ISLAM ISLAMI

Masjid Ghamamah dan Kisah Bersejarah Rasulullah Salat Minta Hujan

Spread the love

 

Masjid Ghamamah artinya masjid mendung atau awan tebal di arah barat daya Masjid Nabawi ± 500 meter. Lokasi masjid ini pada jaman Rasulullah Saw. merupakan alun-alun atau tanah lapang di tengah-tengah kota. Setiap shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha Nabi selalu melaksanakan di alun-alun ini, juga pada waktu Shalat Istisqa (shalat minta hujan) karena pada acara-acara tersebut Nabi memerintahkan semua kaum muslimin mengikutinya termasuk para wanita yang sedang haid. Ketika Nabi Muhammad Saw. dan penduduk kota Madinah melakukan shalat minta hujan, belum lagi acara itu selesai, sudah datanglah mendung kemudian menurunkan hujan. Masjid ini dinamakan dengan Ghamamah (yang berarti awan), diriwayatkan ada sebuah awan yang menghalangi sinar matahari ketika Nabi Muhammad sedang salat di tempat ini.

 

Masjid Al-Ghamamah adalah sebuah masjid di Madinah, Arab Saudi, yang berdiri di tempat yang dipercayai sebagai lokasi Muhammad melaksanakan salat id pada tahun 631. Masjid ini sempat tidak dipergunakan lagi, tetapi baru-baru ini masjid ini kembali digunakan untuk beribadah. Masjid ini merupakan salah satu masjid peninggalan bersejarah di kota Madinah.

Masjid ini berbentuk persegi panjang. terdiri dari dua bagian: pintu masuk dan tempat salat, pintu masuk berbentuk persegi panjang dengan panjang 26 meter dan lebar 4 meter serta memiliki 5 kubah berbentuk lingkaran. Tempat salatnya memiliki luas dengan panjang 30 meter dan lebar 15 meter serta memiliki 6 kubah berbentuk lingkaran dan kubah terbesar terdapat pada bagian atas mihrab.

Sejarah Rasulullah

  • Dari riwayat lain dikatakan “pada suatu ketika Nabi khutbah Idul Fitri terlalu panjang atau lama sehingga para jamaah gelisah karena terik matahari, datanglah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari hingga acara selesai”. Untuk mengingatkan acara ini dibangunlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung. Masjid ini sampai sekarang masih digunakan shalat lima waktu bagi orang-orang disekitar, namun tidak lagi digunakan tempat shalat Idul Fitri, Idul Adha, Istisqa, atau Jum’atan.
  • Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz antara tahun 86 sampai 93 Hijriah, dan direnovasi oleh Sultan Hasan bin Muhammad bin Qalawan Ash-Shalihi sebelum tahun 761 Hijriah. Kemudian direnovasi kembali oleh Syarif Saifuddin Inal Al-Ala’i pada tahun 861 Hijriah. Kemudian renovasi selanjutnya pada masa Sultan Abd-ul-Mejid I pada tahun 1275 Hijriah / 1859[1] dengan membangun bangunan baru yang bentuknya sama seperti sekarang ini, serta ada beberapa renovasi pada masa Sultan Abdul Hamid II dan beberapa renovasi pada masa Pemerintahan Arab Saudi.
  • Salah satu tempat yang biasa digunakan oleh Rasulullah SAW mendirikan shalat Id adalah di lapangan yang terletak di kawasan al-Manakha. Lokasi ini terletak sekitar 300 meter dari Masjid Nabawi. Sebagai bentuk penghormatan atas kebiasaan Rasul SAW mendirikan shalat di tempat tersebut, didirikanlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Al-Mushalla, yakni masjid tempat shalat. Di Masjid inilah Rasul mendirikan shalat Idul Fitri atau Idul Adha. Abu Hurairah berkata, Setiap kali Rasulullah melalui Al-Mushalla, Baginda akan menghadap ke arah kiblat dan berdoa. Masjid Al-Musalla yang sekarang dikenal sebagai Masjid Al-Ghamamah terletak di sebelah timur Madinah, yaitu berhadapan dengan Pasar Tamar sekarang. Letak masjid ini berdampingan dengan Masjid Nabawi di sebelah barat. Dari arah Babus Salam, bila kita melihat ke arah barat akan terlihat masjid yang memiliki kubah-kubah kecil. Warnanya kelabu dan berkubah putih. Disebut dengan Al-Mushalla yang berarti tempat shalat karena Rasulullah mengerjakan shalat hari raya di sekitar kawasan terbuka, yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat khas shalat hari raya. Konon, peristiwa itu terjadi pada tahun kedua Hijriyah.
  • Karena itu, masjid ini memiliki sejarah penting dalam kehidupan umat Islam. Menurut riwayat, Khalifah Umar bin Khattab adalah orang yang membangun masjid ini persis di tempat shalat Nabi SAW. Adapun bangunan masjid yang ada sekarang ini adalah peninggalan pembangunan Sultan Abdul Majid al-Utsmani. Masjid ini pernah direnovasi kembali pada masa Raja Fahd (1411H).
BACA  Masjid Sabilillah Kota Malang, Serasa Shalat Di Masjid Al Haram

 

Alunan Suara Luarbiasa Surat ad Dhuha: Jangan Berbuat Buruk Pada Anak Yatim dan Peminta minta
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Alunan Syahdu Merdu Al Humazah: Harta, Pengumpat dan Nerakah Hutamah
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

YOUTUBE PILIHAN: Alunan Alfatihah Suara Paling Merdu dan Paling Dahsyat Seorang Anak
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO




.


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *