ISLAM ISLAMI

Benarkah Kristenisasi Tidak Ada ? Faktanya Label Islam dan Quran Digunakan Alat Kristenisasi

Semakin meningkatnya penggunaan internet, semakin tampak semakin banyak situs-situs yang berisikan upaya dugaan kristenisasi yang dilakukan oleh oknum agama lain. Sebelumnya hal itu seringkali diingkari dan  dianggap tidak ada atau bergerak di bawah gorong gorong tanah. Banyak sekali berita-berita tentang “Kristenisasi” di Indonesia yang tidak jarang memicu kehebohan dan ketegangan antar kedua pemeluk agama yang sama sama sebagai warga NKRI ini, karena kegiatan tersebut melanggar etika kehidupan sosial, aturan hukum  SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 dan melanggar kehidupan berbegara berdasarkan Pancasila.  Beberapa saudara kita pelaku kristenisasi itu dikatakan oknum karena ternyata sebagian besar penganut agama Kristen juga tidak setuju dengan kelompok ini karena tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Bahkan Ketua PGI (Persatuan Gereja indonesia) Andreas Yewangoe Ph.D itu juga mengakui dengan mengatakan: “Memang di kalangan kami ada sebagian umat yang berpikiran radikal. Mereka sering mangukur kemajuan Kristen dari  semakin bertambahnya jumlah penganutnya. Kami juga mendengar  upaya tersebut disertai  iming-iming sumbangan makanan dan segala macam. Untuk apa? Bantu orang  ya bantu orang, jangan lalu suruh mereka masuk Kristen. Kami berpendapat, ketika seseorang  memilih Kristen sebagai keyakinannya itu harus terjadi dalam situasi orang tersebut jauh dari tekanan dan bujukan. Ketua PGI itu juga mengingatkan: “Bagi saya upaya Kristenisasi seperti itu menghina Tuhan Allah”.

Uniknya, sebagian oknum pelaku Kristenisasi dalam menarik hati umat muslim dengan menggunakan nama label Islam dan Quran dengan memutarbalikkan dan memotong motong ayat quran untuk melakukan pembenaran terhadap kelemahan penyelewengan ajaran agamanya bahwa Isa atau Yesus itu adalah Tuhan dan harus disembah. Padahal dalam banyak firman Allah dalam Quran  dijelaskan dengan tegas bahwa Isa atau Yesus bukan anak Allah, Bukan Tuhan dan diperingatkan dengan tegas dan hukumannya bila menyembah Isa atau yesus sebagai Tuhan. Bahkan dalam kitab injil tidak ada satupun ayat yang tidak ambigu menyatakan bahwa Yesus Tuhan dan patut disembah

Beberapa oknum tokoh umat yang mengaku umat Islam tetapi beraliran liberal seringkali membela dan bergumen bahwa tidak ada yang namanya “Kristenisasi”. Uniknya kaum liberal ini mengaku Islam tetapi membela dugaan kroistenisasi yang semakin nyata terllihat di dunia maya. Dalam konteks Kristen, yang ada atau yang sesungguhnya terjadi adalah Katolikisasi, Protestantisasi, Pentakostalisasi, dan seterusnya. Umat Kristen bukan menyebarkan Kekristenan mereka, melainkan mewartakan denominasi dan kongregasi Kristen mereka. Di kejadian sehari hari baik di dunia maya dan dunia nyata adalah umat Kristen mendakwahkan gereja mereka masing-masing yang tidak jarang terjadi saling benturan dan konflik di antara mereka sendiri karena sama-sama mengklaim sebagai yang paling “Kristiani” dan paling otentik ajaran kekristenannya. Tetapi terdapat oknum para penginjil dan pendeta dalam misinya memperalat label nama Islam dan ayat Alquran dalam pewartaan ajaran Injil kepada umat Islam. Terdapat banyak tulisan baik berupa buku, yayasan, lembaga atau situs yang menggunakan nama Islam tetapi dalam beberapa substansi yang disebarkan adalah ajaran kristen. 

Sebenarnya dalam kelompok kristen sendiri terjadi perbedaan pendapat. Sebagian besar keolompok kristen tidak setuju upaya kristenisasi. Bahkan Ketua PGI (Persatuan Gereja indonesia, mewadahi Gereja-gereja Protestan, Dewan Pantekosta Indonesia dan Persekutuan Inijli Inddonesia) Andreas Yewangoe Ph.D, mengingatkan bahwa tidak setuju umat Kristiani yang menjalankan apa yang disebut sebagai diakonia atau kristenisasi bahwa penyampaian “kabar baik” dalam Injil  bukan berarti harus membuat orang lain masuk Kristen. Yang menyampaikan  “kabar baik” itu kan bukan hanya Kristen saja. Islam, Hindu dan agama-gama lain juga menyampaikan  “kabar baik”. Ini lagi-lagi masalah intepretasi  yang tidak mendalam terhadap Alkitab. Sikap PGI jelas menolak itu. Kami sudah melakukan revisi terhadap maksud yang sebenarnya dari arti intepretasi “penyampaian kabar baik” dalam Alkitab. Ada begitu banyak gereja-gereja yang  di luar jangkauan kami. Ketua PGI itu juga mengakui dengan mengatakan: “Memang di kalangan kami ada sebagian umat yang berpikiran radikal. Mereka sering mangukur kemajuan Kristen dari  semakin bertambahnya jumlah penganutnya. Jadi hanya masalah kuantitas.Ini untuk apa? Kami juga mendengar  upaya tersebut disertai  iming-iming sumbangan makanan dan segala macam (geleng-geleng kepala). Untuk apa? Bantu orang  ya bantu orang, jangan lalu suruh mereka masuk Kristen. Kami berpendapat, ketika seseorang  memilih Kristen sebagai keyakinannya itu harus terjadi dalam situasi orang tersebut jauh dari tekanan dan bujukan. Bagi saya upaya Kristenisasi seperti itu menghina Tuhan Allah.

Uniknya, Oknum pelaku Kristenisasi untuk mewartakan kebenaran agamanya dengan menggunakan ayat Suci Al Quran. Itu artinya bahwa secara tidak disadari mereka percaya bahwa Quran adalah wahyu Allah. Tetapi dengan niat bruk tertentu melakukan penyesatan dengan memotong ayat Quran untuk mendukung pembenaran penyimpangan Agamanya yang sering diragukan umatnya sendiri terutama masalah trinitas atau sesembahan pada nabi isa atau Yesus adalah Tuhan yang patut disembah.  Bahkan dalam dalam Injil kuno Barnabas disebutkan justru Yesus menyembah Allah

Situs Kristen Berkedok Islam

Bukan hanya buku , dugaan kristenisasi juga banyak dilakukan memalui situs kristen berkedok Islam seperti
  • www.isaislam.com
  • www.isadanalquran.com,
  • isadanislamstudi.com,
  • isaislamdankaumwanita.com, serta situs-situs lainnya yang jumlahnya cukup banyak.
BACA  Ketua PGI dan Sebagian Besar Umat Kristen Tidak Setuju Kristenisasi.

Selain banyak situs seperti itu, mereka juga gencar memasang iklan baik di google adsesnse atau youtube dan media sosial lainnya untuk mempromosikan situsnya. Agaknya mereka berharap banyak muslim yang tertipu dengan mengira bahwa situs itu adalah situ-situs Islam.

Bila membuka situs www.isadanalquran.com maka pasti mengira mengira itu situs Islam karena memakai nama domain alquran. Tapi ternyata itu merupakan situs Kristen. Bila umat muslim membaca kandungan isinya pasti akan menggugatnya. Sebab, di dalamnya dicantumkan ayat-ayat Al Quran yang menurut mereka sesuai dengan Alkitab lalu diklaim membenarkan Kristen. Di laman depan ditulis surat Al Fatihah ayat 6,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus…”. Terjemahan ayatnya dipenggal sampai di situ kemudian di bawahnya dituliskan petikan Alkitab “Sabda Isa kepadanya, “Akulah jalan”’.

Diakui sendiri oleh admin situs tersebut, mereka hanya mengutip Al Quran yang sesuai dengan Alkitab versi mereka.“Melalui situs ini, kami menjelaskan tentang Isa Al-Masih yang sesuai ajaran Alkitab. Umat Kristen percaya bahwa Alkitab sebagai satu-satunya kebenaran Allah. Alkitab juga menuliskan kisah tentang Isa Al-Masih secara sistematis. Oleh sebab itu kami tidak perlu mencari pembenaran dari kitab lain. Kalaupun kami harus mengutip ayat Al-Quran, itu hanya pada bagian ayat yang sama dengan Alkitab. Misalnya tentang penyaliban Isa Al-Masih, kami hanya menggunakan ayat-ayat dalam Alkitab. Karena tidak ada satu ayatpun dalam Al-Quran yang menulis tentang penyaliban Isa Al-Masih,” tulis Admin.

Lembaga Kristen dengan nama Islam

Beberapa onum non muslim tersebut beramai ramai mendirikan yayasan dan lembaga yang menggunakan nama-nama Islam; seperti Yayasan Jalan Arohmah di kawasan Mampang, Yayasan Nur Kalimatullah di Cinere, Yayasan Aulia di Sunter, Yayasan Islam al Hanif di Tanjung Priok, Yayasan R Muhamad Nurdin di Slipi, Sekolah Tinggi ITK (Institut Teologi Kalimatullah ), dan masih banyak lagi. Lembaga-lembaga tersebut  menerbitkan buku-buku benuansa Islam tetapi ujung ujungnya mereka berusaha melakukan eksistensi bahwa Yesus atau Isa adalah Tuhan.

BACA  Apakah Tafsir Quran itu ?

Mengapa Islam Digunakan Sebagi Penyebar Doktrin Kristenisasi

Para oknum penyebar kitab ini berdalih mengikuti rasul Paulus dalam kitab 1 Korintus 9 : 20

“ Kalau ingin memenangkan orang Yahudi, aku harus seperti Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi..“ Jadi aplikasinya kalau ingin memenangkan orang Islam aku harus seperti orang Islam.

Dalam majalah rohani Roti Hidup, DH menulis sbb:

“Mengapa kita menggunakan Alquran?

  1. Kita perlu memulai berbicara dari cara pandang mereka;
  2. Kita tidak akan dituduh memurtadkan mereka, karena yang digunakan adalah kitab suci mereka;
  3. Dengan menggunakan Alquran akan menolong seorang percaya yang berasal dari latar belakang Muslim untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman dan mengurangi terjadinya hambatan penganiayaan;
  4. Kita akan menggunakan Alquran untuk menunjukkan pada mereka bahwa Yesus jauh lebih tinggi dari nabi-nabi lainnya;
  5. Ingat, oleh karena hanya sebagai ‘jembatan’, kita tidak menggunakan seluruh ayat-ayat dalam Alquran;
  6. Bagi kita Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Ingat, jembatan tidak lagi digunakan setelah kita beralih ke kebenaran mutlak yang terdapat dalam Alkitab.”

Ada enam kerancuan dan kontradiksi berpikir para penyebar agama non muslim

  1. Mereka menyatakan perlunya berbicara dari cara pandang umat Islam. Memang, komunikasi yang terbaik adalah memakai bahasa yang sesuai dengan kondisi objek bicara. Tapi sayangnya, hal ini ditempuh oleh misionaris untuk mengelabuhi akidah umat Islam supaya bisa dikristenkan.
  2. Mereka mengklaim bahwa jika kristenisasi dilakukan dengan memperalat ayat-ayat Alquran, maka mereka tidak akan dituduh memurtadkan umat Islam, karena yang digunakan adalah kitab suci mereka. Padahal, apa yang mereka lakukan secara otomatis adalah gerakan pemurtadan atau kristenisasi berkedok Islam.
  3. Mereka menyangka penggunaan Alquran dalam misi Kristen akan menolong orang berlatar belakang Muslim percaya. Paradigma ini salah total karena bertolak belakang dari substansi Alquran. Mereka sama sekali tidak menolong, justru mencelakakan umat Islam.
  4. Mereka menggunakan Alquran untuk menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih tinggi dari nabi-nabi lainnya.
    • Bila kaidah misionaris ini diterapkan, maka perlu diketahui bahwa sehebat apapun mukjizat Yesus, dia adalah nabi khusus untuk Bani Israil saja (QS. Ali Imran 49 dan Az-Zukhruf 59; bdk: Injil Matius 10: 5-6 dan Matius 15: 24).
    • Dan selama masa kenabiannya, Yesus menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad (QS. Ash-Shaff 6). Umat Islam tidak membeda-bedakan terhadap para rasul Allah (QS Al-Baqarah 285), karena semua rasul memikul misi yang sama, yaitu mengajak kaumnya untuk bertauhid kepada Allah SWT (Qs An-Nahl 36, Al-Anbiya 25).
  5. Mereka karena memakai Alquran hanya sebagai ‘jembatan’, maka misionaris tidak menggunakan seluruh ayat-ayat dalam Alquran. Sikap ini membuktikan busuknya motivasi mereka dalam membaca Alquran.
  6. Mereka hanya meyakini Alkitab (Bibel) sebagai satu-satunya firman Allah yang mutlak dan Alquran hanya dipakai sebagai jembatan penginjilan kepada umat Muslim.

Perlukah kristenisasi

  • Mengkristenkan  orang lain apapun jenis kekristenan sesungguhnya tidak perlu karena beragama adalah hak asasi manusia harus dilakuakn dengan sukarela dengan tanpa bahsaan, bujukan dengan kebohongan. Apalagi dengan menyalahgunakan ayat kitab agama lain dengan menyelewengkan atau memotong motong sebagian ayat untuk membenarkan ajaran agamanya
  • Apalagi proses Kristenisasi dilakukan atau diiringi dengan pemaksaan atau iming-iming dengan barang tertentu supaya tertarik masuk ke sebuah agama tertentu). Sebagai umat sosial beragama memang tidak ada salahnya untuk berbagi rejeki, perhatian, ekonomi atau sesuatu yang dianggap benar atau menyebarkan warta kebaikan kepada orang atau umat lain. Tidak ada salahnya pula, bagi umat beragama untuk menebarkan kasih, baik dengan perkataan maupun dengan tindakan, kepada orang lain. Tetapi hendaknya sebatas berbagi warta dan menyampaikan kabar saja tidak perlu diiringi dengan paksaan, rayuan, atau bahkan kutukan.
BACA  Urgensi dan Keperluan Tafsir Quran

Kristenisasi Melanggar Hukum Bernegara

Menyebarkan warta kebaikan agama mungkin tidak akan diperdebatkan, tetapi mewartakan kebaikan agama pada orang dengan agama lain terutama kelompok usia yang masih labil pemahaman kehidupan seperti, usia anak dan remaja yang beragama lain adalah hal yang akan mendapat pertentangan dengan umat lainnya karena melanggar kehidupan bersosial, bertentangan dengan kehidupan bernegara berdasarkan Pancasila atau pelanggaran hukum.

Wakil PresidenKH Ma’ruf Amin beberapa tahun yang lalu , pernah mengatakan bahwa  kristenisasi telah melanggar aturan yang berlaku, yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979. “Dalam penyiaran agama itu ada aturannya. Makanya, kita mesti kembali pada SKB itu,” ujar KH Ma’ruf Amin seperti dilansir replubika, Selasa (9/12) di Jakarta. Selanjutnya, KH Ma’ruf Amin menekankan, pentingnya mengusut tuntas setiap aksi kristenisasi yang terjadi di Tanah Air.  Sebab, aksi kristenisasi jelas-jelas telah melanggar aturan bahwa baik pendakwah maupun masyarakat yang didakwahi mesti seagama. Oleh karena itu, kata KH Ma’ruf Amin, pemerintah mesti menegaskan kembali aturan yang berlaku. Caranya, dengan mengutamakan proses hukum tinimbang proses dialog informal sebagai penyelesaian masalah kristenisasi.

SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Pasal 4 Tahun 1979 menjelaskan bahwa pelaksanaan penyiaran agama tidak dibenarkan jika ditujukan pada orang atau kelompok orang yang telah memeluk/menganut agama lain. Penyiaran agama yang dimaksud ini bisa dalam berbagai bentuk, seperti melakukan bujukan dengan atau tanpa adanya suatu pemberian, penyebaran brosur atau buku-buku, maupun melakukan kunjungan langsung.

MENGAPA SAUDARA KITA KAUM NON MUSLIM MENOLAK KEBENARAN QURAN YANG JUSTRU MEREKA KETAHUI BAHWA NABI ISA ATAU YESUS BUKAN TUHAN DAN TIDAK BOLEH DISEMBAH, DAN SEBAGIAN DARI MEREKA TERUS INGIN MENYESATKAN UMAT ISLAM, DENGAN MENYEBARKAN AGAMANYA BERKEDOK ISLAM DAN MENYESATKAN AYAT QURAN. TERNYATA ALLAH SUDAH MENGINGATKAN

“Segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.” QS Ali ‘Imran 69

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”. 

QS. Al-‘An`am 25. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *