang mendustakan beliau.

Tidak sedikit dari anak-anak kaum muslimin yang tidak mengetahui jasa-jasa besarnya sehingga mereka menzhalimi hak-haknya, meremehkan kedudukannya yang mulia dan tidak menghargai dengan sebenar-benarnya.

Yang berpura-pura tidak mengetahui bukan hanya orang-orang awam semata, bahkan orang-orang khusus dari kalangan para khatib, para pemberi nasihat, para da’i juga para penulis.

Bisa jadi karena dia adalah orang besar di samping orang yang lebih besar, mulia disamping yang lebih mulia, maka kebesaran Sahabatnya shallallahu ‘alaihi wa sallam, kedudukan dan derajatnya menutupi kebesaran , kedudukan dan derajatnya.

Dia adalah Sahabat terbaik tanpa diperselisihkan, matahari tidak terbit dan tidak terbenam setelah para Nabi dan para Rasul atas seorang laki-laki yang lebih baik daripadanya.

Dialah laki-laki yang pertama kali beriman menurut pendapat yang shahih. Dialah seorang laki-laki yang jika imannya ditimbang dengan iman umat maka imannya lebih berat.

Dialah orang yang bersih hati, pemalu, tegas namun pengasih, seorang saudagar yang mulia, pemilik fitrah lurus dan bersih dari noda-noda Jahiliyah dan kegelapan.

Dia mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebuah kemulian besar bisa menyerupai beliau.

Seorang laki-laki bukan layaknya laki-laki, mempunya sejarah hidup bukan layaknya sejarah hidup.

Diajak masuk Islam, diapun menjawab tanpa keraguan, tanpa maju-mundur dan tanpa bimbang.

Dia langsung masuk Islam dengan penuh keyakinan.

Karena para pemilik fitrah yang lurus tidak akan pernah bimbang menerima kebaikan yang diserukan kepadanya.

Bagaimana dia tidak segera menerima Islam sementara dia telah berkawan akrab dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum beliau menjadi Nabi dan Rasul. Dia mengetahui kejujuran beliau, amanah beliau, kebaikan tabiat beliau serta kemulian akhlak beliau.

Dia mengetahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berdusta kepada manusia, mana mungkin beliau berani berdusta atas nama Allah Jalla wa ‘Alaa. Karena itulah ketika dia diajak kepada Allah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, batinnya mengatakan, “Aku belum pernah mengetahui engkau berdusta.”

Adapun bibirnya mengatakan, “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” Lalu dia memberikan tangannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk membai’at beliau, jadilah tangan pertama yang diulurkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Siapakah Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu?

Dia adalah ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al Quraisy At Taimi, Abu Bakar ash Shiddiq bin Abi Quhafah.

Dia dilahirkan di Mina, nasabnya bertemu dengan nasab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Murrah.

Di masa Jahiliyyah dia menikah dengan dua wanita: Qutailah binti Abdil Uzza dan Ummu Ruman binti Amir.

Dan dimasa Islam dia menikah dengan dua wanita: Asma’ binti Umais dan Habibah binti Kharijah bin Zaid.

Teladan Bahkan Semasa Jahiliyah

Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu adalah teladan dalam segala bidang –hingga pada masa Jahiliyyah sekalipun- maka jangan heran kalau setelah dia masuk Islam, dia adalah orang terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“Sebaik-baik kalian di masa Jahiliyyah adalah sebaik-baik kalian di masa Islam jika mereka memahami agamanya.”

Ibnu Ishaq rahimahullah berkata, “Abu Bakar adalah seorang laki-laki yang disukai dan dicintai oleh kaumnya. Dia adalah orang Quraisy yang paling tahu nasab Quraisy, orang Quraisy yang paling mengenal Quraisy dan paling mengenal kebaikan dan keburukan yang ada pada Quraisy. Dia adalah laki-laki pemilik akhlak yang baik. Para petinggi Quraisy mendatanginya dan menyukainya karena ilmu dan perniagaannya serta kepandaiannya dalam bergaul. Orang-orang dari kaumnya yang dia percaya, yang bergaul dan berkawan dengannya dia ajak kepada Allah dan kepada Islam.”

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu mengharamkan khamr (minuman keras) atas dirinya pada masa Jahiliyyah. Dia tidak meminumnya sekalipun, tidak pada masa Jahiliyyah, apalagi ketika dia masuk Islam. Hal itu karena pada suatu hari dia melewati seorang laki-laki yang sedang mabuk. Orang mabuk itu meletakkan tangannya pada kotoran manusia lalu mendekatkan tangannya ke hidungnya. Jika dia mencium bau busuknya maka dia menjauhkan tangannya dari hidungnya, maka Abu Bakar mengharamkan khamr atas dirinya.
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu tidak pernah sujud kepada berhala sekalipun.

Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata di hadapan beberapa orang Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aku tidak pernah sujud kepada berhala sekalipun. Ketika itu usiaku mendekati baligh. Ayahku Abu Quhafah, membawaku ke sebuah ruangan miliknya, disana ada berhala-berhala miliknya. Dia berkata kepadaku, ‘Ini adalah tuhan-tuhanmu yang tinggi lagi mulia.’ Lalu dia pergi meninggalkanku. Aku mendekat kepada sebuah berhala, lalu aku berkata, ‘Aku lapar, berilah aku makan.’ Berhala itu tidak menjawab. Aku berkata, ‘Aku tidak berpakaian, berilah aku pakaian.’ Berhala itu tetap tidak menjawab. Maka aku mengambil sebuah batu dan menghantamkan batu itu kepadanya dan ia pun tersungkur.”

Abu Bakar Masuk Islam

Dari Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Abu bakar berkata, ‘Bukankah aku lebih berhak atasnya? –maksudnya adalah khilafah- Bukankah aku adalah orang pertama yang masuk Islam? Bukankah aku adalah pemilik ini, bukankah aku adalah pemilik ini?’”

Imam as Suyuthi rahimahullah berkata, “Ada yang berkata bahwa orang pertama yang masuk Islam adalah Ali, yang lain mengatakan: Khadijah. Pendapat-pendapat ini bisa digabungkan dengan mengatakan Abu Bakar adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan laki-laki dewasa, Ali dari kalangan anak muda, dan Khadijah dari kalangan kaum wanita. Orang pertama yang melakukan penggabungan ini adalah Imam Abu Hanifah rahimahullah.’”

Begitu Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu masuk Islam, dia langsung memikul amanat agama di atas pundaknya, dia mulai berdakwah mengajak manusia kepada agama Allah Jall wa ‘Alaa. Ditangannya, masuk Islamlah enak orang dari sepuluh orang Sahabat yang dijamin masuk Surga.

Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu akan datang pada hari kiamat, sedangkan enam orang itu dalam timbangan kebaikannya.

Bahkan telah masuk Islam melalui tangannya orang-orang dalam jumlah besar selain enam orang mulian lagi suci tersebut.

Demikianlah semestinya seorang da’i, dia memikul kewajiban berdakwah kepada orang-orang di sekitarnyaaaaa, khawatir mereka akan ditimpa adzab Allah sehingga dia membimbing mereka menuju ridha Allah dan Surga-Nya

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Memberinya Gelar ‘ATIIQ

Di antara keutamaan Abu Bakar adalah Al Habib shallallahu ‘alaihi wa sallam, memberikan gelar ‘Atiiq kepadanya.

Dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku sedang berada dalam rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan para Sahabat berada di halaman. Di antara aku dengan mereka terdapat kain pembatas. Tiba-tiba Abu Bakar datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Barang siapa yang ingin melihat seorang ‘Atiiq (yang dibebaskan) dari api Neraka, hendaklah dia melihat orang ini.”

Nama Abu Bakar dari keluarganya adalah ‘Abdullah bin ‘Utsmman bin ‘Amir, namun nama ‘Atiiq lebih kesohor.[8]

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Abu Bakar datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Bergembiralah! Engkau adalah ‘Atiiqullah (orang yang dibebaskan oleh Allah) dari api neraka.’”

Saya (Aisyah) berkata: maka sejak saat itu dia dikenal dengan ‘Atiiq.’”

Sebagian Dari Keutamaan & Keunggulan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling berjasa kepada dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khalid (kekasih) selain Rabb-ku, niscaya aku mengangkat Abu Bakar (sebagai khalil), akan tetapi (yang ada adalah) persaudaraan Islam dan kasih sayangnya. Tidak tersisa sebuah masjid kecuali ia ditutup selain pintu Abu Bakar. [10]

Dari Anas bin Malik radhiyallahuy ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Umatku yang paling sayang kepada kepada umatku adalah Abu Bakar, yang paling kuat karena Allah adalah ‘Umar, yang paling besar rasa malunya adalah ‘Utsman dan yang paling menguasai peradilan adalah ‘Ali…’”

Dalam sebuah riwayat:

“Umatku yang paling belas kasihan kepada umatku adalah Abu Bakar…”

Dari Abu Sa’id al Khudry radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“Sesungguhnya penghuni derajat-derajat yang tinggi terlihat di atas mereka seperti kalian melihat bintang yang bersinar di langit. Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka dan keduanya dalam kenikmatan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak seorangpun yang mempunyai jasa baik kepada kami kecuali kami telah kami telah membalasnya kecuali Abu Bakar, sesungguhnya dia mempunyai jasa mulia, Allah yang akan membalasnya di hari Kiamat. Aku tidak mengambil manfaat dari harta seseorang seperti aku mengambil manfaat dari harta Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengangkat seorang khalil niscaya aku menjadikan Abu Bakar sebagai khalil. Dan sesungguhnya shahabat kalian ini adalah khaliilullaah (kekasih Allah).” [

Dari Jabi bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Abu Bakar dan Umar dalam agama ini kedudukannya seperti pendengaran dan penglihatan bagi kepala.”

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Teladanilah dua orang sepeninggalku dari para Sahabatku: Abu Bakar dan Umar…”

Dari Abu Bakar bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang bermimpi tadi malam?” Maka seorang laki-laki berkata, “Saya, saya melihat dalam mimpi sebuah timbangan turun dari langit. Lalu engkau dengan Abu Bakar ditimbang maka engkau lebih berat daripada Abu Bakar. Umar dan Abu Bakar ditimbang maka Abu Bakar lebih berat daripada Umar. Umar ditimbang daripada Utsman maka Umar lebih berat daripada Utsman. Kemudian timbangan itu diangkat.” Dia berkata, “Kami melihat rasa tidak suka pada wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Disini terlihat keutamaan Abu Bakar atas Umar dan orang-orang setelahnya. Ucapannya, “Kami melihat rasa tidak suka pada wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Dikatakan dalam Tuhfatul Ahwadzi, “Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui bahwa makna mimpi diangkatnya timbangan adalah menurunnya nilai segala perkara dan munculnya fitnah-fitnah pasca khilafah Umar. Makana salah satu lebih berat atas yang lain adalah bahwa yang lebih berat adalah yang lebih baik.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat kepada Abu Bakar dan Umar, maka beliau bersabda:

“Dua orang ini adalah sayyid (penghulu) orang-orang dewasa penduduk surga dari kalangan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, kecuali para Nabi dan para Rasul. Ajngan katakan hal ini kepada mereka berdua, wahai Ali.” [18]

Dari Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Abu Bakar disurga, Umar disurga, Utsman disruga, Ali disurga, Thalhah disurga, Az Zubair disurga, Abdurrahman bin Auf disurga, Sa’ad bin Abi Waqqash disurga, Sa’id bin Zaid di surga, dan Abu Ubaidah disurga.”[19]

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Bakar:

“Engkau adalah sahabatku di haudh (telaga) dan sahabatku di gua.” [20]

Pengarang Tuhfatul Ahwadzi berkata, “(Sabda Nabi), “Engkau adalah sahabaku di hauds.” Yakni, telaga Al Kautsar. “dan Sahabatku di gua.” Yakni, gua yang berada di gunung Tsur tempat keduanya bersembunyi didalamnya ketika keduanya hijrah ke Madinah.”

Dari Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di dalam gua, ‘Seandainya seorang di antara mereka melihat ke kedua kakinya, niscaya akan melihat kita, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Apa dugaanmu, wahai Abu Bakar dengan dua orang, sedangkan yang ketiganya adalah Allah.”[21]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami memilih siapa yang terbaik pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kami memilih Abu Bakar kemudian Umar kemudian Utsman radhiyallahu ‘anhuma.” [22]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Aku tidak mengambil manfaat dari harta seseorang seperti aku mengambil manfaat dari harta Abu Bakar.’

Maka Abu Bakar menangis seraya berkata, “Bukankah diriku dan hartaku hanya untukmu ya Rasulullah?’” [23]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke Gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman lalu Uhud berguncang, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tenanglah wahai Uhud, diatasmu hanyalah seorang Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid.” [24]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sebaik-naik laki-laki adalah Abu Bakar, sebaik-baik laki-laki adalah Umar…” [25]

Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berwudhu dirumahnya…Abu Musa berkata, makaaku berkata, ‘Sepanjang hari ini aku akan mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku akan selalu bersama beliau. Lalu aku datang ke masjid. Disana aku bertanya tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang menjawab, ‘Beliau keluar dari arah ini dan ini.’ Maka aku menuju arah yang mereka tunjuk. Aku bertanya tentang beliau, ternyata beliau masuk ke sumur Aris. Aku duduk di pintu dan pintunya dari pelepah kurma. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelesaikan keperluannya dan berwudhu, aku berdiri kepada beliau, ternyata beliau sedang duduk di atas sumur Aris. Beliau duduk ditepiannya membuka kedua betisnya dan menjulurkannya kedalam sumur. Aku memberi salam kepada beliau lalu aku beranjak. Aku duduk di pintu, aku berkata, ‘Hari ii aku akan menjadi penjaga pintu bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Lalu Abu Bakar datang. Dia mendorong pintu, lalu aku bertanya, ‘Siapa?’ Dia menjawab, ‘Abu Bakar.’ Aku berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, Abu Bakar minta izin.’ Nabi bersabda, ‘Izinkan untuknya, dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan Surga.’ Aku kembali ke pintu lalu aku berkata kepada Abu Bakar, ‘Masuklah, dan Rasulullah telah memberimu kabar gembira dengan surga.’ Maka Abu Bakar masuk dan duduk disebelah kanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dipinggir sumur dengan menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur seperti yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membuka kedua betisnya…” [26]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketika seorang penggembala bersama domba-dombanya, datanglah seorang serigala dan menyerangnya. Ia mengambil seekor domba , maka penggembala itu mengejarnya. Maka serigala itu menoleh kepada penggembala itu lalu berkata, “Siapa yang akan menjaganya pada hari binatang buas?”[27] pada hari itu tidak ada gembala selain aku.” Ketika seorang laki-laki menggiring seekor sapi, sedangkan sapi itu menoleh kepadanya dan berbicara, “Sesungguhnya aku tidak diciptakan untuk ini, tetapi aku diciptakan untuk membajak sawah.’ Maka orang-orang berkata, ‘Subhanallaah..’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku, Abu Bakar dan Umar bin Al Khaththab beriman kepada semua itu.” [28]

Dari Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah bahwa dia mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Umar diletakkan diatas ranjang kematian (setelah ditikam). Orang-orang berdatangan untuk mendoakan dan menshalatkan sebelum dia diangkat. Aku berada di antara hadirin, tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang laki-laki yang memegang pundakku,ternyata dia adalah Ali bin Abi Thalib. Dia mendoakan Umar agar dirahmati Allah dan dia berkata, “Engkau tidak meninggalkan seorang pun yang lebih aku sukai untuk bertemu Allah dengan membawa seperti amalannya selain dirimu. Demi Allah, aku benar-benar yakin bahwa Allah akan menjadikanmu bersama kedua sahabatmu. Aku sering mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Aku pergi bersama Abu Bakar dan Umar, Aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar dan aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar.’ [29]
Kedudukan Ash Shiddiq di Sisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku sedang duduk bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tiba-tiba Abu Bakar datang tergopoh-gopoh sambil memegang ujung kainnya sehingga lututnya terlihat. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sahabat kalian menghadapi masalah penting.’ Maka Abu Bakar mengucapkan salam lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, antara aku dengan Ibnul Khaththab telah terjadi sesuatu. Aku terlanjur menghinanya, kemudian aku menyesal. Aku memintanya untuk memaafkanku namun dia tidak berkenan. Maka aku datang kesini.’

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Semoga Allah mengampunimu, wahai Abu Bakar.’

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengulangnya tiga kali. Kemudian Umar menyesal. Dia datang ke rumah Abu Bakar dan bertanya, ‘Apakah Abu Bakar ada disini? Keluarganya menjawab, ‘Tidak.’ Maka Umar datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sementara wajah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berubah menjadi marah, sampai-sampai Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar. Abu Bakar berlutut dan berkata, ‘Ya Rasulullah, akulah yang berbuat salah…aku lah yang berbuat salah.’ Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

‘Sesungguhnya Allah mengutusku kepada kalian lalu kalian berkata, ‘Engkau berdusta.’ Tetapi Abu Bakar berkata, ‘Dia benar.’ Abu Bakar telah membantuku dengan jiwa dan hartanya, apakah kalian berkenan membiarkan sahabatku untukku? apakah kalian berkenan membiarkan sahabatku untukku?

Maka setelah itu tidak ada yang berani menyakiti Abu Bakar.” [30]

Dari Muhammad bin Sirin rahimahullah, ia berkata, “Anas bin Malik ditanya tentang semir Rambut Rasulullah, maka dia berkata, ‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak tumbuh uban kecuali sedikit, akan tetapi Abu Bakar dan Umar sepeninggal beliau telah mewarnai rambut ekduanya dengan henna dan katam.’ Anas berkata, ‘Abu Bakar membawa ayahnya, Abu Quhafah, kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada hari Fat-hu Makkah. Abu Bakar menggendongnya hingga dia meletakkannya di depan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Abu Bakar, ‘Seandainya engkau membiarkan orang tuamu dirumah, niscaya kami yang akan datang kepadanya.’ Hal itu beliau katakan untuk menghormati Abu Bakar. Maka Abu Quhafah masuk Islam sementara rambut dan jenggotnya putih seperti pohon Tsagamah, Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Ubahlah keduanya tetapi jangan dengan warna hitam.’”[31]

Dari ‘Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Ya Rasulullah, siapa orang yang paling engkau cintai?’ Beliau menjawab, ‘Aisyah.’ Aku bertanya, ‘Dari Kaum laki-laki?’ Beliau menjawab, ‘Ayahnya.’”[32]

Daftar Pustaka:

[1] dari kaset berjudul Shuwar wa ‘Ibar karya Syaikh ‘Ali Al Qarni

[2] Thabaqaat Ibni Sa’ad (III/125-126), Al Isti’aab (III/963), dan Al Ishaabah (II/417)

[3] Diriwayatkan oleh Al Bukhari no.3353, 3374 dan Muslim no.2378 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Shahiihul Jaami’ no.3267

[4] As Siirah karya Ibnu Hisyam (1/211)

[5] At Tariikh al Islaami karya Mahmud Syakir (III/31)

[6] HR.Tirmidzi no.3667 dari Abu Sa’id al Khudry radhiyallahu ‘anhu. Dishahiihkan oelh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahiih Sunan At Tirmidzi no.2898

[7] Tariikh Al Khulafaa’ hal.34

[8] HR.At Tirmidzi no.3679. Ath Thabarani dalam Al Kabiir no.9, Al Hakim dalam al Mustadrak (II/415), Al Haitsami menyebutkannya dalam Al Majmaa’ (IX/40) dan dia berkata, “Rawi-rawi keduanya tsiqat.” As Suyuthi menyebut dalam Al Jaamiul Kabiir no.438 bahwa Ibnu Katsir menisbatkannya kepada Abu Nu’aim dan dia berkata, Ibnu Katsir berkata, “Sanadnya jayyid.”

[9] HR.Tirmidzi no.3679, kitab Al Maaqib bab Manaaqib Abi Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah dalam ash Shahiihah no.1574

[10] HR.Bukhari & Muslim

[11] HR.Imam Ahmad, At Tirmidzi, Ibnu Majah dan An Nasa’i. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.895

[12] Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Ibnu Umar. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.868

[13] HR.Imam Ahmad , At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.2030

[14] HR.At Tirmidzi dan Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani Shahiih Sunan at Tirmidzi no.2894

[15] Syaikh Al Albani berkata dalam ash Shahihah no.815, “Sanad ini adalah hasan, rawi-rawinya tsiqah.”

[16] HR. At Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.1144

[17] HR.Abu Dawud, kitab as Sunnah. At Tirmidzi kitab ar Ru’ya. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiih Sunan Abi Dawud no.3875

[18] HR.At Tirmidzi no.3666 kitab Manaaqib. Syaikh Al Albani berkata dalam ash Shahihah no.824, “Sesungguhnya hadits ini dengan sejumlah jalan periwayatannya adalah shahih tanpa diragukan.”

[19]HR.At Tirmidzi. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.50

[20] HR.Tirmidzi secara mursal, dia berkata, “Hasan shahih.”

[21] HR.Bukhari, Muslim dan at Tirmidzi

[22] HR.Bukhari & Ahmad

[23] HR.Ahmad, Ibnu Majah. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.5808

[24] HR.Bukhari, Abu Dawud dan at Tirmidzi

[25] HR.Tirmidzi dan Ahmad. Dishahiikan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahiihul Jaami no.6770

[26] HR.Bukhari dan Muslim

[27] Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari (VII/27) berkata, “Ad Dawudi berkata, “Maknanya, siapa yang akan menjaganya pada saat binatang buas yaitu singa menyerangnya lalu engkau lari meninggalkannya dan ia pun mengambil mangsanya, pada saat itu aku yang akan menggantikannya, tidak ada penggembala baginya selain aku.” Dikatakan, hal itu terjadi pada saat manusia sibuk dengan fitnah-fitnah sehingga domba-domba dibiarkan, akibatnya binatang buas memangsanya dan serigala seolah-olah menjadi penggembala karena ia sendirian.”

[28] HR.Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi

[29] HR.Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah.

[30] HR.Bukhari no.3661

[31] HR.Ahmad III/160, Abu Ya’la no.2831, Ibnu Hibban no.1476, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam as Sililah ash Shahihah no.496

[32] HR.Muslim no.2384 dan At Tirmidzi 3885

Kisah Lengkap Para Wali Songo

Kisah Lengkap Para Wali Songo

Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang,Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan GunungJati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubunganguru-murid

Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim.Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupuSunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. SunanKalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak SunanKalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabatpara Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal. Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur,Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalahpara intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Merekamengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocoktanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan. Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling pentingdi masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timurNusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun jugapemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreatorkarya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat “sembilan wali”ini lebih banyak disebut dibanding yang lain. Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai “tabib” bagi Kerajaan Hindu Majapahit Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai “paus dari Timur” hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapatdipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.

1. Maulana Malik Ibrahim

  • Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir diSamarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi
  • Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak,ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku).Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.
  • Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.
  • Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Lerankecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.
  • Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan caramembuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah.Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.
  • Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur

2. Sunan Ampel

  • Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, di identikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)
  • Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.
  • Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.
  • Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Diantara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura.
  • Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah danibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah “Mo Limo” (moh main, moh ngombe, mohmaling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk “tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina.”
  • Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan disebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

3. Sunan Giri

  • Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahirdi Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu kelaut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawiversi Meinsma).
  • Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua.Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke SamudraPasai.
  • Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai.Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah “giri”. Maka ia dijuluki Sunan Giri.
  • Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.
  • Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu.Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Iadiakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.
  • Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.
  • Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.
  • Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih.Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmara dana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.

  1. Sunan Bonang
  • Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir di perkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban
  • Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul.Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali–yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh menunjuknya.
  • Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus.Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
  • Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tablighnya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah
  • yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.
  • Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya.Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.
  • Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

5. Sunan Kalijaga

  • Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, AryaWilatikta diperkirakan telah menganut Islam
  • Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yangdisandangnya.
  • Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga diCirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (‘kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan.
  • Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478),Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebondan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satudari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.
  • Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya,Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” bukansufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
  • Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.
  • Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.
  • Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura,Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede-Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

6. Sunan Gunung Jati

  • Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati.Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).
  • Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda,pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.
  • Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.
  • Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.
  • Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.
  • Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal KesultananBanten.
  • Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

7. Sunan Drajat

  • Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M. Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di DusunJelog pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran Lamongan.
  • Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria.Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’.
  • Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim piatu dan fakir miskin.

8. Sunan Kudus

  • Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang.
  • Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul.Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali–yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh menunjuknya.
  • Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus.Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
  • Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tablighnya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.
  • Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya.Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.
  • Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

9. Sunan Muria

  • Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer keutara kota Kudus
  • Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.
    Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.
  • Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.

Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq Yang Luarbiasa dan Paling Inspiratif 

Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq Yang Luarbiasa dan Paling Inspiratif 

Abu Bakar Ash-Shiddiq  termasuk di antara orang-orang yang paling awal memeluk agama Islam atau yang dikenal dengan sebutan as-sabiqun al-awwalun. Setelah Nabi Muhammad wafat, Abu Bakar menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 Masehi. Lahir dengan nama asli Abdul ka’bah bin Abi Quhafah. ia adalah satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk. Abu Bakar menjadi Khalifah selama 2 tahun, 2 bulan, dan 14 hari setelah meninggal terkena penyakit.

Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur’an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah al-kadzdzab dalam perang Riddah atau juga dikenal dengan perang yamamah, banyak para penghafal Al Qur’an yang terbunuh dalam pertempuran. Umar lantas meminta Abu Bakar untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur’an. oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat Zaid bin Tsabit, dikumpulkan lembaran al-Qur’an dari para penghafal al-Qur’an dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya,setelah lengkap penulisan ini maka kemudian disimpan oleh Abu Bakar. setelah Abu Bakar meninggal maka disimpan oleh Umar bin Khaththab dan kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al-Qur’an yang dikenal saat ini.

Kalimat Super dan Kata Mutiara Abu Bakar Ash Siddiq Yang Luarbiasa

  • Patuhilah Aku selama Aku patuh kepada Allah swt dan Rasulullah saw, bila Aku tidak mematuhi Allah swt dan Rasulullah saw, maka jangan patuhi Aku lagi.
  • Kami diuji dengan kesusahan, maka kami sabar, tetapi ketika diuji dengan kesenangan (kemewahan), hampir-hampir kami tidak sabar.
  • Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah swt.
  • Semenjak aku masuk Islam, belum pernah kukenyangkan perutku, demi dapat merasakan segarnya beribadah; dan belum pernah pula aku puas minum, karena sangat rindunya aku kepada Ilahi.
  • Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah. Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya. Dan jika seseorang tertarik dengan pesona dunianya yang rendah, Allah swt tidak akan ridha kepadanya selama dia masih menyimpan hal itu dalam hatinya.
  • Ah, ingin aku jadi rumput saja, supaya dimakan oleh kuda (karena sangat ngerinya akan siksaan Allah).
  • Kita menemukan kedermawanan dalam Taqwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam Yaqin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati.
  • Bila telah masuk waktu salat, berdirilah kalian menuju ketempat apimu yang sedang menyala dan padamkanlah ia.
  • Waspadalah terhadap kebanggaan, sebab kalian akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing.
  • Tidak boleh seorang muslim menghina muslim yang lain.Yang kecil pada kaum muslimin, adalah besar pada sisi Allah.

Abdur Razaq Bin Abdul Muhsin: Ulama Madinah Terkenal Di Arab Saudi

wp-1558247991708..jpg

 

Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad (lahir 22 Dzulqaidah 1382H di Zulfi, Riyadh, Saudi Arabia) adalah seorang ulama kenamaan di Saudi Arabia yang menjadi pengajar tetap di Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia. Dia adalah putra dari ulama senior, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad.

Nama lengkap dia Abdurrazaq bin Abdil Muhsin bin Hamd bin Abdil Muhsin bin Abdillah bin Hamd bin ‘Utsman Al Abbad Alu Badr. Adapun Al Abbad adalah laqb dari kakek buyut dia, Abdullah bin Hamd, dia ber-intisab kepadanya. Sedangkan Alu Badr merupakan sebutan untuk keturunan Alu Jalas dari Kabilah ‘Utrah salah satu kabilah Al-‘Adnaniyah. Nenek dia adalah putri dari Sulaiman bin ‘Abdullah Alu Badr.
Dia dilahirkan pada tanggal 22/11/1382 H di desa Zulfi (300 km dari utara Riyadh), Provinsi Riyadh, Saudi Arabia. Dia tumbuh dan dewasa di desa ini dan belajar baca tulis di sekolah yang diasuh oleh ayah dia sendiri. Keluarga dia adalah keluarga ‘alim yang sangat perhatian pada ilmu agama. Ayah dia, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad, adalah ulama besar ahli hadits yang diakui keilmuannya di zaman ini.

Pendidikan dan guru

Dia menuntut ilmu di jenjang universitas khususnya dalam bidang Aqidah sampai meraih gelar Doktoral. Dia juga menimba ilmu dari para ulama besar Saudi Arabia, di antaranya:

  • Ayah dia, al-Allâmah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd hafizhahullâh
  • Al-Allamah Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah
  • Al-Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
  • Fadhîlatusy Syaikh ‘Alî Nâshir Faqîhî hafizhahullâh
  • Fadhîlatusy Syaikh ‘Abdullâh al-Ghunaimân hafizhahullâh

Aktifitas

  • Dia adalah salah satu tim pengajar dan guru besar bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Dia juga menjadi pengisi tetap pengajian di Masjid Nabawi, yang tidak sembarang ulama diizinkan mengajar di sana.
  • Dia pun aktif menjadi narasumber di majelis pengajian yang disiarkan televisi dan radio Saudi Arabia. Dia juga menjadi pengisi kajian rutin di Radio Rodja 756 AM yang diterjemahkan oleh para asatidz Indonesia yang belajar di Saudi Arabia.

wp-1558248369742..jpg

Amru bin Ash, Panglima Perang Islam Termahsyur Sepanjang Sejarah

Amru bin Ash, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

Amru Bin Ash.. Pada awalnya beliau pernah mengambil bahagian dalam peperangan menetang Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim namun masuk Islam bersama Khalid bin Walid. Enam bulan setelah memeluk Islam, beliau bersama Rasulullah SAW menakluk Mekah dalam peristiwa Fathul Mekkah. Ia adalah panglima perang yang bijak dalam mengatur strategi perang.Beliau adalah panglima perang yang menaklukan Baitul Maqdis dan Mesir dari cengkaman Romawi. Ia kemudian dilantik sebagai gabenor Mesir oleh Umar bin Khattab, tetapi kemudian dipecat oleh Khalifah Usman bin Affan. Selanjutnya Muawiyah bin Abu Sufyan melantik kembali beliau menjadi gabenor Mesir. Panglima Amru mengerahkan tentera agar menjujung Al Quran dihujung tombak, ia menggunakan cara ini dalam pertempuran dengan Ali bin Abi Thalib agar Ali bin Abi Thalib menghentikan serangan.

    Abdullah bin Aamir, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

    Abdullah bin Aamir, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

    Abdullah bin Aamir. Abdullah bin Aamir adalah gabenor Busrha (647–656) dan merupakan jeneral tentera yang sangat berjaya pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Othman bin Affan. Dia terkenal atas kehebatannya dalam pengurusan ketenteraan.

    FREEDOWNLOAD : Kumpulan Ceramah Terhebat Ustadz Adi Hidayat

    1556178985085.jpg

    Ustadz Adi Hidayat dikenal sebagai salah satu Ustadz yang lagi populer di kalangan netizen Muslim. Popularitasnya sebagai seorang pendakwah sedang menanjak. Video-video ceramahnya banyak di tonton oleh jutaan kaum muslim di Indonesia.

    FREEDOWNLOAD: KUMPULAN CERAMAH TERHEBAT ADI HIDAYAT

    Biodata Ustadz Adi Hidayat

    • Nama : Adi Hidayat, Lc, MALahir : Pandeglang, Banten, 11 September 1984, Orang Tua : Warso Supena (Ayah), Hj.Rafiah Akhyar (Ibu), Saudara : Ade Rahmat, Neng Inayatin, Ima Rakhmawati, Ita Haryati, Istri : (Belum Diketahui), Anak : 2 Orang

    Biografi Ustadz Adi Hidayat

    • Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA dilahirkan pada tanggal 11 September 1984 di Pendeglang, Banten. Ayahnya bernama Warso Supena dan ibunya bernama Hj.Rafiah Akhyar. Adi Hidayat memiliki 4 orang saudara.
    • Masa Kecil. Ustadz Adi Hidayat mengenyam pendidikan awal di TK Pertiwi Pandeglang di tahun 1989. Setelahnya, orang tuanya memasukkannya di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga ke jenjang kelas 3 SD.
    • Saat kelas 4 SD, Adi Hidayat pindah ke SDN III Pandeglang hingga ia tamat SD. Semasa kecilnya, Adi Hidayat merupakan siswa yang cerdas.

    Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

    • Terbukti ia berhasil masuk dalam kelas unggulan disekolah tersebut sekabupaten Pandeglang. Dalam Biografi Ustadz Adi Hidayat seperti dilansir dari detik.com, Sebenarnya Adi Hidayat ketika itu akan masuk ke sekolah unggulan SMP 1 Pandeglang, Banten.
    • Namun karena ia menceritakan mimpinya yang bertemu Rasulullah SAW kepada orang tuanya, maka kemudian orang tuanya memasukkan anaknya ke sekolah agama.
    • Adi Hidayat akhirnya melanjutkan pendidikannya ke Madarasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang. Disini Adi Hidayat dikenal sebagai siswa berprestasi yang pernah menjadi penceramah cilik ketika wisuda santri.
    • Setelah tamat Madrasah, Adi Hidayat melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyyah Garut di tahun 1997.
    • Di Ponpes ini, Adi Hidayat banyak memperoleh bekal ilmu agama secara lebih mendalam serta pengetahuan lainnya. Di Ponpes ini juga Adi Hidayat meraih sejumlah prestasi. Ia lulus dengan predikat Santri Teladan.
    • Kuliah UIN Syarif Hidayatullah
      Prestasinya yang cemerlang membuat ia diterima masuk jalur PMDK di Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2003.
      Belajar di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Libya
      Namun dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2005, Adi Hidayat mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya di Kuliyya Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya.
    • Di Libya, Adi Hidayat sangat intensif belajar mengenai agama islam mulai dari al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah dan lain-lain.
    • Ia juga semakin mendalami makna Alquran dan Hadist dengan mengambil program khusus bernama Lughah Arabiyyah wa Adabuha.

    Belajar ke Berbagai Syaikh

    • Dalam Biografi Ustadz Adi Hidayat seperti yang dilansir dari akhyar.tv, Ustadz Adi Hidayat juga banyak bertalaqqi atau belajar mengenai Alquran dengan para ulama atau Syaikh yang ia temui di Libya dan negara lain yang pernah ia kunjungi.
    • Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim (muqri internasional), Syaikh Ali al-Liibiy (Imam Libya untuk Eropa), Syaikh Ali Ahmar Nigeria (riwayat warsy), Syaikh Ali Tanzania (riwayat ad-Duri) mengajarkan Adi Hidayat mengenai Alquran.
    • Sementara Syaikh Usamah dari Libya mengajarkan ia ilmu tajwid. Adapun syaikh Tanthawi Jauhari (Grand Syaikh al-Azhar) dan Dr. Bajiqni (Libya) mengajarkan Adi Hidayat mengenai ilmu tafsir.
    • Dr. Shiddiq Basyr Nashr (Libya) menjarkannya mengenai ilmu hadist. Dan Syaikh ar-Rabithi (mufti Libya) dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili (Ulama Syiria) mengajarkannya mengenai ilmu fiqh dan ushul fiqh.
    • Mengenai Ilmu bahasa, Adi Hidayat memperolehnya dari syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif (Pakar bahasa Dunia, anggota majma’ al-lughah), Dr. Muhammad Djibran (Pakar Bahasa dan Sastra), Dr. Abdullâh Ustha (Pakar Nahwu dan Sharaf), Dr. Budairi al-Azhari (Pakar ilmu Arudh), juga masyayikh lainnya. dan ilmu tarikh, ia peroleh dari Ust. Ammar al-Liibiy (Sejarawan Libya).
    • Di akhir tahun 2009, Adi Hidayat diangkat sebagai ketua dewan khatib jami Dakwah Islamiyyah Tripoli atau disebut amînul khutabâ. Dengan posisi ini, Adi Hidayat mempunyai hak berhak menentukan para khatib dan pengisi di Masjid Dakwah Islamiyyah di Tripoli, Libya.
    • Selama menimba ilmu di Tripoli, Libya, Ustadz Adi Hidayat menyelesaikan pendidikan S1 nya dalam kurun waktu 2.5 tahun. Dan jenjang pascasarjana ia selesaikan dalam waktu 2 tahun di Islamic Call College Tripoli, Libya. Ia juga aktif di saluran televisi at-tawâshul TV Libya dalam acara tsaqafah Islâmiyyah.

    Kembali Ke Indonesia

    • Setelah hampir 6 tahun di Libya, Adi Hidayat kemudian kembali ke Indonesia dan berhasil membawa membawa gelar L.c (License), gelar sarjana di kawasan Timur Tengah.
    • Di Indonesia, Ustadz Adi Hidayat kemudian menjadi pengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah di wilayah Lebak bulus, Banten. Setelah itu di tahun 2013, Ustadz Adi Hidayat mendirikan Quantum Akhyar Institute sebuah lembaga bimbingan dan kajian islam di Bekasi, jawa Barat. Ia juga melanjutkan pendidikan masternya di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
    • Hingga saat ini Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA banyak mengisi ceramah ceramah agama di berbagai tempat. Jamaah yang mengikuti kajiannya sangat banyak dikarenakan ceramahnya mengenai keislaman sangat mudah dipahami oleh banyak orang. Selain itu video ceramahnya juga banyak ditonton oleh jutaan netizen di Youtube maupun di sosial media seperti Facebook.

    wp-1521930487666..jpg

     

    Kehebatan Pemain Liverpool Muhammad Salah, Fan Liverpoolpun Masuk Islam karena Pejuang Dakwah Itu

    Kehebatan Pemain Liverpool Muhammad Salah, Fan Liverpoolpun Masuk Islam karena Pejuang Dakwah Itu

    Untuk mendapatkan hidayah masuk Islam ternyata Allah memilih cara yang bahyak dan beberapa ada yang unik. Demikian menjadi pejuang dakwah tidak harus sehebat DR Zakir Naik, tidak harus setenar Ustadz Abdul Somad, tidak harua sepintar Adi Hidayat. Ternyata melalui pemain sepakbola pun bisa menjadi pejuang dakwah di dunia. Mohamed Salah sepertinya mampu membuat banyak orang di Liverpool, terutama pendukung The Reds, masuk Islam! Seorang fans klub sepak bola Liverpool dilaporkan masuk Islam mengucapkan 2 kalimat syahadat usai klubnya menang besar 5-0 melawan Watford pada Minggu (18/03) dini hari. Bintang sepak bola asal Mesir, Mohamed Salah menjadi sosok yang menjembatani muallaf pendukung Liverpool usai mencetak empat gol ke gawang Watford, dan memecahkan sejumlah rekor. Sedangkan sedangkan satu gol lainnya dicetak Roberto Firmino. Dengan tambahan empat gol, Salah telah mencetak 36 gol di semua kompetisi untuk Liverpool sejak didatangkan dari AS Roma pada musim panas lalu. Itu adalah jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak oleh seorang pemain di musim pertamanya bersama Liverpool. Dalam pertandingan semalam, Salah menorehkan rekor baru dengan mencetak empat gol cuma dari empat tembakan. Ini menjadikan pemain asal Mesir menjadi pemain pertama yang melakukan hal tersebut di Premier League sejak Andrey Arshavin (Arsenal) melakukannya ke gawang Liverpool di Anfield pada April 2009.

    Puja-puji terhadap Mohamed Salah memang tidak salah. Pelatih Liverpool Juergen Klopp menyanjung Salah sebagai pemain fantastis dan luar biasa. “Tak ada kata-kata lagi untuk menuliskan dia,” kata Klopp. Mantan pemain Liverpool Phil Babb memuji setinggi langit bintang the Reds saat ini Mohamed Salah. Babb mengatakan, sudah lama Liverpool tak memiliki striker setajam Salah. Menurut sosok yang pernah memperkuat Liverpool dari 1994 sampai 2000 ini, Salah punya kualitas yang sangat diidamkan oleh semua klub di dunia. Babb pun yakin, striker asal Mesir itu layak dihargai dengan banderol 100 juta pound atau setara Rp 1,9 triliun. “Dengan kehebatannya di lini depan yang dengan fantastis bisa melewati pertahanan lawan sebelum mencetak gol, Salah layak dihargai sangat mahal, 100 juta pound,” kata Babb. Nilai 100 juta pound.

    Babb pun yakin harga Salah bisa terus meroket sampai bursa musim panas Eropa mendatang. Mantan pesepakbola asal Inggris ini pun tak heran jika nanti klub raksasa kaya raya seperti Real Madrid akan memburu jasa Salah. Salah kini menjelma menjadi idola baru di Liverpool. Pemain yang didatangkan dari AS Roma tampil gemilang dan membawa Liverpool bersaing di papan atas Liga Inggris dan Liga Champions lewat gol-golnya.

    Komentar pers Inggris menggambarkan Mohamed Salah sebagai pemain besar yang bergaya hidup baik dan rendah hati. Ia tak pernah sekali pun nongkrong di bar-bar melewatkan malam dengan bercinta dengan foto model-foto model setempat. Di dalam pesawat, di setiap perjalanan pulang ke Inggris setelah laga kemenangan ia tak berulah seperti rekan-rekannya yang mabuk-mabukan. Di dalam pesawat, ia membaca kitab suci Al-Qur’an sambil ditemani secangkir kopi susu panas. Demikian juga setiap acara kunjungan dari para istri atau teman wanita _(“sex bomb” )_ di hotel, Mohamed Salah selalu dikunjungi istrinya Magi yang selalu tampil cantik berhijab dan anaknya Makka (4 tahun).

    Maka para fans Liverpool tidak hanya memuji Mohamed Salah sebagai penyerang hebat. Tapi mereka juga menyatakan diri bakal menjadi memeluk agama Islam dan ikut aktif bersama Mohamed Salah di masjid _(TEMPO_, 4/3/2018). Bahkan pelatihnya sekarang, Juergen Klopp, mengatakan bahwa Mohamed Salah adalah pemain bintang, yang membaca kitab suci agamanya dan konsisten mengamalkan tuntunannya.

    Di Mesir, Mohamed Salah menjadi idola anak-anak muda. “Aku ingin seperti Mohamed Salah ketika besar nanti,” ujar Mohamed Abdel, bocah berusia 12 tahun dari desa Nagrig. Dan berkat bola, Mihamed Salah mampu membangun rumah sakit modern di desanya Nagrig serta memberikan bantuan untuk pendidikan kaum papa di desa asalnya Nagrig dan Mesir. Di Inggris, para fans Liverpool dengan riang berteriak bersama-sama: _Assalamu’allaikum_, Salah, _we need you!_

    Sebuah dakwah riil, nyata, konkrit, membumi. Manakala dakwah dengan sikap dan tindakan lebih dibutuhkan dari pada dengan lisan dan tulisan, *maka, dakwah dengan ahlak dan adab yang luhur bisa mengalahkan 1.000 majelis ilmu (teori) tentang ahlak* Orang menyebutnya sebagai keteladanan. Satu teladan, bisa jadi akan lebih efektif dari seribu penataran. Membangun citra Islam dengan prestasi dan reputasi

    Prestasi Fenomenal pemain muslim asal ini sontak membuat Fans Liverpool ada yang langsung mengikrarkan 2 kalimat Syahadat. Twit ikrar syahadat akun Liverpool Family @lfc_family hingga kini sudah di-Retwit sebanyak 31 ribu dengan ribuan komentar. Luarbiasa hanya dengan karisma kehebatan pemain sepakbola dalam menjebol gawang lawan, seorang Salah bisa jadi pejuang Dakwah untuk agama Islam.

    IF HE SCORES ANOTHER FEW THEN ILL BE MUSLIM TOO pic.twitter.com/qYzdY06wGU— Sean Griffiths (@seangriff123) February 14, 2018 If he’s good enough for you / He’s good enough for me. If he scores another few / Then I’ll be Muslim too!

    Pujian fan sepak bola di Inggris memang luar biasa. Mereka tidak pernah tanggung-tanggung memuji dan membuat nyanyian-nyanyian maupun ungkapan-ungkapan yang dahsyat. Begitu pun terhadap Salah. Ada satu potongan video nyanyian yang menjadi viral di dunia maya. Salah satu chant yang dibawakan suporter menyertakan status Salah sebagai seorang Muslim. Dalam liriknya mereka akan ‘masuk Islam’ jika dan datang ke masjid-masjid jika Salah mencetak gol lagi.
    Ini potongan nyanyian untuk Salah dari fan Liverpool:

    Mo Salah-lah-lah-lah. Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku.
    Jika dia mencetak beberapa gol lagi, maka aku akan menjadi seorang Muslim juga.
    Jika dia cukup baik untukmu, dia cukup baik untukku.
    Duduk di Masjid, itulah tempat di mana aku ingin berada.

    Itulah lirik dari lagu tersebut. Mereka mengatakan bahwa mereka akan menjadi seorang muslim apabila Salah mencetak gol, dan melihat gelontoran gol mantan pemain AS Roma ini yang tak pernah surut, sepertinya semakin banyak pendukung Liverpool yang siap masuk Islam. Chant ini sendiri kabarnya dibuat setelah Kopites mengetahui kebiasaan Salah untuk pergi ke masjid pasca-pertandingan. Hal ini mendapat apresiasi dari Football Against Racism in Europe (FARE), sebuah badan non-profit yang bertujuan untuk membasmi diskriminasi di sepak bola.

    “Ini adalah pertama kalinya saya melihat apresiasi yang begitu riang, terbuka, dan tentunya positif yang bersinggungan dengan kepercayaan satu pemain,” ungkap Direktur FARE, Piara Powar, dilansir dari Washington Post.

    Hal ini juga tentunya membawa angin segar bagi sepak bola Inggris. Menurut data yang diungkapkan oleh FARE, suporter sepak bola di tanah Britania itu terkenal akan kelakuannya yang barbar dan diskriminatif. Dari 1.378 laga yang berlangsung di Eropa dari musim 2015/2016 dan 2016/2017, setidaknya ada 539 insiden yang menyangkut rasisme, anti-semitisme, homofobik, Islamofobik, dan 59 dari insiden itu dilakukan oleh suporter dari Inggris, yang terbanyak di antara negara lain di Eropa.

    Chant terhadap Salah ini tentunya menyenangkan, dan apresiasi serupa pun harus kita berikan kepada suporter Liverpool yang begitu kreatif dalam menciptakan lagu bagi pemainnya. Salut!

    Salah sempat diragukan akan bisa tampil bagus setelah dibeli dari AS Roma pada musim panas kemarin. Akan tetapi semua keraguan itu bisa langsung ditepis oleh pemain berusia 25 tahun tersebut. Salah bisa langsung nyetel dengan performa tim asuhan Jurgen Klopp tersebut. Ia juga langsung menjadi sumber gol bagi The Reds. Namanya kini sejajar dengan para bomber Liverpool terdahulu seperti Luis Suarez ataupun Fernando Torres. Performa apik Salah terus berlanjut hingga di pertandingan melawan Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Estadio do Dragao, Portugal, Kamis (15/02) dini hari WIB. Di laga itu ia berhasil mencetak satu gol yang cantik di menit 29. Pada akhirnya, Salah sukses membantu Liverpool memenangi pertandingan itu dengan skor telak 5-0. The Reds pun kemungkinan besar akan bisa melaju ke babak perempat final Liga Champions. Kecemerlangan Salah di pertandingan itu ternyata menginspirasi sejumlah fans Liverpool untuk membuat chants baru. Dalam syairnya, para fans itu mengaku ingin masuk Islam berkat Salah.

    Untuk menjadi pejuang dakwah tidak harus sehebat Dr Zakir Naik, tidak harus setenar Ustadz Abul Somad Lc MA dan tidak harus sepintar Adi Hidayat, Lc MA. Tetapi jadilah inspirator Islam hanya dengan kehebatan yang ada pada diri kalian. Jadilah pejuang dakwah seperti Muhamaad Salah, kehebatan pemain Liverpool yang menginspirasi fan Liverpool masuk Islam

    Khalid bin al-Walid, Panglima Perang Mualaf Si Pedang Allah

    wp-1510453998103..jpg

    wp-1510454041645..jpgKhalid bin al-Walid, Panglima Perang Mualaf Si Pedang Allah

    Khalid bin al-Walid memiliki julukan sebagai Pedang Allah. Khalid bin al-Walid dikenal lantaran kecer dasan dan ketangguhannya sebagai pemimpin pasukan kuda Quraisy. Tanpa kehadiran Islam di relung hatinya, sosok jenius ini semata-mata jagoan Kota Makkah yang berperang demi memperebutkan harta atau sekadar fanatisme kesukuan. Khalid awalnya termasuk musuh Islam yang paling keras. Dalam Perang Uhud, ia memimpin pasukan kuda Quraisy yang berhasil memukul balik pertahanan kaum Muslimin. Saat itu, pada mulanya kaum kafir Quraisy terdesak sehingga berlarian menyingkir dari tebasan pedang pasukan Muslim.

    Mereka meninggalkan harta benda di belakang. Melihat musuhnya tunggang- langgang, pasukan Muslim yang bertugas mengawasi dengan senjata panah dari bukit justru turun merebut harta rampasan perang. Di sinilah Khalid melihat peluang.

    Khalid bergegas menyerang pasukan Muslim dari arah belakang. Dalam situasi terkejut, cukup banyak pasukan Muslim yang terkena serangan anak buah Khalid. Akan tetapi, Khalid tidak mampu menembus benteng kokoh yang terdiri atas tubuh-tubuh kelelahan para sahabat yang setia menjadi tameng hidup untuk melindungi Rasulullah SAW. Saat itu, dalam diri mereka terdapat keimanan yang kuat, sedangkan dalam pasukan Quraisy hanya ada nafsu dendam.

    Masuk Islamnya Khalid tidak terjadi begitu saja, tapi setelah pergulatan batin yang panjang. Hal itu dimulai ketika kekuatan umat Islam semakin terkonsolidasi di Madinah. Di sisi lain, kondisi di Makkah kian melemah. Enam tahun setelah peristiwa hijrah, perjanjian Hudaibiyah terjadi antara Rasulullah SAW dan pemimpin Quraisy.

    Dalam pada itu, kedua belah pihak menyepakati masa damai 10 tahun lamanya. Lantaran perjanjian ini, Nabi Muhammad SAW dan seluruh pengi kutnya berhak melakukan perjalanan ibadah haji ke Makkah dalam situasi kondusif.

    Khalid mengamati langsung bagaimana umat Islam berbondong-bondong bergerak bersama-sama dari Madinah ke Makkah hanya untuk satu tujuan, yakni menuntaskan kerinduan pada kampung halaman Nabi SAW serta menjalani ibadah haji.

    Di sinilah Khalid merasa bahwa apa yang diperjuangkan Nabi Muhammad bukanlah fanatisme kesukuan atau harta benda, melainkan sesuatu yang lebih luhur, yakni keimanan pada Allah SWT. Dengan kata lain, Nabi tidak menyimpan dendam pada orang-orang Quraisy yang telah menyingkirkannya dari Makkah.

    Seperti ditulis dalam kitab Shuwar min Siyar ash-Shahabiyyat,pada suatu hari Khalid merenungkan agama Islam yang ia saksikan sendiri semakin besar pengikut dan maruahnya. Khalid pun berkata, Demi Allah, sungguh jalan keben aran telah tampak. Orang itu (Nabi Muhammad SAW) benar-benar utusan Allah. Lalu, sampai kapan aku memeranginya? Demi Allah, aku akan pergi menghadapnya dan masuk Islam.

    Keinginan Khalid ini mendapat kecaman dari tokoh Quraisy, Abu Sufyan. Namun, Khalid tidak menyerah. Ia pun menemui Utsman bin Thalhah dan selanjutnya berpapasan dengan Amr bin al-Ash. Ketiganya pergi ke Madinah menghadap kepada Rasulullah SAW di hari pertama Bulan Shafar tahun delapan Hijriyah.

    Ketika berjumpa dengan Nabi, Khalid mengucapkan salam pujian. Wajah Rasulullah berseri-seri dengan menjawab salam Khalid dan dua temannya itu. Sesudah mengucapkan dua kalimat syahadat, Khalid memohon ampunan kepada Allah dan meminta pengertian dari Nabi akan perangainya dahulu sebagai pemimpin pasukan kafir Quraisy. Rasul pun bersabda, Sesungguhnya Islam menghan curkan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya (orang masuk Islam).

    Membela Islam

    • Sebagai pemuka pasukan Muslimin, perang pertama yang dijalani Khalid adalah Perang Mu’tah. Dalam kecamuk peperangan itu, pembawa panji Islam telah gugur sebagai syahid. Kemudian, Tsabit bin Aqram merebut panji Islam dan mengangkatnya tinggi-tinggi sambil berseru, Wahai sekalian kaum Anshar!
    • Maka, pasukan Muslimin segera mendatanginya. Di hadapan mereka, Khalid menerima panji dari tangan Tsabit. Demi Allah, aku Tsabit bin Aqram tidaklah mengambil bendera ini melainkan untuk aku serahkan kepadamu (Khalid).
    • Dengan semangat yang menyala- nyala, Khalid memimpin serangan balasan terhadap pasukan kafir Quraisy. Sejak Perang Mu’tah ini, tidak ada peperangan berikutnya dalam sejarah jihad Islam yang tidak disertai Khalid.
    • Sesudah wafatnya Rasulullah SAW, sejumlah golongan mengumumkan murtad dari agama Islam. Jazirah Arab kembali bergolak. Khalid memimpin pasukan Muslim untuk menghadapi kaum yang menolak membayar zakat serta memecah- belah persatuan umat Islam itu.
    • Setelah situasi Jazirah Arab cukup kondusif, kekuasaan Islam mencakup hingga Irak dan perbatasan Syam (Suriah). Di Irak, pasukan Muslim bertemu dengan bala tentara Persia di bawah komando Raja Kisra yang lalim.
    • Khalid memimpin pasukan Muslim sehingga memenangi pertempuran melawan pasukan Kisra. Usai itu, Khalifah Abu Bakar ash-Shidiq kemudian memerintahkan pasukan Khalid kembali ke negeri Syam. Di sana, sudah menunggu pasukan Romawi yang angkuh.
    • Khalid membawa 10 ribu personel dari Irak melintasi padang pasir ke arah Syam. Mereka menerobos gersangnya gurun dengan perbekalan seadanya. Namun, semua dilalui dengan kepatuhan, keimanan yang teguh, dan kesabaran.
    • Sesampainya di tujuan, Khalid melihat pasukan Romawi yang begitu besar jumlahnya. Ia tidak gentar dan segera mempersiapkan perlengkapan perangnya. Pertempuran antara pasukan Muslim dan pasukan Romawi terjadi di Ajnadin. Kemenangan berada pada pihak Khalid . Setelah itu, pasukan Muslim bergerak menuju medan Yarmuk, di mana pasukan Romawi lainnya sudah menunggu.
    • Saat itu, jumlah pasukan Muslim tak lebih dari 45 ribu personel, sedangkan pasukan Romawi terdiri atas 200 ribu prajurit dengan perlengkapan perang yang lebih unggul. Akan tetapi, Khalid tak gentar dan berusaha mempelajari strategi musuh untuk kemudian menemukan kelemahan-kelemahan mereka. Baik perang di Ajnadin maupun Yarmuk berakhir dengan kekalahan di pihak Romawi. Sejak saat itu, negeri Syam bersih dari kekuasaan Romawi.

    wp-1510453801679..jpg

    Siapakah Ulama Su’, Jauhilah Dia Tanpa Harus Menghinanya

    Siapakah Ulama Su’, Jauhilah Dia Tanpa Harus Menghinanya

    Ulama Su’, Siapakah Dia ?

    ulama su’ atau ulama dunia adalah ulama hitam
    ulama akhirat atau ulama agama adalah ulama putih

    ulama su’ bukan hanya menguasai ilmu agama
    ulama su’ bisa menguasai ilmu di luar ilmu agama
    ulama su’ juga ilmuwan dalam bidang apapun

    Allah sudah memfirmankan “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati.” (QS. Al-Baqarah: 159)

    Rasulullahpun sudah mengatakan
    ada sesuatu yang aku khawatirkan pada kalian daripada selain Dajjal
    yakni ulama yang jahat
    tujuan Dajjal hanya menyesatkan orang lain
    ulama su’ memalingkan orang lain daripada dunia melalui ucapan dan perkataannya
    ulama su’ mengajak orang mencintai dunia melalui perbuatan dan perilaku kesehariannya.

    Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi berpesan ulama jahat adalah dengan ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia, mendapatkan pangkat dan kedudukan

    kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama su’ mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu. (HR al-Hakim)

    Rasulullah mengingatkan
    ulama akhirat adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia
    ulama dunia bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul
    karena itu, jauhilah mereka. (HR al-Hakim) .

    Rasulullah berpesan
    ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan
    sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama. (HR ad-Darimi) .

    Nabi Muhammad bersabda
    siapa yang makan dengan (memperalat) ilmu
    Allah membutakan ke dua matanya dan neraka lebih layak untuknya. (HR Abu Nu‘aim dan ad-Dailami)

    Imam Syafi’i berwasiat
    perhatikanlah panah-panah musuh ditujukan kepada siapa
    maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran
    nanti di akhir zaman akan banyak ulama yang membingungkan umat
    sehingga umat bingung memilih mana ulama warosatul anbiya dan
    mana ulama Suu’ yang menyesatkan umat
    ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik
    jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik
    karena ia ia akan menyesatkan mu, menjauhi mu dari keridhoan Allah

    Imam Ghazali berpesan
    bencana bagi umatku (datang) dari ulama sû’
    ulama su’ dengan ilmunya bertujuan mencari kenikmatan dunia, meraih gengsi dan kedudukan
    ulama su’ adalah tawanan setan
    ulama su’ telah dibinasakan oleh hawa nafsunya dan dikuasai oleh kesengsaraannya
    ulama su’ membahayakan umat dari beberapa sisi
    ulama su’ menjerumuskan umat karena mengikuti ucapan- ucapan dan perbuatan-perbuatannya.
    ulam su’, pena dan lisannya mengeluarkan kebohongan dan kedustaan
    ulama su’ sombong, mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui

    Sayyidina Umar Bin Khoththob ra berkata
    sesungguhnya paling mengkhawatirkannya yang aku khawatirkan dari umat ini
    adalah para munafiq yang berilmu
    bagaimana orang munafiq tapi ia alim?
    ulama dunia itu alim dalam lisannya tapi tidak dalam hati dan amaliahnya

    Imam Al-Ghazali mengingatkan
    ulama dunia karena kerendahan kedudukan mereka
    ulama dunia menggunakan sesuatu yang terpuji untuk sesuatu yang tercela
    Mereka meraih ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia
    hidup senang dengan perhiasan dunia, menghias rumah dengan permadani mewah, menggantungkan gorden padanya, menghiasi diri dengan pakaian indah, dan
    memperindah rumah dengan kasur yang elok
    mendapatka dengan ilmunya (pangkat dan kedudukan) yang tinggi (pada penduduk) dunia
    ulama dunia menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk memperkaya diri
    ulama dunia menyombongkan diri dengan kedudukan
    ulama dunia membanggakan diri dengan banyaknya pengikut.
    ulama dunia terperosok lubang tipu daya karena ilmunya itu dengan tujuan hajat duniawinya terpenuhi.
    ulama dunia di tengah kehinaan itu merasa dalam batinnya memiliki tempat mulai di sisi Allah
    ulama dunia bergaya dengan gaya ulama dan berpenampilan soal pakaian dan ucapan sebagaimana penampilan ulama
    ulama dunia secara lahir batin menerkam dunia semata.
    Orang ini termasuk mereka yang celaka dan mereka yang dungu lagi terpedaya.
    Tiada harapan untuk pertobatannya karena ia sendiri merasa sebagai orang baik (muhsinin).

    Imam Ghazali berwasiat
    bahasa tubuh lebih efektif daripada bahasa verbal
    tabiat manusia menurut tabiatnya lebih cenderung membantu pada perbuatan dibanding mengikuti perkataan
    mafsadat yang ditimbulkan oleh perilaku ulama jahat yang terpedaya ini lebih banyak dibanding kemaslahatan yang ditimbulkan oleh perkataannya
    orang awam takkan nekat mencintai dunia tanpa sebab kenekatan dari ulamanya
    ulama dunia, ilmunya menjadi sebab atas kenekatan hamba Allah yang lain dalam bermaksiat
    ulama dunia, nafsunya saat demikian mempermainkan dirinya, menghadirkan impian, memberi harapan, mendorongnya untuk mengungkit-ungkit atas ilmunya di sisi Allah
    ulama dunia memberinya ilusi bahwa ia lebih baik daripada sekian banyaknya hamba Allah yang lain

    ulama su’ tidak memiliki integritas pribadi
    ulama su’tidak memiliki tanggung jawab intelektual.
    ulama su’ memiliki niat duniawi
    ulama su’ menyalahgunaan ilmu pengetahuan

    ulama kaya belum tentu ulama su’
    agama tidak membatasi ulama untuk miskin atau sederhana.
    Ulama boleh memiliki rumah, pakaian, dan kendaraan yang bagus.

    kita harus berbaik sangka pada ulama akhirat
    tanpa berburuk sangka pada ulama dunia lainnya
    kita harus mencari ulama akhirat
    tanpa menghina ulama dunia lainnya

    tanpa perlu memperolok ulama dunia
    tetapi harus meninggalkannya

    Kisah Inspiratif Mualaf: Veronique Cools, Islamkan Ribuan Warga Belgia

    wp-1522370617420..jpgVeronique Cools, Islamkan Ribuan Warga Belgia

    Seorang wanita muda mualaf Belgia, Veronique Cools mengubah rumahnya menjadi pusat kajian Islam bagi orang Belgia lainnya yang ingin belajar tentang Islam. Ia pun telah membantu seribu orang yang baru menerima ajaran Islam alias yang membutuhkan pembelajaran lebih lanjut soal Islam.

    Veronique menjadi mualaf di usia yang sangat muda. Keputusannya memeluk Islam dipengaruhi penelitiannya soal agama dan terinspirasi teman-teman Muslimnya. Ia pun memutuskan mengubah rumahnya sendiri menjadi pusat Islam bagi umat Islam Belgia yang ingin belajar lebih banyak tentang agama yang baru saja mereka peluk.

    Tempat Pusat Islam ini juga bekerja membantu orang-orang Belgia menjawab banyak prasangka ketika memandang Islam. “Prasangka buruk disebabkan mereka tidak mengenal Islam yang sesungguhnya,” katanya sambil mempersiapkan paket makanan buka puasa, seperti dilansir World Bulletin, Ahad (13/7). Menurutnya, umat Muslim harus menjelaskan tentang Islam kepada masyarakat agar tidak ada lagi kesalahpahaman.

    Setelah delapan tahun bejalan, Rumah Pusat Islam Veronique telah memiliki seribu anggota. Sebagian dari mereka adalah wanita Belgia. Rumah Pusat Islam juga terbuka bagi semua Muslim Belgia yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang agama mereka.

    Muslim Belgia diperkirakan mencapai 450 ribu juwa dari populasi sekitar 10 juta. Setengah dari mereka berasal dari Maroko, sementara 120 ribu Muslim berasal dari Turki. Lebih dari 20 persen populasi Brussels adalah Muslim asal Maroko, Turki, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara Afrika lainnya. Terdapat 77 masjid atau mushala di Brussels, Ibu Kota Belgia dan lebih dari tiga ratus masjid di seluruh Belgia.

    Mungkin tidak banyak yang tahu kalau salah satu pemain timnas Brasil merupakan seorang Muslim. Dia adalah Frederico Chaves Guedes atau biasa dipanggil Fred.

    Pemain sepakbola Muslim ini dilahirkan di Teofilo Otoni, Minas Gerais, Brazil pada 3 October 1983. Eks pemain Cruzeiro ini mulai mengenal Islam ketika merumput di Eropa. Kepindahannya ke Prancis pada 2005, untuk membela Olympique Lyon membuatnya bersentuhan dengan Islam.

    Selama empat musim di Lyon, dia mampu mengantarkan Lyon menjadi yang terbaik di Ligue 1. Sebagai ujung tombak klub, Fred mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain berbahaya.

    Pada musim pertama membela Lyon, dia menjadi runner up pencetak gol terbanyak di liga lokal. Setelah melewatkan dua bulan pada musim 2006/2007, dia mampu mencetak 11 gol dari 20 pertandingan.

    Pada musim 2007/2008, Fred mengalami beberapa kali mengalami cedera. Namun dia mampu mempersembahkan gelar Copa America 2007 bagi Brasil pada pertengahan tahun. Dia melakukan come back di klub medio Oktober 2007, namun tidak mampu lagi bersaing di tempat utama.

    Itu lantaran Lyon memiliki dua striker tajam, yaitu Milan Baros dan Karim Benzema, yang mulai bersinar. Sebelum musim 2008/2009 berakhir, dia meninggalkan Lyon untuk kembali ke kampung halamannya dengan membela Fluminense.

    Tinggal di Kota Lyon yang banyak dihuni imigran Muslim, membuat Fred bersentuhan dengan budaya Islam. Bergumul dengan Karim Benzema menjadi bagian dia semakin mengenal ajaran Islam. Namun sangat minim informasi kapan tepatnya dan kepada siapa Fred mengucapkan kedua kalimat syahadat saat menjadi mualaf.

    Momen keislaman Fred terbuka ke publik ketika dia mampu mencetak satu gol dalam Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika itu Brasil memukul Australia dengan skor 2-0, pada 18 Juni 2006.

    Usai mencetak gol, penonton di stadion dan televisi dikejutkan dengan gaya Fred yang melakukan gaya merayakan gol dengan cara tidak biasa. Pasalnya dia bersujud syukur di lapangan.

    Dalam video berdurasi lima detik itu yang bisa dilihat di dunia maya, Fred melakukan itu sebagai bentuk rasa terimakasih kepada Sang Pencipta yang masih memberikannya kesempatan untuk bisa mengukir prestasi.

    Kenali Ulama Su’ Dan Jauhilah Dia Tanpa Harus Menghina

    Ulama Su’, Siapakah Dia ?

    ulama su’ atau ulama dunia adalah ulama hitam
    ulama akhirat atau ulama agama adalah ulama putih

    ulama su’ bukan hanya menguasai ilmu agama
    ulama su’ bisa menguasai ilmu di luar ilmu agama
    ulama su’ juga ilmuwan dalam bidang apapun

    Allah sudah memfirmankan
    Wahai orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan?’

    Rasulullahpun sudah mengatakan
    ada sesuatu yang aku khawatirkan pada kalian daripada selain Dajjal
    yakni ulama yang jahat
    tujuan Dajjal hanya menyesatkan orang lain
    ulama su’ memalingkan orang lain daripada dunia melalui ucapan dan perkataannya
    ulama su’ mengajak orang mencintai dunia melalui perbuatan dan perilaku kesehariannya.

    Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi berpesan ulama jahat adalah dengan ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia, mendapatkan pangkat dan kedudukan

    kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama su’ mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu. (HR al-Hakim)

    Rasulullah mengingatkan
    ulama akhirat adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia
    ulama dunia bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul
    karena itu, jauhilah mereka. (HR al-Hakim) .

    Rasulullah berpesan
    ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan
    sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama. (HR ad-Darimi) .

    Nabi Muhammad bersabda
    siapa yang makan dengan (memperalat) ilmu
    Allah membutakan ke dua matanya dan neraka lebih layak untuknya. (HR Abu Nu‘aim dan ad-Dailami)

    Imam Syafi’i berwasiat
    perhatikanlah panah-panah musuh ditujukan kepada siapa
    maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran
    nanti di akhir zaman akan banyak ulama yang membingungkan umat
    sehingga umat bingung memilih mana ulama warosatul anbiya dan
    mana ulama Suu’ yang menyesatkan umat
    ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik
    jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik
    karena ia ia akan menyesatkan mu, menjauhi mu dari keridhoan Allah

    Imam Ghazali berpesan
    bencana bagi umatku (datang) dari ulama sû’
    ulama su’ dengan ilmunya bertujuan mencari kenikmatan dunia, meraih gengsi dan kedudukan
    ulama su’ adalah tawanan setan
    ulama su’ telah dibinasakan oleh hawa nafsunya dan dikuasai oleh kesengsaraannya
    ulama su’ membahayakan umat dari beberapa sisi
    ulama su’ menjerumuskan umat karena mengikuti ucapan- ucapan dan perbuatan-perbuatannya.
    ulam su’, pena dan lisannya mengeluarkan kebohongan dan kedustaan
    ulama su’ sombong, mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui

    Sayyidina Umar Bin Khoththob ra berkata
    sesungguhnya paling mengkhawatirkannya yang aku khawatirkan dari umat ini
    adalah para munafiq yang berilmu
    bagaimana orang munafiq tapi ia alim?
    ulama dunia itu alim dalam lisannya tapi tidak dalam hati dan amaliahnya

    Imam Al-Ghazali mengingatkan
    ulama dunia karena kerendahan kedudukan mereka
    ulama dunia menggunakan sesuatu yang terpuji untuk sesuatu yang tercela
    Mereka meraih ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia
    hidup senang dengan perhiasan dunia, menghias rumah dengan permadani mewah, menggantungkan gorden padanya, menghiasi diri dengan pakaian indah, dan
    memperindah rumah dengan kasur yang elok
    mendapatka dengan ilmunya (pangkat dan kedudukan) yang tinggi (pada penduduk) dunia
    ulama dunia menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk memperkaya diri
    ulama dunia menyombongkan diri dengan kedudukan
    ulama dunia membanggakan diri dengan banyaknya pengikut.
    ulama dunia terperosok lubang tipu daya karena ilmunya itu dengan tujuan hajat duniawinya terpenuhi.
    ulama dunia di tengah kehinaan itu merasa dalam batinnya memiliki tempat mulai di sisi Allah
    ulama dunia bergaya dengan gaya ulama dan berpenampilan soal pakaian dan ucapan sebagaimana penampilan ulama
    ulama dunia secara lahir batin menerkam dunia semata.
    Orang ini termasuk mereka yang celaka dan mereka yang dungu lagi terpedaya.
    Tiada harapan untuk pertobatannya karena ia sendiri merasa sebagai orang baik (muhsinin).

    Imam Ghazali berwasiat
    bahasa tubuh lebih efektif daripada bahasa verbal
    tabiat manusia menurut tabiatnya lebih cenderung membantu pada perbuatan dibanding mengikuti perkataan
    mafsadat yang ditimbulkan oleh perilaku ulama jahat yang terpedaya ini lebih banyak dibanding kemaslahatan yang ditimbulkan oleh perkataannya
    orang awam takkan nekat mencintai dunia tanpa sebab kenekatan dari ulamanya
    ulama dunia, ilmunya menjadi sebab atas kenekatan hamba Allah yang lain dalam bermaksiat
    ulama dunia, nafsunya saat demikian mempermainkan dirinya, menghadirkan impian, memberi harapan, mendorongnya untuk mengungkit-ungkit atas ilmunya di sisi Allah
    ulama dunia memberinya ilusi bahwa ia lebih baik daripada sekian banyaknya hamba Allah yang lain

    ulama su’ tidak memiliki integritas pribadi
    ulama su’tidak memiliki tanggung jawab intelektual.
    ulama su’ memiliki niat duniawi
    ulama su’ menyalahgunaan ilmu pengetahuan

    ulama kaya belum tentu ulama su’
    agama tidak membatasi ulama untuk miskin atau sederhana.
    Ulama boleh memiliki rumah, pakaian, dan kendaraan yang bagus.

    kita harus berbaik sangka pada ulama akhirat
    tanpa berburuk sangka pada ulama dunia lainnya
    kita harus mencari ulama akhirat
    tanpa menghina ulama dunia lainnya

    tanpa perlu memperolok ulama dunia
    tetapi harus meninggalkannya

    Kisah Orang Shalih: Wais Alqarni Tidak Sengaja Tidur

    Kisah Orang Shalih: Wais Alqarni Tidak Sengaja Tidur

    Rabi’ bin Khutsaim berkata, “Aku pergi ke tempat Uwais Al-Qarni. Aku mendapati beliau sedang duduk setelah selesai menunaikan shalat subuh.”

    Aku berkata (pada diriku, pent), “Aku tidak akan mengganggunya dari bertasbih. Setelah masuk waktu zuhur, beliau mengerjakan shalat zuhur, dan begitu masuk waktu ashar, beliau shalat ashar. Selesai shalat ashar, beliau duduk sambil berzikir hingga tiba waktu maghrib. Setelah shalat maghrib, beliau menunggu waktu isya’, kemudian shalat isya’. Selesai shalat isya’, beliau mengerjakan shalat hingga menjelang subuh. Setelah shalat subuh, beliau duduk dan tanpa sengaja tertidur.

    Tiba-tiba saja beliau terbangun. Ketika itu aku mendengar dia berkata, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mata yang senang tidur, dan perut yang tidak merasa kenyang.’” (Az-Zuhdul Awa’il, Musthafa Hilmi, 84)

    Sumber:

    • 99 Kisah Orang Shalih, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan 5, Shafar 1430/2009.

    Kisah Para Tabiin: Inspirasi Para Pemimpin Berilmu

    Kisah Pemimpin Berilmu

    Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Ilmu agama adalah bagaikan simpanan harta yang Allah bagikan kepada siapa saja yang Allah cintai. Seandainya ada segolongan manusia yang berhak untuk diistimewakan untuk menjadi ulama tentu keluarga Nabi-lah yang paling berhak mendapatkan pengistimewaan. Atha’ bin Abi Rabah adalah orang Etiopia. Yazid bin Abu Habib itu orang Nobi yang berkulit hitam. Al Hasan Al Bashri adalah bekas budak milik kalangan Anshar. Sebagaimana Muhammad bin Sirin adalah mantan budak dari kalangan Anshar.” (Shifat Ash Shafwah, jilid 2, hal. 211).

    Diantara ulama besar Islam di zaman tabiin yang berdomisili di Mekah adalah Abu Muhammad Atha’ bin Aslam Abu Rabah yang terkenal dengan sebutan Atha’ bin Abi Rabah.

    Diantara bukti ketinggian ilmu Atha’ adalah pujian Ibnu Umar untuk beliau.

    Dari ‘Amr bin Said dari ibunya, sang ibu bertutur bahwa ketika Ibnu Umar tiba di Mekah para penduduk Mekah tanya-tanya soal agama kepada beliau. Mendapati fenomena tersebut Ibnu Umar mengatakan, “Wahai penduduk Mekah mengapa kalian berkumpul menanyaiku padahal di tengah-tengah kalian terdapat Atha bin Abi Rabah.” (Shifat ash Shafwah, jilid 2, hal. 211).

    Diantara sisi menarik dari hidup beliau adalah kisah berikut ini,

    Dari Ibrahim bin Ishaq Al Harbi, beliau bercerita bahwa Atha’ adalah budak berkulit hitam yang dimiliki oleh seorang perempuan dari penduduk Mekah. Disamping berkulit hitam, Atha’ adalah seorang yang sangat pesek sehingga digambarkan bahwa hidung Atha’ itu hanya seakan-akan biji kacang yang ada di wajahnya. Suatu hari Khalifah ketika itu yang bernama Sulaiman bin Abdul Malik datang menemui Atha’ bersama kedua anaknya. Mereka bertiga duduk di dekat Atha’ yang saat itu sedang mengerjakan shalat sunnah di masjid. Setelah beliau menyelesaikan shalatnya beliau memalingkan muka dari mereka bertiga. Mereka bertiga tidak henti-henti bertanya tentang berbagai hukum mengenai ibadah haji dan Atha’ menjawab pertanyaan mereka sambil membelakangi mereka. Setelah selesai bertanya di jalan pulang Khalifah Sulaiman berkata kepada kedua anaknya,
    Wahai kedua anakku, janganlah kalian kendor dalam belajar agama karena aku tidak akan melupakan kehinaan kita di hadapan budak hitam ini.” (Shifat Ash Shafwah, jilid 2, hal. 211).

    Ada beberapa petikan pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas:

    1). Ilmu itu didatangi bukan mendatangi. Lihatlah bagaimana seorang khalifah mendatangi seorang ulama untuk bertanya tentang masalah agama.

    Dari Abul Qasim At Tafakur, aku mendengar Abu Ali al Hasan bin ‘Ali bin Bundar Al Zanjani bercerita bahwa Khalifah Harun Ar Rasyid mengutus seseorang kepada Imam Malik bin Anas agar beliau berkenan datang ke istana supaya dua anak Harun Ar Rasyid yaitu Amin dan Makmun bisa belajar agama langsung kepada Imam Malik. Imam Malik menolak permintaan Khalifah Harun Ar Rasyid dan mengatakan, ‘Ilmu agama itu didatangi bukan mendatangi.’

    Untuk kedua kalinya Khalifah Harun Ar Rasyid mengutus utusan yang membawa pesan sang khalifah, ‘Kukirimkan kedua anakku agar bisa belajar agama bersama muridmuridmu.’ Respon balik Imam Malik, ‘Silahkan dengan syarat keduanya tidak boleh melangkahi pundak supaya bisa duduk di depan dan keduanya duduk dimana ada tempat yang longgar saat pengajian.’ Akhirnya kedua putra khalifah tersebut hadir dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Imam Malik. (Mukhtashar Tarikh Dimasyq, hal. 3769, Syamilah).

    2). Seorang yang rendah di mata manusia dapat menjadi mulia karena ilmu. Lihatlah seorang kepala negara dengan kekuasaan nan luas nampak hina dihadapan seorang mantan budak yang berkulit hitam legam. Seorang budak yang tentu tidak punya kelas istimewa di mata manusia dan seorang yang buruk rupa nampak mulia di depan seorang kepala negara. Realita ini adalah diantara bukti benarnya sabda Nabi,

    قَالَ عُمَرُ أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْصلى الله عليه وسلم- قَدْ قَالَ « إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

    Umar mengatakan “Sesungguhnya Nabi kalian pernah mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah itu memuliakan dengan sebab Alquran (baca:ilmu agama) sebagian orang dan menghinakan sebagian orang dengan sebab Alquran(baca: berpaling dari ilmu agama).” (HR. Muslim, no. 1934).

    3). Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik adalah seorang penguasa yang memiliki kualitas agama yang cukup baik. Ini dibuktikan dengan tidak canggung untuk bertanya kepada ulama sambil merendah-rendah di hadapan ulama dan kepergian beliau ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

    وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

    “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. al Munafiqun:10).

    Yang dimaksud dengan ‘aku termasuk orang-orang yang shalih’ adalah aku akan berhaji. Ibnu Abbas mengatakan, “Tidaklah ada orang yang berkewajiban untuk membayar zakat dan berhaji namun tidak melakukannya melainkan saat kematian pastilah dia akan memohon kepada Allah agar bisa kembali ke dunia” (Tafsir al Jalalain, hal. 566, terbitan Darus Salam Riyadh cet. kedua 1422 H).

    4). Orang yang hendak mempraktikkan prilaku salaf dalam ‘menyikapi orang lain’-bukan dalam masalah praktik salaf dalam menjelaskan ibadah mahdhah-hendaknya menimbang perubahan dan perbedaan kondisi masyarakat, mulia dan tidaknya ilmu agama dan ulama ahli sunnah di masyarakat saat ini dan baik buruknya dampak perilaku tersebut terhadap citra Islam dan kaum muslimin secara umum dan citra dai, penuntut ilmu, ahli sunnah dan orang-orang shalih secara khusus. Kita tentu sepakat bahwa jika perbuatan Atha’ di atas (menjawab pertanyaan dengan membelakangi penanya) ditiru mentah-mentah oleh seorang ulama atau dai saat ini terhadap para penguasa saat ini, tentu yang terjadi adalah salah faham, buruk sangka dan citra buruk untuk Islam, dakwah Islam, ulama, dai bahkan umumnya kaum muslimin.

    Sungguh tidak tepat praktik dakwah sebagian orang yang bersemangat meniru ulama salaf dalam rangka menyikapi orang lain tanpa menimbang adanya berbagai faktor yang melingkupi praktik ulama salaf sehingga praktik mereka di zaman mereka adalah praktik yang tepat, bijak dan tepat sasaran saat itu.

    Penulis: Ustadz Aris Munandar, M.A.

    Sejarah Islam Indonesia: Fakta Tentang Sunan Ampel

    Sejarah Islam Indonesia: Fakta Tentang Sunan Ampel

    • Sunan Ampel adalah salah seorang wali di antara Walisongo yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Ia lahir 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Encyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatakan bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja. Pendapat lain, Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Acehyang kini bernama Jeumpa.
    • Menurut beberapa riwayat, orang tua Raden Rahmat, nama lain Sunan Ampel, adalah Maulana Malik Ibrahim (menantu Sultan Champa dan ipar Dwarawati). Dalam catatan Kronik Cina dari Klenteng Sam Po Kong, Sunan Ampel dikenal sebagai Bong Swi Hoo, cucu dari Haji Bong Tak Keng – seorang Tionghoa (suku Hui beragama Islam mazhab Hanafi) yang ditugaskan sebagai Pimpinan Komunitas Cina di Champa oleh Sam Po Bo. Sedangkan Yang Mulia Ma Hong Fu – menantu Haji Bong Tak Keng ditempatkan sebagai duta besar Tiongkok di pusat kerajaan Majapahit, sedangkan Haji Gan En Cu juga telah ditugaskan sebagai kapten Cina di Tuban. Haji Gan En Cu kemudian menempatkan menantunya Bong Swi Hoo sebagai kapten Cina di Jiaotung (Bangil).
    • Sementara itu seorang putri dari Kyai Bantong (versi Babad Tanah Jawi) alias Syaikh Bantong (alias Tan Go Hwat menurut Purwaka Caruban Nagari) menikah dengan Prabu Brawijaya V (alias Bhre Kertabhumi) kemudian melahirkan Raden Fatah. Namun tidak diketahui apakah ada hubungan antara Ma Hong Fu dengan Kyai Bantong.
    • Dalam Serat Darmo Gandhul, Sunan Ampel disebut Sayyid Rahmad merupakan keponakan dari Putri Champa permaisuri Prabu Brawijaya yang merupakan seorang muslimah.
    • Raden Rahmat dan Raden Santri adalah anak Makhdum Ibrahim (putra Haji Bong Tak Keng), keturunan suku Hui dari Yunnan yang merupakan percampuran bangsa Han/Tionghoa dengan bangsa Arab dan Asia Tengah (Samarkand/Asmarakandi). Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh/Abu Hurairah (cucu raja Champa) pergi ke Majapahit mengunjungi bibi mereka bernama Dwarawati puteri raja Champa yang menjadi permaisuri raja Brawijaya. Raja Champa saat itu merupakan seorang muallaf. Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh akhirnya tidak kembali ke negerinya karena Kerajaan Champa dihancurkan oleh Kerajaan Veit Nam.
    • Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin (= Hikayat Banjar resensi I), nama asli Sunan Ampel adalah Raja Bungsu, anak Sultan Pasai. Dia datang ke Majapahit menyusul/menengok kakaknya yang diambil istri oleh Raja Mapajahit. Raja Majapahit saat itu bernama Dipati Hangrok dengan mangkubuminya Patih Maudara (kelak Brawijaya VII) . Dipati Hangrok (alias Girindrawardhana alias Brawijaya VI) telah memerintahkan menterinya Gagak Baning melamar Putri Pasai dengan membawa sepuluh buah perahu ke Pasai.
    • Sebagai kerajaan Islam, mulanya Sultan Pasai keberatan jika Putrinya dijadikan istri Raja Majapahit, tetapi karena takut binasa kerajaannya akhirnya Putri tersebut diberikan juga. Putri Pasai dengan Raja Majapahit memperoleh anak laki-laki. Karena rasa sayangnya Putri Pasai melarang Raja Bungsu pulang ke Pasai. Sebagai ipar Raja Majapahit, Raja Bungsu kemudian meminta tanah untuk menetap di wilayah pesisir yang dinamakan Ampelgading. Anak laki-laki dari Putri Pasai dengan raja Majapahit tersebut kemudian dinikahkan dengan puteri raja Bali. Putra dari Putri Pasai tersebut wafat ketika istrinya Putri dari raja Bali mengandung tiga bulan. Karena dianggap akan membawa celaka bagi negeri tersebut, maka ketika lahir bayi ini (cucu Putri Pasai dan Brawijaya VI) dihanyutkan ke laut, tetapi kemudian dapat dipungut dan dipelihara oleh Nyai Suta-Pinatih, kelak disebut Pangeran Giri. Kelak ketika terjadi huru-hara di ibukota Majapahit, Putri Pasai pergi ke tempat adiknya Raja Bungsu di Ampelgading. Penduduk desa-desa sekitar memohon untuk dapat masuk Islam kepada Raja Bungsu, tetapi Raja Bungsu sendiri merasa perlu meminta izin terlebih dahulu kepada Raja Majapahit tentang proses islamisasi tersebut.
    • Akhirnya Raja Majapahit berkenan memperbolehkan penduduk untuk beralih kepada agama Islam. Petinggi daerah Jipang menurut aturan dari Raja Majapahit secara rutin menyerahkan hasil bumi kepada Raja Bungsu. Petinggi Jipang dan keluarga masuk Islam. Raja Bungsu beristrikan puteri dari petinggi daerah Jipang tersebut, kemudian memperoleh dua orang anak, yang tertua seorang perempuan diambil sebagai istri oleh Sunan Kudus (tepatnya Sunan Kudus senior/Undung/Ngudung), sedang yang laki-laki digelari sebagai Pangeran Bonang. Raja Bungsu sendiri disebut sebagai Pangeran Makhdum.

    Sa’id bin Al-Musayyab, Tabiin Terbesar

    Sa’id bin Al-Musayyab, Tabiin Terbesar

    Nama lengkapnya Sa’id bin al-Musayyab bin Hazn al-Quraisy al-Makhzumi, ayahnya dan kakeknya adalah sahabat Nabi Shallallahu alaihi wassalam, ia dilahirkan sebelum Umar menjadi khalifah, sejak muda telah melakukan perjalanan siang dan malam untuk mendapatkan hadist Nabi.

    Mengenai dia sebagaimana dituturkan oleh Ahmad bin Hambal adalah:” Ia tabi’in paling utama”.

    Sedangkan Makhul berkata:” Aku telah menjelajahi bumi untuk menuntut ilmu, teryata aku tidak bertemu seorangpun yang lebih pandai daripada Sa’id bin al-Musayyab”.

    Sementara itu Ali bin al-Madini menyatakan :” Aku tidak tahu di kalangan tabi’in ada orang yang luas ilmunya daripada dia, menurutku ia tabi’in terbesar”.

    Para ulama meriwayatkan bahwa ia mengawinkan putrinya kepada Kutsayyir bin Abi Wada’ah hanya dengan mas kawin dua dirham.

    Padahal sebelumnya ia menolak lamaran Abdul Malik yang ingin menjodohkan putrinya dengan al-Walid bin Abdul Malik. Dan ketika Abdul Malik hendak melaksanakan bai’at bagi putranya al-Walid, Hisyam bin Ismail selaku pengganti Abdul Malik di Medinah memukul Sa’id bi al-Musayyab dan menghadapnya dengan pedang, untuk memaksanya melakukan bai’at namun Sa’id tetap tidak mau.

    Ibnu Musayyab meriwayatkan hadist dari Abu Bakar secara Mursal, dan ia mendengar dari Umar, Utsman, Abu Hurairah, Zaid bin Tsabit, Sayyidah Aisyah dan beberapa yang lainnya. Yang meriwayatkan dari dia antara lain Salim bin Abdullah, Az-Zuhri, Qatadah, Syuraik, Abu az-Zanad.

    Kisah Hidup dan Riwayat Keilmuan Imam Syafi’i

    Kisah Hidup dan Riwayat Keilmuan Imam Syafi’i

    Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i al-Muththalibi al-Qurasyi atau singkatnya Imam Asy-Syafi’i adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi’i. Imam Syafi’i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad. Saat usia 13 tahun, Imam Syafi’i dikirim ibunya untuk pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana.

    Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi’i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

    • Idris bin Abbas menyertai istrinya dalam sebuah perjalanan yang cukup jauh, yaitu menuju kampung Gaza, Palestina, di mana saat itu umat Islam sedang berperang membela negeri Islam di kota Asqalan.
    • Pada saat itu Fatimah al-Azdiyyah sedang mengandung, Idris bin Abbas gembira dengan hal ini, lalu ia berkata, “Jika engkau melahirkan seorang putra, maka akan kunamakan Muhammad, dan akan aku panggil dengan nama salah seorang kakeknya yaitu Syafi’i bin Asy-Syaib.”
    • Akhirnya Fatimah melahirkan di Gaza, dan terbuktilah apa yang dicita-citakan ayahnya. Anak itu dinamakan Muhammad, dan dipanggil dengan nama “asy-Syafi’i”.
    • Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafi’i lahir di Gaza, Palestina, namun di antara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di Asqalan; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para ahli sejarah pula, Imam Syafi’i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulama besar Sunni yang bernama Imam Abu Hanifah.
    • Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan pada setiap seratus tahun ada seseorang yang akan mengajarkan Sunnah dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Kami berpendapat pada seratus tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun berikutnya Allah menakdirkan Imam Asy-Syafi`i.”

    NasabSunting

    • Idris, ayah Imam Syafi’i tinggal di tanah Hijaz, ia merupakan keturunan dari al-Muththalib, jadi dia termasuk ke dalam Bani Muththalib. Nasab Dia adalah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Mutthalib bin Abdulmanaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Nasabnya bertemu dengan Rasulullah di Abdul-Manaf.
    • Dari nasab tersebut, Al-Mutthalib bin Abdi Manaf, kakek Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie, adalah saudara kandung Hasyim bin Abdi Manaf kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .
    • Kemudian juga saudara kandung Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , bernama Syifa’, dinikahi oleh Ubaid bin Abdi Yazid, sehingga melahirkan anak bernama As-Sa’ib, ayahnya Syafi’. Kepada Syafi’ bin As-Sa’ib radliyallahu `anhuma inilah bayi yatim tersebut dinisbahkan nasabnya sehingga terkenal dengan nama Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie Al-Mutthalibi. Dengan demikian nasab yatim ini sangat dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .

    Bahkan karena Hasyim bin Abdi Manaf, yang kemudian melahirkan Bani Hasyim, adalah saudara kandung dengan Mutthalib bin Abdi manaf, yang melahirkan Bani Mutthalib, maka Rasulullah bersabda:

    Masa belajarSunting

    • Setelah ayah Imam Syafi’i meninggal dan dua tahun kelahirannya, sang ibu membawanya ke Mekah, tanah air nenek moyang. Ia tumbuh besar di sana dalam keadaan yatim. Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i berkata,”Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang pemuda dari Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris,” Imam Syafi’i adalah imam bahasa Arab.

    Belajar di MakkahSunting

    • Di Makkah, Imam Syafi’i berguru fiqh kepada mufti di sana, Muslim bin Khalid Az Zanji sehingga ia mengizinkannya memberi fatwah ketika masih berusia 15 tahun. Demi ia merasakan manisnya ilmu, maka dengan taufiq Allah dan hidayah-Nya, dia mulai senang mempelajari fiqih setelah menjadi tokoh dalam bahasa Arab dan sya’irnya. Remaja yatim ini belajar fiqih dari para Ulama’ fiqih yang ada di Makkah, seperti Muslim bin khalid Az-Zanji yang waktu itu berkedudukan sebagai mufti Makkah.
    • Kemudian dia juga belajar dari Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, juga belajar dari pamannya yang bernama Muhammad bin Ali bin Syafi’, dan juga menimba ilmu dari Sufyan bin Uyainah.
    • Guru yang lainnya dalam fiqih ialah Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia pun semakin menonjol dalam bidang fiqih hanya dalam beberapa tahun saja duduk di berbagai halaqah ilmu para Ulama’ fiqih sebagaimana tersebut di atas.

    Belajar di MadinahSunting

    • Kemudian ia pergi ke Madinah dan berguru fiqh kepada Imam Malik bin Anas. Ia mengaji kitab Muwattha’ kepada Imam Malik dan menghafalnya dalam 9 malam. Imam Syafi’i meriwayatkan hadis dari Sufyan bin Uyainah, Fudlail bin Iyadl dan pamannya, Muhamad bin Syafi’ dan lain-lain.
    • Di majelisnya ini, Imam Syafi’i menghapal dan memahami dengan cemerlang kitab karya Imam Malik, yaitu Al-Muwattha’ . Kecerdasannya membuat Imam Malik amat mengaguminya. Sementara itu As-Syafi`ie sendiri sangat terkesan dan sangat mengagumi Imam Malik di Al-Madinah dan Imam Sufyan bin Uyainah di Makkah.
    • Imam Syafi’i menyatakan kekagumannya setelah menjadi Imam dengan pernyataannya yang terkenal berbunyi: “Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, niscaya akan hilanglah ilmu dari Hijaz.” Juga ia menyatakan lebih lanjut kekagumannya kepada Imam Malik: “Bila datang Imam Malik di suatu majelis, maka Malik menjadi bintang di majelis itu.” Ia juga sangat terkesan dengan kitab Al-Muwattha’ Imam Malik sehingga ia menyatakan: “Tidak ada kitab yang lebih bermanfaat setelah Al-Qur’an, lebih dari kitab Al-Muwattha’ .” Ia juga menyatakan: “Aku tidak membaca Al-Muwattha’ Malik, kecuali mesti bertambah pemahamanku.”
    • Dari berbagai pernyataannya di atas dapatlah diketahui bahwa guru yang paling ia kagumi adalah Imam Malik bin Anas, kemudian Imam Sufyan bin Uyainah. Di samping itu, Imam Syafi’i juga duduk menghafal dan memahami ilmu dari para Ulama’ yang ada di Al-Madinah, seperti Ibrahim bin Sa’ad, Isma’il bin Ja’far, Atthaf bin Khalid, Abdul Aziz Ad-Darawardi. Ia banyak pula menghafal ilmu di majelisnya Ibrahim bin Abi Yahya. Tetapi sayang, gurunya yang disebutkan terakhir ini adalah pendusta dalam meriwayatkan hadits, memiliki pandangan yang sama dengan madzhab Qadariyah yang menolak untuk beriman kepada taqdir dan berbagai kelemahan fatal lainnya. Sehingga ketika pemuda Quraisy ini telah terkenal dengan gelar sebagai Imam Syafi`ie, khususnya di akhir hayatnya, ia tidak mau lagi menyebut nama Ibrahim bin Abi Yahya ini dalam berbagai periwayatan ilmu.

    Di YamanSunting

    • Imam Syafi’i kemudian pergi ke Yaman dan bekerja sebentar di sana. Disebutkanlah sederet Ulama’ Yaman yang didatangi oleh dia ini seperti: Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli dan banyak lagi yang lainnya. Dari Yaman, dia melanjutkan tour ilmiahnya ke kota Baghdad di Iraq dan di kota ini dia banyak mengambil ilmu dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fiqih di negeri Iraq. Juga dia mengambil ilmu dari Isma’il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Di Baghdad, IrakSunting

    • Kemudian pergi ke Baghdad (183 dan tahun 195), di sana ia menimba ilmu dari Muhammad bin Hasan. Ia memiliki tukar pikiran yang menjadikan Khalifah Ar Rasyid.

    Di MesirSunting

    • Di Mesir Imam Syafi’i bertemu dengan murid Imam Malik yakni Muhammad bin Abdillah bin Abdil Hakim. Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (qaul qadim). Kemudian dia pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (qaul jadid). Di sana dia wafat sebagai syuhadaul ilm di akhir bulan Rajab 204 H.

    Karya tulisSunting

    Ar-RisalahSunting

    • Salah satu karangannya adalah “Ar-risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Ia mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh ahli Hijaz. Imam Ahmad berkata tentang Imam Syafi’i,”Dia adalah orang yang paling faqih dalam Al Quran dan As Sunnah,” “Tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di ‘leher’ Syafi’i,”. Thasy Kubri mengatakan di Miftahus sa’adah,”Ulama ahli fiqh, ushul, hadits, bahasa, nahwu, dan disiplin ilmu lainnya sepakat bahwa Syafi’i memiliki sifat amanah (dipercaya), ‘adalah (kredibilitas agama dan moral), zuhud, wara’, takwa, dermawan, tingkah lakunya yang baik, derajatnya yang tinggi. Orang yang banyak menyebutkan perjalanan hidupnya saja masih kurang lengkap,”

    Mazhab Syafi’iSunting

    • Dasar madzhabnya: Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Dia juga tidak mengambil Istihsan(menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah, perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan,”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat,”. Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),”
    • Muhammad bin Daud berkata, “Pada masa Imam Asy-Syafi`i, tidak pernah terdengar sedikitpun dia bicara tentang hawa, tidak juga dinisbatkan kepadanya dan tidakdikenal darinya, bahkan dia benci kepada Ahlil Kalam (maksudnya adalah golongan Ahwiyyah atau pengikut hawa nafsu yang juga digelari sebagai Ahlul-Ahwa’ seperti al-Mujassimah, al-Mu’tazilah, Jabbariyyah dan yang sebagainya) dan Ahlil Bid’ah.” Dia bicara tentang Ahlil Bid’ah, seorang tokoh Jahmiyah, Ibrahim bin ‘Ulayyah, “Sesungguhnya Ibrahim bin ‘Ulayyah sesat.” Imam Asy-Syafi`i juga mengatakan, “Menurutku, hukuman ahlil kalam dipukul dengan pelepah pohon kurma dan ditarik dengan unta lalu diarak keliling kampung seraya diteriaki, “Ini balasan orang yang meninggalkan kitab dan sunnah, dan beralih kepada ilmu kalam (ilmu falsafah dan logika yang digunakan oleh golongan Ahwiyyah)”
    • Dia mewariskan kepada generasi berikutnya sebagaimana yang diwariskan oleh para nabi, yakni ilmu yang bermanfaat. Ilmu dia banyak diriwayatkan oleh para murid- muridnya dan tersimpan rapi dalam berbagai disiplin ilmu. Bahkan dia pelopor dalam menulis di bidang ilmu Ushul Fiqih, dengan karyanya yang monumental Risalah. Dan dalam bidang fiqih, dia menulis kitab Al-Umm yang dikenal oleh semua orang, awamnya dan alimnya. Juga dia menulis kitab Jima’ul Ilmi.

    Dia mempunyai banyak murid, yang umumnya menjadi tokoh dan pembesar ulama dan Imam umat islam, yang paling menonjol adalah:

    1. Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits dan sekaligus juga Ahli Fiqih dan Imam Ahlus Sunnah dengan kesepakatan kaum muslimin.
    2. Al-Hasan bin Muhammad Az-Za’farani
    3. Ishaq bin Rahawaih,
    4. Harmalah bin Yahya
    5. Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi
    6. Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al Kalbi dan lain-lainnya banyak sekali.

    Al-HujjahSunting

    • Kitab “Al Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi dari Imam Syafi’i.
    • Dalam masalah Al-Qur’an, dia Imam Asy-Syafi`i mengatakan, “Al-Qur’an adalah Kalamullah, barangsiapa mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk maka dia telah kafir.”

    Al-UmmSunting

    • Sementara kitab “Al Umm” sebagai madzhab yang baru Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah perkataanku di belakang tembok,”
    • “Kebaikan ada pada lima hal: kekayaan jiwa, menahan dari menyakiti orang lain, mencari rizki halal, taqwa dan tsiqqah kepada Allah. Ridha manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, tidak ada jalan untuk selamat dari (ucapan) manusia, wajib bagimu untuk konsisten dengan hal-hal yang bermanfaat bagimu”.
    • “Ikutilah Ahli Hadits oleh kalian, karena mereka orang yang paling banyak benarnya.”
    • Dia berkata, “Semua perkataanku yang menyelisihi hadits yang shahih maka ambillah hadits yang shahih dan janganlah taqlid kepadaku.”
    • Dia berkata, “Semua hadits yang shahih dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam maka itu adalah pendapatku meski kalian tidak mendengarnya dariku.”
    • Dia mengatakan, “Jika kalian dapati dalam kitabku sesuatu yang menyelisihi Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam maka ucapkanlah sunnah Rasulullah dan tinggalkan ucapanku.”



      100 Kalimat Paling Dahsyat Dari Ulama Muslim Imam Syafi’i

      100 Kalimat Paling Dahsyat Dari Ulama Muslim Imam Syafi’i

      Imam Asy-Syafi’i (Ashkelon, Gaza, Palestina, 150 H/767 M – Fusthat, Mesir, 204 H/819 M) adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi’i. Imam Syafi’i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad. Saat usia 13 tahun, Imam Syafi’i dikirim ibunya untuk pergi ke Madinah untuk berguru kepada ulama besar saat itu, Imam Malik. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke Irak, untuk berguru pada murid-murid Imam Hanafi di sana. Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk Mazhab Syafi’i. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.

      Kalimat Inspiratif Imam Syafi’i

      • ”Siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka harus disertai dengan ilmu. Dan siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, juga harus dengan ilmu.“ (Imam Syafi’i)
      • “Kaji dan dalamilah sebelum engkau menduduki jabatan, karena kalau engkau telah mendudukinya, maka tidak ada kesempatan bagimu untuk mengkaji dan mendalaminya.” (Imam Syafi’i)
      • ”Pekerjaan terberat itu ada tiga: Sikap dermawan di saat dalam keadaan sempit, Menjauhi dosa di kala sendiri, Berkata benar di hadapan orang yang ditakuti.“ (Imam Syafi’i)
      • “Kebaikan itu ada di lima perkara: kekayaan hati, bersabar atas kejelekan orang lain, mengais rezeki yang halal, taqwa, dan yakin akan janji Allah Swt.” (Imam Syafi’i)
      • ”Pilar kepemimpinan itu ada lima : perkataan yang benar, menyimpan rahasia, menepati janji, senantiasa memberi nasehat dan menunaikan amanah.“ (Imam Syafi’i)
      • “Orang yang mengkaji ilmu faraid, dan sampai pada puncaknya, maka akan tampil sebagai sosok orang yang ahli berhitung. Adapun ilmu hadits, itu akan tampak nilai keberkahan dan kebaikannya pada saat tutup usia. Adapun ilmu fiqih, itu merupakan ilmu yang berlaku untuk semua kalangan baik muda maupun yang tua, karena fiqih merupakan dasar dari segala ilmu.” (Imam Syafi’i)
      • ”Andaikan aku ditakdirkan mampu menyuapkan ilmu kepadamu, pasti kusuapi engkau dengan ilmu.“ (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta kepada dunia dan sekaligus cinta kepada Allah, maka dia telah berdusta.” (Imam Syafi’i)
      • “Jika ada seorang yang ingin menjual  dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.” (Imam Syafi’i)
      • “Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan.” (Imam Syafi’i)
      • “Orang-orang yang sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan.” (Imam Syafi’í)
      • “Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung -bahayanya- kebodohan.” (Imam Syafi’i)
      • “Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian?, sedangkan kain kafannya sedang di tenun.” (Imam Syafi’i)
      • “Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman, tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang.” (Imam Syafi’i)
      • “Betapa aku senang, jika semua ilmu yang aku ketahui dimengerti oleh semua orang, maka dengannya aku mendapat pahala, meskipun mereka tidak memujiku.” (Imam Syafi’i)
      • “Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau dia berani meninggalkan Allah, apalagi meninggalkan kamu.” (Imam Syafi’i)
      • “Banyak orang yang mengatakan: mencintai wanita itu sangat menyiksa. Tapi, sebenarnya yang sangat menyiksa itu adalah mencintai orang yang tidak mencintaimu.” (Imam Syafi’i) “Faqih itu adalah orang yang faqih dengan perbuatannya, bukan faqih dengan kata-kata dan ucapannya.” (Imam Syafi’i)
      • “Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.” (Imam Syafi’i)
      • “Sebagaimana Tuhanmu telah mencukupkan rezekimu di hari kemarin, maka jangan khawatirkan rezekimu untuk esok hari.” (Imam Syafi’i)

      • “Jika semua orang menjauh ketika engkau mendapat kesulitan, maka ketahuilah bahwa Allah Swt ingin membuatmu kuat dan Ia akan menjadi penolongmu.” (Imam Syafi’i)
      • “Biarlah mereka bersikap bodoh dan menghina, dan tetaplah kita bersikap santun. Gaharu akan semakin wangi ketika disulut api.” (Imam Syafi’i)
      • “Silahkan hina diriku sepuas kalian, aku akan tetap diam saja. Bukannya aku tidak punya jawaban, tapi singa selalu tidak akan membalas gonggongan anjing.” (Imam Syafi’i)
      • “Banyak orang yang telah meninggal, tapi nama baik mereka tetap kekal. Dan banyak orang yang masih hidup, tapi seakan mereka orang mati yang tak berguna.” (Imam Syafi’i)
      • “Kemuliaan diri (marwah) itu rukunnya ada 4: Akhlak yang baik, dermawan, rendah hati dan taat beribadah.” (Imam Syafi’i)
      • “Do’a di saat tahajud adalah umpama busur panah yang melesat tepat mengenai sasaran.” (Imam Syafi’i)
      • “Kamu seorang manusia yang dijadikan dari tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.” (Imam Syafi’i)
      • “Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk . Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia.” (Imam Syafi’i)
      • ”Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfa’at.“ (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa yang menasehatimu dengan cara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasehatimu. Kemudian barangsiapa yang menasehatimu dihadapan orang banyak, ia sebenarnya menghinamu.” (Imam Syafi’i)

      • “Dosa-dosa-ku kelihatan terlalu besar buatku, tapi setelah kubandingkan dengan keampunan-Mu, ternyata keampunan-Mu jauh lebih besar.” (Imam Syafi’i)
      • “Bumi Allah amatlah luas  namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun  serasa sempit.” (Imam Syafi’i)
      • “Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.” (Imam Syafi’i)
      • “Sebesar-besar aib (keburukan) adalah kamu mengira keburukan orang lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam diri kamu sendiri.” (Imam Syafi’i)
      • “Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada 1 orang yang jahil karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.” (Imam Syafi’i)
      • “Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak: maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.” (Imam Syafi’i)
      • “Menghindarkan telinga dari mendengar hal-hal yang tidak baik merupakan suatu keharusan, sebagaimana seseorang mensucikan tutur katanya dari ungkapan buruk.” (Imam Syafi’i)
      • “Kesabaran adalah akhlak mulia, yang dengannya setiap orang dapat menghalau segala rintangan.” (Imam Syafi’i)
      • “Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan. Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat daripada berkelebihan dan penyesalan. Melihat dan berpikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan. Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati. Maka, berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju ke depan.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu; dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa jika engkau menyenangkannya, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu. Begitu juga ketika kau membuatnya marah, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu.” (Imam Syafi’i)
      • “Tak akan sempurna (akal) seorang laki-laki, kecuali dengan empat hal; beragama, amanah, pemeliharaan dan penjagaan diri, serta ketenangan dan ketabahan.” (Imam Syafi’i)
      • “Sebaik-baik harta simpanan adalah taqwa, dan sejelek-jeleknya adalah sikap permusuhan.” (Imam Syafi’i)
      • “Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.” (Imam Syafi’i)
      • “Keluarga manapun yang wanita-wanitanya tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang bukan anggota keluarga, dan laki-lakinya tidak pernah bertemu dengan wanita-wanita yang bukan dari keluarganya, niscaya akan ada dari anak-anak mereka yang bodoh (karena-kuper).” (Imam Syafi’i)
      • “Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.” (Imam Syafi’i)
      • “Kedermawanan dan kemuliaan adalah dua hal yang dapat menutupi aib.”
      • “Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.” (Imam Syafi’i)
      • “Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah Swt.” (Imam Syafi’i)
      • “Karakter umum manusia adalah pelit, termasuk hal yang menjadi kebiasaannya adalah apabila ada orang yang mendekatinya, maka ia akan menjauhinya, dan apabila ada orang yang menjauh darinya, iapun akan mendekati orang itu.” (Imam Syafi’i)
      • “Janganlah kamu berkonsultasi kepada orang yang di rumahnya tidak terdapat makanan, karena hal tersebut menandakan tidak berfungsinya akal mereka.” (Imam Syafi’i)
      • “Bukanlah orang yang berakal itu manakala dihadapkan kepadanya perkara yang baik dan perkara yang buruk, lantas ia memilih yang baik, akan tetapi dikatakan orang berakal apabila dihadapkan kepadanya dua hal yang buruk lantas ia memilih yang paling ringan keburukannya di antara keduanya.” (Imam Syafi’i)
      • “Perdebatan dalam agama akan mengeraskan hati dan menimbulkan rasa dendam.“ (Imam Syafi’i)
      • “Jika engkau mendengar sesuatu yang engkau benci tentang sahabatmu, maka jangan tergesa-gesa untuk memusuhinya, memutus tali persahabatan, dan kamu menjadi orang yang telah menghilangkan suatu keyakinan dengan keraguan. Tetapi temuilah dia! Dan katakan kepadanya, “Aku mendengar kamu melakukan ini dan itu….?” Tentunya dengan tanpa memberitahukan kepadanya siapa yang memberi informasi kepadamu. Jika ia mengingkarinya, maka katakan kepadanya, “Kamu lebih jujur dan lebih baik”, cukup kalimat itu saja dan jangan menambahi kalimat apapun. Namun jika ia mengakui hal itu, dan ia mengemukakan argumentasinya akan hal itu, maka terimalah.” (Imam Syafi’i)
      • “Orang yang pandai akan bertanya tentang apa yang ia ketahui dan tidak ia ketahui. Dengan menanyakan apa yang ia ketahui, maka ia akan semakin mantap, dan dengan menanyakan apa yang belum ia ketahui, maka ia akan menjadi tahu. Sementara orang bodoh itu meluapkan kemarahannya karena -sulitnya- ia belajar, dan ia tidak menyukai pelajaran.” (Imam Syafi’i)
      • “Sejelek-jelek bekal menuju ke alam akhirat adalah permusuhan dengan sesamanya.” (Imam Syafi’i)
      • “Terlalu keras dan menutup diri terhadap orang lain akan mendatangkan musuh, dan terlalu terbuka juga akan mendatangkan kawan yang tidak baik, maka posisikan dirimu di antara keduanya.” (Imam Syafi’i)
      • “Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berfikir.” (Imam Syafi’i)
      • “Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.” (Imam Syafi’i)
      • “Sesungguhnya Hasad itu terlahir dari suatu kehinaan, lekatnya tabiat, perubahan struktur tubuhnya, runtuhnya temperatur tubuh dan lemahnya daya nalarnya.” (Imam Syafi’i)
      • “Orang yang paling Zhalim adalah mereka yang melakukan kezhaliman itu pada dirinya sendiri. Bentuk kezhaliman itu adalah : orang yang bersikap tawadhu’ ( rendah hati ) di depan orang yang tidak menghargainya. menumpahkan kasih sayangnya kepada orang yang tidak ada nilai manfaat. mendapat pujian dari orang yang tidak dikenalnya. (Imam Syafi’i)
      • “Siapa yang menginginkan khusnul khotimah dipenghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.”
      • (Imam Syafi’i)
      • “Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap. Sesungguhnya orang bodoh itu melihat sesuatu yang paling jelek dalam dirinya, kemudian ia berkeinginan untuk menumpahkannya dalam diri kalian, andaikan kalimat yang terlontarkan dari orang bodoh itu dikembalikan kepadanya, niscaya orang yang mengembalikan itu akan merasa bahagia, begitu juga dengan kehinaan bagi orang yang melontarkannya.” (Imam Syafi’i)
      • “Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa benar dalam berukhuwah dengan saudaranya, maka kekurangannya akan diterima, kelemahannya akan ditutupi dan kesalahan-kesalahannya dima’afkan.” (Imam Syafi’i)
      • “Orang yang berakal adalah mereka yang dapat menjaga dirinya dari segala perbuatan tercela.” (Imam Syafi’i)
      • “Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.” (Imam Syafi’i)
      • “Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.” (Imam Syafi’i)
      • “Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.” (Imam Syafi’i)
      • Tak ubahnya “emas” semuanya berwarna kuning….
      • namun tidak semua emas punya nilai yang sama….
      • Kayu-kayu cendana bila tidak semerbak baunya….orang tak dapat membedakan  mana “cendana” dan mana “kayu bakar”.
      • Bisa jadi Singa yang buas “mati kelaparan” di rimbanya…
      • sebab daging-daging domba dimakan oleh sang anjing….
      • Hamba sahaya yang hina, terkadang tidur di atas sutera…sedang bangsawan mulia tidur di atas gundukan debu…
      • Kenapa engkau meremehkan nilai doa kepada Allah…
      • apakah engkau tahu apa yang dihasilkan oleh doa..?.
      • Ibarat panah di malam hari, ia tidak akan meleset…namun ia punya batas dan setiap batas ada saatnya selesai..
      • Banyak orang berbicara tentang hal ihwal wanita,….
      • konon mencintai wanita terlalu dalam adalah ujian hidup yang pedih….
      • Aku terlambat datang diantara orang-orang yang dungu…..yang mereka tidak mengetahui hak-hak sastrawan…sampai kepala ditukarnya dengan ekor….
      • Manusia dapat disatukan….
      • namun akalnya tetap berbeda….
      • baik dalam masalah “sastra” maupun dalam masalah “hitungan”
      • “Dunia hanyalah bangkai yang berbau yang dimakan anjing-anjing. Anjing-anjing itu hanya ingin menarik-narik dan merobeknya.
      • Apabila engkau menghindarinya maka dirimu akan selamat apabila engkau ikut menariknya berarti engkau berebutan dengan anjing.” (Imam Syafi’i)

      • “Kenyang itu akan membuat badan jadi berat, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mengajak tidur dan melemahkan ibadah.” (Imam Syafi’i)
      • “Sebuah keterlambatan tak akan mengurangi rizkimu. Dan rizkimu pun tak akan bertambah dengan kepayahan badanmu.” (Imam Syafi’i)
      • ”Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi,  tiada kefakiran yang lama, tiada kemakmuran yang lestari.“ (Imam Syafi’i)
      • “Apabila sikap hatimu selalu rela dengan apa yang ada maka tak ada perbedaan bagimu antara dirimu sendiri dan para hartawan.” (Imam Syafi’i)
      • ”Jika engkau melihat seseorang berjalan di atas air dan bisa terbang di udara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan engkau lengah dan terheran-heran kepadanya, sampai engkau mengetahui secara persis atas apa yang di kerjakannya itu berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.“ (Imam Syafi’i)
      • “Kepandaian itu ada dalam masalah agama, bukan dalam masalah keturunan, kalau saja kepandaian diukur dalam masalah keturunan, maka tak ada satu orang pun yang cakap seperti Fatimah putri Rasulullah Saw dan putri-putri beliau yang lain.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an, maka mulia nilainya. Barangsiapa berbicara tentang fiqih, maka akan berkembang kemampuannya. Barangsiapa menulis Hadits, maka akan kuat hujjahnya. Barangsiapa mengkaji bahasa, maka akan lembut tabiatnya. Barangsiapa mengkaji ilmu hitung, maka akan sehat pikirannya. Barangsiapa tidak menjaga jiwanya, maka ilmunya tidak akan berguna baginya.” (Imam Syafi’i)
      • “Barangsiapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah, maka dia tak ubahnya keledai, dan barangsiapa yang diminta keridhaannya namun tidak ridha, maka dia adalah syetan.” (Imam Syafi’i)
      • “Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya. Tiada seorang alim pun yang ia takuti kecuali kepada Allah Swt. Yang merasa aman akan marah Allah Swt, dialah si-jahil. Yang merasa takut akan marah Allah Swt, dialah si-arif.” (Imam Syafi’i)

      9XPQ7-T7TGY-TKPD


      9XPQ7-T7TGY-TKPD

      10 Fakta Perubahan Felix Siauw Ketika Dari Penganut Katolik Jadi Muslim

      10 Fakta Perubahan Felix Siauw Ketika Dari Penganut Katolik Jadi Muslim

      1. Nama aslinya Siauw Chen Kwok. Itu pemberian orang tuanya. Wajahnya tampak sumringah. Enteng senyum. Bersih dan memang enak dipandang. Meski dari kelurga kaya, tapi tetap sederhana. Apa adanya. Gurat kebandelan memang ada. Tapi sirna oleh kebaikannya saat ini.
      2. Dengan latar berkecukupan semasa SMA, Felix suka pamer barang pemberian orang tuanya. Dia hidup layaknya anak muda kota besar lainnya. Ada motor dan mobil mewah. Pendeknya penuh gaya. Terkadang nakal standar.
      3. Kuliah di institusi bergengsi, IPB. Ini indikasi kecerdasan. Betapa perlu menyisihkan 100 orang lainnya untuk mendapatkan satu kursi di perguruan tinggi negeri prestisius Indonesia. Bukan dengan sikut, tapi dengan kemampuan potensi akademik. Dan dia bisa.
      4. Selepas IPB, Felix muda mulai mengejutkan dunia pencinta ilmu. Iya…, majelis ilmu. Lucu, sarjana IPB tapi ngajari ilmu agama. Itu hanya soal pilihan. Ini perubahan drastis bagi hidupnya. Hanya dia yang bisa merasakan.
      5. Lingkungan mahasiswa menjadi titik awal dia kenal dengan Islam. Dia menekuni, dia kagum, dia terpanggl. Dan akhirnya bersaksi. Dia menjadi muallaf. Menundukkan hati pada ketentuan. Batin Felix mulai tersiram oleh rintik-rintik hidayah. Sejuk dan nyaman. Memupus seluruh keangkuhan yang pernah diperagakan. Dia bukan lagi Felix ketika SMA. Dia menjadi sosok idola. Paling tidak di kalangan usrah, kala itu.
      6. Orang tuanya bingung dengan anaknya. Dulu bandel sekarang kalem, lembut dan santun. Apa gerangan…? Ah, dunia mahasiswa, mengikis sifat-sifat masa lalunya.
      7. Mereka bangga putra kesayangannya sudah menjadi anak baik. Nggak neko-neko seperti dulu. Sangat penurut.
      8. Meski mulanya keberatan, kedua orang tuanya akhirnya pasrah. Itu pilihan. Anaknya bukan lagi anak kemarin sore. Dia lebih tahu pilihannya sendiri. Tiap orang punya pilihan masing-masing. Dia, Felix, telah menentukan pilihannya.
      9. Hari ini dia menjadi inspirasi. Nggak nyana ilmu agamanya juga tinggi. Keberuntungannya karena dia aslinya cerdas.
      10. Mudah mencerna, mudah belajar. Ngomong berisi, selalu ada dasar dan data. Ini ciri intelektualitas. Bukan menebar karangan sesukanya. Asal njeblak. Yang penting nekad. Berani malu. Itu bukan dia banget.

        Kisah Perjalanan Mualaf Ustadz Felix Siauw: Aku dan Islam. Inilah Alasan Mengapa Pindah Dari Katolik ke Islam.

         

        Kisah Perjalanan Mualaf Ustadz Felix Siauw: Aku dan Islam

        “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”.

        Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan didalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.

        Ketidakpuasan lalu mendorong saya untuk mencari jawaban di dalam alkitab, kitab yang datang dari tuhan, yang saya pikir waktu itu bisa memberikan jawaban. Sejak saat itu, mulailah saya mempelajari isi alkitab yang belasan tahun tidak pernah saya buka secara sadar dan sengaja. Betapa terkejutnya saya, setelah sedikit berusaha memahami dan mendalami alkitab, saya baru saja mengetahui pada saat itu jika 14 dari 27 surat dari injil perjanjian baru ternyata ditulis oleh manusia, saya hampir tidak percaya bahwa lebih dari setengah isi kitab yang katanya kitab tuhan ditulis oleh manusia, yaitu Santo Paulus. Lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui bahwa sisa kitab yang lainnya juga merupakan tulisan tangan manusia setelah wafatnya Yesus. Sederhananya, Yesus pun tidak mengetahui apa isi injilnya. Lebih dari itu semua, konsep trinitas yang menyatakan tuhan itu tiga dalam satu dan satu dalam tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus) yang merupakan inti dari ajaran kristen pun ternyata adalah hasil konggres di kota Nicea pada tahun 325 M. Ketika proses mencari jawaban di dalam alkitab pun, saya menemukan sangat sedikit sekali keterangan yang diberikan di dalam alkitab tentang kehidupan setelah mati hari kiamat dan asal usul manusia.

        Setelah proses pencarian jawaban di dalam alkitab itu, saya memutuskan bahwa agama yang saya anut tidaklah pantas untuk dipertahankan atau diseriusi, karena tidak memberikan saya jawaban atas pertanyaan mendasar saya, juga tidak memberikan kepada saya pedoman dan solusi dalam menjalani hidup ini. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang tidak beragama, tetapi tetap percaya kepada Tuhan. Saya mengambil kesimpulan bahwa semua agama tidak ada yang benar, karena sudah diselewengkan oleh penganutnya seiring dengan waktu. Saya menganggap semua agama sama, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Saya juga berpandangan bahwa Tuhan laksana matahari, dimana para nabi dengan agamanya masing-masing adalah bulan yang memantulkan cahaya matahari, dan pemantulan itu tidak ada yang sempurna, sehingga agama pun tidak ada yang sempurna Tanpa sadar waktu itu saya masuk kedalam ideologi sekular. Menjadilah saya manusia yang sinkretis dan pluralis pada waktu itu.

        Tetapi semua pandangan itu berubah 5 tahun kemudian ketika saya memasuki semester ketiga saya ketika berkuliah di salah satu PTN. Saya menemukan bahwa teori saya bahwa semua agama itu sama hancur samasekali dengan adanya realitas baru yang saya dapatkan. Lewat pertemuan saya dengan seorang ustadz muda aktivis gerakan da’wah islam internasional, perkenalan saya dengan al-Qur’an dimulai. Diskusi itu bermula dari perdebatan saya dengan seorang teman saya tentang kebenaran. Dia berpendapat bahwa kebenaran ada di dalam Al-Qur’an, sedangkan saya belum mendapatkan kebenaran. Sehingga dipertemukanlah saya dengan ustadz muda ini untuk berdiskusi lebih lanjut, namanya Ustadz Fatih Karim.

        Setelah bertemu dan berkenalan dengan ustadz muda ini, saya lalu bercerota tentang pengalaman hidup saya termasuk ketiga pertanyaan hidup saya yang paling besar. Kami lalu berdiskusi dan mencapai suatu kesepakatan tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta. Adanya Tuhan, atau Sang Pencipta memanglah sesuatu yang tidak bisa disangkal dan dinafikkan bila kita benar-benar memperhatikan sekeliling kita. Tapi saya lalu bertanya pada ustadz muda itu

        “Saya yakin Tuhan itu ada, dan saya berasal dari-Nya, tapi masalahnya ada 5 agama yang mengklaim mereka punya petunjuk bagi manusia untuk menjalani hidupnya. Yang manakah lalu yang bisa kita percaya?!”.

        Ustadz muda itu berkata “Apapun diciptakan pasti mempunyai petunjuk tentang caranya bekerja” lalu dia menambahkan “Begitupun juga manusia, masalahnya, yang manakah kitab petunjuk yang paling benar dan bisa membuktikan diri kalau ia datang dari Sang Pencipta atau Tuhan yang Maha Kuasa” lalu diapun membacakan suatu ayat dalam al-Qur’an:

        Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (TQS al-Baqarah [2]:2)

        Ketika saya membaca ayat ini saya terpesona dengan ketegasan dan kejelasan serta ketinggian makna  daripada kitab itu. Mengapa penulis kitab itu berani menuliskan seperti itu?. Seolah membaca pikiran saya, ustadz itu melanjutkan “kata-kata ini adalah hal yang sangat wajar bila penulisnya bukanlah manusia, ciptaan yang terbatas, Melainkan Pencipta. Not creation but The Creator. Bahkan al-Qur’an menantang manusia untuk mendatangkan yang semacamnya!”

        Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (TQS al-Baqarah [2]: 23)

        Waktu itu saya membeku, pikiran saya bergejolak, seolah seperti jerami kering yang terbakar api. Dalam hati saya berkata “Mungkin inilah kebenaran yang selama ini saya cari!”.

        Tetapi waktu itu ada beberapa keraguan yang menyelimuti diri saya, belum mau mengakui bahwa memang Al-Qur’an adalah suatu kitab yang sangat istimewa, yang tiada seorangpun yang bisa mendatangkan yang semacamnya. Lalu saya bertanya lagi “Lalu mengapa agama yang sedemikian hebat malah terpuruk, menjadi pesakitan, hina dan menghinakan dirinya sendiri?”.

        Dengan tersenyum dan penuh ketenangan ustadz muda itu menjawab “Islam tidak sama dengan Muslim. Islam sempurna, mulia dan tinggi, tidak ada satupun yang tidak bisa dijelaskan dan dijawab dalam Islam. Muslim akan mulia, tinggi juga hebat. Dengan satu syarat, mereka mengambil Islam secara kaffah (sempurna) dalam kehidupan mereka”

        “Jadi maksud ustadz, Muslim yang sekarang tidak atau belum menerapkan Islam secara sempurna?!” sata menyimpulkan.

        “Ya, itulah kenyataan yang bisa Anda lihat” tegas ustadz muda itu.

        Lalu saya dijelaskan panjang lebar tentang maksud bahwa Islam berbeda dengan Muslim. Penjelasan itu sangat luar biasa, dia lalu menjelaskan dan memperlihatkan bagaimana sistem Islam kaffah bekerja. Konsep-konsep Islam yang belum pernah saya dengar samasekali sampai saat itu, bagaimana Islam mengatur pemerintahan seperti Islam mengatur pernikaham bagaimana Islam mengatur ekonomi seagaimana ia mengatur ibadah ritual, sesuatu yang tersembunyi (atau sengaja disembunyikan) dari Islam selama ini. Saat itu saya sadar betul kelebihan dan kebenaran Islam. Hanya saja selama ini saya membenci Islam karena saya hanya melihat Muslimnya bukan Islam. Hanya melihat sebagian dari Islam bukan keseluruhan.

        Akhirnya ketiga pertanyaan besar saya selama ini terjawab dengan sempurna. Bahwa saya berasal dari Sang Pencipta dan itu adalah Allah SWT. Saya hidup untuk beribadah (secara luas) kepada-Nya karena itulah perintah-Nya yang tertulis didalam al-Qur’an. Dan al-Qur’an dijamin datang dari-Nya karena tak ada seorangpun manusia yang mampu mendatangkan yang semacamnya. Setelah hidup ini berakhir, kepada Allah saya akan kembali dan membawa perbuatan ibadah saya selama hidup dan dipertanggungjawabkan kepada-Nya sesuai dengan aturan yang diturunkan oleh Allah. Setelah yakin dan memastikan untuk jujur pada hasil pemikiran saya. Saya memutuskan:

        “Baik, kalau begitu saya akan masuk Islam!”

        Saya tahu, saya akan menemui banyak sekali tantangan ketika saya memutuskan hal ini. Saya memiliki lingkungan yang tendensius kepada Islam dan saya yakin keputusan ini tidak akan membuat mereka senang. Tapi bagaimana lagi, apakah saya harus mempertahankan perasaan dan kebohongan dengan mengorbankan kebenaran yang saya cari selama ini?!. “Tidak, sama sekali tidak” saya memastikan pada diri saya sendiri lagi. Artinya walaupun tantangan di depan mata, saya yakin bahwa Allah, yang memberikan saya semuanya inilah yang pantas dan harus didahulukan.

        Setelah menemukan Islam, saya menemukan ketenangan sekaligus perjuangan. Ketenangan pada hati dan pikiran karena kebenaran Islam. Dan perjuangan karena banyak muslim yang masih terpisah dengan Islam dan tidak mengetahui hakikat Islam seperti yang saya ketahui, kenikmatan Islam yang saya nikmati dan bangga kepada Islam seperti saya bangga kepada Islam. Dan mudah-mudahan, sampai akhir hidup saya dan keluarga saya, kami akan terus di barisan pembela Islam yang terpercaya. Janji Allah sangat jelas, dan akan terbukti dalam waktu dekat. Allahuakbar!

        Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik (TQS an-Nuur [24]: 55)

        Terimakasih Allah SWT, telah memberiku al-Qur’an dan taufik. Terimakasih wahai rasulullah Muhammad saw. atas kasih sayang dan perjuangannya. Terimakasih untuk Mami yang telah melahirkan dan mengasuh serta membesarkanku. Papi atas pelajaran nalar dan kritisnya sehingga aku bisa menemukan Islam. Ustadz Fatih Karim (@mfatihkarim) atas kesabaran dan persaudaraanya. al-Ustadz Ahmad Muhdi atas kritik dan perhatiannya. Ummi Iin atas percaya dan penurutnya. Teman-teman HDHT, terimakasih atas bimbingannya Untuk info lebih lengkap, silakan dapatkan di buku Beyond The Inspiration Bab ke-3 “The Way To Belief” tulisan @felixsiauw

        Kisah Hidup Felix Siauw, Dari Mualaf Hingga Ustadz Kondang

        Felix Siauw  adalah seorang ustadz etnis Tionghoa-Indonesia. Ia menjadi seorang mualaf semenjak masa kuliah dan bergabung menjadi aktivis gerakan Islam, Hizbut Tahrir Indonesia. Felix Siauw lahir dan tumbuh di lingkungan non-muslim. Ia mulai mengenal Islam pada tahun 2002, saat masih berkuliah di Institut Pertanian Bogor semester 3. Felix Siauw menikah pada tahun 2006 dan saat ini telah memiliki empat orang anak, yaitu Alila Shaffiya Asy-Syarifah (2008), Shifr Muhammad Al-Fatih 1453 (2010), Ghazi Muhammad Al-Fatih 1453 (2011), dan Aia Shaffiya Asy-Syarifah (2013).

        • Nama aslinya Siauw Chen Kwok. Itu pemberian orang tuanya. Wajahnya tampak sumringah. Enteng senyum. Bersih dan memang enak dipandang. Meski dari kelurga kaya, tapi tetap sederhana. Apa adanya. Gurat kebandelan memang ada. Tapi sirna oleh kebaikannya saat ini.
        • Dengan latar berkecukupan semasa SMA, Felix suka pamer barang pemberian orang tuanya. Dia hidup layaknya anak muda kota besar lainnya. Ada motor dan mobil mewah. Pendeknya penuh gaya. Terkadang nakal standar.
        • Kuliah di institusi bergengsi, IPB. Ini indikasi kecerdasan. Betapa perlu menyisihkan 100 orang lainnya untuk mendapatkan satu kursi di perguruan tinggi negeri prestisius Indonesia. Bukan dengan sikut, tapi dengan kemampuan potensi akademik. Dan dia bisa.
        • Selepas IPB, Felix muda mulai mengejutkan dunia pencinta ilmu. Iya…, majelis ilmu. Lucu, sarjana IPB tapi ngajari ilmu agama. Itu hanya soal pilihan. Ini perubahan drastis bagi hidupnya. Hanya dia yang bisa merasakan.
        • Lingkungan mahasiswa menjadi titik awal dia kenal dengan Islam. Dia menekuni, dia kagum, dia terpanggl. Dan akhirnya bersaksi. Dia menjadi muallaf. Menundukkan hati pada ketentuan. Batin Felix mulai tersiram oleh rintik-rintik hidayah. Sejuk dan nyaman. Memupus seluruh keangkuhan yang pernah diperagakan. Dia bukan lagi Felix ketika SMA. Dia menjadi sosok idola. Paling tidak di kalangan usrah, kala itu.
        • Orang tuanya bingung dengan anaknya. Dulu bandel sekarang kalem, lembut dan santun. Apa gerangan…? Ah, dunia mahasiswa, mengikis sifat-sifat masa lalunya.
        • Mereka bangga putra kesayangannya sudah menjadi anak baik. Nggak neko-neko seperti dulu. Sangat penurut.
        • Meski mulanya keberatan, kedua orang tuanya akhirnya pasrah. Itu pilihan. Anaknya bukan lagi anak kemarin sore. Dia lebih tahu pilihannya sendiri. Tiap orang punya pilihan masing-masing. Dia, Felix, telah menentukan pilihannya.
        • Hari ini dia menjadi inspirasi. Nggak nyana ilmu agamanya juga tinggi. Keberuntungannya karena dia aslinya cerdas.
        • Mudah mencerna, mudah belajar. Ngomong berisi, selalu ada dasar dan data. Ini ciri intelektualitas. Bukan menebar karangan sesukanya. Asal njeblak. Yang penting nekad. Berani malu. Itu bukan dia banget.

        Karya

        Buku-buku karya Felix Siauw banyak mengangkat topik dan perspektif yang terkait dengan organisasi tempat ia bernaung, yakni Hizbut Tahrir Indonesia. Perspektif Hizbut Tahrir Indonesia sempat beberapa kali dikritik karena tidak peka sejarah.

        • “Beyond The Inspiration”
        • “Muhammad Al-Fatih 1453”
        • “How To Master Your Habits”
        • “Udah Putusin Aja” 
        • “Yuk Berhijab”
        • “The Chronicles of Ghazi: Rise Of The Ottomans”
        • “Khilafah* *In Progress” (ditarik dari peredaran)”Khilafah* *Remake”

        Ustadz Felix Siauw: Atas Nama NKRI dan Pancasila

        Ustadz Felix Siauw: Atas Nama NKRI dan Pancasila

        Intoleransi yang selama ini dicari, ada pada mereka yang menolak Ustadz Abdul Somad di Bali. Mereka tak sendiri, tapi juga berbagi paham dengan kelompok lainnya

        Alasan mereka UAS berafiliasi dengan HTI, rasis, anti-NKRI, anti-Bhinneka, sering menyebut kata kafir. Dan mereka ini selalu berlindung di belakang NKRI dan Pancasila

        Tidak hanya itu, mereka menerima bersyarat, dengan syarat yang menjatuhkan wibawa UAS, mengharuskan mencium bendera, ikrar 4 pilar, dan lainnya yang tak masuk akal

        Saya yakin UAS tak memasalahkan apapun yang mereka tuduh, bahkan UAS sudah ke pedalaman, menyebarkan Islam dan menjaga kecintaan pada Indonesia negeri tercinta

        Sejak merdeka negeri ini, kebhinekaan terjaga sebab yang besar menjaga dan yang kecil tahu diri. Tak ada yang memaksa bahwa pahamnya harus diterima oleh orang lain

        Tapi sejak rezim ini, logika-logika sesat dicipta, undang-undang dzalim diberlakukan, yang Islam diganggu, yang bukan Islam seolah pasti menjadi yang paling benar

        Mereka mempersoalkan kata kafir, padahal kafir itu terminologi Al-Quran, tak mungkin dihapus diganti non-Muslim, mereka katakan Khilafah tak boleh didakwahkan

        Lalu SIAPA ANDA boleh mengatur-atur Islam? Mana yang boleh dan mana yang tak boleh? Para ulama berdakwah karena perintah Allah, bukan perintah manusia

        Andai penguasa masih punya hati, lihatlah kemana semua narasi ini digulirkan? Apakah penguasa saat ini memang ingin memecah belah Indonesia? Hentikan semua ini

        Andai UAS sebagaimana yang mereka tuduhkan, berarti mereka pun menganggap jutaan ummat Muslim penggemar dakwah UAS sebagai radikal dan segala tuduhan yang lain

        Inilah intoleransi sebenarnya, tak tahu Islam, tapi mau agar Islam mengikuti mereka, hanya karena mereka mayoritas di Bali. Mengapa bukan yang begini yang dibubarkan?

        Perilaku semisal ini bukan hanya ada di Bali, narasi yang sama dikembangkan secara nasional, klaim aku Pancasila, aku NKRI, hajar yang tak sepaham, buat mereka hina

        Perkara rusak negeri ini karena korupsi, jual aset, masukkan aseng asing, hancur persatuan, tak jadi soal. Yang penting Pancasila dan NKRI diatas semua, bahkan diatas agama

        10 Ilmuwan dan Cendikiawan Muslim Yang dilupakan Dunia

        10 Ilmuwan dan Cendikiawan Muslim Yang dilupakan Dunia

        1. Abu Bakar Muhammad bin Zakariaar-Razi merupakan sìlìh seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ar- Razi dikenal luas sebagai ilmuwan serba bisa darn dianggap se- bagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam.   Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H/865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mernpelajai filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin lshaq di.Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ía dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakít di Rayy. Selánjutnya la juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertamayang membuat penjelasan seputar penyakit cacar. Razi diketahul sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ílmuwän pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya pe iìyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musirn pa- iìas. Razi juga merupakan ilmuwan pertarna yang menjelaskan (lemam sebagai mekanisme tubuh untuk meljndungi diri Pada hidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.
        2. Ibnu Sina. Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina atau Iebih dikenal dengan nama Avicenna, yang hidup antara tahun 986-1037 M adalah ilmuwan ensikiopedi, dokter, psikolog, penulis kaidah kedokteran modern (dipakal sebagai referensi ilmu kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti pényakit TBC, Diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek pikiran. Ia merupakan seorang ilmuwan muslim dan filosof besar pada waktu itu, sehingga kepadanya diberikan julukan Syeh Al-rais.   Keistimewaannya antara lain adalah: Pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Quran, kemudian pada usia 18 tahun su dah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada waktu ¡tu, bidang keahliannya adalah ilmu kedokteran, ilmu fisika, geologi, mineralogi, filosofi, matematika, dan astronomi.
        3. Al Razi (abad ke-8) adalah sang pengarang dan kitab SirrAl Asrar (Rahasianya Rahasia) yang mengulas tentang penyulingan minyak mentah, pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (seka rang Perancis yang terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warnawarni, keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna, bahan-bahan dar kulit, ¡a juga mengembangkan penelitian tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.
        4. Al-Jahiz 781 Desember 868/Januari 869) adalah seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dan Afrika Timur. la meru pakan sastrawan Arab dan memiliki karya-karya dalam bidang literatur Arab, biologi, zoologi,sejarah;filsafat, psikologi, Teologi Mu’taziliyah, dan polemik-polertiik politik religi
        5. Nama Iengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin ash-Shayigh. la merupakan filsuf dan dokter muslim AndaIu sia yang dikenal di Barat dengan nama Iatinnya, Avempace. lbnu Bajjah lahir di Saragossa di tempat yang kini bernama Spanyol dan meninggal di Fez pada 1138. Pemikirannya memiliki pengaruh yang jetas pada lbnu Rushdi dan The Great Albert. Ke banyakan buku dan tulisannya tidak lengkap (atau teratur balk) karena kematiannya yang cepat. la memiliki pengetahuan yang luas pada kedokteran, matematika, dan astronomi. Sumbangan utamanya pada filsafat Islam iatah gagasannya pada Fenom enologi Jiwa, namun sayangnya tak lengkap. Ekspresi yang di cintainya ialah Gharib dan Motivahhed ekspresi yang diakui dan terkenal dan Gnostik Islam.
        6. Ibnu Nafis atau fbn Al-Nafis Damishqui, merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia (pada 1242) walaupun kemudian Harvey (1628) dianggap sebagai yang pertama kali menemukannya. Penggambaran kontemporer proses mi telah bertahan cukup lama. lbnu Nafis juga merupakan orang pertama yang diketa hui telah mendokumentasikan sirkuit paru-paru. Secara besar- besaran karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada 1924. Dia lahir di Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan rneninggal di Kairo (kini wilayah Mesir), 17 Desember 1288 pada umur 78 tahun)
        7. Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi Adalah salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad Pertenga han. Dia lahir di Madinatuz Zahra’ (936 — 1013) dan di Barat a dikenal dengan nama Abulcasis. Karya terkenalnya adalah Al-Tasrif kumpulan praktik kedokteran yang terdiri atas 30 jilid.
        8. Abul Qasim lahir di Zahra, yang terletak di sekitar Kordoba, Spanyol. Di kalangan bangsa Moor Andalusia, dia dikenal dengan nama “El Zahrawi”. Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa Khalifah Al-Hakam Il dan kekhalifahan Umayyah. AI-Tasrifberisi berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya ten- tang gigi dan kelahiran anak.
        9. Az Zahra (939) adalah ilmuwan muslim yang dikenal sebagai embuat alat-alat bedah/pembedahan, teknik dan jenis pengopera sian, pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi gigi, serta peralatan bedah gigi.
        10. Al-Jahiz  adalah seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dan Afrika Timur. la meru pakan sastrawan Arab dan memiliki karya-karya dalam bidang literatur Arab, biologi, zoologi,sejarah;filsafat, psikologi, Teologi Mu’taziliyah, dan polemik-polertiik politik religi.

          Abu Bakar Muhammad bin Zakariaar-Razi salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam

          Abu Bakar Muhammad bin Zakariaar-Razi salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam

          Abu Bakar Muhammad bin Zakariaar-Razi merupakan sìlìh seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 – 930. Ar- Razi dikenal luas sebagai ilmuwan serba bisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. .

              Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H/865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mernpelajai filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin lshaq di.Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ía dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakít di Rayy. Selánjutnya la juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad.

              Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertamayang membuat penjelasan seputar penyakit cacar. Razi diketahul sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan ílmuwän pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi.

              Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musirn panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertarna yang menjelaskan (demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri Pada hidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

          Syaikh Nashirudin Al Albani, Tukang Jam Yang Ahli Hadits


          Syaikh Nashiruddin Al-Albani adalah salah satu ahli hadits dan memiliki sanad, di abad ini

          Ahli hadits itu tidak banyak atau sangat sedikit. Abad yang lalu ahli hadits yang memiliki sanad beberapa di antara nya adalah Syaikh Hasyim Asy’ari dan Syaikh Ahmad Dahlan .
          1 abad adalah 100 tahun dan memiliki sanad adalah mengetahui dengan perawi-perawi hadits nya sampai pada sumber nya yaitu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga mengetahui betul keshahihan sebuah hadits yaitu atau hadits yang shahih (asli) dan hadits yang dhaif serta yang maudhu (lemah serta palsu)

          Tepat nya beliau-beliau adalah
          Ahli AL-Qur’an dan Penghafal AL-Qur’an

          Ahli Hadits dan Penghafal Hadits dan Memiliki Sanad

          • Syaikh Nashiruddin Al-Albani. Shaikh Al-Albani, tidak asing dalam lapangan pengajian Islam, terutama dalam bidang hadith. Ketelitian beliau dalam penilaian hadith dikagumi, bahkan menjadi standard rujukan ulama hadith hari ini. Semua Universitas Dalam Bidang Hadis SELURUH DUNIA Diberi Latihan Untuk Mentashih Hadis Bertaqlid Kepada Al AlBani. Namun beliau dihina pekerjaannya sebagai tukang jam oleh Ahli Bid’ah. Berdosakah Kerja Sebagai Tukang Jam Haramkah? Kenapa beliau jadi tukang jam? Sebab itu adalah sumber pendapatan beliau dan beliau bukan penjual agama. tidak tahukah kalian bahwa pekerjaan Rasulullah ﷺ dulu hanyalah mengembala kambing! Bahkan Ibnu Abbas meriwayatkan Nabi Daud bekerja sebagai tukang besi, Nabi Adam sebagai petani, Nabi Nuh sebagai tukang kayu dan Nabi Idris Sebagai tukang jahit. Apakah dengan pekerjaan2 ini mengurangkan darjat kenabian mereka?
          • Wallahi pekerjaan sebagai tukang jam itu sangatlah mulia lagi halal, berbanding pekerjaan para habib sufi yang mengaut keuntungan beribu ringgit melalui konser dan penjualan album shalawat rekaan (qasidah) mereka.
          • Ia juga jauh lebih mulia lagi halal berbanding para Tukang yasinan dan tahlil arwah yang mengambi upah daripada keluarga si mati yang ditimpa musibah kemiskinan dan kehilangan orang tersayang.
          • Ia juga jauh lebih mulia lagi halal daripada pekerjaan para agamawan yang menerima bayaran daripada ceramah yang mengandungi hadis palsu dan riwayat dusta.
          • Lebih baik jadi tukang jam mendapat rezeki yang halal, jujur dan amanah daripada memperdagangkan agama mencari rezeki secara bathil.
          • Semoga Allah ta’ala. merahmati beliau atas jasa sumbangan yang cukup besar

          Sumber

          • As-silsilah Ash-shohihah, no. 1373)

          Kisah 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga: ABDURRAHMAN IBN AUF 

          Kisah 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga: ABDURRAHMAN IBN AUF 

          ABDURRAHMAN IBN AUF (44 SH 31 H/581-652 M)
              Sahabat Nabi Muhammad Saw. yang juga seorang pengusaha sukses, dan termasuk salah satu dan 10 orangyang diberi kabar gembira akan masuk surga. Orang ke-8 yang memeluk Islam ini bernama lengkap Abu Muhammad Abdurrahman ibn Aul ibn Abd Auf ibn Abdul Harits Zurah ibn Kilab ibn Murrah.

              aat lahir path 44 Sebelum Hijriah atau 581 M (10 tahun lebih muda dan Nabi Saw.), ¡a diberi nama Abd ‘Amr yang berarti Budak Amr atau Abd Ka’bah yang berarti Hamba Ka’bah. Karena ¡tu, ketika menyatakan keislamannya lewat ajakan Abu Bakar Al-Shiddiq, Nabi Muhammad Saw. mengganti namanya menjadi Abdurrahman yang berarti Hamba Yang Maha Pengasih.

              Ketika Nabi Muhammad Saw. memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Haba syah, Abdurrahman menjual seluruh harta kekayaannya demi keperluan hijrah angkatan pertama tu. Setelah beberapa lama di Habasyah, ia kembali ke Makkah dengan harapan ikap kaum musyrik Quraisy akan melunak.’ Namun, harapannya bertolak belakang de ngan kenyataan, ja pun kembali ke Madinah. Di Kota Nabi, Abdurrahman yang banyak menuturkan hadis Nabi ini dipersaudarakan dengan seorang Anshar, Sa’ad ibn Al-Rabi’ Al-Khazraji.

              Di Kota Nabi, suami dan Ummu Kultsum binti Uqbah ibn Rabi’ah ibn Abd Syams, Ummu Kuitsum binti Abu Mu’aith, Sahlah binti Ashim, dan Bahriyyah binti Hani’ ini kern- bali menggeluti dunia bisnis sebagai pengusaha. Pada Sya’ban 6 H/Desember 627 M, ja diangkat oleh Nabi Saw. sebagai komandan pasukan kaum Muslim ke Dumah Al-Jandal untuk menghadapi Bani KaIb. Di kota inilah Abdurrahrnan bertemu dengan Tumadhir binti Al-Asbagh, putri dan tokoh suku itu, yang kemudian la sunting menjadi istrinya. Se- lain itu, Abdurrahman juga ikut serta dalam seluruh perang yang dihadiri Rasul Saw., ikut menyaksikan Perjanjian Hudaibiyah, serta mendampingi istri-istri Nabí Saw. dalam menu naikan ibadah haji.

              Pada 13 H/634 M, sahabat yang dikenal bersikap zuhud terhadap jabatan dan pang kat ¡ni, ditunjuk oleh Umar ibn AI-Khaththab sebagai pemimpin rombongan jamaah haji. Sebelas tahun kemudian, salah satu dan 6 calon pengganti Umar ini ditunjuk kembali oleh Utsman ibn Affan sebagai pemimpin jamaah haji. Tugas mi merupakan yang terakhir bagi tokoh yang juga dikenal pemurah dan dermawan ini, karena pada 31 H/652 M, la wafat di Madinah pada usia 75 tahun dan dikebumikan di Makam Baqi’ Al-Gharqad de ngan meninggalkan 28 putra dan 8 putri.

          10 Fakta Mengapa Ustadz Abdul Somad Lc MA Disebut Buya Hamka Zaman Now

          10 Fakta Mengapa Ustadz Abdul Somad Lc MA Disebut Buya Hamka Zaman Now

          1. Hamka dan ustadz Abdul Somad Lc MA (UAS) sama-sama menjadi panutan umat. Mengajarkan umat untuk menghargai perbedaan, toleran, ulama yang lurus, tegas dan merangkul semua kelompok Islam. Mereka mengajarkan kita semua nilai itu. 
          2. UAS tampil sebagai antitesis model dan gaya dakwah yang serba menyalahkan dan membid’ahkan tersebut.
          3. Tampilan dakwah yang berisi, luasnya wawasan perbandingan madzhab beliau (Madzhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali), penuh dengan guyonan cerdas ditambah logat Melayu yang khas. Menerangkan suatu perkara agama secara tegas, jelas, berdasar dalil dan selalu disisipi humor. Sehingga jamaah pun terhibur, tapi ilmunya tetap didapat. 
          4. UAS juga selalu memberikan pilihan kepada jamaah, dalam suatu perkara ibadah yang domainnya ilmu fiqh misalnya, seperti masalah qunut Subuh. UAS dengan terbuka dan gamblang memberikan pandangan tiap-tiap madzhab ulama akan hukum qunut Subuh itu. “Jangan berkelahi hanya masalah khilafiyah!”, demikian nasihat UAS yang acap kali disampaikan. Hamka dan UAS sama-sama mengajarkan umat Islam, tentang indahnya perbedaan, pentingnya menjaga persatuan umat, kesadaran politik bernegara dan paling utama adalah tidak menonjolkan khilafiyah. Persatuan umat yang mesti dikedepankan. Hamka dan Ustad Abdul Somad membuktikannya dengan tindakan. Ini mendesak dilakukan, karena jika umat terus berkonflik karena urusan khilafiyah, maka persatuan umat Islam hanya akan tinggal utopia belaka.
          5. . Sebab, UAS mengedepankan toleransi, penghargaan terhadap perbedaan madzhab, menjunjung tinggi persatuan umat dan selalu menekankan agar umat Islam Indonesia melek politik dan berdikari dalam ekonomi. UAS selalu menyuarakan Islam dan politik tak bisa dipisahkan. 
          6. Urusan produktivitas kepenulisan, UAS sudah menulis buku-buku; “37 Masalah Populer” (2014), “99 Tanya Jawab Seputar Shalat” (2013), “33 Tanya Jawab Seputar Qurban” (2009), dan “30 Fatwa Seputar Ramadhan-terjemahan” (2011). Semua buku karya UAS tersebut bisa diakses secara gratis, baik di internet (ebook-pdf) maupun melalui aplikasi appstore/playstore. Sangat mengagumkan, UAS mempermudah umat belajar Islam secara praktis dan efektif.
          7. Makanya, bagi beliau pilihlah calon-calon pemimpin, kepala daerah dan legisltaif yang tidak alergi terhadap aspirasi umat. 3 (tiga) poin utama sebagai fokus politik Islam (khususnya di daerah melalui Peraturan Daerah) baginya adalah: 1) integrasikan mata pelajaran bercirikan Islam di sekolah umum (ilmu fiqh, tarikh, aqidah dan lainnya), 2) kepala daerah membuat aturan tentang zakat di daerahnya dan 3) kepala daerah diminta membuat Perda-perda yang bernuansa Islam.  Baginya semua cita-cita politik Islam tersebut, hanya bisa dicapai jika umat Islam yang berkuasa. Tapi jalan untuk mencapainya harus dengan cara-cara demokratis dan konstitusional sesuai hukum, tidak menggunakan kekerasan katanya.
          8. UAS bergaul dengan kelompok Islam manapun seperti Muhammadiyah, Jamaah Tabligh, Tarbiyah, Perti, Persis, Salafi bahkan FPI, MMI dan HTI yang sudah dibubarkan pemerintah saat ini. UAS juga bercerita, pernah menjadi pengurus masjid Muhammadiyah di Pekanbaru selama 2 tahun. Padahal secara madzhab fiqh, dirinya berbeda dari saudara-saudara di Muhammadiyah. Tiap kali diminta menjadi imam di masjid Muhammadiyah tersebut, dengan rendah hati UAS selalu menolaknya. Dia memilih untuk menjadi makmum saja, karena menghormati jamaah Muhammadiyah.
          9. UAS pun sering mengutip dan menceritakan kisah heroisme dan keulamaan Hamka dalam ceramahnya. UAS mengatakan, dia mengidolakan sosok Hamka, seorang ulama pejuang. Banyak kemiripan keduanya. Sama-sama memperoleh gelar dari Al-Azhar Kairo, dan produktif menulis. 
          10. Memiliki kemiripan dalam berceramah, bergaya khas, logat Melayu yang kental, suka berpepatah-petitih Melayu (Minangkabau), suara yang parau dan ceramah yang selalui diikuti oleh tanya jawab memakai media kertas yang tumpukannya melebihi tebalnya skripsi. Jamaahnya berduyun-duyun, selalu memadati masjid saat mendengar dakwahnya. Itulah beberapa kemiripan Buya dan UAS.

          Free Download 100 Ceramah Lengkap Ustadz Abdul Somad Lc

          Kumpulan Ceramah Ustadz Abdul somad Lc di Youtube paling favorit

          Free Download Ceramah Lengkap Ustadz Abdul Somad Lc

          • Free FREE DOWNLOAD | Lembaga Pendidikan Pertama Pembentuk Manusia #1
          • Free DOWNLOAD | Lembaga Pendidikan Pertama Pembentuk Manusia #2
          • Free DOWNLOAD | Merdeka dari Takut Selain Allah
          • Free DOWNLOAD | Berguru, Belajar, Istiqamah dan Jalin Komunitas
          • Free DOWNLOAD | IPTEK & Seni dalam Islam (UPP-ROHUL)
          •  
          • Free DOWNLOAD | Tanya Jawab (UPP-ROHUL)
          • Free DOWNLOAD | Ketika Roh & Jasad Berpisah
          • Free DOWNLOAD | Ketika Roh dan Jasad Bertemu
          • Free DOWNLOAD | Krisis Kita Hari Ini (Khutbah Jum-at 14.7.2017)
          • Free DOWNLOAD | Menjalin Ukhuwah (Pasir Pangaraian – Rokan Hulu)
          • Free DOWNLOAD | Tanya Jawab #1 (Masjid Al Madjid-ROHUL)
          • Free DOWNLOAD | Tanya Jawab #2 (Masjid Al Madjid-ROHUL)


          • DOWNLOAD | Telah Berlakunya 4 Tanda Kiamat #1
          • DOWNLOAD | Telah Berlakunya 4 Tanda Kiamat #2
          • DOWNLOAD | Allah Hanya Sayang pada Hati yang Penyayang
          • DOWNLOAD | Cara Nabi Ibrahim Mendidik Anak
          • DOWNLOAD | Da’wah Tanggung Jawab Ummat
          • DOWNLOAD | Indahnya Hidup di bawah Naungan Syariat Islam (21.8.2017)
          • DOWNLOAD | Menjaga Ahlus Sunnah Wal Jama-ah di Nusantara (1)
          • DOWNLOAD | Menjaga Ahlus Sunnah Wal Jama-ah di Nusantara (2)
          • DOWNLOAD | Menjemput Ampunan (Khutbah Idul Adha 1438 H Perawang)
          • DOWNLOAD | Nikmat Kemerdekaan
          • DOWNLOAD | Pentingnya Sanad dalam Beragama
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab (Masjid Al Khoir Batam 23.8.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab (Masjid Raya Bukit Baruga Makassar)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (19-8-2017)
          • DOWNLOAD | UAS Bersatu dgn Kembali ke Alqur-an Auditorium Universitas
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab (Kutacane-Aceh)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (27.5.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (17.6.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (15.7.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (10.6.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (3.6.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab Syarah Hadits (1.7.2017)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab (Masjid Nurul Islam)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab (Masjid Al-Asy-ari)
          • DOWNLOAD | Tanya Jawab (Masjid Al Muhajirin)
          • DOWNLOAD | Mengapa Allah Sisakan Kaum Yahudi
          • DOWNLOAD | 3 Golongan yang Shalatnya Tidak Diangkat Allah

          • DOWNLOAD | 7 Ciri Kelompok Ummat Nabi Muhammad
          • DOWNLOAD | Bid’ah & Maulid Nabi (1)
          • DOWNLOAD | Bid’ah & Maulid Nabi (2)
          • DOWNLOAD | Membongkar Kesesatan Syiah (Dari Kitab Mereka)
          • DOWNLOAD | 10 Keutamaan Perempuan
          • DOWNLOAD | Bersedekahlah
          • DOWNLOAD | Fiqih Seputar Imam dan Ma’mum #1
          • DOWNLOAD | Fiqih Seputar Imam dan Ma’mum #2
          • DOWNLOAD | Sejarah Salafus Shaleh
          • Free DOWNLOAD | Sempurna Iman dengan 4 Syarat
          • Free DOWNLOAD | Kisah & Hikmah Isra Mi’raj
          • Free DOWNLOAD | 4 Hal yang Lebih Berharga Daripada Dunia
          • Free DOWNLOAD | Fiqih Shalat Lengkap
          • Free DOWNLOAD | Hati-hati, Umat Islam Masuk ke Lubang Biawak
          • Free DOWNLOAD | Istiqomah Hingga Husnul Khotimah (1)
          • Free DOWNLOAD | Istiqomah Hingga Husnul Khotimah (2)
          • Free DOWNLOAD | Memahami Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (1)
          • Free DOWNLOAD | Memahami Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (2)
          • Free DOWNLOAD | Syarat Maksiat
          • Free DOWNLOAD | Syiah & LGBT
          • Free DOWNLOAD | Ulama Suu (Ulama yang Jahat)

          9XPQ7-T7TGY-TKPD

           

          Ustadz Abdul Somad, Lc , Ustadz Cerdas Yang Konsisten Dengan KeIslamannya dan Toleransinya

          Ustadz Abdul Somad, Lc , Ustadz Cerdas Yang Konsisten Dengan KeIslamannya dan Toleransinya

          Ustadz Abdul Somad, Lc adalah seorang pendakwah dan ulama asal Pekanbaru, Riau yang sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadits dan Ilmu fikih. Selain itu, ia juga banyak membahas mengenai nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat. Namanya dikenal publik karena Ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan dalam menyampaikan dakwah yang disiarkan melalui saluran Youtube. Ustadz Abdul Somad saat ini bertugas sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau

          Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka dengan tausiahnya. Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama. Dan bahkan bukan itu saja, ceramah Ustadz Abdul Somad juga banyak yang membahas mengenai masalah-masalah terkini, nasionalisme dan berbagai masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
          UAS adalah seorang sarjana lulusan S-1 Universitas Al-Azhar dan S-2 Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko. Pria campuran Melayu Deli dan Riau, saat ini, tinggal di Pekanbaru dan berprofesi sebagai dosen PNS di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

          UAS sama-sama menjadi panutan umat. Mengajarkan umat untuk menghargai perbedaan, toleran, ulama yang lurus, tegas dan merangkul semua kelompok Islam. Mereka mengajarkan kita semua nilai itu.  Uniknya kemunculan UAS sampai saat ini bukan karena infotainment, bukan dari media tv melainkan dari media sosial. Berbagai ceramah UAS bisa diakses oleh publik melalui youtube dan fb. 

          Bahkan dalam ceramah-caramahnya, UAS sering menyampaikan pada jamaah bahwa jadwal “manggung” ceramah beliau sudah full sampai Desember 2018, baik di level lokal, nasional maupun internasional. Sebagai penceramah yang tak lahir dari produk infotainment dan entertainment tv, tentu  ini adalah fenomena yang menakjubkan dan unik. 

          Dikenal melalui youtube yang videonya dishare oleh jamaah. Bukan karena berita gosip infotainment media tentang dirinya, tetapi lebih karena luas dan dalamnya pemahaman keislaman UAS. Dikenal bukan karena skenario tv/rekayasa media mainstream, melainkann karena kehendak masyarakat Islam, yang selalu membagi video-video ceramahnya secara online.

          UAS hadir pada saat yang tepat, di tengah ghiroh umat Islam yang haus ilmu agama, pengetahuan tentang syariat Islam. Ditambah menguatnya dakwah-dakwah dari sekelompok ustad yang mengidentifikasikan diri/kelompoknya dengan sebutan “Salafi”, yang terkadang isi ceramahnya cenderung memperlebar jurang khilafiyah di tengah keragaman umat dalam praktik ibadah (fiqh). Bahkan acap kali ustad-ustad tersebut dengan berani tanpa tedeng aling-aling, langsung melabeli bid’ah setiap praktik peribadatan muslim Indonesia, yang sudah mentradisi. 

          Tentu model dan gaya dakwah seperti di atas akan lebih mudah membuat umat terpecah-belah. Padahal sebagai muslim diwajibkan oleh Allah untuk menjaga persatuan dan berpegang teguh pada tali Allah, jangan bercerai-berai. Fenomena dakwah yang serupa ini juga berpotensi melahirkan konflik horizontal di internal Islam sendiri. UAS tampil sebagai antitesis model dan gaya dakwah yang serba menyalahkan dan membid’ahkan tersebut.

          Tampilan dakwah yang berisi, luasnya wawasan perbandingan madzhab beliau (Madzhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali), penuh dengan guyonan cerdas ditambah logat Melayu yang khas. Menerangkan suatu perkara agama secara tegas, jelas, berdasar dalil dan selalu disisipi humor. Sehingga jamaah pun terhibur, tapi ilmunya tetap didapat. 

          UAS juga selalu memberikan pilihan kepada jamaah, dalam suatu perkara ibadah yang domainnya ilmu fiqh misalnya, seperti masalah qunut Subuh. UAS dengan terbuka dan gamblang memberikan pandangan tiap-tiap madzhab ulama akan hukum qunut Subuh itu. “Jangan berkelahi hanya masalah khilafiyah!”, demikian nasihat UAS yang acap kali disampaikan.

          Produktivitas kepenulisan cukup baik, UAS sudah menulis buku-buku; “37 Masalah Populer” (2014), “99 Tanya Jawab Seputar Shalat” (2013), “33 Tanya Jawab Seputar Qurban” (2009), dan “30 Fatwa Seputar Ramadhan-terjemahan” (2011). Semua buku karya UAS tersebut bisa diakses secara gratis, baik di internet (ebook-pdf) maupun melalui aplikasi appstore/playstore. Sangat mengagumkan, UAS mempermudah umat belajar Islam secara praktis dan efektif.

          Banyak jamaah yang berujar jika UAS adalah Hamka zaman sekarang. Sebab, UAS mengedepankan toleransi, penghargaan terhadap perbedaan madzhab, menjunjung tinggi persatuan umat dan selalu menekankan agar umat Islam Indonesia melek politik dan berdikari dalam ekonomi. UAS selalu menyuarakan Islam dan politik tak bisa dipisahkan. 

          Mayoritas umat Islam di Indonesia secara ekonomi adalah kelas menengah ke bawah. Baginya perekonomian umat adalah mutlak tanggung jawab bersama umat Islam. Makanya UAS mengingatkan tentang pemberdayaan perekonomian umat dengan membangun dan mengembangkan sistem ekonomi syariah, hidupkan bank-bank syariah.

          Momentum “persatuan umat” dengan aksi damai 411, 212 dan seterusnya, juga berpengaruh terhadap kesadaran umat akan politik. Ini berdampak terhadap popularitas UAS. Baginya syariat Islam hanya akan berjalan dengan baik, jika umat Islam sadar politik, cerdas dalam berpolitik. Satu-satunya jalan agar syariat Islam bisa diimplementasikan di Indonesia yang demokratis ini adalah melalui kekuasaan. 

          Makanya, bagi beliau pilihlah calon-calon pemimpin, kepala daerah dan legisltaif yang tidak alergi terhadap aspirasi umat. 3 (tiga) poin utama sebagai fokus politik Islam (khususnya di daerah melalui Peraturan Daerah) baginya adalah: 1) integrasikan mata pelajaran bercirikan Islam di sekolah umum (ilmu fiqh, tarikh, aqidah dan lainnya), 2) kepala daerah membuat aturan tentang zakat di daerahnya dan 3) kepala daerah diminta membuat Perda-perda yang bernuansa Islam. 

          Baginya semua cita-cita politik Islam tersebut, hanya bisa dicapai jika umat Islam yang berkuasa. Tapi jalan untuk mencapainya harus dengan cara-cara demokratis dan konstitusional sesuai hukum, tidak menggunakan kekerasan katanya.

          Jadi taklah berlebihan, jika respons umat Islam akan kehadiran dakwah UAS saat ini sangat antusias. Hamka muda telah lahir, walaupun keduanya memiliki perbedaan. Hamka pernah menjadi pengurus Muhammadiyah, sedangkan Ustad Abdul Somad pernah menjadi pengurus Nahdlatul Ulama (Lembaga Bahtsul Masail) PWNU Riau. 

          UAS bergaul dengan kelompok Islam manapun seperti Muhammadiyah, Jamaah Tabligh, Tarbiyah, Perti, Persis, Salafi bahkan FPI, MMI dan HTI yang sudah dibubarkan pemerintah saat ini. UAS juga bercerita, pernah menjadi pengurus masjid Muhammadiyah di Pekanbaru selama 2 tahun. Padahal secara madzhab fiqh, dirinya berbeda dari saudara-saudara di Muhammadiyah. Tiap kali diminta menjadi imam di masjid Muhammadiyah tersebut, dengan rendah hati UAS selalu menolaknya. Dia memilih untuk menjadi makmum saja, karena menghormati jamaah Muhammadiyah.

          Sejak dari bangku sekolah dasar dirinya dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfizh Alquran. Tamat dari SD Al-Washliyah tahun 1990, ia hijrah untuk melanjutkan pendidikannya ke MTS Mu’allimin al-Washliyah Medan. Namun setelah tamat tahun 1993, ia kembali ke Riau untuk menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya di tahun 1996.

          Tahun 1998, ia merupakan salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa yang dibuka oleh pemerintah mesir untuk orang indonesia belajar di Universitas Al-Azhar mengalahkan 900-an orang lainnya yang mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Abdul Somad mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan.

          Kemudian pada tahun 2004, kerajaan maroko menyediakan 15 beasiswa bagi pendidikan S2 di Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang maroko dan lima orang untuk asing. Abdul Somad pun terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan 5 orang asing tersebut melalui jalur beasiswa S2 yang diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan.

          Pendidikan

          • Ustadz Abdul Somad menempuh pendidikan formal terakhir saat ini hingga jenjang master dalam bidang Ilmu Hadits, secara terturut-turut pendidikannya dapat dituliskan sebagai berikut:
          • SD al-Washliyah, tamat 1990Mts Mu’allimin al-Washliyah Medan, tamat 1993Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996S1 Al-Azhar, MesirS2 Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko, 2008

          Riwayat Pengabdian

          Pasca lulus dari Maroko, Ustadz Abdul Somad hingga saat ini aktif mengabdikan diri ke berbagai lembaga sebagai berikut:

          • Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
          • Dosen Tafsir dan Hadits di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau.
          • Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru.
          • Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode : 2009 – 2014.
          • Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode : 2009 – 2014.
          • Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode : 2009 – 2014

          Karya Ilmiah

          • a. Thesis: رجال الموطأ والصحيحين الذين ضعفهم النسائي في كتاب الضعفاء والمتروكين: جمعا ودراسة
          • b. Terjemah (Arab – Indonesia):
          1. Perbuatan Maksiat Penyebab Kerusakan Rumah Tangga (Judul Asli: Al-Ma’ashi Tu’addi ila Al-Faqri wa Kharab Al-Buyut), Penulis: Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Maret 2008.
          2. 55 Nasihat Perkawinan Untuk Perempuan, (Judul Asli : 55 Nashihat li al-banat qabla az-zawaj), Penulis: DR. Akram Thal’at, Dar at-Ta’if, Cairo. Diterbitkan oleh Penerbit Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, April-2004.
          3. 101 Kisah Orang-Orang Yang Dikabulkan Doanya (Judul Asli: 101 Qishash wa Qishah li Alladzina Istajaba Allah Lahum Ad-Du’a’, Majdi Fathi As-Sayyid. Diterbitkan oleh Pustaka Azzam – Jakarta, Desember 2004.
          4. 30 Orang Dijamin Masuk Surga (Judul Asli: 30 al-mubasysyarun bi al-jannah), DR.Mustafa Murad, Dar al-Fajr li at-Turats,Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Juli-2004.
          5. 15 Sebab Dicabutnya Berkah (Judul Asli: 15 sabab min asbab naz’ al-barakah), Penulis: Abu Al-Hamd Abdul Fadhil, Dar ar-Raudhah-Cairo. Diterbitkan oleh Cendikia Sentra Muslim-Jakarta, Agustus-2004
          6. Indahnya Seks Setelah Menikah (Judul Asli : Syahr al-‘asal bi la khajal), DR. Aiman Al-Husaini, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif, Jakarta, September 2004.
          7. Beberapa Kekeliruan Memahami Pernikahan (Judul Asli: Akhta’ fi mafhum az-zawaj, Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Progresif- Jakarta, September 2004.
          8. Sejarah Agama Yahudi (Judul Asli: Tarikh ad-Diyanah al-Yahudiyyah), diterbitkan oleh Pustaka al-Kautsar, Jakarta, Desember 2009.

          Karya Buku

          Ustadz Abdul Somad telah menuliskan beberapa buku yang menjadi best seller di kalangan ummat islam, di antaranya:

          • 37 Masalah Populer
          • 99 Pertanyaan Seputar Sholat
          • 33 Tanya Jawab Seputar Qurban

            Inilah Alasan Mengapa Ustaz Felix Siaw Pindah Agama Dari Katolik ke Islam

            Inilah Alasan Mengapa Ustaz Felix Siaw Pindah Agama Dari Katolik ke Islam

            Ustaz Felix Siaw dikenal sebagai keturunan Tionghoa yang menjadi mualaf. Dia tak henti berdakwah kepada keluarganya yang masih non-Muslim. Istrinya, Ummu Alila, menjadi saksi perjuangan sang suami yang tak kenal lelah mendakwahkan Islam, baik dengan berorasi di hadapan publik maupun melalui medsos. Ustaz Felix mulai berhenti melakukan pencarian agama semasa kuliah di IPB. Tepatnya pertengahan tahun 2002. Saat itu dia baru menginjak semester tiga. Rasa bosannya untuk selalu tinggal di tempat yang sama. Dia kemudian memutuskan pindah ke kosan yang mayoritas ditempati mahasiswa Muslim.

            • Ada tiga pertanyaan yang hingga saat itu dia masih belum menemukan jawaban: setelah meninggal manusia akan pergi ke mana? Untuk apa manusia diciptakan? Dari mana asal mula alam semesta? Kemudian, teman kosnya mengajak Felix untuk menemui seorang ustaz. Ia tak langsung menyetujui ajakan kawannya karena saat itu Felix masih memandang negatif ustaz, seperti pemimpin agama lain. Ketika itu dia hanya memercayai Tuhan tanpa memiliki agama, meskipun dibesarkan di tengah keluarga Katolik yang taat.
            • Kawan satu kosnya tak berputus asa sehingga terus meyakinkan pria berkulit putih itu untuk mau menemui ustaz. Akhirnya Felix menyerah dan setuju bertemu dengan ustaz tersebut. Felix kemudian menemukan pandangan mengenai Islam yang berbeda dari sebelumnya.
            • Islam telah menjawab tiga pertanyaan besarnya. Konsep dunia dan akhirat dengan gamblang diajarkan di Islam, yang tidak ditemukannya di agama lain. 
            • Kemudian, Felix mempelajari Alquran. Dia pun dibuat kagum dengan wahyu Allah ini. Meskipun saat itu dia masih menduga kitab ini buatan manusia, ayat Alquran memberikannya petunjuk, seperti surah al-Baqarah ayat 23 bahwa Alquran bukanlah lelucon dan bukan buatan manusia.

            Ustaz Felix Siaw, kisah Hidup Ustaz Mualaf Yang Sangat Cerdas

            Ustaz Felix Siaw, kisah Hidup Ustaz Mualaf Yang Sangat Cerdas

            Felix selalu berusaha menginspirasi masyarakat luas untuk memegang teguh tauhid sebagai ruh kehidupan. Nama Ustaz Felix ramai dibicarakan masyarakat di media sosial. Ada yang bersimpati kepadanya. Namun, ada juga yang bersikap sebaliknya. Terlepas dari berbagai pendapat tersebut, ada baiknya masyarakat terlebih dahulu mengenal sosok mualaf satu ini lebih dekat. Ustaz Felix Siaw dikenal sebagai keturunan Tionghoa yang menjadi mualaf. Dia tak henti berdakwah kepada keluarganya yang masih non-Muslim. Istrinya, Ummu Alila, menjadi saksi perjuangan sang suami yang tak kenal lelah mendakwahkan Islam, baik dengan berorasi di hadapan publik maupun melalui medsos.

            Ustaz Felix mulai berhenti melakukan pencarian agama semasa kuliah di IPB. Tepatnya pertengahan tahun 2002. Saat itu dia baru menginjak semester tiga. Rasa bosannya untuk selalu tinggal di tempat yang sama. Dia kemudian memutuskan pindah ke kosan yang mayoritas ditempati mahasiswa Muslim.

            Ada tiga pertanyaan yang hingga saat itu dia masih belum menemukan jawaban: setelah meninggal manusia akan pergi ke mana? Untuk apa manusia diciptakan? Dari mana asal mula alam semesta? Kemudian, teman kosnya mengajak Felix untuk menemui seorang ustaz. Ia tak langsung menyetujui ajakan kawannya karena saat itu Felix masih memandang negatif ustaz, seperti pemimpin agama lain. Ketika itu dia hanya memercayai Tuhan tanpa memiliki agama, meskipun dibesarkan di tengah keluarga Katolik yang taat.

            Kawan satu kosnya tak berputus asa sehingga terus meyakinkan pria berkulit putih itu untuk mau menemui ustaz. Akhirnya Felix menyerah dan setuju bertemu dengan ustaz tersebut. Felix kemudian menemukan pandangan mengenai Islam yang berbeda dari sebelumnya.

            Islam telah menjawab tiga pertanyaan besarnya. Konsep dunia dan akhirat dengan gamblang diajarkan di Islam, yang tidak ditemukannya di agama lain. Kemudian, Felix mempelajari Alquran. Dia pun dibuat kagum dengan wahyu Allah ini. Meskipun saat itu dia masih menduga kitab ini buatan manusia, ayat Alquran memberikannya petunjuk, seperti surah al-Baqarah ayat 23 bahwa Alquran bukanlah lelucon dan bukan buatan manusia.

            Materi Dakwah

            • “Apa yang Ustaz Felix dakwahkan di luar di hadapan jamaahnya, di hadapan keluarga juga sama bahwa Islam adalah agama yang benar,” kata Ummu Alila, istri Felix.
            • Islam bukan sebatas ritual, tetapi juga pedoman dan inspirasi kehidupan. Dengan memegang teguh Islam, seseorang akan memahami konsep penciptaan alam raya, bagaimana manusia menjalani kehidupan ini, dan seperti apa ajaran benar yang harus menjadi pedoman.
            • Islam yang dipelajarinya mengajak masyarakat untuk bersinergi membangun kebaikan, bukan berkonfrontasi yang mengakibatkan permusuhan. Felix selalu berusaha menginspirasi masyarakat luas untuk memegang teguh tauhid sebagai ruh kehidupan.
            • Sejak Ustaz Felix memeluk Islam, kedua orang tuanya memang syok dan marah. Mereka tidak terima anaknya meninggalkan agama yang sudah dibawa sejak lahir. Namun, amarah itu dipahami Felix sebatas bentuk rasa kecewa. Lambat laun perasaan itu akan berubah jika memahami langkah kehidupan sang anak yang yakin akan pendiriannya.
            • Ustaz Felix tidak pernah sampai diusir, seperti yang terjadi pada mualaf lain. Malah, mereka masih menyambut Felix dengan anak istrinya saat berkunjung. Silaturahim dengan keluarga masih tetap terjaga, meskipun di tengah silaturahim pasti akan ada diskusi di antara keduanya tentang Islam.
            • Ayah mertua selalu menjadi teman setia Felix membahas kondisi yang dihadapi anak. Masalah yang menjadi kendala saat ustaz berdakwah selalu dibicarakan bersama. “Ayah mertua saya sangat paham mengenai Islam dan pekerjaan yang dilakukan suami saya untuk berdakwah dengan caranya, dia amat berbesar hati bahkan mendukung secara materil,” kata wanita berdarah Jawa ini.
            • Pernah satu ketika, saat ingin berdakwah, mereka kehabisan bensin. Lalu, ayah Felix membantu mereka mengisikan bensin. Sang ayah sangat paham mengenai ajaran Islam karena saat bertemu mereka selalu mendiskusikannya.
            • “Apa itu syariah, hukum Islam, ajaran-ajaran Islam, ayah mertua saya paham, hanya menunggu bersyahadat saja, tetapi hingga saat ini memang hidayah dan taufik belum sampai kepadanya,” kata dia.
            • Apalagi, ketika dakwah Ustaz Felix saat ini mendapatkan beberapa pertentangan, ayahnya tetap mendukungnya. Felix selalu diingatkan agar setiap berdakwah tidak boleh pasang tarif dan jangan mengharapkan sesuatu usai berdakwah. Dakwah harus dilakukan karena Allah semata.

            Sumber: replubika

            Tariq Bin Ziyad, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Tariq Bin Ziyad, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Tariq Bin Ziyad.. Tariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Sepanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jeneral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M

            • Thariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Spanyolsebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jendral dari dinasti Umayyahyang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.
            • Musim panas tahun 711 M (92 H), Thariq bin Ziyad berangkat menuju Al-Andalus. Pada tanggal 29 April 711, pasukan Thariq mendarat di Gibraltar (nama Gibraltar berasal dari bahasa Arab, Jabal Tariq yang artinya Gunung Thariq). Setelah pendaratan, ia memerintahkan untuk membakar semua kapal dan berpidato di depan anak buahnya untuk membangkitkan semangat mereka:
            • أيّها الناس، أين المفر؟ البحر من ورائكم، والعدوّ أمامكم، وليس لكم والله إلا الصدق والصبر…Tidak ada jalan untuk melarikan diri! Laut di belakang kalian, dan musuh di depan kalian: Demi Allah, tidak ada yang dapat kalian sekarang lakukan kecuali bersungguh-sungguh penuh keikhlasan dan kesabaran.
            • Pasukan Tariq menyerbu wilayah Andalusia dan di musim panas tahun 711 berhasil meraih kemenangan yang menentukan atas kerajaan Visigoth, di mana rajanya, Roderickterbunuh pada tanggal 19 Juli 711 dalam pertempuran Guadalete. Setelah itu, Thariq menjadi gubernur wilayah Andalusia sebelum akhirnya dipanggil pulang ke Damaskus oleh Khalifah Walid I.


            Kisah Hidup

            Asal-Usul Thariq bin Ziyad

            • Asal usul Thariq tidak diketahui secara pasti. Menurut sejarawan Syauqi Abu Khalil dan dikutip oleh Alwi Alatas, ada yang menyebutnya sebagai keturunan dari Bani Hamdan dari Persia, atau dari suku Lahm. Ada juga yang menyebutkan Thariq berasal dari bangsa Vandals. Namun, banyak sejarawan yang menganggap dia keturunan dari bangsa Berber. Menurut Alwi Alatas, Thariq berasal dari keluarga muslim dan sejak kecil telah dididik secara Islam oleh ayahnya pada masa kekuasaan Uqbah bin Nafi di Ifriqiya.
            • Menurut pendapat lain, Thariq bin Ziyad adalah bekas budak Musa bin Nusayr. Musa membebaskannya setelah melihat potensi Thariq, kemudian menempatkannya di pasukannya. Bisa jadi Thariq bin Ziyad sudah berada di pasukan Musa bin Nusayr saat Musa baru tiba di Qayrawan. Namun, saat itu Thariq belum dikenal dengan luas.
            • Beberapa sejarawan mencatat bahwa Thariq memiliki beberapa versi nama:
            1. Al-Idrisi, geografer Muslim dari abad ke-12, menyebut nama Thariq dengan Thariq bin Abdullah bin Wanamu al-Zanati
            2. Ibnu Idhari menyebut nama lengkap Thariq adalah Thāriq bin Zīyād bin Abdullah bin Walghū bin Warfajūm bin Nabarghāsan bin Walhāṣ bin Yaṭūfat bin Nafzāw
            3. Ibnu Idhari juga menyebut nama lengkapnya dengan Tāriq bin Zīyād bin Abdullah bin Rafhū bin Warfajūm bin Yanzghāsan bin Walhāṣ bin Yaṭūfat bin Nafzāw

            Ciri-Ciri Thariq

            • Thariq adalah lelaki dengan kening yang menonjol dan memiliki tahi lalat hitam yang ditumbuhi rambut pada pundak kirinya.

            Legenda Kedatangan Thariq

            • Setidaknya ada dua legenda tentang kedatangan Thariq bin ZIyad ke Al-Andalus. Legenda itu sebagai berikut:

            Legenda Wanita Tua

            • Saat Thariq baru membebaskan Kota Algeciras, ada seorang wanita tua yang meminta untuk bertemu Thariq. Setelah diizinkan oleh Thariq, wanita tua ini menuturknan kisahnya bahwa ia dulu memiliki seorang suami. Suaminya selalu mengatakan bahwa suatu hari nanti, negeri ini akan ditaklukkan oleh seorang jenderal asing. Jenderal ini memiliki kening yang menonjol dan tahi lalat hitam yang ditumbuhi rambut pada pundak kirinya. Mendengar itu, Thariq segera membuka pundak bagian kirinya yang ternyata memang memiliki tanda yang sama seperti yang dituturkan wanita tersebut. Pasukan Thariq pun kagum

            Legenda Istana 27 Gembok

            • Kerajaan Visigoth memiliki satu istana yang sangat indah di Toledo dan memiliki 27 gembok. Raja-raja sebelumnya selalu berpesan bahwa apapun yang terjadi, istana itu tidak boleh dimasuki satu orang pun. Setiap raja yang baru bahkan menambahkan satu gembok sehingga ada 27 gembok. Saat Roderick naik tahta, ia sangat penasaran dengan isi istana itu. Pada suatu hari, ia membongkar semua gembok yang ada dan memasuki istana itu. Ternyata, di dalam istana itu terdapat sebuah ruangan lagi yang dikunci. Setelah membongkar kunci ruangan itu, Roderick kembali memasuki ruangan yang lebih dalam lagi.
            • Ternyata di dalam ruangan itu ada sebuah perkamen yang berisi lukisan orang-orang yang sedang menunggang kuda. Mereka memakai baju yang kasar, penuh debu, memakai serban di kepalanya, dan pedang mereka melengkung. Di sana juga terdapat sebuah tulisan,
            • “Kapan pun ruang perlindungan ini dilanggar dan mantra yang terdapat pada guci ini dilanggar, orang-orang yang terlukis pada guci ini akan menyerbu Andalusia, menggulingkan singgasana rajanya, serta menduduki seluruh negeri”
            • Roderick ketakutan setelah membaca itu dan meyakini bahwa bencana akan menimpa dirinya

            Persiapan Pembebasan Al-Andalus

            Kisah Julian dan Putrinya

            • Julian adalah penguasa Ceuta. Dia menandatangani perjanjian damai dengan Kekhalifahan melalui Musa bin Nusayr. Julian memiliki seorang putri sangat cantik yang bernama Florinda[7]. Demi hubungan yang baik dengan Visigoth, Florinda dikirim ke istana Roderick untuk belajar. Roderick tertarik dan ingin menikahi Florinda, tetapi Florinda menolaknya. Roderick yang marah kemudian menghamili Florinda dan mengancamnya agar ia tak memberitahu siapa-siapa kejadian tersebut. Namun, berkat kecerdasannya, Florinda berhasil menyelundupkan sebuah surat ke luar istana Roderick dan mengirimnya ke Julian, ayahnya, memberitahu apa yang terjadi.
            • Julian sangat marah dan bersumpah untuk menghancurkan Roderick. Ia segera menuju istana Roderick untuk mengambil Florinda. Julian mengarang cerita bahwa istrinya sedang sakit keras dan berharap Florinda ada di samping ibunya untuk menjaganya. Mendengar itu, Roderick pun mempersilakan Florinda pulang bersama ayahnya. Setelah berhasil mengamankan Florinda di istana Ceuta, Julian menuju kediaman Musa bin Nusayr, memintanya untuk menyerang Visigoth.
            • Awalnya, Musa menolaknya karena saat itu Semenanjung Iberia belum dikenal di kalangan kaum muslimin. Namun, Julian terus mendesaknya. Akhirnya, Musa meminta Julian untuk menyerang Semenanjung Iberia dengan pasukan kecil untuk menunjukkan keseriusannya. Julian melaksanakan perintah itu. Ia membawa dua kapal dan menyerang Algeciras. Keesokannya, ia berhasil pulang dan menunjukkan harta rampasan perang kepada Musa bin Nusayr dalam jumlah yang banyak. Musa pun mempercayai Julian.

            Mengirim Surat Kepada Khalifah

            • Musa segera bergerak cepat dengan mengirimkan surat kepada khalifah Al-Waliddi Damaskus, meminta izin untuk membebaskan Semenanjung Iberia. Jawaban dari Al-Walid pun datang,
            • “Hendaknya kirim dulu pasukan kecil ke negeri itu sehingga mereka bisa menyerangnya dan membawa berita kepadamu tentang apa-apa yang terdapat di negeri tersebut. Hati-hatilah! Jangan sampai kaum muslimin musnah oleh teror dan bahaya lautan.”
            • Musa bin Nusayr mengirim balasannya, “Ini bukan lautan, tetapi hanya terusan sempit. Pantainya terlihat di kejauhan.”
            • Al-Walid kembali membalas suratnya,”Tidak apa-apa. Tetaplah kirim pasukan pendahuluan ke sana!”

            Pasukan Ekspedisi

            • Setelah mendapatkan izin dari khalifah, Musa bin Nusayr mengirim pasukan ekspedisi awal ke wilayah Semenanjung Iberia. Pasukan ini dipimpin oleh Tarif bin Malik (Tarif Abu Zar’ah bin Malik Al-Mughaferi). Tarif bin Malikmemimpin 500 tentara yang di dalamnya ada 100 penunggang kuda. Tarif berangkat dengan menggunakan empat buah kapal. Mereka mendarat di pulau paling selatan Semenanjung Iberia. Kelak, pulau ini akan dinamakan kota Tarifa yang berasal dari nama Tarif bin Malik.
            • Tarif segera melaksanakan perintah Musa bin Nusayr untuk menyerang daerah terdekat dari tempatnya berlabuh. Setelah berhasil, Tarif kembali ke Musa bin Nusayr dan membawakan harta rampasan perang yang banyak. Ia juga menyebut negeri itu dengan sebutan Jazirat al-Khadra (pulau yang hijau) untuk menyebut Semenanjung Iberia.

            Pembebasan Dimulai

            Pembebasan Al-Andalus Tahap Pertama

            • Catatan: banyak pendapat mengenai urutan pembebasan kota demi kota yang dilakukan Thariq, Musa, dan pasukannya. Urutan pembebasan dalam artikel ini hanyalah satu versi di antara banyak versi lain.

            Pembebasan Kota Cartagena

            • Kota pertama yang dibebaskan Thariq adalah Cartagena. Kota itu tidak jauh dari Gibraltar[4]. Thariq mengirim pasukan yang dipimpin oleh Abdul Malik al-Moafir. Setelah berhasil dibebaskan, nama kota itu sempat diganti menjadi Qartayannat al-Halfa

            Pembebasan Kota Algeciras

            • Kota selanjutnya yang dibebaskan Thariq adalah Algeciras. Abdul Malik al-Moafirditugaskan oleh Thariq menjadi pengawas kota ini sementara Thariq melanjutkan pembebasannya ke kota-kota lain.

            Pertempuran dengan Theodomir

            • Theodomir (Arab: Tudmir) adalah penjaga kerajaan Visigoth bagian selatan. Pasukannya menghadang Thariq dan mereka bertempur dengan hebat. Pasukan Theodomir kalah, kemudian ia mengirim surat kepada Roderickyang menuturkan bahwa Visigoth telah diserang. Namun, Theodomir sendiri selamat dan kelak ia akan berhadapan dengan pasukan kaum muslimin untuk kedua kalinya

            Pertempuran Guadalete

            • Setelah membaca surat dari Theodomir, Roderick yang saat itu sedang berperang dengan Basque segera menghentikan perangnya dan menuju Kordoba. Di sana Roderick menyusun kekuatan untuk menghadang Thariq. Dia meminta bantuan dari Witiza, para gubernurnya, dan budak-budak yang ia miliki sehingga ia berhasil mengumpulkan 40.000-100.000 prajurit[18]. Sementara itu, pasukan Thariq berjumlah 7.000-12.000 prajurit untuk melawan Roderick[19]. Setelah melalui pertempuran yang sengit, Roderick kalah dan terbunuh. Pertempuran ini dikenal dengan sebutan Pertempuran Guadalete, pertempuran Guadalquivir, atau pertempuran Wadi Lakka. Pelayo adalah seorang bangsawan Visigoth yang berhasil lolos dari pertempuran Guadalete. Kelak ia bersembunyi di pegunungan, menyusun kekuatan untuk merebut Al-Andalus kembali, dan berhasil melakukannya 800 tahun kemudian.

            Pembebasan Kota Sidonia

            • Musa bin Nusayr mengirim surat kepada Thariq, memintanya untuk menunda pembebasan. Ia ingin pergi ke Semenanjung Iberia dan terlibat langsung dalam pembebasan. Namun, Thariq memiliki pertimbangan lain. Jika pembebasan ditunda, diperkirakan Visigoth akan berhasil membangun kekuatannya kembali. Oleh karena itulah, setelah pertempuran Guadaleteselesai, Thariq melanjutkan pembebasannya terhadap kota-kota lain. Salah satunya adalah Sidonia. Di zaman Spanyol modern, kota ini dikenal dengan nama kota Medina-Sidonia. Pembebasan kota ini dibantu oleh orang Yahudi yang sebelumnya ditindas oleh Visigoth. Mereka berlarian membuka pintu gerbang kota untuk menyambut pasukan Thariq bin Ziyad.

            Pembebasan Kota Moron

            • Setelah pembebasan Sidonia, Thariq melanjutkannya ke kota Moron. Sama seperti Sidonia, pembebasan Moron pun dibantu oleh orang Yahudi. Kemudian, Thariq menyerahkan kepemimpinan kota sementara kepada orang-orang Yahudi sementara ia melanjutkan pembebasan[23]. Pada zaman kuno, kota ini bernama Mawror. Di zaman modern, kota Moron berganti nama menjadi Moron de la Frontera

            Pembebasan Kota Carmona

            • Setelah pembebasan Moron, Thariq kembali melaju membebaskan kota Carmona

            Pembebasan Kota Alcalá de Guadaíra

            • Setelah Carmona berhasil dibuka, Thariq dan pasukannya melaju ke Kota Alcala de Guadaira. Ia juga dapat mengalahkan kota ini dengan mudah.

            Pembebasan Kota Guadalajara

            • Thariq menuju kota Guadalajara dan berhasil menembus kota tersebut.

            Pembebasan Kota Ecija

            • Selanjutnya, Thariq membebaskan kota Ecija. Pasukan Thariq berhasil menangkap gubernur Ecija dan menawarkan sebuah kesepakatan damai. Kesepakatannya adalah gubernur harus menyerahkan Ecija dan menyerahkan pajak secara rutin. Sebagai imbalannya, ia akan tetap dibiarkan memerintah Ecija.

            Pembebasan Kota Kordoba

            • Thariq mengirim Mughyet ar-Rumi dan 700 pasukan berkuda untuk membebaskan Kordoba. Ternyata, Kordoba dipertahankan oleh 400 tentara yang sangat kuat dan memiliki pasokan air yang banyak. Dengan pertempuran sengit, Mughyet berhasil menembus benteng kota dan merebut seluruh kota. Seluruh pasukan Kordoba yang tersisa berlindung ke sebuah gereja di barat kota dengan pasokan air tak terbatas yang mengalir dari gunung. Setelah mengepung pasukan Kordoba selama 3 bulan, Mughyet mengutus Rabah, seorang dari bangsa Afrika, untuk menyusup ke gereja. Para prajurit Kordoba menangkap Rabah dan bingung mengapa kulitnya hitam, tidak seperti mereka yang putih. Rabah berhasil meloloskan diri dengan sebuah siasat dan memberitahu posisi pasokan air. Mughyet segera memerintahkan untuk memutus pasokan air tersebut. Pasukan Kordoba yang tidak mampu bertahan dari kehausan akhirnya melakukan bunuh diri massal dengan membakar gereja tempat mereka berlindung. Akhirnya, Mughyet berhasil membebaskan Kordoba dengan susah payah.

            Pembebasan Kota Granada

            • Pasukan pembebasan Granada diberangkatkan bersamaan dengan pasukan Mughyet. Tanpa memakan waktu lama, Granada pun dapat dibebaskan.

            Pembebasan Kota Almunecar

            • Pasukan Thariq kemudian menuju Kota Almunecar. Ia tidak menemui kesulitan berarti dalam membuka Almunecar.

            Pembebasan Kota Toledo

            • Thariq dan pasukannya yang lain berangkat menuju Toledo, ibukota Visigoth. Ternyata, Toledo telah kosong ditinggalkan penduduknya. Thariq meninggalkan sedikit pasukannya untuk menjaga Toledo sementara ia melanjutkan pembebasan.

            Pembebasan Kota Medinat Al-Maida

            • Thariq melanjutkan perjalanannya menuju kota Medinat Al-Maida (Kota Meja), yakni kota kecil di dekat Toledo. Medinat Al-Maidaadalah nama pemberian kaum Muslimin Al-Andalus, sementara nama asli kota ini tidak diketahui[34]. Di kota ini Thariq dan pasukannya menemukan harta rampasan perang yang banyak sekali. Mereka kemudian membawa dan mengumpulkannya bersama harta rampasan perang lain di Toledo. 

            Harta yang ditemukan Thariq

            • Meja Sulaiman. Ini adalah meja milik Nabi Sulaiman bin Daud yang konon dicuri dari istananya dan dibawa ke Spanyol
            • Kitab-kitab kuno Injil, Taurat, dan Zabur berjumlah 21 salinan
            • Sebuah kitab kuno tentang Nabi Ibrahim
            • Sebuah kitab kuno tentang Nabi Musa
            • Kitab-kitab kuno ilmu pengetahuan alam, yakni tentang obat-obatan, binatang, dan lainnya
            • Mahkota-mahkota bertaburan emas dan permata milik raja Visigoth berjumlah 27
            • Kitab-kitab kuno para filsuf
            • Perhiasan dan karya seni yang begitu bagus

            Setelah serentetan pembebasan ini, Thariq dan pasukannya beristirahat di Toledo.

            Pembebasan Al-Andalus Tahap Kedua

            • Catatan: banyak pendapat mengenai urutan pembebasan kota demi kota yang dilakukan Thariq, Musa, dan pasukannya. Urutan pembebasan dalam artikel ini hanyalah satu versi di antara banyak versi lain.

            Kedatangan Musa Bin Nusayr

            • Musa bin Nusayr datang ke Semenanjung Iberia bersama 18.000 tentara untuk membantu Thariq melakukan pembebasan. Ia datang pada Ramadhan 93 H (Juni 712 M).[38]Menurut beberapa sumber, Julian dan pasukannya juga ikut dalam rombongan ini.

            Keikutsertaan Sahabat Nabi

            • Bersama Musa, datang juga seorang sahabatNabi Muhammad yang hampir berusia 100 tahun, namanya adalah Abu al-Munaizir. Menurut sejarawan Ar-Razi, Abu al-Munaiziradalah salah satu sahabat nabi yang termuda.

            Keikutsertaan Tabiin

            Selain itu, banyak para tokoh tabiin yang ikut. Menurut Alwi Alatas, mereka adalah sebagai berikut:

            • Hans as-San’ani
            • Ibnu Rabah al-Lakhmi
            • Abdullah bin Yazid al-Ma’arefi al-Jobeli
            • Hayyan ibnu Abi Hoblah
            • Iyadh bin Uqbah al-Fihri
            • Habib bin Abi Ubaidah
            • Abdullah bin Said
            • Ibnu Shamasah
            • Al-Mughirah bin Abi Burdah Nashitt bin Kinanah al-Adri
            • Hayyat bin Reja at-Tamimi.

            Pembebasan Kota Seville

            • Musa bin Nusayr segera bertindak cepat. Ia bersama pasukannya membebaskan kota-kota yang belum sempat dibebaskan oleh Thariq. Dalam waktu yang singkat, Sevilleberhasil dibebaskan[42]. Musa menjadikan kota ini sebagai ibukota Islam.

            Pembebasan Kota Niebla

            • Setelah Seville, Musa bergerak ke kota Niebla. Tanpa mengalami kesulitan, Niebla pun segera dibebaskan.

            Pembebasan Kota Faro

            • Musa kembali bergerak menuju kota Faro. Dengan mudah, kota Faro pun berhasil dibuka.

            Pembebasan Kota Beja

            • Musa kali ini menuju kota Beja. Kota ini adalah kota garnisum yang dibangun oleh Julius Caesar. Dalam waktu singkat pun kota Beja berhasil dikuasai pasukan Musa.

            Pembebasan Kota Malaga

            • Musa memecah pasukannya. Ia memerintahkan anaknya, Abdul A’la bin Musa, untuk membawa pasukan menuju Malaga. Tanpa kesulitan berarti, Abdul A’la berhasil membuka kota Malaga.

            Pembebasan Kota Evora

            • Musa memerintahkan Abdul Aziz bin Musa, anaknya yang lain, untuk menuju Kota Evora. Sama seperti sebelumnya, Evora pun mudah untuk dibebaskan.

            Pembebasan Kota Jaen

            • Abdul Aziz bin Musa juga berhasil membebaskan Jaen.

            Pembebasan Kota Sagunto

            • Kemudian, Abdul Aziz bin Musa menuju Sagunto. Ia dan pasukannya berhasil membuka gerbang kota.

            Pembebasan Kota Murcia

            • Abdul Aziz bin Musa menuju Kota Murcia. Theodomir (Arab: Tudmir) sejauh ini berhasil mempertahankan kotanya dengan baik walau dengan sedikit prajurit. Ia meminta seluruh wanita untuk berpakaian baju besi dan mengangkat busur di puncak-puncak benteng mereka. Ini membuat Abdul Aziz mengira bahwa mereka sedang bertempur melawan pasukan yang sangat banyak.
            • Berkat siasat itu, Abdul Aziz pun meminta kesepakatan damai dan Theodomir menyetujuinya. Theodomir diperbolehkan tetap menguasai Murcia dengan hukum yang ditetapkannya asalkan membayar pajak tahunan dalam bentuk uang, biji-bijian, cuka, madu, minyak, dan anggur. Di kemudian hari, kaum Mulim Al-Andalus menyebut tempat itu Bilad Tudmir (Negeri Tudmir)

            Berikut ini adalah perjanjian antara Theodomir dan Kaum Muslim:

            • “[Tudmir] tidak akan: Memberikan perlindungan bagi buronan dan musuh-musuh kita
            • Mendorong setiap orang yang dilindungi untuk takut kepada kita
            • Menyembunyikan berita tentang musuh-musuh kita”
            • Pembebasan Kota Merida. . Musa bin Nusayr dan pasukannya menuju kota Merida. Ternyata, pasukan Meridasangat kuat dan kaum muslimin tidak bisa menang. Sampai hampir tiba Idul Fitri, pasukan Musa tidak sanggup menembus Merida. Saat hari raya Idul Fitri, Musa memerintahkan para prajuritnya untuk mewarnai rambut dan janggut mereka dengan warna merah sekadar untuk merayakan Idul Fitri. Pasukan Visigoth yang tidak tahu apa-apa terpesona karena rambut pasukan Musa berubah menjadi merah. Musa yang menyadari hal itu segera bertindak cepat. Esoknya, ia memerintahkan prajuritnya untuk mewarnai rambut mereka dengan warna hitam. Prajurit Visigoth pun terpesona kembali. Mereka berkomentar,
            • “Kami sudah melihat raja mereka, seorang yang sudah tua, tetapi kemudian bisa berubah menjadi muda lagi. Karenanya ikutilah nasihat kami, bahwa kita harus pergi kepadanya dan memenuhi permintaannya, sebab kita tak akan sanggup menghadapi orang-orang seperti mereka”
            • Akhirnya, diadakanlah perjanjian damai seperti yang dilakukan di beberapa kota yang lain. Mereka harus membayar pajak tahunan seperti kota lain
            • Menurut David Levering Lewis, cara ini belum berhasil sepenuhnya membuat pasukan Visigoth menyerah. Saat inilah Julian beserta pasukannya berpura-pura bertindak sebagai bala bantuan. Ia meminta dibukakan pintu gerbang. Setelah berhasil masuk ke dalam kota, pasukan Julian menghembuskan kabar bahwa Musa dan pasukannya adalah prajurit dewa yang mampu mengubah penampilan dan umur mereka sesuka hati. Mereka menyuruh pasukan Visigoth untuk menyerah saja. Akhirnya, perjanjian damai pun dibuat.
            • Pembebasan Kota Talavera: Pasukan Musa mampir ke kota Talavera untuk membebaskannya sebelum menuju Zaragozabersama Thariq[l
            • Pembebasan Kota Zaragoza: Kota Zaragoza ini dikenal juga dengan nama Saragossa. Setelah membuka Kota Merida, Musa memecah pasukannya menjadi dua. Abdul Aziz bin Musa melanjutkan perjalanan sementara Musa sendiri bertemu dengan Thariq di Toledo (pendapat lain mengatakan mereka bertemu di Kota Talavera, sebelah barat Toledo)[58]. Musa bin Nusayr dan Thariq pun menggabungkan pasukan dan berhasil membebaskan Zaragoza. Zaragoza pada zaman dahulu adalah pusat Romawi Kuno. Di kota ini, Musa mendirikan masjid besar Sarakusta. Saat ini, masjid Sarakusta telah diubah menjadi Katedral La Seo.
            • Pembebasan Kota Burgos: Setelah itu, pasukan menuju Kota Burgos dan dapat dibebaskan dengan mudah. Salah satu desa yang dibebaskannya bernama desa Amaya.[61][62]
            • Pembebasan Kota Coimbra: Abdul Aziz bin Musa yang membawa cukup banyak pasukan segera menuju kota Coimbra, sekarang ada di Portugal. Kota ini dapat dibebaskan tanpa banyak kesulitan.
            • Pembebasan Kota Santarem. Setelah itu, Abdul Aziz bin Musa menuju Santarem. Sama seperti Coimbra, gerbang Santarem pun dapat dibuka dengan mudah.[64] Saat ini Santarem berada di Portugal.
            • Pembebasan Kota Mertola: Pasukan Musa menuju Mertola dan berhasil mengalahkan tentara-tentara penjaga kota
            • Pembebasan Kota Salamanca: Pasukan Musa bin Nusayr menuju Salamanca dan berhasil membuka gerbangnya.
            • Pembebasan Kota Valencia: Valencia juga dapat dibebaskan setelah bertarung cukup keras.[67]
            • Pembebasan Kota Valladolid: Pasukan bergerak ke arah Valladolid dan bisa membuka gerbang kotanya
            • Pembebasan Kota Barcelona: Setelah Zaragoza, Musa dan Thariq menuju Barcelona dan berhasil membebaskan kota tersebut dengan mudah.
            • Pembebasan Kota Leon: Thariq bin Ziyad dan Musa membagi pasukannya. Thariq memacu kudanya menuju provinsi Leon dan Castile. Ia membebaskan kota Leon, Spanyol, setelah bertempur cukup sengit.
            • Pembebasan Kota Astorga: Setelah itu, Thariq menuju kota Astorga. Di sini Thariq dengan mudah bisa membuka gerbang kota dan menguasainya.
            • Pembebasan Kota Oviedo: Musa menuju kota Oviedo yang berada dalam kekuasaan kerajaan Asturias. Tidak memerlukan waktu lama, akhirnya Musa bisa menguasai kota ini.
            • Pembebasan Kota Gijon: Thariq menuju Kota Gijon dan berhasil membebaskannya.
            • Meneruskan Pembebasan: Musa dan Thariq meneruskan pembebasan menuju arah barat Al-Andalus, tetapi nama kota dan urutan yang mereka bebaskan tidak diketahui. Setelah itu, mereka kembali ke Toledo
            • Status Wilayah Ceuta: Karena dianggap telah banyak membantu pasukan Thariq, Julian tetap dibiarkan menguasai Ceuta untuk menghormatinya. Thariq hanya mewajibkannya mengirim pajak tahunan. Kelak, ketika Julian sudah meninggal, wilayah Ceuta baru dimasukkan ke dalam area kekhalifahan Islam. Sementara itu, nasib Florinda tidak diketahui

            Kondisi Pasca Pembebasan

            Politik

            • Thariq bin Ziyad diangkat menjadi gubernur Al-Andalus untuk sementara. Ia bersama Musa bin Nusayr menegakkan hukum Islam di seluruh penjuru Semenanjung Iberia[76]. Para pemimpin yang sudah menandatangani perjanjian damai dengan pasukan Thariq wajib membayar pajak tahunan dan mengakui kekuatan kekhalifahan Islam. Sebagai imbalannya, mereka diizinkan memiliki pemerintahan yang independen. Mereka juga dilindungi seperti warga lainnya.
            • Thariq juga berusaha menyelesaikan hak-hak yang sebelumnya dirampas oleh Roderick, misalnya seperti kasus Witiza. Witiza adalah penguasa Semenanjung Iberia sebelum Roderick. Namun, pada tahun 710 M, Roderick mengadakan kudeta berdarah terhadap pemerintahan Witiza sehingga ia terbunuh. Harta-harta Witiza pun banyak yang dierebut. Pada pertempuran Guadalete, pasukan pendukung Witiza yang direkrut oleh Roderick membelot ke Thariq. Pasukan Witiza sepakat akan membantu Thariq dengan imbalan Thariq memberikan hak mereka yang telah dirampas Roderick, yakni 3.000 peternakan dan 1.000 desa
            • Setelah pertempuran Guadalete selesai, anak-anak Witiza menemui Thariq dan meminta pelunasan janjinya. Thariq meminta mereka untuk menemui Musa bin Nusayr di Qayrawan, ia yang akan menyelesaikan urusan mereka. Thariq pun membantu menuliskan surat rekomendasi kepada Musa tentang kasus tersebut. Setelah membaca surat Musa dan penuturan anak-anak Witiza, Musa pun mengabulkan keinginan itu. Ia mengembalikan hak mereka yang telah dirampas oleh Roderick, yakni 3.000 peternakan dan 1.000 desa.

            Sosial-Ekonomi

            • Sebelum pembebasan Al-Andalus, Visigothmempraktikkan Latifundium. Itu adalah sebuah praktik pengolahan tanah yang pekerjanya adalah para budak, mirip seperti industri perkebunan pada zaman sekarang. Menurut David Levering Lewis, ekonomi Visigoth dibangun di atas perbudakan[80]. Setelah Thariq datang, tanah itu dibagi-bagi ke petani lokal. Sebagian besar budak juga dibebaskan atau mereka membebaskan diri mereka sendiri dengan tebusan (pada zaman Visigoth, budak tidak diizinkan menebus diri mereka).
            • Thariq juga membebankan pajak umum kepada seluruh masyarakat, baik ia Muslim, Nasrani, atau Yahudi. Khusus penduduk Nasrani dan Yahudi, ada pajak personal atau bila mereka tidak mampu, mereka menggantinya dengan mengikuti wajib militer. Pajak ini bertingkat sesuai tingkat profesionalitas mereka. Semakin profesional dan kaya, pajaknya semakin besar. Selain itu, ada pula kelompok masyarakat bebas pajak, mereka adalah:
            • Perempuan
            • Anak-anak
            • Biarawan
            • Orang-orang cacat
            • Orang sakit
            • Pengemis
            • Para budak

            Pelayo dari Asturias

            • Semenanjung Iberia sudah selesai dikuasai kecuali daerah Asturias. Ada seorang bangsawan Visigoth yang bernama Pelayo, kemungkinan ia adalah pengawal pribadi Roderick. Pelayo berhasil meloloskan diri dari Pertempuran Guadalete dan menyusun pasukan kembali. Pada suatu hari mereka menyerang pasukan Thariq tetapi tidak berhasil. Pelayo dan pengikutnya terdesak hingga tinggal 30 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Mereka kemudian menyingkir ke daerah Covadonga, daerah yang terjal dan berbukit-bukit. Pasukan Thariq terus mengepung mereka sampai Pelayo dan pengikutnya kelaparan. Mereka hanya mampu makan madu yang mereka kumpulkan dari pohon terdekat.
            • Pasukan Thariq berpikir tidak perlu mengejar Pelayo lagi karena ia dan pengikutnya akan mati kelaparan sendiri. Oleh karena itulah, mereka kemudian meninggalkan Pelayo dan melupakan kejadian itu. Ini adalah kesalahan fatal Pasukan Thariq. Tanpa disangka, Pelayoberhasil bertahan dari kelaparan dan menyusun ulang kekuatannya kembali. Pelayomendirikan Kejaraan Asturias dan menjadi cikal bakal kekuatan masa depan yang berhasil mengusir Kaum Muslimin dari Semenanjung Iberia.

            Toleransi Agama ala Thariq

            Kondisi Pra-Islam

            • Awalnya, kondisi hubungan antaragama cukup baik di Visigoth. Namun, semua berubah ketika Dewan Toledo Ketujuh mendeklarasikan sebuah dekret, “Raja tidak akan menoleransi seorang pun yang tidak Katolik dalam kerajaannya”[83]. Bangsa Yahudidipaksa untuk pindah agama menjadi Katolik dan dijadikan budak sementara Kristen Unitarian dianggap bid’ah oleh kerajaan. Perayaan agama seperti Paskah, pelaksanaan hukum makanan, dan pernikahan agamis dilarang. Akhirnya, ribuan orang Yahudi banyak yang kabur ke Pyrennes di barat daya Prancis. Kaum Yahudi adalah kelompok yang paling tersiksa, oleh karena itu saat pasukan Thariq datang, mereka senang karena berarti Visigoth telah runtuh. Mereka juga membantu Thariq membukakan pintu gerbang kota.

            Kondisi Setelah Pembebasan

            • Terdapat sebuah perjanjian damai yang banyak membicarakan tentang toleransi agama. Teks ini tertanggal 713 M, disusun oleh Abdul Aziz bin Musa dan Theodomir. 

            Berikut adalah teksnya yang berhubungan dengan toleransi agama:

            • “Umat Kristen diperbolehkan untuk tetap mempertahankan gereja-gereja dan biara-biara mereka, demikian pula kaum Yahudi diperbolehkan mempertahankan sinagog-sinagog mereka…”
            • “Komunitas-komunitas Kristen dan Yahudi tetap memegang dan menerapkan hak hukum otonom dalam setiap perselisihan yang tidak melibatkan hak-hak kaum Muslim. Mereka juga mempunyai pemimpin-pemimpin mereka sendiri, uskup-uskup, serta comite (bangsawan yang ditunjuk) untuk mewakili mereka dalam pemerintahan Muslim”
            • “Pengikutnya tidak akan dibunuh atau dijadikan tawanan..Mereka tidak akan dipaksa dalam hal agama, gereja mereka tidak akan dibakar”
            • Thariq dan pasukannya berusaha menegakkan toleransi agama dengan maksimal. Kelompok yang paling senang dengan kebijakan ini adalah Yahudi, mengingat mereka sebelumnya begitu menderita di bawah tekanan Visigoth. Namun, selain Yahudi, kelompok Nasrani pun menunjukkan ketertarikan yang kuat. David Levering Lewis mengomentari masalah toleransi ini dengan berkata:
            • “Tradisi kebebasan relatif dalam hal-hal sipil menjadi sangat dihormati di Al-Andalus, dengan hasil sangat baik sehingga banyak keturunan aristokrat dan rakyat Katolik mereka segera siap untuk tunduk kepada penguasa muslim sebagaimana orang-orang Yahudi dari Kordoba dan Sevilla”[86]

            Perselisihan Thariq dengan Tokoh yang Lain

            Perselisihan Thariq-Musa

            Kasus Pembebasan Al-Andalus

            • Setelah pertempuran Guadalete, Musa mengirim surat kepada Thariq, memintanya untuk menunda pembebasan sampai ia tiba ke Al-Andalus. Namun, kali ini Thariq tidak menaati Musa. Pertimbangan Thariq adalah jika ia menunda pembebasan, maka Visigothakan berhasil menyusun kekuatan dan menyerang balik pasukan Thariq. Oleh karena itulah, Thariq tetap melanjutkan pembebasan
            • Saat Musa bertemu Thariq di Toledo, Musa masih ingat persoalan tersebut dan menjadi sangat marah. Ia memecut Thariq di depan pasukannya sendiri dan menjebloskannya ke penjara. Namun, Musa segera menyadari bahwa perilakunya ke Thariq sangat berlebihan. Akhirnya, Thariq dibebaskan dan diangkat kembali menjadi pemimpin pasukan. Kemudian, mereka berdua melanjutkan pembebasan terhadap Al-Andalus.

            Kasus Meja Sulaiman

            • Thariq menemukan Meja Sulaiman di kota Medinat Al-Maida. Namun, Musa meminta Thariq untuk menyerahkan Meja Sulaiman dan seluruh harta rampasan perang kepadanya. Thariq pun memotong salah satu kaki meja dan menyembunyikannya. Saat Musa bertanya soal kaki meja yang hilang, Thariq berkata saat ditemukan memang sudah seperti itu. Musa pun mengklaim ke Al-Walid bahwa ia yang menemukan Meja Sulaiman dan harta rampasan yang lain.
            • Ketika Musa dan Thariq dipanggil ke Damaskus untuk menyerahkan harta rampasan, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik(Al-Walid sudah meninggal sebelum sidang kasus Meja Sulaiman dilangsungkan) bertanya mengapa kaki Meja Sulaiman terpotong. Musa berkata memang sudah terpotong seperti itu saat ia temukan. Saat itulah Thariq mengeluarkan kaki meja yang sebelummnya telah ia potong. Ini menunjukkan bahwa Thariq-lah sebenarnya yang menemukan Meja Sulaiman. Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik pun marah dan menghukum Musa.[89]

            Perselisihan Thariq-Rughyet

            • Menurut Alwi Alatas, Thariq sempat berselisih dengan Rughyet. Saat Thariq telah kembali ke Damaskus, khalifah Sulaiman bin Abdul Malik memanggil Rughyet untuk meminta pendapatnya bagaimana kalau ia melanjutkan pengangkatan Thariq menjadi gubernur Al-Andalus.
            • Rughyet menolaknya dan mengatakan bahwa itu terlalu berbahaya, sebab
            • “Andaikata Thariq meminta rakyat Al-Andalusuntuk shalat tidak menghadap Ka’bah, tentulah mereka akan mematuhinya”, kata Rughyet.
            • Rughyet menggambarkan bahwa rakyat Al-Andalus sangat taat terhadap Thariq dan itu bisa membahayakan kedudukan khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Akhirnya, Sulaiman tidak jadi mengangkat Thariq kembali menjadi gubernur Al-Andalus.
            • Saat Thariq mendengar hal ini, ia menemui Rughyet dan menanyakan alasannya mengapa ia berkata seperti itu. Rughyet mengatakan ia membalasnya karena Thariq pernah merampas tawanan milik Rughyet.
            • “Jika kamu membiarkanku bersama tawananku dan tidak merebutnya, aku akan membiarkan Al-Andalus ada di tanganmu”, kata Rughyet.[90]

            Tahun-Tahun Akhir Thariq bin Ziyad

            • Setelah beberapa  saat menjadi gubernur Al-Andalus, Thariq bin Ziyad dipanggil kembali oleh khalifah Al-Walid ke Damaskus. Ia berangkat bersama Musa bin Nusayr pada September 714 M[91]. Tahun-tahun akhir hidup Thariq bin Ziyad masih penuh misteri dan belum diketahui. Ia wafat tahun 720 M di Damaskus.

            Quotes tentang Thariq bin ZiyadSunting

            • “Thariq adalah orang yang pemberani, gagah, lebih mencintai pertempuran dibandingkan harta benda” (Henry Coppee)[93]
            • “Dia (Thariq bin Ziyad) pasti tidak terlalu tua, seorang penunggang kuda yang amat cekatan, dan hampir pasti terlahir sebagai seorang pemimpin” (David Levering Lewis)[94]
            • “Seperti (Julius) Caesar, Thariq adalah seorang petaruh yang mampu mengilhami tentaranya untuk mati berjuang dengan penuh pengabdian melawan rintangan yang menakutkan” (David Levering Lewis)

            Quotes tentang Pembebasan Al-Andalus

            • “Pada malam kedatangan Islam di benua Eropa, peradaban Eropa hanya -dan memang, tak lebih dari- sebuah kemungkinan…Yang memberi janji kebangkitan kembali Eropa justru adalah peradaban baru umat Islam yang hendak ditransfer oleh Thariq bin Ziyad dan beberapa ribu prajurit Berbernya dari Afrika Utara ke Hispania” (David Levering Lewis)[96]
            • “Saat cahaya kebenaran menyinari Spanyol, realitas otentik negeri ini terungkap dalam alur yang paling terang” (Americo Castro)
            • “Mereka (Visigoth) segera digantikan oleh ‘Elang-Elang Arab dan Afrika’ yang tidak hanya merebut Semenanjung Iberia dari tangan bangsa Visigoth, tetapi juga mengukir salah satu mozaik terindah dalam peradaban dunia” (Alwi Alatas)

            Syurahbil bin Hasanah, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Syurahbil bin Hasanah, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Syurahbil bin Hasanah (583-639) Adalah sahabat Muhammad saw. Dia merupakan salah satu komander terbaik dalam pasukan Rasyidin, bertugas di bawah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Dia merupakan salah satu komander lapangan utama selama penaklukan Muslim di Syria, bertugas sejak tahun 634 hingga kematiannya pada tahun 639 akibat wabah

            • Penaklukan Suriah oleh Muslim terjadi pada paruh pertama abad ke-7. di mana wilayah ini sudah dikenal sebelumnya dengan nama lain seperti Bilad al-Sham, Levant, atau Suriah Raya. Sebenarnya pasukan Islam sudah berada di perbatasan selatan beberapa tahun sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal dunia tahun 632 M, seperti terjadinya pertempuran Mu’tah pada tahun 629 M, akan tetapi penaklukan sesungguhnya baru dimulai pada tahun 634 M di bawah perintah Kalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab, dengan Khalid bin Walid sebagai panglima utamanya.

            Saifuddin Mahmud Al-Qutuz, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Saifuddin Mahmud Al-Qutuz, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Saifuddin Mahmud Al-Qutuz, Panglima Perang Islam Terhebat Sepanjang Sejarah

            Saifuddin Mahmud Al-Qutuz 

            • Saif ad-Din Qutuz (Meninggal 24 oktober 1260) adalah sultan Mamluk, Mesir dari tahun 1259 sampai dengan wafatnya. Qutuz ditunjuk sebagai gubernur Mesir oleh Sultan Aybak. Dia tetap menjadi gubernur Mesir ketika Sultan Aybak dibunuh pada tahun 1257 dan digantikan anaknya Al-Mansur Ali. Setelah kedatangan pasukan Mongol pada tahun 1258, Qutuz bermusyawarah kepada ulama pada masa itu mengenai penurunan raja dari tangan Al-Mansur Ali karena dalam Islam penurunan pemimpin Muslim tidaklah boleh dilakukan kecuali pemimpin tersebut mengingkari Allah dan rasulnya, setelah bermusyawarah dengan ulama dengan pertimbangan masih terlalu mudanya Al-Mansur Ali menjadi raja untuk menghadapi pasukan mongol sehingga pada tanggal 12 November 1959 berhentilah raja Mesir menjari Saifudin Qutuz. 
            • Hulagu Khan pemimpin Mongol mengirim utusan ke Qutuz dan meminta Qutuz menyerah saja daripada dihancur leburkan dan dibantai seperti yang dialami kaum muslimin di Baghdad, Iraq pada tahun 1258 akan tetapi hal ini ditolak olehnya. Utusan yang dikirim oleh Hulagu Khandibunuh dikarenakan kedatangannya tersebut tidak semata-mata menyampaikan pesan ke Saifuddin Qutuz melainkan sebagai mata-mata Kerajaan Mongol, dan dengan segera Saifuddin Qutuz mempersiapkan pasukan untuk menghadapi serbuan bangsa Mongol yang terkenal ganas, buas dan tak kenal belas kasihan itu. Qutuz bersama panglima perangnya Baibars segera menggerakkan pasukan keluar dari Kairo, dan sempat berkemah di luar kota Akkayaitu satu-satunya kota yang berhasil direbut kembali oleh tentara salib setelah diusir keluar dari Yerusalem oleh Shalahuddin Al-Ayyubi setelah kota tersebut direbut kembali tahun 1187. 
            • Para bangsawan Acre menawarkan bantuan meskipun para Ksatria Templar membantu kepada Mongol. Baibars memberi nasihat agar Acre diserbu juga karena adanya pihak ksatria templar yang membantu Mongol akan tetapi Qutuz menolak menyerbu sekutunya sendiri. 
            • Pada tanggal 3 September 1260, Qutuz memimpin pasukannya mengalahkan pasukan Mongol dibawah pimpinan Kitbuqadalam pertempuran yang sangat terkenal yaitu Ain Jalut dimana pasukan Mongol yang tidak pernah terkalahkan sebelumnya berhasil dihancurkan dengan sangat meyakinkan dan kemudian dipukul mundur dari wilayah Syriajuga. Kemenangan ini sangat penting bagi umat Islam pada masa itu. Adapun Qutuz, ia meninggal sekitar 40 hari setelah Perang ‘Ain Jalut karena dibunuh oleh panglimanya sendiri, Baibars. Jasa-jasanya bagi dunia Islam akan terus dikenang.

              « Entri Lama