ISLAM ISLAMI

Kitab Suci dan Sejarah Tunjukkan Allah Yang Disembah Islam dan Kristen Ternyata Sama.

Ada banyak kesamaan antara Islam dan Kristen secara umum. Zakir Naik menyebut, sebenarnya Kristen pun mengajarkan tauhid, keesaan Tuhan. Dalam ceramah umum bertajuk Similarity Between Islam and Christianity, Zakir Naik mengatakan Islam, Alquran menjelaskan tauhid. Dalam Injil pun disebutkan Musa menyeru kepada Bani Israel bahwa hanya ada satu tuhan. Isa juga menyeru Bani Israil menyembah Allah, Tuhannya Isa dan Tuhan Bani Israel. ‘Jadi kalau baca Alquran dan Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, Tuhan hanya satu, yaitu Allah. Ternyata bukan hanya injil dan Quran, sejarah juga banyak mencatat bahwa nama Allah adalah sesmbahan Tuhan yang satu, Dalam Islam sejak Quran diturunkan 1400 tahun lalu hingga zaman milenial sekarang sangat konsisten tentang Tauhid dan sesembahannya adalah Allah. Demikian juga dalam rekam jejak sejarah sejak dahulu kata Allah adalah sebutan sesembahan dari umat Kristen.  Tetapi entah mengapa  sejak tahun 1930 kelompok Kristen tertentu merubah sebutan Allah menjadi Tuhan. 

Konsep tauhid dalam Islam ada dalam surat Al Ikhlas. Di sana Allah SWT menjelaskan diri-Nya Maha Esa, tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tak ada yang serupa dengan-Nya. Ini, kata Zakir Naik, merupakan konsep teologi yang utuh.

Begitu pula dalam surat Al Baqarah ayat 177 yang menyebut iman kepada Allah SWT di urutan pertama. Alquran adalah kunci menyampaikan Islam kepada non-Muslim. ”Adalah kewajiban Muslim untuk sampaikan nilai Islam kepada non-Muslim dan yang pertama adalah tauhid; menyembah Allah saja,” kata Zakir Naik di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (8/4).

Dalam Injil pun disebutkan Musa menyeru kepada Bani Israel bahwa hanya ada satu tuhan. Isa juga menyeru Bani Israil menyembah Allah, Tuhannya Isa dan Tuhan Bani Israel. ”Jadi kalau baca Alquran dan Alkitab Perjanjian Lama dan Baru, Tuhan hanya satu, Allah SWT,” demi kata ahli perbandingan Agama Dr Zakir Naik.

Sebenarnya secara rasional memang Allah yang disembah Islam dan Kristen harusnya memang sama. Sang Pencipta yang patut disembah yang menciptakan manusia harusnya satu atau Esa. Bahkan hukum manusia di Indonesia yang disepakati oelh para pendiri bangsa yang terdiri semua wakil suku dan agama telah  merumuskan Pancasila yang mencantumkan bahwa Allah itu Esa. Sebenernya sejarah di Indonesiapun dulu  juga menunjukkan kesamaan bahwa sesembahan umat Islak dan Kristen adalah sama.

Siapakah Allah itu ?

Allah adalah kata bahasa Arab untuk Tuhan (al-Ilāh, arti harfiah: Yang berhak disembah).Kata ini terutama digunakan oleh umat Muslim untuk menyebut Tuhan dalam Islam,  tetapi juga telah digunakan oleh Arab Kristen sejak masa pra-Islam. Umat Kristen yang ikut memakai kata Allah karena terpengaruh Bahasa Arab ini ada di berbagai negara, selain di Timur Tengah, ada juga gereja-gereja di Malaysia dan Indonesia. Selain Kristen, umat beragama lain yang secara aktif menyebut Tuhan dengan kata Allah ini antara lain: penganut Babisme, Baha’i, Mandean, Yahudi Mizrahi, serta Sikhisme walaupun tidak secara eksklusif.

Etimologi dari kata Allāh telah dibahas secara luas oleh para filolog Arab klasik. Ahli tata bahasa dari aliran Basra menganggapnya sebagai salah satu yang dibentuk secara “spontan” (murtajal) atau sebagai bentuk lāh yang pasti (dari akar kata bahasa lyh dengan makna “luhur” atau “tersembunyi“)]. Yang lain berpendapat bahwa itu dipinjam dari bahasa Syria atau Ibrani, tetapi sebagian besar menganggapnya berasal dari kontraksi kata Arab yang al- “the” dan ilāh “god, god” menjadi al-lah yang berarti “the god“, atau ” Tuhan”. Mayoritas sarjana modern dengan skeptis meyakini teori yang terakhir, dan melihat kemungkinan kata ini merupakan pinjaman.

BACA  ​Hidup Sesudah Mati : Cerita Jibril Pada Muhammad Luarbiasa Panasnya Neraka

Kemiripan kata atau nama “Allāh” ada dalam bahasa Semit lainnya, termasuk bahasa Ibrani dan Aram. Bentuk bahasa Aram yang sesuai adalah Elah (אלה), tetapi bentuk empatiknya adalah Elaha (אלהא). Ini ditulis sebagai ܐܠܗܐ (ʼĔlāhā) dalam bahasa Aram Alkitab dan ܐܲܠܵܗܵܐ (ʼAlâhâ) dalam bahasa Syria sebagaimana digunakan oleh Gereja Asyur, keduanya hanya berarti “Tuhan”.

Sejarah Buktikan Allah Adalah Sesembahan Kristen

Sejarah agama kristen juga banyak menunjukkan bahwa sebutan Tuhan adalah Allah. Penutur bahasa Arab dari semua agama Abraham, termasuk Kristen dan Yahudi, menggunakan kata “Allah” untuk berarti “Tuhan”. Orang-orang Arab Kristen saat ini tidak memiliki kata lain untuk “Tuhan” selain dari kata “Allah”. Kata Allah dalam tradisi Kristen Asyria (Church of the east) di Mesopotamia (sekarang Iraq) juga digunakan daalam liturgi berbahasa Arab. Demikian juga Gereja Syria dan Koptik Mesir yang sama-sama telah menyebar sejak abad 1, semenjak Yesus mengutus para murid-Nya ke berbagai daerah. Bahkan keturunan bahasa Arab yang berbahasa Malta,, menggunakan kata Allah untuk “Tuhan” meskipun hampir seluruh populasi Malta adalah pemeluk agama Katolik Roma.

Orang Kristen Arab, menggunakan istilah Allāh al-ab (الله الأب) untuk Allah Bapa, Allāh al-ibn (الله الابن) untuk Allah Anak, dan Allāh al-rūḥ al-quds (الله الروح القدس) bagi Allah Roh Kudus di dalam banyak ritual Tradisi Gereja. Contoh tradisi Tanda Salib berdoa, memasuki ruang ibadah, dan juga pembaptisan. Mereka mengadopsi bismillāh Muslim, dan juga menciptakan bismillāh mereka sendiri di awal abad ke-8. Bismillah Muslim berbunyi: “Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Sedangkan Bismillāh Trinitias berbunyi: “Dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Satu Tuhan.” Doa Syria, Latin, dan Yunani tidak memiliki kata “Satu Tuhan” di akhir. Penambahan ini dibuat untuk menekankan aspek monoteistik dari keyakinan Trinitarian dan juga untuk membuatnya lebih familiar di kalangan Muslim. Menurut Marshall Hodgson, tampaknya pada masa pra-Islam, beberapa orang Kristen Arab menziarahi Ka’bah yang ketika itu adalah bangunan kuil pagan, menghormati Allah di sana sebagai Tuhan Sang Pencipta.

Beberapa temuan arkeologi telah mengarah pada penemuan prasasti pra-Islam kuno dan makam yang dibuat oleh orang Kristen Arab di reruntuhan gereja di Umm el-Jimal di Yordania Utara, yang berisi referensi kata-kata Allah. Beberapa kuburan berisi nama-nama seperti “Abd Allah” yang berarti “hamba/pelayan Allah”. Nama Allah dapat ditemukan berkali-kali dalam laporan dan daftar nama-nama para martir Kristen di Arab Selatan, seperti yang dilaporkan oleh dokumen-dokumen Syriac antik tentang nama-nama para martir dari era kerajaan Himyarite dan Aksumite. Seorang pemimpin Kristen bernama Abd Allah ibn Abu Bakar bin Muhammad menjadi martir di Najran pada tahun 523, karena ia mengenakan cincin yang mengatakan “Allah adalah Pemilikku”. Dalam sebuah prasasti martyrion Kristen pada tahun 512 M, referensi untuk Allah dapat ditemukan dalam bahasa Arab dan Aram, yang memanggilnya “Allah” dan “Alaha“, dan tulisan dimulai dengan pernyataan “Dengan Pertolongan Allah”.

Dalam Injil pra-Islam, nama yang digunakan untuk Tuhan adalah “Allah”, sebagaimana dibuktikan oleh beberapa versi bahasa Arab Perjanjian Baru yang ditemukan oleh orang-orang Kristen Arab selama era pra-Islam di Arabia Utara dan Selatan.

Orang-orang Kristen Arab pra-Islam dilaporkan telah meneriakkan pekikan “Ya La Ibad Allah” (Wahai hamba-hamba Allah) untuk saling mengundang sesama dalam sebuah pertempuran. “Allah” juga disebutkan dalam puisi Kristen pra-Islam oleh beberapa penyair Ghassanid dan Tanukhid di Suriah dan Arabia Utara. Selain itu ML Hjälm dalam penelitian terbarunya (2017) menyatakan bahwa “manuskrip yang berisi terjemahan Injil ditemukan paling awal tahun 873”

BACA  Apa makna wasilah ?

Irfan Shahid mengutip koleksi ensiklopedia abad ke-10 Kitab al-Aghani mencatat bahwa orang-orang Kristen Arab pra-Islam diketahui telah mengangkat seruan perang “Ya La Ibad Allah“, artinya Wahai hamba Allah mari kita terjun berperang. Menurut Shahid, bagi sarjana Muslim abad ke-10 Al-Marzubani, “Allah” juga disebutkan dalam puisi Kristen pra-Islam oleh beberapa penyair seperti Ghassanid dan Tanukhid di Suriah dan Arab Utara

Allah Dalam Islam Konsisten

Dalam konsep Islam tentang Allah dari era Nabi Muhammad , Tuhan disebut Allah dan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir, dan Hakim bagi semesta alam.

Islam menitikberatkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tunggal dan Maha Kuasa (tauhid). Dia itu wahid dan Esa (ahad), Maha Pengasih dan Maha Kuasa. Menurut Al-Quran terdapat 99 Nama Allah (asma’ul husna artinya: “nama-nama yang paling baik”) yang mengingatkan setiap sifat-sifat Tuhan yang berbeda. Semua nama tersebut mengacu pada Allah, nama Tuhan Maha Tinggi dan Maha Luaa. Di antara 99 nama Allah tersebut, yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah “Maha Pengasih” (ar-rahman) dan “Maha Penyayang” (ar-rahim).

Penciptaan dan penguasaan alam semesta dideskripsikan sebagai suatu tindakan kemurah hatian yang paling utama untuk semua ciptaan yang memuji keagungan-Nya dan menjadi saksi atas keesan-Nya dan kuasa-Nya. Menurut ajaran Islam, Tuhan muncul di mana pun tanpa harus menjelma dalam bentuk apa pun termasuk menjelma menajdi manusia. Al-Quran menjelaskan, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Al-‘An’am 6:103).

Tuhan dalam Islam tidak hanya Maha Agung dan Maha Kuasa, namun juga Tuhan yang personal: Menurut Al-Quran, Dia lebih dekat pada manusia daripada urat nadi manusia. Dia menjawab bagi yang membutuhkan dan memohon pertolongan jika mereka berdoa pada-Nya. Di atas itu semua, Dia memandu manusia pada jalan yang lurus, “jalan yang diridhai-Nya.” Islam mengajarkan bahwa Tuhan dalam konsep Islam merupakan Tuhan sama yang disembah oleh kelompok agama Abrahamik lainnya seperti Kristen dan Yahudi. Namun, hal ini tidak diterima secara universal oleh kalangan kedua agama tersebut.

Kontroversi kata “Allah” di Indonesia

Ketika Injil dan Quran menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa dan sejarah mebgjngkapkan bahwa  sesembahannya sama bernama Allah. Tetapi belakangan ini muncul kontroversi di kalangan Kristen di Indonesia terkait kata Allah ini dimulai dengan masuknya Gerakan Nama Suci yang berasal dari Amerika sekitar tahun 1930-an. Gerakan modern ini masuk ke Indonesia secara bergelombang, dimulai sekitar 1970-an oleh dua orang pendeta di Yogyakarta. Kemudian tahun 1980-an dipelopori oleh rohaniwan Kristen yang murtad dari Islam, mereka mendirikan Yayasan Nehemia pada tahun 1987. Mereka banyak menginjili umat Muslim dengan mengajarkan bahwa Allah adalah nama Dewa Arab bukan nama Tuhan sejati dalam buku: Siapakah yang Bernama Allah itu?

Tradisi penyebutan kata Allah dalam kalangan Kristen sebenarnya berasal dari Alkitab yang mereka pegang sendiri. Dalam sejarah penterjemahan Alkitab, Albert Cornelius Ruyl, seorang pedagang Belanda yang menterjemahkan Alkitab ke Bahasa Melayu pada tahun 1962. Di dalam terjemahannya ini sudah memuat nama Allah. Saat itu, bahasa yang dipakai adalah Bahasa Melayu, sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Kata “Tuhan” (Inggris: God, Yunani: Theos, Ibrani: El/Eloah/Elohim) belumlah digunakan. Buku pertama yang memberi keterangan tentang hubungan kata tuan dan Tuhan adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ pada tahun 1976. Menurut buku tersebut, arti kata Tuhan ada hubungannya dengan kata Melayu tuan yang berarti atasan/penguasa/pemilik. Jadi yang terjadi pada umat Kristen di Nusantara dulu seperti yang terjadi pada umat Kristen di Arab, mereka hanya mengenal kata Allah sebagai pengganti kata Yunani “Theos“.

BACA  Inilah Hukumnya Bagi Wanita Yang Berhalangan Saat Shalat Ied

Bahasa Indonesia sendiri baru mulai dibakukan sebagai bahasa pemersatu pada Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Dan dalam perjalanan waktu, pemerintah menerbitkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang menjadi pedoman definisi kata atau istilah yang mulai terbit pada tahun 1988. Di dalam KBBI inilah, makna kata “Allah” dicatatkan menjadi sebuah nama bukan jabatan. Allah adalah nama Tuhan dalam Bahasa Arab atau merujuk kepada bagi sesembahan Umat Islam. Allah yang merupakan sebuah nama, maka tidak bisa diterjemahkan seperti kata jabatan. Kata ini berbeda makna dengan kata “Tuhan” yang artinya adalah sesembahan manusia (Inggris: God).

Terjemahan Baru LAI memuat kata ALLAH, Allah, dan allah dengan makna yang berbeda-beda. Proses penterjemahan Alkitab yang dimulai sejak abad 17 oleh pihak Hindia-Belanda, kemudian diambil alih oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang mulai berdiri secara resmi pada 9 Februari 1954. Versi terjemahan LAI yang dipakai saat ini adalah Terjemahan Baru yang sudah diselesaikan sejak 1974. Walaupun KBBI edisi I sudah mulai memuat makna kata Allah yang berbeda dengan kata Tuhan pada tahun 1988, mereka tetap memakai kata Allah untuk menggantikan kata El/Eloah/Elohim (Ibrani) dan kata Theos Yunani sampai saat ini. TB LAI juga merekam kata-kata ALLAH (semua huruf besar) dan allah (semua huruf kecil) selain kata Allah. Terlepas apakah Allah itu adalah nama dewa atau bukan, sarjana sastra banyak menyoroti LAI karena terjemahannya tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa kita. Di lain pihak, pengikut Geraka Nama Suci terus menggaungkan bahwa pengucapan kata Allah bisa berujung pada penyembahan berhala. Maka kontroversi nama Allah di Indonesia ini semakin ramai terjadi.

Referensi

  1.  “God”. Islam: Empire of Faith. PBS. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-27. Diakses tanggal 18 December 2010.
  2.  “Islam and Christianity”, Encyclopedia of Christianity (2001): Orang Kristen dan Yahudi berbahasa Arab juga menyebut Tuhan dengan nama Allāh.
  3.  Gardet, L. “Allah”. Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. Encyclopaedia of Islam Online. Brill Online. Diakses tanggal 2 May 2007.
  4.  Merriam-Webster. “Allah”. Merriam-Webster. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-04-20. Diakses tanggal 25 February 2012.
  5.  Spencer C. Tucker, The Encyclopedia of Middle East Wars: The United States in the Persian Gulf, Hal 87 “Allah adalah nama Tuhan dan satu-satunya Tuhan yang disembah baik oleh orang Kristen dan Yahudi, Memang, nama Arab Allah juga digunakan oleh orang Kristen arab untuk Tuhan”.
  6. Christian Julien Robin (2012). Arabia and Ethiopia. In The Oxford Handbook of Late Antiquity. OUP USA. pp. 304–305. ISBN 9780195336931

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *