January 15, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Kisah Lengkap Ustads Firanda, Ustadz Cerdas Dipercaya Saudi Sebagai Penceramah Di Masjid Nabawi

13 min read

Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A. atau lebih dikenal dengan nama Firanda Andirja atau bernama kunyah Abu Abdil Muhsin adalah seorang da’i Ahlussunnah Wal Jama’ah yang aktif mengisi berbagai kajian islam di Indonesia. Ia juga merupakan salah satu narasumber Radio Rodja dan pernah menjadi penceramah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A. adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia karena beliau menjadi salah satu da’i dari 3 yang dipercaya Kerajaan Arab Saudi untuk mengisi pengajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi. Ustadz Firanda adalah seorang doktor pakar akidah Islam alumni Universitas Islam Madinah yang dipercaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan pemahaman kepada umat Islam di Indonesia akan kesesatan-kesesatan paham Syi’ah.

Membeberkan fakta mengejutkan tentang ustadz Firanda Andirja, yang jarang diungkap sehingga banyak orang yang belum tahu. Disini akan membahas Beberapa fakta tentang Ustadz Firanda Andirja yang mungkin banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahuinya dan sebagian membenci Dakwah beliau karena mendakwahkan tauhid dan sunnah.

Ustadz Firanda Andirja lahir di Surabaya pada tanggal 28 Oktober 1979. Ia kemudian ikut merantau bersama orang tuanya ke Sorong, Papua dan mengabiskan masa kecilnya hingga lulus SMU/SMA di sana. Setelah lulus SMA, Firanda melanjutkan studi ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada program studi Teknik Kimia, tetapi hanya belajar dua semester saja. Karena lebih tertarik ilmu agama, ia kemudian memutuskan belajar agama di Pondok Pesatren Jamilurrahman Bantul, DIY selama 1,5 tahun, lalu melanjutkan studinya ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi hingga tingkat Doktoral.

Ustadz Firanda menamatkan kuliah Magister-nya (S2) dengan tesis أَجْوِبَةُ شَيْخِ الإِسْلاَمِ ابْنِ تَيْمِيَّةَ رحمه الله عَنِ الشُّبْهَاتِ التَّفْصِيْلِيَّةِ لِلْمُعَطِّلَةِ فِي الصِّفَاتِ الذَّاتِيَّةِ (Jawaban Ibnu Taimiyyah terhadap syubhat-syubhat terperinci yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah dzatiyah yang dilontarkan oleh para penolak sifat). Kemudian pada bulan September 2016, Firanda menyelesaikan program doktoralnya dengan judul disertasi نقض استدلالات دعاة التعددية الدينية بالنصوص الشرعية (Membantah da’i-da’i pluralisme yang berdalil dengan Al Qur’an dan As Sunnah) dengan predikat summa cumlaude.

Pada tahun 2001, Firanda menikah dengan Rosmala Dewi Arifudin atau bernama kunyah Ummu Abdil Muhsin. Dari hasil pernikahannya, ia dikaruniai 5 orang anak, putra dan putri.

Ustadz Firanda adalah seorang yang berdarah Bugis dan Jawa. Akan tetapi beliau lebih dikenal sebagai Da’i Papua karena ternyata semasa kecil beliau dibesarkan di Papua. Beliau tinggal di sebuah kota bernama Sorong, sebuah kota di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Beliau di sekolahkan di TK Pertiwi, kemudian melanjutkan sekolah di SD Inpres 17 Sorong.

Tambahan informasi, mengapa dinamakan SD Inpres, karena saat itu, sebagian besar penduduk Indonesia tidak menyelesaikan pendidikan dasar. Pada saat itu, jumlah SD masih sangat terbatas sedangkan jumlah anak-anak usia SD diperkirakan akan meningkat mengingat sebelumnya belum ada program KB. Pada saat yang sama, pemerintah perlu meningkatkan kinerjanya yang dalam bidang pendidikan berarti harus meningkatkan jumlah penduduk yang menyelesaikan pendidikan dasar. Oleh karena itu kemudian pemerintah meluncurkan program pembangunan SD secara besar-besaran. Karena merupakan program khusus maka diluncurkan melalui Instruksi Presiden.

Salah satu yang dapat kita banggakan adalah adanya orang Indonesia yang menjadi pengajar dan penceramah resmi di Masjid Nabawi.
Karena, seperti yang kita ketahui bersama bahwa tidak bisa sembarang orang yang dapat mengisi ceramah di Masjid Nabi Muhammad ini.

Di Masjid Nabawi, Ustadz Firanda mengajar jamaah haji asal Indonesia.
Setiap harinya ketika musim haji, Ustadz Firanda menyampaikan ceramah agama berbahasa Indonesia di dalam Masjid Nabawi, tepatnya dekat pintu 19.

Para Jama’ah Haji asal Indonesia dari tahun ke tahun sangat antusias dengan pengajian ba’da magrib di Mesjid Nabawi. Pemerintah Arab Saudi memang sangat peduli dengan Jamaah asal Indonesia. Sebagai jamaah terbesar dengan kuota terbesar pula, maka tidak salah kalau mereka menghadirkan ulama Indonesia di Madinah. Kesan manis dan menyenangkan akan terpaut dalam kalbu jamaah haji. Madinah dan Masjid Nabawi sangatlah merindukan kita. Apalagi didalamnya ada ulama Indonesia yang menyejukkan dan mencerahkan.

Kecerdasan Luar Biasa Ustadz Firanda Andirja

  • Ustadz Firanda biasa mengisi pengajian untuk disiarkan di Radio dan TV.
    Salah satu yang menyiarkan pengajian dari Ustadz yang dikenal cerdas ini adalah Rodja.
  • Banyak ilmu yang dikuasai oleh Ustadz Firanda. Terdapat banyak materi pengajian yang pernah disampaikan Ustadz Firanda di Rodja, seperti Kajian Tematik dan Kajian Kitab. Contohnya, seperti Kajian Tafsir, Hadits Shahih Bukhari, Hukum Fiqih, Kitab Umdatul Ahkam, Sirah Nabawiyah, dan masih banyak lagi. Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang mengherankan karena beliau telah dibimbing langsung oleh Ulama Ahlus Sunnah selama belajar di kota Nabi, yaitu Madinah.
  • Selain itu, Ustadz Firanda tidak tanggung-tanggung mendapatkan gelar doktor dari Universitas Islam Madinah. Predikat yang didapatkannya juga luar biasa, yaitu Mumtaz ‘Ala Darajah Syaraf Al Ula atau Summa cum laude.
  • Ustadz Firanda mendapatkan gelar doktor dalam bidang aqidah dengan judul disertasinya yang berjudul “Membantah Da’i-da’i Pluralisme yang Berdalil dengan Al Qur’an dan As Sunnah”.

Aktivitas Dakwah

Ustadz Firanda pernah menjadi pengisi pengajian rutin berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah sejak tahun 2012, yang mana tidak sembarang orang diizinkan untuk menjadi pemateri di sana. Selain Ustadz Firanda, pengajian rutin Indonesia di sana juga diisi oleh ustadz Abdullah Roy yang juga belajar di Madinah. Saat ini, keduanya sudah tidak lagi mengisi pengajian tersebut dan digantikan oleh ustadz Ariful Bahri dari Kampar, Riau, yang sekaligus sedang menempuh pendidikan di Madinah.

Ustadz Firanda juga merupakan salah satu pengisi tetap di Radio Rodja dan beberapa saluran media dakwah lainnya. Dalam beberapa kesempatan dakwahnya, dia juga menulis bantahan-bantahan terhadap polemik dari Quraish Shihab, tokoh-tokoh liberal seperti Ulil Abshar Abdalla, kelompok takfiri, dan membantah juga sejumlah tokoh haba’ib-haba’ib Indonesia yang dianggap nyleneh. Sampai saat ini, dia masih terus berdakwah dan mengadakan daurah di berbagai wilayah Nusantara.

Hubungan dengan Syaikh Abdurrazaq

  • Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al-Abbad adalah salah satu ulama terkemuka di Arab Saudi. Syaikh Abdur Razaq juga merupakan dosen dari Ustadz Firanda di Universitas Islam Madinah. Lewat Ustadz Firanda lah, Syaikh Abdur Razaq beberapa kali bertandang ke Indonesia untuk menyampaikan tausiyah. Lewat dia juga, Syaikh Abdur Razaq bersedia menjadi pengisi rutin di Radio Rodja dengan bahasa Arab, dan diterjemahkan oleh Ustadz Firanda sendiri. Syaikh Abdur Razaq pun kerap meluncurkan pujian kepada Ustadz Firanda Andirja. Ketika tabligh akbar di Masjid Istiqlal, Syaikh Abdur Razaq menuturkan, “Saya sangat berterima kasih kepada Syaikh Firanda, karena acara ini terlaksana, di antaranya atas usaha dia. Selain itu, dia juga sering menerjemahkan ceramah-ceramah saya yang lainnya baik kajian yang disiarkan Radio Rodja maupun lainnya, mohon kalimat ini diterjemahkan karena sangat penting”.

Karya tulis

  • Ajwibah Syaikhul Islam Ibni Taimiyyah rahimahullah ‘an Asy Syubuhat At
  • Tafshiliyyah lil Mu’athilah fis Shifat Adz Dzatiyyah (bahasa Arab), tesis S2 di Universitas Islam Madinah
  • Naqdhu Istidlalati Du’atit Ta’aduddiyyah Ad Diiniyah bin Nushush Asy Syar’iyyah (bahasa Arab) disertasi S3 di Universitas Islam Madinah
  • Berjihad Melawan Riya dan Ujub, penerbit Nashirus Sunnah
  • Kiat-Kiat Membahagiakan Istri Menjadi Suami Idaman, penerbit Nashirus Sunnah
  • Pesona Bidadari, penerbit Nashirus Sunnah
  • Ajaran Mahdzab Imam Asy-Syafi’i yang Ditinggalkan, penerbit Nashirus Sunnah
    Banyolan Syi’ah Imamiyah, 33 Koleksi Lelucon Ulama Syi’ah, penerbit Nashirus Sunnah
  • Dari Madinah Ke Radio Rodja, penerbit Nashirus Sunnah
  • Ketinggian Allah Atas Makhluk-Nya, penerbit Nashirus Sunnah
  • Mukjizat Poligami, penerbit Nashirus Sunnah
  • Syarah Kitab Tauhid, penerbit Yayasan Baitut Tholabah
  • Bekal Haji, penerbit Perisai Al Qur’an
  • Fiqih Dzikir Pagi Dan Petang, penerbit Nashirus Sunnah
  • Muslim Yang Sempurna Imannya Yang Paling Baik Akhlaknya, penerbit Bimbingan Islam
  • Tafsir Juz Amma, penerbit Yayasan Baitut Tholabah
  • Tafsir Al-Quran Al-Adziim Juz 27, penerbit Ustad Firanda Andirja Office
  • Tafsir Al-Quran Al-Adziim Juz 29, penerbit Ustad Firanda Andirja Office
  • Bekal Sholat Jilid 1 Panduan Lengkap Shalat Nabi, penerbit Ustad Firanda Andirja Office
  • Bekal Sholat Jilid 2 Panduan Lengkap Shalat Nabi, penerbit Ustad Firanda Andirja Office
  • Syarah Kitab Tauhid Jilid I (Bab 1-26), penerbit Ustad Firanda Andirja Office

FITNAH DAN KONTROVERSI

Seperti halnya para ulama lain yang selalu mengingatkan masalah tauhid dan sunah, seringkali mendapatkan pertentangan yang kuat dari kelompok saudara seumat yang berbeda pendapat. Sayangnya perbedaan pendapat tersebut bukannya dilakukan dengan saling tabayun atau saling mengungkapkan kebenaran Quran dan Sunah tetapi justru membenci, membuat fitnah dan melakukan perlwanan fisik untuk menentang dan melarang dkwah seorang ulama.

Berbagai fitnah tentang radikalisme, anti NKRI, intoleran tidak disadari dilakukan secara sistematis oleh kelompok tertentu yang menjadi musuh Islam yang terus dihembuskan melalui cara adu domba dengan sesama saudara muslim untuk menjatuhkan dan saling membenci

10 Fitnah Isu Paham radikalisme yang disinggung itu tidak jelas arahnya, dan tidak berkaitan dengan Ust. Firanda sedikitpun.

  1. Mengajak kembali kepada Al Qur’an dan Hadits tanpa taklid buta kepada ulama. Justru dalam ceramah-ceramah beliau selalu mengajak kembali kepada Al Qur’an dan Hadits dengan berdasarkan kepada pemahaman ulama. Mana mungkin bisa memahami Al Qur’an dan Hadits tanpa merujuk pendapat ulama?
  2. Percaya bahwa perubahan (baik agama maupun negara) hanya bisa dilakukan secara menyeluruh dengan cara ekstrem/melampaui batas kewajaran, bukan cara bertahap. Sudah tabayyun ke Ust. Firanda kalau beliau berpemahaman begini? Saran saya cukup baca Al Qur’an saja, surah 24 ayat 55.
  3. “Memaksakan pemahaman ekstrem khawarij.” Dudukkan dululah masalahnya khawarij itu apa. Kalau berkesimpulan Ust. Firanda khawarij, berarti Majelis Ulama Indonesia yang percaya keilmuan beliau khawarij juga dong?!
  4. “Tidak mengakui tradisi yang sudah mengakar.” Justru tradisi dalam Islam itu menjadi sumber rujukan jika tidak ada rinciannya dalam agama. Masa dibilang menentang tradisi?
  5. “Semangat beragama terlalu tinggi.” Justru ini yang diharapkan kita ber-Islam. Baca ki’ Al Qur’an surah 3 ayat 102, surah 2 ayat 208, jelas kita diperintah berpegang teguh kepada Islam, ber-Islam secara menyeluruh. Radikalnya di mana ? Sampai-sampai masalah jenggot dan celana cingkrang dige’ges juga. Siapa anda dibanding Imam An Nawawi yang berpendapat untuk memelihara jenggot? Siapa anda dibanding Imam Ibnu Hajar Al Asqolani yang berpendapat isbal itu tidak boleh secara mutlak?
  6. “Memaksakan kehendak.” Sebaiknya sesama umat bijaksana bisa membedakan mana yang namanya menjelaskan hukum dan mana yang namanya memaksakan kehendak. Ketika seorang ustads menungkapkan kebenaran Quran dan Sunah dan tidak diterima, maka sang ustadzpun tidak pernah memaksakan pendapatnya, Tetapi bagi yang tersinggung aqidahnya malah dituding memaksakan pendapat
  7. “Mengklaim kebenaran Islam hanya ada pada kelompoknya.” Kebenaran di dunia ini semuanya fana, kebenaran itu hanya milik Allah semata. Jadi Ustdas dan ulama hanya menyampaikan kebenaran Quran dan Sunah tanpa menyebutkan kebenaran kelompok dan organisasi masa Islam
  8. “Mengedepankan buruk sangka, merasa paling aman dari murka Allah.”  “merasa paling nyunnah sejagat akhirat”.
  9. “Menumbuhkan teror dan vandalisme, menghancurkan makam para wali atas nama khurafat.”
  10. “Menuduh ziarah wali sebagai penyembah kubur, Pancasila disebut thogut, NKRI negara kafir, dll.” Sesama umat perlahan membedakan ziarah kubur dengan menyembah kubur! Ziarah kubur itu disyariatkan dalam Islam, jangan mengaburkan permasalahan! Katanya juga Pancasila disebut thogut. Ulama hanya menyerukan untuk senantiasa taat kepada pemerintah sebagaimana tertulis di dalam Al Qur’an surah 4 ayat 59. Para ulama Timur Tengah sudah memfatwakan bahwa Indonesia adalah negara Islam, bahkan oleh guru-guru Ust. Firanda sendiri, dan pendapat itu dipegang kuat oleh Ust. Firanda.
  11. Ustadz Firanda Wahabi Sesat? Da’i Ahlus Sunnah selalu menjadi sasaran fitnah dari kalangan Ahlul Bid’ah. Kedengkian dan kedustaan selalu menjadi barang dagangannya untuk menjatuhkan orang-orang yang membawa kebenaran. Sejarah telah mencatat banyak tokoh pahlawan Nasional Indonesia yang kerap dituduh Wahabi, seperti misalnya Imam Bonjol, KH Agus Salim, KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Syaikh Ahmad Hassan (Persis), Syaikh Ahmad Surkati (Al Irsyad), Buya Hamka, dan Muhammad Natsir (Masyumi). Begitu juga yang dialami oleh salah satu Ustadz Sunnah di negeri kita ini, yaitu Ustadz Firanda Andirja. Beliau sangat dibenci oleh kalangan Syi’ah karena kerap membongkar kebusukan-kebusukan yang terdapat pada ajaran mereka. Selain Syi’ah, kelompok Khawarij yang sesat juga dibantah dengan tegas oleh Ustadz Firanda. Oleh karena itu, beliau sering bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengisi ceramah dan pengajian tentang bahaya terorisme.

Dakwah Tauhid dan sunah Yang kadang mendapatkan pertentangan dan perdebatan

  • Ustadz Firanda Membela Zakir Naik dari Tuduhan Sesat Beberapa orang menuduh pakar perbandingan agama paling handal di zaman ini, yaitu Zakir Naik sebagai orang yang sesat, bahkan kafir. Orang-orang tersebut menuding bahwa Zakir Naik mempunyai Aqidah sesat, yaitu Allah tidak mampu melakukan semua perkara. Bagaimana pembelaan Ustadz Firanda?
  • Pada salah satu pengajian yang diadakan oleh Masyarakat Muslim di Bali yang didokumentasikan dan diunggah oleh Bali Mengaji. Ada salah seorang yang bertanya tentang permasalahan Zakir Naik tersebut,
  • Ustadz Firanda Membongkar Kebohongan Islam Liberal Tidak hanya Islam Jama’ah, Syi’ah, dan Khawarij yang dibongkar kebohongan dan kesesatannya oleh Ustadz Firanda, tetapi juga kalangan Liberal dari tokoh-tokoh yang mengusung ideologi Islam Liberal. Islam Liberal memiliki pemikiran bahwa agama Islam bisa dibuat warna-warni, tergantung pada penafsirnya. Menurut mereka, kita bisa menafsirkan agama sesuai dengan akal dan pemikiran yang kita miliki. Semua orang tidak boleh mengklaim bahwa penafsirannya paling benar. Jika demikian yang mereka inginkan, sungguh hal ini mengerikan. Orang bisa menafsirkan agama Islam sesuai selera masing-masing; sementara semua orang wajib saling menghormati penafsiran setiap individu. Artinya, kebenaran yang diyakini oleh seseorang bisa jadi benar, bisa jadi pula salah. Lebih parah lagi: agama Islam belum tentu benar, karena agama lain bisa jadi memiliki kebenaran. Astaghfirullah. Mereka tidak meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar. Jika pernyataan di atas dilontarkan oleh nonmuslim, bisa dimaklumi. Akan tetapi, mereka menyatakan diri sebagai muslim. Sebagian mereka membanggakan diri sebagai anggota salah satu ormas Islam besar di Indonesia. Oleh karenanya, pemahaman Liberal ini dibantah habis oleh Ustadz Dr. Firanda, yang merupakan Pakar Aqidah. Beliau membantahnya dengan sangat ilmiah dan sistematis, dan tentu saja disertai dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah.
  • Ustadz Firanda dan Ajaran Mazhab Imam Syafi’i Ustadz Firanda aktif membela ajaran Imam Asy Syafi’i yang kini telah ditinggalkan oleh sebagian pengikut Mazhab Syafi’i, khususnya di Indonesia. Bahkan, Ustadz Firanda Andirja menyempatkan diri untuk mengarang buku khusus untuk membahas hal tersebut. Buku tersebut diberi judul “Ajaran Madzhab Imam Asy-Syafi’i Yang Ditinggalkan” yang telah diterbitkan oleh Penerbit Nashirussunah dengan tebal 528 halaman. Buku ini memulai pembahasannya dengan Biografi dari Imam Asy Syafi’i, yang dikenal sebagai pembela sunnah dan penghancur bid’ah. Kemudian dilanjutkan muqadimah dan isi yang mencakup 18 Poin Ajaran Imam Asy Syafii yang banyak dilupakan oleh pengikutnya di Indonesia.
  • Ustadz Firanda dan Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr Fakta selanjutnya dari serial Fakta Ustadz Firanda adalah tentang hubungan Ustadz dengan Ulama Ahlus Sunnah. Ustadz Firanda sangat dekat dengan Ulama Sunnah yang bernama Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr. Siapa Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr? Syaikh Dr. Abdurrazzaq adalah ulama yang tumbuh dan dewasa di desa Zulfi dan belajar baca tulis di sekolah yang diasuh oleh ayah beliau sendiri. Keluarga beliau adalah keluarga ‘alim yang sangat perhatian pada ilmu agama. Ayah beliau, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah, adalah ulama besar ahli hadits yang diakui keilmuannya di zaman ini. Beliau adalah salah satu tim pengajar dan guru besar bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi tetap pengajian di Masjid Nabawi, yang tidak sembarang ulama diizinkan mengajar di sana. Beliau pun aktif menjadi narasumber di majelis pengajian yang disiarkan televisi dan radio Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi kajian rutin di Radio Rodja 756 AM yang diterjemahkan oleh para asatidz Indonesia yang belajar di Saudi Arabia. Beliau menuntut ilmu di jenjang universitas khususnya dalam bidang Aqidah sampai meraih gelar Doktoral. Beliau juga menimba ilmu dari para ulama besar Saudi Arabia, diantaranya:
    • Ayah beliau, al-Allamah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullâh
    • Al-Allamah Asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah
    • Al-Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
    • Fadhîlatusy Syaikh ‘Ali Nashir Faqihi hafizhahullâh
    • Fadhîlatusy Syaikh ‘Abdullâh al-Ghunaimân hafizhahullâh
  • Ustadz Firanda, Dakwah Sunnah dan Presiden Sukarno
    • Seluruh Ustadz Ahlus Sunnah menyerukan dakwah agar setiap Muslim dan Muslimah untuk selalu berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah, tidak terkecuali Ustadz Firanda Andirja. Beliau menyerukan agar kita mengikuti pemahaman Salafush Shalih. Hal yang menarik adalah dakwah kepada pemurnian agama yang kini dibawah oleh Ustadz Sunnah, sudah diserukan sejak lama oleh Presiden Soekarno.
    • Ustadz Firanda telah mempublikasikan ulang buku yang memuat pidato Soekarno. Presiden Soekarno berpesan agar umat Islam kembali kepada Manhaj Salaf. Di dalam buku yang berjudul “Dibawah Bendera Revolusi”, yang memuat kumpulan tulisan dan pidato-pidato beliau) jilid pertama, cetakan kedua, Tahun 1963, pada halaman 390, beliau mengatakan sebagai berikut: “Tjobalah pembatja renungkan sebentar “padang-pasir” dan “wahabisme” itu. Kita mengetahui djasa wahabisme jang terbesar: ia punja kemurnian, ia punja keaslian, – murni dan asli sebagai udara padang- pasir, kembali kepada asal, kembali kepada Allah dan Nabi, kembali kepada islam dizamanja Muhammad!”
    • Tak hanya itu, Presiden Ir. Sukarno menegaskan kembali dengan mengatakan: “Kembali kepada kemurnian, tatkala Islam belum dihinggapi kekotorannya seribu satu tahajul dan seribu satu bid’ah. Lemparkanlah djauh-djauh tahajul dan bid’ah itu, njahkanlah segala barang sesuatu jang membawa kemusjrikan!”
    • Mujiarto Karuk memperkuat pernyataan Presiden Sukarno dengan mengatakan: Nampak jelas bahwa presiden pertama RI, Ir. Sukarno, sendiri menganggap gerakan wahabi adalah suatu gerakan “Pemurni Islam”, gerakan yang menentang seribu satu Tahayul dan Bid’ah yang ada dalam Islam, dengan semboyan “Kembali kepada Allah dan kepada Nabi”
  • Pelajaran Berharga dari Ustadz Firanda dan Guru Beliau Ustadz Firanda mempunyai hubungan yang baik dengan guru beliau yang bernama Ustadz Afifi Abdul Wadud. Ustadz Afifi adalah Ustadz yang aktif berdakwah di Yogyakarta. Saat ini, beliau menjadi salah satu pengajar di Pondok Pesantren Jamilurrahman, Bantul, dengan mengampu pelajaran akidah (tauhid). Beliau masih tercatat sebagai pembina di Islamic Centre Baitul Muslimin (ICBM), yang berlokasi di Dusun Temulawak, Desa Triharjo, Sleman. Dia juga aktif mengisi secara live kajian Riyadus Shalihin di Radio Muslim Jogja (RMJ), setiap Kamis pagi pukul 10:00-11:00. Pada tahun 1998, Ustadz Firanda belajar ta’shili kitab Muyasar, mulakhas dan Qaulul Mufid secara privat (minta waktu khusus) kepada Ustadz Afifi. Di tahun 2012, saat liburan mahasiswa madinah, Ustadz Afifi belajar privat beberapa kutaib dan mabahisul aqidah kepada Ustadz Firanda. Begitulah guru dan murid saling memberi faidah dan menjaga adab-adab diantara mereka. Dalam thalabul ilmi, murid bisa jadi guru dan guru pun bisa jadi murid. Saat jadi guru tetap tawadhu dan saat jadi murid tetap ihtiram. Tidak gengsi belajar kepada yang lebih muda dan yang lebih muda pun tidak sombong karena merasa lebih alim.

 

loading...

www.islamislami.com

Copyright © 2020 WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.