Category Archives: Palestina

Puisi Taufik Ismail untuk SAUDARAKU PALESTINA, Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

oleh Tufiq Ismail

Ketika     rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer 
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir 
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran 
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan 
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika     luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas 
mereka.

Ketika     kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi
air
mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika     anak-anak kecil di Gaza belasan tahun  bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan tim-
pukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan
tangan dan lengannya, siapakah yang tak 
menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang
dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda
mereka yang patah akan bertaut dan mengulur
kan rantai amat panjangnya, pembelit leher
lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika     kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-
Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim
Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang diba-
cakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami
semua berdegup dua kali lebih gencar lalu ter-
sayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami
pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan
kaligrafi

‘Allahu Akbar!’
dan 
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika    pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi
dusta, menebarkannya ke media cetak dan 
elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi
di padang pasir belantara, membangkangit reso-
lusi-resolusi majelis terhormat di dunia, mem-
bantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser
Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at
sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh
dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, 
yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu
dengan kukuh kita bacalah
‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.

 


Hadits Nabi: Palestina akan menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman

Palestina akan menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman
Nubuwat lain yang juga menakjubkan adalah bahwa negeri Palestina ini akan menjadi bumi hijrah akhir zaman. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, 

  • “Akan terjadi hijrah sesudah hijrah, maka sebaik-baik penduduk bumi adalah orang-orang yang mendiami tempat hijrah Ibrahim, lalu yang tersisa di muka bumi hanyalah orang-orang yang jahat. Bumi menolak mereka, Allah menganggap mereka kotor, dan api akan menggiring mereka bersama para kera dan babi.” [HR. Abu Daud. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 3202]

Maukah Jokowi Mengikuti Sikap Ulama Indonesia, Untuk Usir Dubes Amerika dan Boikot Produk Amerika ?

Maukah Jokowi Mengikuti Sikap Ulama Indonesia Untuk Usir Dubes Amerika dan Boikot Produk Amerika ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , Presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika dengan tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. Beranikah Jokowi melawan petisi Ulama Indonesia untuk Usir Dubes Amerika dan boikot produk Amerika.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”

Berbeda dengan jokowi, pernyataan sikap Majelis Ulama Insonesia lebih nyata dan lebih tegas bukan sekedar retorikal. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.


Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika secara tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “I

ndonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.



Tokoh masyarakat dan pejabat di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MUI Ma’ruf Amin, Pimpinan DPR RI Fadli Zon, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat hadir di tengah massa. Dalam kesempatan ini, Fadli Zon menyampaikan sambutannya di atas panggung. Mengenakan kafiyeh, Fadli Zon berorasi meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap tegas menyikapi polemik Yerusalem. “Yerusalem adalah ibukota Palestina. Maka, saya mengimbau Presiden Indonesia agar mengatakan Yerusalem Ibu Kota Palestina,” katanya di hadapan massa yang memadati Monas. “Jangan hanya kita mengimbau, mengimbau saja. Jangan hanya prihatin, prihatin. Kita harus lebih dari itu,” tambahnya. Fadli Zon memberi usulan konkrit yang perlu dilakukan Presiden Joko Widodo, yaitu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. “Yang lebih konkrit, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina,” teriaknya.

Kisah Tragis Rachel Corrie Saat Bela Palestina, Inspirasi Bagi Umat Dunia

Kisah Tragis Rachel Corrie Saat Bela Palestina, Inspirasi Bagi Umat Dunia

Rachel Aliene Corrie anak muda berusia 23 tahun yang berasal dari Olympia, Washington, seorang pemudi pegiat perdamaian dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai pegiat kelompok International Solidarity Movement (ISM). Gerakan Solidaritas Internasional yang bergerak untuk Palestina. Ia telah dilindas hingga tewas oleh sebuah buldozer milik militer Israel (IDF) di Rafah, pada sebuah wilayah yang dipersengketakan di selatan Jalur Gaza selama puncak perlawanan kedua Intifada di Palestina. Kisah tragis seorang Amerika seharusnya menjadi inspirasi bagi umat manusia khususnya umat muslim Indonesia betapa untuk membela Palestina itu adalah kewajiban setiap umat manusiaò

Ia datang ke Gaza sebagai bagian dari tugas kuliahnya untuk menghubungkan kota tempat tinggalnya dengan Rafah dalam sebuah proyek kota kembar. Sementara disana ia telah terlibat dengan rekan-rekannya yang lain sesama pegiat ISM dalam upaya non kekerasan guna mencegah penghancuran rumah warga Palestina oleh tentara Israel.

Beberapa pekan setelah kedatangannya di Palestina, tepatnya pada tanggal 16 Maret 2003, Corrie terbunuh ketika ia dan teman-temannya pegiat ISM terlibat konfrontasi dengan dua buldozer Israel. Corrie pada hari tersebut menghadang laju buldozer Israel yang hendak menghancurkan rumah keluarga seorang apoteker Palestina. Ia bersahabat dengan keluarga tersebut dan selama disana ia hidup bersama mereka. Dia ditabrak dan dilindas oleh buldozer yang dihadangnya hingga mengakibatkan tulang tengkoraknya retak, tulang rusuknya hancur dan menusuk paru-parunya.

Para saksi mata mengatakan bahwa buldozer dengan sengaja melaju kearah Corrie yang pada saat itu mengenakan jaket berwarna jingga terang. Namun hal itu dibantah oleh pemerintah Israel yang mengatakan bahwa insiden itu adalah sebuah kecelakaan yang disebabkan karena operator buldozer tidak melihat keberadaan Corrie di depan kendaraan berat itu.

Pada tahun 2005 orang tua Corrie mengajukan gugatan perdata terhadap negara Israel. Mereka menggugat atas Israel yang tidak melakukan penyelidikan penuh dan kredibel serta bertanggung jawab atas kasus kematian putri mereka,  baik peristiwa itu terjadi dengan disengaja ataupun dikarenakan hal lain yang disebut sebagai kecelakaan. Israel dalam gugatan itu dituntut untuk membayar kompensasi simbolis sebesar 1 Dolar Amerika Serikatdan membawa kasus tersebut sebagai langkah keadilan bagi Corrie dan perjuangan rakyat Palestina yang dibelanya.

Pada bulan agustus 2012 pengadilan Israel menolak gugatan itu, Israel tetap bertahan pada hasil penyelidikan tahun 2003 yang dilakukan oleh militer Israel yang telah memutuskan bahwa Isarael tidak bertanggung jawab atas kematian Corrie.

Kehidupan dan perjuangan Rachel Corrie diabadikan dalam banyak penghormatan, diantaranya drama yang berjudul My Name Is Rachel Corrie dan sebuah paduan suara The Skies are Weeping. Tulisan-tulisannya dibukukan pada tahun 2008 berjudul Let Me Stand Alone, buku tersebut mengisahkan tentang “proses pendewasaan seorang wanita muda yang ingin membuat dunia sebagai tempat yang baik”. Sebuah lembaga sosial Rachel Corrie Foundation for Peace and Justice didirikan untuk melanjutkan perjuangannya.


Selamatkan Palestina, Ulama Indonesia Serukan Boikot 229 Perusahaan Amerika

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas. 

K

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.

Selamatkan Palestina, Inilah 231 Perusahaan Amerika Menurut Wikipedia

  1. 3Com Corporation
  2. 3M
  3. ABX Air, Inc.
  4. Acme Markets
  5. ADC Telecommunications
  6. Adobe Systems
  7. Aetna
  8. Airimba Wireless
  9. Albertsons
  10. Alcoa
  11. Allen Organ
  12. AlliedSignal Inc.
  13. Altria Group (formerly Philip Morris Companies)
  14. ALV Corp
  15. Amazon.com
  16. AMD
  17. American Airlines
  18. American Express
  19. American Management Consultant Services
  20. American Reprographics Company
  21. Amicus, Inc
  22. Amtrak (National Railroad Passenger Corporation)
  23. Anheuser-Busch
  24. Apple Computer
  25. Ariba, Inc.
  26. Arryx
  27. ASARCO (American Smelting And Refining Company)
  28. AT&T
  29. Autodesk
  30. Avaya
  31. Avon Products, Inc
  32. Babcock & Wilcox
  33. Bank of America
  34. Bechtel Corporation
  35. BellSouth
  36. Berkshire Hathaway
  37. Boeing
  38. Bristol-Myers Squibb
  39. Burlington Northern Santa Fe
  40. Capital IQ, Inc.
  41. Caterpillar Inc.
  42. Celanese Corp.
  43. ChevronTexaco
  44. Cingular
  45. Citigroup
  46. Cisco Systems, Inc.
  47. Clear Channel Communications
  48. CNET
  49. Coca-Cola
  50. Colgate-Palmolive
  51. Computer Associates
  52. Connecticut Leather Company (Coleco)
  53. ConocoPhillips
  54. Control Data Corporation (CDC)
  55. Converse Shoes
  56. Corning
  57. Corvis Corp
  58. Costco
  59. Crazy Eddie
  60. Compuware Corp
  61. DaimlerChrysler (part United States)
  62. Dell, Inc.
  63. Delta Air Lines
  64. Diebold
  65. Disney (The Walt Disney Company)
  66. The Dow Chemical Company
  67. Dow Jones & Company
  68. Dresser
  69. DuPont (E.I. du Pont de Nemours)
  70. E Sunting
  71. Eastman Kodak
  72. eBay
  73. eCentia Group
  74. EightStar
  75. Election Systems and Software
  76. Electronic Arts
  77. Eli Lilly and Company
  78. Emerging Enterprise Solutions
  79. Enron
  80. Extensis
  81. ExxonMobil
  82. EZQuest, Inc.
  83. FedEx
  84. Ford Motor Company
  85. Forium
  86. Fox Film Corporation
  87. Gartner
  88. Gateway Computers
  89. General Electric
  90. General Mills
  91. General Motors
  92. Gentiva Health Services
  93. Georgia Pacific
  94. Giant Food
  95. Global Insight
  96. Goldman Sachs
  97. Goodyear Tire and Rubber Company
  98. Google
  99. General Maritime Corporation
  100. Hachette Filipacchi Media U.S.
  101. Halliburton
  102. Harley-Davidson
  103. Hart InterCivic
  104. Hewlett-Packard
  105. Hexaware Technologies
  106. H J Heinz Company
  107. Home Depot
  108. Hot Topic
  109. IBM (International Business Machines)
  110. Informix
  111. Ingenuity Software
  112. Intel
  113. International Paper
  114. Intuit
  115. iRobot
  116. JALIC
  117. Johnson & Johnson
  118. J. P. Morgan Chase and Co.
  119. Kellogg, Brown and Root
  120. Kellogg Company
  121. Kenny Construction Company
  122. Kerr-McGee
  123. Kimberly-Clark
  124. Kmart Corporation
  125. KPX
  126. Kraft Foods
  127. Kroger
  128. Lamina Ceramics
  129. Laserfiche
  130. Leo
  131. Liberty Corporation, The
  132. Lockheed Martin
  133. Louisiana Pacific
  134. Lucasfilm
  135. Lucent
  136. Mars Incorporated
  137. Marshall Pottery Inc.
  138. Martin Marietta Materials
  139. McDonald’s Corporation
  140. McNaughton Apparel Group, Inc. formerly Norton-McNaughton
  141. MCI
  142. Merck and Company
  143. Merrill Lynch & Co., Inc.
  144. Microsoft
  145. Miller Brewing
  146. MMK Technologies 
  147. Monsanto Company
  148. Motorola
  149. Mr. Electric
  150. National Biscuit Company (Nabisco)
  151. NCR Corporation
  152. Netli homepage
  153. Nike
  154. Northrop Grumman
  155. O’Reilly Media
  156. Office Depot
  157. Om Industrial
  158. Oracle Corporation
  159. PACCAR
  160. Pacific Gas & Electric Company (PG&E)
  161. PalmOne, Inc.
  162. PalmSource, Inc.
  163. Pan Am
  164. Paramount Pictures
  165. Penn Herb Company
  166. PeopleSoft
  167. PepsiCo
  168. Pinnacle Systems
  169. Pfizer
  170. Polaroid Corporation
  171. Precision Machining of the Ozarks
  172. Procter & Gamble
  173. Qualcomm
  174. Quantrix
  175. Quest Software
  176. Qwest
  177. RadioShack
  178. Red Hat
  179. Redspot Paints
  180. Respironics, Inc.
  181. Rockwell Automation
  182. Rockwell Collins
  183. Safeco Corporation
  184. Safeway Inc.
  185. SBC Communications
  186. SC Johnson
  187. Service Corporation International (SCI)
  188. Sequoia Voting Systems
  189. SGI
  190. SIGECOM
  191. Southern California Edison
  192. Southwest Airlines
  193. Sprint
  194. Staples
  195. Starbucks
  196. State Street Corporation
  197. Stewart-Warner Instrument Company
  198. StorageByMail.com
  199. Subway (restaurant)
  200. Sun Microsystems
  201. Sun Oil Company (Sunoco)
  202. Sweetheart
  203. Target Corporation
  204. Texas Instruments
  205. Time Warner
  206. Union Oil California (Unocal)
  207. Unisys
  208. United Airlines
  209. United Parcel Service
  210. United Technologies
  211. US Robotics
  212. UTStarcom
  213. Valero Energy Corporation
  214. Vanderbilt Energy
  215. Vectren
  216. Verizon
  217. Verizon Wireless
  218. Viacom
  219. Vocera Communications
  220. Washington Mutual
  221. Wal-Mart
  222. Wendy’s
  223. Whole Foods Market
  224. Xerox
  225. XPLANE
  226. Yahoo!
  227. Yum! Brands, Inc
  228. Zapata
  229. Zappos.com

    Daftar Perusahaan Makanan Milik Yahudi di Indonesia:
    – Baskin Robbins (Ice Cream)
    – Carrefour (waralaba)
    – Dunkins Donuts (penganan donat)
    – Starbucks Corporations (cafe)
    – Haagen Dazs Ice Cream (ice cream)
    – Burger King
    – Pizza Hut dan PHD
    – Mc Donald, KFC dan Wendys
    – Coca cola, Nestle,
    – Danone Groupe (makanan dan minuman, termasuk Aqua)
    – Philip Morris (rokok) termasuk HM. Sampoerna

    Daftar Perusahan Peranti lunak dan Komputer milik Yahudi:
    – Google (mesin pencari)
    – Dell
    – AOL Warner
    – Oracle
    – Microsoft Corporation
    – Intel Corporation
    – Qualcomm
    – Facebook (jejaring sosial)

    Daftar Perusahaan Pakaian dan Kecantikan milik Yahudi :
    – Mark and Spencer (M&S)
    – Jhonson dan Jhonson
    – Guess
    – Revlon
    – Sara Lee Corporation
    – Estee Lauder Company
    – Levi Strauss & Company (Levi’s)
    – Delta Galil Industries Ltd (Garmen)
    – Timberland  dan Nike (sepatu)
    – Kimberly and Clark (alat rumah tangga)

    Chanel dan Jaringan TV kabel milik Yahudi yang ada di Indonesia:
    – HBO
    – CNN
    – Cinemax
    – Fox News
    – FX Chanels
    – STAR TV
    – Walt Disney Company

    Perusahaan Jasa Keuangan milik yahudi di Indonesia:
    – Bhakti Investama
    – Rothschild Indonesia
    – Barrick Gold Corporation

    Beberapa perusahaan media raksasa yang dimiliki oleh orang Yahudi seperti:

    • Time Warner, merupakan konglomerasi media terbesar di dunia. Bekerjasama dengan AOL membentuk AOL-Warner Bross.
    • Yang masuk ke dalam Warner adalah Time Inc, HBO, Cinemax termasuk juga CNN yang dibeli dari Ted Turner.
    • Raja konglomerasi media lainnya adalah Rupert Murdoch.
    • Pemilik News Corporation yang meliputi Fox Television Network, Fox News, the FX Channel, 20th Century Fox Films, Fox 2000, dan penerbit Harper Collins. News Corp.

    Kantor-kantor berita raksasa yang dikuasai Yahudi antara lain :

    • Reuter (didirikan di Jerman oleh Julius Paul Reuter, seorang Yahudi kelahiran Jerman bernama asal Israel Beer Josaphat, lalu pindah ke Paris dan pindah lagi ke London), Associated Press (AP) yang berpusat di Amerika Serikat, dan United Press International (UPI) juga di AS.

    Di Amerika, koran-koran juga dikuasai oleh Yahudi antara lain :
    – Wall Street Journal,
    – Daily News,
    – New York Times,
    – The Washington Post,
    – The Times Herald, dan lain-lain.
    – Dua majalah kaliber dunia, Time dan Newsweek juga dikuasai orang-orang Yahudi.

    10 Fakta Jerusalem, Kota Tertua Yang Menjadi Pusat Pusaran Konflik Dunia

    10 Fakta Jerusalem, Kota Tertua Yang Menjadi Pusat Pusaran Konflik Dunia

    • Yerusalem  merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama—Yudaisme, Kekristenan, dan Islam. Baik orang Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka, sebab Israel mempertahankan lembaga-lembaga pemerintahan utamanya di sana dan Negara Palestina pada dasarnya memandang kota ini sebagai pusat kekuasaannya; bagaimanapun kedua klaim tersebut tidak ada satupun yang mendapat pengakuan luas secara internasional.
    • Saat ini status Yerusalem tetap menjadi salah satu isu pokok dalam Konflik Israel dan Palestina. Selama Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem Barat termasuk salah satu daerah yang direbut dan kemudian dianeksasi oleh Israel; sedangkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Lama, direbut dan kemudian dianeksasi oleh Yordania. Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada Perang Enam Hari tahun 1967 dan setelah itu menganeksasinya ke dalam Yerusalem, bersama dengan tambahan wilayah di sekitarnya.Salah satu Hukum Dasar Israel, yaitu Hukum Yerusalem tahun 1980, menyebut Yerusalem sebagai ibu kota yang tak terbagi dari negara tesebut. Semua bidang pemerintahan Israel berada di Yerusalem, termasuk Knesset (parlemen Israel), kediaman Perdana Menteri dan Presiden, juga Mahkamah Agung. Kendati masyarakat internasional menolak aneksasi tersebut dengan menyebutnya ilegal dan memperlakukan Yerusalem Timur sebagai teritori Palestina yang diduduki oleh Israel, Israel memiliki suatu klaim yang lebih kuat untuk kedaulatannya atas Yerusalem Barat
    • Masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan tidak ada kedutaan asing yang didirikan di kota ini. Di Yerusalem juga terdapat beberapa lembaga Israel non-pemerintah yang memiliki kepentingan nasional, misalnya Universitas Ibrani dan Museum Israel dengan Shrine of the Book di lapangannya. Pada tahun 2011 Yerusalem memiliki populasi 801.000 penduduk, di antaranya terdiri dari 497.000 penganut agama Yahudi (62%), 281.000 (35%) penganut Islam, 14.000 (sekitar 2%) penganut Kristen, dan 9.000 (1%) tidak dikelompokkan menurut agama
    • Mengingat posisi sentral kota Yerusalem di tengah nasionalisme Yahudi (Zionisme) dan nasionalisme Palestina, selektivitas yang diperlukan untuk merangkum lebih dari 5000 tahun sejarah permukimannya seringkali dipengaruhi oleh latar belakang atau bias ideologis. Era kedaulatan Yahudi dalam sejarah Yerusalem dipandang penting oleh nasionalis Israel (Zionis), yang mengklaim hak atas kota ini berdasarkan garis keturunan Yahudi dari Kerajaan Yehuda bangsa Israel, di mana Yerusalem adalah ibu kotanya. Era Islam, Kristen dan berbagai era non-Yahudi lainnya dalam sejarah Yerusalem dipandang penting bagi nasionalis Palestina, yang mana mengklaim hak atas kota ini berdasarkan garis keturunan Palestina modern dari beragam bangsa berbeda yang telah tinggal di wilayah ini. Akibatnya kedua belah pihak mengklaim bahwa sejarah Yerusalem telah dipolitisir oleh kalangan lain untuk memperkuat klaim relatif mereka atas kota ini, dan bahwa hal ini dikonfirmasi oleh fokus-fokus berbeda yang dibuat beragam penulis pada berbagai peristiwa dan era dalam sejarah kota ini.

    • Pada tahun 2010 Israel menyetujui undang-undang yang memberikan Yerusalem status prioritas nasional tertinggi di Israel. Hukum ini memprioritaskan pembangunan di seluruh kota, serta menawarkan berbagai manfaat pajak dan dana bantuan bagi para penduduk untuk menjadikan perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesempatan kerja, bisnis, pariwisata, dan acara budaya lebih terjangkau. Menteri Komunikasi Moshe Kahlon mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut mengirim “suatu pesan politik yang tegas dan jelas bahwa Yerusalem tidak akan terbagi”, dan bahwa “semua orang dalam komunitas internasional dan Palestina yang mengharapkan pemerintah Israel sekarang menerima tuntutan apapun menyangkut kedaulatan Israel atas ibu kotanya adalah keliru dan menyesatkan”.
    • Status kota ini, terutama tempat-tempat sucinya, masih menjadi suatu masalah utama dalam konflik Israel–Palestina. Pemerintah Israel telah menyetujui rencana-rencana pembangunan di Kawasan Muslim di Kota Lama[214] dalam rangka memperluas keberadaan Yahudi di Yerusalem Timur, sementara beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa kaum Yahudi tidak memiliki keterkaitan sejarah dengan Yerusalem, dan menyatakan bahwa Tembok Barat yang berusia 2500 tahun tersebut dibangun sebagai bagian dari sebuah masjid. Kaum Palestina memandang Yerusalem sebagai ibu kota Negara Palestina, dan batas-batas kota ini telah menjadi subjek pembicaraan bilateral. Suatu tim ahli yang dihimpun oleh Ehud Barak (kelak menjadi Perdana Menteri Israel) pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa kota ini harus dibagi, karena Israel telah gagal meraih tujuan-tujuan nasionalnya di sana. Namun pada tahun 2014 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “Yerusalem tidak akan pernah terbagi”. Suatu jajak pendapat yang diselenggarakan pada tahun Juni 2013 mendapati bahwa 74% orang Yahudi Israel menolak gagasan mengenai suatu ibu kota Palestina di bagian manapun dari Yerusalem, kendati 72% masyarakat memandangnya sebagai sebuah kota yang terbagi. Suatu jajak pendapat pada tahun 2011, yang dilakukan oleh Palestinian Center for Public Opinion dan American Pechter Middle East Polls for the Council on Foreign Relations, mengungkapkan bahwa 39% penduduk Arab di Yerusalem Timur lebih memilih kewarganegaraan Israel daripada 31% lainnya yang lebih memilih kewarganegaraan Palestina. Menurut jajak pendapat tersebut, 40% penduduk Palestina lebih memilih untuk meninggalkan lingkungan permukiman mereka jika mereka ditempatkan di bawah pemerintahan Palestina.
    • Pada tanggal 5 Desember 1949, Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, memproklamirkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sejak saat itu semua cabang pemerintahan Israel—legislatif, yudisial, dan eksekutif—berada di sana, kecuali Kementerian Pertahanan yang mana terletak di HaKirya di Tel Aviv.[223] Pada saat proklamasi tersebut Yerusalem terbagi antara Israel dan Yordania, karenanya hanya Yerusalem Barat yang diproklamasikan sebagai ibu kota Israel.
    • Pada bulan Juli 1980, Israel mengesahkan Hukum Yerusalem sebagai Hukum Dasar. Hukum ini menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota “bersatu dan penuh” dari Israel. “Hukum Dasar: Yerusalem, Ibu Kota Israel” merupakan suatu alasan utama bagi masyarakat internasional untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 478 pada tanggal 20 Agustus 1980, yang mana menyatakan bahwa Hukum Dasar tersebut adalah “suatu pelanggaran hukum internasional”, juga “batal dan tidak berlaku serta harus segera dicabut”. Negara-negara anggota dihimbau untuk menarik perwakilan diplomatik mereka dari Yerusalem. Menanggapi resolusi tersebut, 22 dari 24 negara yang sebelumnya memiliki kedutaan di Yerusalem (Barat) memindahkan kedutaan mereka ke Tel Aviv, di mana banyak kedutaan telah terdapat di sana sebelum Resolusi 478. Kosta Rika dan El Salvador menyusul pada tahun 2006. Saat ini tidak ada kedutaan di dalam batas-batas kota Yerusalem kendati terdapat beberapa kedutaan di Mevaseret Zion, di pinggiran kota Yerusalem, dan empat konsulat di dalam kota itu sendiri.
    • Pada tahun 1995 Kongres Amerika Serikat mengesahkan Akta Kedutaan Yerusalem yang menyatakan bahwa jika diperlukan, tergantung pada kondisi, kedutaannya dapat dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bagaimanapun para presiden Amerika Serikat berpendapat bahwa resolusi-resolusi Kongres mengenai status Yerusalem hanya berupa nasihat. Konstitusi menetapkan bahwa hubungan luar negeri sebagai suatu kekuasaan eksekutif, dengan demikian kedutaan Amerika Serikat masih tetap di Tel Aviv. Karena tidak diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel, beberapa pers non-Israel menggunakan Tel Aviv sebagai sebuah metonimia untuk Israel.
    • Otoritas Nasional Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan, menurut Resolusi 242 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Otoritas Palestina mengklaim bahwa Yerusalem, termasuk Haram al-Sharif, sebagai ibu kota Negara Palestina; PLO mengklaim bahwa Yerusalem Barat juga tergantung pada negosiasi-negosiasi status permanen. Namun dinyatakannya juga bahwa akan dipertimbangkan solusi-solusi alternatif, seperti membuat Yerusalem sebagai suatu kota terbuka. Posisi PLO sekarang adalah bahwa Yerusalem Timur, sebagaimana didefinisikan oleh batas-batas wilayah munisipal pra-1967, seharusnya merupakan ibu kota Palestina dan Yerusalem Barat ibu kota Israel, yang mana setiap negara memiliki kedaulatan penuh atas bagian masing-masing dari kota ini beserta munisipalitasnya masing-masing. Suatu “dewan pembangunan” bersama akan bertanggung jawab untuk pengembangan yang terkoordinasi. Beberapa negara, seperti Rusia dan Tiongkok, mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Resolusi 58/292 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak kedaulatan atas Yerusalem Timur.


      Fakta Konflik Sejarah Perebutan Kota Jerusalem di Abad Modern

      Fakta Konflik Sejarah Perebutan Kota Jerusalem di Abad Modern

      • Perang tahun 1948 mengakibatkan pembagian wilayah Yerusalem, sehingga kota lama yang bertembok tersebut sepenuhnya terletak di sisi Yordania dari perbatasan. Wilayah tanpa pemilik di antara Yerusalem Barat dan Timur menjadi jelas keberadaannya pada bulan November 1948. Moshe Dayan, komandan pasukan Israel di Yerusalem, bertemu dengan Abdullah el Tell mitranya dari Yordania di sebuah rumah kosong di Lingkungan Musrara, Yerusalem, dan menandai posisi mereka masing-masing dalam peta: posisi Israel berwarna merah dan Yordania berwarna hijau. Peta kasar ini tidak dimaksudkan sebagai suatu peta resmi, dan menjadi garis perbatasan final dalam Perjanjian Gencatan Senjata 1949 yang mana membagi kota ini dan menjadikan Gunung Scopus sebagai daerah kantong Israel di Yerusalem Timur. Kawat berduri dan pagar beton dipasang di tengah-tengah kota, melewati dekat Gerbang Yafo di sebelah barat Kota Lama, dan suatu titik persimpangan didirikan di Gerbang Mandelbaum —sedikit ke utara Kota Lama. Pertempuran-pertempuran militer skala kecil seringkali mengancam gencatan senjata tersebut.
      • Setelah pendirian negara Israel, Yerusalem dideklarasikan sebagai ibu kotanya. Yordania secara resmi menganeksasi Yerusalem Timur pada tahun 1950, memberlakukan hukum Yordania di wilayah itu, dan mendeklarasikannya sebagai “ibu kota kedua” Yordania pada tahun 1953. Hanya Britania Raya dan Pakistan yang secara resmi mengakui aneksasi tersebut, yang mana—berkenaan dengan Yerusalem—adalah atas dasar de facto. Beberapa akademisi meragukan pandangan yang menyatakan bahwa Pakistan mengakui aneksasi Yordania.
      • Setelah tahun 1948, sejak keseluruhan Kota Lama berada di bagian timur garis gencatan senjata, Yordania mengambil alih kendali atas semua tempat suci di wilayah tersebut. Tempat-tempat suci Muslim dipertahankan dan direnovasi, sedangkan, bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata, kaum Yahudi tidak diberikan akses ke tempat-tempat suci mereka dan banyak di antaranya dihancurkan atau dicemarkan. Yordania hanya mengizinkan akses yang sangat terbatas ke tempat-tempat suci Kristen, dan berbagai pembatasan diberlakukan terhadap penduduk Kristen sehingga menyebabkan banyak di antaranya meninggalkan kota ini. Dari 58 sinagoga yang terletak di dalam Kota Lama, setengahnya dirobohkan atau dikonversi menjadi kandang kuda dan kandang ayam selama 19 tahun berikutnya, termasuk Sinagoga Tiferet Yisrael dan Hurba. Pemakaman Yahudi Bukit Zaitun yang berusia 3.000 tahun dicemari; dikatakan bahwa batu-batu nisannya digunakan untuk membangun berbagai fortifikasi tentara Yordania, jamban, dan jalan. 38.000 makam dalam Pemakaman Yahudi tersebut dihancurkan, dan orang-orang Yahudi dilarang dimakamkan di sana.
      • Peta Yerusalem Timur (2010). Walaupun Israel memohon supaya Yordania tetap netral selama Perang Enam Hari, Yordania, yang mana telah menandatangani suatu perjanjian pertahanan dengan Mesir pada tanggal 30 Mei 1967, pada hari kedua perang tersebut menyerang Yerusalem Barat yang berada di bawah kendali Israel. Setelah pertempuran jarak dekat antara tentara Yordania dan Israel di Bukit Bait Suci, Pasukan Pertahanan Israel merebut Yerusalem Timur dan seluruh Tepi Barat. Yerusalem Timur, beserta beberapa wilayah Tepi Barat di dekatnya yang terdiri dari beberapa lusin desa Palestina, selanjutnya dianeksasi oleh Israel, begitu juga tempat-tempat suci Kristen dan Muslim. Pada tanggal 27 Juni 1967, beberapa minggu setelah perang berakhir, Israel memperluas yurisdiksi dan hukumnya untuk Yerusalem Timur dan beberapa daerah di sekitarnya, menggabungkannya dengan Munisipalitas Yerusalem, kendati istilah aneksasi berusaha dihindarinya. Pada tanggal 10 Juli, Menteri Luar Negeri Abba Eban menjelaskan kepada Sekretaris Jenderal PBB: “Istilah ‘aneksasi’ yang digunakan oleh para pendukung suara tersebut tidaklah akurat. Langkah-langkah yang diambil [oleh Israel] berhubungan dengan integrasi Yerusalem di area-area munisipal dan administratif, serta berfungsi sebagai suatu dasar hukum untuk perlindungan tempat-tempat suci di Yerusalem.” Israel melakukan sensus penduduk Arab di area-area yang dianeksasinya. Mereka diberikan status penduduk permanen dan opsi untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Israel. Sejak tahun 1967, berbagai area Yahudi yang baru bertumbuh dengan cepat di sektor timur, sementara belum ada pembuatan lingkungan Palestina yang baru.

      • Setelah Perang Enam Hari, populasi Yerusalem meningkat 196%. Populasi Yahudi tumbuh sebesar 155%, sedangkan populasi Arab meningkat 314%. Proporsi populasi Yahudi turun dari 74% pada tahun 1967 menjadi 72% pada tahun 1980, dan 68% pada tahun 2000, lalu menjadi 64% pada tahun 2010. Menteri Pertanian Israel Ariel Sharon mengusulkan pembangunan suatu lingkar permukiman Yahudi di sekitar tepi timur Yerusalem. Rencana tersebut dimaksudkan untuk membuat Yerusalem Timur lebih bercorak Yahudi dan mencegahnya supaya tidak menjadi bagian dari suatu blok perkotaan Palestina yang terentang dari Betlehem sampai Ramallah. Pada tanggal 2 Oktober 1977 Kabinet Israel menyetujui rencana tersebut dan selanjutnya tujuh lingkungan permukiman dibangun di tepi timur kota ini. Semuanya itu kemudian dikenal sebagai Pemukiman Lingkar. Lingkungan permukiman Yahudi lainnya dibangun di Yerusalem Timur, dan kaum Yahudi Israel juga bermukim di lingkungan-lingkungan Arab.
      • Aneksasi Yerusalem Timur ditanggapi dengan kecaman internasional. Kementerian Luar Negeri Israel membantah kalau aneksasi Yerusalem merupakan suatu pelanggaran hukum internasional. Status akhir Yerusalem telah menjadi salah satu hal terpenting dalam perselisihan antara para juru runding Israel dan Palestina untuk mencapai perdamaian. Hal-hal yang menjadi perselisihan antara lain mencakup apakah bendera Palestina dapat dikibarkan di area-area dalam perwalian Palestina serta kekhususan batas-batas wilayah Palestina dan Israel.
      • Mahkamah Agung Israel. Setelah Perang Enam Hari tahun 1967, Israel memperluas administrasi dan yurisdiksinya atas Yerusalem Timur, mendirikan batas-batas munisipal baru. Pada tahun 2010 Israel menyetujui undang-undang yang memberikan Yerusalem status prioritas nasional tertinggi di Israel. Hukum ini memprioritaskan pembangunan di seluruh kota, serta menawarkan berbagai manfaat pajak dan dana bantuan bagi para penduduk untuk menjadikan perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesempatan kerja, bisnis, pariwisata, dan acara budaya lebih terjangkau. Menteri Komunikasi Moshe Kahlon mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut mengirim “suatu pesan politik yang tegas dan jelas bahwa Yerusalem tidak akan terbagi”, dan bahwa “semua orang dalam komunitas internasional dan Palestina yang mengharapkan pemerintah Israel sekarang menerima tuntutan apapun menyangkut kedaulatan Israel atas ibu kotanya adalah keliru dan menyesatkan”.
      • Status kota ini, terutama tempat-tempat sucinya, masih menjadi suatu masalah utama dalam konflik Israel–Palestina. Pemerintah Israel telah menyetujui rencana-rencana pembangunan di Kawasan Muslim di Kota Lama dalam rangka memperluas keberadaan Yahudi di Yerusalem Timur, sementara beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa kaum Yahudi tidak memiliki keterkaitan sejarah dengan Yerusalem, dan menyatakan bahwa Tembok Barat yang berusia 2500 tahun tersebut dibangun sebagai bagian dari sebuah masjid. Kaum Palestina memandang Yerusalem sebagai ibu kota Negara Palestina, dan batas-batas kota ini telah menjadi subjek pembicaraan bilateral. Suatu tim ahli yang dihimpun oleh Ehud Barak (kelak menjadi Perdana Menteri Israel) pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa kota ini harus dibagi, karena Israel telah gagal meraih tujuan-tujuan nasionalnya di sana. Namun pada tahun 2014 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “Yerusalem tidak akan pernah terbagi”. Suatu jajak pendapat yang diselenggarakan pada tahun Juni 2013 mendapati bahwa 74% orang Yahudi Israel menolak gagasan mengenai suatu ibu kota Palestina di bagian manapun dari Yerusalem, kendati 72% masyarakat memandangnya sebagai sebuah kota yang terbagi. Suatu jajak pendapat pada tahun 2011, yang dilakukan oleh Palestinian Center for Public Opinion dan American Pechter Middle East Polls for the Council on Foreign Relations, mengungkapkan bahwa 39% penduduk Arab di Yerusalem Timur lebih memilih kewarganegaraan Israel daripada 31% lainnya yang lebih memilih kewarganegaraan Palestina. Menurut jajak pendapat tersebut, 40% penduduk Palestina lebih memilih untuk meninggalkan lingkungan permukiman mereka jika mereka ditempatkan di bawah pemerintahan Palestina.
      • Pada tanggal 5 Desember 1949, Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, memproklamirkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sejak saat itu semua cabang pemerintahan Israel—legislatif, yudisial, dan eksekutif—berada di sana, kecuali Kementerian Pertahanan yang mana terletak di HaKirya di Tel Aviv. Pada saat proklamasi tersebut Yerusalem terbagi antara Israel dan Yordania, karenanya hanya Yerusalem Barat yang diproklamasikan sebagai ibu kota Israel.

      • Pada bulan Juli 1980, Israel mengesahkan Hukum Yerusalem sebagai Hukum Dasar. Hukum ini menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota “bersatu dan penuh” dari Israel. “Hukum Dasar: Yerusalem, Ibu Kota Israel” merupakan suatu alasan utama bagi masyarakat internasional untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 478 pada tanggal 20 Agustus 1980, yang mana menyatakan bahwa Hukum Dasar tersebut adalah “suatu pelanggaran hukum internasional”, juga “batal dan tidak berlaku serta harus segera dicabut”. Negara-negara anggota dihimbau untuk menarik perwakilan diplomatik mereka dari Yerusalem. Menanggapi resolusi tersebut, 22 dari 24 negara yang sebelumnya memiliki kedutaan di Yerusalem (Barat) memindahkan kedutaan mereka ke Tel Aviv, di mana banyak kedutaan telah terdapat di sana sebelum Resolusi 478. Kosta Rika dan El Salvador menyusul pada tahun 2006. Saat ini tidak ada kedutaan di dalam batas-batas kota Yerusalem kendati terdapat beberapa kedutaan di Mevaseret Zion, di pinggiran kota Yerusalem, dan empat konsulat di dalam kota itu sendiri.
      • Pada tahun 1995 Kongres Amerika Serikat mengesahkan Akta Kedutaan Yerusalem yang menyatakan bahwa jika diperlukan, tergantung pada kondisi, kedutaannya dapat dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bagaimanapun para presiden Amerika Serikat berpendapat bahwa resolusi-resolusi Kongres mengenai status Yerusalem hanya berupa nasihat. Konstitusi menetapkan bahwa hubungan luar negeri sebagai suatu kekuasaan eksekutif, dengan demikian kedutaan Amerika Serikat masih tetap di Tel Aviv. Karena tidak diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel, beberapa pers non-Israel menggunakan Tel Aviv sebagai sebuah metonimia untuk Israel
      • Orient House di Yerusalem Timur yang berfungsi sebagai kantor pusat PLO pada tahun 1980-an dan 1990-an. Tempat ini ditutup Israel pada tahun 2001, dua hari setelah peristiwa bom bunuh diri restoran Sbarro. Otoritas Nasional Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan, menurut Resolusi 242 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Otoritas Palestina mengklaim bahwa Yerusalem, termasuk Haram al-Sharif, sebagai ibu kota Negara Palestina; PLO mengklaim bahwa Yerusalem Barat juga tergantung pada negosiasi-negosiasi status permanen. Namun dinyatakannya juga bahwa akan dipertimbangkan solusi-solusi alternatif, seperti membuat Yerusalem sebagai suatu kota terbuka. Posisi PLO sekarang adalah bahwa Yerusalem Timur, sebagaimana didefinisikan oleh batas-batas wilayah munisipal pra-1967, seharusnya merupakan ibu kota Palestina dan Yerusalem Barat ibu kota Israel, yang mana setiap negara memiliki kedaulatan penuh atas bagian masing-masing dari kota ini beserta munisipalitasnya masing-masing. Suatu “dewan pembangunan” bersama akan bertanggung jawab untuk pengembangan yang terkoordinasi. Beberapa negara, seperti Rusia dan Tiongkok,[ mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Resolusi 58/292 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak kedaulatan atas Yerusalem Timur
      • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat. Keputusan bersejarah itu disebut berisiko memicu timbulnya kekerasan baru di Timur Tengah. “Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnta untuk menentukan ibu kotanya sendiri,” kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir dari AFP. “Pengakuan ini merupakan sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian,” tambahnya. “Sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” ucapnya. Menurutnya, pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Pemerintah AS juga memulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini merupakan salah satu pemenuhan janji kampanyenya kepada para pemilihnya.Trump menyatakan keputusannya menandai dimulainya pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Dia mengklaim pemerintas AS tetap bertekad mengejar kesepakatan damai terhadap wilayah itu.

        <ul style=”padding: 0px 0px 0px