ISLAM ISLAMI

Apakah Tabiin dan Siapakah Para Tabiin itu ?

Tabiin atau Tabi’in  adalah orang Islam awal yang masa hidupnya setelah para Sahabat Nabi dan tidak mengalami masa hidup Nabi Muhammad saw. Usianya tentu saja lebih muda dari sahabat nabi, bahkan ada yang masih anak-anak atau remaja pada masa sahabat masih hidup. Tabiin merupakan murid sahabat nabi.

Secara kebahasaan, tabiin merupakan bentuk jamak dari tabi’ artinya yang mengikuti. Orang-orang atau orang-orang Islam yang pernah berjumpa dengan sahabat Nabi Muhammad SAW dan meninggal dalam  keadaan iman.

Menurut Al-Khatib al Baghdadi (sejarawan dari Baghdad yang hidup pada abad ke-4 hijriyah), seorang muslim dapat dikatakan sebagai tabiin jika pernah bersahabat Nabi SAW, jadi bukan sekedar pernah berjumpa saja. Para ulama ahli hadis membagi generasi tabiin ini dalam beberapa tingkatan (tabaqat) berdasarkan kualitas sahabat yang pernah dijumpainya.

Ibnu Sa’ad, misalnya, mengelompokkan tabiin dalam 4 tabaqat, sedangkan Al-Hakim mengelompokannya dalam 15 tabaqat. pengelompokkan tabaqat tabiin sangat relatif dan lebih sulit serta berbeda pengelompokkan tabaqat sahabat yang didasarkan atas keikut sertaannya pada peristiwa peristiwa penting yang dialami Rasulullah SAW.

  • Untuk tabaqat pertama, para ulama sepakat memberi batasan bahwa mereka adalah tabi’in yang pernah berjumpa dan bersahabat dengan sepuluh sahabat yang dijanjikan Rasulullah SAW akan masuk surga. Mereka itu adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa’id bin Abi Waqqas, Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail,  Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
  • Mereka yang dipandang sebagai tabi’in tabaqat pertama di antaranya Abu Usman an-Nahdi, Qais bin Abbad, Abu Husain bin Munzir, Abu Wa’il dan Abu Raja’ at-Taridi. Tabi’in yang diketahui paling dulu meninggal adalah Abu Zaid Ma’mar bin Zaid (wafat tahun 30 Hijriyah).
  • Tabaqat Tabi-in yang paling akhir, menurut pandangan al-Hakim, ialah tabi’in yang sempat berjumpa atau melihat sahabat paling akhir dan menyaksikan wafatnya sahabat tersebut (man laqiya akhiras shahabata mautan (siapa yang melihat/menyaksikan paling akhir wafatnya seorang sahabat).
  • Mereka yang termasuk tabi’in tabaqat terakhir ialah tabi’in yang berjumpa dengan Abu Tufail Amir bin Wa’ilah di Mekah yang berjumpa dengan as-Saib di Madinah yang berjumpa dengan Abu Umamah di Syam (Suriah) yang berjumpa dengan Ubaidilah bin Abi Aufa di Kufah yang berjumpa dengan Anas bin Malik di Basra dan berjumpa dengan Abdullah az-Zubaidi di Mesir.
  • Tabi’in yang paling akhir wafatnya ialah Khalaf bin Khalifah (wafat tahun 181 Hijriyah), karena ia sempat berjumpa dengan Abu Tufail di Mekah. Dengan demikian, periode tabi’in berakhir tahun 181 Hijriyah bersamaan dengan masa pemerintahan Harun ar-Rasyid (170-194 Hijriyah) dari Bani Abbas.

Di antara tabi’in yang mempunyai peran besar dalam pengembangan ilmu agama Islam ialah Sa’id bin Musayyab, Nafi’ Maula bin Amr, Muhammad bin Sirin, Ibnu Syihab az-Zuhri, Sa’id bin Zubair al-Asadi al-Kufi dan Nu’man bin Sabit. Sa’id bin Musayyab lahir pada tahun 15 Hijriyah, tahun kedua pada pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dan wafat pada tahun 94 Hijriyah. Ayah dan kakeknya adalah sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia terkenal karena kewarakan, kezuhudan dan keluasan ilmu pengetahuan di bidang hadis dan fikih.

Nafi’ Maula bin Amr (wafat 117 Hijriyah) pada mulanya adalah hamba Ibnu Umar yang mengabdi kepada majikannya selama tiga tahun sebelum dimerdekakan. Imam Malik bin Anas adalah sahabat dekat Nafi’. Imam Malik berkata, ”Jika aku menerima hadis dari Nafi’ dari Ibnu Umar, aku tidak perlu mendengarnya lagi dari orang lain.” Dengan demikian, Imam Malik yakin betul dengan setiap hadis yang diriwayatkan Nafi’. Ia juga dikenal sebagai rawi (periwayat) hadis dan ulama fikih Madinah.

Muhammad bin Sirin adalah anak seorang maula (hamba yang kemudian) dimerdekakan) Anas bin Malik. Ia lahir dua tahun sebelum berakhirnya pemerintahan Usman bin Affan (32 Hijriyah) dan wafat pada tahun 110 Hijiyah. Ia termasuk ulama fikih di Madinah di samping rawi hadis yang dipercaya.

Rentang masa

  • Masa tabiin dimulai sejak wafatnya sahabat nabi terakhir, Abu Thufail al-Laitsi, pada tahun 100 H (735 M) di kota Makkah; dan berakhir dengan wafatnya Tabiin terakhir, Khalaf bin Khulaifat, pada tahun 181 H (812 M).
  • Setelah masa tabiin berakhir, maka diteruskan dengan masa tabiut tabiin atau generasi ketiga umat Islam setelah Nabi Muhammad wafat.

Tingkatan
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam karyanya Taqrib at-Tahdzib membagi para tabiin menjadi empat tingkatan berdasarkan usia dan sumber periwayatannya, yaitu:

  • Para tabiin kelompok utama/senior (kibar at-tabi’in), yang telah wafat sekitar tahun 95 H/713 M. Mereka seangkatan dengan Said bin al-Musayyab (lahir 13 H – wafat 94 H),
  • Para tabiin kelompok pertengahan (al-wustha min at-tabi’in), yang telah wafat sekitar tahun 110 H/728 M. Mereka seangkatan dengan Al-Hasan al-Bashri (lahir 21 H – wafat 110 H) dan Muhammad bin Sirin (lahir 33 H – wafat 110 H),
  • Para tabiin kelompok muda (shighar at-tabi’in) yang kebanyakan meriwayatkan hadis dari para tabiin tertua, yang telah wafat sekitar tahun 125 H/742 M. Mereka seangkatan dengan Qatadah bin Da’amah (lahir 61 H – wafat 118 H) dan Ibnu Syihab az-Zuhri (lahir 58 H – wafat 124 H),
  • Para tabiin kelompok termuda yang kemungkinan masih berjumpa dengan para sahabat nabi dan para tabiin tertua walau tidak meriwayatkan hadis dari sahabat nabi, yang telah wafat sekitar tahun 150 H/767 M. Mereka seangkatan dengan Sulaiman bin Mihran al-A’masy (lahir 61 H – wafat 148 H).

Mayoritas ulama penulis biografi para periwayat hadis (asma ar-rijal) juga membagi para tabiin menjadi tiga tingkatan berdasarkan Sahabat Nabi yang menjadi guru mereka, yaitu:

  • Para tabiin yang menjadi murid para sahabat yang masuk Islam sebelum peristiwa Fathu Makkah,
  • Para tabiin yang menjadi murid para Sahabat yang masuk Islam setelah peristiwa Fathu Makkah,
  • Para tabiin yang menjadi murid para Sahabat yang belum berusia dewasa ketika Nabi Muhammad saw. wafat.

Tokoh Tabiin

Di bawah ini adalah daftar beberapa tokoh tabiin yang ternama:

  • Abu Hanifah
  • Al-Hasan al-Bashri
  • Ali bin al-Husain Zainal Abidin
  • ‘Alqamah bin Qais an-Nakha’i
  • Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar ash-Shiddiq
  • Ibnu Abi Mulaikah
  • Muhammad bin al-Hanafiyah
  • Muhammad bin Sirin
  • Muhammad bin Syihab az-Zuhri
  • Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab
  • Said bin al-Musayyib
  • Rabi’ah ar-Ra’yi
  • Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud
  • Umar bin Abdul Aziz
  • Urwah bin az-Zubair
  • Uwais al-Qarni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *