Category Archives: Sejarah Islam

Sejarah Islam Di Bulan Ramadhan : Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:

1. Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun

2. Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.

3. Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.

4. Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.

5. Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,

6. keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.

Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Sejarah Islam di Bulan Ramadhan : Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:

1. Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun

2. Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.

3. Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.

4. Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.

5. Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,

6. keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.

Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Sejarah Islam Dunia: Awal Mula Bangsa Mongol Menerima Islam

Pada 1258 Masehi, Hulagu bersama kurang lebih 200 ribu pasukannya mengepung Baghdad. Kota tersebut digempur dan dibombardir sedemikian rupa hingga akhirnya pihak khalifah mengutus tokoh bernama Ibn Al-Alqami untuk menawarkan jalur perundingan. Tetapi, Hulagu Khan menolaknya.

Mongol menyerang Kota Baghdad pada 10 Februari 1258. Khalifah beserta 300 pejabat tinggi negara menyerah tanpa syarat. Sepuluh hari kemudian, mereka dibunuh, termasuk sebagian besar keluarga khalifah dan penduduk yang tak bersalah.
Serangan ke Baghdad, yang notabene merupakan pusat Kekhalifahan Abbasiyah, juga mengakibatkan musnahnya berbagai karya intelektual buah pemikiran para ilmuwan dan filsuf Muslim. Selain membantai, pasukan Mongol juga membakar fasilitas belajar, perpustakaan, serta menenggelamkan berbagai kitab penting kala itu.
Kendati merupakan sejarah kelam bagi Islam, tumpasnya Abbasiyah dan beberapa negeri Muslim lainnya menjadi pintu masuk penyebaran Islam terhadap bangsa Mongol. Seusai menguasai negeri Islam, bangsa Mongol pun hidup berdampingan dengan penduduk Muslim yang kala itu selamat dari peperangan.

Bangsa Mongol bergaul dengan penduduk Muslim dan mulai berkenalan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Hal tersebut menjadi titik awal dianutnya Islam oleh bangsa Mongol.
Sebelum mengenal Islam, bangsa Mongol merupakan penganut agama Syamaniyah, yakni kepercayaan menyembah bintang-bintang dan matahari terbit. Adapun nama Tuhan mereka, yaitu Tengri (sang langit biru yang kekal). Agama ini merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya.
Kendati mengakui adanya Tuhan, yakni Tengri, bangsa Mongol tidak terlalu mengagungkannya. Mereka justru memuja arwah-arwah, terutama arwah atau ruh yang dianggap jahat. Sebab, menurut mereka, arwah jahat memiliki kemampuan mendatangkan sebuah bencana. Oleh sebab itu, mereka memujanya agar terhindar dari petaka.
Namun, kepercayaan tersebut luruh setelah mereka melakukan invasi ke hampir seluruh negeri di dunia. Mereka seketika berkenalan dengan ajaran agama lain, salah satunya Islam.
Ghazan Khan (1295-1304) adalah seorang raja Kekaisaran Mongol yang beralih memeluk Islam. Sebelumnya, ia, yang telah mengenal beberapa ajaran agama selain Syamaniyah, merupakan penganut Buddha. Setelah menjadi Muslim, Ghazan Kan menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaannya.

Selain Ghazan Khan, tokoh Mongol lainnya, yakni Timur Lenk, juga seorang Muslim. Kendati berwatak kejam, Lenk dikenal pula sebagai seorang yang memberi perhatian terhadap perkembangan Islam.
Dianutnya Islam oleh raja-raja Mongol tersebut memberi dampak signifikan. Yakni, diserapnya Islam oleh segenap bangsa mereka

Pemerintahan Madinah, Pemerintahan Islam Pertama di Dunia

Pemerintahan Madinah, Pemerintahan Islam Pertama di Dunia

Pemerintahan Islam di Madinah sudah membentuk sistem pemerintahan daerah, hakim, dan politik luar negeri.

Sistem politik Islam memang berbeda dengan sistem-sistem politik lainnya. Satu hal yang paling penting dalam sistem politik Islam adalah bahwa kedaulatan itu tidak di tangan rakyat ataupun kepala negara (khalifah), tetapi di tangan syarak (aturan dan hukum Islam). Sementara itu, kekuasaan khalifah adalah untuk melaksanakan dan menerapkan hukum syariat Islam. Sistem pemerintahan Islam dimulai sejak zaman Rasulullah SAW. Semua pemikir Muslim sepakat bahwa Madinah merupakan contoh negara Islam pertama. Tugas Rasulullah SAW adalah memimpin masyarakat Islam sebagai utusan Allah SWT dan kepala negara Islam Madinah. Awal terbentuknya negara Islam Madinah bermula dari konflik antarklan Arab (suku Aus dan Khazraj) yang kerap terjadi di wilayah jazirah Arab. Konflik yang terjadi pada masa itu bukan disebabkan perebutan kekuasaan, melainkan karena perebutan sumber air yang terdapat di luar wilayah kekuasaan masing-masing. Bagi mereka, air adalah sumber kehidupan dan kekayaan. Sumber air yang diperebutkan bernama Bu’bs, lembah yang terletak tidak jauh dari Yatsrib (Madinah). Konflik yang terus berkepanjangan ini, membuat masyarakat Arab Yatsrib khawatir keamanan wilayah mereka terancam dari kemungkinan serangan musuh. Kekhawatiran dan rasa tidak aman ini membuat masyarakat Yatsrib merindukan figur seorang tokoh pemimpin yang adil dan mampu menegakkan peraturan yang dapat diterima semua pihak. Oleh sebab itu, suku Aus dan Khazraj terus berusaha mencari tokoh yang diharapkan. Baiat Aqabah

Pada tahun ke-11 kenabian, enam orang dari suku Khazraj bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di Aqabah, Mina. Pertemuan tersebut adalah pertemuan dua aspirasi. Di satu sisi, Nabi Muhammad SAW berharap Yatsrib dapat menjadi tempat tegaknya masyarakat yang berdasarkan Islam dan di sisi lain, masyarakat Arab Yatsrib melihat Nabi SAW sebagai individu yang diharapkan dapat menegakkan cita-cita keamanan, kedamaian, dan keadilan di Yatsrib. Hasil dari pertemuan itu, mereka semua masuk Islam. Dan, mereka berjanji akan mengajak penduduk Yatsrib untuk masuk Islam pula. Pada tahun berikutnya, 12 orang delegasi Yatsrib menemui Nabi SAW di tempat yang sama, Aqabah. Mereka terdiri atas sembilan orang suku Khazraj dan tiga orang suku Aus. Selain masuk Islam, mereka bersumpah di hadapan Nabi SAW. Perjanjian ini dikenal dengan Baiat Aqabah pertama. Dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah SWT, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak keturunan, tidak akan menyebar fitnah, dan tidak akan mengabaikan kebenaran. Kemudian, pada tahun berikutnya, orang-orang Yatsrib ini kembali menemui Nabi SAW di Aqabah. Namun, kali ini mereka datang dalam jumlah besar, yakni sebanyak 74 orang, terdiri atas 71 orang laki-laki dan dua orang perempuan. Dalam rombongan besar ini terdapat semua orang yang telah menemui Nabi SAW pada dua gelombang sebelumnya. Dalam kesempatan ini, terjadilah perjanjian antara mereka dan Nabi, yang dikenal dengan Baiat Aqabah kedua. Kedua baiat ini, menurut Munawwir Sadjali dalam bukunya Islam dan Tata Negara, merupakan batu pertama bangunan negara Islam. Baiat tersebut merupakan janji setia beberapa penduduk Yatsrib kepada Rasulullah SAW, yang merupakan bukti pengakuan atas Muhammad sebagai pemimpin, bukan hanya sebagai Rasul. Sebab, pengakuan sebagai Rasulullah tidak melalui baiat melainkan melalui syahadat. Dengan dua baiat ini, Rasulullah SAW telah memiliki pendukung yang terbukti sangat berperan dalam tegaknya negara Islam yang pertama di Madinah. Atas dasar baiat ini pula, Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk hijrah ke Yatsrib. Dan, beberapa waktu kemudian Rasulullah SAW sendiri ikut hijrah dan bergabung dengan mereka di Yatsrib. Piagam Madinah
Umat Islam memulai hidup bernegara setelah Rasulullah SAW hijrah ke Yatsrib, yang kemudian berubah menjadi Madinah. Di kota ini, Rasulullah SAW segera meletakkan dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru di bawah pimpinan beliau. Masyarakat baru ini merupakan masyarakat majemuk, yang terdiri atas tiga golongan penduduk. Pertama, kaum Muslimin yang terdiri atas kaum Muhajirin dan Ansar ini adalah kelompok mayoritas. Kedua, kaum musyrikin, yaitu orang-orang suku Aus dan Khazraj yang belum masuk Islam, kelompok ini minoritas. Ketiga, kaum Yahudi yang terdiri atas tiga kelompok. Satu kelompok tinggal di dalam kota Madinah, yaitu Bani Qainuqa. Dua kelompok lainnya tinggal di luar kota Madinah, yaitu Bani Nadir dan Bani Quraizah. Setelah sekitar dua tahun berhijrah, Rasulullah SAW mengumumkan tentang peraturan dan hubungan antarkomunitas di Madinah. Pengumuman ini dikenal dengan nama Piagam Madinah. Piagam ini merupakan undang-undang untuk pengaturan sistem politik dan sosial masyarakat Islam dan hubungannya dengan umat yang lain. Piagam inilah yang dianggap sebagai konstitusi negara tertulis pertama di dunia. Piagam Madinah ini adalah konstitusi negara yang berasaskan Islam dan disusun sesuai dengan syariat Islam. Sebagai kepala negara, Rasulullah menyadari akan arti pengembangan sumber daya manusia melalui penanaman akidah dan ketaatan kepada syariat Islam. Beliau membangun masjid yang dijadikan sebagai sentra pembinaan umat. Di berbagai bidang kehidupan, Rasulullah SAW melakukan pengaturan sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT. Di bidang pemerintahan, sebagai kepala pemerintahan, beliau mengangkat beberapa sahabat untuk menjalankan beberapa fungsi yang diperlukan agar manajemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. Rasul SAW mengangkat Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab sebagai wazir (menteri). Juga, mengangkat beberapa sahabat yang lain sebagai pemimpin di sejumlah wilayah kekuasaan Islam, di antaranya Muaz bin Jabal sebagai gubernur di Yaman. Selain itu, sebagai kepala negara, Rasulullah SAW juga melaksanakan hubungan dengan negara-negara lain. Menurut Tahir Azhari dalam bukunya Negara Hukum, Rasulullah SAW mengirimkan sekitar 30 buah surat kepada kepala negara lain, di antaranya kepada Almuqauqis raja negeri Mesir, Kisra penguasa Persia, dan Kaisar Heraklius penguasa Romawi. Dalam surat yang dikirim tersebut, Nabi mengajak mereka masuk Islam. Sehingga, bisa dikatakan politik luar negeri negara Islam Madinah saat itu adalah dakwah semata. Bila mereka tidak bersedia masuk Islam, diminta untuk tunduk dan bila tidak mau juga, barulah negara tersebut diperangi.

Islam Di Afrika, Masuk Bukan Karena Misi Penaklukan.

wp-1518774538770..jpgIslam Di Afrika, Masuk Bukan Karena Misi Penaklukan.

wp-1518774463184..jpgIslam telah mulai dikenal di Afrika pada awal masa berkembangnya, yaitu pada peristiwa hijrah pertama ke Habsyah (Abisinia). Menurut kepercayaan umat Islam, raja Ashamah bin Abjar dan beberapa pengawalnya memeluk agama Islam, setelah mendapatkan keterangan dari para Sahabat Nabi yang hijrah tersebut.

Pada saat ini, Islam merupakan salah satu agama terbesar di Afrika, dengan jumlah penganut kira-kira sebanyak 460 juta jiwa (Friedenthal, 2014). Dari jumlah tersebut, sekitar setengahnya tinggal di wilayah Arab Maghribi di Afrika Utara, yaitu di negara-negara Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, dan wilayah Sahara Barat. Komunitas kaum Muslim juga dapat ditemukan tersebar di setiap negara di kawasan Afrika Sub-Sahara. Jumlah penganut Islam diperkirakan masih terus berkembang dengan pesat di Afrika, baik karena aktivitas dakwah maupun pertumbuhan penduduk yang tinggi di komunitas mereka

Agama Islam tersebar secara berkelanjutan di Afrika pada masa Kekhalifahan Rasyidin, dan masuk melalui wilayah-wilayah Mesir, Nubia, Ethiopia, serta Afrika Utara lainnya. Pada awal masuknya Islam di Mesir, penduduk Koptik memberikan dukungan karena pasukan Muslim membebaskan mereka dari tekanan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, para panglima Amru bin Ash dan Uqbah bin Nafi memimpin pasukan Muslim hingga Libya, yaitu pada sekitar tahun 21 H. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, para panglima Abdullah bin Abi Sarh dan Abdullah bin Zubair melanjutkan hingga ke Tunisia, dengan mengalahkan pasukan Bizantium (25 H) dan Berber (33 H).

Pada masa Kekhalifahan Umayyah, terjadi beberapa kali pemberontakan Berber di wilayah Afrika Utara, yang berhasil dipadamkan antara lain oleh para panglima Muawiyyah bin Hudaij, Uqbah bin Nafi, Abu Muhajir bin Dinar, Zuhair bin Qais, Hasan bin Nu’man, Musa bin Nusair, dan Thariq bin Ziyad.

Penyebaran Islam kemudian tersebar lebih jauh lagi dengan melintasi Gurun Sahara, terutama oleh kaum Murabithun yang pada abad ke-11 menaklukkan Maroko, Ghana, dan daerah-daerah lainnya. Selanjutnya kaum Muwahiddun melanjutkan ke Afrika Barat dan Afrika Tengah sampai pada 541 H. Setelah itu timbullah kerajaan-kerajaan Islam yang didirikan oleh suku-suku penduduk asli pedalaman Afrika di Mali, Chad, Sudan, Nubia, Somalia, Zanzibar, Malawi, Kongo, dan Mozambik yang terus melanjutkan penyebaran agama Islam melalui dakwah dan pedagangan pada abad-abad selanjutnya

Islam Di Afrika, Masuk Bukan Misi Penaklukan.

Guru besar sejarah arsitektur dari Universitas California Berkeley, AS, Ne zar al-Sayyad, mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mendorong bangsa Arab melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah lainnya. Antara lain untuk menjalankan misi Ilahiah dalam menyebar kan syiar Islam, memelihara kekuasaan politik di bawah kontrol kelompok elite Arab, serta mendapatkan keuntungan dari sumber daya alam di tanah yang telah ditaklukkan.

Kendati demikian, ekspansi oleh bangsa Arab tidak selalu menghadapi konfrontasi di wilayah-wilayah yang mereka taklukkan. Seperti di Damaskus dan Sisilia, dominasi bangsa Arab di sana justru membawa dampak yang jauh lebih positif dibandingkan eksploitasi yang kerap dilakukan oleh rezim Bizantium (Ro mawi Timur) pada masa-masa sebe lumnya.

Sebaliknya, penetrasi Islam di wila yah Sub-Sahara Afrika yang terjadi seki tar abad ke-9, justru bukan melalui misi penaklukan. Melainkan karena adanya hubungan perdagangan. Pada zaman itu, wilayah tersebut memang termasuk salah satu kawasan yang lazim dilintasi oleh para kafilah dagang.

Al-Sayyad men jelaskan, ada dua rute perdagangan yang ikut membentuk pengaruh Islam di Afrika Barat. Yang pertama adalah jalur yang menghubungkan negeri-ne geri Maghribi (Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya) dengan pusat-pusat perdagangan emas Berber-Afrika seperti negeri Soninke (Ghana sekarang).

Jalur perdagangan lainnya adalah rute timur yang menghubungkan Sudan Tengah, Kanem, Bornu, serta negaranegara Hausa dengan Libya, Tunisia, dan Mesir. Meskipun terdiri dari berbagai daerah dan etnis, tapi salah satu faktor pemersatu Islam di Afrika adalah dominasi mazhab Maliki—yang kebanyakan diikuti oleh masyarakat Maghribi.

Referensi

  • Riswanto, Arif Munandar (2010-05-06). Khazanah Buku Pintar Islam 1 (dalam bahasa Inggris). Mizan
  • Pustaka.M. Hasbi Ash Shiddieqy (2000). Tafsir al-Qur’anul Majid an-Nuur: Surat 5-10. Pustaka Rizki Putra.Friedentha
  • l, Lora (2014-09-29). Religions of Africa (dalam bahasa Inggris). Simon and Schuster. ISBN 97814222889
  • 24.MA, Prof DR H. Abuddin Nata (2015-02-01). Studi Islam Komprehensif. Prenada Media. ISBN 9786028730860.Saleh, Qasim A.; Ibrahim, Muhammad A. (2014-01-01). Buku Pintar Sejarah Islam. Serambi Ilmu Semesta. ISBN 9786021791950.
  • Jayanya Islam di Afrika dan Sub Sahara Berkat Jasa Pedagang. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/18/04/11/p70qll313-jayanya-islam-di-afrika-dan-sub-sahara-berkat-jasa-pedagang

wp-1518774730456..jpg

3 Tempat Bersejarah Di Madinah Dalam Sejarah Islam Zaman Rasulullah

3 Tempat Bersejarah Di Madinah Dalam Sejarah Islam Zaman Rasulullah

  1. Sumur Aris (Bi’r Aris‎) Sumur Arys, Sumur Al-Khatam, Sumur Cincin atau Sumur Nabi adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di dekat Masjid Quba di sebelah baratnya. Sumur ini ditimbun pada akhir abad ke-14 Hijriah untuk perluasan jalan. Diriwayatkan bahwa Nabi duduk di tepi sumur ini sambil menyingkapkan betisnya dan kedua kaki dia dijulurkan ke dalam sumur. Lalu Abu Musa Al-Asy’ari berdiri menjaganya, maka datanglah Abu Bakar dan meminta izin kepadanya. Nabi berkata kepada Abu Musa: Izinkan, dan berilah ia kabar gembira dengan surga. Abu Bakar pun duduk disebelah kanannya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Umar, dan Nabi pun berkata lagi: Izinkan dan berilah ia kabar gembira dengan surga. Lalu Umar duduk di sebelah kirinya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Utsman, kata Nabi: Izinkan dan berilah ia kabar gemb8ira dengan surga yang disertai dengan kekacauan yang akan menimpanya. Ustman pun duduk di hadapan mereka.
  2. Ar-Rauha adalah sebuah stasiun peristirahatan kafilah dan tempat Nabi Muhammad singgah ketika dalam perjalanan untuk menunaikan umrah, haji atau disaat jalan pulang dari sebagian pertempuran. Tempat ini memiliki banyak sejarah dari berbagai kejadian, dan tercatat di hadis-hadis Nabi serta disebutkan di buku-buku sirah. Ar-Rauha terletak 80 kilometer dari Madinah, dan merupakan stasiun kedua setelah Sayyalah, yang merupakan stasiun kafilah yang berada di luar Madinah. Ar-Rauha adalah sebuah wadi (lembah) sepanjang 25 kilometer, dimulai dari Sayyalah dan berakhir di daerah yang dinamakan Syaraf ar-Rauha. Wadi Ar-Rauha. Wadi Ar-Rauha adalah salah satu wadi yang ada di Madinah, terletak di antara Makkah dan Madinah, di wadi ini terdapat Sumur Ar-Rauha, di mana Nabi Muhammad singgah ketika hendak menunaikan umrah, haji atau disaat pulang dari sebagian pertempuran. Syaraf Ar-Rauha dalah Daerah yang terletak di akhir Wadi Ar-Rauha dari arah barat, terletak di dataran tinggi dan dapat melihat seluruh Wadi Ar-Rauha, di daerah ini terdapat Masjid dan Sumur Ar-Rauha.
  3. Sumur Utsman atau Sumur Rumah adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di sekitar Wadi al-Aqiq di daerah Azhari, yaitu kurang lebih 3,5 kilometer dari Masjid Nabawi atau sekitar 1 kilometer dari Masjid Qiblatain. Sumur ini sekarang berada di bawah tanggungjawab Kantor Pengairan dan Pertanian. Ketika Nabi mulai masuk Madinah, dia tidak mendapati air yang dapat digunakan selain air sumur Rumah. Tetapi sumur itu milik seorang Yahudi, dan tidak boleh seorang pun mengambilnya kecuali dengan membayarnya. Lalu Nabi berkata: Barangsiapa membeli sumur Rumah, lalu menjadikan gayungnya bersama-sama dengan gayung kaum muslimin untuk sebuah kebaikan, maka darinya ia akan mendapat pahala di surga. Maka didatangilah orang Yahudi itu oleh Utsman bin Affan, tetapi ia tidak ingin menjual seluruhnya, maka Utsman pun membelinya separuhnya dan diperuntukkan bagi kaum muslimin. Yahudi itu berkata: sehari buat kamu, dan sehari lagi menjadi hakku. Ketika giliran harinya Utsman, kaum muslimin pun mengambilnya untuk mencukupi kebutuhan mereka selama dua hari, hingga si Yahudi itu mengeluh: Engkau telah merusak hak sumurku ini. Lalu, Utsman pun akhirnya membeli separuh sisanya lagi, dan diperuntukkan bagi orang-orang kaya, miskin dan yang sedang dalam perjalanan.

4 Tempat Bersejarah dan Tujuan Wisata Di Arafah

4 Tempat Bersejarah dan Tujuan Wisata Di Arafah

  • Jabal Rahmah. Bukit kecil yang terletak di bagian timur Arafah, dinamai Jabal Rahmah karena kasih sayang Allah SWT kepada seluruh hambanya. Dinamai juga an-Nabitah yang berarti tertanam, seolah-olah bukit ini tertanam di bumi. Dinamai juga Jabal ad-Du’a (Gunung Pengharapan). Di bawah kaki bukit tersebut terdapat bebatuan besar dan terjal. Ketinggian bukit ini sekitar 65 meter, panjang lingkaran 640 meter, lebar sebelah timur 170 meter, lebar sebelah barat 100 meter, panjang sebelah utara 200 meter, panjang sebelah selatan 17 meter, tinggi dari permukaan laut 132 meter. Bukit ini berada di antara Jalan Nomor 7 dan 8, kurang lebih dari 1,5 kilometer dari arah Masjid Namirah. Di bagian puncaknya dikelilingi dinding dengan ukuran 57 sentimeter, di tengahnya terdapat teras tinggi (dekkah) sekitar 40 sentimeter. Sedangkan, di bagian bawah masjid ini terdapat Masjid Shakhrat, di sana terdapat mata air Zubaidah yang menyemprotkan air dengan ketinggian empat meter, berfungsi sebagai penyejuk udara di sekitar lokasi. Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Makkah. Sesuai dengan namanya, jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang. Sesuai namanya, bukit ini diyakini sebagai pertemuan antarar Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari Syurga oleh Allah SWT. Selama bertahun-tahun Nabi Adam dan Siti Hawa setelah melakukan kesalahan memakan buah khuldi yang terlarang diturunkan oleh Allah ke dunia. Berdasarkan kajian para Ulama, dilasir dari ‘Haji dari Masa ke Masa’, kemungkinan Nabi Adam diturunkan di negeri India, sedangkan Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah SWT mereka dipertemukan di Puncak Bukit Jabal Rahmah ini. Setelah pertemuan tersebut, Nabi Adam dan Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunannya sampai sekarang. Jabal Rahmah sendiri merupakan bukit batu. Tingginya hanya sekitar 70 meter dan bisa dinaiki melewati batu-batuan terjal. Perjalanan dari bawah kaki bukit hingga sampai ke monumen Adam dan Hawa biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja. Di Puncak Jabal Rahmah, saat ini dibangun sebuah monumen dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya delapan meter. Menuju puncak bukit ini, dibangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk mencapainya. Infrasktruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 anak tangga menuju puncak Jabal Rahmah. Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam Al Quran surah Al Maidah ayat 3, “…Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Meski Ulama Saudi sendiri sudah menegaskan berziarah ke Jabal Rahmah bukanlah hal yang disunnahkan apalagi diwajibkan, nyatanya banyak peziarah berdatangan dan berdoa menengadahkan tangan di sana saat wukuf. Jamaah haji dari berbagai dunia termasuk Indonesia, selain memadati bukit ini saat wukuf 9 Dzulhijjah. Tidak sedikit mereka menulis nama-nama agar diberikan kelancaran jodoh dan dan kelanggengan pasangan. Selain itu, tempat ini juga digunakan untuk bermunajat dan berdo’a, serta sebagai tempat wisata sejarah dan keislaman. Di sini juga terdapat pedagang suvenir berbagai barang, mulai batu cincin, peci, tasbih, sorban dan pernak-pernik lain. Umumnya para pedagang ini adalah para pendatang yang berasal dari Afrika. Di lokasi Jabal Rahmah ini juga terdapat unta bagi para wisatawan yang ingin mencoba menaiki unta. Para pemilik unta akan mendatangi para wisatawan untuk menawarkan unta mereka sambil befoto. Tarif menaiki unta ini anta lima sampai 10 real.
  • Masjid Namirah. Masjid Namirah pada mulanya adalah sebuah masjid kecil yang dinamai Masjid Arafah atau Masjid Ibrahim. Masjid ini pernah menjadi tempat shalat oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Dinamai Namirah atau Namrah, dinisbatkan kepada sebuah gunung yang berada di sebelah barat masjid. Pada saat itu Rasulullah SAW membangun kemah. Setelah tergelincir matahari, beliau berpindah ke lembah Uranah untuk berkhutbah dan melakukan shalat Zhuhur dan Ashar di sana. Selanjutnya, beliau berkhutbah di masjid yang terletak di perbatasan tanah Arafah dan tanah di luar Arafah (hanya bagian belakangnya saja yang termasuk Padang Arafah, sedangkan bagian depan Masjid Namirah bukan bagian dari Arafah). Sejarah mencatat, perluasan masjid dilakukan secara terus-menerus. Pada masa Pemerintahan Raja Qatyinbay 873-901 Hijriyah, masjid ini diperluas dan terus direnovasi. Sampai kini, masjid tersebut dapat menampung 350 ribu jamaah. Luas area masjid sekitar 124 ribu meter persegi. Bagian belakang masjid ini terdiri atas dua lantai, luasnya sekitar 27 ribu meter persegi. Masjid ini mempunyai enam menara, masing-masing berketinggian 60 meter dan mempunyai tiga kubah, 10 jalan masuk utama, 64 buah pintu, serta terdapat sekitar 1.000 kamar mandi dan toilet.
  • Wadi Uranah Lokasi lembah berada di perbatasan antara tanah Arafah dan di luar Arafah. Tepatnya di sebelah barat Arafah. Lembah ini menjadi lokasi Khutbah Wada.
  • Masjid Shukhairat. Letaknya di kaki Jabal rahmah. Sebelah kanan jalan naik menuju puncaknya. Di sinilah tempat Rasulullah SAW wukuf di Arafah. Lokasi ini merupakan tempat berhentinya unta Quswa milik Rasulullah SAW. Beliau menghadap ke arah kiblat sampai terbenam matahari, lalu bergerak ke arah Muzdalifah.

Sejarah Islam Masa Khulafaur Rasyidin

Sejarah Islam Masa Khulafaur Rasyidin

632 M – Wafatnya Nabi Muhammad dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah. Usamah bin Zaid memimpin ekspedisi ke Syria. Perang terhadap orang yang murtad yaitu Bani Tamim dan Musailamah al-Kadzab.
633 M – Pengumpulan Al Quran dimulai.
634 M – Wafatnya Abu Bakar. Umar bin Khatab diangkat menjadi khalifah. Penaklukan Damaskus.
636 M – Peperangan di Ajnadin atas tentara Romawi sehingga Syria, Mesopotamia, dan Palestina dapat ditaklukkan. Peperangan dan penaklukan Kadisia atas tentara Persia.
638 M – Penaklukan Baitulmuqaddis oleh tentara Islam. Peperangan dan penkalukan Jalula atas Persia.
639 M – Penaklukan Madain, kerajaan Persia.
640 M – Kerajaan Islam Madinah mulai membuat mata uang Islam. Tentara Islam megepung kota Alfarma, Mesir dan menaklukkannya.
641 M – Penaklukan Mesir
642 M – Penaklukan Nahawand, kerajaan Persia dan Penaklukan Persia secara keseluruhan.
644 M – Umar bin Khatab mati syahid akibat dibunuh. Utsman bin Affan menjadi khalifah.
645 M – Cyprus ditaklukkan.
646 M – Penyerangan Byzantium di kota Iskandariyah Mesir.
647 M – Angkatan Tentara Laut Islam didirikan & diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut melawan angkatan laut Byzantium.
648 M – Pemberontakan menentang pemerintahan Utsman bin Affan.
656 M – Utsman mati akibat dibunuh. Ali bin Abi Talib dilantik menjadi khalifah. Terjadinya Perang Jamal.
657 M – Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah. Perang Siffin meletus.
659 M – Ali bin Abi Thalib menyerang kembali Hijaz dan Yaman dari Muawiyah. Muawiyah menyatakan dirinya sebagai khalifah Damaskus.
661 M – Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Pemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (Cucu Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Umat Islam menggantikan Ali bin Abi Thalib.
661 M – Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, 2 kelompok besar pasukan Islam yaitu Pasukan Khalifah Hasan di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damsyik telah siap untuk memulai suatu pertempuran besar. Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rancangan perdamaian kepada Khalifah Hasan yang kemudian dengan pertimbangan persatuan Umat Islam, rancangan perdamaian Muawiyah ini diterima secara bersyarat oleh Khalifah Hasan dan kekhalifahan diserahkan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. Tahun itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Perdamaian/Persatuan Umat (Aam Jamaah) dalam sejarah Umat Islam. Sejak saat itu Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan sistem Kerajaan Islam yang pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) yang dilakukan secara turun temurun (Daulah Umayyah) dari Daulah Umayyah ini kemudian berlanjut kepada Kerajaan-Kerajaan Islam selanjutnya seperti Daulah Abbasiyah, Fatimiyyah, Usmaniyah dan lain-lain.

KRONOLOGIS SEJARAH ISLAM DI DUNIA DARI ABAD KE ABAD

Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi sampai dengan sekarang.

KRONOLOGIS SEJARAH ISLAM DI SUNIA DARI ABAD KE ABAD

  • 1243 M – Bangsa Turki yang hidup secara nomad menetap secara tetap di Asia Kecil.
  • 1299 M – Sebuah wilayah pemerintahan kecil Turki di bawah Turki Seljuk didirikan di barat Anatolia.
  • 1301 M – Osman I menyatakan dirinya sebagai sultan. Berdirinya Kerajaan Turki Usmani.
  • 1345 M – Turki Seljuk menyeberangi Selat Bosporus.
  • 1389 M – Tentara Utsmani menewaskan tentara Serb di Kosovo.
  • 1401 M – Sultan Muhammad I mengirim satu regu utusan dakwah ke pulau Jawa yang dikenal dengan Wali Songo, Surat Perintah Khalifah tersebut saat ini masih tersimpan di Museum Leiden Belanda
  • 1402 M – Timurlane, Raja Tartar (Mongol) menumpaskan tentera Uthmaniyyah di Ankara.
  • 1451 M – Sultan Muhammad al-Fatih menjadi pemerintah.
  • 1453 M – Konstantinopel ditaklukkan oleh tentara Islam pimpinan Sultan Muhammad al-Fatih. Berakhirnya Kerajaan Byzantium.
  • 1475 M – setelah 75 tahun dan melalui pengiriman bertahap regu dakwah Wali Songo ke pulau Jawa hingga 5 angkatan, termasuk Raden Fattah, akhirnya Kekhalifahan Turki Utsmani berhasil membidani berdirinya Kesultanan Demak Bintoro sebagai Kerajaan Islam pertama di pulau jawa dan sebagai perpanjangan amanah khalifah untuk dakwah di pulau Jawa. Seluruh Surat Keputusan dan Surat Perintah Sultan masih tersimpan di Museum Leiden Belanda
  • 1520 M – Sultan Sulaiman al-Qanuni dilantik menjadi sultan.
  • 1526 M – Perang Mohacs1529 M – Serangan dan kepungan ke atas Vienna.
  • 1571 M – Perang Lepanto terjadi.1641 M – Pemerintahan Sultan Muhammad IV1683 M – Serangan dan kepungan ke atas Vienna untuk yang kedua kalinya.1687 M – Sultan Muhammad IV meninggal dunia.
  • 1703 M – Pembaharuan kebudayaan di bawah Sultan Ahmed III.
  • 1774 M – Perjanjian Kucuk Kaynarca.
  • 1792 M – Perjanjian Jassy.1793 M – Sultan Selim III mengumumkan “Pentadbiran Baru”.
  • 1798 M – Napoleon mencoba untuk menaklukkan Mesir.
  • 1804 M – Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia pertama.1815 M – Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia kedua.
  • 1822 M – Bermulanya perang kemerdekaan Greece.
  • 1826 M – Pembunuhan massal tentara elit Janissari. Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di Navarino.
  • 1829 M – Perjanjian Adrianople.
  • 1830 M – Berakhirnya perang kemerdekaan Greece.
  • 1841 M – Konvensyen Selat.
  • 1853 M – Dimulainya Perang Crimea.
  • 1856 M – Berakhirnya Perang Crimea.
  • 1878 M – Kongres Berlin. Serbia dan Montenegro diberi kemerdekaan. Bulgaria diberi kuasa autonomi.
  • 1912 M – Perang Balkan pertama.1913 M – Perang Balkan kedua.
  • 1914 M – Kerajaan Turki Utsmani memasuki Perang Dunia I sebagai sekutu kuasa tengah.
  • 1919 M – Mustafa Kemal Atatürk mendarat di Samsun.
  • 1923 M – Sistem kesultanan dihapuskan. Turki menyatakan sebagai sebuah Republik.
  • 1924 M – Khalifah dihapus. Berakhirnya pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani.

Tanda Tanda MUSLIM Akan Mendominasi Eropa dan Dunia Di Masa Depan

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman,

  • وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ ڪَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَہُمُ ٱلَّذِى ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّہُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنً۬ا‌ۚ يَعۡبُدُونَنِى لَا يُشۡرِكُونَ بِى شَيۡـًٔ۬ا‌ۚ وَمَن ڪَفَرَ بَعۡدَ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ Artinya, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang salih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur [24] ayat 55).

Apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya di atas adalah suatu masa yang sangat diimpi-impikan oleh segenap umat Islam tampaknya sudah mulai nampak tanda tandanya. hal ini dapat dilihat perkembangan umat muslim di Eropa dan Amerika meningkat sangat pesat. Islam telah menjadi agama dengan pertumbuhan pemeluk yang sangat cepat di beberapa negara Eropa. Disaat maraknya aksi anti-islam di dunia barat, justru membuat Islam semakin kuat tumbuh wilayah minoritas. Meski saat ini, umat Islam sedang dalam situasi sulit. Banyak akksi teorisme yang mengatasnamakan Islam, pada akhirnya membuat agama ini menjadi semakin buruk citranya di mata masyarakat barat. Namun, ditengah-tengah isu islamphobia, ternyata beberapa negara di Eropa memiliki jumlah populasi muslim yang semakim pesat

Fakta Peningkatan Muslim Yang Sangat Dahsyat

  • Setelah Jerman, Prancis juga memiliki populasi Muslim yang juga besar. Sebanyak 3,5 juta Muslim tinggal di Negara tersebut. Inggris juga menjadi negara yang memiliki populasi Muslim tinggi. Berdasarkan sensus Pemerintah Inggris terbaru, dikabarkan oleh Reuters, Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya di Inggris dan Wales. Dibanding agama lain, persentase peningkatan Muslimlah yang tertinggi. Sementara, agama mayoritas Inggris, Kristen, justru mengalami penurunan sangat besar dalam sensus nasional negara tersebut.
  • Sensus tersebut menyebutkan, selama satu dekade terakhir, peningkatan jumlah Muslim amat signifikan, yakni mencapai 80 persen. Pada 2001, Muslim Inggris hanya berjumlah 1,5 juta. Pada 2011, jumlahnya meningkat menjadi 2,7 juta jiwa. Saat ini, satu dari 20 orang di Inggris menganut agama Islam. Dengan angka tersebut, Islam merupakan agama non-Kristen terbesar di Inggris. Islam juga menduduki agama terbesar kedua setelah Kristen.
  • Vatikan sempat heboh karena seorang kardinal memublikasikan sebuah video bertajuk “Muslim Demographics”. Pasalnya, video yang juga heboh di Youtube tersebut menggambarkan populasi Muslim yang meningkat tajam di Eropa.
  • Negara Prancis bersama Harvard University AS mensponsori penelitian tentang Islam di Eropa. Keduanya membentuk “Euro-Islam” yang menampung banyak penelitian komparatif tentang Islam dan Muslim di Barat. Mereka pun menjadi sumber informasi bagi media, masyarakat, hingga politikus.
  • Perkembangan jumlah Muslim yang amat pesat tersebut, beragam simbol Islam pun bermunculan di Eropa. Masjid banyak berdiri di setiap negara, bahkan hampir di setiap ibu kota. Muslimah berjilbab berjalan nyaman di jalan-jalan meski beberapa negara masih melarangnya.

Hambatan Umat Muslim di Eropa

  • Seperti Muslim di benua lainnya, Muslim di Eropa juga menghadapi sejumlah tantangan yang harus mereka atasi. Di antaranya Islamofobia dan munculnya kebijakan-kebijakan yang dianggap berbau Islamofobia. Di dalamnya adalah soal cadar, pelarangan pembangunan masjid maupun menara masjid, dan diskriminasi.
  • Pada 29 November 2010 lalu, hasil referendum yang digelar di Swiss menyatakan dukungan terhadap larangan pembangunan menara masjid. Ini kemudian memantik perdebatan dan unjuk rasa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Umat Islam berunjuk rasa menentang pelarangan itu.
  • Terlepas dari soal menara masjid, Muslim di Eropa terus berupaya untuk membangun masjid sebagai sarana beribadah yang layak. Ini terjadi di Swedia, Prancis, Italia, Austria, Yunani, Jerman, dan Slovenia. Banyak juga yang menentang proyek pendirian masjid tersebut.
  • Di Athena, Yunani, Muslim harus menunggu puluhan tahun agar diizinkan mendirikan bangunan masjid. Pemerintah memang pernah menjanjikan, tetapi setelah beberapa pergantian pemerintah, janji itu tak kunjung mewujud. Belum lama ini, Pemerintah Yunani juga menjanjikan segera merealisasikan masjid di Athena.
  • Selama ini, Muslim di Athena menunaikan ibadah shalat di ruangan basement gedung. Selain soal masjid, isu lainnya adalah persoalan cadar. Sejumlah negara di Eropa menetapkan larangan cadar. Belgia dan Prancis, misalnya, meloloskan aturan yang melarang penggunaan cadar di tempat-tempat umum.
  • Menurut mereka, cadar tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Eropa. Meski cadar tak diwajibkan dalam Islam, isu ini menjadi perhatian Muslim di Eropa. Menurut mereka kebijakan ini diskriminatif. Hal yang sama juga ditegaskan oleh kelompok pembela HAM.
  • Amnesty International melayangkan kecaman terhadap pelarangan cadar sebab langkah itu merupakan serangan terhadap kebebasan beragama. Philippe Hensmans dari Amnesty Belgium, menyatakan, pelarangan cadar di Belgia tak melalui pembicaraan nasional yang memadai dan tak jelas apakah itu bertentangan dengan konstitusi atau tidak.
  • Integrasi juga menjadi hal yang kini menjadi sorotan dari sejumlah kalangan di Eropa. Mereka yang gencar mengusung tema ini adalah kelompok sayap kanan. Muslim, yang kebanyakan adalah imigran, dianggap tak bisa berbaur dengan masyarakat di mana mereka tinggal.
  • Pemerintah Jerman gencar mendorong lahirnya integrasi. Mereka melakukan pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam. Tak hanya itu, mereka pun membina para imam masjid agar bisa berbahasa Jerman. Ada semacam kursus para imam yang kebanyakan menggunakan bahasa Turki itu.
  • Muslim juga mengupayakan berbaur dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka membuka masjid dan melakukan dialog antariman untuk saling mengenal dan memahami. Dengan demikian, masyarakat non-Muslim mengetahui apa sebenarnya Islam itu dan bagaimana Muslim menunaikan ibadahnya, misalnya shalat di masjid
  • Pada 29 November 2010 lalu, hasil referendum yang digelar di Swiss menyatakan dukungan terhadap larangan pembangunan menara masjid. Ini kemudian memantik perdebatan dan unjuk rasa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Umat Islam berunjuk rasa menentang pelarangan itu.
  • Terlepas dari soal menara masjid, Muslim di Eropa terus berupaya untuk membangun masjid sebagai sarana beribadah yang layak. Ini terjadi di Swedia, Prancis, Italia, Austria, Yunani, Jerman, dan Slovenia. Banyak juga yang menentang proyek pendirian masjid tersebut.
  • Di Athena, Yunani, Muslim harus menunggu puluhan tahun agar diizinkan mendirikan bangunan masjid. Pemerintah memang pernah menjanjikan, tetapi setelah beberapa pergantian pemerintah, janji itu tak kunjung mewujud. Belum lama ini, Pemerintah Yunani juga menjanjikan segera merealisasikan masjid di Athena.
  • Selama ini, Muslim di Athena menunaikan ibadah shalat di ruangan basement gedung. Selain soal masjid, isu lainnya adalah persoalan cadar. Sejumlah negara di Eropa menetapkan larangan cadar. Belgia dan Prancis, misalnya, meloloskan aturan yang melarang penggunaan cadar di tempat-tempat umum.
  • Menurut mereka, cadar tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Eropa. Meski cadar tak diwajibkan dalam Islam, isu ini menjadi perhatian Muslim di Eropa. Menurut mereka kebijakan ini diskriminatif. Hal yang sama juga ditegaskan oleh kelompok pembela HAM.
  • Amnesty International melayangkan kecaman terhadap pelarangan cadar sebab langkah itu merupakan serangan terhadap kebebasan beragama. Philippe Hensmans dari Amnesty Belgium, menyatakan, pelarangan cadar di Belgia tak melalui pembicaraan nasional yang memadai dan tak jelas apakah itu bertentangan dengan konstitusi atau tidak.
  • Integrasi juga menjadi hal yang kini menjadi sorotan dari sejumlah kalangan di Eropa. Mereka yang gencar mengusung tema ini adalah kelompok sayap kanan. Muslim, yang kebanyakan adalah imigran, dianggap tak bisa berbaur dengan masyarakat di mana mereka tinggal.
  • Pemerintah Jerman gencar mendorong lahirnya integrasi. Mereka melakukan pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam. Tak hanya itu, mereka pun membina para imam masjid agar bisa berbahasa Jerman. Ada semacam kursus para imam yang kebanyakan menggunakan bahasa Turki itu.
  • Muslim juga mengupayakan berbaur dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka membuka masjid dan melakukan dialog antariman untuk saling mengenal dan memahami. Dengan demikian, masyarakat non-Muslim mengetahui apa sebenarnya Islam itu dan bagaimana Muslim menunaikan ibadahnya, misalnya shalat di masjid
  • BBC menyebutkan, Islam dinilai sebagai agama yang paling cepat berkembang di Eropa. Islam juga masuk ke Eropa bersamaan dengan masuknya imigran. Kian banyaknya jumlah imigran membuat jumlah populasi Muslim di sana pun ikut terkerek. Di sisi lain, ada pula orang asli Eropa yang memeluk Islam.
  • Faith Matters mengungkapkan, tahun 2015 sebanyak 5.200 warga Inggris menjadi mualaf. Berdasarkan hasil survei, 56 persen mualaf itu merupakan warga kulit putih Inggris. Dari warga asli Inggris yang memeluk Islam itu, sebanyak 62 persen adalah perempuan. Mereka berasal dari kalangan muda, yakni berusia 27 tahun.
  • Ajmal Masroor, seorang imam masjid di London, Inggris, mengungkapkan sekitar tiga perempat mualaf adalah perempuan. Banyak orang mencari kedamaian spiritual. Mereka menemukan jawabannya dalam Islam. Perempuan, lebih mudah merenung dan mengambil langkah yang lebih serius, bahkan saat usia mereka masih muda.
  • Kondisi tersebut telah berlangsung sejak 20 tahun terakhir, terlebih lagi sejak peristiwa pengeboman menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001 di NewYork, Amerika Serikat.

Prediksi Jumlah Umat Islam Di Masa Depan

  • Islam diprediksi akan mendominasi Benua Biru tersebut. Bahkan, terdapat prediksi yang sangat mengagetkan, yakni dalam 39 tahun, Prancis akan menjadi negara Islam.
  • Sebuah Surat kabar terkemuka di Jerman “Die Welt” menyatakan bahwa di tahun 2070 jumlah umat Islam akan melebihi jumlah umat Kristiani di dunia. Dilansir Die Welt beberapa waktu lalu dari studi yang dilakukan Institute Pew Center di kota Washington mengenai agama-agama di dunia dalam 6 tahun terakhir dengan memperhitungkan perubahan darurat struktur penduduk mendapati bahwa populasi umat Muslim akan melebihi jumlah orang Kristen pada tahun 2070 mendatang. Pada tahun 2015 ini umat Kristiani masih menjadi agama yang banyak dianut penduduk dunia dengan pengikutnya mencapai 2,26 miliar orang, disusul kemudian umat Islam ditempat kedua dengan 1,57 Muslim.
  • Dalam penelitiannya Pew Center menjelaskan bahwa penambahan jumlah umat Muslim yang sangat signifikan ini didukung oleh apa yang disebut konsep “jihad demografi”, dengan 3,1 anak untuk setiap Muslimah. Jumlah yang sangat banyak jika dibandingkan wanita Jerman yang hanya memiliki rasio 1,3 anak.
  • Sementara itu, menurut Direktur Pew Center, Alan Cooperman, memprediksi bahwa sebanyak 106 juta orang Kristen berpindah keyakinan ataupun menjadi ateis di tahun 2050 mendatang. Populasi muslim diperkirakan akan meningkat dari 1,6 miliar orang (23% dari populasi dunia pada 2010) menjadi 2,76 miliar orang (30% dari populasi dunia) pada tahun 2050,” tulis Pew dalam laporan risetnya.
  • Meningkatnya populasi muslim di dunia itu juga akan dibarengi dengan persebaran yang berbeda dibandingkan saat ini. Jika sekarang Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan pemeluk Islam terbanyak, pada tahun 2050 India yang akan menjadi negara dengan pemeluk Islam terbanyak.
  • Indonesia hanya akan menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar ketiga setelah India dan Pakistan

Kisah Lengkap Abu Jahal Si Firaun Mekah Hingga Temui Ajal

Kisah Lengkap Abu Jahal Si Firaun Mekah Hingga Temui Ajal

Abu Jahal juga dikenal dengan Al-Hakam ibn Hisyam atau dikenal juga dengan Firaun Mekah. Orang Mekah umumnya mengenal pribadinya sebagai orang yang berwatak keras. Dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa ia memeiliki hati yang keras dan pendendam. Bukan hanya itu, wajahnya tampak kelam seakan penyakit hati dalam dirinya tak pernah sembuh. Orang yang bertemu dengannya pasti akan merasa takut dan miris, karena selain kedudukannya di kalangan kaum kafir Quraisy, juga karena wataknya yang galak dan berperangai buruk. Bahkan dari kemampuan face reader saja sudah bisa diketahui bahwa pandangan matanya yang tajam tampak menakutkan bagi kebanyakan orang. Ia juga sering mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Pokoknya, siapa saja yang telah mengenal perangainya pasti akan berusaha menjauhinya, kecuali para sahabatnya yang berwatak sama.
Profil Abu Jahal

  • Badannya tampak tak terlalu tegap dan tidak gagah, tapi sifatnya yang keras membuat banyak orang takut padanya. Tapi walau demikian, karena prilakunya yang buruk terhadap Islam, Nabi dan Sahabatnya sehingga ia harus berakhir di tangan 2 anak muda yang gagah berani dalam perang badar. 

Perlakuannya Al-Hakam ibn Hisyam pada Rasulullah saw.

  • Dalam hati Abu Jahal sebenarnya punya impian untuk menjadi pemuka bagi kaum Quraisy. Ia berharap bahwa suatu hari nanti bisa jadi pemimpin bagi kaumnya dan juga pemimpin kota Makkah. Tapi angan-angannya hanyalah impian semata karena Allah swt. tidak pernah meridhoi itu, bahkan hingga ajal menjemputnya pada perang Badar ia dihinakan oleh Allah swt.
  • Ketika Muhammad putra Abdullah mendapat tugas mulia untuk menjadi Nabi dan Rasul Allah swt. dan mengumumkan dakwahnya pada masyarakat Mekah kala itu, Abu Jahal yang dikenal dengan wataknya yang pendengki merasa bahwa impiannya untuk menjadi orang nomor satu di kalangan kaum Quraisy semakin jauh dari kenyataan. Kini, ia merasa bahwa kepempinan atas kota suci tidak akan jatuh ke tangannya, apalagi saat itu banyak sekali anggota keluarganya yang mempercayai ajaran Muhammad dan memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agama mereka yang baru, yang penuh dengan kebenaran dan kasih sayang. Dan mulai pada saat itu, sakit hatinya semakin menjadi-jadi setiap kali mengetahui kabar tentang keislaman penduduk Mekah.
  • Dikarenakan situasi tersebut, dalam kisah Abu Jahal ini, diketahui bahwa ia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan pasukan kafir, yakni kaum Quraisy yang bersepakat menghentikan dakwah Muhammad saw. yang mereka anggap mengancam eksistensi Tuhan mereka. Semenjak itu, Abu Jahal tanpa hentinya melakukan berbagai usaha dan upaya untuk menyakiti dan mencelakakan Muhammad beserta para pengikutnya. Di tambah lagi dengan kebiasaannya minum arak, sebagaimana kebiasaan yang banyak dilakukan pemuda Mekah kala itu, membuat hati dan pikirannya dipenuhi dengan kebencian.

Peran Abu Jahal terhadap penyiksaan budak-budak yang masuk Islam

  • Semenjak diproklamirkannya kerasulan Muhammad saw., suasana kota Mekah menjadi ‘panas’, di sana-sini terjadi penyiksaan, terutama pada kaum budak yang tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri dan penolong yang dapat membelanya.
  • Penduduk Mekah kala itu menyaksikan dengan jelas bagaimana para pemimpin mereka melakukan penyiksaan dan penindasan terhadap pengikut nabi Muhammad saw. Cuma satu tujuan mereka, yakni memaksa agar setiap orang yang telah murtad dari agama nenek moyang mereka, yakni menyembah berhala terkutuk, kembali dan meninggalkan agama Muhammad yang mereka anggap memecah-belah persaudaraan di antara mereka dan mengancam kedudukan mereka, ya karena ajaran Islam mengajarkan kesetaraan dan yang membedakan hanya Taqwa kita kepada Allah swt.
  • Salah satu kisah dari keluarga budak yang tak luput dari siksa majikannya adalah kelurga budak yang terdiri dari Yasir ibn Amir dari Yaman, dan istrinya Samiyyah bint Khayyath dan juga anaknya Ammar bin Yasir, mereka merupakan budak dari keluarga Bani Makhzum. Karena keputusan mereka memeluk Islam sebagai agama baru mereka, hingga akhirnya mendapat penyiksaan dari para pemuka Quraisy, termasuk di dalamnya Abu Jahal.
  • Dalam kisah dari Profil Abu Jahal ini dikisahkan bahwa pada suatu hari Abu Jahal mengunjungi tempat keluarga Makhzum yang mana di tempat itu dilakukan penyiksaan terhadap Yasir dan keluarganya. Abu Jahal terlihat senang sekali melihat meraka kesakitan sambil terbelunggu oleh rantai besi yang berat. Tubuh dari masing-masing budak itu terlihat lemas tak berdaya akibat beratnya siksa yang mereka derita. Di samping itu, majikannya juga sering memberikan siksaan yang tak manusiawi pada mereka, mereka bahkan sering dijemur di bawah terik panas matahri yang memanggang kulit. Terkadang pula mereka disiksa dengan diberi lempengan besi yang sangat panas di tubuh mereka sehingga tampak kulit mereka melepuh dan mengelupas.
  • Lalu apa yang bisa dilakukan oleh keluarga Yasir terhadap penyiksaan tersebut? Mereka tak bisa berbuat apa-apa karena status mereka sebagai budak yang tak mempunyai kuasa atas diri mereka sendiri. Bahkan Rasulullah saw. sewaktu melihat mereka disiksa tak bisa berbuat apa-apa (karena dalam aturan Jahiliyyah waktu itu sama sekali tak memungkinkan beliau melakukan tindakan apa-apa, selain karena jumlah umat Islam waktu itu masih sangat sedikit). Rasulullah saw. pun kala melihat keadaan pengikutnya tersebut memberikan kabar gembira berupa surga dengan bersabda, “ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir. Tempat kembali kalian adalah surga!”
  • Walau penyiksaan demi penyiksaan dilakukan oleh Abu Jahal dan keluarga Makhzum, tapi tetap saja keluarga Yasir tak bergeming sedikit pun untuk meninggalkan agama Muhammad. Hingga suatu ketika, ketika Abu Jahal berkata pada Samiyyah, istri Yasir, yang ketika itu sedang dipanggang di bawah terik panas matahari, di atas pasir yang panas, dengan kalimat “Kafirlah dari agama Muhammad. Hinalah dan campakkanlah Muhammad.!” Abu jalah berjanji bahwa jika ia kembali pada agama lamanya ia akan dibebaskan.
  • Namun apa yang terjadi.? Sikap Samiyyah semakin kukuh dalam keislamannya. Ia sama sekali tak tertarik dengan tawaran tersebut. Bahkan di tengah rintihannya tersebut ia masih bisa berucap dengan tegas bahwa “Tidak…. aku tidak akan kafir dari agama Muhammad. Ia adalah Nabi yang diutus Tuhan.!”
  • Jawaban Samiyyah tersebut seperti tamparan bagi Abu Jahal. Ternyata penyiksaan yang ia lakukan selama ini tak ada hasilnya. Samiyyah bahkan semakin keras menolak ancamannya. Hingga pada akhirnya… Abu Jahal kehilangan kendali, amarahnya memuncak, sehingga akhirnya ia tusukkan tombaknya (dalam keterangan lain disebutkan ‘belatinya’) pada perut wanita suci tersebut. Akhinya, darah suci pertama, yang disebut sebagai syahid pertama dalam Islam, tumpah membasahi pasir bumi Mekah.
  • Selanjutnya, kejadian demi kejadian terus terjadi. Sikap Abu Jahal yang memusuhi Islam kian menjadi-jadi. Sepertinya, kebenciannya tak akan sirna hingga ajalnya menjemput.
  • Berbagai usaha dilakukan oleh Abu Jahal agar orang-orang mau membenci Muhammad dan juga pada pengikut-pengikutnya. Ia sungguh ingin melihat Islam padam di bumi Mekah. Setiap mendengar kabar tentang kesilaman seseorang ia selau melakukan berbagai usaha untuk mengajak orang tersebut kembali pada agamanya, mulai dari membujuknya dengan harta, hingga mengancam dan menyiksa.

Kisah Abu Jahal Menyakiti Rasulullah

  • Abu Jahal juga punya kebiasaan ngumpul dan duduk bersama sahabat-sahabatnya yang sefaham dengannya. Dari pertemuan-pertemuan semacam itu, mereka merencanakan berbagai siasat untuk melemahkan Islam dan pngikutnya. Suatu ketika, Abu Jahal dan kawan-kawannya tengah membicarakan strategi untuk menyakiti Muhammad. Dan kebetulan, waktu itu mereka sedang melihat Nabi berjalan menuju Ka’bah, tempat dimana mereka sedang duduk waktu itu. Dengan wajah yang ceria beliau berjalan, dan ketika telah dekat, Abu Jahal pun bangkit dari duduknya dan berkata dengan nada sinis, “Apakah kalian pernah melihat Muhammad bersujud menundukkan kepalanya?” Kawan-kawannya dengan karakter yang kurang lebih sama lantas menjawab, “Benar! Kami biasa melihatnya sujud dan mengatakan bahwa ia sedang salat kepada Tuhannya. Tuhan Yang ESA.” Lantas Abu Jahal berkata dengan nada membanggakan diri, “Demi Latta dan Uzza, jika aku melihatnya bersujud, aku akan tendang bokongnya, dan akan kulumuri dengan tanah wajahnya, tanah Makkah.”
  • Singkat cerita, Rasulullah saw. pun tiba di Masjidil Haram lalu salat. Dan karena telah bersumpah sebelumnya, maka Abu Jahal pun bangkit agar bisa mewujudkan janjinya tersebut, yakni melakukan seperti apa yang ia katakan sebelumnya. Namun, apa yang terjadi? Ia sama sekali tidak bisa melancarkan rencananya. Jangankan melakukan seperti apa yang ia katakan, menghampiri Nabi saja tidak, karena ia seakan dihalangi oleh dinding yang kuat. Dan tak lama berselang, Allah swt. pun menurunkan ayat kepada Rasul-Nya: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena ia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).” (Al-Alaq: 6-8)
  • Di hari yang lain, Abu Jahal kembali melakukan hal yang sama. Setelah Rasulullah saw. salat, Abu Jahal memandangi Nabi dengan pandangan sinis. Ia lalu mendekatinya dan berkata dengan suara yang menandakan bahwa ia sangat benci dengan utusan Tuhan tersebut, “Wahai Muhammad, aku melarangmu salat dan jangan pernah mendekati tempat ini (Masjidil Haram dan Ka’bah). Jika kau bersikeras, maka lihatlah apa yang akan kulakukan kepadamu.” Namun, waktu itu, Rasulullah sama sekali tidak menghiraukannya dan pergi menjauhinya. Dan belum lama setelah itu Allah pun menurunkan ayat mengenai sikap Abu Jahal tersebut: “Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran atau ia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? Ketahuilah, sesungguhnya jika ia tidak berhenti (berbuat demikian), nisacaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al-Alaq: 9-16)
  • Di hari yang lain lagi Abu Jahal kembali ingin menghentikan rutinitas Nabi melakukan salat. Namun, setiap kali mau mendekati beliau ia melihat seekor unta yang sangat besar menghalanginya. Dan bersamaan dengan ini juga turun surah Al-Alaq ayat 17-19.

Kisahnya dengan Abdul Muththalib

  • Suatu hari, ketika Hamzah bin Abdul Muththalib pulang dari berburu. Seperti biasa, sebelumnya ia singgah di ka’bah untuk berdoa kepada tuhan-tuhannya. Waktu itu ia belum masuk Islam. Akan tetapi saat baru saja masuk di Masjidil Haram datang seorang wanita dan berkata kepadanya, “Wahai Abu Imarah, seandainya kau melihat apa yang dialami oleh putra saudaramu, Muhammad, dan mendengar penhinaan yang dilontarkan Abu Jahal kepadanya, entah apa yang akan kau perbuat kepadanya.”
  • Kemudian wanita itu menceritakan apa yang dilkukan Abu Jahal kepada Muhammad. Dan tak lama setelah itu, Hamzah bin Abdul Muththalib bergegas menemui Abu Jahal dalam keadaan marah. Dan tanpa berkata-kata ia langsung menarik baju Abu Jahal lalu membantingnya ke tanah dan memukul kepalanya dengan sangat keras. Dan karena tak terima, para pengikutnya berniat membalas perlakukan Hamzah tersebut, tapi dilarang oleh Abu Jahal karena ia tak mau keluarga Makhzum bermusuhan dengan keluarga Hasyim. Dan sejak itulah, kebencian dari Abu Jahal kepada Muhammad menjadikan Hamzah memeluk Islam dan menjadi muslim yang sangat taat.

Abu Jahal dan si Pedagang Asing

  • Pernah juga seorang pedangan unta dari Irak melakukan transaksi dengan Abu Jahal. Perjanjiannya, setelah beberapa hari, Unta yang dibeli oleh Abu Jahal darinya akan dibayar. Namun, setelah beberapa hari Abu Jahal tak kunjung membayarnya. Setiap kali ingin ditemui, ia tak pernah muncul entah kemana. Sehingga akhirnya, karena tak bisa lagi berbuat apa-apa, ia mendatangi para pemuka Mekkah yang tengah berkumpul di Ka’bah guna menceritakan masalahnya.
  • Singkat cerita, karena para pemuka tersebut menyadari kesalahan yang dilakukan Abu Jahal, sembari mereka merasa seakan-akan mendapat kesempatan emas untuk meruncingkan permusushan antara Abu Jahal dan Muhammad, maka pada akhirnya mereka pun meminta pedagang tersebut menemui Muhammad untuk menagihkan utangnya. Mereka berpikir bahwa beliau tak akan sanggup melakukannya karena tak punya pengaruh untuk menekan Abu Jahal. Namun apa yang terjadi? Baru mendengar kedatangan Nabi di depan pintunya, Abu Jahal langsung merasa gemetaran. Ia terkejut saat melihat nabi berdiri di depannya. Mukanya tampak sangat pucat. Dan ketika Rasulullah bertaka dengan tegas, “Berikan hak laki-laki ini sekarang juga!” ia tak mampu mengelak dan segera mengambil uang untuk membayar utangnya.
  • Dan karena pedangan tersebut meceritakan kejadiannya pada para pemuka Mekah yang sebelumnya memintanya untuk minta bantuan pada Nabi, para pemuka tersebut merasa heran dan berusaha menanyakan kepada Abu Jahal mengapa hal tersebut bisa terjadi. Dan Abu Jahal pun berkata bahwa ia melakukan hal tersebut karena dirinya diliputi rasa takut, karena ketika Nabi berdiri di depan pintu rumahnya ia melihat binatang buas yang siap menerkamnya dengan mulut menganga. Tapi apakah ia sadar setelah itu? Sama sekali tidak, ia malah semakin memusihi Islam.

Abu jahal Rencana membunuh Nabi Muhammad saw.

  • Abu Jahal dan juga para pengikutnya tak pernah merasa tenang selama Islam masih terus tumbuh di tanah leluhur mereka. Di samping itu, mereka juga sangat benci pada penduduk Yastrib (sekarang Madinah) karena banyak dari mereka menyatakan sumpah setia kepada Nabi untuk mendukung dakwahnya dan menjaganya dari segala bencana.
  • Karena merasa sangat khawatir, dikarenakan banyak kesatria dan pemuka Mekah yang beralih mendukung Muhammad karena telah beralih memeluk agams Islam, kaum kafir Quraisy pun akhirnya melakukan pertemuan untuk membahas masalah ini. Singkat cerita, dalam profil Abu Jahal ini, diputuskanlah untuk membunuh Muhammad. Dan agar tak ada orang yang menuntut kematiannya, khususnya keluarga Hasyim, maka setiap kabilah yang bersekongkol mengirimkan seorang pemuda untuk membunuh Muhammad.
  • Namun, sayang seribu sayang, karena tak ada yang luput dari pengawasan Allah swt. akhirnya rencana busuk mereka diketahui oleh Nabi yang mana disampaikan oleh Jibril. Untuk itu, beliau dipertintahkan untuk hijrah ke Yastrib yang mana waktuitu ditemani oleh sahabatnya tercinta, yakni Abu Bakr. Hingga akhrinya rencara Abu Jahal tesebut lagi-lagi gagal dan berujung kekesalan.

AJAL Abu jahal berakhir  Di Perang Badar

  • Dalam kisah perang badar ini, saat dua pasukan saling berhadapan dan siap menyerang, dimulai dengan pemanasan yang mana pertama dilakukan duel antara 3 kaum kafir dan 3 dari kamu Muhajirin. Dari kamu kafir ada Utbah dan Syaibah serta al-Walid ibn Utbah, sedang dari pihak muslim ada Hamzah ibn Abdul Muththalib, Ali ibn Abu Thalib, dan Ubaidah ibn Al-Harits. Hingga akhirnya, pada waktu itu Syaibah dan Al-Walid bisa terbunuh, hanya saja Utbah tidak dan berhasil melukai Al-Harits.
  • Saat perang terjadi Abu Jahal mengambil peran sebagai pemimpin kaum kafir, sedang Ali ibn Abu Thalib sebagai pemimpin kaum muslim. Dalam profil dan kisah Abu Jahal ini dikisahkan bahwa ketika perang berkecamuk dimana waktu itu sang pemimpin kafir berdiri dengan angkuhnya sambil menghunus pedangnya, tanpa ia sadari ada dua anak muda yang sedang mengawasinya, mengendap-ngendap sambil sesekali mengayungkan pedangnya untuk bisa mendekati dedengkot kafir tersebut. Kedua anak yang dimaksud tersebut adalah Muaz ibn Amr ibn Jamuh dan Muaz ibn Afra. Mereka sebelumnya telah mendengar tentang kejahatan dan kebengisan pemimpin kafir tersebut. Karenanya, keduanya sangat berhasrat ingin menghabisi Abu Jahal dengan pedang mereka sendiri.
  • Sebelum penyerangan keduanya dimulai, Muaz ibn Amr mendekati Abdurrahman ibn Auf dan bertanya, “Paman, manakah orang yang bernama Abu Jahal?” beliu lantas menjawab, “Apa yang akan kau lakukan kepadanya?” Pemuda dengan penuh semangat itu menjawab, “Aku mendengar bahwa ia sering mencela Rasulullah saw. Demi Zat yang menguasai ubun-ubunku, seandainya kami bertemu dengannya, aku akan membunuh dan menghitamkan wajahnya sehingga ia mati tesungkur dengan pedang kami.” Abdurrahman bin Auf terkejut mendengar ucapan pemuda tadi. Dan tak ingin kalah, ibn Auf juga berkata, “Aku juga paman. Aku telah bersumpah kepada Allah untuk membunuhnya atau terbunuh olehnya.” Abdurrahman bin Auf lalu mengarahkan tangannya ke kerumuman pasukan kafir untuk menunjuk Abu Jahal yang dijaga ketat dan berlapis-lapis oleh pasukan pengamanannya. Kebetulan sekali, waktu itu Abu Jahal tengah berdiri angkuh sambil berkata “Demi Latta dan Uzza, kita tidak akan pulang sehingga kita cerai-beraikan tubuh mereka di gunung-gunung.” Dan tanpa banyak bicara dan tanpa pikir panjang sebagaimana karakter banyak anak muda, maka kedua pemuda tersebut langsung berlari berusaha mendekati dedengkot kafir tersebut. Dengan sigap ia mengayungkan pedangnya untuk menyingkirkan orang-orang yang menjaga Abu Jahal. Dan tak lama setelah itu, setelah pedang kedua anak muda itu sudah mampu mencapai sasarannya, dengan cepat Muaz bin Amr menyabet kaki Abu Jahal. Dan tak ingin kehilangan kesempatan emas tersebut, Muaz ibn Afra juga langsung menusukkan pedangnya ke tubuh Abu Jahal hingga ia tak mampu lagi berdiri dan jatuh terkapar di pasir Badar. Al-Harits ibn Hisyam (saudara Abu Jahal) juga menyaksikan kejadian tersebut, namun karena melihat pasukannya mulai terdesak, ia pun akhirnya kabur dari medan perang. Adapun Ikrimah bin Abu Jahal, ia berhasil menebas tangan Muaz bin Amr dan berhasil melepaskan zirahnya. Perang Badar pun berakhir yang mana umat muslim menjadi pemenangnya.
  • Setelah perang tersebut usai, Rasulullah saw. menanyakan keberadaan Abu Jahal. Beliau lalu berkata, “Carilah orang yang kedua lututnya terluka.” (ucapan nabi ini juga mengisyaratkan mukjizat kenabiannya karena mampu mengetahui ciri-ciri kematian Abu Jahal walau tak menyaksikan proses terbunuhnya). Dan Abdullah ibn Mas’ud pun mencarinya di antara mayat-mayat kaum kafir yang bergelimpangan. Akhirnya ia melihat orang yang ciri-cirnya disebutkan oleh Nabi tersebut, dan ternyata betul, orang yang kedua lututnya terluka karena sabetan pedang dan sedang mengalami sakratul maut tersebut adalah si Abu Jahal. Ibn Mas’ud pun lalu menginjak dadanya dan berkata, “Allah telah menghinakanmu, wahai musuh Allah!” Akhir dari kisah Abu Jahal / Amr ibn Hisyam ini sungguh tragis. Setelah meningga dunia, Ibn Mas’ud lalu memenggal kepalanya lalu membawanya ke hadapan Nabi Muhammad saw. Itulah cerita sebenarnya dari orang yang dijuluki Firaun Makkah, yang terkapar tak berdaya hanya karena serangan dua pemuda muslim.

Abu Jahal dan Abu Lahab, Kisah Permusuhan Dengan Islam 

Amr bin Hisyām atau Abu Jahal artinya Bapak Kebodohan adalah salah seorang pemimpin penduduk Mekkah, yang terkenal akan permusuhannya terhadap kaum Muslim. Ia memiliki anak yang memeluk agama Islam dan diyakini oleh umat Islam sebagai salah seorang syuhada, ia bernama Ikrimah. Amr bin Hisyam mati terbunuh dalam Perang Badar, yang terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah. Abu Jahal telah di catat dalam Al Qur’an sebagai salah satu ahli Neraka Jahannam.

Abu Jahal dan Abu Lahab

  • Abu Jahal berbeda dengan Abu Lahab. Abu Jahal bukanlah seorang paman atau kerabat Muhammad tidak seperti Abu Lahab. Muhammad berasal dari Bani Hasyim, sedangkan Abu Jahal berasal dari Bani Makhzum meskipun keduanya berasal dari satu suku yang sama (Quraisy). Abu
  • Jahal juga dikenal sebagai Asadul ahlaf (singa dari kelompok penentang yang telah bersumpah untuk memerangi Islam dan Muhammad).
  • Julukannya adalah “Abu al-Hakam” (ابوالحكم), ( “Bapak kebijaksanaan”) karena ia adalah seorang pria yang terenal akan kebijaksanaan dan kecerdasannya sehingga para tetua Quraisy sering meminta bantuannya dalam menghadapi masalah. Bahkan pada usia tiga puluh tahun, ia diundang untuk menghadiri majelis khusus yang diadakan di Dār’un Nadwa, kediaman milik Hakim bin Hazm. Padahal, usia minimal yang diperlukan jika ingin hadir pada pertemuan tersebut adalah empat puluh tahun.
  • ‘Amr bin Hisyam selalu memusuhi Muhammad dan menolak dakwah dan kenabiannya. Oleh karena itu Muhammad menyebut dirinya sebagai Abu Jahal (أبو جهل ‘) ( “Bapak Kebodohan”).
  • Inilah kisah dari manusia yang juga dijuluki Firaum Mekah, walah badannya tampak tak terlalu tegap dan gagah, tapi sifatnya yang keras membuat banyak orang takut padanya. Tapi walau demikian, karena prilakunya yang buruk terhadap Islam, Nabi dan Sahabatnya sehingga ia harus berakhir di tangan 2 anak muda yang gagah berani dalam perang badar.
  • Perlakuannya Al-Hakam ibn Hisyam pada Rasulullah saw. Dalam hati Abu Jahal sebenarnya punya impian untuk menjadi pemuka bagi kaum Quraisy. Ia berharap bahwa suatu hari nanti bisa jadi pemimpin bagi kaumnya dan juga pemimpin kota Makkah. Tapi angan-angannya hanyalah impian semata karena Allah swt. tidak pernah merhidai iitu, bahkan hingga Ketika Muhammad putra Abdullah mendapat tugas mulia untuk menjadi Nabi dan Rasul Allah swt. dan mengumumkan dakwahnya pada masyarakat Mekah kala itu, Abu Jahal yang dikenal dengan wataknya yang pendengki merasa bahwa impiannya untuk menjadi orang nomor satu di kalangan kaum Quraisy semakin jauh dari kenyataan. Kini, ia merasa bahwa kepempinan atas kota suci tidak akan jatuh ke tangannya, apalagi saat itu banyak sekali anggota keluarganya yang mempercayai ajaran Muhammad dan memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agama mereka yang baru, yang penuh dengan kebenaran dan kasih sayang. Dan mulai pada saat itu, sakit hatinya semakin menjadi-jadi setiap kali mengetahui kabar tentang keislaman penduduk Mekah.

Abu Lahab

  • Abu Lahab bin ‘Abdul Muttalib adalah paman Nabi Muhammad yang terkenal akan kebenciannya terhadap ajaran Islam. Namanya disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Lahab yang merupakan pengutukkan atasnya sebagai salah satu musuh Islam. Nama lengkapnya adalah Abdul al-Uzza bin ‘Abdul Muttalib dan panggilannya Abu Lahab (bapak dari api yang berkobar), karena pipinya selalu merah atau seperti terbakar. Istrinya adalah Ummu Jamil, yang telah melahirkan dua anak Utbah bin Abu Lahab and Utaybah bin Abu Lahab.

Kisah Kehebatan Pertempuran Khaibar, Ketika Pasukan Muslim Hancurkan Yahudi

Kisah Kehebatan Pertempuran Khaibar, Ketika Pasukan Muslim  Hancurkan Yahudi

Pertempuran Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Muhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi. William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan umat Islam, dan Muhammad berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat. Hanya beberapa hari Muhammad berada di Madinah usai peristiwa Hudaibiya itu. Sekitar dua pekan kemudian, rasul bahkan memimpin sendiri ekspedisi militer menuju Khaibar, daerah sejauh tiga hari perjalanan dari Madinah. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di jazirah Arab. Terutama setelah Yahudi di Madinah ditaklukkan oleh rasulullah.

Yahudi tak mempunyai cukup kekuatan untuk menggempur kaum Muslimin. Namun mereka cerdik. Mereka mampu menyatukan musuh-musuh Muhammad dari berbagai kabilah yang sangat kuat. Hal itu terbukti pada Perang Khandaq. Bagi warga Muslim di Madinah, Yahudi lebih berbahaya dibanding musuh-musuh lainnya.

Maka Muhammad menyerbu ke jantung pertahanan musuh. Suatu pekerjaan yang tak mudah dilakukan. Pasukan Romawi yang lebih kuat pun tak mampu menaklukkan benteng Khaibar yang memiliki sistem pertahanan berlapis-lapis yang sangat baik. Sallam anak Misykam mengorganisasikan prajurit Yahudi. Perempuan, anak-anak dan harta benda mereka tempatkan di benteng Watih dan Sulaim. Persediaan makanan dikumpulkan di benteng Na’im. Pasukan perang dikonsentrasikan di benteng Natat. Sedangkan Sallam dan para prajurit pilihan maju ke garis depan.

Sallam tewas dalam pertempuran itu. Tapi pertahanan Khaibar belum dapat ditembus. Muhammad menugasi Abu Bakar untuk menjadi komandan pasukan. Namun gagal. Demikian pula Umar. Akhirnya kepemimpinan komando diserahkan pada Ali.

Di Khaibar inilah nama Ali menjulang. Keberhasilannya merenggut pintu benteng untuk menjadi perisai selalu dikisahkan dari abad ke abad. Ali dan pasukannya juga berhasil menjebol pertahanan lawan. Harith bin Abu Zainab -komandan Yahudi setelah Sallam-pun tewas. Benteng Na’im jatuh ke tangan pasukan Islam.

Setelah itu benteng demi benteng dikuasai. Seluruhnya melalui pertarungan sengit. Benteng Qamush kemudian jatuh. Demikian juga benteng Zubair setelah dikepung cukup lama. Semula Yahudi bertahan di benteng tersebut. Namun pasukan Islam memotong saluran air menuju benteng yang memaksa pasukan Yahudi keluar dari tempat perlindungannya dan bertempur langsung. Benteng Watih dan Sulaim pun tanpa kecuali jatuh ke tangan pasukan Islam.

Yahudi lalu menyerah. Seluruh benteng diserahkan pada umat Islam. Muhammad memerintahkan pasukannya untuk tetap melindungi warga Yahudi dan seluruh kekayaannya, kecuali Kinana bin Rabi’ yang terbukti berbohong saat dimintai keterangan rasulullah.

Perlindungan itu tampaknya sengaja diberikan oleh rasulullah untuk menunjukkan beda perlakuan kalangan Islam dan Kristen terhadap pihak yang dikalahkan. Biasanya, pasukan Kristen dari kekaisaran Romawi akan menghancurludeskan kelompok Yahudi yang dikalahkannya. Sekarang kaum Yahudi Khaibar diberi kemerdekaan untuk mengatur dirinya sendiri sepanjang mengikuti garis kepemimpinan Muhammad dalam politik.

Muhammad sempat tinggal beberapa lama di Khaibar. Ia bahkan nyaris meninggal lantaran diracun. Diriwayatkan bahwa Zainab binti Harith menaruh dendam pada Muhammad. Sallam, suaminya, tewas dalam pertempuran Khaibar. Zainab lalu mengirim sepotong daging domba untuk Muhammad. Rasulullah sempat mengigit sedikit daging tersebut, namun segera memuntahkannya setelah merasa ada hal yang ganjil. Tidak demikian halnya dengan sahabat rasul, Bisyri bin Bara. Ia meninggal lantaran memakan daging tersebut.

Khaibar telah ditaklukkan. Rombongan pasukan rasulullah kembali ke Madinah melalui Wadil Qura, wilayah yang dikuasi kelompok Yahudi lainnya. Pasukan Yahudi setempat mencegat rombongan tersebut. Sebagaimana di Khaibar, mereka kemudian ditaklukkan pula. Sedangkan Yahudi Taima’ malah mengulurkan tawaran damai tanpa melalui peperangan.

Dengan penaklukan tersebut, Islam di Madinah telah menjadi kekuatan utama di jazirah Arab. Ketenangan masyarakat semakin terwujud. Dengan demikian, Muhammad dapat lebih berkonsentrasi dalam dakwah membangun moralitas masyarakat.

Kaum Yahudi menyerah dengan syarat membayar pajak dan memberikan tanahnya kepada umat Islam. Akibatnya, mereka banyak yang menjadi hamba sahaya. Menurut Stillman, orang-orang Yahudi dari Bani Nadhir tidak termasuk dalam perjanjian ini, dan seluruh orang bani Nadhir akhirnya dibunuh, kecuali anak-anak dan wanita yang dijadikan budak.[1] Setelah pertempuran ini orang-orang Yahudi masih tinggal di Khaibar, hingga akhirnya diusir oleh khalifah Umar bin Khattab. Pembebanan pajak terhadap orang-orang Yahudi menandai dimulainya penerapan jizyah terhadap para dzimmi di bawah pemerintahan Islam, dan penahanan tanah mereka menjadi milik komunitas Islam.

Karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata “Khaibar” sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam.

Allahu akbar, Allahu Akbar. Hai Bar hai bar, ya ya hud. Zaisu Muhammad saufa ya hud. Labaik ya Aqsa, labaik ya Aqsa,”

Hadits Nabi: Palestina akan menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman

Palestina akan menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman
Nubuwat lain yang juga menakjubkan adalah bahwa negeri Palestina ini akan menjadi bumi hijrah akhir zaman. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, 

  • “Akan terjadi hijrah sesudah hijrah, maka sebaik-baik penduduk bumi adalah orang-orang yang mendiami tempat hijrah Ibrahim, lalu yang tersisa di muka bumi hanyalah orang-orang yang jahat. Bumi menolak mereka, Allah menganggap mereka kotor, dan api akan menggiring mereka bersama para kera dan babi.” [HR. Abu Daud. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 3202]

Maukah Jokowi Mengikuti Sikap Ulama Indonesia, Untuk Usir Dubes Amerika dan Boikot Produk Amerika ?

Maukah Jokowi Mengikuti Sikap Ulama Indonesia Untuk Usir Dubes Amerika dan Boikot Produk Amerika ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , Presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika dengan tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. Beranikah Jokowi melawan petisi Ulama Indonesia untuk Usir Dubes Amerika dan boikot produk Amerika.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”

Berbeda dengan jokowi, pernyataan sikap Majelis Ulama Insonesia lebih nyata dan lebih tegas bukan sekedar retorikal. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.


Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika secara tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “I

ndonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.



Tokoh masyarakat dan pejabat di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MUI Ma’ruf Amin, Pimpinan DPR RI Fadli Zon, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat hadir di tengah massa. Dalam kesempatan ini, Fadli Zon menyampaikan sambutannya di atas panggung. Mengenakan kafiyeh, Fadli Zon berorasi meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap tegas menyikapi polemik Yerusalem. “Yerusalem adalah ibukota Palestina. Maka, saya mengimbau Presiden Indonesia agar mengatakan Yerusalem Ibu Kota Palestina,” katanya di hadapan massa yang memadati Monas. “Jangan hanya kita mengimbau, mengimbau saja. Jangan hanya prihatin, prihatin. Kita harus lebih dari itu,” tambahnya. Fadli Zon memberi usulan konkrit yang perlu dilakukan Presiden Joko Widodo, yaitu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. “Yang lebih konkrit, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina,” teriaknya.

Puisi Taufik Ismail untuk SAUDARAKU PALESTINA, Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

oleh Tufiq Ismail

Ketika     rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer 
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir 
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran 
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan 
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika     luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas 
mereka.

Ketika     kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi
air
mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika     anak-anak kecil di Gaza belasan tahun  bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan tim-
pukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan
tangan dan lengannya, siapakah yang tak 
menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang
dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda
mereka yang patah akan bertaut dan mengulur
kan rantai amat panjangnya, pembelit leher
lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika     kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-
Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim
Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang diba-
cakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami
semua berdegup dua kali lebih gencar lalu ter-
sayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami
pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan
kaligrafi

‘Allahu Akbar!’
dan 
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika    pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi
dusta, menebarkannya ke media cetak dan 
elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi
di padang pasir belantara, membangkangit reso-
lusi-resolusi majelis terhormat di dunia, mem-
bantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser
Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at
sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh
dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, 
yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu
dengan kukuh kita bacalah
‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.



Kisah Tragis Rachel Corrie Saat Bela Palestina, Inspirasi Bagi Umat Dunia

Kisah Tragis Rachel Corrie Saat Bela Palestina, Inspirasi Bagi Umat Dunia

Rachel Aliene Corrie anak muda berusia 23 tahun yang berasal dari Olympia, Washington, seorang pemudi pegiat perdamaian dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai pegiat kelompok International Solidarity Movement (ISM). Gerakan Solidaritas Internasional yang bergerak untuk Palestina. Ia telah dilindas hingga tewas oleh sebuah buldozer milik militer Israel (IDF) di Rafah, pada sebuah wilayah yang dipersengketakan di selatan Jalur Gaza selama puncak perlawanan kedua Intifada di Palestina. Kisah tragis seorang Amerika seharusnya menjadi inspirasi bagi umat manusia khususnya umat muslim Indonesia betapa untuk membela Palestina itu adalah kewajiban setiap umat manusiaò

Ia datang ke Gaza sebagai bagian dari tugas kuliahnya untuk menghubungkan kota tempat tinggalnya dengan Rafah dalam sebuah proyek kota kembar. Sementara disana ia telah terlibat dengan rekan-rekannya yang lain sesama pegiat ISM dalam upaya non kekerasan guna mencegah penghancuran rumah warga Palestina oleh tentara Israel.

Beberapa pekan setelah kedatangannya di Palestina, tepatnya pada tanggal 16 Maret 2003, Corrie terbunuh ketika ia dan teman-temannya pegiat ISM terlibat konfrontasi dengan dua buldozer Israel. Corrie pada hari tersebut menghadang laju buldozer Israel yang hendak menghancurkan rumah keluarga seorang apoteker Palestina. Ia bersahabat dengan keluarga tersebut dan selama disana ia hidup bersama mereka. Dia ditabrak dan dilindas oleh buldozer yang dihadangnya hingga mengakibatkan tulang tengkoraknya retak, tulang rusuknya hancur dan menusuk paru-parunya.

Para saksi mata mengatakan bahwa buldozer dengan sengaja melaju kearah Corrie yang pada saat itu mengenakan jaket berwarna jingga terang. Namun hal itu dibantah oleh pemerintah Israel yang mengatakan bahwa insiden itu adalah sebuah kecelakaan yang disebabkan karena operator buldozer tidak melihat keberadaan Corrie di depan kendaraan berat itu.

Pada tahun 2005 orang tua Corrie mengajukan gugatan perdata terhadap negara Israel. Mereka menggugat atas Israel yang tidak melakukan penyelidikan penuh dan kredibel serta bertanggung jawab atas kasus kematian putri mereka,  baik peristiwa itu terjadi dengan disengaja ataupun dikarenakan hal lain yang disebut sebagai kecelakaan. Israel dalam gugatan itu dituntut untuk membayar kompensasi simbolis sebesar 1 Dolar Amerika Serikatdan membawa kasus tersebut sebagai langkah keadilan bagi Corrie dan perjuangan rakyat Palestina yang dibelanya.

Pada bulan agustus 2012 pengadilan Israel menolak gugatan itu, Israel tetap bertahan pada hasil penyelidikan tahun 2003 yang dilakukan oleh militer Israel yang telah memutuskan bahwa Isarael tidak bertanggung jawab atas kematian Corrie.

Kehidupan dan perjuangan Rachel Corrie diabadikan dalam banyak penghormatan, diantaranya drama yang berjudul My Name Is Rachel Corrie dan sebuah paduan suara The Skies are Weeping. Tulisan-tulisannya dibukukan pada tahun 2008 berjudul Let Me Stand Alone, buku tersebut mengisahkan tentang “proses pendewasaan seorang wanita muda yang ingin membuat dunia sebagai tempat yang baik”. Sebuah lembaga sosial Rachel Corrie Foundation for Peace and Justice didirikan untuk melanjutkan perjuangannya.


Selamatkan Palestina, Ulama Indonesia Serukan Boikot 229 Perusahaan Amerika

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas. 

K

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.

Selamatkan Palestina, Inilah 231 Perusahaan Amerika Menurut Wikipedia

  1. 3Com Corporation
  2. 3M
  3. ABX Air, Inc.
  4. Acme Markets
  5. ADC Telecommunications
  6. Adobe Systems
  7. Aetna
  8. Airimba Wireless
  9. Albertsons
  10. Alcoa
  11. Allen Organ
  12. AlliedSignal Inc.
  13. Altria Group (formerly Philip Morris Companies)
  14. ALV Corp
  15. Amazon.com
  16. AMD
  17. American Airlines
  18. American Express
  19. American Management Consultant Services
  20. American Reprographics Company
  21. Amicus, Inc
  22. Amtrak (National Railroad Passenger Corporation)
  23. Anheuser-Busch
  24. Apple Computer
  25. Ariba, Inc.
  26. Arryx
  27. ASARCO (American Smelting And Refining Company)
  28. AT&T
  29. Autodesk
  30. Avaya
  31. Avon Products, Inc
  32. Babcock & Wilcox
  33. Bank of America
  34. Bechtel Corporation
  35. BellSouth
  36. Berkshire Hathaway
  37. Boeing
  38. Bristol-Myers Squibb
  39. Burlington Northern Santa Fe
  40. Capital IQ, Inc.
  41. Caterpillar Inc.
  42. Celanese Corp.
  43. ChevronTexaco
  44. Cingular
  45. Citigroup
  46. Cisco Systems, Inc.
  47. Clear Channel Communications
  48. CNET
  49. Coca-Cola
  50. Colgate-Palmolive
  51. Computer Associates
  52. Connecticut Leather Company (Coleco)
  53. ConocoPhillips
  54. Control Data Corporation (CDC)
  55. Converse Shoes
  56. Corning
  57. Corvis Corp
  58. Costco
  59. Crazy Eddie
  60. Compuware Corp
  61. DaimlerChrysler (part United States)
  62. Dell, Inc.
  63. Delta Air Lines
  64. Diebold
  65. Disney (The Walt Disney Company)
  66. The Dow Chemical Company
  67. Dow Jones & Company
  68. Dresser
  69. DuPont (E.I. du Pont de Nemours)
  70. E Sunting
  71. Eastman Kodak
  72. eBay
  73. eCentia Group
  74. EightStar
  75. Election Systems and Software
  76. Electronic Arts
  77. Eli Lilly and Company
  78. Emerging Enterprise Solutions
  79. Enron
  80. Extensis
  81. ExxonMobil
  82. EZQuest, Inc.
  83. FedEx
  84. Ford Motor Company
  85. Forium
  86. Fox Film Corporation
  87. Gartner
  88. Gateway Computers
  89. General Electric
  90. General Mills
  91. General Motors
  92. Gentiva Health Services
  93. Georgia Pacific
  94. Giant Food
  95. Global Insight
  96. Goldman Sachs
  97. Goodyear Tire and Rubber Company
  98. Google
  99. General Maritime Corporation
  100. Hachette Filipacchi Media U.S.
  101. Halliburton
  102. Harley-Davidson
  103. Hart InterCivic
  104. Hewlett-Packard
  105. Hexaware Technologies
  106. H J Heinz Company
  107. Home Depot
  108. Hot Topic
  109. IBM (International Business Machines)
  110. Informix
  111. Ingenuity Software
  112. Intel
  113. International Paper
  114. Intuit
  115. iRobot
  116. JALIC
  117. Johnson & Johnson
  118. J. P. Morgan Chase and Co.
  119. Kellogg, Brown and Root
  120. Kellogg Company
  121. Kenny Construction Company
  122. Kerr-McGee
  123. Kimberly-Clark
  124. Kmart Corporation
  125. KPX
  126. Kraft Foods
  127. Kroger
  128. Lamina Ceramics
  129. Laserfiche
  130. Leo
  131. Liberty Corporation, The
  132. Lockheed Martin
  133. Louisiana Pacific
  134. Lucasfilm
  135. Lucent
  136. Mars Incorporated
  137. Marshall Pottery Inc.
  138. Martin Marietta Materials
  139. McDonald’s Corporation
  140. McNaughton Apparel Group, Inc. formerly Norton-McNaughton
  141. MCI
  142. Merck and Company
  143. Merrill Lynch & Co., Inc.
  144. Microsoft
  145. Miller Brewing
  146. MMK Technologies 
  147. Monsanto Company
  148. Motorola
  149. Mr. Electric
  150. National Biscuit Company (Nabisco)
  151. NCR Corporation
  152. Netli homepage
  153. Nike
  154. Northrop Grumman
  155. O’Reilly Media
  156. Office Depot
  157. Om Industrial
  158. Oracle Corporation
  159. PACCAR
  160. Pacific Gas & Electric Company (PG&E)
  161. PalmOne, Inc.
  162. PalmSource, Inc.
  163. Pan Am
  164. Paramount Pictures
  165. Penn Herb Company
  166. PeopleSoft
  167. PepsiCo
  168. Pinnacle Systems
  169. Pfizer
  170. Polaroid Corporation
  171. Precision Machining of the Ozarks
  172. Procter & Gamble
  173. Qualcomm
  174. Quantrix
  175. Quest Software
  176. Qwest
  177. RadioShack
  178. Red Hat
  179. Redspot Paints
  180. Respironics, Inc.
  181. Rockwell Automation
  182. Rockwell Collins
  183. Safeco Corporation
  184. Safeway Inc.
  185. SBC Communications
  186. SC Johnson
  187. Service Corporation International (SCI)
  188. Sequoia Voting Systems
  189. SGI
  190. SIGECOM
  191. Southern California Edison
  192. Southwest Airlines
  193. Sprint
  194. Staples
  195. Starbucks
  196. State Street Corporation
  197. Stewart-Warner Instrument Company
  198. StorageByMail.com
  199. Subway (restaurant)
  200. Sun Microsystems
  201. Sun Oil Company (Sunoco)
  202. Sweetheart
  203. Target Corporation
  204. Texas Instruments
  205. Time Warner
  206. Union Oil California (Unocal)
  207. Unisys
  208. United Airlines
  209. United Parcel Service
  210. United Technologies
  211. US Robotics
  212. UTStarcom
  213. Valero Energy Corporation
  214. Vanderbilt Energy
  215. Vectren
  216. Verizon
  217. Verizon Wireless
  218. Viacom
  219. Vocera Communications
  220. Washington Mutual
  221. Wal-Mart
  222. Wendy’s
  223. Whole Foods Market
  224. Xerox
  225. XPLANE
  226. Yahoo!
  227. Yum! Brands, Inc
  228. Zapata
  229. Zappos.com

    Daftar Perusahaan Makanan Milik Yahudi di Indonesia:
    – Baskin Robbins (Ice Cream)
    – Carrefour (waralaba)
    – Dunkins Donuts (penganan donat)
    – Starbucks Corporations (cafe)
    – Haagen Dazs Ice Cream (ice cream)
    – Burger King
    – Pizza Hut dan PHD
    – Mc Donald, KFC dan Wendys
    – Coca cola, Nestle,
    – Danone Groupe (makanan dan minuman, termasuk Aqua)
    – Philip Morris (rokok) termasuk HM. Sampoerna

    Daftar Perusahan Peranti lunak dan Komputer milik Yahudi:
    – Google (mesin pencari)
    – Dell
    – AOL Warner
    – Oracle
    – Microsoft Corporation
    – Intel Corporation
    – Qualcomm
    – Facebook (jejaring sosial)

    Daftar Perusahaan Pakaian dan Kecantikan milik Yahudi :
    – Mark and Spencer (M&S)
    – Jhonson dan Jhonson
    – Guess
    – Revlon
    – Sara Lee Corporation
    – Estee Lauder Company
    – Levi Strauss & Company (Levi’s)
    – Delta Galil Industries Ltd (Garmen)
    – Timberland  dan Nike (sepatu)
    – Kimberly and Clark (alat rumah tangga)

    Chanel dan Jaringan TV kabel milik Yahudi yang ada di Indonesia:
    – HBO
    – CNN
    – Cinemax
    – Fox News
    – FX Chanels
    – STAR TV
    – Walt Disney Company

    Perusahaan Jasa Keuangan milik yahudi di Indonesia:
    – Bhakti Investama
    – Rothschild Indonesia
    – Barrick Gold Corporation

    Beberapa perusahaan media raksasa yang dimiliki oleh orang Yahudi seperti:

    • Time Warner, merupakan konglomerasi media terbesar di dunia. Bekerjasama dengan AOL membentuk AOL-Warner Bross.
    • Yang masuk ke dalam Warner adalah Time Inc, HBO, Cinemax termasuk juga CNN yang dibeli dari Ted Turner.
    • Raja konglomerasi media lainnya adalah Rupert Murdoch.
    • Pemilik News Corporation yang meliputi Fox Television Network, Fox News, the FX Channel, 20th Century Fox Films, Fox 2000, dan penerbit Harper Collins. News Corp.

    Kantor-kantor berita raksasa yang dikuasai Yahudi antara lain :

    • Reuter (didirikan di Jerman oleh Julius Paul Reuter, seorang Yahudi kelahiran Jerman bernama asal Israel Beer Josaphat, lalu pindah ke Paris dan pindah lagi ke London), Associated Press (AP) yang berpusat di Amerika Serikat, dan United Press International (UPI) juga di AS.

    Di Amerika, koran-koran juga dikuasai oleh Yahudi antara lain :
    – Wall Street Journal,
    – Daily News,
    – New York Times,
    – The Washington Post,
    – The Times Herald, dan lain-lain.
    – Dua majalah kaliber dunia, Time dan Newsweek juga dikuasai orang-orang Yahudi.

    10 Fakta Jerusalem, Kota Tertua Yang Menjadi Pusat Pusaran Konflik Dunia

    10 Fakta Jerusalem, Kota Tertua Yang Menjadi Pusat Pusaran Konflik Dunia

    • Yerusalem  merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama—Yudaisme, Kekristenan, dan Islam. Baik orang Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka, sebab Israel mempertahankan lembaga-lembaga pemerintahan utamanya di sana dan Negara Palestina pada dasarnya memandang kota ini sebagai pusat kekuasaannya; bagaimanapun kedua klaim tersebut tidak ada satupun yang mendapat pengakuan luas secara internasional.
    • Saat ini status Yerusalem tetap menjadi salah satu isu pokok dalam Konflik Israel dan Palestina. Selama Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem Barat termasuk salah satu daerah yang direbut dan kemudian dianeksasi oleh Israel; sedangkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Lama, direbut dan kemudian dianeksasi oleh Yordania. Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada Perang Enam Hari tahun 1967 dan setelah itu menganeksasinya ke dalam Yerusalem, bersama dengan tambahan wilayah di sekitarnya.Salah satu Hukum Dasar Israel, yaitu Hukum Yerusalem tahun 1980, menyebut Yerusalem sebagai ibu kota yang tak terbagi dari negara tesebut. Semua bidang pemerintahan Israel berada di Yerusalem, termasuk Knesset (parlemen Israel), kediaman Perdana Menteri dan Presiden, juga Mahkamah Agung. Kendati masyarakat internasional menolak aneksasi tersebut dengan menyebutnya ilegal dan memperlakukan Yerusalem Timur sebagai teritori Palestina yang diduduki oleh Israel, Israel memiliki suatu klaim yang lebih kuat untuk kedaulatannya atas Yerusalem Barat
    • Masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan tidak ada kedutaan asing yang didirikan di kota ini. Di Yerusalem juga terdapat beberapa lembaga Israel non-pemerintah yang memiliki kepentingan nasional, misalnya Universitas Ibrani dan Museum Israel dengan Shrine of the Book di lapangannya. Pada tahun 2011 Yerusalem memiliki populasi 801.000 penduduk, di antaranya terdiri dari 497.000 penganut agama Yahudi (62%), 281.000 (35%) penganut Islam, 14.000 (sekitar 2%) penganut Kristen, dan 9.000 (1%) tidak dikelompokkan menurut agama
    • Mengingat posisi sentral kota Yerusalem di tengah nasionalisme Yahudi (Zionisme) dan nasionalisme Palestina, selektivitas yang diperlukan untuk merangkum lebih dari 5000 tahun sejarah permukimannya seringkali dipengaruhi oleh latar belakang atau bias ideologis. Era kedaulatan Yahudi dalam sejarah Yerusalem dipandang penting oleh nasionalis Israel (Zionis), yang mengklaim hak atas kota ini berdasarkan garis keturunan Yahudi dari Kerajaan Yehuda bangsa Israel, di mana Yerusalem adalah ibu kotanya. Era Islam, Kristen dan berbagai era non-Yahudi lainnya dalam sejarah Yerusalem dipandang penting bagi nasionalis Palestina, yang mana mengklaim hak atas kota ini berdasarkan garis keturunan Palestina modern dari beragam bangsa berbeda yang telah tinggal di wilayah ini. Akibatnya kedua belah pihak mengklaim bahwa sejarah Yerusalem telah dipolitisir oleh kalangan lain untuk memperkuat klaim relatif mereka atas kota ini, dan bahwa hal ini dikonfirmasi oleh fokus-fokus berbeda yang dibuat beragam penulis pada berbagai peristiwa dan era dalam sejarah kota ini.

    • Pada tahun 2010 Israel menyetujui undang-undang yang memberikan Yerusalem status prioritas nasional tertinggi di Israel. Hukum ini memprioritaskan pembangunan di seluruh kota, serta menawarkan berbagai manfaat pajak dan dana bantuan bagi para penduduk untuk menjadikan perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesempatan kerja, bisnis, pariwisata, dan acara budaya lebih terjangkau. Menteri Komunikasi Moshe Kahlon mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut mengirim “suatu pesan politik yang tegas dan jelas bahwa Yerusalem tidak akan terbagi”, dan bahwa “semua orang dalam komunitas internasional dan Palestina yang mengharapkan pemerintah Israel sekarang menerima tuntutan apapun menyangkut kedaulatan Israel atas ibu kotanya adalah keliru dan menyesatkan”.
    • Status kota ini, terutama tempat-tempat sucinya, masih menjadi suatu masalah utama dalam konflik Israel–Palestina. Pemerintah Israel telah menyetujui rencana-rencana pembangunan di Kawasan Muslim di Kota Lama[214] dalam rangka memperluas keberadaan Yahudi di Yerusalem Timur, sementara beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa kaum Yahudi tidak memiliki keterkaitan sejarah dengan Yerusalem, dan menyatakan bahwa Tembok Barat yang berusia 2500 tahun tersebut dibangun sebagai bagian dari sebuah masjid. Kaum Palestina memandang Yerusalem sebagai ibu kota Negara Palestina, dan batas-batas kota ini telah menjadi subjek pembicaraan bilateral. Suatu tim ahli yang dihimpun oleh Ehud Barak (kelak menjadi Perdana Menteri Israel) pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa kota ini harus dibagi, karena Israel telah gagal meraih tujuan-tujuan nasionalnya di sana. Namun pada tahun 2014 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “Yerusalem tidak akan pernah terbagi”. Suatu jajak pendapat yang diselenggarakan pada tahun Juni 2013 mendapati bahwa 74% orang Yahudi Israel menolak gagasan mengenai suatu ibu kota Palestina di bagian manapun dari Yerusalem, kendati 72% masyarakat memandangnya sebagai sebuah kota yang terbagi. Suatu jajak pendapat pada tahun 2011, yang dilakukan oleh Palestinian Center for Public Opinion dan American Pechter Middle East Polls for the Council on Foreign Relations, mengungkapkan bahwa 39% penduduk Arab di Yerusalem Timur lebih memilih kewarganegaraan Israel daripada 31% lainnya yang lebih memilih kewarganegaraan Palestina. Menurut jajak pendapat tersebut, 40% penduduk Palestina lebih memilih untuk meninggalkan lingkungan permukiman mereka jika mereka ditempatkan di bawah pemerintahan Palestina.
    • Pada tanggal 5 Desember 1949, Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, memproklamirkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sejak saat itu semua cabang pemerintahan Israel—legislatif, yudisial, dan eksekutif—berada di sana, kecuali Kementerian Pertahanan yang mana terletak di HaKirya di Tel Aviv.[223] Pada saat proklamasi tersebut Yerusalem terbagi antara Israel dan Yordania, karenanya hanya Yerusalem Barat yang diproklamasikan sebagai ibu kota Israel.
    • Pada bulan Juli 1980, Israel mengesahkan Hukum Yerusalem sebagai Hukum Dasar. Hukum ini menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota “bersatu dan penuh” dari Israel. “Hukum Dasar: Yerusalem, Ibu Kota Israel” merupakan suatu alasan utama bagi masyarakat internasional untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 478 pada tanggal 20 Agustus 1980, yang mana menyatakan bahwa Hukum Dasar tersebut adalah “suatu pelanggaran hukum internasional”, juga “batal dan tidak berlaku serta harus segera dicabut”. Negara-negara anggota dihimbau untuk menarik perwakilan diplomatik mereka dari Yerusalem. Menanggapi resolusi tersebut, 22 dari 24 negara yang sebelumnya memiliki kedutaan di Yerusalem (Barat) memindahkan kedutaan mereka ke Tel Aviv, di mana banyak kedutaan telah terdapat di sana sebelum Resolusi 478. Kosta Rika dan El Salvador menyusul pada tahun 2006. Saat ini tidak ada kedutaan di dalam batas-batas kota Yerusalem kendati terdapat beberapa kedutaan di Mevaseret Zion, di pinggiran kota Yerusalem, dan empat konsulat di dalam kota itu sendiri.
    • Pada tahun 1995 Kongres Amerika Serikat mengesahkan Akta Kedutaan Yerusalem yang menyatakan bahwa jika diperlukan, tergantung pada kondisi, kedutaannya dapat dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bagaimanapun para presiden Amerika Serikat berpendapat bahwa resolusi-resolusi Kongres mengenai status Yerusalem hanya berupa nasihat. Konstitusi menetapkan bahwa hubungan luar negeri sebagai suatu kekuasaan eksekutif, dengan demikian kedutaan Amerika Serikat masih tetap di Tel Aviv. Karena tidak diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel, beberapa pers non-Israel menggunakan Tel Aviv sebagai sebuah metonimia untuk Israel.
    • Otoritas Nasional Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan, menurut Resolusi 242 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Otoritas Palestina mengklaim bahwa Yerusalem, termasuk Haram al-Sharif, sebagai ibu kota Negara Palestina; PLO mengklaim bahwa Yerusalem Barat juga tergantung pada negosiasi-negosiasi status permanen. Namun dinyatakannya juga bahwa akan dipertimbangkan solusi-solusi alternatif, seperti membuat Yerusalem sebagai suatu kota terbuka. Posisi PLO sekarang adalah bahwa Yerusalem Timur, sebagaimana didefinisikan oleh batas-batas wilayah munisipal pra-1967, seharusnya merupakan ibu kota Palestina dan Yerusalem Barat ibu kota Israel, yang mana setiap negara memiliki kedaulatan penuh atas bagian masing-masing dari kota ini beserta munisipalitasnya masing-masing. Suatu “dewan pembangunan” bersama akan bertanggung jawab untuk pengembangan yang terkoordinasi. Beberapa negara, seperti Rusia dan Tiongkok, mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Resolusi 58/292 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak kedaulatan atas Yerusalem Timur.


      Fakta Konflik Sejarah Perebutan Kota Jerusalem di Abad Modern

      Fakta Konflik Sejarah Perebutan Kota Jerusalem di Abad Modern

      • Perang tahun 1948 mengakibatkan pembagian wilayah Yerusalem, sehingga kota lama yang bertembok tersebut sepenuhnya terletak di sisi Yordania dari perbatasan. Wilayah tanpa pemilik di antara Yerusalem Barat dan Timur menjadi jelas keberadaannya pada bulan November 1948. Moshe Dayan, komandan pasukan Israel di Yerusalem, bertemu dengan Abdullah el Tell mitranya dari Yordania di sebuah rumah kosong di Lingkungan Musrara, Yerusalem, dan menandai posisi mereka masing-masing dalam peta: posisi Israel berwarna merah dan Yordania berwarna hijau. Peta kasar ini tidak dimaksudkan sebagai suatu peta resmi, dan menjadi garis perbatasan final dalam Perjanjian Gencatan Senjata 1949 yang mana membagi kota ini dan menjadikan Gunung Scopus sebagai daerah kantong Israel di Yerusalem Timur. Kawat berduri dan pagar beton dipasang di tengah-tengah kota, melewati dekat Gerbang Yafo di sebelah barat Kota Lama, dan suatu titik persimpangan didirikan di Gerbang Mandelbaum —sedikit ke utara Kota Lama. Pertempuran-pertempuran militer skala kecil seringkali mengancam gencatan senjata tersebut.
      • Setelah pendirian negara Israel, Yerusalem dideklarasikan sebagai ibu kotanya. Yordania secara resmi menganeksasi Yerusalem Timur pada tahun 1950, memberlakukan hukum Yordania di wilayah itu, dan mendeklarasikannya sebagai “ibu kota kedua” Yordania pada tahun 1953. Hanya Britania Raya dan Pakistan yang secara resmi mengakui aneksasi tersebut, yang mana—berkenaan dengan Yerusalem—adalah atas dasar de facto. Beberapa akademisi meragukan pandangan yang menyatakan bahwa Pakistan mengakui aneksasi Yordania.
      • Setelah tahun 1948, sejak keseluruhan Kota Lama berada di bagian timur garis gencatan senjata, Yordania mengambil alih kendali atas semua tempat suci di wilayah tersebut. Tempat-tempat suci Muslim dipertahankan dan direnovasi, sedangkan, bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata, kaum Yahudi tidak diberikan akses ke tempat-tempat suci mereka dan banyak di antaranya dihancurkan atau dicemarkan. Yordania hanya mengizinkan akses yang sangat terbatas ke tempat-tempat suci Kristen, dan berbagai pembatasan diberlakukan terhadap penduduk Kristen sehingga menyebabkan banyak di antaranya meninggalkan kota ini. Dari 58 sinagoga yang terletak di dalam Kota Lama, setengahnya dirobohkan atau dikonversi menjadi kandang kuda dan kandang ayam selama 19 tahun berikutnya, termasuk Sinagoga Tiferet Yisrael dan Hurba. Pemakaman Yahudi Bukit Zaitun yang berusia 3.000 tahun dicemari; dikatakan bahwa batu-batu nisannya digunakan untuk membangun berbagai fortifikasi tentara Yordania, jamban, dan jalan. 38.000 makam dalam Pemakaman Yahudi tersebut dihancurkan, dan orang-orang Yahudi dilarang dimakamkan di sana.
      • Peta Yerusalem Timur (2010). Walaupun Israel memohon supaya Yordania tetap netral selama Perang Enam Hari, Yordania, yang mana telah menandatangani suatu perjanjian pertahanan dengan Mesir pada tanggal 30 Mei 1967, pada hari kedua perang tersebut menyerang Yerusalem Barat yang berada di bawah kendali Israel. Setelah pertempuran jarak dekat antara tentara Yordania dan Israel di Bukit Bait Suci, Pasukan Pertahanan Israel merebut Yerusalem Timur dan seluruh Tepi Barat. Yerusalem Timur, beserta beberapa wilayah Tepi Barat di dekatnya yang terdiri dari beberapa lusin desa Palestina, selanjutnya dianeksasi oleh Israel, begitu juga tempat-tempat suci Kristen dan Muslim. Pada tanggal 27 Juni 1967, beberapa minggu setelah perang berakhir, Israel memperluas yurisdiksi dan hukumnya untuk Yerusalem Timur dan beberapa daerah di sekitarnya, menggabungkannya dengan Munisipalitas Yerusalem, kendati istilah aneksasi berusaha dihindarinya. Pada tanggal 10 Juli, Menteri Luar Negeri Abba Eban menjelaskan kepada Sekretaris Jenderal PBB: “Istilah ‘aneksasi’ yang digunakan oleh para pendukung suara tersebut tidaklah akurat. Langkah-langkah yang diambil [oleh Israel] berhubungan dengan integrasi Yerusalem di area-area munisipal dan administratif, serta berfungsi sebagai suatu dasar hukum untuk perlindungan tempat-tempat suci di Yerusalem.” Israel melakukan sensus penduduk Arab di area-area yang dianeksasinya. Mereka diberikan status penduduk permanen dan opsi untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Israel. Sejak tahun 1967, berbagai area Yahudi yang baru bertumbuh dengan cepat di sektor timur, sementara belum ada pembuatan lingkungan Palestina yang baru.

      • Setelah Perang Enam Hari, populasi Yerusalem meningkat 196%. Populasi Yahudi tumbuh sebesar 155%, sedangkan populasi Arab meningkat 314%. Proporsi populasi Yahudi turun dari 74% pada tahun 1967 menjadi 72% pada tahun 1980, dan 68% pada tahun 2000, lalu menjadi 64% pada tahun 2010. Menteri Pertanian Israel Ariel Sharon mengusulkan pembangunan suatu lingkar permukiman Yahudi di sekitar tepi timur Yerusalem. Rencana tersebut dimaksudkan untuk membuat Yerusalem Timur lebih bercorak Yahudi dan mencegahnya supaya tidak menjadi bagian dari suatu blok perkotaan Palestina yang terentang dari Betlehem sampai Ramallah. Pada tanggal 2 Oktober 1977 Kabinet Israel menyetujui rencana tersebut dan selanjutnya tujuh lingkungan permukiman dibangun di tepi timur kota ini. Semuanya itu kemudian dikenal sebagai Pemukiman Lingkar. Lingkungan permukiman Yahudi lainnya dibangun di Yerusalem Timur, dan kaum Yahudi Israel juga bermukim di lingkungan-lingkungan Arab.
      • Aneksasi Yerusalem Timur ditanggapi dengan kecaman internasional. Kementerian Luar Negeri Israel membantah kalau aneksasi Yerusalem merupakan suatu pelanggaran hukum internasional. Status akhir Yerusalem telah menjadi salah satu hal terpenting dalam perselisihan antara para juru runding Israel dan Palestina untuk mencapai perdamaian. Hal-hal yang menjadi perselisihan antara lain mencakup apakah bendera Palestina dapat dikibarkan di area-area dalam perwalian Palestina serta kekhususan batas-batas wilayah Palestina dan Israel.
      • Mahkamah Agung Israel. Setelah Perang Enam Hari tahun 1967, Israel memperluas administrasi dan yurisdiksinya atas Yerusalem Timur, mendirikan batas-batas munisipal baru. Pada tahun 2010 Israel menyetujui undang-undang yang memberikan Yerusalem status prioritas nasional tertinggi di Israel. Hukum ini memprioritaskan pembangunan di seluruh kota, serta menawarkan berbagai manfaat pajak dan dana bantuan bagi para penduduk untuk menjadikan perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesempatan kerja, bisnis, pariwisata, dan acara budaya lebih terjangkau. Menteri Komunikasi Moshe Kahlon mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut mengirim “suatu pesan politik yang tegas dan jelas bahwa Yerusalem tidak akan terbagi”, dan bahwa “semua orang dalam komunitas internasional dan Palestina yang mengharapkan pemerintah Israel sekarang menerima tuntutan apapun menyangkut kedaulatan Israel atas ibu kotanya adalah keliru dan menyesatkan”.
      • Status kota ini, terutama tempat-tempat sucinya, masih menjadi suatu masalah utama dalam konflik Israel–Palestina. Pemerintah Israel telah menyetujui rencana-rencana pembangunan di Kawasan Muslim di Kota Lama dalam rangka memperluas keberadaan Yahudi di Yerusalem Timur, sementara beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa kaum Yahudi tidak memiliki keterkaitan sejarah dengan Yerusalem, dan menyatakan bahwa Tembok Barat yang berusia 2500 tahun tersebut dibangun sebagai bagian dari sebuah masjid. Kaum Palestina memandang Yerusalem sebagai ibu kota Negara Palestina, dan batas-batas kota ini telah menjadi subjek pembicaraan bilateral. Suatu tim ahli yang dihimpun oleh Ehud Barak (kelak menjadi Perdana Menteri Israel) pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa kota ini harus dibagi, karena Israel telah gagal meraih tujuan-tujuan nasionalnya di sana. Namun pada tahun 2014 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “Yerusalem tidak akan pernah terbagi”. Suatu jajak pendapat yang diselenggarakan pada tahun Juni 2013 mendapati bahwa 74% orang Yahudi Israel menolak gagasan mengenai suatu ibu kota Palestina di bagian manapun dari Yerusalem, kendati 72% masyarakat memandangnya sebagai sebuah kota yang terbagi. Suatu jajak pendapat pada tahun 2011, yang dilakukan oleh Palestinian Center for Public Opinion dan American Pechter Middle East Polls for the Council on Foreign Relations, mengungkapkan bahwa 39% penduduk Arab di Yerusalem Timur lebih memilih kewarganegaraan Israel daripada 31% lainnya yang lebih memilih kewarganegaraan Palestina. Menurut jajak pendapat tersebut, 40% penduduk Palestina lebih memilih untuk meninggalkan lingkungan permukiman mereka jika mereka ditempatkan di bawah pemerintahan Palestina.
      • Pada tanggal 5 Desember 1949, Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, memproklamirkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sejak saat itu semua cabang pemerintahan Israel—legislatif, yudisial, dan eksekutif—berada di sana, kecuali Kementerian Pertahanan yang mana terletak di HaKirya di Tel Aviv. Pada saat proklamasi tersebut Yerusalem terbagi antara Israel dan Yordania, karenanya hanya Yerusalem Barat yang diproklamasikan sebagai ibu kota Israel.

      • Pada bulan Juli 1980, Israel mengesahkan Hukum Yerusalem sebagai Hukum Dasar. Hukum ini menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota “bersatu dan penuh” dari Israel. “Hukum Dasar: Yerusalem, Ibu Kota Israel” merupakan suatu alasan utama bagi masyarakat internasional untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 478 pada tanggal 20 Agustus 1980, yang mana menyatakan bahwa Hukum Dasar tersebut adalah “suatu pelanggaran hukum internasional”, juga “batal dan tidak berlaku serta harus segera dicabut”. Negara-negara anggota dihimbau untuk menarik perwakilan diplomatik mereka dari Yerusalem. Menanggapi resolusi tersebut, 22 dari 24 negara yang sebelumnya memiliki kedutaan di Yerusalem (Barat) memindahkan kedutaan mereka ke Tel Aviv, di mana banyak kedutaan telah terdapat di sana sebelum Resolusi 478. Kosta Rika dan El Salvador menyusul pada tahun 2006. Saat ini tidak ada kedutaan di dalam batas-batas kota Yerusalem kendati terdapat beberapa kedutaan di Mevaseret Zion, di pinggiran kota Yerusalem, dan empat konsulat di dalam kota itu sendiri.
      • Pada tahun 1995 Kongres Amerika Serikat mengesahkan Akta Kedutaan Yerusalem yang menyatakan bahwa jika diperlukan, tergantung pada kondisi, kedutaannya dapat dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bagaimanapun para presiden Amerika Serikat berpendapat bahwa resolusi-resolusi Kongres mengenai status Yerusalem hanya berupa nasihat. Konstitusi menetapkan bahwa hubungan luar negeri sebagai suatu kekuasaan eksekutif, dengan demikian kedutaan Amerika Serikat masih tetap di Tel Aviv. Karena tidak diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel, beberapa pers non-Israel menggunakan Tel Aviv sebagai sebuah metonimia untuk Israel
      • Orient House di Yerusalem Timur yang berfungsi sebagai kantor pusat PLO pada tahun 1980-an dan 1990-an. Tempat ini ditutup Israel pada tahun 2001, dua hari setelah peristiwa bom bunuh diri restoran Sbarro. Otoritas Nasional Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan, menurut Resolusi 242 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Otoritas Palestina mengklaim bahwa Yerusalem, termasuk Haram al-Sharif, sebagai ibu kota Negara Palestina; PLO mengklaim bahwa Yerusalem Barat juga tergantung pada negosiasi-negosiasi status permanen. Namun dinyatakannya juga bahwa akan dipertimbangkan solusi-solusi alternatif, seperti membuat Yerusalem sebagai suatu kota terbuka. Posisi PLO sekarang adalah bahwa Yerusalem Timur, sebagaimana didefinisikan oleh batas-batas wilayah munisipal pra-1967, seharusnya merupakan ibu kota Palestina dan Yerusalem Barat ibu kota Israel, yang mana setiap negara memiliki kedaulatan penuh atas bagian masing-masing dari kota ini beserta munisipalitasnya masing-masing. Suatu “dewan pembangunan” bersama akan bertanggung jawab untuk pengembangan yang terkoordinasi. Beberapa negara, seperti Rusia dan Tiongkok,[ mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Resolusi 58/292 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak kedaulatan atas Yerusalem Timur
      • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12/2017) waktu setempat. Keputusan bersejarah itu disebut berisiko memicu timbulnya kekerasan baru di Timur Tengah. “Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnta untuk menentukan ibu kotanya sendiri,” kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir dari AFP. “Pengakuan ini merupakan sebuah fakta penting untuk mencapai perdamaian,” tambahnya. “Sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel,” ucapnya. Menurutnya, pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Pemerintah AS juga memulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini merupakan salah satu pemenuhan janji kampanyenya kepada para pemilihnya.Trump menyatakan keputusannya menandai dimulainya pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Dia mengklaim pemerintas AS tetap bertekad mengejar kesepakatan damai terhadap wilayah itu.

        <ul style=”padding: 0px 0px 0px


      • Syekh Burhanudin Kuntu dan Sejarah Kejayaan Islam di Riau

        Sejarah Kejayaan Islam tahun 1111 M

        • Kesultanan Kuntu Kampar terletak di Minangkabau Timur, daerah hulu dari aliran Kampar Kiri dan Kanan. Kesultanan Kuntu atau juga disebut dengan Kuntu Darussalam di masa lalu adalah daerah yang kaya penghasil lada dan menjadi rebutan Kerajaan lain, hingga akhirnya Kesultanan Kuntu dikuasai oleh Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit. Kini wilayah Kesultanan Kuntu hanya menjadi sebuah cerita tanpa meninggalkan sedikitpun sisa masa kejayaan, Kesultanan Kuntu kini berada di wilayah Kecamatan Kampar Kiri (Lipat Kain) Kabupaten kampar.
        • Kuntu di masa dahulu adalah sebuah daerah yang sangat strategis baik dalam perjalanan sungai maupun darat. Di bagian barat daya Kuntu, di seberangnya ada hutan besar yang disebut Kebun Raja. Di dalam hutan yang bertanah tinggi itu, selain batang getah, juga ada ratusan kuburan tua. Satu petunjuk bahwa Kuntu dulu merupakan daerah yang cukup ramai adalah ditemukannya empat buah pandam perkuburan yang tua sekali sehingga hampir seluruh batu nisan yang umumnya terbuat dari kayu sungkai sudah membatu (litifikasi). Salah satu di antara makam-makam tua itu makam Syekh Burhanuddin, penyiar agama Islam dan guru besar Tarekat Naqsabandiyah yang terdapat di Kuntu. Makam itu berada dekat Batang Sebayang.

        Syekh Burhanudin Kuntu dan Sejarah Kejayaan Islam di Riau

        • Syekh Burhanuddin diperkirakan lahir 530 H atau 1111 M di Makkah Almukarramah dan meninggal pada 610 H atau 1191 M. Menurut buku Sejarah Riau yang disusun oleh tim penulis dari Universitas Riau terbitan tahun 1998/1999, Kuntu adalah daerah yang pertama-tama di Riau yang berhubungan dengan pedagang-pedagang asing dari Cina, India, dan negeri Arab Persia. 
        • Syekh Burhanuddin denganengan peninggalannya yang ada sampai saat ini: Sebuah stempel dari tembaga bertuliskan Arab “Syekh Burhanuddin Waliyullah Qodi Makkatul Mukarramah” dan Sebilah Pedang, tongkat, sebuah kitab Fathul Wahab dan sebuah Khutbah. Sejak masuknya Syekh Burhanuddin di Kuntu mengembangkan islam Mazhaf Syafi’i, Islam Syi’ah yang datang sebelumnya ke Kuntu kehilangan kekuatan politik dan mundur pada tahun 1238 M.
        • Kuntu juga daerah pertama yang memainkan peranan dalam sejarah Riau, karena daerah lembah Sungai Kampar Kiri adalah daerah penghasil lada terpenting di seluruh dunia dalam periode antara 500-1400 masehi. 
        • Zaman dahulu, Kuntu dikenal sebagai daerah yang subur dan berperan sebagai gudang penyedia bahan baku lada, rempah-rempah dan hasil hutan. Pelabuhan ekspornya adalah Samudra Pasai, dengan pasar besarnya di Gujarat. Kuntu juga adalah wilayah yang strategis sebab terletak terbuka ke Selat Melaka, tanpa dirintangi pegunungan.
        • Kuntu juga adalah tanah tua yang mula-mula dimasuki Islam yang dibawa oleh para pedagang dan di masa itu baru dianut di kalangan terbatas (pedagang) karena masih kuatnya pengaruh agama Budha yang menjadi agama resmi Sriwijaya di masa itu. Ketika Cinamerebut pasaran dagang yang menyebabkan para pedagang Islam Arab-Persia terdesak, maka penyebaran Islam sempat terhenti.  Para pedagang Arab-Persia-Maroko mulai kembali berdagang di Kuntu dalam abad ke XII Masehi di masa kekuasaan Kesultanan Mesir era Fatimiyah, dinasti yang mendirikan Universitas Al Azhar di Kairo. Kuntu juga memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Islam Dayah di Aceh di bawah Sultan Johan Syah dalam hal perniagaan. Setelah kerajaan Pasai berdiri, mereka bahkan berhasil memonopoli perdagangan rempah-rempah di Kuntu.
        • KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI RIAU Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar yang terletak kurang lebih 85 km, di sebelah selatan Pekanbaru ibu kota Provinsi Riau. Desa Kuntu termasuk desa tertua di Propinsi Riau yang syarat dengan lembaran. Dalam buku Sejarah Minangkabau terbitan Bathara Jakarta tahun 1970, di katakan bahwa Kuntu termasuk Wilayah Minangkabau Timur (Kerajaan Kuntu Timur). Sejak abad ke-6 pedagang dari Gujarat India mengembangkan agama Budha di Kuntu. Ini dibuktikan dimana di Kota Tinggi (Sungai Sontan Kuntu) terdapat kuburan raja darah Putih dengan batu nisan bertuliskan huruf Kawi yang belum bisa diartikan oleh penduduk setempat, pada masa inilah Permaisuri Raja Putri Lindung Bulan menyebut daerah ini dengan sebutan “Kuntu Turoba” yang berarti aku dari tanah tempatku berpijak. Pada tahun 670-730 M, terdapat dua kerajaan besar yaitu Cina di timur (beragama budha Mahayana) dan Khalifah Muawiyah di barat (beragama islam) masing-masing hendak memonopoli perdagangan, menanamkan pengaruh ekonomi dan agama. Namun politik Muawiyah lebih berhasil dibanding Cina sehingga abad ke-8 agama islam (syi’ah) masuk dan berkembang di Kuntu. Dakwah pengembangan Islam terhenti selama 4 abad disebabkan Cina merasa terganggu kepentingan ekonomi dan pengembangan agamanya, maka Cina mengutus dua orang sarjana agama Budha yaitu: Wajaro Bodhi dan Amogha Bajra. Sejak saat itu, pedagang dari Arab dan Persi tidak datang lagi ke Kuntu Timur. Pada masa inilah apa yang diistilahkan “Apik Tupai, Panggang Kaluang” dimana pada saat itu penduduk kehilangan pedoman/tuntunan agama. Pada permulaan abad ke-7 sesudah Rajendra Cola dari India Selatan berhasil melumpuhkan Sriwijaya. Maka raja Palembang bernama Aria Darma mengirim surat ke Muawiyah meminta dikirimkan Ulama/mubaligh. Menindak lanjuti permohonan raja Palembang tersebut, maka Khalifah Muawiyah mengutus Syekh Burhanuddin. Yang akhirnya sampai ke Kuntu untuk mengembangkan Islam Mazhaf syafi’i kurang lebih selama 20 tahun.

        Penemuan Sejarah

        • Dua batang kayu sungkai yang telah menjadi fosil menjadi tanda keberadaan makam Syekh Burhanuddin, penyiar agama Islam dan guru besar Tarekat Naqsabandiyah yang terdapat di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. “Kayu sungkai yang telah menjadi batu dan menjadi nisan Syekh Burhanuddin, merupakan pertanda bahwa inilah makam sebenarnya tuan guru besar Tarekat Naqsabandiah yang berada di Kuntu,” ujar juru kunci makam, Sukarna (59) saat ditemui di Kuntu (sekitar 90 kilometer dari Pekanbaru), Senin. Ia mengatakan, tanaman sungkai banyak terdapat di daerah itu dan menjadi tanaman keras yang banyak dimanfaatkan masyarakat karena bernilai jual tiggi. Menurut dia, dua batang kayu sungkai yang menancap di makam Syekh Burhanuddin tidak pernah dipindahkan atau pun dicabut, karena batang tersebut tertancap kokoh sebagai penanda bagian kepala dan ujung kaki dari makam.  Dua batang sungkai itu di bagian kepala setinggi lebih kurang 1,5 meter dan bagian kaki sekitar setengah meter.
        • Ia mengatakan, saat pertama kali dia menemukan makam tersebut pada tahun 1990, kawasan tersebut merupakan hutan belukar bahkan butuh waktu dua hari dari perkampungan penduduk yang hanya berjarak sekitar dua kilometer untuk mencapai makam. Keinginannya menemukan makam Syekh Burhanuddin itu atas perintah seorang ulama di kampungnya di Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar, yang mengatakan ada makam penyebar agama Islam di tengah hutan belantara Desa Kuntu.  “Pertama kali saya menemukan makam ini, nisan batang sungkai sebagai pertanda kuburan telah ada. Bahkan di sekitar makam telah terdapat empat tonggak yang terbuat dari semen dan rantai besi mengelilingi makam,” katanya.
        • Sukarno mengatakan, jauh sebelum dia bersama Sekretaris Desa Kuntu Jabri menemukan makam tersebut, makam itu dulunya pada zaman Belanda telah ditemukan dan dipelihara baik. “Namun, sayangnya makam tersebut kemudian tidak terpelihara, dikelilingi hutan belukar. Tapak surau tempat Syekh menyebarkan agamanya juga ada ditemukan tidak jauh dari lokasi makam. Sayangnya surau itu telah roboh,” ujar Sukarno.
        • Perihal batang sungkai yang menandai makam penyebar agama Islam di Sumatra itu, menurut Sukarno dari cerita masyarakat setempat pernah ada seekor gajah yang ingin mencabut batang tersebut, namun batang kayu berdiameter sekitar 60 centimeter itu tidak tercabut malah gajah yang mati.
        • “Sebagai warga asli daerah ini, kami hanya tahu ada makam keramat dari tuanku guru Syekh Burhanuddin. Makam ini dulunya memang tidak terpelihara tapi kini telah direhab dan dijadikan situs cagar budaya,” ujar Siman salah seorang warga masyarakat Kuntu. Ia mengaku, sejak makam tersebut ditemukan lagi banyak warga dari luar daerah dan luar negara berdatangan ke Kuntu. Mereka melakukan takziah bahkan penganut Tarekat Naqsabandiah tiap usai hari raya enam selalu mengunjungi makam tersebut.

          • Kuntu adalah daerah yang pertama di Riau yang berhubungan dengan pedagang-pedagang asing dari Cina, India, dan negeri Arab Persia. Kuntu juga daerah pertama yang memainkan peranan dalam sejarah Riau, karena daerah lembah Sungai Kampar Kiri adalah daerah penghasil lada terpenting di seluruh dunia dalam periode antara 500-1400 masehi. Zaman dahulu, Kuntu dikenal sebagai daerah yang subur dan berperan sebagai gudang penyedia bahan baku lada, rempah-rempah dan hasil hutan. Pelabuhan ekspornya adalah Samudra Pasai, dengan pasar besarnya di Gujarat. Kuntu juga adalah wilayah yang strategis sebab terletak terbuka ke Selat Melaka, tanpa dirintangi pegunungan. 
          • Kuntu juga adalah tanah tua yang mula-mula dimasuki Islam yang dibawa oleh para pedagang dan di masa itu baru dianut di kalangan terbatas (pedagang) karena masih kuatnya pengaruh agama Budha yang menjadi agama resmi Sriwijaya di masa itu. Ketika Cina merebut pasaran dagang yang menyebabkan para pedagang Islam Arab-Persia terdesak, maka penyebaran Islam sempat terhenti. Para pedagang Arab-Persia-Maroko mulai kembali berdagang di Kuntu dalam abad ke XII Masehi di masa kekuasaan Kesultanan Mesir era Fatimiyah, dinasti yang mendirikan Universitas Al-Azhar di Kairo. Kuntu juga memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Islam Dayah di Aceh di bawah Sultan Johan Syah dalam hal perniagaan
          • Sebelum masuknya agama Islam ke daerah Riau, tidak ada seorangpun dari penduduk Riau yang memegang agama tauhid. Agama penduduk asli adalah anismisme yang percaya ruh nenek moyang dan para leluhur, kemudian menyusul pada sebagian penduduk mereka yang beragama Budha dan sekali berkembang menjadi Hindu-Budha. 
          • Menurut Sejarah Riau, Kuntu-Kampar adalah daerah pertama-tama di Riau Daratan yang berhubungan dengan orang-orang Islam (pedagang). Hal ini dimungkinkan karena sejak zaman bahari daerah ini telah berhubungan dengan pedagang-pedagang asing dari negeri Cina, India, dan Arab-Persia. Hubungan tersebut didasarkan oleh kepentingan perdagangan, karena daerah lembah sungai Kampar Kanan/ Kiri merupakan daerah penghasil lada terpenting di dunia dalam periode 500-140 M. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau daerah Kuntu-Kampar yang mula-mula dimasuki agama Islam. 
          • Berdasarkan perjalanan para penyiar agama Islam yang dating sebagai pedagangitu, maka besar kemungkinan pada abad pertama hiriah atau abad ke-7 M agama Islam itu mungkin telah sampai di Riau, sebagaimana juga disimpulkan oleh seminar masuknya islam ke nusantara di Aceh tahun 1980. 
          • Meskipun Islam telah masuk pada abad ke 7 atau 8 Masehi di Riau, namun penganut agama ini masih terbatas di lingkungan para pedagang dan penduduk kota di pesisir pantai tersebut. Hal ini disebabkan karena kuatnya pengaruh agama Budha yang merupakan agama Negara dalam kerajaan Sriwijaya waktu itu. Dari Kuntu, Islam diperkirakan menyebar ke Rokan dalam tahun738/ 1349. saat mereka dating ke daerah ini, Rokan sudah memiliki kehidupan bermasyarakat yang teratur, dipimpin oleh seorang raja yang berkedudukan sebagai primus interperes bernama Raja Said. Masuknya pelarian-pelarian Muslim dari Kuntu berhasil membawa pengikut-pengikut Raja Said memeluk Islam, danbahkan Raja Said sendiri akhirnya menjadi penganut islam yang baik. Di sampaing di atas, terdapat pula pendapat-pendapat lainnya, ada yang menyatakan Islam di Rokan berasal dari Lima Koto (Bangkinang,Kuok, Salo, Rumbio dan Air Tiris) yang terletak di tepi Sungai Kampar Kanan. 
          • Menurut Prof.DR.Mhd.Yunus dalam Sejarah Pendidikan Islam Indonesia mengatakan bahwa nama Burhanuddin ada tiga orang yaitu: 1. Burhanuddin di Ulakan Pariaman (Sumatra Barat). 2. Burhanuddin di Aceh Darussalam (Aceh). 3. Burhanuddin di Kuntu Kampar Kiri (Riau). 

          Syekh Burhanuddin yang sebenarnya datang dari Arab adalah yang wafat di Kuntu pada tahun 610 H/1189 M. sesuai dengan peninggalannya yang ada sampai saat ini: 

          1. Sebuah stempel dari tembaga yang dawatnya asap lampu togok bertuliskan Arab “Syekh Burhanuddin Waliyullah Qodi Makkatul Mukarramah”. 
          2. Sebilah Pedang, tongkat, sebuah kitab Fathul Wahab dan sebuah Khutbah. Sejak masuknya Syekh Burhanuddin di Kuntu mengembangkan islam Mazhaf Syafi’i, 
          3. Islam Syi’ah yang datang sebelumnya ke Kuntu kehilangan kekuatan politik dan mundur pada tahun 1238 M. Dinasti Iskandar Zulkarnain di Minangkabau Pada tahun 1921, Resident Westenenk menyelesaikan tulisannya yang tidak untuk umum dan yang bernama : De Hindu Javanen In Midden En Zuid Sumatra. Dia mencapai kesimpulan bahwa : 1. Akhir Abad Ke-XIII : Agama Hindu Jawa datang di Minangkabau. 2. Medio Abad Ke-XIV : Masa jaya dari Kerajaan Pagarruyung Minangkabau dibawah Raja Adityawarman. 3. Permulaan Abad Ke- XVI : Agama Islam masuk di Minangkabau. 4. Sejak Medio Abad Ke- XVI : Yangdipertuan Raja Alam Pagarruyung Minangkabau, semuanya ber-Agama Islam. Akan tetapi : Di Minangkabau Timur ada kuburan-kuburan Islam, yang bertahun Hijriah, dan yang bertanggal dari sebelum 1300 Masehi. 
          4. Membenarkan cerita-cerita Sultan (Radja Islam) para keturunan dari Iskandar Zulkarnain, yang katanya memerintah di Alam Minangkabau sebelum Radja Pagarruyung yang ber-Agama Hindu Djawa. Artinya : Sebelum masa jaya dari Keradjaan Modjopahit di Pulau Djawa, yang mendirikan Keradjaan Pagarruyung di Pulau Andalas, sebelum tahun 1350. Sedangkan Iskandar Zulkarnain adalah Alexander The Great, yang memerintah 336 – 323 Sebelum masehi, Raja Yunani macedonia yang merebut Persia, Gandara, Gudjarat. Tidak pernah merebut Alam Minangkabau !! Bikin binggung Resident Westenenk. “Geen touw aan vast te knoopen”, begitulah dia berpendapatan. Resident Westenenk contacted teman sejawatnya Resident Poortman nearby di Djambi, yang sedang asyik melakukan Fieldwork Fact Finding perihal “Pamalayu Expedition”. Tentara Singosari 1275 – 1292 merebut Darmasraya Djambi. Resident Poortman kebetulan sekali sudah terlebih dahulu menemukan di dalam tulisan-tulisan peninggalan Kesultanan Mesir Fathimiyah Dynasty (976 – 1168), bahwa : Di jazirah Gudjarat India, hampir semuanya orang Islam Mazhab Sji’ah claimed to be descendants of Alexander The Great, yang disitu disebutkan “Iskandar Zulkarnain”. Eureka !! Resident Poortman segera mencurigai orang-orang Cambay Gudjarat, yang sebelum 1350 datang berdagang ke Minangkabau dan disitu menjadi origin dari Mythos Iskandar Zulkarnain Dynasty. Resident Poortman kemudian bertahun-tahun lamanya doggedly melakukan pekerjaan “Detective Sejarah”, scrutinizing tulisan peninggalan Kesultanan Mesir Fathimiyah Dynasty, Kesultanan Mesir Mamaluk Dynasty, Kesultanan Aru Barumun, Kesultanan Allahad India (yang menguasai jazirah Gudjarat sesudah Kesultanan Mesir Fathimiyah Dynasty dan sebelum Kesultanan Dehli India, Tiongkok Yuang Dynasty, Tiongkok Ming Dynasty, dan entah mana lagi. Disamping itu Resident Poortman berjalan kaki melakukan Fieldwork Fact Finding di daerah hulu dari Sungai Batanghari, Kuantan, dan Kampar, daerah-daerah yang oleh Resident Westenenk disebutkan : “Waarmensch en tijger buren zijn”. Jelasnya : Lebih banyak macam daripada manusia. Hasilnya sangat mengagumkan, perihal : Sultan Djohan Djani The Sophisticated Buccaneer, dan perihal : Sultan Malik Ul Mansur The History Corruptor. Lebih phantastic daripada fiction !! Kuburan-kuburan Sultan di Kampung Kuntu Pada tahun 1927, Resident Poortman mengadakan Survey (Fieldwork Fact Finding), perihal kuburan Islam bertanggal dari sebelum tahun 1339, yang di waktu itu masih sangat banyak di rimba-raya Minangkabau Timur. Di sekitar Bangkinang di tepi Sungai Kampar Kanan, Resident Poortman menemukan Kuburan Islam yang tertua di Minangkabau. Yakni bertanggal 521 H (1128 M) Di dekat kampung kuntu di tepi Sungai Kampar Kiri, Resident Poortman menemukan 90 kuburan Islam. 12 diantaranya, masih dapat dibaca oleh Resident Poortman. Termasuk 4 kuburan Sultan-sultan. Di kampung Kuntu, Resident Poortman menemukan pula runtuhan Mesjid yang terbuat dari bahan yang sangat kuat yaitu batu pualan. Oleh penduduk asli setempat treruntuhan Mesjid dan kuburan Sultan yang di Kuntu Kampar itu, sedikitpun tidak dihiraukan. Malahan disebut “Kuburan Keling”. Rupa-rupanya masih ada pertentangan, dari penjajahan asing oleh orang-orang Cambay Gudjarat, yang ber-Agama Islam Mazhab Syi’ah. Sedangkan orang-orang Minangkabau Timur, kini adalah ber-Agama Islam Mazhab Sjafi’i. Karena Conjuncture Tinggi Dagang Karet sebelum tahun 1930, maka : Rimba raya di Minangkabau Timur diubah menjadi kebun-kebun Karet Rakyat. Bukannya orderly rubber plantations, akan tetapi : Wild and dense rubber jungles. Penuh harimau-harimau karena harimau suka memakan biji-biji karet dan Harimau suka memakan babi. “Kuburan Keling” di Minangkabau dalam bahaya kepunahan karena dibongkar oleh akar-akar pohon karet. Lebih parah lagi, Para penyadap pohon-pohon karet sering mengambil batu-batu dari “Kuburan Keling”, untuk digunakan membanting rubber slans, Batu-batu itu adalah batu pualam (marmar putih) : bekas impor dari Gudjarat India. Di sebelah atas ada kaligrapifi berbahasa arab yang sangat indah. Akan tetapi di sebelah bawah masih ada ukiran-ukiran Hindu Shiwa. dengan demikian jelas bahwa batu-batu Pualam tersebut berasal dari candi Hindu di Gudjarat India. Kuburan-kuburan Islam Mazhab Syi’ah di Minangkabau Timur, yang bertanggal 1128 – 1339M Perlu diselidiki oleh para Ahli-ahli Sejarah serta para Ahli Islamologi Indonesia. Walaupun mereka itu ber-Agama Islam Mazhab Sjafi’i dan kira-kira dianggap “Kafir”. Haraplah dia itu tidak seperti pendudukasli Minangkabau Timur, menggunakan istilah “Kuburan Keling”. Agar supaya : Mudah-mudahan dilanjutkan usaha dari Resident Poortman 1927 – 1931, menyelidiki Kuburan Islam yang sudah ada di Minangkabau Timur sebelum Kerajaan Pagaruyung Minangkabau yang ber-Agama Hindu Jawa. Insya Allah terlaksanalah kiranya. Meneruskan Jejak Syeikh Burhanuddin Kuntu Ponpes Salafiyah Syekh Burhanuddin Kuntu, Kampar Kiri, Kampar, Riau Di tengah mahalnya biaya pendidikan sekolah, Ponpes Salafiyah Syekh Burhanuddin Kuntu bisa menjadi pilihan untuk menimba ilmu di Tingkat Wustho (setingkat MTs/SMP) dan di Tingkat ‘Ulya (setingkat MA/SMA). Karena di samping fasilitas dan kurikulum pendidikannya mendukung anak untuk menguasai agama, pengetahuan umum dan ketrampilan, orang tua pun tidak direpotkan memikirkan biaya. Karena semuanya gratis! Sedangkan operasional ponpes didapat dari infak, shadaqah warga sekitar, kaum Muslimin di mana saja yang mau berbagi, unit usaha ponpes dan juga dari pemerintah. Sejarah Miris melihat warga Kampar Kiri banyak yang tidak mendalami dasar-dasar ajaran Islam secara intensif, serta bagi yang ingin memperdalam pun harus nyantri jauh-jauh ke luar Kampar Kiri, maka ulama Kampar KH Angku Mudo Djamarin (almarhum) pada 1 Februari 1973 mendirikan pondok pesantren yang diberi nama Ponpes Salafiyah Syekh Burhanuddin Kuntu. Nama tersebut diambil untuk mengenang jasa ulama besar asal Mekah yang menyebarkan agama Islam selama 20 tahun di Sumbar dan Riau hingga wafat dan dikebumikan di Kuntu, Kampar Kiri pada 1191 Masehi. Sejak didirikan, Ponpes ini mendapat dukungan positif, baik moral maupun materil dari Pemda dan lapisan masyarakat sekitar, sehingga mengalami kemajuan yang sangat menggembirakan. Hanya saja ketika pemerintah mengetahui KH Angku Mudo Djamarin yang berstatus pegawai negari sipil (PNS) itu tidak mau masuk dan menyoblos (Partai) Golkar, Ponpes tidak mendapatkan dukungan. “Sehingga banyak tekanan dan tidak ada bantuan dari pemerintah sampai masa Reformasi 1998,” ungkap Pimpinan Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu KH Ahmad Junaidi Djamarin. Fasilitas dan Kurikulum Ponpes yang berada di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau memiliki lahan empat hektar. Sedangkan yang sudah diisi bangunan baru dua hektar. Bangunan tersebut di antaraya berupa masjid, mushala, gedung lokal belajar, kantor, asrama santri putra, asrama santri putri dan juga tempat tinggal para guru ponpes. Jumlah santri pada awal berdiri 30 orang dan saat ini berjumlah 700 orang—termasuk tingkat Wustho (setara MTs) dan tingkat Ulya (setara MA). Setiap santri yang menimba ilmu tidak dipungut biaya. Ponpes ini memadukan pendidikan agama, pendidikan umum dan keterampilan. Selain mendapatkan perpaduan kurikulum tersebut, santri pun dididik agar memiliki ketrampilan berdakwah yang mumpuni dan belajar kitab kuning. Untuk mendukung tujuan tersebut maka Ponpes membuka tiga program yang menjadi ciri khas Ponpes ini. Pertama, Takhassus (Program khusus). Untuk mempertajam kemampuan kurikulum ilmu alat Bahasa Arab (Nahwu,Sharaf, Ushul, Fiqhi, Mantiq dan Balaghah), kepada siswa diberikan pelajaran tambahan dengan sistem halaqah yang dibina oleh guru-guru tua. Tradisi ini tetap dipertahankan sebagai identitas Pondok Pesantren Sykeh Burhanuddin Kuntu. Kedua, program bahasa Arab dan bahasa Inggris aktif. Dengan improvisasi kurikulum dan pola pengajaran intensif dan Ta’limul Lugah Arabiah, maka 1 tahun siswa diharapkan mampu berbahasa Arab dan Inggris aktif. Dan melalui diklat dan kursus, dalam bidang ini, Ponpes telah mengakader guru melalui kursus. Ketiga, program Hifzul Ayat. Bagi santri diharuskan menghafal 2 Juz setiap tahun. Sedangkan ketrampilan yang diajarkan agar setamat Ponpes bisa mandiri adalah agrobisnis, perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan, kursus komputer dan menjahit. Santri Ponpes pernah juara umum Musabaqoh Qiraatul Kutub tahun 1999 tingkat Kabupaten, Juara I tilawah. Dan hampir mayoritas khatib Jumat di Kampar Kiri adalah santri alumni Syekh Burhanuddin Kuntu. Hingga sekarang Ponpes telah meluluskan sekitar 1.665 alumni yang tersebar di berbagai daerah di Propinsi Riau dan Sumatera Barat. Mereka berkiprah di berbagai bidang dan tidak sedikit pula yang membuka pesantren. Ada juga yang melanjutkan menimba ilmu ke Al Azhar Kairo, ada yang ke Jawa seperti Yogyakarta dan Jakarta. Ada yang masuk kelas Internasional UIN Suska Riau, dan melanjutkan di Unviersitas Riau dan Universitas Islam Riau.[] apri siswanto/joy BOKS KH Ahmad Junaidi Djamarin, Pimpinan Ponpes Syeikh Burhanuddin Syariah untuk Kemashlahatan Muslim dan Non Muslim KH Ahmad Junaidi Djamarin menyatakan syariah Islam wajib ditegakkan hingga ke level negara. “Karena syariat Islam wajib dan perlu untuk kemaslahatan umat Islam dan non Islam,” tegas lelaki yang pernah aktif di Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) tersebut. Makanya lelaki kelahiran Batu Bersurat, 1 Januari 1970, menyatakan mendukung semua kelompok yang berjuang untuk menerapkan syariah Islam kaffah. Tak aneh pula bila ia juga mendukung perjuangan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang memperjuangkan tegaknya syariah dalam naungan khilafah. Hanya saja kyai yang pernah kuliah di Universitas Al Azhar Kairo tersebut mengaku merasa perlu belajar lebih banyak lagi tentang sistem pemerintahan Islam. Karena ada hal-hal yang memang belum dipahaminya secara detail bagaimana khilafah mengimplementasikan syariah kepada masyarakat yang multietnis, agama dan ras. Ia berharap di sisi itulah HTI dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait hal itu. 

          ​KISAH Sejarah Memilukan: Ulama Ditahan dan Umat Islam Difitnah, Semoga Tidak Terjadi Sekarang.

          KISAH Sejarah Memilukan: Ulama Ditahan dan Umat Islam Difitnah, Semoga Tidak Terjadi Sekarang.

          Kisah sejarah memilukan pernah terjadi di negwri ini. Ulama yang merupakan panutan masyarakat dan wali Allah di muka bumi dipenjara, difitnah tanpa diadili. Hal itu dikisahkab oleh Saksi Hidup sejarah Taufik Ismail. Taufiq Ismail sang budayawan itu menceritakan situasi sekitar tahun 1960an jelang pemberontakan PKI yang ketiga kalinya. Ia mengungkapkan, para pemimpin Umat Islam kala itu difitnah, hingga dijebloskan ke penjara oleh rezim Orde Lama. Mudah mudahan hal itu tidak terjadi di era pemerintahan sekarang ini

          Taufik Ismail sang budayawan itu saat menjadi pembicara dalam Majelis Taqarrub Ilallah Pembaca Suara Islam (MTI PSI), di Masjid Baiturrahan, Jl. Dr. Saharjo No. 100 Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Ahad (22/1/2017). “Pertama sekali, pemimpin-pemimpin Islam difitnah. Pemimpin-peminpin Islam diusahakan agar ditahan, dimasukkan ke dalam tahanan dengan macam-macam cara,” 

          Kesaksian Taufik Ismail

          • Para ulama dan tokoh Islam terkemuka saat itu harus mendekam di balik terali besi tanpa diadili dan dibuktikan kesalahan mereka. Muhammad Natsir, Syafrudin Prawiranegara, Buya HAMKA, Isa Anshary dan seterusnya, mereka masuk ke dalam tahanan, sampai kudeta berlangsung para ulama tersebut tidak pernah diadili. 
          • Menurut Taufim Berbagai upaya kriminalisasi dengan mencari-cari kesalahan, mereka tega menjerat ulama agar masuk penjara. “Ada penangkapan-penangkapan para pemimpin umat yang dibuat sedemikian rupa supaya umat itu merasa ‘aduh pimpinan kita masuk penjara’ macam-macam alasannya. Seperti juga sekarang, macam-macam alasan, kemudian dicari-cari, digali-gali,” ungkapnya.
          • Bahkan, termasuk upaya teror dengan tuduhan makar dan sejenisnya pun dilakukan. Taufiq Ismail menceritakan di Pondok Pesantren Al-Jauhar di Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kediri, pada 13 Januari 1965, PII melakukan pelatihan. Pada waktu istirahat, Pemuda Rakyat dan PKI, masuk menyerbu masjid, lalu para pelajar PII itu dibawa ke luar masjid, Al-Qur’an yang ada di dalam masjid diinjak-injak, mereka menyeret pelajar PII dengan berteriak-teriak menghina Islam, menghina Rasulullah. “Yang mereka tuduh PII ini melakukan tindakan subversif, melawan pemerintah, kemudian dibawa ke kepolisian supaya ditahan,” tuturnya. 
          • Puncaknya, kata Taufiq di Jawa Timur, ada masjid yang dibakar. Kemudian buku-buku yang dianggap anti pemerintah itu dilarang. 

          Taufik Ismail

          • Taufiq Ismail yang bergelar Datuk Panji Alam Khalifatullah adalah seorang penyair dan sastrawan Indonesia.
          • Banyak puisinya dinyanyikan Himpunan Musik Bimbo, pimpinan Samsudin Hardjakusumah, atau sebaliknya ia menulis lirik buat mereka dalam kerja sama. Iapun menulis lirik buat Chrisye, Yan Antono (dinyanyikan Ahmad Albar) dan Ucok Harahap. Menurutnya kerja sama semacam ini penting agar jangkauan publik puisi lebih luas.
          • Taufiq sering membaca puisi di depan umum. Di luar negeri, ia telah baca puisi di berbagai festival dan acara sastra di 24 kota Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Baginya, puisi baru ‘memperoleh tubuh yang lengkap’ jika setelah ditulis, dibaca di depan orang. Pada April 1993 ia membaca puisi tentang Syekh Yusuf dan Tuan Guru, para pejuang yang dibuang VOC ke Afrika Selatan tiga abad sebelumnya, di 3 tempat di Cape Town (1993), saat apartheid baru dibongkar. Pada Agustus 1994 membaca puisi tentang Laksamana Cheng Ho di masjid kampung kelahiran penjelajah samudra legendaris itu di Yunan, Tiongkok, yang dibacakan juga terjemahan Mandarinnya oleh Chan Maw Yoh.
          • Bosan dengan kecenderungan puisi Indonesia yang terlalu serius, di awal 1970-anmenggarap humor dalam puisinya. Sentuhan humor terasa terutama dalam puisi berkabar atau narasinya. Mungkin dalam hal ini tiada teman baginya di Indonesia. Antologi puisinya berjudul Rendez-Vous diterbitkan di Rusia dalam terjemahan Victor Pogadaev dan dengan ilustrasi oleh Aris Aziz dari Malaysia (Rendez-Vous. Puisi Pilihan Taufiq Ismail. Moskow: Humanitary, 2004.). Di deretan jejak langkah Taufiq yang panjang tersebut, penyair dan kritikus sastra Indonesia Saut Situmorangmemberitakan dalam media sastra yang diempunya bersama Katrin Bandel, Boemipoetra Taufiq melakukan aksi plagiarisme atas karya penyair Amerika bernama Douglas Malloch (1877 – 1938) berjudul Be the Best of Whatever YouMendapat Anugerah Seni dari Pemerintah (1970), Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Awarddari Kerajaan Thailand (1994), Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994). Dua kali ia menjadi penyair tamu di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1971-1972 dan 1991-1992), lalu pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur (1993).

          Kisah Sejarah: Abdullah Bin Saba Tokoh Yahudi Cikal Bakal Syah, Yang Berpura pura Masuk Islam Dan Merusak Dari Dalam

          Kisah Sejarah: Abdullah Bin Saba Tokoh Yahudi Cikal Bakal Shyah, Yang Berpura pura Masuk Islam Dan Merusak Dari Dalam


          Abdullah bin Saba juga dikenal dengan nama panggilan Ibnu Saudah merupakan seorang Rabbi Yahudi yang masuk Islam pada masa Khalifah Utsman bin Affan dan kemudian menyulut pemberontakan terhadap khalifah waktu itu, serta kemudian diriwayatkan oleh sebagian sejarawan muslim sebagai pendiri Syi’ah. Beberapa kitab sejarah Islam menunjukkan bahwa dia orang yahudi yang menyamar jadi Islam untuk merusak Islam dari dalam

          Syiah 

          • Diperdebatkan bahwa syiah adalah ajaran daripada seorang beragama Yahudi yang bernama Abdullah bin Saba’ telah lama diketengahkan kepada masyarakat Islam dan semacam sudah menyatu dengan masyarakat bahawa syiah adalah ajaran Yahudi Abdullah ibn Saba’, yang berpura-pura memeluk Islam tetapi bertujuan untuk menghancurkan pegangan aqidah umat Islam.
          • Ia dikatakan mempunyai madzhab Saba’iyyah mengemukakan teori Ali adalah wasi Muhammad SAW. Abdullah ibn Saba’ juga dikenali dengan nama Ibn al-Sawda’ atau ibn ‘Amat al-Sawda’- anak kepada wanita kulit hitam.
          • Allamah Murtadha Askari telah mengesan dan membuktikan bahawa cerita Abdullah ibn Saba’ yang terdapat dalam versi sunni adalah bersumberkan dari Al-Tabari (w.310H/922M), Ibn Asakir (w571H/1175M), Ibn Abi Bakr (w741H/1340M) dan al-Dhahabi (w747H/1346M). Mereka ini sebenarnya telah mengambil cerita Abdullah ibn Saba’ dari satu sumber iaitu Sayf ibn Umar dalam bukunya al-Futuh al-kabir wa al-riddah dan al-Jamal wal-masir Aishah wa Ali [Murtadha Askari, Abdullah ibn Saba’ wa digar afsanehaye tarikhi, Tehran, 1360 H].
          • Sayf adalah seorang penulis yang dipercayai oleh kebanyakan penulis-penulis rijal seperti Yahya ibn Mu’in (w233/847H), Abu Dawud (w275H/888M), al-Nasai (w303H/915M), Ibn Abi Hatim (w327H/938M), Ibn al-Sukn (w353H/964M), Ibn Hibban (w354H/965M), al-Daraqutni (w385H/995M), al-Hakim (w405H/1014M), al-Firuzabadi (w817H/1414M), Ibn Hajar (w852H/1448M), al-Suyuti (w911H/1505M, dan al-Safi al-Din (w923H/1517M).
          • Abdullah bin Saba’, adalah seorang Yahudi yang memeluk Islam pada zaman Utsman, dikatakan seorang pengikut Ali yang setia. Dia mengembara dari satu tempat ke satu tempat untuk menghasut orang ramai supaya bangun memberontak menentang khalifah Uthman. Sayf dikatakan sebagai pengasas ajaran Sabaiyyah dan pengasas madzhab ghuluww (sesat). Menurut Allamah Askari watak Abdullah ibn Saba’ ini adalah hasil rekaan Sayf yang juga telah mencipta beberapa watak, tempat, dan kota khayalan. Dari cerita Sayf inilah beberapa orang penulis telah mengambil cerita Abdullah ibn Saba’ tersebut seperti Said ibn Abdullah ibn Abi Khalaf al-Ashari al-Qummi (w301H/913M) dalam bukunya al-Maqalat al-Firaq, al-Hasan ibn Musa al-Nawbakhti (w310H/922M) dalam bukunya Firaq al-Shiah, dan Ali ibn Ismail al-Ashari (w324H/935M) dalam bukunya Maqalat al-Islamiyyin. Allamah al-Askari mengesan cerita Abdullah ibn Saba’ dari riwayat syiah dari Rijal oleh al-Kashshi.
          • Al-Kashshi telah meriwayatkan dari sumber Sa’d ibn Abdullah al-Ashari al-Qummi yang menyebut bahawa Abdullah ibn Saba’ mempercayai kesucian Ali sehingga menganggapnya sebagai nabi. Mengikut dua riwayat ini, Ali AS memerintahkannya menyingkirkan fahaman tersebut, dan disebabkan keengganannya itu Abdullah ibn Saba telah dihukum bakar hidup-hidup (walau bagaimanapun menurut Sa’d ibn Abdullah Ali telah menghalau Ibn Saba’ ke Madain dan di sana dia menetap sehingga Ali AS menemui kesyahidannya. Pada ketika ini Abdullah ibn Saba’ mengatakan Ali AS tidak wafat sebaliknya akan kembali semula ke dunia). Al-Kashshi, selepas meriwayatkan lima riwayat yang berkaitan dengan Abdullah ibn Saba’ menyatakan bahawa tokoh ini didakwa oleh golongan Sunni sebagai orang yang pertama yang mengisytiharkan Imamah Ali AS. Allamah Askari menyatakan bahawa hukuman bakar hidup-hidup adalah satu perkara bida’ah yang bertentangan dengan hukum Islam sama ada dari madzhab Syi’ah atau Sunnah. Kisah tersebut pula tidak pernah disebut oleh tokoh-tokoh sejarah yang masyhur seperti Ibn al-Khayyat, al-Yakubi, al-Tabari, al-Masudi, Ibn Al-Athir, ibn Kathir atau Ibn Khaldun. Peranan yang dimainkan oleh Abdullah ibn Sabak’ sebelum berlakunya peristiwa pembunuhan Uthman atau pada zaman pemerintahan Imam Ali AS telah tidak disebut oleh penulis-penulis yang terawal seperti Ibn Sa’d (w230H/844M0, al-Baladhuri (w279H/892M) atau al-Yaqubi. Hanya al-Baladhuri yang sekali sehaja menyebut namanya dalam buku Ansab al-Ashraf ketika meriwayatkan peristiwa pada zaman Imam Ali AS berkata: ” Hujr ibn Adi al-Kindi, Amr ibn al-Hamiq al-Khuzai, Hibah ibn Juwayn al-Bajli al-Arani, dan Abdullah ibn Wahab al-Hamdani – ibn Saba’ datang kepada Imam Ali AS dan bertanya kepada Ali AS tentang Abu Bakr dan Umar…” Ibn Qutaybah (w276H/889M) dalam bukunya al-Imamah wal-Siyasah dan al-Thaqafi (w284H/897M) dalam al-Gharat telah menyatakan peristiwa tersebut. Ibn Qutaybah memberikan identiti orang ini sebagai Abdullah ibn Saba’. Sa’d ibn Abdullah al-Ashari dalam bukunya al-Maqalat wal-Firaq menyebutkan namanya sebagai Abdullah ibn Saba’ pengasas ajaran Saba’iyyah – sebagai Abdullah ibn Wahb al-Rasibi. Ibn Malukah (w474H/1082M) dalam bukunya Al-Ikmal dan al-Dhahabi (w748H/1347M) dalam bukunya al-Mushtabah ketika menerangkan perkataan ‘Sabaiyyah ‘, menyebut Abdullah ibn Wahb al-Saba’i, sebagai pemimpin Khawarij. Ibn Hajar (w852H/1448M) dalam Tansir al-Mutanabbih menerangkan bahawa Saba’iyyah sebagai ‘ satu kumpulan Khawarij yang diketuai oleh Abdullah ibn Wahb al-Saba’i’. Al-Maqrizi (w848H/1444M) dalam bukunya al-Khitat menamakan tokoh khayalan Abdullah ibn Saba’ ini sebagai ‘Abdullah ibn Wahb ibn Saba’, juga dikenali sebagai Ibn al-Sawda’ al-Saba’i.’
          • Allamah Askari mengemukakan rasa kehairannya bahawa tidak seorang pun daripada para penulis tokoh Abdullah ibn Saba’ ini menyertakan nasabnya – satu perkara yang agak ganjil bagi seorang Arab yang pada zamannya memainkan peranan yang penting. Penulis sejarah Arab tidak pernah gagal menyebutkan nasab bagi kabilah-kabilah Arab yang terkemuka pada zaman awal Islam tetapi dalam kisah Abdullah ibn Saba’ , yang dikatakan berasal dari San’a Yaman, tidak dinyatakan kabilahnya. Allamah Askari yakin bahawa Ibn Saba’ dan golongan Sabai’yyah adalah satu cerita khayalan dari Sayf ibn Umar yang ternyata turut menulis cerita-cerita khayalan lain dalam bukunya. Walau bagaimanapun, nama Abdullah ibn Wahb ibn Rasib ibn Malik ibn Midan ibn Malik ibn Nasr al-Azd ibn Ghawth ibn Nubatah in Malik ibn Zayd ibn Kahlan ibn Saba’, seorang Rasibi, Azdi dan Saba’i adalah pemimpin Khawarij yang terbunuh dalam Peperangan Nahrawan ketika menentang Imam Ali AS.
          • Nampaknya kisah tokoh Khawarij ini telah diambil oleh penulis kisah khayalan itu untuk melukiskan watak khayalan yang menjadi orang pertama mengiystiharkan Imamah Ali AS. Watak ini tiba-tiba muncul untuk memimpin pemberontakan terhadap khalifah Uthman, menjadi dalang mencetuskan Perang Jamal, mengisytiharkan kesucian Ali AS, kemudian dibakar hidup-hidup oleh Ali AS atau dihalau oleh Ali AS dan tinggal dalam buangan seterusnya selepas kewafatan Imam Ali AS, mengisytiharkan kesucian Ali AS dan Ali akan hidup kembali dan orang yang pertama bercakap dengan lantang tentang musuh-musuh Ali AS.
          • Menurut Allamah Askari, perkataan Saba’iyyah adalah berasal-usul sebagai satu istilah umum untuk kabilah dari bahagian selatan Semenanjung Tanah Arab iaitu Bani Qahtan dari Yaman. Kemudian disebabkan banyak daripada pengikut-pengikut Imam Ali bin Abi Talib AS berasal dari Yaman seperti Ammar ibn Yasir, Malik al-Ashtar, Kumayl ibn Ziyad, Hujr ibn Adi, Adi ibn Hatim, Qays ibn Sa’d ibn Ubadah, Khuzaymah ibn Thabit, Sahl ibn Hunayf, Utsman ibn Hunayf, Amr ibn Hamiq, Sulayman ibn Surad, Abdullah Badil, maka istilah tersebut ditujukan kepada para penyokong Ali AS ini. justeru, Ziyad ibn Abihi pada suatu ketika mendakwa Hujr dan teman-temannya sebagai ‘Saba’iyyah.’ Dengan bertukarnya maksud istilah, maka istilah itu juga turut ditujukan kepada Mukhtar dan penyokong-penyokongnya yang juga terdiri daripada puak-puak yang berasal dari Yaman. Selepas kejatuhan Bani Umayyah. istilah Saba’iyyah telah disebut dalam ucapan Abu al-Abbas Al-Saffah, khalifah pertama Bani Abbasiyyah, ditujukan kepada golongan Syi’ah yang mempersoalkan hak Bani Abbas sebagai khalifah.
          • Walau bagaimanapun Ziyad maupun Al-Saffah tidak mengaitkan Saba’iyyah sebagai golongan yang sesat. Malahan Ziyad gagal mendakwa bahwa Hujr bin Adi dan teman-temannya sebagai golongan sesat. Istilah Saba’iyyah diberikan maksudnya yang baru oleh Sayf ibn Umar pada pertengahan kedua tahun Hijrah yang menggunakannya untuk ditujukan kepada golongan sesat yang kononnya diasaskan oleh tokoh khayalan Abdullah ibn Saba’.

          Sunni 

          • Para ‘ulama terdahulu, baik dari kalangan ahli hadits, ahli sejarah, ataupun yang lainnya telah sepakat akan keberadaan tokoh besar syi’ah sekaligus pendirinya yang bernama Abdullah bin Saba’, tidak ada yang mengingkarinya kecuali sebagian syi’ah rafidhah.
          • Abdullah bin Saba’ yang juga dikenal dengan sebutan Ibnu Sauda’ adalah seorang Yahudi yang berasal dari negeri Yaman, tepatnya dari daerah Shan’a (Ibu kota Yaman). Ia berpura-pura masuk islam pada masa pemerintahan Utsman bin ‘Affan untuk menghancurkan islam dari dalam.
          • Berbagai macam fitnah ia timbulkan. Ia terlibat dalam pembunuhan Khalifah Utsman bin ‘Affan, juga terlibat mengobarkan fitnah pada perang Jamal antara Ali dan ‘Aisyah, dan perang Shiffin antara Ali dan Mu’awiyyah radhiallahu ‘anhum. Kemudian pada pemerintahan ‘Ali ia kembali membuat ulah dengan memunculkan satu fitnah besar yaitu mengajak manusia untuk meyakini Khalifah Ali sebagai Tuhan. Dengan sebab ulahnya itulah para Saba’iyyah ketika itu harus rela dibakar oleh seorang yang mereka anggap sebagai Tuhan.
          • Abdullah bin Saba’ atau yang juga disebut dengan Ibnu Sauda’ bukanlah tokoh fiktif sebagaimana sangkaan sebagian orang-orang syi’ah sekarang. Di antara alasan mereka yang tidak mengakui keberadaan Abdullah bin Saba’ adalah, kata mereka, riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang hakikat Abdullah bin Saba’ adalah lemah karena melewati jalur seorang perawi bernama Saif bin Umar At-Tamimi, ia telah dilemahkan oleh beberapa pakar hadits Ahlus Sunnah terkemuka.

          Alasan mereka yang sangat lemah ini dapat kita jawab dari beberapa sisi:

          • Pertama: pernyataan mereka bahwa para ulama pakar hadits telah melemahkan Saif bin ‘Umar At-Tamimi adalah benar. Akan tetapi yang perlu diperhatikan bahwa yang mereka lemahkan adalah periwayatan haditsnya (maksudnya jika ia meriwayatkan hadits maka haditsnya lemah) adapun dalam masalah sejarah maka dia dapat dijadikan sandaran dan rujukan, hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar (dia termasuk ulama yang mereka jadikan rujukan untuk melemahkan Saif bin Umar At-Tamimi) dalam kitabnya Tahdzibut Tahdzib 1/408 dan Taqribut Tahdzib 1/408
          • Saif bin Umar At-Tamimi pengarang kitab Ar-Riddah, ada yang mengatakan dia Adh-Dhabi ada yang mengatakan selainnya, Al-Kufi Dha’if haditsnya, (akan tetapi) Umdah (bisa dijadikan sandaran) dalam bidang tarikh/sejarah.”
          • Imam Adz-Dzahabi (juga ‘ulama yang mereka jadikan rujukan untuk melemahkan Saif bin Umar At-Tamimi) berkata dalam kitabnya Mizanul I’tidal 2/ 255, “Ia adalah pakar sejarah yang paham.”
          • Demikian pula Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi 10/249 menyebutkan seperti ucapan Ibnu Hajar di atas. Umar Kahalah dalam kitabnya Mu’jamul Muallifin 4/288 mengatakan, “Saif bin Umar At-Tamimi Al Burjumi, Ahli sejarah berasal dari Kufah.”
          • Maka jelaslah bahwa yang dilemahkan oleh para muhaditsin adalah riwayat haditsnya, adapun dalam permasalahan sejarah maka dia termasuk ahlinya yang dapat dijadikan sandaran.
          • Kedua: perlu diketahui bahwa riwayat-riwayat yang menjelaskan keberadaan Abdullah bin Saba’ baik yang terdapat dalam kitab Tarikh Ibnu Asakir, Tarikh Thabari, atau selain keduanya tidak hanya datang dari jalur Saif bin Umar At-Tamimi, akan tetapi juga diriwayatkan dari beberapa jalur yang sebagiannya shahih. Di antaranya adalah:
          • Diriwayatkan dari jalur Abu Khaitsamah, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abbad ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ammar ad-Duhani katanya, saya mendengar Abu Thufail berkata …..” Diriwayatkan melalui jalur ‘Amr bin Marzuk, ia berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Zain bin Wahb ia berkata, “Ali radhiallahu ‘anhu berkata, ‘ada apa denganku dan dengan orang jahat yang hitam ini (maksudnya Abdullah bin Saba’) ia telah mencela Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhu.”
          • Diriwayatkan pula melalui jalur Muhammad bin ‘Utsman bin Abi Syaibah ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ala ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyas dari Mujalid dari Sya’bi ia berkata, “Pertama kali yang berdusta adalah Abdullah bin Saba’.”
          • Ibnu Ya’la Al-Mushili berkata dalam kitab Musnadnya, “Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib ia berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hasan Al-Asadi ia berkata, telah menceritakan kepada kami Harun bin Shalih dari Harits bin Abdurrahman dari Abul Jallas katanya, ‘aku mendengar Ali berkata kepada Abdullah bin Saba’, ‘….”
          • Berkata Abu Ishaq al-Fazzari dari Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Abu Za’ra’ dari Zaid bin Wahb …………. (lihat semuanya di Lisanul Mizan 2/40)
          • Ketiga: juga terdapat dalam kitab rujukan Syi’ah baik itu kitab tentang firqah, hadits, atau rijal riwayat yang cukup banyak yang sama sekali tidak melewati jalur Saif bin Umar At-Tamimi. Sebagaimana yang akan kita jelaskan insya Allah

          Yahudi 

          • Keberadaan Abdullah bin Saba’ juga tercatat pada ensiklopedi sejarah Umat Yahudi, sebagaimana yang tercantum di dalam Jewish Encyclopedia bertahun 1906: “Seorang Yahudi Yaman, Arab, dari abad ketujuh, yang menetap di Madinah dan memeluk Islam. Setelah dia mengkritik pemerintahan Khalifah Utsman yang berakibat buruk, dia dibuang dari kota. Dari situ ia pergi ke Mesir, di mana ia mendirikan sebuah sekte anti-Utsman, untuk mempromosikan ketertarikan terhadap Ali. Kemudian di sadarinya bahwa ia memperoleh pengaruh besar di sana, dan merumuskan doktrin bahwa, setiap nabi memiliki asisten yang di kemudian hari akan menggantikannya, pengganti Muhammad adalah Ali, yang karena itu dijauhkan dari tampuk kekhalifahan dengan tipu daya. Utsman tidak memiliki klaim yang sah sama sekali terhadap Kekhalifahan, dan ketidakpuasan umum terhadap pemerintahnya banyak disumbang oleh menyebarnya ajaran Abdullah (bin Saba’). Tradisi meriwayatkan bahwa ketika Ali telah memegang kekuasaan, Abdullah menisbahkan sifat keilahiahan kepada Ali dengan berkata kepadanya, “Engkaulah Engkau!” Kemudian Ali mengusirnya ke Madain. Setelah peristiwa pembunuhan Ali, diceritakan bahwa Abdullah (bin Saba’) telah mengajarkan bahwa Ali tidak mati tapi masih hidup, dan tidak pernah terbunuh, bahwa sebagian dari ketuhanan itu bersemayam di dalam dirinya, dan bahwa setelah beberapa waktu ia akan kembali untuk memenuhi bumi dengan keadilan. Sampai kemudian karakter ilahiyah Ali tersebut masih bersemayam dan tersembunyi pada para Imam, yang untuk sementara mengisi posisinya. Sangat mudah untuk melihat bahwa seluruh gagasan tersebut bersandar pada ide Mesias dalam kombinasi dengan riwayat nabi Eliyah. Pensifatan ilahiah untuk Ali mungkin berawal dari pengembangan (kesalah pahaman) bahwa dalam Alquran Allah sering disebut “Al-Aliy” (Yang Maha Tinggi)”.[1]

          Abdullah bin Saba’ dalam kitab-kitab

          Kitab Ahlus Sunnah 

          • Tentunya sangat banyak sekali penyebutan Abdullah bin Saba’ dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah yang kesemuanya tidak lain menunjukkan keyakinan mereka akan keberadaannya. Berikut beberapa pendapatnya:
          • Ibnu Taimiyyah berkata, “Sesungguhnya permulaan rafidhah berasal dari seorang Zindiq, yaitu Abdullah bin Saba’.” (Majmu’ Fatawa 28/483)
          • Imam Adz-Dzahabi berkata, “Abdullah (bin Saba’) termasuk zindiq yang ekstrem, ia sesat dan menyesatkan.” (Mizanul I’tidal 2/426)
          • Ibnu Hajar berkata, “Abdullah bin Saba’ termasuk zindiq yang paling ekstrem…. Ia memiliki pengikut yang disebut Sabaiyyah, mereka (kaum Sabaiyyah) memiliki keyakinan sifat ketuhanan pada diri Ali bin Abi Thalib. Dia telah membakar mereka dengan api pada masa kekhilafaannya.” (Lisanul Mizan 3/360)
          • Abul Muzhaffar Al Isfarayini dalam Al Milal wan Nihal ketika menceritakan tentang As-Sabaiyyah berkata, “Dan bahwasanya yang membakar mereka adalah Ali, yaitu kelompok dari rafidhah yang meyakini padanya (pada Ali) ada sifat ketuhanan, merekalah yang disebut kelompok Sabaiyyah pendirinya adalah Abdullah bin Saba’ seorang Yahudi yang menampakkan keislaman…” (lihat Fathul Bari 12/270)
          • Abdullah bin Muslim bin Qutaibah dalam kitabnya Ta’wilu Mukhtalafil Hadits 1/21 berkata, “Kami tidak pernah mengetahui ada pada ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang meyakini adanya sifat ketuhanan pada manusia selain mereka (yaitu rafidhah ekstrem). Sesungguhnya Abdullah bin Saba’ meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Ali.”
          • Az Zarkali berkata, “Abdullah bin Saba’ pendiri kelompok Sabaiyyah.” (Al-A’lam 4/88)
          • Demikian pula, para ulama’ Ahlus Sunnah sering sekali menjuluki seorang rawi yang beraqidah Rafidhah ekstrem sebagai Sabaiyyah (pengikut Abdullah bin Saba’), kalau seandainya Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif mana mungkin mereka memakai istilah tersebut.
          • Ash-Shafadi berkata, “As-Sabaiyyah dinisbahkan kepada Abdullah bin Saba’.’ (Al-Wafil Wafayat 5/30)
          • Dia juga berkata, “Pendiri As-Sabaiyyah adalah Abdullah bin Saba’, dialah pendiri kelompok Sabaiyyah, dia pula yang berkata kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, ‘Kamu adalah Tuhan.” (5/393)
          • Ibnu Hibban berkata, “Dan adalah al-Kalbi seorang Sabaiyyah termasuk yang berkeyakinan Sesungguhnya Ali belum mati, dia akan kembali ke dunia sebelum hari kiamat…” (Al-Majruhin 2/253)
          • Ibnu Makula berkata dalam kitab Rijalnya, “Faraj bin Sa’id bin ‘Alqamah bin Abyadh bin Hamal As Sabay… dan Sabayyah termasuk rafidhah yang paling ekstrem nisbah kepada Abdullah bin Saba’. (lihat Ikmalul Kamal 4/536)
          • As Sam’ani dalam kitabnya Al Ansab 3/209 berkata, “Dan Abdullah bin Wahb as Saba’i, gembong khawarij, menurutku bahwa Abdullah bin Wahb ini dinisbahkan kepada Abdullah bin Saba’, dia dari rafidhah, dan jama’ah dari mereka yang dinisbahkan kepadanya disebut, as Sabaiyyah.”
          • As-Suyuthi dalam kitabnya Lubbul Lubab fi Tahriril Ansab 1/42 berkata, “…Dan (dinisbahkan juga) kepada Abdullah bin Saba’ pendiri Sabaiyyah dari rafidhah.”

          Kitab Syi’ah 

          • Al Kisysyi dalam kitabnya Ar-Rijal 1/324 meriwayatkan dari Muhammad bin Qauluwiyah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Sa’d bin Abdillah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Ya’qub bin Yazid dan Muhammad bin ‘Isa dari Ali bin Mihziyar dari Fudhalah bin Ayyub al-Azdi dari Aban bin Utsman ia berkata, “Aku mendengar Abu Abdillah berkata, ‘La’nat Allah atas Abdullah bin Saba’, sesungguhnya ia meyakini adanya sifat ketuhanan pada diri Amirul Mukminiin (Ali), padahal demi Allah! Amirul Mukminin hanyalah seorang hamba yang taat.”
          • Demikian pula Al Qummi dalam kitabnya Al Khishal meriwayatkan seperti di atas dengan sanad yang berbeda.
          • Maka dari uraian di atas kita mengetahui bahwa Abdullah bin Saba’ bukanlah tokoh fiktif/khayalan/rekaan/dongeng. Ini telah menjadi kesepakatan para ‘ulama sejarah, hadits, dan pengarang kitab tentang firqah, thabaqat, Rijal, adab, dan Ansab. Maka kaum syi’ah tidak memiliki celah untuk mengingkari keberadaan Abdullah bin Saba’.
          • Jadi pembahasan tentang Abdullah bin Saba’ tidak sebatas ada dalam kitab Tarikh Ath-Thabari saja dan tidak hanya melalui jalur periwayatan Saif bin ‘Umar At-Tamimi, walaupun dia adalah seorang yang dapat dijadikan sandaran dalam bidang sejarah sebagaimana yang kami jelaskan di atas.

          Referensi 

          • Wikipedia
          • http://www.jewishencyclopedia.com/articles/189-abdallah-ibn-saba (Inggris)Who was Abdullah ibn Saba Abdullah bin Saba pendiri Syiah benarkah
          • Biografi Abdullah bin Saba’ selengkapnya di Tarikh Dimasyq 3/29, Tarikh Thabari, Al Kamil karya Ibnul Atsir, Al Ma’arif hal.622 karya Ibnu Qutaibah, Mizanul I’tidal 2/426, Al Milal wan Nihal hal.365 karya Asy-Syihristani, Al Wafi bil Wafayat 17/189.
          • ‘Abdullah bin Saba’ Bukan Tokoh Fiktif (Inggris) ABDALLAH IBN SABA

          Kisah Hidup Kaisar Romawi Konstantinus. Si Perusak Agama Nasrani, Sehingga Injil Tidak Murni Lagi ?

          Kisah Hidup Konstantinus Raja Yunani Si Perusak Agama Nasrani Sehingga Injil Tidak Murni Lagi ?

          Muncullah bagi mereka seorang kaisar Romawi yang dikenal dengan julukan Konstantin. Ia masuk ke dalam agama Nasrani. Menurut suatu pendapat, dia masuk ke dalam agama Nasrani sebagai siasat untuk merusaknya dari dalam, karena sesungguhnya dia adalah seorang ahli filsafat. Menurut pendapat yang lainnya lagi, dia orang yang tidak mengerti tentang agama Nasrani, tetapi dia mengubah agama Al-Masih buat mereka dan menyelewengkannya; serta melakukan penambahan dan pengurangan pada agama tersebut, lalu ia membuat kaidah-kaidah dan amanat yang besar, yang hal ini adalah merupakan pengkhianatan yang rendah. Di masanya daging babi dihalalkan, dan mereka salat menurutinya dengan menghadap ke arah timur, membuat gambar-gambar dan patung-patung di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah mereka atas perintahnya. Dan. dia menambahkan ke dalam puasa mereka sepuluh hari untuk menebus dosa yang telah dilakukannya, menurut dugaan mereka. Sehingga agama Al-Masih bukan lagi agama yang asli, melainkan agama Konstantin, hanya saja dia sempat membangun buat mereka banyak gereja dan tempat-tempat kebaktian yang jumlahnya lebih dari dua belas ribu rumah ibadat. Lalu ia membangun sebuah kota yang namanya diambil dari nama dirinya. Alirannya ini diikuti oleh keluarga raja dari kalangan mereka. Keadaan mereka yang demikian itu dapat mengalahkan orang-orang Yahudi. Semoga Allah membantu Yahudi dalam melawan mereka, karena Yahudi lebih dekat kepada kebenaran ketimbang mereka, sekalipun semuanya adalah orang-orang kafir. Semoga tetap atas mereka laknat Allah.

          Sebagai kaisar Romawi pertama yang mengaku melakukan konversi ke Kekristenan, Konstantinus memainkan suatu peranan penting dalam mendeklarasikan Edik Milan pada tahun 313, yang menetapkan toleransi bagi Kekristenan di dalam kekaisaran. Ia menghimpun Konsili Nicea Pertama pada tahun 325; pada saat itu kaum Kristiani menyatakan pengakuan iman mereka melalui Kredo Nicea. 

          Masa pemerintahan Konstantinus menandai suatu zaman yang berbeda dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Ia membangun kediaman kekaisaran yang baru di Bizantium dan mengganti nama kota itu menjadi Konstantinopel (Kota Konstantinus) menurut namanya sendiri (julukan “Roma Baru” yang bersifat pujian baru timbul belakangan, dan tidak pernah menjadi julukan resmi). Kota ini nantinya menjadi ibu kota Kekaisaran selama lebih dari seribu tahun, dan karenanya Kekaisaran Timur yang terbentuk kelak menjadi dikenal sebagai Kekaisaran Bizantin. Warisan politiknya yang lebih berdampak langsung yaitu, ketika meninggalkan kekaisaran untuk para putranya, ia menggantikan sistem tetrarki Diokletianus dengan prinsip suksesi dinasti. Reputasinya berkembang selama masa pemerintahan anak-anaknya dan berabad-abad setelah pemerintahannya. Gereja abad pertengahan mempertahankannya sebagai salah seorang teladan kebajikan, sementara para penguasa sekuler merujuknya sebagai suatu prototipe, titik acuan, serta simbol identitas dan legitimasi kekaisaran. Mulai dari Masa Renaisans, timbul penilaian-penilaian yang lebih kritis atas pemerintahannya karena ditemukannya kembali sumber-sumber anti-Konstantinian. Para kritikus menggambarkannya sebagai seorang tiran. Tren dalam keilmuan modern dan baru-baru ini berupaya untuk menyeimbangkan kedua sisi ekstrem keilmuan sebelumnya.

          Konstantinus merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Kekristenan. Gereja Makam Kudus, yang dibangun atas perintahnya di lokasi yang diklaim sebagai makam Yesus di Yerusalem, menjadi tempat tersuci dalam dunia Kristiani. Klaim Kepausan atas kekuasaan temporal pada Abad Pertengahan Tinggi didasarkan pada sebuah dokumen yang disebut Donasi Konstantinus. Konstantinus Agung dihormati sebagai orang kudus (santo) oleh kalangan Ortodoks Timur, Katolik Bizantin, dan Anglikan.

          Meski diaggap Santo, Kekristenannya banyak dipertanyakan

          • Ahli Filsafat Bukan Ahli Agama Kristen. Meski dianggap Santo atau setara Rasul kekristenannya banyak dipertamyakan. Sejarah mencatat dia justru ahlu filsafat bukan ahli agamaKonstantinus menerima pendidikan formal di istana Diokletianus, tempat ia belajar sastra Latin, bahasa Yunani, dan filsafat. Lingkungan budaya di Nikomedia bersifat terbuka, fleksibel, dan kesosialannya luwes; Konstantinus mampu berbaur dengan para intelektual baik dari kaum pagan maupun Kristiani. Ia mungkin kadang menghadiri pengajaran yang diberikan Laktansius, seorang akademisi Kristiani dalam keilmuan Latin di kota tersebut. Karena Diokletianus tidak sepenuhnya mempercayai Konstantius—tak satu pun dari para penguasa Tetrarki yang sepenuhnya percaya pada kolega mereka—Konstantinus dijaga sebagai semacam sandera, suatu alat untuk memastikan Konstantius menunjukkan sikapnya yang terbaik. 
          • Mau Dibaptis Saat Akan Meninggal. Konstantinus telah menyadari bahwa hidupnya di dunia akan segera berakhir. Di dalam Gereja Rasul Suci, Konstantinus diam-diam menyiapkan makam baginya.Kenyataannya datang lebih cepat dari perkiraannya. Tidak lama setelah Hari Raya Paskah tahun 337, Konstantinus menderita sakit parah.  Ia meninggalkan Konstantinopel untuk mandi air panas di dekat kota ibunya, yaitu Helenopolis (Altinova), di pesisir selatan Teluk Nikomedia (sekarang Teluk İzmit). Di sana, di dalam suatu gereja yang dibangun ibunya untuk menghormati Rasul Lusianus, ia berdoa, dan di sana ia menyadari bahwa ia sedang sekarat. Ia mencari pemurnian dari dosa dan menjadi seorang katekumen, serta berusaha kembali ke Konstantinopel, walau hanya berhasil sampai daerah pinggiran kota Nikomedia. Ia memanggil para uskup, dan menyampaikan kepada mereka harapannya untuk dibaptis di Sungai Yordan, tempat Yesus dibaptis sesuai yang tertulis. Ia meminta agar segera dibaptis, berjanji untuk menjalani kehidupan yang lebih Kristiani seandainya ia dapat sembuh dari penyakitnya. Menurut catatan Eusebius, para uskup “melangsungkan upacara suci sesuai kebiasaan”. Ia meminta uskup dari kota tempat ia terbaring sekarat, Eusebius dari Nikomedia yang cenderung mendukung Arian, sebagai pembaptisnya. Mengenai penundaan pembaptisannya, hingga ia merasa layak, ia mengikuti kebiasaan pada saat itu yang menunda pembaptisan hingga melewati masa bayi. Tidak lama kemudian Konstantinus wafat di suatu vila di pinggiran kota yang disebut Achyron, pada hari terakhir dari lima puluh hari perayaan Pentakosta setelah Paskah, pada tanggal 22 Mei 337.
          • Monumen kemenangannya di gambarkan relief dewa dewi. Tampaknya Konstantinus tidak hanya mendukung Kekristenan saja. Setelah meraih kemenangan dalam Pertempuran Jembatan Milvius, suatu pelengkung kemenangan—Pelengkung Konstantinus—dibangun. untuk merayakan kemenangannya. Pelengkung tersebut dihiasi dengan citra dewi Viktoria. Pada saat dedikasinya, dilakukan pengurbanan-pengurbanan kepada dewa-dewi seperti Apollo, Diana, dan Herkules. Tidak ada penggambaran simbolisme Kristiani pada Pelengkung tersebut

          Kisah Konstantinus

          • Konstantinus adalah kaisar pertama yang menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristiani, serta melegalkan Kekristenan bersama dengan semua kultus dan agama lainnya di Kekaisaran Romawi.
          • Pada bulan Februari 313, Konstantinus bertemu dengan Lisinius di Milan, tempat mereka menyusun Edik Milan. Edik tersebut menyatakan bahwa umat Kristiani harus diizinkan untuk menjalankan praktik keimanan mereka tanpa penindasan. Hukuman karena mengimani Kekristenan, yang telah membuat banyak dari mereka wafat sebagai martir, dihapuskan, dan properti Gereja yang sebelumnya disita dikembalikan. Edik tersebut tidak hanya melindungi umat Kristiani dari penganiayaan keagamaan, tetapi juga penganut agama yang lain, sehingga mengizinkan semua orang untuk beribadah kepada Tuhan ataupun ilah pilihan mereka. Edik serupa sebelumnya dikeluarkan pada tahun 311 oleh Galerius, kaisar senior dalam Tetrarki; edik Galerius memberikan hak kepada umat Kristiani untuk mempraktikkan agama mereka, tetapi tidak mengembalikan properti mereka. Edik Milan memuat beberapa klausul yang menyatakan bahwa semua bangunan gereja yang disita akan dikembalikan bersama dengan properti lain milik umat Kristiani yang sebelumnya mengalami penindasan.
          • Para akademisi berdebat seputar apakah Konstantinus mengadopsi Kekristenan sejak kecil dari St. Helena ibunya, atau apakah ia mengadopsinya secara bertahap seiring perjalanan hidupnya. Konstantinus mungkin mempertahankan gelar pontifex maximus, suatu gelar yang diberikan kepada kaisar sebagai kepala imam agama Romawi kuno hingga Gratianus (memerintah tahun 375–383) memutuskan untuk meninggalkan gelar tersebut. Menurut para penulis Kristiani, Konstantinus telah berusia lebih dari 40 tahun ketika ia menyatakan diri bahwa ia adalah seorang Kristiani, menulis kepada umat Kristiani untuk menjelaskan bahwa ia percaya kalau kesuksesannya semata-mata karena perlindungan Allah Kristiani.
          • Sepanjang pemerintahannya, Konstantinus mendukung Gereja secara finansial, membangun basilika-basilika, memberikan hak-hak istimewa kepada kaum klerus (misalnya pembebasan dari pajak tertentu), mempromosikan umat Kristiani ke jabatan tinggi, dan mengembalikan properti yang disita selama masa penganiayaan Diokletianus. Proyek bangunan paling terkenal yang ia prakarsai misalnya Gereja Makam Kudus dan Basilika Santo Petrus Lama.
          • Tampaknya Konstantinus tidak hanya mendukung Kekristenan saja. Setelah meraih kemenangan dalam Pertempuran Jembatan Milvius, suatu pelengkung kemenangan—Pelengkung Konstantinus—dibangun. untuk merayakan kemenangannya. Pelengkung tersebut dihiasi dengan citra dewi Viktoria. Pada saat dedikasinya, dilakukan pengurbanan-pengurbanan kepada dewa-dewi seperti Apollo, Diana, dan Herkules. Tidak ada penggambaran simbolisme Kristiani pada Pelengkung tersebut. 
          • Pada tahun 321, ia mengesahkan bahwa hari matahari yang terhormat harus menjadi suatu hari istirahat bagi seluruh warga kekaisaran. Pada tahun 323, ia mengeluarkan suatu dekret yang membebaskan keharusan bagi umat Kristiani untuk berpartisipasi dalam acara pengurbanan imperial. Selanjutnya, koin Konstantinus tetap memuat simbol-simbol matahari. Setelah dewa pagan dihilangkan dari koinnya, simbol-simbol Kristiani tampil sebagai atribut Konstantinus: chi rho di antara kedua tangannya atau di labarumnya, serta di koin itu sendiri.

          Dalam Tafsir Al Quran Ibnu Katsir diungkapkan 

          Firman Allah Swt.:

          • وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا. serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. (Ali Imran: 55) Yakni dengan mengangkatmu ke langit oleh-Ku.
          • {وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ} dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. (Ali Imran: 55)

          Dan memang demikianlah kejadiannya, karena sesungguhnya ketika Al-Masih diangkat oleh Allah ke langit, semua sahabatnya berpecah-belah menjadi berbagai macam golongan dan sekte sesudah ia tiada. Di antara mereka ada yang tetap beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepadanya, yaitu bahwa dia adalah hamba Allah, rasul-Nya, dan anak dari hamba perempuan-Nya. Ada yang berlebih-lebihan dalam menganggapnya, lalu mereka menjadikannya sebagai anak Allah. Golongan yang lainnya mengatakan bahwa dia adalah Allah, dan golongan yang lainnya lagi mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari tuhan yang tiga.
          Allah Swt. menceritakan pendapat mereka di dalam Al-Qur’an dan sekaligus membantah tiap-tiap pendapat tersebut. Mereka terus-menerus dalam keadaan demikian selama masa kurang lebih tiga ratus tahun.

          Kemudian muncullah bagi mereka seorang raja negeri Yunani yang dikenal dengan julukan Konstantin. Ia masuk ke dalam agama Nasrani. Menurut suatu pendapat, dia masuk ke dalam agama Nasrani sebagai siasat untuk merusaknya dari dalam, karena sesungguhnya dia adalah seorang ahli filsafat. Menurut pendapat yang lainnya lagi, dia orang yang tidak mengerti tentang agama Nasrani, tetapi dia mengubah agama Al-Masih buat mereka dan menyelewengkannya; serta melakukan penambahan dan pengurangan pada agama tersebut, lalu ia membuat kaidah-kaidah dan amanat yang besar, yang hal ini adalah merupakan pengkhianatan yang rendah. Di masanya daging babi dihalalkan, dan mereka salat menurutinya dengan menghadap ke arah timur, membuat gambar-gambar dan patung-patung di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah mereka atas perintahnya. Dan. dia menambahkan ke dalam puasa mereka sepuluh hari untuk menebus dosa yang telah dilakukannya, menurut dugaan mereka. Sehingga agama Al-Masih bukan lagi agama yang asli, melainkan agama Konstantin, hanya saja dia sempat membangun buat mereka banyak gereja dan tempat-tempat kebaktian yang jumlahnya lebih dari dua belas ribu rumah ibadat. Lalu ia membangun sebuah kota yang namanya diambil dari nama dirinya. Alirannya ini diikuti oleh keluarga raja dari kalangan mereka. Keadaan mereka yang demikian itu dapat mengalahkan orang-orang Yahudi. Semoga Allah membantu Yahudi dalam melawan mereka, karena Yahudi lebih dekat kepada kebenaran ketimbang mereka, sekalipun semuanya adalah orang-orang kafir. Semoga tetap atas mereka laknat Allah.

          Ketika Allah mengutus Nabi Muhammad Saw., maka orang-orang yang beriman kepadanya beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya dengan iman yang benar. Mereka adalah pengikut semua nabi yang ada di bumi ini, mengingat mereka percaya kepada Rasul, Nabi yang Ummi dari Arab, penutup para rasul dan penghulu Bani Adam secara mutlak. Beliau Saw. menyeru mereka untuk percaya kepada semua perkara yang hak. Oleh karena itu, mereka lebih berhak kepada setiap nabi daripada umat nabi itu sendiri yang menduga bahwa mereka berada dalam agama dan tuntunannya, padahal mereka telah mengubah dan menyelewengkannya. Kemudian seandainya tidak ada perubahan dan tidak diselewengkan, sesungguhnya Allah telah me-nasakh syariat semua rasul dengan diutus-Nya Nabi Muhammad Saw. yang membawa agama yang hak yang tidak akan berubah dan tidak akan diganti lagi sampai hari kiamat nanti. Agamanya tetap tegak, menang, dan unggul di atas agama lainnya. Karena itulah maka Allah membukakan bagi sahabat-sahabatnya belahan timur dan barat dari dunia ini. Mereka menjelajah semua kerajaan, dan semua negeri tunduk kepada mereka. Kerajaan Kisra mereka patahkan, dan kerajaan kaisar mereka hancurkan serta semua perbendaharaannya mereka jarah, lalu dibelanjakan untuk kepentingan jalan Allah. Seperti yang diberitakan kepada mereka oleh Nabi mereka dari Tuhannya, yaitu di dalam firman-Nya: 

          وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا} الْآيَةَ

          Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. (An-Nur: 55), hingga akhir ayat.
          Karena itulah, mengingat mereka adalah orang-orang yang sungguh beriman kepada Al-Masih, maka mereka dapat merebut negeri Syam dari tangan orang-orang Nasrani; dan mengusir mereka ke negeri Romawi, lalu orang-orang Nasrani kembali ke kota mereka, yaitu Konstantinopel. Islam dan para pemeluknya masih tetap berada di atas mereka sampai hari kiamat.
          Nabi Saw. telah memberitakan kepada umatnya bahwa akhirnya mereka kelak akan mengalahkan Konstantinopel dan memperoleh banyak ganimah darinya serta banyak sekali pasukan Romawi yang terbunuh hingga orang-orang belum pernah melihat korban perang yang banyak seperti itu, baik sebelum ataupun sesudahnya. Kami telah menulis sehubungan dengan hal ini dalam sebuah kitab yang tersendiri.

          Allah Swt. telah berfirman:

          • وَجاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلى يَوْمِ الْقِيامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيما كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ عَذاباً شَدِيداً فِي الدُّنْيا وَالْآخِرَةِ وَما لَهُمْ مِنْ ناصِرِينَ
          • dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembali kalian, lalu Aku memutuskan di antara kalian tentang hal-hal yang selalu kalian berselisih padanya.” Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Kusiksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. (Ali Imran: 55-56)

            Kisah Hidup Konstantinus

            • Konstantinus Agung (Flavius Valerius Aurelius Constantinus Augustus), juga dikenal sebagai Konstantinus I atau Santo Konstantinus. Dalam Gereja Ortodoks konstsntinus disnggap sebagai Santo Konstantinus Agung stau Setara Rasul. Dia merupakan seorang Kaisar Romawi dari tahun 306 sampai 337 M. Konstantinus adalah putra dari Flavius Valerius Konstantius, seorang perwira tentara Romawi, dan Helena istrinya. Ayahnya menjadi Caesar, wakil kaisar, di barat pada tahun 293 M. Konstantinus diutus ke timur, di mana ia menapaki pangkat-pangkatnya hingga menjadi seorang tribun militer di bawah Kaisar Diokletianus dan Galerius. Pada tahun 305 Konstantius meraih pangkat Augustus, kaisar barat senior, dan Konstantinus dipanggil ke barat untuk membantu ayahnya melangsungkan kampanye di Britania. Dengan pengakuan sebagai kaisar oleh pasukannya di Eboracum (York masa kini) setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 306 M, Konstantinus meraih kemenangan dalam serangkaian perang saudara melawan Kaisar Maxentius dan Lisinius hingga ia menjadi penguasa tunggal di barat maupun timur pada tahun 324 M.
            • Sebagai kaisar, Konstantinus melakukan banyak reformasi di bidang administrasi, keuangan, sosial, agama dan militer untuk memperkuat kekaisaran. Pemerintahan direstrukturisasi, serta dilakukan pemisahan kewenangan sipil dan militer. Koin emas baru, yakni solidus, dikeluarkan untuk mengatasi inflasi. Ini menjadi standar mata uang Bizantin dan Eropa selama lebih dari seribu tahun. 
            • Sebagai kaisar Romawi pertama yang mengaku melakukan konversi ke Kekristenan, Konstantinus memainkan suatu peranan penting dalam mendeklarasikan Edik Milan pada tahun 313, yang menetapkan toleransi bagi Kekristenan di dalam kekaisaran. Ia menghimpun Konsili Nicea Pertama pada tahun 325; pada saat itu kaum Kristiani menyatakan pengakuan iman mereka melalui Kredo Nicea. 
            • Masa pemerintahan Konstantinus menandai suatu zaman yang berbeda dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Ia membangun kediaman kekaisaran yang baru di Bizantium dan mengganti nama kota itu menjadi Konstantinopel (Kota Konstantinus) menurut namanya sendiri (julukan “Roma Baru” yang bersifat pujian baru timbul belakangan, dan tidak pernah menjadi julukan resmi). Kota ini nantinya menjadi ibu kota Kekaisaran selama lebih dari seribu tahun, dan karenanya Kekaisaran Timur yang terbentuk kelak menjadi dikenal sebagai Kekaisaran Bizantin. Warisan politiknya yang lebih berdampak langsung yaitu, ketika meninggalkan kekaisaran untuk para putranya, ia menggantikan sistem tetrarki Diokletianus dengan prinsip suksesi dinasti. Reputasinya berkembang selama masa pemerintahan anak-anaknya dan berabad-abad setelah pemerintahannya. Gereja abad pertengahan mempertahankannya sebagai salah seorang teladan kebajikan, sementara para penguasa sekuler merujuknya sebagai suatu prototipe, titik acuan, serta simbol identitas dan legitimasi kekaisaran. Mulai dari Masa Renaisans, timbul penilaian-penilaian yang lebih kritis atas pemerintahannya karena ditemukannya kembali sumber-sumber anti-Konstantinian. Para kritikus menggambarkannya sebagai seorang tiran. Tren dalam keilmuan modern dan baru-baru ini berupaya untuk menyeimbangkan kedua sisi ekstrem keilmuan sebelumnya.
            • Konstantinus merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Kekristenan. Gereja Makam Kudus, yang dibangun atas perintahnya di lokasi yang diklaim sebagai makam Yesus di Yerusalem, menjadi tempat tersuci dalam dunia Kristiani. Klaim Kepausan atas kekuasaan temporal pada Abad Pertengahan Tinggi didasarkan pada sebuah dokumen yang disebut Donasi Konstantinus. Konstantinus Agung dihormati sebagai orang kudus (santo) oleh kalangan Ortodoks Timur, Katolik Bizantin, dan Anglikan.

            Kisah Luarbiasa Bung Karno Ketika Bangun Makam Imam Buhkori di Uni Sovyet

            Di bekas negara pecahan Uni Soviet, yaitu Uzbekistan, nama Presiden Soekarno sangat dihormati. Jika orang Indonesia (Muslim) datang berkunjung ke Uzbekistan mengunjungi makam Imam Bukhari, salah satu ahli hadits Nabi Muhammad SAW, akan diberi keistimewaan. Orang Indonesia akan diizinkan masuk ke bagian dasar bangunan yang merupakan tempat jasad Imam Bukhari disemayamkan. Perlakuan istimewa ini berkat jasa Bung Karno.

            Tahun 1961, pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet sekaligus penguasa tertinggi Uni Soviet, Nikita Sergeyevich Khrushchev mengundang Bung Karno ke Moskow. Khrushchev yang berkuasa di Uni Soviet dari tahun 1953 hingga 1964 itu hendak menunjukkan pada Amerika Serikat bahwa Indonesia berdiri di belakang Uni Soviet.

            Dalam buku Total Bung Karno karya Roso Daras diceritakan bahwa Bung Karno tidak mau begitu saja datang ke Moskow. Bung Karno tahu, kalau Indonesia terjebak, yang paling rugi dan menderita adalah rakyat Indonesia.

            Bung Karno tidak mau membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Bung Karno juga tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun.

            Maka, Bung Karno mengajukan syarat. Dialog pun terjadi antara Bung Karno dan Khrushchev. “Saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tidak boleh tidak,” kata Bung Karno.

            “Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?” Khrushchev balik bertanya.
            Bung Karno menjawab, “Temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya.”

            Khrushchev segera memerintahkan pasukan elitenya untuk menemukan makam dimaksud. Ternyata, hasilnya nihil.

            Khrushchev kembali menghubungi Bung Karno. “Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat Anda?”

            “Kalau tidak ditemukan, ya sudah, saya lebih baik tidak usah datang ke negara Anda,” ujar Bung Karno.

            Kalimat singkat Bung Karno ini membuat kuping Khrushchev panas. Khrushchev kembali memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini.

            Setelah tiga hari pencarian, mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev menemukan makam Imam Al Bukhari.

            Imam Bukhari lahir di Bukhara pada tahun 810 M. Ia meninggal dunia dan dimakamkan Samarkand pada 870 M. Ketika ditemukan, makam Imam Al Bukhari dalam kondisi rusak tak terawat.

            Khrushchev menghubungi Bung Karno kembali. Intinya, misi pencarian makam Imam Al Bukhari berhasil. Bung Karno mengatakan, “Baik, saya datang ke negara Anda.”

            Setelah dari Moskow, pada 12 Juni 1961, Bung Karno tiba dengan kereta api di Samarkand. Puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini sejak dari Tashkent.

            Sejak Bung Karno tiba pada malam hari dan beliau langsung membaca Alquran sampai pagi hari, tidak tidur.
            Bung Karno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaiki makam Imam Bukhari.

            Ia bahkan sempat menawarkan agar makam dipindahkan ke Indonesia, apabila Uni Soviet tidak mampu merawat dan menjaga makam tersebut. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.

            Maka akhirnya Soekarno mengunjungi Moskow. Tak lupa dia berziarah ke tempat Imam yang sangat dikaguminya ini di Samarkand.

            Saat itu pihak Barat pun menilai kunjungan Soekarno ke Moskow tak cuma untuk urusan politik, melainkan ziarah. Ini juga menunjukkan Indonesia tak bisa diatur.

            Di Uzbekistan menyebutkan, berkat Soekarno makam Imam Bukhari dipugar besar-besaran. Dulunya, makam itu tidak terlihat kemegahannya. Tetapi, jelang ziarah Soekarno, makam dibersihkan dan direnovasi hingga tampak megah. 

            Imam Bukhori

            • Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan tahun 196 Hijriah atau 810 Masehi. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih dikenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara. Selama hidupnya, Imam Bukhari menghimpun sejuta hadis dari Rasulullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadis-hadis tersebut untuk menentukan mana hadis yang kuat, atau lemah. Akhirnya Imam Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami’al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.

            HADITS BULUGHUL MARAM: BAB SHAUM SUNNAH DAN SHAUM YANG DILARANG

            HADITS BULUGHUL MARAM: BAB SHAUM SUNNAH DAN SHAUM YANG DILARANG

            • KITAB SHIYAM
            • BAB SHAUM SUNNAH DAN SHAUM YANG DILARANG
            • بَابُ صَوْمُ اَلتَّطَوُّعِ وَمَا نُهِيَ عَنْ صَوْمِهِِ

            Hadits No. 698

            • Dari Abu Qotadah al-Anshory Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam perna ditanya mengenai puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu dan yang akan datang.” Beliau juga ditanya tentang puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: “Ia menghapus dosa-dosa tahun yang lalu.” Dan ketika ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab: “Ia adalah hari kelahiranku, hari aku diutus, dan hari diturunkan al-Qur’an padaku.” Riwayat Muslim.
            • َعَنْ أَبِي قَتَادَةَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ. قَالَ: يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ , وَسُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ. قَالَ: يُكَفِّرُ اَلسَّنَةَ اَلْمَاضِيَةَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ اَلِاثْنَيْنِ, قَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

            Hadits No. 699

            • Dari Abu Ayyub Al-Anshory Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa shaum Ramadhan, kemudian diikuti dengan shaum enam hari pada bulan Syawwal, maka ia seperti shaum setahun.” Riwayat Muslim.
            • َوَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ اَلْأَنْصَارِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( مَنْ صَامَ رَمَضَانَ, ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

            Hadits No. 700

            • Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seorang hamba shaum sehari waktu perang di jalan Allah, niscaya Allah akan menjauhkannya dengan puasa itu dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” Muttafaq Alaihi.
            • َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اَللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اَللَّهُ بِذَلِكَ اَلْيَوْمِ عَنْ وَجْهِهِ اَلنَّارَ سَبْعِينَ خَرِيفًا )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

            Hadits No. 701

            • ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam biasa shaum sehingga kami menyangka beliau tidak akan berbuka dan beliau berbuka sehingga kami menyangka beliau tidak akan shaum. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau shaum dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Muttafaq Alaihi.
            • َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ, وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ, وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ, وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

            Hadits No. 702

            • Abu Dzar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk shaum tiga hari dalam sebulan, yaitu pada tanggal 13,14, dan 15. Riwayat Nasa’i dan Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
            • َوَعَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( أَمَرَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نَصُومَ مِنْ اَلشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ: ثَلَاثَ عَشْرَةَ, وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ )  رَوَاهُ النَّسَائِيُّ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

            Hadits No. 703

            • Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak diperbolehkan bagi seorang perempuan shaum di saat suaminya di rumah, kecuali dengan seizinnya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Abu Dawud menambahkan: “Kecuali pada bulan Ramadhan.”
            • َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِلْبُخَارِيِّ. وَزَادَ أَبُو دَاوُدَ: ( غَيْرَ رَمَضَانَ )

            Hadits No. 704

            • Dari Abu Said Al-Khudry bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang shaum pada dua hari, yakni hari raya Fithri dan hari raya Kurban. Muttafaq Alaihi.
            • َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمِ اَلْفِطْرِ وَيَوْمِ اَلنَّحْرِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

            Hadits No. 705

            • Dari Nubaitsah al-Hudzaliy Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” Riwayat Muslim.
            • َوَعَنْ نُبَيْشَةَ اَلْهُذَلِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيَّامُ اَلتَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ, وَذِكْرٍ لِلَّهِ تعَالى )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

            Hadits No. 706

            • ‘Aisyah dan Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Tidak diizinkan shaum pada hari-hari tasyriq, kecuali orang yang tidak mendapatkan hewan kurban (di Mina saat ibadah haji). Riwayat Bukhari.
            • َوَعَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا: ( لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ اَلتَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدِ اَلْهَدْيَ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

            Hadits No. 707

            • Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at untuk bangun beribadah dibanding malam-malam lainnya dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at untuk shaum dibanding hari-hari yang lainnya, kecuali jika seseorang di antara kamu sudah terbiasa shaum.” Diriwayatkan oleh Muslim.
            • َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ اَلْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اَللَّيَالِي, وَلَا تَخْتَصُّوا يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اَلْأَيَّامِ, إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

            Hadits No. 708

            • Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu shaum pada hari Jum’at, kecuali ia shaum sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” Muttafaq Alaihi.
            • َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ, إِلَّا أَنْ يَصُومَ يَوْمًا قَبْلَهُ, أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

            Hadits No. 709

            • Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila bulan Sya’ban telah lewat setengah, maka janganlah engkau shaum.” Riwayat Imam Lima dan diingkari oleh Ahmad.
            • َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَانَ فَلَا تَصُومُوا )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَاسْتَنْكَرَهُ أَحْمَدُ

            Hadits No. 710

            • Dari al-Shomma’ binti Busr Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah shaum pada hari Sabtu, kecuali yang telah diwajibkan atasmu. Jika seseorang di antara kamu hanya mempunyai kulit anggur atau ranting pohon, hendaknya ia mengunyahnya.” Riwayat Imam Lima dan para perawinya dapat dipercaya, namun hadits itu mudltharib. Malik menilainya munkar dan Abu Dawud berkata: Hadits itu mansukh (oleh hadits nomer 43 berikut).
            • َوَعَنِ اَلصَّمَّاءِ بِنْتِ بُسْرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( لَا تَصُومُوا يَوْمَ اَلسَّبْتِ, إِلَّا فِيمَا اِفْتُرِضَ عَلَيْكُمْ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ أَحَدُكُمْ إِلَّا لِحَاءَ عِنَبٍ, أَوْ عُودَ شَجَرَةٍ فَلْيَمْضُغْهَا )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, إِلَّا أَنَّهُ مُضْطَرِبٌ. وَقَدْ أَنْكَرَهُ مَالِكٌ. وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ: هُوَ مَنْسُوخٌ

            Hadits No. 711

            • Dari Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam paling sering shaum pada hari Sabtu dan Ahad, dan beliau bersabda: “Dua hari tersebut adalah hari-hari raya orang musyrik dan aku ingin menentang mereka.” Dikeluarkan oleh Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dengan lafadz ini.
            • َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ أَكْثَرَ مَا يَصُومُ مِنَ اَلْأَيَّامِ يَوْمُ اَلسَّبْتِ, وَيَوْمُ اَلْأَحَدِ, وَكَانَ يَقُولُ: إِنَّهُمَا يَوْمَا عِيدٍ لِلْمُشْرِكِينَ, وَأَنَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَهُمْ )  أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَهَذَا لَفْظُهُ

            Hadits No. 712

            • Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang untuk shaum hari raya arafah di Arafah. Riwayat Imam Lima selain Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Hakim. Hadits munkar menurut Al-‘Uqaily.
            • َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ( نَهَى عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَةَ )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَالْحَاكِمُ, وَاسْتَنْكَرَهُ الْعُقَيْلِيُّ

            Hadits No. 713

            • Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada puasa bagi orang yang shaum selamanya.” Muttafaq Alaihi.
            • َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا صَامَ مَنْ صَامَ اَلْأَبَدَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

            Hadits No. 714

            • Menurut riwayat Muslim dari hadits Abu Qotadah dengan lafadz: “Tidak puasa dan tidak berbuka.”
            • َوَلِمُسْلِمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بِلَفْظِ: ( لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ )


            Sumber:

            • Bulughul Maram versi 2.0 © 1429 H / 2008 M Oleh : Pustaka Al-Hidayah

            Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Tabuk

            1493687293680Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Tabuk

            Perang Tabuk atau Pertempuran Tabuk adalah ekspedisi yang dilakukan umat Islam pimpinan Muhammad pada 630 M atau 9 H, ke Tabuk, yang sekarang terletak di wilayah Arab Saudi barat laut. Pada September 629, pasukan Islam gagal mengalahkan pasukan Bizantium (Romawi Timur) dalam pertempuran Mu’tah. Banyak yang menganggap hal ini sebagai tanda melemahnya kekuatan umat Islam, dan memancing beberapa kabilah Arab menyerang umat Muslim di Madinah. Pada musim panas tahun 630, umat Muslim mendengar kabar bahwa Bizantium dan sekutu Ghassaniyah-nya telah menyiapkan pasukan besar untuk menginvasi Hijaz dengan kekuatan sekitar 40.000-100.000 orang.

            Di lain pihak, Kaisar Bizantium Heraclius menganggap bahwa kekuasaan kaum Muslimin di Jazirah Arab berkembang dengan pesat, dan daerah Arab harus segera ditaklukkan sebelum orang-orang Muslim menjadi terlalu kuat dan dapat menimbulkan masalah bagi Bizantium.

            Ekspedisi Tabuk

            1493687293680

            Tanggal 630 M
            Lokasi Tabuk
            Hasil Perang tidak pernah terjadi
            Pihak yang terlibat
            Muslimin Bizantium
            Ghassaniyah
            Komandan
            Muhammad
            Kekuatan
            30.000 atau 70.000 40.000
            Korban
            0 0

            Ekspedisi

            • Untuk melindungi umat Islam di Madinah, Muhammad memutuskan untuk melakukan aksi preventif, dan menyiapkan pasukan. Hal ini disulitkan dengan adanya kelaparan di tanah Arab dan kurangnya kas umat Muslimin. Namun, Muhammad berhasil mengumpulkan pasukan yang terdiri dari 70.000 orang,[2] jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam.
            • Setelah sampai di Tabuk, umat Islam tidak menemukan pasukan Bizantium ataupun sekutunya. Menurut sumber-sumber Muslim, mereka menarik diri ke utara setelah mendengar kedatangannya pasukan Muhammad. Namun tidak ada sumber non-Muslim yang mengkonfirmasi hal ini. Pasukan Muslim berada di Tabuk selama 10 hari. Ekspedisi ini dimanfaatkan Muhammad untuk mengunjungi kabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk. Hasilnya, banyak kabilah Arab yang sejak itu tidak lagi mematuhi Kekaisaran Bizantium, dan berpihak kepada Muhammad dan umat Islam. Dia juga berhasil mengumpulkan pajak dari kabilah-kabilah tersebut.
            • Saat hendak pulang dari Tabuk, rombongan Muhammad didatangi oleh para pendeta Kristen di Lembah Sinai. Muhammad berdiskusi dengan mereka, dan terjadi perjanjian yang mirip dengan Piagam Madinah bagi kaum Yahudi. Piagam ini berisi perdamaian antara umat Islam dan umat Kristen di daerah tersebut.
            • Muhammad akhirnya kembali ke Madinah setelah 30 hari meninggalkannya. Umat Islam maupun Kekaisaran Bizantium tidak menderita korban dari peristiwa ini, karena pertempuran tidak pernah terjadi.

            1493687293680Kisah Nabi muhammad SAW dan Perang Thaif

            Pengepungan Tha’if terjadi pada 630 M, saat kaum Muslimin pimpinan Muhammad mengasingkan dan mengepung kota Tha’if, yang dikuasai oleh suku Hawazin dan Tsaqif, yang dikalahkan dalam pertempuran Hunain. Penduduk Tha’if berhasil bertahan dari pengepungan ini, dan baru masuk Islam menyatakan kesetiaannya pada Muhammad setelah Ekspedisi Tabuk (630 M). Salah seorang kepala suku Tha’if Urwah bin Mas’ud tidak ada pada saat pengepungan ini, dan nantinya ia-lah yang memimpin kaumnya masuk Islam.

            Sedikit sekali yang diketahui mengenai jalannya pengepungan ini. Namun, dalam pengepungan ini diketahui bahwa Abu Sufyan, yang bertempur di pihak muslim, kehilangan salah satu matanya. Ketika Muhammad bertanya kepadanya “Yang manakah yang engkau lebih inginkan, sebuah mata di surga, atau aku berdoa kepada Allah agar matamu dikembalikan sekarang?” Abu Sufyan menjawab ia lebih memilih sebuah mata di surga. Nantinya, ia kehilangan matanya yang lain pada Pertempuran Yarmuk (636 M).
            Hasil

            Sekalipun pengepungan ini berakhir dengan kegagalan, tak berapa lama setelah pengepungan ini para penduduk Tha’if (Bani Tsaqif) akhirnya masuk Islam, tepatnya setelah ekspedisi Tabuk. Atas perintah Nabi Muhammad, maka berhala Al-Laata kemudian dihancurkan oleh utusan kaum Muslimin, yaitu Abu Sufyan bin Harb dan Mughirah bin Syu’bah.

            1493687293680

            Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Autas

            wp-1493687512670.Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Autas

            Pertempuran Autas adalah pertempuran antara umat Muslim dan suku-suku penyembah berhala di Arab pada tahun 630 di Autas atau Awtas, sebuah lembah di pegunungan yang terletak di timur laut Tha’if, Arab Saudi. Pertempuran ini terjadi setelah Pertempuran Hunain, dan sebelum Pengepungan Thaif. Pasukan Muslim berhasil mengalahkan musuhnya setelah melalui pertempuran sengit. Sisa pasukan yang dikalahkan lalu melarikan diri ke perbukitan disekitar.

            Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pertempuran Hunain

            wp-1493703596786.Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pertempuran Hunain

            Pertempuran Hunain adalah pertempuran antara Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam dan pengikutnya melawan kaum Badui dari suku Hawazin dan Tsaqif pada tahun 630 M atau 8 H, di sebuah pada salah satu jalan dari Mekkah ke Thaif. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan telak bagi kaum Muslimin, yang juga berhasil memperoleh rampasan perang yang banyak. Pertempuran Hunain merupakan salah satu pertempuran yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu surat At-Taubah 25-26.

            Suku Hawazin dan para sekutunya dari suku Tsaqif mulai menyiapkan pasukan mereka ketika mengetahui bahwa Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam dan tentaranya berangkat dari Madinah menuju Mekah, yang ketika itu masih dikuasai kaum kafir Quraisy. Persekutuan kaum Badui dari suku Hawazin dan Tsaqif berniat akan menyerang pasukan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam ketika sedang mengepung Mekkah. Namun, penaklukan Mekkah berjalan cepat dan damai. Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam pun mengetahui maksud suku Hawazin dan Tsaqif, dan memerintahkan pasukan dia bergerak menuju Hawazin dengan kekuatan 12.000 orang, terdiri dari 10.000 Muslim yang turut serta dalam penaklukan Mekkah, ditambah 2.000 orang Quraisy Mekkah yang baru masuk Islam. Hal ini terjadi sekitar dua minggu setelah penaklukan Mekkah,[4] atau empat minggu setelah Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam meninggalkan Madinah. Pasukan kaum Badui terdiri dari suku Hawazin, Tsaqif, bani Hilal, bani Nashr, dan bani Jasyam.
            Jalannya pertempuran

            Pertempuran Hunain1493687293680
            Tanggal 630 M (8 H)
            Lokasi Hunain, dekat Tha’if di Jazirah Arab barat daya
            Hasil Kemenangan Muslim
            Pihak yang terlibat
            Muslim,
            Quraisy Mekkah
            Badui dari suku Hawazin, Tsaqif, dan sekutunya
            Komandan
            Muhammad,
            Ali bin Abi Thalib
            Malik bin Auf
            Duraid bin Simma
            Kekuatan
            10,000 Muslim Madinah
            2,000 muallaf Mekkah
            12,000
            Korban
            12 tewas
            70 tewas
            6.000 ditawan

            Saat pasukan muslim bergerak menuju daerah Hawazin, pemimpin kaum Badui Malik bin Auf al-Nasri menyergap mereka di lembah sempit yang bernama Hunain. Kaum Badui menyerang dari ketinggian, menggunakan batu dan panah, mengejutkan kaum Muslimin dan menyulitkan organisasi serangan kaum Muslimin. Pasukan Muslim mulai mundur dalam kekacauan, dan tampaknya akan menderita kekalahan. Pemimpin Quraisy Abu Sufyan yang ketika itu baru masuk Islam, mengejek dan berkata “Kaum Muslimin akan lari hingga ke pantai”.

            wp-1493687512670.Pada saat kritis ini, sepupu Nabi yakni Ali bin Abi Thalib dibantu pamannya Abbas mengumpulkan kembali pasukan yang melarikan diri, dan organisasi kaum Muslimin mulai terbentuk kembali. Hal ini juga dibantu dengan sempitnya medan pertempuran, yang menguntungkan kaum Muslimin sebagai pihak bertahan. Pada saat ini, seorang pembawa bendera dari kaum Badui menantang pertarungan satu-lawan-satu. Ali menerima tantangan ini dan berhasil mengalahkannya. Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam lalu memerintahkan serangan umum, dan kaum Badui mulai melarikan diri dalam dua kelompok. Kelompok pertama nantinya akan kembali berperang melawan kaum Muslim dalam pertempuran Autas, dan sisanya mengungsi ke Thaif, dan nantinya akan dikepung oleh kaum Muslim.
            Kelanjutan

            Pasukan muslim berhasil menangkap keluarga dan harta benda dari suku Hawazin, yang dibawa oleh Malik bin Aus ke medan pertempuran. Rampasan perang ini termasuk 6.000 tawanan, 24.000 unta, 40.000 kambing, serta 4.000 waqih perak (1 waqih = 213 gram perak).

            Pertempuran ini mendemonstrasikan keahlian Ali bin Abi Thalib dalam mengorganisir pasukan dalam keadaan terjepit. Pertempuran ini juga menunjukkan kemurahan hati kaum Muslimin, yang memperlakukan tawanan dengan baik dan membebaskan 600 diantaranya secara cuma-cuma. Sisa tawanan ditahan dalam rumah-rumah khusus hingga berakhirnya Pengepungan Thaif

            Kisah Nabi muhammad SAW dan Pertempuran Mu’tah

            wp-1493703596786.Kisah Nabi muhammad SAW dan Pertempuran Mu’tah

            Pertempuran Mu’tah terjadi pada 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 Hijriah[5]), dekat kampung yang bernama Mu’tah, di sebelah timur Sungai Yordan dan Al Karak, antara pasukan Khulafaur Rasyidin yang dikirim oleh Nabi Muhammad dan tentara Kekaisaran Romawi Timur (Bashra).

            Setelah Perjanjian Hudaibiyyah disepakati, Rasullulah mengirimkan surat-surat dakwah sekaligus berdiplomasi kepada para penguasa negeri yg berbatasan dengan jazirah arab, termasuk kepada Heraklius. Pada Tahun 7 hijriah atau 628 AD, Rasulullah menugaskan al-Harits bin ‘Umair untuk mengirimkan surat dakwah kepada Gubernur Syam (Irak) bernama Hanits bin Abi Syamr Al-Ghassani yg baru diangkat oleh Kekaisaran Romawi. Dalam Perjalanan, di daerah sekitar Mut’ah, al-Harits bin ‘Umair dicegat dan dibunuh oleh penguasa setempat bernama Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani pemimpin dari suku Ghassaniyah (Pada waktu itu yang berkuasa di wilayah Palestina dan sekitarnya).[7][8][9][10] Dan Pada tahun yg sama Utusan Rasulullah pada Banu Sulayman dan Dhat al Talh daerah di sekitar negeri Syam (Irak) juga dibunuh oleh penguasa sekitar.Sebelumnya, tidak pernah seorang utusan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibunuh dalam misinya.

            Sedangkan menurut sumber-sumber Barat modern, pertempuran ini adalah upaya penaklukan yang gagal terhadap bangsa Arab di sebelah timur Sungai Jordan. Tentunya hal ini dikritisi sebab tidak mampu menjelaskan secara logis latar belakang pertempuran, antara pasukan muslim yg bahkan belum mempersatukan jazirah Arab dan belum menguasai Makkah yang berani menentang kekuasaan bangsa adidaya Romawi di daerah utara yang sangat jauh dari Madinah.

            Pertempuran Mu’tahwp-1493687512670.
            Bagian dari the Perang Arab-Bizantium
            Tanggal 629
            Lokasi Dekat Karak, Yordania
            Hasil kemenangan Muslim (menurut Ibnu Katsir), kemenangan Bizantium
            atau imbang
            Pihak yang terlibat
            Arab Muslim Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium)
            Arab Kristen
            Komandan
            Zaid bin Haritsah,
            Ja’far bin Abu Thalib,
            Abdullah bin Rawahah
            Heraclius,
            Theodorus,
            Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani,
            Malik bin Zafilah
            Kekuatan
            3,000 (Ibnu Qayyim dan Ibnu Hajar) 200,000 (sumber Muslim)
            Korban
            12 (sumber Muslim, mungkin lebih) 20,000 (sumber Muslim, mungkin kurang)

            Pertempuran

            • Sebelum pasukan islam berangkat untuk menegakkan panji La ilaha Illallah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah menunjuk tiga orang sahabat sekaligus mengemban amanah komanda secara bergantian bila komandan sebelumnya gugur dalam tugas di medan peperangan hingga mengakibatkan tidak dapat meneruskan kepemimpinan. Sebuah keputusan yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Mereka itu adalah Ja’far bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah (berasal dari kaum muhajirin) dan seorang sahabat dari Anshar, Abdullah bin Rawahah, penyair Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
            • Singkatnya, pasukan islam yang berjumlah 3000 personel diberangkatkan. Ketika mereka sampai di daerah Ma’an, terdengar berita bahwa Heraklius mempersiapkan 100 ribu pasukannya. Selain itu, kaum Nasrani dari beberapa suku Arab pun telah siap dengan jumlah yang sama. Mendengar kabar yang demikian, sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum mengusulkan supaya meminta bantuan pasukan kepada Rasulullah atau dia memutuskan suatu perintah.
            • ‘Abdullah bin Rawanah radhiyallahu ‘anhu lantas mengobarkan semangat juang para sahabat radhiyallahu ‘anhum pada waktu itu dengan perkataannya , “Demi Allah, sesungguhnya perkata yang kalian tidak sukai ini adalah perkata yang kamu keluar mencarinya, yaitu syahadah (gugur dimedan perang dijalan Allah Azza wa Jalla). Kita itu tidak berjuang karena karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk agama ini yang Allah Azza wa Jalla telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah. Hanya ada salah satu dari dua kebaikan : kemenangan atau gugur (syahid) di medan perang.”
            • Orang-orang menanggapi dengan berkata, “ Demi Allah, Ibnu Rawanah berkata benar”.
            • Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, panglima pertama yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, kemudian membawa pasukan ke wilayah Mu’tah. Dua pasukan berhadapan dengan sengit. Komandan pertama ini menebasi anak panah-anak panah pasukan musuh sampai akhirnay tewas terbunuh di jalan Allah Azza wa Jalla.
            • Bendera pun beralih ke tangan Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Sepupu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ini berperang sampai tangan kanannya putus. Bendera dia pegangi dengan tangan kiri, dan akhirnya putus juga oleh tangan musuh. Dalam kondisi demikian, semangat dia tak mengenal surut, saat tetap berusaha mempertahankan bendera dengan cara memeluknya sampai dia gugur oleh senjata lawan. Berdasarkan keterangan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, salah seorang saksi mata yang ikut serta dalam perang itu, terdapat tidakkurang 90 luka di bagian tubuh depan dia baik akibat tusukan pedang dan maupun anak panah.[14]
            • Giliran ‘Abdullah bin Rawanah radhiyallahu ‘anhu pun datang. Setelah menerjang musuh, ajal pun memjemput dia di medan peperangan.
            • Tsabit bin Arqam radhiyallahu ‘anhu mengambil bendera yang telah tak bertuan itu dan berteriak memanggil para Sahabat Nabi agar menentukan pengganti yang memimpin kaum muslimin. Maka, pilihan mereka jatuh pada Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. Dengan kecerdikan dan kecemerlangan siasat dan strategi – setelah taufik dari Allah Azza wa Jalla – kaum muslimin berhasil memukul Romawi hingga mengalami kerugian yang banyak.

            Setelah pertempuran

            • Menyaksikan peperangan yang tidak seimbang antara kaum muslimin dengan kaum kuffar, yang merupakan pasukan aliansi antara kaum Nashara Romawi dan Nashara Arab, secara logis, kekalahan bakal di alami oleh para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.
            • Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengungkapkan ketakjubannya terhadap kekuasaan Allah Azza wa Jalla melalui hasil peperangan yang berakhir dengan kemenangan kaum muslimin dengan berkata : “Ini kejadian yang menakjubkan sekali. Dua pasukan bertarung, saling bermusuhan dalam agama. Pihak pertama pasukan yang berjuang dijalan Allah Azza wa Jalla, dengan kekuatan 3000 orang. Dan pihak lainnya, pasukan kafir yang berjumlah 200 ribu pasukan. 100 ribu orang dari Romawi dan 100 ribu orang dari Nashara Arab. Mereka saling bertarung dan menyerang. Meski demikian sengitnya, hanya 12 orang yang terbunuh dari pasukan kaum muslimin. Padahal, jumlah korban tewas dari kaum musyirikin sangat banyak”.
            • Allah Azza wa Jalla berfirman : “ Orang-orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah? Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah 2:249) ”
            • Para ulama sejarah tidak bersepakat pada satu kata mengenai jumlah syuhada Mu’tah. Namun, yang jelas jumlah mereka tidak banyak. Hanya berkisar pada angka belasan, menurut hitungan yang terbanyak. Padahal, peperangan Mu’tah sangat sengit. Ini dapat dibuktikan bahwa Khalid bin Walid rahimahullah menghabiskan 9 pucuk pedang dalam perang tersebut. Hanya satu pedang yang tersisa, hasil buatan Yaman.
            • Khalid rahimahullah berkata, “Telah patah Sembilan pedang ditanganku, tidak tersisa kecuali pedang buatan Yaman.
            • Menurut Imam Ibnu Ishaq seorang Imam dalam ilmu sejarah Islam, syuhada perang Mu’tah hanya berjumlah 8 Sahabat saja. Secara terperinci yaitu Ja’far bin Abi Thalib, dan mantan budak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam Zaid bin Haritsah al-Kalbi, Mas’ud bin al-Aswad bin Haritsah bin Nadhlah al-‘Adawi, Wahb bin Sa’d bin Abi Sarh radhiyallahu ‘anhum.
            • Sementara dari kalangan kaum anshar, ‘Abdullah bin Rawahah, ‘Abbad bin Qais al-Khozarjayyan, al-Harits bin an-Nu’man bin Isaf bin Nadhlah an-Najjari, Suraqah bin ‘Amr bin Athiyyah bin Khansa al-Mazini radhiyallahu ‘anhum.
            • Di sisi lain, Imam Ibnu Hisyam rahimahullah dengan berlandaskan keterangan az-Zuhri rahimahullah, menambahkan empat nama dalam deretan Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang gugur di medan perang Mu’tah. Yakni, Abu Kulaib dan Jabir. Dua orang ini saudara sekandung. Ditambah ‘Amr bin ‘Amir putra Sa’d bin Tsa’labah bi Malik bin Afsha. Mereka juga berasal dari kaum anshar. Dengan ini, jumlah syuhada bertambah menjadi 12 jiwa.

            Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Khaibar

            1493687293680Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Khaibar

            Pertempuran Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Muhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi. William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan umat Islam, dan Muhammad berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat. Hanya beberapa hari Muhammad berada di Madinah usai peristiwa Hudaibiya itu. Sekitar dua pekan kemudian, rasul bahkan memimpin sendiri ekspedisi militer menuju Khaibar, daerah sejauh tiga hari perjalanan dari Madinah. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di jazirah Arab. Terutama setelah Yahudi di Madinah ditaklukkan oleh rasulullah.

            Yahudi tak mempunyai cukup kekuatan untuk menggempur kaum Muslimin. Namun mereka cerdik. Mereka mampu menyatukan musuh-musuh Muhammad dari berbagai kabilah yang sangat kuat. Hal itu terbukti pada Perang Khandaq. Bagi warga Muslim di Madinah, Yahudi lebih berbahaya dibanding musuh-musuh lainnya.

            Maka Muhammad menyerbu ke jantung pertahanan musuh. Suatu pekerjaan yang tak mudah dilakukan. Pasukan Romawi yang lebih kuat pun tak mampu menaklukkan benteng Khaibar yang memiliki sistem pertahanan berlapis-lapis yang sangat baik. Sallam anak Misykam mengorganisasikan prajurit Yahudi. Perempuan, anak-anak dan harta benda mereka tempatkan di benteng Watih dan Sulaim. Persediaan makanan dikumpulkan di benteng Na’im. Pasukan perang dikonsentrasikan di benteng Natat. Sedangkan Sallam dan para prajurit pilihan maju ke garis depan.

            Sallam tewas dalam pertempuran itu. Tapi pertahanan Khaibar belum dapat ditembus. Muhammad menugasi Abu Bakar untuk menjadi komandan pasukan. Namun gagal. Demikian pula Umar. Akhirnya kepemimpinan komando diserahkan pada Ali.

            Di Khaibar inilah nama Ali menjulang. Keberhasilannya merenggut pintu benteng untuk menjadi perisai selalu dikisahkan dari abad ke abad. Ali dan pasukannya juga berhasil menjebol pertahanan lawan. Harith bin Abu Zainab -komandan Yahudi setelah Sallam-pun tewas. Benteng Na’im jatuh ke tangan pasukan Islam.

            Setelah itu benteng demi benteng dikuasai. Seluruhnya melalui pertarungan sengit. Benteng Qamush kemudian jatuh. Demikian juga benteng Zubair setelah dikepung cukup lama. Semula Yahudi bertahan di benteng tersebut. Namun pasukan Islam memotong saluran air menuju benteng yang memaksa pasukan Yahudi keluar dari tempat perlindungannya dan bertempur langsung. Benteng Watih dan Sulaim pun tanpa kecuali jatuh ke tangan pasukan Islam.

            Yahudi lalu menyerah. Seluruh benteng diserahkan pada umat Islam. Muhammad memerintahkan pasukannya untuk tetap melindungi warga Yahudi dan seluruh kekayaannya, kecuali Kinana bin Rabi’ yang terbukti berbohong saat dimintai keterangan rasulullah.

            Perlindungan itu tampaknya sengaja diberikan oleh rasulullah untuk menunjukkan beda perlakuan kalangan Islam dan Kristen terhadap pihak yang dikalahkan. Biasanya, pasukan Kristen dari kekaisaran Romawi akan menghancurludeskan kelompok Yahudi yang dikalahkannya. Sekarang kaum Yahudi Khaibar diberi kemerdekaan untuk mengatur dirinya sendiri sepanjang mengikuti garis kepemimpinan Muhammad dalam politik.

            Muhammad sempat tinggal beberapa lama di Khaibar. Ia bahkan nyaris meninggal lantaran diracun. Diriwayatkan bahwa Zainab binti Harith menaruh dendam pada Muhammad. Sallam, suaminya, tewas dalam pertempuran Khaibar. Zainab lalu mengirim sepotong daging domba untuk Muhammad. Rasulullah sempat mengigit sedikit daging tersebut, namun segera memuntahkannya setelah merasa ada hal yang ganjil. Tidak demikian halnya dengan sahabat rasul, Bisyri bin Bara. Ia meninggal lantaran memakan daging tersebut.

            Khaibar telah ditaklukkan. Rombongan pasukan rasulullah kembali ke Madinah melalui Wadil Qura, wilayah yang dikuasi kelompok Yahudi lainnya. Pasukan Yahudi setempat mencegat rombongan tersebut. Sebagaimana di Khaibar, mereka kemudian ditaklukkan pula. Sedangkan Yahudi Taima’ malah mengulurkan tawaran damai tanpa melalui peperangan.

            Pertempuran Khaibar

            1493687293680

            Tanggal 629 M
            Lokasi Khaibar
            Hasil Kemenangan Muslim
            Pihak yang terlibat
            Arab Muslim Yahudi dari Khaibar
            Bani Nadhir
            Komandan
            Muhammad al-Harits bin Abu Zainab
            Kekuatan
            1,600 ?
            Korban
            16 93

            Dengan penaklukan tersebut, Islam di Madinah telah menjadi kekuatan utama di jazirah Arab. Ketenangan masyarakat semakin terwujud. Dengan demikian, Muhammad dapat lebih berkonsentrasi dalam dakwah membangun moralitas masyarakat.

            Kaum Yahudi menyerah dengan syarat membayar pajak dan memberikan tanahnya kepada umat Islam. Akibatnya, mereka banyak yang menjadi hamba sahaya. Menurut Stillman, orang-orang Yahudi dari Bani Nadhir tidak termasuk dalam perjanjian ini, dan seluruh orang bani Nadhir akhirnya dibunuh, kecuali anak-anak dan wanita yang dijadikan budak.[1] Setelah pertempuran ini orang-orang Yahudi masih tinggal di Khaibar, hingga akhirnya diusir oleh khalifah Umar bin Khattab. Pembebanan pajak terhadap orang-orang Yahudi menandai dimulainya penerapan jizyah terhadap para dzimmi di bawah pemerintahan Islam, dan penahanan tanah mereka menjadi milik komunitas Islam.[2][3]

            Karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata “Khaibar” sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam.

            Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Bani Qurayzhah

            wp-1493703596786.Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Bani Qurayzhah

            Perang Bani Qurayzhah, yang dikenal sebagai peperangan besar-besaran atas Bani Qurayzhah, terjadi di bulan Dzulqa’dah sepanjang Februari dan Maret 627 (5 Hijriyah) Nabi Muhammad mengepung Bani Qurayzhah selama 25 hari sampai mereka menyerah. Salah seorang sahabat menyatakan “para laki-lakinya dibunuh, harta rampasan dibagi, dan wanita dan anak-anak dijadikan tawanan”. Nabi Muhammad setuju karena sesuai dengan perintah Allah, di mana setiap laki-laki dewasa dipenggal.1493687293680

            Menurut Daniel C. Peterson dan Martin Lings, keputusan ini sesuai dengan hukum Moses dalam Deuteronomy 20:10-14. Ulama Hadits Tabari mengutip 600–900 telah diekseskusi. Hadits sunni tidak menyebutkan jumlah yang tewas, tetapi semua laki-laki tewas dan seorang wanita. Wanita lainnya dan anak-anak dijual atau ditukar dengan senjata dan kuda, menurut sumber Islam.

            Perang Bani Qurayzhah
            Tanggal Februari/Maret, 627 AD
            Lokasi Benteng Bani Qurayzhah
            Hasil
            • Berhasil mengepung kaum Bani Qurayzhah selama 25 hari
            Pihak yang terlibat
            Muslim Bani Qurayzhah
            Komandan
            Muhammad
            Ali bin Abi Thalib
            Kekuatan
            3000 infantri, 30 kavaleri tak diketahui
            Korban
            2 syahid Sumber Muslim

            • 600–900 dipenggal (Tabari, Ibn Hisham)
            • Semua laki-laki dan 1 wanita dipenggal (Hatdist Sunni)

            Menurut Ibnu Katsir, Ayat Quran ayat 33:26-27 and 33:9-10 tentang penyerbuan ke Bani Qurayzhah.

            • Bani Qurayzha dahulu bersekutu dengan Muhammad dan selama pertempuran Khandaq, mereka meminjamkan peralatan perang untuk berjaga-jaga di Madinah, tetapi mereka tidak ikut serta dalam tiap pertempuran. Bani Qurayzha sangat tersinggung dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad agar bertindak keras terhadap Yahudi, dan menurut Al-Waqidi, mereka bernegosiasi dengan penduduk Mekkah.
            • Waqidi menyatakan bahwa Muhammad memiliki kesepakatan dengan suku yang terpecah belah tersebut. Norman Stillman dan Watt percaya bahwa kesepakatan dimaksud “diragukan” keberadaannya, walaupun Watt percaya bahwa Qurayzhah telah sepakat untuk tidak membantu musuh Muhammad. Al-Waqidi sering dikritik oleh penulis Muslim yang menyebutnya tidak bisa dipercaya. Menurut Mubrakpuri, Peters, Stillman, Guillaume, Inamdar dan Ibnu Katsir, di hari penaklukan Mekkah, Muhammad memimpin pasukannya melawan kaum di lingkungan Bani Qurayzhah. Menurut tradisi Muslim, Muhammad diperintah melakukan hal itu melalui Malaikat Jibril.
            « Entri Lama