ISLAM ISLAMI

INDEKS HADITS : HAJI DAN UMRAH

Hadits atau sunnah, adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Hadis dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur’an, dalam hal ini kedudukan hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an.

Hadis secara harfiah berarti “berbicara”, “perkataan” atau “percakapan”. Dalam terminologi Islam istilah hadis berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad. Menurut istilah ulama ahli hadis, hadis yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (taqrīr‎), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi  dan terkadang juga sebelumnya, sehingga arti hadis di sini semakna dengan sunnah.

Kata hadis yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan Sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.

INDEKS HADITS : HAJI DAN UMRAH


HR. Ad Dailami
Rasulullah Saw bersabda:
Air zam-zam bergantung kepada niat peminumnya.
Barangsiapa meminumnya untuk menyembuhkan penyakit niscaya Allah akan menyembuhkan penyakitnya atau untuk pengganjal rasa lapar niscaya Allah akan membuatnya kenyang atau untuk suatu keperluan niscaya Allah akan memenuhinya. Berarti air zam-zam merupakan penawar bagi semua penyakit.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Umar r.a:
Diriwayatkan oleh Torik bin Syihab r.a, berkata:
‘Orang-orang yahudi berkata kepada Umar r.a:
Kalian semuanya membaca sepotong ayat yang sekiranya ayat tersebut turun kepada kami niscaya kami akan jadikan hari tersebut sebagai satu hari raya’
Umar segera menjawab:
‘Aku amat mengetahui dimana ayat itu diturunkan serta bila ia diturunkan dan dimana Rasulullah Saw berada ketika ia diturunkan’
Ayat tersebut diturunkan di Arafah, ketika itu Rasulullah Saw sedang wukuf di Arafah.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Usamah bin Zaid r.a:
Diriwayatkan oleh Ibnu Juraij berkata:
Aku pernah bertanya kepada Ata’:
Apakah kalian pernah mendengar Ibnu Abbas r.a, berkata:
‘Kalian hanya diperintahkan untuk melakukan Tawaf bukan diperintah untuk memasuki kedalamnya’
Ata’ berkata: ‘Beliau tidak melarang dari memasukinya’
Tapi aku mendengar ia berkata:
Usamah bin Zaid r.a pernah menceritakan padaku:
‘Nabi Saw ketika masuk Baitullah, Beliau berdoa disetiap sudutnya dan Beliau tidak melakukan Shalat hingga keluar. Setelah keluar, Beliau Shalat dua rakaat didepan Baitullah’
Beliau bersabda:
‘Ini adalah Kiblat’
Kemudian aku bertanya kepada Usamah:
‘Pada setiap penjuru atau pada satu sudut saja ?’
Usamah menjawab:
‘Pada setiap sudut Baitullah adalah kiblat’

HR. Ibnu Hibban melalui Abu Said Al Khudri r.a
Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman:
Bahwa seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya dan Ku-luaskan jalan penghidupannya (rezekinya), sedangkan telah lewat masa lima tahun baginya keadaan tersebut, tetapi ia masih belum menziarahi Ka’bah berarti ia benar-benar diharamkan.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah masuk ke Ka’bah.
Didalamnya terdapat enam batang tiang.
Beliau berdiri dekat salah satu tiang lalu berdoa.
Beliau tidak menunaikan Shalat.

HR. Ad Dailami
Rasulullah Saw bersabda:
Apabila seseorang mengerjakan ibadah Haji dengan harta yang haram, lalu ia mengucapkan “Labbaika (kupenuhi panggilan-Mu)”.
Allah menjawabnya:
Tiada Labbaika dan tiada Sa’daika bagimu (tiada pemenuhan dan tiada kebahagiaan bagimu).

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, berkata:
Al-Baida’ adalah tempat yang kalian menyangka bahwa Rasulullah Saw pernah memakai ihramnya.
Sebenarnya Rasulullah Saw tidak memakai ihramnya kecuali dari Masjid yaitu Zul Hulaifah.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Qatadah r.a, berkata:
Kami pernah keluar bersama Rasulullah Saw ke daerah al-qahah. Dikalangan kami ada yang memakai ihram dan ada juga yang tidak memakainya. Tiba-tiba aku dan salah seorang sahabat melihat serombongan keledai liar. Aku memasang pelana kudaku dan mengambil lembingku, kemudian aku menunggang kuda tetapi pelana kudaku terjatuh, aku meminta sahabat-sahabat yang ber-ihram agar mengambil pelana kuda tersebut. Namun tidak seorangpun yang mau membantuku. aku terpaksa turun dari kuda untuk mengambilnya sendiri dan naik kembali. Aku melihat bagian belakang keledai tadi dibalik sebuah bukit kecil. Aku lalu menikamnya. Setelah aku sembelih, aku bawa kepada sahabat-sahabatku. sebagian dari mereka menyuruhku makan, sebagian lagi melarangku. Ketika itu kami dapati Nabi Saw berada didepan kami. Aku menghampiri Beliau lalu bertanya kepadanya.
Beliau bersabda:
‘Keledai itu halal, makanlah!’

HR. Bukhari, Muslim melalui Aisyah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Ada empat jenis binatang jahat yang bisa dibunuh ditanah halal ataupun ditanah haram, yaitu
-Burung elang,
-Burung gagak,
-Tikus dan
-Anjing liar.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
As-So’bu bin Sassamah telah menghadiahkan serombongan keledai liar kepada Nabi Saw sewaktu Beliau sedang berihram.
Beliau mengembalikan semula kepadanya, lalu bersabda:
Jika kami bukan berada dalam keadaan berihram sudah tentu kami telah menerimanya darimu.

HR. Ibnu Khuzaimah melalui Ibnu Abbas r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Hajar Aswad adalah batu Yaqut yang berwarna putih dari Surga kemudian menjadi hitam karena dosa-dosa kaum musyrikin.
Kelak dihari kiamat akan dibangkitkan sebesar bukit Uhud lalu memberikan kesaksian untuk penduduk dunia yang pernah memegang dan menciumnya.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah r.a, berkata:
Rasulullah Saw mengerjakan Haji Tamattu’ dengan berihram Haji dan Umrah secara bersamaan.
Para sahabat juga melakukan sebagaimana yang Beliau lakukan.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Zaid bin Arqam r.a:
Diriwayatkan oleh Abu Ishak, berkata:
Aku pernah bertanya Zaid bin Arqam: ‘Berapa kalikah kalian pernah ikut berperang bersama dengan Rasulullah Saw ?.
Zaid menjawab: ‘Tujuh belas kali’.
Zaid bin Arqam menceritakan kepadaku: ‘Rasulullah Saw pernah berperang sebanyak sembilan belas kali dan Beliau mengerjakan ibadah Haji hanya sekali setelah berhijrah yaitu Haji Wada’.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Abu Hurairah r.a, berkata:
Aku pernah disuruh oleh Abu Bakar As-Ahiddiq yang ketika itu ia dilantik oleh Rasulullah Saw menjadi pemimpin menangani masalah haji yaitu Amirul Haji sebelum terjadinya Haji Wada’ dan untuk menyampaikan pengumuman kepada seluruh manusia pada hari Nahr (hari Raya Kurban):
‘Bermula dari tahun ini orang-orang musyrik tidak dibolehkan lagi melakukan kegiatan Haji dan Tawaf di Baitullah dalam keadaan telanjang’

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Anas bin Malik r.a:
Diriwayatkan oleh Abdul Aziz bin Rufai’ r.a, berkata:
Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik:
‘Ceritakan kepadaku tentang sesuatu yang kalian ketahui dari Rasulullah Saw’
‘Dimanakah Beliau menunaikan Shalat Zuhur pada hari Tarwiyah yaitu hari Kedelapan Zulhijah ?’
Dia menjawab: ‘Di Mina’.
Aku bertanya lagi:
‘Dimanakah Beliau menunaikan Shalat Ashar pada hari Nafar ?’
Dia menjawab: ‘Di Al-Abtah’.
Kemudian dia berkata:
‘Lakukanlah sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemimpinmu’

HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Ibadat Umrah hingga ibadat Umrah berikutnya adalah kifarat dosa diantara keduanya.
Maka ibadah Haji yang Mabrur yaitu Haji yang diterima, tidak balasannya selain dari Surga.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, berkata:
Al-Fadhli bin Abbas pernah mengikuti Rasulullah Saw.
Seorang wanita dari daerah Khath’am menemui Beliau untuk meminta fatwa.
Al-Fadhli memandang wanita itu dan kebetulan wanita itu juga memandangnya.
Melihat keadaan itu Rasulullah Saw memalingkan wajah Al-Fadhli ke arah lain.
Wanita itu berkata: ‘Wahai Rasulullah!, Allah telah mewajibkan atas hamba-hambanya mengerjakan ibadah Haji. Aku dapati ayahku telah lanjut usia, tidak mampu bertahan diatas kendaraan. Bisakah aku menunaikan ibadah Haji sebagai gantinya ?’
Beliau menjawab: ‘Ya!’
Peristiwa ini terjadi ketika Beliau mengerjakan haji wada’.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah melakukan Shalat Zuhur dan Shalat Ashar secara Jama’.
Begitu juga Shalat Maghrib dan Shalat Isya’ secara Jama’ sedangkan Beliau bukan dalam keadaan perang atau Musafir.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Abdullah bin Mas’ud r.a:
Diriwayatkan oleh Abdulrahman bin Yazid r.a, berkata:
Abdullah bin Mas’ud r.a melontar di Jumrah Aqabah dari perlembahan Wadi.
Aku berkata: ‘Wahai Abu Abdulrahman!, orang-orang melontarnya dari atas’
Abdullah bin Mas’ud menjawab: ‘Demi Allah yang tidak Tuhan selain-Nya, disitulah tempat diturunkan surat Al Baqarah’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, berkata:
Rasulullah Saw terus membaca Talbiyah hingga Beliau melontar di Jumrah.

HR. Jabir bin Abdullah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Sepuluh hari di bulan Zulhijjah bagi Allah lebih utama daripada beberapa hari (dibulan lainnya).
Seorang laki-laki bertanya:
‘Wahai Rasulullah dia memang lebih mulia,
ataukah karena hitungannya sebagai jihad dijalan Allah SWT’.
Rasulullah menjawab:
Dia memang lebih utama daripada jumlah hitungannya sebagai jihad dijalan Allah SWT.

HR. Ahmad melalui Abdullah bin Amru r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT berbangga kepada Malaikat-Malaikat pada sore hari Arafah, karena ahli Arafah.
Allah SWT berfirman:
Kalian lihatlah kepada hamba-Ku, mereka mendatangi Aku dengan keadaan rambut kusut terurai dan berdebu.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Jaafar r.a, berkata:
Kebiasaannya Rasulullah Saw apabila pulang dari musafir akan disambut oleh anak-anak dari kalangan anggota keluarga Beliau.
Suatu hari Beliau kembali dari musafir aku mendahului menyambut Beliau lalu aku digendong oleh Beliau.
Setelah itu salah seorang dari anak Beliau yaitu Fatimah datang lalu membonceng dibelakang Beliau.
Kemudian kami bertiga menunggang binatang memasuki kota Madinah.

HR. Bukhari, Muslim melalui Abdullah bin Umar r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Tidak berdosa bagi orang yang membunuh lima jenis binatang walaupun ditanah Haram dan mereka dalam keadaan berihram.
Binatang-binatang tersebut ialah
-Tikus,
-Kalajengking,
-Burung gagak,
-Burung elang dan
-Anjing liar.

HR. Thabrani
Rasulullah Saw bersabda:
-Shalat di Masjidil Haram pahalanya sama dengan seratus kali Shalat di Masjidil Nabawi, dan
-Shalat di Masjidku sama dengan seribu kali Shalat, dan
-Shalat di Baitul Maqdis sama pahalanya denga lima ratus kali Shalat di Masjid-masjid tersebut.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Ketika peristiwa pembukaan kota Mekah, Rasulullah Saw bersabda:
Tidak lagi yang dinamakan hijrah dari Mekah, tetapi yang ada ialah jihad dan niat. Apabila kalian dipanggil oleh pemerintah untuk berperang maka berangkatlah.
Disaat yang lain ketika pembukaan kota Mekah, Rasulullah Saw juga pernah bersabda:
Sesungguhnya Allah mengharamkan kota Mekah sewaktu dia menciptakan langit dan bumi. Pengharaman itu terus hingga hari kiamat kelak. Sebelumku, tidak seorangpun yang dibolehkan berperang di negeri ini. Aku sendiripun tidak dibolehkan melakukan perkara yang sama kecuali satu ketika. Kota ini telah diharamkan oleh Allah hingga hari kiamat nanti. Pohon-pohon tidak bisa ditebang, binatang buruan tidak bisa dibunuh yaitu diburu, barang yang ditemui di kota ini tidak bisa diambil kecuali orang yang ingin mengumumkan, rumput-rumput tidak bisa dicabut atau dipotong
Al-Abbas r.a bertanya: ‘Apakah rumput lalang terkecuali wahai Rasulullah, karena ia sangat berguna kepada manusia ?.
Rasulullah Saw menjawab: Ya!, kecuali rumput lalang.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Abu Ayyub Al-Ansari ra:
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Hunain r.a, berkata:
Abdullah bin Abbas telah mengutus aku supaya bertemu Abu Ayyub Al-Ansari r.a.
Aku dapati dia sedang mandi diantara dua bukit dengan bertabirkan pakaian.
Aku mengucapkan salam kepadanya.
Dia bertanya: ‘Siapa itu ?’
Aku menjawab: ‘Aku!, Abdullah bin hunain’.
Ibnu Abbas bin Abbas menyuruh aku bertanya kepadamu, bagaimanakah Rasulullah Saw membasuh kepala ketika dalam keadaan ihram ?.
Abu Ayyub meletakkan tangan atas pakaiannya yaitu tabir tadi, lalu merendahkannya hingga kepalanya kelihatan.
Dia berkata kepada seseorang yang menuangkan air: ‘Siramlah!’.
Lalu disiram kepalanya dan dia menggosok kepalanya dengan kedua belah tangannya ke arah depan dan belakang.
Kemudian berkata: ‘Beginilah aku melihat Rasulullah Saw melakukannya’.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a, berkata:
Rasulullah Saw telah mencukur rambut dan di ikuti oleh beberapa orang sahabat Beliau.
Ada juga sahabat yang hanya memotongnya saja.
Abdullah berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda:
‘Allah merahmati orang yang mencukur rambutnya sekali atau dua kali’
Selanjutnya Beliau menyambung sabdanya:
‘Dan orang yang memotong rambut’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin Al-Ash r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah berdiri di Mina untuk menjawab pertanyaan orang-orang ketika mengerjakan Haji Wada’.
Seorang laki-laki datang lalu berkata:
‘Wahai Rasulullah!, aku telah bercukur secara tak sengaja sedangkan aku belum menyembelih kurban’
Beliau bersabda:
‘Sembelihlah kurban, itu tidak mengapa’
Kemudian datang seorang laki-laki lain lalu berkata:
‘Wahai Rasulullah!, aku telah menyembelih kurban secara tidak sengaja sedangkan aku belum melontar’.
Beliau bersabda:
‘Melontarlah, itu tidak mengapa’
Abdullah bin Amru bin Al-As berkata:
Setiap kali Rasulullah Saw ditanya tentang sesuatu yang telah terlanjur dilakukan (tidak sengaja), Beliau hanya bersabda:
‘Lakukanlah!, itu tidak mengapa’

HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Siapa yang berkunjung ke Baitullah dan tidak berbicara dengan percakapan yang keji serta tidak berbuat fasik maka dia akan kembali seperti ketika dia dilahirkan oleh ibunya.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Aku memberi air Zam-zam kepada Rasulullah Saw lalu Beliau meminumnya sambil berdiri.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Rasulullah Saw telah menetapkan Miqat
-Bagi penduduk Madinah di Zul Hulaifah,
-Bagi penduduk Syam di Juhfah,
-Bagi penduduk Najd di Qarnul Manazil dan
-Bagi penduduk Yaman di Yalamlam.
Miqat-miqat tersebut adalah untuk penduduk negeri itu serta bagi mereka yang melaluinya untuk menunaikan Haji dan Umrah.
Adapun selain dari mereka yang tersebut Miqatnya adalah mengikuti arah kedatangan mereka hingga penduduk Mekah-pun Miqatnya memadai dari Mekah.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Ayyub r.a, berkata:
Dia pernah Shalat Maghrib dan Isya’ secara Jama’ di Muzdalifah ketika mengerjakan Haji Wada’ bersama Rasulullah Saw.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Anas r.a, berkata:
Setelah Sayyidina Ali k.w kembali dari Yaman,
Nabi Saw bertanya kepadanya:
‘Bagaimana kalian berniat Haji dan bertalbiyah ?’
Sayyidina Ali k.w menjawab:
‘Aku berniat Haji dan bertalbiyah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Saw’
Beliau bersabda:
‘Kalaulah aku tidak membawa binatang kurban tentu aku telah bertahallul’

HR. Thabrani melalui Ibnu Umar r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Sesunguhnya sejak kamu keluar dari rumahmu menuju Baitul Haram, Allah telah menulis kebajikan untukmu dan menghapus kesalahanmu.
Adapun dua rakaatmu sesudah tawaf pahalanya seperti memerdekakan budak dari golongan bani israil.
Sa’i-mu antara Safa dan Marwah sesudah itu, pahalanya sama dengan memerdekakan tujuh puluh budak.
Wukufmu pada malam hari di Arafah, Allah SWT turun kelangit dunia dan membanggakan diri kepada para Malaikat karena kamu.
Allah SWT berfirman: “Para hamba-Ku datang kepada-Ku dengan rambut kusut penuh debu dari seluruh pelosok lembah yang dalam, mereka mengharapkan Surga seperti tetesan hujan atau seperti buih dilaut, pasti Aku ampuni mereka, berbondonglah hamba-Ku, kalian telah mendapatkan ampunan dan juga orang yang kalian mintakan Syafa’at”
Adapun mengenai melempar jumrahmu, setiap batu yang kamu lemparkan sebagai tebusan dosamu yang besar.
Adapun mengenai sembelihmu, Allah simpan untukmu di sisi-Nya.
Adapun mengenai mencukur rambut, dari setiap helai rambut, kamu mendapatkan kebajikan dan dihapuskanan satu kesalahan.
Setelah tawafmu di Baitul Haram dan sesudah itu, maka dosamu sudah dihapuskan.
Malaikat berkata: “berbuatlah untuk masa yang akan datang, dosamu dimasa lalu telah diampuni”.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a berkata :
Rasulullah Saw pernah berkhutbah kepada kami:
‘Wahai manusia!, Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian mengerjakan haji, tunaikanlah haji’
Seorang laki-laki bertanya:
‘Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah ?.
Beliau hanya diam saja hingga laki-laki tadi mengulangi pertanyaannya tiga kali.
Rasulullah Saw menjawab:
‘Jika aku katakan ya!, tentu wajib dilakukan setiap tahun dan kalian tidak mungkin mampu melakukannya’
Beliau bersabda lagi:
‘Tinggalkanlah sesuatu yang aku tidak galakkan kepada kalian. Kemusnahan umat yang terdahulu dari kalian ialah karena mereka banyak bertanya dan tidak ada persefahaman dengan Nabi mereka. Jadi apabila aku perintahkan sesuatu kepada kalian, lakukanlah sebisa kalian dan apabila Aku melarang dari melakukan sesuatu, tinggalkanlah!’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid Al-Mazini r.a, berkata:
Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah bersabda:
‘Tempat yang berada diantara rumahku dan mimbarku adalah diantara taman-taman Surga’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a, berkata:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw mengusap benda yang ada di Ka’bah melainkan Rukun Yamani dan Batu Hitam (Hajarul Aswad).

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, berkata:
Apabila Rasulullah Saw melakukan Tawaf di Baitullah, pertama sekali Beliau berlari-lari kecil sebanyak tiga putaran dan berjalan sebagaimana biasa sebanyak empat putaran.
Beliau bersa’i secara berlari-lari kecil dilembah (diantara dua lampu hijau) diantara Shafa dan Marwah.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Ibnu Abbas r.a:
Diriwayatkan oleh Abu Hasan Al-A’raj r.a, berkata:
Seorang laki-laki dari bani Al-Hujaim bertanya kepada Ibnu Abbas:
‘Bagaimanakah dengan fatwa yang telah tersebar dikalangan orang-orang bahwa orang yang telah selesai mengerjakan Tawaf di Baitullah bisa bertahallul ?’
Beliau menjawab:
‘Itu adalah sunnah Nabi kalian, sekiranya kalian suka’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, berkata:
Rasulullah Saw terus membaca Talbiyah hingga Beliau melontar di Jumrah.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Anas bin Malik r.a:
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Abu Bakar As-Saqafi, berkata:
Dia bertanya kepada Anas bin Malik sewaktu mereka berdua dalam perjalanan dari mina ke Arafah:
‘Apakah yang kalian lakukan ketika bersama Rasulullah Saw dihari seperti ini?’
Anas menjawab:
‘Diantara kami ada yang bertalbiyah dan ada yang bertakbir. Beliau tidak melarang kami’

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Usamah bin Zaid r.a:
Diriwayatkan oleh Ibnu Juraij berkata:
Aku pernah bertanya kepada Ata’:
Apakah kalian pernah mendengar Ibnu Abbas r.a, berkata:
‘Kalian hanya diperintahkan untuk melakukan Tawaf bukan diperintah untuk memasuki kedalamnya’
Ata’ berkata: ‘Beliau tidak melarang dari memasukinya’
Tapi aku mendengar ia berkata:
Usamah bin Zaid r.a pernah menceritakan padaku:
‘Nabi Saw ketika masuk Baitullah, Beliau berdoa disetiap sudutnya dan Beliau tidak melakukan Shalat hingga keluar. Setelah keluar, Beliau Shalat dua rakaat didepan Baitullah’
Beliau bersabda:
‘Ini adalah Kiblat’
Kemudian aku bertanya kepada Usamah:
‘Pada setiap penjuru atau pada satu sudut saja ?’
Usamah menjawab:
‘Pada setiap sudut Baitullah adalah kiblat’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Dulu manusia pernah beranjak ke setiap arah setelah melakukan ibadah Haji.
Lalu Rasulullah Saw bersabda:
“Janganlah sekali-kali kalian beranjak pergi hingga mengakhirinya di Baitullah yaitu melakukan Tawaf Wada’ lebih dahulu”

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, berkata:
Setelah Rasulullah Saw tiba di Masjidil Haram.
Beliau terus melakukan Tawaf di Baitullah sebanyak tujuh putaran.
Mendirikan Shalat sebanyak dua rakaat dibelakang makam Ibrahim, serta
Bersa’i diantara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Rasulullah Saw adalah contoh teladan yang baik untuk kalian.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a, berkata:
Aku telah mengadu persoalan yang aku hadapi kepada Rasulullah Saw.
Lalu Beliau bersabda:
‘Lakukanlah Tawaf dibelakang mereka dengan menunggang binatang’
Lalu Aku melakukan Tawaf maka Rasulullah Saw Shalat ditepi Ka’bah sambil membaca surat Ath-Thuur.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah bertanya kepada seorang wanita dari kaum Anshar tetapi aku terlupa nama wanita tersebut sebagaimana yang diberitahu oleh Ibnu Abbas.
Beliau bersabda:
‘Apakah yang menghalangi kalian dari mengerjakan ibadah Haji bersamaku ?’
Wanita itu menjawab:
‘Sebenarnya tidak ada halangan bagi kami, cuma kami hanya mempunyai dua unta. Suami dan anakku telah pergi mengerjakan Haji dengan serombongan unta. Tinggallah kepada kami serombongan unta untuk mengangkat air’
Rasulullah Saw bersabda:
‘Apabila tiba bulan Ramadhan pergilah mengerjakan Umrah karena mengerjakan Umrah pada bulan tersebut pahalanya sama dengan mengerjakan Haji’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Dari Nabi Saw, seorang laki-laki telah terjatuh dari untanya hingga patah lehernya lalu meninggal dunia.
Kemudian Nabi Saw bersabda:
‘Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara serta kafanilah dia dengan kedua pakaiannya dan jangan kalian tutupi kepalanya karena sesungguhnya Allah akan menghidupkannya kembali pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah r.a, berkata:
Aku pernah memakaikan wangi-wangian pada tubuh Rasulullah Saw ketika Beliau ingin memakai ihram untuk berihram dan ketika bertahallul sebelum Beliau Tawaf di Baitullah.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, berkata:
Al-Baida’ adalah tempat yang kalian menyangka bahwa Rasulullah Saw pernah memakai ihramnya.
Sebenarnya Rasulullah Saw tidak memakai ihramnya kecuali dari Masjid yaitu Zul Hulaifah.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Sayyidina Umar bin Al-Khattab r.a:
Sayyidina Umar bin Al-Khattab r.a pernah mencium Hajarul Aswad.
Kemudian dia berkata:
‘Demi Allah!, aku tahu kalian hanyalah sebuah batu, sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah Saw menciummu pasti aku tidak akan menciummu’

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Abdullah bin Umar r.a:
Diriwayatkan oleh Nafi’ r.a, berkata:
Abdullah bin Umar r.a pernah keluar sewaktu terjadi fitnah (musibah) untuk mengerjakan Umrah.
Dia berkata: ‘Jika aku terhalang dari sampai ke Baitullah, aku akan melakukan seperti yang pernah aku lakukan bersama Rasulullah Saw’.
Lalu dia berihram Umrah dan berjalan hingga sampai ke Baida’
Dia berpaling kepada teman-temannya dan berkata: ‘Aku bersaksi bahwa aku telah berniat Haji bersama Umrah secara bersamaan’.
Kemudian dia meneruskan perjalanan.
Setelah tiba di Baitullah dia terus melakukan Tawaf sebanyak tujuh putaran dan bersa’i diantara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, tidak lebih dari itu. Apabila telah selesai, dia menyembelih dam.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Ayyub r.a, berkata:
Dia pernah Shalat Maghrib dan Isya’ secara Jama’ di Muzdalifah ketika mengerjakan Haji Wada’ bersama Rasulullah Saw.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, berkata:
Apabila Rasulullah Saw Musafir sebelum matahari condong ke barat, Beliau menangguhkan Shalat Zuhur ke waktu Ashar.
Kemudian Beliau turun (berhenti) dan menghimpunkan kedua Shalat tersebut.
Akan tetapi sekiranya matahari telah condong ke arah barat sebelum Beliau berangkat maka Beliau mendirikan Shalat Zuhur lebih dahulu kemudian barulah Beliau berangkat.

HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Kota Madinah adalah Tanah Haram.
Siapa yang melakukan suatu perbuatan dosa atau memberi perlindungan kepada orang yang melakukan perbuatan dosa maka dia akan dilaknat oleh Allah dan para Malaikat serta seluruh manusia.
Pada hari kiamat kelak, Allah tidak akan menerima taubat dan fidyahnya.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah menyebut-nyebut tentang kota Madinah:
Seandainya kota ini ditinggalkan oleh penduduknya, keadaannya tetap utuh yaitu baik.
Walaupun ia hanya dihuni oleh Al-Awafi yaitu binatng-binatang buas dan burung.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid bin A’sim r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah bersabda:
Sesungguhnya Nabi Ibrahim a.s, telah memuliakan yaitu mengharamkan kota Mekah dan mendoakan keberkatan terhadap penduduknya.
Maka sesungguhnya akupun memuliakan yaitu mengharamkan kota Madinah, sebagaimana Nabi Ibrahim a.s telah memuliakan yaitu mengharamkan kota Mekah.
Dan sesungguhnya aku juga telah mendoakan keberkatan makanan di kota Madinah sebagaimana yang pernah didoakan oleh Nabi Ibrahim a.s kepada penduduk Mekah.

HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Satu kali Shalat di Masjid-ku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali Shalat ditempat lain kecuali Masjidil Haram.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, berkata:
Rasulullah Saw bersabda:
‘Ya Allah, berikanlah ampunan kepada orang yang mencukur rambut’
Para sahabat bertanya:
‘Wahai Rasulullah!, bagaimana pula dengan orang yang hanya memotongnya ?’
Beliau bersabda:
‘Ya Allah, berikanlah ampunan kepada orang yang mencukur rambut’
Mereka bertanya lagi:
‘Wahai Rasulullah!, bagaimana dengan orang yang hanya memotongnya ?.
Beliau bersabda:
‘Ya Allah!, berikanlah ampunan kepada orang yang mencukur rambut’
Mereka bertanya lagi:
‘Wahai Rasulullah!, bagaimana dengan orang yang hanya memotongnya ?.
Rasulullah Saw bersabda:
‘Dan kepada orang yang memotongnya’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, berkata:
Nabi Saw pernah ditanya mengenai masalah sembelihan kurban, bercukur, melontar, mendahulukan dan melewatkannya.
Beliau menjawab:
‘Tidak mengapa!’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Sayyidatina Hafsah, berkata:
‘Wahai Rasulullah Saw, mengapakah mereka telah bertahallul sedangkan engkau belum bertahallul dari Umrah ?’
Beliau menjawab:
‘Aku telah terlanjur menjalin rambutku dan aku telah memberi tanda pada binatang bahwa aku akan jadikan sebagai dam. Jadi aku tidak akan bertahallul melainkan setelah menyembelihnya’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a, berkata:
Lafaz Talbiyah Rasulullah Saw ialah,
‘Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda Waan Ni`mata Laka Walmulk, Laa Syariika Lak’

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Anas r.a, berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah Saw menggabungkan dua bacaan Talbiyah sekaligus yaitu:
‘Tuhanku!, aku penuhi panggilanmu untuk menunaikan ibadat Umrah serta ibadah Haji’
‘Tuhanku!, aku penuhi panggilanmu untuk memenuhi ibadat Umrah dan ibadah Haji’

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Abdullah bin Umar r.a:
Diriwayatkan oleh Nafi’ r.a, berkata:
Abdullah bin Umar r.a pernah keluar sewaktu terjadi fitnah (musibah) untuk mengerjakan Umrah.
Dia berkata: ‘Jika aku terhalang dari sampai ke Baitullah, aku akan melakukan seperti yang pernah aku lakukan bersama Rasulullah Saw’.
Lalu dia berihram Umrah dan berjalan hingga sampai ke Baida’
Dia berpaling kepada teman-temannya dan berkata: ‘Aku bersaksi bahwa aku telah berniat Haji bersama Umrah secara bersamaan’.
Kemudian dia meneruskan perjalanan.
Setelah tiba di Baitullah dia terus melakukan Tawaf sebanyak tujuh putaran dan bersa’i diantara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, tidak lebih dari itu. Apabila telah selesai, dia menyembelih dam.

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Sayyidatina Aisyah r.a, berkata:
Perkara pertama yang dilakukan oleh Rasulullah Saw apabila tiba di Mekah ialah berwudhu kemudian melakukan Tawaf di Baitullah.

HR. Bukhari, Muslim
Hadits Sayyidatina Aisyah r.a:
Diriwayatkan oleh Urwah r.a, berkata:
Aku berkata kepada Sayyidatina Aisyah r.a:
‘aku pikir, jika seseorang tidak bersa’i antara Shafa dan Marwah tidak mengapa’.
Dia bertanya:
‘kenapa?’.
Aku menjawab, karena Allah SWT telah berfirman:
‘Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah (hingga ke akhir ayat)’
Beliau berkata:
“Allah tidak menganggap sempurna Haji atau Umrah seseorang yang tidak bersa’i antara Shafa dan Marwah’. Kalaulah benar seperti katamu itu pasti tidak terjadi satu kesalahan jika tidak bersa’i diantara kedua tempat tersebut. Tahukah kalian perkara itu?. Sesungguhnya pada zaman jahiliyah golongan Anshar memuji dua berhala yang berada ditepi laut yang bernama Isaf dan Naailah. Kemudian mereka datang lalu bersa’i antara Shafa dan Marwah selanjutnya mereka mencukur rambut. Setelah kedatangan Islam, mereka malas bersa’i di kedua tempat tersebut sebagaimana kebiasaan mereka lakukan pada waktu jahiliyah. Lalu Allah SWT menurunkan firmannya: ‘Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah’ (hingga akhir ayat)’ “
Tambah Beliau lagi:
“Bersa’i-lah kalian diantara keduanya”

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a, berkata:
Aku telah mengadu persoalan yang aku hadapi kepada Rasulullah Saw.
Lalu Beliau bersabda:
‘Lakukanlah Tawaf dibelakang mereka dengan menunggang binatang’
Lalu Aku melakukan Tawaf maka Rasulullah Saw Shalat ditepi Ka’bah sambil membaca surat Ath-Thuur.

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH
BACA  Tokoh Muda NU Garis Lurus: Belajarlah dari Muhammadiyah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *