January 23, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Istiqomah: Ketika Allah Membolak balikkan Hati dan Cara Pencegahannya

9 min read

Manusia diciptakan tiada yang sempurna. Rasulullah pernah mengatakan, bahwa sekuat-kuatnya seorang manusia, dia tidak akan mampu beristiqomah sebenar-benarnya istiqomah. Sebagaimana hadist yang pernah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Rasulullah, beliau berkata: ‎”Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu (untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah).” Namun, dengan ketidaktetapan manusia, Rasulullah tetap mengajarkan kita untuk terus berikhtiar di jalannya, karena itu lah seseorang dapat diuji imannya.

Istiqomah memang mudah diucapkan tetapi pada prakteknya istiqomah dalam beribadah adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan manusia yang dalam keimanan dan ketaqwaannya sering mengalami pasang surut dan akibat banyaknya godaan yang muncul dalam kehidupannya.

‎Istiqomah, berasal dari kata “qaama” yang berarti berdiri, tegak lurus. Kita dapat mengartikan istiqomah sebagai sikap yang senantiasa konsekuen, dengan pendirian yang teguh, konsisten dan tidak mudah digoyahkan oleh apa pun. Secara bahasa istiqomah artinya lurus dan secara istilah adalah suatu perbuatan dan sifat yang senantiasa mengikuti jalan yang lurus yakni jalan yang diridhai Allah SWT.

Allah berfirman dalam salah satu ayat Al-Quran yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan berkata, ‘janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fussilat: 30)

Sebagai umat Islam, Istiqomah diartikan untuk tetap berada di jalan Allah SWT, dalam segala tantangan dan rintangan dalam hidup. Berpegang pada satu prinsip bahwa ujian datang dari-Nya, maka ketetapan hati menyelesaikan ujian itu juga harus pada perintah yang diwajibkan oleh Allah SWT
Cara agar kita bisa istiqamah pada jalan yang lurus

1,Tidak meninggalkan perintah Allah ketika sedang mengalami musibah.

Allâh Ta’ala berfirman: Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35). Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:“(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”.

Musibah adalah sesuatu yang tidak disenangi oleh jiwa. Padamnya lampu saat dibutuhkan penerangan adalah musibah, demikian Imam ar-Razy, dalam tafsirnya mengutip satu riwayat yang dinisbahkan kepada Rasulullah SAW. Selanjutnya dengan merujuk kepada ayat-ayat Alquran ditemukan aneka musibah yang dapat menimpa manusia pada diri, keluarga, harta jiwa, dan agamanya. Yang paling berat dari sekian musibah adalah yang menimpa keberagamaan seseorang. “Semua musibah ringan asal tidak menimpa agama.”

Musibah berasal dari kata ashaaba, yushiibu, mushiibatan yang berarti segala yang menimpa pada sesuatu baik berupa kesenangan maupun kesusahan. Namun, umumnya dipahami musibah selalu identik dengan kesusahan. Padahal, kesenangan yang dirasakan pada hakikatnya musibah juga. Musibah-musibah yang dialamai bisa saja merupakan:

  • Musibah adalah Ujian. Dengan musibah, Allah SWT hendak menguji siapa yang paling baik amalnya.”Sesungguhnya kami telah jadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, karena Kami hendak memberi cobaan kepada mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amalnya.” (QS Al-Kahfi (18): 7). Ujian bagi keimanan dan kesabaran seseorang. Ini merupakan keniscayaan dalam hidup (QS al-Ankabut: 2-3),
  • Musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya. Bila dipahami seperti ini kadang manusia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.
  • Musibah adalah sebagai penghapus dosa. Ia tidak pernah menyerahkan apa-apa yang menimpanya kecuali kepada Allah SWT. Sebagai cara yang ditempuh Allah SWT guna pengampunan dosa (QS Ali Imran 140-141). Nabi SAW bersabda: Tidak ditimpa seseorang duri dalam perjalanannya kecuali dihapus Allah dosanya  Sebagai pembalasan atas kesalahan (QS al-Ankabut 40),
  • Musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwanya. Orang yang seperti ini selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah SWT menghendaki kebaikan bagi dirinya.
  • Musibah dunia salah satunya ialah ketakutan, kelaparan, kematian. Allah SWT jelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 155. ”Dan pasti akan kami uji kalian dengan sesuatu dari ketakutan, dan kelaparan, dan kekurangan harta dan jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” Adapun musibah akhirat adalah orang yang tidak punya amal saleh dalam hidupnya, sehingga jauh dari pahala. Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Orang yang terkena musibah, bukanlah seperti yang kalian ketahui, tetapi orang yang terkena musibah yaitu yang tidak memperoleh kebajikan (pahala) dalam hidupnya.” Orang yang terkena musibah berupa kesusahan di dunia, jika ia hadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT, hakikatnya ia tidak terkena musibah. Justru yang ia dapatkan adalah pahala.
  • Musibah kesenangan selama hidupnya, jika ia tidak pandai mensyukurinya, maka itulah musibah yang sesungguhnya. Karena, bukan pahala yang ia peroleh, melainkan dosa.
  • Sebagai obat atas penyakit yang diderita (QS al-Mukminun 75-76)
  • Alquran juga mengisyaratkan bahwa musibah terjadi akibat memperturutkan nafsu (QS asy-Syura 30 dan Thaha 81)’
  • Musibah yang merupakan kebaikan bagi manusia. Pemilik perahu yang dibocorkan Nabi Musa adalah orang-orang miskin, pembocoran tersebut padahal tidak menyenangkan para pemilik itu musibah bagi mereka. Namun, pada hakikatnya tidak demikian: Adapun perahu itu (yang saya bocorkan) maka ia adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan memberi aib (membocorkan sehingga nampak tidak sempurna) karena di hadapan mereka ada raja (penguasa) yang mengambil perahu-perahu (yang baik) secara paksa (QS al-Kahfi: 79). Mudah-mudahan musibah yang dihadapi bangsa kita adalah jenis musibah ini. Demikian Wallahu a’lam

Berkenaan dengan hal tersebut, dalam hadis Qudsi Allah SWT berfirman, ‘Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tiada mengeluarkan hamba-Ku yang Aku inginkan kebaikan baginya dari kehidupan dunia, sehingga Aku tebus perbuatan-perbuatan dosanya dengan penyakit pada tubuhnya, kerugian pada hartanya, kehilangan anaknya. Apabila masih ada dosa yang tersisa dijadikan ia merasa berat di saat sakaratul maut, sehingga ia menjumpai Aku seperti bayi yang baru dilahirkan.”

Allah Ta’ala berfirman, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan; Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5-6). Hikmah yang bisa diambil dari sebuah musibah, yaitu:

  • Musibah itu adalah ujian, untuk mengetahui sejauh mana kita dapat bersabar.
  • Untuk membersihkan hati manusia dan supaya lepas dari sifat-sifat buruk, karena ketika musibah datang, maka kesombongan, ujub, hasad berubah menjadi ketundukan kepada Allah.
  • Untuk meningkatkan keimanan seorang mukmin.
  • Dengan adanya musibah, kita jadi semangat berdoa dengan ikhlas.
  • Musibah itu untuk membangunkan seseorang yang sedang lalai.

2.Tidak meninggalkan perintah Allah karena kesibukan dunia.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW pernah menceritakan tentang shalat pada suatu hari di mana beliau bersabda, “Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitab Ash-Shalah wa Hukmu Taarikihaa (hlm. 37-38) mengenai hadits di atas,

  • Siapa yang sibuk dengan hartanya sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Qarun.
  • Siapa yang sibuk dengan kerajaannya sehingga melalaikan shalatnya, maka ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun.
  • Siapa yang sibuk dengan kekuasaannya sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Haman (menterinya Fir’aun).
  • Siapa yang sibuk dengan perdagangannya sehingga melalaikan shalat, maka ia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Khalaf.

3.Tingkatan Keyakinan kepada Allah Dalam hadits disebutkan, “Barangsiapa yang mencari ridha Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridha manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi)

4.Beramal sesuai Al-Quran dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. Al-Hasyr: 7). Dalam hadits Al-‘Irbadh bin Sariyah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hati-hatilah dengan perkara baru dalam agama. Karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud).

Doa Agar Istiqomah

‎Di tengah dunia dan segala isinya yang penuh cobaan untuk tetap teguh berdiri di jalan Allah, kesungguhan dalam berharap dan hanya memohon kepada-Nya ini lah, merupakan kaidah pertama dalam istiqomah. Rasulullah pun juga berusaha untuk memiliki kaidah ini, dengan memanjatkan doa untuk terus diberikan kekuatan dalam beristiqamah.

  • Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam paling banyak membaca doa untuk ketetapan hati atau dikenal dengan istiqomah. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak berdoa, “Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu.”
  • Lalu akupun berkata, “Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu, dan beriman kepada ajaran Islam yang engkau bawa, maka apakah engkau mengkhawatirkan kami?” Beliau menjawab: “Ya! Sesungguhnya hati (para hamba) itu berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki!”. [HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan selainnya, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi 2140].
  • Jadi, istiqomah itu di tangan Allah Ta’ala, maka barangsiapa yang ingin bisa istiqomah dalam hidupnya, maka mohonlah kepada Allah Ta’ala semata, hendaklah ia menghiba, merengek-rengek, dan memelas dalam memohonnya kepada Allah Ta’ala.
  • Diantara kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat malam adalah membuka shalat malam dengan doa istiftah yang diantara kalimatnya, yaitu:“ٍSesungguhnya Engkau memberi petunjuk orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus” [HR. Muslim dalam Shahihnya]. Dan karena istiqomah itu di tangan Allah Ta’ala, maka pantaslah apabila kita diwajibkan berdoa pada setiap shalat-shalat yang kita lakukan dengan memohon hidayah kepada-Nya jalan yang lurus!
  • Allah Ta’ala mewajibkan kita berdoa dengan doa itu berulang kali dalam sehari semalam! Doa tersebut adalah sebuah doa yang terdapat dalam surat Al-Fatihah, Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [QS. Al-Fatihah]
  • Goa Rasululllah : Dari Anas radhiyallahu ‘anhu menuturkan: ‎”Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak berdoa :‎”Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu”.
  • Doa Rasulullah: “Allahummah dinii wa saddidnii” (Ya Allah berilah aku petunjukdan jadikanlah aku benar dan lurus dalam seluruh perkaraku).”
  • ‎”Dan ingatlah petunjuk (yang anda ucapkan dalam doamu) adalah sebagaimana anda mendapatkan petunjuk ketika meniti jalan dan ingatlah kelurusan (yang anda ucapkan dalam doamu) adalah ibarat lurusnya anak panah.”
  • ‎Doa Rasulullah : “Allahumma innii as`alukal hudaa was sadaad” (Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran/kelurusan)” (H.R. Muslim).

 

loading...

www.islamislami.com

Copyright © 2020 WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved

Материалы по теме:

Doa Dalam Al Quran: Doa Agar Diberi Bangunan Indah di Surga
  Doa Dalam Al Quran: Doa Agar Diberi Bangunan Indah di Surga رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ...
Doa Saat Terbangun Malam Hari Sesuai Tuntunan Rasulullah
Pada saat istirahat terganggu tengah malam, Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa sebagai berikut. لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ أَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ رَحْمَتَكَ اللَّهُمَّ زِدْنِي ...
Doa Dalam Quran: Doa Mohon Rezeki
  Doa Dalam Quran: Doa Mohon Rezeki رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ Rabbanaa anzil ...
Kumpulan Doa Dalam Al Quran: Doa Mohon Perlindungan
  Kumpulan Doa Dalam Al Quran: Doa Mohon Perlindungan رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن ...
Kumpulan Doa Dalam Al Quran: Doa Sapu Jagad
Kumpulan Doa Dalam Al Quran: Doa Sapu Jagad رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ Robbana a'tina fid'dun yaa hasanah, wafil a' ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.