October 28, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Heran Aku,  Wisata ke candi tidak boleh ?

4 min read

Heran Aku,  Wisata ke candi tidak boleh ?

Pemahaman terhadap Ilam dan penerapan secara kafah tidak mudah. Apalagi meski sesseorang dikatakan muslim tetapi jauh ilmu syariah Islam menjadikan dia mudah heran dengan hukum² Islam . Alat musik haram, heran. Riba haram, heran. Jual buah dg sistem ijon haram, heran. Berjabat tangan dg selain mahram haram, heran. Hal inilah yang membuat perbedaan pendapat di kalangan umat sekalipun. Tetapi hal ini jangan menjadikan perbedaan pendapat itu menjadikan umat jadi saling bermusuhan

Begitu pula dengan masalah berwisata ke candi, banyak yg heran ketika tahu itu diharamkan. Padahal dalil-dalil yg menerangkan masalah ini sudah sangat jelas .. Silahkan direnungkan beberapa dalil berikut ini:

1. Kesyirikan dalam peribadatan. Allah ta’ala berfirman: وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ [الفرقان 72]Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya:

وَهَذِهِ أَيْضًا مِنْ صِفَاتِ عِبَادِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُمْ: {لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ} قِيلَ: هُوَ الشِّرْكُ وَعِبَادَةُ الْأَصْنَامِ Ini juga termasuk kriteria dari hamba Allah yang Maha Penyayang, bahwa mereka tidak menyaksikan (menghadiri) ‘Az-Zur’. Ada yg mengatakan: Az-Zur adalah kesyirikan dan peribadatan kepada berhala. [Tafsir Ibnu Katsir 6/130].

Ini menunjukkan bahwa mengunjungi tempat² kesyirikan bukan termasuk sifat seorang hamba yg Allah cintai, dan yg demikian itu berarti diharamkan.

2. Ada banyak patung yg dijadikan sesembahan di tempat itu .. Dengan mengunjunginnya, kita berarti menyerupai mereka yg melakukan kesyirikan dengannya, padahal Nabi kita shallallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka”. [HR. Abu Dawud 4031, hasan shahih].

3. Kemurkaan Allah. Sahabat Umar bin Khattab -radhiallahu anhu- pernah mengatakan:

اجْتَنِبُوا أَعْدَاءَ اللهِ ـ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى ـ فِي عِيدِهِمْ يَوْمَ جَمْعِهِمْ؛ فَإِنَّ السَّخَطَ يَنْزِلُ عَلَيْهِمْ فَأَخْشَى أَنْ يُصِيبَكُمْ

“Jauhilah musuh² Allah -Yahudi dan Nashara- di hari raya mereka, hari berkumpulnya mereka, karena saat itu kemurkaan (Allah) turun kepada mereka, dan aku khawatir kemurkaan itu juga mengenai kalian”. [HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro 8940].

Iya, bisa jadi Allah menenggelamkan orang yg berwisata di tempat tersebut bersama mereka yg menyekutukan Allah .. sebagaimana Allah telah menenggelamkan sebagian candi² itu di masa lalu, sebelum akhirnya ditemukan lagi.

3. Tempat kesyirikan dan Allah paling murka kepada kesyirikan, dosa besar yg paling besar.

Tentunya sangat tidak pantas bagi muslim yg mentauhidkan Allah berwisata untuk menghibur diri di tempat kesyirikan?!

Bila ada tempat yang biasa digunakan untuk berzina tanpa busana, pantaskah kita sebagai seorang muslim berwisata menghibur diri di tempat seperti itu?
Lalu bagaimana bila tempat itu adalah tempat yang biasa digunakan untuk melakukan dosa yg lebih buruk daripada perzinaan?

5. Melestarikan dan mendukung sesembahan ! Di tempat itu ada sesembahan² selain Allah yg diagungkan, dengan mengunjunginya, berarti secara tidak langsung kita melestarikannya dan mendukungnya. Tentunya yg seperti ini diharamkan.

Demikian, wallahu a’lam. Semoga bisa dipahami dengan baik dan dengan hati yg lapang. Amin. Barokallahu fiikum.

Ustadz Ad-dariny hafidzohulloh

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.