ISLAM ISLAMI

Yohanes 13:13 Untuk Mengklaim Yesus Tuhan, Ternyata Sudah Berubah Beberapa Kali

Spread the love

Dr Zakir Naik dalam setiap ceramahnya selalu mengatakan bahwa dirinya siap untuk memeluk agama kristen saat itu juga jika memang ada yang bisa menunjukkan satu ayat saja dalam injil yang menyatakan Yesus adalah tuhan yang harus disembah. Pernyataan tersebut kontan membuat para pendeta, pastur dan pemeluk Kristiani tertantang membuktikannya. Namun banyak sanggahan kepada dr Dzakir naik tersebut semakin menunjukkan kelemahan ajaran trinitas, justru tidak sedikit dari umat Kristiani yang memeluk Islam. Sanggahan yang sering dipakai adalah ayat Yohanes 13-13 untuk mengklaim bahwa Yesus itu Tuhan, ternyata sejarah menunjukkan bahwa ayat tersebut telah berulang kali dirubah oleh pihak tertentu. Berbeda dengan Injil, Quran adalah satu satunya kitab suci yang dijaga hingga akhir zaman

Inilah Sanggahan para saudara umat kristiani

  1. Yesus sendiri pernah mengakui secara eksplisit bahwa Dia adalah Allah. Dalam Yohanes 13:13 Dia berkata: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan”. Ini merupakan pernyataan eksplisit bahwa Yesus adalah Tuhan.  Jika kita memaparkan ayat ini kepada pihak Zakir Naik, dia mungkin akan memberikan dua dalih untuk menolak: (1) istilah “Tuhan” tidak sama dengan “Allah”; (2) kitab-kitab injil sudah diubah-ubah. Karena itu, marilah kita mencoba mengantisipasi dua dalih ini.
  2. Tentang sanggahan bahwa kitab-kitab injil sudah diubah-ubah, hal ini hanya sekadar tuduhan yang tidak berdasar. Tidak ada bukti historis atau logis apapun sebagai dukungan. Ini murni prasangka tanpa pembuktian. Kitab-kitab injil seperti yang kita miliki sekarang sudah tersebar sejak abad ke-2 Masehi, jauh sebelum kemunculan Islam. Jumlah salinan maupun terjemahan kuno Perjanjian Baru pun sangat melimpah (sekitar 5000). Kitab-kitab itu tidak mungkin diubah sesudah kemunculan Islam, karena salinannya sudah ada sejak abad ke-2. Kitab-kitab itu juga tidak mungkin diubah sebelum kemunculan Islam, karena persebaran salinan dan terjemahannya sudah sedemikian luas.

Dr. Laurence Brown dari leveltruth.com mengungkapkan “Kita berdua membaca Bibel siang dan malam, tetapi engkau membacanya sebagai hitam sementara aku membacanya sebagai putih.” (William Blake, The Everlasting Gospel)

Benarkah Bible tidak berubah ?

The Interpreter’s Dictionary of the Bible menyatakan, “Tidak ada satu kalimat pun dalam Perjanjian Baru di mana antara manuskrip yang satu dengan manuskrip lainnya yang sepenuhnya sama.” Faktanya adalah ada lebih dari 5.700 manuskrip Yunani yang menjadi bagian dari Perjanjian Baru.

Menurut Bart D. Ehrman yang sekarang dikenal luas, “Ada lebih banyak perbedaan dalam manuskrip-manuskrip Bibel daripada banyaknya kata-kata dalam Perjanjian Baru.” Kontradiksi dalam manuskrip dasarnya begitu banyak dan sangat fatal, sampai-sampai pemahaman agama berdasarkan Bibel hanya dapat dilihat melalui kacamata skeptisisme, karena faktanya tidak ada manuskrip orisinil yang telah selamat dari periode Kekristenan awal.

Lebih jauh, “Tidak ada satu pun dari manuskrip ini yang persis sama jika dibandingkan satu sama lain…. Dan beberapa dari manuskrip ini memiliki perbedaan yang signifikan. Ditambah lagi ada sekitar sepuluh ribu manuskrip Vulgata Latin, diperparah lagi banyaknya manuskrip kuno lainnya (misalnya manuskrip Suriah, Koptik, Armenia, Georgia, Ethiopia, Nubia, Gothic, Slavia). Jadi ada berapa manuksrip Perjanjian Baru totalnya? Dan mana yang harus kita pilih sebagai yang benar dari puluhan ribu manuskrip ini? Begitu banyak manuskrip yang tidak sesuai (bervariasi) dan tidak jarang saling bertentangan. Para sarjana memperkirakan jumlah variasi dalam manuskrip-manuskrip itu mencapai ratusan ribu, beberapa sarjana memperkirakan variasinya adalah sekitar 400.000 variasi. Menurut Bart D. Ehrman yang sekarang dikenal luas, “Ada lebih banyak perbedaan dalam manuskrip-manuskrip Bibel daripada banyaknya kata-kata dalam Perjanjian Baru.”

BACA  Heboh D Ehrman : Injil Perjanjian Baru Banyak Kontradiksi, Penulisnya Tidak Dikenal Bukan Murid Yesus

Metode penulisan yang buruk. Ketidakjujuran. Para penulisnya tidak kompeten. Doktrin-doktrin yang ditambahkan. Semuanya memperparah keadaan. Tak ditemukan satu manuskrip asli pun yang berasal dari Kristen masa awal (dekat-dekat masa Yesus).

Manuskrip lengkap paling kuno (Vatikan MS. No. 1209 dan Sinaitic Syriac Codex) berasal dari abad keempat, tiga ratus tahun setelah misi Yesus berakhir. Tapi dimanakah manuskrip aslinya? Hilang. Dan salinan dari manuskrip aslinya? Juga hilang. Naskah paling kuno yang kita miliki, dengan kata lain, adalah salinan dari salinan dari salinan dari salinan dari entah berapa banyak salinan dari aslinya.  Tidak heran manuskrip-manuskrip itu saling berbeda

Bahkan jika dilakukan oleh penulis-penulis terbaik, adanya kesalahan ketika menyalin adalah sesuatu yang sering terjadi. Namun, manuskrip Perjanjian Baru tidak disalin oleh penulis-penulis terbaik. Selama periode awal Kekristenan, para penulisnya tidak terlatih, tidak dapat diandalkan, tidak kompeten, dan dalam beberapa kasus sebagian dari mereka buta huruf.

Mereka yang matanya rabun bisa membuat kesalahan ketika melihat huruf-huruf dan kata-kata yang mirip, sementara mereka yang pendengarannya kurang baik bisa membuat kesalahan ketika menyalin manuskripnya seiring manuskrip itu dibacakan pada mereka. Seringkali para penulis juga terlalu banyak bekerja, dan karenanya cenderung membuat kesalahan karena rasa lelah menyerang mereka. Seperti dikatakan Metzger dan Ehrman, “Karena kebanyakan, jika tidak semua, dari mereka [para penulis Bibel] masih amatir dalam seni menyalin, sejumlah besar kesalahan dipastikan ada dalam teks-teks mereka ketika mereka menyalin.” Lebih parah lagi, beberapa penulis Bibel memasukkan doktrin-doktrin yang mereka percayai yang menyebabkan manuskripnya semakin berubah. Sebagaimana Ehrman menyatakan, “Para penulis yang menyalin teks mengubah teks tersebut. Lebih lanjut, Jumlah perubahan yang sengaja dibuat untuk kepentingan doktrin sulit untuk diukur banyaknya. Dan bahkan lebih khusus, “Dalam bahasa teknis kritik tekstual, para penulis Bibel ini telah ‘merusak’ teks-teksnya untuk kepentingan teologis.” Kesalahan terjadi dalam bentuk penambahan, penghapusan, pertukaran, dan modifikasi, paling sering yang diubah adalah kata-kata atau kalimat, tapi kadang-kadang seluruh ayatnya diubah. Faktanya, “banyak perubahan dan penambahan-penambahan yang dimasukkan ke dalam teks.”

Dalam bukunya Misquoting Jesus, Ehrman menyajikan bukti persuasif bahwa kisah perempuan yang berzina (Yohanes 7: 53-8: 12) dan dua belas ayat terakhir dari Markus tidak ada dalam manuskrip Bibel yang asli, tapi ditambahkah oleh para penulis Bibel pada periode kemudian. Lebih jauh, contoh di atas “hanyalah dua dari ribuan contoh dimana manuskrip Perjanjian Baru telah diubah-ubah oleh para penulis Bibel.”

BACA  Asbabun Nuzul Surat Ali Imran

Ini bukan berarti isi yang ada di dalamnya pasti salah, tapi jelas tidak juga berarti bahwa isinya benar. Jadi kitab mana yang dimodifikasi? Efesus, Kolose, 2 Tesalonika, 1 dan 2 Timotius, Titus, 1 dan 2 Petrus, dan Yudas. Sebanyak sembilan dari dua puluh tujuh kitab dan surat Perjanjian Baru, diduga telah dimodifikasi.

Historis Perubahan Surat Yohanes

  • ALKITAB VERSI TERKINI “Kamu menyebut Aku Guru dan TUHAN, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan TUHAN.” (Yohanes 13:13)
  • ALKITAB VERSI KSI (TAHUN 2000)“Kamu menyebut Aku Guru dan Junjungan. Memang sepatutnyalah demikian, karena Aku adalah Guru dan Junjungan.” (Yohanes 13:13)
  • ALKITAB VERSI ENDE (TAHUN 1969) “Kamu memanggil Aku Guru dan Tuan. Dan tepatlah demikian, sebab memang itulah Aku!”  (Yohanes 13:13)
  • ALKITAB VERSI SCHELLABEAR DRAFT (TAHUN 1912) “Adapun kamu menyebutkan aku guru dan Rabbi, maka patutlah katamu itu, karena akulah dia.” (Yohanes 13:13)
  • ALKITAB VERSI KLINKERT (TAHUN 1870) “Bahwa akoe dipanggil olihmoe goeroe dan toewan (baca: tuan), maka benarlah bagitoe, karena akoelah dia.”  (Yohanes 13:13)

AL QURAN DIJAGA HINGGA AKHIR ZAMAN

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَوَيۡلٌ لِّلَّذِينَ يَكۡتُبُونَ ٱلۡكِتَٰبَ بِأَيۡدِيهِمۡ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنًا قَلِيلًاۖ فَوَيۡلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَوَيۡلٌ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan. (al-Baqarah: 79)

Dalam Alquran surat Al Hijr (15) ayat 9, Allah berfirman, ”Sesungguhnya, Kami-lah yang menurunkan Alquran dan Kami pula yang menjaganya.” Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Alquran selama-lamanya hingga akhir zaman dari pemalsuan. Karena itu, mungkin puluhan jutaan umat Islam di dunia , mulai di zaman Rasulullah SAW hingga zaman modern ini hafal Alquran. Hebatnya semua penghafal Quran di dunia itu buhan janya isinya yang sama tidak berbeda satu hurufpun tetapi dengan makhraj dan tajwid yang sama. Hal inilah yang menunjukkan bahwa Alquran pun akan senantiasa terjaga hingga akhir zaman

 

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH

 

BACA  Al-Fatihah, Ummul Qur'an Induk Al-Qur'an
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *