September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

TANYA JAWAB ISLAM: Bagaimana manusia berpuasa jika matla`nya berbeda?

4 min read

TANYA JAWAB ISLAM: Bagaimana manusia berpuasa jika matla`nya berbeda?

Bagaimana manusia berpuasa jika matla`nya berbeda?  Apakah penduduk negeri yang jauh seperti Amerika dan Australia ketika tidak melihat bulan, diharuskan berpuasa saat penduduk Arab Saudi melihat bulan?

  • Yang benar adalah berpegang kepada ru`yah(melihat hilal) bukan kepada perbedaan mathla`, karena nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallammemerintahkan untuk berpegang kepada ru`yahdan beliau tidak memperinci hal itu lagi. Yaitu dalam sabda beliau yang berbunyi, ((صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا اْلعِدَّةَ ثَلاَثِيْنَ)) (متفق على صحته) “Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal, jika hilal itu tidak terlihat kalian, maka sempurnakan jumlah bulan itu menjadi tiga puluh.” (Muttafaq `alaih)
  • Juga sabda beliau yang lain, ((لاَ تَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ، وَلاَ تُفْطِرُوْا حَتىَّ تَرَوُا الْهِلاَلَ أَوْ تُكْمِلوُا الْعِدَّةَ))  “Jangan berpuasa sampai melihat hilal atau menyempurnakan jumlah tanggal, dan jangan berbuka sampai melihat bulan atau menyempurnakan jumlah tanggal.”
  • Pada kedua hadits diatas rasulullah tidak menunjuk kepada perbedaan mathla`, padahal beliau mengerti hal itu. Dan ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa setiap Negara tergantung kepada ru`yah di Negara masing-masing, jika mathla`nya berbeda. Mereka berdalil dengan perbuatan Abdullah bin Abbas saat di Madinah yang tidak mempedulikan ru`yahpenduduk Syam.
  • Saat itu orang-orang Syam telah melihat bulan di malam Jum`at, dan berpuasa berdasar denganru`yah itu di zaman Mu`awiyah. Adapun penduduk Madinah, mereka tidak melihat bulan kecuali di malam sabtu. Abdullah bin Abbas, saat diberitahu Kuraib bahwa penduduk Syam telah melihat bulan dan berpuasa, ia berkata, ((نَحْنُ رَأَيْناَهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلاَ نَزَالُ نَصُوْمُ حَتىَّ نَرَاهُ أَوْ نُكْمِلُ الْعِدَّةَ))  “Kami telah melihatnya di malam sabtu, tapi kami tetap berpuasa sampai melihat bulan atau menyempurnakan jumlah.”
  • Juga berdalil dengan sabda nabi yang berbunyi,  (صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ)) (متفق على صحته)  “Berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.” (Muttafaq `alaih)
  • Pendapat di atas memiliki kekuatan. Pendapat ini juga dipilih oleh para anggota majlis Hai`ah kibar ulama` (Dewan Ulama` besar bagian fatwa) di kerajaan Saudi Arabia, sesuai dengan penggabungan dalil-dalil yang ada. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua.
BACA SELENGKAPNYA :  Apa hukum bercelak, memakai parfum bagi seorang muslimah pada bulan Ramadlan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.