Category Archives: Idul Fitri

Lafadz dan Arti Takbir Lengkap Takbiran Malam Hari Raya Isul Fitri dan Idul Adha

Takbiran jelang malam Idul Fitri atau Isul Adha adalah aktivitas merujuk pada aktivitas perayaan mereka pada malam hari dalam menyambut datangnya Lebaran. Tidak boleh ada larangan dalam bertakbir selama masih dalam batas kewajaran.Takbiran di Indonesia merujuk pada aktivitas pemeluk agama Islam yakni mengucapkan kalimat takbir (Allahu Akbar) secara bersama-sama. Lebih spesifik lagi, aktivitas ini merujuk pada aktivitas perayaan mereka pada malam hari dalam menyambut datangnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan melakukan pawai di jalanan, kadang-kadang sambil membawa beduk dan obor.

Bertakbir itu seseorang akan ingat kepada keagungan Allah Sang Pencipta. Sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi 2 macam takbir, yakni

  1. Takbir mursaldan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir pada malam Idul Fitri dan Idul Adha.
  2. Takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai salat 5 waktu selama Idul Adha dan hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

  • lafadz takbiran
  • اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ
  • “Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”
  • Terjemahannya dalam bahasa Indonesia, “Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”

Lafadz takbiran versi terlengkap,
اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,…
wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.
Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal – kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku
‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.
Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.
Artinya bacaan takbiran:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Bila Shalat Idul Fitri Jatuh Pada Hari Jumat

1528938786571.jpg

Bila Hari Idul Fitri Jatuh pada Hari Jumat

Jika Ied jatuh pada hari Jum’at, maka gugurlah kewajiban menghadiri shalat Jum’at bagi orang yang sudah melaksanakan shalat Ied, kecuali Imam

Bagi umat yang telah mengerjakan shalat ‘ied untuk tidak menghadiri shalat Jum’at sebagaimana berbagai riwayat pendukung dari para sahabat dan tidak diketahui ada sahabat lain yang menyelisihi pendapat ini. Bagi yang menyatakan boleh bagi orang yang telah mengerjakan shalat ‘ied tidak menghadiri shalat Jum’at, ini bisa dihukumi marfu’ (perkataan Nabi) karena dikatakan “ashobas sunnah (ia telah mengikuti ajaran Nabi)”. Perkataan semacam ini dihukumi marfu’ (sama dengan perkataan Nabi), sehingga pendapat kedua dinilai lebih tepat.

Bagi orang yang sudah melaksanakan Shalat Ied maka kewajiban Shalat Jum’at gugur darinya. Artinya dia tidak lagi wajib menghadiri Shalat Jum’at. Dia punya pilihan antara ikut menghadirinya atau tidak. Jika tidak, maka dia melaksanakan Shalat Dzuhur sesuai dengan keumuman dalil atas wajibnya Shalat Dzuhur bagi yang tidak Shalat Jum’at.

Sedangkan bagi Imam, dianjurkan agar tetap melaksanakan Shalat Jum’at bersama jamaah yang ingin mengerjakannya, baik mereka yang telah ikut Shalat Ied maupun yang tidak. Kacuali jika tidak ada orang yang berkumpul untuk melaksanakan Shalat Jum’at bersamanya, maka dia Shalat Dzuhur.

Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah asy-Sya’bi, an-Nakha’i, dan al-Auza’i. Ini merupakan pendapat Umar, Utsman, Ali, Sa’id, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnuz Zubair, ridlwanullah ‘alihim dan orang para ulama yang sependapat dengan mereka.

1528938453339.jpgDalil dalil pendapat ulama

  1. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari Iyas bin Abi Ramlah asy-Syaami, dia berkata: “Aku menyaksikan Mu’awiayah bertanya kepada Zaid bin Arqam: ‘Apakah kamu pernah mengalami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dua hari raya (Shalat Ied dan Shalat Jum’at,-red) yang berkumpul dalam satu hari?’ Dia menjawab: ‘ya.’ Mu’awiyah bertanya, ‘bagaimana beliau melakukan?.’ Dia menjawab: صّلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ. Beliau shalat Ied lalu memberi rukhshah untuk jum’atnya.’ Beliau bersabda: siapa yang mau shalat (Jum’at), maka hendaklah ia shalat’.” (HR. Abu Dawud dan Imam Ahmad).. Imam ash-Shan’ani dalam Subul as-Salam menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil pelaksanaan Shalat Jum’at setelah Shalat Ied adalah rukhshah (keringanan). Boleh dilaksanakan dan boleh juga ditinggalkan. Ini khusus bagi orang yang sudah melaksanakan Shalat Ied, bukan untuk orang yang tidak shalat.”. Imam ‘Atha berpendapat bahwa kewajiban shalat Jum’at gugur berdasarkan sabda Nabi di atas, “Siapa yang mau shalat (Jum’at), maka hendaklah ia shalat.”
  2. Dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah Radliyallah ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: قَدِ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عَيْدَانِ، فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّا مُجْمِعُوْنَ “Sungguh telah berkumpul pada harimu ini dua hari raya, maka siapa yang berkehendak maka telah mencukupinya dari (shalat) Jum’at, sedangkan kami adalah orang-orang yang shalat Jum’at.” Maka hal itu menunjukkan atas rukhshah (keringanan) dalam berjum’at bagi orang yang telah shalat Ied pada hari itu. Dan diberitahukan tidak adanya rukhshah (keringanan) bagi Imam, karena sabdanya dalam hadits: وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ “Sedangkan kami adalah orang-orang yang Shalat Jum’at.”
  3. Hadits riwayat Muslim dari An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhuma, “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca dalam Shalat Jum’at dan Ied dengan surat Sabbihis (Surat Al-A’la) dan Al-Ghasyiyah. Barangkali dua hari raya itu berkumpul dalam satu hari maka beliau membaca dua surat itu (Al-A’la dan Al-Ghasyiyah) dalam kedua Shalat (Ied dan Jum’at).”
  4. Dalam Majma’ az-Zawaid wa Mamba’ al-Fawaid, Bab fi al-Jum’ah Wa al-Ied Yakunaani fi Yaum (Bab: Jum’at dan Ied dalam satu hari),  Juz 2, hal. 230, Imam al-Haitsami  menyebutkan riwayat dari Ibnu Umar Radliyallah ‘Anhuma, berkata: “Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah terjadi dua hari raya, idul fitri dan Jum’at, dalam satu hari. Setelah selesai shalat Ied bersama para jama’ah, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke mereka dan bersabda:  يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ قَدْ أَصَبْتُمْ خَيْراً وَأَجْراً وَإِنَّا مُجَمِّعُوْنَ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُجَمِّعَ مَعَنَا فَلْيُجَمِّعْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ فَلْيَرْجِعْ “Wahai sekalian manusia, kalian telah mendapatkan kebaikan dan pahala. Sesungguhnya kami melaksanakan shalat Jum’at. Maka barangsiapa yang ingin shalat jum’at bersama kami hendaknya dia melaksanakan dan barangsiapa yang ingin kembali ke keluarganya hendaknya dia pulang”.” (HR. Thabrani dalam al-Kabiir dari riwayat Ismail bin Ibrahim at-Turki, dari Ziyad bin Rasyid Abi Muhammad as-Sammaak)..
  5. Lajnah Daimah juga memberi fatwa yang serupa, “Jika Ied jatuh pada hari Jum’at, maka gugurlah kewajiban menghadiri shalat Jum’at bagi orang yang sudah melaksanakan shalat Ied, kecuali Imam. Kewajiban Jum’at tidak gugur darinya. Kacuali tidak ada orang yang berkumpul untuk melaksanakan shalat Jum’at bersamanya.” (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyah, Bab: Hukm al-Jum’ah wa Shalah al-Jum’ah Yaum al-‘Ied, Juz 10, hal. 164) Baca Link Fatwa: Bila Hari Raya Bertepatan Dengan Hari Jumat?

Mengatakan bahwa riwayat yang menjelaskan pemberian keringanan tidak shalat jum’at adalah khusus untuk orang yang nomaden seperti orang badui (yang tidak dihukumi wajib shalat Jum’at), maka ini adalah terlalu memaksa-maksakan dalil. Lantas apa faedahnya ‘Utsman mengatakan, “Namun siapa saja yang ingin pulang, maka silakan dan telah kuizinkan”? Begitu pula Ibnu Az Zubair bukanlah orang yang nomaden, namun ia mengambil keringanan tidak shalat Jum’at, termasuk pula ‘Umar bin Khottob yang melakukan hal yang sama.

Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah anjuran untuk membaca surat Al A’laa dan Al Ghosiyah jika hari ‘ied bertemu dengan hari Jum’at pada shalat ‘ied dan shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

  • كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.
  • “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam dua ‘ied dan dalam shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.” An-Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. (HR. Muslim no. 878)

Hadits ini juga menunjukkan dianjurkannya membaca surat Al-A’laa dan Al-Ghasiyah ketika hari ‘ied bertetapan dengan hari Jum’at dan dibaca di masing-masing shalat (shalat ‘ied dan shalat Jum’at).

  • Bagi yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri shalat ‘ied, maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum.
  • Hadits tersebut menjelaskan bahwa bagi yang tidak menghadiri shalat Jum’at, maka sebagai gantinya, ia menunaikan shalat Zhuhur (4 raka’at). (Lihat Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’, 8: 182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi’ Al-Ifta’)
  • Terdapat perbedaan pendapat bahwa orang yang sudah mengerjakan shalat Ied pada hari itu (Jum’at) ia wajib shalat Jum’at pada hari itu juga. Karenanya bagi yang meyakini bahwa kewajiban shalat Jum’at telah gugur dari orang yang sudah mengerjakan shalat Ied di hari itu tidak boleh memberikan harga mati. Hendaknya sikap toleran dan menghargai pendapat saudara seiman lainnya dijaga. Karena terjaganya Ukhuwah Islamiyah adalah lebih besar daripada mempertahankan pendapat yang dianggap kuat dari masail khilafiyah.
  • Hendaknya sikap toleran dan menghargai pendapat saudara seiman lainnya dijaga. Karena terjaganya Ukhuwah Islamiyah adalah lebih besar daripada mempertahankan pendapat yang dianggap kuat dari masail khilafiyah. . .
  • Arahan ini juga berlaku bagi yang berpendapat bahwa shalat Jum’at tetap wajib atas orang yang telah mengerjakan shalat Iedul Adha di hari Jum’at. Bahwa dalam pendekatan fikih terdapat pendapat yang berbeda dengan yang diyakininya. Bahkan oleh para peneliti, pendapat gugurnya kewajiban Jum’at dari orang yang sudah mengerjakan shalat Ied di hari itu adalah lebih kuat.

1528939346706.jpg

Jakarta dan daerah lain Dilarang, NTB Justru Pecahkan Rekor MURI 29 Ribu Umat Takbir Keliling

Jakarta dan daerah lain Dilarang, NTB Justru Pecahkan Rekor MURI 29 Ribu Umat Takbir Keliling

Beda Jakarta beda NTB. Saat malam lebaran Jakarta ditutup bagi takbir keliling baik warga Jakarta atau dari luar Jakarta dihimbau atau bahkan dilarang. Ternyata gubernur NTB Tuan Guru Haji Muhammad Zainul mendukung bahkan menghadiri Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya di depan Kantor Gubernur NTB pada Sabtu (24/6). Bersama Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, dan Kapolres Mataram Muhammad, pria yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) mengenakan setelan jas dengan kopiah berwarna putih.

TGB gubernur yang hafiz Quran itu mengatakan, takbir itu merupakan perintah Allah SWT dalam Alquran usai umat Islam melaksanakan perintah berpuasa selama bulan suci ramadhan. “Setelah Allah SWT perintahkan puasa, maka Allah perintahkan sempurnakan bilangan ramadhan jangan dikurangi, lalu kata Allah bertakbirlah kalian atas apa yang Allah berikan sebagai petunjuk dan hidayah,” ujar TGB di depan Kantor Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (24/6).

TGB menegaskan, prosesi takbir keliling bukan merupakan sikap untuk gagah-gagahan, sekadar selebrasi, maupun hanya ingin beramai-ramai, melainkan menjalankan perintah Allah SWT.  Seorang muslim manakala ada perintah Allah maka jalankan sebaik-baiknya.

TGB mengungkapkan, sejak takbiran merupakan tradisi yang sudah ada sejak puluhan tahun di Indonesia dengan membawa kegembiraan sebagaimana tradisi halal bi halal dan juga bersilaturahmi. Menurut TGB, banyak di tempat lain yang karena kondisi dan keadaaan hanya bisa melaksanakan takbir di masjid, namun dengan penuh kesyukuran NTB mampu menggelar takbir keliling di sejumlah ruas di Kota Mataram. Takbir keliling di Indonesia penuh kesukacitaan menunjukan syiar agama, mari takbir beramai-ramai, mudah mudahan takbir kita, Allahuakbar, datangkan keberkahan. TGB juga mengingatkan baik kafilah maupun warga untuk menjalankan takbir keliling dengan tertib dan memperhatikan kebersihan.  “Takbir seramai-ramainya tapi juga seperti-tertibnya, itu ajaran Islam. Tidak boleh ada sampah yang tercecer usai Gema Takbir, bersih kita mulai, bersih juga kita akhiri,”

Pecahkan Relor MURI

Bukan hanya itu, kegiatan takbir keliling bertajuk “Malam Seribu Cahaya” yang diselenggarakan Pemerintah Provinisi NTB dan Pemerintah Kota Mataram pada Sabtu (24/6) malam, berhasil memecahkan rekor MURI. “Malam Seribu Cahaya berhasil catatkan pemecahan rekor MURI takbir keliling dengan peserta terbanyak di Indonesia,” ujar Perwakilan MURI.

Gema takbir Malam 1.000 Cahaya yang dipusatkan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/6) malam, berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk peserta takbir keliling terbanyak di Indonesia. Perwakilan MURI Awan Rabangodu, di Mataram mengatakan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram yang menyelenggarakan Gema Takbir Malam 1.000 Cahaya berhasil memecahkan rekor MURI. Takbir keliling di Kota Mataram atau Mataram Street Takbir diikuti lebih dari 29 ribu orang dengan membawa kreasi lampion unik bernuansa islami, termasuk miniatur masjid dan kaligrafi Alquran.

“Kehormatan bagi kami tim rekor MURI dapat hadir dalam akhir rangkaian Pesona Khazanah Ramadan. Mari sama-sama kumandangkan takbir kemenangan,” ujarnya pula.

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi bersama Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq (besar) sembari mengumandangkan lantunan takbir.

Kegiatan yang pembukaannya dilangsungkan di depan Kantor Gubernur NTB itu, diikuti lebih dari 29 ribu orang dengan membawa kreasi lampion unik bernuansa islami, termasuk miniatur masjid dan kaligrafi Alquran. “Kehormatan bagi kami tim rekor MURI dapat hadir dalam kegiatan akhir rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan (yaitu takbir keliling). Mari sama-sama kumandangkan takbir kemenangan,” .

Sumber : replubika dan sumber lainnya

100 Ucapan Selamat Idul Fitri Dalam Bahasa Inggris

100 Ucapan Selamat Idul Fitri Dalam Bahasa Inggris

  • This time is the best time for us to be the best people in this world. Hope every people had the right way to be apologized by you. Happy Idul Fitri.
  • Kali ini adalah waktu yang terbaik untuk kita untuk menjadi orang terbaik di dunia ini. Semoga setiap orang memiliki jalan kebaikan untuk dimaafkan oleh kamu. Selamt Hari Raya Idul Fitri.
  • Idul Fitri is not the end of our story to be better in this world. So, let this time guide us to see the right way to be better. Happy Idul Fitri.
  • Idul fitri bukanlah  akhir dari cerita kita untuk menjadi lebih baik di dunia ini. Jadi, biarkan waktu ini menuntun kita untuk melihat jalan terbaik menjadi lebih baik. Selamat idul fitri.
  • Although we can not meet face to face, but let me say happy idul fitri. 
  • Meskipun kita tidak dapat  berjumpa dan bertatap muka, tapi izinkan saya mengucapkan selamt hari raya idul fitri.
  • Idul Fitri is the best ways for us to remember the past time. If the last idul fitri we can meet each others, but this time we can not. Although like that, our heart never separated, let me say Happy idul Fitri.
  • Idul Fitri adalah jalan terbaik untuk kita untuk mengingat waktu lampau. Jika idul fitri tahun lalu kita dapat berjumpa satu sama lainnya, tapi kali ini tidak. Meskipun begitu, hati kita tak pernah terpisah, selamat hari raya idul fitri.

  • Happy Idul Fitri in this year, hope we meet ramadhan again in the next year.
  • Selamat Hari raya idul fitri pada tahun ini, semoga kita berjumpa bulan suci ramadhan lagi pada tahun depan.
  • Happy Idul Fitri dear, hope our relationship become better than before, sorry if I made mistakes in the past time. But, I will be the best in the next.
  • Selamat Hari raya Idul Fitri Sayang, semoga hubunga kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maaf jika Aku telah membuat kesalahan di masa lampau. Tapi, aku akan menijadi yang terbaik pada waktu yang akan datang.
  • Sorry for all of my bad manners, Happy Idul Fitri for you. Hope we get the best inspiration from this Ramadhan.
  • Maaf untuk semua kebiasaan kebiasaan burukku, Selamat Hari raya idul fitri dan semoga kita mendapatkan inspirasi terbaik dari ramadhan kali ini.
  • Sometimes my hand makes mistakes, my mouth speaks wrong words, and my manner is bad for you. But, let this time I say sorry and Happy Idul Fitri.
  • Terkadang tanganku membuat kesalahan kesalahan, mulutku mengucapkan kata kata yang salah, dan kebiasaanku yang buruk terhadapmu. Tapi, izinkanlah kali ini aku mengucapkan maaf dan selamat hari raya idul fitri.

    • Warm greetings to you! May this Eid be as wonderful as you. Eid Mubarak! 
    • With all the love an sms can hold, and happy wishes too.. This comes to say! May this Eid day be wonderful for you Eid Mubarak. 
    • May Allah blessings be with you today, tomorrow, and always. To my sweet sister may all bless you on this auspicious day of Eid, and may it be a new beginning of greater prosperity, success and happiness, wish you a happy Eid Mubarak 
    • I wish you all a very happy Eid. Like the colour of silver in the night sky, the new moon rises, the holy month has past, the fasting is over, tomorrow is the great feast of Eid-ul-Azha. EID MUBARAK! 
    • Hope Love and Laugher, Warmth, Wishes, Joy and a bouquet of Eid wishes, May jubilation become a part of your Eid and Your Life. 
    • May Eid Ul Fitr bring abundant joy and happiness in your life. Eid Mubarak! 
    • May eid be a special day that’s filled with warmth and love, and may it hold the happiness You’re so deserving of. Some words can left unsaid, some feeling can be left unexpressed, but a person like you can never be forgotten on this day. 
    • May this year Eid gives, you all the happiness and joy of this world and hope that the blessing of the AL-Mighty be with you. EID MUBARAK! 
    • May God send his Love like Sunshine in his warm and gentle ways to fill every corner of your heart and filled your Life with a lot of happiness like this EID day. Wishing you EID MUBARAK! 
    • May this day bring peace and smoothness in your life, may it provide you the best time of your life. Happy Eid day!!! 
    • Sending you warm wishes on Eid and wishing that it brings your way ever joys and happiness. Remember me in your prayers. 
    • EID IS AN AUSPICIOUS OCCASION OF GIVING AND SHARING, A TIME WHEN WHOLE ATMOSPHERE IS FILLED WITH MIRTH. 
    • I hope you enjoy each and every moment of Eid. May God accept our fasts and prayers. My well wishes, my good wishes for you are the just prayers for your long happy life from God on this noble event. Wish you a very Happy Eid Mubarak My Dear. 
    • Eid Mubarak to the love of my life. I wish Allah will continue to bless our bond all the days of our lives. I love you. Enjoy this day. On this holy and joyous occasion, may the blessings of almighty Allah come down and rest upon your shoulders and upon those whom you love and treasure and may you enjoy a very happy Eid this year and in the years to come. Eid Mubarak! 
    • Wishing you an Eid that brings with it the love and protection of Allah to say always!  .   
    • EID MUBARAK” TO U & UR ALL FAMILY MEMBERS. HAVE A JOYFUL EID… 
    • All the loving wishes for you today to bring much happiness your way. Eid greetings! eid mubarak. 
    • May ALLAH Flood Your Life With Happiness Your Heart With Love, Your Soul With Spiritual Your Mind With Wisdom, Happy Eid MubarakMay God give you the happiness of heaven above. Happy Eid Mubarak To You All. eid mubarak 2017 
    • May God give you the happiness of heaven above. Happy Eid Mubarak To You All. 
    • THANK THE ALL MIGHTY, FOR BLESSING US WITH SO MANY GIFTS OF NATURE, GRATITUDE TO THE ALL MIGHTY FOR BRINGING US THIS DAY OF JOY AND FORGIVENESS, THIS DAY OF HAPPINESS AND RIPEN FRUIT HAPPY EID WISHESMay this day bring peace and smoothness in your life, may it provide you the best time of your life. Happy Eid day!!! 
    • May this day bring peace and smoothness in your life, may it provide you the best time of your life. Happy Eid day!!!On Eid ul-Fitr, wish that Allah’s blessings light up the path and lead to happiness. eid mubarak 2017. 
    •  Eid ul-Fitr, wish that Allah’s blessings light up the path and lead to happiness, peace and success. Happy Eid!Eid days are meant to celebrate the goals and the achievements that make you happiest. The ideals you believe in, the dream you love the best. Eid Mubarak. 
    • As Allah waters HIS Creation, may HE also sprinkle his wonderous blessings over you and your beloved ones.MAY ALLAH BRING YOU JOY, HAPPINESS. Eid Mubarak in advance. 
    • MAY ALLAH BRING YOU JOY, HAPPINESS, PEACE AND PROSPERITY ON THIS BLESSED OCCASION WISHING YOU AND YOUR FAMILY ON THIS HAPPY OCCASION OF EID! EID MUBARAK!It’s a day of rejoicing and bliss; it’s a day of blessing and peace; it’s a day to reflect and ponder; it’s a day to celebrate together!.   

    Faith makes all things possible.
    Hope makes all things work.
    Love makes all things beautiful.
    May you have all of the three.
    Happy Iedul Fitri.

    No Card, No Ketupat, No Parcel, Just SMS Represents Everything …Sins… Laugh.. Tears.. Happy ‘Iedul Fitrie.

    Although Eid is still a few days. but what’s wrong with sms (short message service) start typing in the mobile phone or cell phone or perhaps in a draft email friends a beautiful set of words for eid greeting the soothing and out of the bosom of the most deep and sincere. Send as he approached the day H yes. Not bad if you still want to be typed as Eid 2017 going home and sent the way back home:)

    One day ago, I could see you anxious waiting for this day
    One week ago, I saw you longing for the dusk to end the day
    One month ago, you were there waiting for the Ramadhan to stand
    And right one year ago, you were beside me rejoicing on the day of grande
    It’s me your friend with the rest of my family
    Wishing you another blessed Idul Fitri.

    I’d like to wish you a holy Iedul Fitri and express my cincerest apology. I beg your mercy for all of my sins. May Us be fitri.

    I met Iman, Taqwa, Patience, Peace, Joy, Love, Health & Wealth today.
    They need a permanent place to stay.
    I gave them your address.
    Hope they arrived safely to celebrate Idul Fitri with you.
    May Allah bless you and family

    Time 2 share, Time 2 love, Time 2 pray, Time 2 forgive, Time 2 joy, Time 2 cheer, Time 2 gather, Time 2 back, Back 2 fitri

    Purify your hearts with the remembrance
    Enlightened soul with love
    Through the day with a smile
    Set step with gratitude
    Purify the heart with an apology
    congratulations Idul Fitri
    Minna wa Minkum TaqobbaLallaHu
    Minal aidzin wal faidzin
    Please forgive Born n Batin

    Allahu Akbar..!
    Ied al-fitri is approaching.
    Let’s embrace it with pure heart.
    From the bottom of my heart,
    I would like to ask an apology.
    Minal Aidin Wal Faizin.

    If words could kill,
    I think many people have died because of mine.
    And if that’s including you,
    I would like to apologize for all that I’ve done..
    Happy Idul Fitri!

    Potato chip without salt is on the table. Relationship without fault is impossible. Minal aidin wal faizin.

    Happy Eid Mubarak to everyone. Hope you all have a very happy Eid and blessed. Enjoy a typical day and remember those who need our help. Eid Mubarak .. ! Forgive me body and soul”

    “Selamat Idul Fitri untuk semua . Semoga Anda semua memiliki Idul Fitri sangat bahagia dan diberkati. Nikmati hari-hari biasa dan mengingat mereka yang membutuhkan bantuan kita. selamat lebaran .. ! mohon maaf lahir batin”

    “Eid Al-Fitr Mubarak. May God always gives blessing to you today, tomorrow, and always. Aamiin”

    “Selamat Idul Fitri. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan untuk Anda hari ini, besok, dan selalu. Aamiin”

    I wanted to be the first one to say Eid Mubark to everyone around the world. I hope you enjoy each and every moment of it. May God accept our fasts and prayers.Happy Eid Mubarak “

    “Aku ingin menjadi orang pertama yang mengatakan Eid Mubarak untuk semua orang di seluruh dunia. Saya harap Anda menikmati masing-masing dan setiap saat itu. Semoga Tuhan menerima puasa dan doa-doa kita.Selmat Lebaran. “

    “Eid is coming soon so I wish you a very happy Eid to all who celebrating! May this special day brings peace, happiness and prosperity to everyone. HAPPY EID MUBARAK “

    “Hari Raya Idul fitri akan segera datang jadi saya berharap Anda sangat bahagia untuk merayakan! Semoga hari istimewa ini membawa kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan untuk semua orang. SELAMAT IDUL FITRI”

    Hopefully this happy day be bright and Eid al-Fitr miliki.Mohon best you ever apologize for any mistake I’ve ever done. Minal aidin wal faizin .. Happy Eid”

    “Semoga hari bahagia ini menjadi terang dan Hari Raya Idul fitri terbaik yang pernah Anda miliki.Mohon maaf atas segala khilaf yang pernah saya lakukan. Minal aidin wal faizin .. selamat Lebaran”

    “Some words can be uttered, some feelings can be left buried, but an error will never be forgotten. The day of this holy, please forgive any mistake. Congratulations to celebrate Eid”

    “Beberapa kata dapat terucapkan, beberapa perasaan dapat dibiarkan terpendam, Tapi sebuah kesalahan tidak akan pernah terlupakan. Dihari yang suci ini, mohon maafkan segala khilaf. Selamat merayakan hari lebaran “

    “Eid Mubarak To All Muslims Around The WorldMay God be with you all the time & bless your dreams Amen”

    “Selamat Hari Raya Idul fitri Mubarak Untuk Semua Muslim di Seluruh Dunia Semoga Tuhan bersama Anda sepanjang waktu & memberkati impian Anda Amin”

    “The most noble man is human to forgive the mistakes of others.
    The day of this glorious, I apologize for any wrong.
    purify your hearts purify themselves
    Eid Mubarak

    “Manusia paling mulia adalah manusia yang dapat memaafkan kesalahan orang lain.
    Dihari yang mulia ini, saya mohon maaf atas segala salah.
    bersihkan hati sucikan diri
    Selamat lebaran “

    “Do err is nature
    apologizing is an obligation
    and the return of nature is the goal
    beg for forgiveness, congratulations Eid may we return to pure”

    “Berbuat khilaf adalah sifat
    meminta maaf adalah kewajiban
    dan kembalinya fitrah adalah tujuan
    mohon maaf lahir batin, selamat lebaran semoga kita kembali ke fitri”

    “With the passage of the holy month of Ramadan
    Come the day of victory
    so let’s clearance of our hearts and souls from sin gelimang
    Forgive me body and soul”

    “Dengan berlalu nya bulan suci Ramadhan
    Datanglah hari kemenangan
    untuk itu mari kita bersihan hati dan jiwa kita dari gelimang dosa
    Mohon Maaf Lahir dan Batin”

    “When no time shaking hands
    and the body can not be met
    when said imprint wound
    I hope the door is always open apology
    Eid Al-Fitr Mubarak
    Forgive me body and soul”

    “Ketika tangan tak sempat berjabat
    dan raga tak dapat berjumpa
    bila ada kata membekas luka
    semoga pintu maaf selalu terbuka
    Selamat Idul Fitri
    Mohon Maaf Lahir dan Batin”

    “When the interpretation was pulsing
    Ramadan marks will be passed
    Forgiveness is hoped, can be a blessing in
    Tqobalallahu minna wa minkum
    Sorry spiritually”

    “Ketika takbir telah berkumandang
    tanda Ramadhan akan berlalu
    ampunan diharap, berkah di dapat
    Tqobalallahu minna wa minkum
    Mohon maaf lahir batin”

    “If not able to shake hands
    at least there is still the spoken word
    setuluh heart utter
    Eid congratulations, sorry inner and outer”

    “Andai tangan tak mampu untuk berjabat
    setidaknya masih ada kata yang terucap
    setuluh hati mengucapkan
    selamat idul fitri, Mohon maaf lahir dan batin”

    “When the imprint step lara
    No word of a lie a lie stringing
    no indication incise wound
    moohon inner and outer
    happy Eid 1437 H”

    “Bila langkah membekas lara
    ada kata dusta merangkai dusta
    ada tingkah menoreh luka
    moohon lahir dan batin
    selamat hari idul fitri 1437 H”

    “Ramadan has passed
    Victory day has come
    Time to grab grace and forgiveness
    please opened the door sorry
    Happy Eid al-Fitr”

    “Ramadhan telah berlalu
    Hari kemenangan telah datang
    Saatnya meraih rahmat dan ampunan
    mohon dibukakan pintu maaf
    Selamat hari raya idul fitri”

    • OF ALL THE DAYS TO CELEBRATE THIS OUT SHINES THE REST, HERE IS HOPING THAT, THIS EID IS HAPPIEST AND BEST. EID MUBARAK.
    • HOPE LOVE AND LAUGHER, WARMTH, WISHES, JOY AND A BOUQUET OF EID WISHES, MAY JUBILATION BECOME A PART OF YOUR EID AND YOUR LIFE.
    • LOOK OUTSIDE. ITS SO PLEASANT! SUN SMILING FOR YOU. TREES DANCING FOR YOU. BIRDS SINGING FOR YOU. BECAUSE I REQUESTED THEM ALL TO WISH YOU EID MUBARAK

      • “O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become righteous -” — Surat Al-Baqarah 2:183
      • “…And eat and drink until the white thread of dawn becomes distinct to you from the black thread [of night]. Then complete the fast until the sunset…” — Surat Al-Baqarah 2:187
      • “Allah is with those who restrain themselves.” — Quran 16: 128
      •  “O ye who believe! Fasting is prescribed to you as it was prescribed to those before you, that ye may (learn) self-restraint.” — al-Baqarah, 2:183
      • “The recompense for an injury is an injury equal thereto: but if a person forgets and makes reconciliation, his reward is due from Allah.” [62:40]
      • “Have patience with what they say, and leave them with noble (dignity).” [73:10]
      • He is the One GOD; the Creator, the Initiator, the Designer. To Him belong the most beautiful names. Glorifying Him is everything in the heavens and the earth. He is the Almighty, Most Wise. [59:24]
      • Hold to forgiveness, command what is right; but turn away from the ignorant.” [7:199]
      • “The recompense for an injury is an injury equal thereto: but if a person forgets and makes reconciliation, his reward is due from Allah.” [62:40]
      • “Allaah has made Laylat al-Qadr in this month, which is better than a thousand months, as Allaah says…The Night of Al-Qadr is better than a thousand months. Therein descend the angels and the Rooh [Jibreel (Gabriel)] by Allaah’s Permission with all Decrees, there is peace until the appearance of dawn.” — al-Qadar 97:1-5
      • It’s a day of rejoicing and bliss; it’s a day of blessing and peace; it’s a day to reflect and ponder; it’s a day to celebrate together! 
      • May this Eid-Ul-Fitr be a special one for you and may it bring you many happy moments to cherish forever! 
      • Eid Mubarak: Together with friends full of fun. Here’s wishing your Eid celebration is truly a special one. 2017 Eid Mubarak  
      • Eid days are meant to celebrate the goals and the achievements that make you happiest. The ideals you believe in, the dream you love the best. Eid Mubarak! 
      • On this Eid-ul-Fitr, may all your prayers be answered by Allah. Believe on him and he will grant you your heart’s desire. 
      • May you be guided to your faith. Let this EID be happiest for you. Wish you EID Mubarak! 
      • Being with you makes me very moment of mine a celebration. EID Mubarak! 18) May the Choicest Blessings of Allah fill your life with Peace, Joy and Prosperity! 
      • With petals of roses, palm full of holy water, light of sunshine, fragrance of flowers & grass with the dew I wish a very HAPPY EID TO YOU! 
      • Wish you a very happy and peaceful Eid Mubarak to you and all Muslims brothers and sisters around the world. 
      • I wish you the gift of faith, the blessing of hope and the peace of His love at Eid and always. 
      • May the good times and treasures of the present become the golden memories of tomorrow. Wish you lots of love, joy and happiness. 
      • Wishing each other on Eid, strengthens the bond of love and brotherhood and hugging reflects forgiveness. A very blessed Eid ul-Fitr to all of you. 
      • May Allah accept your good deeds, forgive your transgressions and Sins and ease the suffering of all peoples around the globe. 
      • Eid days are meant to celebrate the goals and the achievements that make you happiest. The ideals you believe in, the dream you love the best. Eid Mubarak.   
      • May Allah bless you on this auspicious day of Eid, and May it be a new beginning of greater prosperity, success and happiness. Many are the wishes that are being sent your way, but this is a special one for a very happy Eid Day. 
      • AS ALLAH WATERS HIS CREATION, MAY HE ALSO SPRINKLE HIS WONDEROUS BLESSINGS OVER YOU AND YOUR BELOVED ONES. (AAMEEN). 
      • I wish you all a very happy and peaceful Eid. May Allah accept your good deeds. forgive your transgressions and ease the suffering of all peoples around the globe. Eid Mubarak! 
      • May The Blessing Of Allah Fill Your Life With Happiness, Success, And Good Health, Eid Mubarak. 
      • May the magic of this Eid brings lots of happiness in your life and may you celebrate it with all your close friends and may it fill your heart with love. #EidMubaarak to you and your loved ones. 
      • May all your prayers be answered. Have a blessed one Wish you all the joy and happiness! Happy Ramadan Eid May Allah accept your good deeds, forgive your transgressions and ease the suffering of all peoples around the globe. 
      • NO SHADOWS TO DEPRESS U, ONLY JOYS TO SURROUND U, ALLAH HIMSELF TO BLESS U, THESE R OUR WISHES FOR U, TODAY, TOMORROW, AND EVERY DAY…. EID MUBARAK. 
      • I hope you enjoy each and every moment of it. May God accept our fasts and prayers. Of all the days to celebrate this outshines the rest, here is hoping that this EID is happiest and best. Eid Mubarak..   
      • May this day bring peace and smoothness in your life, may it provide you the best time of your life. Happy Eid day!!! 
      • Eid spreads the message of brotherhood and togetherness. May Allah bless you and bring happiness in Life. Eid Ul Fitr wishes to you and your Family! 
      • The moon has sighted, The sweets are ready, Here Eid is Come So Celebrate. Happy Eid Mubarak Allah sees all your sacrifice. Wishing you blessings and rewards of hundred folds for your family. Have a blessed Eid-ul-Fitr! 
      • No great verses, No pieces of art. Just two special words straight from the core of the heart. EID MUBARAK! 
      • Eid days are meant to celebrate the goals and the achievements that make you happiest. The ideals you believe in, the dream you love the best. Eid Mubarak. 
      • MAY THE ANGELS PROTECT U.. MAY THE SADNESS FORGET U.. MAY GOODNESS PROTECT U… MAY THE SADNESS FORGET U.. MAY ALLAH ALWAYS BLESS U EID MUBARAK 
      • Friends, Advance Eid Mubarak to all of you enjoy these holidays with your loved ones, my special gratitude for those who will be performing their duties over Eid away from their families, God bless you all. Eid Mubarak to all Muslims around the world and may the blessings of Allah be with you today, tomorrow and always. On Eid al-Fitr, 
      • I wish you a joyous celebration and showers of Allah’s blessings. May the noor of this EID illuminate your heart, mind, soul and may all you pray be answered. Remember me in your prayers. Happy Eid Mubarak! 
      • May the blessings of Allah fill your life with happiness and open all the doors of success now and always.   

      100 Ucapan Idul Fitri Terbaik

      100 Ucapan Idul Fitri Terbaik

      SELAMAT IEDUL FITRI 1438H”, teriring do’a  Taqobballahu Minna wa Minkum, Taqobbal Ya Karim. Minal Aidin wal Faizin Kullu Amin wa Antum Bi Khoir. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala kesalahan dan kekhilafan kami. 
      Jangan pernah memutuskan persaudaraan hanya karena sepatah kata yang tak sengaja terucap. Sengaja atau tidak sengaja, mohon keikhlasan untuk dimaafkan

      •  Menuju kesucian yang hakiki tak lengkap rasanya jika belum memaafkan dan dimaafkan. Selamat hari raya idul fitri, minal aidin wal faidzin

      Bahwa kita memaafkan orang lain bukan untuk mereka melainkan untuk diri kita, maka jangan pernah segan dan malu untuk sekedar memaafkan

      •  Kesedihan meninggalkan ramadhan telah diganti dengan kebahagiaan akan datangnya idul fitri sebagai puncak ibadah menuju kemenangan

       Tiada kemenangan tanpa zikrullah. Tiada amal tanpa keikhlasan. Tiada ampunan tanpa maaf dari sesama. Minal aidin wal faidzin

      •  Jika jemari tak mampu berjabat. Saat batin kotor ini rindu akan keikhlasan maaf. Hanya lewat kata ini jemariku bersilaturahmi memohon keikhlasan atas segala khilaf yang pernah ku perbuat

       Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Selamat dan sukses kawan di hari yang fitri ini

      •  Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan, jangan menunggu bahagia untuk bisa tersenyum. Hiasi hari bahagia ini dengan senyuman

      Langit berdecak kagum mendengar dentuman suara takbir yang begitu dahsyat. Inilah hari kemenangan dan hari kebahagiaan tiada tara

      •  Seindah indah tulisan adalah alquran dan sehina-hina tulisan adalah khayalan. Mari hiasi hari fitri anda dengan menyuarakan takbir dan tahmid
      • Meskipun kita telah meninggalkan Ramadhan, namun hari lebaran atau idul fitri ini kita semuanya merayakan kemenangan atas kesungguhan selama menjalankan puasa ramadhan. Baiklah berikut ungkapan yang bisa kita bagikan berupa ucapan selamat hari raya idul fitri 2017 (1438 H).
      •  Inilah hari yang penuh kesucian dan kesukacitaan. Hari kemenangan dan hari untuk saling memaafkan. Mohon maaf lahir dan batin dan selamat hari raya idul fitri
      •  Harta paling berharga adalah sabar. Teman paling setia adalah amal. Ibadah paling indah adalah ikhlas. Identitas paling tinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah
      •  Masih ada salah yang tersirat, terucap dan terlakukan. Di hari penuh kesucian ini, Mohon dimaafkan. Karena sesungguhnya tiada manusia yang tak luput dari salah, tiada manusia yang sempurna
      •  Selamat hari raya idul fitri, raih kemenangan dan kembali ke fitrah. Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin
      •  Meski wajah tak mampu berjumpa. Tangan tak bisa saling menjabat. Semoga coretan kata ini mampu menjadi jembatan di hari penuh kemenangan. Minal aidin wal faidzin
      •  Satukan tangan dan teguhkan hati di hari penuh kemenangan ini untuk saling memaafkan dengan ikhlas
      •  Sunset Ramadhan beranjak pergi, berganti fajar syawal dipagi hari. Membawa cahaya kedamaian dipenghujung ramadhan. Menebar berkah di hari kemenangan. Selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin
      •  Takbir berkumandang, kedamaian bertebaran, keharuan menghiasi setiap jiwa, dan kebahagiaan atas rahmat yang sangat indah. Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar
      •  Mari bersihkan hati dan jiwa dari gelimangan dosa di hari penuh kemenangan ini
        • Ketika langkahku membekas lara
        • Kataku merangkai dusta
        • Laku tingkahku menoreh luka
        • Dari jeritan lubuk hatiku yang terdalam
        • Kumohonkan maaf atas segala ucapku
        • Taqabalallahu minna wa minkum
        • Minal ‘Aidin Wal Faizin
        • Mohon Maaf Lahir Dan Batin
        Selamat Hari Raya Idul Fitri
        • Untuk lisan yang tak terjaga
        • Untuk janji yang diabaikan
        • Untuk hati yang berprasangka
        • Untuk sikap yang menyakitkan rasa
        • Di hari yang fitri, dengan tulus hati
        • Ku ucapkan mohon maaf lahir dan batin
        Semoga Allah membimbing kita menuju ridhoNya
        • Dosa kecil padamu
        • Jika ditumpuk akan menjadi besar
        • Kebaikan kecilmu kepadaku
        • Jika ditumpuk hutang budiku besar
        • Sahabat, satu pintaku di hari raya
        • Maafkan segala dosa dan
        Jangan pernah berhenti menjadi sahabatku
        • Sambut kemenangan dengan bahan yang terBAIK
        • Berbahan KESABARAN dengan benang dari KESUCIAN
        • Serta berhiaskan KEIKHLASAN yang terjahit sebulan lamanya
        Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Dan Batin
        • Pas Idul Fitri datang
        • Saat Ramadhan pun pergi
        • Sebelum operator telepon sibuk
        • Sebelum SMS pending terus
        • Kuucapkan Minal Aidin Wal FaizinTiada pemberian yang terindah dan perbuatan termulia
        • Selain maaf dan saling memaafkan
        • SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
        • Minal Aidin Wal Faizin
        Mohon Maaf Lahir Dan Batin
        • Ucapan Idul Fitri 2017Kata Kata Idul Fitri 2017Membeli es di warungnya bu Rima
        • Taruh di piring eh disantap bersama
        • SMS sudah saya terima
        • Teriring pula maksud yang sama
        • MINAL AIDIN WAL FAIZINUntuk lisan yang tak terjaga
        • Untuuk janji yang belum terpenuhi
        • Hati yang kerap berprasangka
        • Dengan penuh keikhlasan kumohon maaf lahir dan batin

      Bila Idul Fitri adalah lentera
      Biarkan ia membuka tabirnya
      Cahaya maaf menembus jiwa
      Dari segala khilaf dan kesalahan
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      Bila ada kata yang terselip dusta
      Ada sikap yang membekas lara dan torehkan luka
      Semoga masih ada ruang maaf yang terisa
      Minal Aidin Wal Faizin
      Mohon Maaf Lahir Dan Batin

      Di kantor kita adalah teman
      Meski kadang ada persaingan
      Di rumah kita adalah teman
      Meski kadang ada perselisihan
      Di hari yang fitri kita perkokoh rasa pertemanan
      Dengan saling maaf memaafkan

      Ramadhan akan segera berlalu
      Jiwa bersih berbalut kalbu
      Dengan segala kerendahan hati
      Mohon diberi maaf yang setulus hati
      Selamat Idul Fitri
      Minal Aidin Wal Faizin

      Sayup terdengar suara takbir berkumandang
      Tanda Ramadhan telahlah lewat
      Ampunan diharap dan barokah didapat
      Taqabalallahu Minnaa Wa Minkum
      Mohon Maaf Lahir Dan Batin

      Sebelum takbir berkumandang
      Sebelum ajal menjemput
      Sebelum jaringan over load
      Ijinkan ku mohon maaf lahir dan batin

      Si Mamat makan ketupat
      Makan ketupatnya sambil lompat-lompat
      Ngirim katu ucapan ga sempat
      P1528938968491.jpgake SMS pun “No What What”
      Minal Aidin Wal Faizin
      Met Hari Raya Idul Fitri 1438 H

      Mata kadang salah melihat
      Mulut kadang salah berucap
      Hati kadang salah menduga
      Dengan niat yang tulus dan ikhlas
      Mohon dibukakan segala maaf

       

      •  Kemuliaan seseorang dilihat dari keikhlasannya dalam memaaafkan setiap salah dan khilaf atas dirinya. Maka maafkanlah keluarga, sahabat, bahkan musuh sekalipun di hari suci ini
      •  Sungguh mulia mereka yang bersabar dan saling memaafkan, selamat hari lebaran dan tebarlah kebaikan
      •  Bersyukur diri ini karena masih diberikan kesempatan untuk memperbanyak amal di bulan ramadhan dan melakukan kebaikan di hari yang fitrah
      •  Jadilah pemuda idaman yang bukan hanya bisa berkarya tetapi memiliki nurani yang hebat untuk memaafkan setiap kesalahan dan kekhilafan
      •  Hidup hanya sekali, namun kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan idul fitri berkali-kali. Masih adakah keegoan untuk tidak memaafkan saudara kita?
      •  Mari menjadikan momen idul fitri sebagai agenda untuk saling berkunjung dan bersilaturahim untuk mempererat persahabatan dan persaudaraan
      •  Untuk hati yang pernah terluka oleh tajamnya lidah. Untuk jiwa yang tersakiti oleh buruknya sikap dan perilaku. Selamat idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin

      Kaki tak dapat melangkah
      Hanya Hati yang mampu berbisik
      Mohon Maaf atas segala kesalahan
      “Selamat Hari Raya Idul Fitri”

      • Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
      • Kemenangan akan kita gapai
      • Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
      • Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
      • Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
      • Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT

      Kami sekeluarga menghaturkan
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H 2017
      Taqobalallahu minna wa minkum
      Mohon maaf lahir dan bathin

      Apabila ada langkah membekas lara
      Ada kata merangkai dusta
      Ada tingkah menoreh luka
      Mohon maaf lahir serta bathin
      Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H 2017

      Bulan ramadhan telah berlalu
      Dan hari kemenangan telah datang
      Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita
      Sari gelimang dosa
      Mohon maaf lahir dan bathin

      Mata dapat salah lihat
      Kuping dapat salah dengar
      Mulut dapat salah bicara
      Hati dapat salah sangka
      Di hari yang fitri ini
      Mohon maaf lahir serta bathin

      Besok adalah harapan
      Saat ini adalah kenyataan
      Hari Lalu adalah kenangan, khilaf dan kesalahan pasti selalu ada
      Bila tangan tak mampu berjabat,
      Kaki tidak sempat melangkah.

      Tulus dari hati ku ucapkan
      Mohon maaf lahir batin
      Maafkan khilaf dan salah
      Selamat Hari Raya Idul Fitri.

      Hanya hati mampu berbisik indah.

      Idul Fitri adalah Cahaya.

      Izinkan untuk merasakan sinarnya

      Saat kata tak mampu berucap
      Hanya bisa mengirim pasan
      Maafkan bila selama ini banyak salah
      Kami Sekeluarga mengucapkan
      Selamat Hari Raya Idul fitri.

      Ramadhan Ibarat Padang Pasir
      Dosa Ibarat Sebuat Tulisan
      Ibarat Tulisan diatas Pasir
      Idul Fitri seperti angin yang akan menghapus semua tulisan
      Tetelah itu akan bersih kembali fitri
      Mohon Maaf Lahir dan Batin

       Saya Uzumaki Naruto
      Hateke Kakasih
      Tsunade
      Dan Saya Riko Wijaya
      Kami segenap Ninja Konoha dan Negara Api
      Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

      Ramadhan Menyuci hati yang penuh dosa
      Mendapatkan kesempatan meraih rahmat dan ampunan-Nya
      Lisan dan sikap yang tidak terjaga
      Membuat banyak salah dan dosa
      Mohon dibukakan segala pintu maaf yang sebesar-besarnya.
      Selamat Lebaran Ya.
      Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin.

       Apabila jemari tidak sempat berjabat tangan,
      Apabila ada kata membakar luka lara, merobek kalbu,
      Berdoa agar pintu maaf masih terbuka lebar.
      Selamat Lebaran Hari Raya Idul Fitri,
      Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin.

      Mementa Maaf Adalah kewajiban
      Memaafkan adalah pilihan
      Dimaafkan adalah Harapan
      Banyak salah dan Dosa Mohon dimaafkan
      Bila berkenan agar maafnya diterema.
      Minal aidin walfaizini mohon maaf lahir batin
      Sekeluarga.

       Kadang Kala cinta, bisa membuat orang berubah total.
      Kadang juga cintamembuat orang jadi sakit hati.
      Sering  terucap kata kata manis.
      Tidak jarang berujung pedih.
      Setiap awal pasti ada akhir
      Bukan berarti semua sudah berakhir
      Semua kata ku ucapkan maaf
      Selamat Hari Raya
      Maafkan salah yang pernah ada

      Lantunan syair takbir berkumandang didalam dada
      Idul Fitri tinggal hitungan hari.
      Sucikan Hati bersama embun pagi
      Menyongsong mentari sore hati
      Tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf
      Hanya seutas kata berbalut doa
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

       Manusia Tak sesempurna Pencipta
      Penuh Salah dan Dosa
      Seandainya ada kata-kata  saya yang menyakiti hati,
      Seandainya status saya yang tidak sedap dipandang mata,
      Seandainya sikap saya seperti lupa usia,
      Saya sepenuh hati memohon maaf
      Minali Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Batin

      Segala yang aku lakukan adalah untuk kebahagianmu.
      1528938968491.jpgSemuanya adalah untukmu.
      Aku bukan lelaki/wanita yang sempurna
      Terus saja ada ucapan salah
      Mungkin bisa menyakiti hatimu.
      Dihari ini aku meminat segala keiklasan
      Untuk memaafkan semua kesalahan
      Selamat hari raya Idul Fitri.

       Lebaran yang agung,Seagung kalimat Tayyibah
      Semegah dinul Islam kaffah,
      Sebesar silaturrahim mendatangkan cinta dan kedamaian.
      Bila ada kelakukan yang salam,
      Mohon Sekiranya dimaafkan.
      Happy Idul Fitri

      Open hati dapat cinta,
      Open buku dapat ilmu,
      Open hp dapat sms,
      Open sms dapat ucapan “Selamat Lebaran Idul Fitri”
      Minal Aidin Walfaizin
      Mohon Maaf Lahir Batin

       Tidak Ada Kata seindah zikir
      Alunan merdu bagaikan adzan,
      berbaris rapi dalam antrian,
      bagain bebek tertip rapi,
      Kini tiba hari kemenangan
      keihklasan perhiasan terindah hati untuk saling memaafkan.
      Selamat Hari Raya Idul Fitri.

      Dear Hari Ini segalanya terasa indah
      Seandainya keseluruhan salah & khilaf dapat terhapus dengan ikhlas.
      Dengan saling berjabat tangan
      Sembari mengucapkan minal aidin walfaizini mohon maaf lahir dan batin.

       Perkataan yang paling baik adalah “Allah”,
      Syair yang paling indah adalah “Adzan”,
      Buku terbaik terlengkap adalah “Al-Qur’an”,
      Olahraga palig sehat adalah “Shalat”,
      Diet paling bagus adalah “Puasa”,
      Cuci Muka menyegarkan adalah “Wudhu”,
      Perilaku paling mulia adalah “Memaafkan”,
      Minal Aidin Walfaizin mohon maaf lahir batin
      Selamat Hari Raya Idul Fitri.

      Fajar surya berseri indah dipagi penuh berkah ini,
      Kami Sekeluarga mohon dbukakan pintu maaf
      Apabila ada kata dan tindak yang tidak berkenan dihati.
      Segala perilaku kami.
      Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan bantin.

       Sebening hati pasti ada keruhnya prasangka buruk,
      Diikat sapa ada celanya kata yang terlontar.
      Ada salah disetiap kata, berangkai maaf berisi doa
      Mohon maaf atas segala salah dan khilaf.

      Ya Rob, Limpakanlah umur kami hingga Ramadhan ditahun depan.
      Bersihkan hati kami untuk bisa saling memaafkan sesama saudara muslim.
      Minal Aidin Walfaizini mohon maaf halir dan batin

       Mari Program ulang NIAT,Full upgrade IMAN,
      undah SABAR,
      hapus DOSA,
      Saling MAAF dan Memaafkan,
      Cek PAHALA Supaya kita getting GUEST LIST masuk surga..
      Untuk Semua Minal Aidin Walfaizini
      Mohon Maaf Lahir dan Batin.

      RESEP SPECIAL IDUL FITRI
      Bahan yg disediakan:
      2 potong rasa bersalah
      3 siung kasih sayang
      4 sendok rasa menyesal d+
      1 gelas saling memaafkan
      BUMBU:
      1 kg ikhlas
      2 kg tawakal
      1 kg kebaikan
      Ditambah 2 lembar daun assalam, rasa hormat, tenggang rasa, saling menghargai.
      Tuangkan kasih sayang, hiasi dengan “perasaan” cinta sesama mukmin dan ketulusan hati
      diracik sampai semua tercampur rata,
      Terakhir, hidangkan dengan “kejujuran hati”
      Selamat Menikmati Menu Special Idul Fitri
      Mohom Maaf Lahir Batin

       Satu harapan untuk perubahan,
      Satu cinta untuk pengabdian,
      Satu asa untuk berkarya,
      Ayo Bangun bersama peradaban islam gemilang.
      Dimulai di hari  fitri, diawali dengan maaf ikhlas hati.
      Mohon MAAF jika ada perkataan & sikap yang kurang berkenan dihati
      Untuk Semua khilaf.
      Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Batin

      Kita Semua akan menuju dan kembali ke fitrah masing2
      Fitrah adalah bawaan sejak lahir
      Hal tersebut adalah “Laa ilaha Illallah”
      Sucikan hati kembali kepada tauhid
      Mohon Maaf Lahir Batin
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

       Puasa Ini akan kembali berlalu,
      Pergi Menjauh meninggalkan kisah haru
      Semua akan sia-sia jika hati masih terbalut noda.
      Bersikan jiwa sucikan hati
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      Hidup ini tidak lama hanya sebentar..
      Sebentar marah, Sebentar ketawa
      Sebentar berduit, Sebentar buntu
      Sebentar senang, Sebentar susah
      Sebentar Lagi Lebaran
      Mohon Maaf Lahir dan Batin
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

       Aku memang bukan mentari yang bisa membuatmu perbedaan pagi dan malam
      Namun setidaknya cahaya kecil ini bisa berarti di hari raya idul fitri…
      Untuk Mu minal aidzin walfaidzin

      Bulan penuh berkah dan hikmah telah berlalu..
      Harapan menitis kehidupan baru
      Membuka ribuan pintu maaf,
      Kami bisa menjadi dari bagian yang termaafkan,
      Mohon Maaf Lahir dan Batin

       L : ive is go on,
      E : verything reborn again,
      B : ut
      A : ll of d sin &
      R : egret still inside in me,
      A: nd I wanna say
      N : othing but Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir batin..

      Sayup terdengar suara takbir berkumandang
      Tanda Ramadhan telahlah lewat
      Ampunan diharap dan barokah didapat
      Taqabalallahu Minnaa Wa Minkum
      Mohon Maaf Lahir Dan Batin

      Sebelum takbir berkumandang
      Sebelum ajal menjemput
      Sebelum jaringan over load
      Ijinkan ku mohon maaf lahir dan batin

      Si Mamat makan ketupat
      Makan ketupatnya sambil lompat-lompat
      Ngirim katu ucapan ga sempat
      Pake SMS pun “No What What”
      Minal Aidin Wal Faizin
      Met Hari Raya Idul Fitri 1438 H

      Mata kadang salah melihat
      Mulut kadang salah berucap
      Hati kadang salah menduga
      Dengan niat yang tulus dan ikhlas
      Mohon dibukakan segala maaf

      Sudah ramai orang di pasar
      Dipenuhi sesak orang di warung makan
      Shopping baju di pasar besar
      Belum puasa udah mikir lebaran
      Lebih baik minta maaf sebelum lebaran
      Minal aidini walfaizin
      Mohon Maaf Lahir batin

       Melakukan khilaf adalah sifat
      Meminta maaf adalah kewajiban
      Kembali ke Fitrah adalah tujuan
      Minal aidin walfaizin mohon maaf lahir batin
      Kami Sekeluarga Selamat Hari Raya Idul Fitri

      Maaf dan memaafkan bukan adalah kewajiban
      Bukan karena hari ini Lebaran
      Namun karena Ridho Allah SWT
      Mumpung Semua Pintu Maaf Terbuka Lebar
      Mohon Maaf atas segala khilaf dan alpa

      Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
      Kemenangan akan kita gapai
      Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
      Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
      Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
      Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
      Kami sekeluarga menghaturkan
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H
      Taqobalallahu minna wa minkum
      Mohon maaf lahir dan bathin

      Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
      Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
      Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
      Mohon Maaf lahir Dan batin

      Melati semerbak harum mewangi,
      Sebagai penghias di Hari fitri,
      SMS ini hadir pengganti diri,
      Ulurkan tangan silaturahmi.
      Selamat Idul Fitri

      Sebelas bulan Kita kejar dunia,
      Kita umbar napsu angkara.
      Sebulan penuh Kita gelar puasa,
      Kita bakar segala dosa.
      Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
      Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
      Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
      Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
      Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

      Waktu mengalir bagaikan air
      Ramadhan suci akan berakhir
      Tuk salah yg pernah Ada
      Tuk khilaf yg sempat terucap
      Pintu maaf selalu kuharap
      Met Idul Fitri

      Satukan tangan,satukan hati
      Itulah indahnya silaturahmi
      Di Hari kemenangan Kita padukan
      Keikhlasan untuk saling memaafkan
      Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Mohon Maaf Lahir Batin

      Satukan tangan,satukan hati
      Itulah indahnya silaturahmi
      Di Hari kemenangan Kita padukan
      Keikhlasan untuk saling memaafkan
      Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Mohon Maaf Lahir Batin

      Andai jemari tak sempat berjabat.
      Jika raga tak bisa bersua.
      Bila Ada kata membekas luka.
      Semoga pintu maaf masih terbuka.
      Selamat Idul Fitri

      Bila kata merangkai dusta..
      Bila langkah membekas lara
      Bila hati penuh prasangka
      Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
      Mohon bukakan pintu maafâ
      Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

      Waktu mengalir bagaikan air
      Ramadhan suci akan berakhir
      Tuk salah yg pernah Ada
      Tuk khilaf yg sempat terucap
      Pintu maaf selalu kuharap
      Met Idul Fitri

      One day before ied,… I wanna say forgive my sins,
      may our hearts purified from all mistakes,
      happy iedul fitri minal aidin wal faidzin

      Selepas ramadhan semoga mutiara kesabaran, keimanan
      & mahabbah pada Allah selalu terpatri dalam diri,
      seharmoni dengan gelombang kehidupan yang tak selalu datar.,
      maaf lahir batin.

      Bila Idul Fitri adalah lentera,
      izinkan membuka tabirnya dengan maaf
      agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      Bila ada kata terselip dusta, ada sikap membekas lara & langkah menoreh luka,
      semoga masih ada maaf tersisa.
      minal aidin wal faidzin

      Tiada pemberian terindah & perbuatan termulia selain maaf
      dan salin memaafkan SELAMAT IDUL FITRI minal aidin wal faidzin.
      Teriring salam dari dan tuk keluarga

      Bahagia terasa bila segala khilaf & salah dapat saling dimaafkan,
      sebagai syukur menyambut IDUL FITRI walau jemari tak kuasa menjabat,
      kata menjadi jembatan “mohon maaf lahir batin”
      Pas Idul Fitri datang,
      pas Ramadhan pergi,
      sebelum operator sibuk,
      sebelum sms pending melulu…
      minal aidin wal faidzin.

      Untuk lisan yang tak terjaga
      janji yang tak terpenuhi
      hati yang kerap berprasangka
      dengan penuh keikhlasan
      mohon maaf lahir batin
      Beli es diwarung Bu Rima.
      Taruh di piring santap bersama.
      Sms sudah saya terima.
      Teriring pula maksud yang sama.

      Ketupat udah dipotong
      Opor udah dibikin
      Nastar udah dimeja
      Kacang udah digaremin
      Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin
      Taqobalallahu minna wa minkum

      Barangsiapa minta maaf lewat sms,
      maka kamu akan tersiksa di hari pembayaran pulsa.
      Mohon maaf tidak bisa kirim parsel karena dilarang KPK.
      Mohon maaf atas segala kekhilafan.
      samBut kmEnanGan dG mEmaKai paKa!an tbaEk,BrbaHan ksabaRan,
      brbEnang ksuCian&brhiaSkan keiKhlasn yG trjahiT sBulan laMany
      Met idul fiTri mHon mAAf lahiR baTinw.

      SiMaMaT MaKaN KeTuPaT, MaKaN KeTuPaT SaMBiL MeLoMpAt,
      NgiRiM KaRtU uDaH Ga’
      SeMpAT,Pake SMS PuN
      NO WHAT-WHAT’ MìNàl AiDìÑ WàL fAidZiÑ,
      met’ IEdUL Fitri

      Walau Hati `gak sebening XL dan secerah MENTARI.
      Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
      kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan diri dari ROAMING dosa,
      kita hanya bisa angkat JEMPOL padaNya
      yang selalu buat kita HOKI dalam mencari kartu AS
      dan STAR ONE selama hidup, kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA
      dan menjalani MATRIX kehidupan ini… dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.
      MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

      Ucapan Idul Fitri : “Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum”, Apa Hukumnya ?

      Ucapan Idul Fitri : “Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum”, Apa Hukumnya ?

      • Apakah ucapan selamat: “Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum” adalah tawqifiyyah (tidak boleh dirubah dengan ucapan selamat lain) ?
      • Hukum Ucapan selamat “Kullu ‘Aamin Wa Antum Bikhaiir” Tidak boleh ?
      • Bahasan makna (Minal’Aaidin Wal-Faaiziin), bolehkah menjadikannya sebagai ucapan selamat?

      Hukum Mengucapkan Ucapan Selamat Hari Raya.

      • Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah telah menukil hadis tentang permasalahan ini dalam kitabnya Fathul-Bary (2/446), dari hadis Watsilah radhiyallahu’anhu bahwa pada masa Nabi para sahabat mengucapkan pada Nabi shallallahu’alaihi wasallam –pada hari raya- dengan ucapan “Taqabbalallaahu Minna Wa Minkum” lalu beliaupun membalasnya. Namun hadis ini dinilai dhoif oleh beliau, dan tidak bisa dijadikan sebagai dalil sunnahnya saling mengucapkan selamat.
      • Setelahnya beliau kemudian menukil sebuah atsar yang menjadi dalil bolehnya ucapan selamat: وروينا في المحامليات بإسناد حسن عن جبير بن نفير قال كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض تقبل الله منا ومنك Artinya: “Kami meriwayatkan dalam Al-Muhaamiliyyaat (Kumpulan hadis Al-Muhamily) dengan SANAD HASAN dari Jubair bin Nufair (Seorang tabiin) ia berkata:
      • “Adalah para sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bila saling berjumpa pada hari raya, mereka saling mengucapkan: Taqabbalallaahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima ibadah kami dan kalian)”.
      • Atsar ini juga dinukil oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Tamaam Al-Minnah (hal.355) dengan ucapan beliau: “(Atsar ini) juga diriwayatkan oleh Al-Muhamili dalam kitab Shalaatul-‘Iidain (2/129/2) dengan sanad yang semua rawinya tsiqah…”.
      • Atsar ini dijadikan oleh para ulama sebagai masyru’nya (tidak terlarangnya) ucapan tahni-ah/selamat dalam hari raya idul fitri atau idul adha.

      1528938968491.jpgApakah ucapan salam ini hukumnya dalam bentuk masyru’ yang MUBAH atau SUNNAH?? Beberapa ucapan para ulama berikut in syaa Allah akan sedikit banyak memberikan pencerahan:

      • Imam Malik rahimahullah: Dalam kitab An-Nawaadir –karya Ibnu Abi Zaid Al-Qairawani (1/509) beliau berkata: “Ibnu Habib berkata : Mutharrif dan Ibnu Kinanah meriwayatkan dari Imam Malik bahwa beliau ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya, “Taqabbalallahu minna wa minka” dan “Ghafara lana wa laka,” Beliau hanya menjawab, “Saya tidak mengenalnya (sebagai sunnah) dan tidak mengingkarinya.”
      • Ibnu Habib berkata: “Artinya beliau (Imam Malik) TIDAK MENGENALNYA SEBAGAI SUNNAH, namun ia tidak pula mengingkarinya karena ia adalah ucapan yang baik, dan Sayapun melihat Ash-haab (murid-murid/para ulama pengikut madzhab beliau) yang saya dapati bahwa mereka tidaklah memulai mengucapkan ucapan selamat ini, tidak pula mengingkari ucapan ini, dan hanya memberikan balasan selamat pada orang yang mengucapkannya pada mereka, dan bagi saya, TIDAK MENGAPA (BOLEH) memulai memberikan ucapan selamat ini”. (lihat juga ucapan ini secara ringkas dalam: At-Taj wal Iklil, 2/854)
      • Imam Ahmad (dinukil Syaikhul Islam dalam Majmu’ Fatawa; 17/258), sebagaimana dalam pernyataan Syaikhul Islam berikut).
      • Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah, dalam Majmu’ Fatawa beliau berkata: “Adapun ucapan selamat para hari raya ied, saling mengucapkan bila bertemu setelah shalat ied dengan ucapan: Taqabbalallaahu minnaa wa minkum, dan “Ahaalahullaahu ‘alaika” atau semacamnya (dari ucapan selamat atau doa) maka telah diriwayatkan dari sebagian sahabat bahwa mereka melakukannya, dan para imam RAKHKHASHA (MEMBOLEHKANNYA) seperti Imam Ahmad dan selainnya, akan tetapi Imam Ahmad berkata “Saya tidak akan memulai mengucapkannya, bila seseorang memulai mengucapkannya padaku, maka saya akan membalas ucapan salamnya”.
      • Ibnu Taimiyah kemudian melanjutkan mengomentari ucapan Imam Ahmad ini dengan ucapannya: “Ini lantaran menjawab tahiyyah (ucapan selamat) hukumnya wajib, dan adapun memulai mengucapkan selamat maka BUKANLAH SUNNAH YANG DIPERINTAHKAN dan BUKAN PULA DILARANG”.
      • Dan ucapan beliau ini disetujui oleh Syaikh AbdurRahman Al-Qasim (Hasyiyah Raudh Murbi’: 2/522) dan Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam Ringkasan Kitab Hasyiyah Raudh Murbi’ yang popular dengan judul Mulakhash Fiqh (1/280).
      • Muhammad bin Ali Al-Itsyubi dalam Dzakhiratul-‘Uqba (17/258) mengomentari ucapan Imam Ahmad ini: “Riwayat yang dinukil dari Imam Ahmad ini sangatlah bagus…barangsiapa yang melakukannya (memberikan ucapan selamat) maka mereka (sebagian sahabat tersebut) merupakan teladan baginya, dan barangsiapa yang tidak melakukannya maka dalilnya adalah bahwa hal ini tidaklah shahih secara marfu’ dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam, sehingga tidak boleh mengingkari orang yang melakukannya atau orang yang tidak melakukannya.
      • Abul-Baqaa’ Asy-Syafii (An-Najm Al-Wahhaaj: 2/550), Asy-Syarbini (Mughni Al-Muhtaaj: 1/596) dan Zakarya Al-Anshari (Asnaa Al-Mathaalib: 1/596) menukil bahwa Al-Qamuli berkata: “Saya tidak mendapati Ash-haab kami (para ulama madzhab syafii) membahas tentang ucapan selamat datangnya hari raya, tahun, atau bulan, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak orang, akan tetapi Hafidz Al-Mundziri menukil dari Hafidz Al-Maqdisi bahwa ia ditanya tentang hal ini dan beliau menjawab : “bahwa para ulama senantiasa berbeda pendapat dalam masalah ini, dan pendapat saya ia hanyalah MUBAH, tidak sunnah dan tidak pula bid’ah”.

      Dari beberapa nukilan ini, utamanya dari nukilan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah jelaslah bahwa hukum mengucapkan selamat ini pada hari raya hanyalah MUBAH, karena beberapa hal:

      1. Bahwa ucapan selamat ini hanyalah suatu adat kebiasaan, tidak masuk dalam batasan ibadah, dan hukum asal adat kebiasaan adalah mubah. Ini bisa disimpulkan dari ucapan Syaikhul-Islam: “ adapun memulai mengucapkan selamat maka BUKANLAH SUNNAH YANG DIPERINTAHKAN dan BUKAN PULA DILARANG”. Hal yang seperti ini adalah masuk dalam kategori mubah.
      2. Amalan beberapa sahabat tidak menunjukkan bahwa hal itu sunnah, boleh jadi hanya menunjukkan bahwa hal tersebut mubah dan merupakan adat kebiasaan, bukan sunnah. Apalagi bila tidak adanya dalil lain yang shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam masalah ini.
      3. Sepakatnya banyak ulama (Madzhab Syafii, Maliki, Hanbali dan sebagian ulama Madzhab Syafii terdahulu) akan hukum MUBAH ucapan selamat ini sebagaimana yang dinukil oleh Ibnu Taimiyah dalam ucapannya diatas: “dan para imam RAKHKHASHA (MEMBOLEHKANNYA) seperti Imam Ahmad dan selainnya”.
      4. Imam Malik yang berada di Madinah dan paling tahu tentang kondisi Madinah dan madzhab para sahabat dan tabiin tidaklah mengenal adanya ucapan selamat ini dari para sahabat dan tabiin. Ini setidaknya menunjukkan bahwa hal ini bukanlah kebiasaan dan sunnah yang tersebar saat itu, namun hanya menunjukkan bahwa hal ini dilakukan oleh beberapa sahabat radhiyallaahu’anhum tanpa dihukumi sebagai sesuatu yang sunnah.

      • Pendapat inilah yang dipilih beberapa ulama kontemporer seperti Syaikh Ibnul-Utsaimin rahimahullah (Majmu’ Fatawa: 16/210), dan juga merupakan pendapat Komite Fatwa Tetap Kerajaan A8rab Saudi yang ditanda tangani oleh Syaikh Ibnu Baaz –sebagai ketua-, Syaikh Abdul’Aziz Aalu Syaikh –sebagai wakil ketua-, serta Syaikh Shalih Al-Fauzan dan Syaikh Abdullah bin Ghudayan sebagai anggota


      • Sebagian ulama Madzhab Syafiiyah zaman belakangan menganggap bahwa hukum ucapan selamat ini adalah sunnah, seperti Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya Tuhfah Al-Muhtaaj (3/56) dengan dalil: adanya beberapa hadis dhaif –dalam riwayat Al-Baihaqi- dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang saling menguatkan dalam masalah ucapan selamat ini. Namun dalil ini tidaklah kuat, karena semua dalil tentang masalah ini dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam munkar/lemah sekali/dhoif jiddan dan tidak bisa saling menguatkan (lihat: Sunan Kubra –Al-Baihaqi: 3/446).

      1528938601307.jpg1528939346706.jpg

      Inilah Hukumnya Bagi Wanita Yang Berhalangan Saat Shalat Ied

      Wanita yang sedang haid tetap mengikuti acara Shalat Id, walaupun tidak boleh melakukan shalat, bahkan haram dan tidak sah. Ia diperintahkan untuk menjauh dari tempat shalat sebagaimana hadits yang lalu dalam pembahasan hukum Shalat Id. Mereka turut keluar ke tanah lapang, untuk menyaksikan ‘Ied dan mendengarkan khutbah bagi yang mau mendengarkan. Dan keluarnya para wanita ini termasuk perkara yang disyariatkan dalam agama Islam sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

      Hafshah bintu Sirin, seorang wanita yang alim dari kalangan tabi’in rahimahullah berkata:

      كُنَّا نَمْنَعُ جَوَارِيَنَا أَنْ يَخْرُجْنَ يَوْمَ الْعِيْدِ، فَجَاءَتِ امْرَأَةٌ فَنَزَلَتْ قَصْرَ بَنِي خَلَفٍ، فَأَتَيْتُهَا، فَحَدَثَّتْ أَنَّ زَوْجَ أُخْتِهَا غَزَا مَعَ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ غَزْوَةً، فَكَانَتْ أُخْتُهَا مَعَهُ فِي سِتِّ غَزَوَاتٍ. فَقَالَتْ: فَكُنَّا نَقُوْمُ عَلَى الْمَرْضىَ وَنُدَاوِي الْكَلْمَى. فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، عَلَى إِحْدَانَا بَأْسٌ -إِذَا لَمْ يَكُنْ لَهَا جِلْبَابٌ- أَنْ لاَ تَخْرُجَ؟ فَقَالَ: لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا، فَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ. قَالَتْ حَفْصَةُ: فَلَمَّا قَدِمَتْ أُمُّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، أَتَيْتُهَا فَسَأَلْتُهَا: أَسَمِعْتِ فِي كَذَا وَكَذَا؟ قَالَتْ: نَعَمْ، بِأَبِي – وَقَلَّمَا ذَكَرَتِ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ قَالَتْ: بِأَبِي- قَالَ: لِيَخْرُجِ الْعَوَاتِقُ ذَوَاتُ الْخُدُوْرِ -أَوْ قَالَ: الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُوْرِ. شَكَّ أَيُّوبُ- وَالْحُيَّضُ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى وَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ. قَالَتْ: فَقُلْتُ لَهَا: آلْحُيَّضُ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، أَلَيْسَ الْحَائِضُ تَشْهَدُ عَرَفَاتٍ وَتَشْهَدُ كَذَا وَتَشْهَدُ كَذَا؟

      Kami dahulu melarang gadis-gadis kami [1] untuk keluar (ke mushalla/tanah lapang) pada hari Id [2]. Datanglah seorang wanita, ia singgah/tinggal di bangunan Bani Khalaf. Maka aku mendatanginya. Ia kisahkan kepadaku bahwa suami dari saudara perempuannya [3] (iparnya) pernah ikut berperang bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 12 kali dan saudara perempuannya itu menyertai suaminya dalam 6 peperangan. Saudara perempuannya itu mengatakan: “(Ketika ikut serta dalam peperangan), kami (para wanita) mengurusi orang-orang yang sakit dan mengobati orang-orang yang luka (dari kalangan mujahidin).” Saudara perempuannya itu juga mengatakan ketika mereka diperintah untuk ikut keluar ke mushalla ketika hari Id: “Wahai Rasulullah, apakah berdosa salah seorang dari kami bila ia tidak keluar ke mushalla (pada hari Id) karena tidak memiliki jilbab?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Hendaklah saudaranya meminjamkan jilbabnya kepadanya, agar mereka (para wanita) dapat menyaksikan kebaikan dan doanya kaum mukminin.”

      Hafshah berkata: “Ketika Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha datang (ke daerah kami), aku mendatanginya untuk bertanya: ‘Apakah engkau pernah mendengar tentang ini dan itu?’ Ummu ‘Athiyyah berkata: “Iya, ayahku menjadi tebusannya”. –Dan setiap kali Ummu ‘Athiyyah menyebutkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: “Ayahku menjadi tebusannya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaklah gadis-gadis perawan yang dipingit…”. Atau beliau berkata: “Hendaklah gadis-gadis perawan dan wanita-wanita yang dipingit… –Ayyub, perawi hadits ini ragu– (ikut keluar ke mushalla Id). Demikian pula wanita-wanita yang sedang haid. Namun hendaklah mereka memisahkan diri dari tempat shalat, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa kaum mukminin.” Wanita itu berkata: Aku bertanya dengan heran: “Apakah wanita haid juga diperintahkan keluar?” Ummu ‘Athiyyah menjawab: “Iya. Bukankah wanita haid juga hadir di Arafah, turut menyaksikan ini dan itu [4]?” (HR. Al-Bukhari no. 324, 980 dan Muslim no. 2051)

      1528938453339.jpgDitekankannya perkara keluarnya wanita ke mushalla Id ini tampak pada perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar wanita yang tidak punya jilbab tetap keluar menuju mushalla dengan dipinjami jilbab wanita yang lain. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak memberikan udzur ketiadaan jilbab tersebut untuk membolehkan si wanita tidak keluar ke mushalla.

      Di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu, para shahabiyyah menjalankan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas sehingga mereka dijumpai ikut keluar ke mushalla Id. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menaruh perhatian atas kehadiran mereka dengan memberikan nasehat khusus kepada mereka di tempat mereka tatkala beliau pandang, khutbah Id yang beliau sampaikan tidak terdengar oleh mereka. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits berikut ini: Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

      أَشْهَدُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَصَلَّى قَبْلَ الْخُطْبَةِ. قَالَ: ثُمَّ خَطَبَ، فَرَأَى أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعِ النِّسَاءَ، فَأَتَاهُنَّ فَذَكَّرَهُنَّ وَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ، وَبِلاَلٌ قَائِلٌ بِثَوْبِهِ فَجَعَلَتِ الْمَرْأَةُ تُلْقِي الْخَاتِمَ وَالْخُرْصَ وَالشَّيْءَ

      “Aku bersaksi bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Id sebelum khutbah, kemudian beliau berkhutbah. Beliau memandang bahwa khutbah yang beliau sampaikan tidak terdengar oleh kaum wanita. Maka beliau pun mendatangi tempat para wanita, lalu memperingatkan mereka, menasehati dan memerintahkan mereka untuk bersedekah. Sementara Bilal membentangkan pakaiannya untuk mengumpulkan sedekah para wanita tersebut. Mulailah wanita yang hadir di tempat tersebut melemparkan cincinnya, anting-antingnya dan perhiasan lainnya (sebagai sedekah).” (HR. Al-Bukhari no. 1449 dan Muslim no. 2042)

      Kepada para wanita yang hadir tersebut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan:

      تَصَدَّقْنَ، فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ. فَقَامَتِ امْرَأَةٌ مِنْ سِطَةِ النِّسَاءِ سَفْعَاءُ الْخَدَّيْنِ فَقَالَتْ: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: لأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ

      “Bersedekahlah kalian, karena mayoritas kalian adalah kayu bakar Jahannam.” Salah seorang wanita yang hadir di tengah-tengah para wanita, yang kedua pipinya kehitam-hitaman, berdiri lalu berkata: “Kenapa kami mayoritas kayu bakar Jahannam, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Karena kalian itu banyak mengeluh dan mengingkari kebaikan suami.” (HR. Muslim no. 2045)

      Namun ada 2 hal yang perlu diingat,

      Pertama: Hendaknya keluar dengan tidak berhias, tidak memakai wewangian, dan tidak campur baur dengan laki-laki, karena dilarang oleh Rasulullah dan bisa menjadi fitnah bagi kaum lelaki.

      Kedua: Tidak boleh berjabat tangan dengan selain mahramnya. Sebagaimana sabda Nabi ? ketika membaiat kaum wanita:

      ”Sungguh Aku tidak berjabat tangan dengan wanita (yang bukan mahrom).” (H.R. An Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad).

      Juga sabda beliau:

      “Benar-benar kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.“ (H.R. Adh Dhiyaa’ Al Maqdisi)

      Dan hukum haramnya perbuatan ini ada di dalam kitab-kitab empat madzhab. (Lihat Ahkamul Iedain hal. 82)

      1528938968491.jpg1528939346706.jpg

      Tatacara Shalat Ied Idul Adha, Perbedaan Pendapat Dan Hukumnya

      Tidak ada Shalat Sunnah Rawatib (Qobliyyah dan Ba’diyyah) ‘Ied

      Sholat sunnah qobliyyah dan ba’diyyah Ied, maka tidak ada tuntunannya, sebagaimana hadits Ibnu Abbas:

      … لم يُصَلِّ قبلها ولابعدها …

      “… (Nabi ?) belum pernah sholat (sunnah) sebelum sholat Ied atau pun sesudahnya…”. (H.R. Al Bukhori no. 989).

      Sutrah Bagi Imam

      Sutrah adalah benda, bisa berupa tembok, tiang, tongkat atau yang lain yang diletakkan di depan orang shalat sebagai pembatas shalatnya, panjangnya kurang lebih 1 hasta. Telah terdapat larangan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melewati orang yang shalat. Dengan sutrah ini, seseorang boleh melewati orang yang shalat dari belakang sutrah dan tidak boleh antara seorang yang shalat dengan sutrah. Sutrah ini disyariatkan untuk imam dan orang yang shalat sendirian atau munfarid. Adapun makmum tidak perlu dan boleh lewat di depan makmum. Ini adalah Sunnah yang mayoritas orang meninggalkannya. Oleh karenanya, marilah kita menghidupkan sunnah ini, termasuk dalam Shalat Id.

      عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ الْعِيْدِ أَمَرَ بِالْحَرْبَةِ فَتُوْضَعُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ وَرَاءَهُ وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السَّفَرِ فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا اْلأُمَرَاءُ

      “Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu apabila keluar pada hari Id, beliau memerintahkan untuk membawa tombak kecil, lalu ditancapkan di depannya, lalu beliau shalat ke hadapannya, sedang orang-orang di belakangnya. Beliau melakukan hal itu di safarnya dan dari situlah para pimpinan melakukannya juga.” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitabush Shalat Bab Sutratul Imam Sutrah liman Khalfah dan Kitabul ‘Idain Bab Ash-Shalat Ilal harbah Yaumul Id. Al-Fath, 2/463 dan Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/136)

      Dua Rakaat seperti Shalat-Shalat yang Lain

      Shalat Id dilakukan dua rakaat, pada prinsipnya sama dengan shalat-shalat yang lain. Namun ada sedikit perbedaan yaitu dengan ditambahnya takbir pada rakaat yang pertama 7 kali, dan pada rakaat yang kedua tambah 5 kali takbir selain takbiratul intiqal.

      Membaca Doa Istiftah

      Al-Imam Asy-Syafi’i dan jumhur ulama berpendapat setelah takbiratul ihram dan sebelum takbir tambahan. (Al-Umm, 3/234 dan Al-Majmu’, 5/26. Lihat pula Tanwirul ‘Ainain hal. 149)

      Perbedaan Pendapat 7 Takbir Tambahan pada Rakaat Pertama

      7 takbir tambahan pada rakaat pertama adalah selain takbiratul ihram (menurut pendapat yang terkuat) dan takbir ketika hendak ruku’. Tentang 7 takbir pertama, apakah termasuk takbiratul ihram atau tidak? Dalam hal ini terjadi perbedaan pendapat:

      1. Pendapat Al-Imam Malik, Al-Imam Ahmad, Abu Tsaur dan diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa 7 takbir itu termasuk takbiratul ihram. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/178, Aunul Ma’bud, 4/6, Istidzkar, 2/396 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah)
      2. Pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i, bahwa 7 takbir itu tidak termasuk takbiratul ihram. (Al-Umm, 3/234 cet. Dar Qutaibah dan referensi sebelumnya)

      Nampaknya yang lebih kuat adalah pendapat Al-Imam Asy-Syafi’i. Hal itu karena ada riwayat yang mendukungnya, yaitu:

      عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جِدِّهِ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيْدَيْنِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ تَكْبِيْرَةً، سَبْعًا فِي اْلأُوْلَى وَخَمْسًا فِي اْلآخِرَةِ سِوَى تَكْبِيْرَتَيِ الصَّلاَةِ

      “Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertakbir pada 2 hari raya 12 takbir, 7 pada rakaat yang pertama dan 5 pada rakaat yang terakhir, selain 2 takbir shalat.”(Ini lafadz Ath-Thahawi)

      Adapun lafadz Ad-Daruquthni:

      سِوَى تَكْبِيْرَةِ اْلإِحْرَامِ

      “Selain takbiratul ihram.” (HR. Ath-Thahawi dalam Ma’ani Al-Atsar, 4/343 no. 6744 cet. Darul Kutub Al-Ilmiyyah, Ad-Daruquthni, 2/47-48 no. 20)

      Dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang diperselisihkan bernama Abdullah bin Abdurrahman At-Tha‘ifi. Akan tetapi hadits ini dishahihkan oleh Al-Imam Ahmad, ‘Ali Ibnul Madini dan Al-Imam Al-Bukhari sebagaimana dinukilkan oleh At-Tirmidzi. (lihat At-Talkhis, 2/84, tahqiq As-Sayyid Abdullah Hasyim Al-Yamani, At-Ta’liqul Mughni, 2/18 dan Tanwirul ‘Ainain, hal. 158)

      Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh ‘Aisyah dalam riwayatnya:

      عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى سَبْعًا وَخَمْسًا سِوَى تَكْبِيْرَتَيْ الرُّكُوْعِ

      “Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah bertakbir para (shalat) Fitri dan Adha 7 kali dan 5 kali selain 2 takbir ruku’.” (HR. Abu Dawud dalam Kitabush Shalat Bab At-Takbir fil ’Idain. ‘Aunul Ma’bud, 4/10, Ibnu Majah no. 1280, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Abani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1149)

      5 Takbir Tambahan pada Rakaat Kedua

      5 takbir tambahan pada rakaat kedua adalah selain takbir intiqal (takbir perpindahan dari sujud menuju berdiri) dan selain takbir ruku’. Tidak termasuk takbir ruku’ adalah sebagaimana hadits ‘Aisyahradhiyallahu ‘anhu di atas. Sedangkan tidak termasuk takbiratul intiqal (takbir perpindahan dari sujud menuju berdiri) adalah sebagaimana perkataan Ibnu Abdil Bar menukilkan kesepakatan para ulama bahwa lima takbir tersebut selain takbiratul intiqal. (Al-Istidzkar, 7/52 dinukil dari Tanwirul ‘Ainain)

      Perbedaan Pendapat Mengangkat Tangan di Setiap Takbir Tambahan

      Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.

      1. Jumhur ulama berpendapat mengangkat tangan. 
      2. Sementara salah satu dari pendapat Al-Imam Malik tidak mengangkat tangan, kecuali takbiratul ihram. Ini dikuatkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Tamamul Minnah (hal. 349). Lihat juga Al-Irwa‘ (3/113). Tidak ada riwayat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih dalam hal ini.

      Bacaan Shalat Ied

      Adapun bacaan surat pada 2 rakaat tersebut yakni setelah takbir tambahan sebelum ruku’ pada tiap-tiap rakaan, semua surat yang ada boleh dan sah untuk dibaca. Akan tetapi dahulu Nabi membaca pada rakaat yang pertama “Sabbihisma” (Surat Al-A’la) dan pada rakaat yang kedua “Hal ataaka” (Surat Al-Ghasyiah) (HR Muslim no. 878). Pernah pula pada rakaat yang pertama Surat Qaf dam kedua Surat Al-Qamar (HR. Muslim no. 892). lihat Zadul Ma’ad, 1/427-428)

      Bila Masbuq (Tertinggal) Shalat Id

      • Al-Imam Al-Bukhari membuat bab dalam Shahih-nya berjudul: “Bila tertinggal shalat Id maka shalat 2 rakaat, demikian pula wanita dan orang-orang yang di rumah dan desa-desa berdasarkan sabda Nabi: ‘Ini adalah Id kita pemeluk Islam’.” Adalah ‘Atha` (tabi’in) bila ketinggalan Shalat Id beliau shalat dua rakaat. 
      • Menurut Al-Hasan, An-Nakha’i, Malik, Al-Laits, Asy-Syafi’i dan Ahmad dalam satu riwayat, shalat dengan takbir seperti takbir imam. (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/169)

      1528938786571.jpg1528939346706.jpg

      Salat Id Idul Fitri, Tatacara dan Keutamaannya

      1528938453339.jpgSalat Id adalah ibadah salat sunahyang dilakukan setiap hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Salat Id termasuk dalam salat sunah muakkad, artinya salat ini walaupun bersifat sunah namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

      Niat Salat

      • Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karenaAllah semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.

      Waktu dan tata cara pelaksanaan

      • Waktu salat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari.

      Syarat, rukun dan sunahnya sama seperti salat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunah sebagai berikut :

      • Berjamaah
      • Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
      • Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
      • Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
      • Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
      • Imam menyaringkan bacaannya.
      • Khutbah dua kali setelah salat sebagaimana khutbah jum’at
      • Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum – hukum Qurban.
      • Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
      • Makan terlebih dahulu pada salat Idul Fitri pada Salat Idul Adha sebaliknya.

      1528938601307.jpgHaditst

      • Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata : Adalah Nabi SAW. pada hari raya idul fitri dan idul adha keluar ke mushalla (padang untuk salat), maka pertama yang dia kerjakan adalah salat, kemudian setelah selesai dia berdiri menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shaf mereka, lalu dia memberi nasihat dan wasiat (khutbah) apabila dia hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah dia putuskan,dia perintahkan setelah selesai dia pergi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
      • Telah berkata Jaabir ra: Saya menyaksikan salat Id bersama Nabi Muhammad SAW. dia memulai salat sebelum khutbah tanpa adzandan tanpa iqamah, setelah selesai dia berdiri bertekan atas Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai dia turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya dia memperingatkan mereka. (H.R : Muslim)
      • Diriwayatkan dari Ummu ‘Atiyah ra. ia berkata : Rasulullah SAW. memerintahkan kami keluar pada ‘idul fitri dan ‘idul adha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari mushalla tempat salat Id, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da’wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata : Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Dia bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (H.R : Jama’ah)
      • Diriwayatkan dariAnas bin Malik ra. ia berkata : Adalah Nabi SAW. Tidak berangkat menuju mushalla kecuali dia memakan beberapa biji kurma, dan dia memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
      • Diriwayatkan dari Zaid bin Arqom ra. ia berkata : Nabi Muhammad SAW. Mendirikan salat Id, kemudian dia memberikan ruhkshah / kemudahan dalam menunaikan salat Jumat, kemudian dia bersabda : Barang siapa yang mau salat jumat, maka kerjakanlah. (H.R : Imam yang lima kecuali At-Tirmidzi)
      • Diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW. bertakbir pada salat Id dua belas kali takbir. dalam raka’at pertama tujuh kali takbir dan pada raka’at yang kedua lima kali takbir dan tidak salat sunnah sebelumnya dan juga sesudahnya.(H.R : Amad dan Ibnu Majah)
      • Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud ra. bertakbir pada hari-hari tasyriq dengan lafadz sbb (artinya) : Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada Illah melainkan Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan bagiNya segala puji. (H.R Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih)
      • Diriwayatkan dari Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia berkata : Mereka berkata : Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami hilal syawal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah saw.bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan salat Id pada hari esoknya. (H.R : Lima kecuali At-Tirmidzi)
      • Diriwayatkan dari Azzuhri, ia berkata : Adalah manusia (para sahabat) bertakbir pada hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju tempat salat Id sampai mereka tiba di musala (tempat salat Id) dan terus bertakbir sampai imam datang, apabila imam telah datang, mereka diam dan apabila imam ber takbir maka merekapun ikut bertakbir. (H.R: Ibnu Abi Syaibah)

      HUKUM SHALAT ID. Para ulama berbeda pendapat tentang hukum Shalat Id menjadi 3 pendapat:

      1. Shalat Id merupakan amalan Sunnah (ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang dianjurkan, seandainya orang-orang meninggalkannya maka tidak berdosa. Ini adalah pendapat Al-Imam Ats-Tsauri dan salah satu riwayat dari Al-Imam Ahmad.
      2. Bahwa itu adalah fardhu kifayah, sehingga jika penduduk suatu negeri sepakat untuk tidak melakukannya berarti mereka semua berdosa dan mesti diperangi karena meninggalkannya. Ini yang tampak dari madzhab Al-Imam Ahmad dan pendapat sekelompok orang dari madzhab Hanafi dan Syafi’i.
      3. Wajib ‘ain (atas setiap orang) seperti halnya Shalat Jum’at. Ini pendapat Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Al-Imam Asy-Syafi’I mengatakan dalam Mukhtashar Al-Muzani: “Barangsiapa memiliki kewajiban untuk mengerjakan Shalat Jum’at, wajib baginya untuk menghadiri shalat 2 hari raya. Dan ini tegas bahwa hal itu wajib ‘ain.” (Diringkas dari Fathul Bari Ibnu Rajab, 6/75-76)

      Yang terkuat dari pendapat yang ada –wallahu a’lam– adalah pendapat ketiga dengan dalil berikut:

      عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ: أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُوْرِ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاَةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِحْدَانَا لاَ يَكُوْنُ لَهَا جِلْبَابٌ؟ قَالَ: لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا

      Dari Ummu ‘Athiyyah ia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar (kaum wanita) pada (hari raya) Idul Fitri dan Idul Adha yaitu gadis-gadis, wanita yang haid, dan wanita-wanita yang dipingit. Adapun yang haid maka dia menjauhi tempat shalat dan ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah muslimin. Aku berkata: “Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab?” Nabi menjawab: “Hendaknya saudaranya meminjamkan jilbabnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim Kitabul ‘Idain Bab Dzikru Ibahati Khurujinnisa)

      Perhatikanlah perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi menuju tempat shalat, sampai-sampai yang tidak punya jilbabpun tidak mendapatkan udzur. Bahkan tetap harus keluar dengan dipinjami jilbab oleh yang lain.

      Shiddiq Hasan Khan berkata: “Perintah untuk keluar berarti perintah untuk shalat bagi yang tidak punya udzur… Karena keluarnya (ke tempat shalat) merupakan sarana untuk shalat dan wajibnya sarana tersebut berkonsekuensi wajibnya yang diberi sarana (yakni shalat). Di antara dalil yang menunjukkan wajibnya Shalat Id adalah bahwa Shalat Id menggugurkan Shalat Jum’at bila keduanya bertepatan dalam satu hari. Dan sesuatu yang tidak wajib tidak mungkin menggugurkan suatu kewajiban.” (Ar-Raudhatun Nadiyyah, 1/380 dengan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah. Lihat pula lebih rinci dalam Majmu’ Fatawa, 24/179-186, As-Sailul Jarrar, 1/315, Tamamul Minnah, hal. 344)

      Shalat Id Bagi Musafir

      • Sebuah pertanyaan telah diajukan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang intinya: Apakah untuk Shalat Id disyaratkan pelakunya seorang yang mukim (tidak sedang bepergian)?
      • Beliau kemudian menjawab yang intinya: “Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada yang mengatakan, disyaratkan mukim. Ada yang mengatakan, tidak disyaratkan mukim.”
      • Lalu beliau mengatakan: “Yang benar tanpa keraguan, adalah pendapat yang pertama. Yaitu Shalat Id tidak disyariatkan bagi musafir, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak melakukan safar dan melakukan 3 kali umrah selain umrah haji, beliau juga berhaji wada’ dan ribuan manusia menyertai beliau, serta beliau berperang lebih dari 20 peperangan, namun tidak seorangpun menukilkan bahwa dalam safarnya beliau melakukan Shalat Jum’at dan Shalat Id…” (Majmu’ Fatawa, 24/177-178)

      MANDI SEBELUM PERGI SHALAT ID

      عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

      “Dari Malik dari Nafi’, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (lapangan).” (Shahih, HR. Malik dalam Al-Muwaththa` dan Al-Imam Asy-Syafi’i dari jalannya dalam Al-Umm)

      Dalam atsar lain dari Zadzan, seseorang bertanya kepada ‘Ali radhiallahu ‘anhu tentang mandi, maka ‘Ali berkata: “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Ia menjawab: “Tidak, mandi yang itu benar-benar mandi.” Ali radhiallahu ‘anhu berkata: “Hari Jum’at, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri.” (HR. Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa`, 1-176-177))

      MEMAKAI WEWANGIAN

      Disunnahkan memakai wewangian untuk shalat berjama’ah:

      عَنْ مُوْسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ يَغْتَسِلُ وَيَتَطَيَّبُ يَوْمَ الْفِطْرِ

      “Dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’ bahwa Ibnu ‘Umar mandi dan memakai wewangian di hari Idul fitri.” (Riwayat Al-Firyabi dan Abdurrazzaq)

      Al-Baghawi berkata: “Disunnahkan untuk mandi di hari Id. Diriwayatkan dari Ali bahwa beliau mandi di hari Id, demikian pula yang sejenis itu dari Ibnu Umar dan Salamah bin Akwa’ dan agar memakai pakaian yang paling bagus yang dia dapati serta agar memakai wewangian.” (Syarhus Sunnah, 4/303)

      Perlu diingat bahwa memakai wewangian ini dikhususkan untuk para lelaki, dan tidak diperbolehkan bagi para wanita, lihat pembahasannya disini.

      MEMAKAI PAKAIAN YANG BAGUS

      • Disunnahkan memakai pakaian yang terbaik tetapi tidak berlebih-lebihan ketika hari raya:
      • عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: أَخَذَ عُمَرُ جُبَّةً مِنْ إِسْتَبْرَقٍ تُبَاعُ فِي السُّوْقِ فَأَخَذَهَا فَأَتَى بِهَا رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ ابْتَعْ هَذِهِ تَجَمَّلْ بِهَا لِلْعِيْدِ وَالْوُفُوْدِ. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ
      • Dari Abdullah bin Umar bahwa Umar mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar maka dia bawa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Umar radhiallahu ‘anhu berkata: “Wahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengan pakaian ini untuk hari raya dan menyambut utusan-utusan.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata: “Ini adalah pakaian orang yang tidak akan dapat bagian (di akhirat)….” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitabul Jum’ah Bab Fil ‘Idain wat Tajammul fihi dan Muslim Kitab Libas Waz Zinah)
      • Ibnu Rajab berkata: “Hadits ini menunjukkan disyariatkannya berhias untuk hari raya dan bahwa ini perkara yang biasa di antara mereka.” (Fathul Bari)
      • Yakni Umar radhiyallahu ‘anhu menyarankan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamuntuk memakai pakaian yang bagus ketika berhari raya. Akan tetapi, Umar radhiyallahu ‘anhu saat itu, belum mengetahui bahwasanya sutera diharamkan bagi laki-laki muslim.

      MAKAN SEBELUM BERANGKAT ID

      • Yakni disunnahkan makan sebelum berangkat menuju shalat ‘iedul fitri:
      • عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ. وَقَالَ مُرَجَّأُ بْنُ رَجَاءٍ: حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللهِ قَالَ: حَدَّثَنِي أَنَسٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا
      • Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajja‘ bin Raja‘ berkata: Abdullah berkata kepadaku, ia mengatakan bahwa Anas berkata kepadanya: “Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.” (Shahih, HR Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Al-Akl Yaumal ‘Idain Qablal Khuruj)
      • Ibnu Rajab berkata: “Mayoritas ulama menganggap sunnah untuk makan pada Idul Fitri sebelum keluar menuju tempat Shalat Id, di antara mereka ‘Ali dan Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma.”

      Di antara hikmah dalam aturan syariat ini, yang disebutkan oleh para ulama adalah:

      1. Menyelisihi Ahlul kitab, yang tidak mau makan pada hari raya mereka sampai mereka pulang.
      2. Untuk menampakkan perbedaan dengan Ramadhan.
      3. Karena sunnahnya Shalat Idul Fitri lebih siang (dibanding Idul Adha) sehingga makan sebelum shalat lebih menenangkan jiwa. Berbeda dengan Shalat Idul Adha, yang sunnah adalah segera dilaksanakan. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/89)

      Berbeda dengan shalat iedul adha, disunnahkan makan sesudah shalat iedul adha. Pembahasannya tersendiri, Insya-Allah.

      BERTAKBIR KETIKA KELUAR MENUJU TEMPAT SHALAT

      • Disunnahkan bertakbir dengan lantang sejak malam ied hingga ditunaikannya shalat ied:
      • كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ، فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ
      • “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.” (Shahih, Mursal Az-Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahidnya dalam Ash-Shahihah no. 171)
      • Asy-Syaikh Al-Albani berkata: “Dalam hadits ini ada dalil disyariatkannya apa yang diamalkan kaum muslimin yaitu bertakbir dengan keras selama perjalanan menuju tempat shalat walaupun banyak di antara mereka mulai menggampangkan sunnah (ajaran) ini, sehingga hampir-hampir menjadi sekedar berita (apa yang dulu terjadi). Hal itu karena lemahnya mental keagamaan mereka dan karena rasa malu untuk menampilkan sunnah serta terang-terangan dengannya. Dan dalam kesempatan ini, amat baik untuk kita ingatkan bahwa mengeraskan takbir di sini tidak disyariatkan padanya berpadu dalam satu suara sebagaimana dilakukan sebagian manusia (karena Nabi tidak memberi contoh demikian dalam ibadah ini. Lain halnya –wallahu a’lam– bila kebersamaan itu tanpa disengaja-red) …” (Ash-Shahihah: 1 bagian 1 hal. 331)
      • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: ”Dan disyariatkan bagi siapa saja untuk melantunkan takbir ketika keluar menuju sholat Ied, dan ini kesepakatan Imam yang empat. “
      • Boleh menuju shalat ‘Ied dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Al Imam Al Bukhori berkata: ”Bab Berjalan dan Berkendaraan Menuju Sholat Ied …”.
      • Ketika tiba di tempat sholat, hendaknya terus bertakbir hingga imam memulai sholat.

      Lafadz Takbir

      • Tentang hal ini tidak terdapat riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam –wallahu a’lam–. Yang ada adalah dari shahabat, dan itu ada beberapa lafadz. Asy-Syaikh Al-Albani berkata: Telah shahih mengucapkan 2 kali takbir dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu:
      • أَنَّهُ كَانَ يُكَبِرُ أَيَّامَ التَّشْرِيْقِ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهٌ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
      • Bahwa beliau bertakbir di hari-hari tasyriq:
      • اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهٌ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
      • (HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/27/2 dan sanadnya shahih)
      • Namun Ibnu Abi Syaibah menyebutkan juga di tempat yang lain dengan sanad yang sama dengan takbir tiga kali. Demikian pula diriwayatkan Al-Baihaqi (3/315) dan Yahya bin Sa’id dari Al-Hakam dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dengan tiga kali takbir.
      • Dalam salah satu riwayat Ibnu ‘Abbas disebutkan:
      • اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا اللهُ أَكْبَرُ وَأَجَلَّ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ (Lihat Irwa`ul Ghalil, 3/125)

      TEMPAT SHALAT ‘IED

      • Banyak ulama menyebutkan bahwa petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat dua hari raya adalah beliau selalu melakukannya di mushalla. Mushalla yang dimaksud adalah tempat shalat berupa tanah lapang dan bukan masjid, sebagaimana dijelaskan sebagian riwayat hadits berikut ini.
      • عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أَضْحًى إِلَى الْبَقِيْعِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ وَقَالَ: إِنَّ أَوَّلَ نُسُكِنَا فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نَبْدَأَ بِالصَّلاَةِ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ وَافَقَ سُنَّتَنَا Dari Al-Bara’ Ibnu ‘Azib ia berkata: “Nabi pergi pada hari Idul Adha ke Baqi’ lalu shalat 2 rakaat lalu menghadap kami dengan wajahnya dan mengatakan: ‘Sesungguhnya awal ibadah kita di hari ini adalah dimulai dengan shalat. Lalu kita pulang kemudian menyembelih kurban. Barangsiapa yang sesuai dengan itu berarti telah sesuai dengan sunnah…” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Istiqbalul Imam An-Nas Fi Khuthbatil ‘Id)
      • Ibnu Rajab berkata: “Dalam hadits ini dijelaskan bahwa keluarnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan shalatnya adalah di Baqi’, namun bukan yang dimaksud adalah Nabi shalat di kuburan Baqi’. Tapi yang dimaksud adalah bahwa beliau shalat di tempat lapang yang bersambung dengan kuburan Baqi’ dan nama Baqi’ itu meliputi seluruh daerah tersebut. Juga Ibnu Zabalah telah menyebutkan dengan sanadnya bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Id di luar Madinah sampai di lima tempat, sehingga pada akhirnya shalatnya tetap di tempat yang dikenal (untuk pelaksanaan Id, -pent.). Lalu orang-orang sepeninggal beliau shalat di tempat itu.” (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/144)
      • عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُوْمُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ جُلُوْسٌ عَلَى صُفُوْفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيُوْصِيْهِمْ وَيَأْمُرُهُمْ فَإِنْ كَانَ يُرِيْدُ أَنْ يَقْطَعَ بَعْثًا قَطَعَهُ أَوْ يَأْمُرَ بِشَيْءٍ أَمَرَ بِهِ ثُمَّ يَنْصَرِفُ “Dari Abu Sa’id Al-Khudri ia mengatakan: Bahwa Rasulullah dahulu keluar di hari Idul Fitri dan Idhul Adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat, lalu berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf-shaf mereka. Kemudian beliau menasehati dan memberi wasiat kepada mereka serta memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu beliau pergi.” (Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Al-Khuruj Ilal Mushalla bi Ghairil Mimbar dan Muslim)
      • Ibnu Hajar menjelaskan: “Al-Mushalla yang dimaksud dalam hadits adalah tempat yang telah dikenal, jarak antara tempat tersebut dengan masjid Nabawi sejauh 1.000 hasta.” Ibnul Qayyim berkata: “Yaitu tempat jamaah haji meletakkan barang bawaan mereka.”
      • Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: “Nampaknya tempat itu dahulu di sebelah timur masjid Nabawi, dekat dengan kuburan Baqi’…” (dinukil dari Shalatul ‘Idain fil Mushalla Hiya Sunnah karya Asy-Syaikh Al-Albani, hal. 16)
      • Namun bila ada udzur yang darurat seperti hujan dan yang sejenisnya, maka boleh dilakukan di masjid. Asy Syaikh Al Albani berkata: “Sunnah nabi sesuai dengan hadits-hadits yang shohih menunjukkan bahwa beliau selalu mengerjakan dua sholat ied di tanah lapang pinggiran kampung, dan ini terus berkelanjutan di masa generasi pertama (ummat ini), mereka tidak melaksanakan di masjid-masjid kecuali bila ada udzur yang darurat seperti hujan dan sejenisnya. Inilah madzhab Imam yang empat dan selain mereka dari para Imam“. (Sholatul ‘Iedaini fil Musholla Hiyas Sunnah, hal. 35).
      • Sehingga sangat berlebihan orang yang mengatakan bahwa sholat Ied tidak boleh dilaksanakan di masjid walaupun ada udzur yang darurat, demikian pula orang yang mengatakan bahwa tidak ada sholat kalau tidak di tanah lapang.

      WAKTU PELAKSANAAN SHALAT

      Waktu Awal Pelaksanaan Shalat adalah setelah Beberapa Waktu setelah Terbitnya Matahari

      يَزِيْدُ بْنُ خُمَيْرٍ الرَّحَبِيُّ قَالَ: خَرَجَ عَبْدُ اللهِ بْنُ بُسْرٍ صَاحِبُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ النَّاسِ فِي يَوْمِ عِيْدِ فِطْرٍ أَوْ أَضْحَى فَأَنْكَرَ إِبْطَاءَ اْلإِمَامِ. فَقَالَ: إِنَّا كُنَّا قَدْ فَرَغْنَا سَاعَتَنَا هَذِهِ وَذَلِكَ حِيْنَ التَّسْبِيْحِ

      “Yazid bin Khumair Ar-Rahabi berkata: Abdullah bin Busr, salah seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi bersama orang-orang di Hari Idul Fitri atau Idhul Adha, maka ia mengingkari lambatnya imam. Iapun berkata: ‘Kami dahulu telah selesai pada saat seperti ini.’ Dan itu ketika tasbih.” (Shahih, HR. Al-Bukhari secara mua’llaq, Kitabul ‘Idain Bab At-Tabkir Ilal ‘Id, 2/456, Abu Dawud Kitabush Shalat Bab Waqtul Khuruj Ilal ‘Id: 1135, Ibnu Majah Kitab Iqamatush- shalah was Sunan fiha Bab Fi Waqti Shalatil ’Idain. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud)

      Yang dimaksud dengan kata “ketika tasbih” adalah ketika waktu shalat sunnah. Dan itu adalah ketika telah berlalunya waktu yang dibenci shalat padanya. Dalam riwayat yang shahih riwayat Ath-Thabrani yaitu ketika Shalat Sunnah Dhuha.

      Ibnu Baththal berkata: “Para ahli fiqih bersepakat bahwa Shalat Id tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya matahari atau ketika terbitnya. Shalat Id hanyalah diperbolehkan ketika diperbolehkannya shalat sunnah.” Demikian dijelaskan Ibnu Hajar. (Al-Fath, 2/457)

      Namun sebenarnya ada yang berpendapat bahwa awal waktunya adalah bila terbit matahari, walaupun waktu dibencinya shalat belum lewat. Ini pendapat Imam Malik. Adapun pendapat yang lalu, adalah pendapat Abu Hanifah, Ahmad dan salah satu pendapat pengikut Syafi’i. (lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/104)

      Namun yang kuat adalah pendapat yang pertama, karena menurut Ibnu Rajab: “Sesungguhnya telah diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rafi’ bin Khadij dan sekelompok tabi’in bahwa mereka tidak keluar menuju Shalat Id kecuali bila matahari telah terbit. Bahkan sebagian mereka Shalat Dhuha di masjid sebelum keluar menuju Id. Ini menunjukkan bahwa Shalat Id dahulu dilakukan setelah lewatnya waktu larangan shalat.”

      1528938153430.jpg1528939346706.jpg