ISLAM ISLAMI

30 Karya Tulis Tokoh Dunia: Muhammad Manusia Teragung Sepanjang Peradaban  Sejarah Manusia

Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia. Puncak penghargaan Allah kepada beliau adalah dengan mengangkatnya menjadi nabi akhir zaman. Ajaran yang dibawanya menjadi ajaran paling sempurna dan menutup ajaran nabi-nabi sebelumnya. Allah SWT menggelarinya sebagai Nabi Pembawa Rahmat bagi seluruh alam; Nabi yang rahmatan lil ‘alamin. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Kehidupan mulai dari janin , lahir hingga wafat sudah di skenariokan oleh sang Pencipta Kehidupan dan Sang Sutradara kehidupan dunia akhirat Allah SWT menciptakan Posisi Rasulullah  yang sangat luar biasa “sempurna dan lengkap” sebagai manusa teladan dunia akhirat. Allah SWT mendesain sekaligus memandu sejarah kehidupan Rasulullah dengan cermat dan hebat sedemikian rupa mulai dari lahir hingga akhir hayat sebagai inspirasi bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.  Banyak sekali karya tulis sejarah yang ditulis para tokoh dunia baik para cendekiawan Muslim hingga para cendekiawan non-Muslim. Karya tulis sejarah itu mengangkat perjalanan hidup Beliau Semuanya berkesimpulan: “Muhammad adalah manusia teragung dalamperadaban  sejarah manusia”.

Allah SWT memberikan gelar keistimewaan kepada Nabi Ibrahim dan Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi umat manusia.  Difirmankan dalam Alquran, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab [33]: 21).

Dalam ayat lain disebutkan pula, “Sesungguhnya telah ada teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.” (QS Al Mumtahanah [60]: 6).  “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS An Nahl [16]: 120-123).

Di antara keduanya, Allah SWT akhirnya memilih Rasulullah SAW sebagai manusia paling mulia. Puncak penghargaan Allah kepada beliau adalah dengan mengangkatnya menjadi nabi akhir zaman. Ajaran yang dibawanya menjadi ajaran paling sempurna dan menutup ajaran nabi-nabi sebelumnya.

Ajarannya pun tidak hanya berlaku bagi segolongan umat, tapi berlaku bagi umat-umat setelahnya. Karena itulah, Allah SWT menggelarinya sebagai Nabi Pembawa Rahmat bagi seluruh alam; Nabi yang rahmatan lil ‘alamin. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam,” demikian Allah berfirman dalam QS Al Anbiyaa [21] ayat 107.

Gelar yang disandang Rasulullah SAW sebagai manusia, sebagai nabi, rasul, ulul azmi minarrasul, uswatun hasanah, dan pembawa rahmatan lil ‘alamin, tak pelak lagi menjadikan beliau sebagai makhluk paling mulia yang pernah diciptakan Allah SWT.

Karena posisinya yang sangat luar biasa “sempurna dan lengkap”, Allah SWT mendesain sekaligus memandu sejarah kehidupan beliau sedemikian rupa mulai dari lahir hingga akhir hayat sebagai inspirasi bagi umat manusia.  Penampilan fisik, ucapan, perbuatan, hingga tahap-tahap kehidupan Rasulullah SAW, sejak dalam kandungan hingga wafat, sarat dengan hikmat yang layak dikaji dan diteladani semua orang. Tempat beliau dilahirkan, orang-orang yang berinteraksi dengan beliau, hingga zaman tatkala beliau hidup, sarat dengan dinamika pembelajaran.

Sebagai implikasi dari gelar uswatun hasanah dan rahmatan lil a’lamin, hampir semua aspek dan fungsi kehidupan manusia pernah pula beliau dijalani. Rasulullah SAW pernah menjadi suami, dan beliaulah suami yang paling baik terhadap istri dan anak-anaknya. Rasul pernah menjadi pedagang, dan beliaulah pedagang yang terkenal paling jujur.  Rasul pernah pula menjadi kepala negara, dan beliau lah kepala negara yang paling cakap, bijak, dan paling berpengaruh. Rasul pun pernah menjadi panglima perang, pendidik, atau seorang anak. Hebatnya, dalam setiap aspek beliau selalu tampil sebagai yang terbaik dan tersukses. Dari kenyataan ini, sangat beralasan bila setiap ucapa dan gerak-gerik beliau terus diabadikan. Bahkan, keduanya juga dijadikan standar perilaku setiap Muslim hingga akhir zaman.

Karya Tulis Sejarah Dunia: Muhammad Manusia Teragung Sepanjang Peradaban  Sejarah Manusia

  • Thomas Carlyle Thomas Carlyle dalam bukunya, His Heroes And Heroworship, menyebutkan, Thomas Carlyle dalam “On Heroes, Hero, Worship & the Heroes in History” menempatkan Rasul sebagai orang terpenting dari segi kepahlawanan. “Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade. Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Muhammad adalah sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah sabda Sang Pencipta. Di antara aib terbesar yang ada hari ini bahwa masih ada saja orang yang mengatakan Islam adalah bohong dan Muhammad penipu.” “Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu.Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamanya. Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas. Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat kedudukan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa-basi.”
  • Annie Besant, seorang filsuf sosialis Inggris, Annie Besant, dalam bukunya “The Life And Teachings Of Muhammad” “Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasa kan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.” Annie Besant  mengatakan, “Mustahil bagi siapapun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad SAW hanya mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu. Ia akan melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau adalah manusia terbesar yang diturunkan sang Pencipta”.
  • Michael H Hart  Michael H. Hart, dalam bukunya “The 100, A Ranking Of The Most Influential Persons In History” “Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. ‘Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.’ Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filosof yang juga seorang orator, prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”
  • Robert Spencer penulis laris New York Times. Dalam The Truth about Muhammad, menawarkan potret yang jujur dan memberi tahu tentang pendiri Islam – mungkin potret semacam itu dalam setengah abad – tidak terikat oleh ketakutan dan kebenaran politik, tidak tergoyahkan, dan mau menghadapi fakta sulit tentang kehidupan Muhammad yang terus mempengaruhi dunia kita saat ini.
  • Will Durant Will Durant  dalam “The Story of Civilization in the World” menempatkan Rasul sebagai orang pertama dilihat dari hasil karyanya.”Will Durant, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya, juga memuji Muhammad Rasul Allah. Ia menulis, “Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak. Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama dyang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.”
  • Mahatma Gandhi  Mahatma Gandhi  mengungkapkan mengenai karakter Nabi Muhammad SAW di Young India)“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya.”“Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”
  • Sir George Bernard Shaw, dalam bukunya “The Genuine Islam” “Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa, beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut. Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sebagai sosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil “sang penyelamat kemanusiaan.” “Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang. Dia adalah Muhammad. Dia lahir di Arab tahun 570 Masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit, hanya dua dekade.”
  • Lamar Tine, dalam bukunya “Histoire De La Turquie” “Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang-orang tersebut hanya sukses pada satu atau dua bidang saja, misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini. Tidak demikian dengan orang Muhammad, ia telah begitu tinggi menggapai berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang, semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut. Hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”
  • K. S. Ramakrishna Rao, dalam bookletnya “Muhammad, The Prophet of Islam” “Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja. Betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan. Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.”
  • Profesor (Snouck) Hurgronje “Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.”
  • Gustav Lebon, cendekiawan Perancis, dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab” “Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama. Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan. Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.”
  • John Davenport John Davenport  dalam karyanya yang terkenal, Sebuah Permintaan Maaf untuk Mohammad dan Alquran, mengakui kejujuran dan ketulusan di balik klaim Muhammad (SAW) sebagai rasul Allah, ketika ia mengatakan: “Ini sangat menguatkan ketulusan Muhammad (SAW). bahwa mualaf Islam yang paling awal adalah sahabat karibnya dan orang-orang dari rumah tangganya, yang semua akrab dengan kehidupan pribadinya, tidak dapat gagal untuk mendeteksi perbedaan-perbedaan yang kurang lebih selalu ada antara pretensi penipu munafik dan tindakannya. di rumah.” John Davenport juga menyatakan, ”Dengan segala kesederhanaan yang begitu alami bagi pikiran yang hebat, ia melakukan jabatan yang paling sederhana yang kesederhanaannya mudah disembunyikan dengan diksi yang sombong; bahkan ketika Tuan Arab, dia memperbaiki sepatu sendiri dan pakaian wol kasar, memerah susu domba betina, menyapu perapian, dan menyalakan api. Tanggal dan air adalah makanan biasa, susu, dan madu adalah kemewahannya. Ketika dia melakukan perjalanan, dia membagi potongannya dengan pelayan itu. Ketulusan dari nasihatnya untuk kebajikan dibenarkan pada saat kematiannya oleh kondisi kelelahan dari kasnya. John Diven Port, cendekiawan Inggris menyatakan penyesalannya terhadap sikap tendensius terhadap Nabi Islam. Dalam bukunya yang ia tulis berkenaan dengan Nabi Muhammad SAW, dengan segala kejujuran dan kecintaan yang mendalam kepada Nabi, ia berusaha membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan Nabi Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini untuk merenung dan berpikir dengan benar. Diven Port menulis, “Dari segi keindahan dan kebaikan watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai. Sebelum memulai ucapannya, beliau telah menarik para pendengar beliau, baik satu orang atau banyak, dengan akhlak dan peringainya yang sangat mulia. Wajah beliau memancarkan kewibawaan sekaligus daya tarik yang amat kuat. Senyumnya yang indah takpernah lepas dari bibir beliau. Pada akhirnya, hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata beliau, memaksa setiap orang memujinya. Oleh sebab itulah beliau dikenal sebagai tokoh agama yang paling langka di dunia.
  • Dosun, penulis Perancis, dalam bukunya “Muhammad dan Islam” “Pada umumnya, warga Perancis tidak menaruh minat kepada pembahasan masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama dan pemikir Perancis memiliki pandangan lain kepada Islam. Hakekatnya ialah bahwa kemunculan Islam dan penyebarannya termasuk diantara hasil karya besar dan amat penting bagi sejarah manusia. Di akhir abad ketujuh Islam mampu merambah ke Suriah, Iran, Mesir dan dunia Arab, dan menyebar di seluruh Afrika Utara, serta menguasai seluruh pulau-pulau di laut Mediterania, kemudian masuk pula ke India dan Cina. Saat ini Islam telah memberikan pengarunya yang luas dalam peradaban dunia serta dalam politik kontemporer. Keberhasilan perjuangan Muhammad saaw, dalam menggeser UU yang berlaku di negara-negara Asia, padahal mereka termasuk diantara negara terkuno di dunia, serta ketahanan UU Islam ini selama berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan kebenaran tokoh ini dan keistimewaannya yang langka.”
  • Edward Gibbon dalam pidatonya yang bertajuk “Profession of Islam” “Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama.”
  • Simon Ockley dalam bukunya “History Of The Saracen Empires” “Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.”
  • Sarojini Naidu, penyair terkenal India (S. Naidu, Ideals of Islam) “Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jamaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui; Allah Maha Besar. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.”
  • James A. Michener dalam bukunya “Islam: The Misunderstood Religion” “Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri. Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu karena menyadari kelemahannya. Tapi “membaca” adalah perintah yang diperolehnya, dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah. Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: ‘Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.’ Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar -red) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa; ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Allah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya.’”
  • W. Montgomery Watt dalam bukunya “Mohammad At Mecca” “Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.”
  • Bosworth Smith, dalam bukunya Mohammad And Mohammadanism “Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrumen atau penyokongnya.”
  • John Austin, dalam bukunya “Muhammad the Prophet of Allah” “Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.”
  • Professor Jules Masserman “Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal. Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer -red). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada semua kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa juga melakukan hal yang sama.”
  • Sir William Muir, sejarawan Inggris yang terkenal, dalam bukunya Life of Mohammed mengatakan: “Otoritas kita, semua setuju dalam menganggap pemuda Muhammad (SAW) kesederhanaan dalam deportasi dan kemurnian perilaku yang jarang terjadi di antara orang-orang Mekah. Karakter adil dan sikap terhormat dari pemuda yang tidak mencolok memenangkan persetujuan dari sesama warganya; dan dia menerima gelar, dengan persetujuan bersama, dari Al-Ameen, yang Dapat Dipercaya. “
  • James Michener James Michener  dalam karyanya yang terkenal, Islam The Misunderstood Religion menulis: “Yatim piatu sejak lahir, ia selalu terutama memperhatikan orang miskin dan yang membutuhkan, janda dan anak yatim, budak dan yang tertindas. Pada usia 20 tahun ia sudah menjadi pengusaha sukses, dan segera menjadi direktur karavan unta bagi seorang janda kaya. Ketika dia mencapai usia 25 tahun, majikannya, Khadijah, mengakui kelayakannya, melamarnya. Meskipun dia 15 tahun lebih tua, dia menikahinya, dan selama dia hidup tetaplah seorang suami yang berbakti. “Dipaksa sekarang untuk berjuang membela kebebasan nurani yang dia khotbahkan, dia menjadi pemimpin militer yang ulung, Meskipun dia berkali-kali pergi ke pertempuran kalah jumlah dan kalah tombak sebanyak lima banding satu, dia memenangkan beberapa kemenangan spektakuler.”
  • Dr. Marcus Dods, Dr. Marcus Dods  dalam karyanya, Mohammad, Buddha, dan Kristus menulis: “Tentu saja ia memiliki dua karakteristik terpenting dari tatanan kenabian. Dia melihat kebenaran tentang Tuhan yang tidak dilihat oleh sesamanya, dan dia memiliki dorongan hati yang tak tertahankan untuk mempublikasikan kebenaran ini. ”  Marcus Dodds  dalam “Muhammad, Budha, & Christ” menempatkan Rasul sebagai tokoh paling berani secara moral.
  • W Montgomery Watt  W Montgomery Watt  menulis dalam bukunya Mohammad at Makkah: “Kesiapannya untuk menjalani penganiayaan karena keyakinannya, karakter moral yang tinggi dari orang-orang yang percaya kepadanya dan memandangnya sebagai pemimpin, dan kehebatan pencapaian akhirnya – semua berpendapat bahwa integritas mendasar. Menganggap Muhammad (SAW) sebagai penipu menimbulkan lebih banyak masalah daripada yang dipecahkannya. Selain itu, tidak ada tokoh besar sejarah yang begitu buruk di Barat seperti Muhammad (SAW). “Dengan demikian, kita tidak hanya harus memuji Muhammad (SAW) dengan kejujuran dan integritas tujuan yang penting, jika kita ingin memahaminya sama sekali: jika kita ingin memperbaiki kesalahan yang kita warisi dari masa lalu.”
  • Bosworth Smith, Bosworth Smith  seorang penulis terkenal, dalam bukunya yang terkenal Mohammad and Mohammadanism, menambahkan: “Kepala Negara serta Gereja, dia adalah Kaisar dan Paus dalam satu; tetapi dia adalah Paus tanpa pretensi Paus, Kaisar tanpa pasukan Caesar. Tanpa pasukan yang berdiri, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pendapatan tetap, jika ada orang yang memiliki hak untuk mengatakan bahwa ia memerintah oleh dewa yang benar, itu adalah Muhammad (SAW), karena ia memiliki semua kekuatan tanpa kekuatannya. instruksi dan tanpa dukungannya. “
  • Stanley Lane-Poole, Stanley Lane-Poole  dalam karyanya The Speeches and Table Talk of Prophet Mohammad mengatakan: “Hari kemenangan terbesar Muhammad atas musuh-musuhnya juga merupakan hari kemenangan termegahnya atas dirinya sendiri. Dia dengan bebas memaafkan orang Quraisy selama bertahun-tahun kesedihan dan cemoohan yang kejam di mana mereka telah menimpanya dan memberikan amnesti kepada seluruh penduduk Mekah. Empat penjahat yang dikutuk keadilan membentuk daftar larangan Muhammad (SAW), ketika ia masuk sebagai penakluk kota musuh bebuyutannya. “Tentara mengikuti teladannya, dan masuk dengan tenang dan damai; tidak ada rumah yang dirampok, tidak ada wanita yang dihina. Satu hal saja yang mengalami kehancuran: Pergi ke Kabah, Muhammad (SAW) berdiri di depan masing-masing 360 berhala, dan menunjuk ke sana dengan stafnya, mengatakan, ‘Kebenaran telah datang dan kepalsuan telah melarikan diri!’ Dan pada kata-kata ini pelayan-pelayannya membunuh mereka, dan semua berhala dan dewa-dewa rumah tangga di Mekah dan bundaran dihancurkan. Dengan demikian Muhammad memasuki kota asalnya, melalui semua catatan penaklukan, tidak ada entri kemenangan yang sebanding dengan yang ini. ”
  • Nazame Luke Nazame Like Demikian pula dalam “Muhammad al-Rasul wa al-Risalah menempatkan ajaran Rasul sebagai yang paling sempurna.
BACA  Daftar 39 Nabi Yang Disebut Dalam Al Quran dan Jumlah Penyebutan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *