ISLAM ISLAMI

Bukan Hanya Nabi Muhammad, Isa (Yesus) dan Semua Nabi Adalah Islam Diperintahkan Shalat

Banyak masih beranggapan bahwa Nabi yang pertama kali membawa agama Islam adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mungkin banyak menyeangka nabi-nabi terdahulu, membawa agama yang berbeda-beda. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam beragama tauhid, tidak beragama Islam, dan Allah menurunkan kepada Nabi Musa dan Isa ‘alaihimassalam agama Yahudi dan Nashrani, bukan agama Islam. Anggapan seperti ini tentu tidak benar karena tidak sejalan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan bahwa Islam adalah agama semua nabi dan rasul.  Demikian juga rukun Islam kedua, shalat, tidak hanya dicontohkan Rasulullah, tapi semua nabi. Hal itu pun disebutkan pula dalam Injil. Di Injil, nabi-nabi juga menyembah Allah dengan bersujud, mulai dari Adam, Musa, Harun, hingga Isa. ”Yesus bersimpuh dan sujud kepada Allah. Semua nabi saat shalat, semua sujud dan berdoa kepada Allah,” ujar Zakir Naik.Dr Jawwad ‘Ali, seorang pemikir kritis sekaligus sejarawan Muslim asal Baghdad, dalam karyanya berjudul Sejarah Shalat atau Tarikh as-Shalah fi al-Islam, menjelaskan, shalat sudah dikerjakan sebelum Islam datang. Artinya, shalat juga dikerjakan oleh orang-orang terdahulu, termasuk dalam ajaran agama terdahulu. Quran dan Hadits juga menyebutkan bahwa semua Nabi adalah beragama Islam

Nabi Ibrahim alaihissalam beragama tauhid, tidak beragama Islam, dan Allah menurunkan kepada Nabi Musa dan Isa alaihimassalam agama Yahudi dan Nashrani, bukan agama Islam. Anggapan seperti ini tentu tidak benar karena tidak sejalan dengan ayat-ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan bahwa Islam adalah agama semua nabi dan rasul. Allah taala menegaskan dalam Alquran:”Sesungguhnya agama yang diridai oleh Allah hanyalah Islam.” (QS Ali Imran: 19) Dalam ayat lain, Allah taala berfirman:”Dan barangsiapa mencari selain agama Islam untuk ia peluk, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali Imran: 85). Sungguh tidak logis, apabila Allah taala menurunkan banyak agama yang berbeda-beda kepada para nabi dan rasul, kemudian yang diterima hanya agama Islam.

Semua nabi, mulai Nabi Adam alaihissalam hingga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam membawa agama yang sama, yaitu Islam. Begitu juga seluruh pengikut para nabi, semuanya beragama Islam. Nabi Ibrahim, Sulaiman, Yusuf, Isa dan nabi-nabi yang lain, semuanya beragama Islam. Mereka semua menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Perhatikan dan cermati ayat-ayat Alquran berikut ini. “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang jauh dari syirik dan kufur dan dia seorang yang muslim. Dan sekali-kali dia bukanlah seorang yang musyrik.” (QS Ali Imran: 67)

  • “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya isinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, bahwa janganlah kalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang memeluk Islam.” (QS An-Naml: 30-31)
  • “(Yusuf berkata): Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkan aku bersama orang-orang yang saleh.” (QS Yusuf: 101)
  • “Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil), ia berkata: Siapakah yang akan menjadi pembela-pembelaku untuk menegakkan agama Allah? Para Hawwariyyun (sahabat-sahabat setia Nabi Isa) menjawab: Kamilah pembela-pembela-agama Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.” (QS Ali Imran: 52)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Alquran lainnya yang kesemuanya menegaskan bahwa para nabi beserta pengikut-pengikut mereka beragama Islam. Dengan demikian, tidak ada seorang pun di antara mereka yang mambawa selain Islam. Adapun perbedaan di antara para nabi adalah terletak dalam hukum-hukum syariat yang Allah taala turunkan kepada mereka, seperti dalam tata cara dan ketentuan bersuci, shalat, zakat, puasa dan lainnya. Tentang hal ini, Allah taala berfirman:

  • “Dan untuk tiap-tiap umat di antara kalian (umat Muhammad dan umat-umat sebelumnya), Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (QS Al-Maidah: 48)
BACA  Tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadhan Menurut Riwayat Nabi Muhammad SAW

Dalam hadis sahih, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Para nabi bagaikan saudara seayah, agama mereka satu yaitu agama Islam, dan ibu-ibu (syariat-syariat) mereka berbeda-beda.” (HR al-Bukhari). Nabi Muhammad Bukan Muslim Pertama Allah taala berfirman tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam:

  • “(Muhammad berkata): tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah muslim yang pertama.” (QS Al-Anam: 163).

Di kitab-kitab tafsir dijelaskan bahwa yang dimaksud adalah bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah muslim pertama pada masanya, bukan muslim pertama secara mutlak. Imam ath-Thabari dalam tafsirnya mengatakan:

  • “Yang dimaksud bahwa Nabi Muhammad adalah muslim pertama di kalangan umat ini (umat beliau).”

Penafsiran yang sama dapat kita jumpai dalam kitab tafsir al-Qurthubi, al-Baghawi, al-Jalalain, an-Nasafi dan lainnya. Mengapa Disebut Yahudi dan Nashrani? Dari apa yang telah diuraikan di atas menjadi jelas bahwa seluruh nabi dan rasul beserta para pengikut mereka adalah orang-orang yang beragama Islam, termasuk Nabi Musa, Nabi Isa dan para pengikut keduanya.

Mengapa para pengikut Nabi Musa dinamakan Yahudi dan para pengikut Nabi Isa disebut Nashara atau Nashrani, berikut penjelasan Imam al-Qurthubi dalam al-Jami li Ahkam Alquran (Penerbit Muassasah ar-Risalah, juz 2, hlm. 157-160).

“Para pengikut Musa disebut Yahudi karena dinisbatkan kepada Yahudza, putra pertama Nabi Yaqub. Orang Arab mengganti huruf dzal menjadi dal karena kata non-Arab jika diserap ke dalam bahasa Arab, maka diubah pelafalannya.

Isa, Yesus dan Kristen

Melihat fakta sejarah agama Kristen juga bukan ajaran Nabi Isa atau Yesus. Sejarah Kekristenan tidak bisa dipisahkan dari Sejarah gereja Kristen yang membawa ajaran agama Kristen, ternyata muncul setelah 300 tahun sejak Yesus disalib.

Kekristenan muncul dari wilayah Levant (sekarang Palestina dan Israel) mulai pertengahan abad pertama Masehi. Asalnya Kekristenan dimulai di kota Yerusalem dan mulai menyebar ke wilayah Timur Dekat, termasuk ke Siria, Asyur, Mesopotamia, Fenisia, Asia Minor, Yordania dan Mesir. Sekitar 15 tahun setelahnya Kekristenan mulai memasuki Eropa Selatan dan berkembang di sana. Sementara itu juga terjadi penyebaran di Afrika Utara serta Asia Selatan dan Eropa Timur. Pada abad ke-4 Kekristenan telah dijadikan agama negara oleh Dinasti Arsakid di Armenia pada tahun 301, “Caucasian Iberia” (atau Republik Georgia) pada tahun 319, Kekaisaran Aksum di Etiopia pada tahun 325, dan Kekaisaran Romawi pada tahun 380 M. Kekristenan menjadi umum bagi seluruh Eropa pada Abad Pertengahan dan mengembang ke seluruh dunia selama Masa Eksplorasi negara-negara Eropa dari zaman Renaissance sampai menjadi agama terbesar di dunia. Sekarang terdapat lebih dari 2,5 miliar orang Kristen, yaitu sepertiga jumlah manusia di dunia. Kekristenan terbagi menjadi Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur pada Skisma Timur-Barat atau Skisma Besar pada tahun 1054. Reformasi Protestan memecah Gereja Katolik Roma menjadi berbagai denominasi Kristen.

Perintah Shalat

Salat merujuk kepada ibadah pemeluk agama Islam.Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Nabi Muhammad sebagai figur pengejawantah perintah Allah. Umat muslim diperintahkan untuk mendirikan salat karena menurut Surah Al-‘Ankabut dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. “…dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” — Al-‘Ankabut 29:45

Dalam sejarah agama Samawi atau langit, shalat juga pernah dikerjakan oleh para nabi-nabi mereka. Sebagaimana dijelaskan oleh Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam kitabnya Athlas Tarikh al-Anbiya wa ar-Rusul, agama Samawi itu adalah Islam, Yahudi, Nasrani, Hanif, dan Shabiyah Mandaiyah.

Agama Islam, nabinya adalah Muhammad SAW, Yahudi (Musa), Nasrani (Isa), Hanif (Ibrahim), dan Shabiyah Mandaiyah (Yahya).Dan, para nabi  tersebut juga diperintahkan oleh Allah SWT untuk mendirikan shalat sebagai suatu kewajiban atas diri mereka dan umatnya.

  • Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishak juga diperintahkan shalat. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim [14]: 37). Lihat juga dalam ayat ke-40.
  • Nabi Musa dan Harun pun demikian. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: ‘Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.’ (Yunus [10]: 87).
  • Nabi Daud juga mendirikan shalat, sebagaimana tertera dalam Mazmur 119 ayat 62. Di tengah malam aku bangun untuk memuji-Mu .Nabi Zakaria juga mendirikan shalat, sebagaimana terdapat dalam s urah Ali Imran [3]: 39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab.
  • Nabi Isa juga shalat. Dalam surah Al Ankabut ayat 45, Allah SWT memerintahkan shalat untuk mencengah manusia dari perbuatan keji dan munkar. Dalam Islam pula, shalat dikerjakan lima kali sehari.
  • Surah Taha ayat 11-12 menyatakan, Musa AS dibimbing Allah SWT untuk melepas alas kaki saat berada di Bukit Thuwa untuk bertemu Allah SWT. Umum pula bagi Muslim tidak beralas kaki saat shalat. Islam juga mengharuskan wudhu sebelum seorang Muslim shalat. ”Tapi, kita boleh melepas sepatu maupun memakai sepatu saat shalat. Banyak Muslim yang tidak tahu soal ini. Sebab, Rasulullah minta Muslim membedakan diri dari Yahudi,”
  • Di Injil, Musa juga melepas alas kaki dan membasuh tangan serta kaki sebelum bertemu pengikutnya untuk menyembah Allah. Shalat adalah contoh terbaik persaudaraan Islam dan bagian terbaik dalam shalat adalah sujud. ”Psikolog bilang cara terbaik mengontrol diri adalah dengan meletakkan bagian paling tinggi dari tubuh ke tanah,” kata Zakir Naik.
BACA  Heboh D Ehrman : Injil Perjanjian Baru Banyak Kontradiksi, Penulisnya Tidak Dikenal Bukan Murid Yesus

 

Maryam, ayat 27-33
{فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا (27) يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا (28) فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (29) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (30) وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (31) وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (32) وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا (33) }

Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina, ” maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” Berkata Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا}

dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. (Maryam: 31)

Sama pengertiannya dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam:

{وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ}

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (Al-Hijr: 99)

Abdur Rahman ibnul Qasim telah meriwayatkan dari Malik ibnu Anas sehubungan dengan firman-Nya: dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. (Maryam: 31) Isa dalam jawabannya menyebutkan perkara yang dialaminya sejak lahir sampai wafat sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan terhadapnya.

BACA  6 Ayat Quran Yang Menyatakan Isa atau Yesus Adalah Nabi Bukan Tuhan

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *