October 28, 2021

ISLAM ISLAMI

Islam Peace, Truth and Tolerance

Khotbah Perpisahan, Khotbah Terakhir Rasululllah Menjelang Wafat

4 min read

Hari Senin, 8 Juni 632 atau 12 Rabiul Awwal 10 H, adalah hari wafatnya Rasulullah. Saat itu menjadi hari yang kelam bagi para sahabat dan seluruh muslim di Madinah. Mereka tak percaya nabi wafat. Kesedihanpun memuncak saat menjelang sakitnya nabi hingga wafatnya beliau. Kematian Nabi dan Rasul Islam Muhammad disebabkan oleh demam tinggi di usianya yang ke-62 tahun, yang dia alami selama beberapa bulan setelah kepulangannya dari Mekkah untuk melaksanakan ibadah Haji pertama dan terakhirnya. Di dalam ibadah Haji tersebut terdapat sebuah khotbah terkenal yang disampaikan oleh Muhammad, yakni Khotbah Perpisahan, di dalamnya berisi perintah dan larangan dari Allah. Khotbah perpisahan Nabi Muhammad (The Farewell Sermon) atau Khotbah terakhir, disampaikan oleh Nabi Muhammad pada tanggal 9 Zulhijah, tahun ke-10 Kalender Hijriyah (6 Maret 632). bertempat di Uranah lembah Gunung Arafah, selama ibadah haji. Muhammad al-Bukhari mengacu khotbah dan mengutip bagian dari itu di ‘nya’ Sahih al-Bukhari .  Bagian dari itu juga hadir di Sahih Muslim dan Sunan Abu Dawud.

Untuk yang terakhir kalinya, Muhammad mendapatkan wahyu melalui Malaikat Jibril pada tahun 632 yakni Surah Al-Ma’idah ayat 3 yang menyatakan bahwa Tuhan telah meridoi Islam sebagai agama Muhammad dan sebagai agama yang sempurna dan disempurnakan, serta pernyataan bahwa nikmat kehidupan yang diberikan Tuhan kepada Muhammad telah dicukupkan. Peristiwa tersebut terjadi dalam kejadian yang disebut Haji Perpisahan (Haji Wada’). Sebelumnya Muhammad telah menaklukan seluruh Semenanjung Arabia, dan menjadikannya sebagai negara di bawah pengaruh Islam. Berkat adanya Pertempuran Hunain dan Ekspedisi Tabuk, Muhammad memperoleh kejayaannya dan memindahkan agama Semenanjung Arabia dari Yahudi, Nasrani, dan Pagan menjadi Islam.

Khotbah terakhir nabi atau khotbah perpisahan disampaikan oleh Nabi Muhammad pada tanggal 9 Zulhijah, 10 Kalender Hijriyah (6 Maret 632). di Uranah lembah Gunung Arafah, selama haji. Muhammad al-Bukhari mengacu khotbah dan mengutip bagian dari itu di ‘nya’ Sahih al-Bukhari .  Bagian dari itu juga hadir di Sahih Muslim[ dan Sunan Abu Dawud.

Khotbah terakhir Rasulullah

  1. Umat Islam adalah bersaudara satu dengan yang lain. Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan (seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu. Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.
  2. Hancurkan ketidakadilan. kewajiban meninggalkan tradisi jahiliyah: pembunuhan, riba. Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan ( seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain ) yang telah terjadi pada masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu. Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi
  3. Menghormati wanita, Kewajiban Memuliakan Wanita. Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kalian telah mengambil mereka dengan amanah atas nama Allah dan hubungan badan dengan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah. Sesungguhnya kalian mempunyai kewajiban terhadap isteri kalian dan isteri kalian mempunyai kewajiban terhadap diri kalian. Kewajiban mereka terhadap kalian adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras/tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kamu terhadap mereka adalah memberi nafkah, dan pakaian yang baik kepada mereka.
  4. Waspadalah terhadap syetan demi keselamatan agama kamu, dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara bersar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.islamislami.com Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.