ISLAM ISLAMI

Ulama, Santri dan Umat Muslim Sebagai Pahlawan Nasional dan Pejuang Kemerdekaan

Kemerdekaan indonesia setiap tahun selalu diperingati dengan khidmat dan meriah. Saat kemerdekaan inilah perhatian masyarakat selalu tertuju pada pahlawan bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Sejarah menjadi saksi penting bahwa kemerdekaan diraih tak lepas dari perjuangan para ulama dan santri yang sangat luar biasa. Salah satu contohnya, peran vital KH Hasyim Asyari serta para ulama lainnya dan santri dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

Tetapi uniknya sejarah perjuangan Indonesia tak mencatat perjuangan ulama dan santri dengan baik. Banyak perjuangan tokoh-tokoh Islam yang tak dituliskan dalam buku sejarah. Bahkan Sejarawan Senior, Ahmad Mansur Suryanegara mengatakan, sejarah umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan masih dikaburkan. “Peran ulama dalam membela bangsa dan negara secara perlahan malah dikesampingkan,” katanya dalam Rapat Pleno ke-42 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bertajuk ‘Peran Umat Islam yang Terlupakan dalam Pembentukan Negara RI’, di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). Menurutnya, banyak catatan sejarah yang menulis kontribusi ulama dan santri yang tidak tercatat dan terpublikasikan secara benar. Ini cukup menyedihkan.”Sejatinya penulisan sejarah itu akan ditentukan siapa yang memimpin negeri ini,” kata Mansur.

Dalam sebuah tulisan yang berjudul ‘Pemberontakan Kartosoewiryo di Jawa Barat, Daud Beureuh di Aceh atau Kahar Muzakar di Sulawesi’, di sini tokoh Islam hanya diceritakan sebagai pemberontak, tanpa dijelaskan sebelumnya bahwa mereka juga punya andil besar dalam perang kemerdekaan. Mansur juga mengkritik pemberian gelar pahlawan bagi seseorang yang masih dipertanyakan perjuangannya. Sedangkan para ulama terdahulu dianggap seperti pengkhianat dan pemberontak pada zaman itu. “Contohnya HOS Tjokroamintoto, orangnya luar biasa, dan kalau bicara semuanya meresap dalam pikiran pendengarnya. Salah satu muridnya itu Buya Hamka yang Islam-nya binaan Tjokroaminoto,” katanya.

HOS Tjokroaminoto sebagai tokoh Syarikat Islam adalah tokoh yang pertama kali mengumandangkan akan nasionalisme atau semangat kebangsaan yang dilandasi cinta negara dan juga cinta agama. Jadi seolah-olah orang Islam tidak boleh nasionalis,” ujarnya. Selain itu, Mansur pun mengimbau agar masyarakat, terutama muslim memperbanyak bacaan tentang sejarah perjuangan Islam di Indonesia dengan sumber yang akurat dan juga terpercaya. “Jangan sampai kita orang Islam tidak tahu dengan sejarah kita sendiri,” pungkasnya.

Umat Islam Yang Daingakat Sebagai Pahlawan Nasional Indonesia 
Nama Lahir Wafat Keterangan
Abdul Halim 1911 1988 Aktivis kemerdekaan dan politisi, Perdana Menteri Indonesia
Abdul Halim Majalengka 1887 1962 Aktivis kemerdekaan dan Ulama, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Abdul Haris Nasution 1918 2000 Jenderal Angkatan Darat, dua kali diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat
Abdul Kadir 1771 1875 Bangsawan dari Melawi, menawarkan pengembangan ekonomi, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
Abdul Malik Karim Amrullah 1908 1981 Sarjana Islam dan penulis sekaligus tokoh Muhammadiyah.
Abdul Muis 1883 1959 Politisi, kemudian penulis
Abdul Rahman Saleh 1909 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh ketika membawa keperluan medis karena ditembak oleh Belanda
Abdul Wahab Hasbullah 1888 1971 Tokoh Islam, salah seorang pendiri Nadhlatul Ulama
Andi Abdullah Bau Massepe 1918 1947 Bangsawan Bugis, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda selama Revolusi Nasional, seorang putra dari Andi Mappanyukki
Abdurrahman Baswedan 1908 1986 Nasionalis dan mubaligh yang meyakinkan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto
Achmad Subarjo 1896 1978 Aktivis kemerdekaan dan menteri pemerintahan
Adam Malik 1917 1984 Jurnalis dan aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia ketiga
Adnan Kapau Gani 1905 1968 Aktivis kemerdekaan yang menjadi menteri pemerintahan, menyeludupkan senjata untuk mendukung Revolusi Nasional
Nyi Ageng Serang 1752 1828 Pemimpin gerilyawan Jawa yang memimpin penyerangan terhadap kolonial Belanda atas beberapa pendudukan
Agus Salim 1884 1954 Aktivis kemerdekaan, politisi, pemimpin Islam Minang
Ahmad Dahlan 1868 1934 Pemimpin Islam Jawa, mendirikan Muhammadiyah; suami Siti Walidah
Ahmad Rifa’i 1786 1870 Pemikir dan penulis Islam yang dikenal karena pernyataan anti-Belandanya
Ahmad Yani 1922 1965 Pemimpin Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September
Alimin 1889 1964 Pendukung kemerdekaan, politisi, dan tokoh Partai Komunis Indonesia
Amir Hamzah 1911 1946 Penyair dan nasionalis
Andi Depu 1907 1985 Pejuang dan aktivis yang berhasil mempertahankan pengibaran bendera nasional di Mandar pada 1944, padahal dilarang keras
Antasari 1809 1862 Melakukan penyerangan terhadap pasukan kolonial Belanda dalam Perang Banjar
As’ad Syamsul Arifin 1897 1990 Ulama, tokoh Nahdlatul Ulama
Bagindo Azizchan 1910 1947 Wali kota Padang, melawan pasukan Belanda saat Revolusi Nasional
Basuki Rahmat 1921 1969 Jenderal, saksi dari Supersemar
Teungku Chik di Tiro 1836 1891 Tokoh Islam Aceh dan pemimpin gerilyawan yang melakukan perlawanan pasukan kolonial Belanda
Cipto Mangunkusumo 1886 1943 Politisi Jawa, mentor Sukarno
Cokroaminoto 1883 1934 Politisi, pemimpin Sarekat Islam, mentor Sukarno
Depati Amir 1805 1869 Pejuang yang mempersatukan suku Melayu dengan Tionghoa untuk melawan Belanda
Dewi Sartika 1884 1947 Pengajar, mendirikan sekolah untuk perempuan yang pertama di negara tersebut
Cut Nyak Dhien 1850 1908 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan penyerangan terhadap pasukan kolonial belanda; istri Teuku Umar
Diponegoro 1785 1855 Putra Sultan Yogyakarta, melangsungkan perang lima tahun melawan pasukan kolonial Belanda
Eddy Martadinata 1921 1966 Laksamana Angkatan Laut dan diplomat, terbunuh dalam kecelakaan helikopter
Fakhruddin 1890 1929 Pemimpin Islam, menegosiasikan pengamanan pejiarah haji Indonesia; tokoh Muhammadiyah.
Fatmawati 1923 1980 Pembuat bendera nasional pertama, aktivis sosial, istri Sukarno
Gatot Mangkupraja 1896 1968 Aktivis kemerdekaan dan politisi, menyarankan pembentukan Pembela Tanah Air
Halim Perdanakusuma 1922 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh saat Revolusi Nasional
Hamengkubuwono I 1717 1792 Sultan Yogyakarta, melakukan perlawanan terhadap VOC, mendirikan Yogyakarta
Hamengkubuwono IX 1912 1988 Sultan Yogyakarta, aktivis kemerdekaan, pemimpin militer, dan politisi; Wakil Presiden Indonesia kedua
Harun Bin Said 1947 1968 Mengebom MacDonald House saat konfrontasi Indonesia–Malaysia
Hasan Basri 1923 1984 Prajurit selama Revolusi Nasional Indonesia, mendukung integrasi Kalimantan di Indonesia
Hasanuddin 1631 1670 Sultan Gowa, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
Hasyim Asy’ari 1875 1947 Pemimpin Islam, pendiri Nahdlatul Ulama
Hazairin 1906 1975 Sarjana legal, aktivis kemerdekaan, menteri pemerintahan, dan pengajar
Himayatuddin Muhammad Saidi Abad ke-18 1776 Sultan Buton
Idham Chalid 1921 2010 Pemimpin Nahdlatul Ulama, politisi
Ilyas Yakoub 1903 1958 Aktivis kemerdekaan, politisi, dan anggota pasukan gerilyawan
Tuanku Imam Bonjol 1772 1864 Tokoh Islam dari Sumatra Barat yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda dalam Perang Padri
Radin Inten II 1834 1856 Bangsawan dari Lampung, memimpin revolusi penyerangan penjajah Belanda
Iskandar Muda 1593 1636 Sultan Aceh, memperluas pengaruh negara
Ismail Marzuki 1914 1958 Komposer yang membuat sejumlah lagu kebangsaan
Iswahyudi 1918 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh saat Revolusi Nasional
Iwa Kusumasumantri 1899 1971 Aktivis kemerdekaan, ahli hukum, dan politisi
Janatin 1943 1968 Mengebom MacDonald House saat konfrontasi Indonesia–Malaysia
Jatikusumo 1917 1992 Jenderal Angkatan Darat dan politisi
Andi Jemma 1935 1965 Aktivis kemerdekaan, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda saar Revolusi Nasional
Juanda Kartawijaya 1911 1963 Politisi Sunda, Perdana Menteri Indonesia terakhir
Kartini 1879 1904 Tokoh hak asasi perempuan Jawa
Kasman Singodimedjo 1904 1982 Jaksa yang merupakan ketua KNIP pertama dan menghapus tujuh kata yang berpotensi memecah umat pada Piagam Jakarta
Katamso Darmokusumo 1923 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September
Ki Bagus Hadikusumo 1890 1954 Tokoh Muhammadiyah, aktivis kemerdekaan, tokoh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Ki Hajar Dewantara 1889 1959 Pengajar dan menteri pemerintahan, mendirikan Taman Siswa, saudara Suryopranoto
Ki Sarmidi Mangunsarkoro 1904 1957 Pengajar bersama dengan Budi Utomo dan Taman Siswa, menteri pemerintahan
Kusumah Atmaja 1898 1952 Ketua Kehakiman Mahkamah Agung Pertama
La Maddukelleng 1700 1765 Bangsawan dari Kesultanan Paser, mengusir pasukan Belanda dari Kerajaan Wajo
Lafran Pane 1922 1991 Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam
Mahmud Badaruddin II 1767 1852 Sultan Palembang, yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Inggris dan Belanda
Sultan Mahmud Riayat Syah 1760 1812 Sultan Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda
Malahayati 1550 1604 Pejuang dan bangsawan, melawan pasukan Cornelis de Houtman
Mangkunegara I 1725 1795 Melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dan antek-anteknya di Jawa Tengah
Andi Mappanyukki 1885 1967 Bangsawan Bugis, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda pada 1920an dan 30an, ayah dari Andi Abdullah Bau Massepe
Mas Isman 1924 1982 Pejuang kemerdekaan
Mas Mansur 1896 1946 Sarjana Islam, pemimpin Muhammadiyah
Masykur 1904 1994
Mas Tirtodarmo Haryono 1924 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September
Maskun Sumadireja 1907 1986 Aktivis kemerdekaan dan politisi
Cut Nyak Meutia 1870 1910 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
Mohammad Hatta 1902 1980 Aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia Pertama
Mohammad Husni Thamrin 1894 1941 Politisi dan aktivis kemerdekaan
Mohammad Natsir 1908 1993 Sarjana Islam dan politisi, Perdana Menteri Indonesia kelima
Teuku Muhammad Hasan 1906 1997 Aktivis kemerdekaan, gubernur Sumatra pertama
Muhammad Mangundiprojo 1905 1988 Pejuang kemerdekaan, pemimpin Pertempuran Surabaya
Muhammad Yamin 1903 1962 Penyair yang menjadi politisi dan aktivis kemerdekaan
Mohammad Yasin 1920 2012 Bapak Brimob Kepolisian RI
Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1898 1997 Ulama pendiri Nahdlatul Wathan
Mustopo 1913 1986 Pemimpin saat Pertempuran Surabaya, mendirikan Kampus Kedokteran Gigi Dr. Moestopo
Muwardi 1907 1948 Menangani keamanan saat Proklamasi Kemerdekaan, membangun sebuah rumah saat di Surakarta
Nani Wartabone 1907 1986 Aktivis kemerdekaan dan politisi, membantu memadamkan pemberontakan Permesta
Nuku Muhammad Amiruddin 1738 1805 Sultan Tidore, memimpin beberapa pertempuran laut melawan pasukan kolonial Belanda
Noer Alie 1914 1992 Pemimpin Islam dan pengajar, memimpin prajurit saat Revolusi Nasional
Teuku Nyak Arif 1899 1946 Politisi Aceh dan pemimpin perlawanan, gubernur Aceh pertama
Opu Daeng Risaju 1880 1964 Politisi wanita awal, melakukan perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional
Oto Iskandar di Nata 1897 1945 Politisi dan aktivis kemerdekaan
Pajonga Daeng Ngalie 1901 1958 Mengkoordinasikan penyerangan di Sulawesi Selatan saat Revolusi Nasional, menawarkan integrasi nasional
Pakubuwono VI 1807 1849 Susuhunan Surakarta, memberontak melawan pasukan kolonial Belanda
Pakubuwono X 1866 1939 Susuhunan Surakarta, mendukung berbagai proyek untuk kepentingan Pribumi Indonesia
Pangeran Muhammad Noor 1901 1979 Menteri Pekerjaan Umum yang mencanangkan proyek Waduk Riam Kanan, Waduk Karangkates, dan proyek pasang-surut di Sumatra dan Kalimantan sebagai lahan penyedia pangan
Raja Ali Haji 1809 kr. 1870 Sejarawan dan penyair dari Riau
Raja Haji Fisabilillah 1727 1784 Pejuang dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda
Rajiman Wediodiningrat 1879 1952 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat pertama
Ranggong Daeng Romo 1915 1947 Memimpin pasukan dalam dua pertempuran melawan pasukan Belanda saat Revolusi Nasional
Rasuna Said 1910 1965 Pendukung hak asasi wanita dan nasionalis
Ruhana Kuddus 1884 1972 Wartawati Indonesia pertama
Saharjo 1909 1963 Menteri Kehakiman, pelopor pengesahan pembaruan di negara tersebut
Samanhudi 1878 1956 Pengusaha, mendirikan Sarekat Islam
Sarjito 1889 1970
Siswondo Parman 1918 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September
Siti Hartinah 1923 1996 Istri presiden Suharto, aktif dalam karya sosial, mendirikan Taman Mini Indonesia Indah
Siti Walidah 1872 1946 Pendiri Aisyiyah, tokoh Muhammadiyah, istri Ahmad Dahlan,
Sudirman 1916 1950 Komandan Ketua Tentara Nasional Indonesia pada saat Revolusi Nasional.
Suharso 1912 1971 Pelopor pengobatan prostesis
Sukarjo Wiryopranoto 1903 1962 Tokoh kemerdekaan, diplomat, dan politisi
Sukarni 1916 1971 Tokoh kemerdekaan, diplomat, dan politisi
Sukarno 1901 1970 Aktivis kemerdekaan yang membacakan Proklamasi Kemerdekaan, Presiden Indonesia pertama
Sultan Agung 1591 1645 Sultan Mataram, melakukan perlawanan terhadap VOC
Andi Sultan Daeng Radja 1894 1963 Aktivis kemerdekaan dan politisi
Supeno 1916 1949 Menteri pemerintahan, terbunuh ketika perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional
Supomo 1903 1958 Menteri Kehakiman Pertama, membantu penulisan Konstitusi
Suprapto 1920 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September
Supriyadi 1925 1945 Pemimpin pemberontakan melawan pasukan pendudukan Jepang di Blitar
Suroso 1893 1981 Politisi dan aktivis kemerdekaan
Suryo 1896 1948 Gubernur Jawa Timur saat Revolusi Nasional
Suryopranoto 1871 1959 Pengajar dan tokoh hak-hak buruh, saudara Ki Hajar Dewantara
Sutan Syahrir 1909 1966 Politisi, Perdana Menteri Indonesia pertama
Soetomo 1888 1938 pengajar Jawa, mendirikan Budi Utomo
Sutomo 1920 1981 Pemimpin militer yang memimpin perlawanan dalam Pertempuran Surabaya
Sutoyo Siswomiharjo 1922 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September
Syafruddin Prawiranegara 1911 1989 Gubernur Bank Indonesia pertama
Syam’un 1894 1949 Pejuang yang pernah bergabung dalam PETA dan BKR, serta menentang pemerintahan Hindia Belanda di Banten. Pendiri Pesantren Al-Khairiyah Cilegon, Banten
Syarif Kasim II 1893 1968 Sultan Siak, menawarkan integrasi kerajaan-kerajaan di Sumatra Timur
Tuanku Tambusai 1784 1882 Pemimpin Islam dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda saat Perang Padri
Tan Malaka 1884 1949 Politisi dan intelektual asal Minang. Ia menyumbangkan gagasannya dalam beberapa karya, terutama Madilog (Materialistik, Dialog, dan Logika)
Thaha Syaifuddin 1816 1904 Sultan Jambi, memimpin pasukan revolusi melawan pasukan kolonial Belanda
Tirtayasa 1631 1683 Gerilyawan dari Banten yang melakukan perlawanan terhadap Belanda
Tirto Adhi Suryo 1880 1918 Jurnalis, diasingkan karena editorial anti-Belanda buatannya
Teuku Umar 1854 1899 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda; suami Cut Nyak Dhien
Wahid Hasyim 1914 1953 Pemimpin Nahdlatul Ulama, Menteri Agama Indonesia pertama
Wahidin Sudirohusodo 1852 1917 Doktor dan pemimpin di Budi Utomo
Yusuf Tajul Khalwati 1626 1699 Pemimpin Islam, memimpin pemberontakan gerilyawan melawan VOC
Zainal Mustafa 1907 1944 Pemimpin Islam yang melakukan perlawanan terhadap pasukan pendudukan Jepang
Zainul Arifin 1909 1963 Politisi dan gerilyawan, terbunuh saat peristiwa percobaan pembunuhan yang ditargetkan kepada Sukarno
BACA  Abu Hamid Muhammad al-Ghazali Filosof dan Teolog Muslim Terhebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *