ISLAM ISLAMI

VIDEO YOUTUBE PILIHAN: Shalat Berjamaah Di Masjid, Berdiam Diri Hingga Syuruq

Shalat jamaah Subuh di Masjid, Bediam Diri hingga Syuruq, Masya Allah Pahalanya Serupa Haji & Umroh
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Shalat Syuruq adalah shalat 2 raka’at setelah syuruq (syuruq artinya terbit matahari) atau diawal waktu dhuha, bagi orang yang mengamalkannya ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang haji dan umrah, sempurna pahala haji dan umrahnya.

Dalil hadits

Imam at-Tirmidzi dan at-Thabrani, dapat disimpulkan bahwa syarat sah-nya shalat syuruq adalah ; diawali dengan shalat subuh berjama’ah di masjid, kemudian dia menetap duduk dimasjid tersebut sambil berzikir kepada Allah hingga terbit matahari, karena tidak boleh langsung shalat pas matahari terbit, sebab ia adalah waktu yang dilarang didalamnya shalat, maka tunggulah hingga keluar dari waktu yang terlarang itu, yaitu saat matahari sudah naik dari tempat terbitnya kira-kira setinggi satu tombak, kemudian shalat dua rakaat, inilah yang disebut dengan shalat syuruq atau shalat isyraq sebagaimana disebutkan dalam kitab Bughyatul Mutathawwi’ fi Shalati at-Thathawwu’ karya Syeikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul.

Catatan Penting : dzikir yang dimaksud bisa dilakukan dengan beragam cara, misalnya dengan membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan yang lainnya, atau bisa juga dengan membaca al-Qur’an, termasuk bisa juga dengan belajar ilmu-ilmu syara’, membaca kitab atau menyimak kajian ilmu-ilmu syari’at yang diadakan dimasjid tempat kita shalat jama’ah hingga terbit matahari.

Adapun dalil disunnahkannya shalat syuruq adalah hadis yang dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dalam Sunannya Kitab Jumu’ah Bab Disunnahkan duduk dimasjid setelah shalat subuh berikut ini ;

عَنْ أَنَسٍ بن مالك رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى الغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ. (أخرجه الترمذي كتاب الجمعة)

Artinya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wa sallama bersabda : “Barang siapa yang shalat subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir sampai matahari terbit yang kemudian dilanjutkan dengan shalat dua raka’at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah.” dia (Anas radliallahu ‘anhu) berkata, Rasulullah bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya).” (HR. at-Tirmidzi dalam Kitab al-Jumu’ah)

Imam at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini adalah hadis hasan gharib dan dihasankan juga oleh Syeikh al-Albani.

BACA  Hadits Nabi Tentang Salat: Dimana Posisi Tangan Setelah I'tidal Saat Salat ?

Selain hadis ini ada juga hadis lain riwayat Imam at-Thabrani dengan sedikit perbedaan redaksi, ada penyebutan sabhata ad-dhuha (diawal waktu dhuha) yang inti makna keseluruhan hadisnya sama saja.

SHALAT SYURUQ DENGAN SHALAT DHUHA

  • Sebagian ulama ada yang menyamakan antara shalat dhuha dan shalat syuruq, pembedanya shalat syuruq itu adalah shalat dhuha yang dilakukan diawal waktu.
  • Sebagian ulama lain ada yang membedakannya secara tegas, seperti Syeikh Athiyyah bin Muhammad Salim rahimahullah dalam kitab Syarh Bulughil Maram, termasuk juga Ibnu Jibriin dalam Kitab Syarh Umdatul Ahkam.
  • Shalat Syuruq adalah shalat yang waktu pelaksanaannya khusus dengan syarat-syarat yang sudah disebutkan diatas, sedangkan shalat dhuha tidak disyaratkan harus duduk dimasjid setelah subuh hingga matahari terbit. Shalat dhuha waktunya lebih longgar, mulai dari waktu shalat syuruq hingga sebelum masuk waktu zhuhur.
  • Waktu shalat dhuha yang paling utama adalah disaat sengatan panas sinar matahari sudah mulai terasa. Diceritakan bahwa Zaid bin Arqam melihat suatu kaum shalat dhuha, kemudian ia berkata : (bukankah) mereka sudah mengetahui bahwa shalat dhuha yang dikerjakan bukan disaat seperti ini adalah lebih utama. Kemudian beliau menyebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam. عن زيد بن أرقم قال : إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ. (رواه مسلم) Artinya : Dari Zaid bin Arqam ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat awwabin (orang yang bertaubat) dikerjakan ketika anak unta mulai beranjak karena kepanasan.” (HR. Muslim)

Imam an-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kata ar-ramdhaa (bentuk mashdar dari kata ra-ma-dha) adalah ketika anak unta yang baru disapih merasakan panasnya sinar matahari, atau ketika pasir sudah terasa panas karena sinar matahari, dan kata fishaal adalah bentuk jamak dari kata fashiil yaitu anak unta yang baru disapih.

BACA  Al Imam An Nawawi : Shalat Jumat Dijalan Tetap Dibolehkan

Shalat dhuha disebut oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagai shalat awwaabiin, shalatnya orang-orang yang bertaubat, makanya zikir yang diajarkan dan dipraktekan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setelah shalat dhuha adalah banyak memohon ampun kepada Allah dan banyak bertaubat, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Aisyah radhiyallahu anha ;

عن عائشة رضي الله عنها , قالت : صلى رسول الله صلى الله عليه و سلم الضحى, ثم قال : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ , وَتُبْ عَلَيَّ , إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ . حتى قالها مائة مرة ( أخرجه البخاري صححه الالباني في صحيح الادب المفرد)

Artinya : Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhaa beliau berkata : Rasulullah shalat Dhuha, kemudian beliau berdzikir : Allahumma ighfirliy, wa tub ‘alayya, innaka Anta at-tawwaabur rahiim, hingga beliau membacanya sebanyak 100 kali. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufraad, hadis ini dinilai shahih oleh Syeikh al-Albaani dalam kitab Shahih al-Adab al-Mufrad)

RASULULLAH BIASA DUDUK BERDZIKIR DIMASJID SETELAH SUBUH HINGGA TERBIT MATAHARI

Kebiasaan duduknya Nabi setelah shalat subuh sambil berdzikir hingga terbit matahari ini berdasarkan laporan dari Sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu :

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ قَعَدَ فِي مُصَلَّاهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ. (أخرجه النسائي, مسلم, أبوداود، الترمذي، أحمد والدارمي)

Artinya : Dari Jabir bin Samurah dia berkata; “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bila selesai shalat fajar, beliau tetap duduk ditempat shalatnya hingga matahari terbit.” (HR. An-Nasai, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi)

DAFTAR INDEKS HADITS, klik di bawah ini

§  AGAMA ISLAM §  AKAL MANUSIA
§  AL QURAN §  ADZAN SEBELUM SHALAT
§  DAJAL §  UMPATAN, CACI MAKI DAN GHIBAH
§  BALA’ §  SIFAT BURUK IRI DAN DENGKI
§  AZAB ALLAH §  DZIKIR KEPADA ALLAH
§  AMPUNAN ALLAH §  HAL YANG DIBENCI DAN DIMURKAI ALLAH
§  AMAL MANUSIA §  HAL YANG DISAYANGI, DICINTAI DAN DISUKAI ALLAH
BACA  Dalil dan Hukum membaca doa Iftitah Saat Shalat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *