September 17, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Kisah Umat Yang Sangat Taat Beribadah, Ternyata Bukan Hamba Pecinta Allah

4 min read

 

Umat Yang Sangat Taat Beribadah, Ternyata Bukan Hamba Pecinta Allah
Alkisah ada ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang kuat sekali tahajudnya. Hampir ber-tahun² dia nanti tak pernah absen melakukan sholat tahajud.
Pada suatu ketika saat hendak mengambil air wudhu utk tahajud, Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yang duduk di bibir sumurnya.

Abu bertanya, “Wahai hamba Alloh, siapakah Engkau ?”.

Sambil tersenyum, sosok itu berkata; “Aku Malaikat utusan Alloh”

Abu Bin Hazim kaget sekaligus bangga karena kedatangan tamu malaikat mulia.

Dia lalu bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan di sini ?”

Malaikat itu menjawab, “Aku disuruh mencari hamba pencinta Alloh”

Melihat Malaikat itu memegang kitab tebal, Abu lalu bertanya; “Wahai Malaikat, buku apakah yg kau bawa ?”

Malaikat menjawab; “Ini adalah kumpulan nama hamba-hamba pencinta Alloh.”

Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dlm hati namanya ada disitu.

Maka ditanyalah Malaikat itu. “Wahai Malaikat, adakah namaku disitu ?”

Abu berasumsi bahwa namanya ada di buku itu, mengingat amalan ibadahnya yang tidak kenal putusnya. Selalu mengerjakan sholat tahajud setiap malam, berdo’a dan bermunajat kepada Alloh SWT di sepertiga malam.

“Baiklah, aku buka,” kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. Dan ternyata Malaikat itu tak menemukan nama Abu di dalamnya.

Seakan Tak percaya, Abu bin Hazim meminta Malaikat mencarinya sekali lagi. “Betul … namamu tdk ada di dalam buku ini !” kata Malaikat.

Abu bin Hazim pun gemetar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat. Dia menangis sejadi²nya.

“Rugi sekali diriku yang selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajud dan bermunajat … tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pecinta Alloh,” ratapnya.

Melihat itu, Malaikat berkata, “Wahai Abu bin Hasyim ! Bukan aku tidak tahu engkau bangun setiap malam ketika yang lain tidur … mengambil air wudhu dan kedinginan pada saat orang lain terlelap dalam buaian malam. Tapi tanganku dilarang Alloh menulis namamu.”

“Apakah gerangan yg menjadi penyebabnya ?” tanya Abu bin Hasyim.

“Engkau memang bermunajat kepada Alloh, tapi engkau pamerkan dengan rasa bangga kemana² dan asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan kirimu ada orang sakit atau lapar, tidak pernah engkau tengok dan beri makan. Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Alloh kalau engkau sendiri tidak pernah mencintai hamba² yang diciptakan Alloh ?” kata Malaikat itu.

Abu bin Hasyim seperti disambar petir di siang bolong. Dia tersadar hubungan ibadah manusia tidaklah hanya kepada Alloh semata ( HablumminAlloh ), tetapi juga kepada sesama manusia ( Hablumminannaas ) dan alam.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.