September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Inspirasi Terhebat Bagi Anak Muda dan Pemuda Dalam Quran dan Hadits

7 min read

Inspirasi Terhebat Bagi Anak Muda dan Pemuda Dalam Quran dan Hadits

Alquran menaruh perhatian besar pada generasi muda. Dalam hal ini, mereka seyogianya meneladan sosok paripurna, yaitu Rasulullah SAW. Bahkan tatkala belum diangkat menjadi utusan Allah, Muhammad SAW sebagai seorang remaja telah menunjukkan banyak teladan.

Anak muda adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan potensinya. Kata pemuda disebut dalam Al Quran dengan fataa dan fatayat. Seperti dalam surat Yusuf ayat 30, Al Kahfi ayat 60 dan 62, Al-Anbiya ayat 60, dan An Nisa ayat 25. Dalam buku ‘Pemuda yang Dirindukan Surga’ oleh DR. Sulaiman bin Qasim Al ‘Ied, disebutkan Ali Bin Abi Thalib pada masa muda sering berada di sisi Nabi Muhammad SAW. Dia mengambil segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah. Selain itu, ada juga Abu Hurairah RA yang berumur 17 tahun.

Pemuda yang berani menolak kebatilan dan kemaksiatan

  • QS. Yusuf ayat 30 قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ “Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” Ayat ini memberi isyarat bahwa pemuda yang diharapkan Al-Qur’an adalah pemuda yang berani menolak kebatilan dan kemaksiatan, sebagaimana ketika Nabi Musa diajak berbuat tidak senonoh oleh perempuan-perempuan.

Pemuda yang memiliki semangat tinggi dan tidak akan pernah menyerah

  • QS. Al-Kahfi ayat 60 وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِفَتٰىهُ لَآ اَبْرَحُ حَتّٰٓى اَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ اَوْ اَمْضِيَ حُقُبًا “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.” Ayat ini masih terkait dengan ayat di atas, bahwa pemuda adalah mereka yang memiliki semangat tinggi. Ia tidak akan pernah menyerah dalam mengarungi jalan masa depan. Sebelum keinginannya tercapai ia tidak akan pernah berhenti.

Pemuda yang pemberani dalam menumpas kebatilan dan menegakkan kebenaran

  • Q.S. al-Anbiya’ ayat 60 “Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” Ayat Al-Qur’an ini memberikan isyarat bahwa pemuda seharusnya menjadi seseorang yang pemberani dalam menumpas kebatilan dan menegakkan kebenaran. Sebagaimana Ibrahim muda berani menumpas berhala dan menunjukkan masyarakat kepada kebenaran Tuhan.

Pemuda  yang memiliki keimanan yang kokoh

  • QS. Al-Kahfi ayat 13 نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَاَهُمْ بِالْحَقِّۗ اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًىۖ “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” Ayat Al-Qur’an ini memberikan isyarat akan karakter pemuda dalam Al-Qur’an, yaitu pemuda  yang memiliki keimanan yang kokoh. Pemuda bukan mereka yang imannya cepat goyah karena iming-iming duniawi.
BACA SELENGKAPNYA :  Doa dan Dzikir Setelah Shalat Sesuai Tuntunan Rasulullah, Inilah Dalil Haditsnya

Membela agama Allah menentang kesyirikan

  • Alquran memuat kisah sejumlah pemuda yang bertekad kuat dalam membela agama Allah. Walaupun awalnya didera penolakan, mereka akhirnya berhasil mengubah masyarakat tempatnya berada. Beberapa contoh kaum muda demikian ialah para penghuni gua (Ashabul Kahfi) dan Ibrahim AS. Allah memuji Ashabul Kahfi dalam ayat, yang artinya, “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhannya, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka” (QS al-Kahfi: 13).
  • Tidak sedikit Alquran menceritakan sosok pemuda ideal. Tidak sekadar memuji, Alquran bahkan menjadikannya sebagai teladan zaman. Ada Ibrahim, potret pemuda yang gigih menegakkan tauhid di tengah para penggiat syirik. إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ “Sungguh Ibrahim adalah imam yang layak dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali dia bukanlah pelaku syirik” (QS an-Nahl [16]: 120).
  • Begitu pula dengan Nabi Ibrahim. Saat berusia remaja, ayahanda Nabi Ismail dan Nabi Ishaq itu dengan lantang menentang perilaku syirik yang dilakukan penguasa dan mayoritas masyarakat. “Mereka menjawab, ‘Kami mendengar seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, yang bernama Ibrahim” (QS al-Anbiya: 60).
  • Putra beliau, Ismail, adalah tipe pemuda yang berhati jujur dan suci. Ketika Ibrahim mengabarkan wahyu Allah untuk menyembelih dirinya, jawaban Ismail adalah: يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ “Wahai Ayahanda, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah aku termasuk orang-orang yang sabar” (QS as-Shaffat [37]: 102).
  • Alquran juga mengabadikan kisah Yusuf. Pemuda tampan ini sungguh luar biasa. Ketika dirayu Zulaikha, wanita cantik yang juga istri pembesar Mesir, Yusuf sanggup menundukkan gelombang syahwatnya sebagai lelaki normal. Dia lebih memilih penjara ketimbang berbuat mesum. رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku” (QS Yusuf [12]: 33).
  • Dan, yang juga terkenal adalah kisah Ashabul Kahfi. Cave of the Seven Sleepers, itulah nama situs bersejarah di Yordania yang jadi saksi atas tujuh pemuda bersama anjing mereka. Ngumpet demi mempertahankan akidah, mereka diselamatkan Allah dari kezaliman penguasa setempat. Tujuh pejuang tauhid itu ditidurkan Allah selama 309 tahun. نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى “Sungguh mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula petunjuk untuk mereka” (QS al-Kahfi [18]: 13).

INSPIRASI HADITS DAN KETELADANAN NABI BAGI PEMUDA

Dalam hadits, kata yang sering disebut untuk menunjukkan pemuda adalah Al-syabaab dan Al-syaab. Kedua kata ini digunakan dalam konteks anjuran untuk menikah bagi yang mampu, perintah untuk menggunakan masa muda sebelum masa tua, dan kategori orang yang masuk dalam naungan Allah pada hari kiamat.

BACA SELENGKAPNYA :  4 Kehebatan Al Quran, Bukan Sekedar Sastra Biasa

Pemuda yang termasuk 7 golongan dalam naungan Allah

  • “Tujuh golongan manusia yang akan menaungi mereka di bawah naungannya ketika tidak ada naungan kecuali naungannya. Pertama, pemimpin yang adil. Kedua, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Ketiga, laki-laki yang hatinya terpaut di masjid. Keempat, dua orang yang saling mencintai karena Allah, berjumpa dan berpisah karena hanya. Kelima, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang terpandang dan cantik, kemudian dia berkata sungguh aku takut kepada Allah. Keenam, orang yang bersodaqah dengan suatu shadaqah kemudian ia menyembunyikan hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Ketujuh, orang yang mengingat Allah saat sendirian kok malu air matanya mengalir. (HR Bukhari).

Berjiwa Tangguh

  • Rasulullah SAW bersabda, “Aku pesankan agar kalian berbuat baik kepada para pemuda. Sebab, sebenarnya hati mereka itu lembut. Allah telah mengutusku dengan agama yang lurus dan penuh toleransi. Lalu, para pemuda bergabung memberikan dukungan kepadaku. Sementara, orang-orang tua menentangku.”
  • Pesan Nabi SAW itu bermakna, seorang pemuda atau pemudi Islam hendaknya berjiwa tangguh. Mereka bersikap membela kebenaran dan mencegah dari kemungkaran. Pada zaman beliau, banyak pembela tauhid yang berasal dari kalangan muda.
  • Mental yang kuat dan dapat diandalkan itu disandingkan dengan hati yang lembut. Alhasil, lisan dan perbuatannya cenderung pada kebaikan. Harapannya, di antara mereka ada yang terpanggil untuk menjadi pewaris nabi, yakni ulama.

Untuk menggunakan secara maksimal lima hal sebelum datang yang lima pula;

  • Hadits itu diriwayatkan oleh Imam al-Hakim al-Naisaburi dalam al-Mustadrak. Al-Hakim merupakan seorang ulama hadits yang memiliki pengaruh besar dalam kajian hadits. Salah satu haditsnya yang populer Al Mustadrak. “Dari Ibn Abbās ra, bahwa Nabi saw. pernah memberi nasehat kepada seseorang untuk menggunakan secara maksimal lima hal sebelum datang yang lima pula; masa mudamu sebelum datang masa tua, masa sehatmu sebelum masa sakit, masa kayamu (ketika berkecukupan) sebelum masa fakir (membutuhkan, tidak punya apa-apa), waktu luang, kesempatanmu sebelum masa sibuk, dan masa hidupmu sebelum datang kematian.”
  • Dalam sebuah hadis, Nabi SAW berpesan agar kaum Muslimin memanfaatkan lima perkara sebelum lima perkara. Salah satunya ialah waktu muda sebelum datang waktu tua. Ya, masa muda adalah saatnya mendidik dan melatih diri sendiri. Jangan sia-siakan waktu dengan larut dalam kesenangan dan hura-hura. Energi yang ada hendaknya dipakai juga untuk belajar. Rasulullah SAW memberikan jaminan keselamatan di hari akhir, antara lain, kepada mereka yang menghabiskan masa mudanya untuk beribadah kepada Allah, pemuda yang hatinya terpaut pada masjid, serta yang sanggup mengendalikan gejolak hawa nafsu.

Anjuran menikah dari HR Muslim

  • Anjuran menikah dari HR Muslim Utsman berkata, “Wahai Abū Abdurrahman, maukah Anda kami nikahkan dengan seorang budak wanita yang masih gadis, sehingga ia dapat mengingatkan masa lalumu.” Abdullah berkata; Jika Anda berkata seperti itu, maka sungguh, Rasulullah saw. telah bersabda kepada kami: “Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan (menghidupi rumah tangga), kawinlah. Karena sesungguhnya, perhikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan menjaga kemaluan. Dan, barang siapa belum mampu melaksanakannya, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu akan meredakan gejolak hasrat seksual.”
BACA SELENGKAPNYA :  Masjid Al-ijabah dan Kisah 3 Doa Nabi Muhammad

Begitulah beberapa ayat Al-Quran dan hadits tentang pemuda dan karakternya. Semoga ayat-ayat Al-Qur’an di atas dapat menjadi inspirasi agar kita menjadi anak-anak muda yang menjadi harapan bangsa dan agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.