September 19, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Benarkah Yesus atau Isa Adalah Tuhan ?

6 min read

Ketika ajaran Trinitas tidak tercantum dalam Injil justru diungkapkan dalam Quran. Dalam Quran terdapat istilah ajaran Trinitas, tetapi ajaran Allah untuk memperingatkan manusia sebagai perintah larangan. Karena Yesus Bukan Tuhan dan Dilarang Untuk Disembah. Allah dalam firmannya dalam Al-Quran memberikan pesan kepada seluruh unmat manusia untuk menolak keyakinan tentang Isa sebagai anak Tuhan. Menurut Al-Quran, Tuhan tidak punya anak (5:17). Tuhan tidak beranak atau diperanakkan (112:3). Tidak punya sekutu (4:48). Al-Quran juga tidak menerima paham tentang kematian Yesus di tiang salib. Yang disalib Yahudi adalah orang lain yang menyerupai Yesus (4:156-59). Yesus sendiri naik ke langit hidup-hidup. Perbedaan keyakinan itu harus dipandang sebagai perbedaan yang harus saling dihormati. Perbedaan itu tidak harus membuat perdebatan dan saling memperolok. Bila manusia berpikir maka akan menerima kebenaran yang diperintahkan Allah secara langsung melalui kitab sucinya yang diturubnkan melalui nabinya tanpa harus dimanipulasi manusia

Yesus atau Isa Menurut Quran dan Islam

  • Di dalam Al-Quran, Isa atau Yesus dipandang sebagai hamba Allah (abdullah), nabi, dan rasul. Tuhan mengajarinya Taurat, memberinya Injil (3:48), dan membantunya dengan Roh Kudus (2:87). Yesus adalah ‘kata’ atau kalimah dari Tuhan, yang dihormati di dunia ini dan di akhirat (3:45). Yesus diciptakan dari debu seperti halnya Adam (3:59). Serupa nabi lain, nama Yesus disebut bersama frase alaihis salam (A.S.), semoga damai menyertainya.
  • Al-Quran menyebut beberapa mukjizat Isa A.S. Ia dapat menyembuhkan orang buta dan yang sakit kusta, dan membangkitkan orang yang sudah mati menjadi hidup kembali. Begitu pula, Yesus dapat menciptakan burung dari tanah lempung. Ketika para pengikutnya meminta, Nabi Isa dapat menghadirkan meja yang penuh hidangan. Mukjizat lain yang disebut Al-Quran adalah kemampuannya mengetahui apa yang dimakan orang dan apa yang mereka simpan di rumah mereka (3:49). Berbagai mukjizat ini bukan bukti ketuhanan Yesus, melainkan bukti nyata kerasulannya.
  • Isa lahir dari perawan Maryam. Maryam ialah perempuan paling menonjol di dalam Al-Quran. Ia disebut dengan nama pribadinya. Selain itu, ada Surah yang menggunakan namanya. Surah Maryam adalah satu-satunya Surah yang menggunakan nama perempuan. Al-Quran berkali-kali menggambarkan Maryam sebagai perempuan baik-baik yang saleh dan beriman. Pada saat yang sama, Al-Quran menekankan Maryam dan anak satu-satunya adalah ciptaan Tuhan.
  • Surat Maryam menceritakan dengan cukup rinci tentang kehamilannya sebagai perawan (19:16-34). Jibril atau Ruh dari Tuhan datang ke Maryam dalam bentuk laki-laki. Jibril mengatakan ia diutus Tuhan menyampaikan bahwa Maryam akan mendapat anugerah berupa anak laki-laki yang suci. Maryam bertanya bagaimana mungkin dia hamil tanpa disentuh laki-laki. Tapi Jibril mengatakan, bagi Tuhan itu perkara mudah. Maka Maryam mengandung. Ia mengasingkan diri ke tempat yang jauh. Ketika persalinan mendekat, ia merasa sakit sekali sehingga merasa lebih baik ‘mati dan dilupakan’. Jibril menghiburnya, dan memintanya supaya tetap makan kurma dan minum dari air yang mengalir di dekatnya.
  • Maryam melahirkan Yesus tanpa bantuan siapa-siapa. Ketika ia kembali ke komunitasnya, Maryam dituduh macam-macam dan tidak bersedia menjawabnya. Dengan mukjizatnya, Bayi Yesus sendiri yang memberikan jawaban. Dia adalah hamba Allah, yang mendapatkan Alkitab, yang menjadi nabi, yang diberkati di mana-mana, yang melakukan salat, membayar zakat, berbakti pada ibu, dan tidak arogan. Itulah Isa putra Maryam, menjadi representasi ajaran Islam.

6 Peringatan Allah Kepada Umat Manusia dalam Quran Yang Menyatakan Isa atau Yesus Adalah Nabi Bukan Tuhan

  1. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Surat Maryam:27-35)
  2. Dalam akidah Islam, Isa putra Maryam adalah hamba, Nabi dan Rasul Allah Ta‘āla. Dia bukan anak Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. Bahkan Allah Ta‘āla telah membantah di banyak ayat-Nya bahwa Dia menjadikan Isa sebagai putra-Nya:“Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak” (QS al-Jinn [72]: 3).
  3. Allah mengabarkan bahwa Dia Maha Kaya tidak butuh kepada yang lainnya. Dia tidak butuh mengangkat seorang anak dari makhluk-Nya.“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS Yūnus [10]: 68)
  4. Sesungguhnya umat Kristiani telah berlaku lancang kepada Allah Subhanahu wa Ta’aladengan menuduh-Nya telah mengangkat seorang hamba dan utusan-Nya sebagai anak-Nya yang mewarisi sifat-sifat-Nya. Karena ucapan mereka ini, hampir-hampir langit dan bumi pecah. “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba” (QS Maryam [19]: 88–93).
  5. Dan secara tegas Allah telah menyatakan “kafir” para penganut ajaran Trinitas tersebut. “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam”, padahal al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Isra’il, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih” (QS al-Mā’idah [5]: 72–73).
  6. “Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil.” (Qs 43 Az Zuhkruf 59).

MENGAPA SAUDARA KITA KAUM NON MUSLIM MENOLAK KEBENARAN QURAN YANG JUSTRU MEREKA KETAHUI BAHWA NABI ISA ATAU YESUS BUKAN TUHAN DAN TIDAK BOLEH DISEMBAH, TERNYATA ALLAH SUDAH MENGINGATKAN

QS. Al-‘An`am [6] : 25. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.