ISLAM ISLAMI

Firman Allah Dalam Injil dan Quran: Larangan Untuk Menyembah Isa atau Yesus Sebagai Tuhan

Doktrin Kristen atau Kristiani tentang Tritunggal atau Trinitas (kata Latin yang secara harfiah berarti “tiga serangkai”, dari kata trinus, “rangkap tiga”) menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi[ atau hipostasis yang sehakikat (konsubstansial)—Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus—sebagai “satu Allah dalam tiga Pribadi Ilahi”. Ketiga pribadi ini berbeda, tetapi merupakan satu “substansi, esensi, atau kodrat” (homoousios). Dalam konteks ini, “kodrat” adalah apa Dia, sedangkan “pribadi” adalah siapa Dia. Ajaran Trinitas itu ada adalah batan manusia. Hal itu bisa dibuktikan bahwa dalam Kitab Suci Injil tidak ada satupun ayat yang memuat kata Tritunggal atau Trinitas ataupun secara eksplisit memformulasikan doktrin Tritunggal. Justru istilah Trinitas disebutkan oleh Firman Allah dalam al Quran, Demikian juga dalam al Quran Allah telah mengingatkan umat manusia untuk menolak ajaran Trinitas. Istilah trinitas bukan ajaran Yesus karena muncul 300-400 tahun setelah Isa atau Yesus lahir. Fakta sejarah dan dalil dalam Injil dan Quran inilah yang membuat potensi kegoyahan iman umat Nasrani. Sehingga beratus ratus tahun hingga sekarang para pemuka agama dan orangtua disibukkan kesulitan mencari pembenaran bahwa ajaran Trinitas dan Penobatan Yesus sebagai Tuhan adalah perintah Yesus dan Firman Allah. Kalaupun mereka melakukan pembenaran sangat tidak rasional dan menggunakan penyelewangan ayat Quran untuk melakukan pembenaran tersebut. Hal inilah yang membuat banyak orang pintar dan berpikir cerdas serta rasional beralih pada keyakinan islam karena lebih rasional berdasarkan fakta sejarah dan dalil kitab Suci. Ajaran agama Nasrani sebelum diselewengkan manusia, ulama kenamaan asal India, Dr Zakir Naik, memberikan pandangannya bahwa ada kesamaan baik dalam ajaran islam maupun kristen.

Ajaran Trinitas menurut sejarah ternyata bukan ajaran Yesus atau Firman Allah dalam kit Injil. ajaran Trinitas berasal dari ilmu teologi Kristen buatan manusia. Tertullianus, seorang teolog Latin yang membuat istilah Trinitas pada awal abad ke-3, dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan kata-kata Latin terkait “Trinitas”, “pribadi” dan “substansi”, untuk menjelaskan bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah “satu dalam esensi—bukan satu dalam Pribadi Kitab Suci “memberikan kesaksian” tentang kegiatan suatu pribadi Allah yang hanya dapat dipahami dari segi Trinitaris.

Bapa Gereja pertama yang tercatat menggunakan kata “Trinitas” adalah Teofilus dari Antiokhia yang menulis pada akhir abad ke-2. Ia mendefinisikan Trinitas sebagai Allah, Firman-Nya (Logos), dan Kebijaksanaan-Nya (Sofia) dalam konteks diskusi mengenai tiga hari pertama penciptaan. Pembelaan pertama atas paham Trinitas terjadi pada awal abad ke-3 oleh salah seorang Bapa Gereja awal yang bernama Tertulianus. Ia secara eksplisit mendefinisikan Trinitas sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus serta membela teologi Trinitaris dalam upayanya melawan paham “Praxean”. St. Yustinus dan Klemens dari Aleksandria menggunakan Trinitas dalam berbagai doksologi mereka, dan juga St. Basilius dalam penerangan cahaya sore hari.

Doktrin ini baru memiliki bentuk definitifnya pada akhir abad ke-4. Selama periode peralihan, dikemukakan beragam solusi tentatif, baik yang lebih ataupun yang kurang memuaskan. Trinitarianisme dikontraskan dengan posisi-posisi nontrinitaris yang mencakup Binitarianisme (satu substansi dalam dua pribadi), Unitarianisme (satu substansi dalam satu pribadi, dapat dianalogikan dengan interpretasi Yahudi mengenai Shema dan keyakinan Muslim dalam Tauhid), Pentakostalisme Keesaan ataupun Modalisme (satu substansi yang bermanifestasi dalam tiga aspek terpisah). Padahal Yesus lahir pada zaman Herodes, raja Yudea (Matius 2:1Lukas 1:5) sekitar 73/74 Sebelum Masehi. Sedangkan istilah Trinitas muncul 300 atau 4oo tahun setelah kehidupan Yesus atau nabi isa.

Meski tidak semua agama sama tetapi dalam hal tertentu jika belum diselewengkan manusia, ulama kenamaan asal India, Dr Zakir Naik, memberikan pandangannya bahwa ada kesamaan baik dalam ajaran islam maupun kristen. Menurutnya aspek itulah yang kurang diketahui banyak orang. “Jika melihat beragam agama saat ini, ada satu hal utama yang sama dan serupa, di antara keberagaman agama,” kata Zakir saat menyampaikan dakwahnya di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (8/4/2017) malam. Merujuk pengertian itu, apa yang ingin dikatakan Zakir adalah tidak adanya sebuah batasan pembeda antara islam maupun agama lainnya khususnya kristen. “Jika kita mempelajari sunnah umat muslim untuk berhijab bagi perempuan. Maka hal itu juga dikutip dalam alkitab injil, oleh karena itu tidak ada perbedaan di antara keduanya yang serupa,” paparnya. Bukan hanya islam dengan kristen, namun juga menurut Zakir agama lainnya pun saling memiliki kesamaan. Hanya saja tak banyak orang mau dan bersungguh-sungguh mempelajarinya.

Kitab injil

Meski hingga saat ini ajaran tersebut banyak diyakini oleh umat Nasrani, justru sampai saat ini ajaran Trinitas tidak pernah dibuktikan ada tercantum dalam kitab Injil dan ajaran untuk menyembah Yesus tidak pernah didapatkan dalam ayat Injil yang tidak ambigu.  Ternyata sejarah menunjukkan abhwa semua ajaran Trinitas atau menganggap Yesus sebagai Tuhan adalah ajaran manusia.

Justru dalam 4 kitab injil ajaran baru menyebutkan Yesus melarang umat untuk menyembahnya. kelemahan ajaran yang sulit dibuktika secara dalil Teologi atau bersumber dari Nabi atau firman Allah yang sangat lemah dan hanyalah buatan manusia inilah yang membuat banyak pendeta dan pastur yang memehami hal ini pindah keyakianan menjadi muslim karena lebihg bisa dipercaya kebenarannya secara ilmiah dengan dalil yang kuat. Hal inilah yang membuat saat ini para pemuka agama dan orangtua sibuk mencari pembenaran agar umat dan para anaknya tidak goyah dalam meneruskan keyakinannya yang secara implisit tidak berdasarkan dalil yang kuat bahwa hal itu benar pesan dari nabi Isa atau Yesus atau perintah Allah langsung.

BACA  Perbedaan Konsep Tuhan Dalam Islam dan Agama Lainnya

Injil  adalah istilah yang digunakan untuk menyebut keempat kitab pertama dalam Alkitab Perjanjian Baru menurut kepercayaan Kristen. Keempat kitab tersebut, Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, disebut Kabar Baik, karena orang Kristen percaya bahwa narasi keempat Injil yang berpuncak pada kematian dan kebangkitan Yesus tersebut merupakan kisah penyelamatan Allah kepada umat manusia yang berdosa, supaya manusia dapat kembali mengenal Allah yang sesungguhnya dan dapat masuk ke surga. Menurut Islam, Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa.

  1. Injil Matius adalah satu di antara empat Injil Perjanjian Baru (PB). Injil secara tradisi disalin dalam urutan dengan Matius terlebih dulu, disusul dengan Markus, Lukas dan Yohanes. Bersama-sama Injil Markus dan Lukas, Injil ini digolongkan Injil sinoptis. Kitab Matius mempunyai amanat tentang “Kabar Baik” (injil; bahasa Inggris: gospel) bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Tuhan, ini dapat terlihat melalui contoh Doa Bapa Kami. Melalui Kerajaan Allah inilah Yesus Kristus akan memulihkan kondisi Bumi dan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu, hal inilah yang akan menjadi kesaksian bagi semua bangsa, barulah akhir sistem dunia ini berakhir. Melalui Yesus itulah Tuhan menepati apa yang telah dijanjikan-Nya di dalam Perjanjian Lama kepada umat-Nya. Sekalipun Yesus lahir dari orang Yahudi dan hidup sebagai orang Yahudi, namun Kabar Baik itu bukanlah hanya untuk bangsa Yahudi saja melainkan untuk seluruh dunia.
  2. Injil Markus adalah Injil kedua di bagian Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Meskipun ini merupakan kitab kedua, banyak pakar menganggap kitab ini sebagai kitab yang ditulis paling awal di antara kitab-kitab di Perjanjian Baru. Injil Markus digolongkan ke dalam Injil Sinoptis bersama-sama Injil Matius dan Injil Lukas.
  3. Injil Lukas adalah salah satu dari empat tulisan yang mengawali Perjanjian Baru. Injil Lukas digolongkan sebagai Injil Sinoptik bersama dengan Injil Matius dan Injil Markus. Isi pemberitaannya mengenai kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus. Di kalangan para ahli Perjanjian Baru, Lukas diyakini sebagai penulis Injil ini. Penyusunan Injil Lukas menggunakan bahan-bahan tulisan yang kurang lebih sama dengan yang digunakan dalam Injil Matius dan Injil Markus, tetapi hasil susunannya tidak persis sama dengan kedua Injil tersebut.
  4. Injil Yohanes (Injil menurut Yohanes) adalah salah satu kitab yang terdapat di Perjanjian Baru. Kitab yang termasuk dalam rangkaian Injil kanonik ini memiliki gaya dan struktur yang membuatnya unik dan berbeda dengan ketiga Injil yang lain (Injil Markus, Injil Matius, Injil Lukas), meskipun begitu Injil ini tetap memuat wawasan peristiwa yang sama dengan ketiga Injil lainnya. Injil Yohanes menekankan tentang keilahian Yesus Kristus, Anak Allah. Tidak ada Injil lain yang menekankan sifat kemanusiawian sekaligus keilahianNya dengan tegas dan jelas selain Injil ini. Waktu penulisannya diperkirakan terjadi pada tahun 40-140 M. Memang tidak disebutkan dengan jelas siapa yang menulis Injil ini, tetapi Yohanes anak Zebedeus adalah orang yang diperkirakan menulisnya.

Trinitas Tak disebut dalam Injil Justru Disebut dalam Quran 

Agama Nashrani adalah agama yang ajarannya telah banyak dirubah dan diselewangkan dari asalnya ditambah dengan ajaran-ajaran yang berasal dari luar nasaraniyah dan dimasukan ke dalamnya, sehingga ia semakin jauh dan tenggelam ke dalam kesesatan.

Trinitas sendiri adalah ajaran buatan manusia karena tidak pernah tercantum dalam al kitab injil.  Justru ajaran trinitas banyak ditulis dalam Quran, sebagai pengingatan Allah kepada manusia bahwa jangan menyebah Yesus sebagai nabi dan manusia.

  1. “Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara” (QS. An Nisa’: 171).
  2. Sesungguhnya kafirlah orang=orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. Al Maidah: 73)
  3. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al masih putera Maryam”. (QS. Al Maidah: 17)
  4. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (QS. Al Maidah: 116)

4 Injil Yesus katakan Jangan Sembah Aku

MATIUS

  • 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
  • 7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
  • 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
  • 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
  • 19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ? “
  • 19:17 Jawab Yesus:  “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik, hanya satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (al. KJV, Douay-Rheims Bible).

MARKUS :

  • 12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
  • 12:29 Jawab “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
  • 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
  • 12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
  • 12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
BACA  Kitab Suci dan Sejarah Tunjukkan Allah Yang Disembah Islam dan Kristen Ternyata Sama.

LUKAS:

  • 4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

YOHANES:   

  • 12:49 Sebab Aku berkata-katabukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal.Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.
  • 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
  • 20:17 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.

MATIUS:

  • 21:10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?”
  • 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

LUKAS:  

  • 24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
  • 24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”
  • 24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang  yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
  • 24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
  • 24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

YOHANES:

Perhatikan juga kutipan dua kisah Yesus menurut “Injil” Yohanes berikut ini, yang menunjukkan bahwa Yesus sama sekali tidak pantas menyandang predikat “Tuhan”,bahkan ia justru menunjukkan penghambaannya di hadapan Tuhan sebagai seorang Nabi/Rasul Allah bagi umat Israel:

  • 7:15 Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”
  • 7:16 Jawab Yesus kepada mereka : “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
  • 7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
  • 7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.
  • 11:33. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
  • 11:34 “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”
  • 11:35 Maka menangislah Yesus.
  • 11:36 Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”
  • 11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?”
  • 11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
  • 11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”
  • 11:40 Jawab Yesus : “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
  • 11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu  menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
  • 11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
  • 11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!”
  • 11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.”
BACA  Bukan Hanya Nabi Muhammad, Isa (Yesus) dan Semua Nabi Adalah Islam Diperintahkan Shalat

Dalam quran terdapat istilah ajaran Trinitas, tetapi ajaran Allah untuk memperingatkan manusia sebagai perintah larangan. Karena Yesus Bukan Tuhan dan Dilarang Untuk Disembah:

  1. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Surat Maryam:27-35)
  2. Dalam akidah Islam, Isa putra Maryam adalah hamba, Nabi dan Rasul Allah Ta‘āla. Dia bukan anak Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. Bahkan Allah Ta‘āla telah membantah di banyak ayat-Nya bahwa Dia menjadikan Isa sebagai putra-Nya:“Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak(QS al-Jinn [72]: 3).
  3. Allah mengabarkan bahwa Dia Maha Kaya tidak butuh kepada yang lainnya. Dia tidak butuh mengangkat seorang anak dari makhluk-Nya.“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?(QS Yūnus [10]: 68)
  4. Sesungguhnya umat Kristiani telah berlaku lancang kepada Allah Subhanahu wa Ta’aladengan menuduh-Nya telah mengangkat seorang hamba dan utusan-Nya sebagai anak-Nya yang mewarisi sifat-sifat-Nya. Karena ucapan mereka ini, hampir-hampir langit dan bumi pecah. “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba(QS Maryam [19]: 88–93).
  5. Dan secara tegas Allah telah menyatakan “kafir” para penganut ajaran Trinitas tersebut. “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam”, padahal al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Isra’il, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih(QS al-Mā’idah [5]: 72–73).
  6. “Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil.” (Qs 43 Az Zuhkruf 59).

MENGAPA SAUDARA KITA KAUM NON MUSLIM MENOLAK KEBENARAN QURAN YANG JUSTRU MEREKA KETAHUI BAHWA NABI ISA ATAU YESUS BUKAN TUHAN DAN TIDAK BOLEH DISEMBAH, TERNYATA ALLAH SUDAH MENGINGATKAN

QS. Al-‘An`am [6] : 25. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *