Category Archives: pesantren

Inilah 7 Kehebatan Pondok Modern Gontor, Pesantren Terhebat Di Indonesia

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926

Inilah 7 Kehebatan Pondok Midern Gontor, Pesantren Terhebat Di Indonesia

  1. Tidak Terkait Dengan Politik. Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun.
  2. Mendunia. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia
  3. Kurikulum Standard dan Baku. Saat lembaga pendidikan di Indonesia lebih sering gonta-ganti sistem kurikulum dari satu kementrian ke kementrian lain, Gontor justru memiliki kurikulum yang sejak berdirinya hingga sekarang tidak berubah. Sistem pendidikannya bernama KMI, Kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyyah. Kurikulum berbasis KMI tidak terikat dengan DIKNAS ataupun DEPAG, bahkan dari informasi salah seorang alumni, buku yang digunakan pada tahun 1986 hingga 2011 masih sama, sehingga buku bisa diwariskan. Mata pelajaran semacam matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris juga menggunakan buku sendiri. Akhirnya pendidikan di Gontor sangat fokus.
  4. Penggunaan Bahasa Asing Keunggulan yang satu ini boleh dikatakan merupakan yang paling dikenal dari kelebihan Pondok Modern Gontor dibanding kelebihan yang lain di mata masyarakat. Ya, Gontor dikenal sebagai pondok bahasa Inggris dan Arab yang digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari, bukan sebatas dikelas. Oleh sebab itu alumninya seringkali belajar di berbagai penjuru dunia hingga Amerika, Jepang, dan tentu saja seperti Saudi Arabia sebagai rujukan studi alumni pondok pesantren.
  5. Disiplin Tinggi. Pondok Gontor memiliki kedisiplinan dalam mengatur waktu, dan ketepatan waktu dalam menjalankan kegiatan. Boleh dikatakan inilah pondok kepemimpinan yang mendidik santri-santrinya kelak menjadi pemimpin di seluruh elemen ummat Islam. Bahkan filosofi “Gontor di atas dan untuk semua golongan” sudah menjadi identitas bahwa alumni pondok tersebut mampu menjadi pemimpin dalam banyak elemen masyarakat. Belum lagi doktrin-doktrin dilancarkan secara simultan pada para Santri. Alumni-alumninya sudah terbukti banyak menjadi pemimpin, Hasyim Muzadi (NU), Din Syamsuddin (Muhammadiyah), belum yang lain.
  6. Jaringan Alumni Luas. Gontor memiliki cabang hingga 16, dengan mengeluarkan alumni setiap tahun mencapai ribuan. Dengan demikian ikatan keluarga Pondok di Ponorogo tersebut sangat besar, bahkan dikenal sangat erat. Akibatnya jaringan relasi Gontor sangat kuat. Jangan heran jika tiba-tiba di masjid ta’mirnya bertemu dengan alumni Gontor. Di toko pemiliknya alumni Gontor. Kepala kantor KBIH alumni Gontor.
  7. Wakaf Ummat. Umumnya pondok dibawahi oleh sebuah Yayasan yang dimiliki oleh pribadi, namun Gontor secara institusi sudah diwakafkan ke Ummat. Oleh sebab itu yang membawahi Gontor adalah badan wakaf ummat. Artinya sistem dari badan wakaf yang bergerak, bukan keinginan keluarga. Boleh dikatakan faktor yang terakhir ini menjadikan Gontor sangat kuat karena dipikirkan dan diberikan kepada ummat Islam.

Syarat Lengkap Pendaftaran dan Penerimaan Santri Pondok Modern Gontor, Pesantren Terhebat Di Indonesia

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia



Persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon pelajar Pondok Gontor. Yaitu mulai persayaratan administrasi hingga persyaratan kemampuan keagamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon pelajar Pondok Gontor. Yaitu mulai persayaratan administrasi hingga persyaratan kemampuan keagamaan.

<sejumlah persyaratan=”” yang=”” harus=”” dipenuhi=”” bagi=”” calon=”” pelajar=”” pondok=”” gontor.=”” yaitu=”” mulai=”” persayaratan=”” administrasi=”” hingga=”” kemampuan=”” keagamaan.Untuk pendaftaran calon pelajar biasanya dibedakan antara calon pelajar putra dan calon pelajar putri. Selain itu, calon pelajar juga harus mengikuti berbagai seleksi seperti tes tertulis dan tes lisan serta tes kemampuan agama.
<sejumlah persyaratan=”” yang=”” harus=”” dipenuhi=”” bagi=”” calon=”” pelajar=”” pondok=”” gontor.=”” yaitu=”” mulai=”” persayaratan=”” administrasi=”” hingga=”” kemampuan=”” keagamaan.Syarat pendaftaran Kulliyatu-l-Mu’allimin/Mu’allimat Al-/islamiyah (KMI), yaitu :

  1. Menyerahkan dua lembar fotokopi STTB terakhir atau surat keterangan lulus yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang
  2. Berbadan sehat dengan surat keterangan dokter dari Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat (BKSM) Pondok Modern Darussalam Gontor
  3. Menyerahkan pasfoto berwarna dengan ukuran 4X6 sebanyak empat lembar dan 3X4 sebanyak dua lembar (putra) dan pasfoto berjilbab putih berlatar belakang biru berukuran 4X6 sebanyak dua lembar dan 3X4 sebanyak delapan lembar (putri)
  4. Memenuhi ketentuan-ketentuan atau iuran-iuran yang telah ditetapkan pada waktu pendaftaran
  5. Menyerahkan satu lembar fotokopi akta kelahiran (putra) dan tiga lembar fotokopi akta kelahiran (putri)
  6. Menyerahkan satu lembar fotokopi KTP wali santri/yang mewakilinya (khusus putra )
  7. Menyerahkan satu lembar fotokopi kartu keluarga (khusus putri)
  8. Mendaftarkan diri sesuai dengan cara dan waktu yang telah ditentukan

Syarat-syarat penerimaan :

  • Berijazah Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtida’iyah (MI) atau yang sederajat untuk masuk kelas biasa dengan masa belajar enam tahun dan berijazah Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau sederajat untuk masuk kelas intensif dengan masa belajar empat tahun
  • Mempunyai dasar agama seperti : Dapat membaca Alquran dengan baik 
  • Dapat mengerjakan ibadah sehari-hari dengan baik. Dapat membaca dan menulis Arab dengan lancar
  • Lulus dalam ujian masuk dan psikotes
  • Sanggup bertempat tinggal di asrama yang telah disediakan

Waktu dan Cara Pendaftaran :

Pendaftaran calon pelajar Pondok Modern Darussalan Gontor dilaksanakan pada :

  • Putra : tahap pertama mulai tanggal 28 Juni-3 Juli, dan tahap kedua pada 9-15 Juli, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur.
  • Putri : tanggal 10-19 Juli bertempat di Pondok Modern Gontor Putri Kampus 1 Sambirejo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.

Pelaksanaan ujian masuk KMI :

  • Putra, ujian lisan: tahap pertama mulai tanggal 29 Juni-3 Juli, tahap kedua mulai tanggal 10-15 Juli . Untuk ujian tulis (serentak) yaitu pada tanggal 16 Juli  bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat Mlarak, Ponorogo.
  • Putri,ujian lisan : tanggal 10-19 Juli  dan ujian tulis (serentak) pada tanggal 20 Juli  bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Sambirejo, Mantingan, Ngawi.

Pelaksanaan Ujian Masuk KMI dan Materi Ujian :

  • Ujian masuk KMI meliputi syafahi (ujian lisan) dan ujian tahriri (ujian tulis)
  • Materi ujian syafahi meliputi psyco-test, membaca Alquran, tajwid, dan praktik ibadah (ibadah qauliyah dan ibadah ‘amaliyah)
  • Materi ujian tahriri mencakup Imla’ (dikte tulisan Arab), Bahasa Indonesia, berhitung soal dan angkat (matematika dasar setara kelas VI SD)
  • Tidak ada perbedaan antara materi ujian yang diujikan kepada calon pelajar lulusan SD/sederajat dengan calon pelajar yang berasal dari lulusan SLTP/sederajat
  • “Dalam pelaksanaan ujian masuk KMI tidak diadakan ujian ulangan/susulan. Selain itu, waktu pelaksanaan ujian bisa berubah sewaktu-waktu

Program Ujian Lanjutan dan Ujian Penempatan Kelas :

  • Bagi calon pelajar yang telah lulus ujian masuk KMI diberi kesempatan untuk mengikuti program ujian lanjutan yaitu ujian akselerasi ke kelas yang lebih tinggi jika memenuhi syarat-syarat tertentu, di antaranya memiliki kemampuan dengan bekal keilmuan yang cukup untuk duduk di kelas yang lebih tinggi dari kelas 1 KMI
  • Secara khusus, bagi calon pelajar putra dari kelas Intensif yang telah lulus ujian masuk KMI akan mengikuti ujian penempatan kelas setelah terdaftar sebagai siswa KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. Adapun materi yang akan diujikan pada ujian ini meliputi Matematika, Fisika, dan bahasa Inggris.
  • Pendaftaran calon pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor diadakan secara langsung di kampus dan tidak bisa dilaksanakan melalui korespondensi, telepon, atau Internet.

Sejarah Lengkap Pondok Modern Gontor, Pesantren Terhebat Di Indonesia

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia


Cikal bakal Pondok Modern Darussalam Gontor bermula pada abad ke-18, saat Kyai Ageng Hasan Besari mendirikan Pondok Tegalsari di Desa Jetis Ponorogo Jawa Timur (10 KM ke arah selatan kota Ponorogo). Pondok Tegalsari sangat termasyhur pada masanya, sehingga didatangi ribuan santri dari berbagai daerah di pelosok nusantara. Kepemimpinan Pondok Tegalsari berlangsung selama enam generasi.

Pada pertengahan abad ke-19 yaitu pada masa Kyai Hasan Khalifah, Pondok Tegalsari mulai mengalami kemunduran. Pada saat itu, dia mempunyai seorang santri kesayangan bernama R.M. Sulaiman Djamaluddin, seorang keturunan Keraton Kasepuhan Cirebon. Kyai Hasan Khalifah kemudian menikahkan putri bungsunya Oemijatin (dikenal dengan Nyai Sulaiman) dengan R.M. Sulaiman Djamaluddin dan mereka diberi tugas mendirikan pesantren baru untuk meneruskan Pondok Tegalsari, yang di kemudian hari pesantren baru ini dikenal dengan Pondok Gontor Lama.

Pondok Gontor Lama

Berbekal 40 santri yang dibawa dari Pondok Tegalsari, Kyai R.M. Sulaiman Djamaluddin bersama istrinya mendirikan Pondok Gontor Lama di sebuah tempat yang terletak ± 3 kilometer sebelah timur Tegalsari dan 11 kilometer ke arah tenggara dari kota Ponorogo. Pada saat itu, Gontor masih merupakan hutan dan kerap kali dijadikan persembunyian perampok, penjahat, dan penyamun. Kepemimpinan Pondok Gontor Lama berlangsung selama tiga generasi:

  • Generasi 1: Kyai R.M. Sulaiman Djamaluddin (pendiri Pondok Gontor Lama)
  • Generasi 2: Kyai Archam Anom Besari (putra Kyai R.M. Sulaiman)
  • Generasi 3: Kyai Santoso Anom Besari (putra Kyai Archam Anom Besari)

Kyai Santoso Anom Besari menikah dengan Rr. Sudarmi, keturunan R.M. Sosrodiningrat (Bupati Madiun). Kyai Santoso Anom wafat pada tahun 1918 di usia muda dan meninggalkan 7 anak yang masih kecil. Kepemimpinan Pondok Gontor Lama pun akhirnya berakhir, Di kemudian hari, tiga dari tujuh putra-putri Kyai Santoso Anom Besari menghidupkan kembali Pondok Gontor Lama dengan memperbarui dan meningkatkan sistem serta kurikulumnya.

Pondok Modern Darussalam Gontor

  • Setelah menuntut ilmu di berbagai pesantren tradisional dan lembaga modern, tiga orang putra Kyai Santoso Anom akhirnya kembali ke Gontor dan pada tanggal 20 September 1926 bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1345, dalam peringatan Maulid Nabi SAW, mereka mengikrarkan berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Ketiganya dikenal dengan sebutan Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu: K.H. Ahmad Sahal (1901–1977)K.H. Zainudin Fananie (1908–1967)K.H. Imam Zarkasyi (1910–1985)
  • Pada tanggal 12 Oktober 1958 bertepatan dengan 28 Rabi’ul Awwal 1378, Trimurti mewakafkan PMDG kepada Umat Islam. Sebuah pengorbanan kepemilikan pribadi demi kemaslahatan umat. Pihak penerima amanat diwakili oleh 15 anggota alumni Gontor (IKPM) yang kemudian menjadi Badan Wakaf PMDG.

Sintesis dan Orientasi Pondok Modern Gontor, Pesantren Terhebat Di Indonesia

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia
Sintesis dan orientasi

Sintesis dan orientasi Pondok Modern Darussalam Gontor meliputi semua nilai-nilai kepondokkan yang terpadu dan dinamis.

Sintesis

Al-Azhar, salah satu sintesis Gontor. Pondok Modern Darussalam Gontor bercermin pada lembaga-lembaga pendidikan internasional terkemuka guna mewujudkan sebuah lembaga pendidikan berkualitas. Empat lembaga pendidikan yang menjadi sintesis Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:

  • Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, yang memiliki wakaf yang sangat luas sehingga mampu mengutus para ulama ke seluruh penjuru dunia, dan memberikan beasiswa bagi ribuan pelajar dari berbagai belahan dunia untuk belajar di Universitas tersebut.
  • Aligarh, terletak di India yang memiliki perhatian sangat besar terhadap perbaikan sistem pendidikan dan pengajaran.
  • Syanggit, di Mauritania, yang dihiasi kedermawanan dan keihlasan para pengasuhnya.
  • Santiniketan, di India, dengan segenap kesederhanaan, ketenangan dan kedamaiannya.

Orientasi

  • Orientasi Pondok Modern Darussalam Gontor adalah membentuk pribadi beriman, bertakwa, dan berakhlak karimah yang dapat mengabdi pada umat dengan penuh keihlasan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat. Maka PMDG mencanangkan bahwa “Pendidikan lebih penting dari Pengajaran”. Secara Garis besar arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:

Pendidikan

  • Kemasyarakatan
  • Kesederhanaan
  • Tidak Berpartai
  • Menuntut ilmu karena Allah

Pimpinan dan Lembaga Pondok Modern Gontor Ponorogo, Pesantren Terhebat di Indonesia

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia

PimpinanSunting

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Untuk tugas dan kewajiban keseharian amanat ini dijalankan oleh Pimpinan Pondok. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah badan eksekutif (setelah wafatnya para pendiri Pondok) yang dipilih oleh Badan Wakaf setiap 5 tahun sekali. Pimpinan Pondok adalah mandataris Badan Wakaf yang mendapatkan amanah untuk menjalankan keputusan-keputusan Badan Wakaf dan bertanggung jawab kepada Badan Wakaf PMDG. Pimpinan PMDG, di samping memimpin lembaga-lembaga dan bagian-bagian di Balai Pendidikan PMDG, juga berkewajiban mengasuh para santri sesuai dengan sunnah Balai Pendidikan PMDG.

Dalam sidang pertamanya di 1985, sepeninggal Trimurti, Badan Wakaf menetapkan tiga Pimpinan Pondok untuk memimpin Gontor pasca-Trimurti. Ketiganya adalah K.H. Shoiman Luqmanul Hakim, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, dan K.H. Hasan Abdullah Sahal. Pada tahun 1999, K.H. Shoiman Luqmanul Hakim wafat, maka Badan Wakaf menunjuk K.H. Imam Badri sebagai penggantinya. Pada tahun 2006, K.H. Imam Badri wafat dan kemudian digantikan oleh K.H. Syamsul Hadi Abdan.[8]

Saat ini pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor dijabat oleh:

  • Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pimpinan sejak 1985)
  • K.H. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan sejak 1985)
  • K.H. Syamsul Hadi Abdan (Pimpinan sejak 2006)

Badan Wakaf, pimpinan dan lembagaSunting

Badan WakafSuntin

Lembaga tertinggi dalam organisasi Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor ialah Badan Wakaf. Badan Wakaf adalah badan legislatif beranggotakan 15 orang, bertanggung jawab atas segala pelaksanaan dan perkembangan pendidikan dan pengajaran di PMDG. Anggota Badan Wakaf terdiri dari alumni KMI PMDG yang dipilih setiap 5 tahun sekali.

Berikut adalah susunan anggota Badan Wakaf PMDG Periode 2014–2019: Ketua: K.H. Kafrawi Ridwan, M.A.
Anggota: K.H. Rusydi Bey Fannani, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, K.H. Hasan Abdullah Sahal, K.H. Akrim Mariyat, K.H. Syamsul Hadi Abdan, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A, K.H. M. Abdul Aziz Asyhuri, K.H. Muhammad Dawam Saleh, Prof. Dr. Aflatun Muchtar, K.H. Abdullah Said Baharmus, Prof. Dr. Din Syamsuddin, Dr. Hidayat Nurwahid, K.H. Masyhudi Subari, dan K.H. Mohammad Masruh bin Ahmad.

    Lembaga-lembaga

    Adapun lembaga-lembaga dakwah atau bagian-bagian yang dibawahi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah:

    • KMI (Kulliyatul Mu’allimin/Mu’allimat al-Islamiyah): Lembaga perguruan menengah dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah
    • UNIDA (Universitas Darussalam): Lembaga perguruan tinggi pesantren yang mempunyai 7 Fakultas dalam berbagai jenjang S1, S2 dan S3
    • Pengasuhan Santri membawahi: Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gugusdepan (Pramuka) dan Dewan Mahasiswa (DEMA) 
    • UNIDAYPPWPM (Yayasan Pemeliharaan & Perluasan Wakaf Pondok Modern): Lembaga penggalian dana, pemeliharaan, perluasan dan pengembangan aset
    • IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern): Organisasi resmi alumni Gontor

    Di samping kelima lembaga di atas, ada bagian-bagian tertentu yang dibentuk untuk memperlancar proses pendidikan dan pengajaran di Pondok, yaitu:

    • PLMPM (Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat): pembinaan masyarakatBPPMDG (Bagian Pembangunan Pondok Modern Darussalam Gontor): penangangan pergedungan
    • Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren) “La Tansa”: unit-unit usaha milik Pondok
    • BKSM (Balai Kesehatan Santri dan Masyarakat): unit pelayanan kesehatan santri dan masyarakat

    Jenjang Pendidikan Pondok Modern Gontor, Pesantren Terhebat Di Indonesia

    Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia
    Jenjang pendidikan

    • KMI (Kulliyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyyah) Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) adalah Lembaga pendidikan khusus santri putra tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. KMI didirikan pada 19 Desember 1936, setelah Pondok Modern Darussalam Gontor berusia 10 tahun.
    • Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) adalah Lembaga pendidikan khusus santri putri tingkat menengah, dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Pendirian KMI Pondok Gontor Putri merupakan wasiat para Pendiri PMDG. Maka sesuai keputusan Badan Wakaf PMDG, pada tanggal 7 Rabiul Awwal 1411, Pondok Modern Gontor Putri resmi didirikan di Mantingan, Ngawi. Pesantren putri ini berjarak 100 km dari Pondok Modern Gontor. Kurikulum dan program pembelajaran Gontor Putri serupa dengan KMI Gontor, dengan penyesuaian pada muatan lokal dan penekanan pada pembekalan santriwati untuk menjadi wanita shalihah.

    Universitas Darussalam

    Universitas Darussalam (UNIDA) adalah Perguruan Tinggi yang bersifat Pesantren di mana seluruh mahasiswa berada di dalam asrama kampus di bawah bimbingan rektor (sebagai kyai). UNIDA didirikan pada pada 1 Rajab 1383 / 17 November 1963 oleh Trimurti PMDG dan di bawah pengelolaan Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. 

    Saat ini Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A menjabat sebagai Rektor dan mengelola berbagai fakultas dalam berbagai strata pendidikan, yaitu:

    • Fakultas Ushuluddin: Perbandingaķ
    • n Agama, Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu al-Quran dan Tafsir
    • Fakultas Tarbiyah: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab
    • Fakultas Syariah: Perbandingan Madzhab dan Hukum, Hukum Ekonomi Islam
    • Fakultas Ekonomi dan Manajemen: Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis
    • Fakultas Humaniora: Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi
    • Fakultas Ilmu Kesehatan: Farmasi, Ilmu Gizi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
    • Fakultas Sains dan Teknologi: Teknik Informatika, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian

    Kurikulum

    • Materi kependidikan. Keimanan, Keislaman, Akhlak Karimah, Keilmuan, Kewarganegaraan, Kesenian & Keterampilan, Kewirausahaan, Dakwah & Kemasyarakatan, Kepemimpinan, Manajemen, Keguruan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Kewanitaan (khusus pesantren putri)

    Kurikulum Pendidikan. Pondok Modern Gontor, pesantren Terhebat Di Indonesia

    Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia
    Materi kependidikan

    • Keimanan, Keislaman, Akhlak Karimah, Keilmuan, Kewarganegaraan, Kesenian & Keterampilan, Kewirausahaan, Dakwah & Kemasyarakatan, Kepemimpinan, Manajemen, Keguruan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Kewanitaan (khusus pesantren putri)

    Program pendidikan

    • Intra Kurikuler: Dirasah Arabiyah (Arabic Studies), Dirasah Islamiyah (Islamic Studies), Keguruan, Bahasa Inggris, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kewarganegaraan (Keindonesiaan)
    • Ko Kurikuler: Ibadah amaliyah sehari-hari, Extensive Learning (belajar tutorial), kajian kitab, pembinaan bahasa asing, pidato/diskusi 3 bahasa, penerbitan, seminar, dll.), Praktik dan Bimbingan (mengajar, etiket/sopan santun, dakwah)
    • Ekstra Kurikuler: Latihan dan praktik berorganisasi (leadership, administrasi dan manajemen), latihan dan kursus-kursus (kepramukaan, keterampilan, kesenian, kesehatan, pidato/ diskusi 3 bahasa, olahraga, koperasi dan kewirausahaan, & sadar lingkungan), dinamika kelompok wajib & atau pilihan/minat

    Di jenjang pendidikan menengah selain ada KMI, juga ada pengasuhan santri yang membidangi kegiatan ekstrakurikuler dan kurikuler. Pengembangan sistem pengajaran KMI berlangsung independen, kurikulum disusun secara mandiri sesuai dengan program pondok.  Misalnya, materi keterampilan, kesenian, dan olahraga tidak masuk dalam kurikulum, tetapi menjadi aktivitas ekstrakurikuler agar santri lebih bebas memilih dan mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minat. 

    Pendidikan di Gontor dimulai pukul 05.00 saat salat subuh sampai pukul 22.00, yang terbagi dalam kegiatan pendidikan formal dari pukul 07.00 sampai 12.15 dan pengasuhan mulai pukul 13.00. Tiga pilar pendidikan, yakni sekolah (pendidikan formal), keluarga (santri dengan para guru dan pembimbing), serta masyarakat (lingkungan tempat mereka bermukim), dipenuhi seluruhnya dalam kehidupan pondok karena siswa juga menjadi santri yang menginap di pondok. Adapun guru, dosen, dan pengasuhnya adalah keluarga bagi santri. 

    Pondok cabang dan Pondok Alumni Pesantren Pondok Modern Gontor

    Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun. Kebesaran Pondok Modern Gontor Darussalam yang sudah mendunia. Hal itu terbukti dari santri Pondok Gontor yang berasal dari berbagai negara di dunia. Santrinya ternyata ada semua dari Sabang dan Merauke. Bahkan dari luar negeri ada santri yang berasal dari Malaysia, Thailand hingga Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan Pondok Gontor bukan bertaraf nasional saja tetapi sudah mendunia
    Cabang Pesantren Pondok Modern Gontor

    Mengingat tingginya minat masyarakat untuk memasukkan anaknya di Gontor dan keterbatasan fasilitas yang tersedia di Kampus Pondok Modern Darussalam Gontor serta untuk memberikan bekal yang lebih baik kepada para calon santri yang ingin masuk di Pondok Modern Darussalam Gontor, akhirnya dibuka cabang-cabang Gontor di beberapa tempat:

    1. Pondok Modern Gontor 2 Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
    2. Pondok Modern Gontor 3 “Darul Ma’rifat” Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
    3. Pondok Modern Gontor 4 (Putri) terdiri dari:Pondok Modern Gontor Putri 1 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
    4. Pondok Modern Gontor Putri 2 Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
    5. Pondok Modern Gontor Putri 3 Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
    6. Pondok Modern Gontor Putri 4 Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
    7. Pondok Modern Gontor Putri 5 Dusun Bobosan, Desa Kemiri, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
    8. Pondok Modern Gontor Putri 6 “Ittahadul Ummah” Kelurahan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah
    9. Pondok Modern Gontor Putri 7 Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau
    10. Pondok Modern Gontor 5 “Darul Muttaqien” Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
    11. Pondok Modern Gontor 6 “Darul Qiyam” Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur
    12. Pondok Modern Gontor 7 “Riyadhatul Mujahidin” Desa Pudahoa, Kecamatan Landono, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara
    13. Pondok Modern Gontor 8 Desa Labuhan Ratu VI, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung
    14. Pondok Modern Gontor 9 Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
    15. Pondok Modern Gontor 10 “Darul Amien” Desa Meunasah Baro, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh
    16. Pondok Modern Gontor 11 Talago Loweh, Desa Bubuh Limau, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
    17. Pondok Modern Gontor 12 Desa Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi
    18. Pondok Modern Gontor 13 “Ittihadul Ummah” Kelurahan Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah
    19. Pondok Modern Gontor 14 Desa Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau

    Pondok alumni

    • Pesantren alumni Gontor tersebar di seluruh nusantara dan tergabung dalam Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor. Menurut K.H. Hasan Abdullah Sahal, saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres pada 10 Maret 2016, Pesantren Alumni Gontor yang sudah terdata berjumlah 380 pesantren dan masih banyak lagi yang belum terdata. Saat ini FPA Gontor diketuai oleh Dr. K.H. Zulkifli Muhadli.

    Inilah Alumni Pondok Modern Gontor Yang Jadi Tokoh Paling Berpengaruh Di Indonesia

    Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo (PMDG) atau lebih dikenal dengan Pondok Modern Gontor adalah salah satu pondok pesantren yang terletak di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pesantren ini terkenal dengan penerapan disiplin, penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), kaderisasi dan jaringan alumni yang sangat kuat. Sejak didirikan pada 1926, Gontor merupakan lembaga pendidikan yang tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan mana pun.

    Alumni Pondok Modern Gontor Yang Paling Berpengaruh Di Indonesia

    • Idham Chalid, Dr. (Mantan Wakil Perdana Menteri RI, Pahlawan Nasional)
    • Muhammad Maftuh Basyuni, Dr. (Mantan Menteri Agama RIkj
    • Hidayat Nur Wahid, Dr. (Wakil Ketua MPR RI & Mantan Ketua MPR RI)
    • Hasyim Muzadi, Dr. K.H. (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU)
    • Lukman Hakim (Menteri Agama era Jokowi JK)
    • Nurcholis Madjid, Prof. (Cendekiawan Muslim)
    • Din Syamsuddin, Prof. (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan MUI)
    • Adnan Pandu Praja (Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi)
    • Abdurrahman Mohammad Fachir, Dr. (Wakil Menteri Luar Negeri RI)
    • Abdussalam Panji Gumilang (Pimpinan Pesantren Al-Zaytun Indramayu)
    • Bachtiar Nasir, Ust. (Ketua Alumni Saudi Arabia se-Indonesia)
    • Abu Bakar Baasyir, Ust. (Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo)
    • Achmad Nuril Mahyudin (Aktivis Sosial, Peraih Love & Care Award 2014)
    • Emha Ainun Nadjib (Budayawan)
    • Aflatun Muchtar, Prof. (Rektor UIN Raden Fatah Palembang)
    • Ahmad Cholil Ridwan, K.H. (Mantan Ketua Dewan Dakwah Islamiyyah)
    • Ahmad Fauzi Tidjani, Dr. (Rektor IDIA Prenduan Madura)
    • Ahmad Fuadi (Jurnalis, Novelis, Peraih Education UK Alumni Award 2016)
    • Ahmad Khairuddin, Prof. (Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin)
    • Ahmad Luthfi Fathullah, Dr. (Direktur Kajian Hadis)
    • Ahmad Satori Ismail, Prof. (Ketua Ikatan Dai Indonesia)
    • Akbar Zainudin (Motivator & Trainer “Man Jadda Wajada”)
    • Ali Mufrodi, Prof. (Wakil Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya)
    • Amal Fathullah Zarkasyi, Prof. (Rektor Universitas Darussalam Gontor)
    • Amsal Bachtiar, Prof. (Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam)
    • Andri Sofyansyah (Sutradara, Film Dokumenter Terbaik FFI 2013)
    • Anwar Sadeli Karim, K.H. (Ketua Umum Mathlaul Anwar)
    • Armanu Thoyib, Prof. (Ketua Asosiasi Ilmuwan Manajemen Indonesia)
    • Asep Sulaiman Subanda (Peraih Asia Pasific MO Entrepreneur 2008)
    • Aunur Rohim Faqih, Dr. (Dekan FH UII Yogyakarta)
    • Azhar Arsyad, Prof. (Mantan Rektor UIN Alauddin Makassar)
    • Badri Yatim, Prof. (Mantan Dekan Fakultas Adab UIN Jakarta)
    • Damanhuri Zuhri (Jurnalis & wartawan senior Republika)
    • Dedi Djubaedi, Prof. (Mantan Direktur Madrasah Kemenag)
    • Didin Sirojuddin AR (Kaligrafer Internasional, Pesantren Kaligrafi Al-Quran)
    • Edyson Saifullah, Dr. (Dekan Fakultas Ekonomi UIN Palembang)
    • Eka Putra Wirman, Dr. (Rektor IAIN Imam Bonjol Padang)
    • Gilang Hardian (Peraih Asia’s Student Entrepreneur Award 2015)
    • Habib Chirzin, (Presiden Forum for Peace, Human Rights & Development)
    • Hafidz Taftazani (Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus se-Indonesia)
    • Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. (Ketua Pimpinan Majelis MIUMI)
    • Hasanain Juaini, Tgh. (Penerima Ramon Magsaysay Award)
    • Hasbi Hasan, Dr. (Direktur PA Peradilan Agama Mahkamah Agung)
    • Nurol Aen, Prof. (Mantan Ketua Ikatan Sarjana NU) Jawa Barat
    • Ibrahim Thoyyib, KH. (Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar)
    • Idris Abdul Shomad, Dr. (Wali Kota Depok Periode 2016–2020)
    • Ika Yunia Fauzia, Dr. (Motivator dan Pakar Ekonomi Islam)
    • Ikhwanul Kiram Mashuri (Mantan Pemimpin Redaksi Koran Republika)
    • Iskandar Zulkarnaen (Manajer Kompasiana – Kompas Grup)
    • Juhaya S. Praja, Prof. (Mantan Rektor Institut Agama Islam Suryalaya)
    • Kalend Osen (Pendiri “Kampung Inggris” Pare Kediri)
    • Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI)
    • Herman Hidayat, Prof. (Pakar Lingkungan Ekosistem LIPI)
    • Husnan Bey Fananie, Dr. (Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan)
    • M. Amin Abdullah, Prof. (Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    • M. Amin Nurdin, Dr. (Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta)
    • M. Ennis Anwar, Dr. (Ketua Umum Al-Ittihadiyyah)
    • M. Hawin, Prof. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada)
    • Masrur Masykur (Wakil Bupati Kendal Periode 2016–2020)
    • Mauludin Anwar (Mantan Direktur Pemberitaan SCTV)
    • Muchlis M. Hanafi, Dr. (Direktur Lajnah Pentashihan Al-Quran)
    • Muhammad Akhyar Adnan, Dr. (Wakil Rektor UII Yogyakarta)
    • Muhammad Muzammil Basyuni (Mantan Duta Besar RI untuk Suriah)
    • Muharrir Asy’ari (Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh)
    • Muhtarom HM, Prof. (Rektor Universitas Nahdhatul Ulama Jepara)
    • Mudjahid Danun (Pendiri Persatuan Pelajar Muslim Eropa)
    • Munawar Liza Zainal (Mantan Wali Kota Sabang, NAD)
    • Mushtofa Taufik Abdul Latif, (Duta Besar Indonesia untuk Oman)
    • Ramly Hutabarat, Prof. (Mantan Direktur Tata Negara Kemenkumham)
    • Roem Rowi, Prof. (Mantan Ketua MUI Jawa Timur)
    • Siswanto Masruri, Prof. (Mantan Wakil Rektor UIN Yogyakarta)
    • Sulaeman Ma’ruf, K.H. (Ketua Forum Pondok Pesantren Banten)
    • Sumper Mulia Harahap, Dr. (Dekan FSH IAIN Padangsidempuan)
    • Susiknan Azhari, Prof. (Direktur Museum Astronomi Islam
    • Syarifah Gustiawati, Dr. (Pakar Ekonomi Islam)
    • Syahrul Mamma, Dr. Irjen. Pol. (Dirjen Perlindungan Konsumen)
    • Tajuddin Noor (Mantan Duta Besar RI untuk Sudan)
    • Wahib Abdul Jawad, (Mantan Duta Besar RI untuk Suriah)
    • Yudi Latief, Dr. (Direktur Reform Institute)
    • Yudhi Wahyuni (Mantan Walikota Banjarmasin)
    • Zuhri M. Syazali (Mantan Bupati Bangka Barat)
    • Zulkifli Muhadli, Dr. (Mantan Bupati Sumbawa Barat)
    • Muhammad Hilmy (Pengusaha, Jenang Kudus “Mubarok”)

    Perbedaan Pesantren Salaf dan Pesantren Modern

    Pesantren Salaf dan Pesantren Modern

    Seiring perkembangan zaman, serta tuntutan masyarakat atas kebutuhan pendidikan Umum, kini banyak pesantren yang menyediakan menu pendidikan umum dalam pesantren. kemudian muncul istilah pesantren Salaf dan pesantren Modern, pesantren Salaf adalah pesantren yang murni mengajarkan Pendidikan Agama sedangkan Pesantren Modern menggunakan sistem pengajaran pendidikan umum atau Kurikulum.

    • Pesantren salaf Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salaf. Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salaf adalah para santri bekerja untuk kyai mereka – bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya – dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut.Sebagian besar pesantren salaf menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari bsngun tidur di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam.Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustaz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur’an.
    • Pesantren modern Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, di mana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya).Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP kadang-kadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak. Ada juga jenis pesantren semimodern yang masih mempertahankan kesalafannya dan memasukkan kurikulum modern di pesantren tersebut.

    Sejarah Pesantren di Indonesia

    Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.. Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu. Di samping itu, kata pondok mungkin berasal dari Bahasa Arab Funduq yang berarti asrama atau hotel. Di Jawa termasuk Sunda dan Madura umumnya digunakan istilah pondok dan pesantren, sedang di Aceh dikenal dengan Istilah dayah atau rangkang atau menuasa, sedangkan di Minangkabau disebut surau.Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, di mana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut. 

    Umumnya, suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan. Para santri selanjutnya memopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal ke mana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada zaman Walisongo.

    Sejarah Pesantren

    Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudian dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. Federspiel- salah seorang pengkaji keislaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh (pesantren disebut dengan nama Dayah di Aceh) dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.

    Apq itu Pesantren?

    Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, di mana kata “santri” berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq (فندوق) yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai.Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka belajar hidup mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan.

    Pendapat lainnya, pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru, yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Istilah santri juga dalam ada dalam bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedang C. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.

    Apa itu Pesantren ?

    Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kompleks ini biasanya dikelilingi oleh tembok untuk dapat mengawasi keluar masuknya para santri sesuai dengan peraturan yang berlaku.. Pondok Pesantren merupakan dua istilah yang menunjukkan satu pengertian. Pesantren menurut pengertian dasarnya adalah tempat belajar para santri, sedangkan pondok berarti rumah atau tempat tinggal sederhana terbuat dari bambu. Di samping itu, kata pondok mungkin berasal dari Bahasa Arab Funduq yang berarti asrama atau hotel. Di Jawa termasuk Sunda dan Madura umumnya digunakan istilah pondok dan pesantren, sedang di Aceh dikenal dengan Istilah dayah atau rangkang atau menuasa, sedangkan di Minangkabau disebut surau.Pesantren juga dapat dipahami sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara nonklasikal, di mana seorang kiai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri-santri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Ulama Abad pertengahan, dan para santrinya biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut. 

    Umumnya, suatu pondok pesantren berawal dari adanya seorang kyai di suatu tempat, kemudian datang santri yang ingin belajar agama kepadanya. Setelah semakin hari semakin banyak santri yang datang, timbullah inisiatif untuk mendirikan pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pada zaman dahulu kyai tidak merencanakan bagaimana membangun pondoknya itu, namun yang terpikir hanyalah bagaimana mengajarkan ilmu agama supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh santri. Kyai saat itu belum memberikan perhatian terhadap tempat-tempat yang didiami oleh para santri, yang umumnya sangat kecil dan sederhana. Mereka menempati sebuah gedung atau rumah kecil yang mereka dirikan sendiri di sekitar rumah kyai. Semakin banyak jumlah santri, semakin bertambah pula gubug yang didirikan. Para santri selanjutnya memopulerkan keberadaan pondok pesantren tersebut, sehingga menjadi terkenal ke mana-mana, contohnya seperti pada pondok-pondok yang timbul pada zaman Walisongo.

    Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudian dikenal dengan nama Pondok Pesantren. Bahkan dalam catatan Howard M. Federspiel- salah seorang pengkaji keislaman di Indonesia, menjelang abad ke-12 pusat-pusat studi di Aceh (pesantren disebut dengan nama Dayah di Aceh) dan Palembang (Sumatera), di Jawa Timur dan di Gowa (Sulawesi) telah menghasilkan tulisan-tulisan penting dan telah menarik santri untuk belajar.

    Apq itu Pesantren?

    Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, di mana kata “santri” berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq (فندوق) yang berarti penginapan. Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai.Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka belajar hidup mandiri dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan.

    Pendapat lainnya, pesantren berasal dari kata santri yang dapat diartikan tempat santri. Kata santri berasal dari kata Cantrik (bahasa Sansakerta, atau mungkin Jawa) yang berarti orang yang selalu mengikuti guru, yang kemudian dikembangkan oleh Perguruan Taman Siswa dalam sistem asrama yang disebut Pawiyatan. Istilah santri juga dalam ada dalam bahasa Tamil, yang berarti guru mengaji, sedang C. C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari istilah shastri, yang dalam bahasa India berarti orang yang tahu buku-buku suci agama Hindu atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu. Terkadang juga dianggap sebagai gabungan kata saint (manusia baik) dengan suku kata tra (suka menolong), sehingga kata pesantren dapat berarti tempat pendidikan manusia baik-baik.