September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Siksa Kubur dan Amalan Yang Dapat Terhindar Dari Pedihnya Siksa Kubur

5 min read

Siksa Kubur dan Amalan Yang Dapat Terhindar Dari Pedihnya Siksa Kubur

Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Bagi manusia, setelah mati maka akan memasuki alam kubur (barzakh). Alam kubur adalah satu alam transit sebelum manusia dihisab atas segala amal perbuatannya di dunia, dan setelah itu dimasukan Allah SWT ke surga atau ke neraka.

Namun demikian, banyak riwayat yang menjelaskan tentang nikmat dan siksa kubur. Bagi mereka yang dapat menjawab pertanyaan para malaikat, akan memperoleh nikmat kubur hingga datangnya kiamat.

Sedang bagi yang tak bisa menjawab maka akan mendapat siksa kubur hingga datangnya kiamat. Pertanyaannya apakah siksa kubur itu terus-menerus diterima orang yang berdosa dan tidak beriman ataukah siksa kubur itu ada jedanya?

Berkaitan dengan pembahasan ini, Ibnu Qayyim dalam kitab Ar-Ruh menjelaskan bahwa siksa kubur itu ada dua macam.

  1. Siksa kubur terus-menerus, dengan dalil  اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا “Pada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang …”(QS Ghafir 46). Begitupun keterangan sejumlah hadits yang menjelaskam bahwa adzab kubur itu akan terus-menerus hingga hari kiamat.
  2. Siksa kubur yang terjeda untuk sementara waktu. Yaitu siksa kubur bagi sebagian orang yang tidak patuh dan berbuat kejahatan. Dan level maksiatnya masih ringan, maka dia akan dihisab sesuai dengan kejahatannya, lalu diringankan Sebagaimana dia akan disiksa lalu berhenti sementara dan lanjut lagi kelak di akhirat.

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa siksaan kubur itu dapat terputus atau berhenti dengan doa (yang hidup pada ahli kubur), atau dengan sedekah, atau dengan istighfar (yang hidup memohonkan ampun bagi ahli kubur), atau dengan pahala berhaji.

Siksaan di alam kubur itu menimpa ruh dan jasad. Ini merupakan pendapat Ahlussunah wal Jamaah. Meski terdapat beberapa pandangan yang berbeda tentang itu. Sementara Muktazilah sangat menentang adanya nikmat dan siksa di alam barzah. Sedang ssbagian filsuf meyakini bahwa siksa dan nikmat kubur itu hanya untuk ruh saja.

Amalan apa saja yang membuat seseorang bisa terhindar dari pedihnya siksa kubur?

  • Ribath di jalan Allah, yaitu menjaga perbatasan wilayah kekuasan Islam dari serangan kaum kafir dan mengusirnya. Adapun keutamaan orang yang menjaga perbatasan wilayah kekuasaan Muslim adalah sebagaimana keterangan Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim, hadits ink dari sahabat Salman RA.  رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه، وإن مات أجري عليه عمله الذي كان يعمله، وأجري عليه رزقه وأَمِنَ الفتَّان  “Menjaga perbatasan sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan dengan melaksanakan sholat pada malam harinya. Dan jika meninggal (orang yang menjaga perbatasan itu) maka dialirkan padanya pahala amalnya yang dikerjakannya , dan dialirkan pula rezeki padanya dan terjaga dari fitnah.”   Dalam Sunan Abu Dawud dijelaskan orang yang meninggal dalam menjaga perbatasan dari serangan kaum kafir maka terjaga atau aman dari fitnah kubur.
  • Orang yang syahid di jalan Allah. Orang yang syahid yaitu adalah orang yang dibunuh sebagai mujahid di jalan Allah, dan disebut dengan syuhada. Sebab Allah dan malaikat-Nya bersaksi padanya dengan surga. Orang yang syahid itu sesungguhnya hidup dan orang yang syahid itu menjadi saksi atas orang-orang yang hadir dalam medan pertempuran yang berjuang di jalan Allah. Dalam hadits riwayat imam Nasai dijelaskan, seorang lelaki bertanya pada Rasulullah: ما بال المؤمنين يُفتنون في قبورهم إلا الشهيد ؟ قال: كفى ببارقة السيوف على رأسه فتنة “Ya Rasulullah, mengapa kaum mukmin diuji (ditanya) di dalam kuburnya kecuali orang syahid? Rasulullah menjawab: cukuplah dengan kilatan pedang di atas kepadanya orang yang mati syahid sebagai ujian baginya. Makna hadits ini adalah bahwa pertanyaan di alam kubur dibuat untuk menguji orang-orang yang benar-benar beriman. Sedang penegasan tentang kilatan pedang yang membuatnya tak terhindar dari kematian adalah bukti jelas dari ketulusan iman seorang syuhada.
  • Meninggal karena sebab penyakit perut. Dalam sebuah hadits menceritakan Sulaiman bin Sard, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang meninggal karena sakit di perutnya, niscaya tidak akan di adzab di dalan kuburnya.” Hadits ini diriwayatkan at-Tirmidzi. Hadits ini merupakan hadits garib. Yang dimaksudkan meninggal karena mengalami sakit pada perut sehingga terlepas dari siksa kubur adalah karena penyakit perut seperti kanker perut, kanker usus besar, maag dan sebagainya.
  • Meninggal pada malam jumat dan hari Jumat. Dalam sebuah hadits yang diceritakan melalui riwayat Abdullah bin Umar RA bahwa Rasulullah pernah bersabda:  ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله فتنة القبر “Tidaklah seseorang meninggal pada hari Jumat atau pada malam Jumat kecuali Allah menjaga dirinya dari fitnah kubur.”  Hadits ini diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi. Dan hadits ini menunjukan bahwa meninggal pada hari Jumat maupun malam Jumat menjadi sebab seseorang terhindar dari siksa kubur
  • “Surat Tabarak (Al-Mulk) adalah pencegah azab kubur” (Hadits sahih dari Abdullah bin Mas’ud). Dalam kesempatan lainnya Rasulullah bersabda, مِنَ القُرْآن سُوْرَةٌ ثَلَا ثُوْنَ آيةً شَفَعَتَ فِي صَا حِبِهَا حَتَّى غُفِرَ لَهُ وهِيَ تَبَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ “Di antara Alquran ada sebuah surah yang berjumlah 30 ayat yang bisa memberi syafaat bagi pembacanya, sampai doa diampuni, yaitu Tabaarakalladzi Biyadikal mulk (Al Mulk)” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Hafal surat Tabarak (Al Mulk) dan istiqamah mentilawahkannya. Sebagaimana bunyi hadits,  dari Ibnu Abbas, ada seorang sahabat Rasulullah yang membuat tenda dekat kuburan, ia tidak menegtahui bahwa tempat itu adalah kuburan. Sahabat itu kemudian menyadari bahwa tempat itu adalah kuburan seseorang, tiba-tiba dia mendengar dari dalam kubur itu bacaan surat Al-Mulk hingga khatam. Rasulullah pun bersabda:عذاب القبر  “Itu (surat Al Mulk) adalah penangkal penyelamat yang menyelamatkan pembacanya dari azab kubur.”
BACA SELENGKAPNYA :  Golongan Yang Mendapat Syafaat dan Tidak mendapatkan Syafaat di hari kiamat

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.