Category Archives: Sejarah Islam

Sejarah Qurban

Qurban ( قربان ) artinya dekat. Dalam literatur Fiqh, Qurban juga disebut dengan Udhiyah ( أضحية), yang artinya binatang sembelihan. Adalah menyembelih hewan khusus dengan niat mendekatkan diri kepada Allah yang dikerjakan pada waktu khusus, atau menyembelih hewan ternak dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah yang dilaksanakan pada hari-hari penyembelihan.

Sejarah Qurban

Dalam sejarah sebagaimana yang disampaikan dalam Al Qur’an terdapat dua peristiwa dilakukannya ritual kurban yakni oleh Habil (Abel) dan Qabil (Cain), putra Nabi Adam alaihis salam, serta pada saat Nabi Ibrahim akan mengorbankan Nabi Ismail atas perintah Allah.

Habil dan Qabil

Kisah Habi dan Qabil di kisahkan pada al-Qur’an:
“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”.(Al Maaidah: 27)”

Ibrahim dan Ismail

Disebutkan dalam Al Qur’an, Allah memberi perintah melalui mimpi kepada Nabi Ibrahim untuk mempersembahkan Ismail. Diceritakan dalam Al Qur’an bahwa Ibrahim dan Ismail mematuhi perintah tersebut dan tepat saat Ismail akan disembelih, Allah menggantinya dengan domba. Berikut petikan surat Ash Shaaffaat ayat 102-107 yang menceritakan hal tersebut.
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (Ash Shaaffaat: 102-107)

Qurban Merupakan Syariat Para Nabi dan Rasul

Selain di zaman Nabi Adam AS, ternyata qurban juga disyari’atkan kepada para Nabi dan Rasul yang lain.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (Al-Hajj : 34).

Sejarah yang paling masyhur adalah qurban Nabi Ibrahim AS melalui perintah menyembelih putra beliau yaitu Nabi Ismail AS.

وَقَالَ إِنِّى ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّى سَيَهْدِينِ ﴿٩٩﴾ رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿١٠٠﴾ فَبَشَّرْنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٍ ﴿١٠١﴾ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّى أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّى أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ قَالَ يَٰأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إِن شَاءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿١٠٢﴾ فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ﴿١٠٣﴾ وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰإِبْرَٰهِيمُ ﴿١٠٤﴾ قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَا إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١٠٥﴾ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰؤُا ٱلْمُبِينُ ﴿١٠٦﴾ وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ﴿١٠٧﴾ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى ٱلْءَاخِرِينَ ﴿١٠٨﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ إِبْرَٰهِيمَ ﴿١٠٩﴾ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿١١٠﴾ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ ﴿١١١﴾

(99). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (100). ”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” (101). Maka Kami beri kabar gembira kepadanyadengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail). (102). Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusahabersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimanapendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akanmendapatiku termasuk orang yang sabar.” (103). Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya ataspelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). (104). Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! (105). Sungguh, engkau telah membenarkanmimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (106). Sesungguhnya ini benar-benar suatuujian yang nyata. (107).Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (108). Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (109). Selamat sejahtera bagi Ibrahim. (110). Demikianlah Kami memberi balasan kepadaorang-orang yang berbuat baik. (111). Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (As-Shaffat : 99-111).

Qurban disyari’atkan pada tahun ke 2 Hijriyah. Banyak hadis-hadis yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW seringkali melaksanakan Qurban. Binatang qurban yang disembelih pada masa Nabi SAW adalah kambing atau domba, unta dan sapi. Untuk unta dan sapi bisa berserikat sebanyak tujuh orang. Sedangkan untuk kambing atau domba berlaku satu orang.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِيَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي (رواه أحمد)

Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Aku ikut bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari ‘Idul Adha di Mushalla(lapangan tempat shalat). Setelah selesai khutbah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanyaseekor kambing kibasy, lalu Rasulullah menyembelihnya dengan kedua tangannya seraya berkata,”Dengan menyebut nama Allah, Allahuakbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berkurban.” (HR. Ahmad)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُدَيْبِيَةَ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

Dari Jabir ibn Abdullah, ia berkata: “Kami menyembelih hewan qurban bersama Rasulullah saw pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuktujuh orang, dan sapi untuk tujuh orang.”(HR. Muslim)

Qurban Pada Masa Rasulullah SAW

Qurban disyari’atkan pada tahun ke 2 Hijriyah. Banyak hadis-hadis yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW seringkali melaksanakan Qurban. Binatang qurban yang disembelih pada masa Nabi SAW adalah kambing atau domba, unta dan sapi. Untuk unta dan sapi bisa berserikat sebanyak tujuh orang. Sedangkan untuk kambing atau domba berlaku satu orang.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِيَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي (رواه أحمد)

Dari Jabir Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Aku ikut bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari ‘Idul Adha di Mushalla(lapangan tempat shalat). Setelah selesai khutbah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam turun dari mimbar, lalu dibawakan kepadanyaseekor kambing kibasy, lalu Rasulullah menyembelihnya dengan kedua tangannya seraya berkata,”Dengan menyebut nama Allah, Allahuakbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berkurban.” (HR. Ahmad)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُدَيْبِيَةَ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ

Dari Jabir ibn Abdullah, ia berkata: “Kami menyembelih hewan qurban bersama Rasulullah saw pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuktujuh orang, dan sapi untuk tujuh orang.”(HR. Muslim)

KISAH lengkap Sejarah Qurban

KISAH lengkap Sejarah Qurban

Kisah atau sejarah qurban berawal dari persitiwa Nabi Ibrahim yang akan menyembelih putranya Nabi Ismail. Kemudian disyiarkan oleh Nabi terkahir Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk menyembelih qurban di hari raya Haji atau Idul Adha. Beginilah sejarah qurban dimulai dari kisah Nabi Ibrahim sa dan nabi Ismail sa.

Telah dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim tidak memiliki anak hingga di masa tuanya, lalu beliau berdoa kepada Allah.

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS Ash-Shafaat [37] : 100)

Kemudian Allah memberikan kepadanya kabar gembira akan lahirnya seorang anak yang sabar. Dialah Ismail, yang dilahirkan oleh Hajar. Menurut para ahli sejarah, Nabi Ismail lahir ketika Nabi Ibrahim berusia 86 tahun. Wallahu a’lam.

Nabi Ibrahim kemudian membawa Hajar dan Ismail, yang waktu masih bayi dan menyusu pada ibunya, ke Makkah. Pada saat itu di Makkah tidak ada seorang pun dan tidak ada air. Nabi Ibrahim meninggalkan mereka disana beserta geribah yang di dalamnya terdapat kurma serta bejana kulit yang berisi air.

Setelah itu Nabi Ibrahim berangkat dan diikuti oleh Hajar seraya berkata,
“Wahai Ibrahim, kemana engkau hendak pergi, apakah engkau akan meninggalkan kami sedang di lembah ini tidak terdapat seorang manusia pun dan tidak pula makanan apapun?”

Pertanyaan itu diucapkan berkali-kali, namun Nabi Ibrahim tidak menoleh sama sekali, hingga akhirnya Hajar berkata kepadanya: “Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan ini?”

“Ya.” Jawab Nabi Ibrahim

“Kalau begitu kami tidak disia-siakan.” Dan setelah itu Hajar pun kembali.
Ibrahim pun berangkat sehingga ketika telah jauh sampai di Tsamiyah, beliau pun menghadapkan wajahnya ke Baitullah dan berdoa:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim [14] : 37)

Dan Hajar pun menyusui Ismail dan minum dari air yang tersedia. Sehingga ketika air yang ada dalam bejana sudah habis, maka ia dan puteranya pun merasa haus. Lalu Hajar melihat puteranya merengek-rengek. Kemudian ia pergi dan tidak tega melihat anaknya tersebut. Maka ia mendapatkan Shafa merupakan bukit yang terdekat dengannya. Lalu ia berdiri di atas bukit itu dan menghadap lembah sembari melihat-lihat adakah orang di sana, tetapi ia tidak mendapatkan seorang pun disana.

Setelah itu ia turum kembali dari Shafa dengan susah payah sehingga sampai di lembah. Lalu ia mendatangi bukit Marwah lalu berdiri disana seraya melihat-lihat adakah orang disana. Namun ia tidak mendapatkan seorang pun disana. Ia lakukan itu – berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah – sebanyak tujuh kali.

Setelah mendekati Marwah ia mendengar sebuah suara. Ia pun berkata, “Diam!” Maksudnya untuk dirinya sendiri. Kemudian ia berusaha mendengar lagi hingga ia pun mendengarnya.

“Engkau telah memperdengarkan. Adakah engkau dapat menolong?”

Tiba-tiba ia mendapati Malaikat di dekat sumber air Zamzam. Kemudian Malaikat itu menggali tanah dengan tumitnya sehingga muncullah air.

Selanjutnya Ibunda Ismail membendung air dengan tangannya dan menciduknya dan air bertambah deras.

Nabi Muhammad bersabda:

“Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Ibu Ismail, jika saja ia membiarkan Zamzam – atau Beliau berkata: ‘seandainya dia tidak menciduk airnya- niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir.”

Kemudian ibunda Ismail minum dari air itu dan menyusui anaknya.

Ismail tumbuh menjadi besar dan belajar Bahasa Arab di kalangan Bani Jurhum. Hingga pada suatu hari, ayahnya, Nabi Ibrahim datang menjumpainya. Allah mengisahkannya di dalam Al-Qur’an:

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamasama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ibrahim datang menjumpai anaknya untuk menyampaikan perintah Allah agar menyembelihnya. Bisakah kalian bayangkan teman-teman? Setelah menunggu bertahun-tahun, Nabi Ibrahim baru dikaruniai anak di usia tuanya. Lalu beliau diperintahkan untuk meninggalkan anak dan isterinya di suatu tempat asing yang jauh darinya dan tidak berpenghuni. Meskipun sangat besar kecintaan beliau kepada keluarganya, namun beliau seorang yang teguh dan taat terhadap perintah Allah. Tidak sedikitpun beliau bergeming, bahkan bersegera ketika Allah memerintahkannya.

Nabi Ismail pun menjawab:

“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shafaat [37] : 102)

Nabi Ismail meminta ayahnya untuk mengerjakan apa yang Allah perintahkan. Dan beliu berjanji kepada ayahnya akan menjadi seorang yang sabar dalam menjalani perintah itu. Sungguh mulia sifat Nabi Ismail. Allah memujinya di dalam Al-Qur’an:

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS Maryam [19] : 54)

Allah melanjutkan kisahnya di dalam Al-Qur’an:
“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).” (QS Ash-Shafaat [37] : 103)

Nabi Ibrahim lalu membaringkan anaknya di atas pelipisnya (pada bagian wajahnya) dan bersiap melakukan penyembelihan dan Ismail pun siap menaati perintah ayahnya.

“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS Ash-Shafaat [37] : 104:107)

Allah menguji Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anaknya tercinta, dan Nabi Ibrahim dan Ismail pun menunjukkan keteguhan, ketaatan dan kesabaran mereka dalam menjalankan perintah itu. Lalu Allah menggantikan dengan sembelihan besar, yakni berupa domba jantan dari Surga, yang besar berwarna putih, bermata bagus, bertanduk serta diikat dengan rumput samurah. Wallahu a’lam.

Mina, Kota Tenda Tempat Lempar Jumrah Ibadah Haji

Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi. Ia terletak di antara Mekkah dan Muzdalifah. Mina mendapat julukan kota tenda, karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji seluruh dunia. Tenda-tenda itu tetap berdiri meski musim haji tidak berlangsung. Mina paling dikenal sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jumrah dalam ibadah haji

Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wulkuf di Arafah. Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam sehingga dapat melakukan salat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah.
Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar jumrah. Tempat atau lokasi melempar jumrah ada 3 yaitu Jumrah Aqabah, Jumrah Wusta dan Jumrah Ula. Di Mina jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) yaitu malam tanggal 11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11,12,13 dzulhijah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.

Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihan binatang kurban. Di Mina ada mesjid Khaif, merupakan masjid di mana Nabi Muhammad SAW melakukan salat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah haji.

Masjid Bibi Khanym di Samarkand, Uzbekistan, Bangunan Tertinggi Di Dunia Di Zamannya Tahun 1939

Masjid Bibi Khanym di Samarkand, Uzbekistan.

Pada zamannya, Masjid Bibi Khanym pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia. Yulianto Sumalyo dalam buku Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah Muslim menulis, masjid berukuran raksasa ini berbentuk segi empat dengan ukuran 109 x 167 meter persegi dan bagian minaret menempel pada portal (pintu gerbang utama) yang sangat besar. Ketinggian minaretnya mencapai 19 meter, sedang pintu gerbangnya setinggi 35 meter.

Masjid Bibi Khanym dibangun pada masa pemerintahan Timur Lenk. Pada 1399, ia memerintahkan untuk membangun masjid jami yang megah, besar, indah, dan pantas untuk ibu kota pemerintahannya. Pembangunan masjid ini selesai lima tahun pada 1404. Oleh penguasa Timurid ini, masjid yang baru dibangun tersebut diberi nama Masjid Bibi Khanym. Nama yang tersemat pada bangunan masjid ini diambil dari nama istri Timur Lenk yang berasal dari negeri Tiongkok. Sebagai lambang cintanya untuk sang permaisuri tersayang, Timur Lenk mendirikan masjid tersebut.

Bangunan masjid ini terdiri dari sahn (halaman terbuka). Di dalam sahn terdapat tulisan ayat Alquran yang diukir di atas sebuah marmer yang berdiri tegak di tengah-tengah. Bagian sahn ini dikelilingi oleh empat iwan, yaitu: dua iwan lateral, sebuah iwan pada pintu gerbang utama, dan iwan pada bagian mihrab.

Kedua iwan lateral mengarah ke ruang-ruang segi empat yang berada di bawah atap bulbous domes, yaitu kubah berbentuk bawang, bagian atas meruncing, bagian tengah menggelembung, dan bawahnya mengecil. Iwan pada bagian portal diapit oleh minaret yang mengarah ke kubah ketiga yang paling besar. Ketinggian kubah utama ini mencapai 40 meter. Namun, kubah ini runtuh pada abad ke-15 M.

Kubah masjid berbentuk kembar dengan tambur silindris tinggi untuk menetralisasi interiornya yang rendah di bawah kubah bulat. Semua kubah dilapis dengan keramik kebiruan yang menggambarkan kekayaan variasi seni dekorasi Timurid. Bagian dinding-dinding masjid juga dilapis dengan keramik dan mozaik, namun dalam aneka warna.

Meskipun rancangan empat iwan sudah menjadi tradisi pada bangunan masjid-masjid di Iran sejak abad ke-12 M, ruang-ruang di bawah kubah di balik iwan adalah baru. Skala bangunan Masjid Bibi Khanym sama dengan bangunan berarsitektur Timurid lainnya.

Samarkand

Samarkand merupakan nama kota di Uzbekistan. Letaknya di bagian tengah. Tepatnya di Provinsi Samarqand, Uzbekistan. Pada tahun 2005, kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 412.300 jiwa. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Uzbekistan.

Samarkand adalah kota yang sangat tua, yang didirikan hampir 3 ribu tahun. Alexander Agung menaklukkan kota itu pada tahun 329 SM. Yunani menyebutnya “Marakanda”. Pada saat itu, dan juga kemudian Samarkand adalah sebuah kota penting di Jalur Sutera dari Cina ke barat.

Pada periode awal Islam dari abad ke-7 kota ini berkembang pesat sampai perusakan oleh Genghis Khan pada tahun 1220. Pada abad ke-14 Timur Leng menjadikan Samarkand sebagai ibu kota kerajaan yang besar.
Pada tahun 1868, Samarkand menjadi bagian dari kekaisaran Rusia, dan dari 1925 sampai tahun 1930 kota ini adalah ibu kota Republik Sosialis Uzbekistan.

Di kota Samarkand ada beberapa peninggalan terbesar dari arsitektur Islam.

  • Masjid Bibi-Khanum
  • Madrasah Ulugbek (1417-1420)
  • Madrasah-Sher-Dor (1619-1636)
  • Madrasah Tilya-Kori (1646-1660)
  • Museum dan situs arkeologi Afrasiab
  • Gur Emir Mausoleum-
  • Shahi-Zinda Ensemble
  • Khodja Mausoleum-Doniyor
  • Observatorium Ulugbek
  • Hodja-Abdu-Darun

Sejarah Islam: Sumber Peradaban Pertama

Sumber Peradaban Pertama


PENYELIDIKAN mengenai sejarah peradaban manusia dan dari mana pula asal-usulnya, sebenarnya masih ada hubungannya dengan zaman kita sekarang ini. Penyelidikan demikian sudah lama menetapkan, bahwa sumber peradaban itu sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu adalah Mesir. Zaman sebelum itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah. Sarjana-sarjana ahli purbakala (arkelogi) kini kembali mengadakan penggalian-penggalian di Irak dan Suria dengan maksud mempelajari soal-soal peradaban Asiria dan Funisia serta menentukan zaman permulaan daripada kedua macam peradaban itu: adakah ia mendahului peradaban Mesir masa Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa itu dan terpengaruh karenanya?

Apapun juga yang telah diperoleh sarjana-sarjana arkelogi dalam bidang sejarah itu, samasekali tidak akan mengubah sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya, yang dalam penggalian benda-benda kuno Tiongkok dan Timur Jauh belum memperlihatkan hasil yang berlawanan. Kenyataan ini ialah bahwa sumber peradaban pertama – baik di Mesir, Funisia atau Asiria – ada hubungannya dengan Laut Tengah; dan bahwa Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban pertama itu ke Yunani atau Rumawi, dan bahwa peradaban dunia sekarang, masa hidup kita sekarang ini, masih erat sekali hubungannya dengan peradaban pertama itu.

Apa yang pernah diperlihatkan oleh Timur Jauh dalam penyelidikam tentang sejarah peradaban, tidak pernah memberi pengaruh yang jelas terhadap pengembangan peradaban-peradaban Fira’un, Asiria atau Yunani, juga tidak pernah mengubah tujuan dan perkembangan peradaban-peradaban tersebut. Hal ini baru terjadi sesudah ada akulturasi dan saling-hubungan dengan peradaban Islam. Di sinilah proses saling pengaruh-mempengaruhi itu terjadi, proses asimilasi yang sudah sedemikian rupa, sehingga pengaruhnya terdapat pada peradaban dunia yang menjadi pegangan umat manusia dewasa ini.

Laut Tengah dan Laut Merah


Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang dan tersebar ke pantai-pantai Laut Tengah atau di sekitarnya, di Mesir, di Asiria dan Yunani sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap dikagumi dunia: perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan dan dalam segala bidang kegiatan manusia. Tetapi, semua peradaban itu, sumber dan pertumbuhannya, selalu berasal dari agama. Memang benar bahwa sumber itu berbeda-beda antara kepercayaan trinitas Mesir Purba yang tergambar dalam Osiris, Isis dan Horus, yang memperlihatkan kesatuan dan penjelmaan hidup kembali di negerinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada anak, dan antara paganisma Yunani dalam melukiskan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bersumber dan tumbuh dari gejala-gejala alam berdasarkan pancaindera; demikian sesudah itu timbul perbedaan-perbedaan yang dengan penggambaran semacam itu dalam pelbagai zaman kemunduran itu telah mengantarkannya ke dalam kehidupan duniawi. Akan tetapi sumber semua peradaban itu tetap membentuk perjalanan sejarah dunia, yang begitu kuat pengaruhnya sampai saat kita sekarang ini, sekalipun peradaban demikian hendak mencoba melepaskan diri dan melawan sumbernya sendiri itu dari zaman ke zaman. Siapa tahu, hal yang serupa kelak akan hidup kembali.

Dalam lingkungan masyarakat ini, yang menyandarkan peradabannya sejak ribuan tahun kepada sumber agama, dalam lingkungan itulah dilahirkan para rasul yang membawa agama-agama yang kita kenal sampai saat ini. Di Mesir dilahirkan Musa, dan dalam pangkuan Firaun ia dibesarkan dan diasuh, dan di tangan para pendeta dan pemuka-pemuka agama kerajaan itu ia mengetahui keesaan Tuhan dan rahasia-rahasia alam.

Sejarah Haji Dari Para Nabi

Orang-orang Arab pada zaman jahiliyah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti tawaf, sa’i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara’ (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur’an dan sunnah rasul. Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim(nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa’i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka’bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjidil Haram, Mekkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.

Sejarah

Bangsa Arab sebelum kedatangan Islam adalah pemuja berhala. Kakbah masih menjadi pusat pemujaan mereka, dan dipenuhi dengan berhala dan gambar Malaikat. Selama musim ziarah tahunan, orang-orang dari dalam dan luar negeri akan mengunjungi Kakbah.

Pola Haji saat ini didirikan oleh nabi Islam Muhammadyang melakukan reformasi terhadap ziarah pra-Islam orang-orang Arab pagan pada tahun 632 M, namun asal mula Haji adalah atas perintah Tuhan kepada Ibrahimuntuk meninggalkan istrinya Hagar (Hajar) dan anaknya Ismael (Isma’il) sendirian di padang pasir kuno Mekkah dengan sedikit makanan dan air yang segera berakhir. Mekkah kemudian menjadi tempat yang tidak berpenghuni. Untuk mencari air, Hagar dengan putus asa berlari tujuh kali di antara dua bukit Shofa dan Marwahtapi tidak menemukan satu pun. Kembali dalam keputusasaan ke di Ismael, dia melihat bayi itu menggaruk tanah dengan kakinya dan keluar air mancur di bawahnya. Karena adanya air, suku-suku mulai menetap di Mekkah, Jurhum menjadi suku pertama yang datang. Ketika dewasa, Ismail menikah di suku dan mulai tinggal bersama mereka. Quran menyatakan bahwa Ibrahim, bersama dengan anaknya Ismail, membangun fondasi sebuah rumah yang diidentifikasi oleh kebanyakan komentator sebagai Kakbah. Setelah menempatkan Batu Hitam di sudut timur Kakbah, Ibrahim menerima sebuah wahyu dimana Allah mengatakan ke di nabi berusia lanjut bahwa dia sekarang harus pergi dan mengumumkan ziarah ke umat manusia. Quran mengacu di kejadian ini dalam Al-Baqarah:124-127 dan Al-Hajj:27-30. Sesaat sebelum wafatnya, Muhammad melakukan ziarah satu-satunya dan terakhir dengan sejumlah besar pengikut, Dan mengajarkan mereka ritus haji dan tatakrama untuk melakukan hal itu. Di dataran Arafah, dia menyampaikan pidato terkenal – yang dikenal dengan Khotbah perpisahan Nabi Muhammad – ke di mereka yang hadir di sana. Sejak saat itu, haji menjadi salah satu dari Lima Rukun Islam.
Selama abad pertengahan, peziarah akan berkumpul di kota-kota besar seperti Basra, Damaskus, dan Kairo untuk pergi ke Mekkah dalam kelompok dan karavan yang terdiri dari puluhan ribu peziarah.

Dalam sejarah haji yang cukup panjang, suku-suku nomaden padang pasir – yang dikenal sebagai Badui – telah menjadi isu keamanan yang agak ketat untuk kafilah haji. and to ensure that the pilgrims were supplied with the necessary provisions. Sekali lagi, sepanjang sejarah, perjalanan ziarah ke Mekkah telah menawari para peziarah dan juga para pedagang profesional kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas perdagangan baik dalam perjalanan maupun di Mekkah, Damaskus, dan Kairo.

Jabal Abu Qubais Gunung Pertama di Muka Bumi

Jabal Abu Qubais ( Gunung Abu Qubais) adalah sebuah gunung yang berlokasi di kota Mekkah, Arab Saudi. Lokasi gunung ini berada di sebelah timur Masjidil Haram. Tempat ini dipercaya oleh ummat muslim sebagai gunung pertama di muka bumi yang diciptakan oleh Allah.

Fakta lain dari gunung ini adalah:

  1. Merupakan gunung pertama di muka bumi
  2. Merupakan gunung dimana diatasnya terdapat bangunan Ka’bah dan Masjidil Haram, dua tempat paling suci bagi umat Islam.
  3. Merupakan tempat dimana Nabi Muhammad berdiri untuk membelah bulan yang merupakan bentuk dari mukjizat Nabi Muhammad

Sejarah Islam Dunia: Sejarah Agama Islam di Eropa

Sejarah Islam Dunia: Sejarah Agama Islam di Eropa

  1. Islam masuk ke Eropa

Kaum muslimin memasuki benua Eropa ialah sejak adanya permintaan bantuan oleh Graf Yulian seorang bangsawan Gothia Barat yang berkuasa di Geuta Afrika Utara kepada gubernur Afrika Utara Musa bin Nushair agar membantu keluarga “Witiza” menghadapi tentara roderik yang memberontak merebut singgasan Witiza pada tahun 710 M.

Permintaan tersebut selanjutnya oleh Musa disampaikan kepada Khalifah Walid bin Abdul Malik di Damaskus, ternyata dikabulkan dengan pesan agar Musa berhati-hati. Maka sebagai penjagaan dikirim ekspedisi pertama berjumlah 200 orang dipimpin Tharif bin Malik yang mendarat di Tarifa. Keberhasilan Tharif meyakinkan Musa akan kesungguhan Graf Yulian, selanjutnya dikirm pasukan pilihan dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad seorang panglima yang gagah berani melalui kota tanger terus menyebrangi selat yang ganas, yang kini kita kenal dengan nama selat Giblaltar (Jabal Thariq) untuk mengabadikan nama Thariq. Pasukan tahriq mendarat di Spanyol pada tahun 91 H (710 M) tepat disaat konsentrasi pasukan Roderik ke wilayah Spanyol Utara guna memadamkan pemberontakan. Yang menarik dari pasukan Thariq adalah ketika semuanya telah mendarat, semua kapal dibakar habis dengan maksud agar tidak ada pasukan yang melarikan diri untuk mundur. Dihadapan pasukannya dengan berapi-api ia berkata :

“ Musuh di depanmu dan laut dibelakangmu, maka terserahlah mana yang menjadi pilihanmu”

Maka dengan mudah pasukan Thariq menguasai beberapa benteng. Dengan siasat demikian, maka tidak ada pilihan lain kecuali maju ke medan laga menghadapi musuh yang berlipat ganda jumlahnya. Pada pertempuran di Xeres Rodherik turut tewas yang berarti melapangkan jalan menuju sukses selanjutnya. Kota demi kota berhasil direbutnya, seperti Cordova, Malaga, Toledo ibukota Negeri Ghotia Barat.

Keberhasilan Thariq tersebut mendorong keinginan Musa bin Nushair untuk menyusulnya, dengan membawa tambahan pasukan sebanyak 10.000 orang dia datang ke Spanyol. Di Toledo keduanya bertemu, saat itu sempat terjadi perselisihan, namun dapat didamaikan oleh Khalifah. Keduanya selanjutnya bahu membahu melanjutkan memasuki kota Aragon, Castylia, Saragosa dan Barcelona hingga samapi ke pegunungan Pyrenia. Dalam waktu hanya 7 tahun hampir seluruh Andalusia sudah berada dalam genggaman kaum muslimin, kecuali Glacia.

Pada masa pemerintahan bani umayah di Damaskus, Andalusia dipimpin oleh Amir (gubernur) diantaranya oleh putra Musa sendiri, yaitu Abdul Aziz. Runtuhnya kebesaran Bani Umayah di Damaskus dengan berdirinya daulah bani Abbasyah di bawah pimpinan Abdul Abbas As Safaf (penumpah darah) yang berpusat di baghdad, yang menyebabkan seluruh keluarga Kerajaan Bani Umayyah ditumpas. Namun, salah seorang keturunan dari Bani Umayah, yaitu Abdur Rahman berhasil melarikan diri dan menyusup ke Spanyol. Di sana dia mendirikan Kerajaan Bani Umayah yang mampu bertahan sejak tahun 193-458 H (756-1065 M).

Kondisi masyarakat Spanyol sebelum Islam mereka memeluk agama khatolik, dan sesudah Islam tersebar luas tidak sedikit dari mereka yang memeluk agama Islam secara suka rela. Hubungan antar agama selama itu dapat berjalan dengan baik karena raja-raja Islam yang berkuasa memberi kebebasan untuk memeluk agamanya masing-masing. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika disana telah terjadi percampuran darah juga terdapat orang-orang yanng berbahasa Arab, beradat istiadat Arab, meskipun tetap memeluk agama nenek moyang mereka.

Keberadaan kerajaan Islam di Spanyol sungguh merupakan perantara sekaligus obor kebudayaan dan peradaban. Dimana ilmu pengetahuan kuno dan filsafat ditemukan kembali. Disamping itu, Spanyol menjadi pusat kebudayaan, karena banyaknya para sarjana dan mahasiswa dari berbagai pelosok dunia berkumpul menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville, dan Toledo. Di kota-kota tersebut banyak melahirkan ilmuwan terkemuka. Seperti Abdur Rabbi (sastrawan terkemuka), Ali ibn Hazn (penulis 400 jilid buku sejarah, agama, logika, adat istiadat), Al Khatib (ahli sejarah), Ibnu Khaldun (ahli filsafat yang terkenal dengan bukunya “muqaddimah”), Al Bakri dan Al Idrisi (ahli ilmu bumi), dan Ibnu Batuta adalah pengembara terkenal yang menjelajahi negeri-negeri Islam di dunia. Kemudian lahir pula seorang ahli filsafat yang lain, yakni Solomon bin Gabirol, Abu Bakar Muhammad, Ibnu Bajjah (ahli filsafat abad 12 pentafsir karya0karya Aristoteles), dan Ibnu Rusyd (ahli bintang, sekaligus seorang dokter dan ahli filsafat). Adapun sumbangan utama Ibnu Rusyd di bidang pengobatan ialah buku ensiklopedi dengan judul Al Kuliyat fit At Tibb, serta buku filsafat “Thahafut At Tahafut”.

Perlu pula diketahui bahwa peranan wanita-wanita muslim di Spanyol saat itu tidak hanya mengurus dapur mereka, tetapi mereka juga memberikan sumbangan besar di bidang kesustraan, seperti Nazhun, Zaynab, Hamda, Hafsah, Al-Kalayyah, Safia dan Marian dari Seville (adalah seorang guru terkenal). Penulis-penulis wanita dan dokter-dokter wanita, seperti Sysyah, Hasanah At Tamiyah dan Umm ul Ula serta masih banyak lagi. Pada abad 12 di Spanyol didirikan pabrik kertas pertama. Kenangan pertama dari peristiwa itu ialah kata “Rim” melalui kata “Ralyme” (perancis selatan) diambil dari bahasa Spanyol “ Risma” dari bahas Arab “Rizma” artinya bendel.

Berakhirnya kekuasaan Bani Umayah di Spanyol di bawah kekuasaan dibawah Khalifah Sulaiman, diganti oleh dinasti-dinasti Islam kecil, seperti Al-Murabithin, Al-Muhades (muwahidun) , dan kerajaan bani ahmar. Setelah delapan abad umat Islam menguasai Andalusia pada tahun 898 H (1492 M). Raja Abdullah menyerahkan kunci kota Granada kepada Ferdinand pemimpin kaum Salib, yang selanjutnya beliau menduduki istana Al Hambra, dimana sebelum itu Khalifah Abdullah bersedia menandatangani perjanjian yang terdiri atas 72 pasal, diantara isinya antara lain Ferdinand akan menjamin keselamatan jiwa keluarga Raja Bani Ahmar, demikian pula kehormatan dan kekayaan mereka. Dalam pada itu, kemerdekaan beragama pun akan dijamin terhadap kaum muslimin yang tinggal di Andalusia. Akan tetapi, di kemudian hari perjanjian tersebut diingkari oelh Ferdinand sendiri dan malah mendesak semua pasukan raja Abdullah untuk masuk Kristen, jka menolak diusir dan harta bendanya disita.

Pertumbuhan agam Islam di Eropa sekarang memang cukup sulit dibandingkan dengan berdakwah di Asia-Afrika, dimana masyarakatnya terlanjur sekuler,namun karena kegigihan para mubaligh berdakwah sehingga dalam perkembangannya agama Islam semakin baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. Apalagi setelah Paulus Paulus II membuka dialog antar umat beragama, seperti yang dilakukan terhadap tokoh-tokoh muslim khususnya dari Indonesia dan pada masa hidupnya Paus Paulus II pernah mengundang Mneteri Agama RI untuk menjelaskan praktek kerukunan hidup beragama di tanah air.

Di Spanyol atau Andalusia pada tahun 1975 sekelompok pemuda masuk Islam, mereka mendirikan masyarakat muslim di Cordova. Kemudian pada tahun 1978 mereka dapat melaksanakan Shalat Idul Adha di Kathedtral (bekas masjid) setelah memohon izin Uskup Cordoba Monseigneur Infantes Floredo. Bahkan, walikota Tulio Anguila melaksanakan teori kerukunan beragama. Ia menawarkan umat Islam menggunakan taman kota dengan diberi kemah besar untuk melaksanakan shalat Idul Adha dan shalat berjamaah. Disana terdapat madrasah yang dikelola Dr. Umar Faruq Abdullah yng mengajar bahasa Arab, ilmu Al Qur’an, tafsir, fiqih, hadis dan lain sebagainya.

Di Belgia, berdiri pula gedung Islamic Center sebagai pusat kegiatan dakwah Islam. Jumlah umat Islam disana sekitar 150.000 orang. Pada tahun 1980 di Brussel diselanggarakan Mukhtamar Islam Eropa.

Di Austria, pada awala abad 15 H. Pada tahun 1979 dibuka Islamic Center di kota wina yang dapat menampung 30.000 jamaah, dilengkapi masjid jami’, perpustakaan Muslim’s Social Service, madrasah dan perumahan imam. Agama Islam diakui agama resmi setelah Kristen.

Di Belanda, tepatnya di kota Almelo telah dibangun sebuah masjid yang megah. Di kota ini pula telah dibentuk federasi organisasi Islam dipimpin Abdul Wahid Van Bomel (bangsa Belanda asli). Bomel memperjuangkan agar buruh-buruh muslim yang umumnya dari Asia Selatan dan Afrika supaya diberi kesempatan melakukan shalat lima waktu. Tanggal 14 oktober 1983 di kota Redderkerk dibangun sebuah masjid yang dapat menampung 500 jamaah dilengkapi ruang diskusi, ruang tamu, tempat wudhu, dan lain sebagainya.

Inggris, termasuk salah satu negara yang cukup bagus pengembangan Islamnya. Hal ini didukung dengan kepeloporannya dalam pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris. Sejak itu Inggris mempunyai Universitas Cambridge dan Oxford. Mozarabes salah satu tokoh yang amat berjasa dan aktif dalam penyebaran ilmu pengetahuan agama Islam. Ia mengganti namanya menjadi Petrus Al Ponsi, dan beliau menjadi dokter istana Raja Henry I. Pengembangan Islam dilakukan tiap hari libur, seperti hari Sabtu dan Ahad baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris.

  1. The Islamic Council of Europe (Majlis Islam Eropa) berfungsi sebagai pengawas kebudayaan Eropa.

  2. The Union of Moslem Organization( Persatuan Organisasi Islam Inggris)

  3. The Asociation of British Moslems (Perhimpunan Muslim Inggris)

  4. Islamic Fondation dan Moslem Institute. Keduanya bergerak di bidang penelitian, beranggotakan orang-orang Inggris dan imigran

Di pusat kota London dibangun Central Mosque (Masjid Agung) yang selesai pembangunannya pada tahun 1977 terletak di Regents park, dan mampu menampung 4000 jamaah, dilengkapi perpustakaan dan ruang administrasi serta kegiatan sosial. Disamping itu, orang-orang Islam Inggris juga membeli sebuah gereja seharga 85.000 poundsterling di pusat kota London yang akan dijadikan pusat pendidikan ilmu agama Islam. Pemeluk agama Islam disini selain bangsa Inggris sendiri juga imigran Arab, Turki, Mesir, Cyprus, Yaman, Malaysia dan lain-lain yang jumlahnya ± 1 ½ juta orang (menurut catatan The Union of Moslem Organization), dan disini agama Islam merupakan agama nomor dua setelah Kristen. Al Qur’an pertama kali diperkenalkan di Inggris oleh Robert Katton yang ditejemahkan ke dalam bahasa latin. Kemudian kamus Arab-Inggris pertama disusun sarjana Inggris E.W.Lanes. juga dinegeri Pangeran Charles ini muncul pada tahun 1985 seorang walikota muslim yang Muhammad Ajeeb di stradford Inggris. Dan sejak itu, masyarakat muslim dan mahasiswa Universitas Oxford mendirikan “Pusat Kajian Islam”.

Roma merupakan negeri pusat agama Katolik, disana berdiri ± 917 gereja khatolik, protestan, ortodhox, yunani maupun synagoge. Perkembangan Islam dinegeri itu tidak seperti negara-negara Eropa lainnya. Meskipun demikian, sejak tahun 1984 umat Islam berhasil meletakkan batu pertama pembangunan masjid di taman Morst Antene di Pariali, yakni suatu daerah yang tertib di roma. Selama ini umat Islam di Italia baru memiliki mesjid di kota Catania Sicilia, dan pertengahan tahun 1995 mesjid bantuan Arab Saudi itu telah diresmikan pemakaiannya. Jumlah umat Islam di Roma sekitar 30.000 orang, sedang di Italia (selain Roma) berjumlah 29.000 jamaah.

Sejarah Islam : Perkembangan Agama Islam Di Amerika

Sejarah Islam : Perkembangan Agama Islam Di Amerika

  1. Masuknya Islam di Amerika

Islam masuk ke benua Amerika (kemungkinan) setelah runtuhnya Bani Umayah di Spanyol 1492 M, karena tidak tahan hidup di bawah tekanan Raja Ferdinand sehingga memilih mencari penghidupan di benua baru. Penulis lain menduga bahwa Islam masuk ke benua Amerika dilakukan oleh Colombus dalam pelayarannya dipandu oleh navigator dan ABK yang beragama Islam dari Andalusia atau Maroko, atau adanya pemukiman tawanan muslim sekitar abad 16 sampai dengan abad 18. memang harus diakui bahwa catatan resmi tentang hal ini belum didapatkan, namun orang-orang Afrika dan lain-lain (wilayah muslim) pada akhir abad 19 banyak bermigrasi ke Amerika dan Kanada dengan aneka ragam motif dan tujuan, lebih-lebih setelah Amerika tampil sebagai salah satu negara adidaya maka berdatanganlah mahasiswa-mahasiswa muslim tinggal disana untuk beberapa lama.

  1. Perkembangan Islam di Amerika

Amerika merupakan negara demokrasi liberal sekaligus sekuler atau menganut prinsip pemisahan antara agama dan negara (sparation of church and state) namun sangat luas memberi kebebasan beragama bagi rakyatnya. Semula agama Islam dianggap agama para imigran Timur-Tengah atau Pakistan yang bertempat tinggal di beberapa kota. Kemudian semakin berkembang sehingga muncul suatu kekuatan Islam yang disebut “Black Moslem”. Black Moslem didirikan oleh Elijah Muhamad di Chicago. Sesuai dengan namanya Black Moslem mendapat banyak pengikut terutama dari orang-orang yang berkulit hitam. Black Moslem didukung oleh orang-orang berkulit hitam dan berjuang menuntut persamaan hak. Elijah Muhamad dalam organisasinya mengambil prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang tidak membedakan warna kulit.

Selama dalam pimpinannya perkembangan agama Islam semakin luas. Hal itu terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh yang masuk Islam, seperti Malcom seorang tokoh nasional Negro Amerika sebagai orator ulung dan Casius Clay bekas juara tinju kelas berat. Malcom setelah masuk Islam namanya diganti Al-Haji Malik Al-Sabah. Sedang Casius Clay berganti nama menjadi Muhamad Ali. Elijah berdakwah melalui media masa dengan menerbitkan majalah Muhammad Speak pada tahun 1960. ia mengajarkan bahwa tuhan itu ada pada diri pribadi “wallace fard”. Muhammad dan dirinya sebagai nabi Black Moslem. Ia meninggal tanggal 25 februari dan digantikan putranya yang bernama wallace Muhammad atau Warisudin Muhammad. Selama dalam kepemimpinan Warisudin, agama Islam bertambah maju tidak hanya dipeluk oleh kalangan orang-orang yang berkulit hitam, namun berkembang dalam kalangan masyarakat nasional Amerika. Ajaran yang disampaikannya ialah agama Islam bukan hanya untuk orang-orang berkulit hitam saja, tetapi untuk seluruh manusia apapun warna kulitnya. Ia juga mengadakan pembaruan dan meluruskan ajaran-ajaran yang kurang tepat, diantaranya

  1. Pembenahan di bidang Akidah, ia menegaskan bahwa Fard Muhammad bukan Tuhan dan Elijah Muhammad bukan nabi, dia mantapkan dua kalimah syahadat kepada para pengikutnya.

  2. Tata tertibdi dalam mesjid ia benahi, yang dulu didalamnya terdapat kursi-kursi sebagai pengaruh Kristen ditiadakan, juga puasa di bulan desember diganti secara bersama di bulan Ramadan.

Pada tahun 1976 Walaace Muhamad (Warisudin Muhamad) merubah nama Nation of Islam menjadi World Comunity of Islam in West. Perubahan nama itu dimaksudkan agar sasaran ajaran dan dakwa agama Islam lebih luas lagi jangkauannya. Pada tahun itu juga ia telah membentuk majelis imam (Council of Imam) terdiri atas enam orang yang mengkordinir kegiatan-kegiatan keagamaan. Majalah Muhammad Speak diubah menjadi Bilalian News mengambil nama dari sahabat Bilal bin Rabah.

Tanggal 30 april 1980 organisasi World Comunity of Islam in West diganti namanya menjadi American Muslim Mission (AMM) agar lebih jelas misi organisasi tersebut sebagai dakwah. Di Chicago terdapat Islamic Institute yang berasal dari gereja yang sudah dibeli. Gedung tersebut lengkap dengan Mushola, ruang kuliah, aula, asrama, perpustakaan, ruang makan dan dapur sebagai proyek organisasi Konferensi Islam Internasional di Jeddah. Di Los Angeles terdapat Islamic Center sebagai pusat ceramah agama untuk umum, kuliah minggu pengajian anak-anak, kursus bahasa Arab dan lain sebagainya. Di Mansfield, Indianapolis Amerika terdapat suatu organisasi bernama Islamic Society of Nort of America (ISNA) yang telah memilki sebidang tanah seluas 100 hektar. Diatas tanah tersebut dibangun sebuah masjid yang dapat menampung 1000 jamaah lengkap dengan perpustakaan, ruang studi dan lain sebagainya.

ISNA mengkoordinir organisasi-organisasi mahasiswa seperti Muslim Student Asociation (MSA), organisasi dokter musli, dan sarjana muslim. MSA sudah memiliki kantor tempat penerbitan buku, yaitu MSA Islamic Book Service, studio rekaman, memproduksi film-film tv dan percetakan. Majalah yang diterbitkan bernama Al-Ijtihad (persatuan). Di California berdiri sebuah madrasah Al-Madina, madrasah ini pada tahun 1972 hanya memiliki 42 anak, namun pada tahun berikutnya bertambah menjadi 105 anak. Hal ini menunjukan perkembangan Islam disana cukup baik. Dalam madrasah Al-Madina diajarkan semua ilmu agama, bahasa Arab, amtematika dan Al Qur’an.

KONTROVERSI SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

KONTROVERSI SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia sangat rumit sehingga muncul berbagai kontroversi dalam penulisannya. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya? Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada tiga teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara. Teori pertama diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara.

Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India.

Sebetulnya, teori ini dimunculkan pertama kali oleh Pijnappel, seorang sarjana dari Universitas Leiden. Namun, nama Snouck Hurgronje yang paling besar memasarkan teori Gujarat ini. Salah satu alasannya adalah, karena Snouck dipandang sebagai sosok yang mendalami Islam. Teori ini diikuti dan dikembangkan oleh banyak sarjana Barat lainnya.

Teori kedua, adalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang lainnya.

Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai.

Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah. Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.

Bahkan sumber-sumber literatur Cina menyebutkan, menjelang seperempat abad ke-7, sudah berdiri perkampungan Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Di perkampungan-perkampungan ini diberitakan, orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk komunitas-komunitas Muslim.

Dalam kitab sejarah Cina yang berjudul Chiu T’hang Shu disebutkan pernah mendapat kunjungan diplomatik dari orang-o-rang Ta Shih, sebutan untuk orang Arab, pada tahun tahun 651 Masehi atau 31 Hijirah. Empat tahun kemudian, dinasti yang sama kedatangan duta yang dikirim oleh Tan mi mo ni’. Tan mi mo ni’ adalah sebutan untuk Amirul Mukminin.

Dalam catatan tersebut, duta Tan mi mo ni’ menyebutkan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dan sudah tiga kali berganti kepemimpinan. Artinya, duta Muslim tersebut datang pada masa kepemimpinan Utsman bin Affan.
Biasanya, para pengembara Arab ini tak hanya berlayar sampai di Cina saja, tapi juga terus menjelajah sampai di Timur Jauh, termasuk Indonesia. Jauh sebelum penjelajah dari Eropa punya kemampuan mengarungi dunia, terlebih dulu pelayar-pelayar dari Arab dan Timur Tengah sudah mampu melayari rute dunia dengan intensitas yang cukup padat. Ini adalah rute pelayaran paling panjang yang pernah ada sebelum abad 16.

Hal ini juga bisa dilacak dari catatan para peziarah Budha Cina yang kerap kali menumpang kapal-kapal ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 untuk pergi ke India. Bahkan pada era yang lebih belakangan, pengembara Arab yang masyhur, Ibnu Bathutah mencatat perjalanannya ke beberapa wilayah Nusantara. Tapi sayangnya, tak dijelaskan dalam catatan Ibnu Bathutah daerah-daerah mana saja yang pernah ia kunjungi.

Kian tahun, kian bertambah duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Pada masa Dinasti Umayyah, ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. Pada Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negeri Cina. Bahkan pada pertengahan abad ke-7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton.

Tentu saja, tak hanya ke negeri Cina perjalanan dilakukan. Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga mengunjungi Zabaj atau Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Hal ini sangat bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa keemasan Kerajaan Sriwijaya. Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina tanpa melawat terlebih dulu ke Sriwijaya.

Sebuah literatur kuno Arab yang berjudul Aja’ib al Hind yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi pada tahun 1000 memberikan gambaran bahwa ada perkampungan-perkampungan Muslim yang terbangun di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Hubungan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam di Timur Tengah terus berlanjut hingga di masa khalifah Umar bin Abdul Azis. Ibn Abd Al Rabbih dalam karyanya Al Iqd al Farid yang dikutip oleh Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII menyebutkan ada proses korespondensi yang berlangsung antara raja Sriwijaya kala itu Sri Indravarman dengan khalifah yang terkenal adil tersebut.

“Dari Raja di Raja [Malik al Amlak] yang adalah keturunan seribu raja; yang istrinya juga cucu seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya,” demikian antara lain bunyi surat Raja Sriwijaya Sri Indravarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Azis. Diperkirakan hubungan diplomatik antara kedua pemimpin wilayah ini berlangsung pada tahun 100 hijriah atau 718 masehi.

Tak dapat diketahui apakah selanjutnya Sri Indravarman memeluk Islam atau tidak. Tapi hubungan antara Sriwijaya Dan pemerintahan Islam di Arab menjadi penanda babak baru Islam di Indonesia. Jika awalnya Islam masuk memainkan peranan hubungan ekonomi dan dagang, maka kini telah berkembang menjadi hubungan politik keagamaan. Dan pada kurun waktu ini pula Islam mengawali kiprahnya memasuki kehidupan raja-raja dan kekuasaan di wilayah-wilayah Nusantara.

Pada awal abad ke-12, Sriwijaya mengalami masalah serius yang berakibat pada kemunduran kerajaan. Kemunduran Sriwijaya ini pula yang berpengaruh pada perkembangan Islam di Nusantara. Kemerosotan ekonomi ini pula yang membuat Sriwijaya menaikkan upeti kepada kapal-kapal asing yang memasuki wilayahnya. Dan hal ini mengubah arus perdagangan yang telah berperan dalam penyebaran Islam.

Selain Sabaj atau Sribuza atau juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam, daerah-daerah lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan dakwah. Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam Minangkabau yang tercipta dari Nur Muhammad. Ini adalah salah satu jejak Islam yang berakar sejak mula masuk ke Nusantara.

Di saat-saat itulah, Islam telah memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan Samudera Pasai menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah. Namun ada pendapat lain dari Prof. Ali Hasjmy dalam makalahnya pada Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh yang digelar pada tahun 1978. Menurut Ali Hasjmy, kerajaan Islam pertama adalah Kerajaan Perlak.

Masih banyak perdebatan memang, tentang hal ini. Tapi apapun, pada periode inilah Islam telah memegang peranan yang signifikan dalam sebuah kekuasaan. Pada periode ini pula hubungan antara Aceh dan kilafah Islam di Arab kian erat.

Selain pada pedagang, sebetulnya Islam juga didakwahkan oleh para ulama yang memang berniat datang dan mengajarkan ajaran tauhid. Tidak saja para ulama dan pedagang yang datang ke Indonesia, tapi orang-orang Indonesia sendiri banyak pula yang hendak mendalami Islam dan datang langsung ke sumbernya, di Makkah atau Madinah. Kapal-kapal dan ekspedisi dari Aceh, terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke-16. Bahkan pada tahun 974 hijriah atau 1566 masehi dilaporkan, ada lima kapal dari Kerajaan Asyi (Aceh) yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah.

Ukhuwah yang erat antara Aceh dan kekhalifahan Islam itu pula yang membuat Aceh mendapat sebutan Serambi Makkah. Puncak hubungan baik antara Aceh dan pemerintahan Islam terjadi pada masa Khalifah Utsmaniyah. Tidak saja dalam hubungan dagang dan keagamaan, tapi juga hubungan politik dan militer telah dibangun pada masa ini. Hubungan ini pula yang membuat angkatan perang Utsmani membantu mengusir Portugis dari pantai Pasai yang dikuasai sejak tahun 1521. Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya Portugis juga sempat digemparkan dengan kabar pemerintahan Utsmani yang akan mengirim angkatan perangnya untuk membebaskan Kerajaan Islam Malaka dari cengkeraman penjajah. Pemerintahan Utsmani juga pernah membantu mengusir Parangi (Portugis) dari perairan yang akan dilalui Muslim Aceh yang hendak menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Selain di Pulau Sumatera, dakwah Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau Jawa. Prof. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan, pada tahun 674 sampai 675 masehi duta dari orang-orang Ta Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah bin Abu Sofyan, diam-diam meneruskan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki kondisi tanah Jawa kala itu. Ekspedisi ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan. Maka, bisa dibilang Islam merambah tanah Jawa pada abad awal perhitungan hijriah.

Jika demikian, maka tak heran pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup besar dengan Kerajaan Giri, Demak, Pajang, Mataram, bahkan hingga Banten dan Cirebon. Proses dakwah yang panjang, yang salah satunya dilakukan oleh Wali Songo atau Sembilan Wali adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang pernah dilakukan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan.

Peranan Wali Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan. Jika boleh disebut, merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Kerajaan Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Namun, keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa.

Sebelum Demak berdiri, Raden Paku yang berjuluk Sunan Giri atau yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin, telah membangun wilayah tersendiri di daerah Giri, Gresik, Jawa Timur. Wilayah ini dibangun menjadi sebuah kerajaan agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Dari wilayah Giri ini pula dihasilkan pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara dan wilayah Timur Indonesia lainnya.

Giri berkembang dan menjadi pusat keagamaan di wilayah Jawa Timur. Bahkan, Buya Hamka menyebutkan, saking besarnya pengaruh kekuatan agama yang dihasilkan Giri, Majapahit yang kala itu menguasai Jawa tak punya kuasa untuk menghapus kekuatan Giri. Dalam perjalanannya, setelah melemahnya Majapahit, berdirilah Kerajaan Demak. Lalu bersambung dengan Pajang, kemudian jatuh ke Mataram.

Meski kerajaan dan kekuatan baru Islam tumbuh, Giri tetap memainkan peranannya tersendiri. Sampai ketika Mataram dianggap sudah tak lagi menjalankan ajaran-ajaran Islam pada pemerintahan Sultan Agung, Giri pun mengambil sikap dan keputusan. Giri mendukung kekuatan Bupati Surabaya untuk melakukan pemberontakan pada Mataram.

Meski akhirnya kekuatan Islam melemah saat kedatangan dan mengguritanya kekuasaan penjajah Belanda, kerajaan dan tokoh-tokoh Islam tanah Jawa memberikan sumbangsih yang besar pada perjuangan. Ajaran Islam yang salah satunya mengupas makna dan semangat jihad telah menorehkan tinta emas dalam perjuangan Indonesia melawan penjajah. Tak hanya di Jawa dan Sumatera, tapi di seluruh wilayah Nusantara.

Arsitektur Masjid Al-Jami’ al-Aqsha

Arsitektur Masjid Al-Jami’ al-Aqsha

Al-Jami’ al-Aqsha adalah salah satu bangunan utama yang terdapat dalam kompleks Masjid Al-Aqsha bagian selatan dengan ciri khas kubah timahnya yang berwarna abu-abu. Al-Jami’ al-Aqsha sering dianggap sebagai Masjid Al-Aqsha itu sendiri, walaupun sesungguhnya nama Masjid Al-Aqsha merujuk kepada keseluruhan kompleks yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan penting; seperti Al-Jami’ al-Aqsha itu sendiri, Kubah Ash-Shakhrah, Mushalla Al-Marwani, Kubah Al-Mi’raj, Kubah As-Silsilah, Kubah An-Nabi, dan bangunan-bangunan lainnya.

Al-Jami’ al-Aqsha pertama kali dibangun pada masa Umar bin Khaththab, meskipun beberapa pendapat menyatakan bahwa masjid ini dibangun pada masa Kekhalifahan Umayyah. Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780. Gempa berikutnya menghancurkan sebahagian besar Al-Jami’ al-Aqsha pada tahun 1033, tetapi dua tahun kemudian khalifah Fatimiyyah Ali azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.

Arsitektur

  • Bangunan Al-Jami’ al-Aqsha berada di Masjid Al-Aqsha bagian selatan dengan kubah keperakan. Bentuk bangunannya persegi dengan luas 35.000 m2, sehingga dapat menampung 5.000 jamaah. Panjang bangunan masjid adalah 272 kaki (83 m) dan lebarnya 184 kaki (56 m).

Kubah

  • Kubah berwarna perak yang tersusun dari lapisan timah.
    Berbeda dengan Kubah Batu yang mencerminkan arsitektur Romawi Timur klasik, kubah Al-Jami’ al-Aqsha menunjukkan ciri arsitektur Islam awal.[36] Kubah yang asli dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi sisanya. Bentuk kubah seperti yang ada saat ini awalnya dibangun oleh Ali azh-Zhahir dan terbuat dari kayu yang disepuh dengan lapisan enamel timah.[13] Pada tahun 1969, kubah dibangun kembali dengan menggunakan beton dan dilapisi dengan aluminium yang dianodisasi sebagai ganti dari bentuk aslinya yaitu lapisan enamel timah yang berusuk. Pada tahun 1983, aluminium yang menutupi bagian luar diganti lagi dengan timah untuk menyesuaikan dengan desain asli Azh-Zhahir.
  • Kubah Al-Jami’ al-Aqsha adalah salah satu dari sedikit masjid dengan kubah yang dibangun di depan mihrab selama periode Umayyah dan Abbasiyah, contoh lainnya adalah Masjid Umayyah di Damaskus (715) dan Masjid Besar Sousse (850).[38] Interior kubah dicat menurut dekorasi era abad ke-14. Pada kebakaran tahun 1969, cat dekoratif itu rusak dan sempat dianggap sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Namun dengan menggunakan teknik trateggio, yaitu sebuah metode yang menggunakan garis-garis vertikal halus untuk membedakan daerah yang direkonstruksi dengan daerah yang asli, akhirnya dapat diperbaiki kembali dengan sempurna.

Fasad dan serambi

  • Fasad dan serambi masjid.
    Bagian depan (fasad) masjid ini dibangun pada 1065 Masehi atas perintah khalifah Fatimiyah Al-Mustanshir. Di bagian muka terdapat bangunan pagar langkan (balustrade) berupa lorong-lorong beratap (arkade) dengan tiang-tiang kolom kecil. Tentara Salib merusak fasad ini ketika mereka memerintah Palestina, tetapi Ayyubiyah memperbaiki dan membangunnya kembali. Fasad juga mengalami penambahan berupa penempelan ubin pada dindingnya.[17] Bahan bekas pakai yang digunakan untuk membangun lengkungan fasad antara lain termasuk bahan hias pahatan yang diambil dari bangunan-bangunan Tentara Salib di Yerusalem.[39] Terdapat empat belas lengkungan batu di sepanjang fasad,[1] sebagian besar bergaya Romantik. Mamluk menambahkan lengkungan-lengkungan terluar, yang dibangun dengan mengikuti desain yang sama. Pintu masuk ke masjid adalah dengan melalui lengkungan tengah pada fasad tersebut.
  • Sebuah bangunan serambi (bilik) terletak di bagian atas fasad ini. Bagian tengah serambi dibangun oleh Ksatria Templar pada masa Perang Salib Pertama, tetapi Al-Muazzam kemenakan Shalahuddin adalah yang memerintahkan dibangunnya bangunan serambi itu sendiri pada tahun 1217.

Interior

  • Interior masjid yang menunjukkan lorong utama dengan tiang-tiang melengkung.
    Al-Jami’ al-Aqsha memiliki tujuh buah lorong dengan ruang yang ditunjang oleh tiang-tiang melengkung (hypostyle nave), serta beberapa ruang kecil tambahan di sisi sebelah barat dan timur pada bangunan masjid bagian selatan. Terdapat pula 121 jendela kaca patri dari era Abbasiyah dan Fatimiyah, dimana seperempatnya telah selesai direstorasi pada tahun 1924.

Pintu-pintu pada mimbar Shalahuddin, awal tahun 1900-an.

  • Ruangan dalam masjid memiliki 45 tiang kolom, 33 diantaranya terbuat dari marmer putih dan 12 lainnya dari batu.[34] Barisan tiang kolom pada lorong-lorong tengah berbentuk kokoh dan kerdil, dengan ukuran lingkar 30,6 cm dan tinggi 54 cm, akan tetapi empat barisan tiang kolom lainnya memiliki ukuran yang lebih lebih proporsional. Terdapat empat jenis desain yang berbeda untuk bagian kepala tiang kolom. Kepala tiang di lorong tengah berbentuk kokoh dan berdesain primitif, sedangkan kepala tiang yang di bawah kubah berdesain gaya Korintus[34] dan terbuat dari marmer putih Italia. Kepala tiang di lorong timur memiliki desain berbentuk keranjang yang besar, sementara kepala tiang di sebelah timur dan barat kubah juga berbentuk keranjang tetapi berukuran lebih kecil dan lebih proporsional. Terdapat palang penghubung antara tiang kolom dan tembok penyangga yang satu dengan yang lainnya, yang terbuat dari balok kayu yang dipotong sederhana dan berlapis selubung kayu dengan ukiran seadanya.
  • Banyak bagian masjid yang hanya dilabur kapur putih, tetapi bagian dalam kubah dan dinding-dinding yang tepat di bawahnya penuh dengan dekorasi mozaik dan marmer. Beberapa karya lukisan yang tidak begitu baik dari seorang seniman Italia pernah diletakkan di sana ketika perbaikan sedang dilakukan pada masjid, setelah gempa bumi tahun 1927. Bagian langit-langit masjid juga dicat dengan pendanaan dari Raja Farouk dari Mesir.
  • Mimbar masjid dibuat oleh seorang pengrajin bernama Akhtarini yang berasal dari Aleppo atas perintah Sultan Nuruddin Zengi. Mimbar tersebut dimaksudkan sebagai hadiah untuk masjid ketika Nuruddin membebaskan Yerusalem, dan pengerjaannya memakan waktu selama enam tahun (1168-1174). Ternyata Nuruddin meninggal ketika Tentara Salib masih memegang kendali atas Yerusalem, tetapi ketika Shalahuddin berhasil merebut kota itu pada tahun 1187, mimbar tersebut lalu dipasang. Struktur mimbar terbuat dari gading dan kayu yang dipahat secara hati-hati. Kaligrafi Arab dan desain-desain berbentuk geometris dan bunga terukir pada bagian-bagian kayu mimbar tersebut. Setelah hancur karena perbuatan Rohan pada tahun 1969, mimbar itu digantikan oleh mimbar lain yang dekorasinya jauh lebih sederhana. Adnan Al Hussaini, kepala lembaga wakaf Islam yang bertanggung jawab atas Al-Aqsha, pada bulan Januari 2007 menyatakan bahwa akan dibuat sebuah mimbar baru, dan pada bulan Februari 2007 mimbar baru tersebut telah selesai dipasang. Desain mimbar baru ini dibuat oleh Jamil Badran berdasarkan replika yang saksama dari mimbar Shalahuddin, dan pengerjaannya diselesaikan oleh Badran dalam waktu lima tahun.[41] Mimbar itu dikerjakan di Yordania selama empat tahun, dan para pengrajin menggunakan “metode kuno dalam pengukiran kayu, menggabungkan potongan-potongan dengan pasak dan bukan paku, tetapi menggunakan pencitraan komputer untuk desain mimbarnya.”

Air mancur tempat wudhu

  • Air mancur al-Kas tempat wudhu.
    Air mancur tempat wudhu utama, yang bernama Al-Kas (“mangkuk”), terletak di bagian utara yaitu antara Al-Jami’ al-Aqsha dan Kubah Batu. Para jamaah menggunakannya untuk wudhu, yaitu ritual pencucian wajah, lengan, rambut, telinga, dan kaki yang dilakukan umat Islam sebelum beribadah, termasuk di masjid. Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 709 pada masa pemerintahan Umayyah, tetapi antara tahun 1327-1328 Gubernur Tankiz memperbesarnya untuk dapat melayani lebih banyak jamaah. Meskipun pada awalnya air berasal dari Kolam Salomo yang ada di dekat Betlehem, saat ini air berasal dari pipa yang terhubung ke sumber air kota Yerusalem. Renovasi al-Kas pada abad ke-20 telah menambahkannya dengan keran air dan tempat duduk batu.
  • Air Mancur Qasim Pasya dibangun pada masa pemerintahan Utsmaniyah tahun 1526 dan terletak di sebelah utara masjid, yaitu pada serambi Kubah Batu. Air mancur ini sebelumnya juga pernah digunakan oleh para jamaah untuk wudhu dan minum sampai dengan tahun 1940-an, tetapi saat ini hanya berfungsi sebagai monumen saja.

Kisah Lengkap Para Wali Songo

Kisah Lengkap Para Wali Songo

Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang,Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan GunungJati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubunganguru-murid

Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim.Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupuSunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. SunanKalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak SunanKalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabatpara Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal. Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur,Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalahpara intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Merekamengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocoktanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan. Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling pentingdi masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timurNusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun jugapemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreatorkarya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat “sembilan wali”ini lebih banyak disebut dibanding yang lain. Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai “tabib” bagi Kerajaan Hindu Majapahit Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai “paus dari Timur” hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapatdipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.

1. Maulana Malik Ibrahim

  • Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir diSamarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi
  • Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak,ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku).Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.
  • Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.
  • Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Lerankecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.
  • Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan caramembuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah.Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.
  • Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur

2. Sunan Ampel

  • Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, di identikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)
  • Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.
  • Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.
  • Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Diantara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura.
  • Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah danibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah “Mo Limo” (moh main, moh ngombe, mohmaling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk “tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina.”
  • Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan disebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.

3. Sunan Giri

  • Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahirdi Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya–seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu kelaut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawiversi Meinsma).
  • Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua.Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke SamudraPasai.
  • Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai.Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah “giri”. Maka ia dijuluki Sunan Giri.
  • Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.
  • Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu.Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Iadiakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.
  • Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.
  • Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.
  • Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih.Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmara dana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.

  1. Sunan Bonang
  • Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir di perkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban
  • Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul.Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali–yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh menunjuknya.
  • Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus.Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
  • Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tablighnya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah
  • yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.
  • Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya.Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.
  • Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

5. Sunan Kalijaga

  • Dialah “wali” yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, AryaWilatikta diperkirakan telah menganut Islam
  • Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yangdisandangnya.
  • Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga diCirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam (‘kungkum’) di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan.
  • Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478),Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebondan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satudari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.
  • Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya,Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” bukansufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
  • Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.
  • Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.
  • Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura,Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede-Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.

6. Sunan Gunung Jati

  • Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati.Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra’Mi’raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).
  • Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda,pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.
  • Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.
  • Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya “wali songo” yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.
  • Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.
  • Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal KesultananBanten.
  • Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

7. Sunan Drajat

  • Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M. Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di DusunJelog pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran Lamongan.
  • Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria.Terutama seni suluk. Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’.
  • Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim piatu dan fakir miskin.

8. Sunan Kudus

  • Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang.
  • Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul.Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali–yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh menunjuknya.
  • Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus.Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.
  • Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tablighnya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti “sapi betina”. Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.
  • Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya.Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.
  • Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.

9. Sunan Muria

  • Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer keutara kota Kudus
  • Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.
    Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.
  • Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.

Kisah Gua dan 7 Pemuda Dalam Surat al Kahfi

Perkataan Ar-Raqim juga disebut di dalam Al-Quran dan Ahli Tafsir menafsirkan Ar-Raqim sebagai nama anjing dan ada yang menyatakan ia sebagai batu bersurat. Kahf Ahlil Kahf merupakan lokasi sejarah yang membuktikan kebenaran kisah di dalam Al-Quran yaitu terdapat dalam Surah Al-Kahfi mulai ayat 9 sampai ayat 26. Ayat di dalam Surah tersebut menceritakan bagaimana 7 orang pemuda yang beriman kepada Allah melarikan diri ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun Qamariah (ayat 25) sehingga mereka tidak dapat dibangunkan oleh suara apapun (ayat 11). Kisah 7 pemuda ini bermula ketika mereka berhadapan dengan raja yang zalim pada masa itu dan mengakui bahwa mereka hanya beriman kepada Allah yang menguasai langit dan bumi. 7 orang pemuda tersebut melarikan diri dari raja yang zalim bersama seekor anjing mereka ke sebuah gua dan bersembunyi di situ dan kemudian mereka ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun Qamariah. Ketika terbangun, salah seorang dari mereka keluar untuk membeli makanan dan mendapati zaman tersebut telah berubah dari zaman saat mereka memasuki gua. Hal ini disadari ketika uang yang mereka gunakan sudah tidak laku lagi pada zaman itu. (zaman mereka dibangkitkan). Kemudian pemuda tersebut kembali ke gua sampai akhirnya semua meninggal di dalam gua

Ashabul Kahfi adalah kisah 7 pemuda yang tertidur lelap di dalam gua selama 309 tahun, Kisah ini terjadi sebelum zaman nabi Muhammad SAW. Para pemuda bersembunyi di dalam gua untuk melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus. Kisah ini bersumber dari Al Qur’andalam Surah Al Kahfi.

Menurut beberapa sejarahwan Islam, ketujuh pemuda tersebut bernama: Maxalmena, Martinus, Kastunus, Bairunus, Danimus, Yathbunus dan Thamlika. Serta seekor anjing bernama Kithmir, yang dipercaya sebagai satu-satunya anjing yang masuk Surga. Banyak yang berpendapat sejarah ini terjadi di Suriah, tetapi ada beberapa ahli Al Qur’an dan Injil berpendapat mereka berasal dari Yordania.

Puluhan tahun berlalu. Setelah beberapa lama — pada masa pemerintahan Teodosius (379 – 395) — pemilik tanah itu memutuskan untuk membuka mulut gua yang disegel itu, untuk dijadikan kandang sapinya. Setelah dibuka, ia menemukan ketujuh pemuda itu sedang tidur di dalamnya. Mereka terbangun, dan merasa baru tertidur satu hari saja. Salah seorang dari mereka kembali ke Efesus. ia tercenang menyaksikan bangunan-bangunan dengan tanda-tanda salib di atasnya. Orang-orang yang ditemuinya tercengan ketika pemuda itu berusaha menggunakan mata uang lama dari pemerintahan Desius. Uskup dipanggil untuk mewawancarai ketujuh pemuda itu. Mereka menceritakan kisah ajaib itu, lalu meninggal sambil memuji Allah.

Sebuah hari peringatan dirayakan untuk ketujuh pemuda itu dan dinamai sebagai hari pesta Santo “Maximianus, Malchus, Martinianus, Dionisius, Yoannes, Serapion, dan Konstantinus” pada 27 Juli. Nama-nama lain dari ketujuh pemuda ini diberikan dalam sumber-sumber lain. Perayaan ini dihapuskan dan dianggap sebagai mitos setelah pembaruan liturgi Katolik Roma pada 1969. Pesta di kalangan Ortodoks Timur tetap diperingati pada 22 Oktober.

Pengembangan legenda

Sementara versi-versi paling awal dari legenda ini menyebar dari Efesus, sebuah katakumbe Kristen perdana dihubungkan dengannya, sehingga mengundang para peziarah. Di kaki Gunung Pion (Gunung Coelian) dekat Efesus (kini Selcuk, Turki, ‘Gua’ dari Ketujuh Pemuda yang Tertidur dengan reruntuhan gereja yang dibangun di atasnya digali pada 1927-1928. Penggalian itu mengungkapkan pula beberapa ratus makam yang berasal dari abad ke-5 dan ke-6. Terdapat pula tulisan-tulisan yang dipersembahkan kepada Ketujuh Pemuda itu di dinding-dinding gereja dan di makam-makam tersebut. ‘Gua’ tersebut masih diperlihatkan kepada para wisatawan.

Asal usul Suriah

Legenda ini muncul dalam beberapa sumber berbahasa Suriah sebelum masa Gregorius. Kisah ini diceritakan kembali oleh Simeon Metafrastes.
Kisah Ketujuh Pemuda ini menjadi pokok sebuah homili dalam bentuk syair oleh seorang penyair Edesa, Yakub dari Saruq (‘Sarugh’) (meninggal 521), yang diterbitkan di Acta Sanctorum. Sebuah versi abad ke-6, dalam sebuah manuskrip Suriah di British Museum (Cat. Syr. Mss, hlm. 1090), menceritakan delapan orang yang tertidur.

Ada variasi yang besar tentang nama-nama mereka.
Sebuah versi Suriah lainnya dicetak dalam Land’s Anecdota, iii. 87ff; lihat pula Barhebraeus, Chron. eccles. i. 142ff., dan cf Assemani, Bib. Or. i. 335ff. Penyebaran
Legenda ini dengan cepat menyebar luas di seluruh Dunia Kristen, dipopulerkan di barat oleh Gregorius dari Tours, dalam kumpulan kisah mujizatnya dari abad ke-6 akhir, De gloria martyrum (Kemuliaan para Syuhada). Gregorius mengatakan bahwa ia memperoleh legenda itu dari “seorang Suriah tertentu.”
Pada abad ke-7, mitos ini semakin luas dibaca ketika kisahnya masuk ke dalam Al Qur’an dalam Surah 18, Al-Kahfi, ayat 9-14. Berikut ini disebutkan tulisan di gua itu:
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). (Versi Dep. Agama RI)

Pada abad berikutnya, Paulus sang Diakon menceritakan kisah ini dalam bukunya Sejarah Orang-orang Lombard (i.7) namun memberikan konteks yang berbeda:
Di perbatasan Jerman yang paling jauh di sebelah barat-barat laut, di pantai samudra sendiri, sebuah gua tampak di sebuah batu karang yang menjorok; di sana selama masa yang tidak diketahui, tujuh orang pemuda tertidur lama sekali.
Pakaiaan mereka menunjukkan bahwa mereka orang Romawi, demikian Paulus, dan tak ada seorang barbar setempatpun yang berani menyentuh mereka.
Selama masa Perang Salib, tulang-tulang dari kuburan dekat Efesus, yang diidentifikasikan sebagai relikui dari Ketujuh Pemuda ini, dipindahkan ke Marseille, Prancis, dalam sebuah peti mati dari batu yang besar, yang hingga kini merupakan pusaka yang sangat dihargai di Gereja Saint Victoire, Marseille.
Ketujuh Pemuda ini dimasukkan dalam kumpulan cerita Legenda Emas, buku yang paling populer pada Abad Pertengahan Akhir, yang menetapkan tanggal kebangkitan mereka, tahun 478 M, pada masa pemerintahan Teodosius.

Versi Al-Quran

Firman Allah dalam Al-Quran (Surah Al-Kahf ayat 1 hingga ayat 26) yang artinya:

  1. “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok”. [18:1]
  2. “Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik”. [18:2]
  3. “Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya”. [18:3]
  4. “Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak”. [18:4]
  5. “Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka”. [18:5]
  6. “Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an)”. [18:6]
  7. “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya”. [18:7]
  8. “Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering”. [18:8]
  9. “Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?”. [18:9]
  10. “(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.[18:10]
  11. “Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya dalam gua itu, bertahun-tahun, yang banyak bilangannya”.[18:11]
  12. “Kemudian Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya), untuk Kami menguji; siapakah dari dua golongan di antara mereka yang lebih tepat kiraannya, tentang lamanya mereka hidup (dalam gua itu)”.[18:12]
  13. “Kami ceritakan kepadamu (Wahai Muhammad) perihal mereka dengan benar; sesungguhnya mereka itu orang-orang muda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahi mereka dengan hidayah dan petunjuk”.[18:13]
  14. “Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian), semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.[18:14]
  15. “(Mereka berkata pula sesama sendiri): “Kaum kita itu, menyembah beberapa tuhan yang lain dari Allah; sepatutnya mereka mengemukakan keterangan yang nyata yang membuktikan ketuhanan makhluk-makhluk yang mereka sembah itu?(Tetapi mereka tidak dapat berbuat demikian); Maka tidak ada yang lebih zalim dari orang-orang yang berdusta terhadap Allah.[18:15]
  16. “Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah yang lain dari Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari RahmatNya kepada kamu, dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk (menjayakan) urusan kamu dengan memberikan bantuan yang berguna”.[18:16]
  17. “Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, cenderung ke kanan dari gua mereka; dan apabila ia terbenam, meninggalkan mereka ke arah kiri, sedang mereka berada dalam satu lapangan gua itu. Yang demikian ialah dari tanda-tanda (yang membuktikan kekuasaan) Allah. Sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah, maka dialah yang berjaya mencapai kebahagiaan; dan sesiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak sekali-kali akan beroleh sebarang penolong yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya”.[18:17]
  18. “Dan engkau sangka mereka sedar, padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah); sedang anjing mereka menghulurkan dua kaki depannya dekat pintu gua; jika engkau melihat mereka, tentulah engkau akan berpaling melarikan diri dari mereka, dan tentulah engkau akan merasa sepenuh-penuh gerun takut kepada mereka”.[18:18]
  19. “Dan demikian pula Kami bangkitkan mereka (dari tidurnya) supaya mereka bertanya-tanyaan sesama sendiri. Salah seorang di antaranya bertanya: “Berapa lama kamu tidur?” (Sebahagian dari) mereka menjawab: “Kita telah tidur selama sehari atau sebahagian dari sehari”. (Sebahagian lagi dari) mereka berkata: “Tuhan kamu lebih mengetahui tentang lamanya kamu tidur; sekarang utuslah salah seorang dari kamu, membawa wang perak kamu ini ke bandar; kemudian biarlah dia memilih mana-mana jenis makanan yang lebih baik lagi halal (yang dijual di situ); kemudian hendaklah ia membawa untuk kamu sedikit habuan daripadanya; dan hendaklah ia berlemah-lembut dengan bersungguh-sungguh (semasa di bandar); dan janganlah dia melakukan sesuatu yang menyebabkan sesiapapun menyedari akan hal kamu.[18:19]
  20. “Sesungguhnya, kalaulah mereka mengetahui hal kamu, tentulah mereka akan merejam dan membunuh kamu, atau mereka akan mengembalikan kamu kepada agama mereka (secara paksa); dan jika berlaku demikian, kamu tidak sesekali akan berjaya selama-lamanya”.[18:20]
  21. “Dan demikian Kami dedahkan hal mereka kepada orang ramai supaya oang-orang itu mengetahui bahawa janji Allah menghidupkan semula orang mati adalah benar, dan bahawa hari kiamat itu tidak ada sebarang syak padanya;pendedahan itu berlaku semasa orang-orang itu berbantah sesama sendiri mengenai perkara hidupnya semula orang mati. Setelah itu maka (sebahagian dari) mereka berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di sisi gua mereka, Allah jualah yang mengetahui akan hal ehwal mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka (pihak raja) pula berkata: “Sebenarnya kami hendak membina sebuah masjid (tempat ibadah) di sisi gua mereka”.[18:21]
  22. “(Sebahagian dari) mereka akan berkata: “Bilangan Ashabul Kahfi itu tiga orang, yang keempatnya ialah anjing mereka”; dan setengahnya pula berkata bilangan mereka lima orang, yang keenamnya ialah anjing mereka”, secara meraba-raba dalam gelap akan sesuatu yang tidak diketahui; dan setengahnya yang lain berkata: “Bilangan mereka tujuh orang dan kelapannya ialah anjing mereka”. “Katakanlah (wahai Muhammad): “Tuhanku lebih mengetahui akan bilangan mereka, tiada yang mengetahui bilangannya melainkan sedikit”. Oleh itu janganlah engkau berbahas dengan sesiapapun mengenai mereka melainkan dengan bahasan (secara sederhana) yang nyata (keterangannya di dalam al-Quran), dan janganlah engkau meminta penjelasan mengenai hal mereka kepada seseorang pun dari golongan (yang membincangkannya)”.[18:22]
  23. “Dan janganlah engkau berkata mengenai sesuatu (yang hendak dikerjakan): “Bahawa aku akan lakukan yang demikian itu, kemudian nanti”.[18:23]
  24. “Melainkan (hendaklah disertakan dengan berkata): “InsyaAllah”. Dan ingatlah serta sebutlah akan Tuhanmu jika engkau lupa; dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan petunjuk yang lebih dekat dan lebih terang dari ini”.[18:24]
  25. “Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka:tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli kitab) dan sembilan lagi (dengan kiraan kamu)”.[18:25]
  26. “Katakanlah (wahai Muhammad): “Allah jua yang mengetahui tentang masa mereka tidur; bagiNya-lah tertentu ilmu pengetahuan segala rahasia langit dan bumi; terang sungguh penglihatanNya dan jelas sungguh pendengaranNya (terhadap segala-galanya)! Tidak ada bagi penduduk langit dan bumi pengurus selain daripadaNya) dan ia tidak menjadikan sesiapapun masuk campur dalam hukumNya”.[18:26]

Lokasi

Terdapat banyak sekali pendapat mengenai di mana letak gua Ashabul Kahfi berada. Paling tidak ada 33 lokasi di dunia yang diklaim sebagai gua Al Kahfi. Dan sedikitnya sudah ada 104 penelitian mengenai masalah ini. Yang paling banyak dikaji dari berbagai situs tersebut adalah gua yang berada di kota Amman. Tepatnya di wilayah Abu Alanda, sebelah Timur Amman. Lokasi Gua Ashabul Kahfi atau dalam GPS mobil kami tercatat berada di jalan Ahel Al Kahef terletak di daerah Abdoun Amman, Yordania.

Menurut literatur, situs bersejarah ini dikenal dengan nama Ar-Raqim. Seorang arkeolog, Dr. Muhammad Wahib berkesimpulan bahwa gua yang berada di situs bersejarah Ar-Raqim adalah gua tempat Ashab Al Kahfi bersembunyi. Sangat beruntung rasanya kami berkesempatan tinggal di Amman yang sangat kaya akan sejarah khususnya situs-situs religi.

Detail Gua Ashabul Kahfi:

Ternyata detail gua yang dijelaskan dalam ayat-ayat Surah Al Kahfi masih dapat jelas terlihat dikondisi yang sekarang. Bentuk gua yang di sekitarnya terdapat bekas reruntuhan ini sebenarnya tidak terlalu besar dan dalam namun cukup tinggi di bagian dalam gua, sedangkan pintunya setinggi orang dewasa. Demikian juga di bagian atas gua terdapat sebuah lubang dari atasnya dapat dimasuki udara dan cahaya sesuai dengan ayat 17 di atas.

Lupang ventilasi untuk udara dan cahaya

Tepat di atas gua terdapat teras reruntuhan seperti bekas tempat peribadatan. Tempat ibadat yang dimaksudkan adalah rumah ibadat penganut Nasrani. Ketika zaman kerajaan Umaiyah, rumah ibadat tersebut telah dijadikan masjid. (ayat 21). Terdapat tulisan pada lengkungan pintu di dinding sebelah Timur yang menyatakan ‘Masjid diperbaharui pada tahun 117 Hijriah yang merujuk kepada zaman Hisham bin Abdul Malik bin Marwan. Ini membuktikan bahwa ketika zaman kerajaan Umaiyah mereka sudah memperharui masjid yang sebelum itu menjadi rumah ibadat umat Nasrani. Kesan yang dapat dilihat ialah petunjuk arah kiblat yang terdapat di atas gua tersebut, seperti halnya kepala atau bagian arah kiblat masjid umumnya.

Tulisan khat Kufi turut ditemui yang mengisyaratkan bahawa masjid kedua di Ashabul Kahfi diperbaharui pada zaman Khomarumiah bin Ahmad Tholun dari kerajaan Abasiah. Masjid kedua yang dimaksudkan ialah masjid yang dibangun berhadapan dengan gua Ashabul Kahfi setelah masjid pertama diwujudkan di atas gua ketika zaman Umaiyah.

Di dalam gua terdapat dua tempat yang berbentuk makam atau kuburan yang diletakkan mayat di dalamnya. Di sisi pojok sebelah kirinya ditutupi kaca yang dapat dilihat dalam ada tulang belulang manusia. Sedangkan pada makam sebelah kanan terdapat pahatan bintang bersegi delapan, yang menurut Abdullah membuktikan tanda zaman kerajaan Romawi Timur pada zaman ke-3 Masehi. Menjadi adat pada ketika itu, mayat-mayat akan dikuburkan di dalam bekas batu. Ini tidak mustahil bahawa mereka yang telah menguruskan mayat pemuda tersebut telah menguburkan mereka dengan cara dan adat mereka pada ketika itu.

Sisi kanan gua terdapat dua makam, makam di sebelah kiri terdapat lubang ditutup kaca yang dapat melihat tulang belulang

Di sisi sebelah kiri pintu masuk gua terdapat sudut yang memajang koleksi benda sangat antik yang terbuat dari tembikar, uang tembaga dan perak, lampu dari berbagai zaman (Umaiyah, Abasiah, Turki Utsmaniyyah) di dalam gua tersebut dan sekitarnya. Ini berarti bahwa tempat itu telah dijaga oleh berbagai zaman.

Sebelum meninggalkan kami, Abdullah juga menceritakan bahwa pohon zaitun yang terletak di sisi kanan pintu masuk gua merupakan anak pohon zaitun yang sudah sangat tua yang diperkirakan sudah ratusan tahun, namun itu hanya “anaknya” saja, sedangkan pohon zaitun yang asli sudah hilang tertelan zaman.

Hikmah Kisah Ashabul Kahfi

  • Itulah kisah nyata di dunia yang diabadikan dalam kitab suci Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi setiap umat manusia. Logika dan ilmu pengetahuan manusia tidak akan mampu menjangkau peristiwa itu, namun itu nyata terjadi.
  • Jika Allah telah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Maka yakinlah, bahwa jika kita menginginkan sesuatu yang baik dan itu semua kita lakukan dengan ikhlas karena Allah, janganlah mengatakan tidak mungkin, Allah berkehendak atas segala sesuatu, termasuk segala hal dalam hidup kita. Allah mengetahui apa yang kita tidak tahu, mengerti apa yang kita tidak mengerti, dan memberi yang terbaik kepada kita meski mungkin tak sesuai dengan apa yang kita harapkan

Puisi Taufik Ismail untuk SAUDARAKU PALESTINA, Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

oleh Tufiq Ismail

Ketika     rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer 
dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir 
dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran 
di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan 
mengepulkan debu yang berdarah.

Ketika     luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan
apelmu dilipat-lipat sebesar saputangan lalu di
Tel Aviv dimasukkan dalam fail lemari kantor
agraria, serasa kebun kelapa dan pohon mang-
gaku di kawasan khatulistiwa, yang dirampas 
mereka.

Ketika     kiblat pertama mereka gerek dan keroaki bagai
kelakuan reptilia bawah tanah dan sepatu-
sepatu serdadu menginjaki tumpuan kening
kita semua, serasa runtuh lantai papan surau
tempat aku waktu kecil belajar tajwid Al-Qur’an
40 tahun silam, di bawahnya ada kolam ikan
yang air gunungnya bening kebiru-biruan kini
ditetesi
air
mataku.

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu

Ketika     anak-anak kecil di Gaza belasan tahun  bilangan
umur mereka, menjawab laras baja dengan tim-
pukan batu cuma, lalu dipatahi pergelangan
tangan dan lengannya, siapakah yang tak 
menjerit serasa anak-anak kami Indonesia jua yang
dizalimi mereka – tapi saksikan tulang muda
mereka yang patah akan bertaut dan mengulur
kan rantai amat panjangnya, pembelit leher
lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

Ketika     kusimak puisi-puisi Fadwa Tuqan, Samir Al-
Qassem, Harun Hashim Rashid, Jabra Ibrahim
Jabra, Nizar Qabbani dan seterusnya yang diba-
cakan di Pusat Kesenian Jakarta, jantung kami
semua berdegup dua kali lebih gencar lalu ter-
sayat oleh sembilu bambu deritamu, darah kami
pun memancar ke atas lalu meneteskan guratan
kaligrafi

‘Allahu Akbar!’
dan 
‘Bebaskan Palestina!’

Ketika    pabrik tak bernama 1000 ton sepekan memproduksi
dusta, menebarkannya ke media cetak dan 
elektronika, mengoyaki tenda-tenda pengungsi
di padang pasir belantara, membangkangit reso-
lusi-resolusi majelis terhormat di dunia, mem-
bantai di Shabra dan Shatila, mengintai Yasser
Arafat dan semua pejuang negeri anda, aku pun
berseru pada khatib dan imam shalat Jum’at
sedunia: doakan kolektif dengan kuat seluruh
dan setiap pejuang yang menapak jalanNya, 
yang ditembaki dan kini dalam penjara, lalu
dengan kukuh kita bacalah
‘laquwwatta illa bi-Llah!’

Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu
Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu
Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu
Serasa terdengar di telingaku.

 


Masa KLASIK Sejarah Islam

MASA KLASIK

Merupakan awal pembabakan peradaban Islam. Periode ini dimulai ketika Rasulullah SAW diangkat menjadi rasul. Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad diperintahkan untuk membaca ayat yang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:

“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5)

Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut.

Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah, akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.

Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri Syam, Persia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.

Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiophia). Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

Hijrah ke Madinah

  • Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah ke Bait Allah atau Ka’bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.
  • Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib pada tahun 622 M.
  • Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi).
  • Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritas Kristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di Madinah.

Penaklukan Mekkah

  • Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.
  • Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka’bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.

wp-1518774538770..jpgwp-1518774730456..jpg

Sejarah Islam Di Bulan Ramadhan : Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:

1. Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun

2. Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.

3. Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.

4. Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.

5. Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,

6. keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.

Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Sejarah Islam di Bulan Ramadhan : Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Pembebasan Makkah (Fathul Makkah)

Apa itu Fathul Makkah? Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa di mana akhirnya Nabi Muhammad dan para sahabat berhasil menguasai Makkah dan menghancurkan berhala-berhala di sekitarnya. Sehingga Ka’bah kembali suci. Peristiwa ini bermula dari perjanjian Hudaibiyah tahun 628 M. Ini adalah perjanjian antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Perjanjian ini terjadi ketika satu rombongan yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad hendak melaksanakan haji di Baitullah. Namun, pihak Quraisy melihatnya sebagai sebuah ancaman. Jika orang-orang dari Madinah, yang notabene adalah rival dari kafir Quraisy datang ke Makkah, maka apa tanggapan orang-orang nanti? Untuk itulah, pemuka-pemuka Quraisy dengan segala daya upaya menyusun sebuah strategi, yaitu mengikat kaum muslimin dalam suatu perjanjian agar tidak dapat leluasa mengunjungi Makkah. Dan terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Ketakutan kaum kafir Quraisy ini wajar muncul, sebab setelah Nabi saw dan beberapa ratus sahabat hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah), antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy hampir selalu terjadi peperangan yang tak terelakkan. Dalam pengepungan selama 20 hari oleh 10 ribu pasukan Quraisy terhadap Madinah pada tahun 627 M, Nabi Muhammad saw dan 3.000 umat Islam berhasil mempertahankan Madinah.

Isi perjanjian Hudaibiyah antara lain:

1. Pertama, gencatan senjata selama sepuluh tahun

2. Kedua, orang Islam dibenarkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya, tinggal di sana selama tiga hari saja dengan hanya membawa sebilah senjata.

3. Ketiga, bekerja sama dalam perkara yang membawa kepada kebaikan.

4. Keempat, orang Quraisy yang lari ke pihak Islam harus dikembalikan ke Makkah.

5. Kelima, orang Islam yang lari ke Makkah tidak dikembalikan ke Madinah,

6. keenam, kedua belah pihak boleh membangun kerja sama dengan kabilah lain tapi tidak boleh membantu dalam hal peperangan.

Akhirnya pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Makkah, dan kemudian menguasai Makkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Sejarah Islam Dunia: Awal Mula Bangsa Mongol Menerima Islam

Pada 1258 Masehi, Hulagu bersama kurang lebih 200 ribu pasukannya mengepung Baghdad. Kota tersebut digempur dan dibombardir sedemikian rupa hingga akhirnya pihak khalifah mengutus tokoh bernama Ibn Al-Alqami untuk menawarkan jalur perundingan. Tetapi, Hulagu Khan menolaknya.

Mongol menyerang Kota Baghdad pada 10 Februari 1258. Khalifah beserta 300 pejabat tinggi negara menyerah tanpa syarat. Sepuluh hari kemudian, mereka dibunuh, termasuk sebagian besar keluarga khalifah dan penduduk yang tak bersalah.
Serangan ke Baghdad, yang notabene merupakan pusat Kekhalifahan Abbasiyah, juga mengakibatkan musnahnya berbagai karya intelektual buah pemikiran para ilmuwan dan filsuf Muslim. Selain membantai, pasukan Mongol juga membakar fasilitas belajar, perpustakaan, serta menenggelamkan berbagai kitab penting kala itu.
Kendati merupakan sejarah kelam bagi Islam, tumpasnya Abbasiyah dan beberapa negeri Muslim lainnya menjadi pintu masuk penyebaran Islam terhadap bangsa Mongol. Seusai menguasai negeri Islam, bangsa Mongol pun hidup berdampingan dengan penduduk Muslim yang kala itu selamat dari peperangan.

Bangsa Mongol bergaul dengan penduduk Muslim dan mulai berkenalan dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Hal tersebut menjadi titik awal dianutnya Islam oleh bangsa Mongol.
Sebelum mengenal Islam, bangsa Mongol merupakan penganut agama Syamaniyah, yakni kepercayaan menyembah bintang-bintang dan matahari terbit. Adapun nama Tuhan mereka, yaitu Tengri (sang langit biru yang kekal). Agama ini merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya.
Kendati mengakui adanya Tuhan, yakni Tengri, bangsa Mongol tidak terlalu mengagungkannya. Mereka justru memuja arwah-arwah, terutama arwah atau ruh yang dianggap jahat. Sebab, menurut mereka, arwah jahat memiliki kemampuan mendatangkan sebuah bencana. Oleh sebab itu, mereka memujanya agar terhindar dari petaka.
Namun, kepercayaan tersebut luruh setelah mereka melakukan invasi ke hampir seluruh negeri di dunia. Mereka seketika berkenalan dengan ajaran agama lain, salah satunya Islam.
Ghazan Khan (1295-1304) adalah seorang raja Kekaisaran Mongol yang beralih memeluk Islam. Sebelumnya, ia, yang telah mengenal beberapa ajaran agama selain Syamaniyah, merupakan penganut Buddha. Setelah menjadi Muslim, Ghazan Kan menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaannya.

Selain Ghazan Khan, tokoh Mongol lainnya, yakni Timur Lenk, juga seorang Muslim. Kendati berwatak kejam, Lenk dikenal pula sebagai seorang yang memberi perhatian terhadap perkembangan Islam.
Dianutnya Islam oleh raja-raja Mongol tersebut memberi dampak signifikan. Yakni, diserapnya Islam oleh segenap bangsa mereka

Pemerintahan Madinah, Pemerintahan Islam Pertama di Dunia

Pemerintahan Madinah, Pemerintahan Islam Pertama di Dunia

Pemerintahan Islam di Madinah sudah membentuk sistem pemerintahan daerah, hakim, dan politik luar negeri.

Sistem politik Islam memang berbeda dengan sistem-sistem politik lainnya. Satu hal yang paling penting dalam sistem politik Islam adalah bahwa kedaulatan itu tidak di tangan rakyat ataupun kepala negara (khalifah), tetapi di tangan syarak (aturan dan hukum Islam). Sementara itu, kekuasaan khalifah adalah untuk melaksanakan dan menerapkan hukum syariat Islam. Sistem pemerintahan Islam dimulai sejak zaman Rasulullah SAW. Semua pemikir Muslim sepakat bahwa Madinah merupakan contoh negara Islam pertama. Tugas Rasulullah SAW adalah memimpin masyarakat Islam sebagai utusan Allah SWT dan kepala negara Islam Madinah. Awal terbentuknya negara Islam Madinah bermula dari konflik antarklan Arab (suku Aus dan Khazraj) yang kerap terjadi di wilayah jazirah Arab. Konflik yang terjadi pada masa itu bukan disebabkan perebutan kekuasaan, melainkan karena perebutan sumber air yang terdapat di luar wilayah kekuasaan masing-masing. Bagi mereka, air adalah sumber kehidupan dan kekayaan. Sumber air yang diperebutkan bernama Bu’bs, lembah yang terletak tidak jauh dari Yatsrib (Madinah). Konflik yang terus berkepanjangan ini, membuat masyarakat Arab Yatsrib khawatir keamanan wilayah mereka terancam dari kemungkinan serangan musuh. Kekhawatiran dan rasa tidak aman ini membuat masyarakat Yatsrib merindukan figur seorang tokoh pemimpin yang adil dan mampu menegakkan peraturan yang dapat diterima semua pihak. Oleh sebab itu, suku Aus dan Khazraj terus berusaha mencari tokoh yang diharapkan. Baiat Aqabah

Pada tahun ke-11 kenabian, enam orang dari suku Khazraj bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di Aqabah, Mina. Pertemuan tersebut adalah pertemuan dua aspirasi. Di satu sisi, Nabi Muhammad SAW berharap Yatsrib dapat menjadi tempat tegaknya masyarakat yang berdasarkan Islam dan di sisi lain, masyarakat Arab Yatsrib melihat Nabi SAW sebagai individu yang diharapkan dapat menegakkan cita-cita keamanan, kedamaian, dan keadilan di Yatsrib. Hasil dari pertemuan itu, mereka semua masuk Islam. Dan, mereka berjanji akan mengajak penduduk Yatsrib untuk masuk Islam pula. Pada tahun berikutnya, 12 orang delegasi Yatsrib menemui Nabi SAW di tempat yang sama, Aqabah. Mereka terdiri atas sembilan orang suku Khazraj dan tiga orang suku Aus. Selain masuk Islam, mereka bersumpah di hadapan Nabi SAW. Perjanjian ini dikenal dengan Baiat Aqabah pertama. Dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah SWT, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak keturunan, tidak akan menyebar fitnah, dan tidak akan mengabaikan kebenaran. Kemudian, pada tahun berikutnya, orang-orang Yatsrib ini kembali menemui Nabi SAW di Aqabah. Namun, kali ini mereka datang dalam jumlah besar, yakni sebanyak 74 orang, terdiri atas 71 orang laki-laki dan dua orang perempuan. Dalam rombongan besar ini terdapat semua orang yang telah menemui Nabi SAW pada dua gelombang sebelumnya. Dalam kesempatan ini, terjadilah perjanjian antara mereka dan Nabi, yang dikenal dengan Baiat Aqabah kedua. Kedua baiat ini, menurut Munawwir Sadjali dalam bukunya Islam dan Tata Negara, merupakan batu pertama bangunan negara Islam. Baiat tersebut merupakan janji setia beberapa penduduk Yatsrib kepada Rasulullah SAW, yang merupakan bukti pengakuan atas Muhammad sebagai pemimpin, bukan hanya sebagai Rasul. Sebab, pengakuan sebagai Rasulullah tidak melalui baiat melainkan melalui syahadat. Dengan dua baiat ini, Rasulullah SAW telah memiliki pendukung yang terbukti sangat berperan dalam tegaknya negara Islam yang pertama di Madinah. Atas dasar baiat ini pula, Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk hijrah ke Yatsrib. Dan, beberapa waktu kemudian Rasulullah SAW sendiri ikut hijrah dan bergabung dengan mereka di Yatsrib. Piagam Madinah
Umat Islam memulai hidup bernegara setelah Rasulullah SAW hijrah ke Yatsrib, yang kemudian berubah menjadi Madinah. Di kota ini, Rasulullah SAW segera meletakkan dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru di bawah pimpinan beliau. Masyarakat baru ini merupakan masyarakat majemuk, yang terdiri atas tiga golongan penduduk. Pertama, kaum Muslimin yang terdiri atas kaum Muhajirin dan Ansar ini adalah kelompok mayoritas. Kedua, kaum musyrikin, yaitu orang-orang suku Aus dan Khazraj yang belum masuk Islam, kelompok ini minoritas. Ketiga, kaum Yahudi yang terdiri atas tiga kelompok. Satu kelompok tinggal di dalam kota Madinah, yaitu Bani Qainuqa. Dua kelompok lainnya tinggal di luar kota Madinah, yaitu Bani Nadir dan Bani Quraizah. Setelah sekitar dua tahun berhijrah, Rasulullah SAW mengumumkan tentang peraturan dan hubungan antarkomunitas di Madinah. Pengumuman ini dikenal dengan nama Piagam Madinah. Piagam ini merupakan undang-undang untuk pengaturan sistem politik dan sosial masyarakat Islam dan hubungannya dengan umat yang lain. Piagam inilah yang dianggap sebagai konstitusi negara tertulis pertama di dunia. Piagam Madinah ini adalah konstitusi negara yang berasaskan Islam dan disusun sesuai dengan syariat Islam. Sebagai kepala negara, Rasulullah menyadari akan arti pengembangan sumber daya manusia melalui penanaman akidah dan ketaatan kepada syariat Islam. Beliau membangun masjid yang dijadikan sebagai sentra pembinaan umat. Di berbagai bidang kehidupan, Rasulullah SAW melakukan pengaturan sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT. Di bidang pemerintahan, sebagai kepala pemerintahan, beliau mengangkat beberapa sahabat untuk menjalankan beberapa fungsi yang diperlukan agar manajemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. Rasul SAW mengangkat Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab sebagai wazir (menteri). Juga, mengangkat beberapa sahabat yang lain sebagai pemimpin di sejumlah wilayah kekuasaan Islam, di antaranya Muaz bin Jabal sebagai gubernur di Yaman. Selain itu, sebagai kepala negara, Rasulullah SAW juga melaksanakan hubungan dengan negara-negara lain. Menurut Tahir Azhari dalam bukunya Negara Hukum, Rasulullah SAW mengirimkan sekitar 30 buah surat kepada kepala negara lain, di antaranya kepada Almuqauqis raja negeri Mesir, Kisra penguasa Persia, dan Kaisar Heraklius penguasa Romawi. Dalam surat yang dikirim tersebut, Nabi mengajak mereka masuk Islam. Sehingga, bisa dikatakan politik luar negeri negara Islam Madinah saat itu adalah dakwah semata. Bila mereka tidak bersedia masuk Islam, diminta untuk tunduk dan bila tidak mau juga, barulah negara tersebut diperangi.

Islam Di Afrika, Masuk Bukan Karena Misi Penaklukan.

wp-1518774538770..jpgIslam Di Afrika, Masuk Bukan Karena Misi Penaklukan.

wp-1518774463184..jpgIslam telah mulai dikenal di Afrika pada awal masa berkembangnya, yaitu pada peristiwa hijrah pertama ke Habsyah (Abisinia). Menurut kepercayaan umat Islam, raja Ashamah bin Abjar dan beberapa pengawalnya memeluk agama Islam, setelah mendapatkan keterangan dari para Sahabat Nabi yang hijrah tersebut.

Pada saat ini, Islam merupakan salah satu agama terbesar di Afrika, dengan jumlah penganut kira-kira sebanyak 460 juta jiwa (Friedenthal, 2014). Dari jumlah tersebut, sekitar setengahnya tinggal di wilayah Arab Maghribi di Afrika Utara, yaitu di negara-negara Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, dan wilayah Sahara Barat. Komunitas kaum Muslim juga dapat ditemukan tersebar di setiap negara di kawasan Afrika Sub-Sahara. Jumlah penganut Islam diperkirakan masih terus berkembang dengan pesat di Afrika, baik karena aktivitas dakwah maupun pertumbuhan penduduk yang tinggi di komunitas mereka

Agama Islam tersebar secara berkelanjutan di Afrika pada masa Kekhalifahan Rasyidin, dan masuk melalui wilayah-wilayah Mesir, Nubia, Ethiopia, serta Afrika Utara lainnya. Pada awal masuknya Islam di Mesir, penduduk Koptik memberikan dukungan karena pasukan Muslim membebaskan mereka dari tekanan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, para panglima Amru bin Ash dan Uqbah bin Nafi memimpin pasukan Muslim hingga Libya, yaitu pada sekitar tahun 21 H. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, para panglima Abdullah bin Abi Sarh dan Abdullah bin Zubair melanjutkan hingga ke Tunisia, dengan mengalahkan pasukan Bizantium (25 H) dan Berber (33 H).

Pada masa Kekhalifahan Umayyah, terjadi beberapa kali pemberontakan Berber di wilayah Afrika Utara, yang berhasil dipadamkan antara lain oleh para panglima Muawiyyah bin Hudaij, Uqbah bin Nafi, Abu Muhajir bin Dinar, Zuhair bin Qais, Hasan bin Nu’man, Musa bin Nusair, dan Thariq bin Ziyad.

Penyebaran Islam kemudian tersebar lebih jauh lagi dengan melintasi Gurun Sahara, terutama oleh kaum Murabithun yang pada abad ke-11 menaklukkan Maroko, Ghana, dan daerah-daerah lainnya. Selanjutnya kaum Muwahiddun melanjutkan ke Afrika Barat dan Afrika Tengah sampai pada 541 H. Setelah itu timbullah kerajaan-kerajaan Islam yang didirikan oleh suku-suku penduduk asli pedalaman Afrika di Mali, Chad, Sudan, Nubia, Somalia, Zanzibar, Malawi, Kongo, dan Mozambik yang terus melanjutkan penyebaran agama Islam melalui dakwah dan pedagangan pada abad-abad selanjutnya

Islam Di Afrika, Masuk Bukan Misi Penaklukan.

Guru besar sejarah arsitektur dari Universitas California Berkeley, AS, Ne zar al-Sayyad, mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mendorong bangsa Arab melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah lainnya. Antara lain untuk menjalankan misi Ilahiah dalam menyebar kan syiar Islam, memelihara kekuasaan politik di bawah kontrol kelompok elite Arab, serta mendapatkan keuntungan dari sumber daya alam di tanah yang telah ditaklukkan.

Kendati demikian, ekspansi oleh bangsa Arab tidak selalu menghadapi konfrontasi di wilayah-wilayah yang mereka taklukkan. Seperti di Damaskus dan Sisilia, dominasi bangsa Arab di sana justru membawa dampak yang jauh lebih positif dibandingkan eksploitasi yang kerap dilakukan oleh rezim Bizantium (Ro mawi Timur) pada masa-masa sebe lumnya.

Sebaliknya, penetrasi Islam di wila yah Sub-Sahara Afrika yang terjadi seki tar abad ke-9, justru bukan melalui misi penaklukan. Melainkan karena adanya hubungan perdagangan. Pada zaman itu, wilayah tersebut memang termasuk salah satu kawasan yang lazim dilintasi oleh para kafilah dagang.

Al-Sayyad men jelaskan, ada dua rute perdagangan yang ikut membentuk pengaruh Islam di Afrika Barat. Yang pertama adalah jalur yang menghubungkan negeri-ne geri Maghribi (Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya) dengan pusat-pusat perdagangan emas Berber-Afrika seperti negeri Soninke (Ghana sekarang).

Jalur perdagangan lainnya adalah rute timur yang menghubungkan Sudan Tengah, Kanem, Bornu, serta negaranegara Hausa dengan Libya, Tunisia, dan Mesir. Meskipun terdiri dari berbagai daerah dan etnis, tapi salah satu faktor pemersatu Islam di Afrika adalah dominasi mazhab Maliki—yang kebanyakan diikuti oleh masyarakat Maghribi.

Referensi

  • Riswanto, Arif Munandar (2010-05-06). Khazanah Buku Pintar Islam 1 (dalam bahasa Inggris). Mizan
  • Pustaka.M. Hasbi Ash Shiddieqy (2000). Tafsir al-Qur’anul Majid an-Nuur: Surat 5-10. Pustaka Rizki Putra.Friedentha
  • l, Lora (2014-09-29). Religions of Africa (dalam bahasa Inggris). Simon and Schuster. ISBN 97814222889
  • 24.MA, Prof DR H. Abuddin Nata (2015-02-01). Studi Islam Komprehensif. Prenada Media. ISBN 9786028730860.Saleh, Qasim A.; Ibrahim, Muhammad A. (2014-01-01). Buku Pintar Sejarah Islam. Serambi Ilmu Semesta. ISBN 9786021791950.
  • Jayanya Islam di Afrika dan Sub Sahara Berkat Jasa Pedagang. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/18/04/11/p70qll313-jayanya-islam-di-afrika-dan-sub-sahara-berkat-jasa-pedagang

wp-1518774730456..jpg

3 Tempat Bersejarah Di Madinah Dalam Sejarah Islam Zaman Rasulullah

3 Tempat Bersejarah Di Madinah Dalam Sejarah Islam Zaman Rasulullah

  1. Sumur Aris (Bi’r Aris‎) Sumur Arys, Sumur Al-Khatam, Sumur Cincin atau Sumur Nabi adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di dekat Masjid Quba di sebelah baratnya. Sumur ini ditimbun pada akhir abad ke-14 Hijriah untuk perluasan jalan. Diriwayatkan bahwa Nabi duduk di tepi sumur ini sambil menyingkapkan betisnya dan kedua kaki dia dijulurkan ke dalam sumur. Lalu Abu Musa Al-Asy’ari berdiri menjaganya, maka datanglah Abu Bakar dan meminta izin kepadanya. Nabi berkata kepada Abu Musa: Izinkan, dan berilah ia kabar gembira dengan surga. Abu Bakar pun duduk disebelah kanannya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Umar, dan Nabi pun berkata lagi: Izinkan dan berilah ia kabar gembira dengan surga. Lalu Umar duduk di sebelah kirinya dan menjulurkan kedua kakinya. Kemudian datang Utsman, kata Nabi: Izinkan dan berilah ia kabar gemb8ira dengan surga yang disertai dengan kekacauan yang akan menimpanya. Ustman pun duduk di hadapan mereka.
  2. Ar-Rauha adalah sebuah stasiun peristirahatan kafilah dan tempat Nabi Muhammad singgah ketika dalam perjalanan untuk menunaikan umrah, haji atau disaat jalan pulang dari sebagian pertempuran. Tempat ini memiliki banyak sejarah dari berbagai kejadian, dan tercatat di hadis-hadis Nabi serta disebutkan di buku-buku sirah. Ar-Rauha terletak 80 kilometer dari Madinah, dan merupakan stasiun kedua setelah Sayyalah, yang merupakan stasiun kafilah yang berada di luar Madinah. Ar-Rauha adalah sebuah wadi (lembah) sepanjang 25 kilometer, dimulai dari Sayyalah dan berakhir di daerah yang dinamakan Syaraf ar-Rauha. Wadi Ar-Rauha. Wadi Ar-Rauha adalah salah satu wadi yang ada di Madinah, terletak di antara Makkah dan Madinah, di wadi ini terdapat Sumur Ar-Rauha, di mana Nabi Muhammad singgah ketika hendak menunaikan umrah, haji atau disaat pulang dari sebagian pertempuran. Syaraf Ar-Rauha dalah Daerah yang terletak di akhir Wadi Ar-Rauha dari arah barat, terletak di dataran tinggi dan dapat melihat seluruh Wadi Ar-Rauha, di daerah ini terdapat Masjid dan Sumur Ar-Rauha.
  3. Sumur Utsman atau Sumur Rumah adalah sebuah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di sekitar Wadi al-Aqiq di daerah Azhari, yaitu kurang lebih 3,5 kilometer dari Masjid Nabawi atau sekitar 1 kilometer dari Masjid Qiblatain. Sumur ini sekarang berada di bawah tanggungjawab Kantor Pengairan dan Pertanian. Ketika Nabi mulai masuk Madinah, dia tidak mendapati air yang dapat digunakan selain air sumur Rumah. Tetapi sumur itu milik seorang Yahudi, dan tidak boleh seorang pun mengambilnya kecuali dengan membayarnya. Lalu Nabi berkata: Barangsiapa membeli sumur Rumah, lalu menjadikan gayungnya bersama-sama dengan gayung kaum muslimin untuk sebuah kebaikan, maka darinya ia akan mendapat pahala di surga. Maka didatangilah orang Yahudi itu oleh Utsman bin Affan, tetapi ia tidak ingin menjual seluruhnya, maka Utsman pun membelinya separuhnya dan diperuntukkan bagi kaum muslimin. Yahudi itu berkata: sehari buat kamu, dan sehari lagi menjadi hakku. Ketika giliran harinya Utsman, kaum muslimin pun mengambilnya untuk mencukupi kebutuhan mereka selama dua hari, hingga si Yahudi itu mengeluh: Engkau telah merusak hak sumurku ini. Lalu, Utsman pun akhirnya membeli separuh sisanya lagi, dan diperuntukkan bagi orang-orang kaya, miskin dan yang sedang dalam perjalanan.

4 Tempat Bersejarah dan Tujuan Wisata Di Arafah

4 Tempat Bersejarah dan Tujuan Wisata Di Arafah

  • Jabal Rahmah. Bukit kecil yang terletak di bagian timur Arafah, dinamai Jabal Rahmah karena kasih sayang Allah SWT kepada seluruh hambanya. Dinamai juga an-Nabitah yang berarti tertanam, seolah-olah bukit ini tertanam di bumi. Dinamai juga Jabal ad-Du’a (Gunung Pengharapan). Di bawah kaki bukit tersebut terdapat bebatuan besar dan terjal. Ketinggian bukit ini sekitar 65 meter, panjang lingkaran 640 meter, lebar sebelah timur 170 meter, lebar sebelah barat 100 meter, panjang sebelah utara 200 meter, panjang sebelah selatan 17 meter, tinggi dari permukaan laut 132 meter. Bukit ini berada di antara Jalan Nomor 7 dan 8, kurang lebih dari 1,5 kilometer dari arah Masjid Namirah. Di bagian puncaknya dikelilingi dinding dengan ukuran 57 sentimeter, di tengahnya terdapat teras tinggi (dekkah) sekitar 40 sentimeter. Sedangkan, di bagian bawah masjid ini terdapat Masjid Shakhrat, di sana terdapat mata air Zubaidah yang menyemprotkan air dengan ketinggian empat meter, berfungsi sebagai penyejuk udara di sekitar lokasi. Jabal Rahmah berada di bagian timur Padang Arafah di kota Makkah. Sesuai dengan namanya, jabal berarti sebuah bukit atau gunung, sementara Rahmah adalah kasih sayang. Sesuai namanya, bukit ini diyakini sebagai pertemuan antarar Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka dipisahkan dan diturunkan dari Syurga oleh Allah SWT. Selama bertahun-tahun Nabi Adam dan Siti Hawa setelah melakukan kesalahan memakan buah khuldi yang terlarang diturunkan oleh Allah ke dunia. Berdasarkan kajian para Ulama, dilasir dari ‘Haji dari Masa ke Masa’, kemungkinan Nabi Adam diturunkan di negeri India, sedangkan Hawa diturunkan di Irak. Setelah keduanya bertaubat untuk memohon ampun, akhirnya atas ijin Allah SWT mereka dipertemukan di Puncak Bukit Jabal Rahmah ini. Setelah pertemuan tersebut, Nabi Adam dan Hawa melanjutkan hidup mereka dan melahirkan anak-anak keturunannya sampai sekarang. Jabal Rahmah sendiri merupakan bukit batu. Tingginya hanya sekitar 70 meter dan bisa dinaiki melewati batu-batuan terjal. Perjalanan dari bawah kaki bukit hingga sampai ke monumen Adam dan Hawa biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit saja. Di Puncak Jabal Rahmah, saat ini dibangun sebuah monumen dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya delapan meter. Menuju puncak bukit ini, dibangun infrastruktur yang memadai sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk mencapainya. Infrasktruktur ini berupa jalanan berbentuk tangga dengan 168 anak tangga menuju puncak Jabal Rahmah. Jabal Rahmah juga merupakan tempat wahyu terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, tatkala melakukan wukuf. Wahyu tersebut termuat dalam Al Quran surah Al Maidah ayat 3, “…Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Meski Ulama Saudi sendiri sudah menegaskan berziarah ke Jabal Rahmah bukanlah hal yang disunnahkan apalagi diwajibkan, nyatanya banyak peziarah berdatangan dan berdoa menengadahkan tangan di sana saat wukuf. Jamaah haji dari berbagai dunia termasuk Indonesia, selain memadati bukit ini saat wukuf 9 Dzulhijjah. Tidak sedikit mereka menulis nama-nama agar diberikan kelancaran jodoh dan dan kelanggengan pasangan. Selain itu, tempat ini juga digunakan untuk bermunajat dan berdo’a, serta sebagai tempat wisata sejarah dan keislaman. Di sini juga terdapat pedagang suvenir berbagai barang, mulai batu cincin, peci, tasbih, sorban dan pernak-pernik lain. Umumnya para pedagang ini adalah para pendatang yang berasal dari Afrika. Di lokasi Jabal Rahmah ini juga terdapat unta bagi para wisatawan yang ingin mencoba menaiki unta. Para pemilik unta akan mendatangi para wisatawan untuk menawarkan unta mereka sambil befoto. Tarif menaiki unta ini anta lima sampai 10 real.
  • Masjid Namirah. Masjid Namirah pada mulanya adalah sebuah masjid kecil yang dinamai Masjid Arafah atau Masjid Ibrahim. Masjid ini pernah menjadi tempat shalat oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Dinamai Namirah atau Namrah, dinisbatkan kepada sebuah gunung yang berada di sebelah barat masjid. Pada saat itu Rasulullah SAW membangun kemah. Setelah tergelincir matahari, beliau berpindah ke lembah Uranah untuk berkhutbah dan melakukan shalat Zhuhur dan Ashar di sana. Selanjutnya, beliau berkhutbah di masjid yang terletak di perbatasan tanah Arafah dan tanah di luar Arafah (hanya bagian belakangnya saja yang termasuk Padang Arafah, sedangkan bagian depan Masjid Namirah bukan bagian dari Arafah). Sejarah mencatat, perluasan masjid dilakukan secara terus-menerus. Pada masa Pemerintahan Raja Qatyinbay 873-901 Hijriyah, masjid ini diperluas dan terus direnovasi. Sampai kini, masjid tersebut dapat menampung 350 ribu jamaah. Luas area masjid sekitar 124 ribu meter persegi. Bagian belakang masjid ini terdiri atas dua lantai, luasnya sekitar 27 ribu meter persegi. Masjid ini mempunyai enam menara, masing-masing berketinggian 60 meter dan mempunyai tiga kubah, 10 jalan masuk utama, 64 buah pintu, serta terdapat sekitar 1.000 kamar mandi dan toilet.
  • Wadi Uranah Lokasi lembah berada di perbatasan antara tanah Arafah dan di luar Arafah. Tepatnya di sebelah barat Arafah. Lembah ini menjadi lokasi Khutbah Wada.
  • Masjid Shukhairat. Letaknya di kaki Jabal rahmah. Sebelah kanan jalan naik menuju puncaknya. Di sinilah tempat Rasulullah SAW wukuf di Arafah. Lokasi ini merupakan tempat berhentinya unta Quswa milik Rasulullah SAW. Beliau menghadap ke arah kiblat sampai terbenam matahari, lalu bergerak ke arah Muzdalifah.

Sejarah Islam Masa Khulafaur Rasyidin

Sejarah Islam Masa Khulafaur Rasyidin

632 M – Wafatnya Nabi Muhammad dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah. Usamah bin Zaid memimpin ekspedisi ke Syria. Perang terhadap orang yang murtad yaitu Bani Tamim dan Musailamah al-Kadzab.
633 M – Pengumpulan Al Quran dimulai.
634 M – Wafatnya Abu Bakar. Umar bin Khatab diangkat menjadi khalifah. Penaklukan Damaskus.
636 M – Peperangan di Ajnadin atas tentara Romawi sehingga Syria, Mesopotamia, dan Palestina dapat ditaklukkan. Peperangan dan penaklukan Kadisia atas tentara Persia.
638 M – Penaklukan Baitulmuqaddis oleh tentara Islam. Peperangan dan penkalukan Jalula atas Persia.
639 M – Penaklukan Madain, kerajaan Persia.
640 M – Kerajaan Islam Madinah mulai membuat mata uang Islam. Tentara Islam megepung kota Alfarma, Mesir dan menaklukkannya.
641 M – Penaklukan Mesir
642 M – Penaklukan Nahawand, kerajaan Persia dan Penaklukan Persia secara keseluruhan.
644 M – Umar bin Khatab mati syahid akibat dibunuh. Utsman bin Affan menjadi khalifah.
645 M – Cyprus ditaklukkan.
646 M – Penyerangan Byzantium di kota Iskandariyah Mesir.
647 M – Angkatan Tentara Laut Islam didirikan & diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut melawan angkatan laut Byzantium.
648 M – Pemberontakan menentang pemerintahan Utsman bin Affan.
656 M – Utsman mati akibat dibunuh. Ali bin Abi Talib dilantik menjadi khalifah. Terjadinya Perang Jamal.
657 M – Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah. Perang Siffin meletus.
659 M – Ali bin Abi Thalib menyerang kembali Hijaz dan Yaman dari Muawiyah. Muawiyah menyatakan dirinya sebagai khalifah Damaskus.
661 M – Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Pemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (Cucu Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Umat Islam menggantikan Ali bin Abi Thalib.
661 M – Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, 2 kelompok besar pasukan Islam yaitu Pasukan Khalifah Hasan di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damsyik telah siap untuk memulai suatu pertempuran besar. Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rancangan perdamaian kepada Khalifah Hasan yang kemudian dengan pertimbangan persatuan Umat Islam, rancangan perdamaian Muawiyah ini diterima secara bersyarat oleh Khalifah Hasan dan kekhalifahan diserahkan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. Tahun itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Perdamaian/Persatuan Umat (Aam Jamaah) dalam sejarah Umat Islam. Sejak saat itu Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan sistem Kerajaan Islam yang pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) yang dilakukan secara turun temurun (Daulah Umayyah) dari Daulah Umayyah ini kemudian berlanjut kepada Kerajaan-Kerajaan Islam selanjutnya seperti Daulah Abbasiyah, Fatimiyyah, Usmaniyah dan lain-lain.

KRONOLOGIS SEJARAH ISLAM DI DUNIA DARI ABAD KE ABAD

Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi sampai dengan sekarang.

KRONOLOGIS SEJARAH ISLAM DI SUNIA DARI ABAD KE ABAD

  • 1243 M – Bangsa Turki yang hidup secara nomad menetap secara tetap di Asia Kecil.
  • 1299 M – Sebuah wilayah pemerintahan kecil Turki di bawah Turki Seljuk didirikan di barat Anatolia.
  • 1301 M – Osman I menyatakan dirinya sebagai sultan. Berdirinya Kerajaan Turki Usmani.
  • 1345 M – Turki Seljuk menyeberangi Selat Bosporus.
  • 1389 M – Tentara Utsmani menewaskan tentara Serb di Kosovo.
  • 1401 M – Sultan Muhammad I mengirim satu regu utusan dakwah ke pulau Jawa yang dikenal dengan Wali Songo, Surat Perintah Khalifah tersebut saat ini masih tersimpan di Museum Leiden Belanda
  • 1402 M – Timurlane, Raja Tartar (Mongol) menumpaskan tentera Uthmaniyyah di Ankara.
  • 1451 M – Sultan Muhammad al-Fatih menjadi pemerintah.
  • 1453 M – Konstantinopel ditaklukkan oleh tentara Islam pimpinan Sultan Muhammad al-Fatih. Berakhirnya Kerajaan Byzantium.
  • 1475 M – setelah 75 tahun dan melalui pengiriman bertahap regu dakwah Wali Songo ke pulau Jawa hingga 5 angkatan, termasuk Raden Fattah, akhirnya Kekhalifahan Turki Utsmani berhasil membidani berdirinya Kesultanan Demak Bintoro sebagai Kerajaan Islam pertama di pulau jawa dan sebagai perpanjangan amanah khalifah untuk dakwah di pulau Jawa. Seluruh Surat Keputusan dan Surat Perintah Sultan masih tersimpan di Museum Leiden Belanda
  • 1520 M – Sultan Sulaiman al-Qanuni dilantik menjadi sultan.
  • 1526 M – Perang Mohacs1529 M – Serangan dan kepungan ke atas Vienna.
  • 1571 M – Perang Lepanto terjadi.1641 M – Pemerintahan Sultan Muhammad IV1683 M – Serangan dan kepungan ke atas Vienna untuk yang kedua kalinya.1687 M – Sultan Muhammad IV meninggal dunia.
  • 1703 M – Pembaharuan kebudayaan di bawah Sultan Ahmed III.
  • 1774 M – Perjanjian Kucuk Kaynarca.
  • 1792 M – Perjanjian Jassy.1793 M – Sultan Selim III mengumumkan “Pentadbiran Baru”.
  • 1798 M – Napoleon mencoba untuk menaklukkan Mesir.
  • 1804 M – Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia pertama.1815 M – Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia kedua.
  • 1822 M – Bermulanya perang kemerdekaan Greece.
  • 1826 M – Pembunuhan massal tentara elit Janissari. Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di Navarino.
  • 1829 M – Perjanjian Adrianople.
  • 1830 M – Berakhirnya perang kemerdekaan Greece.
  • 1841 M – Konvensyen Selat.
  • 1853 M – Dimulainya Perang Crimea.
  • 1856 M – Berakhirnya Perang Crimea.
  • 1878 M – Kongres Berlin. Serbia dan Montenegro diberi kemerdekaan. Bulgaria diberi kuasa autonomi.
  • 1912 M – Perang Balkan pertama.1913 M – Perang Balkan kedua.
  • 1914 M – Kerajaan Turki Utsmani memasuki Perang Dunia I sebagai sekutu kuasa tengah.
  • 1919 M – Mustafa Kemal Atatürk mendarat di Samsun.
  • 1923 M – Sistem kesultanan dihapuskan. Turki menyatakan sebagai sebuah Republik.
  • 1924 M – Khalifah dihapus. Berakhirnya pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani.

Tanda Tanda MUSLIM Akan Mendominasi Eropa dan Dunia Di Masa Depan

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman,

  • وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ ڪَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَہُمُ ٱلَّذِى ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّہُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنً۬ا‌ۚ يَعۡبُدُونَنِى لَا يُشۡرِكُونَ بِى شَيۡـًٔ۬ا‌ۚ وَمَن ڪَفَرَ بَعۡدَ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ Artinya, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang salih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur [24] ayat 55).

Apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya di atas adalah suatu masa yang sangat diimpi-impikan oleh segenap umat Islam tampaknya sudah mulai nampak tanda tandanya. hal ini dapat dilihat perkembangan umat muslim di Eropa dan Amerika meningkat sangat pesat. Islam telah menjadi agama dengan pertumbuhan pemeluk yang sangat cepat di beberapa negara Eropa. Disaat maraknya aksi anti-islam di dunia barat, justru membuat Islam semakin kuat tumbuh wilayah minoritas. Meski saat ini, umat Islam sedang dalam situasi sulit. Banyak akksi teorisme yang mengatasnamakan Islam, pada akhirnya membuat agama ini menjadi semakin buruk citranya di mata masyarakat barat. Namun, ditengah-tengah isu islamphobia, ternyata beberapa negara di Eropa memiliki jumlah populasi muslim yang semakim pesat

Fakta Peningkatan Muslim Yang Sangat Dahsyat

  • Setelah Jerman, Prancis juga memiliki populasi Muslim yang juga besar. Sebanyak 3,5 juta Muslim tinggal di Negara tersebut. Inggris juga menjadi negara yang memiliki populasi Muslim tinggi. Berdasarkan sensus Pemerintah Inggris terbaru, dikabarkan oleh Reuters, Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya di Inggris dan Wales. Dibanding agama lain, persentase peningkatan Muslimlah yang tertinggi. Sementara, agama mayoritas Inggris, Kristen, justru mengalami penurunan sangat besar dalam sensus nasional negara tersebut.
  • Sensus tersebut menyebutkan, selama satu dekade terakhir, peningkatan jumlah Muslim amat signifikan, yakni mencapai 80 persen. Pada 2001, Muslim Inggris hanya berjumlah 1,5 juta. Pada 2011, jumlahnya meningkat menjadi 2,7 juta jiwa. Saat ini, satu dari 20 orang di Inggris menganut agama Islam. Dengan angka tersebut, Islam merupakan agama non-Kristen terbesar di Inggris. Islam juga menduduki agama terbesar kedua setelah Kristen.
  • Vatikan sempat heboh karena seorang kardinal memublikasikan sebuah video bertajuk “Muslim Demographics”. Pasalnya, video yang juga heboh di Youtube tersebut menggambarkan populasi Muslim yang meningkat tajam di Eropa.
  • Negara Prancis bersama Harvard University AS mensponsori penelitian tentang Islam di Eropa. Keduanya membentuk “Euro-Islam” yang menampung banyak penelitian komparatif tentang Islam dan Muslim di Barat. Mereka pun menjadi sumber informasi bagi media, masyarakat, hingga politikus.
  • Perkembangan jumlah Muslim yang amat pesat tersebut, beragam simbol Islam pun bermunculan di Eropa. Masjid banyak berdiri di setiap negara, bahkan hampir di setiap ibu kota. Muslimah berjilbab berjalan nyaman di jalan-jalan meski beberapa negara masih melarangnya.

Hambatan Umat Muslim di Eropa

  • Seperti Muslim di benua lainnya, Muslim di Eropa juga menghadapi sejumlah tantangan yang harus mereka atasi. Di antaranya Islamofobia dan munculnya kebijakan-kebijakan yang dianggap berbau Islamofobia. Di dalamnya adalah soal cadar, pelarangan pembangunan masjid maupun menara masjid, dan diskriminasi.
  • Pada 29 November 2010 lalu, hasil referendum yang digelar di Swiss menyatakan dukungan terhadap larangan pembangunan menara masjid. Ini kemudian memantik perdebatan dan unjuk rasa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Umat Islam berunjuk rasa menentang pelarangan itu.
  • Terlepas dari soal menara masjid, Muslim di Eropa terus berupaya untuk membangun masjid sebagai sarana beribadah yang layak. Ini terjadi di Swedia, Prancis, Italia, Austria, Yunani, Jerman, dan Slovenia. Banyak juga yang menentang proyek pendirian masjid tersebut.
  • Di Athena, Yunani, Muslim harus menunggu puluhan tahun agar diizinkan mendirikan bangunan masjid. Pemerintah memang pernah menjanjikan, tetapi setelah beberapa pergantian pemerintah, janji itu tak kunjung mewujud. Belum lama ini, Pemerintah Yunani juga menjanjikan segera merealisasikan masjid di Athena.
  • Selama ini, Muslim di Athena menunaikan ibadah shalat di ruangan basement gedung. Selain soal masjid, isu lainnya adalah persoalan cadar. Sejumlah negara di Eropa menetapkan larangan cadar. Belgia dan Prancis, misalnya, meloloskan aturan yang melarang penggunaan cadar di tempat-tempat umum.
  • Menurut mereka, cadar tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Eropa. Meski cadar tak diwajibkan dalam Islam, isu ini menjadi perhatian Muslim di Eropa. Menurut mereka kebijakan ini diskriminatif. Hal yang sama juga ditegaskan oleh kelompok pembela HAM.
  • Amnesty International melayangkan kecaman terhadap pelarangan cadar sebab langkah itu merupakan serangan terhadap kebebasan beragama. Philippe Hensmans dari Amnesty Belgium, menyatakan, pelarangan cadar di Belgia tak melalui pembicaraan nasional yang memadai dan tak jelas apakah itu bertentangan dengan konstitusi atau tidak.
  • Integrasi juga menjadi hal yang kini menjadi sorotan dari sejumlah kalangan di Eropa. Mereka yang gencar mengusung tema ini adalah kelompok sayap kanan. Muslim, yang kebanyakan adalah imigran, dianggap tak bisa berbaur dengan masyarakat di mana mereka tinggal.
  • Pemerintah Jerman gencar mendorong lahirnya integrasi. Mereka melakukan pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam. Tak hanya itu, mereka pun membina para imam masjid agar bisa berbahasa Jerman. Ada semacam kursus para imam yang kebanyakan menggunakan bahasa Turki itu.
  • Muslim juga mengupayakan berbaur dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka membuka masjid dan melakukan dialog antariman untuk saling mengenal dan memahami. Dengan demikian, masyarakat non-Muslim mengetahui apa sebenarnya Islam itu dan bagaimana Muslim menunaikan ibadahnya, misalnya shalat di masjid
  • Pada 29 November 2010 lalu, hasil referendum yang digelar di Swiss menyatakan dukungan terhadap larangan pembangunan menara masjid. Ini kemudian memantik perdebatan dan unjuk rasa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Umat Islam berunjuk rasa menentang pelarangan itu.
  • Terlepas dari soal menara masjid, Muslim di Eropa terus berupaya untuk membangun masjid sebagai sarana beribadah yang layak. Ini terjadi di Swedia, Prancis, Italia, Austria, Yunani, Jerman, dan Slovenia. Banyak juga yang menentang proyek pendirian masjid tersebut.
  • Di Athena, Yunani, Muslim harus menunggu puluhan tahun agar diizinkan mendirikan bangunan masjid. Pemerintah memang pernah menjanjikan, tetapi setelah beberapa pergantian pemerintah, janji itu tak kunjung mewujud. Belum lama ini, Pemerintah Yunani juga menjanjikan segera merealisasikan masjid di Athena.
  • Selama ini, Muslim di Athena menunaikan ibadah shalat di ruangan basement gedung. Selain soal masjid, isu lainnya adalah persoalan cadar. Sejumlah negara di Eropa menetapkan larangan cadar. Belgia dan Prancis, misalnya, meloloskan aturan yang melarang penggunaan cadar di tempat-tempat umum.
  • Menurut mereka, cadar tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Eropa. Meski cadar tak diwajibkan dalam Islam, isu ini menjadi perhatian Muslim di Eropa. Menurut mereka kebijakan ini diskriminatif. Hal yang sama juga ditegaskan oleh kelompok pembela HAM.
  • Amnesty International melayangkan kecaman terhadap pelarangan cadar sebab langkah itu merupakan serangan terhadap kebebasan beragama. Philippe Hensmans dari Amnesty Belgium, menyatakan, pelarangan cadar di Belgia tak melalui pembicaraan nasional yang memadai dan tak jelas apakah itu bertentangan dengan konstitusi atau tidak.
  • Integrasi juga menjadi hal yang kini menjadi sorotan dari sejumlah kalangan di Eropa. Mereka yang gencar mengusung tema ini adalah kelompok sayap kanan. Muslim, yang kebanyakan adalah imigran, dianggap tak bisa berbaur dengan masyarakat di mana mereka tinggal.
  • Pemerintah Jerman gencar mendorong lahirnya integrasi. Mereka melakukan pertemuan dengan organisasi-organisasi Islam. Tak hanya itu, mereka pun membina para imam masjid agar bisa berbahasa Jerman. Ada semacam kursus para imam yang kebanyakan menggunakan bahasa Turki itu.
  • Muslim juga mengupayakan berbaur dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka membuka masjid dan melakukan dialog antariman untuk saling mengenal dan memahami. Dengan demikian, masyarakat non-Muslim mengetahui apa sebenarnya Islam itu dan bagaimana Muslim menunaikan ibadahnya, misalnya shalat di masjid
  • BBC menyebutkan, Islam dinilai sebagai agama yang paling cepat berkembang di Eropa. Islam juga masuk ke Eropa bersamaan dengan masuknya imigran. Kian banyaknya jumlah imigran membuat jumlah populasi Muslim di sana pun ikut terkerek. Di sisi lain, ada pula orang asli Eropa yang memeluk Islam.
  • Faith Matters mengungkapkan, tahun 2015 sebanyak 5.200 warga Inggris menjadi mualaf. Berdasarkan hasil survei, 56 persen mualaf itu merupakan warga kulit putih Inggris. Dari warga asli Inggris yang memeluk Islam itu, sebanyak 62 persen adalah perempuan. Mereka berasal dari kalangan muda, yakni berusia 27 tahun.
  • Ajmal Masroor, seorang imam masjid di London, Inggris, mengungkapkan sekitar tiga perempat mualaf adalah perempuan. Banyak orang mencari kedamaian spiritual. Mereka menemukan jawabannya dalam Islam. Perempuan, lebih mudah merenung dan mengambil langkah yang lebih serius, bahkan saat usia mereka masih muda.
  • Kondisi tersebut telah berlangsung sejak 20 tahun terakhir, terlebih lagi sejak peristiwa pengeboman menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001 di NewYork, Amerika Serikat.

Prediksi Jumlah Umat Islam Di Masa Depan

  • Islam diprediksi akan mendominasi Benua Biru tersebut. Bahkan, terdapat prediksi yang sangat mengagetkan, yakni dalam 39 tahun, Prancis akan menjadi negara Islam.
  • Sebuah Surat kabar terkemuka di Jerman “Die Welt” menyatakan bahwa di tahun 2070 jumlah umat Islam akan melebihi jumlah umat Kristiani di dunia. Dilansir Die Welt beberapa waktu lalu dari studi yang dilakukan Institute Pew Center di kota Washington mengenai agama-agama di dunia dalam 6 tahun terakhir dengan memperhitungkan perubahan darurat struktur penduduk mendapati bahwa populasi umat Muslim akan melebihi jumlah orang Kristen pada tahun 2070 mendatang. Pada tahun 2015 ini umat Kristiani masih menjadi agama yang banyak dianut penduduk dunia dengan pengikutnya mencapai 2,26 miliar orang, disusul kemudian umat Islam ditempat kedua dengan 1,57 Muslim.
  • Dalam penelitiannya Pew Center menjelaskan bahwa penambahan jumlah umat Muslim yang sangat signifikan ini didukung oleh apa yang disebut konsep “jihad demografi”, dengan 3,1 anak untuk setiap Muslimah. Jumlah yang sangat banyak jika dibandingkan wanita Jerman yang hanya memiliki rasio 1,3 anak.
  • Sementara itu, menurut Direktur Pew Center, Alan Cooperman, memprediksi bahwa sebanyak 106 juta orang Kristen berpindah keyakinan ataupun menjadi ateis di tahun 2050 mendatang. Populasi muslim diperkirakan akan meningkat dari 1,6 miliar orang (23% dari populasi dunia pada 2010) menjadi 2,76 miliar orang (30% dari populasi dunia) pada tahun 2050,” tulis Pew dalam laporan risetnya.
  • Meningkatnya populasi muslim di dunia itu juga akan dibarengi dengan persebaran yang berbeda dibandingkan saat ini. Jika sekarang Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan pemeluk Islam terbanyak, pada tahun 2050 India yang akan menjadi negara dengan pemeluk Islam terbanyak.
  • Indonesia hanya akan menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar ketiga setelah India dan Pakistan

Kisah Lengkap Abu Jahal Si Firaun Mekah Hingga Temui Ajal

Kisah Lengkap Abu Jahal Si Firaun Mekah Hingga Temui Ajal

Abu Jahal juga dikenal dengan Al-Hakam ibn Hisyam atau dikenal juga dengan Firaun Mekah. Orang Mekah umumnya mengenal pribadinya sebagai orang yang berwatak keras. Dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa ia memeiliki hati yang keras dan pendendam. Bukan hanya itu, wajahnya tampak kelam seakan penyakit hati dalam dirinya tak pernah sembuh. Orang yang bertemu dengannya pasti akan merasa takut dan miris, karena selain kedudukannya di kalangan kaum kafir Quraisy, juga karena wataknya yang galak dan berperangai buruk. Bahkan dari kemampuan face reader saja sudah bisa diketahui bahwa pandangan matanya yang tajam tampak menakutkan bagi kebanyakan orang. Ia juga sering mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati orang lain. Pokoknya, siapa saja yang telah mengenal perangainya pasti akan berusaha menjauhinya, kecuali para sahabatnya yang berwatak sama.
Profil Abu Jahal

  • Badannya tampak tak terlalu tegap dan tidak gagah, tapi sifatnya yang keras membuat banyak orang takut padanya. Tapi walau demikian, karena prilakunya yang buruk terhadap Islam, Nabi dan Sahabatnya sehingga ia harus berakhir di tangan 2 anak muda yang gagah berani dalam perang badar. 

Perlakuannya Al-Hakam ibn Hisyam pada Rasulullah saw.

  • Dalam hati Abu Jahal sebenarnya punya impian untuk menjadi pemuka bagi kaum Quraisy. Ia berharap bahwa suatu hari nanti bisa jadi pemimpin bagi kaumnya dan juga pemimpin kota Makkah. Tapi angan-angannya hanyalah impian semata karena Allah swt. tidak pernah meridhoi itu, bahkan hingga ajal menjemputnya pada perang Badar ia dihinakan oleh Allah swt.
  • Ketika Muhammad putra Abdullah mendapat tugas mulia untuk menjadi Nabi dan Rasul Allah swt. dan mengumumkan dakwahnya pada masyarakat Mekah kala itu, Abu Jahal yang dikenal dengan wataknya yang pendengki merasa bahwa impiannya untuk menjadi orang nomor satu di kalangan kaum Quraisy semakin jauh dari kenyataan. Kini, ia merasa bahwa kepempinan atas kota suci tidak akan jatuh ke tangannya, apalagi saat itu banyak sekali anggota keluarganya yang mempercayai ajaran Muhammad dan memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agama mereka yang baru, yang penuh dengan kebenaran dan kasih sayang. Dan mulai pada saat itu, sakit hatinya semakin menjadi-jadi setiap kali mengetahui kabar tentang keislaman penduduk Mekah.
  • Dikarenakan situasi tersebut, dalam kisah Abu Jahal ini, diketahui bahwa ia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan pasukan kafir, yakni kaum Quraisy yang bersepakat menghentikan dakwah Muhammad saw. yang mereka anggap mengancam eksistensi Tuhan mereka. Semenjak itu, Abu Jahal tanpa hentinya melakukan berbagai usaha dan upaya untuk menyakiti dan mencelakakan Muhammad beserta para pengikutnya. Di tambah lagi dengan kebiasaannya minum arak, sebagaimana kebiasaan yang banyak dilakukan pemuda Mekah kala itu, membuat hati dan pikirannya dipenuhi dengan kebencian.

Peran Abu Jahal terhadap penyiksaan budak-budak yang masuk Islam

  • Semenjak diproklamirkannya kerasulan Muhammad saw., suasana kota Mekah menjadi ‘panas’, di sana-sini terjadi penyiksaan, terutama pada kaum budak yang tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri dan penolong yang dapat membelanya.
  • Penduduk Mekah kala itu menyaksikan dengan jelas bagaimana para pemimpin mereka melakukan penyiksaan dan penindasan terhadap pengikut nabi Muhammad saw. Cuma satu tujuan mereka, yakni memaksa agar setiap orang yang telah murtad dari agama nenek moyang mereka, yakni menyembah berhala terkutuk, kembali dan meninggalkan agama Muhammad yang mereka anggap memecah-belah persaudaraan di antara mereka dan mengancam kedudukan mereka, ya karena ajaran Islam mengajarkan kesetaraan dan yang membedakan hanya Taqwa kita kepada Allah swt.
  • Salah satu kisah dari keluarga budak yang tak luput dari siksa majikannya adalah kelurga budak yang terdiri dari Yasir ibn Amir dari Yaman, dan istrinya Samiyyah bint Khayyath dan juga anaknya Ammar bin Yasir, mereka merupakan budak dari keluarga Bani Makhzum. Karena keputusan mereka memeluk Islam sebagai agama baru mereka, hingga akhirnya mendapat penyiksaan dari para pemuka Quraisy, termasuk di dalamnya Abu Jahal.
  • Dalam kisah dari Profil Abu Jahal ini dikisahkan bahwa pada suatu hari Abu Jahal mengunjungi tempat keluarga Makhzum yang mana di tempat itu dilakukan penyiksaan terhadap Yasir dan keluarganya. Abu Jahal terlihat senang sekali melihat meraka kesakitan sambil terbelunggu oleh rantai besi yang berat. Tubuh dari masing-masing budak itu terlihat lemas tak berdaya akibat beratnya siksa yang mereka derita. Di samping itu, majikannya juga sering memberikan siksaan yang tak manusiawi pada mereka, mereka bahkan sering dijemur di bawah terik panas matahri yang memanggang kulit. Terkadang pula mereka disiksa dengan diberi lempengan besi yang sangat panas di tubuh mereka sehingga tampak kulit mereka melepuh dan mengelupas.
  • Lalu apa yang bisa dilakukan oleh keluarga Yasir terhadap penyiksaan tersebut? Mereka tak bisa berbuat apa-apa karena status mereka sebagai budak yang tak mempunyai kuasa atas diri mereka sendiri. Bahkan Rasulullah saw. sewaktu melihat mereka disiksa tak bisa berbuat apa-apa (karena dalam aturan Jahiliyyah waktu itu sama sekali tak memungkinkan beliau melakukan tindakan apa-apa, selain karena jumlah umat Islam waktu itu masih sangat sedikit). Rasulullah saw. pun kala melihat keadaan pengikutnya tersebut memberikan kabar gembira berupa surga dengan bersabda, “ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir. Tempat kembali kalian adalah surga!”
  • Walau penyiksaan demi penyiksaan dilakukan oleh Abu Jahal dan keluarga Makhzum, tapi tetap saja keluarga Yasir tak bergeming sedikit pun untuk meninggalkan agama Muhammad. Hingga suatu ketika, ketika Abu Jahal berkata pada Samiyyah, istri Yasir, yang ketika itu sedang dipanggang di bawah terik panas matahari, di atas pasir yang panas, dengan kalimat “Kafirlah dari agama Muhammad. Hinalah dan campakkanlah Muhammad.!” Abu jalah berjanji bahwa jika ia kembali pada agama lamanya ia akan dibebaskan.
  • Namun apa yang terjadi.? Sikap Samiyyah semakin kukuh dalam keislamannya. Ia sama sekali tak tertarik dengan tawaran tersebut. Bahkan di tengah rintihannya tersebut ia masih bisa berucap dengan tegas bahwa “Tidak…. aku tidak akan kafir dari agama Muhammad. Ia adalah Nabi yang diutus Tuhan.!”
  • Jawaban Samiyyah tersebut seperti tamparan bagi Abu Jahal. Ternyata penyiksaan yang ia lakukan selama ini tak ada hasilnya. Samiyyah bahkan semakin keras menolak ancamannya. Hingga pada akhirnya… Abu Jahal kehilangan kendali, amarahnya memuncak, sehingga akhirnya ia tusukkan tombaknya (dalam keterangan lain disebutkan ‘belatinya’) pada perut wanita suci tersebut. Akhinya, darah suci pertama, yang disebut sebagai syahid pertama dalam Islam, tumpah membasahi pasir bumi Mekah.
  • Selanjutnya, kejadian demi kejadian terus terjadi. Sikap Abu Jahal yang memusuhi Islam kian menjadi-jadi. Sepertinya, kebenciannya tak akan sirna hingga ajalnya menjemput.
  • Berbagai usaha dilakukan oleh Abu Jahal agar orang-orang mau membenci Muhammad dan juga pada pengikut-pengikutnya. Ia sungguh ingin melihat Islam padam di bumi Mekah. Setiap mendengar kabar tentang kesilaman seseorang ia selau melakukan berbagai usaha untuk mengajak orang tersebut kembali pada agamanya, mulai dari membujuknya dengan harta, hingga mengancam dan menyiksa.

Kisah Abu Jahal Menyakiti Rasulullah

  • Abu Jahal juga punya kebiasaan ngumpul dan duduk bersama sahabat-sahabatnya yang sefaham dengannya. Dari pertemuan-pertemuan semacam itu, mereka merencanakan berbagai siasat untuk melemahkan Islam dan pngikutnya. Suatu ketika, Abu Jahal dan kawan-kawannya tengah membicarakan strategi untuk menyakiti Muhammad. Dan kebetulan, waktu itu mereka sedang melihat Nabi berjalan menuju Ka’bah, tempat dimana mereka sedang duduk waktu itu. Dengan wajah yang ceria beliau berjalan, dan ketika telah dekat, Abu Jahal pun bangkit dari duduknya dan berkata dengan nada sinis, “Apakah kalian pernah melihat Muhammad bersujud menundukkan kepalanya?” Kawan-kawannya dengan karakter yang kurang lebih sama lantas menjawab, “Benar! Kami biasa melihatnya sujud dan mengatakan bahwa ia sedang salat kepada Tuhannya. Tuhan Yang ESA.” Lantas Abu Jahal berkata dengan nada membanggakan diri, “Demi Latta dan Uzza, jika aku melihatnya bersujud, aku akan tendang bokongnya, dan akan kulumuri dengan tanah wajahnya, tanah Makkah.”
  • Singkat cerita, Rasulullah saw. pun tiba di Masjidil Haram lalu salat. Dan karena telah bersumpah sebelumnya, maka Abu Jahal pun bangkit agar bisa mewujudkan janjinya tersebut, yakni melakukan seperti apa yang ia katakan sebelumnya. Namun, apa yang terjadi? Ia sama sekali tidak bisa melancarkan rencananya. Jangankan melakukan seperti apa yang ia katakan, menghampiri Nabi saja tidak, karena ia seakan dihalangi oleh dinding yang kuat. Dan tak lama berselang, Allah swt. pun menurunkan ayat kepada Rasul-Nya: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena ia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).” (Al-Alaq: 6-8)
  • Di hari yang lain, Abu Jahal kembali melakukan hal yang sama. Setelah Rasulullah saw. salat, Abu Jahal memandangi Nabi dengan pandangan sinis. Ia lalu mendekatinya dan berkata dengan suara yang menandakan bahwa ia sangat benci dengan utusan Tuhan tersebut, “Wahai Muhammad, aku melarangmu salat dan jangan pernah mendekati tempat ini (Masjidil Haram dan Ka’bah). Jika kau bersikeras, maka lihatlah apa yang akan kulakukan kepadamu.” Namun, waktu itu, Rasulullah sama sekali tidak menghiraukannya dan pergi menjauhinya. Dan belum lama setelah itu Allah pun menurunkan ayat mengenai sikap Abu Jahal tersebut: “Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran atau ia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? Ketahuilah, sesungguhnya jika ia tidak berhenti (berbuat demikian), nisacaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al-Alaq: 9-16)
  • Di hari yang lain lagi Abu Jahal kembali ingin menghentikan rutinitas Nabi melakukan salat. Namun, setiap kali mau mendekati beliau ia melihat seekor unta yang sangat besar menghalanginya. Dan bersamaan dengan ini juga turun surah Al-Alaq ayat 17-19.

Kisahnya dengan Abdul Muththalib

  • Suatu hari, ketika Hamzah bin Abdul Muththalib pulang dari berburu. Seperti biasa, sebelumnya ia singgah di ka’bah untuk berdoa kepada tuhan-tuhannya. Waktu itu ia belum masuk Islam. Akan tetapi saat baru saja masuk di Masjidil Haram datang seorang wanita dan berkata kepadanya, “Wahai Abu Imarah, seandainya kau melihat apa yang dialami oleh putra saudaramu, Muhammad, dan mendengar penhinaan yang dilontarkan Abu Jahal kepadanya, entah apa yang akan kau perbuat kepadanya.”
  • Kemudian wanita itu menceritakan apa yang dilkukan Abu Jahal kepada Muhammad. Dan tak lama setelah itu, Hamzah bin Abdul Muththalib bergegas menemui Abu Jahal dalam keadaan marah. Dan tanpa berkata-kata ia langsung menarik baju Abu Jahal lalu membantingnya ke tanah dan memukul kepalanya dengan sangat keras. Dan karena tak terima, para pengikutnya berniat membalas perlakukan Hamzah tersebut, tapi dilarang oleh Abu Jahal karena ia tak mau keluarga Makhzum bermusuhan dengan keluarga Hasyim. Dan sejak itulah, kebencian dari Abu Jahal kepada Muhammad menjadikan Hamzah memeluk Islam dan menjadi muslim yang sangat taat.

Abu Jahal dan si Pedagang Asing

  • Pernah juga seorang pedangan unta dari Irak melakukan transaksi dengan Abu Jahal. Perjanjiannya, setelah beberapa hari, Unta yang dibeli oleh Abu Jahal darinya akan dibayar. Namun, setelah beberapa hari Abu Jahal tak kunjung membayarnya. Setiap kali ingin ditemui, ia tak pernah muncul entah kemana. Sehingga akhirnya, karena tak bisa lagi berbuat apa-apa, ia mendatangi para pemuka Mekkah yang tengah berkumpul di Ka’bah guna menceritakan masalahnya.
  • Singkat cerita, karena para pemuka tersebut menyadari kesalahan yang dilakukan Abu Jahal, sembari mereka merasa seakan-akan mendapat kesempatan emas untuk meruncingkan permusushan antara Abu Jahal dan Muhammad, maka pada akhirnya mereka pun meminta pedagang tersebut menemui Muhammad untuk menagihkan utangnya. Mereka berpikir bahwa beliau tak akan sanggup melakukannya karena tak punya pengaruh untuk menekan Abu Jahal. Namun apa yang terjadi? Baru mendengar kedatangan Nabi di depan pintunya, Abu Jahal langsung merasa gemetaran. Ia terkejut saat melihat nabi berdiri di depannya. Mukanya tampak sangat pucat. Dan ketika Rasulullah bertaka dengan tegas, “Berikan hak laki-laki ini sekarang juga!” ia tak mampu mengelak dan segera mengambil uang untuk membayar utangnya.
  • Dan karena pedangan tersebut meceritakan kejadiannya pada para pemuka Mekah yang sebelumnya memintanya untuk minta bantuan pada Nabi, para pemuka tersebut merasa heran dan berusaha menanyakan kepada Abu Jahal mengapa hal tersebut bisa terjadi. Dan Abu Jahal pun berkata bahwa ia melakukan hal tersebut karena dirinya diliputi rasa takut, karena ketika Nabi berdiri di depan pintu rumahnya ia melihat binatang buas yang siap menerkamnya dengan mulut menganga. Tapi apakah ia sadar setelah itu? Sama sekali tidak, ia malah semakin memusihi Islam.

Abu jahal Rencana membunuh Nabi Muhammad saw.

  • Abu Jahal dan juga para pengikutnya tak pernah merasa tenang selama Islam masih terus tumbuh di tanah leluhur mereka. Di samping itu, mereka juga sangat benci pada penduduk Yastrib (sekarang Madinah) karena banyak dari mereka menyatakan sumpah setia kepada Nabi untuk mendukung dakwahnya dan menjaganya dari segala bencana.
  • Karena merasa sangat khawatir, dikarenakan banyak kesatria dan pemuka Mekah yang beralih mendukung Muhammad karena telah beralih memeluk agams Islam, kaum kafir Quraisy pun akhirnya melakukan pertemuan untuk membahas masalah ini. Singkat cerita, dalam profil Abu Jahal ini, diputuskanlah untuk membunuh Muhammad. Dan agar tak ada orang yang menuntut kematiannya, khususnya keluarga Hasyim, maka setiap kabilah yang bersekongkol mengirimkan seorang pemuda untuk membunuh Muhammad.
  • Namun, sayang seribu sayang, karena tak ada yang luput dari pengawasan Allah swt. akhirnya rencana busuk mereka diketahui oleh Nabi yang mana disampaikan oleh Jibril. Untuk itu, beliau dipertintahkan untuk hijrah ke Yastrib yang mana waktuitu ditemani oleh sahabatnya tercinta, yakni Abu Bakr. Hingga akhrinya rencara Abu Jahal tesebut lagi-lagi gagal dan berujung kekesalan.

AJAL Abu jahal berakhir  Di Perang Badar

  • Dalam kisah perang badar ini, saat dua pasukan saling berhadapan dan siap menyerang, dimulai dengan pemanasan yang mana pertama dilakukan duel antara 3 kaum kafir dan 3 dari kamu Muhajirin. Dari kamu kafir ada Utbah dan Syaibah serta al-Walid ibn Utbah, sedang dari pihak muslim ada Hamzah ibn Abdul Muththalib, Ali ibn Abu Thalib, dan Ubaidah ibn Al-Harits. Hingga akhirnya, pada waktu itu Syaibah dan Al-Walid bisa terbunuh, hanya saja Utbah tidak dan berhasil melukai Al-Harits.
  • Saat perang terjadi Abu Jahal mengambil peran sebagai pemimpin kaum kafir, sedang Ali ibn Abu Thalib sebagai pemimpin kaum muslim. Dalam profil dan kisah Abu Jahal ini dikisahkan bahwa ketika perang berkecamuk dimana waktu itu sang pemimpin kafir berdiri dengan angkuhnya sambil menghunus pedangnya, tanpa ia sadari ada dua anak muda yang sedang mengawasinya, mengendap-ngendap sambil sesekali mengayungkan pedangnya untuk bisa mendekati dedengkot kafir tersebut. Kedua anak yang dimaksud tersebut adalah Muaz ibn Amr ibn Jamuh dan Muaz ibn Afra. Mereka sebelumnya telah mendengar tentang kejahatan dan kebengisan pemimpin kafir tersebut. Karenanya, keduanya sangat berhasrat ingin menghabisi Abu Jahal dengan pedang mereka sendiri.
  • Sebelum penyerangan keduanya dimulai, Muaz ibn Amr mendekati Abdurrahman ibn Auf dan bertanya, “Paman, manakah orang yang bernama Abu Jahal?” beliu lantas menjawab, “Apa yang akan kau lakukan kepadanya?” Pemuda dengan penuh semangat itu menjawab, “Aku mendengar bahwa ia sering mencela Rasulullah saw. Demi Zat yang menguasai ubun-ubunku, seandainya kami bertemu dengannya, aku akan membunuh dan menghitamkan wajahnya sehingga ia mati tesungkur dengan pedang kami.” Abdurrahman bin Auf terkejut mendengar ucapan pemuda tadi. Dan tak ingin kalah, ibn Auf juga berkata, “Aku juga paman. Aku telah bersumpah kepada Allah untuk membunuhnya atau terbunuh olehnya.” Abdurrahman bin Auf lalu mengarahkan tangannya ke kerumuman pasukan kafir untuk menunjuk Abu Jahal yang dijaga ketat dan berlapis-lapis oleh pasukan pengamanannya. Kebetulan sekali, waktu itu Abu Jahal tengah berdiri angkuh sambil berkata “Demi Latta dan Uzza, kita tidak akan pulang sehingga kita cerai-beraikan tubuh mereka di gunung-gunung.” Dan tanpa banyak bicara dan tanpa pikir panjang sebagaimana karakter banyak anak muda, maka kedua pemuda tersebut langsung berlari berusaha mendekati dedengkot kafir tersebut. Dengan sigap ia mengayungkan pedangnya untuk menyingkirkan orang-orang yang menjaga Abu Jahal. Dan tak lama setelah itu, setelah pedang kedua anak muda itu sudah mampu mencapai sasarannya, dengan cepat Muaz bin Amr menyabet kaki Abu Jahal. Dan tak ingin kehilangan kesempatan emas tersebut, Muaz ibn Afra juga langsung menusukkan pedangnya ke tubuh Abu Jahal hingga ia tak mampu lagi berdiri dan jatuh terkapar di pasir Badar. Al-Harits ibn Hisyam (saudara Abu Jahal) juga menyaksikan kejadian tersebut, namun karena melihat pasukannya mulai terdesak, ia pun akhirnya kabur dari medan perang. Adapun Ikrimah bin Abu Jahal, ia berhasil menebas tangan Muaz bin Amr dan berhasil melepaskan zirahnya. Perang Badar pun berakhir yang mana umat muslim menjadi pemenangnya.
  • Setelah perang tersebut usai, Rasulullah saw. menanyakan keberadaan Abu Jahal. Beliau lalu berkata, “Carilah orang yang kedua lututnya terluka.” (ucapan nabi ini juga mengisyaratkan mukjizat kenabiannya karena mampu mengetahui ciri-ciri kematian Abu Jahal walau tak menyaksikan proses terbunuhnya). Dan Abdullah ibn Mas’ud pun mencarinya di antara mayat-mayat kaum kafir yang bergelimpangan. Akhirnya ia melihat orang yang ciri-cirnya disebutkan oleh Nabi tersebut, dan ternyata betul, orang yang kedua lututnya terluka karena sabetan pedang dan sedang mengalami sakratul maut tersebut adalah si Abu Jahal. Ibn Mas’ud pun lalu menginjak dadanya dan berkata, “Allah telah menghinakanmu, wahai musuh Allah!” Akhir dari kisah Abu Jahal / Amr ibn Hisyam ini sungguh tragis. Setelah meningga dunia, Ibn Mas’ud lalu memenggal kepalanya lalu membawanya ke hadapan Nabi Muhammad saw. Itulah cerita sebenarnya dari orang yang dijuluki Firaun Makkah, yang terkapar tak berdaya hanya karena serangan dua pemuda muslim.

Abu Jahal dan Abu Lahab, Kisah Permusuhan Dengan Islam 

Amr bin Hisyām atau Abu Jahal artinya Bapak Kebodohan adalah salah seorang pemimpin penduduk Mekkah, yang terkenal akan permusuhannya terhadap kaum Muslim. Ia memiliki anak yang memeluk agama Islam dan diyakini oleh umat Islam sebagai salah seorang syuhada, ia bernama Ikrimah. Amr bin Hisyam mati terbunuh dalam Perang Badar, yang terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah. Abu Jahal telah di catat dalam Al Qur’an sebagai salah satu ahli Neraka Jahannam.

Abu Jahal dan Abu Lahab

  • Abu Jahal berbeda dengan Abu Lahab. Abu Jahal bukanlah seorang paman atau kerabat Muhammad tidak seperti Abu Lahab. Muhammad berasal dari Bani Hasyim, sedangkan Abu Jahal berasal dari Bani Makhzum meskipun keduanya berasal dari satu suku yang sama (Quraisy). Abu
  • Jahal juga dikenal sebagai Asadul ahlaf (singa dari kelompok penentang yang telah bersumpah untuk memerangi Islam dan Muhammad).
  • Julukannya adalah “Abu al-Hakam” (ابوالحكم), ( “Bapak kebijaksanaan”) karena ia adalah seorang pria yang terenal akan kebijaksanaan dan kecerdasannya sehingga para tetua Quraisy sering meminta bantuannya dalam menghadapi masalah. Bahkan pada usia tiga puluh tahun, ia diundang untuk menghadiri majelis khusus yang diadakan di Dār’un Nadwa, kediaman milik Hakim bin Hazm. Padahal, usia minimal yang diperlukan jika ingin hadir pada pertemuan tersebut adalah empat puluh tahun.
  • ‘Amr bin Hisyam selalu memusuhi Muhammad dan menolak dakwah dan kenabiannya. Oleh karena itu Muhammad menyebut dirinya sebagai Abu Jahal (أبو جهل ‘) ( “Bapak Kebodohan”).
  • Inilah kisah dari manusia yang juga dijuluki Firaum Mekah, walah badannya tampak tak terlalu tegap dan gagah, tapi sifatnya yang keras membuat banyak orang takut padanya. Tapi walau demikian, karena prilakunya yang buruk terhadap Islam, Nabi dan Sahabatnya sehingga ia harus berakhir di tangan 2 anak muda yang gagah berani dalam perang badar.
  • Perlakuannya Al-Hakam ibn Hisyam pada Rasulullah saw. Dalam hati Abu Jahal sebenarnya punya impian untuk menjadi pemuka bagi kaum Quraisy. Ia berharap bahwa suatu hari nanti bisa jadi pemimpin bagi kaumnya dan juga pemimpin kota Makkah. Tapi angan-angannya hanyalah impian semata karena Allah swt. tidak pernah merhidai iitu, bahkan hingga Ketika Muhammad putra Abdullah mendapat tugas mulia untuk menjadi Nabi dan Rasul Allah swt. dan mengumumkan dakwahnya pada masyarakat Mekah kala itu, Abu Jahal yang dikenal dengan wataknya yang pendengki merasa bahwa impiannya untuk menjadi orang nomor satu di kalangan kaum Quraisy semakin jauh dari kenyataan. Kini, ia merasa bahwa kepempinan atas kota suci tidak akan jatuh ke tangannya, apalagi saat itu banyak sekali anggota keluarganya yang mempercayai ajaran Muhammad dan memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agama mereka yang baru, yang penuh dengan kebenaran dan kasih sayang. Dan mulai pada saat itu, sakit hatinya semakin menjadi-jadi setiap kali mengetahui kabar tentang keislaman penduduk Mekah.

Abu Lahab

  • Abu Lahab bin ‘Abdul Muttalib adalah paman Nabi Muhammad yang terkenal akan kebenciannya terhadap ajaran Islam. Namanya disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Lahab yang merupakan pengutukkan atasnya sebagai salah satu musuh Islam. Nama lengkapnya adalah Abdul al-Uzza bin ‘Abdul Muttalib dan panggilannya Abu Lahab (bapak dari api yang berkobar), karena pipinya selalu merah atau seperti terbakar. Istrinya adalah Ummu Jamil, yang telah melahirkan dua anak Utbah bin Abu Lahab and Utaybah bin Abu Lahab.

Kisah Kehebatan Pertempuran Khaibar, Ketika Pasukan Muslim Hancurkan Yahudi

Kisah Kehebatan Pertempuran Khaibar, Ketika Pasukan Muslim  Hancurkan Yahudi

Pertempuran Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Muhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi. William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam. Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan umat Islam, dan Muhammad berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat. Hanya beberapa hari Muhammad berada di Madinah usai peristiwa Hudaibiya itu. Sekitar dua pekan kemudian, rasul bahkan memimpin sendiri ekspedisi militer menuju Khaibar, daerah sejauh tiga hari perjalanan dari Madinah. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di jazirah Arab. Terutama setelah Yahudi di Madinah ditaklukkan oleh rasulullah.

Yahudi tak mempunyai cukup kekuatan untuk menggempur kaum Muslimin. Namun mereka cerdik. Mereka mampu menyatukan musuh-musuh Muhammad dari berbagai kabilah yang sangat kuat. Hal itu terbukti pada Perang Khandaq. Bagi warga Muslim di Madinah, Yahudi lebih berbahaya dibanding musuh-musuh lainnya.

Maka Muhammad menyerbu ke jantung pertahanan musuh. Suatu pekerjaan yang tak mudah dilakukan. Pasukan Romawi yang lebih kuat pun tak mampu menaklukkan benteng Khaibar yang memiliki sistem pertahanan berlapis-lapis yang sangat baik. Sallam anak Misykam mengorganisasikan prajurit Yahudi. Perempuan, anak-anak dan harta benda mereka tempatkan di benteng Watih dan Sulaim. Persediaan makanan dikumpulkan di benteng Na’im. Pasukan perang dikonsentrasikan di benteng Natat. Sedangkan Sallam dan para prajurit pilihan maju ke garis depan.

Sallam tewas dalam pertempuran itu. Tapi pertahanan Khaibar belum dapat ditembus. Muhammad menugasi Abu Bakar untuk menjadi komandan pasukan. Namun gagal. Demikian pula Umar. Akhirnya kepemimpinan komando diserahkan pada Ali.

Di Khaibar inilah nama Ali menjulang. Keberhasilannya merenggut pintu benteng untuk menjadi perisai selalu dikisahkan dari abad ke abad. Ali dan pasukannya juga berhasil menjebol pertahanan lawan. Harith bin Abu Zainab -komandan Yahudi setelah Sallam-pun tewas. Benteng Na’im jatuh ke tangan pasukan Islam.

Setelah itu benteng demi benteng dikuasai. Seluruhnya melalui pertarungan sengit. Benteng Qamush kemudian jatuh. Demikian juga benteng Zubair setelah dikepung cukup lama. Semula Yahudi bertahan di benteng tersebut. Namun pasukan Islam memotong saluran air menuju benteng yang memaksa pasukan Yahudi keluar dari tempat perlindungannya dan bertempur langsung. Benteng Watih dan Sulaim pun tanpa kecuali jatuh ke tangan pasukan Islam.

Yahudi lalu menyerah. Seluruh benteng diserahkan pada umat Islam. Muhammad memerintahkan pasukannya untuk tetap melindungi warga Yahudi dan seluruh kekayaannya, kecuali Kinana bin Rabi’ yang terbukti berbohong saat dimintai keterangan rasulullah.

Perlindungan itu tampaknya sengaja diberikan oleh rasulullah untuk menunjukkan beda perlakuan kalangan Islam dan Kristen terhadap pihak yang dikalahkan. Biasanya, pasukan Kristen dari kekaisaran Romawi akan menghancurludeskan kelompok Yahudi yang dikalahkannya. Sekarang kaum Yahudi Khaibar diberi kemerdekaan untuk mengatur dirinya sendiri sepanjang mengikuti garis kepemimpinan Muhammad dalam politik.

Muhammad sempat tinggal beberapa lama di Khaibar. Ia bahkan nyaris meninggal lantaran diracun. Diriwayatkan bahwa Zainab binti Harith menaruh dendam pada Muhammad. Sallam, suaminya, tewas dalam pertempuran Khaibar. Zainab lalu mengirim sepotong daging domba untuk Muhammad. Rasulullah sempat mengigit sedikit daging tersebut, namun segera memuntahkannya setelah merasa ada hal yang ganjil. Tidak demikian halnya dengan sahabat rasul, Bisyri bin Bara. Ia meninggal lantaran memakan daging tersebut.

Khaibar telah ditaklukkan. Rombongan pasukan rasulullah kembali ke Madinah melalui Wadil Qura, wilayah yang dikuasi kelompok Yahudi lainnya. Pasukan Yahudi setempat mencegat rombongan tersebut. Sebagaimana di Khaibar, mereka kemudian ditaklukkan pula. Sedangkan Yahudi Taima’ malah mengulurkan tawaran damai tanpa melalui peperangan.

Dengan penaklukan tersebut, Islam di Madinah telah menjadi kekuatan utama di jazirah Arab. Ketenangan masyarakat semakin terwujud. Dengan demikian, Muhammad dapat lebih berkonsentrasi dalam dakwah membangun moralitas masyarakat.

Kaum Yahudi menyerah dengan syarat membayar pajak dan memberikan tanahnya kepada umat Islam. Akibatnya, mereka banyak yang menjadi hamba sahaya. Menurut Stillman, orang-orang Yahudi dari Bani Nadhir tidak termasuk dalam perjanjian ini, dan seluruh orang bani Nadhir akhirnya dibunuh, kecuali anak-anak dan wanita yang dijadikan budak.[1] Setelah pertempuran ini orang-orang Yahudi masih tinggal di Khaibar, hingga akhirnya diusir oleh khalifah Umar bin Khattab. Pembebanan pajak terhadap orang-orang Yahudi menandai dimulainya penerapan jizyah terhadap para dzimmi di bawah pemerintahan Islam, dan penahanan tanah mereka menjadi milik komunitas Islam.

Karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata “Khaibar” sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam.

Allahu akbar, Allahu Akbar. Hai Bar hai bar, ya ya hud. Zaisu Muhammad saufa ya hud. Labaik ya Aqsa, labaik ya Aqsa,”

Hadits Nabi: Palestina akan menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman

Palestina akan menjadi Bumi Hijrah di Akhir Zaman
Nubuwat lain yang juga menakjubkan adalah bahwa negeri Palestina ini akan menjadi bumi hijrah akhir zaman. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dari Abdullah bin Amru bin Ash berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, 

  • “Akan terjadi hijrah sesudah hijrah, maka sebaik-baik penduduk bumi adalah orang-orang yang mendiami tempat hijrah Ibrahim, lalu yang tersisa di muka bumi hanyalah orang-orang yang jahat. Bumi menolak mereka, Allah menganggap mereka kotor, dan api akan menggiring mereka bersama para kera dan babi.” [HR. Abu Daud. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 3202]

Maukah Jokowi Mengikuti Sikap Ulama Indonesia, Untuk Usir Dubes Amerika dan Boikot Produk Amerika ?

Maukah Jokowi Mengikuti Sikap Ulama Indonesia Untuk Usir Dubes Amerika dan Boikot Produk Amerika ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , Presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika dengan tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. Beranikah Jokowi melawan petisi Ulama Indonesia untuk Usir Dubes Amerika dan boikot produk Amerika.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”

Berbeda dengan jokowi, pernyataan sikap Majelis Ulama Insonesia lebih nyata dan lebih tegas bukan sekedar retorikal. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.


Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Inilah Perbedaan Sikap Jokowi dan Majelis Ulama Indonesia, Bukan Sekedar Retorikal ?

Sikap Amerika yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel tampaknya membuat dunia khusuanya umat muslim berguncang. Tidak hanya para pemimpin dunia , presiden Indonesia dan Majelis ulamapun mengungkapkan sikap terhadap pernyataan Amerika tersebut. Terdapat perbedaan mendasar atas pernyataan sikap Jokowi yang mewakili Indonesia dan pernyataan petisi dari Majelis Ulama Indonesia. Para pengamat mengatakan bahwa terdapat perbedaan mendasar dari sikap tersebut. Bila pernyataan Jokowi hanya dianggap sebagai retorikal maka pernyataan sikap para ulama Indonesia bukan sekedar kata tapi tindakan nyata langsung untuk membela Palestina dan menekan Amerika secara tegas. Pernyataan sikap atau petisi dari ulama tersebut salah satunya mencopot Amerika dari PBB, mengusir dubes Amerika dan memboikot produk Amerika bila Amerika tidak merubah pernyataannya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyikapi Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Berikut adalah pernyataan lengkap Jokowi. Hal  itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017). Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Wamenlu AM Fachrir, Menkominfo Rudiantara, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Jubir Presiden Johan Budi. Inilah  pernyataan Jokowi selengkapnya: “I

ndonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.  Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia. Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945. Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS.  Saya telah memerintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia”


Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas.

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.



Tokoh masyarakat dan pejabat di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua MUI Ma’ruf Amin, Pimpinan DPR RI Fadli Zon, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat hadir di tengah massa. Dalam kesempatan ini, Fadli Zon menyampaikan sambutannya di atas panggung. Mengenakan kafiyeh, Fadli Zon berorasi meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap tegas menyikapi polemik Yerusalem. “Yerusalem adalah ibukota Palestina. Maka, saya mengimbau Presiden Indonesia agar mengatakan Yerusalem Ibu Kota Palestina,” katanya di hadapan massa yang memadati Monas. “Jangan hanya kita mengimbau, mengimbau saja. Jangan hanya prihatin, prihatin. Kita harus lebih dari itu,” tambahnya. Fadli Zon memberi usulan konkrit yang perlu dilakukan Presiden Joko Widodo, yaitu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina. “Yang lebih konkrit, Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina,” teriaknya.

Kisah Tragis Rachel Corrie Saat Bela Palestina, Inspirasi Bagi Umat Dunia

Kisah Tragis Rachel Corrie Saat Bela Palestina, Inspirasi Bagi Umat Dunia

Rachel Aliene Corrie anak muda berusia 23 tahun yang berasal dari Olympia, Washington, seorang pemudi pegiat perdamaian dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai pegiat kelompok International Solidarity Movement (ISM). Gerakan Solidaritas Internasional yang bergerak untuk Palestina. Ia telah dilindas hingga tewas oleh sebuah buldozer milik militer Israel (IDF) di Rafah, pada sebuah wilayah yang dipersengketakan di selatan Jalur Gaza selama puncak perlawanan kedua Intifada di Palestina. Kisah tragis seorang Amerika seharusnya menjadi inspirasi bagi umat manusia khususnya umat muslim Indonesia betapa untuk membela Palestina itu adalah kewajiban setiap umat manusiaò

Ia datang ke Gaza sebagai bagian dari tugas kuliahnya untuk menghubungkan kota tempat tinggalnya dengan Rafah dalam sebuah proyek kota kembar. Sementara disana ia telah terlibat dengan rekan-rekannya yang lain sesama pegiat ISM dalam upaya non kekerasan guna mencegah penghancuran rumah warga Palestina oleh tentara Israel.

Beberapa pekan setelah kedatangannya di Palestina, tepatnya pada tanggal 16 Maret 2003, Corrie terbunuh ketika ia dan teman-temannya pegiat ISM terlibat konfrontasi dengan dua buldozer Israel. Corrie pada hari tersebut menghadang laju buldozer Israel yang hendak menghancurkan rumah keluarga seorang apoteker Palestina. Ia bersahabat dengan keluarga tersebut dan selama disana ia hidup bersama mereka. Dia ditabrak dan dilindas oleh buldozer yang dihadangnya hingga mengakibatkan tulang tengkoraknya retak, tulang rusuknya hancur dan menusuk paru-parunya.

Para saksi mata mengatakan bahwa buldozer dengan sengaja melaju kearah Corrie yang pada saat itu mengenakan jaket berwarna jingga terang. Namun hal itu dibantah oleh pemerintah Israel yang mengatakan bahwa insiden itu adalah sebuah kecelakaan yang disebabkan karena operator buldozer tidak melihat keberadaan Corrie di depan kendaraan berat itu.

Pada tahun 2005 orang tua Corrie mengajukan gugatan perdata terhadap negara Israel. Mereka menggugat atas Israel yang tidak melakukan penyelidikan penuh dan kredibel serta bertanggung jawab atas kasus kematian putri mereka,  baik peristiwa itu terjadi dengan disengaja ataupun dikarenakan hal lain yang disebut sebagai kecelakaan. Israel dalam gugatan itu dituntut untuk membayar kompensasi simbolis sebesar 1 Dolar Amerika Serikatdan membawa kasus tersebut sebagai langkah keadilan bagi Corrie dan perjuangan rakyat Palestina yang dibelanya.

Pada bulan agustus 2012 pengadilan Israel menolak gugatan itu, Israel tetap bertahan pada hasil penyelidikan tahun 2003 yang dilakukan oleh militer Israel yang telah memutuskan bahwa Isarael tidak bertanggung jawab atas kematian Corrie.

Kehidupan dan perjuangan Rachel Corrie diabadikan dalam banyak penghormatan, diantaranya drama yang berjudul My Name Is Rachel Corrie dan sebuah paduan suara The Skies are Weeping. Tulisan-tulisannya dibukukan pada tahun 2008 berjudul Let Me Stand Alone, buku tersebut mengisahkan tentang “proses pendewasaan seorang wanita muda yang ingin membuat dunia sebagai tempat yang baik”. Sebuah lembaga sosial Rachel Corrie Foundation for Peace and Justice didirikan untuk melanjutkan perjuangannya.


Selamatkan Palestina, Ulama Indonesia Serukan Boikot 229 Perusahaan Amerika

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Maruf Amin dalam sambutan pembukaan Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta hari ini menyerukan dukungan pada Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pada hari ini, beberapa orang perwakilan dari Aksi Bela Palestina akan menemui pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Para delegasi atau utusan ini akan membuat dan menyuarakan petisi dukungan untuk Palestina serta menuntut Donald Trump untuk mencabut pernyataannya tentang status Yerussalem. KH. Maruf Amin dengan lantang menyerukan pemboikotan Amerika dan pengusiran duta besar mereka yang berada di Jakarta jika Trump tidak mencabut pernyataannya tersebut. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Jika Trump tidak mau juga mencabut pernyataannya maka perang, usir dan boikot. Boikot Amerika!” seru KH. Maruf Amin. Aksi bela Palestina yang diselenggarakan oleh MUI ini dihadiri oleh puluhan ribu massa dibawah 70 bendera ormas MUI. Aksi ini dimulai dengan solat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta dan dilanjutkan dengan orasi di Monas. 

K

Inilah isi petisi Majelis Ulama Indonesia :

Pernyataan sikap Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina tentang penolakan terhadap penetapan Yerusalem atau Al-quds sebagai ibu kota Israel.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah mencermati secara seksama keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau ilegal mengakui Yerusalem atau Al-Quds sebagai ibu kota Israel serta dampak negatifnya yang meluas khususnya kepada bangsa Palestina. Kami peserta Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina menyatakan sikap sebagai berikut:

  • Keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.
  • Jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.
  • Mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Dengan ini mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Kemudian mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina.

Selamatkan Palestina, Inilah 231 Perusahaan Amerika Menurut Wikipedia

  1. 3Com Corporation
  2. 3M
  3. ABX Air, Inc.
  4. Acme Markets
  5. ADC Telecommunications
  6. Adobe Systems
  7. Aetna
  8. Airimba Wireless
  9. Albertsons
  10. Alcoa
  11. Allen Organ
  12. AlliedSignal Inc.
  13. Altria Group (formerly Philip Morris Companies)
  14. ALV Corp
  15. Amazon.com
  16. AMD
  17. American Airlines
  18. American Express
  19. American Management Consultant Services
  20. American Reprographics Company
  21. Amicus, Inc
  22. Amtrak (National Railroad Passenger Corporation)
  23. Anheuser-Busch
  24. Apple Computer
  25. Ariba, Inc.
  26. Arryx
  27. ASARCO (American Smelting And Refining Company)
  28. AT&T
  29. Autodesk
  30. Avaya
  31. Avon Products, Inc
  32. Babcock & Wilcox
  33. Bank of America
  34. Bechtel Corporation
  35. BellSouth
  36. Berkshire Hathaway
  37. Boeing
  38. Bristol-Myers Squibb
  39. Burlington Northern Santa Fe
  40. Capital IQ, Inc.
  41. Caterpillar Inc.
  42. Celanese Corp.
  43. ChevronTexaco
  44. Cingular
  45. Citigroup
  46. Cisco Systems, Inc.
  47. Clear Channel Communications
  48. CNET
  49. Coca-Cola
  50. Colgate-Palmolive
  51. Computer Associates
  52. Connecticut Leather Company (Coleco)
  53. ConocoPhillips
  54. Control Data Corporation (CDC)
  55. Converse Shoes
  56. Corning
  57. Corvis Corp
  58. Costco
  59. Crazy Eddie
  60. Compuware Corp
  61. DaimlerChrysler (part United States)
  62. Dell, Inc.
  63. Delta Air Lines
  64. Diebold
  65. Disney (The Walt Disney Company)
  66. The Dow Chemical Company
  67. Dow Jones & Company
  68. Dresser
  69. DuPont (E.I. du Pont de Nemours)
  70. E Sunting
  71. Eastman Kodak
  72. eBay
  73. eCentia Group
  74. EightStar
  75. Election Systems and Software
  76. Electronic Arts
  77. Eli Lilly and Company
  78. Emerging Enterprise Solutions
  79. Enron
  80. Extensis
  81. ExxonMobil
  82. EZQuest, Inc.
  83. FedEx
  84. Ford Motor Company
  85. Forium
  86. Fox Film Corporation
  87. Gartner
  88. Gateway Computers
  89. General Electric
  90. General Mills
  91. General Motors
  92. Gentiva Health Services
  93. Georgia Pacific
  94. Giant Food
  95. Global Insight
  96. Goldman Sachs
  97. Goodyear Tire and Rubber Company
  98. Google
  99. General Maritime Corporation
  100. Hachette Filipacchi Media U.S.
  101. Halliburton
  102. Harley-Davidson
  103. Hart InterCivic
  104. Hewlett-Packard
  105. Hexaware Technologies
  106. H J Heinz Company
  107. Home Depot
  108. Hot Topic
  109. IBM (International Business Machines)
  110. Informix
  111. Ingenuity Software
  112. Intel
  113. International Paper
  114. Intuit
  115. iRobot
  116. JALIC
  117. Johnson & Johnson
  118. J. P. Morgan Chase and Co.
  119. Kellogg, Brown and Root
  120. Kellogg Company
  121. Kenny Construction Company
  122. Kerr-McGee
  123. Kimberly-Clark
  124. Kmart Corporation
  125. KPX
  126. Kraft Foods
  127. Kroger
  128. Lamina Ceramics
  129. Laserfiche
  130. Leo
  131. Liberty Corporation, The
  132. Lockheed Martin
  133. Louisiana Pacific
  134. Lucasfilm
  135. Lucent
  136. Mars Incorporated
  137. Marshall Pottery Inc.
  138. Martin Marietta Materials
  139. McDonald’s Corporation
  140. McNaughton Apparel Group, Inc. formerly Norton-McNaughton
  141. MCI
  142. Merck and Company
  143. Merrill Lynch & Co., Inc.
  144. Microsoft
  145. Miller Brewing
  146. MMK Technologies 
  147. Monsanto Company
  148. Motorola
  149. Mr. Electric
  150. National Biscuit Company (Nabisco)
  151. NCR Corporation
  152. Netli homepage
  153. Nike
  154. Northrop Grumman
  155. O’Reilly Media
  156. Office Depot
  157. Om Industrial
  158. Oracle Corporation
  159. PACCAR
  160. Pacific Gas & Electric Company (PG&E)
  161. PalmOne, Inc.
  162. PalmSource, Inc.
  163. Pan Am
  164. Paramount Pictures
  165. Penn Herb Company
  166. PeopleSoft
  167. PepsiCo
  168. Pinnacle Systems
  169. Pfizer
  170. Polaroid Corporation
  171. Precision Machining of the Ozarks
  172. Procter & Gamble
  173. Qualcomm
  174. Quantrix
  175. Quest Software
  176. Qwest
  177. RadioShack
  178. Red Hat
  179. Redspot Paints
  180. Respironics, Inc.
  181. Rockwell Automation
  182. Rockwell Collins
  183. Safeco Corporation
  184. Safeway Inc.
  185. SBC Communications
  186. SC Johnson
  187. Service Corporation International (SCI)
  188. Sequoia Voting Systems
  189. SGI
  190. SIGECOM
  191. Southern California Edison
  192. Southwest Airlines
  193. Sprint
  194. Staples
  195. Starbucks
  196. State Street Corporation
  197. Stewart-Warner Instrument Company
  198. StorageByMail.com
  199. Subway (restaurant)
  200. Sun Microsystems
  201. Sun Oil Company (Sunoco)
  202. Sweetheart
  203. Target Corporation
  204. Texas Instruments
  205. Time Warner
  206. Union Oil California (Unocal)
  207. Unisys
  208. United Airlines
  209. United Parcel Service
  210. United Technologies
  211. US Robotics
  212. UTStarcom
  213. Valero Energy Corporation
  214. Vanderbilt Energy
  215. Vectren
  216. Verizon
  217. Verizon Wireless
  218. Viacom
  219. Vocera Communications
  220. Washington Mutual
  221. Wal-Mart
  222. Wendy’s
  223. Whole Foods Market
  224. Xerox
  225. XPLANE
  226. Yahoo!
  227. Yum! Brands, Inc
  228. Zapata
  229. Zappos.com

    Daftar Perusahaan Makanan Milik Yahudi di Indonesia:
    – Baskin Robbins (Ice Cream)
    – Carrefour (waralaba)
    – Dunkins Donuts (penganan donat)
    – Starbucks Corporations (cafe)
    – Haagen Dazs Ice Cream (ice cream)
    – Burger King
    – Pizza Hut dan PHD
    – Mc Donald, KFC dan Wendys
    – Coca cola, Nestle,
    – Danone Groupe (makanan dan minuman, termasuk Aqua)
    – Philip Morris (rokok) termasuk HM. Sampoerna

    Daftar Perusahan Peranti lunak dan Komputer milik Yahudi:
    – Google (mesin pencari)
    – Dell
    – AOL Warner
    – Oracle
    – Microsoft Corporation
    – Intel Corporation
    – Qualcomm
    – Facebook (jejaring sosial)

    Daftar Perusahaan Pakaian dan Kecantikan milik Yahudi :
    – Mark and Spencer (M&S)
    – Jhonson dan Jhonson
    – Guess
    – Revlon
    – Sara Lee Corporation
    – Estee Lauder Company
    – Levi Strauss & Company (Levi’s)
    – Delta Galil Industries Ltd (Garmen)
    – Timberland  dan Nike (sepatu)
    – Kimberly and Clark (alat rumah tangga)

    Chanel dan Jaringan TV kabel milik Yahudi yang ada di Indonesia:
    – HBO
    – CNN
    – Cinemax
    – Fox News
    – FX Chanels
    – STAR TV
    – Walt Disney Company

    Perusahaan Jasa Keuangan milik yahudi di Indonesia:
    – Bhakti Investama
    – Rothschild Indonesia
    – Barrick Gold Corporation

    Beberapa perusahaan media raksasa yang dimiliki oleh orang Yahudi seperti:

    • Time Warner, merupakan konglomerasi media terbesar di dunia. Bekerjasama dengan AOL membentuk AOL-Warner Bross.
    • Yang masuk ke dalam Warner adalah Time Inc, HBO, Cinemax termasuk juga CNN yang dibeli dari Ted Turner.
    • Raja konglomerasi media lainnya adalah Rupert Murdoch.
    • Pemilik News Corporation yang meliputi Fox Television Network, Fox News, the FX Channel, 20th Century Fox Films, Fox 2000, dan penerbit Harper Collins. News Corp.

    Kantor-kantor berita raksasa yang dikuasai Yahudi antara lain :

    • Reuter (didirikan di Jerman oleh Julius Paul Reuter, seorang Yahudi kelahiran Jerman bernama asal Israel Beer Josaphat, lalu pindah ke Paris dan pindah lagi ke London), Associated Press (AP) yang berpusat di Amerika Serikat, dan United Press International (UPI) juga di AS.

    Di Amerika, koran-koran juga dikuasai oleh Yahudi antara lain :
    – Wall Street Journal,
    – Daily News,
    – New York Times,
    – The Washington Post,
    – The Times Herald, dan lain-lain.
    – Dua majalah kaliber dunia, Time dan Newsweek juga dikuasai orang-orang Yahudi.

    10 Fakta Jerusalem, Kota Tertua Yang Menjadi Pusat Pusaran Konflik Dunia

    10 Fakta Jerusalem, Kota Tertua Yang Menjadi Pusat Pusaran Konflik Dunia

    • Yerusalem  merupakan salah satu kota tertua di dunia, terletak di sebuah dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Kota ini dianggap suci dalam tiga agama Abrahamik utama—Yudaisme, Kekristenan, dan Islam. Baik orang Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka, sebab Israel mempertahankan lembaga-lembaga pemerintahan utamanya di sana dan Negara Palestina pada dasarnya memandang kota ini sebagai pusat kekuasaannya; bagaimanapun kedua klaim tersebut tidak ada satupun yang mendapat pengakuan luas secara internasional.
    • Saat ini status Yerusalem tetap menjadi salah satu isu pokok dalam Konflik Israel dan Palestina. Selama Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem Barat termasuk salah satu daerah yang direbut dan kemudian dianeksasi oleh Israel; sedangkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Lama, direbut dan kemudian dianeksasi oleh Yordania. Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada Perang Enam Hari tahun 1967 dan setelah itu menganeksasinya ke dalam Yerusalem, bersama dengan tambahan wilayah di sekitarnya.Salah satu Hukum Dasar Israel, yaitu Hukum Yerusalem tahun 1980, menyebut Yerusalem sebagai ibu kota yang tak terbagi dari negara tesebut. Semua bidang pemerintahan Israel berada di Yerusalem, termasuk Knesset (parlemen Israel), kediaman Perdana Menteri dan Presiden, juga Mahkamah Agung. Kendati masyarakat internasional menolak aneksasi tersebut dengan menyebutnya ilegal dan memperlakukan Yerusalem Timur sebagai teritori Palestina yang diduduki oleh Israel, Israel memiliki suatu klaim yang lebih kuat untuk kedaulatannya atas Yerusalem Barat
    • Masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan tidak ada kedutaan asing yang didirikan di kota ini. Di Yerusalem juga terdapat beberapa lembaga Israel non-pemerintah yang memiliki kepentingan nasional, misalnya Universitas Ibrani dan Museum Israel dengan Shrine of the Book di lapangannya. Pada tahun 2011 Yerusalem memiliki populasi 801.000 penduduk, di antaranya terdiri dari 497.000 penganut agama Yahudi (62%), 281.000 (35%) penganut Islam, 14.000 (sekitar 2%) penganut Kristen, dan 9.000 (1%) tidak dikelompokkan menurut agama
    • Mengingat posisi sentral kota Yerusalem di tengah nasionalisme Yahudi (Zionisme) dan nasionalisme Palestina, selektivitas yang diperlukan untuk merangkum lebih dari 5000 tahun sejarah permukimannya seringkali dipengaruhi oleh latar belakang atau bias ideologis. Era kedaulatan Yahudi dalam sejarah Yerusalem dipandang penting oleh nasionalis Israel (Zionis), yang mengklaim hak atas kota ini berdasarkan garis keturunan Yahudi dari Kerajaan Yehuda bangsa Israel, di mana Yerusalem adalah ibu kotanya. Era Islam, Kristen dan berbagai era non-Yahudi lainnya dalam sejarah Yerusalem dipandang penting bagi nasionalis Palestina, yang mana mengklaim hak atas kota ini berdasarkan garis keturunan Palestina modern dari beragam bangsa berbeda yang telah tinggal di wilayah ini. Akibatnya kedua belah pihak mengklaim bahwa sejarah Yerusalem telah dipolitisir oleh kalangan lain untuk memperkuat klaim relatif mereka atas kota ini, dan bahwa hal ini dikonfirmasi oleh fokus-fokus berbeda yang dibuat beragam penulis pada berbagai peristiwa dan era dalam sejarah kota ini.

    • Pada tahun 2010 Israel menyetujui undang-undang yang memberikan Yerusalem status prioritas nasional tertinggi di Israel. Hukum ini memprioritaskan pembangunan di seluruh kota, serta menawarkan berbagai manfaat pajak dan dana bantuan bagi para penduduk untuk menjadikan perumahan, infrastruktur, pendidikan, kesempatan kerja, bisnis, pariwisata, dan acara budaya lebih terjangkau. Menteri Komunikasi Moshe Kahlon mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut mengirim “suatu pesan politik yang tegas dan jelas bahwa Yerusalem tidak akan terbagi”, dan bahwa “semua orang dalam komunitas internasional dan Palestina yang mengharapkan pemerintah Israel sekarang menerima tuntutan apapun menyangkut kedaulatan Israel atas ibu kotanya adalah keliru dan menyesatkan”.
    • Status kota ini, terutama tempat-tempat sucinya, masih menjadi suatu masalah utama dalam konflik Israel–Palestina. Pemerintah Israel telah menyetujui rencana-rencana pembangunan di Kawasan Muslim di Kota Lama[214] dalam rangka memperluas keberadaan Yahudi di Yerusalem Timur, sementara beberapa pemimpin Islam mengklaim bahwa kaum Yahudi tidak memiliki keterkaitan sejarah dengan Yerusalem, dan menyatakan bahwa Tembok Barat yang berusia 2500 tahun tersebut dibangun sebagai bagian dari sebuah masjid. Kaum Palestina memandang Yerusalem sebagai ibu kota Negara Palestina, dan batas-batas kota ini telah menjadi subjek pembicaraan bilateral. Suatu tim ahli yang dihimpun oleh Ehud Barak (kelak menjadi Perdana Menteri Israel) pada tahun 2000 menyimpulkan bahwa kota ini harus dibagi, karena Israel telah gagal meraih tujuan-tujuan nasionalnya di sana. Namun pada tahun 2014 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “Yerusalem tidak akan pernah terbagi”. Suatu jajak pendapat yang diselenggarakan pada tahun Juni 2013 mendapati bahwa 74% orang Yahudi Israel menolak gagasan mengenai suatu ibu kota Palestina di bagian manapun dari Yerusalem, kendati 72% masyarakat memandangnya sebagai sebuah kota yang terbagi. Suatu jajak pendapat pada tahun 2011, yang dilakukan oleh Palestinian Center for Public Opinion dan American Pechter Middle East Polls for the Council on Foreign Relations, mengungkapkan bahwa 39% penduduk Arab di Yerusalem Timur lebih memilih kewarganegaraan Israel daripada 31% lainnya yang lebih memilih kewarganegaraan Palestina. Menurut jajak pendapat tersebut, 40% penduduk Palestina lebih memilih untuk meninggalkan lingkungan permukiman mereka jika mereka ditempatkan di bawah pemerintahan Palestina.
    • Pada tanggal 5 Desember 1949, Perdana Menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, memproklamirkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sejak saat itu semua cabang pemerintahan Israel—legislatif, yudisial, dan eksekutif—berada di sana, kecuali Kementerian Pertahanan yang mana terletak di HaKirya di Tel Aviv.[223] Pada saat proklamasi tersebut Yerusalem terbagi antara Israel dan Yordania, karenanya hanya Yerusalem Barat yang diproklamasikan sebagai ibu kota Israel.
    • Pada bulan Juli 1980, Israel mengesahkan Hukum Yerusalem sebagai Hukum Dasar. Hukum ini menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota “bersatu dan penuh” dari Israel. “Hukum Dasar: Yerusalem, Ibu Kota Israel” merupakan suatu alasan utama bagi masyarakat internasional untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 478 pada tanggal 20 Agustus 1980, yang mana menyatakan bahwa Hukum Dasar tersebut adalah “suatu pelanggaran hukum internasional”, juga “batal dan tidak berlaku serta harus segera dicabut”. Negara-negara anggota dihimbau untuk menarik perwakilan diplomatik mereka dari Yerusalem. Menanggapi resolusi tersebut, 22 dari 24 negara yang sebelumnya memiliki kedutaan di Yerusalem (Barat) memindahkan kedutaan mereka ke Tel Aviv, di mana banyak kedutaan telah terdapat di sana sebelum Resolusi 478. Kosta Rika dan El Salvador menyusul pada tahun 2006. Saat ini tidak ada kedutaan di dalam batas-batas kota Yerusalem kendati terdapat beberapa kedutaan di Mevaseret Zion, di pinggiran kota Yerusalem, dan empat konsulat di dalam kota itu sendiri.
    • Pada tahun 1995 Kongres Amerika Serikat mengesahkan Akta Kedutaan Yerusalem yang menyatakan bahwa jika diperlukan, tergantung pada kondisi, kedutaannya dapat dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem. Bagaimanapun para presiden Amerika Serikat berpendapat bahwa resolusi-resolusi Kongres mengenai status Yerusalem hanya berupa nasihat. Konstitusi menetapkan bahwa hubungan luar negeri sebagai suatu kekuasaan eksekutif, dengan demikian kedutaan Amerika Serikat masih tetap di Tel Aviv. Karena tidak diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel, beberapa pers non-Israel menggunakan Tel Aviv sebagai sebuah metonimia untuk Israel.
    • Otoritas Nasional Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan, menurut Resolusi 242 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Otoritas Palestina mengklaim bahwa Yerusalem, termasuk Haram al-Sharif, sebagai ibu kota Negara Palestina; PLO mengklaim bahwa Yerusalem Barat juga tergantung pada negosiasi-negosiasi status permanen. Namun dinyatakannya juga bahwa akan dipertimbangkan solusi-solusi alternatif, seperti membuat Yerusalem sebagai suatu kota terbuka. Posisi PLO sekarang adalah bahwa Yerusalem Timur, sebagaimana didefinisikan oleh batas-batas wilayah munisipal pra-1967, seharusnya merupakan ibu kota Palestina dan Yerusalem Barat ibu kota Israel, yang mana setiap negara memiliki kedaulatan penuh atas bagian masing-masing dari kota ini beserta munisipalitasnya masing-masing. Suatu “dewan pembangunan” bersama akan bertanggung jawab untuk pengembangan yang terkoordinasi. Beberapa negara, seperti Rusia dan Tiongkok, mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Resolusi 58/292 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak kedaulatan atas Yerusalem Timur.


      « Entri Lama