ISLAM ISLAMI

Tata Cara Shalat Idul Fitri di rumah saat wabah covid19 SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH

 

Hal-hal yang Disunahkan di Hari Raya Idul Fitri

  1. Mandi dan memotong kuku
  2. Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  3. Makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri
  4. Mengumandangkan takbir hingga menjelang salat.
  5. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang
  6. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan تقبل الله منا و منكم (taqabballlahu minna waminkum)

Ketentuan Salat Idul Fitri di Rumah

  1. Salat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah atau sendiri
  2. Jika salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
    • Jumlah jamaah yang salat minimal 4 orang, satu orang imam, dan 3 orang makmum.
    • Tata cara salat Idul Fitri mengikuti panduan salat berjamaah (ada di bagian bawah). Usai salat Id, khatib melaksanakan khutbah
    • Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka salat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.
  3. Jika salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:
  • Berniat niat salat Idul Fitri secara sendiri
  • Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr)

Tata Cara Salat Idul Fitri di Rumah

  1. Sebelum salat, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih
  2. Salat dimulai dengan menyeru ash-shalâta jâmi‘ah, tanpa azan dan iqamah.
  3. Memulai dengan niat salat idul fitri, yang jika dilafalkan berbunyi; أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لله تعالى  Usholli sunnatan liidil fitri rak’ataini (makmuman/imaman) lillahi taala “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
  4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر /Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:  سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (subhanalllahi walhamdulilahi walaailahaillallahu wallahuakbar)
  6. Membaca surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Qur’an. Membaca surah-surah di dalam Al Qur’an. Dianjurkan untuk membaca surah Al A’la pada rakaat pertama.
  7. Rukuk dengan tuma’ninah
  8. Rukuk dengan tuma’ninah
  9. Itidal dengan tuma’ninah
  10. Sujud
  11. Duduk di antara dua sujud
  12. Sujud kedua
  13. Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua yang diawali mengucapkan takbir sebanyak 5 kali dengan bacaan yang masih sama. Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri ( takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. (subhanalllahi walhamdulilahi walaailahaillallahu wallahuakbar)
  14. Membaca surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Qur’an. Membaca surah-surah di dalam Al Qur’an. Dianjurkan untuk membaca surah Al-Ghasyiyah.
  15. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
  16. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

 

Panduan Khutbah Idul Fitri

  1. Khutbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempuranaan salat idul fitri.
  2. Khutbah Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
  3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.
  4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Membaca takbir sebanyak sembilan kali
    • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله (alhamdulilah)
    • Membaca shalawat nabi Saw., antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد (Allahumasholli’alasayyidina muhammad)
    • Berwasiat tentang takwa.
    • Membaca ayat Al-Qur’an
  5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Membaca takbir sebanyak tujuh kali
    • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله (alhamdulilah)
    • Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد (Allahumasholli’alasayyidina muhammad)
    • Berwasiat tentang takwa.
    • Mendoakan kaum muslimin

DALIL MANDI SHALAT IED

  • Maka hukum sunnah mandi shalat ied dijelaskan dalam beberapa dalil hadis. Adapun dalil tentang hukum sunnah mandi salat Id sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini. Riwayat dari Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu,
  • سَأَلَ رَجُلٌ عَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنْهَ عَنِ الغُسْلِ قَالَ اِغْتَسِلْ كُلًّ يَوْمٍ إِنْ شِئْتَ فَقَالَ لاَ الغُسْل الَّذِي هُوَ الغُسْلُ قَالَ يَوْمَ الجُُُمُعَةِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الفِطْ

“Seseorang pernah bertanya pada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengenai mandi.
Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?”

Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arofah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al Baihaqi 3/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ 1/177)

Dijelaskan hukum sunnah mandi shalat ied jugaa didasarkan pada hadis lainnya.

Riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Dari Nafi’, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar biasa mandi di hari Idul Fitri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Muwatho’ 426. An Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)

Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Shalat Idul Fitri

  • Sebenarnya tata cara mandi salat Id tidak berbeda dengan tata cara mandi sunah lainnya.Seperti mandi salat Jumat, mandi bagi wanita haid, mandi setelah memandikan mayit dan sebagainya.Hanya saja berbeda saat melafalkan niat.

Tata cara mandi shalat ied

  • Membaca niat mandi salat Id Sebelum mandi dianjurkan pula membaca niat
  • ويت الغسل سنة لعيد الفطر لله تعالى Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala “Saya niat mandi sunah untuk Idulfitri karena Allah ta’ala.”
  • Sunah mandi Dalam setiap pekerjaan syariat Islam mengajarkan untuk membaca bismillah terlebih dahulu. Kemudian sebelum mandi dapat berwudu.
  • Rukun Mandi

Amalan Sunah lainnya

  • disunahkan makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri.
  • Kemudian amalan kedua yakni berhias.
  • Gunakan wangi-wangian bagi kaum Adam dan mengenakan pakaian rapi dan bersih.
  • Selain itu hendak melaksanakan salat sunah juga dianjurkan memotong kuku.
  • Sebenarnya riwayat sahih Rasulullah menjelaskan tentang memotong kuku di hari tertentu.
  • Kemudian disarankan pula untuk memotong rambut supaya tampil rapi. 

sumber:  Fatwa MUI No 28 Tahun 2020, dn sumber lainnya

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *