September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Kaum Fasik Menurut Quran dan Inilah Cirinya

7 min read

Kaum Fasik Menurut Quran dan Cirinya

Fasik pada dasarnya adalah sikap lupa diri. Seorang manusia, karena lupa diri, dia menjadi lupa kepada Tuhan. Dengan lupa kepada Tuhan, pastilah dia melawan dan menabrak hukum-hukum Tuhan. Dengan menabrak hukum-hukum Tuhan, kerusakan dan kekacauan di muka bumi tidak dapat dihindari. Di sini, fasik identik dengan fasad, yakni kerusakan itu sendiri,

Fasik secara istilah yaitu hamba yang menyimpang dari ketaatannya kepada Allah SWT dan melampaui batas dalam perbuatan dosa. Para ulama menyebut, fasik ialah hamba yang melakukan dosa besar dan terus melakukan dosa-dosa kecil.

Allah SWT menciptakan makhluk dan mengirim mereka rasul dan nabi untuk menuntun mereka keluar dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang. Dari kekafiran menuju cahaya kebenaran dan keimanan. Para nabi dan rasul membimbing mereka dan menyampaikan apa yang Allah SWT perintahkan. Namun, tidak semua makhluk ciptaan Allah SWT menerimanya. Ada sebagian yang menolak ajakan nabi dan rasul karena lebih menuruti keinginan dan hawa nafsunya.

Orang-orang yang terus menerus melakukan dosa besar, menganggap dosa besar adalah hal yang biasa, dan menolak untuk meninggalkan dosa besar, maka mereka dapat tertutup serta mati hatinya sehingga bisa menjadi munafik dan kafir.

Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS. Al Baqarah: 26)

Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. Al Munaafiquun: 6)

Sehingga istilah fasiq dapat dibagi dua:

  1. Fasiq kecil, yaitu orang Islam yang sering berbuat maksiat namun masih memiliki iman dalam hatinya. Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nuur: 4)
  2. Fasiq besar, yaitu orang kafir dan munafik dimana mereka sudah tidak memiliki iman dalam hatinya. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya. (QS. As Sajdah: 20)

Dalil Menurut Quran

  • Orang yang fasik senantiasa mengabaikan perintah Allah SWT dan meninggalkan amal saleh. Islam melarang perbuatan fasik karena itu bentuk penyimpangan dari hukum-hukum Allah SWT. Apa saja ciri-ciri orang fasik? Allah SWT berfirman: الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ “(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Baqarah ayat 27)
  • Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. At Taubah: 67)
  • Dalam Alquran, Allah SWT juga mengingatkan agar jangan sekali-kali bertindak seperti orang-orang yang lalai dan lupa diri, yang dekat dengan ciri-ciri orang fasik. Allah SWT berfirman: وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hasyr: 19).
  • Dalam surat Al-Baqarah: 26-28, Allah SWT secara jelas menggambarkan ciri-ciri orang fasik. Pertama, mereka adalah orang-orang yang merusak janji mereka kepada Tuhan. Mereka berjanji untuk menuhankan Allah SWT dan menyembah hanya kepada-Nya. Nyatanya, mereka menyembah setan (QS Yasin: 60) dan menuhankan hawa nafsu mereka sendiri (QS Al-Furqan: 43).
BACA SELENGKAPNYA :  Hubungan Al Quran dan Kitab Suci Lainnya

Definisi

  • Fasik secara etimologi berarti “keluar dari sesuatu”. Sedangkan secara terminologi berarti seseorang yang menyaksikan, tetapi tidak meyakini dan melaksanakannya. Dalam agama Islam, pengertian dari fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
  • Fasiq berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu/yafsuqu-fisqan-fusuuqan. Al Qurthubi dalam Tafsir Al Qurthubi menyebutkan bahwa secara etimologis/bahasa, Al Fisq (fasiq) berarti keluar dari sesuatu.
  • Sedangkan Ibnu Manzhur dalam Lisan Al Arab menjelaskan bahwa secara terminologis/istilah, Al Fisq bermakna maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan menyimpang dari jalan yang benar. Hal ini dapat dilihat dalam QS. Al Kahfi: 50; fa fasaqa an amri rabbihi / maka ia (iblis) mendurhakai perintah Tuhannya.
  • Sehingga seseorang dapat disebut fasiq jika sering berbuat dosa. Seseorang yang selalu melakukan dosa akan menganggap bahwa dosa adalah hal yang biasa dan sulit untuk meninggalkannya. Dan, hal tersebut dapat membuat mereka keluar dari agama (murtad).
  • Jadi, istilah ini dipergunakan untuk menyebut orang-orang yang banyak melakukan dosa, baik dosa kepada Tuhan maupun dosa kepada sesama manusia. (Al-Mufradat fi Gharib al-Quran, 380).

Menurut Ulama

  • Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Kitab Mukasyafatul Qulub, mengatakan, fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.
  • Imam Al-Ghazali juga membagi jenis orang fasik menjadi dua, yaitu fasik kafir dan fasik. “Orang fasik terbagi atas dua jenis: yaitu fasik kafir dan fasik fajir.”
  • Orang fasik yang kafir adalah mereka yang tidak beriman kepada Allah dan rasul SAW. Mereka keluar dari hidayah dan masuk ke dalam kesesatan sebagaimana Allah SWT firmankan dalam surat Al-Kahfi ayat 50: فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ “ia mendurhakai perintah Tuhannya” yaitu keluar dari perintah Allah SWT untuk beriman.
  • Adapun fasik fajir adalah mereka yang meminum khamar, mengonsumsi makanan yang diharamkan, berzina, mendurhakai perintah Allah lainnya, keluar dari jalan ibadah, masuk ke dalam kemaksiatan. Tetapi mereka tidak menyekutukan-Nya.
  • Meski memiliki kesamaan, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pengampunan atas dosa orang fasik kafir hanya didapat melalui dua kalimat syahadat dan pertobatan sebelum wafat. Sedangkan pengampunan atas dosa orang fasik fajir dapat diharapkan melalui pertobatan sebelum wafat.
  • Dosa dan kemaksiatan orang fasik fajir umumnya berasal dari dorongan nafsu syahwat yang dapat diharapkan pengampunannya. Sedangkan kemaksiatan orang fasik kafir umumnya berasal dari kesombongan yang tidak dapat diharapkan pengampunan atasnya. Maka dari itu, Imam Al-Ghazali menganjurkan untuk bertobat sebelum wafat dengan harapan Allah menerima pertobatan kita sebagaimana kandungan surat As-Syura ayat 25: وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ “Dialah yang menerima tobat para hamba-Nya, memaafkan kesalahan, dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS As-Syura: 25).
  • Menurut pakar tafsir Al-Ashfahani, fasik bermakna kharaja ‘an hajr al-syar’i (keluar dari pangkuan syariat atau agama). Istilah fasik digunakan untuk menyebut orang-orang yang kepadanya telah berlaku hukum-hukum Allah (syariat), tetapi mereka menolak dan menentang baik seluruhnya maupun sebagian besar darinya. Namun pada umumnya, jika para ulama menyebut istilah fasiq tanpa tambahan kata besar/kecil maka yang dimaksudkan ialah fasiq kecil.
BACA SELENGKAPNYA :  3 Bentuk Tafsir Dalam Tafsir Al Quran

Ciri Orang Fasik

  • Melanggar perintah Allah SWT. Tidak beriman dan tidak pula meng-Esakan Allah SWT. Tidak taat menjalankan perintah Allah SWT dan juga tidak taat pada Rasul-Nya.
  • Memutus silaturahim dan tidak lagi memelihara imannya kepada Allah SWT, tauhid, ketaatan kepada-Nya.
  • Berbuat kerusakan di muka Bumi. Ini adalah bentuk perbuatan kufur kepada Allah SWT meski telah beriman kepada-Nya. Termasuk juga senang bermaksiat dan kemungkaran yang membuat Allah SWT murka.

Материалы по теме:

3 Amalan Yang Paling Dicintai Allah
3 Amalan Yang Paling Dicintai Allah Amalan yang dicintai Allah itu seperti adalah amal yang didasari iman kepada Allah SWT. Lalu amalan yang juga dicintai ...
Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Bani Qurayzhah
Kisah Nabi Muhammad SAW dan Perang Bani Qurayzhah Perang Bani Qurayzhah, yang dikenal sebagai peperangan besar-besaran atas Bani Qurayzhah, terjadi di bulan Dzulqa'dah sepanjang Februari ...
Allah Dimana ? Aqidah Islam : Allah Di Atas langit, Allah di Arsy.
Di mana Allah berada? Hanya Allah sendiri Yang Maha Mengetahui di mana diri-Nya berada. Memang benar Allah adalah Zat yang tidak terikat dan terhukumi ...
Samakah Nabi Isa dan Yesus ? Mengapa Ada Yang Menyembah dan Ada Yang Tidak ?
 
BACA SELENGKAPNYA :  Kaum Fasik Menurut Quran, Ulama dan Cirinya
Perdebatan agama diantara tokoh perbandingan agama dan penganut agama sangat tajam. Diantaranya adalah apakah Allah yang disembah Islam dan Allah Yang Disembah Saudara kita ...
11 Binatang Yang Disebut Dalam Al Quran
11 Binatang yang Disebut dalam Alquran  Burung Gagak,alquran surat Al Maidah ayat 31.Penelitian modern akhir-akhir ini baru menyadari jika burung gagak ternyata memiliki kecerdasan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.