September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Benarkah Isa atau Yesus Disalib ? Menurut Quran Isa Tidak disalib Tetapi Yang Menyerupainya

8 min read

Benarkah Isa atau Yesus Disalib ? Menurut Quran Isa Tidak Disalib Tetapi Yang Menyerupainya

ALLAH telah menjelaskan dalam Alquran bahwa orang Yahudi tidak membunuh Nabi Isa ‘alaihi salam. Beliau tidak disalilb. Namun orang lain, yang Allah serupakan dengan Nabi Isa, itulah yang disalib. Meskipun demikian, Yahudi tetap mengklaim bahwa Nabi Isa telah disalib, dan anehnya, orang nasrani membenarkannya tanpa ada rasa permusuhan terhadap mereka.

“Di antara penyebab Yahudi kafir adalah klaim mereka bahwa kami telah membunuh Nabi Isa bin Maryam, sang utusan Allah. Padahal mereka tidaklah membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS. An-Nisa: 157)

Nabi Isa ‘alaihis salam masih hidup dan belum mati. Beliau diangkat oleh Allah jasad dan ruhnya. Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam firman-Nya:

“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 158)

Dua ayat di atas dengan tegas menjelaskan bahwa Nabi Isa tidak dibunuh, tidak disalib, tapi Allah selamatkan jasad dan ruhnya, dengan Allah angkat ke langit. Kemudian di akhir zaman, nabi Isa akan Allah turunkan untuk membunuh Dajjal.

Kehadiran beliau bukan membawa syariat baru, tapi mengikuti syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Barulah setelah itu, beliau wafat dan dimakamkan di bumi. Sebagaimana ditegaskan dalam hadis: dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Saya orang yang paling berhak untuk memuliakan Isa bin Maryam, karena tidak ada nabi antara zamanku dengan zaman beliau…(kemudian beliau menjelaskan turunnya Nabi Isa, dan melanjutkan sabdanya), Nabi Isa tinggal di bumi dalam kurun waktu sesuai yang dikehendaki Allah, kemudian beliau wafat dan disalati oleh kaum muslimin, lalu mereka memakamkan beliau.” (HR. Ahmad 9349 dan dishahihkan Al-Albani)

Ibnu Athiyah (w. 542 H) beliau mengatakan dalam tafsirnya Al-Muharrar Al-Wajiz:

Umat Islam sepakat untuk mengimani kandungan hadis yang mutawatir bahwa Nabi Isa hidup di langit. Beliau akan turun di akhir zaman, membunuh babi, mematahkan salib, membunuh Dajjal, menegakkan keadilan, agama Nabi Muhammad menjadi menang bersama beliau, Nabi Isa juga berhaji…” (Al-Muharrar Al-Wajiz, 3:143)

Yesus disalib Menurut asrani

Kematian Yesus Kristus Sang Juru Selamat Manusia terjadi pada abad ke-1 Masehi, diperkirakan antara tahun 30-33 M. Menurut penanggalan Yahudi, Ia mati tergantung di atas salib, tanggal 14 Nisan, beberapa jam sebelum hari Paskah Yahudi dirayakan (tanggal 15 Nisan, dimulai pada sekitar pk. 18:00 saat matahari terbenam). Hukuman mati dengan disalibkan dijatuhkan atas perintah gubernur Kerajaan Romawi untuk provinsi Yudea, Pontius Pilatus, berdasarkan laporan para pemuka agama Yahudi saat itu bahwa Yesus Kristus mengaku sebagai Raja orang Yahudi. Berita penyaliban dan kematian ini dicatat di sejumlah tulisan sejarawan Kerajaan Romawi, orang Yahudi dan murid-murid Yesus. Catatan yang paling detail ditemukan di kitab-kitab Injil dalam bagian Perjanjian Baru Alkitab Kristen.

BACA SELENGKAPNYA :  Kisah Turunnya Maidah Kepada Kaum Hawariyyin, Isa (Yesus) Maukah Kalian Berpuasa 30 Hari

Penyaliban Yesus dideskripsikan dalam keempat Injil kanonik. Setelah proses persidangan, Yesus memanggul salib menuju Kalvari; menurut tradisi, rute yang dilalui Yesus selama memanggul salib dikenal sebagai Via Dolorosa. Ketiga Injil Sinoptik mengindikasikan bahwa Simon dari Kirene membantu Yesus setelah dipaksa oleh prajurit Romawi untuk melakukannya. Dalam Lukas 23:27–28 Yesus mengatakan kepada para perempuan di antara orang banyak yang mengikuti-Nya agar tidak menangisi-Nya melainkan agar mereka menangisi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka. Di Kalvari, Yesus ditawarkan semacam ramuan yang biasa ditawarkan sebagai obat penghilang rasa sakit. Menurut Injil Matius dan Markus, Yesus menolaknya.

Para prajurit kemudian menyalibkan Yesus dan membuang undi atas pakaian Yesus. Di atas kepala Yesus di kayu salib terdapat inskripsi tulisan Pilatus, “Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi”; para prajurit dan orang-orang yang lewat di sana mengejek Yesus terkait hal tersebut. Yesus disalibkan di antara dua penyamun yang telah dinyatakan bersalah, salah seorang di antaranya menghardik Yesus, sedangkan seorang yang lainnya membela Yesus. Para prajurit Romawi mematahkan kaki kedua penyamun tersebut (suatu prosedur yang digunakan untuk mempercepat kematian dalam suatu penyaliban), tetapi mereka tidak mematahkan kaki Yesus karena saat itu Yesus telah wafat. Dalam Yohanes 19:34, salah seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak sehingga darah dan air mengalir keluar. Dalam Matius 27:51–54, ketika Yesus wafat, tirai besar di Bait Allah terkoyak dan terjadi gempa bumi yang mengakibatkan makam-makam terbuka. Karena sangat ketakutan menyaksikan peristiwa-peristiwa tersebut, seorang perwira Romawi menyatakan bahwa Yesus adalah Putra Allah.

Pada hari yang sama, Yusuf dari Arimatea, dengan izin Pilatus dan dengan bantuan Nikodemus, menurunkan jenazah Yesus dari kayu salib, membungkus-Nya dengan kain bersih, dan membaringkan Yesus di dalam makamnya dari bukit batu yang dipahat.[196] Dalam Matius 27:62–66, pada hari berikutnya para imam kepala Yahudi meminta Pilatus supaya makam tersebut diamankan, dan atas izin Pilatus para imam tersebut menyegel batu besar yang menutupi pintu masuk makam serta menempatkan penjaga.

Ditemukan Manuskrip Perdebatan Yesus disalib sebelum Islam

Ditemukannya manuskrip abad ke-2, dokumen Nag Hammadi, yang berjudul Traktat Kedua Seth Agung, dengan kode NHC VII,2, dari abad kedua, menjadi bukti bahwa kematian Isa al Masih (kalangan Kristen menyebutnya Yesus) telah menjadi topik perdebatan jauh sebelum Islam datang. Demikian disampaikan Menahem Ali, MA, dosen ilmu budaya Fisip Universitas Airlangga yang juga Anggota Manuskrip Indonesia dalam acara Dialog Islam – Kristen dengan tema, “Kontroversi Kematian, Kebangkitan, dan Kenaikan Isa Al Masih.”

Menurut Menahen, Simon lah sesungguhnya orang yang memikul Salib di pundaknya. “Isi dukumen Yahudi ini menyatakan bahwa, Yesus berkata, “Mereka melihat aku, mereka menghukum aku, namun orang lainlah yang meminum anggur yang dicampur empedu.

Bukanlah aku melainkan orang lain. Simon-lah yang memikul Salib dipundaknya. Orang lainlah yang mengenakan mahkota duri, sedang aku berada di tempat yang maha tinggi dan menertawakan semua hal berlebihan yang dilakukan penguasa kepadaku dan semua buah kekeliruan dan kebodohan mereka buat aku menertawakan mereka,” kutip Menahen.

BACA SELENGKAPNYA :  Persamaan Quran dan Bibel: YESUS dan ISA berkata Bukan Tuhan, Tapi Utusan Allah atau Nabi dan Menolak Trinitas

Perdebatan di Era Modern

Acara yang dihadiri sekitar 800 orang ini, menghadirkan pembicara dari pihak Islam dan Kristen. Dari kalangan Islam adaInsan LS Mokoginta, Menahem Ali, MA, Min, dan Masyhud, SM. Sedangkan dari pihak Kristen, Pdt. Moses Manuputty, Pdt. Heny, dan Pdt. Umar Tauhid. Acara berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah 2, Jalan Raya Ahmad Yani 666 B, Sidoarjo berlangsung seru. “Peristiwa penyaliban itu pernah terjadi , tapi yang disalibkan itu Isa Al Masih ataukah bukan, dia benar-benar mati atau tidak, itu yang menjadi perdebatan hingga kini,“ ujar Menahem. Ali. Menurutnya perdebatan ini sudah mulai sejak abad ke 2, di kalangan Kristen sendiri. Ini diteguhkan oleh Bapa Geraja Awal, yang mengakatan bahwa, sebagian Kristiani mempercayai bahwa orang yang disalib itu bukanlah Yesus.

Perdebatan ini pun panjang hingga berlangsung dari pagi sampai sore hari. Kedua belah pihak mempertahankan kebenaran masing-masing. Pihak Islam meyakini, bahwa orang yang disalib bukanlah Isa al Masih, Isa tidaklah mati melainkan Allah telah mengangkatnya. Berbeda dengan keyakinan Kristen, masalah Isa al Masih dalam Islam bukan sebuah misteri yang membingungkan. Sebab al-Quran sudah menjelaskan, Isa telah diselamatkan oleh Allah Azza Wajalla dari konspirasi orang-orang Yahudi dan lolos dari penyaliban. Sebagaimana dalam al-Quran surat Nisa’: 157-158 bunyinya, “Bahkan Allah telah mengangkatnya ke sisi-Nya, dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Sedang jumhur ulama Islam memandang bahwa Nabi isa saat diangkat dengan ruh dan jasadnya dalam keadaan masih hidup, dan akan terus seperti itu sampai Allah menurunkannya kembali di akhir zaman sebagai salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat. Sedangkan pihak Kristen berkeyakinan bahwa Yesus lah yang disalib, bukan Yudas. Dan kematiannya menjadi penebus dosa umat Kristiani.

Menurut Pendeta Moses, kematian Isaa Al Masih, tidak bisa dianalisa dari pendekatan subyektif manusia. Apalagi seseorang yang belum pernah belajar kritik tes. Peringatan pendeta Moses ini membantah konsep, data, dan dukumen yang datang dari luar Kitab Injil atau teks-teks di luar canon. Menurut Ezif M Fahmi, selaku Direktur KH. Abdullah Wasi’an Foundation (AWF), penyelenggara acara ini, acara ini diharapkan menjadi hidayah bagi semua pihak.

Материалы по теме:

Kesamaan Quran – Injil dan Nabi Isa (Yesus) Bukan Penebus Dosa
Ternyata terdapat banyak kesamaan baik dalam ajaran islam maupun kristen. Aspek penting itulah yang kurang diketahui banyak orang. Ketika hal itu disampaikan oleh para ...
Kesamaan Quran – Injil dan Nubuat atau Ramalan Tentang Nabi Muhammad
Ternyata terdapat banyak kesamaan baik dalam ajaran islam maupun kristen. Aspek penting itulah yang kurang diketahui banyak orang. Ketika hal itu disampaikan oleh para ...
QS Yunus 68-70: Mereka Berkata Allah Punya Anak, Dan Siksa Keras Allah
Yunus, ayat 68-70
BACA SELENGKAPNYA :  PENYELEWANGAN QURAN Maryam Ayat 17 YANG DIGUNAKAN OKNUM KRISTENISASI, TERJEMAHAN DAN TAFSIR YANG BENAR
{قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَذَا أَتَقُولُونَ (4) عَلَى ...
Quran Digital Tafsir Al Anbiya 105-107 : Peringatan Kaum Menyembah Allah, Muhammad Untuk Rahmat Bagi Semesta Alam
Al-Anbiya, ayat 105-107 {وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ (105) إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ (106) وَمَا أَرْسَلْنَاكَ ...
Heboh D Ehrman : Injil Perjanjian Baru Banyak Kontradiksi, Penulisnya Tidak Dikenal Bukan Murid Yesus
The Interpreter’s Dictionary of the Bible menyatakan, “Tidak ada satu kalimat pun dalam Perjanjian Baru di mana antara manuskrip yang satu dengan manuskrip lainnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.