December 2, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Love, Truth and Tolerance

10 Kelompok Yang Mudah Terpengaruh Kristenisasi 

12 min read

Keyakinan dan Kepercayaan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.  Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar. Saat terjadi gangguan ketidakstabilan psikologis dan gangguan fisik yang berat maka membuat keputusan asaan sehingga mempermudah intervensi pihak lain untu merubah keyakinan beragama seseorang. Manusia diciptakan tiada yang sempurna. Rasulullah pernah mengatakan, bahwa sekuat-kuatnya seorang manusia, dia tidak akan mampu beristiqomah sebenar-benarnya istiqomah. Sebagaimana hadist yang pernah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Rasulullah, beliau berkata: ‎”Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu (untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah).” Namun, dengan ketidaktetapan manusia, Rasulullah tetap mengajarkan kita untuk terus berikhtiar di jalannya, karena itu lah seseorang dapat diuji imannya.

Dalam pengamatan ilmiah melalui pendekatan sosial, psikologis, ekonomi dan pendekatan ilmiah lainnya. Ternyata kegoyahan iman seseorang saat berpindah keyakinan tidak bediri sendiri dalam satu faktor. Terdapat multi faktorial mengapa sesorang goyak keimanannya dan mudah digoyahkan imannya. Jarang sekali atau bahkan hampir dikatakan tidak pernah terjadi korban pemurtadan berasal dari kesadaran diri sendiri. Masalah genetik psikologis dan lingkungan merupakan faktor utama yang sering terjadi pindahnya keyakinann seseorang. Ternyata masalah lemahnya pendidikan agama bukan yang utama sesorang pindah keyakinan keluar dari agama Islam. Karena sebagian besar korban pindah agama justru mempunyai latar belakang orngtua yang taat agama, pendidikan selolah agama dan aktifitas beragama yang baik.

Faktor psikologis tampaknya menjadi faktor utama yang dialami korban pindah agama karena kristenisasi. Faktor psikologis itu yang palng sering adalah masalah depresi tersamar yang tak disadari. Gejala yang dialami dalam gangguan depresi tersebut adalah  sulit tidur, merasa kesepian, merasa dijauhkan keluarga, merasa sering disalahkan, selalu curiga, selalu berpikiran negatif pada orang lain, emosi tinggi, suka memberontak di dalam keluarga, suka melawan orangtua, paranoid berlebihan bahkan hingga keinginan bunuh diri, Dalam keadaan psikologis seperti inilah maka strategis kristenisasi sering dilakukan dan lebih mudah masuk. Dengan pengalaman kristenisasi ratusan tahun strategi klasik mereka dengan melakukan pendekatan psikologis yang sudah berpengalaman maka bia memperbaiki gangguan psikologis tersebut. Saat gangguan tersebut membaik maka pendekatan penggoyahan iman lebih mudah terjadi. lingkungan terseby yang [aling sering adalah pacar, isteri, suami, teman dekat atau komunitas pergaulan.

Dasar psikologis dan lingkungan tersebut maka kondisi lain seperti masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah kesehatan, pikiran liberalisme atau islamofobia akan mempermudah menggoyahkan keyakinan sesorang. Sehingga membuat program kristenisasi lebih mudah masuk.

Benarkah Kristenisasi Itu Tidak Ada

Semakin meningkatnya penggunaan internet, semakin tampak semakin banyak situs-situs yang berisikan upaya dugaan kristenisasi yang dilakukan oleh oknum agama lain. Sebelumnya hal itu seringkali diingkari dan  dianggap tidak ada atau bergerak di bawah gorong gorong tanah. Banyak sekali berita-berita tentang “Kristenisasi” di Indonesia yang tidak jarang memicu kehebohan dan ketegangan antar kedua pemeluk agama yang sama sama sebagai warga NKRI ini, karena kegiatan tersebut melanggar etika kehidupan sosial, aturan hukum  SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 dan melanggar kehidupan berbegara berdasarkan Pancasila.  Beberapa saudara kita pelaku kristenisasi itu dikatakan oknum karena ternyata sebagian besar penganut agama Kristen juga tidak setuju dengan kelompok ini karena tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Bahkan Ketua PGI (Persatuan Gereja indonesia) Andreas Yewangoe Ph.D itu juga mengakui dengan mengatakan: “Memang di kalangan kami ada sebagian umat yang berpikiran radikal. Mereka sering mangukur kemajuan Kristen dari  semakin bertambahnya jumlah penganutnya. Kami juga mendengar  upaya tersebut disertai  iming-iming sumbangan makanan dan segala macam (geleng-geleng kepala). Untuk apa? Bantu orang  ya bantu orang, jangan lalu suruh mereka masuk Kristen. Kami berpendapat, ketika seseorang  memilih Kristen sebagai keyakinannya itu harus terjadi dalam situasi orang tersebut jauh dari tekanan dan bujukan. Ketua PGI itu juga mengingatkan: “Bagi saya upaya Kristenisasi seperti itu menghina Tuhan Allah”.

Uniknya, sebagian oknum pelaku Kristenisasi dalam menarik hati umat muslim dengan menggunakan nama label Islam dan Quran dengan memutarbalikkan dan memotong motong ayat quran untuk melakukan pembenaran terhadap kelemahan penyelewengan ajaran agamanya bahwa Isa atau Yesus itu adalah Tuhan dan harus disembah. Padahal dalam banyak firman Allah dalam Quran  dijelaskan dengan tegas bahwa Isa atau Yesus bukan anak Allah, Bukan Tuhan dan diperingatkan dengan tegas dan hukumannya bila menyembah Isa atau yesus sebagai Tuhan. Bahkan dalam kitab injil tidak ada satupun ayat yang tidak ambigu menyatakan bahwa Yesus Tuhan dan patut disembah

Agama atau keyakinan biasanya dijadikan panduan hidup  untuk menumbuhkan pribadi yang baik dan pedoman memasuki dunia sosial. Mengajarkannya kepada anak-anak atau remaja adalah sesuatu yang harus dilakukan sejak dini, untuk mempersiapkan si Kecil agar tumbuh dewasa dengan baik dan dapat memasuki kehidupan bermasyarakat dengan lancar. Keyakinan terhadap aqidah agama islam harus pembelajaran yang dilakukan sejak dini. Di masa depan banyak hal yang bisa diduga sebelumnya bahwa aqidah dan keyakinan manusia bisa berubah dengan cepat. Banyak umat islam beralih pindah agama karena bukan hannya sekedar keyakinannya rapuh , tetapi juga karena ada intervensi pihak oknum agama lain yang melakukan kristenisasi yang menyasar banyak kelompok untuk beralih agama.

Ternyata upaya kristenisasi yang selama ini dianggap tidak ada, ternyata mulai banyak bermunculan fakta menyedihkan yang dialami umat islam. Fakta mulai banyak terlihat ketika semakin meningkatnya penggunaan internet tampaknya semakin maraknya situs-situs yang berisikan upaya dugaan kristenisasi semakin nyata terlihat yang dilakukan oleh oknum agama lain. Sebelumnya hal itu seringkali diingkari dan  dianggap tidak ada atau bergerak di bawah gorong gorong tanah. Banyak sekali berita-berita tentang “Kristenisasi” di Indonesia yang tidak jarang memicu kehebohan dan ketegangan antar kedua pemeluk agama yang sama sama sebagai warga NKRI.

Kristenisasi biasanya menyasar pada kelompok tertentu yang mempunyai keyakinan yang goyah secara psikologis, merasa dijauhkan lingkungan dan tidak diperhatikan lingkungan, atau sedanga dalam penderitaan baik spikologis atau fisik. Terdapat beberapa kelompk masyarakat yang berpotensi untuk menjadi sasaran kistenisasi karena saat dalam kondisi terganggu psikologis dan fisik maka bila diperhatikan dengan kepedulian yang luarbiasa berupa perhatian psikologis, uang, makanan atau hobby dengan gaya hidup tertentu membuat goyah keyakinan keimanan sesorang. Saat itulh mulai masuk secara perlahan upaya kristenisasi pada individu tersebut.

10 Kelompok Yang Mudah Terpengaruh Kristenisasi 

  1. Percintaan. Hampir sebagian besar kasus pindah agama karena masalah lingkungan. Masalah lingkungan yang utama bagi remaja adalah teman dekat atau pacar. Banyak kasus terutama perempuan karena sudah terbujuk rayuan sang pacar. Salah satu strategi kristenisasi adalah pendekatan melalui teman dekat. banyak kasus dilaporkan setelah pindah agama karena telah berhubungan terlalu jauh maka korban si perempuan akan dinikahi saat mau menikah di tempat ibdah non muslim. Dan setelah beberapa tahun batru menyadari bahwa ternyata suaminya adalah oknum kristenisasi. Banyak sugesti yang diberikan pada sebagian korban dari oknum kristenisasi, dengan memberi sugesti bahwa pindah agama karena Yesus. Sehingga jangan kaget banyak wanita pindah agama mengatakan bukan karena pacarnya karena cahaya salib dan cagaya Yesus.
  2. Isu islamofobia dan liberalisme bisa menggoyahkan aqidah. Dalam analisa banyak kasus umat islam pindah agama karena terpengaruh oleh isu islamfobia yang membuat keyakinan bahwa islam itu budaya kuno tak modern, buruk, kumuh, menakutkan, penuh kekejaman, tidak berbudaya. Isu isu islamofobia yang dihembuskan oleh saudara kita oknum non muslim atau bahkan saudara seumat atau lingkungan keluarga sendiri yang terpengaruh islamofobia khususnya kaum liberalisme. Isu islamofobia yang menjauhkan aqidah yang tidak disadari adalah isu wahabi, quran tak sesuai jaman, islam suka mengkafirkan, islam mendzolimi minoritas, isu gender, islam tak berbudaya karena menjauhkan dari budaya, isu intoleransi, islam agama berabad dulu kuno tak menjawab tantangan jaman, dan berbagai isu islamofobia lainnya. Hal ini awalnya mungkin hanya tidak menyukai atau membenci sebagian sesama umat muslim. Tetapi tidak disadari hal ini dipupuk terus di media sosial baik masalah politik dan sosial akhirnya akan membenci ajaran Islam.
  3. Masalah kesehatan mengancam jiwa. Penderita gangguan penyakit yang segera mengnacam jiwa seperti kanker, stroke atau gangguan kritis lainnya biasanya mengalami keputusasaan hidup dan membuat keyakinannya goyah saat seperti inilah maka pengaruh penarikan untuk pindah keyakian agama lebih mudah terjadi. dengan bantuan ekonomi keluarga, iming iming bantuan biaya kesehatan dan perhatian yang ;ebih dari para penyebar agama dapat membuat iman seseorang mudah goyah. Bahkan saat ini dengan pelayanan kesehatan yang banyak dilakukan saudara kita oknum kristenisasi di berbagai pelosok bahkan kota besar, berkamuflase, Saat mereka berhasil menyembuhkan penyakit penderita selalu memberi sugesti bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya, karena yesus juga bisa menghidupkan orang mati. maka tiaklah heran pelayanan kesehatan adalah program utama kristenisasi.
  4. Musibah bencana alam. Saat terjadi masalah bencana alam yang berat seperti gempa bumi, tsunami atau musim kemaru panjang seringkali membuat penderitaan secara psikologis, sosial, ekonomi dan fisik yang luar biasa berat. Dalam keadaan kehilangan rumah, kehilangan anggota keluarga, kelaparan, kedinginan, dan nyawa yang terancam membuat syok psikologis yang sangat berat, Dalam keadaan seperi ini keyakinan dan keimanann seseorang mudah goyah. Pemberian perhatian psikologis, bantuan makanan, kesehatan dapat merubah keyakinan sesorang saat dilakukan intervensi pada oknum kristenisasi. Sehingga banyak ditemukan saudara kita oknum kristenisasi adalah pasukan yang pertama masuk atau lebih cepat dalam kasus bencana alam.
  5. Kondisi depresi. Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli. Semua orang pasti pernah merasa sedih atau murung. Seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga. Depresi yang dibiarkan berlanjut dan tidak mendapatkan penanganan bisa menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas kerja, gangguan hubungan sosial , hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri. Dalam keadaan seperti ini para oknum kristenisasi mempunyai cara dan pendekatan psikologi yang sangat terlatih dan pintar dengan perhatian yang hebat, dengan kepedulian psikologis yang kuat maka mudah sekali berpindah keyakinan saat diberi sugesti bahwa kayakain agama lain bisa membuat masalah psikologis bunuh diri dan sebagainya akan membaik.
  6. Remaja bermasalah keluarga. Ketika beranjak remaja, mereka sedang dalam fase pencarian jati diri. Bila hal ini diperberat dengan masalah keluarga seperti broken home, kesibukan orang tua atau jauh dari keluarga, atau putus masalah percintaan maka dengan pendekatan pskologis yang canggih, kepedulian yang luarbiasa maka mudah akan menarik dalam kelompok lain agama. Banyak kasus remaja mengutarakan keinginannya untuk pindah keyakinan karena pendekatan yang luar biasa dari oknum kristenisasi dengan menawarkan gaya hidup, hobi, makanan dan pergaulan modern membuat remaja hedonisme silau oleh keindahan kehidupan tersebut disertai dengan pendekatan kekeluargaan dan persaudaraan yang kuat maka akan membuat mudah terjerat program oknum kristenisasi. Hubungan komunikasi orang tua dan anak, dimana anak remaja dalam keadaan labil sering merasa disalhkan orang tua, dibandingkan orangtua, maka kerprcayaan pada sosok keluarga akan semakin buruk. Hal inilah yang membuat keyakinan goyah ketika ada sosok pengganti yang bisa mengisi kekosongan tersebut. Saat di dalam keluarga yang broken home atau bahkan dari keluarga baik baik tetapi saat terjadi pertentangan antara orang tua dan anak secara terus menerus hal ini membuat anak merasa selalu disalahkan, dijauhkan dan dianggap pemberontak. Maka dalam keadaan seperti ini maka pendekatan saudara kita oknum kristenisasi melakukan pendekatan dengan cara luar biasa hebat melebihi orangtua sendiri, hal itulah yang membuat kenyamanan dan membuat kegoyahan iman mudah dimasuki doktrin kristesiasi,
  7. Saat mengalami musibah imn jadi goyah. Allâh Ta’ala berfirman: Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35). Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:“(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”. Musibah adalah sesuatu yang tidak disenangi oleh jiwa. Musibah paling berat dari sekian musibah adalah yang menimpa perubahan keyakinan agama seseorang. “Semua musibah ringan asal tidak menimpa agama.”
  8. Musibah kesenangan selama hidupnya, jika ia tidak pandai mensyukurinya, maka itulah musibah yang sesungguhnya. Musibah itu ternyata bukan hanya keburukan, tetapi ternyata kebaikkan juga merupakan musibah, Saat ini terjadi maka bila tidak dalam keadaan iman yang kuat maka kesesatan dan salah jalan akan mudah terjadi. Hal inilah yang menunjukkan banyak kasus artis saat dalam puncak kariernya justru frustasi, putus asa dan minum obat terlarang. Kondisi inilah yang membuat keyakinan iman menjadi goyah.
  9. Masalah ekonomi. Masalah ekonomi baik yang akut atau mendadak dan dan jangka panjang berakibat individu tertentu yang tidak mempunyai ketahanan sebagai pejuang kehidupan maka banyak mengeluh dan merasa menderita sehingga mudah digoyahkan keyakinannya. Dalam keadan musibah ekomnomi yang berat dan dibebani utang yang banyak seringkali membuat seorang manusia goyah leimanannya. Saat seperti inilah pendekatan ekonomi oknum kristenisasi masuk secara perlahan hampir tidak kelihatan karena dibungkus dengan komunikasi dan pendekatan yang luar biasa hebat. Bantuan ekonomi tersebut busa karena pelunasan hutang, tetapi tragisnya banyak kasus hanya dengan pemberian mi isntan, dan semako yang secara rutin diberikan bisa berpidah keyakinan
  10. Lingkungan Non Muslim dan Lingkungan Liberalisme. Saat sesorang remaja terpengaruh oleh islamofobia dan ajaran liberalisme masuk dalam lingkungan non muslim dan lingkungan liberalisme merasa nyaman dan dihargai. Hal inilah yang membuat cerita yang di besar besarkan bahwa seorang muslim menjauh dari lingkungan muslim agar lebih tenang. Saat masuk lingki=ungan tersebut maka kebencian terhadap sesama umat dan terhadap ajaran agamanya semakin mendapatkan pupuk atau sebagai api yang disiram bensin, dengan mudah tumbuh dan menyala hebat.

 

Penanganan

 

  • Jika anak usia remaja menyampaikan keinginannya pindah keyakinan, orangtua harus penuh kesabaran dan keteltenan. Biasanya sebagian besar kasus remaja dengan pindah agama adala anak yang keras kepala dan sulit diberikan komunikasi. Setelah tenang, baru cari tahu apa penyebab anak ingin pindah keyakinan. Kalau orang tua merespons dengan marah-marah atau mengamuk, akan merangsang survival mode di otak anak. Alhasil, begitu orang tua bicara dengan nada tinggi, maka remaja tidak akan mau melanjutkan apa yang ada di pikirannya. Coba dengarlah dahulu pendapat anak, apa alasannya, dan nilai apa yang dia tekankan karena ingin pindah keyakinan.
  • Ajak anak mendiskusikan permasalahan yang rumit itu. Tapi, dalam keadaan enggak emosi ya. Kalau belum siap, bilang ke anak mama dan papanya belum bisa menyerap keputusan si anak jadi perlu diobrolkan nanti
  • Sebagai orang tua, pastinya ayah dan bunda ingin anak tetap berpegang teguh pada keyakinan yang sudah disematkan ke identitas sang anak sejak kecil. Cobalah bertanya nilai apa yang mau dia jalani karena di usia remaja, anak masih dalam masa pencarian jati diri.
  • Beri pandangan yang super sabar dan komprehensif bahwa keyakinan atau agama bukan untuk dipermainkan. Sehingga, pilihan untuk memilih keyakinan tertentu seharusnya berdasarkan hati nurani yang tentunya tak bisa siapapun ikut campur tangan.
  • Keterbatasan pemahaman agama si orang tua justru akan menjerumuskan anak untuk lebih yakin berpindah agama dan dengannya dia tidak bertanggung jawab untuk memberikan piliha. Padahal strategi dalam kristenisasi sanga hebat dan kuat dengan menggunakan ayat Quran untuk merubah keimanan seseorang
  • Jika ada orang yang murtad, tentu kewajiban kita sebagai saudara atau kerabat seiman, wajib mengajak dia untuk kembali lagi kepada Islam. Kalau tidak, siksaan sangat pedih
  • Sepanjang dia murtad, kalau dia masih Islam lagi, wajib meng-qada salatnya sepanjang murtad. Murtad 3 tahun, wajib qada selama 3 tahun, puasa selama itu. Kenapa? biar orang enggak macam-macam murtad keluar dari Islam. Tugas kita mengembalikan, dipantau, dijaga, semuanya dengan akhlak yang mulia, didekati, dinasihati, enggak bisa tahun ini, di tahun kedua
  • Bila anak perempuan yang murtad, walinya harus mengayomi. Bila didiamkan ada tuntutan dari Allah, kenapa dia bisa murtad, selama ini orangtua bertanggung jawab terhadap lingkungan dan pergaulan anak

MENGAPA SAUDARA KITA KAUM NON MUSLIM MENOLAK KEBENARAN QURAN YANG JUSTRU MEREKA KETAHUI BAHWA NABI ISA ATAU YESUS BUKAN TUHAN DAN TIDAK BOLEH DISEMBAH, DAN SEBAGIAN DARI MEREKA TERUS INGIN MENYESATKAN UMAT ISLAM, DENGAN MENYEBARKAN AGAMANYA BERKEDOK ISLAM DAN MENYESATKAN AYAT QURAN. TERNYATA ALLAH SUDAH MENGINGATKAN

“Segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” QS Ali ‘Imran 69

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”. 

QS. Al-‘An`am 25. 

 

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.