Category Archives: Aliran Dalam Islam

Habib Rizieq Syihab : Liberal Musuh Besar Islam

Habib Rizieq Syihab : Liberal Musuh Besar Islam

Habib Rizieq Syihab Lc MA DPMSS

”Mereka ingin untuk memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan / pernyataan) mereka, dan Allah tetap menyempunakan cahaya-Nya meski pun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (Islam) agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meski pun orang-orang musyrik benci.” (QS. Ash-Shaff [61]: 8–9).

Kenalilah musuh Islam, tandai ciri-cirinya, agar kita tahu apa, siapa dan bagaimana mereka ?! LIBERAL adalah musuh besar Islam, karenanya sebut saja mereka dengan nama LIBERAL atau KAFIR LIBERAL, jangan sekali-kali menyebut mereka ISLAM LIBERAL, sebab Islam bukan LIBERAL, dan LIBERAL bukan Islam.

LIBERAL adalah jenis kanker pemikiran yang paling berbahaya. LIBERAL merupakan komplikasi dari berbagai penyakit pemikiran yang disebabkan berbagai virus yang mematikan akal dan nalar serta membunuh iman, yaitu :

Petama, RELATIVISME, yaitu VIRUS LIBERAL yang memandang semua kebenaran relative (tidak pasti), sehingga tidak ada kebenaran mutlak, termasuk kebenaran agama. Virus ini menimbulkan penyakit PLURALISME yang memandang semua agama sama dan benar, sehingga tidak boleh suatu umat beragama mengklaim agamanya saja yang paling benar, tapi juga harus mengakui kebenaran agama lain. Penyakit ini disebut juga INKLUSIVISME atau MULTIKULTURALISME. Ini adalah kanker pemikiran stadium satu.

Kedua, SKEPTISISME, yaitu VIRUS LIBERAL yang meragukan kebenaran agama dan menolak universalitas dan komprehensivitas agama yang mencakup semua sektor kehidupan, sehingga agama hanya mengatur urusan ritual ibadah saja, tidak lebih. Virus ini menimbulkan penyakit SEKULARISME yang memisahkan urusan agama dari semua urusan Negara, baik yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, industri mau pun tekhnologi. Ini adalah kanker pemikiran stadium dua.

Ketiga, AGNOSTISISME, yaitu VIRUS LIBERAL yang melepaskan diri dari kebenaran agama dan bersikap tidak tahu menahu tentang kebenaran agama, sehingga agama tidak lagi menjadi standar ukur kebenaran. Virus ini menimbulkan penyakit MATERIALISME yang mengukur segala sesuatu dengan materi, termasuk mengukur kebenaran agama. Ini adalah kanker pemikiran stadium tiga.

Keempat, ATHEISME, yaitu VIRUS LIBERAL yang menolak semua kebenaran, khususnya kebenaran agama, dan memandang Tuhan hanya sebagai Faith Identity (Identitas Kepercayaan) yang menjadi Mitos (Takhayyul) suatu agama yang harus dirumus ulang berdasarkan Rasionalitas. Virus ini menimbulkan penyakit RASIONALISME yaitu segala sesuatu hanya diukur dengan akal semata, sehingga akal dipertuhankan. Ini adalah kanker pemikiran stadium empat.

Seorang LIBERAL adalah orang yang pemikirannya sudah terserang keempat virus di atas dan telah mengidap keempat penyakit kanker pemikiran tersebut. Itulah sebabnya, kaum LIBERAL di seluruh dunia dengan aneka sektenya memiliki karakter pemikiran yang sama, sehingga semua kelompok LIBERAL sepakat dan bersatu dalam aneka kesesatan, antara lain : Tuhan hanya Mitos (Takhayyul), Semua masalah Ghaib adalah Mitos, Agama hanya produk budaya dan sejarah, Semua Kitab Suci adalah buatan manusia, Semua agama sama dan benar, Iman dan Kafir hanya merupakan pilihan, Taat dan ma’siat harus sama diberi ruang, Manusia memiliki kebebasan mutlak, Hak Asasi Manusia di atas segalanya, Hak Asasi Manusia di atas segalanya, Aliran sesat hanya perbedaan penafsiran, Murtad adalah kebebasan beragama, Atheis adalah kebebasan berkeyakinan, Setiap orang bebas untuk mengaku Nabi, Polygami haram karena Syariat Syahwat, Homo Lesbi hanya orientasi seksual biasa, Perkawinan sejenis harus dilegalkan, Pria dan Wanita sama dalam segala hal, Syariat Islam bias gender, Syariat Islam pemasung kebebasan, Syariat Islam diskriminatif, Syariat Islam tidak relevan, Syariat Islam sudah kadaluwarsa, Syariat Islam harus dimodernkan, Penerapan Syariat Islam adalah ancaman, Agama harus dipisah dari urusan Negara, dll.

Dengan demikian, menjadi jelas bahwa LIBERAL adalah kelompok anarkis pemikiran, perusak agama dengan mengatas-namakan agama, musuh Syariat Islam, preman intelektual, koruptor dalil dan manipulator hujjah, serta tidak diragukan lagi sebagai antek IBLIS.
Karena itulah, kelompok LIBERAL di Indonesia senantiasa menolak segala bentuk Formalisasi Syariat Islam, bahkan mereka selalu membela berbagai kebathilan dan kemunkaran, seperti : pornografi, pornoaksi, legalisasi judi, legitimasi minuman keras, lokalisasi pelacuran, sex bebas, perkawinan sejenis Homo dan Lesbi, Kafir Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya, perdukunan, penodaan agama dan pemurtadan. Kaum LIBERAL selalu memusuhi kelompok Islam yang secara istiqomah memperjuangkan penerapan Syariat Islam. Kaum LIBERAL memfitnah Gerakan Islam Istiqomah sebagai preman berjubah, anarkis, radikalis, ekstrimis dan teroris. Bahkan kaum LIBERAL selalu berusaha untuk membubarkan Ormas Islam Istiqomah dengan berbagai macam cara.

Informasi paling aktual dan faktual di akhir tahun 2010 kemarin adalah bahwa SETARA INSTITUT sebagai salah satu sayap LIBERAL INDONESIA yang diketuai oleh Hendardi dengan Wakil Ketua Bonar Tigor Naipospos, membuat laporan tahunan yang direkomendasikan kepada pemerintah Republik Indonesia, dengan didanai oleh USAID yaitu sebuah lembaga donasi Amerika Serikat. Isi laporannya antara lain : Pemberantasan Aliran Sesat adalah intoleransi (hal.1), Al-Qur’an sbg pedoman adl fundamentalisme (hal.12), Tafsir Ulama Salaf penyebab kekerasan (hal.13), Totalitas dlm beragama adalah Puritanisme (hal.19), Kasus Maluku & Poso disebabkan Radikalisme Islam (hal.32), UU dan Perda Syariat lahir akibat Radikalisme Islam (hal.33), Penamaan organisasi dari Al-Qur’an adl radikal (hal.34), UU dan Perda Syariat Islam adl ancaman (hal.35), UU dan Perda Syariat Islam adl diskriminatif (hal.36), Masjid, Ponpes, Majlis Ta’lim Kyai dan Habaib adl basis radikalisme (hal.41), Anggota Ormas Islam adl pengangguran dan preman dibalut jubah (hal.41), Murtad dan Atheis adl kebebasan beragama (hal.52), Fatwa MUI ttg Ahmadiyah dan Sepilis adl intoleransi (hal.66), Penegakkan Syariat Islam adl penyebab Terorisme (hal.68), Terorisme dan Ormas Islam tujuannya sama (hal.69) dan Syariat Islam tdk boleh jadi sumber penyelenggaraan Negara (hal.70). Selain itu di halaman 90 s/d 97 disebutkan bahwa cirri Islam garis keras yaitu : Penegakan Syariat Islam, Pemberantasan Ma’siat, Pemberantasan Aliran Sesat dan Anti Pemurtadan.

Itulah sebabnya, LIBERAL adalah musuh besar Islam, dan musuh besar paling berbahaya, jauh lebih berbahaya dari segala kemunkaran dan kesesatan yang ada. LIBERAL adalah antek IBLIS nomor satu, bahkan sering lebih Iblis dari pada Iblis itu sendiri, karena sesesat-sesatnya Iblis masih mengenal kebesaran dan keagungan Tuhan-nya, sedang LIBERAL sudah bisu, tuli dan buta dari pengenalan kebesaran dan keagungan Allah SWT.

Intinya, Islam akan selalu berhadap-hadapan dengan LIBERAL. Dan perang antara Islam vs LIBERAL adalah perang abadi, sebab perang antara Haq dan Bathil adalah Perang Abadi yang tidak akan pernah berhenti sampai Hari Akhir nanti.

Sekali lagi, kenalilah musuh Islam, tandai ciri-cirinya !
Hasbunallahu wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir.

Dalil Quran dan Hadits Yang Menentang Paham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme

Dalil Quran dan Hadits Yang Menentang Paham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme

Saat mendekati hajatan politik pilpres dan Pilkada, suara masyarakat umat muslim selalu menjadi incaran parpol dan politikus. Fenomena inilah ternyata yang mendasari perpecahan dan pertentangan yang luas di antara sesama umat mualim dan antar umat beragama lainnya. Hal ini diperparah dengan adanya paham yang berkembang dipelopoti oleh tokoh Islam Indonesia melalui paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama serta paham-paham sejenis liannya dikalangan masyarakat, berkembangnya paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama dikalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan di tengah pertarungan politik yang memperbutkan suara muslim. Paham paham tersebut saat i i dipakai senjata untuk meredam suara umat muslim yang akan berpartisipasi di dalam bidang politik. Melihat dampak yang buruk bagi umat muslim Indonesia tersebut maka sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan fatwa tentang masalah tersebut. Pada tahun 2005 MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan sekulerisme agama tersebut adalah haram untuk dijadikan pedoman oleh umat Islam. Untuk memutuskan bahwa paham liberal, sekuler dan pluralisme haram berdasarkan dalil Quran dan Hadits.

Dalil Quran Yang Menentang Paham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme

  • Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Al-Imram [3] : 85)
  • “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..” (QS. Al-Imran [3] : 19)
  • “Untukmulah agamamu, dan untukkulah agama-ku”. (QS. Al-Kafirun [109] : 6)
  • “Dan tidak patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetpkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. (QS. Al-Ahzab [33] : 36)
  • “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dai negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlakuk adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan kawanmu orang-orang yang memernagi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mreka itulah orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Mumtahinah [60] : 8-9)
  • “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamju melupakan bahagaianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orng-orang yang berbuat kerusakan”. (QS. Al-Qashash [28] : 77)
  • “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah”. (QS. Al-An’am [6] : 116)
  • “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu”. (QS. Al-Mu’minun [23] : 71)

Dalil Hadits Yang Menentang Paham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme

  • Imam Muslim (wafat 262) dalam kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salllam :“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)
  • Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non muslim, antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi, yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang berama Majusi, di mana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (Riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al Kubra dan Imam al-Bukhari dalam Shahih Bukhari).
  • Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam melakukan pergaulan sosial secara baik dengan komunitas-komunitas non muslim seperti komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani yang tinggal Najran, bahkan salah seorang mertua Nabi yang bernama Huyay bin Ahthab adalah tokoh Yahudi dari Ban Quraizhah (Sayyid Quraizhah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Waspadai 100 Daftar Situs Syiah Di Indonesia 


Kaum Syiah menyebarkan kebencian mereka kepada para Sahabat Rasulullah, mencaci maki, mencela dan mengkafirkan para sahabat nabi. HATI-HATI dengan mereka. Di Indonesia, Suryadharma Ali selaku menteri agama, di gedung DPR pada 25 Januari 2012 menyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama menyatakan Syiah bukan Islam, “Selain itu, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pernah mengeluarkan surat resmi No.724/A.II.03/101997, tertanggal 14 Oktober 1997, ditandatangani Rais Am M Ilyas Ruchiyat dan Katib KH. Drs. Dawam Anwar, yang mengingatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak terkecoh oleh propaganda Syiah dan perlunya umat Islam Indonesia memahami perbedaan prinsip ajaran Syiah dengan Islam. “Menag juga mengatakan Kemenag mengeluarkan surat edaran no. D/BA.01/4865/1983 tanggal 5 Desember 1983 tentang hal ihwal mengenai golongan Syiah, menyatakan Syiah tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.” Majelis Ulama Indonesia sejak lama telah mengeluarkan fatwa penyimpangan Syi’ah dan terus mengingatkan umat muslim seperti pada Rakernas MUI 7 Maret 1984[5] Selain itu, MUI Pusat telah menerbitkan buku panduan mengenai paham Syi’ah pada bulan September 2013 lalu berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”.

100 Daftar Situs Syiah Di Indonesia 


1. http://www.sinaragama.org/

2. http://www.abatasya.net/

3. http://www.islamquest.net/id/

4. http://www.fatimah.org/

5. http://www.icc-jakarta.org/

6. http://www.ahl-ul-bait.org/

7. http://www.islamalternatif.net/

8. http://www.icas-indonesia.org/

9. http://www.lppimakassar.net/

10. http://www.nahimunkar.net/

11. http://www.wisdoms4all.com/ind/

12. http://www.icc-jakarta.com/

13. http://www.yapibangil.org/

14. http://www.alitrah.com/

15. http://www.abna.ir/

16. http://www.telagahikmah.org/id/index.php/

17. http://www.ahlulbaitindonesia.org/

18. http://www.al-shia.org/html/id/

19. http://www.indonesian.irib.ir/

20. http://www.almunawwarah.com/

21. http://www.muhsinlabib.com/

22. http://www.majalah-itrah.com/

23. http://www.al-islam.org/

24. http://www.ibrahimamini.ir/ml/

25. http://www.ipabionline.com/

26. http://www.shia-explained.com/my/

27. http://www.ipabionline.com/

28. http://www.balaghah.net/

29. http://www.aimislam.com/

30. http://www.madinah-al-hikmah.net/

31. http://www.jalal-center.com/

32. http://syiahali.wordpress.com/

33. http://islamitucinta.blogspot.com/

34. http://secondprince.wordpress.com/

35. http://ejajufri.wordpress.com/

36. http://dialogsunni-syiah.blogspot.com/

37. http://sipencariilmu.wordpress.com/

38. http://syiahnews.wordpress.com/

39. http://infosyiah.wordpress.com/

40. http://syiahsunni.wordpress.com/

41. http://qitori.wordpress.com/

42. http://salehlapadi.wordpress.com/

43. http://ahmadsamantho.wordpress.com/

44. http://umfat.wordpress.com/

45. http://abuaqilah.wordpress.com/

46. http://cintarasulullah.wordpress.com/

47. http://eraalquran.wordpress.com/

48. http://musadiqmarhaban.wordpress.com/

49. http://haidarrein.wordpress.com/

50. http://farterh04.wordpress.com/

51. http://islamfeminis.wordpress.com/

52. http://islamsyiah.wordpress.com/

53. http://lateralbandung.wordpress.com/

54. http://luthfis.wordpress.com/

55. http://luthv.wordpress.com/

56. http://comein.blogs.friendster.com/

57. http://mashumah.wordpress.com/

58. http://ressay.wordpress.com/

59. http://pelitazaman.blogspot.com/

60. http://haidaryusuf.wordpress.com/

61. http://iwans.wordpress.com/

62. http://eurekamal.wordpress.com/

63. http://musakazhim.wordpress.com/

64. http://keluargaabi.wordpress.com/

65. http://jakfari.wordpress.com/

66. http://syiahblog.wordpress.com/

67. http://wahabisme.wordpress.com/

68. http://sunnahcare.blogspot.com/

69. http://agusnizami.wordpress.com/

70. http://media-islam.or.id

71. http://kabarislam.wordpress.com

72. http://syiarislam.wordpress.com

73. http://infoindonesia.wordpress.com

74. http://muslimjournalist.wordpress.com

75. http://mediaislamraya.blogspot.com

76. http://talkandchats.blogspot.com

77. http://islammyreligion.wordpress.com

78. http://islamuberalles.blogspot.com

79. http://www.facebook.com/sinar.agama

80. http://www.facebook.com/pages/Sinar-Agama/207119789401486

81. http://www.facebook.com/groups/catatan.sinar.agama/


Rahbar Ali Khamenei seputar Fatwa Sesatnya.
82. http://www.leader.ir/tree/index.php?catid=89

AL-QUR’AN EDITAN SYIAH ONLINE
83. http://quran.al-shia.org/id/


84. http://www.republika.co.id/ 
85. http://arbainimamhusain.blogspot.com/
86. http://banjarkuumaibungasnya.blogspot.com 
87. http://www.majulah-ijabi.org

Liputan Fitnah SYIAH :
96. Islam TimesInd https://www.facebook.com/islam.timesid
97. Liputan Islam https://www.facebook.com/liputanislamcom
98. Berita Harian Suriah https://www.facebook.com/OfficialBHS
99. IRIB Indonesia https://www.facebook.com/groups/iribindonesian/
100. Kantor Berita Abna https://www.facebook.com/kantorberita.abna 

Salaf, Salafi dan Manhaj

Salaf, Salafi dan Manhaj

Salaf  adalah tiga generasi Muslim awal yaitu para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Kemudian istilah salaf ini dijadikan sebagai salah satu manhaj (metode) dalam agama Islam, yang mengajarkan syariat Islam secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan, yaitu Salafiyah. Seseorang yang mengikuti aliran ini disebut Salafy (as-Salafy), jamaknya adalah Salafiyyun (as-Salafiyyun). Kemudian para salafy beranggapan bahwa, jika seseorang melakukan suatu perbuatan tanpa adanya ketetapan dari Allah dan rasul-Nya, bisa dikatakan sebagai perbuatan bid’ah.

Salafa Yaslufu Salfan artinya madli (telah berlalu). Dari arti tersebut kita dapati kalimat Al Qoum As Sallaaf yaitu orang – orang yang terdahulu. Salafur Rajuli artinya bapak moyangnya. Bentuk jamaknya Aslaaf dan Sullaaf.

Dari sini pula kalimat As Sulfah artinya makanan yang didahulukan oleh seorang sebelum ghadza` (makan siang). As salafjuga, yang mendahuluimu dari kalangan bapak moyangmu serta kerabatmu yang usia dan kedudukannya di atas kamu. Bentuk tunggalnya adalah Saalif. Firman allah Ta’ala:

  • “…dan kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. (Az Zukhruf :56)”
  • Artinya, kami jadikan mereka sebagai orang–orang yang terdahulu agar orang–orang yang datang belakangan mengambil pelajaran dengan (keadaan) mereka. Sedangkan arti Ummamus Saalifah adalah ummat yang telah berlalu. Berdasarkan hal ini, maka kata salaf menunjukan kepada sesuatu yang mendahului kamu, sedangkan kamu juga berada di atas jalan yang di dahuluinya dalam keadaan jejaknya.

Allah telah menyediakan bagi ummat ini satu rujukan utama di mana mereka kembali dan menjadikan pedoman. Firman allah Ta’la:

  • “Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) allah dan (kedatangan) hari kiamat. (Al-Ahzab: 21)”

Allah juga menerangkan bahwa ummat ini mempunyai generasi pendahulu yang telah lebih dahulu sampai kepada hidayah dan bimbingan. Allah berfirman :

  • “Orang – orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar mengikuti mereka dengan baik allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada allah. (At-Taubah 100)”

Tiga generasi utama

Berdasarkan hadits dari nabi, bahwa generasi terbaik dari umat Islam adalah para sahabat, tabi’in dan tabiu’t tabi’in.

Generasi awal

  • Rasul Muhammad dan para sahabatnya

Generasi kedua (Tabi’in)

  • Abdul Rahman bin abdillah
  • Abu Hanifah
  • Abu Muslim al-Khawlani
  • Abu Suhail an-Nafi’ bin ‘Abdul Rahman
  • Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr
  • Al-Rabi bin Khuthaym
  • Ali Akbar
  • Ali bin Abu Talha
  • Ali bin Husayn (Zain al-‘Abidin)
  • Alqama bin Qays al-Nakha’i
  • Amir bin Shurahabil ash-sha’bi
  • Ata bin Abi Rabah
  • Atiyya bin Saad
  • Fatimah binti Sirin
  • Hasan al-Bashri
  • Iyas bin Muawiyah al-Muzani
  • Masruq bin al-Ajda’
  • Muhammad bin al-Hanafiya
  • Muhammad bin Wasi’ al-Azdi
  • Muhammad bin Sirin
  • Muhammad al-Baqir
  • Muhammad bin Muslim bin Shihab al-Zuhri
  • Muhammad bin Munkadir
  • Musa bin Nussayr
  • Qatadah
  • Rabi’ah al-Ra’iy
  • Raja bin Haywah
  • Rufay bin Mihran
  • Sa’id bin Jubayr
  • Said bin al-Musayyib
  • Salamah bin Dinar (Abu Hazim Al-A’raj)
  • Salih bin Ashyam al-Adawi
  • Salim bin Abdullah bin Umar bin al-Khattab
  • Shuraih al-Qadhi
  • Tawus bin Kaysan
  • Umar bin Abdul-Aziz
  • Umm Kulthum binti Abu Bakr
  • Urwah bin al-Zubayr
  • Uwais al-Qarni

Generasi Ke Tiga Tabiut Tabiin)

  • Abd al-Rahman al-Ghafiqi
  • Imam Hanbal
  • Ja’far ash-Shadiq
  • Malik bin Anas
  • Imam Asy-Syafi’i
  • Tariq bin Ziyad

​BID’AH JAMA’AH TABLIGH

BID’AH JAMA’AH TABLIGH

Jama’ah Tabligh termasuk ahlul bid’ah dari firqah shufiyyah. Firqah tabligh ini terbit dari India yang dilahirkan oleh seorang shufi tulen bernama Muhammad Ilyas. Kemudian firqah ini mulai mengembangkan ajarannya dan masuk ke negeri-negeri Islam seperti Indonesia, Malaysia dan lain-lain. 

Kejahilan mereka terhadap Islam, mereka hanya melihat Islam dari satu bagian dan tidak secara keseluruhan sebagimana yang Allah perintahkan, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam (ajaran) Islam secara kaffah (keseluruhan).” (Al-Baqarah: 208)

Kerusakan aqidah mereka yang dipenuhi dengan kesyirikan yang berdiri di atas manhaj shufiyyah. Ibadah mereka yang dipenuhi dengan bid’ah yang sangat jauh dari Sunnah. Akhlak dan adab mereka yang dibuat-buat sangat jauh dari akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya.

Mereka sangat fakir dan miskin dari ilmu karena mereka sangat menjauhi ilmu. Kebencian dan kedengkian mereka yang sangat dalam kepada imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahhab dan lain-lain.

Bahkan salah seorang amir dari firqah tabligh ini pernah berkata dengan sangat marah sekali, “Kalau seandainya aku mempunyai kekuatan sedikit saja, pasti akan aku bakar kitab-kitab Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim dan Ibnu Abdul Wahab. Dan aku tidak akan tinggalkan sedikitpun juga dari kitab-kitab mereka yang ada di permukaan bumi ini.” (Dari kitab al-Qaulul Baligh fit Tahdzir min Jama’atit Tabligh hal. 44-45 oleh Syaikh Hamud bin Abdulah bin Hamud at-Tuwaijiriy).

Alangkah besarnya kebencian dan permusuhan mereka terhadap pembela-pembela Sunnah.

BID’AH-BID’AH JAMA’AH TABLIGH

Di antara bid’ah-bi’ah Jama’ah Tabligh ialah “ushul sittah” (dasar yang enam) yaitu:

  • Kalimat Thayyibah. Yaitu dua kalimat syahadat: Asyhadu alla ilaaha illallah wa asy hadu ana muhammadar-rasulullah. Yang mereka maksudkan hanya terbatas pada tauhid rububiyyah, yaitu mengesakan Allah di dalam penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, pengaturan-Nya dan lain-lain. Tauhid inilah yang mereka amalkan dan menjadi dasar di dalam dakwah mereka. Adapun tauhid uluhiyyah atau tauhid ubudiyyah (yaitu mengesakan Allah di dalam beribadah kepada-Nya) dan tauhid asma’ wassifat (mengesakan Allah di dalam nama dan sifat-Nya tanpa ta’wil) tidak ada pada mereka baik secara ilmu maupun amal dan dakwah. Oleh karena itu, mereka membatasi berhala, istimewa pada zaman ini, hanya lima macam berhala:
  1. Berhala pertama yaitu: Berusaha mencari rezeki dengan menjalani sebab-sebabnya seperti berdagang atau membuka toko dan lain-lain dari jalan yang halal. Inilah yang dikatakan berhala oleh Jama’ah Tabligh! Karena dia akan melalaikan manusia dari kewajiban agama kecuali kalau mereka khuruj (keluar di jalan Allah menurut istilah firqah Jama’ah Tabligh) bersama Jama’ah Tabligh!?
  2. Berhala yang kedua yaitu: Keluarga dan teman. Karena mereka ini pun melalaikan manusia dari menegakkan kewajiban kecuali kalau mereka khuruj bersama Jama’ah Tabligh!?
  3. Berhala yang ketiga yaitu: Nafsu Ammaarah Bissuu’ (nafsu yang memerintahkan berbuat kejahatan). Karena menurut mereka nafsu ammaarah ini menghalangi menusia dari berbuat kebaikan dan dari jalan Allah seperti khuruj bersama Jama’ah Tabligh.
  4. Berhala yang keempat: Hawa Nafsu. Karena menurut Jama’ah Tabligh hawa nafsu ini akan menghalangi manusia dari kebaikan seperti khuruj bersama mereka.
  5. Berhala yang kelima yaitu: Syaithon. Menurut firqoh tabligh sangat besar menghalangi manusia dari kebaikan seperti khuruj bersama Jama’ah Tabligh. Pada hakikatnya Jama’ah Tablighlah yang dihalangi oleh syaithan dari kebenaran yang sangat besar yaitu mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dan diperintah untuk mengerjakan kejahatan yang besar yaitu bid’ah. Karena bid’ah lebih dicintai iblis dari maksiat dan sangat dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan Jama’ah Tabligh tergolong ahlul bid’ah yang mengikuti sunnahnya shufiyyah.

Shalat Lima Waktu (shalat Jum’at, shalat jama’ah di masjid, shalat yang khusyu’, shalat pada shaf yang pertama, memperbanyak shalat-shalat sunnah dan lain-lain)

Akan tetapi Jama’ah Tabligh telah melalaikan beberapa kewajiban untuk menegakkan amal-amal di atas di antaranya:

  • Ilmu. Mereka beramal dengan kebodohan tanpa ilmu kecuali ilmu fadhaa-il (keutamaan-keutamaan amal) sebagaimana akan datang keterangannya pada dasar yang ketiga.

Mengikuti Sunnah. Mereka meninggalkan mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam dengan berpegang kepada bid’ah, taqlid dan ta’ashshub madzhabiyyah.

Melalaikan mempelajari rukun-rukun, kewajiban-kewajiban dan hukum-hukum dari amal-amal di atas. Mereka tidak mengerti cara shalat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Adapun masjid, maka mereka mangajak ke masjid-masjid tempat mereka berkumpul.
Ilmu.

Yang mereka maksudkan dengan ilmu ialah:

  1. Ilmu fadhaa-il yaitu tentang mempelajari keutamaan-keutamaan amal menurut mereka. Adapun ilmu tauhid dan ahkaam (hukum-hukum) dan masalah-masalah fiqhiyyah (fikih) dan ilmu berdasarkan dalil-dalil al-Kitab dan Sunnah, mereka sangat jauh sekali dan melarangnya bahkan memeranginya.
  2. Ilmu tentang rukun iman dan Islam. Akan tetapi mereka memelajarinya atas dasar tarekat-tarekat shufiyyah, khurafat-khurafat, hikayat-hikayat yang batil dan ta’ashshub madzhabiyyah.

Memuliakan atau menghormati kaum Muslimin.

Menurut firqoh tabligh, setiap orang yang mengucapkan dua kalimat ”Laa ilaaha illallah muhammadar-rasulullah”, maka wajib bagi kita memuliakan dan menghormatinya meskipun orang tersebut telah mengerjakan sebesar-besar dosa besar seperti syirik. Menurut mereka: ”Kami tidak membenci pelaku maksiat akan tetapi yang kami benci adalah maksiatnya!!”

Di dalam dasar yang keempat ini, mereka sangat berlebihan menghormati atau memuliakan kaum muslimin dengan meninggalkan nahi munkar dan nasihat dan dengan cara yang dibuat-buat.

Mengikhlaskan niat agar jauh dari riya’ dan sum’ah

Akan tetapi, mereka meninggalkan Sunnah dan mengikuti cara-cara ikhlas di dalam tashawwuf.

Khuruj.

Menurut Jama’ah Tabligh makna khuruj keluar di jalan Allah berdakwah yang merupakan jihad yang paling besar. Mereka membatasi dakwah hanya dengan khuruj berjama’ah bersama mereka selama tiga hari dan seterusnya.

Aqidah dan amalan khuruj mereka berasal dari mimpinya pendiri Jama’ah Tabligh yaitu Muhammad Ilyas. Dia bermimpi menafsirkan ayat Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110 yang artinya:

”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.”

Berkata Muhammad Ilyas di dalam mimpinya itu ada yang mengatakan kepadanya tentang ayat di atas: ”Sesungguhnya engkau (diperintah) untuk keluar kepada manusia seperti para Nabi.”

Tidak ragu lagi bagi ahli ilmu bahwa tafsir Muhammad Ilyas atas jalan mimpi mengikuti cara-cara shufiyyah adalah tafsir yang sangat batil dan rusak. Tafsir syaithaniyyah yang mewahyukan kepada Muhammad Ilyas yang akibatnya timbul bid’ah khuruj yang menyelisihi manhaj para Shahabat. Tafsir Muhammad Ilyas ini menujukkan bahwa dia mendapat wahyu dan diperintah oleh Allah seperti perintah Allah kepada Nabi dan Rasul. Yang pada hakikatnya, syaithanlah yang mewahyukan kepada dia dan kaum shufi yang lainnya demi membuat bid’ah besar.

Bid’ahnya Jama’ah Tabligh, amir dan sebagian dari guru-guru mereka dibai’at atas empat macam tarekat shufiyyah yaitu:

  • Naqsyabandiyyah
  • Qaadiriyyah
  • Jisytiyyah
  • Sahruwiyyah

Demikianlah amir tertinggi mereka membai’at pengikut-pengikutnya atas dasar empat tarekat di atas.

Mereka sangat berpegang dan memuliakan kitab mereka ‘Tablighi Nishaab’ (Kitab Tablighi Nishaab dinamakan juga kitab Fadlaa-il a’maal) oleh Muahmmad Zakaria Kandahlawiy secara manhaj maupun dakwah. Kitab Tablighi Nishaab ini dipenuhi dengan berbagai macam bid’ah, syirik, tashawwuf, khurafat, hadits-hadits dha’if dan maudlu’.

Di antara bid’ah besar jama’ah tabligh ialah berkumpulnya ratusan ribu jama’ah di Bangladesh pada setiap tahunnya. Di antara ijtima’ bid’iyyah ini keluarlah berbagai macam bid’ah i’tiqad dan amaliyyah yang begitu banyak dikerjakan oleh jama’ah tabligh. Sehingga sebagian dari mereka mengatakan berkumpulnya mereka di Dakka ibu kota Bangladesh pada setiap tahunnya lebih utama dari berkumpulnya jama’ah haji di Makkah. Mereka meyakini bahwa berdo’a pada akhir ijtima’ di atas mustajab. Mereka meyakini bahwa akad nikah pada hari itu diberkati. Oleh karena itu sebagian dari mereka mengundurkan akad nikahnya sampai hari ijtima’ tahunan di Bangladesh untuk memperolah barakahnya.

Juga di antara bid’ah besar jama’ah tabligh ialah bahwa mereka mewajibkan taqlid dan bermanhaj dengan manhaj tashawwuf sebagaimana telah ditegaskan oleh salah seorang imam mereka yaitu Muhammad Zakaria pengarang kitab Tablighi Nishaab atau kitab Fadlaa-illul a’maal, ”…kami menganggap pada zaman ini taqlid itu wajib sebagaimana kami menganggap tashawwuf syar’i itu sedekat-sedekat jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Maka orang yang menyalahi kami dalam dua perkara di atas (taqlid dan tashawwuf) maka dia telah berlepas diri dari jama’ah kami…” (Jamaa’atut Tablligh, Aqaa-iduha, Ta’ri-fuha hal. 69 dan 70 oleh ustad Abi Usamah Sayyid Thaaliburrahman). Ini menunjukkan bahwa jama’ah tabligh dibina atas dasar taqlid dan tashawwuf.

Salah seorang imam mereka yang bernama Muhammad Zakaria pengarang kitab Fadlaa-ilul a’maal dengan tegas mengatakan: Bahwa Allah telah menguatkan madzhab hanafi dan Jama’ah Tabligh!!! (Jamaa’atut Tabligh, Aqaa-iduha, ta’rifuha hal. 91 oleh ustadz Abi Usamah Sayyid Thaaliburrahman).
Subhanallah! Sungguh ini satu dusta besar yang telah dibuat oleh Muhammad Zakaria atas nama Allah. Apakah Allah telah mewahyukan kepadanya setelah terputusnya wahyu bahwa Allah yang telah menguatkan madzhab Hanafi dan Jama’ah tabligh!? Tidak ragu lagi bagi orang yang beriman bahwa Muhammad Zakaria telah mendapat wahyu dari syaithan.

Berkata Muhammad Zakaria, ”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam telah membagi waktu menjadi tiga bagian: Sepertiga di dalam rumahnya bersama keluarganya, sepertiga mengirim jama’ah untuk tabligh dan sepertiga beliau menyendiri.” (Jamaa’atut Tabligh, Aqaa-iduha, Ta’rifuha hal. 92 dan 93 oleh Ustadz Abi Usamah Sayyid Thaaliburrahman). Subhanallah! Orang ini tidak punya rasa malu berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam untuk menguatkan Jama’ah tablighnya yang sesat dan menyesatkan.

Di antara bid’ah besar Jama’ah Tabligh ialah bahwa ketentuan dan ketetapan berdirinya Jama’ah Tabligh berdasarkan wahyu dari Allah yang Allah masukkan ke dalam hati pendiri jama’ah tabligh yaitu Muhammad Ilyas. (Jamaa’atut Tabligh, Aqaa-iduha, ta’rifuha hal 98 dan 99 oleh Ustadz Abi Usamah sayyid Thaaliburrahman). Oleh karena itu tidak boleh ada perubahan sedikitpun juga meskipun Ulama Ahlus Sunnah telah memperingatkan mereka akan kesesatan mereka.

Sumber: Sudahkah Anda Mengenal Jama’ah Tabligh? Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat 

Beberapa Ormas Islam Dicatut Untuk Dukung Perppu Ormas ?

Beberapa Ormas Islam Dicatut Untuk Dukung Perppu Ormas ?

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan mendukung langkah pemerintah yang menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 yang mengatur organisasi kemasyarakatan (ormas). “Perppu akan mempercepat proses hukum penanganan ormas radikal, tanpa memberangus hak-hak konstitusional ormas,” kata Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas dalam siaran pers, Rabu (12/7). Robikin memaparkan, sebelum terbit Perppu, PBNU dan 13 organisasi Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) meminta pemerintah segera menerbitkan Perppu tentang Ormas Anti-Pancasila. Organisasi yang bergabung LPOI selain PBNU adalah Persatuan Islam, Al-Irsyad, Al-Islmiyah, Arrobithoh Al-Alawiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Mathlaul Anwar, dan Attihadiyah. Ormas lain adalah Azikra, Al-Wasliyah, IKADI, Syariakat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Dewan Da’wah Islamiyah. Ternyata ujung ujungnya banyak ormas yang mebolak dan merasa dicatut naman6a oleh PB NUdalam mendukung perppu ormas yang kontroversial itu

Selain itu NU.OR.ID situs resmi Nadhatul Ulama (NU) bahwa berbagai elemen masyarakat Yogyakarta terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda dari Nadhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Pemuda Nasionalis, dan berbagai tokoh lintas agama mendeklarasikan Aliansi Bela Garuda (ABG) yang intinya memberikan dukungan kepada pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia. Tetapi ternyata pihak Muhammadiyah menyatakan tidak turut dalam deklarasi itu.

Inilah Ormas Yang Merasa Dicatut Namanya Dukung Perppu Ormas 

  • Berita yang beredar bahwa jamiyyah Persatuan Islam (PERSIS) masuk dalam 13 Ormas Islam yang mendukung pembubaran HTI, secara tegas PERSIS menolak tudingan tersebut. “Info sesat, tidak benar. Rapat LPOI tanggal 14-16 Mei 2017, hasilnya TIDAK disetujui usulan pembubaran HTI”, ujar Dr. Tiar Anwar Bachtiar, (03/06/2017) Senada dengan itu Ust. Nanang Hendrayatna, bidgar Hubungan Antar Lembaga PP Persis, menjelaskan bahwa Rakernas I Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dalam rapat pleno di Cimahi itu, mayoritas ormas MENOLAK pembubaran HTI, termasuk PERSIS yang diwakili Ust. Faisal “Waktu itu Said Agil menyerahkan keputusannya kepada hasil keputusan rakernas, tapi ya itulah ciri khas dia, selalu nyeleneh”, terangnya.
  • Sekjen Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Kusyairi, membantah isu yang menyebut IKADI turut mendukung pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Enggak pernah ada itu. Diselewengkan itu,” ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com, Kamis (01/06/2017). Sebelumnya beredar kabar burung yang mengatakan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dimana IKADI ada di dalamnya, mendukung Pemerintah Republik Indonesia membubarkan HTI. Benar, kata Kusyairi, IKADI masuk dalam LPOI, namun IKADI tidak mendukung langkah pemerintah dalam pembubaran HTI. Mengenai sikap IKADI terhadap pembubaran HTI, Kusyairi menyerahkan prosesnya ke pengadilan. “Semuanya harus merujuk terhadap aturan hukum yang ada. Tidak boleh dibubarkan semena-mena,”pungkasnya. Pemerintah sebelumnya telah menyatakan sikap akan membubarkan HTI melalui pengadilan. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, menuduh aktivitas HTI mengancam kedaulatan NKRI karena mengusung ideologi khilafah.* Andi
  • Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Abdullah Djaidi, membantah kabar yang menyebut lembaganya turut mendukung pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Dari mana informasinya? Kita tidak pernah mengeluarkan pernyataan kok,” ucapnya kepada hidayatullah.com Jakarta melalui sambungan telepon, Kamis (01/06/2017). Sebelumnya beredar isu yang mengatakan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dimana ada Al-Irsyad Al-Islamiyyah di dalamnya, mendukung Pemerintah Republik Indonesia membubarkan HTI. etul, kata Djaidi, Al-Irsyad Al-Islamiyyah masuk dalam LPOI, namun Al-Irsyad Al-Islamiyyah tidak menyatakan dukung atau tidak mendukung pemerintah membubarkan HTI. “Kita tidak ikut campur,” ujarnya. Al-Irsyad Al-Islamiyyah, kata Djaidi, hanya menyarankan agar pemerintah lebih jernih, berhati-hati, dan cermat di dalam mengambil keputusan membubarkan sebuah ormas. “Supaya dasar daripada undang-undang yang ada itu tidak dilanggar. Jadi harus memiliki dasar yang kuat di dalam membubarkan sebuah ormas,” pungkasnya. Pemerintah sebelumnya telah menyatakan sikap akan membubarkan HTI melalui pengadilan. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, menuduh aktivitas HTI mengancam kedaulatan NKRI karena mengusung ideologi khilafah.* Andi
  • Salah satu aktivis kepemudaan Muhammadiyah, menyampaikan kepada redaksi Sabilillah.NET bahwa Muhammadiyah tidak ikut dalam deklarasi itu, hal ini berdasarkan kroscek kepada salah satu anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY. “Tidak benar jika Muhammadiyah menyatakan diri bergabung dg ABG itu. Kalo pun ada “pimpinan” Muhammadiyah/ortom yg ikut acara itu, itu tanggungjawab Pribadi (sebagai Pribadi), bukan mewakili Muhammadiyah” Tuturnya kepada Sabilillah.NET (27/5/2017) Diberitakan di situs resmi NU, bahwa dalam Muhammadiyah ikut dalam deklarasi ABG. Kegiatan yang mengangkat tema “Bela Garuda untuk Mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Kemanusiaan dalam Bingkai NKRI”. Hal itu tidak benar, secara organisasi Muhammadiyah tidak turut campur dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (26/5). Dalam deklarasi itu disebutkan pula ABG menyatakan menolak HTI dan mendukung pembubaran HTI oleh pemerintah. Sebab menurut Presidium ABG, Abah Anang di Yogyakarta, menegaskan, mereka mendukung rencana pemerintah melakukan pembubaran HTI yang mereka nilai berpotensi destruktif dan melahirkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “ABG mendorong pembubaran gerakan organisasi politik yang mengatasnamakan Islam untuk mewujudkan kepentingan kelompoknya” Tutur Abah Anang. Sekali lagi terkait berita yang juga dimuat dalam ansornews.com dan suaradewan.com tersebut, Muhammadiyah menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak pernah secara organisasi/kelembagaan resmi ikut deklarasi itu. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat(DPP) Rabithah Alawiyah membantah bahwa tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan mendukung pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut Habib Zen Umar Smith organisasinya sudah keluar dari LPOI sejak 5 April 2013. “DPP Rabithah Alawiyah tidak ikut serta dalam semua pernyataan LPOI semenjak tanggal tersebut,” ujar Zen seperti dilansir hidayatullah.com, Rabu (12/07/2017).
  • Habib Zen menyayangkan keluarnya pernyataan dari LPOI baru-baru ini yang mencatut nama organisasi Rabithah Alawiyah. DPP Rabithah Alawiyah menyatakan, mendukung penuh dan turut secara aktif menjaga keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila. “Tidak benar, nama kami dicatut,” tegas Habib Zen. [islamedia/berdakwah]

Sumber: hidayatullah, sabilillah, islamedia dan berbagainsumber lainnya

Benarkah Sekolah, Perguruan Tinggi, Majelis Taklim, Penerbit dan Radio Televisi ini Beraliran Syiah ?

Benarkah Sekolah, Perguruan Tinggi, Majelis Taklim, Penerbit dan Radio Televisi ini Beraliran Syiah ?

Di Indonesia, Suryadharma Ali selaku menteri agama, di gedung DPR pada 25 Januari 2012 menyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama menyatakan Syiah bukan Islam, “Selain itu, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pernah mengeluarkan surat resmi No.724/A.II.03/101997, tertanggal 14 Oktober 1997, ditandatangani Rais Am, M Ilyas Ruchiyat dan Katib KH. Drs. Dawam Anwar, yang mengingatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak terkecoh oleh propaganda Syiah dan perlunya umat Islam Indonesia memahami perbedaan prinsip ajaran Syiah dengan Islam. “Menag juga mengatakan Kemenag mengeluarkan surat edaran no. D/BA.01/4865/1983 tanggal 5 Desember 1983 tentang hal ihwal mengenai golongan Syiah, menyatakan Syiah tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.” Majelis Ulama Indonesia sejak lama telah mengeluarkan fatwa penyimpangan Syi’ah dan terus mengingatkan umat muslim seperti pada Rakernas MUI 7 Maret 1984[5] Selain itu, MUI Pusat telah menerbitkan buku panduan mengenai paham Syi’ah pada bulan September 2013 lalu berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”. Pemerintah Malaysiapun menyatakan bahwa Syi’ah adalah sekte yang menyimpang dari Hukum Syariat dan Undang–Undang Islam yang berlaku di Malaysia, dan melarang penyebaran ajaran mereka di Malaysia. Pada Juli tahun 2005, Raja Abdullah II dari Yordania juga mengadakan sebuah Konferensi Islam Internasional yang mengundang 200 ulama dari 50 negara, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.) Di Amman, ulama-ulama tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan yang dikenal dengan sebutan Risalah Amman, yang menyerukan toleransi dan persatuan antarumat Islam dari berbagai golongan dan mazhab yang berbeda-beda.

Syi’ah ialah sekte dengan jumlah penganut terbesar kedua dalam agama Islam, setelah Sunni. Sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan penganut Sunni, dan 10% penganut Syi’ah. Madzhab Dua Belas Imam atau Itsna Asyariyyah merupakan yang terbanyak jumlah penganutnya dalam sekte ini, dan istilah Syi’ah secara umum sering dipakai merujuk pada mazhab ini. Pada umumnya, Syi’ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah pertama, seperti juga Sunni menolak Imamah Syi’ah setelah Ali bin Abi Thalib. Madzhab Syi’ah Zaidiyyah termasuk Syi’ah yang tidak menolak kepemimpinan tiga Khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib.

BENARKAH DAFTAR YAYASAN AGAMA SYI’AH DI INDONESIA YANG TENGAH BEREDAR DI DUNIA MAYA INI BERALIRAN SYAIH

Saat ini dalam dunia maya baik situs atau media sosial tengah viral beberapa sekolah, perguruan tinggi, majelis taklim dan berbagainkegiatan lain yang beraliran Syiah. Bila hal tersebut benar maka umat muslim Indonesia wajib waspada. Tetapi bila tidak benar halnitu harus dikonfirmasi lagi.

WILAYAH  JABODETABEK

  • Yayasan Fatimah : JL. Batu Ampar III No.14 Condet *Jakarta Timur* 13520.
  • Yayasan Al-Mahdi : Jakarta Utara
  • Yayasan Al-Muntazar : Komp. Taman Kota Blok E7 / 43 Kembangan Utara,  Jakarta Barat 
  • Yayasan Madina Ilmu : Sawangan, Parung,Depok
  • Shaf Muslimin Indonesia : CawangIPABI : bogor
  • Yayasan Insan Cita Prakarsa : JL. Lontar 4 No.9 Menteng Atas,  Jakarta Selatan
  • Islamic Center Jakarta Al-Huda : JL. Tebet Barat II No 8, Tebet,  Jakarta Selatan Indonesia 12810
  • Yayasan Ash-Shodiq : JL. Penggilingan No 16 A, RT 01 / 07. Jakarta Timur
  • Pengajian Ummu Abiha (HJ. Andriyanti) : JL. Pondok Hijau VI No.26 Pondok Indah,  Jakarta Selatan 12310
  • Pengajian Al-Bathul (Farida Assegaf) : JL. Clilitan Kecil, *Jakarta Selatan*Yayasan Babul Ilmi : JL. Taman Karmila, Blok F3 / 15 Jatiwaringin Asri, Pondok Gede.  Jakarta timur
  • Pengajian Haurah : JL. Kampus I Sawangan, *Depok
  • MPII : JL. Condet Raya 14 Condet, *Jakarta Timur* 13520FAHMI 
  • (Forum Alumni HMI) : JL. Fatimah 323. Depok
  • Yayasan Az-Zahra : JL. Dewi Sartika Gg. Hj.M.Zen No 17, RT.007 / 05, Cawang 3

BANDUNG DAN JAWA BARAT

  • Yayasan Al-Jawad : Gegerkalong Girang, No 92 *Bandung* 40015Yayasan Muttahhari : JL. Kampus II No 32, Kebaktian Kiaracondong Bandung 40282
  • Majlis Ta’lim Al-Idrus : RT. 04 / 01 Cipaisan, *Purwakarta. Jawa Barat
  • Yayasan Fatimah : JL. Kartini Raya No 11 / 13,  Cirebon. Jawa Barat 45123
  • Yayasan Al-Baro’ah : Gg. Lenggang IV-66 Blok H, Bumi Resik Panglayungan, 
  • Tasikmalaya 46134 Jawa Barat. Yayasan 10 Muharrom : JL. Chincona 7. Pangalengan Bandung
  • Majlis Ta’lim An-Nur : JL. Otista No 21. Tangerang, Jawa Barat. Yayasan Ash-Shodiq : JL. Plesiran 44 Bandung* 40132IPABI : PO. BOX 509 Bogor, Jawa Barat
  • Yayasan As-Salam : JL. Raya Maja Utama. No 25. Majalengka, Jawa Barat. 
  • Yayasan Al-Mukarromah :JL. Cimuncang No 79. Bandung, Jawa Barat.  JL. Kebun Gedang 80 Bandung 40274, Jawa Barat 
  • MT Al-Jawad : JL. Raya Timur No 321 Singaparna,  Tasikmalaya, Jawa Barat
  • Yayasan Al-Mujtaba : JL. Walangi No 82 Kaum. Purwakarta, Jawa Barat
  • Yayasan Saifik : JL. Setiabudi Blok 110 No 11A / 166 D. Bandung, Jawa Barat
  • Yayasan Al-Ishlah : Drs. Ahmad, M.Ag JL. Pasar Kramat No 242 Pasar Minggu Cirebon, Jawa Barat
  • Yayasan Al-Aqilah : JL. Eksekusi EV No. 8 Komp. Pengayoman,  Tangerang 15118, Banten* – Indonesia

JAWA TENGAH

  • Yayasan Dar Taqrib : JL. KH. Yasin 31A PO. BOX 218 *Jepara, Jawa Tengah*Al-Hadi : Pekalongan 51123 , PO BOX 88Yayasan Al-Amin : Giri Mukti Timur II / 1003 / 20,  Semarang, Jawa Tengah
  • Yayasan Al-Khoirat : JL. Pramuka 45, RT 05 / 06 Bangsri *Jepara Demak Jawa Tengah* Desa Prampelan, Rt 02 / 04 No 50 Kec Sayung, Jawa Tengah
  • Yayasan Al-Wahdah : Metrodanan, 1 / 1 no 81 Pasar Kliwon, *Solo, Jawa Tengah
  • Yayasan Rausan Fikr (Safwan) : JL. Kaliurang Km 6, Gg Pandega Reksa No 1B. Yogyakarta, Jawa Tengah
  • Yayasan Al-Mawaddah : JL. Baru I Panaruban, Rt 02/03 Weleri,  Kendal Jawa Tengah
  • Yayasan Al-Mujtaba (BP Arman) : JL. Pasar I / 59,  Wonosobo, Jawa Tengah
  • Yayasan Safinatunnajah : JL. Pahlawan, Wiropati 261, Desa Pancur wening. Wonosobo, Jawa Tengah.

JAWA TIMUR

  • Yayasan Al-Mahdi : JL. Jambu No.10, Balung,  Jember, Jawa Timur 68161
  • Majlis Ta’lim Al-Alawi : JL. Cokroaminoto III8 / 254, 
  • Probolinggo, Jawa Timur. Yayasan Al-Muhibbiin : JL. KH. Hasan No.8, Probolinggo, Jawa Timur
  • Yayasan At-Taqi : Kedai Hijau, JL. RA Kartini No.7 Pandaan Pasuruan Jawa Timur
  • Yayasan Az-Zahra : Sidomulyo II No 38, Bululawang. Malang, Jawa Timur. 
  • Yayasan Ja’far Ash-Shodiq : JL. KH. Asy’ari II / 1003 / 20. Bondowoso, Jawa Timur. 68217
  • Yayasan Al-Yasin : JL. Wonokusumo Kulon Gg. 1 / No.2 
  • Surabaya, Jawa Timur Yayasan Itrah : PO BOX 2112, *Jember, Jawa Timur*Yapisma : JL. Pulusari I / 30, Blimbing, Malang, Jawa Timur
  • Yayasan Al-Hujjah : JL. Sriwijaya XXX / 5 *Jember, Jawa Timur*Yayasan Al-Kautsar : JL. Arif Margono 23 A,  Malang, Jawa Timur*YAPI : JL. Pandaan Bangil, Kenep Beji,  Pasuruan, Jawa Timur*Yayasan Al-Hasyim : JL. Menur III /25A. Surabaya, Jawa Timur
  • Yayasan Al-Qoim : JL. Sermah Abdurrahman No 43, Probolinggo, Jawa Timur*Al-Iffah : JL. Trunojoyo IX / 17 *Jember, Jawa Timur
  • Yayasan Bab Ilm : JL. KH. Wahid Hasyim 55 *Jember 68137. Jawa Timur* Telpon : 0331-483147 PO. BOX : 232.
  • Tazkia Sejati : Patra Kuningan IX No.6 Kuningan, *Jakarta Selatan*

UNTUK WIL BALI DAN LOMBOK_

  • Yayasan Al-Kisa’ : JL. Taeuku Umar Gg. Sesapi No. 1 Denpasar, Bali.
  • Al-Hasyimi : Toko Al-Kaf Nawir, JL. Selaparang 86 Cakranegara, Lombok.

UNTUK WILAYAH SULSEL

  • Yayasan Al-Islah : Kopm. Panakkukang Mas II Bloc C1 / 1 Makassar 90324
  • Yayasan Paradigma : JL. Sultan Alaudin no 4 / lr 6
  • Yayasan Fikratul Hikmah : JL. Sukaria I No 4 Makassar 90222.**LQYayasan Sadra : Makassar**Yayasan Pinisi : JL. Pontiku, Makassar, Sulawesi Selatan
  • Yayasan LSII : JL. Veteran Selatan, Lorong 40 No 60 Makassar
  • Yayasan Lentera : JL. Inspeksi Pam No. 15 Makassar
  • Yayasan Nurtsaqolain : JL. Jendral Sudirman No 36A Palopo Sulawesi Selatan, Belakang Hotel Buana

SUMATRA SELATAN

  • Yayasan Shibtain : JL. Rumah Sakit no 7 *Tanjung Pinang Kep. Riau.
  • Yayasan Al-Hakim : Pusat Perbelanjaan Prinsewu, Blok B Lt 2, *Lampung Selatan* 35373
  • Yayasan Pintu Ilmu : JL. Kenten Permai, Ruko Kentan Permai No.7 *Palembang* 30114.
  • Yayasan Al-Bayan : JL. Dr. M. Isa 132 / 795 Rt 22 / 8 *Ilir Palembang

SUMATRA UTARA

  • Yayasan Ulul Albab : JL. Air Bersih 24 D *Kutabelang Lhoksumawe, Aceh
  • Yayasan Amali : JL. Rajawali. Komp. Rajawali I No. 7 *Medan* 20122Kumail : JL. Punai 2 No. 26 *Kuto Batu, Palembang (Sum-Sel)

KALIMANTAN

  • Yayasan Al-Muntadzar : JL. Al-Kahoi II no 80, Samarinda, Kalimantan Selatan
  • Yayasan Ar-Ridho : JL. A. Yani KM 6-7 No 59. Banjarmasin, Kalimantan Selatan
  • Ust. Ali Ridho Alatas : JL. Sungai Ampal No.10 RT 43 / 15 Sumberjo,  Balikpapan, Kalimantan Timur.

IRIAN JAYA

  • Madrasah Nurul Iman : Selat Segawin, Remu Selatan No 2 Sorong Irian Jaya.

MAJELIS TA’LIM UNTUK AKHEAT IBU IBU

  • MT. Ar-Riyahi
  • Pengajian Ummu Abiha, Pondok Indah
  • Pengajian Al-Bathul, Cililitan
  • Pengajian Haurah, Sawangan
  • Majelis Ta’lim Al-Idrus, Purwakarta
  • Majelis Ta’lim An-Nur, Tangerang
  • MT. Al-Jawad, Tasikmalaya8. Majelis Ta’lim Al-Alawi, Probolinggo.

IKATAN / ORGANISASI :

  • Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia *(IJABI)
  • Ikatan Pemuda Ahlul Bait Indonesia *(IPABI)*, Bogor
  • HPI* (Himpunan Pelajar Indonesia-Iran)
  • Shaf Muslimin Indonesia *(SMI)* Cawang
  • MMPII Condet, *Jakarta Timur
  • FAHMI* (Forum Alumni HMI), Depok
  • Himpunan Pelajar Indonesia *di Republik Iran (ISLAT)
  • Badan Kerja Sama Persatuan Pelajar Indonesa Se- Timur Tengah dan Sekitarnya *(BKPPI)
  • Komunitas Ahlul Bait Indonesia *(TAUBAT)

LEMBAGA :

  • Islamic Cultural Center (ICC), *Pejaten
  • Tazkia Sejati, *Kuningan*
  • Al-Hadi, *Pekalongan*
  • Al-Iffah, *Jember*
  • Lembaga Komunikasi Ahlul Bait *(LKAB)
  • Wadah alumni Qom, dimotori oleh ICC Jakarta yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah. Republik Islam Iran (RII) LKAB membawai Yayasan AI-Munthazar, Fathimah Aqilah, Ar-Radiyah, Mulla Sadra, An-Naqi, Al-Kubra, AI-Washilah, MT. Ar-Riyahi dan gerakan dakwah Al-Husainy.

Sekolah atau pwsantren

  • SEKOLAH ATAU PESANTRESMA PLUS MUTHAHARI *di Bandung dan Jakarta
  • Pendidikan Islam Al-Jawad3. ICAS (Islamic College for Advanced Studies) – *Jakarta Cabang London
  • Sekolah Lazuardi dari Pra TK sampai SMP,  Jakarta
  • Sekolah Tinggi Madina Ilmu, Depok
  • Madrasah Nurul Iman, Sorong
  • Pesantren Al-Hadi *Pekalongan
  • Pesantren YAPI, *Bangil , Pasuruan, Jawa Timur

BANDUNG RAYA

  • SMA PLUS MUTHAHHARIJl. KAMPUS II No.13-17 *Babakan Sari Kiaracondong Pendiri: Prof*.Dr*.JALALUDDIN RAKHMAT,M.Sc** Tersangka Pemalsuan Gelar Akademik, lihat :http://www.lppimakassar.com/…/nasehat-untuk-jalaluddin-rakh…
  • SMP BAHTERA, Muthahhari Islamic Lab.JL. Arcamanik Endah No.107 *Bandung.*Direktur Sekolah : Joko T. Suroso.*Direktur Pendidikan: MIFTAH F. RAKHMAT (Ustadz Syiah lulusan Iran/anak Jalaludin Rakhmat)
  • SD SEKOLAH CERDAS MUTHAHHARI (SCM).Jl. Layar No.17 *Arcamanik Bandung
  • TK AZ ZAHRAJL. Kampus II no.4 , Babakan Sari *Kiara condong, Bandung
  • SMP PLUS MUTHAHHARIDesa Lembang Gede,Sangiang *RANCAKEKEK Kab.Bandung
  • TK,SD, SMP, SMA PONDOK PESANTREN BABUSSALAM (sekarang+ AL MUCHTARIYYAH) CIBURIAL DAGO *Bandung Utara Pimpinan DRS.MUCHTAR ADAM,

PENERBIT BUKU-BUKU SYIAH :

  • Lentera
  • Pustaka Hidayah
  • MIZAN
  • YAPI JAKARTA
  • YAPI Bangil
  • Rosda karya
  • Al-Hadi
  • CV Firdaus
  • Pustaka Firdaus
  • Risalah Masa
  • Al-Jawad
  • Islamic Center Al-Huda
  • Muthahhari Press / Muthahhari Papaerbacks
  • MahdiIhsan
  • Al-BaqirAl-Bayan
  • As-SajjadBasrie Press
  • Pintu IlmuUlsa Press
  • Shalahuddin Press
  • Al-Muntazhar
  • Mulla Shadra
  • CAHAYA

PENULIS

  • Alwi Husein, Lc
  • Muhammad Taqi Misbah
  • O.Hashem
  • Jalaluddin Rakhmat
  • Husein al-Habsyi
  • Muhsin Labib
  • Riza Sihbudi
  • Husein Al-Kaff
  • Sulaiman Marzuqi Ridwan
  • Dimitri Mahayana

VCD CERAMAH

MAJALAH / JURNAL

  • Majalah Syi’ar
  • Jurnal Al-Huda
  • Jurnal Al-Hikmah
  • Majalah Al-Musthafa
  • Majalah Al-Hikmah
  • Majalah Al-Mawaddah (Bukan Majalah Al-Mawaddah terbitan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqan Gresik, red)
  • Majalah Yaum Al-Quds
  • Buletin Al-Tanwir
  • Buletin Al-Jawwad
  • Buletin Al-Ghadir
  • Buletin Bab II

RADIO / TV

  • IRIB (Radio Iran siaran bahasa Indonesia)
  • Hadi TV, tv satelite (haditv.com)
  • TV Al-Manar, Libanon, dpt diakses sejak April 2008, bekerja sama dengan INDOSAT4. Myshiatv.com
  • Shiatv.nethttp://www.tabayyunnews.com/2015/07/waspada-tolak-lembaga-pendi[disingkat oleh WhatsApp][1/9, 16:24] tahruna55@gmail.com

Sumber: 

Apakah Fundamentalis Islam Itu ?

Apakah Fundamentalis Islam Itu ?

Fundamentalisme adalah sebuah gerakan dalam sebuah aliran, paham atau agama yang berupaya untuk kembali kepada apa yang diyakini sebagai dasar-dasar atau asas-asas (fundamental). Karenanya, kelompok-kelompok yang mengikuti paham ini seringkali berbenturan dengan kelompok-kelompok lain bahkan yang ada di lingkungan agamanya sendiri. Mereka menganggap diri sendiri lebih murni dan dengan demikian juga lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman atau ajaran agamanya telah “tercemar”.Kelompok fundamentalis mengajak seluruh masyarakat luas agar taat terhadap teks-teks Kitab Suci yang otentik dan tanpa kesalahan. Mereka juga mencoba meraih kekuasaan politik demi mendesakkan kejayaan kembali ke tradisi mereka.  Biasanya hal ini didasarkan pada tafsir atau interpretasi secara harfiah semua ajaran yang terkandung dalam Kitab Suci atau buku pedoman lainnya.

image

Menempatkan ajaran agama dalam bentuknya yang kontekstual dalam dinamika perubahan sosial adalah suatu hal yang harus dilakukan terus menerus. Sebab, agama pada dasarnya harus terus menemukan maknanya sepanjang jaman dan untuk menemukan makna yang berguna pada perubahan sosial itu, maka penafsiran ulang dan penyegaran pemahaman keagamaan mutlak dilakukan. Terlebih lagi, pada dasarnya sebuah teks tidak bisa terlepas dari konteks sosial dan sejarah yang melingkupinya.

Sebagai sebuah fenomena keagamaan, kemunculan fundamentalisme tidak bisa dilepaskan dari fenomena sosial, budaya dan politik. Gerakan ini juga dapat disebut sebagai gejala kebangkitan islam yang bersifat multidimensional. Analisis historis maupun epistemologis atas gerakan semacam ini terasa ada overlapping antara satu fenomena satu dengan fenomena lainnya.islam fundmental ini lebih menitik beratkan pada gerakan mengembalikan seluruh perilaku sesuai dengan al-quran dan al-hadis biasanya juga menunjuk pada kelompok revivalis islam .

Islam Fundamentalisme

Fundamentalisme islam merupakan gerakan relatif modern, memiliki doktrin yang berakar dari periode awal sejarah muslim. Seperti halnya gerakan-gerakan islam historis yang lain, gerakan ini memiliki semangat untuk melakukan pembaharuan islam, untuk kembali kepada kemurnian, untuk menahan perjalanan waktu dan peristiwa, dan untuk mewujudkan kembali kebesaran dan kesederhanaan zaman rasulullah.

Pengertian dan cirri-ciri fundamentalisme islam dalam pengertian dasarnya, disamping itu memiliki persamaan fundamentalisme Kristen, juga mengandung segi-segi perbedaan secara mendasar.. Fundamentalisme islam secara dasarnya adalah sikap dan pandangan yang berpegang teguh pada dasar-dasar pokok  dalam islam dan tidak mengaitkan dengan ilmupengetahuan dan tehnologi. Sedangkan fundamentalisme Kristen dalam pengertian poknya adalah sikap dan pandangan yang berpegang teguh dalam hal-hal yang prinsipil dogmatis dengan tidak menerima campur tanggan ilmu pengetahuan.

Sejarah Islam Fundamental

Penggunaan Istilah “fundamentalisme“ dalam Islam oleh kalangan Barat mulai populer berbarengan dengan terjadinya Revolusi Islam Iran pada 1979, yang memunculkan kekuatan Muslim Syi’ah radikal dan fanatik yang siap mati melawan the great satan, Amerika Serikat. Meski Istilah fundamentalisme Islam baru populer setelah peristiwa historis ini, namun dengan mempertimbangkan beberapa prinsip dasar dan karakteristik, maka fundamentalisme Islam telah muncul jauh sebelum itu.

Setelah Revolusi Islam Iran, istilah fundamentalisme Islam digunakan untuk menggeneralisasi berbagai gerakan Islam yang muncul dalam gelombang yang sering disebut sebagai “kebangkitan Islam” (Islamic revival). Memang, dalam beberapa dasawarsa terakhir terlihat gejala “kebangkitan Islam”, yang muncul dalam berbagai bentuk intensifikasi penghayatan dan pengamalan Islam, yang diikuti dengan pencarian dan penegasan kembali nilai‐nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Tetapi menyebut semua gejala intensifikasi itu sebagai “fundamentalisme Islam” jelas merupakan simplikasi yang distortif.

Fundamentalisme Islam dapat dikatakan merupakan bentuk ekstrem dari gejala “revivalisme”. Jika revivalisme dalam bentuk intensifikasi keislaman lebih berorientasi “ke dalam” (inward oriented)‐ dan karenanya sering bersifat individual‐ maka pada fundamentalisme, intensifikasi itu juga di arahkan ke luar (outward oriented). Intensifikasi bisa berupa sekadar peningkatan attachment pribadi terhadap Islam‐ dan sebab itu sering mengandung dimensi esoteris‐tetapi fundamentalisme menjelma dalam komitmen yang tinggi tidak hanya untuk mentransformasi kehidupan individual, tetapi sekaligus kehidupan komunal dan sosial. Oleh karena itu, fundamentalisme Islam juga sering bersifat eksoteris, yang sangat menekankan batas‐batas kebolehan dan keharaman berdasarkan fiqh (“halal‐haram ).

Istilah funfamentalisme pertama digunakan olek kelompok-kelompok penganut agama krisrren di Amerika Serikat untuk menamai aliran pemikiran keagamaan yyang cenderung menafsirkan tek-tek  keagamaan secara kaku dan literalis ( harfiah ). Dalam kontes iuni fundamentalisme pada umumnya dianggap sebagai reaksi terjhadap modernisme. Reaksi ini bermula dari annggapan bahwa modernisme cenderung menafsirkan tek-tek keagamaan secara elastis dan fleksibel untuk menyesuaikannya dengan berbagai kemajuan zaman modern, ahirnya justru membawa agama keposisi yang semakin  terdesak kepinggiran.

Kecenderungan menafsairka tek-tek keagamaan secara kaku dan harfiah seperti yang dilakukan oleh kaum fundamentalis protestan, ternyata diterima juga oleh penganut-penganut agama lain diabad kedua puluh ini.oleh karena itu, tidak heran jika para sarjana orientalis dan islamisis barat menyebut kecenderungan yang serupa dikalangan muslim, sebagai fundamentalisme islam. Disamping dihubungkan dengan islam, istilah fundamentalisme dihubungkan dengan agama-agama selain Kristen, sehingga muncullah kaum fundamentalisme Sikhs dan sebagainya. Tetapi berbeda dengan kaum fundalis protestan yang menyebut dirinya fundalis, kelompok-kelompok dengan kecenderungan yang nserupa didalam agama lain sebagian malah menolak disebut dengan demikian. Kelompok seperti itu ditimur tengah umumnya lebih suka disebut dirinya dengan istilah Usuliyah Islamiah (asas-asas islam), Bat’s islam (kebangkitan islam), atau Harakah islam (Gerakan Islam). Sementara kelompok-kelompok yang kurang menyukai mereka menyebut dengan istilah Muta’ashshibin (Kelompok fanatic) atau mutatharrifin (kelompok radikalekstrimis).

Munculnya istilah fundamentalisme untuk pertama kali adalah penyebutan yang ditujukan kepada gerakan konservatif-militan dalam agama Kristen yang mengemuka di Amerika Serikat pada tahun 1920-an. Mereka menekankan kebenaran Bible dan menolak setiap temuan sains modern karena dianggap bertentangan dengan ajaran Kristen. Padahal, sains modern justru telah membawa masyarakat Barat pada kemajuan. Karena itu, kehadiran mereka adalah oposan dari gereja ortodoks terhadap kemajuan sains modern yang dituduh merusak sendi-sendi fundamental dalam agama Kristen. Mengingat karakter konservatifnya yang berpegang teguh pada ortodoksi agama Kristen, fundamentalisme seringkali dikonfrontasikan dengan modernisme yakni aliran yang mengutamakan setiap yang baru sebagai konsekuensi perkembangan sains modern (Asep Syamsul, 2000 : 29-30) Setelah revolusi Islam Iran (1979), istilah fundamentalisme Islam mulai diterapkan para orientalis dan pakar ilmu sosial untuk mengkaji gerakan-gerakan sosial dan politik yang muncul dalam Islam dengan asumsi bahwa berbagai penomena gerakan sosial dan politik itu memiliki kesemaan karakteristik dengan gejala fundamentalisme di dunia Barat. Mereka menggunakan istilah tersebut untuk menggeneralisasi berbagai gerakan sosial, politik dan keagamaan sejalan dengan munculnya gelombang yang disebut kebangkitan (revivalisme) Islam (Azyumardi Azra, 1996 : 107). Dalam hubungannya dengan Islam, istilah fundamentalisme seringkali digunakan secara tidak seimbangan dan tidak netral, bahkan cendrung memiliki makna labelisasi dan penyebutan yang bersifat mapan terhadap fenomena gerakan dalam kehidupan sosial, politik dan keagamaan. Dari beberapa kajian yang dilakukan oleh para ahli, istilah tersebut cendrung memiliki makna negatif untuk memberikan gambaran buruk dan menyudutkan kelompok yang diasumsikan sebagai gerakan fundamentalisme. Fazlur Rahman (1979 : 164), misalnya, menyebutkan fundamentalisme Islam sebagai orang yang dangkal, superfisial, dan anti intelektual yang pemikiran-pemikirannya tidak bersumber kepada al-Qur’an dan tradisi Islam klasik.

Nurcholish Madjid (1992 : 586) juga memberikan penilaian yang pejoratif dan kurang netral dan menyebut fundamentalisme Islam sebagai sumber kekacauan dan penyakit mental yang menimbulkan akibat yang lebih buruk dibandingkan dengan masalah-masalah sosial yang sudah ada, seperti minuman keras dan obat terlarang. Untuk beberapa kasus tertentu, stigmasi fundamentalisme Islam terhadap gerakan yang muncul dalam masyarakat Islam mungkin ada benarnya karena berangkat dari fakta-fakta empirik yang menunjukkan warna gerakan yang cendrung puritan, radikal dan ekstrim. Tetapi, labelisasi fundamentalisme Islam yang bersifat sinisme itu digunakan secara mapan dan tidak berubah-rubah untuk menggeneralisasi semua fenomena gerakan sosial, politik dan keagamaan dalam Islam jelas merupakan simplikasi yang keliru

Dasar-dasar pemikiran Islam fundamental

Fundamentalisme yang dalam beberapa aspek diidentikan sebagai kelompok islam tradisionalis, secra historis juga disebut sebagai kelompok konservatif.

Istilah ini juga merupakan sebutan lain kelompok revivalis yang muncul pada abad 18 dan 19 di Arab, India dan Afrika.

Secara umum karakteristik gerakan revivalisme adalah sebagai berikut:

1) Adanya sikap dan keprihatinan yang mendalam terhadap degenerasi soso moral umat islam.
2) Memberi himbauan kepada umat islam agar kembali kepada sumber-sumber keagamaan otoritatif berupa al-quran dan al-hadits serta menghilangkan praktik-praktik tahayul, bid’ah dan khurafat dalam konteks tradisi keberagamaan.
3) Memberikan himbauan kepada umat islam agar membuang jauh-jauh teologi fatalisme, demi mencapai kemajuan.
4) Menghimbau umat islam agar melaksanakan pembaharuan lewat jihad sekalipun, jika diperlukan.

Karakteristik islam fundamental

1) Oppositionalism (paham perlawanan). Gejala fundamentalisme dalam agama apapun selalu menunjukkan sikap perlawanan terhadap semua sistem yang di anggap dapat mengancam eksistensi agama.

2) Penolakan terhadap Heri Meneutika. Sikap ini ditunjukkan sebagai bentuk penolakan terhadap sikap kritis terhadap teks suci. Karena bagi kelompok ini teks-teks keagamaan telah jelas dengan sendirinya oleh karenanya tidak membutuhkan penafsiran manusia dengan pendekatan apapun.
3) Penolakan terhadap pluralisme dan revitalisme.
4) Penolakan terhadap perkembangan historis dan sosiologis.

Islam fundamental dan gerakan baru keagamaan.

Seiring dengan perkembangan sosial keagamaan, terdapat fenomena pencarian baru terhadap bentuk-bentuk dan ekspresi sepiritualitas. Fenomena tersebut dapat dinyatakan sebagai satu trend dari bentuk pelarian disebabkan adanya kekeringan sepiritual yang selama ini.

Tedapat dua gerakan baru keagamaan yang lebih menonjolkan aspek fundamentalistiknya dari sisi kecenderungan pemahaman dan praktik keagamaannya, yakni hizb al-tahrir indonesia(HTI) dan majelis mujahidin indonesia (MMI), tentu tidak bisa dikatakan sebagai gerakan baru keagamaan yang menyimpang dari frame ideologi keagamaan mainstream.
Konstruksi ideologi dua keagamaan ini berbeda dari gerakan islam mainstream di indonesia, seperti NU dan Muhamadiyah. Perbedaan itu tampak sangat mencolok terutama pada persoalan konstruksi epistemologi berupa bagaimana kelompok ini memandang da memperlakukan teks-teks keagamaan. Jika NU Dan Muhamadiyah menggunakan metode dan corak tafsir dengan pendekatan yang demikian beragam, baik yang berkarakter salaf maupun khalaf, bahkan juga pendekatan yang banyak digunakan oleh para ilmuwan barat, maka kedua kelompok fundamentalisme ini menghindari penggunaan tafsir dengan metode apapun. Jikalaupun mereka menerima tafsir, maka penerimaannya itu sangat di batasi pada pemahaman dan interpretasi yang telah dilakukan oleh para ulama salaf. Oleh karena itu, menjadi benar jika dinyatakan bahwa kelompok fundamentalisme ini cenderung skripturalis ( bersifat tekstual atau mendasarkan paham keagamaan pada teks-teks).

Front Pembela Islam (FPI) Organisasi Massa Islam Di Indonesia

Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Indonesia. Mengusung pandangan Islamisme konservatif, FPI memiliki basis massa yang signifikan dan menjadi motor di balik beberapa aksi pergerakan Islam di Indonesia, seperti Aksi 2 Desember pada 2017

FPI menjadi sangat terkenal karena aksi-aksinya sejak tahun 1998, terutama yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam. Rangkaian aksi penutupan klab malam, tempat pelacuran dan tempat-tempat yang diklaim sebagai tempat maksiat, ancaman terhadap warga negara tertentu, penangkapan (sweeping) terhadap warga negara tertentu, konflik dengan organisasi berbasis agama lain adalah wajah FPI yang paling sering diperlihatkan dalam media massa.

Di samping aksi yang dilakukan, FPI juga melibatkan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan antara lain pengiriman relawan ke daerah bencana tsunami di Aceh, bantuan relawan dan logistik saat bencana gempa di Padang dan beberapa aktivitas kemanusiaan lainnya.

Tindakan FPI sering dikritik berbagai pihak karena tindakan main hakim sendiri yang berujung pada perusakan hak milik orang lain. Pernyataan bahwa seharusnya Polri adalah satu-satunya intitusi yang berhak melakukan hal tersebut dijawab dengan pernyataan bahwa Polri tidak memiliki insiatif untuk melakukannya.

Habib M Rizieq Syihab, sebagai ketua FPI, menyatakan bahwa FPI merupakan gerakan lugas dan tanpa kompromi sebagai cermin dari ketegaran prinsip dan sikap. Menurut Rizieq kekerasan yang dilakukan FPI dikarenakan kemandulan dalam sistem penegakan hukum dan berkata bahwa FPI akan mundur bila hukum sudah ditegakkan. Ia menolak anggapan bahwa beberapa pihak menyatakan FPI anarkis dan kekerasan yang dilakukannya merupakan cermin kebengisan hati dan kekasaran sikap

Wahdah Islamiyah, Persatukan Islam dalam aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Wahdah Islamiyah adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari kata persatuan islam dalam bahasa Arab. Tujuan utama Wahdah Islamiyah adalah mempersatukan Islam dalam bingkai aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Ormas Wahdah Islamiyah bergerak dalam bidang Da’wah, Pendidikan, Sosial, Muslimah, Informasi[, Kesehatan[8] dan Lingkungan Hidup.

Sejarah Berdirinya

  • Organisasi ini pertama kali didirikan pada tanggal 18 juni 1988 M dengan nama Yayasan Fathul Muin (YFM), berdasarkan akta notaris Abdullah Ashal, SH No.20.Pada tanggal 19 Februari 1998 M nama YFM berubah menjadi Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI) yang berarti “Persatuan Islam” perubahan nama tersebut diresmikan berdasarkan akta notaris Sulprian, SH No.059.Sehubungan dengan adanya rencana untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi islam, YWI menambah sebuah kata dalam identitasnya menjadi Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) yang dimaksudkan agar dapat juga menaungi lembaga-lembaga pendidikan tingginya, berdasarkan Akta Notaris Sulprian, SH No.055 tanggal 25 Mei 2000.Pada Musyawarah YPWI ke-2, tanggal 1 Shafar 1422 H (bertepatan dengan 14 April 2002 M) disepakati mendirikan organisasi massa (ormas) dengan nama yang sama, yaitu Wahdah Islamiyah (WI). Sejak saat itulah, YPWI yang merupakan cikal bakal berdirinya ormas WI disederhanakan fungsinya sebagai lembaga yang mengelola pendidikan formal milik Wahdah Islamiyah.(untuk selengkapnya baca buku : Sejarah Wahdah Islamiyah)

Manhaj

  • Wahdah Islamiyah adalah sebuah Organisasi Massa (Ormas) Islam[10] yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai pemahaman As Salaf Ash-Shalih dan digabungkan dengan pemahaman liqo tarbiyah sebagaimana Ikhwanul Muslimin (Ahlus Sunnah Wal Jamaah). Organisasi ini bergerak di bidang da’wah, pendidikan[, sosial], muslimah, informasi[, kesehatan dan lingkungan hidup.

Amal Usaha

DEPARTEMEN PENDIDIKAN

  • Tk Islam Terpadu Wahdah Islamiyah
  • SD Islam Terpadu Wahdah Islamiyah
  • SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah
  • SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah
  • Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar
  • Pesantren Tahfidzul Qur’an
  • Pesantren Salafiyyah Wahdah Islamiyah Pesantren Umar Bin Abdul Azis Enrekang
  • Pesantren Al Iman Sidrap

DEPARTEMEN DA’WAH DAN KADERISASI

  • Tadribud Du’at (Diklat Da’i & Muballigh)
  • Pelayanan Da’i Khutbah Jum’at, Majelis Ta’lim
  • Seminar Islami, Diskusi Buku, Tabligh Akbar,dll
  • Daurah Da’wiyah Tarbawiyah (Training Pembentukan Kader)[30]Daurah Syar’iyyah (Pelatihan Pendalaman Ilmu Syar’i)[31]Daurah Tarqiyyah Du’at (Training Peningkatan Kwalitas Da’i)[32]Halaqah Tarbiyah Tanfidziyah (Kelp.Kajian Islam)[33]Mabit Jama’i & Tarbiyah Gabungan[34]Pengiriman Da’i Tetap & Insidentil ke Daerah-daerah

BIDANG KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUPSunting

  • Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan (RBBP)
  • Pelatihan Ruqyah & Pengobatan Islami
  • Khitanan Massal
  • Donor Dara
  • ]Penataan Taman & Lingkungan
  • Mengelola Perkebunan

DEPARTEMEN PENGEMBANGAN USAHA

  • Apotek Wahdah Farma
  • Praktik Bersama
  • TB. Bursa Ukhuwah
  • Beberapa Kebun Di Daerah Cabang Wahdah Islamiyah
  • Wahdah Bakery

DEPARTEMEN SOSIAL

  • Tim Penanggulangan Musibah (Kematian, Bencana Alam, dll)
  • Pekuburan Islam
  • Layanan Mobil Ambulance
  • Kesejahtraan Ummat dan Bea Siswa
  • Penyaluran Paket Ifthar (Buka Puasa)
  • Penyaluran Adhahy (Daging Kurban)
  • Pengumpulan dan penyaluran sembako
  • Baksos

BIDANG ZIS

  • Menerima & Menyalurkan Infaq & Shadaqah sesuai syari’at
  • Membantu Menghitung Zakat
  • Menerima & Menyalurkan Zakat Maal sesuai syari’at
  • Kotak Infaq dan donatur
  • Iuran Pengurus dan Anggota

DEPARTEMEN INFORMASI DAN KOMUNIKASI

  • Radio Dakwah “Suara Al Wahdah” 107,7 FM
  • Majalah Al Bashirah (Media Komunikasi Pusat dan Cabang)
  • Tasjilat (Unit perekaman) dan Penerbitan bukuWebsite http://www.wahdah.or.id

LEMBAGA WAKAF, PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN (LWP2)[48]Sunting

  • Perwakafan Tanah
  • Perencanaan pembangunan Masjid
  • Proyek Pembangunan Masjid dan Sumur

DEPARTEMEN LITBANG DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (PSDM)

  • Data Base Anggota & Simpatisan
  • Pelatihan Peningkatan SDM
  • Pembuatan Konsep Pengembangan Organisasi
  • Memediasi Penelitian di Wahdah Islamiyah

LEMBAGA PERNIKAHAN DAN PEMBINAAN KELUARGA SAKINAH (LP2KS)

  • Pengurusan Pernikahan sesuai syari’at
  • Konsultasi & Pembinaan Keluarga
  • Pembinaan Pra Nikah Walimah
  • Pernikahan Jama’i (Pernikahan Massal)

LEMBAGA MUSLIMAH

  • Bagian Da’wah & KaderisasiBagian PSDMBagian Sosial
  • Bagian Pembinaan Keluarga Muslimah
  • Bagian Pengembangan Forum-forum Muslimah Daerah
  • Usaha Muslimah Tsabitah
  • Usaha Roti Thayyibah

LDII Organisasi Dakwah Kemasyarakatan


Lembaga Dakwah Islam Indonesia disingkat LDII, merupakan organisasi dakwah kemasyarakatan di wilayah Republik Indonesia. Sesuai dengan visi, misi, tugas pokok dan fungsinya, LDII mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila, yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Awal mulanya, LDII bernama YAKARI (Yayasan Lembaga Karyawan Islam), kemudian berganti nama menjadi LEMKARI (Lembaga Karyawan Islam) dan akhirnya berganti nama lagi menjadi LDII, karena nama LEMKARI dianggap sama dengan akronim dari Lembaga Karate-Do Indonesia.

LDII adalah organisasi yang independen, resmi dan legal mengikuti ketentuan sebagai berikut : Undang-undang No. 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan[3].Pasal 9 ayat, tanggal 4 April 1986 (Lembaran Negara RI 1986 nomor 24), serta pelaksanaannya meliputi PP No. 18 tahun 1986.Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1986[butuh rujukan].dan aturan hukum lainnya[butuh rujukan].

LDII memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)[5] , Program Kerja dan Pengurus mulai dari tingkat Pusat sampai dengan tingkat Desa. LDII sudah tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Departemen Dalam Negeri[butuh rujukan]. LDII merupakan bagian komponen Bangsa Indonesia yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pertama kali berdiri pada 3 Januari 1972 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Lembaga Karyawan Islam (YAKARI). Pada Musyawarah Besar (Mubes) tahun 1981 namanya diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI), dan pada Mubes tahun 1990, atas dasar Pidato Pengarahan Bapak Sudarmono, SH. Selaku Wakil Presiden dan Bapak Jenderal Rudini sebagai Mendagri waktu itu, serta masukan baik pada sidang-sidang komisi maupun sidang Paripurna dalam Musyawarah Besar IV LEMKARI tahun 1990, selanjutnya perubahan nama tersebut ditetapkan dalam keputusan, MUBES IV LEMKARI No. VI/MUBES-IV/ LEMKARI/1990, Pasal 3, yaitu mengubah nama organisasi dari Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat LEMKARI yang sama dengan akronim LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia), diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia, yang disingkat LDII.

Pendiri LDII

  • Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang pada awal mula berdirinya pada 3 Januari1972 di Surabaya, Jawa Timur bernama Yayasan Lembaga Karyawan Islam (YAKARI) yang kemudian diubah menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) didirikan oleh:
  • Drs. Nur Hasyim.Drs. Edi Masyadi.Drs. Bahroni Hertanto.Soetojo Wirjo Atmodjo BA.Wijono BA.
  • Badan Hukum LDII sebagai Ormas[9]

Motto LDII

Ada 3 Motto LDII, ialah :

  1. Yang artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma’ruf (perbuatan baik) dan menkcegah dari yang munkar (perbuatan tercela), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. Ali Imron, No. Surat: 3, Ayat: 104).
  2. Yang artinya: “Katakanlah inilah jalan (agama) – Ku, dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (dalil/dasar hukum) yang nyata. Maha suci Allah dan aku tidak termasuk golongan orang yang musyrik”. (QS. Yusuf, No.Surat: 12, Ayat: 108).
  3. Yang artinya: “Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik”. (QS. An-Nahl, No.Surat: 16, Ayat: 125).

Kegiatan LDII

  • Metode Pengajaran LDII LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari beberapa alumni pondok pesantren kenamaan, seperti: Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Tebu Ireng di Jombang, Kebarongan di Banyuwangi, Langitan di Tuban, dll. Mereka bersama-sama mempelajari ataupun bermusyawarah beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Alquran dan Hadis kepada para jama’ah pengajian rutin atau kepada para santriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Alquran dan Hadis. Kemudian guru mengajar murid secara langsung ( manquul ) baik bacaan, makna (diterjemahkan secara harfiyah), dan keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan tajwid.
  • Apakah yang Dimaksud dengan “Manquul?” “Manquul” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Naqola-Yanqulu”, yang artinya “pindah”. Maka ilmu yang manquul adalah ilmu yang dipindahkan / transfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad dalam Hadis Abu Daud, yang berbunyi:
  • Yang artinya: “Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian”.
  • Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan ayat Alquran lainnya, mentafsirkan ayat Alquran dengan Hadis, atau mentafsirkan Alquran dengan fatwa shohabat. Dalam ilmu Hadis, “manquul” berarti belajar Hadis dari guru yang mempunyai isnad (sandaran guru) sampai kepada Nabi Muhammad.[13]Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqoddimah Hadis Muslim, yang berbunyi: Yang artinya: “Isnad itu termasuk agama, seandainya tidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri”.
  • Dengan mengaji yang benar yakni dengan cara manqul, musnad dan mutashil (persambungan dari guru ke guru berikutnya sampai kepada shohabat dan sampai kepada Nabi Muhammad), maka secepatnya kita dapat menguasai ilmu Alquran dan Hadis dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung di dalam Alquran dan hadis sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barang tentu penafsiran Alquran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Nabi Muhammad.

Aktivitas Pengajian LDII

  • LDII menyelenggarakan pengajian Al Qur’an dan Al Hadits dengan rutinitas kegiatan yang cukup tinggi. Di tingkat PAC (Desa/Kelurahan) umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC (Kecamatan) diadakan pengajian seminggu sekali.[14] Untuk memahamkan ajarannya, LDII mempunyai program pembinaan cabe rawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinasi diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus Ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut usia.Ada juga pengajian UNIK (usia nikah).[butuh rujukan] Disamping itu ada pula pengajian yang sifatnya tertutup, juga pengajian terbuka . Pada musim liburan sering diadakan Kegiatan Pengkhataman Alquran dan hadis selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII dan non LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian ini pula diberi pemahaman kepada peserta didik tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Alquran dan hadis dalam keseharian mereka.[butuh rujukan]

LDII mengadakan berbagai forum tipe pengajian berdasarkan kelompok usia dan gender antara lain;

  1. Pengajian kelompok tingkat PAC. Pengajian ini diadakan rutin 2 – 3 kali dalam seminggu di masjid-masjid, mushalla-mushala atau surau-surau yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Setiap kelompok PAC biasanya terdiri 50 sampai 100 orang jamaah. Materi pengajian di tingkat kelompok ini yaitu Quran (bacaan, terjemahan dan keterangan), hadis-hadis himpunan dan nasihat agama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Quran Hadis dan hafalan surat–surat pendek ALquran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktik berwudu dan salat.
  2. Pengajian Cabe rawit Pengembangan mental agama dan akhlakul karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pondasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Cabe rawit diadakan setiap hari di setiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan iqro’, menulis pegon, hafalan doa-doa, dan surat-surat pendek Alquran. Forum pengajian Caberawit juga diselingi dengan rekreasi dan bermain.
  3. Pengajian Muda-mudi. Muda-mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. Pada usia ini pola pikir anak mulai berkembang dan pengaruh negatif pergaulan dan lingkungan semakin kuat. Karena itu pada masa ini perlu menjaga dan membentengi para remaja dengan kepahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka. Sebagai bentuk kesungguhan dalam membina generasi muda, LDII telah membentuk Tim Penggerak Pembina Generus (TPPG) yang terdiri dari pakar pendidikan dan ahli psikologi.  Pembinaan generasi muda dalam LDII setidaknya memiliki 3 sasaran yaitu[ Menjadikan generasi muda yang sholeh, alim (banyak ilmunya) dan fakih dalam beribadah.Menjadikan generasi muda yang berakhlakul karimah (berbudi pekerti luhur), berwatak jujur, amanah, sopan dan hormat kepada orang tua dan orang lainMenjadikan generasi muda yang tertib, disiplin, trampil dalam bekerja dan bisa hidup mandiri
  4. Pengajian Wanita/ibu-ibu. Para wanita, ibu-ibu dan remaja putri perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan kepahaman agama, mengingat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum ibu/wanita. Sabda Rasulullah SAW: “Diperlihatkan padaku Neraka, maka ketika itu kebanyakan penghuninya adalah wanita.” Hadis riwayat Bukhori dalam Kitabu al-Imaan
  5. Selain itu banyak persoalan khusus dalam agama Islam menyangkut peran wanita dan para ibu. Haid, kehamilan, nifas, bersuci (menjaga najis), mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu. Disamping memberikan kerampilan beribadah forum pengajian Wanita / ibu-ibu LDII juga memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis tentang keputrian yang berguna untuk bekal hidup sehari-hari dan menunjang penghasilan keluarga.
  • Pengajian Lansia. Para Lansia perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat pada usia senja diharapkan umat muslim lebih mendekatkan diri kepada Allah sebagai persiapan menghadap kepada Ilahi dalam keadaan khusnul khotimah. “Sesungguhnya pengamalan itu dilihat dari akhirnya”
  • Pengajian Umum. Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahim antar jamaah LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamaah. Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengajian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Ikhwanul Muslimin Tegakkan Syariat Allah

Ikhwanul Muslimin (al-ikhwān al-muslimūn) sering hanya disebut Al-Ikhwan adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, bekerja denganNya dan untukNya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik. Di kemudian hari, gerakan Ikhwanul Muslimin tersebar ke seluruh dunia 

Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Bisa dilihat dari pemikiran utama Ikhwanul Muslimin berikut.Ia merupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam adalah dien yang universal dan menyeluruh, bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (salat, puasa, haji, zakat, dll) saja. Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam[7].Pengaruh ajaran shufi hanya terbatas pada dzikir/wirid yg dibaca konsisten setiap pagi dan petang (Al-Ma’tsurat) berdasrkan hadits2 yg shohih. Ikhwanul Muslimin menolak segala bentuk penjajahan dan monarki yang pro-Barat.

Dalam perpolitikan di berbagai negara, Ikhwanul Muslimin ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya (bukan tujuan), sebagaimana kelompok-kelompok lain yang mengakui demokrasi. Contoh utamanya adalah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang mengikuti proses pemilu di negara tersebut 

Al-Ikhwan Berbeda & Menolak Al-Qaeda

  • Di berbagai media khususnya media negara-negara Barat, Ikhwanul Muslimin sering dikait-kaitkan dengan Al-Qaeda. Pada faktanya, Ikhwanul Muslimin berbeda jauh dengan Al-Qaeda. Ideologi, sarana, dan aksi yang dilakukan oleh Al-Qaeda secara tegas ditolak oleh pimpinan Ikhwanul Muslimin. Ikhwanul Muslimin lebih mendukung ide perubahan dan reformasi melalui jalan damai [9] dan dialog yang konstruktif yang bersandarkan pada al-hujjah (alasan), al-mantiq (logika), al-bayyinah (jelas), dan ad-dalil (dalil)[10]. Kekerasan atau radikalisme bukan jalan perjuangan Ikhwanul Muslimin, kecuali jika negara tempat Ikhwanul Muslimin berada, terancam penjajahan dari bangsa lain. Inipun, kekerasan di sini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai perlawanan, bukan radikalisme atau kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok teroris. Sebagai contoh adalah Hamas yang merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Palestina. Syekh Ahmad Yassin pendiri Hamas adalah tokoh Ikhwanul Muslimin 
  • Mengutuk Terorisme. Al-Ikwan Al-Muslimun mengutuk segala bentuk kriminalitas yang disebut dengan terorisme di seluruh belahan bumi di dunia Arab dan Islam, sebagaimana di belahan negara lainnya di dunia, seperti yang telah terjadi di New York dan Washington DC pada Serangan 11 September 2001. Begitu juga Al-Ikhwan sangan mengecam peristiwa anarkisme yang terjadi di Riyadh, Bali, Madrid dan lainnya Dengan sangat jelas Al-Ikhwan mengumumkan bahwa tindakan-tindakan kriminalitas seperti itu sama sekali tidak didukung oleh Syariat, Agama, dan Undang-undang manapun.
  • Al-Ikhwan Bukan Wahabi. Di berbagai media, Ikhwanul Muslimin juga sering dikait-kaitkan dengan gerakan Wahabi. Pada faktanya, antara Al-Ikhwan dengan Wahabi berbeda jauh. Pengkait-kaitan Al-Ikhwan dengan Wahabi pada dasarnya disebabkan adanya kesamaan nama. Di dalam sejarah Wahabi di Arab Saudi, mereka memang pernah memiliki pasukan tempur yang bernama Al-Ikhwan, nama yang sama persis dengan Al-Ikhwan yang di Mesir. Seorang penulis bernama Robert Lacey dalam catatan kaki bukunya yang berjudul “Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia” di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Nejd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang dibentuk di Mesir pada tahun 1930-an dan masih aktif sampai saat ini [13] [14]. Secara pemikiran pun antara Ikhwanul Muslimin dengan Wahabi saling bertolak belakang. Ikhwanul Muslimin masuk ke dalam wilayah politik dalam perjuangannya (bahkan membentuk partai politik), sedangkan Wahabi sebaliknya, yaitu antipati terhadap partai politik.

Landasan

Ikhwanul Muslimin memiliki landasan berupa:

  • Allah tujuan kami (Allahu ghayatuna
  • )Rasulullah teladan kami (Ar-Rasul qudwatuna)
  • Al-Qur’an landasan hukum kami (Al-Quran dusturuna)
  • Jihad jalan kami (Al-Jihad sabiluna)
  • Mati syahid di jalan Allah cita-cita kami yang tertinggi (Syahid fiisabilillah asma amanina)

Walaupun begitu, Ikhwanul Muslimin tetap mengikuti perkembangan teknologi dan tidak meninggalkannya. Sebagai organisasi Islam moderat, Ikhwanul Muslimin diterima oleh segala lapisan dan pergerakan. Ikhwanul Muslimin menekankan adaptasi Islam terhadap era globalisasi. Pemikiran dan pergerakan Ikhwanul Muslimin mencakup delapan aspek yang mencerminkan luasnya cakupan Islam sebagai ideologi yang mereka anut, yaitu Dakwah salafiyah (dakwah salaf), Thariqah sunniyah (jalan sunnah), Hakikat shufiyah (hakikat sufi), Hai’ah siyasiyah (lembaga politik), Jama’ah riyadhiyah (kelompok olahraga), Rabithah ‘ilmiyah tsaqafiah (ikatan ilmiah berwawasan), Syirkah iqtishadiyah (perserikatan ekonomi), dan Fikrah ijtima’iyah (pemikiran sosial) [15].

Ikhwanul Muslimin masuk ke Indonesia melalui jamaah haji dan kaum pendatang Arab sekitar tahun 1930. Pada zaman kemerdekaan, Agus Salim pergi ke Mesir dan mencari dukungan kemerdekaan. Waktu itu, Agus Salim menyempatkan untuk bertemu kepada sejumlah delegasi Indonesia. Templat:Hassan, M.Z. 1980. Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri. Bulan Bintang. Jakarta. Hal. 220

H. Agus Salim, Ketua Delegasi RI, bersama H. Rasyidi menyampaikan terima kasih bangsa Indonesia kepada Syaikh Hasan Al-Banna, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, yang kuat sekali menyokong perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sumber gambar:Hassan, M.Z. 1980. Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri. Bulan Bintang. Jakarta. Hal. 220

Ikhwanul Muslimin memiliki peran penting dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia. Atas desakan Ikhwanul Muslimin, negara Mesir (masih dalam status belum sepenuhnya merdeka – en:Unilateral Declaration of Egyptian Independence, Mesir merdeka penuh dari Inggris pada tanggal 18 Juni 1953) menjadi negara pertama yang mengakui secara de facto (bukan de jure) kemerdekaan Republik Indonesia, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.[22]. Hal ini akhirnya diikuti oleh beberapa negara dengan status seperti Mesir dan akhirnya Vatican sebagai negara berdaulat penuh yang pertama mengakui Indonesia.[23] Dengan demikian, lengkaplah syarat-syarat sebuah negara berdaulat bagi Republik Indonesia.

Ikhwanul Muslimin kemudian semakin berkembang di Indonesia setelah Muhammad Natsir mendirikan partai yang memakai ajaran Ikhwanul Muslimin, yaitu Partai Masyumi[24].

Partai Masyumi kemudian dibredel oleh Soekarno dan dilarang keberadaannya. Kemudian pada Pemilu tahun 1999 berdiri partai yang menggunakan nama Masyumi, yaitu Partai Masyumi Baru dan Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (PPII Masyumi). Selain itu berdiri juga Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan (PK) yang sebelumnya banyak dikenal dengan jamaah atau kelompok Tarbiyah. PBB mendeklarasikan partainya sebagai keluarga besar pendukung Masyumi[25]. Sedangkan menurut Yusuf Qaradhawi, Partai Keadilan (kini berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS) merupakan perpanjangan tangan dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir yang mewadahi komunitas terbaik kalangan muda intelektual yang sadar akan agama, negeri, dunia, dan zamannya [26]. Namun tulisan ulama yang kini bermukim di Qatar itu belum pernah mendapat konfirmasi dari para pengurus DPP PKS [27]. Jika dilihat dari Piagam Deklarasi PKS [28] dan AD/ART PKS [29], PKS tidak pernah menyebutkan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin.

Selain partai-partai di atas, ada juga ormas Islam di Indonesia yang terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin ini, paling tidak itu terlihat dari nama ormas tersebut. Ormas yang dimaksud, antara lain adalah Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang berafiliasi ke PPP, dan Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI). Parmusi saat ini diketuai oleh Bachtiar Chamsyah[30]. Sedangkan IMI yang dideklarasikan di Depok pada tahun 2001, diketuai oleh Habib Husein Al Habsyi[31].

Lalu pada Pemilu tahun 2004, Partai Masyumi Baru dan PPII Masyumi tidak dapat mengikuti pemilu lagi karena tidak lolos electoral threshold. Partai Masyumi Baru bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)[32]. PBB masih dapat terus mengikuti pemilu. Sedangkan PK mengikuti Pemilu 2004 setelah berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah pemilu 2004, PBB hampir tidak bisa mengikuti pemilu 2009 karena tidak lolos electoral threshold. Pada akhirnya PBB bisa mengikuti pemilu 2009 sebagaimana PKS dan PPP yang masih dapat terus mengikuti pemilu 2009 karena lolos electoral threshold.

Jadi secara umum, Ikhwanul Muslimin cukup banyak memberikan inspirasi pada organisasi-organisasi di Indonesia. Namun tidak jelas mana yang benar-benar berhubungan secara resmi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Jika diringkas, organisasi di Indonesia yang terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin antara lain:

  • Partai Masyumi
  • Persaudaraan Muslimin Indonesia
  • Partai Masyumi Baru (1998)
  • Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (1998)
  • Partai Bulan Bintang (1998)
  • Partai Keadilan (1998)
  • Ikhwanul Muslimin Indonesia (2001)
  • Partai Keadilan Sejahtera (2002)

Tujuan Dan Keanggotaan Hisbut Tahrir

Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Australia.

Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan. Hizbut Tahrir berjuang bagi kesatuan dan persatuan kaum Muslimin di bawah bendera Lailahaillallah Muhammadurrasulullah,

Tujuan Dan Keanggotaan Hiszut Tahrir

TUJUAN HIZBUT TAHRIR

Hizbut Tahrir memiliki dua tujuan:

  • (1) melangsungkan kembali kehidupan Islam
  • (2) mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Tujuan ini berarti mengajak umat Islam agar kembali hidup secara Islami di dâr al-Islam dan di dalam lingkungan masyarakat Islam. Tujuan ini berarti pula menjadikan seluruh aktivitas kehidupan diatur sesuai dengan hukum-hukum syariat serta menjadikan seluruh pandangan hidup dilandaskan pada standar halal dan haram di bawah naungan dawlah Islam. Dawlah ini adalah dawlah-khilâfah yang dipimpin oleh seorang khalifah yang diangkat dan dibaiat oleh umat Islam untuk didengar dan ditaati. Khalifah yang telah diangkat berkewajiban untuk menjalankan pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya serta mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
  • Di samping itu, aktivitas Hizbut Tahrir dimaksudkan untuk membangkitkan kembali umat Islam dengan kebangkitan yang benar melalui pemikiran yang tercerahkan. Hizbut Tahrir berusaha untuk mengembalikan posisi umat Islam ke masa kejayaan dan keemasannya, yakni tatkala umat dapat mengambil alih kendali negaranegara dan bangsa-bangsa di dunia ini. Hizbut Tahrir juga berupaya agar umat dapat menjadikan kembali dawlah Islam sebagai negara terkemuka di dunia—sebagaimana yang telah terjadi pada masa silam; sebuah negara yang mampu mengendalikan dunia ini sesuai dengan hukum Islam

Keanggotaan Hizbut Tahrir

  • Hizbut Tahrir menerima anggota dari kalangan umat Islam, baik pria maupun wanita, tanpa memperhatikan lagi apakah mereka keturunan Arab atau bukan dan dari suku apapun. Hizbut Tahrir adalah sebuah partai untuk seluruh umat Islam. Partai ini menyerukan kepada umat untuk mengemban dakwah Islam serta mengambil dan menetapkan seluruh aturan-aturannya tanpa memandang lagi ras-ras kebangsaan, warna kulit, maupun mazhab-mazhab mereka.
  • Hizbut Tahrir melihat semuanya dari pandangan Islam. Para anggota dan aktivis Hizbut Tahrir dipersatukan dan diikat oleh akidah Islam, kematangan mereka dalam penguasaan ide-ide (Islam) yang diemban oleh Hizbut Tahrir, serta komitmen mereka untuk mengadopsi ide-ide dan pendapat-pendapat Hizbut Tahrir. Mereka sendirilah yang mengharuskan dirinya menjadi anggota Hizbut Tahrir, setelah sebelumnya ia terlibat secara intens dengan Hizb; berinteraksi langsung dengan dakwah bersama Hizb; serta mengadopsi ide-ide dan pendapat-pendapat Hizb. Dengan kata lain, ikatan yang mengikat para anggota dan aktivis Hizbut Tahrir adalah akidah Islam dan tsaqâfah (ide-ide) Hizb yang sepenuhnya diambil dari dari akidah ini. Halaqah-halaqah atau pembinaan wanita di dalam tubuh Hizbut Tahrir terpisah deri halaqah-halaqah pria. Yang memimpin halaqah-halaqah wanita adalah para suami, para muhrimnya, atau sesama wanita itu sendiri .

Keharusan Berdirinya Hizbut Tahrir dan Partai Politik Menurut Syariat

Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Australia.

Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan. Hizbut Tahrir berjuang bagi kesatuan dan persatuan kaum Muslimin di bawah bendera Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, 

Keharusan Berdirinya Hizbut Tahrir dan Partai Politik Menurut Syariat

Berdirinya Hizbut Tahrir, sebagaimana telah disebutkan, adalah dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT dalam QS.Ali Imran, “Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat.” Dalam ayat ini, sesungguhnya Allah telah memerintahkan umat Islam agar di antara mereka ada suatu jamaah (kelompok) yang terorganisasi. Kelompok ini memiliki dua tugas: (1) mengajak pada al-Khayr, yakni mengajak pada al-Islâm; (2) memerintahkan kebajikan (melaksanakan syariat) dan mencegah kemungkaran (mencegah pelanggaran terhadap syariat).

Perintah untuk membentuk suatu jamaah yang terorganisasi di sini memang sekadar menunjukkan adanya sebuah tuntutan (thalab) dari Allah. Namun, terdapat qarînah (indikator) lain yang menunjukkan bahwa tuntutan tersebut adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu, aktivitas yang telah ditentukan oleh ayat ini yang harus dilaksanakan oleh kelompok yang terorganisasi tersebut—yakni mendakwahkan Islam dan melaksanakan amar makruf nahi mungkar—adalah kewajiban yang harus ditegakkan oleh seluruh umat Islam. Kewajiban ini telah diperkuat oleh banyak ayat lain dan sejumlah hadis Rasulullah saw. Rasulullah saw., misalnya, bersabda, “Demi Zat Yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh kalian (mempunyai dua pilihan): melaksanakan amar makruf nahi mungkar ataukah Allah benar-benar akan menimpakan siksaan dari sisi-Nya. Kemudian, setelah itu kalian berdoa, tetapi doa kalian itu tidak akan dikabulkan.” (H.R. At-Turmudzî, hadits no. 2259). Hadis di atas merupakan salah satu qarînah (indikator) yang menunjukkan bahwa thalab (tuntutan) tersebut bersifat tegas dan perintah yang terkandung di dalamnya hukumnya adalah wajib.

Jamaah terorganisasi yang dimaksud haruslah berbentuk partai politik. Kesimpulan ini dapat dilihat dari segi: (1) ayat di atas telah memerintahkan kepada umat Islam agar di antara mereka ada sekelompok orang yang membentuk suatu jamaah; (2) ayat di atas juga telah membatasi aktivitas jamaah yang dimaksud, yaitu mendakwahkan Islam dan melaksanakan amar makruf nahyi munkar.

Sementara itu, aktivitas amar makruf nahi mungkar di dalamnya mencakup upaya menyeru para penguasa agar mereka berbuat kebajikan (melaksanakan syariat Islam) dan mencegah mereka berbuat kemungkaran (melaksanakan sesuatu yang tidak bersumber dari syariat, misalnya, bersikap zalim, fasik, dan lain-lain). Bahkan, inilah bagian terpenting dalam aktivitas amar makruf nahi mungkar, yaitu mengawasi para penguasa dan menyampaikan nasihat kepada mereka. Aktivitas-aktivitas seperti ini jelas merupakan salah satu aktivitas politik, bahkan termasuk aktivitas politik yang amat penting. Aktivitas politik ini merupakan ciri utama dari partai-partai politik yang ada. Dengan demikian, ayat di atas menunjukkan pada adanya kewajiban mendirikan partai-partai politik.

Akan tetapi, ayat tersebut di atas memberi batasan bahwa kelompok-kelompok yang terorganisasi tadi mesti berbentuk partai-partai Islam. Sebab, tugas yang telah ditentukan oleh ayat tersebut—yakni mendakwahkan kepada Islam dan mewujudkan amar makruf nahi mungkar sesuai dengan hukum-hukum Islam—tidak mungkin dapat dilaksanakan kecuali oleh organisasi-organisasi dan partai-partai Islam. Partai Islam adalah partai yang berasaskan akidah Islam; partai yang mengadopsi dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum, dan solusi-solusi (atas berbagai problematika umat) yang Islami; serta partai yang tharîqah (metode) operasionalnya adalah metode Rasulullah saw.

Oleh karena itu, tidak dibolehkan organisasi-organisasi/partai-partai politik yang ada di tengah-tengah umat Islam berdiri di atas dasar selain Islam, baik dari segi fikrah (ide dasar) maupun tharîqah (metode)-nya. Hal ini, di samping karena Allah telah memerintahkan demikian, juga karena Islam adalah satu-satunya mabda’ (ideologi) yang benar dan layak di muka bumi ini. Islam adalah mabda’ yang bersifat universal, sesuai dengan fitrah manusia, dan dapat memberikan jalan pemecahan kepada manusia (atas berbagai problematikan mereka, penerj.) secara manusiawi. Oleh karena itu, Islam telah mengarahkan potensi hidup manusia—berupa gharâ’iz (nalurinaluri) dan h ajât ‘udhawiyyah (tuntutan jasmani), mengaturnya, dan mengatur pemecahannya dengan suatu tatanan yang benar; tidak mengekang dan tidak pula melepaskannya sama sekali; tidak ada saling mendominasi antara satu gharîzah (naluri) atas gharîzah (naluri) yang lain. Islam adalah ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Allah telah mewajibkan umat Islam agar selalu terikat dengan hukumhukum Islam secara keseluruhan, baik menyangkut hubungannya dengan Pencipta mereka, seperti hukum-hukum yang mengatur masalah akidah dan ibadah; menyangkut hubungannya dengan dirinya sendiri, seperti hukum-hukum yang mengatur masalah akhlak, makanan, pakaian, dan lain-lain; ataupun menyangkut hubungannya dengan sesama manusia, seperti hukum-hukum yang mengatur masalah muamalat dan perundang-undangan. Allah juga telah mewajibkan umat Islam agar menerapkan Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka, menjalankan pemerintahan Islam, serta menjadikan hukum-hukum syariat yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah RasulNya sebagai konstitusi dan sistem perundang-undangan mereka. Allah berfirman : Putuskanlah perkara di antara manusia berdasarkan wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (hukum Allah) yang telah datang kepada kalian. (QS al-Mâ’idah [5]: 48).

Hendaklah kalian memutuskan perkara di antara manusia berdasarkan wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kalian terhadap mereka, jangan sampai mereka memalingkan kalian dari sebagian wahyu yang telah Allah turunkan kepada kalian. (QS al-Mâ’idah [5]: 49).

Oleh karena itu, Islam memandang bahwa tidak menjalankan pemerintahan berdasarkan hukum Islam merupakan sebuah tindakan kekufuran, sebagaimana firman-Nya: Siapa saja yang tidak memutuskan perkara (menjalankan urusan pemerintahan) berdasarkan wahyu yang telah diturunkan Allah, berarti mereka itulah orang-orang kafir. (QS al-Mâ’idah [5]: 44).

Semua mabda’ (ideologi) selain Islam, seperti kapitalisme dan sosialisme (termasuk di dalamnya komunisme), tidak lain merupakan ideologi-ideologi destruktif dan bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. Ideologi-ideologi tersebut adalah buatan manusia yang sudah nyata kerusakannya dan telah terbukti cacat-celanya. Semua ideologi yang ada selain Islam tersebut bertentangan dengan Islam dan hukumhukumnya. Oleh karena itu, upaya mengambil dan meyebarluaskannya serta dan membentuk organisasi/partai berdasarkan ideologi-ideologi tersebut adalah termasuk tindakan yang diharamkan oleh Islam. Dengan demikian, organisasi/partai umat Islam wajib berdasarkan Islam semata, baik ide maupun metodenya. Umat Islam haram membentuk organisasi/partai atas dasar kapitalisme, komunisme, sosialisme, nasionalisme, patriotisme, primordialisme (sektarianisme), aristokrasi, atau freemasonry. Umat Islam juga haram menjadi anggota ataupun simpatisan partai-partai di atas karena semuanya merupakan partai-partai kufur yang mengajak kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman: Barangsiapa yang mencari agama (cara hidup) selain Islam, niscaya tidak akan diterima, sementara di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi. (QS Ali Imran [3]: 85). Allah juga berfirman dalam ayat yang kami jadikan patokan di sini, yaitu, mengajak kepada kebaikan, yang dapat diartikan dengan mengajak pada Islam.

Sementara itu, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang melakukan suatu amal-perbuatan yang bukan termasuk urusan kami, berarti amal-perbuatan itu tertolak.” (H.R. Muslim, hadis no. 1718). Rasulullah saw. juga bersabda, “Barangsiapa yang mengajak orang pada ashabiyah (primordialisme, sektarianisme, nasionalisme) tidaklah termasuk golongan kami.” (H.R. Abû Dâwud, hadis no. 5121). Berkaitan dengan hal di atas, upaya untuk membangkitkan umat dari kemerosotan yang dideritanya; membebaskan mereka dari ide-ide, sistem, dan hukum-hukum kufur; serta melepaskan mereka dari kekuasaan dan dominasi negara-negara kafir, sesungguhnya dapat ditempuh dengan jalan meningkatkan taraf berfikir mereka. Upaya riilnya adalah dengan melakukan reformasi total dan fundamental atas ide-ide dan persepsi-persepsi yang telah menyebabkan kemerosotan mereka. Setelah itu, ditanamkan di dalam benak umat ide-ide dan pemahaman-pemahaman Islam yang benar. Upaya demikian diharapkan dapat menciptakan perilaku umat dalam kehidupan ini yang sesuai dengan ide-ide dan hukum-hukum Islam.

Latar Belakang dan Tujuan Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Australia.

Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan. Hizbut Tahrir berjuang bagi kesatuan dan persatuan kaum Muslimin di bawah bendera Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, 

Hizbut Tahrir didirikan sebagai harokah Islam yang bertujuan mengembalikan kaum muslimin untuk kembali taat kepada hukum-hukum Allah SWT yakni hukum Islam, memperbaiki sistem perundangan dan hukum negara yang dinilai tidak Islami/kufur agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam, serta membebaskan dari sistem hidup dan pengaruh negara barat. Hizbut Tahrir juga bertujuan untuk membangun kembali pemerintahan Islam warisan Rosulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin yakni Khilafah Islamiyah di dunia, sehingga hukum Islam dapat diberlakukan kembali.
Keharusan Berdirinya Partai-partai Politik Menurut Syariat

  • Berdirinya Hizbut Tahrir, sebagaimana telah disebutkan, adalah dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT dalam QS.Ali Imran, “Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat.” Dalam ayat ini, sesungguhnya Allah telah memerintahkan umat Islam agar di antara mereka ada suatu jamaah (kelompok) yang terorganisasi. 

Kelompok ini memiliki dua tugas: 

  • (1) mengajak pada al-Khayr, yakni mengajak pada al-Islâm; 
  • (2) memerintahkan kebajikan (melaksanakan syariat) dan mencegah kemungkaran (mencegah pelanggaran terhadap syariat).

Perintah untuk membentuk suatu jamaah yang terorganisasi di sini memang sekadar menunjukkan adanya sebuah tuntutan (thalab) dari Allah. Namun, terdapat qarînah (indikator) lain yang menunjukkan bahwa tuntutan tersebut adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu, aktivitas yang telah ditentukan oleh ayat ini yang harus dilaksanakan oleh kelompok yang terorganisasi tersebut—yakni mendakwahkan Islam dan melaksanakan amar makruf nahi mungkar—adalah kewajiban yang harus ditegakkan oleh seluruh umat Islam. Kewajiban ini telah diperkuat oleh banyak ayat lain dan sejumlah hadis Rasulullah saw. Rasulullah saw., misalnya, bersabda, “Demi Zat Yang diriku berada di tangan-Nya, sungguh kalian (mempunyai dua pilihan): melaksanakan amar makruf nahi mungkar ataukah Allah benar-benar akan menimpakan siksaan dari sisi-Nya. Kemudian, setelah itu kalian berdoa, tetapi doa kalian itu tidak akan dikabulkan.” (H.R. At-Turmudzî, hadits no. 2259). Hadis di atas merupakan salah satu qarînah (indikator) yang menunjukkan bahwa thalab (tuntutan) tersebut bersifat tegas dan perintah yang terkandung di dalamnya hukumnya adalah wajib.

Jamaah terorganisasi yang dimaksud haruslah berbentuk partai politik. Kesimpulan ini dapat dilihat dari segi: (1) ayat di atas telah memerintahkan kepada umat Islam agar di antara mereka ada sekelompok orang yang membentuk suatu jamaah; (2) ayat di atas juga telah membatasi aktivitas jamaah yang dimaksud, yaitu mendakwahkan Islam dan melaksanakan amar makruf nahyi munkar.

Sementara itu, aktivitas amar makruf nahi mungkar di dalamnya mencakup upaya menyeru para penguasa agar mereka berbuat kebajikan (melaksanakan syariat Islam) dan mencegah mereka berbuat kemungkaran (melaksanakan sesuatu yang tidak bersumber dari syariat, misalnya, bersikap zalim, fasik, dan lain-lain). Bahkan, inilah bagian terpenting dalam aktivitas amar makruf nahi mungkar, yaitu mengawasi para penguasa dan menyampaikan nasihat kepada mereka. Aktivitas-aktivitas seperti ini jelas merupakan salah satu aktivitas politik, bahkan termasuk aktivitas politik yang amat penting. Aktivitas politik ini merupakan ciri utama dari partai-partai politik yang ada. Dengan demikian, ayat di atas menunjukkan pada adanya kewajiban mendirikan partai-partai politik.

Akan tetapi, ayat tersebut di atas memberi batasan bahwa kelompok-kelompok yang terorganisasi tadi mesti berbentuk partai-partai Islam. Sebab, tugas yang telah ditentukan oleh ayat tersebut—yakni mendakwahkan kepada Islam dan mewujudkan amar makruf nahi mungkar sesuai dengan hukum-hukum Islam—tidak mungkin dapat dilaksanakan kecuali oleh organisasi-organisasi dan partai-partai Islam. Partai Islam adalah partai yang berasaskan akidah Islam; partai yang mengadopsi dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum, dan solusi-solusi (atas berbagai problematika umat) yang Islami; serta partai yang tharîqah (metode) operasionalnya adalah metode Rasulullah saw.

Oleh karena itu, tidak dibolehkan organisasi-organisasi/partai-partai politik yang ada di tengah-tengah umat Islam berdiri di atas dasar selain Islam, baik dari segi fikrah (ide dasar) maupun tharîqah (metode)-nya. Hal ini, di samping karena Allah telah memerintahkan demikian, juga karena Islam adalah satu-satunya mabda’ (ideologi) yang benar dan layak di muka bumi ini. Islam adalah mabda’ yang bersifat universal, sesuai dengan fitrah manusia, dan dapat memberikan jalan pemecahan kepada manusia (atas berbagai problematikan mereka, penerj.) secara manusiawi. Oleh karena itu, Islam telah mengarahkan potensi hidup manusia—berupa gharâ’iz (nalurinaluri) dan h ajât ‘udhawiyyah (tuntutan jasmani), mengaturnya, dan mengatur pemecahannya dengan suatu tatanan yang benar; tidak mengekang dan tidak pula melepaskannya sama sekali; tidak ada saling mendominasi antara satu gharîzah (naluri) atas gharîzah (naluri) yang lain. Islam adalah ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Allah telah mewajibkan umat Islam agar selalu terikat dengan hukumhukum Islam secara keseluruhan, baik menyangkut hubungannya dengan Pencipta mereka, seperti hukum-hukum yang mengatur masalah akidah dan ibadah; menyangkut hubungannya dengan dirinya sendiri, seperti hukum-hukum yang mengatur masalah akhlak, makanan, pakaian, dan lain-lain; ataupun menyangkut hubungannya dengan sesama manusia, seperti hukum-hukum yang mengatur masalah muamalat dan perundang-undangan. Allah juga telah mewajibkan umat Islam agar menerapkan Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan mereka, menjalankan pemerintahan Islam, serta menjadikan hukum-hukum syariat yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah RasulNya sebagai konstitusi dan sistem perundang-undangan mereka. Allah berfirman : Putuskanlah perkara di antara manusia berdasarkan wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (hukum Allah) yang telah datang kepada kalian. (QS al-Mâ’idah [5]: 48).

Hendaklah kalian memutuskan perkara di antara manusia berdasarkan wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kalian terhadap mereka, jangan sampai mereka memalingkan kalian dari sebagian wahyu yang telah Allah turunkan kepada kalian. (QS al-Mâ’idah [5]: 49).

Oleh karena itu, Islam memandang bahwa tidak menjalankan pemerintahan berdasarkan hukum Islam merupakan sebuah tindakan kekufuran, sebagaimana firman-Nya: Siapa saja yang tidak memutuskan perkara (menjalankan urusan pemerintahan) berdasarkan wahyu yang telah diturunkan Allah, berarti mereka itulah orang-orang kafir. (QS al-Mâ’idah [5]: 44).

Semua mabda’ (ideologi) selain Islam, seperti kapitalisme dan sosialisme (termasuk di dalamnya komunisme), tidak lain merupakan ideologi-ideologi destruktif dan bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. Ideologi-ideologi tersebut adalah buatan manusia yang sudah nyata kerusakannya dan telah terbukti cacat-celanya. Semua ideologi yang ada selain Islam tersebut bertentangan dengan Islam dan hukumhukumnya. Oleh karena itu, upaya mengambil dan meyebarluaskannya serta dan membentuk organisasi/partai berdasarkan ideologi-ideologi tersebut adalah termasuk tindakan yang diharamkan oleh Islam. Dengan demikian, organisasi/partai umat Islam wajib berdasarkan Islam semata, baik ide maupun metodenya. Umat Islam haram membentuk organisasi/partai atas dasar kapitalisme, komunisme, sosialisme, nasionalisme, patriotisme, primordialisme (sektarianisme), aristokrasi, atau freemasonry. Umat Islam juga haram menjadi anggota ataupun simpatisan partai-partai di atas karena semuanya merupakan partai-partai kufur yang mengajak kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman: Barangsiapa yang mencari agama (cara hidup) selain Islam, niscaya tidak akan diterima, sementara di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi. (QS Ali Imran [3]: 85). Allah juga berfirman dalam ayat yang kami jadikan patokan di sini, yaitu, mengajak kepada kebaikan, yang dapat diartikan dengan mengajak pada Islam.

Sementara itu, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang melakukan suatu amal-perbuatan yang bukan termasuk urusan kami, berarti amal-perbuatan itu tertolak.” (H.R. Muslim, hadis no. 1718). Rasulullah saw. juga bersabda, “Barangsiapa yang mengajak orang pada ashabiyah (primordialisme, sektarianisme, nasionalisme) tidaklah termasuk golongan kami.” (H.R. Abû Dâwud, hadis no. 5121). Berkaitan dengan hal di atas, upaya untuk membangkitkan umat dari kemerosotan yang dideritanya; membebaskan mereka dari ide-ide, sistem, dan hukum-hukum kufur; serta melepaskan mereka dari kekuasaan dan dominasi negara-negara kafir, sesungguhnya dapat ditempuh dengan jalan meningkatkan taraf berfikir mereka. Upaya riilnya adalah dengan melakukan reformasi total dan fundamental atas ide-ide dan persepsi-persepsi yang telah menyebabkan kemerosotan mereka. Setelah itu, ditanamkan di dalam benak umat ide-ide dan pemahaman-pemahaman Islam yang benar. Upaya demikian diharapkan dapat menciptakan perilaku umat dalam kehidupan ini yang sesuai dengan ide-ide dan hukum-hukum Islam.

Hizbut Tahrir Sebuah Organisasi Politik Islam Internasional

Hizbut Tahrir berdiri pada tahun 1953 di Al-Quds (Baitul Maqdis), Palestina. Gerakan yang menitik beratkan perjuangan membangkitkan umat di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah ini dipelopori oleh Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani, seorang ulama alumni Al-Azhar Mesir, dan pernah menjadi hakim di Mahkamah Syariah di Palestina.

Hizbut Tahrir kini telah berkembang ke seluruh negara Arab di Timur Tengah, termasuk di Afrika seperti Mesir, Libya, Sudan dan Aljazair. Juga ke Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropah lainnya hingga ke Amerika Serikat, Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan Australia.

Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan. Hizbut Tahrir berjuang bagi kesatuan dan persatuan kaum Muslimin di bawah bendera Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, 

MUI Persilahkan HTI konggres Internasional, Polisi Melarang ?



MUI Persilahkan HTI konggres Internasional, Polisi Melarang ?


Majelis Ulama Indonesia mempersilakan organisasi Hizbut Tharir Indonesia (HTI) menyelenggarakan acara International Khilafah Forum 1438 H di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (23/4). Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain mengatakan HTI memiliki hak konstitusional untuk menyelenggarakan acara tersebut. “Silakan saja. Itu hak demokrasi mereka, hak berkumpul dan berpendapat juga diatur undang-undang,” kata Zulkarnain saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Sabtu (22/4). Dia pun meminta aparat kemanan tidak langsung melarang penyelenggaraan acara tersebut.

Menurut Zulkarnain, penindakan oleh aparat keamanan sebaiknya dilakukan bila acara HTI berisi materi yang bertentangan dengan dasar negara, seperti Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Bahkan, lanjutnya, pemerintah dapat mengambil langkah pembubaran HTI, bila acara International Khilafah Forum 1438 H membahas perubahan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “Khilafah apa yang dimaksud, nanti kita lihat dulu, kan belum dibicarakan. Kalau melanggar UUD 1945, ya dibasmi,” katanya. Dia juga mengingatkan agar HTI tidak membahas materi yang bertentangan dengan dasar negara. Ia mempersilakan anggota HTI menempuh langkah-langkah konstitusional bila ingin melakukan hal tersebut.

Waspada Buku Syiah Menurut Syiah

Berikut beberapa kandungan dari buku “Syiah Menurut Syiah” yang langsung dikarang oleh Tim Ahlul Bait Indonesia;

  1. Mengimani imam Ali adalah penerima wasiat imamah setelah nabi. Bahkan dizaman nabi syiah dengan konsep imamah ali ini sudah ada
  2. Ali diangkat menjadi khalifah di ghadir khum
  3. Imam ali ma’shum Imam ma’shum ada 12
  4. Imam syiah lebih tinggi dari semua Nabi
  5. Abu Bakar, Umar dan Usman bukan imam dan juga bukan sahabat nabi yang baik
  6. Hak Ali dirampas di saqifah bani saidah, seharusnya itu hak Ali tapi dirampas dan diberikan kepada abu bakar Hadits wasiat untuk berpegang teguh dengan al-quran dan sunnah tidak benar, yang benar adalah “ikutilah al-quran dan ahli baitku” (hadits Tsaqalain)
  7. Hadits “ikutilah sunnahku dan sunnah khulafa’ rasyidin’ sama dengan menurunkan derajat nabi. Nabi tidak bisa diganti kecuali oleh yang ma’shum!”
  8. Mencela sahabat tidak shahih haditsnya
  9. Muawiyah dan pasukannya khawarij
  10. Abu thalib beriman
  11. Syaikh Ibnu Taimiyyah dan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan para salafi adalah gerombolan madzhab horor
  12. Buku ini membantah buku Majelis Ulama Indonesia pusat tentang mengenal dan mewaspadai penyimpangan syiah di Indonesia

Demikianlah sekilas gambaran isi buku “Syiah menurut Syiah”, sangat vulgar dan kasar terhadap para sahabat Nabi -Shalalahu alaihi wa salam-, terhadap para ulama ahli hadits, terhadap Majelis Ulama Indonesia dan para ulama Ahlussunnah khususnya Ibnu Taimiyyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab dan yang dianggap pengikutnya.

Hadist Palsu Dalam Ajaran Syiah

Syi’ah ialah sekte dengan jumlah penganut terbesar kedua dalam agama Islam, setelah Sunni. Sekitar 90% umat Muslim sedunia merupakan penganut Sunni, dan 10% penganut Syi’ah. Madzhab Dua Belas Imam atau Itsna Asyariyyah merupakan yang terbanyak jumlah penganutnya dalam sekte ini, dan istilah Syi’ah secara umum sering dipakai merujuk pada mazhab ini. Pada umumnya, Syi’ah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah pertama, seperti juga Sunni menolak Imamah Syi’ah setelah Ali bin Abi Thalib. Madzhab Syi’ah Zaidiyyah termasuk Syi’ah yang tidak menolak kepemimpinan tiga Khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib.

Kata “Syi’ah” menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Kaum yang berkumpul atas suatu perkara. Menurut terminologi Islam, kata ini bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib adalah yang paling utama di antara para sahabat dan yang berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan atas kaum Muslim, demikian pula anak cucunya.

Syi’ah, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, Syi’ah mengalami perpecahan sebagaimana Sunni juga mengalami perpecahan.

Muslim Syi’ah percaya bahwa Keluarga Muhammad (yaitu para Imam Syi’ah) adalah sumber pengetahuan terbaik tentang Qur’andan Islam, guru terbaik tentang Islam setelah Nabi Muhammad, dan pembawa serta penjaga tepercaya dari tradisi Sunnah.

Secara khusus, Muslim Syi’ah berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib, yaitu sepupu dan menantu Muhammad dan kepala keluarga Ahlul Bait, adalah penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad, yang berbeda dengan khalifah lainnya yang diakui oleh Muslim Sunni. Menurut keyakinan Syi’ah, Ali berkedudukan sebagai khalifah dan imam melalui washiat Nabi Muhammad.

Perbedaan antara pengikut Ahlul Bait dan Ahlus Sunnah menjadikan perbedaan pandangan yang tajam antara Syi’ah danSunni dalam penafsiran Al-Qur’an, Hadits, mengenai Sahabat, dan hal-hal lainnya. Sebagai contoh perawi Hadits dari Muslim Syi’ah berpusat pada perawi dari Ahlul Bait, sementara yang lainnya seperti Abu Hurairah tidak dipergunakan.

Tanpa memperhatikan perbedaan tentang khalifah, Syi’ah mengakui otoritas Imam Syi’ah (juga dikenal dengan Khalifah Ilahi) sebagai pemegang otoritas agama, walaupun sekte-sekte dalam Syi’ah berbeda dalam siapa pengganti para Imam dan Imam saat ini.

image

Di Indonesia, Suryadharma Ali selaku menteri agama, di gedung DPR pada 25 Januari 2012 menyatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama menyatakan Syiah bukan Islam, “Selain itu, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pernah mengeluarkan surat resmi No.724/A.II.03/101997, tertanggal 14 Oktober 1997, ditandatangani Rais Am, M Ilyas Ruchiyat dan Katib KH. Drs. Dawam Anwar, yang mengingatkan kepada bangsa Indonesia agar tidak terkecoh oleh propaganda Syiah dan perlunya umat Islam Indonesia memahami perbedaan prinsip ajaran Syiah dengan Islam. “Menag juga mengatakan Kemenag mengeluarkan surat edaran no. D/BA.01/4865/1983 tanggal 5 Desember 1983 tentang hal ihwal mengenai golongan Syiah, menyatakan Syiah tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.” Majelis Ulama Indonesia sejak lama telah mengeluarkan fatwa penyimpangan Syi’ah dan terus mengingatkan umat muslim seperti pada Rakernas MUI 7 Maret 1984. Selain itu, MUI Pusat telah menerbitkan buku panduan mengenai paham Syi’ah pada bulan September 2013 lalu berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”. Pemerintah Malaysiapun menyatakan bahwa Syi’ah adalah sekte yang menyimpang dari Hukum Syariat dan Undang–Undang Islam yang berlaku di Malaysia, dan melarang penyebaran ajaran mereka di Malaysia. Pada Juli tahun 2005, Raja Abdullah II dari Yordania juga mengadakan sebuah Konferensi Islam Internasional yang mengundang 200 ulama dari 50 negara, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.) Di Amman, ulama-ulama tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan yang dikenal dengan sebutan Risalah Amman, yang menyerukan toleransi dan persatuan antarumat Islam dari berbagai golongan dan mazhab yang berbeda-beda.

image
Aliran Syiah Yang Dianggap Sesat
Aa

Riwayat Hadits Palsu

Sejak dahulu, orang-orang Syiah sudah terkenal dalam membuat hadits-hadits palsu, bahkan mereka mempunyai keahlian dalam membuat riwayat-riwayat palsu. Mereka tidak segan-segan mencatut nama-nama Ahlul Bait, demi kepentingan golongannya. Mereka juga terbiasa menghalalkan segala cara demi kepentingannya. Diantara hadits-hadits palsu yang bersumber dari kitab Syiah:Wasaailussyiah oleh Al-Khuurul Amily (Ulama Syiah).
Begitu juga dalam memperingati hari Aasyuuro. Ulama Syiah dalam usahanya menguatkan cara memperingati hari tersebut, mereka telah membuat riwayat-riwayat hadiat palsu, dengan mengatasnamakan Ahlul Bait.
Banyak riwayat-riwayat palsu yang mereka buat, tidak kurang dari 458 riwayat, mengenai ziarah ke makam Imam-imam Syiah, bahkan dari jumlah tersebut, 338 khusus mengenai kebesaran dan keutamaan serta pahala besar bagi peziarah ke makan Imam Husein ra atau ziarah ke Karbala. Sebagai contoh fiantaranya sebagai berikut:

1. Barangsiapa menangis atau menangis-tangiskan dirinya atas kematian Husein, maka Allah akan mengampuni segala dosanya, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan.

2. Barangsiapa menangis atau menangis-tangiskan dirinya atas kematian Husein, wajiblah (pastilah) dirinya memperoleh surga. Demikian jaminan dari ulama Syiah, cukup menangis atas kematian Sayyidina Husein ra sudah bisa masuk surga. Bukan itu ajaran Rasulullah Saw!!

3. Barangsiapa haji sebanyak 20 kali, maka ganjarannya sama dengan ziarah ke kuburan Husein sekali.

4. Barangsiapa ziarah ke makam Imam Husein di Karbala pada hari Arofah, maka ganjarannya sama dengan haji 1.000 kali bersama Imam Mahdi, disamping mendapatkan ganjarannya memerdekakan 1.000 budak  dan ganjarannya bershadaqah 1.000 ekor kuda.

5. Barangsiapa ziarah ke makam Imam Husein pada Nifsu Sya’ban, maka sama dengan ziarah Allah di Arasy-Nya.

6. Barangsiapa ziarah ke makam Husein di Karbala pada hari Aasyuuro, maka ia akan mendapatkan ganjaran dari Allah, seperti orang haji 2.000 kali dan seperti orang yang berperang bersama Rasulullah 2.000 kali.

7. Andaikan saya katakana mengenai ganjaran ziarah ke makam Imam Husein, niscaya kalian tinggalkan haji dan tidak ada seorang pun yang perhi haji.

Apakah Wahhabisme dan Siapakah Wahabbi itu ?

image

Wahhabisme adalah sebuah gerakan keagamaan dari Islam. Gerakan ini dikembangkan oleh seorang teolog Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab dari Najd, Arab Saudi, yang bertujuan untuk membersihkan dan menyempurnakan ajaran Islam kepada ajaran yang sesungguhnya berdasarkan Qur’an danhadis dari “ketidakmurnian” seperti praktek-praktek bid’ah, syirik dan khurafat.

Wahhabisme adalah bentuk dominan dari Islam di Arab Saudi. Wahhabi telah mengembangkan pengaruh yang cukup besar di dunia Muslim di bagian melalui pendanaan masjid Saudi, sekolah dan program sosial. Paham utama Wahhabi adalah Tauhid, Keesaan dan Kesatuan Allah. Ibnu Abdul Wahhab dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Ibnu Taymiyyah dan mempertanyakan interpretasi klasik Islam yang mengandalkan Alquran danhadits.[4] Ia menyerang sebuah “kemerosotan moral yang dirasakan dan kelemahan politik” di Semenanjung Arab dan mengutukpenyembahan berhala, kultus populer orang-orang kudus, menjadikan kuil kuburan orang yang saleh, dan dia melarang menjadikan kuburan sebagai tempat peribadahan.

Menurut seorang penulis berkebangsaan Saudi, Abdul Aziz Qasim dan yang lainnya, yang pertama kali memberikan julukan Wahabi kepada Abdul Wahhab adalahKekhalifahan Ottoman, kemudian bangsa Inggris mengadopsi dan menggunakannya di Timur Tengah.

Wahhabi tidak suka atau setidaknya tidak suka istilah yang disematkan oleh beberapa kalangan tersebut. Ibnu Abdul Wahhab menolak tentang pengangkatan ulama dan orang-orang lain, termasuk menggunakan nama seseorang untuk sebuah label sekolah Islam.

Al-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz berkata: “Penisbatan (Wahhabi) tersebut tidak sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Semestinya kalaupun harus ada faham baru yang dibawa oleh Al-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bentuk penisbatannya adalah ‘Muhammadiyyah’, karena sang pengemban dan pelaku dakwah tersebut adalah Muhammad, bukan ayahnya yang bernama Abdul Wahhab.”

Istilah “Wahabi” dan “Salafi” (serta ahl al-hadith, orang-orang hadits) sering digunakan secara bergantian, tapi Wahabi juga telah disebut sebagai “orientasi tertentu dalam Salafisme”, yang dianggap ultra-konservatif. Dari segi kesimpulanya, wahabi merupakan gerakan islam sunni yang bertujuan untuk memurnikan ajaran islam dari ajaran-ajaran atau praktek-praktek yang menyimpang seperti: syirik, ilmu hitam, penyembahan berhala, bid’ah dan khurafat. Wahabi atau salafi ini pun sering juga disalah-fahamkan sebagai gerakan sesat, namun kesalahfahaman tersebut merupakan suatu hal yang sering diungkapkan oleh para aliran-aliran yang tidak secara murni mengikuti ajaran quran dan hadis.

image

Sejarah

Secara sejarah wahabi telah muncul pada kurun kedua Hijriyah, jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Pada waktu itu ada sekte khawarijIbadhiyah/abadhy (khawarij yang berpemikiran ekstrim) yang dipimpin olehAbdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum, yang mati pada tahun 211 Hijriyah. Abdul Wahhab bin Abdurrahman adalah anak dari Abdurrahman bin Rustum sang pendiri negara Khawarij Rustumiyah, dan Abdul Wahab pun mewarisi kekuasaan bapaknya dan pemikirannya. Sekte ini muncul di daerahAfrika Utara. Sehingga para ulama setempat khusunya dan ulama yang lain menjuluki mereka dengan Wahabi atau Wahabiyah.

Wahabi ini merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahlussunnah, mereka suka mengkafirkan kaum muslimin, memberontak kepada pemerintahan, dan sangat jauh dari ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Sedangkan Wahhabi yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab adalah Ahlussunnah yang berkeyakinan segala dosa diampuni oleh Alah dan tunduk pada pemerintahan kaum Musliminin, dan ia tidak memiliki pemikiran khawarij, bahkan ia adalah pembela tauhid

image

Ciri Ciri Wahabi

AQIDAH

1. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:
(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama‟ Islam khasnya ulama‟ empat Imam madzhab.
(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid tertentu bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:
Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila
Merterjemahkan yad sebagai tangan
Menterjemahkan wajh sebagai muka
Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)
Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk
Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat
Menterjemah saq sebagai betis
Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll
Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa
Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat
2. Memahami ayat-ayat mutashabihat secara zhahir tanpa penjelasan terperinci dari ulama-ulama yang mu’tabar
3. Menolak asy-Sya’irah dan al-Maturidiyah yang merupakan ulama’ Islam dalam perkara Aqidah yang diikuti mayoritas umat islam
4. Sering mengkrititik asy-Sya’irah bahkan sehingga mengkafirkan asy-Sya’irah.
5. Menyamakan asy-Sya’irah dengan Mu’tazilah dan Jahmiyyah atau Mu’aththilah dalam perkara mutashabihat.
6. Menolak dan menganggap tauhid sifat 20 sebagai satu konsep yang bersumberkanfalsafah Yunani dan Greek.
7. Berselindung di sebalik mazhab Salaf.
8. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-
Mujassimah atau al-Jahwiyyah dikalangan ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah.
9. Sering menuduh bahwa Abu Hasan Al-Asy’ari telah kembali ke mazhab Salaf setelah bertaubat dari mazhab asy-Sya’irah. Menuduh ulama’ asy-Sya’irah tidak betul-betul memahami faham Abu Hasan Al-Asy’ari.
10. Menolak ta’wil dalam bab Mutashabihat.
11. Sering menuduh bahwa mayoritas umat Islam telah jatuh kepada perbuatan syirik.
12. Menuduh bahwa amalan memuliakan Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam [membaca maulid dll] membawa kepada perbuatan syirik.
13. Tidak mengambil pelajaran sejarah para anbiya’, ulama’ dan sholihin dengan
dalih menghindari syirik.
14. Pemahaman yang salah tentang makna syirik, sehingga mudah menghukumi orang sebagai pelaku syirik.
15. Menolak tawassul, tabarruk dan istighathah dengan para anbiya’ serta sholihin.
16. Mengganggap tawassul, tabarruk dan istighathah sebagai cabang-cabang syirik.
17. Memandang remeh karamah para wali
18. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.
19. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.

SIKAP
1. Sering membid’ahkan amalan umat Islam bahkan sampai ke tahap mengkafirkan mereka.
2. Mengganggap diri sebagai mujtahid
3. Sering mengambil hukum secara langsung dari al-Qur’an dan hadits
4. Sering memtertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.
5. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir ke atas orang Islam.
6. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz atau janggal

HADITS

1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.
2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.
3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini.
[Bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahawa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].
4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits mawdhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama]
5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, pebedaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.

QUR’AN

1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebagian Wahabi indonesia yang jahil)

FIQH

1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya
mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”
2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram
3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya berittiba’
4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah
5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah
6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah
7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab
8. Salah faham makna bid‟ah yang menyebabkan mereka mudah membid‟ahkan orang lain
9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab]
10. Sering mewar-warkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”
11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman

NAJIS

1. Sebagian mereka sering mempermasalahkan dalil akan kedudukan babi sebagai najis mughallazhah
2. Menyatakan bahwa bulu babi itu tidak najis karena tidak ada darah yang mengalir.

WUDHU’

1. Tidak menerima konsep air musta’mal
2. Bersentuhan lelaki dan perempuan tidak membatalkan wudhu’
3. Membasuh kedua belah telinga dengan air basuhan rambut dan tidak dengan air yang baru.

ADZAN

1. Adzan Juma’at sekali; adzan kedua ditolak

SHALAT

1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam‟, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar
2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
4. Tidak membaca “Basmalah‟ secara jahar.
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
6. Meletakkan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid‟ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.
11. Shalat tarawih hanya 8 rakaat; mereka juga mengatakan shalat tarawih itu
sebenarnya adalah shalat malam (shalatul-lail) seperti pada malam-malam lainnya
12. Dzikir jahr di antara rakaat-rakaat shalat tarawih dianggap bid’ah.
13. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.
14. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.
15. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.
16. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
17. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
18. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
19. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at
20. Menjama’ shalat sepanjang semester pengajian, karena mereka berada di landasan Fisabilillah
DO’A, DZIKIR DAN BACAAN AL-QUR’AN
1. Menggangap do’a berjama’ah selepas shalat sebagai bid’ah.
2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.
3. Mengatakan bahwa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” selepas bacaan al-Qur’an adalah Bid’ah.
4. Menyatakan bahwa do’a, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa‟, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.
5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jum’at sebagai bid’ah yang haram.
6. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.
7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.
8. Mengganggap zikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.
9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa‟, azimat, dll.
10. Menolak dzikir isim mufrad: Allah Allah.
11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.
12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.
13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.
14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.
15. Mempermasalahkan kedudukan shalat sunat tasbih.

PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR

1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para anbiya’, awliya’, ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan shalat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.
2. Mengharamkan wanita menziarahi kubur.
3. Menganggap talqin sebagai bid’ah.
4. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.
5. Tidak membaca do’a selepas shalat jenazah.
6. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari masjid nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik
7. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram
8. Do’a dan bacaan al-Quran di perkuburan dianggap sebagai bid’ah.

MUNAKAHAT [PERNIKAHAN]

1. Talak tiga (3) dalam satu majlis adalah talak satu (1)

MAJLIS SAMBUTAN BERAMAI-RAMAI

1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Mawlid Nabi dengan perayaan kristen bagi Nabi Isa as.
2. Menolak amalan marhaban para habaib
3. Menolak amalan barzanji.
4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah
5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll.

HAJI DAN UMRAH

1. Mencoba untuk memindahkan “Maqam Ibrahim as.” namun usaha tersebut telah digagalkan oleh al-Marhum Sheikh Mutawalli Sha’rawi saat beliau menemuhi Raja Faisal ketika itu.
2. Menghilangkan tanda telaga zam-zam
3. Mengubah tempat sa’i di antara Sofa dan Marwah yang mendapat tentangan ulama’ Islam dari seluruh dunia

PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN

1. Maraknya para professional yang bertitle LC menjadi “ustadz-ustadz‟ mereka (di Indonesia)
2. Ulama-ulama yang sering menjadi rujukan mereka adalah:
a. Ibnu Taymiyyah al-Harrani
b. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
c. Muhammad bin Abdul Wahhab
d. Sheihk Abdul Aziz bin Baz
e. Nasiruddin al-Albani
f. Sheikh Sholeh al-Utsaimin
g. Sheikh Sholeh al-Fawzan
h. Adz-Dzahabi dll.

3. Sering mendakwahkan untuk kembali kepada al-Qura’an dan Hadits (tanpa menyebut para ulama’, sedangkan al-Qura’n dan Hadits sampai kepada umat Islam melalui para ulama’ dan para ulama’ juga lah yang memelihara dan menjabarkan kandungan al-Qur’an dan Hadits untuk umat ini)
4. Sering mengkritik Imam al-Ghazali dan kitab “Ihya’ Ulumuddin”

PENGKHIANATAN MEREKA KEPADA UMAT ISLAM

1. Bersekutu dengan Inggris dalam menjatuhkan kerajaan Islam Turki Utsmaniyyah
2. Melakukan perubahan kepada kitab-kitab ulama’ yang tidak sehaluan dengan mereka
3. Banyak ulama’ dan umat Islam dibunuh sewaktu kebangkitan mereka di timur tengah
4. Memusnahkan sebagian besar peninggalan sejarah Islam seperti tempat lahir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meratakan maqam al-Baqi’ dan al-Ma’la [makam para isteri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’, Madinah dan Ma’la, Mekah], tempat lahir Sayyiduna Abu Bakar dll, dengan hujjah tempat tersebut bisa membawa kepada syirik.
5. Di Indonesia, sebagian mereka dalu dikenali sebagai Kaum Muda atau Mudah [karena hukum fiqh mereka yang mudah, ia merupakan bentuk ketaatan bercampur dengan kehendak hawa nafsu].

TASAWWUF DAN THARIQAT

1. Sering mengkritik aliran Sufisme dan kitab-kitab sufi yang mu’tabar
2. Sufiyyah dianggap sebagai kesamaan dengan ajaran Budha dan Nasrani
3. Tidak dapat membedakan antara amalan sufi yang benar dan amalan bathiniyyah yang sesat.