September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Manakah Ilmu dalam Islam Yang Paling Utama: Ilmu Syariat, Laduni, Marifat dan Kasb ?

9 min read

Manakah Ilmu dalam Islam Yang Paling Utama: Ilmu Syariat, Laduni, Marifat, Tasawuf dan Kasb ?

Dari berbagai ilmu seperti ilmu syari’at, ma’rifat, tasawuf, laduni dan kasb yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari wahyu Allah yaitu ilmu syari’at, karena ia adalah guru atau sumber dari semua ilmu agama. Ilmu kasyf, tasawuf, marifat, laduni dan ilmu kasb tidak dianggap atau harus dihindari apabila menyalahi dan melanggar syariat. Seringkali umat Islam tidak mau memahami dan mendalami Ilmu syariat atau melakukan syariat sesuai Quran dan hadits tetapi mencari ilmu Laduni, Tasawuf dan Marifat dianggap ilmu paling tinggi, padahal kandangkala ada kesyirikan, khurafat, bidah dan tidak disadari menyalahi syariat agama di dalam ilmu tersebut. Bila hal itu terjadi maka harus segera ditinggalkan.

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kewajiban menuntut ilmu dijelaskan dalam beberapa hadist, salah satunya hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah berikut ini. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913).

Menurut Ibnu Arabi, ilmu dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu ilmu akal, ilmu al-ahwal, dan ilmu rahasia. Ketiganya dibedakan berdasarkan sudut pandang struktur ilmunya.

  1. Ilmu akal Ilmu akal adalah ilmu yang diperoleh melalui hasil percobaan akal dan kebenarannya dapat dibuktikan secara empiris. Ilmu ini bisa dimiliki oleh siapa saja, tergantung pada intensitas pencarinya.
  2. Ilmu ahwal adalah ilmu yang tidak dapat diperoleh kecuali melalui dzauq (perasaan). Contoh penerapan ilmu ini adalah ilmu tentang manisnya gula atau madu, pahitnya jamu, dalamnya kerinduan, dan lain-lain.
  3. Ilmu rahasia adalah ilmu-ilmu yang berada di atas jangkauan akal. Ilmu ini sering diistilahkan dengan ilmu yang diturunkan secara langsung dari Allah SWT ke dalam hati seseorang. Ilmu rahasia hanya diperuntukkan kepada para Nabi dan wali.

Berbagai jenis Ilmu

  • Ilmu Laduni Laduni adalah ilmu yang diperoleh sebagai hasil dari pengalaman kerohanian secara pribadi. Ilmu ini berasal dari Allah. Para malaikat-Nya pun berkata: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.” (Al-Baqarah: 32) Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa melalui tahapan belajar. Kedua, ilmu yang didapat melalui usaha belajar.  Ilmu laduni menjadi salah satu bagian dari ilmu rahasia. Untuk mengetahui lebih dalam tentang ilmu laduni, simak penjelasan berikut. Ilmu Laduni Secara bahasa, kata Ladun memiliki arti “di sisi” atau “pada”. Sedangkan secara istilah, Ladunna Ilman berarti “Ilmu dari sisi Kami”. Jadi, ilmu laduni adalah ilmu yang ditemukan di dalam jiwa seseorang dan berasal dari Tuhan tanpa melalui perantara atau dipelajari sebelumnya. Dalam Islam, ilmu laduni mengacu pada Surat Al-Kahfi ayat 65 yang berbunyi:  فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا Fa wajadā ‘abdam min ‘ibādinā ātaināhu raḥmatam min ‘indinā wa ‘allamnāhu mil ladunnā ‘ilmā Artinya: Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. Dibanding ilmu lain, ilmu laduni mensyaratkan sesuatu yang amat spesifik yaitu kesucian batin, kedekatan dengan Sang Pemilik Ilmu Pengetahuan, dan restu Allah SWT. Saat ini, ilmu laduni tidak banyak dikenal dalam pembahasan ilmu pengetahuan modern. Ilmu ini belum bisa diakui keberadaannya dalam kegiatan akademik. Dalam praktiknya, ilmu laduni belum bisa tunduk pada kriteria keilmuan yang sudah ditetapkan dalam standar internasional (International Academic Standard).
  • Ilmu wahbiy Ilmu Wahbiy yaitu ilmu yang didapat tanpa melalui tahapan belajar. Ilmu ini terbagi menjadi dua macam:
    1. Ilmu syar’iat
      • Ilmu Syar’iat, yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui jalan wahyu (wahyu tasyri’), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam alaihissalam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Khidhir: “Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Al-Kahfi: 65)
      • Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidir alaihissalam berkata kepada Nabi Musa alaihissalam: “Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga.”
      • Ilmu syari’at ini sifatnya kebenarannya mutlak, wajib dipelajari dan diamalkan oleh setiap mukalaf (baligh dan mukalaf) sampai datang ajal kematiannya.
    2. Ilmu ma’rifat Ilmu Ma’rifat (hakikat), yaitu ilmu tentang sesuatu yang ghaib melalui jalan kasyf (wahyu ilham / terbukanya tabir ghaib) atau ru’ya (mimpi) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih. Ilmu kasyf inilah yang dimaksud dan dikenal dengan julukan “ilmu laduni” di kalangan ahli tasawuf. Sifat ilmu ini tidak boleh diyakini atau diamalkan manakala menyalahi ilmu syari’at yang sudah termaktub di dalam mushaf Al-Qur’an maupun kitab-kitab hadits. Menyalahi di sini bisa berbentuk menentang, menambah atau mengurangi.
  • Ilmu kasbiy Adapun bagian kedua yaitu ilmu Allah yang diberikan kepada semua makhluk-Nya melalui jalan kasb (usaha) seperti dari hasil membaca, menulis, mendengar, meneliti, berpikir dan lain sebagainya.
  • Ilmu tasawuf  adalah gerakan Islam yang mengajarkan ilmu cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam, kesyrikan, khurafat dan bidah. Tarekat (berbagai aliran atau jalan dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau gabungan dari beberapa tradisi. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam; yang lain berpendapat bahwa sufisme adalah filosofi perenial yang telah ada sebelum kehadiran agama, ekspresi yang berkembang bersama agama Islam
BACA SELENGKAPNYA :  Kitab Al Aufaq dan sejenisnya Jangan Dibaca, Dusta Bukan Kitab Al Ghazali. Sihir, Penuh kesyirikan dan pelanggaran Syariat

Ilmu Syariat

  • Dari berbagai ilmu syari’at, ma’rifat, laduni dan kasb yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari wahyu yaitu ilmu syari’at, karena ia adalah guru atau sumber dari semua ilmi agama. Ilmu kasyf, marifat, laduni dan ilmu kasb tidak dianggap atau harus dihindari apabila menyalahi syariat.
  • Seringkali umat Islam tidak mau memahami dan mendalami Ilmu yang diberikan Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW yaitu ilmu syariat yang pasti benar dan diridhai Allah. Bukannya memahami dan mepelajari lebih mendalam ilmu syariat tetapi bersemangat  mencari ilmu Laduni, Tasawuf dan Marifat dianggap ilmu dan paling hebat dan ilmu paling tinggi. Padahal kandangkala ada kesyirikan, khurafat, bidah dan tidak disadari menyalahi syariat agama di dalam ilmu ilmu tersebut. Bila hal itu terjadi maka harus segera ditinggalkan.
  • Ilmu Syar’iat, yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui jalan wahyu (wahyu tasyri’), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam alaihissalam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Khidhir: “Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (Al-Kahfi: 65)
  • Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidir alaihissalam berkata kepada Nabi Musa alaihissalam: “Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga.”
  • Ilmu syari’at ini sifatnya kebenarannya mutlak, wajib dipelajari dan diamalkan oleh setiap mukalaf (baligh dan mukalaf) sampai datang ajal kematiannya.
  • Peran Syariah telah menjadi topik yang diperebutkan di seluruh dunia. Ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai apakah Syariah kompatibel dengan demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan berpikir, hak perempuan, hak LGBT, dan perbankan.  Beberapa yurisdiksi di Amerika Utara dan Indonesia telah mengeluarkan larangan penggunaan Syariah, yang dibingkai sebagai pembatasan hukum agama atau asing. Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa di Strasbourg (ECtHR) memutuskan dalam beberapa kasus bahwa Syariah “tidak sesuai dengan prinsip-prinsip dasar demokrasi”.
  • Syariat Islam (bahasa Arab: شريعة إسلامية‎) yakni berisi hukum dan aturan Islam adalah hukum agama yang membentuk merujuk bagian dari tradisi Islam. Ini berasal dari ajaran agama Islam dan didasarkan pada kitab suci Islam, khususnya Al-Qur’an dan Hadits. Dalam bahasa Arab, istilah “syarah” mengacu pada hukum Allah SWT yang tidak dapat diubah dan dikontraskan dengan fiqh, yang mengacu pada interpretasi ilmiah manusia.
  • Secara etimologi bahasa, kata syari’ah berarti jalan yang berbekas menuju air, karena sudah sering dilalui. Kemudian maknanya berkembang menjadi sumber air yang selalu diambil orang untuk keperluan hidup. Secara istilah, syari’ah adalah apa yang digariskan dan ditentukan oleh Allah dalam agama sebagai aturan kehidupan para hamba-Nya. Syariah diartikan sebagai segala peraturan yang datang dari Allah, baik berupa hukum-hukum Akidah, hukum yang bersifat praktik, maupun hukum akhlak.
  • Sebagaimana tersebut dalam Al Quran Surat Al Ahzab ayat 36, bahwa sekiranya Allah (Islam) dan Rasul- Nya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul- Nya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah SWT.
  • Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara’ dan perkara yang masuk dalam kategori Furu’ Syara’.
    • Asas Syara’ Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari’at Islam dimana Al Quran itu Asas Pertama Syara’ dan Al Hadits itu Asas kedua Syara’. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.
    • Furu’ Syara’ Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al Quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebaga Cabang Syari’at IslamSifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya.

 

 

BACA SELENGKAPNYA :  Nabi Muhammad Sudah Diserukan Injil Ribuan Tahun Sebelumnya

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.