ISLAM ISLAMI

INDEKS HADITS : UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH

Hadits atau sunnah, adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Hadis dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur’an, dalam hal ini kedudukan hadis merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an.

Hadis secara harfiah berarti “berbicara”, “perkataan” atau “percakapan”. Dalam terminologi Islam istilah hadis berarti melaporkan, mencatat sebuah pernyataan dan tingkah laku dari Nabi Muhammad. Menurut istilah ulama ahli hadis, hadis yaitu apa yang diriwayatkan dari Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya (taqrīr‎), sifat jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi  dan terkadang juga sebelumnya, sehingga arti hadis di sini semakna dengan sunnah.

Kata hadis yang mengalami perluasan makna sehingga disinonimkan dengan Sunnah, maka pada saat ini bisa berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan ketetapan ataupun hukum.


INDEKS HADITS : UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH

HR. Ad Dailami melalui Anas bin Malik r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Dosa merupakan kesialan bagi orang yang bukan pelakunya yaitu apabila ia mencacinya niscaya ia akan mendapat cobaan dosa tersebut dan
Apabila ia mengumpatnya berarti ia melakukan dosa serta apabila ia rela dengannya berarti ia bersekutu dengan pelaku dosa.

HR. Ahmad melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Bila kamu sekalian mendengar seorang berkata:
‘Telah binasalah manusia’
Maka dia-lah orang yang paling binasa.
Allah SWT berfirman:
‘Sesungguhnya dia inilah yang paling binasa’

HR. Muslim
Nabi saw bertanya: “Tahukah kalian, apakah umpatan itu ?”.
Mereka para sahabat menjawab: “Tuhan dan utusan-Nya lebih tahu”.
Nabi saw bersabda: “Engkau menyebut saudaramu dengan apa yang ia benci”.
Ada yang bertanya: “Bagaimana kalau hal itu memang ada padanya ?”.
Beliau saw menjawab: “Kalau apa yang kamu katakan ada padanya, maka kamu mengumpatnya. Dan kalau tidak ada pada dirinya apa yang kamu katakan, maka kamu benar-benar berbohong kepadanya”

HR. Ahmad, Malik
Seorang lelaki bertanya kepada Nabi saw: “Apakah mengumpat itu ?”.
Nabi saw menjawab: “Engkau menyebutkan dari seseorang apa yang ia tidak suka mendengarya”.
Lalu dia berkata: “Wahai Nabi, walaupun benar ?”.
Nabi saw menjawab: “Kalau apa yang kamu katakan salah, maka itu adalah bohong”

HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Apabila seorang hamba perempuan milik salah seorang diantara kalian melakukan perbuatan zina dan telah terbukti maka hukumlah dia dengan merotannya dan janganlah kalian memakinya.
Jika dia mengulanginya lagi perbuatan zina itu maka rotanlah dia dan
Janganlah kalian memakinya. dan
Jika dia mengulanginya lagi buat kali ketiganya dan terbukti maka juallah dia walaupun dengan harga sehelai rambut.

HR. Bukhari, Muslim
Tatkala Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya termasuk dosa besar yang paling besar adalah makian lelaki kepada orangtuanya”.
Para sahabat bertanya: “Bagaimana dia memaki kedua orangtuanya ?”.
Beliau saw menjawab: “Dia memaki bapak ibu lelaki lain, lalu lelaki lain itu memaki bapak ibunya”

HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Dzar r.a, berkata:
Pernah terjadi kata-kata kasar antara aku dan saudaraku dimana ibunya bukan berbangsa Arab (hamba).
Aku telah menghinanya dari pihak ibunya. Maka dia mengadukan halku kepada Nabi Saw.
Kemudian aku menemui Nabi Saw lalu Beliau bersabda:
Wahai Abu Dzar, sesungguhnya akhlakmu masih seperti orang-orang jahiliyah.
Aku menjawab:
‘Wahai Rasulullah, bukankah seseorang yang mencaci orang lain itu sama dengan mencaci ayah dan ibunya sendiri’
Beliau bersabda lagi:
‘Wahai Abu Dzar, sesungguhnya akhlakmu itu masih seperti orang-orang jahiliyah, mereka itu adalah saudara-saudaramu sendiri, mereka dijadikan oleh Allah berada dibawah kekuasaanmu. Maka berilah kepada mereka makanan seperti yang kalian makan. Berilah kepada mereka pakaian seperti yang kalian pakai dan janganlah kalian memaksa mereka melakukan kerja yang mereka tidak mampu melakukannya. Sekiranya terpaksa dilakukan maka hendaklah kalian turut membantunya’

HR. Abuys Syekh melalui Jabir bin Abdullah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Janganlah kalian mengerjakan ghibah (mengumpat), karena sesungguhnya ghibah (mengumpat) dosanya lebih besar daripada berzina.
Sesungguhnya seseorang terkadang melakukan zina lalu bertaubat maka Allah mengampuninya tetapi orang yang melakukan ghibah (mengumpat), Allah SWT tidak akan mengampuninya sebelum orang yang diumpatnya memaafkannya.

HR. Bukhari melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Puasa itu perisai (benteng).
Maka janganlah berkata kotor dan jangan berbuat bodoh.
Bila seseorang ingin membunuhnya atau mencaci makinya hendaklah yang berpuasa berkata `sesungguhnya saya ini berpuasa` sebanyak dua kali.

HR. Thabrani melalui Abdullah Ibnu Busr r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Bukan termasuk umatku, yaitu
– Pendengki,
– Pengumpat dan
– Peramal.
Dan akupun tidak termasuk golongan mereka.

BACA  Lafazh Bacaan shalawat Dalil Shahih, Tanpa Sayidina

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *