ISLAM ISLAMI

8 Muhjizat Nabi Isa

Mukjizat Nabi Isa adalah kemampuan luar biasa yang dimiliki Nabi Isa untuk membuktikan kenabiannya, sifat tersebutnya ini juga sama dengan sifat yang dimiliki oleh para malaikat, karena Isa diperkuat oleh Ruh al-Qudus. Bukan berarti Nabi Isa mempunyai Muhjizat maka langsung bisa diakui sebagai Tuhan seperti yang diakui oleh saudara umat Non muslim. Karena, semua nabi dan rasul mempunyai muhjizat yang luarbiasa juga

Dalam Islam nabi Isa bukanlah Tuhan, Nabi Isa diakui sebagai  nabi dan rasul dalam Islam dan merupakan salah satu ulul azmi. Setidaknya ada tiga surah Al-Qur’an yang namanya memiliki kaitan dengan Isa: surah ketiga dinamai Ali ‘Imran (keluarga Imran) yang merupakan nama kakek Isa, surah kelima dinamai Al-Ma’idah (hidangan) karena berisi Isa yang berdoa meminta hidangan dari langit, surah ke-19 dinamai Maryam yang merupakan nama ibu Isa.

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Surat Maryam:27-35)

Penyebutannya dalam Al-Qur’an utamanya menekankan pada dua aspek: kemuliaan dan kemanusiaannya. Isa disebutkan sebagai sosok yang terkemuka di dunia dan akhirat, didekatkan kepada Allah, saleh, suci, dan diberkahi. Disebutkan pula bahwa Allah mengajarkan kitab, hikmah, Taurat, dan Injil kepada Isa. Umat Islam juga diperintahkan untuk beriman kepada wahyu Allah, baik yang diturunkan kepada Muhammad maupun kepada nabi-nabi yang lain, di antaranya adalah Isa, juga diperintahkan untuk tidak membeda-bedakan para nabi dan berserah diri kepada Allah.

BACA  Kisah Qabil dan Habil

Di sisi lain, Isa juga disebutkan sebagai seorang hamba Allah dan tidak enggan untuk menjadi hamba Allah. Bersama Maryam, Isa disebutkan biasa menyantap makanan, ungkapan akan sisi kemanusiaannya. Penciptaan Isa juga disejajarkan dengan penciptaan Adam, menjelaskan bahwa penciptaan keduanya adalah karena kekuasaan Allah. Al-Qur’an juga memberikan penentangan terhadap berbagai macam paham yang mengultuskan Isa, seperti menganggapnya sebagai Tuhan, putra Allah, atau memandang bahwa Allah adalah Isa itu sendiri.

Sebagian para nabi yang diutus oleh Allah memiliki beberapa istri, bahkan kitab-kitab Yahudi menyebutkan bahwa jumlah istri-istri nabi mereka Sulaiman misalnya, mencapai kurang lebih tujuh ratus wanita. Isa dikisahkan tidak menikah menurut beberapa pendapat ulama, sedangkan Ustadz Sarwat menjelaskan, bahwa Isa telah menikah dan poligami sebanyak lima wanita, istri pertamanya bernama Maryam Magdalena dan yang kedua adalah Lydia, kemudian para istri yang lainnya tidak dijelaskan lebih lanjut.

Pendapat ini diperkuat dengan dalil dari al-Qur’an surah Ar-Ra’d, yang berbunyi:

“ Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau, dan Kami memberikan istri-istri dan keturunan kepada mereka, dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (Ar-Ra’d 13:38) ”

Mukjizat

Sebagai salah satu nabi yang memiliki julukan Ulul Azmi. Para ahli tafsir mengatakan bahwa Isa menghidupkan empat orang. Pertama, al-Azir yaitu temannya, kemudian dua orang anak laki-laki dari seorang tua dan seorang anak perempuan satu-satunya dari seorang ibu. Mereka adalah tiga orang yang mati di zamannya dan Isa membangkitkan pula Sam bin Nuh atas permintaan orang Yahudi. Mukjizat Isa diantaranya adalah:

  1. Lahir tanpa adanya seorang ayah,
  2. Dapat Berbicara saat bayi. Dapat berbicara sewaktu masih bayi, untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Isa dapat berbicara saat masih bayi.Dia berbicara saat Maryam dituduh berzina, menjelaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah yang diangkat sebagai nabi, dianugerahi kitab, dan diberkahi oleh Allah. Alkitab tidak menyebutkan mukjizat Isa yang bisa berbicara saat masih bayi.
  3. Bisa mengetahui Taurat asli Musa, yang disembunyikan dan telah mengalamai banyak perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi
    Membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkan roh, lalu tanah itu menjadi burung,
  4. Menyembuhkan orang buta. Terkait makna al-akmah, sebagian ulama menafsirkan bahwa maknanya adalah orang yang dapat melihat di siang hari, tapi tidak bisa saat malam hari. Pendapat lain menyatakan sebaliknya. Ulama lain berpendapat bahwa maknanya adalah orang yang rabun. Pendapat lain menyebutkan bahwa makna al-akmah adalah orang yang buta sejak lahir.
  5. Menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak, Mukjizat lain yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah menyembuhkan  kusta.
  6. Menghidupkan kembali orang yang telah mati, Isa juga dapat menghidupkan kembali orang yang mati. Dalam sebuah riwayat sahabat Nabi disebutkan bahwa Isa pernah membangkitkan Ham bin Nuh. Isa dan Ham kemudian bertanya jawab soal bahtera Nuh.
  7. Diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun ia tidak menyaksikannya secara langsung,
  8. Menurunkan makanan dari langit karena permintaan Hawariyun. Al-Qur’an menjelaskan bahwa para pengikut Isa meminta hidangan dari langit. Isa kemudian berdoa agar Allah menurunkan hidangan dari langit dan hari turunnya akan menjadi hari raya bagi mereka. Beberapa ulama menafsirkan bahwa hidangan tersebut turun dari langit secara harfiah dan ditutupi dua awan. Pengikut Isa tidak mau makan sebelum Isa makan, tetapi Isa menyatakan bahwa pengikutnyalah yang harus memakannya karena mereka yang meminta. Setelahnya, Isa mengundang orang-orang miskin, papa, dan sakit untuk makan bersama hidangan tersebut. Mereka yang menderita penyakit menjadi sembuh setelah menyantapnya.
  9. Namun ada ulama yang berpendapat bahwa hidangan tersebut tidak jadi diturunkan. Al-Qur’an menerangkan bahwa setelah murid-murid Isa meminta hidangan dari langit, Isa berdoa memohon kepada Allah. Allah berfirman bahwa hidangan tersebut akan diturunkan, tetapi mereka yang tetap kafir setelah turunnya hidangan tersebut akan ditimpakan azab yang tidak pernah ditimpakan pada umat lain. Setelahnya, tidak ada lagi keterangan mengenai hidangan tersebut. Menurut pendapat ini, setelah mendapat peringatan dari Allah, para murid Isa tidak jadi meminta hidangan tersebut karena takut mendapat azab jika mereka mengingkarinya.

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS Yūnus [10]: 68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *