December 2, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

Benarkah Ada Perintah Memerangi Semua Kafir dalam Quran ? Inilah Jawabannya.

9 min read

Semakin meningkatnya penggunaan internet, tampak semakin banyak bermunculan situs-situs yang berisikan upaya dugaan kristenisasi yang dilakukan oleh oknum agama lain. Sebelumnya hal itu seringkali diingkari dan  dianggap tidak ada atau bergerak di bawah gorong gorong tanah. Banyak sekali berita-berita tentang “Kristenisasi” di Indonesia yang tidak jarang memicu kehebohan dan ketegangan antar kedua pemeluk agama yang sama sama sebagai warga NKRI ini, karena kegiatan tersebut melanggar etika kehidupan sosial, aturan hukum  SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 dan melanggar kehidupan berbegara berdasarkan Pancasila.  Beberapa saudara kita pelaku kristenisasi itu dikatakan oknum karena ternyata sebagian besar penganut agama Kristen juga tidak setuju dengan kelompok ini karena tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Bahkan Ketua PGI (Persatuan Gereja indonesia) Andreas Yewangoe Ph.D itu juga mengakui dengan mengatakan: “Memang di kalangan kami ada sebagian umat yang berpikiran radikal. Mereka sering mangukur kemajuan Kristen dari  semakin bertambahnya jumlah penganutnya. Kami juga mendengar  upaya tersebut disertai  iming-iming sumbangan makanan dan segala macam. Bantu orang  ya bantu orang, jangan lalu suruh mereka masuk Kristen. Kami berpendapat, ketika seseorang  memilih Kristen sebagai keyakinannya itu harus terjadi dalam situasi orang tersebut jauh dari tekanan dan bujukan. Ketua PGI itu juga mengingatkan: “Bagi saya upaya Kristenisasi seperti itu menghina Tuhan Allah”.

Uniknya, sebagian oknum pelaku Kristenisasi dalam menarik hati umat muslim dengan menggunakan nama label Islam dan Quran dengan memutarbalikkan dan memotong motong ayat quran untuk melakukan pembenaran terhadap kelemahan penyelewengan ajaran agamanya bahwa Isa atau Yesus itu adalah Tuhan dan harus disembah. Padahal dalam banyak firman Allah dalam Quran  dijelaskan dengan tegas bahwa Isa atau Yesus bukan anak Allah, Bukan Tuhan dan diperingatkan dengan tegas dan hukumannya bila menyembah Isa atau yesus sebagai Tuhan. Bahkan dalam kitab injil tidak ada satupun ayat yang tidak ambigu menyatakan bahwa Yesus Tuhan dan patut disembah,

Ayat Quran dan Ajaran Islam Yang Diselewengkan Oknum Kristenisasi

  • Terdapat ayat untuk membunuh kafir terdapat dalam Qur’an, dan sejarah mengatakan bahwa hal itu terjadi dan dilakukan oleh Muhammad dan para jihadist muslim.
  • Ayat Quran kontradiktif, yang menyatakan “tidak ada paksaan dalam Islam” yang sangat bertentangan dengan “perintah untuk membunuh mereka yang tidak mau masuk Islam”?

Inilah jawaban penyelwengan atas ayat Quran di atas

Definisi Kata kafir

  • Pihak-pihak lain perlu memahami secaa benar istilah kafir menurut terminologi Islam. Pasalnya, jika piha-pihak lain memahami dengan benar istilah kafir, maka mereka tidak akan merasa tersinggung dengan istilah kafir.
  • Kata kafir berasal dair kata kufur yang atinya menyembunyikan atau menentang. Allah berfirman dalam Quran surat Hadid ayat 20. Dalam ayat tersebut berisi petani yang menyembunyikan bibit dalam tanah. Itupun bisa disebut kafir. Namun, dalam konteks Islam kafir adalah oarang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran Islam. Kata kafir bermakna menolak Islam, sehingga kata kafir dalam bahasa Arab berarti non-Muslim,” jelas Zakir Naik.
  • Istilah kafir mempunyai arti yang sama dengan istilah non-Muslim. Yang artinya orang yang menolak Islam. Istilah ini berlaku untuk semua golongan selain Islam. Apabila mereka memahami secara benar istilah ini, mereka tidak akan menilai penyebutan kata kafir sebagai bentuk dari diskrimatif kepada golongan lain.“Kafir itu artinya non-Muslim. Istilah ini tidak diperuntukkan kepada satu golongan saja misalnya, Kristen. Namun, semua golongan,termasuk di antaranya, Hindu, Budha, Yahudi dan yang lainnya. Anda tidak sedih dipanggil non-Muslim. Lalu kenapa sedih dipanggil kafir? Karena itu sama saja artinya. Jika seseorang atau suatu pihak merasa sedih dipanggil kafir maka perlu memahami lagi secara benar Islam dan terminologi Islam.
  • Istilah kafir tidak diperuntukkan untuk menghina atau mendeskriminasi pihak lain. Zakir Naik mengatakan, kata kafir adalah kata bagi umat Muslim untuk mereka yang mengingkari atau menutupi kebenaran akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syari’at yang di bawa oleh oleh Nabi Muhammad SAW.

4 Jenis Kafir

1,Kafir Dzimmi

  • Mereka para kafir dzimmi merupakan orang-orang non-muslim yang tinggal di negeri muslim namun dijamin keamanannya selama ia menaati peraturan pemerintah muslim.
  • Kafir ini membayar jizyah atau pajak kepada pemerintah muslim hingga darahnya haram diperangi dan justru harus dilindungi.
  • Demikianlah pemerintah Islam membuat keadilan kepada masyarakat non muslim.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Imam An Nasa’i).

2.Kafir Mu’ahad

  • Jenis kafir kedua yakni mereka para non-muslim yang menjalin kesepakatan dengan muslimin dalam kurun waktu yang disepakati. ikatan perdamaian ini membuat darah kafir tidak boleh atau harap untuk ditumpah.
  • Mereka tidak boleh diperangi selama ikatan perjanjian disepakati. Sebagaimana kepada kafir dzimmi, ahlul hudnah, golongan ini mengadakan perjanjian dengan kaum muslimin, baik perjanjian itu megandung kompensasi materi ataupun tidak, sementara mereka berada di negeri mereka masing-masing.
  • Hukum islam tidak diberlakukan pada mereka sebagaimana ahludz dzimmah, namun mereka berkewajiban untuk tidak memerangi kaum muslimin. Golongan inilah yang dinamakan ahlul ‘ahd, ahlush shulh atau ahlul hudnah.

Rasulullah pun bersabda, “Barang siapa yang membunuh kafir Mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Imam Al-BukharI, Imam An-Nasa`i dan Imam Ibnu Majah).

Dalam hadits lain, beliau bersabda,

“Ingatlah, barang siapa yang mendzalimi seorang mu’ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka aku adalah lawan bertikainya pada hari kiamat.” (HR. Imam Abu Dawud dan Imam Al Baihaqi).

3.Kafir Musta’man

  • Kafir Musta’man yakni kafir yang dijamin keamanannya oleh kaum muslimin. Selama mereka dijamin keamananya, maka ia pun harus diperlakukan dengan baik dan tak boleh diperangi.
  • Al mustakman adalah golongan yang mendatangi negeri kaum muslimin namun tidak menetap disana.
  • Golongan ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu
    1. Para utusan,
    2. Para pedagang
    3. Orang-orang yang meminta perlindungan kepada kaum muslimin sehingga punya kesempatan untuk mempelajari Islam dan al qur-an kepada mereka. Jika mereka ingin, mereka dapat masuk islam, jika tidak mereka pun dikembalikan ke negara mereka masing-masing.
    4. Orang-orang yang berkepentingan di negeri kaum muslimin, seperti orang kafir yang berkunjung (baca:turis, ed) dan semisalnya.
  • Golongan ini tidak diperangi dan dibunuh serta tidak diberlakukan jizyah terhadap mereka. Orang yang meminta perlindungan dari golongan ini ditawari untuk masuk islam, apabila dia menerimanya itulah yang diinginkan, namun jika dia hendak kembali ke negeri asalnya, maka dirinya pun diantarkan menuju ke sana dan islam tidak ditawarkan kembali kepadanya sebelum sampai di negerinya. Apabila dirinya telah sampai di negeri asalnya, maka statusnya kembali menjadi ahlul harb yang boleh diperangi.” (Ahkamu Ahlidz Dzimmah 2/873)

Allah berfirman, “Jika seorang di antara kaum musyrikin meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia agar ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah : 6).

4.Kafir Harbi

  • Inilah jenis kafir yang berbeda dari tiga sebelumnya. Jika Dzimmi, Mu’ahad dan Musta’man dilindungi dan tak boleh diperangi,
  • Kafir Harbi justru diperangi sesuai dengan ketentuan syar’i. Hal ini disebabkan kafir Harbi merupakan golongan musyrikin yang memerangi muslimin. keberadaan mereka membahayakan muslimin dan selalu memusuhi dan menyerang umat Islam.

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. At Taubah : 29)

Kontroversi Kaffah 

“Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya.” (QS. At-Taubah : 36).

Kelompok jihadis mengatakan bahwa perintah perang dan membunuh semua orang kafir itu sangat jelas dan tegas di dalam Alquran, yaitu surat At-Taubah ayat 36 yang bunyinya, “Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya.” (QS. At-Taubah : 36). Menurutnya, ada lafadz ‘kaffah’ di ayat itu yang secara jelas maknanya adalah semua atau seluruhnya. Sehingga ayat ini tidak bisa ditafsirkan lain kecuali bahwa kita diwajibkan secara tegas untuk membunuh semua orang kafir.

Ada lafadz ‘kaffah’ di ayat itu sering disalah artikan maknanya adalah semua atau seluruhnya. Sehingga ayat ini tidak bisa ditafsirkan lain kecuali bahwa kita diwajibkan secara tegas untuk membunuh semua orang kafir. Tafsir sebennya tentang Kaffa adalah :

  • Menurut Dr. Yusuf Al-Qaradawi ketika menjawab masalah ini menjelaskan sebagaimana beliau tuliskan dalam kitab Fiqih Al-Jihad, bahwa yang dimaksud dengan ‘kaaffah’ dalam ayat ini adalah sebatas orang-orang kafir yang disebutkan dalam ayat tersebut. Ayat tersebut sedang membicarakan tentang tindakan sekelompok orang-orang kafir yang berkhianat atas ketentuan perang. Dan pengkhianatan ini beresiko besar, yaitu mereka akan dibunuh semuanya. Ketika mereka benar-benar berkhianat, tidak ayal semua yang terlibat dalam pengkhianatan itu memang harus dibunuh. Tetapi sebatas yang terlibat saja dan bukan seluruh orang kafir di muka bumi.
  • Menurut Tafsir Ath-Thabari Memang benar bahwa adanya lafadz ‘kaaffah’ di dalam ayat ini seolah-olah mengisyaratkan untuk membunuh semua orang kafir. Namun menurut Al-Imam Ath-Thabari, ulama terbesar dalam bidang ilmu tafsir, bahwa makna kaaffah itu bukan menunjukkan perintah untuk membunuh seorang orang musyrik. Dalam Tafsir Ath-Thabari, beliau rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ‘kaaffah’ disini adalah pihak umat Islam dan bukan orang kafir. Maksudnya, dalam memerangi orang kafir, wajiblah semua umat Islam secara keseluruhan (kaaffah) untuk ikut serta. Sebab orang kafir pun secara keseluruhan (kaaffah) juga ikut serta dalam memerangi umat Islam. Jadi maksud ayat ini bukan perintah untuk membunuh semua orang kafir.

Syariat Islam turun bukan dengan tujuan untuk membunuh manusia dan menghilangkan nyawanya. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Dalam syariat Islam, orang kafir berhak hidup damai dengan umat Islam. Dan tidaklah ajaran Islam ini diturunkan, kecuali untuk dijadikan petunjuk bagi mereka yang mau. Sedangkan mereka yang tidak mau mengikuti petunjuk dari Allah, tentu saja tidak ada paksaan, tidak perlu dimusuhi, dan tidak perlu diperangi. Menurut Quran orang kafir itu kalau mati pun pasti akan disiksa di neraka selamanya. Cukup Allah Ta’ala saja yang menyiksa mereka, tugas umat Islam sekedar mengajak dan berdakwah. Mau masuk Islam syukur, tidak mau juga tidak apa-apa.

Jelaslah bahwa muslimin hanya diperbolehkan memusuhi kafir harbi. Karena mereka yang memerangi dan memusuhi umat Islam, bukanlah pihak yang perlu ditoleransi lagi. Adapun tiga golongan kafir sebelumnya, maka Rasulullah berinteraksi dengan baik sebagaimana terhadap muslimin, dalam batasan yang tak berada di ranah agama. Kembali ke bagian awal, “Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.” Dan tidak ada ayat satupun dalam Quran atau Hadits yang menyatakan harus membunuh mereka yang tiak mau masuk Islam. Bahkan saat Nabi Muhammad jadi Pemimpin di Madinah banyak orang Kafir yang hidup damai dengamn umat muslim

 

Allah berfirman, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahah : 8).

loading...

Материалы по теме:

Inilah Kaum Musyrik Menurut Quran
Musyrik  menurut syariat Islam adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan apa pun, merupakan kebalikan dari ajaran ketauhidan, yang memiliki arti Mengesakan Allah. Kata syirik sendiri berasal dari kata syarikah atau persekutuan, yaitu mempersekutukan ...
Dr Dzakir Naik: Kata Kafir Tidak Diperuntukkan Untuk Menghina dan Mendiskriminasikan Saudara Umat Lain
Kata kafir adalah kata yang biasa didengar dan diucapkan umat Muslim baik saat beribadah ataupun saat para dai dan ustadz menyebarkan kebenaran Quran. Istilah ...
Kafir Yang Adil Lebih Baik ? Hoax ?
Seorang netizen bernama M Haris Syah menulis dalam status facebooknya mengutip perkataan Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu yang mana dalam kutipan tersebut membolehkan seorang ...
Quran Digital Tafsir Ali Imran 12-13 : Katakanlah Pada Orang Kafir Kalian Pasti Akan Dikalahkan
Ali Imran, ayat 12-13 {قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12) قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ ...
QURAN DIGITAL: Tafsir An Nisa 137-140 , Bila Ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang kafir), maka janganlah kalian duduk beserta mereka
An-Nisa, ayat 137-140 إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدادُوا كُفْراً لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلاً (137) بَشِّرِ ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.