ISLAM ISLAMI

25 Ciri dan Karakteristik Tokoh Islam Liberal

25 Ciri dan Karakteristik Tokoh Islam Liberal

Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip yang dianut oleh Jaringan Islam Liberal yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Jaringan Islam Liberal percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Jaringan Islam Liberal memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Kaum liberal modern saat ini selalu dipelopori intelektual muda yang cerdas dan pintar yang berilmu tinggi dari perguruan tinggi Barat. Kaum Islam liberal atau islam progresif ini pada umumnya selalu memicu pertentangan dengan tokoh Islam lainnya karena dalam berbeda pendapat sering menyindir, memperolok bahkan mengejek dengan nada paling benar sendiri. Para kaum liberal ini dalam melakukan opini selalu berorientasi pada rasio pola pikir kecerdasannya tanpa menggunakan landasan rasionalitas Al Quran dan hadist. Bahkan rasio pemikiran mereka cenderung didominasi dengan pemikiran bahwa ajaran agama tidak lagi harus terpaku dengan teks-teks Agama (Al Quran dan Hadis). Pemikiran progresif Islam Liberal seringkali dilandasi dengan ajaran sekularisme dan pluralisme. Sejarah Konsepsi dan Penyimpangan tiga agenda JIL yang disorot adalah pengembangan teologi inklusif-pluralis dinilai menyamakan semua agama dan mendangkalkan akidah, isu penolakan syariat Islam dipandang bagian penghancuran global dan upaya penghancuran Islam fundamentalis dituding bagian proyek Amerika atas usulan zionis Israel. Tak pelak lagi hal yang dianggap sebagai penyimpangan ajaran itulah yang membuat MUI, Organisasi Islam di Dunia dan berbagai negara beramai ramai menolak Islam Liberal karena dianggap dapat meracuni akidah umat muslim di lingkungannya.

Penolakan gerakan liberal memiliki pandangan yang melenceng dari Islam dan ajaran syariah. Dalam kepercayaan Islam Liberal tersebut, ada konsep pluralisme, percaya bahwa isi pikiran manusia adalah ilham, dan meragukan keaslian Alqur’an, mempertanyakan interpretasi Alqur’an dan hadist. Ajaran liberal tersebut mendorong munculnya interpretasi baru dalam konsep beragama, mempertanyakan ajaran Nabi dan Rasul, hingga menimbulkan metode berbeda mengenai fiqih.

MUI dan Sebagian Besar Ulama Indonesia Tolak dan haramkan Liberalisme Agama islam

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengharamkan liberalisme sebagaimana dalam “Fatwa MUI Tentang Haramnya Pluralisme, Liberalisme, dan Sekulerisme Agama” yang ditandatangani langsung oleh ketua bidang Fatwa MUI Prof Dr Maruf Amin yang sekarang menjabat wakil presiden.  Sebagian besar ulama dari ormas besar Islam baik dari Muhammadiyah, NU, Persis, FPI juga sepakat bahwa paham liberalisme agama akan menggerus aqidah generasi muda Islam. Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

Fatwa MUI No 7 tahun 2005 telah mengharamkan Liberalisme yang ditanda tangani oleh Ktua bidang Fatwa Maruf Amin yang saat ini menjabat Wakil Presiden Indonesia. Hal tersebut untuk menyikapi berbagai persoalan saat ini seperti munculnya disertasi seks di luar nikah, film The Santri, RUU P-KS, RUU KUHP dan lainnya.

Fatwa tersebut telah mengharamkan pemahaman-pemahaman yang menyimpang dari ajaran agama khususnya Liberalisme. Seperti liberalisme, pemahamanan yang memuja kebebasan sehingga tidak jarang menabrak aturan agama. Coba bayangkan, zina sudah sedemikian bebas, itu akan menyebabkan hancur anak-anak ke depan, tidak jelas siapa orang tuanya. Apa kita ingin negara kita hancur karena undang-undang yang diproduksi dari satu aspek saja. Dosa besar jika menyetujui undang-undang yang bertentangan agama. Bagaimana orang boleh hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan, asal suka sama suka, itukan seperti binantang,,

BACA  Inilah Alasan Islam Liberal Ditolak MI dan Para Ulama

Latar belakang fatwa tersebut diungkapkan karena MUI menilai bahwa pada akhir-akhir ini berkembang paham pluralisme, liberalisme dan sekularisme agama serta paham-paham sejenis lainnya di kalangan masyarakat. MUI juga mencermati bahwa berkembangnya paham pluralisme, liberalisme dan sekularisme agama di kalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan fatwa tentang masalah tersebut. dengan latar belakang itu maka MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan sekularisme agama tersebut untuk dijadikan pedoman oleh umat Islam.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, mengatakan bahwa liberalisasi budaya dan pemikiran yang dihadapi bangsa Indonesia telah mengancam kehidupan sosial bangsa Indonesia. Kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan serta meningkatnya penganut LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) menjadi bukti jelas bagaimana liberalisme telah merusak moral bangsa. Lebih memprihatinkan lagi anak-anak dan remaja menjadi korban yang paling rentan. Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam pidatonya di depan ribuan kader ‘Aisyiyah pada pembukaan Sidang Tanwir ke II ‘Aisyiyah di Gedung Bathari, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat 6 Juni, demikian laporan muhammadiyah.or.id.

Ketua umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini dalam pidato sebelumnya mengungkapkan langkah ‘Aisyiyah yang telah mendesak pemerintahn untuk dapat melakukan langkah strategis demi menyelamatkan generasi bangsa dari kejahatan seksual yang semakin merajalela. Pemikiran liberal memberikan kebebasan tak terbatas bagi manusia terutama dalam makanan, minuman, pakaian, dan pola interaksi mereka. Seringkali pemahaman liberal ini menentang ajaran agama (Islam), sehingga akibatnya berimbas pada anak-anak dan remaja. Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak-anak dan remaja serta meningkatnya penganut LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) merupakan bukti nyata dampak paham liberalisme

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, NU tetap menentang kelompok liberal dan ekstrimis. Keduanya bertentangan dengan semangat moderasi NU. NU menganut faham tawassut, bukan liberal. Menurut NU definisi Islam liberal itu kalau meninggalkan Qur’an dan hadist. Demikian juga mantan Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi mengimbau umat Islam untuk meninggalkan paham liberalisme. Paham liberal dianggap paham yang tidak sejalan dengan semangat Islam.”Saya mengimbau umat Islam untuk meninggalkan liberalisme,” ujar Hasyim Muzadi kepada wartawan di sela-sela acara Silaturrahmi Tokoh Nasional Lintas Agama, di Gedung ICIS Kebayoran, Jakarta Selatan, (14/10).

Mantan Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi menilai paham liberal merupakan paham yang tanggung, dan bahkan ia menyebut sebagai setengah kafir. “Kalau di negara muslim dianggap setengah kafir. Kalau dinegara Eropa dianggap kurang sempurna kafirnya,” katanya.

Imam Besar Umat Islam Dr Habib Rizieq Shihab menyebutkan bahwa Islam Liberal adalah ” Penjiplak pemikiran”, karena gagasannya hanya meniru gagasan orientalis sebelumnya yang memulai reformasi , terutama dalam memahami dan menilai Islam. Menurut Habib Rizieq, Gerakan Islam Liberal Indonesia dengan semangat mengoceh dengan penerapan Hermeneutika dalam kajian Alquran.

Inilah Ciri dan Karakteristik Tokoh Islam Liberal

  1. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam. Ijtihad (penalaran rasional atas teks-teks keislaman) adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik terbatas atau keseluruhan, adalah ancaman atas Islam, sebab Islam akan mengalami pembusukan. Kami percaya ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), maupun ilahiyyat (teologi).
  2. Mengutamakan semangat religio-etik, bukan makna literal teks. Ijtihad yang di kembangkan berdasarkan semangat religio-etik Quran dan Sunnah Nabi, bukan semata makna literal teks. Penafsiran literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian peradaban kemanusiaan universal.
  3. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural. Berpikiran pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung konteks tertentu; terbuka, sebab setiap penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran adalah cermin kebutuhan penafsir pada masa dan ruang yang terus berubah.
  4. Memihak pada yang minoritas dan tertindas. Berpenafsiran Islam yang memihak kaum minoritas tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas minoritas berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas dipahami dalam makna luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, gender, budaya, politik, dan ekonomi.
  5. Meyakini kebebasan beragama. Berpendapat bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Kami tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar pendapat atau kepercayaan.
  6. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik. Berorientasi bahwa kekuasaan agama dan politik harus dipisahkan. Kami menentang negara agama (teokrasi). Kami yakin, bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus
  7. Kebergantungan semata-mata kepada akal manusia bagi memandu kehidupan dunia.
  8. Dualisme dalam memahami pelbagai realiti dan kebenaran. Contohnya dualisme antara akal dan jasad, dan pemisahan antara kaedah rasionalisme dan empirisisme.
  9. Penekanan kepada unsur-unsur perubahan dalam kewujudan yang mempamerkan pandangan alam (worldview) yang sekuler.
  10. Doktrin humanisme yaitu jelmaan ideologi sekuralisme
  11. yang memusatkan penilaian segala-galanya kepada fikiran manusia.
  12. Konsep tragedi yang menyusup dalam setiap arena kehidupan baik falsafah, agama, atau kesenian.
  13. Konsep ini mencerminkan jiwa yang tidak beriman kerena kecewa dengan agama. Konsep tragedi ini mengakibatkan mereka asyik berpandu kepada keraguan, dan dalam proses ini falsafah telah diiktiraf sebagai alat utama menuntut kebenaran yang tiada tercapai.
  14. Rasionalisme dan Sekularisme.
  15. Penolakan terhadap syariah.
  16. Pluralisme Agama dan Penolakan terhadap autoriti keagamaan.
  17. Kebebasan mentafsirkan teks-teks agama Islam.
  18. Tiada dakwaan kebenaran (faham relativisme).
  19. Mempromosikan nilai-nilai Barat.
  20. Pembebasan Wanita.
  21. Mendukung demokrasi liberal sepenuhnya
  22. Berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi untuk menggugurkan agama secara sepenuhnya dari pada masyarakat iaitu memisahkan agama dari pada pendidikan, menjauhkan syariat Islam dari pada kedudukannya sebagai sumber perundangan dan mengasaskan ekonomi di atas dasar riba.
  23. Berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi untuk menjauhkan fikrah atau pemikiran manusia daripada setiap yang mempunyai kaitan dengan ruh, wahyu dan alam ghaib dan daripada segala ikatan dengan akhlak, akidah dan keimanan kepada Allah.
  24. Berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi untuk memartabatkan ketuhanan akal, kebendaan, dan ketidakpercayaan kepada agama dan wahyu (ilhad) dalam setiap urusan kehidupan dan menjadikan Islam hanya sebagai agama rohani semata-mata dan menolak agama sebagai penentu dan pencorak perjalanan hidup bermasyarakat
  25. Agenda tersembunyi lainnya adalah ketika Leonard Binder, penulis buku Islamic Liberalism dan seorang pakar politik beragama Yahudi dari Universiti Chicago mengakui bahwa sekularisme sebenarnya telah gagal di Timur Tengah (dunia Islam), oleh sebab itu kini barat memberikan konsep Islam Liberal untuk memperkuat liberalisme politik di negara-negara muslim. Buku ini (Islamic liberalism) mempersoalkan kemungkinan wujudnya Islam Liberal dan menyimpulkan bahawa tanpa liberalisme Islam yang kuat, maka liberalisme politik di Timur Tengah tidak akan berhasil.
BACA  Waspadai 13 Ajaran Islam Liberal Yang Menyesatkan Aqidah Islam

sumber: wikipedia dan berbagai sumber lainnya

 

Shalat Dhuha Sesuai Tuntunan Rasulullah dan Tatacaranya
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Dahsyatnya 12 Rakaat Sehari Shalat Sunah Rawatib dan Tatacaranya
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Shalat Fardhu dan Shalat Sunah Rawatib Sesuai Tuntunan Rasulullah
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

Tatacara Shalat Ied Idul Fitri di Rumah Saat Wabah Covid19
Watch this video on YouTube.
DOKTER INDONESIA ONLINE VIDEO

.

Материалы по теме:

Waspadai 4 Alasan Tersembunyi Tokoh Islam Liberal
Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip yang dianut oleh Jaringan Islam Liberal yaitu Islam ...
Inilah Alasan Islam Liberal Ditolak MI dan Para Ulama
Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip yang dianut oleh Jaringan Islam Liberal yaitu Islam ...
Liberalisme Menurut Islam dan Menurut Kaum Liberal Sendiri
Agama liberal adalah sebuah tradisi keagamaan yang merangkul secara teologis kepelbagaian pemikiran ketimbang hanya mengakui satu saja kredo, syahadat, otoritas, atau tulisan. Karena tradisi ...
Inilah Konsepsi dan Manifesto Jaringan Islam Liberal Indonesia
Inilah Konsepsi dan Manifesto  Jaringan Islam Liberal di Indonesia
BACA  Apakah Wahhabisme dan Siapakah Wahabbi itu ?
Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip ...
Waspadai 13 Ajaran Islam Liberal Yang Menyesatkan Aqidah Islam
Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip yang dianut oleh Jaringan Islam Liberal yaitu Islam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *