ISLAM ISLAMI

PENYELEWANGAN QURAN Maryam Ayat 17 YANG DIGUNAKAN OKNUM KRISTENISASI, TERJEMAHAN DAN TAFSIR YANG BENAR

Semakin meningkatnya penggunaan internet, tampak semakin banyak bermunculan situs-situs yang berisikan upaya dugaan kristenisasi yang dilakukan oleh oknum agama lain. Sebelumnya hal itu seringkali diingkari dan  dianggap tidak ada atau bergerak di bawah gorong gorong tanah. Banyak sekali berita-berita tentang “Kristenisasi” di Indonesia yang tidak jarang memicu kehebohan dan ketegangan antar kedua pemeluk agama yang sama sama sebagai warga NKRI ini, karena kegiatan tersebut melanggar etika kehidupan sosial, aturan hukum  SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 dan melanggar kehidupan berbegara berdasarkan Pancasila.  Beberapa saudara kita pelaku kristenisasi itu dikatakan oknum karena ternyata sebagian besar penganut agama Kristen juga tidak setuju dengan kelompok ini karena tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Bahkan Ketua PGI (Persatuan Gereja indonesia) Andreas Yewangoe Ph.D itu juga mengakui dengan mengatakan: “Memang di kalangan kami ada sebagian umat yang berpikiran radikal. Mereka sering mangukur kemajuan Kristen dari  semakin bertambahnya jumlah penganutnya. Kami juga mendengar  upaya tersebut disertai  iming-iming sumbangan makanan dan segala macam. Bantu orang  ya bantu orang, jangan lalu suruh mereka masuk Kristen. Kami berpendapat, ketika seseorang  memilih Kristen sebagai keyakinannya itu harus terjadi dalam situasi orang tersebut jauh dari tekanan dan bujukan. Ketua PGI itu juga mengingatkan: “Bagi saya upaya Kristenisasi seperti itu menghina Tuhan Allah”.

Uniknya, sebagian oknum pelaku Kristenisasi dalam menarik hati umat muslim dengan menggunakan nama label Islam dan Quran dengan memutarbalikkan dan memotong motong ayat quran untuk melakukan pembenaran terhadap kelemahan penyelewengan ajaran agamanya bahwa Isa atau Yesus itu adalah Tuhan dan harus disembah. Padahal dalam banyak firman Allah dalam Quran  dijelaskan dengan tegas bahwa Isa atau Yesus bukan anak Allah, Bukan Tuhan dan diperingatkan dengan tegas dan hukumannya bila menyembah Isa atau yesus sebagai Tuhan. Bahkan dalam kitab injil tidak ada satupun ayat yang tidak ambigu menyatakan bahwa Yesus Tuhan dan patut disembah

PENYELEWANGAN AYAT QURAN YANG DIGUNAKAN OKNUM

PENYELEWANGAN AYAT QURAN YANG DIGUNAKAN OKNUM KRISTENISASI mereka katakan :  

Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma menjadi Manusia yang sempurna “… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.”…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…(Maryam, 17)

Saudara kita oknum kristenisasi mengatakan bahwa ruh Allah yang menjelma menjadi manusia pada ayat di atas adalah Yesus. Hampir pasti mereka terinspirasi dengan ayat Injil yang menyatakan firman menjelma menjadi manusia (Yohanes 1:14).

BACA  PENYELEWANGAN AYAT QURAN Az Zukhruf, 63 YANG DIGUNAKAN OKNUM KRISTENISASI. INILAH TERJEMAHAN LENGKAP DAN BENAR

Ruh yang menjelma menjadi manusia sempurna pada ayat tersebut bukanlah Yesus, tetapi Malaikat Jibril yang di utus Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberi Maryam seorang anak laki-laki. Turunnya Malaikat Jibril ke hadapan Maryam ini juga dapat kamu temukan dalam Injil Kristen (Lukas 1:28). Jadi yang menjelma menjadi manusia adalah Ruh yaitu Malaikat Jibril (Gabriel).

Mustahil Ruh yang menjelma di hadapan Maryam ada Nabi Isa ‘Alaihis Salam atau Yesus sendiri. Karena pada ayat yang ke 19, Ruh ini berkata kepada Maryam; Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci“. Tidak masuk akal kalau Ruh yang menjelma menjadi Manusia tersebut adalah Yesus. Mana mungkin Yesus menemui ibunya kemudian berkata bahwa dirinya akan memberi seorang anak laki-laki yaitu dirinya sendiri. Penyebutan “manusia yang sempurna” untuk ruh yang menjelma di hadapan Maryam sama sekali bukan dalil ruh tersebut adalah Nabi Isa ‘Alaihis Salam atau Yesus. Disebut manusia yang sempurna karena Malaikat Jibril menyerupakan diri sebagai manusia utuh sehingga Maryam tidak mengetahui bahwa dia adalah Malaikat.

Saudara kita oknum kristenisasi berkata bahwa tidak ada ayat maupun hadits yang menyatakan secara terus terang bahwa Jibril itu adalah Rohullah. Benarkah Malaikat Jibril tidak pernah disebut ruh? Malaikat Jibril juga disebut dengan Ruh seperti Asy-Syu’ara: 193-194. (192). Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, (193). dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril),

Pwerlu dicermati menambah seorang lagi ke dalam doktrin Trinitas mengikut ayat di atas, yaitu Nabi Adam AS, karena beliau juga terjadi dengan “kalimat Allah”, yaitu “kun” (jadilah)!

Kalimat dalam kurung yang ada dalam terjemahan Al-Qur’an surah An-Nisa: 171 memang tidak terdapat dalam teks asli Al-Qur’an, itu adalah tafsiran penerjemah Al-Qur’an. Tujuan penerjemah menambahkan kata dalam kurung adalah untuk memperjelas kalimat agar umat Islam yang awam dapat memahaminya dengan benar. Apakah salah jika penerjemah Al-Qur’an menambahkan kata dalam kurung dengan kata “yang diciptakan dengan”? Sama sekali tidak. Karena dalam surah Ali Imran: 59 di atas, dengan jelas Al-Qur’an menyamakan penciptaan Isa Al-Masih dengan Adam AS.

Saudara kita oknum kristenisasi mengatakan mengutip kalimat yang mereka sebut hadits dari Anas bin Malik: “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya”. Kalimat tersebut tidak dapat saya temukan dalam hadits mana pun. Al-Qur’an menyebut Isa diciptakan dengan jalan meniupkan roh ke dalam rahim Maryam (An Nisaa’: 171). Penciptaan Isa yang seperti itu tidak berbeda dengan penciptaan manusia pada umumnya. Allah SWT berfirman; Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur(As Sajdah: 9)

BACA  Injil Kuno Barnabas Sesuai Quran: Yesus Bukan Allah atau Anak Allah

INILAH TERJEMAHAN DAN TAFSIR YANG BENAR

Terjemahan Quran Surat Maryam Ayat 17

فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا Arab-Latin: Fattakhażat min dụnihim ḥijābā, fa arsalnā ilaihā rụḥanā fa tamaṡṡala lahā basyaran sawiyyā Terjemah Arti: Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Tafsir Quran Surat Maryam Ayat 17 17.

Lalu ia memasang tabir yang melindunginya dari kaumnya, agar mereka tidak melihat ibadahnya kepadaTuhannya. Lalu Kami mengutus Jibril -‘alaihissalām- kepadanya, maka ia menampakkan diri di hadapannya dalam rupa manusia yang sempurna. Maryam pun merasa khawatir bila ia akan melakukan kejahatan pada dirinya.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) Maka dia mengadakan tabir penutup yang menutupinya dari keluarga dan kaummnya. Lalu Kami mengutus malaikat jibril kepadanya, maka jibril menjelma di hadapannya dalam rupa manusia yang sempurna fisiknya.

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia 17. Dan dia membuat pembatas yang menutupinya dari mereka. Kemudian Kami mengutus malaikat Jibril yang menyerupa menjadi manusia yang sempurna.

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah 17. فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا (maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka) Yakni penutup yang menghalanginya dari mereka agar mereka tidak melihatnya saat beribadah. فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا(lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya) Yakni malaikat Jibril. فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا(maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna) Yakni malaikat Jibril menyerupa menjadi seorang manusia yang mempunyai segala ciri-ciri bani Adam, sehingga Maryam mengira ia akan melakukan keburukan padanya.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah { فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا } “Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka” hijab yang menutupinya dari penglihatan orang-orang yang berbadah dalam baitul Maqdis, namun sebagian besar anak-anak kaum muslimin di zaman ini justru membuka hijab mereka dihadapat orang-orang fasiq!!

Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari’ah Universitas Qashim – Saudi Arabia 17. Maka ia membuat tabir/penutup yang melindunginya dari mereka, sehingga tidak ada yang mengganggunya. Lalu Kami mengutus Jibril kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna

BACA  Dr Zakir Naik: 5 Alasan Mengapa Umat Muslim Lebih Kristen Daripada Nasrani

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah Dia ber’uzlah (mengasingkan diri) dari manusia dan menyendiri untuk beribadah kepada Allah.

Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I Sampai di tempat yang diinginkan, lalu dia memasang tabir yang memisahkan dan melindunginya dari mereka. Lalu kami mengutus roh kami, yaitu jibril, kepadanya untuk menyampaikan pesan kami. Begitu jibril sampai, maka dia menjelma atau menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna, anggun, berwibawa, dan simpatik. 18. Maryam terkejut dan takut melihat jibril datang ke tempatnya menyendiri. Dia berkata, ‘sungguh, aku berlindung kepada tuhan yang maha pengasih dan pemelihara terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa, menjauhlah dan jangan menggangguku.

MENGAPA SAUDARA KITA KAUM NON MUSLIM MENOLAK KEBENARAN QURAN YANG JUSTRU MEREKA KETAHUI BAHWA NABI ISA ATAU YESUS BUKAN TUHAN DAN TIDAK BOLEH DISEMBAH, DAN SEBAGIAN DARI MEREKA TERUS INGIN MENYESATKAN UMAT ISLAM, DENGAN MENYEBARKAN AGAMANYA BERKEDOK ISLAM DAN MENYESATKAN AYAT QURAN. TERNYATA ALLAH SUDAH MENGINGATKAN

“Segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” QS Ali ‘Imran 69

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”. 

QS. Al-‘An`am 25. 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *