Category Archives: Doa – Dzikir

Inilah Kisah Kehebatan Doa Sapu Jagad

Doa Sapu Jagad

  • Rabbana atinafiddun-ya hasanah, wafil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban-nar. 
  • “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201).

  • Al-Qur’an mengisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang mukmin yang tulus setelah selesai pelaksanakan ibadah haji. Mereka memohon kepada Allah kebaikan di dunia dan akhirat, hingga kemudian Allah memuji mereka dengan mengadakan: “Bagi mereka adalah bagian (balasan) dari apa yang mereka kerjakan.”
  • Imam Ibnu Katsir menegaskan, bahwa doa di atas mengandung keseluruhan kebaikan dunia serta menghindarkan diri dari segala bentuk kejelekan. Kebaikan di dunia mencakup seluruh ke­butuhan duniawi, baik kesehatan, kelayakan hidup, istri shalihah, rizki lapang, ilmu manfaat, amal saleh, kendaraan layak, ke dudukan terhormat maupun jabatan tinggi. Menurut para ahli tafsir, hal-hal tersebut merupakan sarana prasarana kehidupan yang baik di dunia. Sedang kebaikan di akhirat adalah mendapatkan nikmat kubur, selamat dari goncangan kiamat, dimudahkan dalam menghadapi hisab, selamat dari ne­raka, puncaknya adalah dimasukkan ke dalam sorga yang paling tinggi derajatnya.
  • Mengingat pentingnya doa di atas, maka ke­pada setiap muslim dianjurkan untuk membaca­nya pada setiap kesempatan, agar dapat meraih kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. Dalam hal ini sahabat Anas bin Malik telah menegaskan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa membiasakan diri membaca doa: “Ya Allah ya Tuhan kami. berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik).
  •  Ibnu Abi Hatim mengetengahkan sebuah ri­wayat bersumber dari Abdus-Salam bin Syadad, dia berkata: Suatu ketika aku berada di rumah Anas bin Malik, lalu Tsabit berkata: “Ya Anas, teman-temanmu sangat mengharapkan doamu. Maka doakanlah mereka.” Anas kemudian ber­doa dengan membaca: “Ya Allah ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” Lalu mereka berbincang-bincang sejenak. Dan ketika mereka hendak meninggalkan tempat duduk, Tsabit kembali memohon kepada Anas agar berkenan sekali lagi mendoakan mereka. Ia berkata: “Ya Aba Hamzah, teman- temanmu akan meninggalkan ruangan ini, maka doakanlah me­reka.” Jawab Anas: “Saudara, adakah kalian akan memperberat permasalahan! Apabila Allah memberimu kebaikan dunia dan kebaikan akhirat, serta menyelamatkan dirimu dari siksa neraka, maka berarti Allah telah memberikan se­luruh kebaikan kepadamu.” Memang sudah men­jadi kebiasaan Anas bin Malik, apabila dimintai doa oleh seseorang, dia selalu mendoakannya dengan membaca doa sapu jagad. Jarang sekali dia berdoa dengan doa yang lain.
  • Anas bin Malik menerangkan, bahwa pada suatu waktu Rasulullah menjenguk seorang lelaki yang sedang sakit. Dia sangat lemah, tidak ber­daya. Lalu Rasulullah bertanya: “Saudara, ada­kah engkau telah memanjatkan suatu doa kepada Allah?” Jawabnya: “Ya Sudah. Aku berdoa: “Ya Allah, bila Engkau menghendaki untuk menyik­saku di akhirat, maka segerakanlah siksaan itu di dunia saja.” Rasulullah kemudian bersabda: “Subhanallah. Kamu tidak akan kuasa meneri­ma siksa Allah. Sebaiknya bacalah doa: “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan ke­baikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” Anas menerangkan, bahwa lelaki itu kemudian membaca doa yang dianjurkan Rasulullah, lalu dia pun sembuh dari sakitnya. (Tafsir Ibnu Katsir Juz: 1, halaman: 244).

10 Doa Rasulullah Paling Dahsyat

  1. Doa Mohon Curahan Rahmat Dan Ampunan. Allahumma innizhalamtu nafsi zhulman katsiran wala yaghfirudz-dzunuba ilia anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafiirur rahim. “Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash dari Abu Bakar Shiddiq diterangkan, bahwa pada suatu ketika Abu Bakar minta kepada Rasulullah agar berkenan mengajarkan sebuah doa. Maka Rasu­lullah kemudian mengajarkan doa di atas, dan oleh Abu Bakar doa tersebut dibaca terus menerus setiap kali selesai melakukan shalat. Imam An-Nawawi Al-Baghdadi memberikan keterangan, bahwa doa di atas sangat baik dibaca sesudah melakukan ibadah shalat, bahkan dalam setiap kesempatan ketika merasa dirinya banyak melakukan perbuatan dosa kepada Allah subhanahu watalla.
  2. Doa Mohon Ampunan Dosa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah biasa membaca doa-doa di bawah ini, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap waktu dan kesempatan, agar bisa selamat dari perbuatan dosa. Doa Mohon Ampunan Dosa: Allahummagh firli khathi-ati wa jahli wa israfi fi amri kullih, wama anta a ‘lamu bihi minni.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku”Allahummagh firli khathayaya wa ‘amdi wa jahli wa hazli wa kullu dzalika ‘indi. wa hazli wa kullu dzalika ‘indi.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.”Allahummagh firli ma qaddamtu wama akhkhartu wama asrartu wama a’lantu, antal muqaddimu, wa antal mnakhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai-in qadir. “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Maha Terakhir, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
  3. Doa Mohon Petunjuk Allah. Allahumma inni as-aluka rahmatan min ‘indika tuhadi biha qalbi,,wa tajma’u biha syamli, wa tarudda bihal fitana ‘anni, wa tushlihu biha dini Wa tahfazhu biha ghaibi, wa tarfa ‘u biha syahidi wa tuzakki biha ‘amali, wa tubayyidhu biha waj-hi, wa tulhimuni biha rusydi, wa ta ‘shimuni tiha min kulli su-in. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang tcrpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petun­juk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.” Allahumma inni as-alukal fauza ‘indal qadha-i, wa manazilasy syuhada-i, wa ‘aisyas su ada-i, wan nashra alal a’da-i, wa murafaqatal an-biya-i. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kemenangan pada hari persidangan di Mahsyar, bersama-sama para syuhada’ dan beroleh kehidupan sebagaimana orang-orang yang beroleh kebahagia­an, serta beroleh pertolongan mengalahkan musuh dan berteman dengan para nabi.” Allahumma ma qashura ‘anhu ra ‘yi, wa dha ‘ufa ‘anhu ‘amali, walam tablugh-hu niyyati wa umniyati min khairin wa’adtahu ahadan min ‘ibadika au khairin anta mu ‘thihi ahadan min khalqika fa-inni arghabu ilaika fihi wa as-aluka iyyahuya rabbal ‘alamin “Ya Allah, sungguh pendapatku sangat sempit dan amalku sangat sedikit sehingga tidak tercapai niat dan cita-citaku terhadap kebajikan yang telah Engkau janjikan kepada salah seorang hamba-Mu, atau kebajikan yang Engkau berikan kepada salah seorang makhluk-Mu, maka aku sangat mendambakan semua itu atas janji-janji mulia-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar semua itu berada dan menjadi kenyataan pada diriku, wahai Tuhan seru sekalian alam.” Allahummaj’alna hadina muhtadina ghaira dhallina wala mudhillin. Allahummaj’alna harban ‘ala a ‘daika, wa sullaman li auliyaika, nuhibbu bihubbika man atha-aka min khalqika, wa nu’adi bi ‘adawatika man khalafaka min khalqika. “Ya Allah, jadikanlah diri kami orang yang mendapat petunjuk dan bisa memberikan petunjuk, tidak tersesat dan tidak pula menyesatkan, memerangi musuh dan selamat beserta kekasih-Mu, mencintai orang-orang yang taat dan membenci orang-orang yang berbuat maksiat kepada-Mu.” Allahumma hadzaddu ‘a-u wa ‘alaikal ijabah, wa hadzal jahdu wa ‘ailaikat tuklanu, wa inna lillahi wa inna ilaihi raji ‘un, wa la haula wala quwwata ilia billahil ‘aliyyil ‘azhim.  ” Ya Allah, ini adalah doa yang aku panjatkan, dan hanya Engkau yang mengabulkannya. Dan inilah kemampuan maksimal usahaku, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Kami milik Allah, dan hanya kepada-Nya kami akan kembali. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” Dalam hadis riwayat Imam Thabrani dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa suatu ketika Ibnu Abbas diutus ayahnya agar menemui Rasulullah, yang ketika itu sedang berada di rumah Maimunah. Beliau tengah melakukan shalat sunat Fajar dua rekaat sebelum melakukan shalat Shubuh. Setelah selesai shalat, beliau membaca sederetan doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri membaca doa-doa di atas setiap pagi, lebih-lebih menjelang shalat Shubuh sesudah shalat sunat Fajar. Tentu petunjuk Allah serta kebahagiaan hidup akan senantiasa menyertai dirinya.
  4. Doa Mohon Kebahagiaan Yang Sempurna. Allahumma inni as-aluka minal khairi kullihi ‘ajilihi wa ajilihi ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam. Wa a’udzu bika minasy syarri kullih ‘ajilihi wa ajilihi ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam, wa as-alukal jannata wama qarraba ilaiha min qaulin au ‘amalin, wa a’udzu bika minan nari wama qarraba ilaiha min qaulin au ‘amalin, wa as-aluka khaira ma sa-alaka bihi ‘abduka wa rasuluka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa a’udzu bika min syarri masta’adzaka minhu ‘abduka wa rasuluka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam, wama qadhaita li amran faj’al ‘aqibatahu rasyadan birahmatika ya arhamar rahimin. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan secara spontan maupun ditangguhkan, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan secara spontan maupun ditangguhkan, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku memohon sorga kepada-Mu beserta sarana yang mendekatkannya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka beserta sarana yang mendekatkannya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepada-Mu kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh hamba dan utusan-Mu Muhamad, dan aku berlindung ke­pada-Mu dari segala perkara yang hamba dan Utusan-Mu Muhamad berlindung. Aku memohon kepada-Mu agar segala yang Engkau anugerahkan kepadaku membawa dampak yang positip atas berkat rahmat-Mu, wahai Dzat Yang sangat Maha Pengasih di antara yang maha kasih.”  Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Aisyah diterangkan, bahwa Rasulullah telah memerintahkan kepada Aisyah agar membiasakan diri membaca doa di atas, agar memperoleh kesuksesan dan kebahagiaan yang sempurna lagi abadi. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim mengkontinukan bacaan doa di atas, agar dapat meraih kehidupan yang baik lagi sempurna.
  5. Doa Terpelihara Dari Cela. Allahummastur ‘aurati, wa amin rau’ati, wa aqilla ‘atsarati wahfazhni min baini yadayya wa min khalfi, wa ‘an yamini wa ‘an syimali wa min fauqi, wa a ‘udzu bika an ughtala min tahti.  “Ya Allah, tutuplah cacat-celaku, hilangkanlah kekhawatiranku, dan kurangilah kesalahan-kesalahanku. Peliharalah diriku dari segala kejelekan, baik dari arah muka maupun belakang, dari arah kanan maupun kiri, dari arah atas maupun bawah yang datang secara tiba-tiba.” Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah dan Hakim dari Ibnu Umar diterangkan, bahwa Rasulullah setiap pagi dan sore sama sekali tidak pernah meninggalkan bacaan doa di atas. Bahkan setiap waktu dan kesempatan beliau selalu membacanya, hingga kemudian menjadi insan yang paling sempurna. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, agar cacat dan celanya senantiasa ditutap oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
  6. Doa Mohon Rizki Yang Halal Allahumma ikfini bi halalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka.  ” Ya Allah, cukupilah kehidupanku dengan rizki-Mu yang halal, dan jauhkanlah diriku dari sesuatu yang telah Engkau haramkan. Dan dengan curahan anugerah-Mu, jauhkanlah diriku dari meminta sesuatu kepada selain Engkau.” Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib diterangkan, bahwa ada seorang hamba mukatab (yang sedang menebus dirinya untuk merdeka) datang menghadap kepada Ali, seraya berkata: “Ya Ali, saya tidak sanggup lagi mencicil bayaran untuk memerdekakan diriku. Maka tolonglah aku.” Jawab Ali: “Saudara, adakah engkau rela sekiranya aku mengajarkan sebuah doa yang telah diajarkan Rasulullah kepadaku, yang apabila engkau baca akan mengentaskan dirimu dari kekurangan?” Jawab hamba mukatab: “Ya, aku senang sekali menerimanya.” Lalu Ali berkata: “Seandainya engkau mempunyai hutang emas sebesar gunung, kemudian eng­kau membiasakan diri membaca doa: Allahumma ikfini bi halalika ‘an haramika, tentu Allah akan memberimu kemudahan rizki untuk melunasinya.” Jadi, bagi seorang muslim yang membiasakan diri membaca doa di atas akan diberi kelapangan rizki yang halal oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Bahkan kalau ia banyak hutang, akan diberi kemudahan untuk mengembalikan hutangnya. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, baik setiap pagi, sore maupun dalam kesempatan kapan saja dan dimana saja
  7. Doa Mohon Kelanggengan Nikmat. Allahumma innni a’udzu bika min zawali ni’-matika wa tahawwuli ‘afiyatika wa fuja-ati niq-matika wa jami ‘i sakhatika.  “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan dan lunturnya keselamatan yang telah Eng­kau berikan kepadaku. Dan aku berlindung ke­pada-Mu dari datangnya musibah dan segala murka-Mu yang datang dengan tiba-tiba.” Dalam hadis riwayat Imam Muslim dan Abi Dawud. dari Abdillah bin Umar diterangkan, bahwa Rasulullah membiasakan diri membaca doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas, agar terhindar dari segala musibah dan mendapatkan curahan nikmat serta kesela­matan yang terus menerus lagi abadi.
  8. Doa Selamat Dari Fitnah. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa a’udzu bika min ‘adzabil qabri, wa a ‘udzu bika min fitnati masihid dajjali, wa a ‘udzu bika min fitnatil mahya wal mamati, wa a ‘udzu bika minal ma ‘tsami wal maghrami, wa a ‘udzu bika min syarri fitnatil ghina wa min syarri fitnatil faqri, wa a ‘udzu bika min syarri sam ‘i, wa min syarri bashari, wa min syarri lisani, wa min syarri qalbi wa a ‘udzu bika min an uradda ila ardzalil ‘umuri, wa a ‘udzu bika min an amuta fi sabilika mudbiran. ” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal yang pembohong. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya dosa dan hutang. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan fitnah kaya dari kejelekan fitnah fakir. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan dan hatiku. Aku ber­lindung kepada-Mu dari di kembalikan kepada umur yang terlalu tua. Dan aku berlindung ke­pada-Mu dari mati dalam keadaan ingkar kepada agama-Mu.” Dalam hadis riwayat Imam Ashhabus-Sunan dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas. Beliau mengharapkan agar bisa selamat dari segala bentuk fitnah dan musibah, baik ketika masih hidup maupun sesudah mati. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim, lebih-lebih yang hidup di zaman kini yang banyak terjadi fitnah, bila membiasakan diri membaca doa di atas, agar memperoleh keselamatan dari segala bentuk fitnah.
  9. Doa Berlindung Dari Kejelekan. Allahumma inna nas-aluka min kulli khairin ma sa-alaka minhu nabiyyuka muhdmmad, wa na’udzu bika min kulli syarrin masta’adzaka minhu nabiyyuka muhammad, wa antal musta ‘anu wa ‘alaikal balaghu wa la haula wa la quwwata illa billah. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebajikan sebagaimana yang dimohon oleh nabi-Mu Muhamad. Dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan sebagaimana yang nabi-Mu Muhamad mohon perlindungan. Engkaulah Yang Maha Pemberi Pertolongan, dan kepada-Mulah puncak segala pengharapan. Tiada daya upaya untuk meninggalkan maksiat dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali atas pertolongan Allah.”  Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Umamah diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa berdoa dengan doa-doa yang belum banyak dihafal oleh para sahabat. Lalu Umamah berkata: “Ya Rasulallah, engkau banyak memanjatkan doa dengan doa-doa yang kami belum menghafalnya.” Jawab Rasulullah: “Ya Umamah, maukah sekiranya aku menunjukkan kepadamu sebuah doa yang sudah mencakup dari keseluruhan doa itu?” Jawab Umamah: “Ya, aku senang sekali.” Lalu Rasulullah bersabda: “Bacalah doa: Alla­humma inna nas-aluka min kulli khairin,” sebagaimana doa di atas. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri membaca doa tersebut, agar mendapatkan kesempurnaan dalam mengarungi hidup dan kehidupan
  10. Doa Mengalahkan Lawan. Allahumma taqabbal taubati waghsil haubati wa ajib da ‘wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wahdi qalbi waslul sakhimata shadri. Allahumma taqabbal taubati waghsil haubati wa ajib da ‘wati wa tsabbit hujjati wa saddid lisani wahdi qalbi waslul sakhimata shadri. “Ya Allah, terimalah taubatku, hilangkanlah kekhawatiranku, kabulkanlah doaku, tegarkanlah argumentasiku, pertajamlah pembicaraanku, tunjukkanlah hatiku, dan hilangkanlah perasaan dengki yang menyelimuti dadaku.” Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas diterangkan, bahwa Rasulullah senantiasa membiasakan diri membaca doa di atas.   Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas, agar dapat mengalahkan lawan dalam beradu argumentasi di tengah pengembangan dakwah. Dengan membaca doa di atas, lawan akan jatuh mental, hingga dapat menerima setiap yang disampaikan.

  • Doa Keselamatan Lahir Batin. Allahumma ‘afinifi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, allahumma inni a ‘udzu bika minal kufri walfaqri, allahumma inni a ‘udzu bika min ‘adzabil qabri, la ilaha illa anta. “Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, benlah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali engkau. Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Abdurrahman bin Abi Bakrah diterangkan, bahwa suatu ketika Abdurrahman pernah bertanya kepada ayahnya: “Ayahku, aku mendengar setiap pagi dan sore engkau selalu membaca doa Allahumma ‘afini (di atas) tiga kali. Mengapa itu ayah lakukan?” Jawab ayahnya: “Aku mendengar Rasulullah senantiasa membaca doa itu. Karenanya, aku ingin sekali mengikuti sunah beliau.” Jadi, sudah selayaknya bila setiap muslim mengikuti sunah Rasul dengan membiasakan diri membaca doa di atas setiap pagi dan sore tiga kali. Apabila itu dilakukan, tentu Allah akan menganugerahkan kepadanya keselamatan lahir batin. Sehat jasmani dan sehat rohani sehingga menjadi hamba Allah yang sempurna.

Doa Tuntunan Rasulullah : Doa Mohon Ampunan Dosa

Doa Tuntunan Rasulullah : Doa Mohon Ampunan Dosa

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah biasa membaca doa-doa di bawah ini, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap waktu dan kesempatan, agar bisa selamat dari perbuatan dosa.

Doa Mohon Ampunan Dosa

  • Allahummagh firli khathi-ati wa jahli wa israfi fi amri kullih, wama anta a ‘lamu bihi minni.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku”
  • Allahummagh firli khathayaya wa ‘amdi wa jahli wa hazli wa kullu dzalika ‘indi. wa hazli wa kullu dzalika ‘indi.  “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.”
  • Allahummagh firli ma qaddamtu wama akhkhartu wama asrartu wama a’lantu, antal muqaddimu, wa antal mnakhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai-in qadir. “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Maha Terakhir, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”


Doa Mohon Curahan Rahmat Dan Ampunan

  • Allahumma innizhalamtu nafsi zhulman katsiran wala yaghfirudz-dzunuba ilia anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafiirur rahim. “Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash dari Abu Bakar Shiddiq diterangkan, bahwa pada suatu ketika Abu Bakar minta kepada Rasulullah agar berkenan mengajarkan sebuah doa. Maka Rasu­lullah kemudian mengajarkan doa di atas, dan oleh Abu Bakar doa tersebut dibaca terus menerus setiap kali selesai melakukan shalat. Imam An-Nawawi Al-Baghdadi memberikan keterangan, bahwa doa di atas sangat baik dibaca sesudah melakukan ibadah shalat, bahkan dalam setiap kesempatan ketika merasa dirinya banyak melakukan perbuatan dosa kepada Allah subhanahu wa ta’ala

         

    Mustajabnya Doa Ketika Sujud, Keutamaan dan Tuntunan Rasulullah

    Mustajabnya Doa Ketika Sujud, Keutamaan dan Tuntunan Rasulullah

    • Hadits #1427
    • وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ :(( فَأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
    • Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 479]
    • Hadits #1428
    • وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ ال – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
    • Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 482]
    • Hadits ini menunjukkan dorongan untuk memperbanyak doa ketika sujud. Karena ketika sujud adalah tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah.
    • Boleh meminta hajat apa pun ketika sujud dan saat sujud adalah tempat terkabulnya doa.
    • Boleh meminta berulang-ulang dalam doa agar mudah terkabul.
    • Maksud dari dzikir saat rukuk adalah untuk mengagungkan Allah yaitu menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan. Karenanya ketika rukuk dianjurkan membaca “SUBHAANA ROBBIYAL ‘AZHIM” (Mahasuci Allah Yang Mahaagung) dan ketika sujud membaca “SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA” (Mahasuci Allah Yang Mahatinggi).
    • Membaca subhanallah saat rukuk dan sujud dihukumi sunnah, bukan wajib. Inilah yang jadi pendapat jumhur (madzhab Malik, Abu Hanifah dan Syafi’i). Alasannya karena dalam hadits musii’ sholatuhu (orang yang jelek shalatnya), tidak diperintahkan baginya membaca bacaan tersebut. Seandainya wajib tentu akan diperintahkan.
    • Ketika sujud diperintahkan menggabungkan bacaan subhanallah (tasbih) dan doa.
    • Ketaatan semakin membuat seorang hamba dekat dengan Allah. Semakin seorang hamba bertambah ketaatan, maka semakin doanya mudah terkabul.

    Memperlama Sujud Terakhir untuk Berdoa

    • Dalam Fatawa Al-Islamiyah (1:258), Syaikh ‘Abdullah Al-Jibrin rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui adanya dalil yang menyebutkan untuk memperlama sujud terakhir dalam shalat. Yang disebutkan dalam berbagai hadits, rukun shalat atau keadaan lainnya itu hampir sama lamanya.”
    • Syaikh ‘Abdullah Al-Jibrin rahimahullah juga menjelaskan, “Aku tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan untuk memperlama sujud terakhir dalam shalat. Akan tetapi, memang sebagian imam melakukan seperti ini sebagai isyarat pada makmum bahwa ketika itu adalah raka’at terakhir atau ketika itu adalah amalan terakhir dalam shalat. Karenanya, mereka pun memperpanjang sujud ketika itu. Dari sinilah, mereka maksudkan agar para jama’ah tahu bahwa setelah itu adalah duduk terakhir yaitu duduk tasyahud akhir. Namun alasan semacam ini tidaklah menjadi sebab dianjurkan memperpanjang sujud terakhir ketika itu.” (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, Ahkam Qoth’ush Shalah, Fatawan no. 2046 dari website beliau)

    Berdoa Ketika Rukuk dan Sujud dengan Doa dari Al-Qur’an

    • ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan, نَهَانِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangku untuk membaca (ayat Al-Qur’an) ketika ruku’ dan sujud.” (HR. Muslim no. 480)
    • Bagaimana dengan berdoa dengan doa dari Al-Qur’an saat sujud. Hal ini tidaklah mengapa. Kita boleh saja berdo’a dengan do’a yang bersumber dari Al Qur’an. Seperti do’a sapu jagat,رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).
    • Atau do’a agar diberikan keistiqamahan, رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran:)
    • Alasannya karena niatan ketika itu adalah bukan untuk tilawah Al Qur’an, namun untuk berdo’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى “Setiap amalan tergantung pada niat. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907).
    • Salah seorang ulama Syafi’iyah, Az-Zarkasyi rahimahullah berkata, “Yang terlarang adalah jika dimaksudkan membaca Al Qur’an (ketika sujud). Namun jika yang dimaksudkan adalah doa dan sanjungan pada Allah maka itu tidaklah mengapa, sebagaimana pula seseorang boleh membaca qunut dengan beberapa ayat Al-Qur’an” (Tuhfah Al-Muhtaj, 6:6, Mawqi’ Al-Islam).

    Jangan Telat dari Imam Ketika Berdoa Saat Sujud

    • Ketika berdoa saat sujud jangan sampai telat dari imam karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ “Imam itu diangkat untuk diikuti, maka janganlah diselisihi.” (HR. Bukhari, no. 722; dari Abu Hurairah)

    Sumber:

    • Riyadhus Sholihin, Kitab Al-Adzkar, Bab Keutamaan Dzikir dan Dorongan untuk Berdzikir
    • Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm. 4:177.
    • Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:455.

    9 Tempat Mustajab Untuk Berdoa di Tanah Suci


    Tempat dan Waktu Paling Mustajab Untuk Berdoa 

    1. Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah masjid terbesar di dunia yang mampu menampung hingga 4 juta jamaah. Umat muslim yang berdoa di sana, diyakini bakal dikabulkan dan mendapat pahala berlipat ganda. Dalam Masjidil Haram terdapat banyak tempat-tempat yang utama/yang baik untuk berdoa dan shalat di Masjidil Haram memiliki derajat 100.000 kali lebih utama dibandingkan shalat di tempat yang lainnya. سِوَاهُ فِيمَا صَلَاةٍ أَلْفِ مِائَةِ مِنْ أَفْضَلُ الْحَرَامِالْمَسْجِدِفِي وَصَلَاةٌ الْحَرَامَ الْمَسْجِدَ إِلَّا سِوَاهُ فِيمَا صَلَاةٍ أَلْفِ مِنْ أَفْضَلُ مَسْجِدِي فِي صَلَاةٌ “Shalat di masjidku (masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram. Shalat di masjid Al Haram lebih baik daripada 100.000 shalat di tempat lain” (HR. Ibnu Majah).
    2. Multazam. Multazam terletak di antara Hajar Aswad dan sebelum Pintu Ka’bah. Multazam memiliki makna “tempat yang amat diperlukan”. Berdasarkan sabda Rasulullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdoa, berdasarkan hadis berikut: Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad). Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad).
    3. Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim memiliki arti batu tempat pijakan yang dipergunakan Nabi Ibrahim as untuk berpijakan ketika membangun Ka’bah. Maqam Ibrahim adalah bangunan kecil setelah pintu kabah yang terletak di sebelah timur. Batu tempat pijakan nabi Ibrahim as merupakan batu berasal dari surga seperti juga hajar aswad. Maqam Ibrahim merupakan bangunan yang kubah emas, perak dan lapisan kaca, sehingga bisa terlihat pada batu itu bekas telapak kaki Nabi Ibrahim. Dengan seizin Allah, bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim membekas di atas batu tersebut dan masih tetap ada sampai sekarang. Pada saat jaman nabi, batu maqam Ibrahim menempel dengan dinding Ka’bah, namun pada zaman Umar bin Khatab r.a. dipindahkan ke belakang sehingga orang-orang yang salat di dekatnya tidak terganggu oleh arus orang-orang yang sedang thawaf.
    4. Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah daerah dipagari tembok rendah berbentuk setengah lingkaran, inti Hijir Ismail adalah talang emas terdapat di atas kabah.  Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Pada hijir Ismail terdapat amalan sunah yaitu melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Amalan ini tidak ada hubungannya dengan rukun dan wajib haji atau umrah.
    5. Sudut Yamani. Sudut Yamani atau disebut Rukun Yamani merupakan sudut menghadap pintu no 1 kabah. Setiap orang yang thawaf disunnahkan menyalami atau mengusap dengan tangan kanan atau disunnahkan melambaikan tangan kanan ke arah sudut ini sambil mengatakan, “Bismillahi Wallahu Akbar”. Rukun Yamani adalah sudut yang ke empat, bagi yang sedang Thawaf dari sudut ini sampai ke sudut Hajar Aswad disunnahkan membaca: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ “Rabbanaa Aatina Fiddunyaa Hasanah, Wafil Aakhirati Hasanah, Waqina Adzaaban Naar”.Artinya; ya Allah, berilah aku kehidupan yang baik di dunia, juga kehidupan yang baik di akhirat nanti, dan jauhkanlah aku dari siksa neraka. Dalam salah satu riwayat, Nabi saw pernah bersabda, “setiap aku melewati Rukun Yamani tampak ada Malaikat yang mengucapkan kalimat aamiin… aamiin…, maka setiap melewatinya bacalah doa; Rabbanaa Aatina Fiddunyaa Hasanah, Wafil Aakhirati Hasanah, Waqina Adzaaban Naar”. Rukun yamani inipun dinyatakan salah satu tempat yang sangat baik untuk berdoa yaitu dengan cara meletakkan tangan kanan lalu minta kepada Allah SWT apa yang dimaksudkan. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: “Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, “Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Aamiin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al Manasik).
    6. Antara Shafa dan Marwa. Antara bukit Shafa dan Marwah adalah dua buah bukit yang terletak dekat dengan Ka’bah (Baitullah). Terdapat kisah kasih sayang  Siti Hajar sebagai seorang ibu mondar-mandir hingga 7 kali pulang balik antara bukit Shafa dan Marwah itu untuk mencari air. Jarak antara bukit Shafa dan Marwah adalah kurang lebih 450 meter. Kisah ini diabadikan oleh Allah SWT menjadi salah satu dari rukun ibadah haji dan umrah menjadi ibadah sa’I (lari-lari kecil). Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i)
    7. Telaga Air Zamzam. Zam-zam dalam bahasa arab berarti air yang melimpah, sumur di bawah tanah yang terletak ± 20 meter sebelah Tenggara Ka’bah ini mengeluarkan air bersih dan jernih yang tiada henti, dan diamanatkan agar sewaktu meminum air Zam-zam harus niat. Sebelum minum air zam-zam kita menghadap ke Ka’bah bermunajat kepada Allah SWT sebagai berikut : للّٰهُمَّ إِنِّيْ أْسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. “Allahumma innii as aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wasyifaa an min kulli daa in wasaqamin birahmatika yaa arhamarraahimiin.” Artinya : Ya Allah, aku mohon kepadaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan sembuh dari segala sakit dan penyakit pikun dengan rahmatMu ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (HR. Hakim). Rasulullah saw bersabda: “Air Zamzam itu diminum mengikut apa yang diniatkan atau dikehendaki.” (Diriwayatkan dari Jabir, lbnu Abbas, lbnu Umar dan Muawiyah). Dalam suatu hadits, dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw bersabda: “Air Zam-zam bagi yang diniatkan ketika meminumnya, jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu maka Allah SWT akan menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud agar engkau merasa kenyang, maka Allah SWT akan mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu maka Allah SWT akan menghilangkan dahagamu itu. (HR. Daruquthni, Ibnu Majah).
    8. Masjidil Nabawi. Masjid Nabawi merupakan masjid Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi memiliki keutamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya.  الْحَرَامَ الْمَسْجِدَ إِلَّا سِوَاهُ فِيمَا صَلَاةٍ أَلْفِ مِنْ أَفْضَلُ هَذَا مَسْجِدِي فِي صَلَاةٌ “Shalat di masjidku ini (masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Haram” (HR. Muslim). Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani). 
    9. Ar Raudah. Dalam masjid Nabawi terdapat tempat bernama Raudhah atau taman surga. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Raudhah memiliki arti ‘taman’. Raudhah terletak di Madinah, tepatnya di dalam Masjid Nabawi. Raudhah merupakan sebuah area kecil yang terletak di antara mimbar imam Masjid Nabawi dengan makam Nabi Muhammad saw, Abu Bakar As siddiq, dan Umar bin Khatab. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut. Rasulullah saw bersabda: “Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR.Muslim). Di dalam raudhah, muslim sebaiknya melaksanakan shalat sunnat sejumlah empat 4 rakaat kemudian berdoa. Untuk jemaat laki-laki, raudhah dibuka 24 jam sehingga melaksanakan shalat wajib berjamaah pun dapat dilakukan di sini. Sedangkan untuk jemaat perempuan hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu (ba’da shalat subuh-pukul 11.00, ba’da dzuhur-masuk shalat ashar, ba’da isya-pukul 00.00).

    Fadhilah dan Kehebatan Dzikir Astagfirullah Dalam Quran dan Hadits

    Fadhilah dan Kehebatan Dzikir Astagfirullah Dalam Quran dan Hadits

    Kata-kata lengkap dzikir ini adalah :

    • Astagfirullah hal azim Allazi lailaha illa huwal hayul qay’yum, wa a’tubu ilaihi”.
    • Artinya : “Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup dan selalu jaga dan aku bertaubat kepada-Mu”.

    • Dari Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Siapa saja yang selalu beristighfar, niscaya Allah memberikannya jalan keluar dari kesulitan, kelapangan dan kegelisahan, dan rezeki yang tidak terduga” ( Ahmad, Abu Daud Al-Nasa’l).
    • Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan kita dengan firman-Nya yang berbunyi “Ketahuilah dengan Zikrullah itu, tenang tentramah hati manusia” (QS. Ar-Rad : 8).
    • Selain itu Allah SWT juga menginginkan kita dalam sepotong ayat Al-Qur’an yang artinya: ”Dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka beristighfar” (QS. Al-Anfaal : 33).
    • Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa mengucapkan istighfar ini pada hari itu dengan penuh keyakinan dan mati sebelum petang, maka dia termasuk menjadi ahli surga. Dan apabila dia mengucapkannya pada waktu malam dengan keyanikan teguh dan mati pada waktu pagi, maka dia termasuk juga di kalangan ahli surga” (HR Bukhari)


    Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Doa Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim Yang Bermakna Luarbiasa

    Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Doa Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim Yang Bermakna Luarbiasa

    Kalimat ini termasuk dzikir sederhana namun mengandung makna yang luar biasa, dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikannya sebagai tempat bersandar. Allah Taala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya, (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan “sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka “maka pernyataan itu menambah keimanan mereka dan menjawab “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung) “ (QS. Ali Imran : 173).

    Saat kita di himpit masalah, dirundung duka, dibebani kesulitan hidup juga merasa berada dalam ancaman makan ucapkanlah dan dzikir ini :

    • “Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Mawla Wani’man-Nashir”
    • Artinya : Cukup Allah tempat berserah diri bagi kami sebaik-baiknya pelindung kami, dan sebaik-baik penolong kami

    • “Nabi Saw datang pada hari perang uhud lalu ada yang berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang (kafir) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepeda mereka!’ Lalu beliau Saw mengucapkan “Hasbunallah Wa Mi’mal Wakil kemudian Allah menurunkan ayat-ayat : “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena ini takutlah kepada mereka” maka perkataan ini menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung” (HR Bukhari).
    • “Dan jika mereka berpaling maka ketahuilah bahwasanya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung sebaik-baik penolong (Ni’mal Mawla Wani’man-Nashir)” (QS.8:40).
    • Hadits Rasulullah: Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim AS di lemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut raja Namrud bin Kan’an, ia mengucapkan Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil dan apipun tiba-tba menjadi dingin, ini diberikan oleh Rasulullah Saw. “Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakan kedalam api ialah Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil” (HR.Bukhari).
    • Sejarah telah memberikan kekuatan hasbalah yang di ucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh, ketika mereka menghadapi cobaan besar maupun fitnah yang berat kekuatannya melebihi kekuatan apapun di dunia ini serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkan yaitu bahwa hanya kepada Allah sejalah berserah diri, dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.



    Lailahaillallah, Fadhilah dan Kelebihan Doa Yang Paling Baik Menurut Rasulullah

    Lailahaillallah, Fadhilah dan Kelebihan Doa Yang Paling Baik Menurut Rasulullah

    “Dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: dzikir yang paling mulia ialah Lailahaillallah dan doa yang paling baik ialah Alhamdulillah” (HR. Al-Iman Ibnu Majah)

    Disamping itu, dzikir Lailahaillallah mempunyai banyak fadhilah dan kelebihan antaranya ialah :

    1. Pengamal akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang maksudnya : “Dari Abu Hurairah Radiallahuanhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan melalui syafaatku ialah yang mengucap kalimat (Lailahaillallah dengan hati yang ikhlas” (HR. Al-iman Al-Bukhari).
    2. Kedua : Mendapat jaminan masuk surga

      Dari Zaid bin Argam Radiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : barang siapa yang mengucapkan Lailahaillallah dengan ikhlas, dia akan dimasukan ke dalam surga lalu ditanya kepada baginda : Bagaimana yang dimaksudkan dengan ikhlas itu : Rasulullah SAW bersabda: ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan yang haram” (HR. Al Imam Al-Taborani)

    3. Ketiga : Tidak akan dimasukan ke dalam api neraka

      Dari Umar Radiallahu anhu meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Aku mengetahui satu kalimat yang tidaklah seorang hamba pun yang mengucapkannya dan membenarkannya dengan hati kemudian ia mati dengannya melainkan haramlah ke atasnya neraka jahaman, kalimat ini Lailahaillallah” (HR. Al-Iman Al-Hakim).


    Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, Keutamaan Kalimat Dzikir Yang Paling Dianjurkan Rasulullah

    Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, Keutamaan Kalimat Dzikir Yang Paling Dianjurkan Rasulullah

    Perbanyaklah dzikir membaca “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim”. Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala Puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung”.

    Dzikir dengan menggunakan lafal “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim” merupakan salah satu kalimat yang banyak dianjurkan di dalam hadits-hadits Nabi Saw, antara lain sebagai berikut :

    1. Rasulullah Saw bersabda : “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan (timbangan amal hari kiamat) dan disukai oleh (Allah) Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim (Maha Suci Allah dengan segala Puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” (HR. Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072).

    2. Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah SWT adalah kalimat Subhanallah wa bihamdihi.”(HR. Muslim dan Tirmidzi).

    3. Diriwayatkan dari Abu Dzar. Rasulullah pernah ditanya “perkataan apa yang paling utama?”, Beliau menjawab, “yang dipilih oleh Allah bagi para Malaikat dan hamba-hamba-Nya, yaitu Subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dengan segala Puji bagi-Nya).” (HR. Muslim).

    4. Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, ia akan diampuni segala dosanya sekalipun dosanya itu sebanyak buih di laut” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

    5. Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw berkata kepada para sahabatnya, “Ucapkanlah Subhanallah wa bihamdihi sebanyak seratus kali. Barangsiapa mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan, barang siapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus kebaikan, barang siapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya seribu kebaikan, barang siapa menambahnya maka Allah pun akan menambahnya dan barang siapa memohon ampun, niscaya Allah akan mengampuninya.”

    6. Dalam Musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah Saw, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku perintahkan engkau agar selalu mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi, karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”

    Manfaat Luarbiasa Dzikir yang dijanjikan Allah Dalam Al-Quran 

    ​Dzikir adalah upaya mengingat Allah dengan cara memuji dan menyebut-Nya. “Karena itu ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) – Ku” (QS. Al-Baqarah : 152). “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab : 41).


    Manfaat dzikir yang dijanjikan Allah Dalam Al-Quran :

    • Membuat Hati Menjadi Tentram: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d : 28).
    • Keteguhan Hati: Manfaat dzikir lainnya adalah membuat hati kuat, menghasilkan keyakinan/ keteguhan hati. Hal ini dijelaskan dalam ayat Al-Quran berikut : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung” (QS. Al-Anfal : 45).
    • Allah Akan Mengingat Kita. Manfaat lainnya adalah Allah senantiasa mengingat kita seperti dijelaskan pada ayat Al-Quran berikut : “Ingatlah kamu kepada Aku niscaya Aku ingat kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 152).
    • Allah berjanji jika kita ingat kepada-Nya, maka Dia akan ingat kepada kita. Saat kita dalam ketakutan, kesedihan, kesulitan, terkena musibah dengan berdzikir maka Allah pasti memberikan ketenangan, mengangkat kesedihan, membebaskan kesulitan dan memberikan pertolongan saat musibah.
    • Mengusir dan Mencegah Tipu Daya Setan. Dzikir memiliki manfaat sebagai pencegah tipu daya setan, muraqabah atau ingat kepada Allah, dijelaskan dalam Al-Quran dalam ayat sebagai berikut : “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka sadar kembali” (QS. Al-A’raf : 201).
    • Ketenangan/ Ketentraman Jiwa. Allah memberikan jaminan/ garansi bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram dan tenang. “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d : 28).
    • Ampunan Allah. Dengan mengingat Allah/ menyebut nama Allah, Allah memberikan mereka ampunan dan pahala, seperti tersebut dalam ayat Al-Quran berikut : “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”(QS. Al-Ahzab : 25)

    Arti, Dalil dan Manfaat Dzikir

    Arti Dalil dan Manfaat  Dzikir

    Arti Dzikir

    • Arti dzikir adalah upaya mengingat Allah dengan cara memuji dan menyebut-Nya.

    Dalil Dzikir

    • “Karena itu ingatlah Aku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) – Ku” (QS. Al-Baqarah : 152).
    • “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab : 41).

    Manfaat dzikir yang disebutkan dalam Al-Quran adalah:

    • Membuat Hati Menjadi Tentram: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d : 28).
    • Keteguhan Hati: Manfaat dzikir lainnya adalah membuat hati kuat, menghasilkan keyakinan/ keteguhan hati. Hal ini dijelaskan dalam ayat Al-Quran berikut : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung” (QS. Al-Anfal : 45).
    • Allah Akan Mengingat Kita. Manfaat lainnya adalah Allah senantiasa mengingat kita seperti dijelaskan pada ayat Al-Quran berikut : “Ingatlah kamu kepada Aku niscaya Aku ingat kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 152).
    • Allah berjanji jika kita ingat kepada-Nya, maka Dia akan ingat kepada kita. Saat kita dalam ketakutan, kesedihan, kesulitan, terkena musibah dengan berdzikir maka Allah pasti memberikan ketenangan, mengangkat kesedihan, membebaskan kesulitan dan memberikan pertolongan saat musibah.
    • Mengusir dan Mencegah Tipu Daya Setan. Dzikir memiliki manfaat sebagai pencegah tipu daya setan, muraqabah atau ingat kepada Allah, dijelaskan dalam Al-Quran dalam ayat sebagai berikut : “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka sadar kembali” (QS. Al-A’raf : 201).
    • Ketenangan/ Ketentraman Jiwa. Allah memberikan jaminan/ garansi bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram dan tenang. “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d : 28).
    • Ampunan Allah. Dengan mengingat Allah/ menyebut nama Allah, Allah memberikan mereka ampunan dan pahala, seperti tersebut dalam ayat Al-Quran berikut : “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”(QS. Al-Ahzab : 25)

    Doa Pilihan Dalam Quran Untuk Kehidupan Dunia Akhirat

    Doa Keselamatan 

     


    Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

    Penjelasan:
    Ibnu Katsir dalarn kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan.” (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340).

    Doa Menghindari Kesesatan 



    Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia.” (QS. Âli ‘Imrân: 8). 
    Penjelasan 

    Dalam Al-Quran dijelaskan, baliwa doa ini dibaca oleh orang-orang ahli ilmu yang beriman kepada keagungan Al-Quran. Dan mereka berdoa kepada Allah Swt. agar tetap ada dalam jalan kebenaran, hatinya tidak condong kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk, serta memohon curahan rahmat-Nya.


    Doa Kekuatan Iman 


    Artinya: “Ya Tuhan, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dan siksa neraka:” (QS. Âli ‘Imrân: 16).

    Penjelasan: 
    Dikisahkan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh orang bertaqwa yang rajin melaksankan perintah Allah Swt., sehingga ia lupa pada kesenangan dunia. Baik sekali doa ini dibaca juga untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

    Husnul Khâtimah (akhir yang baik) 



    Artinya: “Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: “Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji.” (QS. Âli Imrân: 193-294).

    Penjelasan: 
    Baik sekali doa di atas dibaca pada setiap kesempatan, tapi lebih utama pada waktu tengah malam (sepertiga malam) sampai menjelang shubuh. Karena ayat ini pula yang dibaca Nabi Saw. ketika bangun dari tidurnya sambil memandang langit. Demikian peielasan Al-Bukhârî dari Ibnu ‘Abbâs.


    Doa Sapu Jagad 


    Artinya: “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201).

    Penjelasan 
    Dalarn Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan haji. Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala kejelekan. Oleh karena baik sekali doa ini dibaca pada setiap kesempatan.

    Doa Tabah Menghadapi Lawan 


    Artinya: “Ya Tuhan, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir.”(QS. Al-Baqarah: 250).

    Penjelasan 
    Dijelaskan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh sekelompok mukmin yang bergabung dengan pasukan Thalut melawan jalut. Sehingga dengan doa tersebut dan izin Allah Swt. pasukan Thalut dapat mengalahkan Jalut, dan Dâud membunuh Jalut.

    Doa Penyesalan 


    Artinya: “Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’râf 23).

    Penjelasan :
    Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan isterinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Karena penyesalannya atas melanggar larangan Allah Swt., maka mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih detailnya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-A’râf ayat 11-25.

    Doa Tolak Neraka 


    Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim.” (Al-A’râf 47).

    Penjelasan:
    Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A’râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatanya, mereka berkata: “Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga.” Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka berkata: “Kami berlindung kepada Allah dari apa yang sedang kalian alami, Wahai ahli neraka.” Lalu mereka berdoa dengan doa diatas, yaitu memohon agar tidak disatukan dengan orang-orang zhalim.

    Doa Mohon Keadilan 


    Artinya: “Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’râf 89).

    Penjelasan: 
    Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu’aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran inkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama merekaketika itulah Nabi Syu’aib a.s. memohon kepada Allah agar diberi keadilan antara agama Allah dan agama kaumnya. Lebih detailnya kisah Nabi Syu’aib ini bisa dilihat dalam Surah Al-A’râf ayat 89-91, dan tafsir Kurtubi Juz, VII, hal.251.

    Doa Mohon Keselamatan 


    Artinya: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir.” (Qs. Yûnus: 85-86).

    Penjelasan:
    Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir’aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir’aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yûnus ayat 83-86.

    Doa Mohon Perlindungan 



    Artinya: “Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Hûd: 47).

    Penjelasan: 
    Doa ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya (kan’an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar. Nabi Nuh a.s. perotes kepada Allah Swt., “kenapa anaknya (kan’an) ikut dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku.” (QS. Hûd ayat 45). 
    Kemudian Allah memberikan jawaban: “bahwa dia (Kan’an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang beriman kepada Allah.(Hûd ayat 46).
    Setelah diperingatkan Allah, Nabi Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian Allah mengabulkan doanya. (QS. Hûd ayat 48).


    Doa Keluarga Maslahah 


    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrâhîm: 41-42).

    Penjelasan: 
    Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan. 
    Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibâhîm ayat 35-42.

    Doa Mohon Tempat yang Baik 


    Artinya: “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong.” (Al-Isrâ’: 80).

    Penjelasan: 
    Doa di atas dibaca bukan hanya dikhususkan ketika kita akan pergi. Tetapi dalam berbagai keadaan yang sering kali berubah sangat dianjurkan untuk dibacanya seperti akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih pemimpin. Doa di atas dibaca agar kita mendapatkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Baik juga doa di atas dibaca ketika kita akan meninggalkan tempat yang kita huni (dunia), memohon agar ditempatkan pada tempat yang layak setelah meninggal. Demikian Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya.

    Doa Mohon diberi Kemudahan 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi: 10).

    Penjelasan: 
    Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhâb al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka Kisah Ashhâbu al-Kahfi dapat dibaca dalam Surah Al-Kahfi dari ayat 9-26.

    Doa Kelapangan hati 


    Artinya: “Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thâha: 27)

    Penjelasan: 
    Doa di atas balk sekali dibaca ketika menghadapi kezhaliman seseorang, kelompok, dan penguasa. Juga dibaca agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula yang sering dibaca oleh para mubaligh. 
    Al-Quran mengisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa a.s. ketika mendapat perintah dari Allah Swt. agar menyampaikan risalah kepada Fir’aun. Dan akhirnya Allah Swt. mengabulkan permintaan Nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-kahfi dari ayat 24-36.

    Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik 


    Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiyâi’: 89).


    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa.” (QS. Âli ‘Imrân: 38).

    Penjelasan: 
    Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih. 
    Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our’an Surah Al-Anbiyâ’ ayat, 89-90; Âli-‘Imrân, 38-41.

    Doa Mohon Terlepas dari Musibah 


    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku.” (OS. Al-Mukminûn: 97-98).

    Penjelasan: 
    Doa di atas dibaca dalam berbagai keadaan agar selamat dari tipu daya syathan, baik dalam beramal maupun dalam pergaulan. Dan doa diatas merupakan perintah Allah agar kita memperbanyak membacanya ketika terjadi musibah. (QS. Al-Mukminûn ayat 93-94).

    Doa Mohon Kemuliaan 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh ‘adzab itu adalah kebinasaan yang kekal.” (QS. Al-Furqân: 65).


    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.Al-Furqân: 74).

    Penjelasan: 
    Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.

    Doa Mensyukuri Ni’mat 


    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS. Al-Naml: 19).

    Penjelasan: 
    Doa di atas baik sekali dibaca agar kita mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia” hingga kemudian mendapatkan kebaghagiaan di dunia dan akhirat. Doa tersebut pula yang dibaca Nabi Sulaiman a.s. yang kaya raya tidak ada bandingannya.


    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqâf. 15).

    Penjelasan: 
    Doa diatas dibaca oleh orang-orang mukmin yang jujur agar mereka diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat, berbakti kepada orang tua, beramal sahalih, diberi keturunan yang mulia dan tobatnya diterima. 
    Ahli Tafsir yang lain menjelaskan bahwa doa tersebut berkati dengan Abu Bakar Shiddik, ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam.

    Doa Mohon Keluasan Rahmat 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Sebab orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, sungguh telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Mukmin: 7-9)

    Penjelasan: 
    Doa di atas dibaca oleh para malaikat penjaga ‘arasy Allah sebagai tasbih kepada-Nya. Mereka mendoakan kaum mukminin dengan doa di atas.

    Doa Selamat dari Kedengkian 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10).

    Penjelasan: 
    Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang beriman yang mengikuti perjuangan salaf as-Shalih dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka memohon agar tetap melanjutkan serta meneladani keshalihan, semangat jihad dan kesucian hati mereka.

    Doa Bertawakkal Kepada Allah 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Mumtahanah: 4-5).

    Penjelasan: 
    Doa di atas dibaca pada setiap kesempatan dan waktu. Dan menyerahkan sepenuhnya apa yang telah kita lakukan, usahakan kepada Allah Swt. semata karena hal ini pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s., dan kaum-kaumnya yang beriman. Sehingga Allah menyebutnya Ibrahim dan kaumnya sebagai teladan yang baik bagi kita.

    Doa Diberi Pemimpin Agama 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Quran dan hikmah serta menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 129).

    Penjelasan: 
    Doa ini pula yang dibaca Nabi Ibrahim a.s. sebelum diangkat menjadi rasul, ketika itu Ibrahim melihat kenyataan bahwa ummatnya telah dilanda krisis moral dan krisis tauhid. Sehingga Ibrahim mendambakan pemimpin yang dapat membimbing mereka kepada jalan yang benar. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Ibrahim, hingga kemudian dirinya diangkat meniadi rasul bagi ummatnya.

    Doa Melihat Keajaiban Alam 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS. Âli ‘Imrân: 191).

    Penjelasan: 
    Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang berakal dan berpengatahuan, yang senantiasa menyeimbangkan antara dzikir dan fikir. Hasil kerja akal selalu dijadikan sebagai sarana bersyukur dan berdzikir kepada Allah Swt., bukan untuk mengkufuri nikmat dan anugerah yang telah diberikannya.

    Doa Lingkungan yang baik 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS. Al-Nisâ’: 75).

    Penjelasan: 
    Agar selamat dari kezhaliman dan ketertindasan suatu kelompok atau golongan, maka baca doa di atas setiap saat. Baik juga dibaca agar diberi ketentraman dan disatukan dengan orang-orang yang beriman.

    Doa Curahan Rizqi 


    Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang pada hari turunnya hidangan itu akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rizki, dan Engkaulah Pemberi rizki yang paling utama.” (OS. Al-Mâ’idah: 114). 
    Penjelasan: 
    Doa diatas merupakan doanya Nabi Isa a.s. ketika ditantang oleh para pengikutnya yang menginginkan bukti konkrit atas kemukjizatan yang dimiliki oleh seorang rasul. 
    Bagi setiap muslim yang mendambakan limpahan rizqi dari sisi allah, sudah selayaknyalah memperbanyak membaca doa ini dalam setiap kesempatan. Kisah Nabi Isa tersebut dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-Mâ’idah ayat 111-115.

    Doa Menghadapi Kegagalan Berdakwah 


    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Al-A’râf 151). 
    Penjelasan: 
    Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh Nabi Musa as ketika melihat kaumnya kembali kepada kekufuran setelah ditinggal bermunajat di gunung Sinai (Thurisina). Kisah Nabi Musa tersebut bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-A’râf ayat 150-154.

    Doa Agar Dicintai Ummat 


    Artinya: “Ya Tuhan kami sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung (cinta) kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka senantiasa bersyukur.” (QS. Ibrâhîm: 37).

    Penjelasan:
    Doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. la mendambakan keluarga yang senantiasa rajin mendirikan shalat sekalipun dihimpit permasalahan rizqi. Dengan ketabahan menghadapi realita hidup, pada akhirnya Allah mengabulkan doanya. Makkah menjadi kota yang makmur, dan keluarga Ibrahim senantiasa dicintai oleh setiap manusia. Kisah ini bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 35-41.

    Doa Agar Diberi Kedudukan yang Mulia 


    Artinya: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (QS. Al-Mukminûn: 29)

    Penjelasan: 
    Baik sekali doa diatas dibaca bagi setiap orang yang menginginkan kedudukan, baik pangkat, jabatan, atau kedudikan lainnya. Karena doa tersebut merupakan doanya Nabi Nuh a.s. ketika berada dalam perahu. Ia memohon kepada Allah Swt. agar diberi kedudukan yang lebih mulia daripada kedudukan sebelumnya. Kemudian Allah Swt. mengabulkan doanya Nabi Nuh tersebut, dan menjadikannya ummat yang taat kepada Allah Swt.


    Doa Agar Diberi Hikmah 


    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mewarisi sorga yang penuh nikmat.” (QS. Al-Syu’ârâ’: 83-85).

    Penjelasan: 
    Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah berhasil mendakwahkan misi dasar Islam kepada kaumnya, yaitu ajakan meniadakan sesembahan selain Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan kaumnya yang kafir dapat dibaca dalam Al-Quran Surah Al-Su’ârâ’ ayat 69-85.

    Doa Agar Diberi Bangunan Indah di Surga 


    Artinya: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam sorga, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (OS. Al-Tahrîm: 11).

    Penjelasan: 
    Doa di atas baik sekali dibaca oleh para pejuang yang menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi kalimat Allah. Karena doa tersebut adalah doanya Asiyah binti Mujahim, isteri Fir’aun. Ia memohon kehadapan allah Swt. agar ditempatkan dalam surga dan selamat dari kezhaliman Fir’aun, suaminya. 

    Doa Agar Dibinasakannya orang-orang Zhalim 


    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan.” (QS. Nûh: 28).

    Penjelasan: 
    Doa di atas baik sekali oleh setiap muslim agar diberi kemenangan dalam berdakwah. Karena doa tersebut merupaka doanya Nabi Nuh a.s ketika selesai menghadapi banjir besar yang merupakan siksa dari Allah Swt. kepada kaumnya yang kafir. Kisah nabi Nuh as dapat dibaca dalam Al-Quran surah Nûh ayat 25-28.

    Doa Agar Terlepas dari Kesulitan 


    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Anbiyâ’: 87).

    Penjelasan: 
    Doa diatas hendaknya dibaca pada setiap kesempatan dan waktu, agar dihindarkan dari rasa frustasi dalam menghadapi perjuangan. Karena doa tersebut merupakan doanyan Nabi Yunus as sebagai penyesalan atas kelancangannya meninggalkan dakwah. Ia merasa berat menghadapi kaumnya yang membangkang, hingga kemudian ia tinggalkan. Kisah ini dapat dilihat dalam Al-Ouran surah Al-Anbiyâ’ ayat 87-88.

    Doa Agar Kesempurnaan Cahaya 


    Artinya: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa alas segala sesuatu.” (Al-Tahrîm: 8).


    Doa Pilihan Dari Quran Saat Hari Jumat : Al Kahf 18:10

    Allah SWT berfirman:

    • اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْـكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
    • iz awal-fityatu ilal-kahfi fa qooluu robbanaaa aatinaa mil ladungka rohmataw wa hayyi` lanaa min amrinaa rosyadaa
    • “(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, 
    • Ya Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.”
    • (QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)

    Dalam Al qur’an, Surat Al Kahfi, Allah menceritakan tentang Ashabul Kahfi, mereka adalah nama sekelompok orang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi, beberapa ratus tahun sebelum diutusnya nabi Isa as. Mereka hidup ditengah masyarakat penyembah berhala dengan seorang raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang yang tidak menyembah berhala, maka sang raja marah lalu memanggil mereka dan memerintahkan mereka untuk mengikuti kepercayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari dari kejaran pasukan raja, sampailah mereka di mulut sebuah gua yang kemudian dipakai tempat persembunyian.

    Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan selama 309 tahun di dalam gua, dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja mereka sudah berganti menjadi masyarakat dan raja yang beriman kepada Allah SWT (Ibnu Katsir; Tafsir al-Quran al-’Adzim; jilid:3 ; hal.67-71).

    Allah Swt. menceritakan tentang para pemuda yang melarikan diri dengan membawa agamanya agar agama mereka selamat dari gangguan kaum­nya yang pasti akan memfitnah mereka. Mereka lari memisahkan diri dari kaumnya, lalu berlindung di dalam gua yang berada di suatu bukit, sebagai tempat persembunyian mereka agar kaumnya tidak tahu keber­adaan mereka. Ketika hendak memasuki gua itu, mereka memohon kepa­da Allah agar rahmat dan kelembutan-Nya dilimpahkan kepada diri mere­ka. Mereka mengatakan dalam doanya seperti yang disitir oleh firman-Nya:

    • رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً
    • Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi­Mu. (Al-Kahfi: 10)
    • Yakni anugerahkanlah kepada kami dari sisi-Mu rahmat yang dengannya Engkau merahmati kami dan menyembunyikan kami dari kaum kami.
    • وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
    • dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urus­an kami (ini). (Al-Kahfi: 10)
    • Maksudnya, berikanlah kami petunjuk ke jalan yang lurus dalam urusan kami ini. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwajadikanlah bagi akibat urusan kami ini jalan yang lurus. 

    Seperti pengertian yang terdapat di da­lam sebuah hadis, yaitu:

    • “وَمَا قَضَيْتَ لَنَا مِنْ قَضَاءٍ، فَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ رَشَدًا”
    • Dan segala apa yang Engkau putuskan bagi kami, kami memo­hon agar sudilah engkau menjadikan akibatnya bagi kami jalan yang lurus.

    Di dalam kitab “Musnad disebutkan melalui hadis Busr ibnu Artah, dari Rasulullah Saw., bahwa beliau Saw. pernah mengatakan dalam doanya:

    • “اللَّهُمَّ، أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا، وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ”
    • Ya Allah, berikanlah akhir yang baik bagi semua urusan kami, dan lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan azab akhirat.

      Doa Tuntunan Rasulullah: Bertahmid dan Bertasbih

      Doa Tuntunan Rasulullah: Bertahmid dan Bertasbih

      Doa Bertahmid Kepada Allah

      • Ya rabbi lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa ‘azhimi sulthanika.
      • “Ya Tuhanku, bagi-Mu segala puji sebagaimana layaknya sifat kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

       Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar diterangkan, bahwa Rasulullah pernah bercerita kepada para sahabat: Ada seorang hamba Allah membaca: “Ya rabbi lakal hamdu kama yambaghi lijalali wajhika wa ‘azhimi sulthanika. Ternyata bacaan itu membuat repot malaikat pencatat amal. Lalu malaikat pen­catat amal menghadap Allah, seraya melapor: “Ya Allah, ada salah seorang hamba-Mu yang mem­baca sebuah bacaan yang aku tidak dapat rnenuliskan seberapa besar kebajikan yang telah dilakukannya.” Kata Allah:” Apakah yang ia ucapkan itu?” Jawab malaikat: “Dia membaca: Ya rabbi lakal hamdu kama yambaghi lijalali wajhika wa ‘azhimi sulthanika.” Lalu Allah berfirman: “Tulislah sebagaimana yang diucapkan hamba-Ku itu. Dan kelak Aku sendiri yang akan memberikan pahala kepadanya.”

          Jadi, barangsiapa membiasakan diri mem­baca doa di atas, dia akan mendapatkan pahala kebajikan yang luar biasa dari Allah subhanahu wata’ala. Untuk itu, sudah selayaknya bila setiap muslim membiasakan diri dan memperbanyak bacaan doa di atas.

      Doa Bertasbih Kepada Allah

      • Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.
      • “Maha Suci Allah, dan segala puji bagi-Nya sebanyak bilangan makhluk ciptaan-Nya, sebanyak bilangan keridhaan Dzat-Nya, sebanyak bilangan hiasan Arsy-Nya, serta sebanyak bilangan kalimat-kalimat-Ny a.”

      Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Umil-Mukminin Juwairiyah diterangkan, bahwa suatu pagi Rasulullah keluar dari rumah Juwairiyah untuk melaksanakan shalat Shubuh, se­dangkan ketika itu Juwairiyah sudah berada di tempat sujud. Ketika Rasulullah kembali ke rumah, yang saat itu matahari sudah terbit, beliau mendapatkan Juwairiyah masih duduk bersimpuh di tempat sujudnya semula. Lalu Rasulullah bertanya: “Ya Juwairiyah, adakah sejak tadi engkau duduk di tempat sujud tanpa bergerak?” Jawab Juwairiyah: “Ya, benar.” Rasulullah kemudian bersabda: “Aku katakan kepadamu, bahwa membaca empat kalimat tiga kali, pahalanya tidak kalah dengan bacaan yang engkau baca sejak tadi pagi hingga kini. Yakni bacaan: Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khdlqihi, (dan seterusnya).”

           Jadi, barangsiapa membaca doa di atas tiga kali setiap pagi, pahalanya tidak kalah dengan membaca wirid sejak menjelang Shubuh hingga matahari terbit. Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas setiap pagi. Akan lebih manfaat lagi kalau dibaca setiap saat dan dalam setiap kesempatan, sehingga akan memperoleh pahala dari sisi Allah yang lebih melimpah

      Doa Bertasbih Diwaktu Pagi

      • Subhanallahi walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbaru, wala haula wala’ quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim. 
      • “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Tiada daya upaya meninggalkan maksiat dan tiada kekuatan melaksanakan ibadah kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

          Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dan Nasai dari Amrin bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dan dalam riwayat Imam Thabrani dariUmi Hani’ diterangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: “Ya Uma Hani’, apabila engkau berada di waktu pagi, maka bertasbihlah kepada Allah seratus kali, bertahlillah seratus kali, bertahmidlah seratus kali, dan bertakbirlah seratus kali. Sebab bertasbih seratus kali pahalanya sama dengan bersedekah seratus ekor unta. Sedang bertahlil seratus kali dapat melebur dosa yang terlanjur dilakukan dan yang akan dilakukan.” 

          Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas se­ratus kali setiap pagi, agar bisa terlepas dari dosa serta digolongkan dalam kelompok orang-orang yang suka bersedekah.

      Doa Tuntunan Rasulullah: Doa Keselamatan Hidup

      Doa Tuntunan Rasulullah: Doa Keselamatan Hidup

      • Allahumma ‘afinifi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashari, allahumma inni a ‘udzu bika minal kufri walfaqri, allahumma inni a ‘udzu bika min ‘adzabil qabri, la ilaha illa anta.
      • “Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, berilah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali engkau.

      Dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Abdurrahman bin Abi Bakrah diterangkan, bahwa suatu ketika Abdurrahman pernah bertanya kepada ayahnya: “Ayahku, aku mendengar setiap pagi dan sore engkau selalu membaca doa Allahumma ‘afini (di atas) tiga kali. Mengapa itu ayah lakukan?” Jawab ayahnya: “Aku mendengar Rasulullah senantiasa membaca doa itu. Karenanya, aku ingin sekali mengikuti sunah beliau.”

      Jadi, sudah selayaknya bila setiap muslim mengikuti sunah Rasul dengan membiasakan diri membaca doa di atas setiap pagi dan sore tiga kali. Apabila itu dilakukan, tentu Allah akan menganugerahkan kepadanya keselamatan lahir batin. Sehat jasmani dan sehat rohani sehingga menjadi hamba Allah yang sempurna.

      Doa Tuntunan Rasulullah: Doa Mohon Ampunan Dosa dan Sayidul Istighfar

      Doa Tuntunan Rasulullah: Doa Mohon Ampunan Dosa dan Sayidul Istighfar

      • Allahummagh firli khathi-ati wa jahli wa israfi fi amri kullih, wama anta a ‘lamu bihi minni. 
      • “Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku”
      • Allahummagh firli khathayaya wa ‘amdi wa jahli wa hazli wa kullu dzalika ‘indi. wa hazli wa kullu dzalika ‘indi. 
      • “Ya Allah, ampunilah kesalahan-kesalahan, kesengajaan, kebodohan dan keterlaluanku, serta segala dosa yang terdapat pada diriku.”
      • Allahummagh firli ma qaddamtu wama akhkhartu wama asrartu wama a’lantu, antal muqaddimu, wa antal mnakhkhiru, wa anta ‘ala kulli syai-in qadir.
      • “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang rahasia maupun yang terang-terangan. Engkau Maha Terdahulu dan Maha Terakhir, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

      Sayidul Istighfar

      • Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa ‘dika mastatha ‘tu, a ‘udzu bika min syarri ma shana’tu, abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bidzanbi faghfirli fa-innahu la yaghfirudz dzunu- ba illa anta.
      • “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yang tiada Tuhan pantas disembah melainkan Engkau telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

      Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Syadad bin Aus diterangkan, bahwa Rasulullah membiasakan diri membaca doa di atas. Dan beliau menyebutnya sebagai Sayidul-Istighfar, puncak dari istighfar. Bahkan lebih jauh Rasulullah menegaskan, bahwa barangsiapa membaca doa di atas setiap sore, apabila pada malam harinya ia meninggal, maka berhak masuk sorga. Dan barangsiapa membaca doa di atas se­tiap pagi, apabila pada siang harinya ia mening­gal, maka berhak masuk sorga.

      Untuk itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas setiap pagi dan sore, lebih-lebih setiap kali sehabis melakukan shalat. Dengan membaca doa di atas Allah akan mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan.

      Doa Mohon Curahan Rahmat Dan Ampunan

      • Allahumma innizhalamtu nafsi zhulman katsiran wala yaghfirudz-dzunuba ilia anta, faghfirli maghfiratan min ‘indika warhamni innaka antal ghafiirur rahim.
      • “Ya Allah, aku telah banyak berbuat zhalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau, maka curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

      Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash dari Abu Bakar Shiddiq diterangkan, bahwa pada suatu ketika Abu Bakar minta kepada Rasulullah agar berkenan mengajarkan sebuah doa. Maka Rasu­lullah kemudian mengajarkan doa di atas, dan oleh Abu Bakar doa tersebut dibaca terus menerus setiap kali selesai melakukan shalat.

      Imam An-Nawawi Al-Baghdadi memberikan keterangan, bahwa doa di atas sangat baik dibaca sesudah melakukan ibadah shalat, bahkan dalam setiap kesempatan ketika merasa dirinya banyak melakukan perbuatan dosa kepada Allah subhanahu wa ta’ala

      Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari diterangkan, bahwa Rasulullah biasa membaca doa-doa di atas, sekalipun beliau terpelihara dari dosa. Karena itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim membiasakan diri membaca doa di atas dalam setiap waktu dan kesempatan, agar bisa selamat dari perbuatan dosa.

      IBADAH HAJI: Doa Pilihan Saat Lempar Jumrah


      IBADAH HAJI: Doa Lempar Jumrah

      Jumrah merupakan bahasa Arab dari tiang. Dalam prosesi ini, jamaah haji akan melempar kerikil sebanyak 7 kali ke arah tiang batu yang disiapkan di kota Mina. Sebelumnya, batu-batuan ini telah lebih dulu dikumpulkan oleh jamaah haji dari tanah di hamparan Musdalifah. Proses pelemparan batu kerikil ini diiringi dengan doa-doa haji. Belum lagi, saat kegiatan ini dilakukan, Anda pasti sedang berdesakan dengan jutaan orang lainnya, sehingga akan lebih baik bila jauh-jauh hari sudah dihafalkan.

      DOA SETELAH MELONTAR TIGA JUMRAH  

      • Alhamdu lillaahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi. Allaahumma laa uhshii tsanaa-an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika. Allaahumma ilaika afadhtu wamin ‘adzaabika asyfaqtu wa ilaika raghibtu waminka rahibtu faqbal nusukii wa a’zhim ajrii warham tadharru’ii waqbal taubatii wa aqilla ‘atsratii wastajib da’watii wa a’thinii su’lii. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa walaa taj;alnaa minal mujrimiina, wa adkhilnaa fii ‘ibaadikash shaalihiina yaa arhamar raahimiin.
      • Artinya: “Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak lagi baik dan membawa berkat di dalamnya. Ya Allah, sekali-kali kami tidak mampu mencakup (segala macam) pujian untuk-Mu, sesuai pujian-Mu atas diri-Mu.
      • Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah, dari siksa-Mu aku mohon belas kasihan, dan kepada-Mulah aku berharap dan aku takut, maka terimalah ibadahku, perbesarlah pahalaku, kasihanilah kerendahan hatiku, terimalah taubatku, perkecillah kekeliruanku, perkenankan permohonanku dan berikanlah permintaanku. Ya Allah kabulkanlah, terimalah persembahan kami ini dan janganlah kami dijadikan orang-orang yang berdosa, tetapi masukkanlah kami dalam hamba-Mu yang saleh wahai Tuhan Yang Paling Pengasih.

      IBADAH HAJI: Doa Pilihan Saat Wukuf di Arafah

      IBADAH HAJI: DOA SAAT WUKUF DI ARAFAH

      • اَللَّهُمَّ اِنِّي عَبْدُكَ فَلاَ تَجْعَلْنِي مِنْ اَخْيَبِ وَفْدِكَ، وَارْحَمْ مَسِيْرِي اِلَيْكَ مِنَ الْفَجِّ الْعَمِيْقِ. اَللَّهُمَّ رَبَّ الْمَشَاعِرِ كُلِّهَا فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ، وَاَوْسِعْ عَلَيَّ مِنْ رِزْقِكَ الْحَلاَلِ، وَادْرَأْ عَنِّي شَرَّ فَسَقَةِ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ. اَللَّهُمَّ لاَ تَمْكُرْبِي وَلاَتَخْدَعْنِي وَلاَ تَسْتَدْرِجْنِي. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِحَوْلِكَ وَجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَمِنْكَ وَفَضْلِكَ يَا اَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ يَا اَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ يَا اَسْرَعَ الْحَاسِبِيْنَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاَنْ تَرْزُقَنِي خَيْرَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
      • Artinya:  “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, jangan jadikan aku tamu-Mu yang paling sia-sia, sayangi perjalananku menuju-Mu dari tempat yang jauh. Ya Allah, Tuhannya seluruh Masy‘ar (tempat ibadah haji), selamatkan daku dari api neraka, luaskan bagiku rizki-Mu yang halal, lindungi aku dari keburukan jin dan manusia yang fasik. Ya Allah, jangan makari daku, jangan tipudaya aku, jangan murkai aku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kekuatan-Mu, kedermawanan dan kemuliaan-Mu, karunia dan anugerah-Mu. Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar. Wahai Yang Maha Melihat dari semua yang melihat. Wahai Yang Paling cepat hisab-Nya. Wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluargaMuhammad. Anugerahkan padaku kebaikan di dunia dan akhirat.”
      • اَللَّهُمَّ حَاجَتِي اِلَيْكَ الَّتِي اِنْ اَعْطَيْتَنِيْهَا لَمْ يَضُرَّنِي مَامَنَعْتَ، وَاِنْ مَنَعْتَنِيْهَا لَمْ يَنْفَعْنِي مَااَعْطَيْتَ، اَسْأَلُكَ خَلاَصَرَقَبَتِي مِنَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اِنِّي عَبْدُكَ وَمِلْكُ يَدِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، وَاَجَلِي بِعِلْمِكَ؛ أَسْأَلُكَ اَنْ تُوَفِّقَنِي لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي،وَاَنْ تُسَلِّمَ مِنِّي مَنَاسِكِي الَّتِي اَرَيْتَهَا خَلِيْلَكَ إِبْرَاهِيْمَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِ، وَدَلَلْتَ عَلَيْهَا نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَـلَّى اللهُ عَلَيْهِوَآلِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ رَضِيْتَ عَمَلَهُ، وَاَطَلْتَ عُمْرَهُ، وَاَحْيَيْتَهُ بَعْدَ الْمَوْتِ حَيَاةً طَيِّبَةً
      • Artinya: “Ya Allah, hajatku kepada-Mu adalah hajat yang bila engkau berikan kepadaku tidak membahayakanku apa yang Kau tahan, dan bila Engkau menahannya dariku tidak bermanfaat bagiku apa yang Kau berikan. Aku memohon kepadamu keselamtan diriku dari api neraka. Ya Allah aku adalah hamba-Mu dan milik-Mu, ubun-ubunku ada ditangan-Mu, dan ajalku dalam pengetahuan-Mu. Aku memohon kepada-Mu, bimbinglah aku pada apa yang kau ridahai, tuntunlah aku pada manasik yang Kau perlihatkan kepada kekasih-Mu Ibrahim a.s dan Kau tunjukan pada Nabi-Mu Muhammad s.a.w. Ya Allah, jadikan aku orang yang amalanya Engkau Ridhai, yang umurnya Engkau panjangkan, dan Engkau hidupkan setelah kematian dengan kehidupan yang baik.
      • لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّانَقُوْلُ وَفَوْقَ مَايَقُوْلُ الْقَائِلُوْنَ. اَللَّهُمَّ لَكَ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي، وَلَكَ تُرَاثِي وَبِكَ حَوْلِي وَقُوَّتِي. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَمِنْ وَسَاوِسِ الصُّدُوْرِ وَمِنْ شَتَاتِ اْلأَمْرِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ خَيْرَ الرِّيَاحِ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَاتَجِيءُ بِهِ الرِّيَاحُ، فَاَسْأَلُكَ خَيْرَ اللَّيْلِ وَخَيْرَ النَّهَارِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلِْبي نُوْرًا، وَفِي سَمْعِي نُوْرًا، وَفِي بَصَرِي نُوْرًا، وَفِي لَحْمِي وَدَمِي وَعِظَامِي وَعُرُوْقِي وَمَقْعَدِي وَمَقَامِي وَمَدْخَلِي وَمَخْرَجِي نُوْرًا، وَاَعْظِمْ لِي نُوْرًا يَارَبِّ يَوْمَ اَلْقَاكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
      • Artinya:“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Bagi-Nya semua kekuasaan dan bagi-Nya segala puji. Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan. Dialah yang hidup dan tidak mati. Ditangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, bagi-Mu segala puji seperti yang kau firmankan, kebaikan yang kami ucapkan, dan diatas apa yang orang-orang ucapkan. Ya Allah, bagi-Mu shalatku dan ibadahku, hdupku dan matiku; bagi-Mu peninggalanku, dengan-Mu dayaku dan dari-Mu kekuatanku. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kefakiran, keraguan hati, bencana dari segala persoalan, dan dari siksa kubur. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kefakiran, keraguan hati, bencana dari segala persoalan, dan dari siksa kubur. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam dan kebaikan siang. Ya Allah, jadikan dalam hatiku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, dalam pandanganku cahaya, pada daging dan darahku cahaya, tulang dan urat-uratku cahaya, tempat duduk dan berdiriku cahaya, tempat masuk dan keluarku cahaya. Ya Allah, besarkan semua cahaya itu bagiku pada hari aku menjumpai-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
      • -أَللهُمَّ اغْفِرْلِى مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَماَأَسْرَفْتُ وَمَاأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ أَنْتَ الْمُقَدَّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَ خِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ
      • Artinya :“ Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lewat maupun yang akan datang, yang tampak maupun yang tersembunyi, dan apa-apa yang berlebihan dan yang Engkau mengetahuinya, Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau “. (HR. Muslim).
      • -أَللهُمَّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّاَنْتَ فَغْفِرْلِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْ رُالرَّحِيْمُ
      • Artinya :“Ya Allah, sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku sendiri, dan tidak seorang pun yang dapat mengampuninya selain Engkau, maka ampunilah dosa-dosaku dan kasihanilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (HR. Bukhari & Muslim).
      • – أَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ بِأَنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَاِلهَ اِلاَّ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
      • Artinya :“Ya Allah sesusungguhnya aku mohon kepada-Mu, bahwa aku bersaksi sesungguhnya Engkau, Engkau adalah Allah tiada Tuhan kecuali Engkau satu, tempat bergantung segala sesuatu zat yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan dan tidak ada bagi-Nya yang menyamai seseorang pun”. (HR. Tirmidzi).
      • – رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
      • Artinya :“Ya Tuhan kami, kami telah menganiya diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS.7:23).
      • – رَبِّيْ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلاً مُبَارَكًا وَاَنْتَ خَيْرُالْمُنْزِلِيْنَ
      • Artinya :“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baiknya  yang memberi tempat”. (QS.23:29)
      • – أَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ حَبُّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِى يُبَلِّغُنِيْ حُبَّكَ أَللهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ اَحَبَّ اِلَيَّ مِنْ نَفْسِى وَاَهْلِى وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ
      • Artinya :“Ya Allah sesungguhnya aku mohon untuk senang pada-Mu dan senang kepada orang yang senang pada-Mu, dan senang amalnya orang-orang yang telah menyampaikan padaku untuk senang kepada-Mu. Ya Allah jadikanlah senang padamu sebagaimana senang pada saya dari diriku dan keluargaku dan dari air yang dingin” (HR. Tirmidzi).
      • – لاَاِلهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّا لِمِيْنَ
      • Artinya :“Tiada Tuhan kecuali Allah Maha suci Engkau, sesungguhnya aku tergolong orang yang dzolim”. (HR. Tirmidzi).
      • – رَبِّ ا شْرَحْلِيْ صَدْرِى وَيَسِّرلِيْ اَمْرِى وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانىِ يَفْقَهُوْا قَوْلِى
      • Artinya :“Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” .(QS. 20: 25-28).
      • – اَللهُمَّ اِنْ كُنْتُ اَمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ وَاَحْصَنْتُ فَرْجِى اِلاَّ عَلى زَوْجِى فَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكاَ فِرُ
      • Artinya :“Ya Allah jika aku telah beriman pada-Mu dan pada utusan-Mu, dan aku telah menjaga farjiku kecuali untuk suamiku, maka Engkau mengalahkan orang kafir padaku” (HR. Bukhori).
      • – رَبِّ ابْلِى عِنْدَكَ بَيْتًا فِىالْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظَّا لِمِيْنَ
      • Artinya :“ Ya Tuhanku buatkanlah rumah disisi-Mu didalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun  dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim”. (QS. 67:11).
      • – أَللهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَااسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ,وَاَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَلاَحَوْلَ  وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
      • Artinya : “Ya Allah kami mohon kepada-Mu kebaikan sebagaimana permohonan nabi-MU, Muhammad saw. Dan kami berlindung kepada-Mu dkejelekan sebagaimana berlindungnya nabi-Mu, Muhammad saw, dan hanya kepada Engkau tempat pertolongan, dan kepada-Mu temapt sampainya do’a, tiada daya upaya dan tidak kekuatan melainkan Allah”. (HR. Tirmidzi).
      • – أَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ الْفِردَوْسَ وَمَا قَرَّبَ اِلَيْنَامِنْ قَوْلٍ اَوْعَمَلٍ وَاَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَماقَرَّبَ اِلَيْهَا مِنْ قَولٍ اَوْ عَمَلٍ, أَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَجَنَّةَ وَاَعُذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ, أَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ تَمَامَ النِّعْمَةِ
      • Artinya :“ Ya Allah, aku mohon padamu surga firdaus, dan ucapan, perbuatan yang dapat mendekatkan ke surga, dan aku berlindung pada-Mu dari siksa neraka dari perkataan atau perbuatan yang bisa mendekatkan ke neraka. Ya Allah aku mohon pada-Mu ridlo dan surga-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka. Ya Allah, aku mohon pada-Mu nikmat yang sempurna” .(HR. Tirmidzi).

      Ibadah Haji : Doa Tawaf Putaran 1 – 7


      Doa Tawaf putaran satu sampai tujuh

      Ada beberapa jenis Tawaf (Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran) yang biasanya dilakukan di Masjidil Haram antara lain;

      • Tawaf Haji, Tawaf Haji adalah tawaf yang dilakukan pada saat mengerjakan haji yang musimnya hanya sekali setiap tahun.
      • Tawaf Umroh, Tawaf Umroh adalah tawaf yang dilakukan pada saat  Melaksanakan umroh yang watunya tidak terbatas dalam setiap tahun.
      • Dan Tawaf Sunnah, Tawaf sunnah adalah tawaf yang dilakukan setiap kali memasuki Masjidil Haram (selain tawaf Haji dan Tawaf Umroh) sebagai pengganti Shalat Tahiyyatul Masjid.
      • Doa Tawaf Pada setiap awal putaran (pertama s/d ketujuh) berdiri menghadap Hajar Aswad dengan seluruh badan atau miring (sebagian badan) atau mengusap muka saja sambil mengangkat tangan dan membaca; بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”. Serta mengecupnya lalu mulailah bergerak dengan posisi Ka’bah berada disebelah kiri.

      Do’a putaran ke 1 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani

      • ِسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلآ إِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللّٰهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَآءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ واْلمُعَافَاةَ الدَّآئِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا اْلٰاخِرَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ
      • Artinya : “ Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Tiada daya (untuk memperoleh manfaat ) dan tiada kemampuan ( untuk menolak bahaya ) kecuali bersumber dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Shalawat dan salam bagi Rasulullah SAW. Ya Allah, aku Tawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kapada-Mu ampunan, kesehatan dan kesejahteraan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan di akhirat dari siksa neraka”
      • Pada setiap kali sampai di rukun Yamani mengusap tanpa mengecup, bila tidak mungkin mengangkat tangan sambil mengucapkan. بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ  Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr. Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:  وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha PengMPUN, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”

      Do’a putaran ke 2 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani   

      • Menghadap Hajar Aswad dengan mengusap atau melambaikan tangan Serta mengecupnya dan membaca; بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar” lanjutkan bergerak dengan posisi Ka’bah tetap berada disebelah kiri.
      • اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ. اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ Artinya: “Ya Allah,sesungguhnya Baitullah ini rumah-Mu, Tanah mulia ini tanah haram-Mu, Negri aman ini Negri-Mu, hamba ini hamba-Mu, dan aku hamba-Mu anak dari hamba-Mu dan tempat ini tempat berlindung pada-Mu dari siksa neraka. Ya Allah cintakanlah kami pada iman dan peliharalah ia dari hati kami, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan yang meandapat petunjuk. Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu di hari kelak Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, anugerahkanlah surga kepadaku tanpa hisab”. 
      • Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca:  بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:  وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”

      Do’a putaran ke 3 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani 

      • Menghadap Hajar Aswad dengan mengusap atau melambaikan tangan Serta mengecupnya dan membaca;
      • بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ. Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • lanjutkan bergerak dengan posisi Ka’bah tetap berada disebelah kiri. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ اشَّكِّ وَالشِّرْكِ وَالشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوٓءِاْلأَخْلَاقِ وَسُوٓءِاْلمَنْظَرِ وَاْلمُنْقَلَبِ فِى اْلمَالِ وَاْلأَهْلِ وَالْوَلَدِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَاْلمَمَاتِ Artinya: Ya Allah, aku berlindung padaMu daripada syak was-was, syirik, cerai berai (bertengkar) muka dua, buruk budi pekerti, buruk pandangan (salah urus) terhadap harta benda dan keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku mohon padaMu keridhaanMu dan syurga, dan aku berlindung padaMu daripada murkaMu dan neraka. Ya Allah, aku berlindung padaMu dari fitnah kubur serta dari fitnah kehidupan dan derita kematian.
      • Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca:   بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ  Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:   وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.  Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”

      Do’a putaran ke 4 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani  

      •  Menghadap Hajar Aswad dengan mengusap atau melambaikan tangan Serta mengecupnya dan membaca; بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ. Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • lanjutkan bergerak dengan posisi Ka’bah tetap berada disebelah kiri.
      • اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ. اَللّٰهُمَ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَآئِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. رَبِّ قَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَنِيْ وَاخْلُفْ عَلٰى كُلِّ غَائِبَةٍ لِيْ مِنْكَ بِخَيْرٍ. Artinya: Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang. Ya Allah aku mohon padaMu segala hal yang mendatangkan rahmatMu dan segala ampunanMu selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat rupa-rupa kebaikan, berundung memperoleh surga, terhindar dari neraka. Tuhanku anugerahkan padaku dan gantilah apa-apa yang aku luput daripadanya dengan kebajikan dariMu. 
      • Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca:  بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ. Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:  وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”

      Do’a putaran ke 5 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani  

      • Menghadap Hajar Aswad dengan mengusap atau melambaikan tangan Serta mengecupnya dan membaca; بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • lanjutkan bergerak dengan posisi Ka’bah tetap berada disebelah kiri. اَللّٰهُمَّ أَظِلَّنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلِّ اِلَّا ظِلُّكَ وَلَا بَاقِىَ اِلَّا وَجْهُكَ وَأَسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ شُرْبَةً هَنِيَْئَةً مَرِيْئَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَ هَا أَبَدًا اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ.
      • Artinya:Ya Allah lindungilah aku dibawah lindunganMu pada hari yang tidak ada naungan selain dari naunganMu dan tidak ada yang tinggal kekal selain wajahMu. Dan berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan suatu minuman yang lezat nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya. Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad SAW, dan aku berlindung padaMu dari kejahatan dan minta perlindunganMu daripada yang diminta Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, aku mohon padaMu surga serta nikmatNya dan apapun yang dapat mendekatkan aku padaNya dari perkataan atau perbuatan ataupun amal. Dan aku berlindung padaMu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadaNya, baik ucapan, perbuatan ataupun amal.
      • Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca:  بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ  Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:  وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”


      Do’a putaran ke 6 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani  

      •  Menghadap Hajar Aswad dengan mengusap atau melambaikan tangan Serta mengecupnya dan membaca; بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • lanjutkan bergerak dengan posisi Ka’bah tetap berada disebelah kiri. اللّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَحُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَلْـقِكَ. اللّهُمَّ مَاكَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِيْ وَمَاكَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّيْ وَأَغْنِنِى بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَا عَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ. اَللّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كِرَيْمٌ اَنْتَ يَااللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunya hak yang banyak sekali atas diriku dalam hubungan antara aku dengan Mu. Dan Engkau juga mempunya hak yang banyak sekali dalam hubungan antara aku dengan makhlukMu. Ya Allah, apa yang menjadi hakMu atas diriku, maka ampunilah aku. Dan apa saja yang menjadi hak makhlukMu atas diriku, maka tanggungkanlah dariku. Cukupkanlah diriku dengan rizkiMu yang halal, terhindar dari yang haram. Dan dengan ta’at kepadaMu, terhindar dari kemaksiatan. Dan dengan anugerahMu terhindar daripada mengharap dari selain daripadaMu, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunanNya. Ya Allah, sesungguhnya rumahMu ini agung, ZatMu pun sungguh mulia, dan Engkau ya Allah, Maha Penyabar, Maha Pemurah dan Maha Agung, Engkau suka memberi ampun, maka ampunilah aku” 
      • Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca: بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:  وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”

      Do’a putaran ke 7 dibaca mulai dari Hajar Aswad sampai Rukun Yamani  

      • Menghadap Hajar Aswad dengan mengusap atau melambaikan tangan Serta mengecupnya dan membaca; بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • lanjutkan bergerak dengan posisi Ka’bah tetap berada disebelah kiri.اللّهُمَّ إِنِّيْ أسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَا مِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ بِرَ حْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ تَاغَفَّارُ. رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَاَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْنَ”Ya Allah, aku mohon kepadaMu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir, rizki yang halal dan baik, taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, dengan kasih sayangMu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”
      • Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca:  بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ  Artinya: “Dengan Nama Allah, dan Allah Maha Besar”
      • رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”. 
      • Dapat juga ditambah:  وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. Artinya: “Dan masukkanlah kami kedalam surge bersama bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia, Maha Pengampun, Dan Tuhan yang menguasai seluruh Alam”

      Do’a Sesudah Thawaf (di dibaca di Multazam) 

      • Setelah selesai 7 kali putaran Tawaf, bergeserlah sedikit ke kanan dari arah sudut Hajar Aswad menghadap bagian dinding Ka’bah yang di sebut Multazam, dan berdo’a sesuai harapan/keinginannya dengan bahasa apapun. Salah satu do’a di Multazam yang dianjurkan adalah sbb
      •  اللّهُمَّ يَارَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ اَعْتِقِ رِقَابَنَا وَرِقَابَ ابَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلاَدِنَا مِنَ النَّارِ يَاذَا الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَالْاِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ اَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَاَجِرْنَامِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الاَْخِرَةِ. اَللَّهُمَّ اِنِّيْ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزِمٌ بِأَعْتَابِكَ مُتَذَلِّلُ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَاَخْشَى عَدَابَكَ ياَقَدِيْمَ اْلِإحْسَانِ. اَللَّهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ اَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ. وَتُصْلِحَ اَمْرِيْ وَتُطَهِّرُ قَلْبِيْ وَتُنَوِّرَ لِيْ فِيْ قَبْرِيْ وَتَغْفِرَلِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ اْلعُلىَ مِنَ اْلجَنَّةِ.  Artinya: Ya Allah, yang memelihara Ka’bah ini, bebaskan diri kami, bapak-bapak dan ibu-ibu kami, saudara-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka, wahai Tuhan yang maha Pemurah, Dermawan, dan yang mempunyai keutamaan, kemuliaan, kelebihan, anugerah, pemberian dan kebaikan. Ya Allah, perbaikilah kesudahan segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu, berdiri dibawah pintuMu, menundukkan diri di hadapanMu sambil mengharapkan rahmatMu, kasih-sayangMu, dan takut akan siksaMu. Wahai Tuhan pemilik kebaikan abadi, aku mohon kepadaMu agar Engkau tinggikan namaku, hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku, berilah cahaya didalam kuburku. Ampunilah dosaku dan aku mohon padaMu martabat yang tinggi didalam surga”.

      Do’a sesudah shalat sunat di belakang Maqam Ibrahim 

      • Shalat sunat Tawaf di lakukan di belakang Maqam Ibrahim. Bila tidak memunglinkan, maka di lakukan di mana saja asal di dalam Masjidil Haram.
      • Pada shalat sunat tersebut setelah membaca Fatihah raka’at pertama sebaiknya membaca surat Al-Kafirun dan raka’at kedua setelah Fatihah sebaiknya membaca surat Al-Ikhlas. Sesudah shalat di anjurkan membaca do’a
      • Do’a di belakang Maqam Ibrahim اللّهُمَّ إِنَكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَا نِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَاعْطِنِيْ سُؤْلِيْ وَتَعْلَمُ مَا  فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ إِلَّامَا كَتَبْتَ لِيْ وَرَضِّنِيْ بِمَا قَسَمْتَهُ لِيْ يَاأَرْحَمَ الرَّا حِمِيْنَ. اَنْتَ وَلِيِّيْ فِى الدُّيْيَا وَالْاَخِرَةِ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِيْ بِالصَّا لِحِيْنَ اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا فِيْ مَقَامِنَا هَذَا ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَاهَمًّا اِلَّا فَرّّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا فَيَسِّرْ أُمُوْرَنَا وَاشْرَحْ صُدُوْرَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَاخْتِمْ بِالصَّا لِحَاتِ أَعْمَالَنَا. اللَّهُمَّ تَوُفَّنَا مُسْلِمِيْنَ وَاَحْيِنَا مُسْلِمِيْنَ وَأَلْحِقْنَا بِالصَّا لِحِيْنَ غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ مَفْتُوْنِيْنَ. Artinya “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui rahasiaku yang tersebunyi dan amal perbuatanku yang nyata, maka terimalah ratapanku. Engkau Maha Mengetahui keperluanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau Maha Mengetahui apapun yang terkandung dalam hatiku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah, aku mohon padaMu iman yang tetap melekat terus di hati, keyakinan yang sungguh-sungguh sehingga aku mengetahui bahwa tiada suatu yang menimpaku kecuali yang telah Engkau tetapkan bagiku, rela menerima apa yang telah Engkau bagikan kepadaku. Engkaulah Pelindungku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan masukkanlah kedalam orang-orang yang saleh. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan di tempat kami ini suatu dosa kecuali Engkau ampuni, tiada kesusahan hati kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat kecuali Engkau penuhi dan mudahkan, maka mudahkanlah segenap urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah semua amal kami dengan amal yang saleh. Ya Allah, matikan kami dalam keadaan muslim, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim dan masukkanlah kami kedalam golongan orang-orang yang saleh, tanpa kenistaan dan fitnah” 
      • Lalu disunnahkan minum air Zam Zam.
      • Do’a Waktu Minum Air Zam-Zam  اَللَّهُمَّ إِنِيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.  “Ya Allah, aku mohon padaMu ilmu pengetahun yang bermanfaat, rizqi yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan rahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap pengasih”.
      • Do’a Sesudah Salat Sunat Mutlak Di Hijir Ismail  اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي لاَإِلَهَ اِلاَّاَنْتَ خَلَقْتَنِى وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَاعَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ. أَعُوْدُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرَ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَأَعُوْذُوبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَالِحُوْنَ Artinya:  “Ya Allah, Engkaulah Pemeliharaku, tiada tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku, aku ini hambaMu dan aku terikat pada janji dan ikatan padaMu sejauh kemampuanku. Aku berlindung padaMu dari kejahatan yang telah kuperbuat, aku akui segala nikmat dariMu kepadaku, dan aku akui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau sendiri. Ya Allah, aku mohon padaMu kebaikan yang diminta oleh hamba-hambaMu yang saleh, dan aku berlindung padaMu dari kejahatan yang telah dimintakan perlindungan oleh hamba-hambaMu yang saleh”. 

      Selesailah sudah rangkaian thawaf dan di lanjutkan Melaksanakan Sa’i yaitu berjalan-jalan dari Bukit Safa hingga Marwah sebanyak 7 kali

      10 Doa Nabi Ibrahim Yang Paling Dahsyat

      10 Doa Nabi Ibrahim Yang Paling Dahsyat

      Terdapat doa-doa yang dipanjatkan Ibrahim, salah satunya doa ketika Ibrahim mendirikan Baitullah, bersama nabi Ismail, yakni doa yang ditujukan untuk nasib umat generasi-generasi penerus mereka:

      1. Dan ketika Ibrahim berdo’a, “Wahai Tuhanku, jadikan negeri ini negeri yang aman sentosa, dan karuniakan rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah maupun hari Akhir.” Allah berfirman, “Dan kepada orang yang kafir pun Aku berikan kesenangan hidup yang sementara, kemudian Aku paksa orang itu menerima malapetaka Neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali,”
      2. dan ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo’a): “Wahai Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Wahai Tuhan kami, jadikan kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau
      3. dan kiranya Engkau tunjukkan kepada kami cara-cara beserta tempat-tempat ibadah kami, dan terimalah taubat kami, sungguh Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
      4. Wahai Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Utusan dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayatMu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.— Al-Baqarah 2:126-129
      5. Dan ketika Ibrahim berdoa: “Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebuah negeri yang aman, dan kiranya hindarkan aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
      6. Wahai Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan sebagian besar dari umat manusia, maka barangsiapa yang mengikuti diriku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai diriku, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
      7. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu yang dihormati, Wahai Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian umat manusia cenderung kepada mereka dan karuniakan mereka berupa buah-buahan, supaya mereka bersyukur.
      8. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang kami sembunyikan dan segala yang kami nyatakan; dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.— Ibrahim 14:35-38
      9. Wahai Tuhanku, jadikan aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, Wahai Tuhan kami, perkenankan doaku.
      10. Wahai Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang berman pada hari terjadinya hisab.— Ibrahim 14:40-41

      8 Doa Terhebat Dalam Surah Ali Imron

      8 Doa Terhebat Dalam Surah Ali Imron

      • رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً  ۚ  اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
      • robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladungka rohmah, innaka antal-wahhaab
      • “(Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
      • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 8)


        • رَبَّنَاۤ اِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيْهِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُخْلِفُ  الْمِيْعَادَ
        • robbanaaa innaka jaami’un-naasi liyaumil laa roiba fiih, innalloha laa yukhliful-mii’aad
        • “Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.”
        • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 9)
          • اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اِنَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 
          • allaziina yaquuluuna robbanaaa innanaaa aamannaa faghfir lanaa zunuubanaa wa qinaa ‘azaaban-naar
          • “(Yaitu) orang-orang yang berdoa, Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.”
          • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 16)
            • هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ  قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً  ۚ  اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ
            • hunaalika da’aa zakariyyaa robbah, qoola robbi hab lii mil ladungka zurriyyatan thoyyibah, innaka samii’ud-du’aaa`
            • “Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
            • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 38)
              • وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّاۤ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْۤ اَمْرِنَا وَ ثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
              • wa maa kaana qoulahum illaaa ang qooluu robbanaghfir lanaa zunuubanaa wa isroofanaa fiii amrinaa wa sabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin
              • “Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”
              • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 147)
                • الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ  وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ  رَبَّنَا مَا  خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا  ۚ  سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
                • allaziina yazkuruunalloha qiyaamaw wa qu’uudaw wa ‘alaa junuubihim wa yatafakkaruuna fii kholqis-samaawaati wal-ardh, robbanaa maa kholaqta haazaa baathilaa, sub-haanaka fa qinaa ‘azaaban-naar
                • “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
                • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 191)
                  • رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّا   ۖ  رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِ 
                  • robbanaaa innanaa sami’naa munaadiyay yunaadii lil-iimaani an aaminuu birobbikum fa aamannaa robbanaa faghfir lanaa zunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi`aatinaa wa tawaffanaa ma’al-abroor
                  • “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.”
                  • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 193)
                    • رَبَّنَا وَاٰتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلٰى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۗ  اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
                    • robbanaa wa aatinaa maa wa’attanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal-qiyaamah, innaka laa tukhliful-mii’aad
                    • “Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari Kiamat. Sungguh, Engkau tidak pernah mengingkari janji.”
                    • (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 194)

                      Tuntunan Rasulullah Perbanyaklah takbir di 10 Hari Dzulhijjah.


                      Tuntunan Rasulullah Perbanyaklah takbir di 10 Hari Dzulhijjah.

                      Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

                      • ﻭَﻳَﺬْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَﻌْﻠُﻮﻣَﺎﺕٍ
                      • “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan” (QS. Al Hajj: 28). ‘Ayyam ma’lumaat’ menurut salah satu penafsiran adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pendapat ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama di antaranya Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan Al Bashri, ‘Atho’, Mujahid, ‘Ikrimah, Qotadah dan An Nakho’i, termasuk pula pendapat Abu Hanifah, Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad (pendapat yang masyhur dari beliau). Lihat perkataan Ibnu Rajab Al Hambali dalam Lathoif Al Ma’arif, hal. 462 dan 471.

                      Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan,

                      • ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺍﺑْﻦُ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻰ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَﻌْﻠُﻮﻣَﺎﺕٍ ﺃَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ ، ﻭَﺍﻷَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟْﻤَﻌْﺪُﻭﺩَﺍﺕُ ﺃَﻳَّﺎﻡُ ﺍﻟﺘَّﺸْﺮِﻳﻖِ . ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﺑْﻦُ ﻋُﻤَﺮَ ﻭَﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳَﺨْﺮُﺟَﺎﻥِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴُّﻮﻕِ ﻓِﻰ ﺃَﻳَّﺎﻡِ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ ﻳُﻜَﺒِّﺮَﺍﻥِ ، ﻭَﻳُﻜَﺒِّﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺘَﻜْﺒِﻴﺮِﻫِﻤَﺎ . ﻭَﻛَﺒَّﺮَ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﻠِﻰٍّ ﺧَﻠْﻒَ ﺍﻟﻨَّﺎﻓِﻠَﺔِ .
                      • Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Dikeluarkan oleh Bukhari tanpa sanad (mu’allaq), pada Bab “Keutamaan beramal di hari tasyriq”)
                      • Takbir tersebut adalah sifatnya muthlaq, artinya tidak dikaitkan pada waktu dan tempat tertentu.

                      10 Ayat Al Baqarah Pengusir Setan di Rumah

                      Barang siapa membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqarah di suatu malam hari, niscaya setan tidak akan dapat memasuki rumah itu pada malam tersebut. Yaitu empat ayat dari permulaan surat Al-Baqarah dan ayat Kursi, dua ayat sesudah ayat Kursi, kemudian tiga ayat pada bagian terakhir.”


                      wp-image-2022533804Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad, Sahih Muslim, Sunan Turmuzi, dan Sunan Nasai disebutkan melalui hadis Suhail ibnu Abu Saleh, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

                      • «لَا تَجْعَلُوا بيوتكم قبورا فإن البيت الذي تقرأ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ لَا يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ»
                      • Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. karena sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tidak akan kemasukan setan.

                      Menurut Imam Turmuzi hadis ini berpredikat hasan sahih.

                      • قَالَ أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ سَلَّامٍ: حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ، عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ سِنان بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ الشَّيْطَانَ يَخْرُجُ مِنَ الْبَيْتِ إِذَا سَمِعَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ فِيهِ “
                      • Abu Ubaidah Al-Qasim ibnu Salam mengatakan, telah menceritakan kepadanya Ibnu Abu Maryam, dari Ibnu Abu Luhai’ah, dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Sinan ibnu Sa’d, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya setan keluar dari suatu rumah bila ia mendengar surat Al-Baqarah dibacakan di dalamnya.

                      Sinan ibnu Sa’d menurut suatu pendapat disebutkan secara terbalik (yakni Sa’d ibnu Sinan) dinilai siqah oleh Ibnu Mu’in. Tetapi Imam Ahmad ibnu Hambal dan lain-lainnya menilai hadisnya berpredikat munkar.

                      • Abu Ubaid mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Jafar, dari Syu’bah dari Salamah ibnu Kahil, dari Abu Ahwas dari Ibnu Mas’ud r.a.— yang mengatakan bahwa sesungguhnya setan lari dari suatu rumah bila ia mendengar surat Al-Baqoroh dibacakan di dalamnya.

                      Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Nasai di dalam kitab Al-Yaum wal Lailah, dan diketengahkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui hadis syu’bah, kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadis ini berpredikat shahih. dan keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkannya.

                      • قَالَ ابْنُ مَرْدُويه: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ كَامِلٍ، حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَاعِيلَ التِّرْمِذِيُّ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ، حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا ألْفَيَنَّ أحَدَكم، يَضَع إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأُخْرَى يَتَغَنَّى، وَيَدَعُ سُورَةَ الْبَقَرَةِ يَقْرَؤُهَا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَفِرُّ مِنَ الْبَيْتِ تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، وَإِنَّ أصفْرَ الْبُيُوتِ، الجَوْفُ الصِّفْر مِنْ كِتَابِ اللَّهِ “
                      • Ibnu Mardawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Kamil. telah menceritakan kepada kami Abu Ismail Ath-Thurmuzi- telah menceritakan kepada kami Ayyub ibnu Sulaiman ibnu Bilal telah menceritakan kepadaku Abu Bakar ibnu Abu Uwais, dari Sulaiman ibnu Bilal, dari Muhammad ibnu Ajlan, dari Abu Ishaq, dari Abu Ahwas, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Semoga aku tidak menjumpai seseorang di antara kalian sedang menumpangkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain seraya bernyanyi, tetapi dia meninggalkan surat Al-Baqarah tanpa membacanya. Karena sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya. Sesungguhnya rumah yang paling kecil ialah sebuah rumah yang tidak pernah dibacakan Kitabullah di dalamnya.

                      Demikian riwayat Imam Nasai di dalam Al-Yaum wal Lailah. dari Muhammad ibnu Nasr, dari Ayyub ibnu Sulaiman.

                      • Ad-Darimi di dalam kitab Musnad-nya meriwayatkan melalui Ibnu Mas’ud yang mengatakan, “Tiada suatu rumah pun dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya melainkan setan keluar darinya seraya terkentut-kentut (lari terbirit-birit).” Selanjutnya Ibnu Mas’ud r.a. mengatakan pula, “Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai punuk, dan sesungguhnya punuk Al-Qur’an adalah surat Al-Baqarah. Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai inti. sedangkan inti dari Al-Qur’an ialah surat Mufassal.”
                      • Ad-Darimi meriwayatkan pula melalui jalur Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas’ud r.a. pernah mengatakan, “Barang siapa membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqarah di suatu malam hari, niscaya setan tidak akan dapat memasuki rumah itu pada malam tersebut. Yaitu empat ayat dari permulaan surat Al-Baqarah dan ayat Kursi, dua ayat sesudah ayat Kursi, kemudian tiga ayat pada bagian terakhir.” Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa setan tidak dapat mendekati rumah itu, tidak dapat pula mendekati penghuninya pada malam tersebut, tidak pula sesuatu yang tidak disukai akan menimpanya. Tidak sekali-kali ia dibacakan terhadap orang gila melainkan pasti sadar dari penyakit gilanya.
                      • لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعْفُ عَنَّا ۗ وَاغْفِرْ لَنَا ۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ. laa yukallifullohu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, robbanaa laa tu`aakhiznaaa in nasiinaaa au akhtho`naa, robbanaa wa laa tahmil ‘alainaaa ishrong kamaa hamaltahuu ‘alallaziina ming qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa’fu ‘annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

                      10 Ayat Al Baqarah

                      1. “Alif Lam Mim. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 1)
                      2. ذٰ لِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ  فِيْهِ  ۛ   هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ. zaalikal-kitaabu laa roiba fiih, hudal lil-muttaqiin. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertak. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2)
                      3. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ. alaziina yu`minuuna bil-ghoibi wa yuqiimuunash-sholaata wa mimmaa rozaqnaahum yunfiquun”(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 3)
                      4. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَۤا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ     اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ  وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ allaziina yu`minuuna bimaaa unzila ilaika wa maaa unzila ming qoblik, wa bil-aakhiroti hum yuuqinuun. “Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4)
                      5. اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ  لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ  لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ  يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ  وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ  ۚ  وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ ۚ  وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا  ۚ  وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ Allohu laaa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qoyyuum, laa ta`khuzuhuu sinatuw wa laa na`uum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man zallazii yasyfa’u ‘indahuuu illaa bi`iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai`im min ‘ilmihiii illaa bimaa syaaa`, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya`uuduhuu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiimAllah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
                      6. لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ  ۗ  قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ  ۚ  فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا  ۗ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ.  laaa ikrooha fid-diin, qot tabayyanar-rusydu minal-ghoyy, fa may yakfur bith-thooghuuti wa yu`mim billaahi fa qodistamsaka bil-‘urwatil-wusqoo lanfishooma lahaa, wallohu samii’un ‘aliim.   “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 256)
                      7. اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ۗ  وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰٓــئُهُمُ الطَّاغُوْتُ ۙ  يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ ۗ  اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ  هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ. Allohu waliyyullaziina aamanuu yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuur, wallaziina kafaruuu auliyaaa`uhumuth-thooghuutu yukhrijuunahum minan-nuuri ilazh-zhulumaat, ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun. “Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 257)
                      8. لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ  وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ  فَيَـغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. Lillaahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, wa in tubduu maa fiii anfusikum au tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaah, fa yaghfiru limay yasyaaa`u wa yu’azzibu may yasyaaa`, wallohu ‘alaa kulli syai`ing qodiir. “Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 284)
                      9. اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۗ  كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ Aamanar-rosuulu bimaaa unzila ilaihi mir robbihii wal-mu`minuun, kullun aamana billaahi wa malaaa`ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih, wa qooluu sami’naa wa atho’naa ghufroonaka robbanaa wa ilaikal-mashiir. “Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya. Dan mereka berkata, Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)
                      10. لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا  ۗ  لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ  ۗ  رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا  ۚ  رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا  ۚ  رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ  ۚ  وَاعْفُ عَنَّا  ۗ  وَاغْفِرْ لَنَا  ۗ  وَارْحَمْنَا  ۗ  اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ. Laa yukallifullohu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, robbanaa laa tu`aakhiznaaa in nasiinaaa au akhtho`naa, robbanaa wa laa tahmil ‘alainaaa ishrong kamaa hamaltahuu ‘alallaziina ming qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa’fu ‘annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286)

                      wp-1503155124306.

                      ​Do’a Yang Sering Dilakukan Rasulullah Memohon Keteguhan Hati

                      Do’a Yang Sering Dilakukan Rasulullah Memohon Keteguhan Hati

                      Rosululloh mengajarkan akan kita senantiasa berdoa kepada Allah dzat pembolak-balik hati. Agar kita ditetapkan dan diteguhkan hati kita di atas agamanya ini.Agar kita senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amal-amal ketaatan kepada Allah Ta’ala.

                      DOA PERTAMA:

                      • ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺰِﻍْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﺫْ ﻫَﺪَﻳْﺘَﻨَﺎ ﻭَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻚَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏُ
                      • ‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’
                      • Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).

                      DOA KEDUA:

                      • ﻳَﺎ ﻣُﻘَﻠِّﺐَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﺛَﺒِّﺖْ ﻗَﻠْﺒِﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻚَ
                      • ‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.
                      • Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).
                      • Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

                      Simber: https://abufawaz.wordpress.com/2013/09/19/doa-doa-memohon-kesabaran-ketegaran-dan-istiqomah-di-atas-islam-dan-takwa/

                      Kisah Inspiratif Islami: Dzikirnya Seekor Ulat

                      Kisah Inspiratif Islami: Dzikirnya Seekor Ulat

                      Nabi Dawud AS terkenal dengan suaranya yang merdu. Kalau beliau sedang berdzikr atau sedang melantunkan Zabur, terkadang burung-burung dan gunung-gunung ikut berdzikr pula bersama beliau. Suatu ketika beliau sedang duduk dimushalla sambil menelaah Zabur, tiba-tiba terlihat seekor ulat merah melintas di tanah. Nabi Dawud berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

                      Ternyata Allah memberikan “ijin” kepada ulat tersebut bisa berbicara dengan bahasa manusia, untuk menerangkan keadaannya kepada Nabi Dawud. Ulat tersebut berkata, “Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca : Subkhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali. Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk me

                      mbaca : Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali…”

                      Nabi Dawud terkesima dengan ucapan ulat tersebut. Sang ulat berkata lagi, “Lalu engkau, ya Nabiyallah, apa yang akan engkau katakan agar aku memperoleh faedah darimu!!”

                      Nabi Dawud menyesal telah meremehkan ulat tersebut, kemudian menangis penuh rasa takut kepada Allah, bertobat dan berserah diri kepada Allah.

                      Kisah Inspiratif Islami: Dzikirnya Seekor Ulat

                      Kisah Inspiratif Islami: Dzikirnya Seekor Ulat

                      Nabi Dawud AS terkenal dengan suaranya yang merdu. Kalau beliau sedang berdzikr atau sedang melantunkan Zabur, terkadang burung-burung dan gunung-gunung ikut berdzikr pula bersama beliau. Suatu ketika beliau sedang duduk dimushalla sambil menelaah Zabur, tiba-tiba terlihat seekor ulat merah melintas di tanah. Nabi Dawud berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

                      Ternyata Allah memberikan “ijin” kepada ulat tersebut bisa berbicara dengan bahasa manusia, untuk menerangkan keadaannya kepada Nabi Dawud. Ulat tersebut berkata, “Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca : Subkhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar, sebanyak seribu kali. Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk me

                      mbaca : Allahumma shalli ‘alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali…”

                      Nabi Dawud terkesima dengan ucapan ulat tersebut. Sang ulat berkata lagi, “Lalu engkau, ya Nabiyallah, apa yang akan engkau katakan agar aku memperoleh faedah darimu!!”

                      Nabi Dawud menyesal telah meremehkan ulat tersebut, kemudian menangis penuh rasa takut kepada Allah, bertobat dan berserah diri kepada Allah.

                      Doa Buka Berbuka Puasa Menurut Tuntunan Nabi

                      Doa Buka Berbuka Puasa Menurut Tuntunan Nabi
                      Riwayat yang menerangkan doa Rasul shallallahu alaihi wa sallam kala berbuka:

                      • ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺮْﻭَﺍﻥُ ﻳَﻌْﻨِﻲ ﺍﺑْﻦَ ﺳَﺎﻟِﻢٍ ﺍﻟْﻤُﻘَﻔَّﻊَ، ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﺑْﻦَ ﻋُﻤَﺮَ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺤْﻴَﺘِﻪِ، ﻓَﻴَﻘْﻄَﻊُ ﻣَﺎ ﺯَﺍﺩَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﻒِّ ‏» ﻭَﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈَّﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠَّﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ‏»
                      • Telah menceritakan kepada kami Marwan bin Salim Al Muqaffa’, ia berkata; saya melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya dan memotong jenggot yang melebihi telapak tangan. 
                      • Dan ia berkata; dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berbuka beliau mengucapkan: 
                      • DZAHABADH DHAMAA`U WABTALLATIL ‘URUUQU WA TSABATAL AJRU IN SYAA-ALLAAH
                      • (Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah). 
                      • HR. Abu Daud no.2357. Dihasankan oleh Al-Albani

                      Dzikir Yang Paling Mulia: Lailahaillallah 

                      Dzikir Yang Paling Mulia: Lailahaillallah 

                      • Dari Jabir bin Abdillah ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: dzikir yang paling mulia ialah Lailahaillallah dan doa yang paling baik ialah Alhamdulillah” (HR. Al-Iman Ibnu Majah)

                      Disamping itu, dzikir Lailahaillallah mempunyai banyak fadhilah dan kelebihan antaranya ialah :

                      1. Pertama : Pengamal akan mendapat syafaat dari Rasulullah SAW, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang maksudnya :

                        “Dari Abu Hurairah Radiallahuanhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW yang akan mencapai kebahagiaan dan keuntungan melalui syafaatku ialah yang mengucap kalimat (Lailahaillallah dengan hati yang ikhlas” (HR. Al-iman Al-Bukhari).

                      2. Kedua : Mendapat jaminan masuk surga

                        Dari Zaid bin Argam Radiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : barang siapa yang mengucapkan Lailahaillallah dengan ikhlas, dia akan dimasukan ke dalam surga lalu ditanya kepada baginda : Bagaimana yang dimaksudkan dengan ikhlas itu : Rasulullah SAW bersabda: ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan yang haram” (HR. Al Imam Al-Taborani)

                      3. Ketiga : Tidak akan dimasukan ke dalam api neraka

                        Dari Umar Radiallahu anhu meriwayatkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya : “Aku mengetahui satu kalimat yang tidaklah seorang hamba pun yang mengucapkannya dan membenarkannya dengan hati kemudian ia mati dengannya melainkan haramlah ke atasnya neraka jahaman, kalimat ini Lailahaillallah” (HR. Al-Iman Al-Hakim).



                      Dzikir dan Doa Paling Utama: Alhamdulillah

                      Dzikir dan Doa Paling Utama: Alhamdulillah

                      • Lafaz ini adalah ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Rabb nya dengan memberikan pujian kepada-Nya. Lafaz ini juga di sunatkan di baca setelah sholat sebanyak 33 kali dan juga sebelum tidur 33 kali. Setelah bersin kita juga disunatkan mengucapkan Alhamdulillah (HR. Bukhari).
                      • Dari Jabir Bin Abdullah R.A berkata : “ Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda : “dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illaallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah”” (HR. Tirmidzi no.3305, IbnuMajah no.3790).
                      • Doa yang paling utama adalah Alhamdulillah. Doa merupakan ungkapan dzikir dan permohonan kepada Allah SWT untuk memenuhi hajat hamba-Nya. Kalimat Alhamdulillah telah memuat kedua unsur tersebut . Dzikir dan permohonan kepada Allah SWT. Seorang hamba membaca Alhamdulillah sejatinya tengah memuji Allah diatas limpahan nikmat-Nya. Memuji Allah atas limpahan nikmat-Nya secara tidak langsung berarti meminta tambahan nikmat. Allah SWT telah menjanjikan “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepada kalian…” (QS. Ibrahim (14) : 7 ).

                      Doa Para Malaikat

                      Doa Para Malaikat
                      • رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
                      • Rabbanaa wa-adkhilhum jannaati ‘adnillatii wa’adtahum waman shalaha min aabaa-ihim wa-azwaajihim wadzurrii-yaatihim innaka antal ‘aziizul hakiimu Waqihimussai-yi-aati waman taqissai-yi-aati yauma-idzin faqad rahimtahu wadzalika huwal fauzul ‘azhiimu
                      • Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Sebab orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, sungguh telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar.
                      • QS. Ghaafir 8-9

                      Dalam ayat ini juga terdapat doa yang dibaca oleh para malaikat. mereka semua bertasbih dengan men-sucikan Allah SWT dari segala kekurangan, juga memuji Allah SWT dengan menegaskan sifat-sifat yang pantas dipuji untuk-Nya.

                      wp-1513669195306..jpg

                      Inilah Dahsyatnya Kekuatan Doa Seorang Ibu Untuk Anaknya

                      Dahsyatnya Kekuatan Doa Seorang Ibu Untuk Anaknya

                      Suatu ketika ada yang bertanya kepada seorang ibu yang sudah ditinggal suaminya tetapi berhasil membesarkan 5 anaknya, mendidik dan menjadikan mereka semua menjadi manusia berakhlak dan sukses dunia akhirat Apa rahasia di balik keberhasilannya ?. Jawabnya adalah, doa yang tak henti henti dipanjatkan untuk anak-anaknya tersebut :

                      8 Doa Orangtua Untuk Anaknya

                      1. Allahummaj’al aulaadana kulluhum shaalihan wa thaa’atan. Yaa Allah jadikanlah anak-anak hamba orang yang sholehah dan shaleh yang taat beribadah kepadaMu.
                      2. Wa ummuruhum thowiilan. Panjangkanlah umurnya yang barakah.
                      3. War zuqhum waasi’an. Luaskan dan lapangkan rizkinya yang halal.
                      4. Wa ‘uquuluhum zakiyyan. Cerdaskan akalnya untuk kebaikan dunia dan akhirat.
                      5. Wa quluubuhum nuuran. Terangilah kalbunya untuk urusan agamaMu.
                      6. Wa ‘uluumuhum katsiiran naafi’an. Karuniakan ia ilmu yang bermanfaat untuk urusan kebaikkan dunia dan akhirat.
                      7. Wa jasaaduhum shihhatan wa ‘aafiyatan. Sehatkanlah jasmani dan rohaninya yang dengan itu memberikan ketenangan dalam melaksanakan ibadah hanya kepada-Mu.
                      8. Birahmatika yaa arhamar raahimiin. Dengan segala Rahmat-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

                      • Panjatkanlah doa di atas itu tiap habis shalat 5 waktu (dibaca minimal 3 kali)
                      • Karena doa orangtua termasuk doa yang terkabul, dan tidak memiliki penghalang menuju Allah
                      • Rasulullah SAW bersabda : ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ “Ada tiga macam doa yang mustajab, dan tidak ada keraguan di dalamnya. Yaitu : *doa orangtua, doa seorang musafir, dan doa orang yg terzalimi”* (HR. Al-Bukhari / Al-Adab, Al-Mufrad-32, Abu Dawud).

                      Doa Pilihan Bulan Puasa Ramadhan Hari 1- 15

                      Doa Pilihan Bulan Puasa Ramadhan Hari 1- 15

                      Doa Hari ke-1 Puasa Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ
                      • Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.
                      •  Artinya : ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, shalat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenar¬nya, bangunkan daku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa.”

                      Doa Hari ke-2 Puasa Ramadhan

                      • اَللَّهُمَ قَرّ ِ بْنِيْ فِيْهِ اِلَى مَرْضَاتِكَ وَجَنَّبْنِي فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَنَقِمَاتِكَ وَوَفِّقْنِي فِيْهِ لِقِرآئَةِ اَيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
                      • Allâhumma qarribnî fîhi ilâ mardhâtika wa jannibnî fîhi min sakhatika wa naqimâtika wa waffiqnî fîhi liqirâ-ati âyâtika birahmatika yâ arhamar râhimîn
                      • Artinya : Ya Allah! Mohon dekatkanlah aku kepada keridhaan-MU dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta alasan-MU. Mohon berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dari semua yang Pengasih!. Amiin

                      Doa Puasa Hari ke-3 Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنِ وَالتَّنْبِيْهِ وَبَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَالتَمْوِيْهِ وَاجْعَلْ لِي نَصِيْبًا مِنْ كُلِ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ بِجُوْدِكَ يَا اَجْوَدَ ْالآجْوَدِيْنَ 
                      • Allâhummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh wa bâ’idnî fîhi minas safâhati wattamwîh waj’al lî nashîban min kulli khairin tunzilu fîhi bijûdika yâ ajwadal ajwadîn
                      • Artinya : ya Allah! Mohon berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan. dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Anugerahkanlah kepadaku bagian dari segala kebaikan yang ENGKAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua yang dermawan!. Amiin

                      Doa Puasa Hari ke-4 Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ
                      • ALLAHUMMA QAWWINII FIIHI ‘ALAA IQOOMATI AMRIKA WA ADZIQNII FIIHI HALAAWATA DZIKRIKA WA AUDZI’NII FIIHI LI ADAAI SYUKRIKA BIKARAMIKA WAHFAZHNII FIIHI BIHIFZHIKA WA SITRIKA YAA ABSHARAN-NAAZHIRIIN
                      • Artinya : ”Ya Allah! Mohon berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU. Mohon berilah aku kekuatan untuk bersyukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat”.

                      Doa Puasa Ramadhan Hari ke-5

                      • اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
                      • Allâhummaj’alnî fîhi minal mustaghfirîn waj’alnî fîhi min ‘ibâdikas shâlihîn al qânitîn waj’alnî fîhi min awliyâ-ikalmuqarrabîn bira’fatika yâ arhamarrâhimî
                      • Artinya : “Ya Allah! Mohon jadikanlah di bulan ini aku termasuk diantara orang-orang yang memohon ampunan (beristighfar), dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang saleh dan setia serta mohon jadikanlah aku diantara Auliya’- MU yang dekat disisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih”.

                      Doa Hari ke-6 Puasa Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ
                      • Allâhumma lâ takhdzulnî fîhi lita’arrudhi ma’shiyatika wa lâ tadhribnî bisiyâthi naqimatika wa zahzihnî fîhi min mûjibâti sakhatika bimannika wa ayâdîka yâ muntahâ raghbatirrâghibîn
                      • Artinya : “Ya Allah! Janganlah Engkau hinakan aku di bulan ini karena perbuatan maksiatku terhadap-MU, dan janganlah Engkau cambuk aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-MU, dengan kelembutan dan ketinggian rahmat-Mu, Wahai pegangan terakhir orang-orang yang berkeinginan!”

                      Doa Puasa Ramadhan Hari ke-7

                      • اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ
                      • Allâhumma a’innî fîhi ‘alâ shiyâmihi wa qiyâmihi wa jannibnî fîhi min hafawâtihi wa âtsâmihi warzuqnî fîhi dzikrika bidawâmihi bitaufîqika Yâ hâdiyal mudhillîn
                      • Artinya : “Ya Allah, bantulah aku untuk berpuasa dan shalat malam serta jauhkan aku dari kesia-siaan dan perbuatan dosa. Anugrahi aku di dalamnya dengan dawamnya ingat pada-Mu dengan taufik-Mu wahai yang menunjuki orang tersesat”.

                      Doa Hari ke-8 Puasa Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ
                      • Allâhummarzuqnî fîhi rahmatal aytâm wa it’âmitha’âm wa ifsyâis salâm wa suhbatil kirâm bithawlika yâ malja-al âmilîn 
                      • Artinya : “Ya Allah, anugrahilah kepada kami rasa sayang terhadap anak-anak yatim dan suka memberi makan (orang miskin) serta menyebarkan kedamaian dan bergaul dengan orang-orang mulia dengan kemurahanmu wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap”

                      Doa Puasa Hari ke-9 Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ
                      • Allâhummaj’allî fîhi nashîban min rahmatikal wâsi’ah wahdinî fîhi libarâhînikas sâthi’ah wa khudz binâshiyatî ilâ mardhâtikal jâmi’ah bimahabbatika yâ amalal musytâqîn
                      • Artinya : “Ya Allah! Anugerahilah untukku sebagian dari rahmat-MU yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran- ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada keridhaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang merindu.”

                      Doa Puasa Hari ke-10 Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ
                      • Allâhummaj ‘alnî fîhi minal mutawakkilîn ‘alaika waj’alnî fîhi minal fâizîn ladaika waj’alnî fîhi minal muqarrabîn ilaika biiîhsânika yâ ghâyatat thâlibîn
                      • Artinya : “Ya Allah! Mohon jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang- orang yang menang disisi-MU, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-MU, dengan kebaikan-MU, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon”

                      Doa Hari ke-11 Puasa Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ
                      • Allâhumma habbib ilayya fîhil ihsan wa karrih fîhil fusûq wal ‘isyân wa harrim ‘alayya fîhis sakhatha wannîrân bi’aunika yâ ghiyâtsal mustaghîtsîn
                      • Artinya : ya Allah! Mohon tanamkanlah ke dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah ke dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Mohon jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan”.

                      Doa Puasa Ramadhan Hari ke-12

                      • اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ
                      • Allâhumma zayyinî fîhi bissitri wal ‘afâf wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf wa Wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu bi’ismatika ya ‘ismatal khâifîn
                      • Artinya : ya Allah, mohon hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri. Tuntunlah aku untuk senantiasa bersikap adil dan taat. Selamatkanlah aku dari segala sesuatu yang aku takuti. Dengan Perlindungan-MU, Wahai tempat bernaung bagi mereka yang ketakutan.

                      Doa Hari ke-13 Puasa Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ
                      • Allâhumma thahhirnî fîhi minaddanasi wal aqdzâr wa sabbirnî fîhi ‘ala kâinâtil aqdâri wawaffiqnî fîhi littuqâ wa suhbatil abrâr bi’aunika yâ qurrata ‘ainil masâkîn
                      • Artinya : ya Allah! Mohon sucikanlah diri kami di bulan ini dari segala nista dan perbuatan keji. Berilah aku kesabaran atas apa yang telah Engkau tetapkan. Anugerahkan kepada kami ketakwaan dan persahabatan dengan orang-orang yang baik dengan pertolongan-MU, Wahai cahaya hati orang-orang yang miskin

                      Doa Puasa Ramadhan Hari ke-14

                      • اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ
                      • Artinya : Ya Allah! Mohon Janganlah ENGKAU tuntut dari kami di bulan ini semua kesalahan yang aku lakukan. Hapuskan seluruh kesalahan dan kebodohanku. Hindarkan aku dari bencana dan malapetaka. Demi kemuliaan-MU, Wahai sandaran Kemulian kaum Muslimin

                      Doa Puasa Hari ke-15 Ramadhan

                      • اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ
                      • Allâhummar zuqnî fîhi thâ’atal khâsyi’în wasyrah fîhi shadrî bi inâbatil mukhbitîn biamânika yâ amânal khâifîn
                      • Artinya : Ya Allah, Mohon anugrahkan padaku di bulan ini dengan ketaatan orang-orang yang khusyu serta lapangkanlah dadaku dan dengan taubat orang-orang yang rendah diri. Dengan kekuatan-Mu. Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang ketakutan

                      Doa dan Tatacara Shalat Dhuha

                      Doa dan Tatacara Shalat Dhuha

                      Shalat dhuha adalah salat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari atau naik kurang lebih 7 hasta hingga terasa panas, sekitar jam 7 sampai jam 11, sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Sholat dhuha memiliki banyak manfaat. Salah satunya yaitu dapat merasa lapang dada dalam segala hal. Selain itu manfaat dari sholat dhuha yaitu membuka pintu rezeki. 

                      Adapun Jumlah minimal rakaat Shalat Dhuha adalah dua rakaat, Anda boleh saja mengerjakan empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, atau duabelas rakaat, atau tanpa batasan, karena semuanya memiliki pijakan dari sunnah Rasulullah . (Shalatul Mukmin: 1/449, Syarh Riyadhus Shalihin, Al-Utsaimin:

                      Dalil Shalat Dhuha empat rakaat hingga tanpa batasan  adalah hadits Aisyah s,

                      • عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ
                      • Dari Aisyah s beliau berkata, “Rasulullah n shalat Dhuha empat rakaat dan menambahnya sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Muslim)

                      Bacaan niat sholat dhuha. 

                      • أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَي رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ
                      • Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
                      • Artinya: ” Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”

                      Tata cara sholat dhuha

                      • Setelah membaca niat seperti yang telah tertulis diatas kemudian membaca takbir,Membaca doa IftitahMembaca surat al FatihahMembaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al LailRuku’ dan membaca tasbih tiga kaliI’tidal dan membaca bacaannyaSujud pertama dan membaca tasbih tiga kaliDuduk diantara dua sujud dan membaca bacaanyaSujud kedua dan membaca tasbih tiga kaliSetelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

                      DOA SHOLAT DHUHA

                      • اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
                      • ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.
                      • “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.” 

                      « Entri Lama Recent Entries »