ISLAM ISLAMI

Alasan Orang Nasrani Menolak Nabi Muhammad ? Inilah Penjelasan Penolakan Tersebut.

 

Muhammad adalah nabi terbesar dan nabi terakhir. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab al-Manaqib). Maka ketika banyak kebenaran Islam yang disampaikan Muhammad ditolak bahkan disiasati oleh mereka. Tetapi Allah tetap memberi hidayah kepada jutaan orang Amerika, Eropa khususnya Inggris juga para pemuka agama dan pendeta yang berduyun duyun masuk Islam mengakui Muhammad sebagai nabi terbesar dan terakhir. Banyak isu dan penolakan saudara kaum nasrani terhadap Nabi Muhammad dengan alasan  ilmiah yang kurang kuat baik rasionalitas, fakta dan bukti dalilnya.

“Sesungguhnya, orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mata hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan ada penutup. Dan bagi mereka ada siksa yang amat pedih”. (QS Al-Baqarah [2]: 6-7).

Jadi, tidak akan ada manfaatnya memberi dakwah dan memaksakan kebenaran bagi mereka orang-orang kafir, kecuali hanya sebatas menyampaikan kebenaran, dalil dan penjelasan kepada mereka. Maknanya, tetap sebatas kewajiban menyampaikan. Kalaupun tidak juga mau  beriman, maka janganlah membuat kita bersedih hati untuk mereka atupun menyesali mereka. Sehingga amat wajar tidak mudah bagi orang Kristen memahamai dan mengetahui siapakah Muhammad sebenarnya. Apakah dia benar seorang nabi seperti yang diakui oleh umat Muslim, atau hanya manusia biasa yang merasa mendapat pewahyuan dari Allah.

Ketentuan Allah Subhanahu Wata’ala atas mereka yang kafir, ingkar, besar kepala dan terus dalam kekafiran, bahwa Allah Subhanahu Wata’ala menghalang-halangi mereka dari petunjuk. Yaitu dengan mematikan sensitivitas rasionaloitas dan kepekaan saudara kita tersebut  sehingga mereka tidak mampu menggunakannya untuk memperoleh petunjuk dan keimanan. Hatinya sudah tertutup, dan yang ada hanyalah kegelapan demi kegelapan, kesalahan demi kesalahan, tipu muslihat demi tipu muslihat, kedzaliman dan perbuatan merusak yang menyebabkannya mendapat siksaan yang sangat berat. Sehingga banyak sekali akal dan tipu muslihat untuk menolak kebenaran Islam

Inikah Beberapa Alasan Saudara kita kaum Nasrani Menolak Nabi Muhammad ?

Inikah Beberapa Alasan Saudara kita kaum Nasrani Menolak Nabi Muhammad ?

  1. Ditemukannya ajaran Muhammad yang bertentangan dengan ajaran Isa Al-Masih. Seperti naik haji. Menurut saudara kita kaum Nasrani, mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dan mencium batu hitam mustahil merupakan ajaran dari Allah. Ajaran lainnya adalah arah kiblat ketika sembahyang. Menghadap hanya pada satu arah pada saat-saat tertentu menunjukkan bahwa Allah bukanlah Allah yang tak terhitung atau terbatas, Allah yang dapat berada dimanapun pada saat yang bersamaan. Menurut Aqidah Islam penjelasannya adalah :
    • Quran memberi petunjuk bahwa Para nabi dan kitabnya harus diimani. termasuk Nabi Isa atau Yesus. hanya saja kitab injil yang diturunkan kepada nabi isa saat ini banyak diselewengkan oleh pihak tertentu sehingga banyak sekali kitab Injil yang beredar dan banyak berbeda. Berbeda dengan Al Quran yang dijanjikkan Allah dijaga hingga kiamat semua satu dan tidak ada yang pernah merubah. Sehingga mungkin saja ratusan juta umat di dunia bisa menghafal Quran dengan isi bahkan lafadz yang tidak berbeda dan sama
    • PENJELASANNYA :
    • Islam melarang menyembah berhala. tetapi memerintahkan agar Muslim menghadap Ka’bah saat shalat sebagai pemersatu. Salah satu  persepsi soal Islam adalah soal shalat menghadap ke Ka’bah. Islam dinilai aneh karena melarang menyembah berhala, tapi sujud ke Ka’bah. Perintah menghadap Ka’bah sendiri turun langsung dari Allah SWT melalui Alquran. Makna perintah ini adalah untuk persatuan. Ilmuwan Muslim Al Idrusi menyebut, Ka’bah terletak di tengah, antara kutub utara dan selatan, antara timur dan darat. “Ini representasi hanya ada satu Tuhan dalam Islam,”. Umat Islam taat dengan perintah itu. Bahkan Umat bin Khattab, meski heran mengapa ia harus mencium Hajar Aswad ketika thawaf, tetap mencium batu hitam itu karena Rasulullah melakukannya.
    • Menurut Aqidah Islam Allah tidak di mana mana tetapi Allah di Arsy dilangit, Hanya Allah sendiri Yang Maha Mengetahui di mana diri-Nya berada. Memang benar Allah adalah Zat yang tidak terikat dan terhukumi oleh ruang dan waktu. Di mana zat-Nya bersemayam tak seorang manusia yang dapat memastikannya. Tapi, mungkin tidak sulit menemukan jawaban di manakah Allah berada. Dalam Fitman Allah juga disebutkan bahwa: “Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas ‘arsy.’’(QS Thaha: 5). dan ayat l;ain menyebutkan : “Apakah kamu merasa aman terhadap Zat yang di langit (yaitu Allah) kalau Dia hendak menjungkir-balikkan bumi beserta kamu sekalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang.’’ (QS al-Mulk: 16)
  2. Nabi yang keselamatannya masih perlu didoakan oleh pengikutnya?
    • Faktor berikutnya yang membuat saudara kita kaum Nasrani menolak kenabian Muhammad adalah Shalawat Nabi yang harus disampaikan kepadanya. Pada Sura Al-Ahzab 33:56 tafsiran Al-Quran Departemen Agama RI tahun 1978, catatan kaki No.1230 berbunyi: Bershalawat jika dari Allah artinya memberi rahmat, jika dari malaikat-malaikat artinya meminta ampunan (dosa), jika dari umat Islam/Mukmin artinya berdoa supaya kepada Nabi Muhammad diberi rahmat (dan kemuliaan) seperti misalnya “Allahu-Ma Shalliala Muhammad”. No.1231 – Dengan mengucapkan perkataan seperti “Assalamu Alaika Ayyuhan Nabi” artinya: Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Muhammad).  Saudara kita kaum Nasrani beranggapan bagaimana mungkin dapat mengikuti seorang Pemimpin yang keselamatannya masih perlu didoakan oleh pengikutnya?
    • PENJELASANNYA :
    • Dalam Al-Qur’an dijelaskan: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab, Ayat 56) Makna shalawat Allah pada Nabi dalam ayat di atas adalah Allah senantiasa merahmati dan meridhai para Nabi Nabi baik nabi Isa AS, Nabi Ibrahim AS atau Nabi Muhammad SAW.
    • Umat muslim mendoakan keselamatan kepada seseorang bukan berarti kita meyakini dirinya tidak selamat. Doa keselamatan itu sama saja bila kita menyapa teman dengan mengatakan “semoga Anda sekeluarga sehat wal afiat”. Apakah bila kita menyapa demikian berarti teman kita dan keluarganya sedang dirawat di rumah sakit? Sebaliknya, anda akan dianggap melecehkan ketika ada orang yang sekarat kemudian anda mengucapkan, “semoga Anda sekeluarga sehat” atau anda sampaikan ucapan ini kepada orang yang sakit parah dan hampir tidak ada peluang untuk sembuh. Kenapa anda dianggap melecehkan? Karena anda memberikan doa kepada orang yang hampir tidak mungkin memilikinya. Umat Islam  mendoakan kebaikan, mendoakan keselamatan untuk Para nabi baik Nabi Isa al-Masih, Nabi Ibrahim atau Rasulullah Muhammad SAW karena beliau paling berhak mendapatkan keselamatan itu. Siapa yang memberikan keselamatan? Tentu saja Allah Dzat Penguasa alam semesta.
  3. Tidak adanya Nubuat dalam Injil
    • Tidak adanya nubuat dalam Injil   maupun kitab-kitab sebelumnya tentang kedatangan Muhammad. Penjelasan di atas hanya beberapa factor saja yang menjadi alasan penilaian orang Kristen tentang nabi Muhammad. Tapi, jika Anda ingin mengetahui alasan lain, Anda dapat menanyakan lewat email kepada staff kami.
    • Muslim Mengklaim Ayat Alkitab Nubuat Atas Muhammad Berbagai usaha dilakukan oleh orang Muslim untuk mendapatkan nubuat atas Muhammad dalam Alkitab, salah satunya adalah Taurat, Kitab Ulangan 18:18, “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” Jelas nubuat di ayat menunjuk pada Isa Al-Masih, bukan Muhammad. Karena Isa Al-Masih berasal dari kaum mereka, yaitu Israel. Ayat lain adalah Injil Rasul Besar Yohanes 14:26, “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Umat Muslim mengartikan bahwa yang dimaksud dengan Penghibur di atas adalah Muhammad. Jelas hal itu menurut pendeta Nasrani salah! Karena Penghibur yang dimaksud adalah Roh Kudus.
    • PENJELASANNYA :   Faktanya banyak bukti yang menunjukkan Kitab taurat dan Injil telah menubuatkan akan datang nabi besar setelah nabi isa.
      • Padahal datangnya Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia telah disebutkan dan dinyatakan dalam kitab Taurat dan Injil. Hal demikian sebagaimana disebutkan dalam Alquran surah al-A’raaf ayat 157 yang berbunyi, “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil.”Perjanjian Lama dalam bahasa Arab disebut al-‘Ahdu al-Qadim dan dalam bahasa Belanda disebut Ould Testament, atau yang dianggap sebagai kitab Taurat oleh kaum Yahudi dan Nasrani.
      • Sedangkan Perjanjian Baru dalam bahasa Arab disebut al-‘Ahdu al-Jadid dan dalam bahasa Belanda disebut Niew Testament, dan itulah yang dianggap kitab Injil oleh kaum Nasrani. Perjanjian Lama berisi himpunan kitab suci dari nabi-nabi sebelum Nabi Isa AS, dan Perjanjian Baru adalah yang berisi himpunan kitab suci yang dibawa Nabi Isa AS. 
      • Di dalam buku tersebut disebutkan beberapa ayat dari kitab-kitab agama terdahulu, yang menjelaskan tentang akan datangnya Nabi Muhammad SAW. Buku tersebut mengutip bunyi kalimat bahasa Indonesia dari ayat Bibel, yang disalin dari Bibel yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bibel Genootschap di Amsterdam pada 1916.
      • Salah satunya disebutkan dalam kitab Ulangan, 18:15, yang berbunyi, “Bahwa seorang Nabi dari antara kamu dari antara segala saudaramu dan yang seperti aku ini yaitu akan dibangkitkan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu maka dia haruslah kamu dengar.”
      • Di beberapa ayat dalam Kitab Ulangan itu disebutkan akan diutusnya Nabi Muhammad SAW dengan semua yang dikatakannya membawa atau menyebut Nama Tuhan dan bukan nama dewa. Nabi Muhammad SAW juga wafat tidak karena dibunuh orang. Selain itu, apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad tentu terjadi, meski baru terjadi pada masa beberapa abad sesudah wafatnya dan yang terjadi pada masa hidupnya.
      • “Bahwa kalau Nabi itu berkata atas Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tak jadi atau tak datang, itulah perkataan yang bukan sabda Tuhan, melainkan Nabi itu berkata dengan angkaranya: jangan kamu takut akan dia.” (Ulangan, 18:22).
      • Kemudian dalam Injil Yahya juga disebutkan ayat yang mengarah pada akan kedatangan Nabi Muhammad. Seperti dalam Yahya, 14:26, yang berbunyi, “Tetapi penghibur, yaitu Ruhul Kudus, yang akan disuruh oleh Bapa sebab namaku, yaitu akan mengajarkan segala perkara itu kepadamu dan mengingatkan kamu segala perkara yang telah kukatakan kepadamu itu.” “Maka sekarang sudah kukatakan kepadamu sebelum jadinya, supaya apabila ia jadi kelak, boleh kamu percaya” (Yahya, 14:29).
      • Dari ayat itu dijelaskan, bahwa Nabi Muhammad SAW akan datang dan diperintah oleh Tuhan dan akan mengajarkan segala perkara kepada manusia. Hal demikian juga telah dinyatakan dalam Alquran.
      • Kemudian dalam ayat lainnya di Kitab Injil Yahya, Nabi Muhammad digambarkan sebagai penghibur (Rahul Kudus) dan yang akan memuliakan Nabi Isa karena ia akan mengambil beberapa keterangan dari apa yang telah diterangkan oleh Nabi Isa kepada kaumnya.
      • Di dalam Kitab Injil Barnabas, kedatangan Nabi Muhammad SAW lebih jelas dinyatakan. Barnabas sendiri adalah nama seorang sahabat atau pembela Nabi Isa. Karenanya, Injil Barnabas ditulisnya sendiri dari wasiat yang didengarnya dari Nabi Isa AS. Di dalam kitab itu memberitakan kedatangan Nabi SAW, bahkan dijelaskan pula tentang peristiwa disalibnya Nabi Isa, bukanlah Nabi Isa yang disalib, melainkan Yahuda. Injil Barnabas termasuk injil yang kuno, yang tertulis pada abad pertama Masehi.
      • Dalam ayat di kitab Injil Barnabas, misalnya, disebutkan bahwa saat Nabi Isa AS memberitahu para hawari (penolong) bahwa beliau akan berpaling meninggalkan alam. Saat itu, Isa berkata agar hati mereka tidak bergoncang dan tidak takut. Sebab, Isa bukanlah yang menjadikan mereka, tetapi Allah yang menjadikan dan memelihara mereka. “Adapun tentang ketentuan tugasku, sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi Rasulullah yang akan datang dengan membawa tugas kelepasan alam ini.” (Barnabas, 72:10).
  4. Nasrani menganggap Isa Satu satunya Nabi. Isa Al-Masih, Satu-satunya Yang Mampu Menyelamatkan Manusia.
    • Alkitab merupakan sumber ajaran dan kepercayaan orang Kristen. Jika Alkitab memuat tentang Muhammad, tentulah orang Kristen dapat menerimanya sebagai nabi seperti halnya nabi-nabi sebelumnya. Tetapi tidak ada satupun ayat dalam Alkitab yang menyebut namanya. Hal ini menyebabkan umat Kristen menolaknya sebagai nabi.
    • Selain itu, orang Kristen tidak membutuhkan nabi selain Isa Al-Masih. Melalui Isa Al-Masih setiap orang dapat memperoleh Keselamatan dan Hidup Kekal. Dalam Isa Al-Masih orang dapat menemukan Jalan dan Kebenaran, karena Dia sendiri adalah Jalan dan Kebenaran itu. “Isa bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Injil, Yohanes 14:6). Isa Al-Masih adalah sang “Jalan.” Melalui Dia orang dapat belajar mengenai “Kebenaran” tentang Allah dan menemukan “Hidup” bersama Allah.
    • PENJELASANNYA :
    • Faktanya sudah ratusan ribu pendeta atau ahli agama lain di dunia mendapat hidayah, dan mengakui kebenaran Islam dan mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir sehingga berpindah menjadi mualaf memeluk Agama islam.
    • Allah berfirman dalam surah Al Ahzab 40, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    • Nabi Muhammad SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidzi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).
    • Nabi Muhammad SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (Bukhari, Kitab al-Manaqib).
    • Dalam hadis Thauban At-Thawil, Nabi Muhammad SAW  bersabda : “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi setelahku.”
    • Bahkan terdapat kisah pendeta Nasrani ketika ketika Rasululah SAW, Abu Thalib dan para kafilah Quraisy sampai di Bashra (perbatasan antara Syam dan Saudi Arabia), mereka bertemu dengan seorang pendeta Nasrani yang bernama Buhaira. Pendeta tersebut merupakan ulama ahli kitab yang memahami dan mendalami ilmu kitab dan mengetahui tanda-tanda kedatangan Nabi dari kitab Injil dan Taurat. Dalam kitab Adab Bizantium disebutkan, Buhaira adalah seorang rahib yang menganut aliran Airus Nasthuri, dan ia mengingkari Lahut al-Masih (Ketuhanan al-Masih, dan menyatakan bahwa penamaannya dengan sebutan tuhan tidak diperbolehkan. Beliau juga merupakan salah satu ulama Nasrani yang masih mempertahankan tauhidnya kepada Allah SWT dengan meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Nabi Isa AS yang beliau ikuti bukan anak Tuhan melainkan seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Buhaira menceritakan penglihatannya tehadap tanda-tanda kenabian pada anak ini. Buhaira kemudian menyuruh agar Abu Thalib tidak melanjutkan perjalanannya ke Syam karena dikhawatirkan orang-orang Yahudi di Syam juga mengetahui kedatangan Muhammad, sehingga mereka akan menyakitinya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *