ISLAM ISLAMI

Masjid Khandaq atau Masjid Tujuh (As Sab’ah) dan Sejarah Perang Khandaq

Masjid-masjid yang Tujuh (Al-Masajid As-Sab’ah) atau Sab’u Masajid merupakan salah satu kompleks bersejarah yang dikunjungi oleh para wisatawan kota Madinah. Masjid ini merupakan gabungan dari tujuh masjid kecil, yang sebenarnya hanya enam masjid ditambah dengan Masjid Qiblatain yang dikunjungi dalam waktu yang bersamaan sehingga disebut dengan Masjid Tujuh. Tidak ada perintah dari Nabi S.A.W. maupun dalil syari’at yang menunjukan atas keutamaan mengunjungi masjid-masjid ini.
Masjid-masjid ini terletak di barat Gunung Sala’ yaitu merupakan tempat terjadinya Pertempuran Khandaq.

Masjid-masjid yang Tujuh (Al-Masajid As-Sab’ah) atau Sab’u Masajid 

  • Masjid Al-Fath Merupakan masjid terbesar di antara masjid-masjid yang lainnya, terletak di kaki Gunung Sala’ bagian barat. Diriwayatkan bahwa masjid ini dinamakan dengan Al Fath karena tempat ini merupakan tempat salat Nabi Muhammad selama Pertempuran Khandaq atau dikarenakan hasil pertempuran tersebut adalah kemenangan bagi orang islam, (dalam bahasa Arab Fath berarti kemenangan). Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan diperbaharui oleh Menteri Saifuddin Abu al-Hija tahun 575 Hijriah pada masa Kesultanan Utsmaniyah.
  • Masjid Salman Al-Farisi Terletak 20 meter selatan Masjid Al Fath, dinamakan dengan nama Salman Al-Farisi karena ialah sebagai penggagas pembuatan parit pada Pertempuran Khandaq. Masjid ini dibangun pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dan diperbaharui oleh Menteri Saifuddin Abu al-Hija tahun 575 Hijriah pada masa Kesultanan Utsmaniyah.
  • Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Terletak 15 meter tenggara Masjid Salman Al-Farisi. Ketiga masjid ini (Masjid Al-Fath, Masjid Salman Al-Farisi dan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq) telah dihancurkan dan dibangun menjadi satu masjid dan pelatarannya yang luas.
  • Masjid Umar bin Khattab Terletak 10 meter selatan Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq. Masjid ini berada di tempat yang lebih tinggi, dan bentuknya sesuai dengan bentuk Masjid Al-Fath, diperkirakan dibangun dan diperbaharui pada waktu yang sama.
  • Masjid Ali bin Abi Thalib Terletak di timur Masjid Fathimah Az-Zahra, di sebuah bukit kecil. Masjid ini memiliki panjang 8,5 meter dan lebar 6,5 meter. Diriwayatkan di tempat inilah Ali bin Abi Thalib ikut serta dalam Pertempuran Khandaq. Sekarang ini, Pihak Pemerintah Kota Madinah membangun kembali masjid ini dan mempertahankan bentuk aslinya serta membangun taman-taman disekelilingnya seperti sebuah taman besar yang dihiasi dengan satu bangunan kecil.
  • Masjid Fathimah Az-Zahra Masjid ini disebut juga Masjid Saad bin Muadz. Merupakan masjid terkecil dibandingkan yang lainnya, dengan luas 4 x 3 meter. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Ustmaniyah, pada masa Sultan Abdul Majid I.
BACA  Foto Luarbiasa Indah kota Mekah dan Masjidil Haram

Khandag

  • Khandaq dari segi bahasa berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandak adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy bersama dengan sekutu-sekutunya dari Yahudi Bani Nadir, Bani Ghathfan dan lain-lainnya.
  • Pada saat Rasulullah Saw. mendengar kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya akan menggempur kota Madinah, Rasulullah Saw. bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya, bagaimana cara menanggulangi penyerangan tersebut.
  • Pada waktu itu sahabat Nabi, Salman Al Farisi memberikan saran supaya Rasulullah Saw. membuat benteng pertahanan berupa parit, usul tersebut diterima oleh Rasulullah Saw. Maka digalilah parit pertahanan tersebut di bawah pimpinan Rasulullah Saw. sendiri. Peristiwa pengepungan kota Madinah ini terjadi pada bulan syawal tahun ke lima Hijriyah.
  • Peninggalan perang Khandaq yang ada sampai sekarang hanyalah berupa lima buah pos yang dulunya berjumlah tujuh, yang menurut sebagian riwayat tempat tersebut adalah bekas pos penjagaan, dan sekarang ini dibangun Masjid yang megah di Khandaq.

Perang Khandaq

Pertempuran Khandaq  juga dikenal sebagai Pertempuran Al-Ahzab, Pertempuran Konfederasi, dan Pengepungan Madinah terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi, pengepungan Madinah ini dipelopori oleh pasukan gabungan antara kaum kafir Quraisy makkah dan yahudi bani Nadir (al-ahzaab). Pengepungan Medinah dimulai pada 31 Maret, 627 dan berakhir setelah 27 hari.Orang-Orang Yahudi yang diusir lalu ditempatkan di Khaibar, sebuah wilayah di luar Kota Madinah. Hal itu membuat mereka kecewa dan marah. Mereka terdiri atas duasuku utama, yaitu Bani Nadhir dan Bani Wail.

Pertempuran ini dinamai Pertempuran Khandaq karena parit yang digali oleh umat Islam dalam persiapan untuk pertempuran. Kalimat Khandaq kata adalah bentuk bahasa Arab dari bahasa Persia “kandak” (yang berarti “Itu yang telah digali”).

Pertempuran juga disebut sebagai Pertempuran Konfederasi. Al-Qur’an menggunakan istilah sekutu (Arab الاحزاب) dalam surah Al-Ahzab [Quran 33:9-32] untukmenunjukkan konfederasi Arab pagan dan Arab Yahudi terhadap Islam.

BACA  Panduan dan Tuntunan Muhamadiyah : Ibadah di Masjid Saat New Normal Wabah cobid19

Pertempuran

  • Pengepungan adalah “pertempuran kecerdasan”, di mana para ahlik taktik Muslim mengatasi lawan-lawan mereka, sementara jatuh korban sangatlah sedikit. Upaya konfederasi untuk mengalahkan kaum Muslim gagal, dan kekuatan Islam menjadi berpengaruh di wilayah tersebut. Akibatnya, tentara Muslim mengepung sekitar Banu Qurayza, yang mengarah ke penyerahan tanpa syarat mereka. Kekalahan itu menyebabkan Mekah kehilangan perdagangan mereka dan sebagian besar adalah kehormatan harga diri mereka.
  • Untuk melindungi Madinah dari serangan gabungan, maka dibuatlah parit sebagai strategi berperang untuk menghindari serbuan langsung dari pasukan Al-Ahzab Quraisy dan bani Nadir. Strategi pembuatan parit di sela sela daerah yang tidak terlindungi oleh pegunungan sebagai tempat perlindungan adalah strategi dari sahabat Rasulullah S.A.W bernama Salman al-Farisi yang berasal dari Persia, sehingga perang ini disebut dengan pertempuran parit/khandaq. Sejatinya strategi ini berasal dari Persia, yang dilakukan apabila mereka terkepung atau takut dengan keberadaan pasukan berkuda.
  • Lalu digalilah parit di bagian utara Madinah selama sembilan/sepuluh hari. Pasukan gabungan datang dengan kekuatan 10.000 pasukan yang siap berperang. Pasukan gabungan membuat kemah di bagian utara Madinah, karena di tempat itu adalah tempat yang paling tepat untuk melakukan perang. Pada Pertempuran Khandaq, terjadi pengkhianatan dari kaum Yahudi Bani Qurayzhah atas kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya untuk mempertahankan kota Madinah, tetapi bani Quraizhah mengkhianati perjanjian itu.
  • Setelah terjadi pengepungan selama satu bulan penuh Nua’im bin Mas’ud al-Asyja’i yang telah memeluk Islam tanpa sepengetahuan pasukan gabungan dengan keahliannya memecah belah pasukan gabungan. Lalu Allah S.W.T mengirimkan angin yang memporakporandakan kemah pasukan gabungan, memecahkan periuk-periuk mereka, dan memadamkan api mereka. Hingga akhirnya pasukan gabungan kembali ke rumah mereka dengan kegagalan menaklukan kota Madinah. Setelah peperangan itu, Rasulullah dan para sahabat berangkat menuju kediaman bani quraizah untuk mengadili mereka.

Konfederasi

  • Awal tahun 627, orang-orang Yahudi dari Bani Nadir bertemu dengan Quraisy Mekah Arab. Huyayy bin Akhtab, bersama dengan para pemimpin lainnya dari Khaybar, melakukan perjalanan untuk sumpah setia dengan Safwan di Mekah. Sebagian besar tentara Konfederasi dikumpulkan oleh pagan Quraish Mekah, yang dipimpin oleh Abu Sufyan, yang menerjunkan 4.000 prajurit, 300 penunggang kuda, dan 1.000-1.500 orang pada unta.
  • Bani Nadir mulai meriahkan para perantau dari Najd. Mereka meminta Bani Ghatafan dengan membayar setengah dari hasil panen mereka. Rombongan kedua terbesar ini, menambahkan kekuatan sekitar 2.000 300 laki-laki berkuda yang dipimpin oleh Unaina bin Hasan Fazari. Bani Asad juga setuju untuk bergabung dengan mereka yang dipimpin oleh Thulaihah al-Asadi. Dari Bani Sulaim, Nadir dijamin 700 pria, meskipun akan jauh lebih besar memiliki beberapa pemimpinnya tidak bersikap simpatik terhadap Islam. Para Bani Amir, yang memiliki perjanjian dengan Muhammad, menolak untuk bergabung.
BACA  Shalat sunnah rawatib qobliyah (sebelum) Jum’at 

Suku-suku lain termasuk Bani Murrah dengan 400 orang dipimpin oleh Hars bin Auf Murri dari Bani Shuja dengan 700 laki-laki dipimpin oleh Sufyan bin Abd Syams. Secara total, kekuatan tentara Konfederasi, meskipun tidak disepakati oleh ulama, diperkirakan sekitar 10.000 laki-laki dengan enam ratus kuda. Pada akhir Maret 627 tentara yang dipimpin oleh Abu Sufyan berbaris menuju Madinah.

Alunan Suara Luarbiasa Surat ad Dhuha: Jangan Berbuat Buruk Pada Anak Yatim dan Peminta minta
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Alunan Syahdu Merdu Al Humazah: Harta, Pengumpat dan Nerakah Hutamah
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

YOUTUBE PILIHAN: Alunan Alfatihah Suara Paling Merdu dan Paling Dahsyat Seorang Anak
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO




.


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *