January 23, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Dr Dzakir Naik: Kata Kafir Tidak Diperuntukkan Untuk Menghina dan Mendiskriminasikan Saudara Umat Lain

6 min read

Kata kafir adalah kata yang biasa didengar dan diucapkan umat Muslim baik saat beribadah ataupun saat para dai dan ustadz menyebarkan kebenaran Quran. Istilah kafir banyak ditemukan dalam Alquran. Kata kafir setidaknya disebut sebanyak 525 kali dalam Alquran dan memiliki makna bermacam-macam. Kata kafir tidak diperuntukkan untuk menghina atau mendeskriminasi pihak lain. Istilah kafir sering menyinggung saudara umat lain karena seringkali disalahartikan sebagai Ateis. Sebenarnya istilah ini merujuk kepada orang yang menutup atau mengingkari akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Kata kafir setidaknya disebut sebanyak 525 kali dalam Alquran dan memiliki makna bermacam-macam. Sehingga dalam setiap ibadah shalat, doa, ceramah agama Islam atau diskusi agama Islam kata kafir sering diucapkan oleh semua umat muslim dan para dai dan ustadz. Bahkan dalam setiap shalat sebhgian umat selalu menyebut kata kafir, karena kata itu harus diucapkan dalam shalat ketika melantunkan surat Al Kafirun dalam shalat. Demikian juga banyak doa yang berasal dari quran yang menyebut kata kafir.

Berpuluh puluh y=tahun lalu bahkan berabad abad istilah tersebut tidak masalah disebutkan umat muslim. Tetapi uniknya dalam beberapa tahun terakhir ini, istilah kafir dianggap mengandung konotasi yang negatif, yang merendahkan dan menyinggung golongan lain di luar agama Islam dan tragisnya dianggap sikap intoleransi. Tidak jarang, beberapa pihak yang mengkrtik penyebutan kafir kepada golongan selain Islam. Mereka berpendapat sebaiknya penyebutan kata kafir diganti dengan istilah non-Muslim.

Lalu bagaiaman seharusnya umat Islam menyebut golongan lain di luar Islam? Apakah istilah kafir diperuntukan untuk mendeskriminasi golongan selain Islam? Penceramah asal India, Zakir Naik menjelaskan pihak-pihak lain perlu memahami secara benar istilah kafir menurut terminologi Islam. Pasalnya, jika piha-pihak lain memahami dengan benar istilah kafir, maka mereka tidak akan merasa tersinggung dengan istilah kafir.

Dr Dzakir Naik mengatakan

“Kata kafir berasal dair kata kufur yang atinya menyembunyikan atau menentang. Allah berfirman dalam Quran surat Hadid ayat 20. Dalam ayat tersebut berisi petani yang menyembunyikan bibit dalam tanah. Itupun bisa disebut kafir. Namun, dalam konteks Islam kafir adalah oarang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran Islam. Kata kafir bermakna menolak Islam, sehingga kata kafir dalam bahasa Arab berarti non-Muslim,”

Dai berkaiber internasional yang telah mendunia itu ini menambahkan, istilah kafir mempunyai arti yang sama dengan istilah non-Muslim. Yang artinya orang yang menolak Islam. Istilah ini berlaku untuk semua golongan selain Islam. Apabila mereka memahami secara benar istilah ini, mereka tidak akan menilai penyebutan kata kafir sebagai bentuk dari diskrimatif kepada golongan lain.

“Kafir itu artinya non-Muslim. Istilah ini tidak diperuntukkan kepada satu golongan saja misalnya, Kristen. Namun, semua golongan,termasuk di antaranya, Hindu, Budha, Yahudi dan yang lainnya. Anda tidak sedih dipanggil non-Muslim. Lalu kenapa sedih dipanggil kafir? Karena itu sama saja artinya. Jika seseorang atau suatu pihak merasa sedih dipanggil kafir maka perlu memahami lagi secara benar Islam dan terminologi Islam,” ujarnya.

Oleh karena itu, istilah kafir tidak diperuntukkan untuk menghina atau mendeskriminasi pihak lain. Zakir Naik mengatakan, kata kafir adalah kata bagi umat Muslim untuk mereka yang mengingkari atau menutupi kebenaran akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syari’at yang di bawa oleh oleh Nabi Muhammad SAW.

Kehebohan dr Dzakir Naik

Jika saudara kami Umat Kristiani mengikuti ajaran Yesus Kristus, maka umat Muslim lebih Kristen daripada umat Kristen sendiri. Kami umat Islam mencintai Yesus Kristus, kami umat muslim menghormatinya, kami umat Islam mengikutinya, tapi kami tidak menyembahnya, karena dia adalah rasul Tuhan dan bukan Tuhan.

Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang dai, doktor, pakar ilmu perbandingan agama, pembicara umum, dan penceramah internasional Muslim dari India. Ia juga merupakan penulis hal-hal tentang Islam dan Ilmu Perbandingan Agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar “Sarjana Kedokteran dan Bedah” (Bachelor of Medicine and Surgery, MBBS) dari Maharashtra, tetapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang pembicara Islam dan ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah antara lain untuk berbicara mengenai Islam kepada non-muslim dan mengklarifikasikan segala macam kesalahpahaman tentang agama Islam itu sendiri, terutama labeling “terroris” dan “radikalisme”. Ia juga sebagai pembicara mengenai agama Islam sebagai agama yang sesuai secara fakta ialah agama yang masuk akal dan cocok dengan ilmu Sains modern untuk bisa meyakinkan non muslim tentang kebenaran agama tersebut. Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba Islam yang khusus dalam penelitian Islam dan Perbandingan agama yang juga memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Dr Dzakir Naik adalah ahli perbandingan agama baik Islam, Kristen, Hindu atau Judaisme. Sebagai ahli perbandingan agama Dr Dzakir Naik sangat menguasai dengan baik semua kitab Quran, Injil, Weda dan Taurat. Dengan kemampuan yang luar biasa itu Dr Dzakir Naik seringkali memenangkan debt dengan umat agama dan pemuka agama lain, Bahkan seringkali menantang kebenaran Quran kepada pemuka agama lainnya. Banyak ceramah Dzakir Naik yang membuat umat Kristiani atau umat agama lain berpindah ke agama Islam karena meyakini kebenaran Al Quran dan beberapa kekeliriun kitab Injil dan Weda yang seharusnya Firman Allah tetapi seringkali dirubah dengan tujuan tertentu oleh tangan manusia.

Ceramah dan kuliah Dzakir naik tentang perbandingan agama dan kebenaran Quran itulah yang selain membuat umat lain berbondong bondong pindah ke agama Islam juga membuat ketakutan para orangtua dan pemuka agama lain. Ketika dia terus menyuarakan kebenaran Quran dan campur tangan manusia terhadap injil dan weda. itulah yang membuat banyak pihak panik dan takut sehingga beberapa negara dan sebagian dari komunitas masyarakat menolak kehadirannya.

 

loading...

www.islamislami.com

Copyright © 2020 WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.