September 27, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Kafir Yang Adil Lebih Baik ? Hoax ?

5 min read

Seorang netizen bernama M Haris Syah menulis dalam status facebooknya mengutip perkataan Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu yang mana dalam kutipan tersebut membolehkan seorang kafir yang adil untuk menjadi penguasa. Berikut petikan statusnya.

Sayyidina Ali pernah ditanya; mana yang lebih baik? Penguasa muslim yang dzalim atau kafir yang adil? Ali menjawab; kafir yang adil lebih baik.. karena keadilannya bagi kita semua, dan kekafirannya bagi dirinya sendiri.. penguasa muslim yang dzalim, ke-muslim-annya hanya untuk dirinya sendiri dan kedzalimannya merugikan seluruh umat….

Sumber : Syeikh Mufid, Kitab Amali, hlm 310– Mula Muhammad Shaleh Mazandarani, Syarh Ushul Kafi, jld 9, hlm 383.

Benarkah demikian?

Saat memvuka  hadits tersebut di halaman yang disebutkan. Sudah dibaca kurang lebih sepuluh halaman ke depan dan ke belakang dari alama yang disebutkan di Kitab Amaali karya Syaikh Mufiif itu tapi tidak ketemu. Mungkin saja keselip walaw rasa-rasanya tidak mungkin. Mungkin halaman kitab berbeda, maka dibaca sampai kurang lebih sekian halaman ke depan dan ke belakang. Kalau ada yang bisa membantu, tolong sebutkan di Majlid ke berapa. Sebab penulisan kitab al-Amaalii itu ditulis dalam bentuk kelompok yang disesuaikan dengan tanggal. Misalnya: Al-Majlis ke 24, Majlis hari ke 27 Ramadhan, tahun 411 Hijriah. Jadi, tolong sebutkan di Majlis ke berapa, tanggal berapa. Tapi kalau disebutkan majlid ke berapanya saja sudah amat cukup. Terimakasih dan afwan.

Untuk Kitab Syarah al-Kaafii itu lebih parah lagi. Karena jilid ke 9 itu tidak lebih dari 150 halaman saja.

Apapun itu, bisa saja terjadi perbedaan halaman walau yang teramat jauh itu sulit dimengerti.

  •  Perkataan lebih baik tidak mesti memiliki makna lebih afdhal. Sebab lebih baik bisa jadi memiliki lebih baik dari yang terburuk.
  • Walau demikianpun, yakni lebih afdhal, maka tetap saja tidak bisa jadi ukuran. Sebab lebih afdhal itu bisa dari yang terburuk.
  • Sebagaimana sering saya jelaskan bahwa apapun hadits kalau bertentangan dengan Qur an, maka tidak boleh diikuti. Hadits di atas, anggap saja hadits (setelah nanti terbukti ada di kitabnya dan sanadnya shahih) maka kalau diartikan seperti yang diinginkan penukilnya itu, yaitu kafir adil lebih baik dari mukmin yang zhalim hingga harus memilih yang kafir, maka jelas bertentangan dengan ayat al-Qur an, QS: 3:28:
BACA SELENGKAPNYA :  Mengapa Umat Muslim Berbeda Pendapat Dalam Memilih Pemimpin ?

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً

“Janganlah sekali-kali seorang mukmin mengambil pemimpin dari orang kafir dengan meninggalkan yang mukmin. Dan barang siapa yang melakukan yang demikian itu, maka lepaslah dari Allah, kecuali memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka (taqiah keamanan).”

  • Dengan penjelasan di poin (c), maka kalaupun hadits itu ada dan shahih, sekali lagi kalau ada, maka bisa saja maksud lebih baik di sini bukan untuk memilih jadi pemimpin, sebab kalau memilih menjadi pemimpin maka akan bertentangan dengan ayat di atas. Jadi, maksudnya adalah lebih dalam perbandingannya saja, bukan untuk dipilih.
  • Pemilihan yang apa lagi tersembunyi dan tidak diketahui orang lain, maka tidak ada taqiah dari sisi ini. Karena itu, serasa sangat tidak mungkin kalau hadits itu mau diterapkan pada permasalahan pemilihan. Hal itu karena:
  1. Tidak ada pemilu di jaman imam Ali as.
  2. Karena memilih memiliki resiko mendapatkan dosa dari apa yang dilakukan oleh yang dipilih.
  3. Memilih kafir maka menyetujui kekufuran. Kecuali kalau taqiah tentunya, yaitu adanya bahaya kalau tidak memilihnya. Menyetujui kekufuran di sini ada dua macam:
  • Kufurnya yang dipilih. Karena memilihnya pertanda menyukainya. Menyui kekufuran adalah kekufuran juga walaupun bisa saja beda tingkatan.
  • Kufurnya dakwah yang dipilih. Sebab ketika seseorang itu kafir, maka tidak mungkin menyebarkan Islam. Karena apa yang akan diajarkannya atau dianjurkannya kepada orang lain, sudah pasti agamanya sendiri yang kufur dan kafir itu.
  • Menyiarkan kekufuran. Karena ketika memilihnya apalagi mepromosikannya, maka menyiarkan kekufuran pada umat, khususnya yang lemah dan awam. Yakni kafir lebih baik dari Islam.
  • Menyiarkan kekufuran dari sisi pamor. Ketika memilih kafir dan mempromosikannya, maka jelas menjatuhkan pamor Islam dan muslimin.
  • Teramat banyak muslim yang jujur di antara kita. Tapi karena mereka tidak punya dukungan harta dan politik, maka terjadilah benturan antara kafir dan muslim yang korup. Nah, jalan keluar yang benar, adalah mempromosikan muslim yang tidak korup, bukan memilih kafir. Ra’syih.
BACA SELENGKAPNYA :  QURAN DIGITAL: Tafsir An Nisa 137-140 , Bila Ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang kafir), maka janganlah kalian duduk beserta mereka

Jangan terkesima dulu. Yang menjadi rujukan orang tersebut adalah syarah dari kitab Ushul al-Kafi, yang merupakan kitab utama haditsnya orang-orang Syi’ah rafidhah. Posisi kitab tersebut sama seperti kitab sahih Bukhori bagi orang-orang Sunni. Nah isi kitab tersebut banyak yang menyimpang bahkan secara aqidah.

Di antara penyimpanan yang fatal mereka mengimani ada versi Qur’an lain. Berikut contohnya:

Dalam kitab al-Kafi karya Muhammad Ya’qub al-Kulaini—yang bagi kaum Syiah kedudukannya seperti kitab Shahih al-Bukhari bagi kaum muslimin—, al-Kulaini meriwayatkan dari jalur Hisyam bin Salim, dari Abu Abdillah Ja’far as-Shadiq, ia berkata,

أَنَّ الْقُرْآنَ الَّذِي جَاءَ بِهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سَبْعَةَ عَشَرَ أَلْفِ آَيَةٍ

“Sesungguhnya al-Qur’an yang dibawa oleh Jibril ‘Alaihisslam kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam berjumlah 17.000 ayat.”(Ushul al-Kafi, karya al-Kulaini, Kitab Fadhlul Qur’an, bab “an-Nawadir”,2/134)

Kalo Malaikat Jibril saja berani difitnah sama orang-orang Syi’ah rafidhah, apalagi Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu? [www.tribunislam.com]

Материалы по теме:

Inilah Kaum Musyrik Menurut Quran
Musyrik  menurut syariat Islam adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan apa pun, merupakan kebalikan dari ajaran ketauhidan, yang memiliki arti Mengesakan Allah. Kata syirik sendiri berasal dari kata syarikah atau persekutuan, yaitu mempersekutukan ...
TAFSIR QURAN AT TAUBAH 65-66: Allah Mengkafirkan, Kalian yang memperolok Allah, Rasul dan Ayat-ayatnya
  TAFSIR QURAN AT TAUBAH 65-66: Allah Mengkafirkan, Kalian Yang memperolok Allah, Rasul dan Ayat-ayatnya At-Taubah, ayat 65-66 {وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ ...
Quran Digital Tafsir Ali Imran 12-13 : Katakanlah Pada Orang Kafir Kalian Pasti Akan Dikalahkan
Ali Imran, ayat 12-13 {قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12) قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ ...
Kaum Fasik Menurut Quran dan Inilah Cirinya
Kaum Fasik Menurut Quran dan Cirinya Fasik pada dasarnya adalah sikap lupa diri. Seorang manusia, karena lupa diri, dia menjadi lupa kepada Tuhan. Dengan lupa ...
Apakah Kufur dan Kafir Dalam Quran dan Islam ?
Apakah Kufur dan Kafir Dalam Quran dan Islam ? Kufur penting dipahami arti dan maknanya sebab istilah tersebut cukup sering muncul di Al-Quran. Dengan mengetahui ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.