August 14, 2022

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Hadits Nabi Tentang Salat: Kapan Angkat Tangan Saat Salat ?

9 min read

Hadis yang menerangkan mengangkat tangan dalam sholat secara umum terbagi menjadi dua, yaitu Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan telinga dan Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan pundak. Banyak hadis shohih yang menerangkan dua cara tersebut, sebagian ulama’ mengambil salah satu cara dari hadis dan ada pula yang mengkompromikan kedua jenis hadis agar tidak ada hadis yang ditinggalkan.

Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan telinga.

  • Hadis riwayat Imam Muslim
    عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَقَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ. رواه مسلم
    Artinya : Dari Malik bin al-huwairist bahwasnya Rosulullah SAW. Ketika bertakbir (mengawali sholat) mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telinganya, ketika ruku’ mengangkat kedua tanganya sejajar dengan kedua telingny, dan ketika bangun dari ruku’ beliau mengucapka “ samiAllahu liman hamidah.” juga melakukan hal seperti itu. (HR. Muslim)
  • Hadis riwayat Muslim
    عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ: أَنَّهُ ” رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ كَبَّرَ، – وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ أُذُنَيْهِ – ثُمَّ الْتَحَفَ بِثَوْبِهِ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ أَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنَ الثَّوْبِ، ثُمَّ رَفَعَهُمَا، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ، فَلَمَّا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمَّا، سَجَدَ سَجَدَ بَيْنَ كَفَّيْهِ
    Artinya : Dari wail bin hujr, bahwa ia melihat Nabi SAW. Mengangkat kedua tangnaya ketika masuk sholat dengan bertakbir – hamam menjelaskan Rosulullah mengngkat sampai sejajar kedua telingnya – kemudian beliau merapatkan pakaian beliau, kemudian menaruh tangan kanan beliau diatas tangan kiri (didalam baju beliau yg dirapatkan ). Ketika beliau ingin ruku’ dikeluarkan kedua tanganya dari pakaian tersebut kemudia mengankat kedua tangan beliau kemudian bertakbir kemudian ruku’, ketika beliau mengucapkan ” sami’allahu liman hamidah” beliau mengakat kerua tangan beliau. Ketika beliau sujud sujud diantara kedua telapak tangan.
  • Hadis riwayat Abu dawud
    عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ، قَالَ: قُلْتُ: لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي، قَالَ: فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَكَبَّرَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا أُذُنَيْهِ، ثُمَّ أَخَذَ شِمَالَهُ بِيَمِينِهِ فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَهُمَا مِثْلَ ذَلِكَ. رواه أبي داود
    Artinya : Dari wail bin hujr berkata, sungguh saya melihat sholatnya Rosulullah SAW bagaimana beliau sholat. Wail berkata : Rosulullah berdiri kemudian menghadap kiblat dan bertakbir sambil mengangkat kedua tanganyasampai sejajar dengan kedua telinganya. Kemudian beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya. Ketka ingin ruku’ beliau mengangkat kedua tanganya seperti saat takbir awal. (HR. Abu Dawud)
  • Hadis riwayat An-nasai
    عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِذَا كَبَّرَ، وَإِذَا رَكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ حَتَّى بَلَغَتَا فُرُوعَ أُذُنَيْهِ. رواه النسائي
    Artinya : Dari malik bin Al-huwairis berkata, aku melihat Rosulullah SAW. Mengangkat kedua tangannya ketika takbir (awal sholat), ketika ruku’ dan ketika bangun dari Sholat . mangangkat kedua tanganya sampai bagian atas kedua telinga beliau. (HR. An-nasai).
  • Hadis riwayat hakim dan baihaqi
    عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فَحَاذَى بِإِبْهَامَيْهِ أُذُنَيْهِ ثُمَّ رَكَعَ حَتَّى اسْتَقَرَّ كُلُّ مَفْصِلٍ مِنْهُ، وَانْحَطَّ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى سَبَقَتْ رُكْبَتَاهُ يَدَيْهِ» . رواه الحاكم والبيهقي. وقال الحاكم : هَذَا إِسْنَادٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ.
    Artinya : dari Anas ia berkata : aku melihat Rosulullah SAW. Bertakbir (memulai sholat) maka kedua ibu jari beliau sejajar dengan kedua telingnya, kemudian beliau ruku’ sehingga sendi-sendinya tidak bergerak (thuma’ninah) dan turun kebawah dengan takbir sehingga kedua lutunya mendahului kedua tangannya. (HR: Al-hakim dan Al-Baihaqi. Berkata Al-hakim, sanad hadis ini shohih sesuai syarat Imam Al-Bukhori dan Muslim)
  • Kelima hadis yang menyatakan Rosulullah SAW. mangangkat tanganya sejajar dengan telinga beliau ini derajatnnya Shohih semua.

Hadis yang menerangkan mengangkat tangan sejajar dengan kedua pundak, diantaranya adalah :

  • Hadis riwayat Imam Bukhori dan Muslim
  • عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: ” رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ فِي الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُونَا حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ حِينَ يُكَبِّرُ لِلرُّكُوعِ، وَيَفْعَلُ ذَلِكَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، وَيَقُولُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، وَلاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ ” رواه البخاري ومسلم
    Dari Abdullah bin Umar RA. Berkata : aku melihat Rosulullah SAW. Ketika berdiri didalam sholat mengangkat kedua tanganya sampai sejajar kedua pundaknya. Dan beliau melakukan hal itu ketika takbir untuk ruku’ dan ketika bangun dari ruku’, dan beliau mengucapkan sami’allahu liman hamidah, dan tidak mengangkat kedua tanganya ketika akan sujud. (HR: Bukhori dan muslim)
  • Hadis riwayat Imam Muslim
    عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ مَنْكِبَيْهِ، وَقَبْلَ أَنْ يَرْكَعَ، وَإِذَا رَفَعَ مِنَ الرُّكُوعِ، وَلَا يَرْفَعُهُمَا بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ» رواه ومسلم
    Dari salim, dari ayahnya (abdullah bin Umar) berkata: aku melihat Rosulullah SAW. Ketika membuka/mengawali sholat beliau mengangkat kedua tanganya sampai sejajar dengan kedua pundaknya, dan beliau melakukan hal itu sebelum ruku’dan ketika bangun dari ruku’, beliau tidak melkukan hal itu diantara dua sujud. (HR Muslim)
  • Hadis riwayat Imam Abu dawud
    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى تَكُونَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ كَبَّرَ وَهُمَا كَذَلِكَ فَيَرْكَعُ، ثُمَّ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْفَعَ صُلْبَهُ رَفَعَهُمَا حَتَّى تَكُونَ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَلَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي السُّجُودِ وَيَرْفَعُهُمَا فِي كُلِّ تَكْبِيرَةٍ يُكَبِّرُهَا قَبْلَ الرُّكُوعِ حَتَّى تَنْقَضِيَ صَلَاتُهُ ” رواه أبو داود.
    Artinya : dari Abdullah bin Umar ia berkata, ketika Rosulullah SAW berdiri untuk sholat beliau mengngkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua pundaknya, kemudian beliau bertakbir dengan mengangkat tangan seperti itu juga untuk ruku’, ketika ingin mengangkat tulang rusuknya beliau juga mengngkat kedua tanganya hingga sejajar kedua pundaknya dan mengucapkan : sami’allahu liman hamidah. Beliau tidak mengangkat tanganya ketika sujud dan beliauselalu mengngkat kedua tanganya disetiap takbir sebelum ruku’ sampai selesai sholatnya. (HR. Abu Dawud)
    Tiga hadis yang menyatakan Rosulullah SAW. mangangkat tanganya sejajar dengan pundak beliau ini derajatnnya Shohih semua.
BACA SELENGKAPNYA :  Terbelahnya Bulan, Muhjizat Nabi Muhammad SAW

Perbedaan Pendapat Ulama

Masalah cara mengangkat tangan ini adalah masalah khilafiyah diantara para Ulama’ yang semuanya berdasarkan hadis Rosulullah SAW. Sedangkan praktek yang dilakukan masyarakat Indonesia adalah sesuai adzhab Imam Syafi’i yaitu mengangkat kedua tangan sampai kedua pundak, yang berarti pergelangan tangan sejajar dengan pundak, jari-jari sejajar dengan telinga bagian atas dan Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah, Sehingga praktek itu tidak perlu di permasalahakan karena berdasarkan dalil yang shohih, bahkan jangan sampai membuat fitnah dikalangan masyarkat indonesia yang sekiranya tidak mengetahui masalah khilaf dengan melakukan carayang tidak lazim dimasyarakat setempat, kecuali yakin tidak menimbulkan fitnah atau perselilsihan.

Dalam memahami hadis-hadis diatas Ulama’ berbeda pendapat

  • Menurut madzhab Maliki mengangkat kedua tangan sampai kedua pundak
  • Menurut madzhab Syafi’i mengangkat kedua tangan sampai pundak, yang berarti pergelangan tangan sejajar dengan pundak, jari-jari sejajar dengan telinga bagian atas dan Ibu jari sejajar dengan telinga bagian bawah. Sebagaimana penjelasan Imam Nawawi dalam kitab majmu’ dan Ibnu hajar dalam Tuhfatul Muhtaj.
  • Menurut madzhab hambali boleh memilih kedua cara tersebut
  • Menurut madzhab hanafi bagi laki-laki mengangkat tangan dengan jari-jari sejajar dengan telinga seperti madzhab syafi’i, dan bagi perempuan mengangkat tangan sejajar dengan pundak karena lebih menutup aurat bagi wanita.
  • Dalam hadits Abu Humaid rodhiyallohu ‘anhu, dengan lafadz : “Beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua bahunya, lalu beliau bertakbir….” (HRAbu Dawud no. 730, sanadnya shohih)
  • Dalam hadits Malik bin Al-Huwairits rodhiyallohu ‘anhu, persis sama dengan hadits Ibnu Umar di atas, akan tetapi dia berkata : “…. Sampai kedua tangan beliau  itu sejajar dengan ujung-ujung kedua telinganya.” (HR Imam Muslim no. 391)  Berdasarkan hadits-hadits tersebut di atas dapat disimpulkan, bahwa takbir angkat tangan itu disyari’atkan dalam tiga keadaan, yaitu : Ketika melakukan Takbirotul Ihrom, ketika akan ruku’ dan ketika bangkit dari ruku’.
  • Juga disyari’atkan takbir dengan angkat tangan ketika bangkit (berdiri) dari melakukan tasyahhud awwal. Dalilnya adalah hadits Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma : “Adalah Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dari dua roka’at, maka beliau mengangkat dua tangannya…” (HR Imam Al-Bukhorino. 739 dan An-Nasa’i, 3/3)
  • Dalam hadits Abu Humaid rodhiyallohu ‘anhu secara marfu’ : “Adalah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dari dua roka’at, beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan dua bahunya, sebagaimana beliau bertakbir ketika takbirotul ihrom.” (HR Abu Dawud no. 730 secara marfu’, sanadnya shohih)
  • Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, sekelompok ulama berpendapat disyari’atkannya takbir dengan mengangkat kedua tangan ketika bangkit dari tasyahhud awwal, diantaranya adalah Abu Humaid As-Sa’idi rodhiyallohu ‘anhu dan sepuluh orang lainnya dari para sahabat Nabi, juga Al-Imam Al-Bukhori, An-Nasa’i, Ahmad dalam salah satu pendapat dari beliau, Abu Bakar bin Ishaq, Ibnul Mundzir dan sekelompok sahabat Imam As-Syafi’I, diantaranya : Abu Ali At-Thobari, Al-Baihaqi, Al-Baghowi dan yang lainnya, dan pendapat inilah yang dirojihkan oleh sekelompok ulama Hanabilah.
  • Dan yang benar dalam masalah ini adalah pendapat yang pertama di atas, wallohu a’lamu bis showab. (lihat : Fathul Bari, Syarh Shohih Al-Bukhori (no. 739), karya Al-Hafidz Ibnu Rojab Al-Hambali rohimahulloh)
  • Tentang takbir dengan mengangkat tangan ketika akan sujud setelah berdiri I’tidal, hal ini diambil faedah dari hadits-hadits yang menjelaskan adanya sunnah disyari’atkannya takbir dengan mengangkat kedua tangan setiap kali akan turun ataupun naik dari gerakan-gerakan sholat.
  • Al-Hafidz Ibnu Rojab Al-Hambali rohimahulloh menyebutkan beberapa dalil hadits tentang masalah ini dalam kitab beliau Fathul Bari (penjelasan hadits no. 739), dan beliau menyebutkan cacat-cacat hadits tersebut dan mana perkara yang rojih dalam perkara ini.
  • Diantara hadits-hadits yang disebutkan oleh beliau adalah hadits Malik bin Al-Huwairits rodhiyallohu ‘anhu, yang diriwayatkan oleh Imam An- Nasa’i dalam As-Sunanul Kubro (no. 672) dari jalan : Ibnu Abi Ady, dari Sa’id bin Abi Arubah, dari Qotadah, dari Nashr bin ‘Ashim, dari Malik bin Al-Huwairits rodhiyallohu ‘anhu  secara marfu’, di dalamnya disebutkan : “Dan (beliau juga bertakbir dengan mengangkat tangan, edt.) apabila beliau sujud, dan bila mengangkat kepalanya dari sujud, sampai sejajar dengan ujung kedua telinga beliau.”
  • An-Nasa’i juga mengeluarkan hadits dari jalan : Abdul A’la, dari Sa’id bin Abi ‘Arubah seperti tersebut di atas. Juga mengeluarkan hadits lainnya dari jalan : Mu’adz bin Hisyam Ad-Dustuwa’i, dari bapaknya, dari Qotadah, seperti hadits tersebut di atas juga. Dan kebanyakan jalan-jalan hadits tersebut di atas, tidak menyebutkan di dalamnya tambahan lafadz “mengangkat tangan ketika akan sujud, dan ketika bangkit dari sujud”.
  • Sekelompok perowi hadits, diantaranya : Muhammad bin Ja’far, Isma’il bin ‘Ulyah, dan Yazid bin Zurai’, meriwayatkan dari Sa’id bin Abi Arubah tanpa tambahan lafadz “mengangkat tangan ketika akan sujud, dan ketika bangkit dari sujud”, dan mencukupkan hanya pada tiga tempat seperti yang telah disebutkan di atas (yakni hanya ketika takbirotul ihrom, ketika akan ruku’ dan ketika bangkit dari ruku’). (lihat : Musnad Al-Jami (15/29), juga dalam riwayat Ibnu Adi di sisi Muslim dan Al-Baihaqy, juga Abdulloh bin Numair di sisi Ath-Thobroni dan Ath-Thohawy)
  • Sekelompok perowi hadits yang lainnya, seperti : Abdus Shomad bin Abdil Warits, Abu ‘Amir Al-Aqdi dan Yazid bin Zuraiq,  juga meriwayatkan hadits dari Hisyam Ad-Dustuwa’i tanpa tambahan lafadz “mengangkat tangan ketika akan sujud, dan ketika bangkit dari sujud”. (lihat : Al-Musnad Al-Jami’ (15/29) dan Ithaaful Mahroh(13/89) karya Ibnu Hibban)
  • Hadits tersebut di atas juga diriwayatkan oleh Syu’bah, Hammam bin Yahya, Abu ‘Awanah, dan Hammad bin Salamah, semuanya dari jalan Qotadah, tanpa tambahan lafadz tersebut di atas. (lihat : Musnad Al-Jami’ (15/29), Tahqiq Al-Musnad (no. 15.600) dan Mu’jam Ath-Thobroni, 19/284 dan seterusnya)
  • Demikian pula telah meriwayatkan hadits tersebut di atas Abu Qilabah, dari Malik bin Al-Huwairits, dan tidak disebutkan tambahan lafadz “mengangkat tangan ketika akan sujud, dan ketika bangkit dari sujud”. (lihat kitab-kitab rujukan tersebut di atas dan juga lihat pula dalam Shohih Muslim)
  • Menurut As-Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam hafidzhohulloh menegaskan : “Tambahan lafadz “mengangkat tangan ketika akan sujud, dan ketika bangkit dari sujud”, maka pendapat yang lebih dekat pada kebenaran adalah bahwa hal itu syadz (ganjil/nyleneh), wallohu a’lam bis showab.” (Fathul ‘Allam, Fii Dirosah Ahaadits Bulughil Marom, 1/703)
  • Dalil lain yang menunjukkan disunnahkannya takbir dengan mengangkat tangan ketika turun atau naik di dalam sholat (yakni “mengangkat tangan ketika akan sujud, dan ketika bangkit dari sujud”), adalah hadits Wa’il bin Hujr rodhiyallohu ‘anhu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Musnad (4/316) karya Imam Ahmad, dan juga yang lainnya : “Bahwasannya dia (Wa’il) sholat bersama Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, adalah beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bertakbir ketika turun dan ketika naik, dan beliau mengangkat tangannya ketika takbir tersebut.”  Dalam sanad hadits ini ada Abdurrohman Al-Yahshibi, dia adalah perowi yang majhul (tidak diketahui keadaannya).
  • Adapun sebagian ulama, seperti sebagian ulama Dhohiriyyah, yang berpendapat disunnahkan takbir dengan mengangkat tangan setiap kali turun atau naik di dalam sholat (termasuk dalam hal ini ketika akan sujud atau bangkit dari sujud), maka ini adalah pendapat yang lemah, karena tidak dibangun di atas dalil-dalil yang shohih, wallohu a’lamu bis showab.

Berdasarkan uraian di atas, jumhur ulama berpendapat : tidak disunnahkan takbir dengan mengangkat tangan setiap turun atau naik di dalam sholat, kecuali tiga atau empat keadaan tersebut di atas yang didasarkan atas hadits-hadits yang shohih. Dan insya Alloh, inilah pendapat yang benar.

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH
BACA SELENGKAPNYA :  Shalat Ied Tanpa Adzan dan Iqamah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.