ISLAM ISLAMI

Masjid Al Miqat atau Masjid Bir Ali, Tempat Rasulullah Miqat Untuk Ihram Haji

 

Masjid Al-Muhrim adalah nama lain dari Masjid Al-Miqat yang ada di Zul Hulaifah yang saat ini lebih populer dengan nama Masjid Bir Ali atau Abyar Ali. Dinamakan Masjid Al-Muhrim karena di masjid inilah Rasulullah Saw. dan para sahabat mengambil miqat untuk ihram hajinya.  Masjid Al-Muhrim sendiri terletak di Lembah aqiq kira-kira 15 kilo meter dari Masjid Nabawi. Masjid Al-Muhrim ini diberi pula nama Masjid Bir Ali atau Zul Hulaifah karena di tempat inilah dulu Sayidina Ali bin Abi Thalib mengisolir diri di saat beliau menghindari memberikan baiat khilafah kepada Usman bin Affan. Jarak dari Masjid Bir Ali ke Kota Mekah sebenarnya masih cukup jauh. Perlu waktu 4 sampai 6 jam naik bus untuk tiba di Mekah karena jaraknya masih lebih kurang 450 km.

Masjid Bir Ali dibangun pada masa Rasulullah SAW. Dulunya terdapat sebuah pohon berbentik akasia, pohon tersebut menjadi tempat bernaungnya Rasulullah SAW ketika ingin menjalani umrah. Kemudian masjid ini dibangun di dekat pohon tersebut. Perjalanan dimulai dari Madinah, jarak tempuh dari kota Madinah ke Bir Ali sekitar 15 kilometer. Menggunakan mobil hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon), karena sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya masjid yang cantik ini dibangun di tempat Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Kemudian, beberapa orang mungkin juga menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.

Sebagaimana disyariatkan, ada 3 hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat, termasuk miqat di Bir Ali ini, yaitu: Pertama, mandi sunah ihram dan memakai pakaian ihram. Kedua, salat sunah ihram 2 rakaat. Ketiga, berniat ihram serta bertalbiyah.

BACA  Masjid Khandaq atau Masjid Tujuh (As Sab'ah) dan Sejarah Perang Khandaq

Masjid Bir Ali, terlihat bangunan megah seperti benteng kokoh berbentuk persegi yang memiliki menara menjulang tinggi. Bangunan ini menghadap bukit berbatu cadas juga berpasir, dipisahkan oleh jalan utama selebar 8 mobil berjajar. Memiliki fasilitas parkiran yang mampu memuat ratusan kendaraan besar dan kecil.

Sesampainya di dalam masjid, tampak sebuah taman hijau , sejuk dan asri di antara masjid dan toilet yang digunakan untuk bersih-bersih dan berganti kain ihram. Di sekitar masjid terdapat sekitar  512 toilet dan 566 dibagi menjadi beberapa pintu utama toilet, diantaranya diperuntukkan khusus pria, wanita dan juga bagi jemaah yang memiliki keukarangan fisik. Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau harum. Terdapat banyak petugas kebersihan yang sangat sigap dan cepat membersihkan semua lingkungan masjid, Sehingga masjid tampak bersih dan berbau harum di sekitar masjid.

Setelah membersihkan diri dan mengenakan kain ihram, para jemaah melaksanakan shalat sunnah Ihram di dalam masjid dialasi oleh karpet berwana merah. Ruangan masjid, dihiasi puluhan pilar kokoh. Masing-masing pilar terdapat lekukan berbentuk jendela untuk meletakan mushaf Alquran.

Usai melaksanakan salat sunah, para jemaah berkumpul dan mulai berniat untuk umrah wajib, dilanjutkan membaca tabliyah bersama-sama menuju bus untuk melanjutkan perjalanan ke Mekah dan melaksanakan umrah di Masjidil haram.

Sejarah

  • Menurut catatan sejarah, lokasi ini dijadikan Rasulullah SAW tempat melaksanakan miqat dan berihram untuk umrah. Yang kemudian saat ini para jemaah seluruh penjuru dunia meneladani jejak Rasullnya untuk miqat dan berihram di Bir Ali.
  • Miqat artinya batas bagi dimulainya ibadah haji. Bir ali menjadi tempat miqat bagi para jemaah yang memulai perjalanannya dari Madinah. dahulu disebut dengan nama Dzul hulaifah.
  • Sejarah nama Bir Ali diberikan saat Ali bin Abi thalib menggali sumur dengan jumlah yang sangat banyak di masjid ini. oleh karenanya tempat ini diberi nama Bir Ali, bir yang artinya adalah sumur dengan bentuk jamak, sedangkan Ali adalah tokoh yang telah menggali sumur tersebut paling banyak. namun saat ini sumur-sumur itu tertutup oleh bangunan-bangunan disekitar masjid dan masjid itu sendiri.
  • Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87-93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi), lalu pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun 1981 sampai 2005.
  • Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah. Keseluruhan areal Masjid Bir Ali luasnya sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun
BACA  Foto Paling Indah Masjid Al Nabawi

 

Alunan Suara Luarbiasa Surat ad Dhuha: Jangan Berbuat Buruk Pada Anak Yatim dan Peminta minta
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Alunan Syahdu Merdu Al Humazah: Harta, Pengumpat dan Nerakah Hutamah
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

YOUTUBE PILIHAN: Alunan Alfatihah Suara Paling Merdu dan Paling Dahsyat Seorang Anak
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO




.


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *