May 8, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

4 Metodologi Dalam Tafsir Quran

6 min read

Al-Qur’an adalah kitab suci dalam agama Islam, yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi terakhir sepanjang kehidupan manusia yaitu Nabi Muhammad SAW. Quran tediri dari beberapa surah (bab) dan setiap surahnya terbagi ke dalam beberapa ayat. Al-Qur’an difirmankan langsung oleh Allah kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril, yang berlangsung selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Pertama kali Quran diturunkan sejak tanggal 17 Ramadan, saat Rasulullah berumur 40 tahun hingga wafat pada hari Senin 8 Juni tahun 632. Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Rasulullah, sebagai salah satu tanda dari nabi terakhir dan terbesar sepanjang kehidupan manusia hingga kiamat nantinya.  Quran merupakan puncak dari seluruh wahyu yang pernah diturunkan oleh Allah sejak Nabi Adam dan diakhiri dengan Nabi Muhammad. Dalam kehidupan sehari hari dalam memahami Al Quran seringkali lebih mudah bila dipahami dengan  Tafsir Al-Qur’an. Tafsir Al Quran adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Al-Qur’an dan isinya berfungsi sebagai mubayyin (pemberi penjelasan), menjelaskan tentang arti dan kandungan Al-Qur’an, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak di pahami dan samar artinya. Terdapat metodologi dalam tafsir Quran

Al-Qur’an adalah sebuah  pedoman kehidupan dunia akhirat bagi umat Muslim di dunia. Al-quran juga merupkan dasar hukum Islam dan sumber syariat islam yang memiliki manfaat bagi umat manusia dan alam semesta. Nabi Muhammad adalah seorang nabi terakhir yang menerima muksizat Al-quran yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan, mengamalkan, dan menafsirkan Al-quran bagi kehidupan umat manusia. Sebagian lainnya Al Quran berisi cerita mengenai kisah bersejarah dan sumber inspirasi moral bagi manusia dengan memahami lewat sejarah para nabi terdahulu. Banyak pakar sastra dunia mengapresiasi Al-Qur’an sebagai sebuah karya sastra bahasa Arab yang sangat luar biasa dan terbaik di dunia hingga saat ini, Bahkan sampai saat ini tidak ada seorangpun yang bisa melebihi atau meniru walau atu ayatpun.

Satu-satunya kitab suci yang dijamin selalu keasliannya oleh Allah hanyalah Alquran. Allah menjamin keslian Quran hingga akhir zaman dengan berfirman, Sungguh Kami yang telah menurunkan Alquran dan Kamilah yang akan menjaganya. (QS. al-Hijr: 9)

Sementara kitab samawi lainnya seperti Taurat dan Injil, kitab ini Allah turunkan kepada Bani Israil, namun Allah tidak memberi jaminan untuk menjaganya. Namun penjagaan itu Allah serahkan kepada manusia. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. (QS. al-Maidah: 44)

Sudah 1400 tahun hingga sekarang fakta menunjukkan bahwa  teks asli Alquran tidak pernah mengalami perubahan sedikitpun. Teks aslinya selalu ada, tidak kurang tidak lebih. Alquran apapun yang anda jumpai, diterjemahkan ke bahasa apapun, teks aslinya pasti dicantumkan di samping terjemahan. Bahkan yang luar biasa hanya kitab suci al Quran yang bisa dihapalkan dan diucpkan oleh jutaan orang dengan tidak satupun berbeda lafadz dan isinya.

Metodologi Tafsir Al-Qur’an

Metodologi Tafsir dibagi menjadi empat macam, yaitu metode tahlili, metode ijmali, metode muqarin, dan metode maudlu’i.

  • Metode Tahlili (Analitik)
    • Metode ini adalah yang paling tua dan paling sering digunakan. Menurut Muhammad Baqir ash-Shadr, metode ini, yang ia sebut sebagai metode tajzi’i, adalah metode yang mufasir-nya berusaha menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dari berbagai seginya dengan memperhatikan runtutan ayat Al-Qur’an sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an.
    • Tafsir ini dilakukan secara berurutan ayat demi ayat kemudian surat demi surat dari awal hingga akhir sesuai dengan susunan Al-Qur’an. Dia menjelaskan kosakata dan lafazh, menjelaskan arti yang dikehendaki, sasaran yang dituju dan kandungan ayat, yaitu unsur-unsur i’jaz, balaghah, dan keindahan susunan kalimat, menjelaskan apa yang dapat diambil dari ayat yaitu hukum fiqih, dalil syar’i, arti secara bahasa, norma-norma akhlak dan lain sebagainya.
    • Menurut Malik bin Nabi, tujuan utama ulama menafsirkan Al-Qur’an dengan metode ini adalah untuk meletakkan dasar-dasar rasional bagi pemahaman akan kemukjizatan Al-Qur’an, sesuatu yang dirasa bukan menjadi kebutuhan mendesak bagi umat Islam dewasa ini. Karena itu perlu pengembangan metode penafsiran karena metode ini menghasilkan gagasan yang beraneka ragam dan terpisah-pisah .
    • Kelemahan lain dari metode ini adalah bahwa bahasan-bahasannya amat teoretis, tidak sepenuhnya mengacu kepada persoalan-persoalan khusus yang mereka alami dalam masyarakat mereka, sehingga mengesankan bahwa uraian itulah yang merupakan pandangan Al-Qur’an untuk setiap waktu dan tempat. Hal ini dirasa terlalu “mengikat” generasi berikutnya.
  • Metode Ijmali (Global)
    • Metode ini adalah berusaha menafsirkan Al-Qur’an secara singkat dan global, dengan menjelaskan makna yang dimaksud tiap kalimat dengan bahasa yang ringkas sehingga mudah dipahami. Urutan penafsiran sama dengan metode tahlili namun memiliki perbedaan dalam hal penjelasan yang singkat dan tidak panjang lebar.
    • Keistimewaan tafsir ini ada pada kemudahannya sehingga dapat dikonsumsi oleh lapisan dan tingkatan kaum muslimin secara merata. Sedangkan kelemahannya ada pada penjelasannya yang terlalu ringkas sehingga tidak dapat menguak makna ayat yang luas dan tidak dapat menyelesaikan masalah secara tuntas.
  • Metode Muqarin
    • Tafsir ini menggunakan metode perbandingan antara ayat dengan ayat, atau ayat dengan hadits, atau antara pendapat-pendapat para ulama tafsir dengan menonjolkan perbedaan tertentu dari objek yang diperbandingkan itu.
  • Metode Maudhu’i (Tematik)
    • Tafsir berdasarkan tema, yaitu memilih satu tema dalam Al-Qur’an untuk kemudian menghimpun seluruh ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema tersebut baru kemudian ditafsirkan untuk menjelaskan makna tema tersebut. Metode ini adalah metode tafsir yang berusaha mencari jawaban Al-Qur’an dengan cara mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mempunyai tujuan satu, yang bersama-sama membahas topik atau judul tertentu dan menertibkannya sesuai dengan masa turunnya selaras dengan sebab-sebab turunnya, kemudian memperhatikan ayat-ayat tersebut dengan penjelasan-penjelasan, keterangan-keterangan dan hubungan-hubungannya dengan ayat-ayat lain kemudian mengambil hukum-hukum darinya.

suber: wikipedia dan berbagai sumber lainnya

loading...

www.islamislami.com

Copyright © 2020 WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved

Материалы по теме:

Hadist Shahih Bukhari : Wahyu Pertamakali Turun Diterima Muhammad SAW
  Hadist Shahih Bukhari : Wahyu Pertamakali Turun Diterima Muhammad SAW Dari ‘Aisyah r.ha : Harits bin Hisyam r.a pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Bagaimanakah caranya ...
Kumpulan Doa Dalam Al Quran: Doa Sapu Jagad
Kumpulan Doa Dalam Al Quran: Doa Sapu Jagad رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ Robbana a'tina fid'dun yaa hasanah, wafil a' ...
Hadits Nabi Muhammad SAW Pilihan: Doa Yang Tidak Ditolak
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,     “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa ...
Awas, Al Fatihah Diselewengkan Oknum Kristenisasi, Inilah Tafsir Quran Sebenarnya
  Semakin meningkatnya penggunaan internet, tampak semakin banyak bermunculan situs-situs yang berisikan upaya dugaan kristenisasi yang dilakukan oleh oknum agama lain. Sebelumnya hal itu seringkali ...
Doa Mustajab Dari Al Quran
  رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبِّ هَبْ لِي حُكْماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ. وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ. وَاجْعَلْنِي مِن ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.