March 8, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Malaikat Qarin, Pendamping Manusia Semasa Hidupnya

5 min read

 

Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat adalah meyakini adanya malaikat, meski manusia tidak dapat melihat, meraba atau menciumnya. Mengimani malaikat, bahwa bahwa malaikat adalah salah satu makhluk ciptaan Allah.  Perkataan iman yang berarti ‘membenarkan’ itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: “Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman. Iman secara bahasa berarti tashdiq atau membenarkan. Secara istilah syar’i, iman adalah “Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat”. Iman itu ditujukan kepada Allah, kitab kitab, Rasul, malaikat, hati akhir, qada dan qadar. Seperti halnya manusia. malaikat juga menyembah Allah, mereka tidak pernah berdosa dan selalu takut dan taat kepada Allah. Malaikat selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti. Malaikat bersifat suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, tidak makan, tidak minum. Malaikat tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.

Malaikat mampu mengubah wujudnya. Malaikat adalah makhluk ghaib ciptaan Allah yang tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para nabi dan rasul. Malaikat selalu menampakkan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim. Kisah Nabi Muhammad juga pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi’raj.. Malaikat memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya yang melesat luarbiasa cepat. Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Al-Quran adalah sumber utama untuk konsep Islam tentang malaikat. Malaikat Gabriel dan Mikhael, disebutkan namanya dalam Al Qur’an, yang lain hanya disebut oleh fungsi mereka. Dalam beberapa  hadis, malaikat sering ditugaskan hanya pada satu fenomena tertentu. Malaikat memainkan peran penting dalam literatur Mi’raj, di mana Muhammad bertemu beberapa malaikat selama perjalanannya di surga. Tugas yang diberikan kepada malaikat adalah mengkomunikasikan wahyu dari Allah, memuliakan Allah, mencatat tindakan setiap orang, dan mengambil jiwa seseorang pada saat kematian. Malaikat adalah ciptaan Allah terbuat dari cahaya (nur), adapun dalil yang menguatkan pendapat ini dilihat dari hadist Nabi Muhammad SAW, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.

Malaikat Qarin

Qarīn  adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk kepada malaikat dan jin (golongan setan) yang mendampingi setiap manusia. Istilah ini digunakan di dalam Al-Qur’an dan dikatakan bahwa qarin itu mengikuti manusia sejak lahir hingga mengalami ajalnya. Kedua makhluk itu dianggap sebagai “kembaran setiap manusia.”

Menurut keyakinan umat Muslim bahwa, pada umumnya jin qarin ini bertugas mendorong dampingannya untuk berbuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan salat, berat ketika hendak membaca Al-Quran dan sebagainya dan ia bekerja sekuat tenaga untuk menghalang dampingannya membuat ibadah dan kebaikan.

Untuk mengimbangi adanya pendamping jahat, Allah mengutus malaikat qarin yang selalu membisikkan hal-hal kebenaran dan mengajak membuat kebaikan. Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa jin qarin yang mendampingi Muhammad telah memeluk Islam, sehingga Muhammad selalu terjaga dari kesalahan.

Perkataan qarin berasal daripada bahasa Arab yang berarti “teman”, “pasangan” atau “pendamping”. Kata qarin kemudian digunakan oleh kalangan Muslim Asia Tenggara, diartikan sebagai makhluk-makhluk halus yang senantiasa mendampingi manusia, sejak seseorang itu dilahirkan hingga dia meninggal dunia, kemudian sampai pada hari kebangkitan.

Qarin dalam al-Qur’an dan hadits

Al-Qur’an telah menjelaskan tentang adanya qarin dalam surah Az Zukhruf

  • “ Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az Zukhruf 43:36) ”

Hadits mengenai qarin pun telah dicatat oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim, Muhammad bersabda kepada Abdullah Mas’ud, “Setiap kamu ada qarin daripada bangsa jin, dan juga qarin daripada bangsa malaikat

Dalam kisah yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, bahwa ketika tiba giliran Iblis untuk meminta, iapun berkata, “Ya Tuhanku, manusia (Adam) inilah yang telah Engkau muliakan atasku, kalau Engkau tidak memperhatikannya, aku tidak akan kuat menghadapinya.” Allah berfirman yang artinya, “Tidak akan dilahirkan seorang anak dari nya kecuali dilahirkan pula seorang anak dari bangsa kamu.” Iblis berkata lagi, “Ya Tuhanku, berilah tambahan kepadaku.” Allah berfirman, “Kamu dapat berjalan berjalan ditubuh mereka seperti mengalirnya darah dan kamu dapat membuat hati mereka sebagai rumah-rumah untuk kamu.”









.


.

loading...

www.islamislami.com

Copyright © 2020 WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.