January 20, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

6 Kelompok Orang Yang Dilonggarkan Tidak Puasa

4 min read

Puasa Ramadhan merupakan puasa yang dilaksanakan pada
bulan Ramadhan. Menurut ajaran Islam puasa bulan Ramadhan dapat menghapus kesalahan atau terampuni dosa yang telah diperbuat selama ini. Namun harus dengan iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT. Puasa pada bulan Ramadhan merupakan pelaksanaan dari rukun Islam yang keempat. Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadhan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan. Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan maka seseorang tersebut akan berdosa sesuai dengan Firman Allah dalam Qur’an Surah Al-Baqarah 2:183 yaitu Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelium kamu, agar kamu bertaqwa. Puasa Ramadhan merupakan rutinitas yang ibadah yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap tahunnya karena hukumnya yang wajib. Puasa Ramadahan ialah puasa yang dilaksanakan dari mulai fajar hingga terbenam matahari. Di bulan Ramadhan inilah seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa jika tidak mampu maka diharuskan untuk mengganti puasa tersebut pada hari-hari yang lain.

KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA

Orang beriman yang dibolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha pada bulan lain, ialah:

  1. Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
    2. Orang yang bepergian (musafir). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa.
    3. Orang mukmin yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena: Umurnya sangat tua dan lemah.
    4. Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.Karena hamil dan khawatir akan kesehatan dirinya.
    5. Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
    6. Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.

“Siapa saja yang sakit atau dalam musafir (bolehlah ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…” (Al-Baqarah:185.)

“Maka ditetapkanlah kewajiban puasa bagi setiap orang yang mukim dan sehat dan diberi rukhsah (keringanan) untuk orang yang sakit dan bermusafir dan ditetapkan cukup memberi makan orang miskin bagi orang yang sudah sangat tua dan tidak mampu puasa” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Al-Baihaqi).

“Wanita yang hamil dan wanita yang menyusui apabila khawatir atas kesehatan anak-anak mereka, maka boleh tidak puasa dan cukup membayar fidyah memberi makan orang miskin “(HR. Abu Dawud).

loading...

www.islamislami.com

Copyright © 2020 WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved

Материалы по теме:

100 PERTANYAAN RAMADHAN: Bagaimanakah Ciri Lailatul Qodar dan Ciri Orang Yang Telah Mendapatkannya
  100 PERTANYAAN RAMADHAN: Bagaimanakah Ciri Lailatul Qodar dan Ciri Orang Yang Telah MendapatkannyaPertanyaan Assalaamua'laikum Wr.Wb Ciri-ciri akan/turunnya malam Lailatul Qadar dan sesudahnya turunnya Lailatul Qadar Perbedaan waktu/jam ...
100 PERTANYAAN RAMADHAN: Bercumbu Dengan Isteri Tidak Sampai Berhubungan Badan Siang Hari Di Bulan Ramadhan
100 PERTANYAAN RAMADHAN: Bercumbu Dengan Isteri Tidak Sampai Berhubungan Badan Siang Hari Di Bulan RamadhanPertanyaan Assalamu'alaikum wr. wb. Bagaimanakah cara membayar hutang puasa Ramadhan yang batal ...
100 PERTANYAAN RAMADHAN: Ramadhan Syaitan Dibelenggu apa maknanya ?
  100 PERTANYAAN RAMADHAN: Ramadhan Syaitan Dibelenggu apa maknanya ?Pertanyaan Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakah malam Lailatur Qadar itu sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan Atau sepanjang malam ...
100 PERTANYAAN RAMADHAN: Hukum Puasa Tatawwu, Tapi Belum Mengqadha Puasa Ramadhan
100 PERTANYAAN RAMADHAN: Hukum Puasa Tatawwu, Tapi Belum Mengqadha Puasa Ramadhan PERTANYAAN Apa hukum puasa tatawwu` seperti: puasa enam hari di bulan Syawal, puasa sepuluh ...
Hadits Shahih Nabi: Puasa Sehari Waktu Perang Di Jalan Allah Sama Dengan Puasa 70 Tahun
Hadits No. 700 Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jika seorang hamba shaum sehari waktu perang di jalan Allah, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.